Twinkle [Chap10]

 

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Drama, Romance, School-life
Main Cast : Kim Taeyeon, Lee Taemin
Support Cast : Byun Baekhyun, Son Naeun, etc

|Chapter1|Chapter2|Chapter3|Chapter4|Chapter5|Chapter6|Chapter7|

|Chapter8|Chapter9|

[Start From Beginning]

Jika suatu saat kita harus berpisah dan aku tidak bisa merasakan apapun,
sejujurnya aku masih ingin merasakan semua ini

Ambulance datang dan dengan segera beberapa perawat mengangkat tubuh Taemin masuk kedalam mobil ambulance itu dengan diikuti Seolhyun, perawat itu segera memberikan pertolongan pertama pada Taemin dengan memakaikan alat bantu pernapasan, memakaikan infus dan hal umum yang biasa dilakukan pada pasien

Taeyeon berdiri mengusap air matanya dan segera mencari Taxi untuk mengikuti Ambulance itu dari belakang, ia tidak henti-hentinya berdoa dalam hati untuk keselamatan Taemin karna dia tidak ingin hal buruk terjadi pada adiknya.
Dalam perjalanan Seolhyun memberanikan diri untuk menghubungi Eommanya dan memberitahu apa yang terjadi pada Taemin, sesampainya di rumah sakit Seolhyun harus menunggu di depan ruang UGD karna perawat yang tidak memperbolehkannya masuk sampai tahap penanganan darurat selesai, Seolhyun hanya dapat duduk pada kursi besi panjang tepat di samping pintu ruangan dimana Taemin sedang bertaruh nyawa sambil menangis dan menyesali perbuatannya, Taeyeon berjalan mendekati ruangan itu dia hanya dapat berjalan kaku dan menyenderkan tubuhnya di tembok

Taemin a~ apa kau akan baik-baik saja?

Aku sangat buruk, aku tidak dapat menjagamu dengan baik, mianhae Taemin a~

“Seolhyun a~” Eomma beserta Appa dan Baekhyun datang bersamaan, Seolhyun segera berdiri menyambut mereka
“Seolhyun a~ apa yang terjadi?” Eomma mereka bertanya dengan penuh kekhawatiran sambil menyentuh kedua pundak Seolhyun tapi ia hanya menangis sampai berkali-kali Eommanya bertanya, Seolhyun akhirnya mentapa Eommanya itu

Seolhyun menunjuk Taeyeon yang berada di belakangnya, “Sebelum kecelakaan itu, aku melihat Oppa dan Eonni bertengkar hebat”

Setelah mendengar ucapan Seolhyun seketika amarah Eomma mereka memuncak, Eomma segera menghampiri Taeyeon dan mendorong-dorong tubuh Taeyeon sambil berteriak-teriak namun Taeyeon tidak merespon sama sekali

“Taeyeon a~ apa kali ini yang kau inginkan?!”

Seolhyun menahan lengan Baekhyun saat dia baru saja meranjak 1 langkah untuk menghentikan perbuatan Eommanya kepada Taeyeon, Seolhyunpun segera memeluk Baekhyun dan menangis dalam pelukan Oppanya  itu, Baekhyun ingin sekali melepaskan pelukan adiknya, namun tidak mungkin ia tega melakukan hal itu pada adiknya sendiri karna Seolhyun yang terlihat sangat sedih dan takut.

“Yaa! Jawab aku Taeyeon a~, apa tidak cukup kau merusak hidup Eommamu sendiri?” Eommanya semakin membentak Taeyeon sambil menangis seperti orang frustasi, dan Taeyeon tetap saja terdiam dalam tatapan kosongnya.

“Sudahlah, sayang” Appa merekapun segera menenangkan calon istrinya itu agar amarahnya mereda, ia menyentuh pudak wanita itu dengan lembut tapi sepertinya itu tidak akan cukup untuk menghentikan amarah wanita itu

“Apa kau berniat membunuh anakku lagi? Eoh?” Baekhyun terkejut saat mendengar ucapan calon Eommanya yang begitu tajam pada anaknya sendiri, Taeyeon memejamkan matanya sejenak dan air mata turun ke pipi merahnya itu kemudian Taeyeon membuka matanya dan membalas tatapan Eommanya

“Aku juga anakmu Eomma, apa tidak bisa kau memaafkan kesalahan seorang gadis kecil yang tak mengerti apa-apa saat itu?” Taeyeon menjawab dengan suara gemetar dan itu berhasil membuat Eommanya terhentak

Baekhyun benar-benar tidak tahan dengan melihat Taeyeon yang selalu saja dipojokan Eommanya sendiri, Baekhyunpun melepaskan pelukan Seolhyun dan segera menarik Taeyeon pergi dari tempat itu, saat ini Eommanya hanya dapat membalikan badan pada calon suaminya dan menangis bertumpu pada pudak laki-laki itu

