[FREELANCE] My Immortal (Chapter 4)

photostudio_1451218752727

TITLE : MY IMMORTAL (Chapter 4)

Created by. Kakak Peri

Main Cast :

– Kim Tae Yeon (SNSD)

– Lee Soo Hyuk (Korean Model/Actor)

Support Cast :

– Park Chan Yeol (EXO)

– Choi Seung Hyun / Top (Big Bang)

– Kwon Yu Ri (SNSD)

– Hwang Mi Young / Tiffany (SNSD)

– Cho Kyu Hyun (Super Junior)

– Choi Soo Young (SNSD)

– Shim Chang Min (TVXQ)

– Hong Jong Hyun (Korean Model/Actor)

Rated : PG – 17

Genre : Fantasy / Romance / Crack /Action

Lenght : Chaptered

 Preview: Teaser, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3

♡♡♡ 안니사 마우리다 ♡♡♡

 

“Oh… Tuan!!! Tuan, apa yang terjadi??” ujar Chanyeol ketika ia melihat Lee Soo Hyuk pulang dengan keadaan yang mengenaskan. Wajah tampannya babak belur, pakaian yang ia kenakan sudah sangat tidak karuan karena banyak sobekan yang tercipta dibeberapa bagian.

 

“C-Chanyeol-ah…” ucap Soohyuk susah payah sembari memegang perutnya.

 

“Oppa!!” teriak Taeyeon sembari berlari kearah Soohyuk ketika ia mendapati Soohyuk dengan keadaan seperti itu. “Perutmu…!!” Gadis itu menyadari darah keluar cukup banyak dari perut Soohyuk, lelaki itu mengalami pendarahan hebat. Seketika itu Soohyuk tak mampu lagi menahan beban tubuhnya dan ia jatuh kearah Taeyeon, Taeyeon yang jelas tak mampu menahan tubuh Soohyuk yang lebih berat darinya itu ikut terjatuh. “Oppa!” pekik Taeyeon.

 

“C-Chanyeol-ah…” ucap Taeyeon sembari menatap wajah Chanyeol. Ia tak mampu lagi berkata-kata, tapi Chanyeol cukup mengerti dengan tatapan Taeyeon. Chanyeol segera membantu Taeyeon memapah tubuh Soohyuk menuju kamarnya.

 

Sesampainya dikamar Soohyuk, Chanyeol dan Taeyeon segera membaringkan Soohyuk diatas tempat tidurnya. Lelaki itu tak sadarkan diri.

 

Chanyeol segera mengambil obat serta peralatan untuk menangani luka-luka di tubuh Soohyuk.

 

“A-apa perlu aku memanggil dokter?” tanya Taeyeon panik.

 

“Tidak,” jawab Chanyeol singkat sembari meletakan obat serta peralatan yang sudah ia siapkan tadi diatas nakas disamping tempat tidur Soohyuk.

 

“Ta-tapi keadaannya sangat parah,” ucap Taeyeon sembari terisak.

 

“Tidak, nona, aku bisa mengatasinya. Ini sudah biasa kulakukan dan sudah menjadi tugasku,” ujar Chanyeol sembari melepas kemeja yang dikenakan Soohyuk dan melakukan penanganan pada lelaki tampan itu.

 

“Nona bisakah anda membantu saya menyiapkan air hangat untuk membersihkan darah ditubuh Tuan?” tutur Chanyeol.

 

Taeyeon menuruti perkataan Chanyeol ia menyiapkan air hangat kedalam wadah lalu menyerahkannya pada Chanyeol.

 

“Ada yang harus aku ambil dibawah, bisakah anda yang membersihkan darah ditubuh, Tuan?”

 

Taeyeon menanggukan kepalanya, ketika Chanyeol beranjak dari duduknya untuk keluar dari kamar Soohyuk kemudian Taeyeon duduk disamping Soohyuk.

 

Sejenak Taeyeon menatap Soohyuk, Mata gadis itu kembali berkaca-kaca ketika melihat betapa memprihatinkannya kondisi pria itu, jejak darah masih begitu banyak menghiasi tubuh atletisnya. Taeyeon mulai membersihkan jejak-jejak darah diwajah maupun tubuh Soohyuk.

