[FREELANCE] Unpredictable Nerd (Chapter 2)

Unpredictable Nerd Chapter 2

un

Aurhor : amaamemade

Main Cast : Kim Taeyeon SNSD, Oh Sehun EXO

Other Cast : Tiffany SNSD, Xi Luhan, Kai EXO, Kyungsoo EXO, Chanyeol EXO

Genre : Romance

Lenght : Chapter

Rating : PG-17

Preview: Chapter 1

 

fanfiction ini buatan author sendiri, tidak plagiat .. tidak copas .. this real fanfiction buatan author seperti fanfiction author yang lain,

 

Jika tidak percaya, ikuti kelanjutan fanfiction ini yaaaaa.. ^^

 

-Fanfiction ini akan banyak flashback nya-

 

 

 

 

Chapter 2…………

 

 

“Kau sudah bangun ?” tanya Taeyeon pada seorang Namja yang baru saja keluar dari kamar mereka.

 

“Ada jadwal kuliah pagi ?” tanya Taeyeon lagi dan lagi-lagi tidak ada balasan dari Namja yang saat ini sudah duduk dimeja makan

 

“Selalu saja, apa sulitnya sih menjawab pertanyaanku ?” cibir Taeyeon pelan namun masih terdengar oleh Namja itu. Taeyeon saat ini sedang melakukan aktifitas rutinnya, yaitu membuat coklat panas untuk dirinya dan satu orang yang tanpa Taeyeon sadari saat ini sedang menatapnya.

 

“Kau menanyakan hal yang tak perlu ku jawab” ucapan yang terkesan dingin itu sukses membuat Taeyeon gugup.

 

“Nde. Minumlah” ucap Taeyeon yang saat ini telah meletakan coklat panas dihadapan Namja itu

 

Merasa dirinya diperhatikan, Taeyeon pun mendongkakan kepalanya setelah sebelumnya menyeruput coklat panas digengamannya.

 

Dan benar saja, mata tajam itu sedang memperhatikan Taeyeon, membuat Taeyeon entah mengapa tiba-tiba tersedak

 

“Uhukk. Uhukkk” segeralah Taeyeon mengambil air putih yang berada tak jauh dari tempatnya dan meminumnya dengan sekali teguk, dalam hati Taeyeon merutuki Namja dihadapannya itu yang serasa tidak peduli, `Benar-benar Menyebalkan`

 

Namja itu pergi dari hadapan Taeyeon setelah sebelumnya menghabiskan coklat panas didepannya. Sungguh Taeyeon kesal dibuatnya, walau ini bukan pertama kalinya Taeyeon mendapatkan -perilaku- seperti itu.

 

Oh, salahkah Aku yang begitu mencintai sosok dingin itu ?

 

 

 

@Unpredictable Nerd@

 

“Taeng, apa benar Kau mantan dari seorang Oh Sehun ?” pertanyaan Tiffany ini membuat Taeyeon yang sedari tadi fokus dengan bukunya segera mendelik kesal ke arah Tiffany

 

“Shut Up! Kau mau semua orang tau?” tanya Taeyeon dengan nada tak bersahabat

 

“Tak ada orang lain di ujung perpustakaan ini, ayolah.. Kau kan sudah berjanji padaku untuk menceritakan perihal dirimu dan Oh Sehun itu” ucap Tiffany kekeh yang membuat Taeyeon menghempaskan buku yang berada digengamannya

 

“Tetap saja jangan menyebut namanya di depan umum”

 

“Arra, kalau begitu Aku harus menyebutnya apa ? mantan pacar seorang Kim Taeyeon ?” pertanyaan Tiffany ini membuat Taeyeon siap-siap dengan omelannya

 

“Jangan emosi, Aku hanya bercanda” ucap Tiffany yang membuat Taeyeon menghela nafas pelan. Taeyeon tak habis pikir mengapa Tiffany senang sekali merecokinya dengan perihal masalah kisah pacaran nya itu. ini sudah satu minggu setelah Taeyeon menceritakan awal mula mengenal Sehun dan Tiffany tak pernah berhenti menanyakan kelanjutan ceritanya.

 

“Sebut saja dia dengan inisial, tapi jangan inisial namanya. Mmm…” ucap Taeyeon dengan berfikir diakhir kalimatnya, “Aku tau, C saja, C dari kata Cold, karena dia begitu dingin” celetuk Taeyeon tiba-tiba

 

“Mengapa tidak H ? dari kata Handsome” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon mengeleng-gelengkan kepalanya tidak setuju.

 

“Dia memang tampan tapi sifat dinginnya jauh lebih dominan, dia bahkan jarang sekali mengucapkan kalimat panjang terkecuali menyampaikan pidato saat kelulusan, saat itu Aku tidak percaya dia mengatakan kalimat sepanjang itu, Aku yakin jika bukan karena dia memperoleh predikat juara umum pasti dia tidak akan mau”

 

“Uaaaa… Kau begitu mengenalnya” ucap Tiffany dengan senyuman girangnya yang membuat Taeyeon mengerutkan keningnya bingung

 

“Lebih baik Aku selesaikan tugas ini, cukup ceritanya” ucapan Taeyeon itu membuat Tiffany mencebikkan bibirnya kesal

 

“Sudah satu minggu, dan Kau tidak melanjutkan kisahmu itu dengan berbagai macam alasan, cukup dengan tugas ini, Kau fikir aku bisa kau tipu ? Ini tugas untuk akhir bulan” jelas Tiffany yang membuat Taeyeon menatapnya kesal

 

“Tapi mengerjakan lebih awal akan lebih baik fann, arra ?” tanya Taeyeon menjelaskan dan tentunya Tiffany tidak lupa jika sahabatnya itu akan berusaha menyelesaikan tugas lebih awal dari yang lain, ini juga alasan Tiffany bersyukur mempunyai sahabat seperti Taeyeon karena Taeyeon membawa dampak positive untuk dirinya.