Baekhyun menarik Taeyeon dengan cepat dan menahan genggamannya karna Taeyeon yang terus meronta-ronta, sebenarnya Taeyeon tidak ingin meninggalkan tempat itu sebelum ia mengetahui kondisi Taemin namun setelah Taeyeon berfikir sejenak dia tidak mungkin akan terus bertahan jika Eommanya terus memperlakukannya dengan kasar

“Lepaskan” Taeyeon menarik lengannya agar terlepas dari genggaman Baekhyun saat mereka telah sampai di parkiran mobil, Taeyeon membalikan badannya dan berencana untuk pulang sendiri karna saat ini Taeyeon tidak ingin bersama Baekhyun dalam kondisi kacau seperti ini

“Aku sedang ingin sendirian” Taeyeonpun melangkahkan kakinya namun Baekhyun segera memeluknya dari belakang agar Taeyeon tidak pergi

“Aku tahu perasaanmu saat ini, kau tidak perlu takut karna mulai sekarang aku akan selalu melindungimu” Taeyeon terdiam mendengar ucapan Namja yang dengan erat mendekapnya dari belakang, perkataan manis itu dengan halus masuk melalui telinga kirinya dan entah mengapa ucapan itu dapat membuat perasaannya menjadi lebih tenang sekarang.

Taeyeon melepaskan lengan Baekhyun yang melingkari pinggangnya, “Kau tidak perlu khawatir, meski mereka mencoba menyakitiku semua tidak berarti apa-apa karna aku akan baik-baik saja”

“Taeyeon a~”

Baekhyun menarik tangan Taeyeon agar Taeyeon mau menghadap kepadanya, sekarang Baekhyun menatap mata Yeoja itu dengan dalam, “Ku mohon Taeyeon a~ aku tidak tenang jika kau pulang sendirian, kali ini izinkanlah aku mengantarmu pulang”

Taeyeonpun akhirnya luluh dan mengiyakan permintaan Baekhyun dan pulang bersamanya, tapi tampa sepata kata apapun Taeyeon terus terdiam disamping Baekhyun.

“Taeyeon a~ kenapa Eomma mengatakan hal seperti itu padamu?” semakin lama Baekhyun semakin tidak dapat menahan rasa penasarannya hingga ia memberanikan diri untuk bertanya pada Taeyeon.

Seorang dokter keluar dari ruangan itu dan dengan sigap Eomma Taemin menghampiri dokter yang sudah lama ia tunggu-tunggu itu, dokterpun menjelaskan keadaan Taemin, sekarang Taemin telah melewati masa keritisnya namun tidak ada yang tahu kapan Taemin dapat sadar dari komanya, kemudian Eommapun memasuki ruangan itu untuk melihat anaknya, wanita itu hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat, untuk kedua kalinya dia melihat putranya terkujur kaku dengan beberapa alat medis yang terpasang ditubuhnya seakan hidup Taemin hanya bergantung pada selang-selang itu, dengan setia Eommapun duduk disamping Taemin untuk menjaga anaknya, ia menggenggap erat tangan Taemin yang tepasang infus dan menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

-Eomma Flashback-
Miyoung wanita yang telah menyandang marga Kim ini merasa hidupnya sangat bahagia karna dia bersama sang suami telah membangun sebuah kehidupan baru dan keluarga kecil itu akan semakin diramaikan oleh buah hati mereka

Wanita itu masih ingat betul saat ayah dari anak yang ia kandung itu begitu menyayanginya dan akan selalu menghelus perut besarnya, hari yang ditunggupun datang buah hati yang telah dinanti-nantikanpun lahir dan betapa sempurnanya keluarga itu karna mereka akan memiliki anak perempuan dan laki-laki sekaligus saat Miyoung melahirkan dua bayi kembar

“Yeobo, kau ingin menamai anak kita apa?” pria yang telah menjadi ayah itu bertanya pada istrinya yang sedang berdiri disampingnya sambil melihat kedua bayi mungilnya itu

“Aku akan menamai putra tampan kita Kim Taemin dan Putri cantik kita dengan nama Kim Taeyeon, begaimana menurutmu?”

“Menurutku itu nama yang indah”

“Taemin memiliki arti kecerdasan yang besar, dan Taeyeon memiliki arti Kebesaran yang cantik” Miyoung menatap kedua buah hatinya yang sedang tertidur lelap di dalam inkubator kecil itu

“Aku rasa nama itu benar-benar mewakili sifat anak kita kelak” perkataan Appa mereka benar, karna Taemin tumbuh menjadi anak yang cerdas dan Taeyeon tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik.
Mereka adalah keluarga kecil yang bahagia walaupun hidup dalam kesederhanaan, seperti pada umumnya Appa mereka bekerja untuk menghidupi keluarganya sedang Eomma akan mengurus pekerjaan rumah dan kedua anak mereka akan selalu bermain bersama

Namun suatu hari ketika Eomma mereka sedang sibuk didapur dan membiarkan kedua anaknya yang mulai meranjak umur 7 tahun itu bermain tampa pengawasan lagi, karna Eomma mereka telah mengganggap mereka sudah dapat lepas dari pengawasan.
Hari itu Taeyeon dan Taemin memperebutkan sebuah mainan hal yang wajar bagi anak-anak seusia mereka

