Twinkle [Chap 9]

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Romance, Family, Sad
Main Cast : Kim Taeyeon, Lee Taemin
Support Cast : Byun Baekhyun, Byun (Kim) Seolhyun, etc

|Chapter1|Chapter2|Chapter3|Chapter4|Chapter5|Chapter6|Chapter7|Chapter8|

[Our Family]

“Eomma” Taeyeon memanggil wanita yang tepat berada didepannya saat ini. Wanita itu, orang yang paling ia sayangi di dunia ini, sekarang dia melihat ibunya bersanding dengan pria lain yang sebentar lagi akan menjadi suami ibunya dan apa kelak Taeyeon berhak memanggil pria itu dengan sebutan  ‘appa’

“Eomma?” tanya Baekhyun dan Seolhyun bersamaan, kedua kakak-adik ini begitu heran mengapa Taeyeon memanggil calon ibu mereka dengan sebutan ‘eomma’ karna yang mereka ketahui calon eomma mereka hanya memiliki satu anak laki-laki, Eomma merekapun masih diam mematung entah apa yang harus ia katakan saat ini.

“Ah, kenapa kalian masih berdiri saja ayo duduk” Appa merekapun mempersilahkan Baekhyun dan Taeyeon untuk duduk

“Kenapa Taeyeon eonni memanggil eomma dengan sebutan eomma juga?” Seolhyun bertanya dengan ada rasa takut didalamnya, karna jika memang Taeyeon adalah anak dari ibu tirinya itu berarti anak eommanya yang selalu menolak untuk datang dipertemuan ini adalah Taemin dan itu tandanya Seolhyun tidak boleh menyukai Taemin lagi karna bagaimanapun mereka akan menjadi kakak-adik meskipun bukan sedarah

“Baekhyun a~, Seolhyun a~, dia ini adalah nuna dari anakku maaf eomma selama ini tidak menceritakannya pada kalian” ketakutan Seolhyun kini menjadi nyata
“Sayang, dia ini purtiku yang dulu pernah aku ceritakan” Eomma Taeyeon sekarang berpaling ke calon suaminya dengan sikap manis

“Annyeonghaseyo Kim Taeyeon imnida”

“Woah, aku tidak menyangka Taeyeon a~ kau benar-benar cantik seperti eommamu” Appa merekapun memberi pujian pada Taeyeon yang membuat gelak tawa ringan di antara mereka tapi tidak dengan Seolhyun, yang terngiang terus difikirannya saat ini hanyalah Taemin

“Apa maksud eomma dia adalah Taemin oppa?” Seolhyun bertanya sekali lagi pada eommanya untuk memastikan, tatapan Seolhyunpun kini menjadi kosong

“Ne, apa kau mengenalnya juga Seolhyun?” jawab eomma Taeyeon dengan meleparkan senyuman manis pada putri keduanya itu tapi Seolhyun tidak membalas senyuman itu, “Seolhyun a~ kau tidak apa-apa?”

“Ah, Gwenchana eomma” Seolhyunpun tersadar dari lamunannya tak lama kemudian pesanan yang sudah terlebih dahulu dipesankan Seolhyunpun telah datang dan merekapun memulai acara makan malam mereka

Mereka begitu menikmati makan malam pada hari ini, tetapi tidak dengan Seolhyun napsu makannya langsung menurun begitu mengetahui  Taemin akan menjadi kakak tirinya dan sirnalah sudah harapan Seolhyun untuk menjadi yeojachingu Taemin.

“Appa hampir lupa, Baekhyun a~ kenapa kau bisa bersama Taeyeon” Appa bertanya sambil membersihkan mulutnya dengan tisue dan menyilangkan sendok beserta garpunya yang menandakan dia telah selesai menyantap makanannya

“Tadinya aku ingin mengenalkan Taeyeon kepada Appa dan Eomma tapi ternyata kalian telah lebih dulu mengenalnya” jawab Baekhyun sambil tensenyum malu

“Apa kau dan Taeyeon ini-“

“Emm kami hanya berteman Aboji” Taeyeon merebut kesempatan Baekhyun untuk menjawab karna dia tidak ingin Baekhyun mengatakan hal yang aneh didepan eommanya, dan Baekhyunpun hanya dapat menatap dingin Taeyeon dan di sambut dengan senyum polos dari Taeyeon

“Benarkah?”

“Ne..” Taeyeon tersenyum manis pada pria itu

“Taeyeon a~ untuk kedepannya tetaplah panggil aku dengan sebutan Appa” Appa Baekhyun dan Seolhyunpun terlihat senang saat mendengar Taeyeon memanggilnya dengan sebutan ‘Aboji’, iapun meminta Taeyeon untuk menggapnya sebagai Appanya walaupun yang akan menjadi anak tirinya hanya Taemin.

