[FREELANCE] What Is Love? (Chapter 11 A)

WIL

What Is Love? Chapter 11A

Author : amaamemade

Main cast : Taeyeon , Luhan dan Kim Jong-in

Other cast : Jessica , Tiffany , Yuri , Chanyeol , Wu Yi Fan (Kris) , Sehun , Soo Hyun, dll

Genre : School-life , Little Comedy , Romance , Little Sad

Lenght : Chapter

Rating : 16

Annyeong.. Author bawa kelanjutan chapter ini….

Typo hal wajar yaa 😀

Gomawo buat admin yang masih setia post ff ini..

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6, Chapter 7, Chapter 8, Chapter 9, Chapter 10

 

 

Three years later………….

 

“Yeoja-yeoja centil itu benar-benar” desis seseorang yang saat ini tengah menatap jengah kumpulan yeoja yang tak jauh dari pandagannya

 

“Tenanglah, bukankah pemandangan itu sudah terlampau biasa ?” ucap yeoja disebelahnya menenangkan.

 

“Kau bisa berkata seperti itu karena tidak merasakannya, Sikka” balasan itu membuat Jessika mendelikkan matanya kesal.

 

“Oh astaga Yuri… Aku bahkan mengalami hal lebih parah dari yang kau alami ini” ucap Jessika yang membuat Yuri untuk pertama kalinya mengalihkan pandangannya ke arah sahabatnya itu

 

“Bukan maksduku seper….” ucapan Yuri terhenti ketika Jessika kembali berucap “Sudahlah, Aku punya ide” ucap Jessika seraya tersenyum miring yang membuat Yuri penasaran

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

“Jadi kita akan kemana ?” pertanyaan dari Lay itu membuat Yuri binggung, disatu sisi dia merasa ada yang mengawasi pergerakannya dan di sisi lain ucapan Jessika tadi terngiang-ngiang di benaknya

 

“Jangan merusak rencana ini, bukannya kau jengah dengan para yeoja centil yang mendekati Namjachingu tercinta mu itu. Jadi sekarang giliran Namja itu yang merasa jengah saat Kau dekat dengan Namja lain”

 

Yaaa… Yuri saat ini sedang berada diluar kantin bersama Lay. Tidak bisa dipungkiri bahwa Yuri menjadi sedikit merona saat tangan Lay terulur mengusap-usap kepalanya seraya menunggu jawaban Yuri

 

“Itu… mmm.. ” shit, Yuri ingin sekali mengumpat suaranya yang saat ini terlihat seperti anak kecil yang baru belajar berbicara. Tapi jika kalian diposisi Yuri saat ini, bisakah kalian bertingkah selayaknya ? memang siapa Lay itu ? Oke, aku beritahu sekilas. Lay adalah salah satu sunbae nya di jurusan seni yang kemampuannya patut diperhitungkan, bukan hanya itu saja, sikapnya yang ramah pun menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian yeoja. Bahkan seorang Yuri yang terbilang yeoja yang cukup dingin pun bisa tegagap didepannya

 

Damn it.. seorang Jung Jessika patut diacungi jempol bila berhubungan dengan berapa banyaknya teman lelaki populer yang dia miliki.

 

Bahkan seorang Lay dapat dengan mudah menyetujui permintaan Jessika untuk membuat kekasihnya cemburu..

 

“Mau ke ruang dance ?” ucap Lay yang tanpa meminta persetujuan dari Yuri langsung mengengam tangan Yuri dan berjalan pelan ke arah ruang dance dilantai 2

 

Dan seorang Jung Jessika memang benar-benar patut diacungi jempol karena baru saja rencananya berjalan, seorang Namja disisi luar kantin langsung menatap tajam ke arah Yuri dan Lay.

 

Mereka berhasil.. Yaa bisa dibilang sangat berhasil apalagi ketika Namja itu menarik paksa Yuri ketika baru sampai diruang dance karena langsung disungguhi pemandangan Yuri yang diangkat tinggi-tinggi oleh kedua tangan Lay. Ternyata mereka berduet..

 

“Tenang saja bung. Kau terlalu kasar pada seorang yeoja” ucap Lay yang hanya dibalas tatapan tajam dari Namja itu, sedangkan Yuri masih sangat amat terkejut beruntung kakinya tidak terkilir gegara perlakuan Namja yang saat ini masih saja mengengam tangannya

 

“Cih.. aku tidak mau menangapi ocehanmu itu karena Kau sunbaeku, tapi aku tidak dapat mentoleransi tanganmu yang dengan seenaknya menyentuh yeojaku” ucapan itu membuat Yuri seketika merona

 

“Yeojamu ? maksudmu Yuri ?” tanya Lay dengan raut wajah bingung yang sungguh membuat Yuri berfikir mengapa Lay tidak mendalami jurusan acting saja ?

 

“Jika sudah paham, Aku permisi dulu sunbae” ucap Namja itu namun baru beberapa langkah dirinya berbalik “Aku memaafkanmu untuk kali ini tapi lain kali, Aku tidak akan melepasmu” ucap Sehun tajam dan setelahnya benar-benar pergi dengan tangan yang masih meng-genggam tangan Yuri.

 

Lay yang melihat tingkah honbae nya itu hanya tersenyum kecil apalagi ketika melihat raut wajah Yuri yang memelas meminta maaf padanya. Sungguh dirinya langsung terbahak ketika Yuri dan kekasihnya itu sudah tak telihat

 

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

 

“Apa yang kau lakukan, eoh ?” bentakan kekasihnya itu membuat Yuri tersenyum kecil

 

“Melihat seorang Namja yang entah mengapa marah-marah tak jelas padaku” ucap Yuri yang membuat kekasihnya berdecak kesal

 

“Kwon Yuri jangan membuat kesabaranku habis” nada tajam itu tidak membuat Yuri menciut malah semakin menantang kekasihnya

 

“Memang apa masalahmu, heuh ?” tanya Yuri yang membuat kekasihnya mencoba bersabar menghadapi tingkah yeojachingunya yang hari ini sungguh aneh

 

“Kau berdekatan dengan namja lain”

 

“Bagaimana denganmu? Para yeoja centil itu selalu berada disekitarmu”

 

“Itu berbeda, kau keterlaluan”

 

“Apanya yang berbeda ?”

 

“Perlu ku perjelas ? mereka yang mendekatiku dan tidak ku hiraukan sedangkan kau, tangan itu mengusap puncak kepalamu dan yang paling parahnya beraninya tangan itu memegang kedua sisi pinggangmu !” teriak kekasihnya itu membuat Yuri menutup matanya sesaat dan beruntung mereka berdua berada dikelas yang kosong sehingga tidak menimbulkan keributan yang berarti

 

“Aku mencintaimu” ucap Yuri yang langsung memeluk kekasihnya

 

“Sangat-sangat mencintaimu Oh Sehun” lanjutnya seraya semakin mengeratkan pelukannya pada Sehun dan Sehun saat ini seperti orang bodoh yang tidak mengerti maksud Yuri

 

Merasa kekasihnya itu hanya terdiam, Yuri pun kembali berucap “Tadi itu tidak seperti yang kau fikirkan, Aku hanya berpura-pura dengan Lay Oppa”

 

“Aku hanya ingin melihat tingkahmu ketika Aku berdekatan dengan Namja lain dan ternyata kau sungguh diluar dugaan”

 

Dan yaaahhh… Akhirnya selama 3thn berpacaran seorang Yuri melihat Sehun cemburu … Dan Yuri benar-benar harus berterimakasih pada Jessika.

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

Dikantin.

 

“Ada apa dengannya ?” tanya Tiffany pada Jessika yang merasa aneh melihat Yuri yang biasanya bersikap dingin tersenyum-senyum sendiri

 

“Seorang Oh Sehun akhirnya cemburu” celetuk Yuri kegirangan yang membuat Tiffany mengangakan mulutnya sesaat

 

“Hanya itu dan Kau bertingkah diluar sikapmu ? daebak” ucap Tiffany seraya mengeleng-gelengkan kepalanya

 

“Ini semua karenamu Jessika Jung.. Aku mencintaimu sikka” ucap Yuri yang membuat Jessika dan Tiffany kompak mengeluarkan ekspresi ingin muntahnya.

 

“Aku tidak menyangka efeknya akan luar biasa seperti ini” ucap Jessika pada Tiffany

 

“Jika kau bisa menyusun rencana untuk Yuri dan Sehun, mengapa tidak untuk dirimu sendiri ?” dan pertanyaan Tiffany ini sukses membuat Yuri yang sedari tersenyum-senyum sendiri segera menyenggol lengan Tiffany

 

“Ekhmmm.. sebaiknya aku pulang duluan, aku sudah tidak ada jadwal” ucap Jessika segera pergi dari hadapan Tiffany dan Yuri

 

“Ishhh pabo, mengapa Kau mengatakan sesuatu yang salah seperti itu ?” tanya Yuri yang membuat Tiffany merutuki ucapannya tadi

 

“Mian, Aku tidak sengaja” ucap Tiffany dengan perasaan bersalah

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

“Cheonggyecheon Stream adalah nama tempat ini, dulunya tempat ini tidak seindah ini namun karena pemerintah menetapkan sebuah projek sehingga tempat ini menjadi indah seperti sekarang ini. Tempat ini adalah salah satu tempat terkenal bagi seseorang yang ingin melamar kekasihnya maupun menyatakan perasaannya” jelas Kris panjang lebar

 

Ucapan itu masih tersimpan jelas di dalam memori Jessika.. Yaa, dirinya saat ini berada di Cheonggyecheon Stream dimana tiga tahun lalu Kris membawanya karena tugas sastra mereka

 

Jessika akui, dirinya memang mencintai Kris. Bahkan Jessika rela mengenyampingkan harga dirinya untuk menyatakan cinta pada Kris, namun jawaban Kris sungguh membuat hatinya lebur.

 

 

Flashback

 

“Kris Aku menyukaimu” ucap Jessika dengan kepala ditundukkan pertanda dirinya gugup. Saat ini, mereka berdua berada dikelas halaman sekolah yang tampak sepi

 

“………………..” namun tidak ada balasan yang membuat Jessika akhirnya mengalah untuk menatap raut wajah Namja dihadapannya ini

 

“Kau ingat Cheonggyecheon Stream, tempat dimana aku membawamu untuk tugas sastra ?” pertanyaan Kris ini membuat Jessika binggung namun ditutupinya dengan menganggukan kepalanya sekilas

 

“Cheonggyecheon Stream, salah satu tempat terkenal untuk melamar seseorang atau menyatakan cinta dan tidak sedikit Namja yang melakukannya” lanjut Kris yang sungguh tidak dimengerti oleh Jessika. Mengapa harus membawa-bawa Cheonggyecheon Stream ? bukannya Kris seharusnya menjawab perasaanya saja ?

 

“Termasuk Aku” ucapan Kris kali ini membuat Jessika melebarkan matanya

 

“Bukan hanya menyatakan cinta tapi Aku melamarnya” lanjut Kris yang membuat Jessika tertohok seketika, tidak tau siapa maksud kata –nya- pada kalimat yang terlontar lugas dari mulut Kris namun yang terpenting itu bukan dirinya.