 

“Apa yang sebenarnya terjadi??” gumam Taeyeon. “Apa kau memiliki musuh hingga kau pulang dengan keadaan seperti ini…” lanjutnya sembari terisak.

 

***

 

Keesokan harinya…

 

Soohyuk membuka matanya dan mendapati Taeyeon tengah tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang menunduk. Gadis itu bahkan tak sempat mengganti pakaian yang ia pakai kemarin malam, karena ada bercak darah Soohyuk dipakaiannya. Pria tampan itu mengulurkan tangannya mengusap kepala Taeyeon dan itu berhasil membangunkan Taeyeon.

 

“Oppa kau sudah bangun??” ucap Taeyeon tiba-tiba.

 

Soohyuk mengangguk sembari tersenyum hangat. Wajah pria itu begitu pucat, namun tak sedikitpun mengurangi ketampanannya.

 

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Taeyeon, gadis itu terlihat begitu mengkhawatirkan Soohyuk. “Apa kau memiliki musuh??”

 

Soohyuk tersenyum. “Kau tampak begitu penasaran…”

 

“Tentu saja, kau pulang dengan keadaan tubuh yang babak belur dan bersimbah darah. Itu membuatku khawatir dan bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi.”

 

Soohyuk menggenggam tangan Taeyeon dan meremasnya dengan lembut.

 

“Dulu… keluargaku mengalami musibah pembantaian, ayah beserta anggota keluargaku yang lain tidak selamat dalam pembantaian itu, hanya aku dan ibuku yang selamat. Aku harus membalaskan dendamku pada orang yang telah membunuh seluruh keluargaku dan kemarin malam, aku bertemu dengan orang itu, perkelahian tentu tak terhindarkan lagi. Kau pasti mengerti perasaanku saat bertemu dengan orang yang telah membunuh keluargaku…” tutur Soohyuk.

 

“Walau begitu, kau seharusnya hati-hati dan bertindak sendirian, seharusnya kau laporkan pada polisi. Setidaknya-”

 

“Masalah ini tidak seperti yang kau pikirkan. Suatu saat kau akan mengerti.” ujar Soohyuk memotong perkataan Taeyeon.

 

“Permisi Tuan…” ucap Chanyeol ketika ia mengetuk lalu membuka pintu kamar Soohyuk. “Ada seseorang yang ingin menemui anda.”

 

“Siapa?” tanya Soohyuk.

 

“Nona Hwang.”

 

Soohyuk tertegun, ia kemudian menatap Taeyeon yang masih duduk disampingnya.

 

Soohyuk hendak akan bangkit dari posisi terbaringnya, namun Taeyeon menahannya.

 

“Oppa luka tusukan diperutmu bahkan belum mengering,” ucap Taeyeon.

 

“Tidak apa-apa, aku bisa menahannya, aku harus menemuinya, mungkin ada hal yang sangat penting sampai membuat dia harus datang menemuiku,” ujar Soohyuk.

 

“Kau yakin tidak apa-apa?” Kekhawatiran begitu kentara tersirat diwajah Taeyeon.

 

Soohyuk mengangguk dan tersenyum.

 

Soohyuk beranjak dari tempat tidurnya di bantu Chanyeol, sedangkan Taeyeon yang melihat bercak darah di seprey tempat tidur Soohyuk berinisiatif menggantinya dengan yang baru.

 

***

 

“Miyoung-ah…”

 

“Oh oppa!” seru wanita cantik bernama Hwang Mi Young itu. “Ck! Sebenarnya ini sangat menyebalkan bagiku, setelah sekian lama tak bertemu denganmu dan saat kita bertemu kembali kau menemuiku dengan keadaan seperti ini. Aku benci melihat ini.” ujar Miyoung.

 

“Chanyeol-ah, kau boleh pergi.” ucap Soohyuk. “Ah, jangan biarkan Taeyeon kemari dan mendengar pembicaraan kami,” lanjut Soohyuk.

