Let’s Love (Chapter 1)

let_s-love gambar

Let’s Love (Chapter 1)
Author :
Chaca Aprilia
Main Cast :
KIM TAEYEON
OH SEHUN
PARK CHANYEOL
Other Cast :
Find it by yourself
Genre :
FRIENDSHIP & ROMANCE
Rated :
PG-17

Length :
Multi chapter
Disclaimer :
All cast belongs their parents and God.
But this story is original from my thoughts.
Artworker :

jungleelovely @ poster channel

^Happy Reading^

-oOo-

Matahari mulai menampakan sinarnya dengan terang. Tampak seorang gadis yang tengah sibuk memasukkan buku-buku pelajaran ke dalam tas nya. Setelah selesai ia segera beranjak lalu merapikan pakaiannya. Ia tersenyum manis melihat penampilannya di cermin. Tapi tunggu dulu, ia merasa ada yang kurang. Ah, ia melupakan sesuatu.
Gadis itu lalu meraih sesuatu di meja riasnya, sebuah benda kecil dengan tulisan ‘Kim TaeYeon’. Ia lalu meletakkannya di dada sebelah kirinya.
“Sempurna,” Ujar gadis itu pelan. Ia tersenyum senang.
Tangannya lalu merapikan rambut hitamnya yang tergerai panjang. Benar-benar sangat cantik.
“Taeyeon-ah, cepatlah sayang. Kau bisa terlambat nanti. Kau harus memakan sarapanmu dulu,” Teriak seseorang dari lantai bawah.
“Ne, arraseo eomma,” jawab Taeyeon keras. Gadis itu kembali melihat pantulan wajahnya di cermin. “Baiklah.. Semangat Kim Taeyeon!!”
Ia segera meraih tas nya lalu melangkah keluar keluar dari kamarnya. Ia menuruni setiap anak tangga dengan langkah ringan, lalu segera mendekati meja makan dengan senyum yang merekah di wajah manisnya.
“Selamat pagi eomma..” ia segera mengecup pipi Ibunya itu, “..appa,” lalu beralih mengecup Ayahnya.
“Selamat pagi juga, sayang,” ujar Ibunya hangat. Sedangkan Ayahnya hanya tersenyum manis.
Ia segera mengambil tempat duduk di samping pria yang sedang menatapnya aneh.
“Wae?”
Pria itu lalu meletakkan rotinya di atas piring, ia lalu memutar tubuhnya menghadap kea rah gadis yang sedang melahap sarapannyaitu, “Ya! Sebenarnya kau anggap aku ini, apa, hm?” Tanya pria itu tajam.
Gadis itu terdiam, sedetik kemudian ia mengendikan kedua bahunya, “Molla,” Jawabnya acuh, ia kemudian melanjutkan kembali kegiatannya.
Pria itu membulatkan kedua matanya, ia mentap gadis yang ber status adiknya itu dengan tatapan jengkel, “Aish!”
Taeyeon menaikkan sebelah alisnya ketika menyadari jika pria itu sedang menatapnya jengkel, “Wae? Kenapa kau menata─”
“Ah! Yaaaa!!!” Taeyeon berteriak dengan keras ketika oppanya itu mencubit hidungnya dengan keras, “Ya, Kau! Apa yang kau lakukan?!” Ia menatap pria itu dengan matanya yang melotot. Ia lalu mengusap-usap hidungnya yang pastinya sudah menjadi berwarna merah itu.
“Kenapa, hm? Kau marah? “ Pria itu mulai mencubit pipi adiknya, “Kau marah padaku?”
Taeyeon lalu menepis tangan pria itu, “Hentikan,” serunya ketus.
Pria itu berdecak pelan, ia lalu mengacak-acak poni adiknya, “Kau marah karena kemarin aku tidak menjemputmu? Hm?”
Taeyeon hanya mendengus kesal, lalu merapikan kembali rambutnya. Ia lalu melanjutkan kembali sarapannya tanpa menjawab pertanyaan pria itu.
Pria itu terus menatap Taeyeon dengan tatapan menunggu sebuah jawaban.
Awalnya taeyeon hanya bersikap acuh, namun lama-kelamaan ia mulai merasa kesal lalu berbalik menatap pria itu, “Baik, aku memang marah. Kau puas?!”
“Baiklah, aku minta maaf okay? kemarin Yoona mengatakan jika ia ada jadwal pemotretan jadi ia memintaku untuk mengantarnya,”
Nama itu lagi.
“Aku ingin menghubungimu tapi Yoona bilang ia sudah terlambat..”
Bisakah ia berhenti dan tidak menyebut nama itu lagi?
“..dan ah, kemarin Yoona juga mengatakan sesuatu. Ia bilang kau menjadi Ketua Murid perempuan. Apa itu benar?”
Dasar gadis sialan!
“..kau seharusnya memberi tahuku Taeyeon-ah. Aku akan lebih senang jika kau yang memberi tahuku lebih dulu dari pada Yoona,”
Cukup sudah!
“Aku berangkat,” Taeyeon berujar singkat lalu melangkahkan kakinya menuju pintu.
“Hei, aku belum selesai bicara!” pria itu menatap adiknya heran.
“Sudahlah, selesaikan sarapanmu. Taeyeon akan berangkat dengan appa,” ujar Mr.Kim tenang. Ia segera mengecup kening istrinya lalu melangkah keluar.
Sementara pria itu hanya mendengus kesal lalu kembali menyelesaikan sarapannya.
“Apa kau tidak akan pergi kuliah hari ini, Jong In?” Tanya Mrs.Kim
“Aku berangkat siang, eomma,” Kai ─nama panggilannya─ menjawab sambil terus memakan rotinya.