 

“Kau tau maksudku ?” tanya Kris sedangkan Jessika sudah membeku ditempat, binggung harus berbuat apa. Kris yang melihat Jessika membeku pun berniat meninggalkannya namun baru beberapa langkah Jessika menahannya dengan sebuah pertanyaan

 

“Apa dia menerimamu ? Apa kalian sudah bertungangan ? mengapa Aku tidak tau ?” tanya Jessika menatap lurus ke arah Kris yang sudah berbalik ke arahnya

 

“Untuk apa aku memberitahumu ?” pertanyaan itu membuat Jessika membeku lagi “Tapi karena kau sudah bertanya.. aku akan menjawabnya” sungguh jika bukan dalam kondisi seperti ini Jessika pasti ingin mencekik Kris dengan kuatnya karena bisa-bisanya dia mempermainkan Jessika dengan sebuah kalimat disaat dirinya menguras mentalnya untuk menyatakan cinta pada Namja tinggi itu.

 

“Dia tidak menerimaku” lanjut Kris setelahnya menghela nafas kasar “Tapi, Aku tidak akan menyerah padanya karena Aku sungguh-sungguh ingin mendapatkannya dan lebih baik Kau jangan membuang waktumu untuk menyukaiku lagi karena itu sia-sia, dari awal Aku sama sekali tidak menganggapmu lebih selain sebagai teman kelas menyebalkan yang patutnya dihindari” ucapan Kris itu langsung disertai langkahan kakinya meninggalkan Jessika sendirian, tangis pun pecah ketika Kris sudah tak terlihat, Jessika langsung ambruk terduduk dilantai tanpa menghiraukan dinginnya lantai yang menusuk ke tulangnya.

 

Jessika kalut karena baru merasakan sakit hati karena penolakan, namun pelukkan seseorang dirasakannya membuat dirinya mendongkakan kepalanya

 

“Mengapa sesakit ini ? Jika dia menolakku, tidak bisakah dengan cara yang lebih halus ?” ucap Jessika ditengah-tengah tangisnya

 

“Tak apa, Aku bersamamu. Kita lewati ini bersama” ucap Taeyeon yang ikut menangis melihat seorang Jessika yang terlihat rapuh karena perasaan untuk pertama kalinya

 

Awalnya Taeyeon sedang mencari Jessika menyangkut hari kelulusan mereka yang tinggal beberapa hari, namun ketika menemuinya malah disaat Jessika sedang menyatakan cinta pada Kris, beruntung saat Kris meninggalkan halaman sekolah ini Taeyeon sudah bersembunyi terlebih dahulu sehingga Kris tidak melihatnya. Sedangkan Tiffany dan Yuri sedang berada dikelas merencanakan sambutan yang akan kelasnya lakukan dihari kelulusan nanti. Sehingga mereka tidak melihat kejadian itu secara langsung melainkan diceritakan oleh Taeyeon setelahnya.

 

Flashback End

 

Jessika memang bisa menyembuhakan sakit hatinya karena dorongan dari teman-temannya namun tidak untuk rasa cintanya pada Kris yang sampai saat ini masih ada, Jessika bahkan selalu berusaha untuk mengetahui informasi tentang Kris dan akhirnya dia tau siapa Yeoja yang benar-benar Kris sukai.. ralat bukan sukai lagi tapi cintai, bagaimana Kris tidak benar-benar mencintai Yeoja itu sedangkan dirinya berani mengambil keputusan untuk melamar Yeoja itu disaat dirinya masih duduk disekolah menegah atas? Yeoja beruntung itu adalah teman masa kecil Kris. Jessika sudah berusaha menghilangkan jauh-jauh perasaannya tapi dirinya tau itu bukanlah hal yang mudah..

 

Jessika meneteskan air matanya lagi jika mengingat kenangan pahit itu, namun baru dirinya akan berbalik meninggalkan tempat itu. Kedua sisi tubuhnya dipeluk oleh kedua sahabatnya

 

“Jangan memikul beban ini sendirian, walaupun kami tidak melihat bagaimana kejadian itu tapi kami sudah cukup mendengar ceritanya dari Taeng. Jangan lupakan kami yang juga berada disisimu” ucap Yuri yang membuat Jessika tidak bisa menahan tagisannya

 

“Menagislah sampai Kau merasa tenang” ucap Tiffany seraya mengeratkan pelukannya

 

“Aku merindukannya” ucap Jessika disela tangisannya

 

“Maksudmu Kris ? bukankah kita masih satu universitas, Kau bisa melihatnya sepuasmu walau tidak memilikinya” ucapan Tiffany ini membuat Jessika menjitak kepalanya

 

“Bukan dia tapi Taeyeon” ucap Jessika yang membuat Tiffany murung seraya mengelus-elus kepalanya

 

“Nado” ucap Yuri dan Tiffany bersamaan

 

Yaaa… memang di tiga tahun belakangan ini banyak yang terjadi, adanya hubungan Sehun dan Yuri, Jessika yang menyatakan cinta namun ditolak oleh Kris dan Taeyeon ? dia pergi ke Jepang untuk melanjutkan kuliahnya sendirian.. efek sakit hati yang membuat Taeyeon memutuskan meninggalkan korea, sakit hati yang Taeyeon alami tidak sama seperti yang Jessika alami. keduanya memang sama-sama mengalami sakit hati namun tidak dengan apa yang Taeyeon rasakan karena baru pertama kali jatuh cinta harus mengalami pahit bahkan sangat pahitnya patah hati.

 

Bagaimana dengan Tiffany dan Chanyeol ? mereka sangat langgeng.. bahkan rencananya setelah lulus kuliah mereka akan langsung menikah..

 

Flashback

 

“Aku menyukaimu, jadilah Yeojachinguku”

 

Ucapan Sehun itu masih tergiang jelas dibenaknya… padahal sudah satu minggu yang lalu namun Yuri belum saja melupakan kejadian itu, dimana Sehun menyatakan cinta padanya dan dirinya menolak tanpa memberikan alasan pasti. Sungguh dihatinya Sehun sudah memiliki posisi tersendiri, posisi dimana Minho yang sebelumnya tempati, bahkan Sehun memiliki posisi jauh diatas Minho. Namun dengan alasan tidak ingin bahagia diatas penderitaan sahabatnya, akhirnya Yuri menolak Sehun tentunya Sehun tidak tau alasan itu.

 

Setelah kejadian itu Yuri terlihat lebih pendiam tidak seperti biasanya dan selalu menghindar jika berpapasan dengan Sehun. Seperti saat ini, dimana dirinya ingin menyusul Taeyeon diperpustakaan namun ketika melihat Sehun didepan pintu perpustakaan, dirinya lebih memilih untuk kembali ke kantin menemui Tiffany dan Jessika.

 

“Hey…” tegur Taeyeon saat ini, dimana kelas sudah kosong dan menyisakan empat orang sahabat didalamnya

 

“Wae ?” balas Yuri singkat

 

“Aku tau, perihal Sehun yang menyatakan cinta padamu dan Kau tolak” ucapan Taeyeon ini membuat Yuri membulatkan matanya lebar sedangkan Tiffany dan Jessika tak kalah terkejutnya karena mereka baru tau akan hal itu.

 

“Yak! Mengapa Kau tidak memberitahu kami ? Kau anggap kami apa, heuh ?” sunggut Tiffany tidak terima

 

“Pantas saja aku perhatikan Kau selalu menghidari Sehun” tambah Jessika

 

“Sudahlah, kejadian itu sudah satu minggu yang lalu dan itu bukan hal yang penting” ucap Yuri yang membuat ketiga sahabatnya terdiam sesaat

 

“Aku tidak menerima alasan. Seharusnya Kau menceritakannya pada Kami” ucap Tiffany kesal

 

“Oke, Aku minta maaf. Jadi jangan bahas masalah ini lagi yaa.. Ayo kita pulang” ucap Yuri setelahnya mengambil langkah untuk keluar kelas

 

“Jika ini karena Aku, Kau seharusnya tidak perlu menutupinya bahkan sampai menyangkal perasaanmu” ucapan Taeyeon ini sukses membuat Yuri kembali membalikkan badannya ke arah Taeyeon

 

“Tolong jangan menyiksamu, Aku tau Kau memiliki perasaan yang sama pada Sehun, jadi jangan mengenyampingkan perasaanmu itu karena kondisiku saat ini. Itu membuatku menjadi sahabat yang egois” ucap Taeyeon seraya menitikan air matanya merasa bersalah sedangkan Tiffany dan Jessika yang mengerti maksud Taeyeon hanya diam membisu

 

“Sungguh jangan salahkan dirimu Taeng, Ini semua keputusanku bukan karenamu” ucap Yuri yang saat ini sudah berkaca-kaca

 

“Jangan berbohong karena Kau tidak bisa berbohong didepan kami” ucap Jessika kali ini membuat Yuri terdiam

 

“Aku tau maksudmu Yul, bahkan Aku pun pernah sempat berfikir untuk mengakhiri hubunganku dengan Chanyeol tapi Taeng akan membenciku jika Aku melakukannya” ucap Tiffany teringat dimana dirinya sudah bulat mengakhiri hubungannya dengan Chanyeol namun dengan lantangnya Taeyeon berucap “Jika Kau mengakhiri hubunganmu dengan Chanyeol karenaku, Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai sahabatku lagi, bahkan Aku tidak mau melihatmu lagi”.

 

“Aku mohon pada kalian semua, jangan menjadikanku penghalang untuk jalan cinta kalian masing-masing. Itu membuatku seperti seorang sampah dipersahabatan kita ini” ucap Taeyeon yang saat ini sudah tidak bisa menahan tangisnya

 

“Jangan berkata seperti itu, Kau bukan sampah. Kau adalah sahabat terbaik yang kita miliki” ucap Yuri seraya memeluk Taeyeon diikuti oleh Tiffany dan Jessika

 

“Benar kata Yuri” ucap Tiffany yang sudah ikut meneteskan air mata

 

“Sekali lagi Kau berucap dan menyamakan dirimu dengan sampah, Aku tidak akan memaafkanmu” ancam Jessika namun tidak dengan raut mukannya yang ikut sakit melihat sahabatnya terluka

 

“Oleh sebab itu, kalian tidak boleh membatasi diri kalian pada orang-orang yang kalian cintai” ucap Taeyeon disela tangisannya dan dibalas anggukan kepala oleh Tiffany, Jessika dan Yuri seraya mempererat pelukannya pada Taeyeon

 

“Sudahlah, lebih baik Kau cepat menemui Sehun, Kasian dia pasti sudah lama menunggumu di tempat parkir” ucap Taeyeon setelah melempaskan pelukannya pada Yuri

 

“Dia menungguku ? jangan bilang ini semua karena—-” ucapan Yuri disela oleh Taeyeon “Yaa.. tapi sayangnya memang benar Sehun yang menceritakan masalah kalian berdua dan Aku patut berterimakasih padanya” dan Yuri hanya mengumpat Sehun dalam hatinya

 

“Jangan mengumpatnya karena dia melakukannya demi mengetahui isi hatimu yang sebenarnya” ucap Taeyeon dibalas cengiran oleh Yuri yang saat ini menghapus jejak air matanya diikuti oleh Tiffany dan Taeyeon yang menghapus jejak air mata mereka

 

“Oke, semangat Yul!” ucap Jessika dibarengi oleh gengaman tangan Tiffany pertanda sama untuk memberikan semangat pada sahabatnya