“Baiklah, appa” tanpa ragu Taeyeonpun menuruti permintaan calon suami dari ibunya

Setelah selesai makan dan berbincang cukup lama merekapun memutuskan untuk pulang tapi Eomma Taeyeon meminta calon suaminya beserta anak-anaknya untuk duluan karna ia masih memiliki susuatu untuk di bicarakan dengan Taeyeon, calon suaminyapun tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengiyakan permintaan wanita tercintanya itu dan dia hanya kembali bersama Seolhyun karna Baekhyun membawa mobil sendiri

Seolhyun masih terdiam di dalam mobil Appanya, dan itu terlihat sangat jelas jika ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.

“Seolhyun, kenapa dari tadi kau hanya melamun?”

“Appa, jika Appa dan Eomma menikah nanti apa aku boleh bersama dengan kakak tiriku sendiri?” tanya Seolhyun kembali tampa menjawab pertanyaan Appanya

“Maksudmu, apa kau ingin bersama Taemin anak dari Eomma?” Seolhyun hanya menggangguk mendengar pertanyaan dari Appanya yang sedari tadi tetap fokus menyetir dan tersenyum ringan pada Seolhyun

“Seolhyun a~ walaupun dia adalah kakak tirimu tapi tetap saja kau tidak boleh bersanding dengannya”

“Tapi bagaimana dengan Baekhyun oppa dan Taeyeon eonni?”

“Yang tercatat sebagai anak Eomma hanya Taemin, dan itu berarti jika Appa menikah nanti yang akan menjadi anak tiri Appa hanya Taemin, dan Taeyeon tetap bersama ayah kandungnya”

“Appa, itu tidak adil jika Baekki oppa boleh mengapa aku tidak? Lagi pula ini akan menjadi sangat aneh jika Taeyeon menjadi menantu Eomma kandungnya sendiri suatu saat nanti”

“Itu kau tahu, Seolhyun Appa sangat mengerti perasaanmu tapi apa boleh Appa meminta hanya untuk kali ini saja kau mengalah untuk Appa” Seolhyun tak sangup mengatakan apapun lagi pada Appanya, ia sadar dia tidak boleh egois dengan hanya mementingkan keinginannya sendiri tampa memikirkan kebahagiaan Appanya, karna Seolhyun tahu betul kebahagian Appa sepenuhnya berada pada Eommanya Taemin yang tak lain akan menjadi Eommanya nanti, tapi Seolhyun tidak yakin apakah dia dapat menahan perasaannya pada Taemin.

Taeyeon dan Eommanya masih dilanda kesunyian diantara mereka dan kini mereka hanya ditemani Jus Orange, jus kesukaan mereka, sebagai ibu dan anak mereka memang memiliki banyak kesamaan dari fisik sampai hal-hal yang mereka suka walaupun kepintaran Eommanya lebih dominan turun kepada Taemin, Taeyeon memang beruntung diwariskan paras cantik dan postur ideal Eommanya dan yang menjadi keberuntungan lagi adalah Taeyeon tidak mewariskan sifat buruk Eommanya dan sifat baik Appanyalah yang turun ke dia sehingga Taeyeon dapat terlihat begitu sempurna ‘Wajah cantik dan hati yang baik’ tidak heran jika Baekhyun bisa jatuh hati pada Taeyeon

“Eomma apa yang ingin kau katakan?” Taeyeonpun membuka pembicaran diantara ia dan Eommanya

“Sejak kapan kau dekat dengan Baekhyun?” tanya Eommanya singkat

“Eomma mengapa kau menanyakan itu?”

“Jawab aku”

“Sejak belakangan ini”

“Lalu ada apa hubungan kau dan dia”

“Kami hanya sebatas teman”

“Kalian hanya teman tapi kau mau di kenalkan pada keluarganya, apa seorang teman laki-laki akan seperti itu pada teman perempuan lainnya?” Eommanya bertanya dengan gaya yang tetap elegan

“Eomma~”

“Lalu, apa sebenarnya hubungan kau dan Taemin?”

‘Glek’ Taeyeon terdiam, ia benar-benar bingung dengan apa yang harus ia katakan pada Eommanya karna sekarang sepertinya Eommanya sudah menuju inti pembicaraan mereka,
“Jawab aku Kim Taeyeon” Eommapun memanggil anaknya sendiri bagaikan orang asing karna Taeyeon yang tak kunjung menjawab

“Taemin memintaku menjadi Yeojachinggunya dan aku menerimanya, maafkan aku Eomma” tangan Taeyeon mulai bergetar ia benar-benar takut dengan tatapan tajam Eommanya dan saat ini ia hanya seorang diri tidak ada orang yang dapat melindunginya seperti yang dulu Taemin lakukan dengan menyembunyikan Taeyeon pada punggungnya

Eommanya tetap berusaha tenang iapun meminum seteguk Jus yang ada di depannya, dan kemudian menatap Taeyeon dengan tatapan yang susah diartikan, apakah eommanya biasa saja atau sangat marah untuk saat ini?

“Aku tidak mengerti bagaimana ayahmu mendidikmu selama ini Taeyeon” Eommanyapun menutup matanya sebentar sambil memegang jidatnya seperti orang yang sedang sakit kepala menghadapi perkerjaan yang setumpuk.