-o0o-

Taeyeon mengecup pipi ayahnya sekali lagi, “Aku berangkat, appa,”
Ayahnya itu hanya menganggukkan kepalanya. Taeyeon tersenyum lalu keluar dari mobilnya. Ia melambaikan tangannya ketika mobil itu mulai melaju. Langkah kakinya mulai melangkah masuk ke dalam sekolah. Ia terdiam. Sekolahnya masih sepi. Oh tentu saja. Taeyeon menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Ini masih jam 6.15 ─oh astaga! Pantas saja belum ada satu makhluk pun disini.
Taeyeon mendengus kesal. Jika bukan karena oppanya ia pasti sekarang masih berada di rumah sambil menikmati pancake buatan ibunya.
Ia melangkahkan kakinya dengan bernafsu. Suara yang dihasilkan oleh langkah kakinya pun terdengar sangat keras. Taeyeon berbelok ke arah kanan, menuju ke arah kelasnya. Tapi kemudian ia berhenti dan berbalik.
Di kelas sendirian, di jam seperti ini, dimana belum ada seorang pun makhluk di sekolah merupakan hal yang buruk! Ujarnya dalam hati.
Taeyeon kembali mengingat cerita tentang kematian seorang gadis beberapa tahun lalu di kelas 2-3. Saat itu ia masih kelas 1 dan mendengar ada beberapa orang yang menceritakan hal itu. Dan sungguh demi apapun ia sudah bersumpah tidak akan mau masuk kelas itu. Tapi lihat apa yang terjadi! Ahn Songsaenim malah menempatkannya di kelas itu. Sungguh buruk!
Saat itu ia bahkan memohon pada Ahn Songsaenim jika ia ingin pindah ke kelas lain. Ia bahkan sampai melakukan aegyo yang sebenarnya hampir membuat guru berusia 43 tahun itu mau memindahkan kelasnya. Ya, hampir! Jika saja Jung Songsaenim tidak datang ia pasti tidak akan berada di kelas terkutuk itu. Hah! Guru itu memang menyebalkan! Taeyeon sudah tahu sejak awal jika guru itu iri padanya. Karena sejak Jung Songsaenim mengajar di Sekang ia sudah di juluki sebagai ‘Contoh nyata Barbie di dunia nyata’. Tapi sejak setahun yang lalu, sejak ia menginjakkan kakinya di Sekang High School title itu malah berpindah kepadanya.
Entah karena apa ia pun bingung. Dirinya? Barbie? Oh sungguh, ia bahkan membenci tokoh tersebut.
Taeyeon berhenti di depan ruangan khusus Ketua Murid. Ia mengeluarkan kunci dari saku jasnya, lalu mulai membuka pintu. Ia melangkah masuk lalu melangkah menuju sofa. Ia mengedarkan tatapannya, ruangan ini bisa di bilang sangat luar biasa. Terdapat dapur, kamar mandi, dua sofa yang tentu saja empuk dan juga dua meja kerja. Di atas kedua meja itu masih kosong belum ada kertas yang menumpuk. Tapi ia yakin jika satu atau dua minggu lagi pasti sudah banyak kertas-kertas tidak berguna menumpuk disana.
Taeyeon segera mendudukan pantatnya di salah satu sofa dengan keras.
“ARGHH!”
Taeyeon secara refleks berdiri lalu melangkah menjauhi sofa. Ia menatap horror ke arah seongok─yang entah apa itu terbungkus oleh selimut. Oh Tuhan! Kenapa ia tidak melihatnya tadi.
“Ya! Seharusnya kau lihat-lihat dulu jika ingin duduk!” seru seseorang keras.
Oh, syukurlah ia manusia. Ujar taeyeon dalam hati. Tapi kemudian ia terbelalak. Siapa itu?!
Seseorang itu mulai menurunkan selimut yang menutupi wajahnya, “Kau seharusnya lihat-lihat dulu, bodoh!” umpat ‘seseorang itu’
Taeyeon menatap seorang pria dengan rambut hitam yang berantakan itu dengan tatapan horror, “Siapa kau? Dan hei─ Aku tidak bodoh, brengsek!” Ia menatap seseorang itu kesal.