 

“Baik, Tuan.” Chanyeol membungkukan tubuhnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan Soohyuk dan Miyoung berdua diruang yang tampak seperti laboratorium itu, ruangan itu tempat Chanyeol bekerja membuat serum dan merakit senjata.

 

“Taeyeon? Rupanya sekarang ada orang lain selain Chanyeol yang tinggal dirumahmu?” tanya Miyoung.

 

Soohyuk menganggukkan kepalanya.

 

“Tunggu, kau bahkan bukan tipe orang yang mau membawa orang asing untuk tinggal dirumahmu. Lalu apa yang membuatmu membawa orang asing tinggal dirumahmu?”

 

“Ceritanya panjang, apa ibuku tidak menceritakannya padamu?” tanya Soohyuk.

 

Miyoung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Soohyuk.

 

“Taeyeon… Taeyeon? Sepertinya itu nama seorang wanita.”

 

“Sebenarnya tujuanmu datang kemari hanya untuk menginterogasiku, huh?”

 

Miyoung tersenyum. “Wajar jika aku merasa penasaran, bukan? Tentu saja kau harus menjelaskannya padaku agar aku berhenti bertanya.”

 

“Baiklah nanti akan ku jelaskan setelah kau menyampaikan maksud dan tujuanmu datang kemari,” ujar Soohyuk.

 

“Kau tahu, ibu mu akan mengutusku untuk menemuimu jika sesuatu yang buruk terjadi padamu. Sebenarnya aku tak ingin repot-repot datang menemuimu kalau bukan ibu yang memintanya. Kau tahu hanya aku orang kepercayaan ibumu.”

 

“Aku tahu itu.”

 

“Sepertinya mulai sekarang aku akan sering berkunjung kerumahmu.”

 

“Untuk apa?”

 

“Kau lupa aku wanita cerdas kepercaan ibumu, beliau menyuruhku meracik ramuan untuk mengobati lukamu agar pulih dalam waktu singkat dan membuat sesuatu untuk meracuni lawanmu mungkin yang suatu saat nanti kau butuhkan untuk menyerang lawanmu.”

 

“Chanyeol akan membuatkannya untukku,” ucap Soohyuk.

 

“Ibumu tak percaya pada bocah itu, karena itu ia menyuruhku membantu dan mengajari Chanyeol meracik ramuan untuk menyembuhkan lukamu dalam waktu singkat. Perjuanganmu membalaskan dendam atas kematian ayahmu belum selesai, bahkan ini baru permulaan. Maka dari itu aku harus bersiap membantumu, kedepannya kau akan menemui pertarungan-pertarungan lain sampai kau berhasil mengalahkan vampire jahat itu. Oh! membahasnya saja membuatku jadi sangat mengkhawatirkanmu, ini membuatku ketakuan. Menyebalkan!” ujar Miyoung.

 

Soohyuk tersenyum geli mendengar kalimat demi kaliamat yang keluar dari mulut Miyoung. Selain Chanyeol, wanita itu juga sangat mengerti kehidupannya. Tak ada yang berubah dari Miyoung meski Soohyuk lama tak bertemu dengannya. Miyoung merupakan orang kepercayaan Nyonya Lee, Ibu Soohyuk. Usianya 1 tahun lebih muda dari Soohyuk. Wanita itu juga manusia vampire seperti Soohyuk. Sebenarnya Miyoung merupakan puteri dari sekretaris keluarga Lee yang juga meninggal dalam pembantaian 100 tahun lalu yang menimpa keluarga Soohyuk. Saat itu Miyoung yang tidak tahu apa-apa dan sedang berada dirumahnya segera dibawa ketempat persembunyian oleh Ibu Soohyuk sebelum sekawanan vampir mengetahui keberadaan Miyoung, karena pada saat itu sekawanan vampir tidak hanya mengincar keluarga Soohyuk namun juga mengincar orang-orang terdekat untuk mereka bunuh, karena mereka tahu keluarga Soohyuk dan orang-orang terdekatnya berpotensi memusnahkan semua manusia vampir jahat di bumi ini. Ibu Soohyuk sangat menyayangi Miyoung seperti ia menyayangi puterinya sendiri, dan begitu pun sebaliknya, itu yang menjadi alasan Miyoung setuju untuk bertahan hidup seperti mereka, tentu saja untuk membantu Soohyuk dan Nyonya Lee, karena ayah dan ibu Miyoung turut menjadi korban dalam pembantaian itu.