“Mianhae Eomma, Jongmal, Mianhae”

Eommanya kembali terdiam, ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran anaknya yang satu ini, sekarang Eommanya benar-benar mencap Taeyeon buruk bagaimana tidak, Taeyeon memiliki hubungan dengan adiknya sendiri tapi di lain sisi ia menghianati percintaan mereka dengan menjalani hubungan juga bersama Baekhyun itulah yang dipikirkan Eommanya tapi Eommanya tidak benar-benar memahami posisi Taeyeon saat ini, ketika Taeyeon yang ingin menjaga perasaan Taemin adik yang paling ia sayangi dan di satu sisi Baekhyun yang perlahan mengambil hatinya ditambah hari ini adalah pertemuan mereka yang terlalu mendadak sehingga membuat Eommanya menjadi salah paham.

Eommanyapun mengambil suatu keputusan

“Kau harus mengakhiri hubungan kau dan Taemin secepatnya karna aku telah memilihkan perempuan yang lebih cocok untuk bersanding dengan Taemin, jika kau tidak melakukannya aku akan memberitahukan ayahmu tentang apa yang kau lakukan bersama Taemin tempo hari” Eommanya terpaksa mengancam Taeyeon dengan cara seperti ini karna eommanya sudah kehabisan akal jika menghadapi Taemin yang terlalu keras kepala seperti dirinya dan mungkin Taemin akan bisa lebih menerimanya jika Taeyeon yang mengakhirinya, karna Eommanyapun sudah tidak kuat melihat kondisi anaknya yang semakin lama semakin memburuk dan memperhatinkan

Taeyeon berfikir dahulu sebelum ia menjawab pertanyaan Eommanya, apa dia akan tega melihat ekspresi Taemin nanti tapi ini adalah jalan terbaik untuk keduanya

“Ne Eomma” Taeyeon akhirnya mengeluarkan jawabannya sambil mengangguk pelan

“Baiklah, besok aku akan mengizinkan kau keluar bersama Taemin untuk terakhir kalinya”

~Twinkle~

“Taeyeon” Baekhyun memanggil yeoja yang sedang berjalan sendiri di depannya sambil berlari kecil untuk menyeimbangi jarak mereka, Taeyeon hanya menengok bingung pada Baekhyun, sampai akhirnya Baekhyun mengajak Taeyeon untuk makan bersama di kantin sekolahnya

“Aku benar-benar tidak menyangka kau adalah anak dan calon istri appaku, dunia memang benar-benar sempit” Taeyeon hanya bisa tertawa kecil sambil melahap makanannya melihat Baekhyun yang seperti begitu takjub dengan kejadian semalam

“Taeyeon a~”

“Hemm?”

“Kalau aku boleh tahu, kenapa Appa dan Eommamu bercerai?” Baekhyun sebenarnya ragu-ragu untuk menanyakan hal yang begitu privasi kepada Taeyeon, tapi Baekhyun tidak bisa menahan rasa penasarannya

“Aku tidak begitu mengerti, tapi dulu semenjak Eomma mulai sibuk dengan pekerjaannya karna dia harus mencari uang lebih untuk pengobatan Taemin, Appa dan Eomma menjadi tidak harmonis lagi dan mereka jadi sering bertengkar sampai akhirnya saat kami di pertengahan memasuki Junghaggyo (SMP) orangtua kami memutuskan untuk bercerai” Taeyeonpun berusaha menjelaskan apa yang ia tahu, karna dulu Taeyeon dan Taemin masih belum cukup dewasa untuk mengerti penyebab pertengkaran orang tuanya

“Hemm, Aratsoyo” Baekhyun mengangguk-ngangguk sambil menalar ucapan Taeyeon tadi, “Oh iya memangnya Taemin sakit apa dulu?”

Taeyeon terdiam rasanya dia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Baekhyun itu, karna saat itu adalah masa tersulitnya, “Dia masuk rumah sakit karna aku”

“Mwo? Apa maksudmu” Baekhyun malah semakin penasaran dengan cerita masa lalu Taeyeon, tapi karna melihat wajah Taeyeon yang mulai tampak sedih Baekhyunpun tidak tega jika terus memaksa Taeyeon untuk menceritakannya, “Hemm.. Taeyeon a~ sebentar lagi natal apa kau ada acara di malam natal nanti?” Baekhyunpun mengalihkan pembicaraan mereka

“Sepertinya tidak ada” Taeyeon masih ingat betul biasanya dia akan selalu keluar bersama Taemin saat malam natal tapi karna hari ini adalah hari dimana dia akan mengakhiri hubungannya dengan Taemin rasanya tidak mungkin mereka akan jalan bersama lagi

“Apa kau mau keluar bersamaku?”

Taeyeonpun memberi jawaban dengan anggukan dan itu membuat Baekhyun senang bukan main, akhirnya mereka akan memiliki waktu untuk berkencan.

“Yaa!, apa kau hanya akan tersenyum-senyum seperti itu sampai kita masuk?” Baekhyunpun tersadar dari kesenangannya dan kembali melahap makanan yang ada di depannya itu.