 

“Arra.. selesai dengan tugas ini. Aku akan memaksamu bercerita” ucap Tiffany yang saat ini mulai terfokus dengan berbagai buku sebagai sumber dari tugas mereka tanpa memperdulikan Taeyeon yang ingin memprotes.

 

@Unpredictable Nerd@

 

“Jadi ?” tagih Tiffany pada Taeyeon, saat ini mereka telah duduk disalah satu tempat duduk dihalaman belakang sekolah yang cukup luas.Dengan dua cola, dua air mineral dan beberapa makanan ringan dihadapan mereka.

 

“Kau kira kita akan menonton film? sampai membawa makanan ringan sebanyak ini ?” tanya Taeyeon yang dibalas cengiran lebar dari Tiffany

 

“Jangan mengabaikan pertanyaanku, cepat Kau ceritakan, dan jangan memakai alasan jika orang-orang akan tau perihal pembahasan kita karena kita sudah memiliki inisial untuk dia” ucap Tiffany yang membuat Taeyeon berfikir sebentar

 

“Jangan menjadikan mereka alasan untuk menunda ceritamu itu” ucap Tiffany yang mengerti jalan pikiran Taeyeon, dihalaman ini cukup banyak mahasiswa berlalu lalang tapi seperti kata Tiffany, Taeyeon tidak bisa menjadikan itu semua sebagai alasan.

 

“Dan jangan menghiraukan bisikan ataupun tatapan mereka” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon menghela nafas, tidak ada alasan lain. Toh Taeyeon sudah berjanji akan melawan diri jika ada yang mengatainya.

 

“Arraseo.. Sebelumnya Aku akan memprotesmu dulu” ucapan Taeyeon ini membuat Tiffany mengerutkan keningnya binggung

 

“Aku dan C benar-benar pernah menjalin hubungan di sekolah tingkat atas jadi jangan meragukan itu” ucapan Taeyeon kali ini membuat Tiffany menganggukkan kepalanya seraya membuka salah satu makanan ringan dihadapannya

 

“Tapi dia seakan tidak pernah mengenalmu sebelumnya” ucap Tiffany yang saat ini sedang memakan makanan ringan itu, menikmati obrolan panjang mereka.

 

“Yaaa.. untuk itu, Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang” ucapan Taeyeon ini hendak mendapatkan protes dari Tiffany karena merasa tidak terima. Bayangkan saja seorang Tiffany sudah menyelesaikan tugas yang seharusnya dikumpulkan akhir bulan, dan itu disebabkan karena sifat penasarannya yang terlampau tinggi itu.. empat jam dia harus bercengkrama dengan lembaran kertas itu dan akhirnya selesai, tapi Taeyeon dengan seenaknya tidak ingin menjelaskan sekarang ? What the Kim?

 

“Jangan protes dulu, lebih baik Kau dengar baik-baik ceritaku karena Aku tidak akan berbaik hati untuk mengulanginya” ucap Taeyeon yang disambut antusias oleh Tiffany

 

 

Flashback

 

Taeyeon merasa dirinya amat sangat gugup untuk sekedar beranjak dari duduknya, bayangkan saja sudah satu minggu ini dirinya mendapat cibiran dari setiap siswa dan tentunya bully-an tak habis waktu dari tiga yeoja itu.

 

Kelas yang awalanya lengkap, lama kelamaan sudah semakin sepi karena sekarang waktunya istirahat, dirinya lebih memilih tidak ke caffetarian daripada harus mendapat tatapan dan cibiran dari setiap siswa.

 

Sungguh, kejadian satu minggu lalu membuat kehidupan Taeyeon yang awalnya sudah tidak tenang karena kehadiran ketiga yeoja itu menjadi jauh lebih buruk

 

Beruntung dirinya membawa bekal yang selalu disiapkan oleh Lee Ahjumma. Makan di kelas ini sepertinya ide yang sangat tepat, biasanya Taeyeon akan membawa bekalnya ke perpustakaan dan memakannya disana seraya membaca buku, jangan kira perpustakaan di sekolah ini membolehkan siswanya makan di tempat yang disakralkan untuk belajar, tentu saja tidak. Terkecuali Taeyeon yang sudah dekat dengan penjaga perpus, alhasil dirinya tidak perlu meminta izin tapi ditawarkan untuk istirahat disana.

 

Shin Ahjussi memang terbaik !

 

Jangan menanyakan tentang caffetarian karena Taeyeon tidak berminat melangkahkan ke tempat itu apalagi setelah kejadian PERNYATAAN CINTA nya itu.

 

Tapi hari ini Taeyeon tidak berminat menjauh satu centi pun dari mejanya, Yaa.. dirinya terlalu lelah untuk berjalan, ini semua gegara Haerin, Sora dan Mintsu. Trio bully yang menyiram seragam olahraga Taeyeon sehingga dirinya tidak bisa mengikuti pelajaran olahraga dan Kang Saengnim menghukumnya untuk lari lima keliling lapangan, oke mungkin jumlah lima itu sedikit dalam hitungan tapi hey.. separuh lapangan sekolah ini saja sudah melebihi taman kompleknya bagaimana keseluruhannya ??