“Tidak bodoh ya?” Pria itu mulai merapikan rambut hitamnya, lalu memposisikan dirinya duduk, “Kau yakin, Nona?”
Taeyeon membelalakkan matanya, “KAU!”
Pria itu memutar bola matanya kesal, “Kenapa?”
“Kenapa kau ada disini?” Taeyeon masih menatap horror pria itu.
Pria itu memutar bola matanya─sekali lagi─, “Memangnya kenapa jika aku berada disini? Aku juga Ketua Murid, bodoh!”
Uh-oh. Ia mempermalukan dirinya sendiri pagi ini. Bagaimana bisa ia menanyakan pertanyaan sekonyol itu? Oh Tuhan!
Sedetik kemudian ia melotot, “Berhenti memanggilku ‘Bodoh’, brengsek!
Yeah,” ujar pria itu acuh.
Taeyeon menghela napas, ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, “Baik, aku akan bertanya dengan kalimat yang lebih bagus. Kenapa. Kau. Pagi. Pagi. Sekali. Sudah. Berada. Disini?” ia memberi penekanan di setiap katanya.
Pria itu menaikkan sebelah alisnya, “Memangnya kau tidak? Kau. Juga. Sudah. Berada. Disini. Pagi. Pagi. Sekali. Nona Kim,”
shit! Taeyeon mengumpat dalam hati.
“Setidaknya aku sudah memakai seragam sekolah! Sedangkan kau! Kau bahkan tidak memakai pakaian satupun─ Astaga!” ia segera membalikkan badannya ketika menyadari ucapannya.
Pria itu. Tidak. Memakai. Pakaian! Taeyeon merutuk dalam hati. Kenapa lagi-lagi ia tidak sadar? Perkataannya juga secara refleks keluar dari mulutnya.
“Ada apa, Nona? Terpesona?”
“Dalam mimpimu!” ujar Taeyeon ketus.
Taeyeon menghembuskan nafasnya kesal, “Segera pakai bajumu Oh Sehun!”
“Kenapa aku harus melakukan itu?” Sehun bertanya dengan nada jahil.
Sialan!
“Oh Sehun,” Taeyeon berujar kesal. Ia masih berdiri membelakangi Sehun.
“Ya, ya, ya! Jika kau sadar aku sudah memakai pakaianku sejak tadi, Nona,” Sehun tertawa mengejek.
Taeyeon memejamkan matanya, lalu berbalik. Ia menatap Sehun tajam. Sedangkan pria yang sedang ditatapnya itu hanya menaikkan alisnya.
“Kenapa? Kau baru sadar jika aku tampan?” Pria itu menyeringai.
Taeyeon memutar bola matanya kesal, lalu menghembuskan nafasnya, “Terserah kau saja lah,”
Ia berjalan menuju sofa lalu duduk di samping Sehun yang sedang menyeringai menatapnya. Tangannya mulai mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Setelah hampir sepuluh menit memainkan ponselnya, Taeyeon tidak melihat tanda-tanda bahwa Sehun akan beranjak untuk mandi atau apapun itu. Ia lalu menoleh ke arah Sehun. Taeyeon menaikkan alisnya ketika tatapan mereka bertemu.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Taeyeon bertanya sambil memalingkan wajahnya kembali ke arah ponselnya, “Terpesona?”
Sehun berdecak kesal, “Aku? Terpesona padamu?Tidak akan pernah!”
Taeyeon menyeringai, lalu mendekatkan tubuhnya ke arah Sehun, “Benarkah?” ia hampir saja tertawa ketika melihat wajah terkejut Sehun.
“Kau yakin Oh Sehun?” bisik Taeyeon halus. Ia menatap pria itu dalam.
Sehun meneguk ludahnya kasar, “Menyingkirlah! Aku harus mandi,”
Taeyeon kembali menyeringai, “Merasa gugup Oh Sehun?”
“Jangan bercanda,” ujar Sehun sambil memutar kedua bola matanya. Ia bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi.
“Jangan terlalu lama. Kita harus sudah berada di depan gerbang sebelum Yoon Songsaenim datang,” Taeyeon berkata memperingatkan.
Sehun hanya berdehem untuk menjawab perkataan gadis itu.