Cuaca hari ini begitu dingin walaupun belum ada halju yang turun, Taeyeon berdiri di halte dekat sekolahnya ia terus menggosokkan kedua telapak tangannya agar ia dapat sedikit menaikkan suhu tubuhnya walaupun dengan Jaket bulu tebal yang ia kenakan tetap saja dia masih merasa dingin. Bis yang ia tunggupun datang, kali ini ia akan mengunjungi Taemin sekarang Taeyeon sudah tahu dengan pasti arah menuju ke rumah Ibunya karna Taemin yang sudah berkali-kali menjelaskan rute ke rumahnya agar Taeyeon tidak tersesat seperti dulu lagi.
Sesampainya di kediaman Eommanya Taeyeon begitu terkejut karna saat ini ia melihat cukup banyak pria berutuh besar yang menjaga rumah Eomma tidak seperti terakhir kali Taeyeon datang, seorang wanita yang terlihat lebih tua dari Eommanyapun datang menghampiri Taeyeon dan segera membawanya menuju kamar Taemin karna begitulah perintah dari Eomma mereka sebelum dia pergi bekerja.

Taemin masih duduk disamping ranjangnya sambil menumpukan kepala pada lututnya, ia mendengar suara pintu kamarnya terbuka tapi Taemin sama sekali tidak berniat untuk menoleh karna ia berfikir kalau wanita suruhan Eommanya itu akan mengantarkan makanan dan pastinya ia akan menolak untuk kesekian kalinya.

“Taemin a~”

Taemin membulatkan mata dibalik persembunyian kedua lengannya itu, dia berfikir apa telinganya ikut menjadi tidak beres sehingga yang ia dengar adalah suara Taeyeon, nunanya.
Wanita itupun meninggalkan mereka berdua, kemudian Taeyeon menghampiri Taemin dan berjongkok untuk mensejajarkan tinggi mereka

“Taemin a~” Taeyeon memanggil Taemin sekali lagi dengan suara lembutnya, Taeminpun memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya sontak Taemin langsung menggosok kedua matanya untuk memastikan apakah penglihatannya salah atau tidak dan sosok yang tetap ia lihat adalah Taeyeon
Taemin menyentuh pipi Taeyeon dengan tangan yang mulai gemetar, ia tersenyum bahkan sampai merintikan air mata bahagia saat ia menyadari bahwa ini semua bukan halusinasi

“Taeyeon a~ Bogoshipda” Taemin langsung memeluk sosok yeoja yang ada dihadapannya itu, ia benar-benar memeluk dengan erat tubuh Taeyeon seakan dia tidak ingin melepaskannya.

“Taemin a~ aku bisa mati” tapi Taemin harus melepaskan pelukannya atau tidak Taeyeon akan benar-benar mati karna kehabisan napas, Taeminpun tertawa kecil melihat ekspresi imut dari nunanya itu

“Nuna, apa Eomma sudah membolehkan kita untuk bertemu lagi?”

“Eum tentu saja” Taeyeon memberikan anggukan mantapnya untuk meyakinkan Taemin, Taeyeon meperhatikan Taemin dengan saksama ia tahu betul bahwa Taemin telah kehilangan bobot tubuhnya, “Taemin a~ kenapa kau sangat kurus” Taeyeon menekan pipi Taemin dengan kedua telapak tangannya

“Aku tidak napsu makan, dan sekarang aku benar-benar lapar saat melihatmu”

“Yaa! Apa kau pikir aku ini adalah ayam goreng yang siap untuk kau makan -__-” Taemin tertawa mendengar ucapan polos dari nunanya

“Ani, bahkan kau lebih enak dari ayam”

“Aish jinjja”setelah sekian lama akhirnya Taeyeon menunjukan lagi ahjumma-stylenya yang membuat Taemin semakin gemas, tampa menunggu apa-apa lagi Taeminpun segera menarik tangan Taeyeon menuju dapur dan meminta Taeyeon untuk membuatkan dia makanan dan tentu saja Taeyeon tidak akan menolak permintaan adiknya itu.
Seperti anak kecil Taemin tidak bisa hanya duduk diam menunggu Taeyeon memasakan makanan untuknya dan tentu saja Taemin selalu menjaili Taeyeon

“Chagiya kenapa kau lama sekali” rengek seorang Taemin

“Sabar sedikit aku bahkan baru akan mulai memasaknya”

“Baegopheuda” Taeminpun mendekatkan dirinya pada Taeyeon, “Chagi a~ apa yang akan kau buatkan untukku?” Taeminpun menjadi penasaran saat melihat lebih dekat apa yang akan Taeyeon buat

“Nasi goreng omelette” jawab Taeyeon dengan gaya ala chef

“Woahh” Taeyeonpun tak dapat menahan tawanya saat melihat wajah Taemin yang membulatkan bibirnya seperti anak kecil, Taemin tetap setia memperhatikan Taeyeon yang begitu mempesona dengan memakai celemek panggul polkadot berwarna kuning yang hanya menutupi rok sekolahnya.