 

Tidak banyak tatapan iba yang Taeyeon dapatkan ketika dirinya menjalankan hukuman itu, melainkan senyumanpenuh kesenangan dari beberapa siswa. Kang Saengnim memang orang yang tegas dan tidak segan-segan menghukum muridnya yang sekiranya melenceng dari aturannya. Tak terkecuali Taeyeon seorang siswa yang menjadi runner up sekolah.

 

Bagaimana dengan kekasih nya ? mmm… masih terasa janggal jika mengatakan status nya saat ini, kenal saja tidak hanya tau sekilas mengenai sang kekasih. Dirinya tidak suka bergosip ria jadi jangan salahkan tingkat pemahamannya tentang asal usul kekasihnya itu.

 

BRAK!!

 

Ayolah, ini baru ketiga kalinya Taeyeon mengunyah jangjangmyuon nya dan sekarang makanan itu sudah jatuh, upss..lebih tepatnya digeser oleh seseorang didepannya, merasa sudah terbiasa, Taeyeon pun menghela nafas pelan.

 

Baru dia menikmati damainya makan siang dikelas yang sepi dan dengan tak berperasaan ketiga Yeoja itu menghancurkannya, apa mereka tidak lapar ? atau menyiksa Taeyeon lebih menyenangkan daripada memakan makanan dicaffetarian ?

 

“Upss.. Kau membuat makanannya berceceran dilantai, Haerin-a” tegur Sora tapi bertolak belakang dengan senyuman sinisnya

 

“Aku benar-benar sengaja” ucap Haerin dengan wajah bak anak kecil yang polos

 

“Sengaja ?” tanya Mitsu dengan alis terangkat sebelah, namun setelahnya “Ini baru yang dikatakan sengaja” ujar Mitsu seraya menyiram wajah Taeyeon dengan susu coklat yang sebelumnya masih berdiri kokoh dimejanya

 

Mereka benar-benar……. Ini semua gegara PERNYATAAN KONYOL dikantin itu dan ketiga monster ini semakin menjadi-jadi dalam membully Taeyeon. Ayolah.. sebelumnya mereka tidak akan secara gamblangnya membully Taeyeon diwaktu sekolah, namun berbeda dengan sekarang, mungkin mereka berfikir jika tidak akan ada yang membantu Taeyeon karena hampir seluruh siswa disekolah ini tidak memiliki perasaan simpatik padanya karena insiden itu.

 

“Kalian sungguh tak punya etika” ucap Taeyeon dengan bibir yang bergetar antara gugup, takut, kesal yang tak tersampaikan. Hanya gengaman erat pada roknya yang menjadi pelampiasan, masih diposisi yang sama duduk dimejanya dengan mata menahan tangis

 

“Apa ini salahku ? Siapa yang mengusulkan rencana konyol itu? dan sekarang kalian–”

 

Plakkk

 

Perih. Itu yang Taeyeon rasakan dipipi kanannya saat ini, bahkan kata-kata yang berusaha dia utarakan pun belum tersampaikan seluruhnya dan dengan kejamnya tangan halus Haerin menamparnya tanpa ada kata segan didalamnya

 

“Cih, Kau mulai berani? Apa karena Kau merasa menjadi Yeoja beruntung karena berhasil membuat seorang Oh Sehun menjadi kekasih mu?” pekik Haerin dengan emosi memuncak. Sungguh, bukan itu alasan mengapa Taeyeon berani mengataka itu semua pada Haerin. Jujur saja, dirinya tidak terima diperlakukan seperti ini. Siapa yang membuat usul tak masuk akan seperti itu, dan siapa pula yang meradang saat ini ? sungguh ini salah satu panggung dunia.

 

“Jangan berbahagia dulu, Nerd. Kau pikir dia menerimamu dengan senang hati?” ucap Mitsu dengan senyum sinisnya

 

“Kau bahkan tidak bisa disandingkan dengannya walau seinchi pun” tegas Sora dan Taeyeon masih saja menunduk, merasa ketidakadilan ini tak pernah membuat mereka puas

 

“Ekmmm.. sepertinya waktu istirahat akan selesai jadi dengan sangat menyesal kita meninggalkanmu dulu” ucap Mitsu sedikit kesal karena belum cukup bersenang-senang dengan Taeyeon, tapi mau bagaimana lagi, salah satu teman Taeyeon sudah masuk kelas dan hanya melihat kejadian itu sesaat setelahnya duduk tenang tanpa berniat membantu Taeyeon.

 

But don`t worry, we will meet again, as soon as possible, babe” ucapan dengan nada tajam ditelinga kirinya membuat Taeyeon menegang sesaat dan setelahnya mereka bertiga pergi meninggalkan Taeyeon dengan keadaan berantakan diwajahnya yang terkena air dan lantai tempat duduknya yang kotor.

 

Dengan perasaan berkecamuk, Taeyeon segera membersihkan wajah dan lantai disekitar mejanya dengan tissue didalam tasnya.

 

…………………………..

 

Entah apa yang dipikirkan Taeyeon sampai berani meminta izin pada Yoon Saengnim untuk ke ruang kesehatan. Padahal pelajaran yang sudah berlangsung sekitar limat menit itu adalah pelajaran favorite nya.