“Taemin a~ kembalikan itu punyaku” gadis kecil nan mungil itu berlari mengejar adik laki-lakinya, Taeyeon benar-benar terlihat sangat menggemaskan dengan baju terusan berwana soft pink serta pipi dan bibir yang merah semerah ceri

“Tidak mau” adik laki-lakinyapun tetap bersikeras untuk menghindari nunanya, dan pada akhirnya Taeyeon dapat meraih mainan itu dari tangan Taemin dan terjadilah perebutan antara mereka

namun Taeyeon tidak segaja melepas mainan yang sedang sama-sama mereka tarik itu sehingga membuat Taemin menabrak sebuah lemari dibelakangnya dan vas yang cukup besar jatuh dari atas lemari itu tepat mengenai punngung Taemin karna Taemin yang ketakutan hanya dapat menundukan kepalanya, Taeyeon terkejut dan ketakutan melihat adiknya yang tergeletak tak berdaya dengan dipenuhi darah akibat terkena pecahan beling dari vas tersebut.
Eomma mereka yang sedang di dapur mendengar suara pecahan lalu segera menghampiri kedua anaknya diruang tengah, betapa histerisnya Eomma mereka ketika melihat putranya dengan kondisi mengenaskan dan darah yang cukup banyak disekeliling tubuh Taemin sedangkan Taeyeon hanya berdiri mematung didepan adiknya.

Eomma mereka segera membawa Taemin kerumah sakit, ia begitu panik sehingga tidak ada yang ia pikirkan lagi selain putranya, Taeyeon yang masih kecil sendirian dirumah itu ia benar-benar ketakutan dengan apa yang terjadi tadi dan membuat Taeyeon tidak henti-hentinya menangis di bawah meja makan sampai Appa mereka pulang ke rumah dan betapa terkejutnya Appa mereka saat melihat putrinya yang menangis seperti itu, iapun segera menghubungi Istrinya

Dilain sisi Eomma mereka harus mengurus segala keperluan untuk pengobatan Taemin namun biaya rumah sakit begitu mahal sehingga Eommanya benar-benar kebingungan untuk saat ini, dan ketika ia menerima panggilan dari Suaminya yang marah-marah karna dia telah menelantarkan putrinya membuat Eomma benar-benar frustasi dan pertengkaran pertama merekapun dimulai, Appanya benar-benar terkejut saat mengetahui kondisi Taemin, namun bagaimanapun juga Appanya tidak akan mungkin tega meninggalkan Taeyeon yang ketakutan seperti itu.

Eomma mereka mencari segala cara untuk dapat mengurus biaya rumah sakit Taemin karna uang yang mereka punya tidak mungkin cukup untuk membiayai Taemin dan terpaksa Eommanya harus meminjam uang kesana sini, untuk saat ini Eommanya berhasil mendapatkan biaya untuk perawatan anaknya namun semua ini membuat Eomma mereka harus bekerja juga agar dapat melunasi hutang-hutangnya, kedua orang tua merekapun menjadi sibuk bekerja dan Taeyeon selalu sendirian dirumah, karna bosan Taeyeonpun selalu mencari kesenangan diluar rumah.

Eomma dan Appa mereka menjadi tidak harmonis lagi setelah itu, dan mereka selalu saja bertengkar karna Suaminya selalu menyalahkan Istrinya saat Taeyeon kehilangan kontrol seperti saat sakit atau saat Taeyeon sempat dikira hilang dan ternyata putri mereka sedang tertidur dirumah tetangga, sedangkan Istrinya merasa Suaminya itu tidak memperdulikan putranya yang berada dirumah sakit karna yang dipikirkan Appa setiap harinya hanya Taeyeon.

Keretakan keluarga mereka seperti tidak dapat diperbaiki lagi bahkan walaupun Taemin telah sembuh total saat itu, bertahun-tahun mereka menjalani hubungan ini dengan hambar dan membuat Eomma mereka tidak tahan lagi dan memutuskan untuk mengakhirinya, wanita mana yang mau keluarganya berakhir seperti itu, begitu pula dengan Eomma mereka yang sebenarnya tidak menginginkan hal ini terjadi.

Ia begitu membencinya sehingga ia merasa putrinyalah penyebab dari semua ini karna pemikiran itu ia telah menanam rasa benci pada Taeyeon, putrinya sendiri
-Flashback End-

Taeyeon terdiam cukup lama sebelum akhrinya iya menceritakan masa lalunya yang kelam itu pada Baekhyun, ia benar-benar menyalahkan dirinya sendiri karna perceraian orangtua mereka bahkan berkali-kali Taeyeon mengatakan bahwa dirinya sendiri begitu buruk walaupun Baekhyun selalu berkata bahwa ini bukan kesalahannya.