“Sudah selesai” Taeyeonpun berhasil membuat nasi goreng omelette atau omurice untuk dia dan Taemin dengan baik tampilannya menjadi lebih menarik saat Taeyeon memberi emoticon yang terlihat seperti ekspresi Taemin mengatakan ‘Woah’ tadi dengan menggunakan saos untuk Taemin, dan emoticon tertawa untuk dirinya

“Chagi a~ apa kau pikir aku ini anak kecil?” Taemin sedikit memanyunkan bibirnya karna makannya yang Taeyeon berikan terlihat seperti makanan anak kecil yang begitu ceria

“Kalau kau tidak mau aku akan memakan bagianmu juga”

“Andwae” dengan cepat Taemin mengambil bagiannya dan berjalan menuju tempat makan, Taeyeonpun hanya dapat tersenyum dan mengikuti Taemin, kemudian merekapun makan bersama

“Chagi a~ aku ingin jalan keluar”

“Kau mau kemana?”

“Aku ingin jalan berkeliling kota bersammu, ayo chagi a~”

“Ne, tapi aku harus pulang dulu untuk mengganti pakaian” setelah mendengar jawaban Taeyeon, Taeminpun langsung melahap makanannya dengan cepat dia juga menyuruh Taeyeon untuk segera menghabiskan makanannya agar mereka dapat cepat pergi bersama, setelah makan Taeminpun mengganti pakaian dan Taeyeon menunggunya dibawah
Taemin begitu antusias sehingga dia perlu waktu yang cukup lama untuk menentukan pakaian yang akan dia kenakan sampai dirasa cukup baik Taeminpun segera menyusul Taeyeon dan mengajaknya jalan, entah mengapa kali ini Taemin rasanya tidak ingin membawa mobilnya dan dia lebih memilih untuk menaiki Bus bersama nunanya.

“Appa aku pulang” merekapun akhirnya sampai dirumah Appa mereka, hari ini Appa mereka mengambil cuti istirahat karna kondisinya yang sedang tidak baik, “Appa, aku dan Taemin akan keluar mungkin akan lama, apa Appa tidak apa-apa jika sendirian?” Taeyeon meminta izin terlebih dahulu pada Appanya yang sedang duduk sambil menonton siara berita di TV

“Tidak apa Taeyeon, Appa sudah merasa lebih baik”

“Jinjja?” Taeyeon dengan sigap mengcek suhu Appanya dengan telapak tangannya, Taeyeon merasa lega karna Appanya benar-benar sudah lebih baeik, tidak ingin memakan waktu lama Taeyeonpun bergegas untuk mempersiapkan diri

“Appa” panggil Taemin yang sedari tadi duduk di sofa dekat Appanya

“Wae Taemin a~”

“Tidak apa” Taemin tersenyum, “Aku hanya ingin memanggilmu, Appa”

“Omo, Taemin a~ kau ini seperti esok kau bukan anakku saja” Appanyapun tertawa karna kelakuan Taemin, “Sampai kapapun aku akan menjadi Appamu, dan itu tidak akan pernah berubah” merekapun tertawa ringan bersama

“Oh ya, Taemin a~ kenapa kau baru kelihatan?”

“Kemarin aku sempat sakit Appa, mianhae aku jadi tidak bisa menjemput nuna”

“Hemm, pantas saja kau terlihat semakin kurus Taemin a~”

Tak lama Taeyeonpun menghampiri mereka kemudian Taemin dan Taeyeon berpamitan pada Appa mereka, Tujuan mereka saat ini adala pusat kota

~Twinkle~

Toko-toko di sekitar jalanan Seoul sudah dimeriahi pohon-pohon natal dan lampu kelap-kelip Taeyeon dan Teaemin, dua insan yang berada dalam keramaian ini sedang asik berkeliling bersama menikmati pemandangan kota saat menjelang malam, Taemin tampa ragu-ragu menggandeng tangan Taeyeon sepanjang jalan yang mereka telusuri
Semakin malam suhu disekitar mereka semakin menurun, merekapun memutuskan untuk beristirahat sejenak di cafe terdekat sambil menikmati Hot Chocolate

“Taemin a~ kemana lagi kau ingin berjalan?” Taeyeon menggenggam secangkir Hot Chocolate yang sama seperti Taemin sambil meniup-niup minumannya agar panas minuman itu tidak membuat lidahnya melepuh

“Hemm.. molla, bagaimana denganmu?”