 

Beralaskan kepala yang pening, Yon Saengnim pun mengizinkannya. Dan disinilah dia sekarang, di Ruang UKS yang cukup besar dengan kasur tidur empuk disetiap beberapa petaknya

 

Tidak ada petugas UKS yang menjaga dan itu membuat Taeyeon leluasa untuk melampiaskan kepedihannya, setelah sebelumnya menulis keterangan dibuku yang berada diatas meja petugas, dengan langkah gontai Taeyeon memasuki salah satu bilik paling ujung, tagis pun tak dapat Taeyeon tahan lagi ketika dirinya telah mendudukan tubuhnya dikasur berteksur nyaman itu.

 

`Apa salahku sebenarnya ? selama dua setengah tahun ini semuanya tampak baik-baik saja, aku tetap seorang diri dengan bermacam buku disekitarku dan mereka (siswa-siswi) yang selalu bersikap biasa saja padaku, hanya sesekali aku mendapat cibiran dari beberapa siswa karena tata cara berpakaianku. Aku ingin kembali ke masa itu walau jika orang lain yang merasakannya akan merasa datar dengan kehidupan seperti itu tapi itu jauh lebih baik daripada akhir tahun disekolah ini, sungguh menyiksa.` batin Taeyeon pedih

 

Srakkk

 

Suara itu timbul bersamaan dengan terbukanya tirai tempat tidur yang Taeyeon duduki, sontak saja hal itu membuat Taeyeon terkejut bukan main dan segera menghapus air matanya.

 

Dalam hati dirinya merutuki kebodohannya karena tidak menilik satu per satu bilik kasur, merasa awal pertama masuk tidak menemukan petugas UKS, dirinya langsung beranggapan ruangan ini kosong.

 

Merasa tidak ada tanda-tanda orang yang (dengan tidak sopannya menganggu dirinya) mengeluarkan satu katapun. Akhirnya dengan perlahan Taeyeon memutuskan mendongkakan kepalanya dan mata sembab itu langsung membulat ketika menyadari sosok didepannya.

 

“Kau !!” pekikan tak tertahan itu membuat kedua mata Namja didepannya tertutup sesaat. Beberapa menit setelah itu, tidak ada suara. Taeyeon sibuk untuk mengontrol kegugupannya dan Namja dibilik sebelahnya malah menatap Taeyeon dengan tatapan meneliti.

 

“Mmiannn.. Akku ttidakk ssenggaja” ucap Taeyeon dengan nada bergetar seraya kedua tangannya sibuk meremas ujung jas sekolahnya, namun Namja didepannya tetap tidak mengeluarkan satu kata pun, sebaliknya Namja itu malah bangkit dari tempat tidurnya.

 

Merasa percuma saja, akhirnya Taeyeon menutup tirai dihadapannya, berniat mengistirahatkan pikirannya. Baru saja dia menangisi kejadian dikelas tadi dan beberapa detik lalu salah satu penyebab ketiga monster itu meradang, bertatap muka dengannya? Beberapa saat setelah dirinya menangis ?

 

Srakk

 

Lagi-lagi kegiatan Taeyeon terganggu, baru saja Taeyeon merebahkan diri dan menutup mata ketika tirai didepan Taeyeon terbuka untuk kedua kalinya. Seketika itu pula tubuh Taeyeon langsung bergegas duduk dengan posisi tegak. Ingin sekali dirinya berteriak “Go away from me, I need time to rest my mind” tapi itu semua hanya khayalanya, nyatanya saat ini dirinya bak anak kecil yang duduk patuh tanpa diminta, seperti berhadapan dengan ayahnya saja.

 

Merasa tidak ada suara, untuk kedua kalinya dikejadian serupa Taeyeon mendongkakan kepalanya dan untuk kedua kalinya pula mata yang masih sembab itu membulat.

 

Dan untuk kesekian kalinya tidak ada suara dan jujur saja membuat Taeyeon yang gugup menjadi semakin gugup, tapi ada yang berbeda kali ini.

 

Namja itu membawa kotak yang isinya bisa Taeyeon tebak, kompres yang didalamnya es batu. Dalam hati Taeyeon berfikir `Apa Dia terluka? Itu sebabnya berada diruangan ini?`

 

Namun pemikirannya itu meluap begitu saja ketika tangan kanan Namja itu menyampirkan rambut Taeyeon yang menutupi kedua sisi pipinya. Membatu bak patung, itulah yang Taeyeon lakukan saat ini.

 

Bukan hanya itu saja, tapi dengan perlahan kompresan itu ditujukannya dipipi kanan Taeyeon dan seketika itu pula Taeyeon tersadar dan meringis pelan, tidak dihiraukan ringisan Taeyeon itu, tapi kompresan itu dilakukannya dengan lebih lembut yang membuat Taeyeon merasa ada yang aneh pada dirinya, serasa angin pagi yang sejuk menerpa tubuhnya, tapatnya dibagian terdalam hatinya.

 

Setelah mengompres pipi kanan Taeyeon, Namja itu berbalik sekedar untuk mengembalikan kotak berisi kompresan itu ke wastafel diujung dekat pintu, kemudian melangkah lagi untuk keluar UKS tapi niatnya terhenti ketika suara selembut embun bersuara kepadanya

 

“Emm.. Gomawo Sehun-ssi” gumam Taeyeon yang masih gugup, dan seperti biasa tidak ada balasan dari Sehun yang memilih untuk keluar dari ruangan itu.