-o0o-

Taeyeon berjalan dengan cepat menuju kelasnya. Ia baru saja selesai berkeliling sekolah dengan Sehun untuk memastikan tidak ada murid yang masih berkeliaran di luar kelas. Mengesalkan memang. Ia harus melakukan itu setiap hari dan harus melakukannya bersama Oh Sehun. Ckck.
Taeyeon mengehembuskan nafasnya lalu sedikit membenahi penampilannya. Pintu kelasnya sudah tertutup, dan itu berarti sudah ada guru yang mengajar di kelasnya sekarang. Ia mengetuk pintunya beberapa kali lalu mulai membukanya.
Tatapan seluruh murid mulai mengarah ke arahnya, tapi itu hanya sesaat. Karena mereka kembali fokus mencatat apa yang tertulis di papan tulis. Mata Taeyeon lalu mengarah ke arah seorang pria jangkung yang sedang tersenyum ke arahnya.
“Kau sudah datang, Taeyeon-ssi? Silahkan duduk,” Ujarnya senang. Pria itu terus tersenyum lebar kearahnya.
Taeyeon bisa merasakan jika hampir semua murid dengan kompak memutar bola mata mereka ketika melihat pria itu terus tersenyum bodoh sambil menatapnya. Dan Taeyeon berusaha mati-matian untuk tidak ikut memutar bola matanya.
Setidaknya tidak untuk sekarang. Batinnya.
Taeyeon dengan terpaksa tersenyum ke arah pria itu, “Ne, Songsaenim,” jawabnya halus. Ia hampir saja memutar bola matanya ketika melihat senyuman Guru matematikanya itu semakin melebar. Dengan gerakan cepat, ia segera melangkah menuju mejanya yang terletak di dekat jendela. Taeyeon segera duduk lalu meletakkan tasnya.
“Sudah selesai melakukan tugasmu, Nona ketua?” ujar seorang pria dibelakangnya. Nada suaranya terdengar menggoda Taeyeon.
Taeyeon memutar bola matanya sambil mencoba mencatat apa yang Park Songsaenim tulis, “Yeah, seperti yang kau lihat,” jawab Taeyeon pelan.
Taeyeon berusaha untuk tetap fokus terhadap pelajarannya, meskipun kadang ia merasa kesal karena Park Songsaenim terus saja menunjuknya untuk menyelesaikan soal-soal di papan tulis.
Bukannya ia tidak bisa. Ia bisa menyelesaikannya, tentu saja. Tapi ia hanya merasa kesal dan … risih? Pria itu selalu memperlakukannya berbeda dari murid yang lain. Oke. Ia memang sempat mendengar jika pria itu menyukainya, tapi ia hanya menanggapi itu biasa saja. Ia hanya menganggap pria itu Gurunya atau mungkin ….. kakaknya? Tidak lebih. Mengingat usia pria itu yang masih muda membuat Taeyeon merasa seperti melihat oppanya.
Ia senang jika ada yang memperhatikannya, tapi ia tidak suka sesuatu yang berlebihan. Dan pria itu sudah terlalu berlebihan. Menurut yang Taeyeon dengar, Park Songsaenim yang mengajukan namanya untuk menjadi Ketua Murid Perempuan. Dan ia membenci itu. Jika saja Park songsaenim tidak mengajukan namanya pasti ia tidak akan menanggung beban seperti ini.
“…Jadi jika x dikalikan..”
Sebenarnya Park songsaenim itu tampan. Bahkan sangat tampan menurutnya. Ia juga tinggi. Dan ah, nama lengkapnya adalah Chanyeol. Park Chanyeol.
“..Nah, coba kalian kerjakan soal ini..”
Usianya baru 23 tahun. Sangat muda bukan? Dan Ia menjadi salah satu guru yang sangat di idolakan di Sekang High School. Tentu saja karena wajahnya yang tampan dan ia juga termasuk guru yang sangat ramah.
“Taeyeon..”