Taeyeon melihat sekeliling jalanan dari kaca besar disampingnya untuk menentukan tujuan mereka selanjutnya, pandangannya tertuju pada keramaian diujung jalan besar itu, “Taemin a~ bagaimana kalau kita kesana” Taeyeonpun menujukkan tempat itu pada Taemin

Setelah dirasa cukup menikmati istirahat mereka, Taeyeon dan Taemin mulai berjalan menuju kerumunan orang yang sedang melihat atraksi dari orang yang memakai kostum santa claus sambil diiringi para pemain musik klasik, Taeyeon begitu menikmatinya dan membuat Taemin seperti melihat Taeyeon kecil saat menikmati malam natal pertama mereka sewaktu mereka masih anak-anak, tak lama Taeyeonpun menarik tangan Taemin dan menuju sebuah toko tua yang sangat familiar bagi mereka.
Taeyeon melihat sebuah kotak yang berisi kalung couple, Taeyeon begitu fokus memandanginya sehingga Taemin sedikit terlupakan

“Chagi a~” Taemin memanggil Taeyeon agar yeoja mungil itu menoleh padanya

“Taemin a~ lihat ini begitu lucu, Taemin a~ apa kau akan memberikannya padaku?” Taeyeon menoleh pada Taemin sambil menunjuk kalung couple berbentuk hati  yang berwana perak itu, Taemin terkekeh dengan kelakuan nunanya yang sama persis saat Taeyeon meminta Taemin membelikan kotak musik di toko yang sama tersebut, “Taemin a~ kenapa kau tertawa?” Taeyeon sedikit kesal karna Taemin yang hanya tertawa mendengar permintaanya, tanpa basa-basi lagi Taeminpun menarik nunanya kedalam toko itu dan membeli kalung yang diinginkannya,
Taeminpun memakaikan pasangan dari kalung itu kepada Taeyeon, Taeyeon begitu senang terlihat dari wajahnya yang tidak henti-hentinya tersenyum karna dia begitu menyukai kalung itu

“Gomawo” Taeyeonpun mengucapkan terimakasihnya pada Taemin dan sekarang gantian Taeyeon yang memasangkan kalung satunya lagi pada Taemin

“Kalung ini melambangkan ikatan yang tidak dapat hancur” sorang lelaki tua penjaga toko tersebut menjelaskan arti dari kalung yang dipakai mereka sambil tersenyum melihat kedua insan ini

“Jinjja yo?” tanya Taemin dengan antusias, lelaki tua itupun hanya mengangguk mendengar pertanyaan dari Taemin setelah itu merekapun beranjak dari toko tadi dan meneruskan perjalanan mereka

“Twin soul” Taemin mengucapkan satu kalimat yang membuat Taeyeon menatapnya bingung

“Taeyeon a~ berjanjilah kita tidak akan terpisah karna jiwa kita adalah sepasang twin soul” jiwa Taeyeon terhentak karna ia teringat dengan apa yang akan ia lakukan setelah ini saat mendengar ucapan Taemin dengan cerianya

Bolehkah kami merasakan kehangatan seperti ini lagi?”

“Apakah ini sudah waktunya?”

Taeyeonpun menghentikan langkahnya dan membuat Taemin yang sedikit telat menyadarinya membalikan badan dan menatap Taeyeon yang berada dibelakangnya, Taemin sedikit bingung dengan raut sedih dari nunanya

“Taemin a~ apa aku boleh menanyakan sesuatu?”

“Tentu saja” tampa ragu Taeminpun menjawabnya

“Sejak kapan kau memiliki rasa yang lebih padaku?”

Taemin terdiam sejenak sambil mencari jawabannya, “Aku tidak tahu dengan pasti tapi aku rasa sejak kau jatuh dari tangga karna menyelamatkanku, sejak itu aku jadi lebih memperhatikanmu dan ingin terus menjagamu”

“Apa jika aku tidak jatuh saat itu kau akan tetap memiliki rasa seperti itu?” Taeyeon menayakan pertanyaan itu tampa melihat wajah lawan bicaranya

“Taeyeon a~ apa yang kau bicarakan?” Taemin menjadi bingung dan takut mengapa nunanya menanyakan pertanyaan yang begitu aneh kepadanya

“Taemin a~ mianhae, aku tidak bisa melanjutkan hubungan seperti ini, aku-”

“Geumanhae”

“Aku ingin kita mengakhirinya”

“Aku bilang berhenti!” Taeminpun menaikan nada bicaranya, mereka terdiam cukup lama sampai akhirnya Taeyeon merintikan air mata dibalik rambut yang menutupi wajahnya saat ia tertunduk

“Taemin a~ apa kau tahu betapa menderitanya saat aku menjalani hubungan seperti ini?” Taemin terkejut mendengar ucapan nunanya dan saat melihat wajah Taeyeon yang telah dibasahi dengan air mata, ia tidak menjawab apapun

“Apa kau tidak tahu apa yang aku takutkan setiap harinya? aku ingin selalu menjadi nunamu Taemin a~ aku tidak ingin seperti ini” Taeyeon semakin terisak dalam tangisannya, “Menjadi yeojachingumu adalah masa tersulit dalam hidupku”

“Setelah kebahagiaan yang telah kau berikan hari ini lalu kau menjatuhkan aku sangat dalam, kenapa kau tega melakukannya? Nuna” tatapan Taeminpun menjadi kosong dan mulai digenangi air matanya