 

Hembusan nafas terdengar jelas diruangan sepi itu, dirinya sangat terkejut ketika dengan mudahnya Sehun mengetahui jejak kemerahan dipipinya, bahkan Taeyeon bisa menyembunyikan dengan baik perihal pipi itu dari Yoon Saengnin sehingga Yoon Saengnim tidak menanyakan hal-hal yang merujuk pada warna dipipinya, tapi Oh Sehun atau lebih tepatnya sekarang menjadi kekasih nya, dengan mudahnya mengetahuinya.

 

Ini pertama kalinya dirinya bertemu tatap lagi dengan Sehun semenjak kejadian seminggu yang lalu, kejadian yang menggemparkan para murid disekolahannya.

 

`Ada apa dengannya ?`

 

 

Flashback OFF

 

“Waw !!! So Sweet and Chessy” ucap Tiffany dengan wajah girang nya sedangkan Taeyeon, saat ini pipinya bersemu merah mengingat kejadian dua setengah tahun yang lalu

 

“Lanjutkan.. Lanjutkan !!” ucap Tiffany bersemangat

 

“Dalam mimpimu” balas Taeyeon kesal, memang Tiffany pikir mengumbar cerita masa lalu sangatlah mudah?

 

“Come on, Taeng. Aku ingin mendengar ceritamu lagi, tapi sebelumnya Aku ingin mengajukkan komentar.. Aku sangat setuju sekali ketika Kau menyebut ketiga pembully itu sebagai Trio Monster, itu sebutan cocok bagi mereka yang dengan seenaknya saja membully sahabatku ini, awalnya Aku seperti pembaca cerita sadstory saja yang ingin menangis dan tak terima akan tindakan Trio Monster itu, tapi penutupannya sangatlah mengembalikan keadaan sedih dihatiku” terang Tiffany panjang lebar dan itu membuat Taeyeon mengeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

 

“Jangan terlalu terbawa suasana, ini hanya sepenggal cerita masa laluku”

 

“Oleh sebab itu, hal ini lebih menarik ketimbang Aku membaca sad story, karena ini kisah nyata. Apalagi sahabatku yang mengalaminya” ucap Tiffany terdengar sendu dikalimat akhirnya

 

“Sudahlah, Ayo kita pulang, ini sudah terlalu sore” ucap Taeyeon membujuk Tiffany yang langsung mengeleng-gelengkan kepalanya tanda penolakan

 

“Ini masih jam tiga, Taeng. Masih terlalu awal bagi anak kuliahan seperti kita untuk pulang kerumah” ucap Tiffany keberatan.

 

“Memang ada apa dirumahmu? Sampai Kau selalu berusaha pulang lebih awal, tidak mungkin kekasih mu menunggu dirumah, kan?” tanya Tiffany bergurau namun tidak bagi Taeyeon yang saat ini mengalihkan tatapannya kesegala arah

 

“Benarkah Kau memiliki kekasih ?” tanya Tiffany terkejut karena melihat perubahan diraut wajah Taeyeon

 

“Anni… Aku hanya lelah dan ingin beristirahat” ucap Taeyeon dengan senyum terpaksanya

 

“Jangan berbohong kepadaku” ucap Tiffany dengan nada tegas, ayolah.. hampir dua tahun dirinya mengenal Kim Taeyeon, dan hal itu sudah cukup membuat Tiffany tau tingkah laku sahabatnya itu ketika berkata tak jujur.

 

“Untuk Apa—” ucapan Taeyeon terpotong ketika Tiffany bersuara “Baiklah, mari kita menapaki rumahmu, Kau bilang lelah kan? Aku juga ingin mengunjungi rumahmu sesekali” ucap Tiffany yang sudah berdiri dari duduknya.

 

“Tidak perlu, Aku rasa tak masalah meluangkan waktu beberapa menit lagi untuk melanjutkan kisahku” ucap Taeyeon dengan raut gelisah yang coba dia tutupi

 

“Benarkah?” tanya Tiffany girang namun dalam hatinya masih bertanya `Apa yang Kau sembunyikan, Taeng?`

 

“Duduk sekarang atau Aku menarik kata-kataku” ucapan Taeyeon langsung dituruti Tiffany yang saat ini menatap Taeyeon penuh harap sedangkan tangannya sudah bersiap membuka kembali salah satu cemila dimeja itu.

 

“Kau seperti diary ku saja” ucap Taeyeon yang membuat Tiffany tersenyum menunjukkan sederet gigi nya

 

Flashback On

 

Suara beberapa sepatu kets terdengar dibelakang Taeyeon, dan itu membuat Taeyeon berjalan lebih cepat, dalam hati dia sudah tau siapa siswi dibelakangnya dan apa mau mereka. Ingin sekali Taeyeon berlari tapi tak memungkinkan, karena banyaknya siswa yang sama-sama menuju gerbang sekolah.

 

Srekkkk

 

Suara tali tas ransel Taeyeon ditarik yang membuat tubuh Taeyeon secara otomatis berbalik kebelakang

 

“Kau tampak terburu-buru” ucap Suara Yeoja berambut sebahu, Sora.

 

“Tapi kami ingin bermain sebentar denganmu” kali ini suara sinis Mitsu

 

“Tak masalahkan ? hanya sebentar” ucap Haerin dan setelahnya menarik erat tangan Taeyeon menuju gudang belakang sekolah, tempat yang tak asing bagi Taeyeon selama beberapa bulan terakhir. Tempat yang menjadi saksi tindakan tak bermoral ketiga monser itu.