 

***

 

“Ayah… ibu…” ujar seorang gadis kecil ketika ia baru saja pulang dari sekolahnya, usianya baru berumur 9 tahun, ia pulang terlambat karena harus mengikuti les piano terlebih dahulu. Sekarang waktu menunjukan pukul 19.00 diluar hujan amat deras, gadis itu pun pulang dengan keadaan basah kuyup. Tak ada siapapun yang menyahut ketika gadis itu terus memanggil ayah dan ibunya.

 

Ia berjalan menyusuri setiap sudut rumahnya, tetap tak ia temukan kedua orang tuanya. Gadis itu ingat ada satu tempat yang luput dari perhatiannya. Laboratorium tempat ayahnya bekerja diruang bawah tanah. Gadis itu segera berlari menuju ruang bawah tanah, ketika sampai disana betapa terkejutnya gadis itu saat mendapati ayah dan ibunya tergeletak dengan wajah piasnya, gadis itu berteriak dan menangis sejadi-jadinya ketika melihat kedua orang tuanya telah tewas. Ada jejak gigi taring dileher ayah dan ibunya.

 

“Nona Kim, rupanya anda ada disini…” ujar seorang pria sembari terengah ketika ia menemukan gadis yang ia cari sejak tadi.

 

“Paman Shim… a-apa… apa yang terjadi dengan ayah dan ibuku?”

 

“Nanti paman jelaskan, yang terpenting sekarang juga kita harus pergi dari tempat ini.”

 

“Tapi ayah dan ibu?”

 

“Temanku akan mengurusnya.”

 

Lelaki bernama Shim Chang Min itu menggendong tubuh mungil gadis berusia 9 tahun itu untuk keluar dari rumahnya. Namun baru saja Changmin keluar dari ruang bawah tanah seorang pria dengan bola mata merah dan gigi bertaringnya yang runcing datang menghampiri Changmin dan melempar Changmin beserta gadis kecil itu secara bersamaan, Kepala Changmin membentur dinding hingga mengeluarkan darah dan tak sadarkan diri, sedangkan gadis yang berada dipangkuan Changmin hanya mampu menangis ketakutan.

 

“Paman Shim… Paman Shim, bangunlah… aku takut.”

 

Lelaki menyeramkan dengan bola mata merah dan bertaring itu mendekati gadis kecil itu dan hendak menggigit lehernya, gadis itu menjerit hingga akhirnya lelaki yang tak ia kenal datang menendang vampir yang hendak menghisap darah gadis kecil itu.

 

***

 

Taeyeon bangun dari tidurnya sembari terengah, tubuhnya mengeluarkan keringat dingin, sudah beberapa kali ia memimpikan mimpi buruk yang menyeramkan tadi, mimpi itu selalu membuat kepalanya berdenyut hingga menimbulkan rasa sakit dan membuat jantungnya berdetak sangat kencang.

 

Taeyeon berpikir sejenak, mimpinya terasa sangat nyata. Jika Taeyeon pernah mengalami itu berarti sejak kecil Taeyeon hidup di panti asuhan bukan karena ia dibuang oleh orang tuanya, tapi karena sesuatu yang buruk pernah terjadi dimasa lalunya tapi Taeyeon tak mampu mengingat semuanya dengan jelas.

 

‘tok tok tok’

 

Taeyeon membukakan pintu kamarnya untuk seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.

 

“Nona, Tuan Lee menyuruh anda menemuinya dibawah…” ucap Chanyeol.

 

“Baiklah…”

 

Taeyeon keluar dari kamarnya, ia diantar oleh Chanyeol menuju ruang keluarga. Disana sudah ada Soohyuk dan seorang wanita cantik yang tidak Taeyeon kenal tengah berbincang-bincang santai.