“Mianhae, jongmal Taemin a~ mianhae” Taeyeon tidak sanggup lagi jika harus melukai hati Taemin lebih dari ini, Taeyeonpun memutuskan membalikan badannya dan meninggalkan Taemin segera.
Taemin membiarkan air matanya turun melewati pipinya tampa melakukan apapun, ia masih saja terdiam ditempatnya saat ini

“Oppa”

Suara yang lembut tiba-tiba melintas dalam pendengarannya, Taeminpun menoleh kesamping dimana suber suara itu terdengar wajahnya memucat saat melihat yeoja yang entah sejak kapan berdiri disitu

“Seolhyun” Taemin memanggil nama yeoja tersebut

“Oppa dan Taeyeon eonni kalian-” tampa melanjutkan kalimatnya lagi Seolhyunpun berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu sambil mengusap air matanya, batin Taemin menyuruhnya untuk mengejar yeoja itu dan entah mengapa Taeminpun mengejarnya karna ada perasaan tidak enak didalam hatinya saat melihat Seolhyun yang menunjukan wajah sedih seperti itu, ekspresi yang pertama kalinya ditunjukan di depan Taemin
Taemin begitu terkejut karna yang ia tahu Seolhyun adalah pribadi yang ceria dan tidak pernah bersedih

Seolhyun berlari tampa berfikir arah tujuannya dan tampa memperhatikan sekitarnya, saat ini hatinya benar-benar sakit saat mengetahui kenyataan bahwa oppa yang sangat ia cintai selama ini menjalani hubungan bersama nunanya sendiri

“Seolhyun a!” Taemin terus mengejar Seolhyun dengan secepat mungkin agar ia dapat menghentikan yeoja tersebut

Lampu penyebrangan berganti warna menjadi merah yang menandakan para penyebrang jalan harus menunggu hingga kendaraan berhenti kembali, Seolhyun tidak memperhatikan lampu lalu lintas ia terus saja berlari

“Seolhyun a! josimhae”

Seolhyun terhenti mendengar teriakan Taemin, dia menoleh kesamping saat melihat mobil yang begitu cepat kearahnya dan Seolhyun hanya dapat menutup matanya saking takutnya, entah mengapa ia merasa tubuhnya tidak dapat menghindari mobil itu

‘Bruk’

Apa aku sudah mati?” Seolhyun membukan matanya perlahan, iapun tersadar karna tadi ia merasakan ada sesuatu yang mendorong tubuhnya dengan kuat

“Oppa!” Seolhyunpun segera bangun dan menghampiri tubuh Taemin yang sudah tergeletak dengan berlumuran darah

Taeyeon menghentikan langkahnya seketika iapun langsung menoleh kebelakang ia merasakan sesuatu terjadi pada adiknya, Taemin.
tampa berfikir apa-apa lagi Taeyeonpun berlari secepat mungkin dan mengikuti nalurinya kemana ia harus melangkah, Taeyeon berhenti sejenak saat melihat kerumunan tepat didepannya

“Oppa, irona” Seolhyun menggoyang-goyangkan tubuh Taemin sambil menangis, ia begitu takut

Taeyeonpun mendekatkan dirinya dan berusaha melihat apa yang terjadi dalam kerumunan itu, lututnya melemas, air matanya kembali jatuh saat ia melihat dengan jelas apa yang terjadi di depannya, pemandangan mengerikan itu terjadi kembali untuk kedua kalinya.
Saat itu juga iapun tidak dapat menopang dirinya lagi dan membiarkan dirinya jatuh berlutut dan terisak dalam tangisannya melihat Taemin yang tak berdaya dalam dekapan Seolhyun, ia tidak peduli dengan pandangan-pandangan yang tertuju padanya dan melihatnya aneh

Ambulance datang dan dengan segera beberapa perawat mengangkat tubuh Taemin masuk kedalam mobil ambulance itu dengan diikuti Seolhyun

Taemin belum benar-benar kehilangan kesadarannya, ia masih dapat melihat yeoja yang berlutut menangisinya dalam pandangan yang berbayang-bayang itu.

Jika suatu saat kita harus berpisah dan aku tidak bisa merasakan apapun,
sejujurnya aku masih ingin merasakan semua ini

-To be continue-

Annyeong readers-nim, author comeback 😀
Bagaimana menurut kalian? Aku udah panjangin ceritanya dichapter ini walaupun hanya dikit xD mianhae hehehe
Author bakal jelasin sedikit alur cerita ini karna ternyata tidak begitu dimengerti :’ sekali lagi mianhae
Jadi ff ini ceritanya Taemin menyukai Taeyeon saudara kembarnya sendiri, tapi Taeyeon tidak memiliki rasa yang sama seperti Taemin perasaan dia ini hanya sebatas kakak yang sayang dengan adiknya, tapi Taeyeon tidak mau Taemin sakit hati dan hubungan mereka jadi rusak makanya Taeyeon asal menerima permintaan Taemin yang meminta Taeyeon untuk menjadi Yeojachingunya.
dan Taeyeon itu belum sepenuhnya suka sama Baekhyun perasaannya ini hanya baru permulaan.
Sekian dari Author, Gomawo pada Readers-nim yang udah mampir^^