 

Dan tak ada yang menghiraukan mereka, lebih tepatnya dirinya.

 

 

Brakkk

 

Suara tubrukan antara tubuh dan kayu terdengar, hal itu membuat sang pelaku tertawa senang, sedangkan perasaan perih langsung menghinggap dipinggang Taeyeon

 

“Kau sangat tidak sadar dengan posisimu” ucap Sora yang saat ini menatap tajam Taeyeon

 

“Apa yang Kau lakukan diruang UKS itu?” tanya Mitsu yang saat ini mengangkat dagu Taeyeon dan hal itu membuat Taeyeon terkejut bukan main `Mengapa mereka tau?`

 

“Terkejut, sayang ?” kali ini tatapan Haerin menusuk kedua matanya

 

“Apa Kau merayu Sehun ?” tanya Sora mengejek

 

“Percuma, dia tidak akan bersuara. Siapa yang mau mengakui kebusukannya dibalik tampang polos nan Nerd ini” ucap Haerin tertawa sinis

 

“Tapi Aku masih tidak menyangka, seorang Nerd dengan prestasi yang harus ku akui, cukup baik itu. memiliki sikap yang jauh dari tampangnya” ucap Mitsu dengan tatapan tak percaya namun dengan nada mengejek.

 

“Yaa.. Sebenarnya Aku juga tidak percaya tapi kenyataanya memang si Nerd ini memasuki ruang UKS setelah beberapa menit Sehun masuk” jelas Sora yang menjadi saksi mata, karena tidak sengaja melihat kejadian itu.

 

“Sungguh ironis, Kau seperti Yeoja tak punya harga diri, apa orangtuamu tidak pernah mendidikmu?” tanya sinis Haerin diakhir kalimatnya yang membuat Taeyeon meradang, tidak ada yang boleh menghina orangtuanya yang kebaikannya bahkan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

 

Taeyeon menarik nafas sesaat setelah sebelumnya bangkit dari tersungkurnya, dan entah mendapat kekuatan darimana Taeyeon mengatakan kalimat yang tegas tanpa ada rasa takut didalamnya.

 

“Harusnya Aku yang prihatin pada kalian, Apa yang bisa kalian banggakan kepada orangtua kalian?” dan ucapan tegas Taeyeon ini membuat Mitsu menarik rambut Taeyeon yang membuatnya merintih namun tidak goyah.

 

“Kalian sangat menyedihkan, tak ada yang bisa dibanggakan dari diri kalian masing-masing terkecuali kekayaan orangtua kalian dan wajah kalian yang cantik namun mengerikan disaat yang bersamaan”

 

Plakkk

 

Lagi-lagi pipi mulus Taeyeon menjadi sasaran namun kali ini pipi kirinya, lengkap sudah penderitaannya hari ini. Pagi tadi dihukum mengelilingi lapangan, siangnya ditampar, tak sempat memakan walau seperempat saja makan siangnya, wajahnya yang disiram susu coklat, dan sorenya mendapatkan bully dengan permulaan didorong ke arah meja yang berada disudut dalam gudang.

 

Ada yang mau menambahkan ?

 

“Sepertinya Kau semakin tinggi hati ketika pernyataanmu diterima, Aku bahkan belum yakin Sehun benar-benar menerimamu. Kau tak berfikir demikian, kan? Ayolah, Sehun itu idaman dan Kau tak diinginkan, mimpi saja jika dia benar-benar tulus padamu, Nerd” marah Haerin

 

“Pernyataanmu tadi membuatmu tampak menyedihkan, siapa yang memulai permainan ini?” ucapan Taeyeon ini membuat Mitsu benar-benar kesal dan hendak menamparnya namun entah mendapat kekuatan darimana, Taeyeon segera mencengkeram tangan kanan Mitsu yang sontak saja membuat Mitsu terkejut.

 

“Jangan menyentuhku dengan tangan tak berpendidikanmu ini” ucap Taeyeon dengan tajamnya dan semakin mempererat gengaman tangannya yang membuat Mitsu merintih.

 

“Lepaskan dia, pecundang” ucap Sora yang saat ini menarik tangan Taeyeon namun tidak dihiraukan oleh Taeyeon.

 

“Jika Aku pencundang, Kalian sebut diri kalian apa? Sampah ?” tanya Taeyeon mengejek dan perlawanan Taeyeon kali ini benar-benar membuat Haerin geram.

 

Damn it! Kau terlalu banyak bicara hari ini, babe” ucap Haerin dan setelahnya mendorong tubuh Taeyeon yang membuat Taeyeon lagi-lagi tersungkur dan merintih.

 

“Sebaiknya kita pergi, ku rasa hari ini cukup. Kita lanjutkan esok hari” ucap Mitsu yang sejak tadi mengelus-elus tangan kananya yang tampak memerah

 

Kau mengenaskan” ucap Haerin sebelum meninggalkan Taeyeon digudang itu

 

Tak bisa menahan sakit, akhirnya Taeyeon meraung dihari yang sudah semakin gelap ini.

 

…………………………..

 

 

Apa tadi Taeyeon berkata `Ada yang Mau menambahkan kesedihannya hari ini?` karena hujan lebat turun saat dimana dirinya baru saja menginjakkan kaki di halte bus.