 

“Terimakasih, kalian benar-benar sahabat terbaikku dan Aku mencintai kalian” ucap Yuri seraya memeluk singkat ketiga sahabatnya yang saat ini memberikan senyum lebar mereka

 

“Ingat traktir kita” ucap Jessika ketika Yuri sudah berada diambang pintu kelas

 

“Ne, sepuas kalian” teriak Yuri yang dibalas kekehan Taeyeon, Jessika dan Tiffany. Dan diam-diam Taeyeon menghembuskan nafas lega merasa beban dipundaknya terangkat sedikit

 

 

Setelah berlari cukup cepat akhirnya Yuri tiba ditempat parkir, namun sosok Sehun yang ingin dia temui tidak terlihat, sampai tepukan dipundaknya membuat Yuri membalikkan tubuhnya

 

DEG

 

Sehun berada tepat di hadapannya dengan raut wajah dinginnya, “Mencariku ?” tanya Sehun mengembalikan kesadaran Yuri yang sempat terkejut

 

“Mmm.. Itu, Aku— pernyataan itu—Kau– Sungguh” dan Yuri benar-benar merutuki dirinya sendiri yang terbata seperti ini

 

“Katakan dengan jelas atau Aku akan pergi” ancam Sehun yang membaut Yuri menarik nafas dalam

 

“……….” tidak ada balasan dari Yuri yang membuat Sehun memutuskan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yuri

 

“Jawabanku minggu lalu tidak seperti yang kau bayangkan, minggu lalu aku salah memberimu jawaban” ucap Yuri lantang yang membuat Sehun menghentikan langkahan kakinya dan berbalik

 

“Aku juga menyukaimu” cicit Yuri pelan dan seketika pipinya merona

 

“Apa katamu ? Aku tidak mendengarnya” ucapan Sehun ini membuat Yuri semakin merona malu

 

“AKU JUGA MENYUKAIMU !!!” teriak Yuri yang dibalas senyuman singkat oleh Sehun yang saat ini sudah berada tepat dihadapan Yuri

 

“Arra” ucap Sehun dan setelahnya memeluk Yuri tentunya dengan senang hati Yuri membalasnya

 

Dilain tempat, Taeyeon, Tiffany dan Jessika yang melihat pemandangan seperti itu langsung bersorak gembira

 

“Siapa yang mau makan ice cream diujung jalan sekolah?” tanya Taeyeon tiba-tiba

 

“AKU !!!” seru Tiffany dan Jessika yang membuat Taeyeon menutup segera mulut kedua sahabatnya itu karena tidak mau menganggu moment Yuri dan Sehun

 

“Aku yang traktir kali ini” ucapan Taeyeon ini disambut dengan teriakan oleh Jessika dan Tiffany yang lagi-lagi membuat Taeyeon menutup kedua mulut sahabatnya namun disertai dengan death glarenya yang membuat Jessika dan Tiffany menunjukkan cengiran bersalahnya

 

Flashback End

 

Yaaa… begitulah awal cerita Yuri dan Sehun, berbeda dengan Jessika dan Kris yang tidak berjalan mulus.

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

In Airport

 

“Dia benar-benar… setelah satu bulan tidak ada kabar sekarang dengan beraninya mengirim chat seperti itu” geram Jessika namun tidak dipungkiri dirinya begitu bahagia

 

“Setuju, Aku sampai tidak peduli baju apa yang Aku kenakan sekarang” gerutu Tiffany yang saat ini masih mengenakan baju tidur yang pastinya berwarna pink

 

“Ishhhh.. Lama sekali, sebenarnya dia naik apa ?”

 

“Yaaa.. Yuri-ah, Sekarang Kita di Airport dan Kau bertanya dia naik apa ? Jangan bilang Kau masih berada dibawah alam sadarmu” sindir Jessika yang disambut kekehan Tiffany

 

“Hahahaha.. biasa efek senang berlebihan” tawa Yuri

 

Jadi apa yang menyebabkan mereka terburu-buru ke Airport dipagi hari ini? sampai salah satu dari mereka masih mengenakan baju tidurnya ? Sebuah chat.. Yaa… hanya sebuah chat dan itu membuat mereka terburu-buru menuju Airport.. Chat singkat yang mengundang kebahagiaan tersendiri

 

` Hai Girls .. Merindukanku ? 15 menit lagi in Incheon Airport `

 

“Apa dia mengerjai kita?” celetukan itu berasal dari Tiffany

 

“Mungkin, eommonim dan haraboeji juga tidak terlihat menjemputnya” ucap Yuri menyetujui

 

“Sejak kapan dia menjadi seseorang yang jail….” ucap Jessika terdiam sesaat “Setidaknya dulu sebelum semua itu terjadi” lanjut Jessika membuat Yuri dan Tiffany terlihat murung

 

Namun hanya sesaat karena celetukan dari seorang anak kecil menyadarkan mereka “Appa !!! bogoshipo… mana oleh-oleh ku dari Jepang ?” ucap Namja kecil itu yang saat ini berada dipelukan Appanya

 

Sebenarnya yang menyadarkan mereka bukan karena kebersamaan anak dan ayahnya melainkan SEJAK KAPAN PEMBERITAHUAN PESAWAT DARI JEPANG SUDAH SAMPAI DIUMUMKAN ???

 

Dan lihatlah mereka, mereka saat ini sedang sibuk memantau satu per satu orang yang mulai terlihat dari balik pintu transparan itu.

 

“Sebenarnya dimana anak itu” gumam Jessika disela-sela pencariannya

 

“Ommo.. Taeng… disini !!” pekik Tiffany yang pertama kali menyadari sosok seorang Kim Taeyeon yang sudah tiga tahun ini tidak bertemu. Pekikkan itu disambut dengan senyuman penuh rindu dari Taeyeon

 

“Aku merindukan kaliannnnnn !!” seru Taeyeon seraya memeluk satu per satu sahabatnya, sedangkan yang dipeluk malah terlihat sibuk dengan presepsi mereka masing-masing

 

“Kalian tidak merindukanku ?” tanya Taeyeon dengan nada kesal

 

“Benarkah Kau Kim Taeyeon ? uri Taeng ?” tanya Jessika tiba-tiba yang disambut kekehan sesaat dari Taeyeon

 

“Memang ada berapa sahabat kalian yang bernama Kim Taeyeon ?” tanya Taeyeon seraya menaikkan satu alisnya

 

“Hanya satu” jawaban polos dari Tiffany ini membuat Taeyeon terkekeh “Tapi perubahanmu itu membuat Kita sedikit tidak percaya” lanjut Tiffany yang membuat Taeyeon memperhatikan penampilannya

 

Jelas saja sahabatnya terkejut bahkan tidak percaya akan sosok Kim Taeyeon. Rambut pirang diatas bahu, dres putih diatas lutut yang melekat pas ditubuhnya, higheels putih yang membungkus kakinya. Sejak kapan seorang Kim Taeyeon menjadi sedewasa ini ?

 

“Sudahlah, kalian akan terbiasa” ucap Taeyeon menanggapi dengan senyuman

 

“Mmm.. lebih dari itu, apa Kim Taeyeon kita yang dulu sudah kembali ?” tanya Tiffany hati-hati yang membuat senyum diwajah Taeyeon memudar dan hal itu membuat Jessika dan Yuri menatap Tiffany dengan pandangan ‘Bukan saatnya menanyakan hal itu’

 

Namun jawaban dari Taeyeon membuat mereka bertiga tersenyum senang

 

“Tentu”

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

“Jadi bagaimana kehidupanmu disana ?” tanya Yuri tiba-tiba memecahkan keheningan, saat ini mereka berempat berada dikamar Taeyeon, tepatnya berada diatas ranjang Taeyeon sedangkan Taeyeon sibuk mengamati kamarnya yang sudah tidak dia jumpai selama tiga tahun itu.

 

“Semuanya baik, teramat baik” jawab Taeyeon namun tidak mengalihkan pandangannya dari objek didepannya

 

“Bisakah Kau menceritakannya dengan detail bukan garis besarnya saja” ucap Tiffany yang saat ini sedang memeluk salah satu boneka milik Taeyeon

 

“Aku lebih penasaran cerita kalian, Apa benar Kau akan menikah dengan Chanyeol ?” ucap Taeyeon mengalihkan pembicaraan

 

“Kata siapa ? kita bahkan belum lulus kuliah” ucap Tiffany mengelak namun pipinya merona

 

“Jinjja ? sepertinya benar” ucap Taeyeon menggoda Tiffany yang membuat Tiffany semakin merona

 

“Daripada itu lebih baik Kau tau tentang ini” ucapan Tiffany itu membuat Taeyeon penasaran dan mendekat pada Tiffany yang berada di dashboard ranjang.

 

“Yuri kemarin bahagia sekali karena berhasil membuat Sehun cemburu” pekik Tiffany yang membuat Taeyeon tertawa

 

“Jinjja ?” tanya Taeyeon pada Yuri namun yang dia lihat tatapan datar Yuri

 

“Kau mengalihkan pembicaraan” ucap Yuri masih dengan tatapan datarnya

 

“Bagaimana kehidupanmu disana ? benarkah semua baik-baik saja ? tiga tahun kita berpisah dan Kau sama sekali tidak bercerita mengenai kehidupanmu terkecuali masalah kuliahmu, alasanmu selalu saja tidak ada waktu untuk bercerita pada kita karena terlalu panjang untuk diketik atau terlalu lama untuk diucapkan ditelfon” ucap Jessika panjang lebar yang membuat Tiffany merutuki kebodohannya yang sempat terkecoh oleh Taeyeon

 

“Kau bahkan menolak jika kita bertiga atau salah satu dari kita mengunjungimu disana, Kau selalu menolak jika libur semester kembali ke Seoul” ucap Yuri

 

“Aku mengatakan yang sebenarnya, disana semuanya baik teramat baik” ucapan Taeyeon ini membuat Jessika ingin melayangkan protesnya

 

Hanya hatiku yang tidak” merenung, itulah yang dilakukan ketiga yeoja itu ketika Taeyeon melanjutkan ucapannya.

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

 

“Yeoboseo” suara Tiffany menyapa seseorang diseberang sana

 

“……………..”

 

“Mian Yeolie, saat ini aku sedang bersama Taeng, Yuri dan Sikka”

 

“…………….”

 

“Iya, Taeng baru saja tiba di seoul beberapa jam yang lalu jadi jangan menungguku dirumah karena ku pastikan kami akan menghabiskan waktu bersama”

 

“……………”

 

“Aku dan yang lain sedang mencari baju dan pernak-pernik”

 

“…………….”

 

“Ayolah, berhenti bersikap cemburu seperti itu. Tidak ada Namja disini !” pekik Tiffany dan berujung dengan perdebatan kecil diatara mereka, beruntung Tiffany sudah menganti pakaian tidurnya dengan pakaian pemberian Taeyeon, jika tidak ? pasti Tiffany terlihat lucu berdebat dengan menggunakan pakaian tidur berwarna pink.

 

 

Taeyeon yang mendengar perdebatan sepasang kekasih itu hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, betapa protektifnya Chanyeol terhadap sahabatnya itu.