Oiya, karna ada suatu halangan mulai kedepannya Author akan post ff ini hanya dihari minggu, jeongmal joesonghamnida Author ga bisa nepatin janji buat post sat-ming lagi :’

-MianhaeForTypo-
Bye~ Bye~

Advertisements

50 comments on “Twinkle [Chap 9]

  1. bingung thor bingung,,, feel nya dapet sama taemin tapi sodara nya sendiri,, tp sama baek saya nggak terlalu suka,, eomma nya taeng egois bangettt,, kasian taeng

  2. Daebak, jadi begitu ceritanya
    tapi thor aku rada-rada bingung dengan perasaan tae eonni t sebenarnya suka sma siapa ?
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  3. Adduuhhh,jahat banget sih eommanya taeng. Bnyak bngt ya yg suka sama taemin.
    Yaakkk,semoga aja taemin gak kenap2 deh,semoga dgn ini taemin taeyeon bisa bersatu.
    Next chp ditunggu^^

  4. thor keren bgt !!

    thor sbnar.a taeng ska am siapa sih!!
    eomma.a taetae egois bgt sih!!
    in lgi npa si seolhyun pkr nongol di stu sih !!
    pke acra taemin ngejar lghi ,knpa nggk ngejar sih taeng sih !!
    tuh kn jd.a kclakaan kn !!
    itu smua gra” si seolhyun ,huu dsar gdis mnja!!
    hiks”,hiks,, sdih ngliat taetae nangis !!
    moga ajh si taemin nggk ppa!!,amin!!

    thor buat ending.a taetae couple ya jngan taebaek !!
    aku lbih ska am taetae couple !!
    yayaya!!
    jg moga ajh ni ff ending.a, happy ending ,ap lgi yg jdian itu taetae couple ,aduuh sneng.a ,klo itu trwujud ya !!
    maaf ya thor klo aku ngomong.a bnyakkkkk bget ,hehehe!
    ok lah klo gtu !!
    ttp smngat ya thor buat nglanjutin.a !!
    fighting !!
    sip!

  5. Taeyeon sukanyaaa sma siapa sihh,. Ahhh taemin gimana ituu ㅠㅠ Gpp deh sodara juga, yg penting mereka bersatu hidup bahagia hahah
    next chap nya di tunggu thor 😉

  6. Aduhhhh jadi ribut sendiri di sini, aku buat ribut karena kesel sama Taeyeon , tapi itu keputusan yang bener tapi aku suka kalo taemin taeyeon pacaran tapi gimana ya aduhhh aku pusing sendiri harus mihak taeyeon ato teamin. seolhyun kasian gak bisa sama taemin, harapan buat baekhyun besar juga ya … gimana sama eunji? ini endingnya taeyeon sama baekhyun apa taemin. mianhe thor… aku cerewet, beginilah nasio reader yang penasaran hehehe

    gakpapa kok thor kalo bisanya cuma minggu yang penting di update.
    semangat ne nulisnya ppappai~

  7. Taemin ya ampun -_- padahala ada Naeun yg jelas2 syg -_- untung Taeyeon ga ada rasa lebih ^^

    Gue ma tetap dukung TaEun BaekYeon 😀

  8. kasian taeyeon.
    Disisi lain dia hrus nglepasin taemin karna ikatan saudara.
    Disisi lain dia g mau taemin nantix ninggalin dia karna cinta taemin g teblas.
    Jd serba slah.
    Seolah smua org nyudutin taeyeon tanpa tau alasan apa yg akhirx menerima taemin sbagai namjax.
    Skarang taeyeon mesti ngeliat taemin mengalami keclakaan yg ngebkin taeyeon down.
    Mdah2an taemin g knapa2.

  9. Duh kasihan taeng nya hiks
    Udh deh taeng sm baek aj biar selesai,emakny taemin pun jdi agk” seng gtu -_-
    Next chap,lbh pjng y thor 😚
    Fighting

  10. Chapter sblmnya aku agak yakin klo Taeyeon sama Taemin sbnrnya bukan saudara kandung, tp di chapter ini nampaknya mrka bener2 saudara kembar hhe
    Aduhh jd bingung, eh bukan sii, penasaran sebenarnya..
    Akhirnya Taeyeon jd sama Baek atau Taemin? hhe
    Ditunggu part selanjutnya yaa thor, semangatt!!

  11. Pingback: Twinkle [Chap 10] & Quotes | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Pingback: Twinkle [Chap11] | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Pingback: Twinkle [Chap12] | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: Twinkle [Chap13] | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Thor maaf ya aku comentnya ngebut
    Aku baru baca ffnya hari ini,jadi bacanya lanjut terus
    Dan komennya juga
    Tapi ceritanya tambah seru lho

  16. Pingback: Twinkle [Chap14] | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Pingback: Twinkle [Chap15] | All The Stories Is Taeyeon's

  18. Pingback: Twinkle [Chap16] | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Pingback: Twinkle [Chap17] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s