 

Tidak bisa meminta jemputan karena dirinya tidak ingin supir pribadi keluarganya melihat dirinya yang mengenaskan, bisa-bisa dilaporkan masalah ini pada kedua orangtuanya yang saat ini berada diToronto.

 

Beruntung satpam disekolahannya tidak menyadari keadaannya yang mengenaskan karena tertutup oleh mantel sepanjang lutut yang dia kenakan, lagi-lagi entah waktu yang tak pernah memihak padanya atau dirinya yang tampak pintar menutupi bekas bully-an ini. Sehingga sampai saat ini belum ada yang tau terkecuali beberapa siswa yang baru satu minggu ini tau dirinya dibully. Mereka menganggap aksi bully Haerin, Sora dan Mitsu lantaran PERNYATAAN itu, jauh dari kenyataan karena sudah dari beberapa bulan yang lalu dirinya di bully. Gegara pernyataan sialan itu, ketiga monster jahat itu menjadi seenaknya membully dirinya pada waktu sekolah berlangsung, keadaan selalu memihak pada mereka.

 

Pegal dikakinya akibat lari sudah mulai terasa, ditambah pingangnya yang sudah dua kali terantuk meja dan kedua pipinya yang merah, pipi kirinya masih perih. Beruntung pipi kananya tadi siang dikompres.

 

Beruntung ? Yaaa.. setidaknya hari ini ada satu kejadian yang tidak membuat dirinya terlalu meyesali hari ini.

 

Apa Namja itu akan mengompres pipinya jikalau mereka bertemu saat ini?

 

`Sepertinya otakku sudah bermasalah` gumam Taeyeon seraya memukul pelan kepalanya. Dirinyat tidak boleh berharap, walau Haerin jahat tapi perkataannya benar, bahwa dirinya tidak boleh bermimpi tentang Sehun.

 

Sampai saat ini Taeyeon tidak tau apa yang membuat Oh Sehun menerima lolipop itu, tidak mungkin kan seorang Oh Sehun yang katanya diidam-idamkan semua Yeoja (Taeyeon baru tau akhir-akhir ini, ingkat kan jika dirinya tidak suka bergosip) menyukai dirinya. Atau mungkin Sehun juga ingin mempermalukan Taeyeon seperti Haerin.

 

Mereka sama-sama mempunyai wajah yang dibilang idaman itu, sama-sama dari keluarga berada hanya, sifat mereka juga hampir sama –sama-sama dingin dan suka menindas tapi menindas versi Oh Sehun itu, hanya dengan tatapan matanya berbeda dengan Haerin-, Sehun dan Haerin juga memiliki prestasi yang baik walau prestasi yang diraih Haerin masih jauh dibawah Taeyeon.

 

Dan dengan kemiripan itu, bukan tidak mungkin Oh Sehun juga berniat mempermalukannya.

 

`Apa ada orang yang tulus padaku?` batin Taeyeon seraya mengulurkan tangannya ke atas menghalau hujan cepat menyentuh tanah dan menerpa tangan halusnya terlebih dulu.

 

Tin…..

 

Suara klakson mobil ferari merah membuat Taeyeon bangun dari lamunanya, dan sedetik kemudian dirinya dihadapkan oleh Sehun yang saat ini menyuruhnya masuk dengan isyarat dagu

 

Taeyeon masih saja diam, sampai suara dingin itu membuat lamunan Taeyeon tersadar

 

“Masuk” dan seperti magic, ucapan itu langsung dituruti oleh Taeyeon

 

Mobil pun jalan tanpa ada suara terkecuali suara hujan diluar sana yang masih terdengar walau pelan.

 

Taeyeon ingin sekali menanyakan, `Apa yang membuatmu menyuruhku masuk ke mobilmu? Kau mau mengantarku pulang? atau Kau tidak berniat jahat kepadaku, bukan?` namun tidak ada yang terealisasi karena saat ini Taeyeon lebih memilih menetralkan detak jantungnya yang entah mengapa terasa aneh.

 

`Tidak mungkin kan, tiba-tiba Aku serangan jantung? Sebenarnya apa maksud Oh Sehun membawaku pergi, apapun itu semoga saja dia tidak bertindak jahat karena belum saja dia bertindak jahat padaku, jantungku sudah mengalami ganguan`pikir Taeyeon dalam benaknya

 

Dan entah bagaimana, dirinya saat ini telah berada didepan gerbang rumahnya.

 

“Kau mengantarku tanpa menanyakan alamat rumahku?” tanya Taeyeon begitu saja dan sedetik kemudian dirinya menepuk kepalanya pelan.

 

`Sepertinya pertanyaanku terlalu panjang` batin Taeyeon merutuki kecerobohannya

 

“Akku tidak tau harus berkata apa tapi yang jelas, terimakasih” ucap Taeyeon seraya membungkukan kepalanya sekilas dan setelahnya berniat keluar dari mobil ternama itu, namun satu gerakan dari Taeyeon langsung membuat Sehun mengunci seluruh pintu mobil itu.

 

 

 

“Ada yang bisa ku bantu, Sehun-ssi ?” tanya Taeyeon sepelan dan sesopan mungkin. Dirinya memang sudah sedikit berani melawan ketiga monster bully itu tapi itu karena mereka menjelek-jelekan orangtuanya, sedangkan pada Sehun ? dirinya bahkan sulit bernafas ketika saat ini Sehun menatap langsung ke arahnya.