 

Merasa tidak ada barang yang menarik hati, akhirnya Taeyeon memilih keluar dari toko itu berniat menunggu para sahabatnya saja yang saat ini sedang asik mengomentari beberapa baju yang digenggamnya, terkecuali Tiffany yang saat ini sedang menahan emosi untuk seseorang diseberang sana.

 

Taeyeon menghebuskan nafas sesaat ketika mengingat peristiwa dikamarnya tadi, saat sahabat-sahabatnya dengan kebaikan mereka tidak ingin Taeyeon larut akan masa lalunya dan secara serempak mengajaknya menghabiskan waktu bersama hari ini.

 

Padahal Taeyeon sudah membeli oleh-oleh untuk mereka, baju pun tidak tertinggal sebagai salah satu oleh-oleh darinya dan mereka sangat menyukai oleh-oleh dari Taeyeon tapi sekarang ? mereka mencari baju lagi ? heuhh…

 

“Hey Girls, cepatlah ! perutkku sudah lapar” teriak Taeyeon yang saat ini sudah masuk ke toko itu lagi dan membuat sahabat-sahabatnya mengalihkan objek dari setiap barang yang berada digengaman mereka ke arah Taeyeon

 

“Sejak kapan Kau berada diluar ?” tanya Tiffany yang membuat Jessika dan Yuri menganggukan kepala mereka pertanda mereka pun tidak menyadari kapan Taeyeon keluar dan tiba-tiba sudah masuk lagi

 

“Kalian terlalu fokus pada benda-benda mati itu sehingga melupakan Aku” ucap Taeyeon seraya menampakan raut kesalnya dan itu membuat Jessika, Yuri dan Tiffany tersenyum geli “Apa perasaannya sudah lebih baik?

 

“Eyy.. bukan karena kita yang terlalu fokus pada barang-barang disini tapi dirimu lah yang keberadaannya tidak disadari” dan ucapan Jessika ini membuat Yuri dan Tiffany terkekeh

 

“Mwo ? Apa maksudmu?” tanya Taeyeon tidak terima tanpa memperdulikan dirinya yang masih berada didepan pintu dapat menghalangi pelangan yang ingin berkunjung

 

“Benar juga, satu bulan tidak ada kabar dan tiba-tiba Kau meminta kita ke airport beberapa menit lagi ? sungguh keberadaanmu tidak disadari” ucap Yuri membuat Taeyeon mendelikkan matanya

 

“Kejutan. Itu namanya kejutan!” pekik Taeyeon yang tanpa disadarinya membuat beberapa penjaga toko disana memandangnya heran.

 

“Sudahlah, Aku tunggu kalian lima menit didepan. Jika kalian terlambat satu mili detik pun, Aku akan meminta kalian mentraktirku semua jajanan di sepanjang Cheongdamdong ini” ucap Taeyeon dan setelahnya pergi yang membuat para sahabatnya menggeleng-gelengkan kepala mereka

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

“Mereka bilang apa ? keberadaanku tidak disadari ? memang Aku seseorang dari planet luar?” gumam Taeyeon yang saat ini sedang memakan ice cream yang baru dibelinya tadi, Taeyeon tidak menepati ucapannya untuk menunggu para sahabatnya di depan toko melainkan dirinya memutuskan mencari jajanan dulu untuk mengganjal perutnya

 

BRUK

 

“Yakkk !! Mengapa Kau menabrakku ! memang keberadaanku tidak Kau sadari apa ?” pekikan Taeyeon keluar otomatis ketika dirinya yang sedang menikmati ice creamnya tidak sengaja ditabrak oleh seseorang dan itu membuat Taeyeon tersungkur kedepan dengan posisi wajah menimpa ice cream dan sungguh wajah Taeyeon saat ini tertutupi oleh cream yang berwarna-warni itu

 

Berbagai umpatan Taeyeon tujukan untuk orang yang tadi menabraknya, bayangkan saja setelah menabrak, orang itu bukannya membantu Taeyeon berdiri dan meminta maaf malah tetap berjalan dengan ponsel ditelinganya, Taeyeon yang saat ini telah mengubah posisinya menjadi dudukpun segera mengenyahkan ice cream yang menempel diwajahnya dengan tangan kosong.

 

“Ommo.. Taeng, kenapa kau berantakan sekali ?” tanya Yuri yang entah darimana telah berada disisi kanan Taeyeon dan tidak menunggu waktu lama Jessika dan Tiffany pun menghampiri mereka,

 

“Kau tau, Kita seperti orang gila yang mencarimu” ucap Jessika dengan nada khawatir. mereka segera mencari keberadaan Taeyeon ketika tidak menemukan gadis itu didepan toko

 

“Ulurkan kedua tanganmu” ucap Tiffany yang segera dituruti oleh Taeyeon kemudian Tiffany membersihkan kedua tangan Taeyeon dengan tissue yang diambilnya dari tas hitam selempang keluaran Channel miliknya itu.

 

“Aku tidak akan tersesat dikota kediamanku ini, kalian sungguh berlebihan” ucap Taeyeon namun tidak memungkiri dirinya begitu senang diperhatikan seperti itu.

 

“Bagaimana kita tidak khawatir sedangkan keadaanmu seperti ini, kau sungguh masih kekanakan diumurmu yang menginjak ahjumma ini” ucapan Jessika ini membuat Taeyeon mendecakan bibirnya kesal.

 

“Biarkan saja wajahnya seperti itu, terlihat lucu” ucap Yuri disertai kekehan ketika Tiffany hendak membersihkan wajah Taeyeon

 

“Yaak!” pekik Taeyeon disambut kekehan dari para sahabatnya itu, namun setelahnya Tiffany segera menghapus jejak cream yang menghiasi wajah sahabatnya itu.

 

“Cha, kita ke caffe itu dan Kau harus jelaskan semuanya dari awal sampai keadaanmu tragis seperti ini” ucap Tiffany terlalu berlebihan menurut Taeyeon ketika mengatakan kata tragis

 

“Tapi sebelum Aku menceritakan itu, Aku akan membersihkan wajahku dulu dengan air karena jujur saja wajahku terasa lengket sekali” ucap Taeyeon seraya bangkit dibantu sahabat-sahabatnya

 

In Caffe …

 

“Jika, Aku tahu siapa orang itu, sudah habis dia ditanganku” ucap Yuri ketika Taeyeon selesai menceritakan kejadian tadi

 

“Sebelum Kau menghabisinya, sudah kuhabisi dia jika saja wajahnya ku ketahui” ucap Taeyeon membara karena jujur saja kedua lututnya juga berdenyut nyeri saat ini, mungkin efek jatuhnya tadi baru terasa namun tidak dia beritahukan pada sahabat-sahabatnya itu

 

“Ehhh… Ini juga salahmu sendiri yang pergi entah kemana, membuat kita khawatir” ucap Jessika ini membuat Taeyeon tersenyum kaku

 

“Mian, kalian lama sekali, jadi ku putuskan jalan-jalan sebentar dan yaaa.. itu semua terjadi” ucap Taeyeon mendengus kesal

 

“Lagipula jalan tadi terlalu sepi, sampai-sampai tidak ada yang menolongmu. Beruntung orang itu hanya tidak sengaja menabrakmu, bagaimana jika orang itu jahat. Aku yakin Kau saat ini tidak ada bersama kami dalam keadaan yang lumayan baik ini” ucapan Yuri bernada rendah ini membuat Taeyeon seketika bergidig ngeri

 

“Oke.. Stop! Aku tau tindakanku salah dan cukup jangan menakut-nakutiku” ucap Taeyeon dengan muka pias nya, membayangkan dirinya yang disekap ditempat terpencil, tidak diberi makan, disiksa dan kedua orangtuanya yang diminta uang tebusan membuat Taeyeon mengeleng-gelengkan kepalanya, ingin pikiran negatif itu enyah dari pikirannya.

 

“Hey ! Kau terlalu berlebihan, jangan berfikir yang tidak-tidak. Lihat sekarang, Kau baik-baik saja dan masih bersama kami bahkan sebentar lagi kita akan mengisi perut kita dengan makanan itu tandanya Kau aman” ucap Jessika seraya mengusap punggung Taeyeon memberi kehagatan seorang sahabat disaat seperti ini sangat membantu dan tentunya Taeyeon merasa lebih baik

 

“Dan Kau, jangan menakutinya !” ucap Jessika pada Yuri yang hanya dibalas senyuman kikuk

 

“Bukannya menakuti tapi Kau juga akan khawatir kan jika terjadi sesuatu pada Taeng” ucapan Yuri ini membuat Jessika terdiam sesaat, dirinya pun tidak mau jika terjadi sesuatu pada Taeng atau salah satu dari sahabatnya itu

 

“Kalian, Aku sangat menyayangi kalian!” ucap Taeyeon yang sudah kembali ceria, sungguh dirinya sangat senang mengetahui seberapa dalam sahabat-sahabatnya itu peduli padanya, perasaan bersalah pun hinggap sesaat ketika dirinya ingat bagaimana selama tiga tahun ini sahabat-sahabatnya ingin bertemu dengannya namun dirinya dengan berbagai macam alasan menghalangi mereka

 

“Nado !!!” ucap Jessika yang saat ini memeluk Taeyeon sedangkan Yuri perlu pindah tempat dulu baru bisa leluasa memeluk sahabatnya itu, tapi ada satu yang kurang.. dimana sahabatnya yang satu lagi ??

 

“Fanny lama sekali, apa memesan makanan harus selama ini?” ucap Yuri yang membuat Taeyeon dan Jessika menganggukan kepalanya bertanda setuju

 

“Mungkin dia bertemu namja tampan” celetukan Taeyeon ini membuat Jessika mengeleng-gelengkan kepalanya

 

“Tapi dia tidak akan berpaling dari Chanyeolnya itu” ucap Jessika yang dibalas anggukan kepala dari Yuri yang saat ini sudah kembali ketempat duduknya

 

“Sudahlah… daripada penasaran lebih baik Aku menyusulnya” ucap Taeyeon dan setelahnya berlalu menuju cassa, caffe ini mempunyai dua lantai yang masing-masing memiliki dekor yang berbeda. Dirinya dan sahabat-sahabatnya memilih lantai dua karena terkesan paling nyaman dari lantai satu dan itu menyebabkan Taeyeon harus ke lantai satu karena cassa berada dilantai satu.

 

Setelah berhasil ke lantai satu, pandangan Taeyeon langsung teralihkan ke arah Tiffany yang benar saja dirinya saat ini sedang berbincang akrab dengan seseorang yang berada di sampingnya, Taeyeon tidak mengetahui namja disebelah sahabatnya itu karena mereka berdua membelakangi dirinya, namun ketika Taeyeon menyipitkan kedua matanya.