 

“Oh, Taeyeon-ah kemarilah…” ucap Soohyuk sembari menggeser tubuhnya, memberi tempat untuk Taeyeon duduk di sampingnya.

 

“Perkenalkan, ini sahabatku yang sudah kuanggap seperti adikku sendiri.”

 

“Namaku Hwang Mi Young, senang berkenalan denganmu,” ucap wanita cantik itu seraya mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Taeyeon.

 

“Kim Tae Yeon, senang berkenalan dengan anda.”

 

“Tidak perlu bicara formal seperti itu padaku, karena kau teman Soohyuk oppa, mulai sekarang kita juga berteman,” ujar Miyoung sembari tersenyum.

 

Kesan pertama Taeyeon pada wanita itu adalah… cantik dan sangat ramah. Sepertinya Miyoung tipe orang yang menyenangkan, pikir Taeyeon.

 

***

 

Malam itu Taeyeon tengah menyiapkan pakaian ganti untuk Soohyuk, karena saat ini Soohyuk tengah membersihkan tubuhnya. Beginilah pekerjaan Taeyeon sehari-hari, menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan Soohyuk karena memang Taeyeon merupakan asisten pribadi Soohyuk.

 

“Kenapa wajahmu pucat?” tanya Soohyuk ketika ia keluar dari kamar mandi dengan kimono.

 

Refleks Taeyeon menyentuh wajahnya sendiri ketika mendengar pertanyaan Soohyuk.

 

“Benarkah?” ucap Taeyeon.

 

Soohyuk mengangguk

 

“Kau sakit?” tanya Soohyuk lagi.

 

“Tidak, aku hanya merasa sedikit pening akhir-akhir ini.”

 

“Apa terjadi masalah?”

 

Taeyeon menggelengkan kepalanya kemudian berpamitan pada Soohyuk untuk keluar dari kamar Soohyuk memberi kesempatan pada pria itu untuk mengganti pakaiannya.

 

Soohyuk merasa heran, Taeyeon terlihat berbeda dari biasanya, wajahnya terlihat murung.

 

***

 

Waktu menunjukan pukul 02.00 dini hari. Taeyeon duduk dibalkon rumah besar itu sembari menikmati semilir angin malam yang menerpa tubuhnya, Taeyeon tak juga bisa memejamkan matanya, ia takut mimpi mengerikan itu kembali datang. Taeyeon tak bisa mengingat masa lalunya dengan benar, nanti ia berencana untuk datang kepanti asuhan tempat ia tinggal dulu dan menanyakan mengapa Taeyeon bisa tinggal di panti asuhan. Bahkan Taeyeon tidak ingat sejak kapan ia hidup dipanti asuhan dan bagaimana bisa ia tinggal disana, semua itu tak mampu Taeyeon ingat.

 

“Taeyeon-ah,” ucap Soohyuk dengan suara baritonnya ketika ia melihat pintu balkon dilantai dua rumahnya terbuka dan mendapati Taeyeon tengah duduk dikursi kayu yang terletak dibalkon rumah Soohyuk.

 

“Oh, oppa…” sahut Taeyeon.

 

“Kenapa tidak tidur?” Soohyuk duduk disamping Taeyeon

 

Taeyeon menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. “Aku tidak bisa tidur,” lanjutnya.

 

“Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?”

 

Taeyeon mengangguk, ia menghela nafas berat sebelum akhirnya berkata, “Sejak kecil aku hidup dipanti asuhan sampai sebesar ini aku tak memiliki satupun keluarga, aku tak pernah mempedulikan ada atau tidaknya keluarga dalam kehidupanku karena awalnya aku berpikir kedua orang tuaku tak menginginkanku dan membuangku ke panti asuhan. Tapi akhir-akhir ini aku sering bermimpi, mimpi yang sangat mengerikan dan terasa begitu nyata, dimimpi itu aku menemukan kedua orang tuaku meninggal, aku yakin seseorang telah membunuh mereka, dimimpiku selalu saja muncul manusia yang menyeramkan, yang paling ku ingat manusia menyeramkan itu memiliki bola mata merah dan giginya bertaring, entah… aku tak mengerti dengan apa yang ada di mimpiku. Rasanya sangat kacau dan tidak masuk akal tapi juga terasa begitu nyata. Setiap kali bangun dari mimpi itu aku selalu merasa kepalaku berdenyut yang menimbulkan rasa sakit. Ku rasa, aku memang pernah mengalami kejadian buruk tapi aku tak mampu mengingatnya,” ujar Taeyeon panjang lebar, membuatnya meneteskan air matanya karena ketidak mampuannya mengingat masa lalunya itu.