To Be Continued..
A/N
Hai, chaca balik lagi 😀 hoho..
Gimana? Gimana? Ada yang suka sama ff ini? Ada yang penasaran chapter berikutnya? Hehe
Makasih udah baca dan nyempetin komen 😉
Sampai jumpa di chapter selanjutnya 😀
Dan ah, Happy Birthday buat Princess aku, Kim Taeyeon♥ :* semoga panjang umur dan sehat selalu, sayangku :* #HappyTaeyeonDay

Advertisements

85 comments on “Let’s Love (Chapter 1)

  1. SeYeon!!! 🙂
    couple paporitt.. :*
    moment ny seyeon d blakngn.. ;( dkit lg.. 😦 *part slanjutny byakin ya thor.. 😉 #Maksa
    Kepp writing and Fighting thor!!!

  2. Chanyeol jadi guru? Aku pikir dia bakal jadi bad boy gitu, duh pairing nya otp favorite chantae vs huntae:v gk tau mau milih yg mana>_< ,nex thor! Jangan lama paka update chapter berikutnya, taeyeon banyak dikelilingi cogan :v /lirik kai,sehun,chanyeol/

  3. kirain chanyeol jd murid jg,,, ternyata,,,,
    tapi seru konflik cinta segitga murid dan guru..
    diggu next chap,, fightaeng!!!

  4. Kalo gurunya kek chanyeol mah.. Tiap hari gue bakal rajin ke sekolah ™

    Keren thor.. Pairingnya ChanTae!!
    Suka.. Suka^^

    Next thor..
    Fighting!! !!!!!!

  5. Waooo, tae eonni dikelilingi pria tampan. Mauuuuu #dalammimpi wkwk
    Next chapter. Update soon ya. Fighting

  6. ffbaru thor!!!!!yeeee!guru yg menyukai taeyeon?trus partner ketua murid yg ga akur ma tae keren jalan ceritanya ff,lanjut ya

  7. Daebak thor!! ^^
    Ciyeee… Taeng sma Sehun:’3
    Ceye jdi gurunya??:’v Senyum lebar dan smakin lebar:’v Gak kebayang:’v
    Dtnggu chap slanjutnya! Fighting!! ^^

  8. Wah daebak Sehun ngapain disitu, gak pakek baju lagi hahaha. Oh jadi Chanyeol gurunya Taeyeon. Hahaha lucu juga ceritanya. Bagus thor next thor

  9. Pingback: Let’s Love (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: Let’s Love (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. tumben taeng yg menggoda sehun, biasanya sehun yg menggoda taeng
    wah ada guru yg menyukai taeng kayanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s