 

“Hey ! Penabrak tidak tau malu” ucapan Taeyeon itu membuat Tiffany yang mengetahui jelas suara Taeyeon segera mengalihkan pandangannya, sedangkan seseorang disebelah Tiffany –yang dimaksud oleh Taeyeon- tidak menyadari kata-kata itu dimaksudkan untuknya

 

“Taeng” sapaan Tiffany ini membuat seseorang yang berada disampingnya segera mengalihkan pandagannya bermaksud memastikan, benarkan itu sosok Yeoja yang sudah lama tidak dia temui

 

“Apa Kau kenal dengan orang itu ? Dia yang menabrakku tadi, aku ingat pasti jaket yang dia kenakan” ucapan Taeyeon ini membuat Tiffany tidak mengerti, pasalnya setelah memasuki caffe, Tiffany segera memesan makanan dan belum sempat mendengarkan penjelasan mengapa Taeyeon jatuh tadi. Sedangkan Namja disamping Tiffany yang pada awalanya tersenyum senang melihat Taeyeon. Segera memudarkan senyuman itu terbukti dengan dirinya yang saat ini mengerutkan keningnya binggung pertanda dia tidak mengerti maksud ucapan Taeyeon

 

Menyadari Tiffany yang tidak tau permasalahannya, Taeyeon pun menjelaskan “Aku tadi terjatuh gegara Namja itu yang menabrakku, jangankan membantuku berdiri, meminta maafpun tidak diucapkannya dan tetap asik dengan ponselnya itu” Jelas Taeyeon pada Tiffany namin Namja disamping Tiffany merasa tersindir dengan ucapan Taeyeon itu

 

“Mian, Aku tidak tau jika Aku menabrakmu Taeng, sungguh tadi Aku terburu-buru ingin menemui seseorang” penjelasan itu keluar begitu saja dari Namja yang saat ini ditatap begitu tajam oleh Taeyeon

 

“Sebelumnya, Apa Aku mengenalmu ? mengapa Kau mengucapkan sapaan yang terdengar akrab?” tanya Taeyeon yang dibalas dengan Tiffany dan Namja itu yang saat ini saling menatap

 

…………………….

 

“Pantas saja Aku tidak mengenalimu, Kau cukup berbeda” cicit Taeyeon yang saat ini sudah berkumpul lengkap dengan para sahabatnya ditambah satu-satunya Namja disampingnya itu

 

“Tidak masalah” ucap Namja itu seraya terkekeh sesaat

 

“Jika Aku tidak satu universitas dengannya, Aku juga pasti sama sepertimu yang tidak mengenalinya” ucap Jessika yang dibalas anggukan dari Yuri dan Tiffany

 

“Benarkah Kau baik-baik saja ? Aku sungguh merasa bersalah” ucapan Namja itu ditujukkan oleh Taeyeon yang saat ini tersenyum canggung. Bagaimana tidak canggung jika bertemu lagi dengan mantan namja yang pernah singgah dihatinya

 

“Sungguh Aku baik-baik saja, Maaf yang tadi membentakmu Kai” ucap Taeyeon tersenyum tanda dia baik-baik saja.

 

“Kau pantas membentakku, seharusnya Aku lebih berhati-hati” ucap Kai singkat yang membuat Taeyeon menggaruk tengkuknya pertada gugup.

 

“Kapan Kau tiba di Seoul ?” tanya Kai yang membuat Taeyeon mengurungkan niatnya yang ingin menyeruput lemon tea nya.

 

“Tadi pagi” balas Taeyeon singkat

 

“Ekhmmm.. sepertinya kita terabaikan” ucap Jessika yang disetujui oleh Yuri dan Tiffany

 

“Apa maksud kalian ?” tanya Taeyeon yang merasa tidak nyaman dengan kata-kata Jessika, mungkin sedari tadi Taeyeon memang terfokus pada Kai tapi bukan berarti dia mengabaikan sahabat-sahabatnya

 

“Dan mana ucapanmu tadi yang –katanya, ingin menghabisi orang yang menabrakmu itu ?” ucapan Yuri ini membuat Taeyeon menampakan cengiran tanpa makna

 

 

 

Sungai Han..

 

Semilir angin menerpa wajah Taeyeon yang saat ini berdiri didepan pembatas pagar sungai itu. Ini semua disebabkan oleh para sahabatnya yang tiba-tiba ingin pulang setelah selesai makan di caffe tadi dan dengan tiba-tiba pula Kai hendak mengantar Taeyeon pulang, awalnya Taeyeon menolak namun Kai bersikeras ingin mengatarkannya pulang. Katanya sebagai tanda permintaan maafnya karena tidak sengaja menabrak Taeyeon tadi, terkesan seperti alasan belakan namun Taeyeon akhirnya menyetujuinya

 

Ditengah jalan tiba-tiba Kai menanyakan apakah dirinya ingin ke sungai han ? dan entah mengapa Taeyeon hanya menyetujuinya tanpa beniat menolah, mungkin dirinya merindukan salah satu tempat terkenal di kota itu.

 

Taeyeon masih menikmati keindahan sungai han sedangkan Kai yang katanya ingin membeli ice cream tidak tau mengapa belum juga kunjung kembali. Kai bilang dia akan membeli ice cream sebagai ucapan maaf karena membuat ice cream Taeyeon tadi tertimpa wajah Taeyeon.. sungguh Kai sosok Namja yang baik.

 

Seadainya Taeyeon tidak bertemu dan menaruh hatinya pada namja itu. Mungkin Taeyeon saat ini sudah merasakan hatinya yang berdesir, jantungnya yang berdetak tidak normal dan pipinya yang bersemu merah ketika berinteraksi dengan Kai, apalagi ditambah perubahan Kai yang semakin tampan dengan tubuh tegap berisi, wajah yang sudah semakin tampan dan sentuhan di rambut yang saat ini sudah berganti warna menjadi dark brown. Taeyeon yakin tidak bisa mengalihkan pandagannya dari sosok Kai itu.

 

Namun semua itu berubah, Yaahhh.. sangat amat berubah karena dia yang dengan tanpa rasa tanggung jawab meninggalkan Taeyeon dengan hati yang mulanya mulus menjadi retak disebagian sisinya…

 

Menyesal ? Apa Taeyeon saat ini menyesali keadaanya ? jawabanya tidak, karena bagi Taeyeon cinta dihatinya jauh lebih besar bahkan sanggup menambal keretakan disebagian sisi hatinya.

 

Taeyeon masih saja termenung mengingat kejadian tiga tahun lalu, manis cinta yang dia pernah rasakan dan pahitnya yang sampai saat ini belum terobati.

 

Oppa !!!” geraman itu terdengar tak asing bagi Taeyeon

 

Hahahaaha” kekehan seseorang itu entah mengapa membuat Taeyeon segera mengalihkan pandagannya yang mulanya menatap sungai han menjadi mengedarkan pandangannya ke berbagai penjuru, langkah demi langkah pun Taeyeon rajut diantara banyaknya orang yang berlalu lalang di tempat itu.

 

Menyebalkan, seharusnya aku tidak perlu mengajakmu berjalan-jalan” ucap Yeoja itu lagi yang entah mengapa sangat jelas ditelinga Taeyeon yang masih mencari sosok itu padahal banyakanya orang yang berlalu lalang disana seharusnya membuat Taeyeon tidak mendengar pasti ucapan orang itu.

 

Namun yang dia dengar hanya kekehanlagi sebagai balasan dari Yeoja itu. Taeyeon hafal suara kekehan itu walau sudah tiga tahun lamanya tidak terdengar, kekehan itu persis milik seseorang yang sudah lama dia rindukan, langkah Taeyeon pun semakin mantap ketika meyakini bahwa dia mungkin tidak salah orang.

 

Jangan marah, Oppa janji tidak meninggalkanmu lagi” sungguh satu tetes air mata Taeyeon jatuh ketika mendengar suara itu, pasti dia tidak salah orang, pemikiran itu Taeyeon kuatkan dengan langkahan kakinya yang semakin cepat menembus orang-orang yang berlalu lalang. Entah mengapa saat ini Taeyeon rasanya ingin berteriak “Menyingkir” pada semua orang yang seperti menghalangi jalannya ke arah suara itu.

 

Sungguh jangankan mengutakan kata itu, meringis saat dirinya jatuh pun Taeyeon tidak bisa.

 

“Jeosonghamnida aggashi” ucap seorang Namja yang tidak sengaja menabrak Taeyeon sehingga dirinya saat ini lagi-lagi terjatuh walau ditempat yang berbeda. Perih, itu yang Taeyeon rasakan dikedua lututnya, rasa perih diawal dirinya terjatuh pertama belum hilang ditambah saat ini dirinya terjatuh lagi.

 

Namja itu semakin merasa bersalah ketika melihat rauh wajah Taeyeon yang hendak menangis, “Saya benar-benar tidak sengaja, tolong jangan menangis” ucap Namja itu segera membantu Taeyeon berdiri

 

Ingin sekali Taeyeon berkata “Bukan.. Bukan karena itu” dan berteriak “TOLONG MENYINGKIR DARI HADAPANKU” tapi itu semua tidak bisa Taeyeon utarakan, dirinya lebih memilih mengedarkan pandagannya mencari sosok tabu yang dia rindukan tadi.

 

Tidak Taeyeon pedulikan Namja yang tadi menabraknya masih mengatakan ucapan maafnya dan menawarkan bantuan, saat ini yang Taeyeon pedulikan hanya dimana orang itu ?

 

Dengan jalan yang sedikit terseok, Taeyeon pun kembali mencari sosok yang entah dimana, rupanya seperti apa, mengunakan pakaian apa namun kekehan dan nada suaranya itu membuat Taeyeon ingin sekali menemukan orang itu.

 

Sampai dirinya menemukan Yeoja dan Namja yang saat ini sedang berpelukan, tidak peduli dia menganggu waktu namja itu atau tidak, Taeyeon segera memantapkan langkah kakinya lagi seraya masih menahan perih dikedua lututnya.

 

Senyum Taeyeon pun tidak dapat disembunyikan walau air mata sudah mengalir begitu saja,

 

Taeyeon menarik nafas dalam sebelum dengan beraninya tangan kananya menepuk pundak Namja yang masih berpelukan itu.

 

“Nde ? Ada apa aggashi ?” dan balasan dari Namja itu membuat Taeyeon mencelos dan segera membungkukkan badannya dalam mengatakan “Jeosonghamnida.. saya pikir anda seseorang yang saya kenal” ucap Taeyeon yang membuat Namja itu segera melepaskan pelukannya pada Yeoja dihadapannya dan setelahnya memperhatikan penampilan Taeyeon saat ini

 

Dress biru langit yang Taeyeon kenakan sudah sedikit kusut, rambut yang sudah tidak tertata rapih, kedua lutut yang terlihat terluka walau tidak parah tapi untuk seukuran Yeoja pasti itu perih, genggaman kuat ditas selempang Taeyeon menandakan Taeyeon sangat amat merasa gugup telah salah orang

 

“Tak apa, tapi apa anda baik-baik saja aggashi ?” tanya Namja itu yang membuat Taeyeon tersenyum sesaat “Saya baik-baik saja, Saya pamit jika begitu” ucap Taeyeon dan membungkuk sekilas namun belum sampai Taeyeon membalikan tubuhnya suara Yeoja yang tadi dipeluk namja tadi menghentikannya

 

“Ommo, ini sapu tangan siapa ?” ucap Yeoja itu setelah memunggut sapu tangan disebelah kaki kananya itu dan berkat suara dari Yeoja itu Taeyeon benar-benar yakin dirinya salah orang karena suara Yeoja yang tadi dia dengar bebeda dengan suara Yeoja yang berada dihadapannya

 

“Mungkin milik orang lain yang tidak sengaja jatuh, buang saja” ucap Namja itu yang membuat Yeoja itu hendak membuangnya ditempat sampah yang terletak beberapa langkah dari mereka saat ini

 

“Permisi, bisakah saya lihat sapu tangan itu” ucap Taeyeon yang langsung saja membuat Yeoja itu memberikannya

 

Taeyeon meneliti sapu tangan yang tidak asing baginya itu dan seketika raut bahagia pun terlihat diwajah sendunya

 

Sapu tangan itu memiliki rajutan berbentuk huruf L.