“Aku benar-benar telah mengecewakan Eomma, Baekhyun a~ aku harus bagaimana?” lagi-lagi Taeyeon menyalahkan dirinya sambil menangis tanpa henti

“Taeyeon a~ kau jangan seperti itu”

“Bagaimana kalau Taemin- andwae untuk membayangkannya saja aku tidak berani Baekhyun” Taeyeon berbicara dengan suara yang hampir habis karna terlalu banyak menangis dan menahan sesak didadanya

Baekhyun menghelus kepala Taeyeon agar yeoja yang disampingnya itu merasa lebih baik, dan ia berharap itu dapat mengurangi rasa takutnya untuk saat ini

“Kau selalu memberikanku semangat saat aku terpuruk, tapi kenapa saat ini kau seperti tidak memiliki semangat? Kau seperti orang yang tidak ku kenal Taeyeon”

Baekhyun hampir tidak mempercayainya. Taeyeon, gadis yang selalu terlihat optimis dan ceria didepan Baekhyun ternyata memiliki masa kecil yang begitu buruk, gadis itu selalu memberi dukungan saat Baekhyun hampir menyerah tapi saat ini keadaan terbalik, ia benar-banar terpuruk dan tampa henti menyalahkan dirinya sendiri

Mereka akhirnya sampai dirumah Taeyeon, dan Ayah Taeyeon benar-benar terkejut saat melihat anaknya yang menangis tersendak-sendak iapun langsung menatap Baekhyun namja yang berdiri tepat disamping putrinya

“Taeyeon a~ apa yang terjadi padamu?” Appa memegang kedua pundak Taeyeon dengan lembut, Taeyeon hampir tidak dapat membuka suaranya kakinya kembali lemas dan ia perlahan jatuh berlutut pada Appanya

“Taemin, Appa aku membuatnya sekarat lagi”

“Apa maksudmu Taeyeon a~?”

“Appa mianhae”

Appanya semakin dibuat bingung oleh kelakuan putrinya hingga akhirnya Baekhyunpun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Taemin, Appa terdiam mendengar kabar itu dia tidak percaya karna baru tadi sore ia bertemu dengan Taemin dan melihat senyuman hangat putranya rasa takutpun tiba-tiba datang, Appa merasa apakah ucapan Taemin tadi sore adalah suatu pertanda, kalimat itupun terngiang-ngiang kembali dikepalanya “Appa, aku ingin memanggilmu Appa” – “Sampai kapapun aku akan menjadi Appamu, dan itu tidak akan pernah berubah

~Twinkle~

“Eommonim” suara lembut itu membangunkan Eomma Taemin yang tertidur disamping putranya yang masih tarbaring lemah dan masih menggenggam tangan putranya dengan erat

“Oh, Naeun a~” Eommanyapun benar-benar tersadar saat melihat yeoja itu, Naeun datang dengan pakaian feminimnya baju terusan bermotif bunga-bunga serta kardigan berwana pink dan membawa sebuket bunga untuk Taemin

“Eommonim, kau terlihat sangat lelah, Eommonim beristirahatlah aku akan menggantikanmu untuk menjaga Taemin”

“Terimakasih Naeun a~ tapi apa tidak merepotkan?”

“Tidak sama sekali Eommonim, aku akan dengan sangat senang hati menjaganya” Eommapun tersenyum mendengar kalimat manis dari Yeoja cantik itu, dan Eommapun pulang untuk beristirahat sejenak dan kembali bekerja

Naeun menata buket bunga itu dimeja pasien tepat disamping Taemin terbaring, iapun duduk dan menggenggap tangan Taemin, Naeun terus menatap Taemin tanpa berkedip bahkan bulir air matapun mulai menggenangi matanya

“Taemin a~” panggil Yeoja itu halus walaupun ia tahu bahwa Taemin tidak akan dapat mendengar atau menjawabnya

“Ini aku Naeun, kenapa kau menjadi seperti ini? kembalilah Taemin a~ kami sangat merindukanmu”

Naeun setiap hari datang untuk menjaga Taemin, ia merawatnya dengan baik bahkan Naeun tidak akan lupa untuk menceritakan pada Taemin tentang hari-hari yang ia lewatkan atau menceritakan dia sebuah cerita, Naeun akan selalu menjaganya sampai Eomma Taemin kembali setelah bekerja, walaupun sebenarnya Naeun dapat bergantiaan dengan Seolhyun ataupun Baekhyun namun Naeun tidak akan  mau seharipun untuk absen.

Malam ini adalah malam natal, hari dimana Taeyeon telah berjanji untuk keluar bersama.
Baekhyun menjemput Taeyeon dirumahnya dan merekapun menjalankan kencan pertama mereka walaupun mood Taeyeon sedang tidak baik dan ini sedikit disesalkan Baekhyun, mengapa kencan pertama mereka memberikan kesan yang tidak baik

“Taeyeon a~ apa kau baik-baik saja?” Baekhyun bertanya sambil mengendarai mobilnya, dan Taeyeon hanya memberi anggukan

“Apa kau menyesal menerima ajakanku?”

“Ani, hanya saja aku merasa egois, Taemin sedang terbaring tak berdaya dirumah sakit sedangkan aku malah pergi bersenang-senang”

“Lalu apa kau mau seperti Taemin juga?”

