Zuiver / Chapter 9

zuiver

Tittle : ZUIVER
Cast : Kim Taeyeon , Oh Sehun , Xi Luhan
Other Cast : Lay , Tiffany , Jessica
Genre : Romance , Marriage Life
Rate : PG 17
Lenght : Chapter , [ 27 Page , 5+ K ]
Author : DorkySong

Preview →   (Chapter 1)      (Chapter 2)     (Chapter 3)    (Chapter 4)     (Chapter 5)   (Chapter 6)   (Chapter 7 A)

(Chapter 7 B)    (Chapter 8)

⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓

ζζζ

WARNING..!! TYPO BERTEBARAN ALUR CERITA RUMIT

DON’T BASH DON’T PLAGIARISME
ff ini asli lahir dari otak saya , kritik dan saran sangat saya nantikan
^_^

.

.

∞∞∞∞∞∞ Ηα℘℘ϒ   ℜεαdιηg ∞∞∞∞∞∞

“Aku sudah menemukan Luhan.”

 
Sehun terdiam beberapa saat, mata tajamnya terpejam untuk sebentar. Helaan nafas berat terdengar seiring kelopak matanya yang terbuka. Dirinya menatap pada sosok Taeyeon dari balik jendela. Ada perasaan takut yang melingkupi perasaannya.

 
“Jelaskan lebih rinci tentang Luhan.” Perintahnya

 
“Jessica ada di balik semua ini.”

 
“Apa?”

 
“Kau pasti bingung, aku akan menjelaskan rinciannya setelah kau kembali ke Seoul.”

 
“Tidak bisakah kau menjelaskannya langsung padaku sekarang.”

 
“Maaf Sehun, ini terlalu rumit untuk dikatakan hanya melalui ponsel.”

 
“Baiklah.” Akhirnya ia memilih menyudahi, walau dalam hati ia begitu penasaran dengan yang dikatakan Baekhyun. Tentang Jessica yang menjadi dalang dari menghilangnya Luhan.

 
Selama ini yang Sehun tahu Jessica adalah sahabat istrinya. Lalu kenapa bisa ia terlibat? Apa yang terjadi sebenarnya. Apa ada penghianatan disini.

———————————–

“Kau menghubunginya?”

 

 
Pria cantik itu melempar ponselnya, menyandarkan tubuh lelahnya pada bantalan sofa. Mengambil posisi senyaman mungkin sebelum kembali membaca sebendel berkas.

 

 
“Yah.. seperti perintahmu.”

 

 
“Baguslah, buat Sehun mulai mencari tahu tentang kelicikan Jessica.” Pintanya antusias.

 

 
“Dulu kau begitu gencar merahasiakan semua ini, kenapa kau sekarang ingin Sehun tahu tentang Jessica? Apa rencanamu kali ini?” Baekhyun tak habis fikir dengan Pria di hadapannya saat ini. Beberapa kali ia mencoba mencari tahu motif yang sebenarnya namun tetap tidak pernah ada titik terang.

 

 
“Kau ingin tahu?” Tanyanya kemudian menyesap secangkir kopi buatan Baekhyun yang mulai mendingin.

 

 
“Lay Hyung. Kurasa Kau tidak akan semudah itu mengatakan alasanmu, terutama padaku.” Jawabnya tak yakin

 

 
“Hey.. Aku serius.”

 

 
“Baiklah katakan padaku alasanmu.”
Lay terkekeh, meletakkan kopinya yang hanya tersisa setengah pada meja tamu, menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.

 

 
“Alasannya adalah Taeyeon.”

 

 

————————————–

Baekhyun menggigit kukunya dengan gelisah, cerita Lay tadi terus menerus terngiang dikepalanya. Entah mengapa ia jadi takut dan ingin berhenti dengan permainan Lay yang ia anggap tak wajar.
Benar selama ini ia membantu Lay berbohong terutama pada Sehun, walau ia tidak tahu alasan Lay terus berbohong.

 

 

 
Untuk apa dan kenapa!

 

 
Selama ini Baekhyun hanya menerka – nerka saja, tak ia sangka ternyata dugaannya melesat jauh. Yang tidak Baekhyun mengerti mengapa bisa Lay setega itu?

 

 
Bukankah Lay adalah Kakak kandung Sehun?

 

 
Mengapa ia tega melukai adiknya sedemikian rupa.

 

 
“Hah…” Baekhyun mengusak rambutnya frustasi, ia bingung sekarang harus bagaimana, ancaman Lay padanya tadi begitu mengerikan untuk masa depannya.

 

 
“Sehun-ah.. Mianhae.”

 

 

_______________________

 
“Kau masih sama saja.”

 

 

 
Pria itu terkekeh, lantas berbalik arah. Mendudukkan dirinya pada kursi yang tak jauh dari tempatnya. “Cobalah hentikan bisnismu ini, jika kau mau bekerja sama denganku, maka aku akan membiarkanmu tetap hidup.”