 

“Ini berhaga untukku” ucapan itu Taeyeon utarakan sama seperti halnya dia yang pernah mengucapkan kata-kata itu.

 

“Kalau begitu, Kami pergi dulu agasshi, semoga Kau dapat bertemu dengan orang yang Kau maksud secepatnya” ucapan Yeoja itu seraya tersenyum dan dibalas dengan senyuman bahagia dari Taeyeon.

 

`Aku harap juga begitu`

 

Tapi dimana orang itu ? mengapa hanya sapu tangan yang Taeyeon dapati? sungguh Taeyeon merasa kesal pada namja yang tadi menabraknya, ingin sekali Taeyeon berteriak diwajah namja itu. Jika Taeyeon tidak tertabrak pasti Taeyeon menemukan orang itu. Sungguh Taeyeon yakin orang itu benar-benar ada disekitarnya tadi.

 

Tak kuat menahan perih dikedua lututnya akhirnya Taeyeon memilih mendudukan dirinya ditempat duduk tak jauh dari tempatnya berdiri.

 

Benarkah tadi itu dirimu?sungguh mendengar suara itu membuatku yakin kau berada disekitarku tadi, apalagi dengan sapu tangan ini yang aku yakin milikmu karena rajutan ini masih sangat ku kenal. Jika dirimu tadi berada disekitarku, apakah itu pertanda kau akan kembali lagi padaku? tapi mengapa kau tidak memberiku kabar?

 

Taeyeon kembali merenung dan tetap memegang kuat sapu tangan digengamannya,

Tapi setidaknya Taeyeon perlu bernafas lega karena tadi salah orang, bayangkan saja jika namja tadi benar orang itu? apa yang akan Taeyeon lakukan melihat orang yang masih sangat dicintainya berperlukan dengan seorang yeoja? mungkin sisi retak dihati Taeyeon akan meluas dan akhirnya pecah ruah..

 

Membayangkan itu semua, membuat Taeyeon sesak seketika

 

Bagaimana jika dia sudah memiliki kekasih? tiga tahun bukan waktu yang sebentar dan mungkin saja dia sudah mendapatkan tambatan hatinya, ataukah dia pergi tiba-tiba meninggalkanku karena mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dariku? jika itu benar, mengapa tidak mengatakannya langsung? mengapa tidak mengatakannya langsung padaku?

 

Sungguh Taeyeon sekarang dilanda rasa khawatir tingkat tinggi, tiga tahun berlalu tapi Taeyeon baru memikirkan perkiraan itu, lalu apa yang membuat Taeyeon sedih tiga tahun ini ? itu karena dirinya kehilangan sosok orang yang dia cintai tanpa mau tau alasan apa yang memungkinkan membuat sosok itu pergi.

 

`Jika benar dia meninggalkanmu karena memiliki seseorang yang lebih dia cintai, dan mengatakannya langsung padamu, apa Kau akan menerima begitu saja ? melepaskan cintamu ? Kau sangat naif Kim Taeyeon. Jelas saja jika alasan itu yang membuat dia meninggalkanmu, pastinya Kau akan memohon agar dia selalu berada disampingmu dan tidak meninggalkanmu` pikir Taeyeon dengan kegusaran hatinya.

 

Taeyeon pun akhirnya meneteskan lagi air mata yang sempat menyurut tadi, sungguh hatinya sakit, pilu tiada tara jika memikirkan tentang dia.

 

 

“Taeng.. Taeng !!!!” sapaan suara dengan nada khawatir itu membuat Taeyeon mengalihkan pandangannya dan tepat setelah itu sosok Kai yang menenteng dua ice cream yang sudah meleleh menghampirinya

 

“Kau kemana saja ? tak taukah bagaimana khawatirnya Aku akan dirimu yang tiba-tiba menghilang ? Aku tidak bisa menghubungimu dan entah dimana harus mencarimu, sudah berulang kali Aku melewati tempat yang sama dan pada akhirnya Aku menemukanmu disini, ditempat yang jauh dari tempat awal kita datang kesini” ucap Kai tanpa jeda padahal dirinya baru saja lari-lari mencari Taeyeon tapi bisa mengatakan kalimat panjang itu ?

 

Taeyeon hanya menundukkan kepalanya, merasa bersalah. Bahkan dirinya lupa jika dia sedang bersama Kai tadi. Ponsel nya memang masih diprogram mode pesawat sehingga dirinya sudah pasti tidak bisa dihubungi, bahkan tadi pun teman-temannya tidak bisa menghubunginya saat dirinya meninggalkan para sahabatnya.

 

dia benar-benar memporak-porandakan kehidupan Kim Taeyeon

 

“Maafkan Aku, sungguh Aku tidak bermaksud membuat dirimu kesal seperti itu, ini memang salahku” ucap Taeyeon dan Kai baru sadar bahwa Taeyeon saat ini sedang menagis,

 

“Jangan menangis, Kau salah. Aku bukan kesal padamu tapi Aku menghawatirkanmu” ucap Kai yang saat ini sudah duduk disebelah Taeyeon dengan tangan yang masih memegang kedua ice cream itu

 

Taeyeon sangat bersyukur karena memiliki orang-orang yang menyayanginya, seharusnya Taeyeon tidak jatuh terpuruk seperti ini karena mereka pasti akan selalu menjadi sandaran Taeyeon. Tapi, bukankah cinta itu sangat ajaib ? seajaib bagaimana Kau bisa mengenal cinta, seajaib itu juga bagaimana cinta menghancurkanmu.

 

Bukannya orang-orang yang disampingmu tidak bisa membuatmu bertahan tapi ini masalah yang beda, cinta yang dalam itu tidak akan dengan mudahnya terobati walau itu didukung oleh orang-orang disampingmu.

 

“Sakit” ucapan Taeyeon itu membuat alis Kai berkerut tanda binggung, tidak mengerti maksud Taeyeon

 

“Apa maksudmu ? dimana yang sakit” tanya Kai yang sudah berada didepan Taeyeon dengan satu kaki tertumpu ditanah

 

“Ommona,, kedua lututmu terluka, apa ini akibat dari Aku yang menabrakmu tadi ?” tanya Kai khawatir yang membuat Taeyeon mengeleng

 

“Tadi Aku tertabrak orang lagi dan lututku jadi seperti ini” ucap Taeyeon yang sudah menghapus jejak tangisannya

 

“Pegang kedua ice cream ini, biar Aku carikan obat dulu” ucap Kai tanpa menerima bantahan yang akan keluar dari Taeyeon

 

Kai, seandanya dia tidak datang, akankah Aku bahagia denganmu ?

 

Sosok Kai akhirnya terlihat lagi setelah beberapa menit pergi, sesampainya Kai dihadapan Taeyeon. Kai pun segera memposisikan dirinya seperti sebelumnya dengan salah satu kaki dia tumpukkan ditanah

 

“Tidak ada obat disekitar sini jadi Aku membelikan air putih untuk menetralisir lukamu dulu, nanti jika sudah sampai rumah, obati dengan antiseptik, arra ?” ucap Kai yang dengan sigapnya sudak mengaliri luka Taeyeon dengan air putih yang baru dibelinya

 

“Arra” balas Taeyeon singkat dengan senyuman terpancar dari wajahnya

 

“Tidak ada perban, padahal Kakimu perlu ditutup agar tidak ada debu yang menempel” ucap Kai seraya pandagannya teralihkan ke kanan ke kiri mungkin ada sesuatu yang bisa dia gunakan untuk penganti perban. Kai tidak habis pikir, bagaimana toko apotek terdekat tutup dihari secerah ini ? dan tidak ada tempat yang dia datangi menjual obat luka ataupun perban ?

 

“Apa itu sapu tanganmu ?” tanya Kai yang pandagannya menelisik ke sapu tangan yang masih digengam Taeyeon, Taeyeon yang ditanya seketika binggung hendak menjawab apa

 

“Mmmm…” gumam Taeyeon yang membuat Kai gemas

 

“Sudahlah, biarkan sapu tangan ini menjadi perban untuk sementara, nde ?” tanya Kai yang membuat Taeyeon mengangguk ragu

 

“Sapu tangan ini cukup panjang tapi hanya ada satukah ? jika hanya ada satu lebih baik dibagi dua saja agar—” ucapan Kai yang saat ini sedang membentangkan sapu tangan itu terpotong oleh Taeyeon

 

“Jangan !” pekik Taeyeon dengan menyilangkan kedua tangannya

 

“Wae ?” tanya Kai dengan alis yang berkerut dan setelahnya rajutan dengan inisial L terlihat jelas disapu tangan itu

 

“Apa ini milik orang yang berna—” ucapan Kai terpotong lagi oleh Taeyeon

 

“Aku membawa sapu tanganku, jadi ada dua” ucap Taeyeon dan setelahnya mengambil sapu tangan dari tas selempangnya, Kai yang merasa Taeyeon tidak mau mengungkit nama pemilik sapu tangan yang berada digengamannya pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya

 

“Nde” balas Kai singkat

 

 

 

Beberapa saat kemudian……………

 

“Gomawo” ucap Taeyeon ketika Kai selesai mengikatkan kedua sapu tangan ke kedua lutut Taeyeon, dan saat ini mereka berdua sedang memakan sisa-sisa ice cream yang tadi dibeli Kai

 

“Tak masalah, Kau jadi seperti brandalan saja” ucap Kai dan setelahnya terkekeh yang membuat Taeyeon mempoutkan bibirnya pura-pura kesal

 

“Yaaa.. Kau benar, Aku beradalan baru yang sudah memiliki luka dikedua lutut” ucapan Taeyeon ini pun membuat kekehan Kai semakin menjadi

 

“Tapi brandalan mana yang begitu lucu ketika mempoutkan bibirnya?” tanya Kai yang membuat Taeyeon tersenyum sesaat

 

“Aku brandalan modern, bahkan Aku membuat trend baru dengan luka yang disimpul oleh sapu tangan” ucap Taeyeon dengan senyum percaya dirinya. Lihatlah Taeyeon saat ini, jika tiga tahun lalu saat dirinya masih menyukai Kai, pastinya Taeyeon akan tersipu malu mendengar ucapan Kai tadi, tapi sekarang ? tidak ada.

 

Lagi-lagi semua karena dia.

 

“Ne.. ne…” balas Kai yang saat ini entah mengapa merasa cukup senang karena melihat Taeyeon seperti itu. Kai harus akui jika Taeyeon yang sekarang sudah sedikit berubah, dengan pakaian yang sudah terlihat lebih dewasa walau tidak terbuka, tubuh yang cukup ideal –tak melihat tinggi, dan wajah yang sudah jauh lebih cantik. Tapi hatinya bukan milik Kai, Kai sudah cukup sadar diri, walau tak bisa dipungkiri rasa untuk Taeyeon masih ada. Sosok dia belum bisa digantikan atau Taeyeon tidak berniat mengantinya ? Yaa.. Kai cukup tau permasalah Taeyeon dengan namja itu tapi dirinya tak akan mengungkit hal itu terkecuali Taeyeon yang memulai, dan Kai yakin hal itu tidak akan terjadi.