“Mungkin akan lebih baik jika aku yang diposisinya”

“Baiklah ayo kita lakukan bersama” Baekhyun menaikkan kecepatan mobilnya dan membuat Taeyeon terkejut

“Yaa! Aku bilang hanya aku, kau jangan gila” Baekhyunpun kembali pada kecepatan normal, dan ia tertawa kecil saat melihat wajah Taeyeon yang ketakutan

Baekhyun memarkirkan mobilnya disebuah cafe dan mengajak Taeyeon untuk berjalan-jalan sebentar dan melihat pohon natal yang cukup besar dengan lampu-lampu kecil membuat pohon natal itu semakin indah

“Woah, sekarang udara benar-benar mulai terasa dingin” Baekhyun menggosokan kedua tangannya sambil mengeluarkan udara hangat dari mulutnya dan terlihat banyak uap yang keluar karna saat ini benar-benar dingin

Taeyeon tertawa melihat wajah polos Baekhyun kemudian dia melirik kesekitar dan mendapati tempat yang menjual beberapa sarung tangan dan kaos kaki, Taeyeonpun menarik Baekhyun ketempat itu dan memilihkan Baekhyun sebuah sarung tangan berbulu untuk menghangatkannya

“Apa kau menyukainya?”

“Ne, aku sangat menyukainya karna itu adalah pilihanmu”

Taeyeon hanya dapat tersipu malu, dan Baekhyunpun kemudian membelinya untuk mereka berdua dengan motif yang sama, kemudian mereka kembali ke cafe tadi dan duduk sambil menimakti minuman hangat

“Taeyeon a~ apa kau sudah lebih baik sekarang”

“Eumm, setelah kupikir-pikir jika aku bersedih terus itu akan membuat Taemin sedih nantinya”

“Jinjja yo?”

“Ne, itu karna Aku dan Taemin memiliki ikatan yang kuat” Taeyeon berbicara seperti anak kecil sambil melilitkan kedua jari telunjuknya dan membuat Baekhyun tertawa.

“Aku juga akan sedih jika melihatmu bersedih” ucapan Baekhyun berhasil membuat Taeyeon salah tingkah dan sekarang pipinya merah merona, merekapun terdiam karna kecanggungan yang tiba-tiba menghampiri mereka

“Semua berlalu begitu cepat bukan?” setelah terdiam cukup lama Baekhyun kembali melanjutkan pembicaraan mereka, ia merasa ini adalah saat yang tepat.

“Apa maksudmu?” Taeyeon menatap Baekhyun bingung sambil kembali meminum minumannya

“Waktu yang mengalir begitu saja diantara kita” Baekhyun menarik napas panjang dan membuangnya, “Aku penasaran apakah perasaanku ini tersampaikan padamu, sejujurnya aku ingin mengatakan semua ini padamu-”

“Saranghae”

Taeyeon terdiam mendengar pengakuan Baekhyun yang begitu tiba-tiba ia melirik kesekitar saking salah tingkahnya dan matanya berkali-kali berkedip

“Ba.. bagaimana kau bisa menyukaiku?” Taeyeonpun memberanikan diri untuk bertanya walaupun saat ini Taeyeon tidak berani menatap Namja yang berada di depannya itu

“Sejak awal pertemuan kita, aku merasa suaramu selalu dapat memberikanku rasa nyaman, Appa pernah berkata padaku saat aku kecil ‘bersama orang yang kau cintai akan membuatmu menjadi seseorang yang kuat’ dan sekarang aku merasakannya saat setiap kali bersama denganmu”

“Apa kita memiliki pemikiran yang sama?” Baekhyun kembali bertanya karna Taeyeon yang tidak kunjung merespon ucapan Baekhyun, tiba-tiba sesuatu jatuh mengenai kepala Baekhyun, Baekhyunpun mengusapnya dan itu adalah es yang lembut perlahan salju-salju itupun turun dengan indahnya

Naeun duduk disamping Taemin sambil membacakannya sebuah cerita, setelah selesai Naeunpun menutup buku itu dan menatap Taemin sambil tersenyum, kemudian Naeun menarik selimut lebih keatas untuk menutupi tubuh Taemin dari suhu yang dingin

“Taemin a~ apa kau sedang bermimpi indah?- semalam aku mimpi yang indah apa kau juga sama denganku?”