 

“Sakit?” ohhhh.. pertanyaan singkat ini jelas-jelas membuat gemuruh dihati Taeyeon, apalagi tangan kanan Sehun yang kali ini menyentuh pipi kiri Taeyeon, dan sudah dipastikan Taeyeon membatu seketika dengan pandangan tak menentu kesegala arah.

 

“Ssuddahh tiidakk” ucap Taeyeon terbata-bata yang hanya dibalas dengan usapan lembut dipipi kirinya, sontak hal itu membuat pipi Taeyeon tiba-tiba memanas. Sehun yang menyadari itu hanya menarik satu inchi bibirnya ke atas.

 

“Sebbbaiknya Akku masukk” ucap Taeyeon meminta izin namun yang dia dapatkan malah wajah tampan nan dingin dihadapannya yang mendekat,

 

`Apa yang akan Sehun lakukan? Mengapa tubuhku sulit digerakan. Siapapun tolong Aku!` batin Taeyeon menjerit

 

Be Strong, Girl” bisikan itu terdengar jelas ditelinga kiri Taeyeon yang saat ini sibuk mengerjabkan matanya

 

Flashback Off

 

“Mengapa wajahmu merah padam seperti itu?” tanya Taeyeon yang saat ini menatap Tiffany penasaran

 

“Apa Kau tau keberadaan Ketiga Monster itu? Aku ingin sekali bertemu mereka dan membuat mereka menjadi debu” balas Tiffany menggebu

 

“Molla, Aku tidak tau keberadaan mereka” ucap Taeyeon seraya menaikkan bahunya sekilas

 

“Heuh,, sangat disayangkan, padahal Aku sudah cukup geram mendengar tindakan mereka yang lebih seperti preman daripada siwa sekolah. Beruntung Kau pernah melawan mereka walau hanya sesaat, jika Aku bertemu denganmu lebih awal sudah ku pastikan Aku akan memarahimu terlebih dahulu daripada mereka. Bayangkan saja, didunia ini ada seseorang yang di bully tapi tetap bungkam dan tidak menceritakan itu semua pada siapapun? Kau gila” ucap Tiffany panjang lebar yang hanya dibalas senyuman tipis dari Taeyeon

 

“Di dunia ini banyak perbedaan, termasuk sifat masing-masing manusia didalamnya, Kau fikir menceritakan kejadian kelam itu mudah? apalagi bagi orang yang mempunyai keterbatasan lingkungan sosial” jelas Taeyeon yang membuat Tiffany mengerti satu hal, pantas saja Taeyeon tidak tertekan dengan ucapan beberapa mahasiswa dikampus ini dan mengatakan yang mereka lakukan bukan tindakan bully, ternyata dirinya pernah mengalami pembully-an yang benar-benar kejam, tak hanya fisik namun batin pasti terkuras.

 

Arra” ucap Tiffany menyetujui, memang benar bagi korban bully mengatakan tentang apa yang mereka alami pasti sangatlah sulit, bukan hanya ancaman dari pembully yang mereka dapatkan tapi ingatan tentang kejadian bully itu pastilah sangat menguncang psikis nya.

 

“Tapi, Aku paling tidak menyangka. Seorang Se–, upss. Maksudku C sungguh mempunyai sisi romantis dibalik sifat dingin nya itu” Sungguh Taeyeon langsung berfikir Apa sahabatnya itu mempunyai kelainan sifat? karena baru saja Tiffany menampakkan wajah lemasnya dan sekarang dengan girangnya melontarakan pertanyaan seputar romantisme?

 

Romantis? kata itu tidak tepat untuk dirinya” ucap Taeyeon seraya mendelikkan matanya kesal

 

“Jujur saja, saat C mengompres pipimu dan mengusapnya, Kau pasti merasakan kebahagiaan tersendiri?” ucapan Tiffany ini langsung membuat pipi Taeyeon merona

 

“Kata siapa? Aku tidak merasakan hal itu” elak Taeyeon yang membuat Tiffany terkekeh

 

“Uhhhkk uhkkk” batuk Tiffany tiba-tiba yang segera disodorkan air mineral oleh Taeyeon

 

“Itu balasan karena Kau menertawakanku” ucapan Taeyeon membuat Tiffany yang telah meminum air mineral nya, mendelikkan matanya kesal

 

“Anggapanmu saja. Oh ya, Apa ketiga monster itu membully mu sampai Kau lulus?” tanya Tiffany iba

 

Sayangnya tidak” ucap Taeyeon menerawang

 

 

 

 

TBC

 

Yahh.. Inilah Chapter 2. Gak tau mau bilang apa yang pasti.. semoga kalian suka.

 

Untuk antusias kalian di chapter 1, terimakasih 😀

 

Dan gak bosen-bosen nya author bilang

 

*Terimakasih untuk kalian yang membaca dan menghargai karya fiksi ini*

Advertisements

111 comments on “[FREELANCE] Unpredictable Nerd (Chapter 2)

  1. Pingback: [FREELANCE] Unpredictable Nerd (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. kenapa Taeyeon harus pura-pura? kenapa harus banyak Flashback? Taeyeon nikah kapan? habis lulus sekolah atau mau kuliah? kenapa dia pura-pura tak kenal pada Sehun padahal dia suaminya?

  3. Suuukaaaaa baangeeett harus sering2 update nih, sumpah sehun Bikin yg baca ikut deg2an , misterius bgt ,Dan penasaran bgt Sbnrnya sehun sama Taeyeon Ada masalah apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s