 

Soohyuk menyekai air mata gadis cantik itu, kemudian memeluknya. Soohyuk tahu kejadian yang menimpa Taeyeon saat itu, karena saat itu dialah yang menyelamatkan Taeyeon dan Shim Chang Min. Changmin merupakan orang kepercayaan Prof. Kim Dong Jun, ayah Taeyeon, dan Taeyeon memanggil Changmin dengan sebutan paman Shim. Kim Dong Jun, ayah Taeyeon menikahi wanita yang juga manusia vampire sama seperti Soohyuk dan itu berarti Taeyeon merupakan keturunan vampire, namun beruntung Taeyeon lahir dengan sehat dan tak terjangkit virus yang bisa membuatnya menjadi manusia vampire. Hanya darahnya yang berbeda dari manusia pada umumnya. Darah vampire yang mengalir ditubuh Taeyeon sangat berguna bagi vampire yang meminum darahnya karena vampir yang meminum darah Taeyeon akan menjadi sangat kuat, itu yang menjadi alasan Soohyuk dan ibu Soohyuk mengincar Taeyeon karena Soohyuk akan sangat membutuhkan darah Taeyeon untuk melawan Choi Seung Hyun, vampire yang telah membunuh ayahnya dengan kejam, vampire yang telah hidup 400 tahun dan tentu saja sulit untuk dikalahkan karena ia memiliki kekuatan yang lebih dari Soohyuk.

 

“Aku akan mencari tahu bagaimana bisa aku hidup seperti ini dan apa yang sebenarnya terjadi pada keluargaku…” ujar Taeyeon.

 

*** to be continue ***

Advertisements

42 comments on “[FREELANCE] My Immortal (Chapter 4)

  1. daebakk ,,
    trnyata taeyeon jg trmasuk kturunan vampire !!
    huu ya ampun thorr !!
    bisa ajh ngebuat aku mkin pnsaran am ni ff!!
    thor ff.a nnti di panjangin ya and nambah momen.a taehyuk.a ya !!
    ok di tggu ya next chap.a ,jangan klamaan ya!!
    hehehe!
    ok,,
    itu ajh deh !!
    ya udh thor smngat ya !!
    fighting!!

  2. Uuhh,kasian bangrt si soohyuk sampe segit banget lukanya.
    Hhmm,jadi begitu ceritanya. Taeng keturunan vampire juga?
    Next chp ditunggu^^

  3. Ddaebbak thor.. Keren.. Next ya ff nya.. Jrang2 cast namja nya itu seorang aktor.. Dan … Ada park chanyeol… Kyaaaa..aku suka banget thor sama ff ini 🙂

  4. Yeeeeeayy akhirnya di update juga, huhhhhh jadi tau siapa sebenarnya Taeyeon , ceritanya hampir – hampir samalah sama Drakor Blood, tapi tak apalah .. aku tetep suka.
    Semangat ya thor!!!! ditungguu kelanjutanya 🙂

  5. semoga aja kalo udah dapet darahnya engga ditinggal begitu aja yaaaa, soohyuk! 😂 next ditunggu yaaa^^

  6. Taeyeon ternyata keturunan vampir, ugh makin seru nih thor….
    Ditunggu lanjutannya ya thor….

    Fighting

  7. Daebak thor, apalagi konfliknya makin seru..
    Apa yang terjadi pada keluarga tae eonni dlunya thor?
    Next chapter ditunggu thornim.. 🙂
    Fighting.. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s