Naeun menggosokan kedua telapak tangannya dan menempelkannya pada kedua pipi Taemin, “Kau pasti sangat kedinginan”

Naeun beranjak dari tempatnya dan menuju kaca besar dibelakangnya, dia terus memandang keluar dari jendela itu tak lama kemudian salju pertamapun turun Naeun begitu bahagia karna ia dapat melihat salju pertama yang turun di tahun ini, “Taemin a~ lihat ini begitu indah” Naeun membalikan badannya sebentar ke arah Taemin kemudian memandangi kembali pemandangan indah itu, “Woah, tahun ini saljunya lebih cepat turun”

Taemin menggerakkan jari-jarinya dengan kaku dan perlahan ia membuka matanya, pandangannya masih kabur-kabur Taeminpun melihat kesekeliling ruangan itu pandangannya perlahan mulai jernih saat ia terfokus pada Yeoja yang sedang berdiri didepan jendela besar itu dari belakang

Naeun merasa ada seseorang yang melihatnya diapun menoleh kebelakang, betapa bahagianya Naeun saat mendapati Taemin yang telah tersadar, dengan segera Naeun mendekati Namja itu, “Taemin a~ kau sudah sadar? Apa yang kau rasakan saat ini?” Naeun tidak dapat berhenti tersenyum melihat Taemin walaupun Namja itu tidak merespon sama sekali, kemudian Naeun menghubungi Eommanya untuk memberitakan kabar bahagia ini

“Taeyeon a~” Baekhyun memanggil Taeyeon yang dari tadi hanya memandangi salju yang turun disekitarnya, Taeyeon menatap Baekhyun sebentar namun kemudian ia menunduk karna Taeyeon tidak berani menatap mata Baekhyun yang kini penuh dengan rasa penasaran

“A- aku”

Dring.. dring..

Handphone Baekhyun tiba-tiba berbunyi tepat saat Taeyeon akan memberikan jawabannya, rasanya Baekhyun tidak ingin mengangkat panggilan itu namun karna ia melihat Appanya yang menelephone Baekhyunpun mengangkatnya

“Yeoboseyo, Appa Wae yo?- Mwo?! Jinjja? Ne ne Arraseo”

Baekhyun menutup panggilannya iapun menatap Taeyeon dengan tatapan yang susah diartikan dan membuat Taeyeon bingung

“Taeyeon a~ Taemin sudah sadar”

Taeyeon membulatkan matanya dan tersenyum dengan segera Taeyeon berdiri dari tempatnya lalu menarik Baekhyun untuk segera ke rumah sakit, Taeyeon benar-benar bahagia karna adiknya telah kembali sadar, Baekhyun sedikit menyesal karna ia belum sempat mendengar jawaban Taeyeon namun rasa bahagianya dapat mengalahkan itu semua karna Baekhyun benar-benar senang saat melihat wajah Taeyeon yang begitu bahagia seperti tadi

Eomma Taemin beserta calon suami dan Seolhyun memasuki ruangan dimana Taemin berada dengan begitu antusias, seorang perawat telah selesai mengecek keadaan Taemin dan mengatakan bahkan kondisi Taemin sudah benar-benar membaik sekarang kemudian perawat itu meninggalkan keluarga yang sedang bahagia itu

“Taemin a~ Eomma sangat merindukanmu” Eommapun segera memeluk putra keseyangannya itu, tapi Eomma dibuat bingung karna Taemin yang tidak merespon dengan wajah datar sedari tadi, “Taemin a~ gwenchana? Naeun a~ kenapa Taemin tidak menjawab apapun?” Eommapun kembali menjadi takut dan beralih pada Naeun karna Taemin yang hanya terdiam dari tadi

“Aku juga tidak tahu Eommonim, Taemin selalu seperti ini sejak dia tersadar” Naeunpun menjadi ikut ketakutan dan raut wajahnya berubah menjadi penuh kekhawatiran

“Taemin a~ jawab Eomma jangan bikin Eomma takut”

Taemin menatap wanita itu dengan pandangan aneh perlahan Taeminpun mengeluarkan suaranya

“Nuguseyo?”

Semua orang diruangan itupun dibuat terkejut karna ucapan Taemin, sekarang Taemin benar-benar kehilangan ingatannya bahkan dia tidak dapat mengenali Eommanya sendiri, Eommapun kembali memanggil perawat untuk melakukan pengecekan lebih dalam pada Taemin

“Ini benar-benar sebuah keajaiban Putra anda telah sadar lebih cepat jauh dari prediksi kami” Dokter yang menangani Taemin benar-benar terkejut dengan perkembangan Taemin iapun membicarakan kondisi Taemin pada Eommanya diruangan dokter itu, “Namun setelah kami melakukan EEG baru diketahui kecelakaan yang mengakibatkan benturan yang cukup keras di kepala putra anda membuat kerusakan beberapa saraf diotaknya sehingga membuat putra anda mengalami amnesia, benturan itu cukup keras sehingga mungkin ingatannya akan lama untuk pulih, namun anda tidak perlu khawatir karna perlahan ingatan itu akan kembali seiring dengan kehidupan yang ia jalani” setelah mendengar penjelasan panjang dari dokter itu Eomma Taeminpun cukup dibuat terkejut.