 

“Apa Kau memiliki kekasih ?” pertanyaan tiba-tiba dari Taeyeon ini membuat Kai merasa canggung

 

“Siapa orang itu ? ceritakan padaku” ucap Taeyeon lagi yang membuat Kai membuang mukanya, bukan berarti dirinya tidak punya hanya saja dirinya belum bisa melupakan seseorang yang saat ini menanyakan pertanyaan seperti itu padanya

 

“Ani” balas Kai singkat dan disambut kekehan dari Taeyeon

 

“Jangan bilang Kau tidak laku ?” pertanyaan Taeyeon yang terdengar akrab ini membuat Kai pura-pura kesal.

 

“Jujur, walau ini terdengar konyol tapi Aku masih belum bisa melupakanmu sepenuhnya” ucapan Kai ini membuat Taeyeon termangu sesaat. Taeyeon tidak akan mengatakan Kai konyol karena dirinya saja belum bisa melupakan orang yang dia cintai, orang yang meninggalkan dirinya tanpa ada alasan dan membuat hubungan mereka tidak pasti

 

“Mmm.. Kita sama-sama terjebak diantara perasaan ini, Aku tidak menyangka Kau masih memiliki perasaan padaku. Tapi Aku yakin Kau pasti bisa melupakanku, jujur saja. Aku memaksamu melupakanku, walau ini terdengar jahat tapi Aku tidak ingin menyakiti perasaanmu” ucap Taeyeon tanpa melihat wajah Kai, Kai yang secara tidak langsung mendapatkan penolakan untuk yang kedua kalinya hanya tersenyum kecut

 

“Arra, tapi perkataanmu itu membuatku sakit untuk kedua kalinya” ucap Kai dengan wajah pura-pura kesal yang dibalas kekehan kecil oleh Taeyeon

 

“Jangan menyesal telah menolakku” celetukan Kai itu membuat Taeyeon berfikir sesaat

 

“Mungkin Aku akan menyesal tapi Aku akan jauh lebih menyesal jika Kau sakit untuk kesekian kalinya olehku” ucapan Taeyeon itu membuat Kai tersenyum lembut, dia tidak salah menyukai seseorang yang memiliki hati yang begitu halus.

Kai tau maksud dari perkataan Taeyeon itu, bila Taeyeon memaksakan diri menerima Kai, itu malah akan membuat Kai jauh lebih sakit karena Kai hanya memiliki pengakuan Taeyeon tapi tidak dengan hatinya

 

“Jadi kita akan bersama-sama keluar dari perasaan itu ?” tanya Kai yang membuat Taeyeon lagi-lagi terdiam sesaat

 

“Bukan kita, tapi Kau sendiri yang harus keluar karena Aku belum bisa”

 

Atau tidak bisa

 

Jelas Taeyeon tidak bisa karena dirinya belum mengetahui status hubungannya sediri seperti apa sedangkan Kai sudah jelas dirinya tidak bisa bersama Taeyeon dan perasaanya untuk Taeyeon pun tidak seperti dulu, tidak sedalam dulu.

 

“Aku yakin Kau akan menemukan kebahagiaanmu” ucap Kai tulus yang disambut senyuman tak kalah tulusnya dari Taeyeon

 

“Aku juga yakin Kau akan menemukan kebahagiaamu, bagaimana dengan gadis bernama Soo Hyun itu ?” pertanyaan Taeyeon itu membuat Kai lagi-lagi membuang wajahnya ke samping

 

“Untuk apa Kau menyebut nama gadis menyebalkan itu” ucapan sinis dari Kai ini membuat Taeyeon terkekeh. Dirinya tau jika Kai didekati oleh Soo Hyun, sepupu dari orang yang dia rindukan. Darimana dia tau ? jelas saja dari para sahabatnya yang sesekali meng-gossip.

 

“Menyebalkan ? Kau harusnya beruntung memiliki seseorang yang sangat tulus menyukaimu, bagaimana jika tiba-tiba Soo Hyun tidak mengikutimu lagi ? atau bagaimana jika Soo Hyun memiliki seseorang yang lebih dia sukai darimu ? Kau rela, Yeoja manis itu hilang dari jangakauanmu ?” ucapan Taeyeon itu membuat Kai mendecakkan bibirnya

 

“Silahkan saja, mungkin hidupku akan lebih bahagia. Dan perlu Kau tau, dia tidak akan mengikutiku terus, buktinya dia saat ini tidak terlihat”

 

“Mungkin ? memang mungkin hidupmu akan lebih bahagia tapi tidak menutp kemungkinan hidupmu akan terasa hampa, Kau tau jika saat ini dia tidak terlihat disekitarmu berarti tanpa sadar Kau mulai memperhatikannya” ucapan Taeyeon ini membuat Kai segera melahap habis ice cream digengamannya dan tindakan Kai itu membuat Taeyeon tidak bisa menahan kekehananya

 

“Jangan menertawakanku. Habiskan saja ice cream mu itu” ucap Kai dengan mulut penuh akan ice cream itu

 

“Ne.. ne… tapi Kau harus ingat perkataanku tadi” ucap Taeyeon dan setelahnya melahap habis ice cream yang sedari tadi digengamanya

 

“Apa Kau berniat kembali lagi ke negeri sakura itu ?” pertanyaan Kai itu membuat Taeyeon mengalihkan pandagannya pada Kai

 

“Pasti, Kau kan tau Aku belum lulus” balas Taeyeon mantap

 

“Maksudku, apa Kau akan tinggal disana setelah kuliahmu selesai ?” pertanyaan Kai ini membuat Taeyeon termenung sesaat

 

Apa dirinya akan menetap di Jepang ? disana dia cukup memiliki teman-teman yang baik tapi tidak bisa dibandingkan dengan sahabat-sahabatnya disini, tapi menetap disini masih cukup sulit untuk Taeyeon, apalagi jika bukan karena dia.

 

“Aku masih belum tau”

 

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

 

“Gomawo Kai” ucap Taeyeon ketika dirinya telah turun dari kendaraan beroda dua milik Kai

 

“Cheomman” balas Kai singkat

 

“Lututku sudah jauh lebih baik jadi jangan menatapnya seperti itu” ucap Taeyeon ketika menyadari pandangan Kai dikedua lututnya.

 

“Arraseo” ucap Kai seraya mengangguk-anggukan kepalanya

 

“Kukembalikan mantelmu ini” ucap Taeyeon seraya mengembalikan mantel milik Kai, memang dirinya mengunakan mantel berwarna hitam itu untuk menutupi bagian yang terkespos.

 

“Hal ini mengingatkanku akan kejadian tiga tahun lalu, saat itu kita ke tempat reuni bersama, sebelumnya kita ke sungai han dan berfoto ria disana lalu sampai ditempat reuni dengan keadaan yang sedikit berantakan karena merebutkan foto kita, dan pulang dari tempat reuni tidak langsung pulang malah ke kedai ice cream dulu” jelas Kai membuat Taeyeon teringat kenagannya dulu, Taeyeon tidak akan melupakan kejadia itu, dimana dirinya saat itu sangat bahagia.

 

Tapi kenagan itu pun membuat Taeyeon teringat dengan sosok namja yang dulu menunggu Taeyeon pulang dan terlihat tidak senang dengan kedekatannya dengan Kai, ditambah namja itu dihari yang sama saat Kai mengecup keningnya, namja itu pun merebut first kiss nya dan menghapus kecupan Kai.

 

Taeyeon yang mengingat itu segera mengalihkan pandangannya berharap mungkin saja dia berada disekitarnya lagi saat ini, mengingat Kai yang berada dihadapannya. Seperti dulu, saat dia cemburu pada Kai.

 

Tapi hanya hembusan angin dimalam itu yang terasa dan keadaan sepi yang terlihat, Kau sungguh menyedihkan Kim Taeyeon.

 

Mengapa Kau membuatku selalu mengingatmu

 

“Gwenchana ? Kau baik-baik saja kan Taeng ?” tanya Kai yang membuat Taeyeon tersadar akan lamunannya

 

“Ne, apa Kau masih menyimpan foto itu ?” tanya Taeyeon tiba-tiba yang membuat Kai tersenyum

 

“Tentu saja, apa Kau membuangnya ?” tanya Kai

 

“Tentu saja tidak. Itu kenang-kenaganku dengan orang yang kusuka pertama kalinya” ucap Taeyeon tanpa sadar membuat Kai megacak rambut Taeyeon gemas

 

“Yaa.. orang yang sama yang saat ini berada dihadapanmu” ucap Kai yang membuat Taeyeon sadar dirinya telah lepas kontrol dan seketika perasaan malu pun timbul

 

“Mmm.. Aku masuk dulu yaa” ucap Taeyeon kikuk yang membuat Kai terkekeh pelan

 

“Taeng” sapaan itu membuat Taeyeon yang sudah pergi beberapa langkah, mengalihkan pandagannya lagi dan saat ini dirinya mendapati Kai yang tepat berada dihadapannya

 

“Mungkin ini terlambat tapi selamat datang di Seoul” ucap Kai dan setelahnya memeluk Taeyeon, Taeyeon yang awalnya terkejut lama kelamaan membalas pelukan itu

 

“Lagi-lagi Aku harus mengucapkan terimakasih padamu, Kai” ucap Taeyeon yang saat ini menutup matanya

 

“Kau harus berjanji Kau akan bahagia dengan atau tanpanya, Aku melepasmu bukan untuk melihatmu jatuh seperti ini” ucap Kai yang membuat Taeyeon entah mengapa tidak dapat menahan tangisnya

 

“Aku tau perasaanmu seperti apa, Aku juga mengalaminya. Dan itu benar-benar sakit, jadi marilah kita bangkit bersama, walau ini sulit untukmu tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Jangan takut terjatuh untuk mencoba karena banyak orang di sampingmu seperti saat ini, saat Kau terjatuh Kau memiliki alasan untuk tetap berdiri walau itu sakit”

 

“Menangislah jika Kau ingin menangis, marahlah jika Kau ingin marah, berteriaklah jika itu membuatmu nyaman jangan memendamnya sendirian, perhatikan orang-orang disekitarmu yang selalu mencoba untuk membuatmu kembali ceria”

 

“Aku tidak memaksamu untuk melupakan orangitu. tapi Kau harus ingat, jika Kau terus menerus sakit, orang-orang di sekitarmu juga akan sakit, walau mereka tidak mengutarakannya padamu karena tidak ingin membuatmu khawatir” dan ucapan Kai ini membuat Taeyeon benar-benar menumpahkan air matanya

 

Ini terlalu sakit untukku Kai, bahkan Aku pindah ke Jepang agar setidaknya saja tidak mengingat sakit ini tapi itu hanya sia-sia pada akhirnya sakit ini aku bawa lagi ke seoul, disini pun sakit itu malah menjadi, aku tidak ingin semua orang sakit karena melihat keadaanku ini. Aku sudah mencoba agar terlihat baik-baik saja tapi orang-orang terdekatku masih tidak bisa terkecoh akan hal itu. dan saat ini dirimu pun sudah tau aku tidak sekuat itu. Apa cinta sesakit ini? Apa ini cinta ? atau hanya bayangannya saja ?” ucap Taeyeon pedih