Eomma kembali keruangan Taemin, tiba-tiba ia mendapatkan suatu ilham

Eomma mendekati Taemin dengan perlahan, “Taemin a~ mungkin akan sulit bagimu untuk mengingat ini semua namun kau tidak perlu berusaha berfikir dengan keras karna Eomma akan membantu mu untuk mengingatnya secara perlahan”

Baekhyun dan Taeyeonpun sampai dan memsuki ruangan itu, Taeyeon sedikit takut karna ia takut Eommanya masih marah padanya

“Namamu adalah Byun Taemin, aku adalah Eommamu lalu itu Appa dan adikmu Seolhyun” Taemin memandangi satu persatu orang yang ditunjuk oleh Eommanya dan ia mulai menyapa dengan senyuman, “Baekhyun a~ sini mendekatlah” Baekhyunpun menuruti Eommanya dan mendekat sambil manarik lengan Taeyeon yang berada disampingnya

“Nah ini adalah Baekhyun hyung dan Yeojachingunya Taeyeon” Taeyeon terkejut dengan ucapan Eommanya, ia benar-benar tidak habis pikir mengapa Eommanya mengenalkan Taeyeon bukan sebagai nuna dari adiknya itu, namun Taeyeon tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya dapat mengikuti permainan dari Eommanya

“Annyeonghaseyo Kim Taeyeon imnida” ini aneh, benar-benar aneh, Taeyeon merasa sangat asing sekarang karna ini pertama kalinya dia mengenalkan diri pada adiknya sendiri, namun Taeyeon rela untuk menjalaninya asalkan Eomma dan Taemin dapat bahagia mulai sekarang

“Annyeong Hyeong-su (kakak ipar)” Taemin membalas dengan senyuman indahnya

“Dan ini adalah Son Naeun” Eomma menarik tangan Naeun dengan lembut hingga kedepan Taemin, “dia adalah Yeojachingumu, Naeun tidak pernah melewatkan seharipun untuk merawatmu, dia benar-benar Yeojachingu yang baik”

“Eommonim” Naeun menatap Eomma Taemin dengan tatapan penuh ketakutan karna dia tidak ingin membohongi Taemin seperti ini

“Oh, Jinjja yo? Gomawo” pipi Naeun sontak menjadi merah karna ucapan Taemin yang begitu tulus dan tatapannya benar-benar menembak hati Naeun

Apakah tidak apa-apa jika aku menganggapnya Namjachinguku?

~Twinkle~

“Taeyeon a~ apa kau tidak apa-apa dengan suasana baru ini?” Baekhyun memandangi wajah Taeyeon yang sedang melamun tempat penonton lapangan outdoor sekolah mereka

“Ini sedikit aneh, tapi aku rasa semua akan berjalan dengan baik kedepannya dan menurutku ini akan jauh lebih baik dari pada sebelumnya walaupun Taemin tidak mengenaliku sebagai nunanya setidaknya dia akan lupa dengan rasa sakit ini”

“Kau seperti sedang menulis buku harian” Baekhyun sedikit menggoda Taeyeon agar Taeyeon tidak terus menerus memikirkannya

“Yaa! Aku sedang serius” Taeyeon mencubiti perut Baekhyun sampai Baekhyun meminta ampun sambil tertawa bahagia, Baekhyun berhenti saat ia melihat Eunji yang terus memandangi mereka dari lapangan, Taeyeonpun ikut menoleh kemana arah Baekhyun terfokuskan

“A- aku harus segera kembali” Taeyeonpun segera memberikan waktu untuk Baekhyun bersama Eunji, namun Taeyeon tidak benar-benar pergi ia bersembunyi dimana mereka tidak menyadari keberadaan Taeyeon, karna dia mulai penasaran dengan hubungan Baekhyun dan Eunji saat ini

“Baekhyun a~” Eunji memanggil nama Namja yang tepat berada didepannya itu sambil melangkah lebih dekat, tiba-tiba Baekhyun mengulurkan kepalan tangannya dan membuat Eunji bingung

“Mulai kedepannya marilah kita menjalani hungan yang lebih baik”

Omo” Taeyeon terkejut mendengar ucapan Baekhyun sama seperti Eunji ia semakin membulatkan matanya

Baekhyun tersenyum sampai deretan giginya yang rapih itu terlihat, “Kau tidak perlu meminta maaf lagi karna aku sudah melupakan masa lalu yang menyakitkan itu” Eunji tersenyum kecil sambil menundukan kepalanya sedikit

“Sekarang kita harus menjadi teman baik, eoh?”

Eunji mengangkat kepalanya dan raut wajahnya seketika berubah, ia terdiam sejenak sekarang senyuman hangatnya berubah menjadi senyuman penuh kesedihan karna bukan itulah yang ia inginkan, Eunji membalas kepalan Baekhyun dengan penuh semangat yang ia buat-buat

“Eum tentu saja”
Waktu bahagia itu benar-benar tidak dapat diulang lagi

Naeun mengajak Taemin mengelilingi taman rumah sakit dengan menggunakan kursi roda agar Taemin tidak kelelahan karna dia masih harus beristirahat

“Mianhae”

Naeun terkejut mendengar ucapan dari Taemin yang mendadak itu “Wae yo?” ia bertanya sambil sedikit menundukan badannya untuk melihat wajah Taemin

“Aku tidak dapat mengingat kenangan tentang kita, aku merasa benar-benar buruk”

“Yaa, kau jangan berfikir seperti itu aku memahami situasimu” Naeun berusaha nampak natural menjalani ini didepan Taemin, karna sesungguhnya Naeun tidak tega membohongi perasaan Taemin

“Aku akan berusaha mengingatmu Naeun, aku berjanji” Taemin menoleh pada Naeun yang berdiri dibelakangnya sambil tersenyum dan memperlihatkan Puppy eyesnya
“Eum?” Taemin melihat Naeun dengan saksama ia nampak bingung ketika memperhatikan leher Naeun, “Ku pikir pasangan kalung ini ada padamu” Taemin menunjukan kalung yang terlilit dilehernya, Naeun terkejut karna ia sama sekali tidak mengetahui tentang kalung yang dipakai Taemin itu

“Ah, itu- aku tidak memakainya karna itu sangat berharga jadi aku menyimpannya, karna aku takut benda berharga itu hilang”

Taemin hanya dapat mengangguk-angguk saat mendengar jawaban dari Naeun karna ia mempercayainya dan Taemin kembali melihat pemandangan sekitar

“Eum.. dulu apakah kita mempunyai panggilan sayang?”

Naeun  terdiam sambil memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan pada Taemin, “Kau tidak penah memanggilku dengan panggilan sayang” Naeun hanya dapat menjawab dengan polosnya

“Jinjja yo? Kalau begitu mulai sekarang aku akan memanggilmu aegiya”

Naeun tertawa sambil tersipu malu, “Panggilan itu terdengar sangat lucu, kalau begitu lalu aku akan memanggilmu chagiya” merekapun sama-sama menjadi tersipu malu seperti layaknya remaja yang baru mengalami cinta pertama

Mianhae, aku telah menjalani hubungan ini dengan penuh kebohongan, tapi apa aku boleh bahagia karnanya?” Naeun bergumam dalam hati dibalik senyuman itu

-To be continue-

Annyeong author back, di Chap kali ini author sedikit memasukan lirik dari lagu SNSD-Indestructible melalui dialog antara Baek dan Taeng karna arti lagu itu bagus banget *-*

Oiya, karna author yang tidak kunjung menemukan arti nama dari Taemin jadi Author memperkirakan arti namanya, Tae (besar) Min (kecerdasan) jadi kira-kira artinya menjadi Kecerdasan yang besar hehehe 😀

Sekian dari Author^^ Gomawo untuk para Readersnim, Chu~
-MianForTypo-
Bye~ bye~

Advertisements

54 comments on “Twinkle [Chap10]

  1. yaahhhh…
    daebakkk ..
    aaaa,tambah penasaran sama next chapternya…
    next chap jangan lama2 yaaa…
    Fightinggggg

  2. kasihan taeyeon…pdhl itu bukan kesalahan taeng😢
    daebak thor….semangat nulis’ya
    ditunggu chap selanjutnya….

  3. Aku kesel bgt sm ibu kandung taetae, knp bnci bgt sm taeng, pdhl taeng masih kecil wktu kejadian itu

  4. Next ya…. jgn lama” bagi ku nunggu smpe hari minggu t lama bget krna ak suka ff ny … țlong d cepeti bgian Taemin yg lupa ingatan jdi ngat smua.. Tapi,, ak jg pegn liat moment BaekYeon. Jadi terserah deh… mau gmna

    Mudah mudahn ff ini smpe chap 20 keatas *hehee :)* krna ak suka ff ny jdi chap ny di panjangin yah….. jgn *end* ny cpet cpet

  5. Ahhhhhhh apa bener Taemin lupa ingatan? aduhhhh gimana ini , Taeyeon dilupakan, sekarang Taemin mengenal Taeyeon sebagai yeojachingu Baekhyun bukan noona nya lagi…

    okeeee apapun yang ada di cerita ini aku tunggu kelanjutannya…
    Semangatne

  6. taemin hilang ingatan.
    Trus ibukx membuat keadaan seakan2 taeyeon n taemin g ada hubungan apapun.
    Kasian taeyeon.
    Tp apakah keblakangx dia akan bner2 punya hubungan ama baekhyun.
    Npa jg siadekx baek g blang lok tae keclakaan pas nyoba ngejar dia n nglempar msalah ama taeyeon.
    Greget bgt q.
    Dr q bca dr awal mpek krang smua keslahan selalu taeyeon yg disalahin.
    Q ngrasa ini g adil buat taeyeon.
    Kpan dia bs bhagia?

  7. oke jd skrg aku yakin taemin n taeyeon bener2 saudara kandung hehehe
    semoga ingatan taemin cepat pulih..
    semoga taeyeon jg nerima baek..
    Hehe
    Ditunggu lanjutannya author, semangatt!!

  8. Pingback: Twinkle [Chap11] | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: Twinkle [Chap12] | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: Twinkle [Chap13] | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: Twinkle [Chap14] | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Pingback: Twinkle [Chap15] | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Pingback: Twinkle [Chap16] | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: Twinkle [Chap17] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s