 

Aku sadar, Aku salah bertindak seperti ini tapi Aku pun tidak mau, ini hal baru untukku mengenal cinta dan aku tidak punya persiapan apa-apa untuk menghadapinya, bahkan ini sudah tiga tahun berlalu tapi aku tidak bisa. Jangankan membencinya yang meninggalkanku tanpa alasasan, melupakannya saja aku tidak bisa. Aku takut, sangat takut jika apa yang aku rasakan tidak bisa aku atasi. Sungguh, aku ingin berteriak aku membencinya karena membuat hatiku retak tapi aku tak bisa, karena cintaku jauh lebih bisa menambal keretakan itu. aku rasa aku sudah gila” lanjut Taeyeon

 

Kai yang mendengar bagaimana sakitnya Taeyeon hanya bisa mengelus punggung Taeyeon mencoba membuat seseorang yang disayanginya ini tenang

 

“Sekali lagi, jangan mencoba melupakannya tapi luapkan emosimu seperti ini, hal ini sudah cukup membuat orang-orang terdekatmu senang bukannya menutupi itu semua dengan senyuman palsumu” ucap Kai yang membuat Taeyeon mengangguk-anggukan kepalanya

 

“Nde, Aku memang tidak akan mencoba melupakannya tapi Aku akan lebih terbuka pada orang-orang yang ku sayangi” ucap Taeyeon yang saat ini sudah melepaskan pelukannya pada Kai

 

“Ya, Aku mendukungmu !” ucap Kai yang saat ini menghapus air mata dipipi Taeyeon

 

“Ucapan terimakasih saat ini bahkan tidak cukup untuk kebaikanmu itu, apa yang harus aku lakukan untuk membalasnya ?” tanya Taeyeon yang tampak sudah jauh lebih baik

 

“Bahagia.. hanya itu mauku” dan dengan secepatnya Taeyeon kembali memeluk Kai, Kai cukup terkejut akan tindakan Taeyeon namun juga membalas pelukan itu

 

“Aku menyayangimu, jadilah sahabatku” ucap Taeyeon yang dibalas kekehan oleh Kai

 

“Aku pikir Kau akan berubah pikiran tapi kalimat akhirmu itu sungguh memperjelas status kita” ucap Kai yang Taeyeon yakin itu hanyalan ucapan candaan

 

“Maumu” ucap Taeyeon yang sudah melepaskan pelukannya diikuti Kai

 

“Tanpa Kau minta, Aku akan menjadi sahabatmu.. Yaa, memiliki sahabat seorang yeoja terlebih itu mantan seseorang yang Kau sukai terdengar cukup menarik” ucap Kai yang membuat Taeyeon terkekeh

 

“Jadi Kau benar-benar sudah melupakanku ?” gurau Taeyeon

 

“Aku kan sudah mengatakannya tadi, Kau hanya belum sepenuhnya Aku lupakan” jelas Kai yang membuat Taeyeon mengangguk-anggukan kepalanya

 

“Arraseo.. Ku harap Soo Hyun bisa membuatmu lepas dariku sepenuhnya”

 

“Ucapanmu itu terdengar seperti usiran untukku, dan mengapa harus Soo Hyun ? banyak Yeoja disana yang jauh lebih baik darinya” ucap Kai seraya mencebikkan bibirnya. Masih tidak Kai tau, mengapa Taeyeon seakan tidak mempersalahkan masalah Soo Hyun ? bukannya Soo Hyun itu sepupu dari orang yang dia cintai ? tapi Taeyeon tidak membuat rasa sakitnya menjadi alasan untuk membenci Soo Hyun karena beberapa tahun yang lalu Taeyeon sempat menanyakan keberadaan orang yang dia rindukan itu pada Soo Hyun tapi Soo Hyun tidak mengetahuinya.

 

“Walau Aku tidak mengenalnya dengan baik tapi Aku yakin dari cerita sahabat-sahabatku jika Soo Hyun benar-benar tulus padamu. Sekarang jujur padaku, apa tidak ada perasaan sedikit saja untuknya ?” Pertanyaan Taeyeon diakhir itu membuat Kai entah mengapa gugup tak jelas

 

“Lebih baik Kau masuk rumahmu, ini sudah terlalu malam” ucap Kai seraya mendorong Taeyeon masuk ke area rumahnya

 

“Yakk.. Yakkk ! Aku bisa sendiri, dan tindakanmu itu malah membuatku semakin yakin jika Kau benar-benar memiliki perasaan pada Soo Hyun walau baru sedikit” ujar Taeyeon yang tak digubris oleh Kai yang saat ini sudah memakai helm nya kembali.

 

 

~Kau harus tau dia sangat sakit~

 

……………………………………}What Is Love ?{……………………………………

 

Taeyeon masih duduk ditepi ranjangnya, menatap kedua lututnya yang masih terlilit oleh kedua sapu tangan, di lulut kirinya dililit sapu tangan miliknya sendiri dan di lutut kananya sapu tangan milik seseorang yang entah mengapa membuat Taeyeon jadi ragu, benarkah sapu tangan itu milik seseorang yang dia rindukan?

 

Dulu dia yang menyampul lukaku dengan sapu tangannya, tapi tadi Kai yang melakukannya.

 

“ssssshhhhh” erang Taeyeon ketika melepaskan lilitan sapu tangan itu dan setelahnya dia berikan obat antiseptik dan perban yang dia ambil di dapur tadi sebelum ke kamarnya. Beruntung kedua orangtuanya sudah tidur jadi mereka tidak akan mempersalahkan kedua lutut Taeyeon itu.

 

Sungguh Aku akan mencoba merelakanmu jika Kau memang bukan untukku, tapi satu harapanku.. temui Aku satu kali saja, tidak lama pun tidak apa, beberapa menit saja tidak apa-apa.. Bukan, bukan beberapa menit.. satu menit saja tak apa, dan satu menit itu akan ku buat untuk mengutarkan hatiku betapa

 

 

Aku mencintaimu Xi Luhan

 

 

 

 

TBC

 

Oke, dengan perasaan gak enak. Akhirnya author kirim sebagian part 11 ini. Gak bisa ngomong banyak yang jelas makasih buat yang masih sedia menunggu kelanjutan ff ini.

 

Part 11 emang rencana awalnya bakal di protect tapi berhubung kelanjutan ff ini sedikit terabaikan akhirnya part nya di bagi dua biar readers tau kalau ff ini dilanjut.

 

Buat part b. Tetep di protect yaaa…

 

PASSWORD :

 

Seperti syarat sebelumnya dipart 10 kemarin, kalau pw bakal dikasih buat yang udah menghargai karya ini.

Cukup minta di :

 

E-mail : eonniumin@yahoo.com

FB       : eonniumin

 

Sertain Id Comment kalian yaaa…

 

Buat alesan kenapa diprotect dan bla bla bla, udah dijelasin di part sebelumnya kan ?

 

Jadi gak mau bahas lagi yaaa…

 

*Terimakasih buat readers yang masih setia sama ff ini dan mendukung karya fiksi ini*

*Aku sayang kalian*

Advertisements

92 comments on “[FREELANCE] What Is Love? (Chapter 11 A)

  1. Woooow akhirnya di post juga setelah berabad abad menunggu hhe.. asyik kalo WIL lanjut berarti MRIMFL bakal dilanjutin lagi ceritanya.. ga sabar Lihat HunTae yang udah makin dekat dan taeyeon yg sadar akan perasaannya .. eonnie ppali update soon hhe.. ditunggu cerita2 nya ya 😉

  2. Eonniii seriusann suka bangett sama ff inii 😂😂 sangat ditunggu next chapternyaa ya thorrr hehehe 😂 😂 😂

  3. setelah sekian lama akhirnya update juga,,,
    kamgen moment lutae,,,
    smga chap slnjutnya gk lama2 saeng,,
    fightaeng!!!

  4. Sekian lama nunggu, udh jamuran nih ff baru update.. But no ava ava..
    Ditunggu next chapnya Thor…

  5. Aihh gak ada LuTae moments nyaaa T_T .. kai baik bngt .. tp sayang rasa cinta taeng hanya untk luhan huhuhuu .. pls next partnya mnculin luhan thor ..
    Ini ff nya lama bngt updatenya T_T next nya lbh cpt dong
    heheheh
    next dtunggu yaa ^^

  6. Kasian tae eonni, chapter ini sedih bgt tae nya. 😱😢😢
    Suka kai, ngapa nggak sama kai aja. 😂😂
    Next ya. Fighting

  7. YALOORD SETELAH SEKIAN LAMA FF FAV INI DILANJUT JUGA PFTTT ini sedih bgt;( nextnya ditunggu thorr:D

  8. Thor lama bgt nih kagak nongol .
    Taeng kasian bgt ngegalau udeh 3thn lamany tapi Luhan menghilang entah kmna?? Luhan dimana sih ? penasaran bgt next chap keep writing and Fighting!!!
    Thor Ff SeYeon jg ditunggu penasaran thor nee^^

  9. Akhirnya nongol juga ni ff.. tapi ceritanya bagus banget!!!!!! Kangen Luhan Thor,, next chap banyakin moment LuTae yaa. BTW, seneng bgt sama Kai di chap ini. Next chap update soon ya!!

    FIGHTING!!

  10. akhirnyaaaaaaaaaaa dipost juga juga ff iniiiii. berarti MRIMFL bakal dipost jugaaaaa aaaaaa. luhan sebenernya dmn siiiiiii???? cepet baliklahhhh wkwkwk. okeee ditunggu buat next chapternya thorrr. hwaitingggggg!!!!!!!!!!

  11. Lama banget thor update nya, tp gag papa buat ff tuj emang sulit jd semngat ya thor….
    Next ditunggu semua ff author….

    Fighting

  12. Entah mengapa kalau aku ada diposisi taeyeon unnie pasti kerasa nyesek bgt-_- luhan nya tega bgtt sama taeyeon u,u ditunggu next chapternya thor hehe

  13. yaa ampun author ini ff, bener” menguras rindu, wwh pas udah dtg taeyeon malah gagal ketemu luhan’y, smoga aja di chapter slanjut’y mreka bakal ketemu dan happy story deeh 🙂 fighTaeng for next chapter author 🙂 :*

  14. Akhirnya update juga ,lama banget ya g ketemu ff ini,Luhan kmna sihh??knp gantungin taeyeon 😦 kan kasian ,duhh jdi g tega ama taeyeon 😦 ,duhh ini masih part a nya lg nihh,di tunggu part b nya ya,jgn lama” thor wk & btw boleh ya minta pw nya wk keep writing & imagine!! FIGHTING!!😍😍

  15. akhirnya update lagi… sekian lama menanti perjuangan author *plakk #terlalulebay :v
    ntuu luhan kemana? kasian uri taenggo
    cepet next chapter ya tor kasian taeng :’)

  16. sebenarnya luhan kemana ko gx ada kabar sedikit pun…

    kasian taeng sudah 3 thun tp gx bisa melupakan luhan

  17. kyaa ksian my eonni sbernanya si luhan itu kmana sih kox nggak nongol2
    maaf kak baru coment di chapter ini dan salam knal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s