 
“Maafkan aku, sebaiknya kau pergi dari sini.” Usirnya

 
“Ck… Kau benar – benar tak tahu diri.”

 
“Pergilah, bukankah aku sudah membayar hutangku padamu.” Ucapnya marah

 
“Yah… hasil dari kau menjual diri memang banyak menguntungkan. Ah aku punya ide bagaimana jika putrimu yang cantik itu ku jadikan pelacurku?”

 
PLAAKK

 
“Masih belum cukup kah kau menyiksaku? Apa masih belum cukup yang kulakukan selama ini?”
Pria itu mengusap pipinya yang merah, ia bangkit dan mendorong tubuh wanita paru baya itu kuat. “Kenapa kau begitu kesal dengan tawaranku? Aku sudah berbaik hati memberimu kesempatan untuk menebus dosamu pada keluargaku.”

 
“Kau bagai iblis Lay. Kau iblis” Makinya tak gentar

 
‘Hah.. Aku iblis? Jika aku iblis lalu kau dan putrimu apa? Ah…Kalian berdua sama – sama menjijikkan. Itupun jika kau sadar.”

 
“Aku akan memberimu satu kesempatan lagi, jika kau mau bekerja sama denganku maka aku akan melepaskan putrimu.” Tawarnya santai

 
“Aku tidak sudi.”

 
“Baiklah. Jika kau memang mau melihat putrimu yang sombong itu berakhir di tempat tidur, kurasa urusan kita selesai sampai disini. Selamat tinggal nyonya Lim Mei Zhuo.”

 
Lay beranjak pergi, menapakkan kaki jenjangnya keluar dari butik. Sejenak ia menghela nafas, tangannya merogoh ponsel yang sedari tadi bergetar.

 
Ekspresinya semakin datar setelah nama Sehun terpajang di layar panggilannya.

 
“Ada Apa Sehun-ah,” Sapanya

 
Terdengar suara Sehun yang tertawa. Ia sedikit mengernyit keheranan, mengapa adiknya ini tertawa.
“Kau sehat – sehat saja? Apa yang lucu?”

 
“Hahahaha.. maaf Hyung, Istriku benar – benar lucu sekali malam ini.”

 
Lay mengernyit “Euh.. Kau sedang menggodanya lagi?” Tebaknya

 
“Aku benar – benar gemas dengannya.”

 
Lay terdiam beberapa saat, samar – samar ia mendengar suara Taeyeon yang sepertinya tengah mengomel. Tanpa sadar Lay ikut tertawa.

 
“berhentilah menggodanya, kau seperti anak kecil.” Omelnya, kemudian berjalan menjauh dari area butik. Ia memilih duduk pada kursi yang disediakan di pulau jeju. Semilir angin malam terasa sejuk ia rasakan. Sejenak melupakan perasaannya yang kalut dan tak beraturan.

 
“Ya Hyung… Kalau kita sudah berkumpul aku jamin kau juga tidak tahan untuk tidak menggodanya.”
Lay tersenyum, “Dasar nakal. Jika sudah kembali ke Seoul aku akan menghajarmu.” Ancamnya

 
“Yak.. Yak… Hyung tega sekali denganku. Kalau begitu aku tidak akan pulang. Lihat saja!”

 
Lay tertawa terbahak – bahak, kembali mencibir adiknya itu hingga Sehun terus mengomel panjang lebar.
“Hyung kututup ya, aku akan menelfonmu lagi besok.”

 
“Ah tunggu sebentar, mengenai Lim….?”

 
“Hyung, kututup telfonnya, maaf.”

 
Pip

 
“Ck.. bocah ini tidak berani bertanya padaku. Hah… bodoh.”

 

Lay kembali menikmati semilir angin malam, rasanya sejuk terasa. Banyak hal yang ia fikirkan hingga otaknya serasa mau meledak. Ia tersenyum memandang kearah langit, tidak ada bintang disana melainkan hanya langit gelap pekat disertai gemuruh. Sepertinya akan hujan…..
Lay menghela nafas berat kemudian menghubungi pengawalnya.

 
“atur penerbangan ke Seoul malam ini.”

 

_________________________

Taeyeon terus menggerutu, wajahnya sudah merah mirip udang rebus, setiap kali Sehun terus menerus menggodanya tentang kejadian kemarin malam maka Taeyeon tak segan – segan melemparkan apa saja yang ada dihadapannya.

 
Suaminya itu terus menggodanya tanpa henti, tak jarang Taeyeon akan mengunci pintu kamar dengan Sehun yang ia tinggal diluar.

 
Ia kesal sekali! Sangat!

 
“Mau Lollipop lagi?” Tawarnya sembari terkekeh

 
“Diamlah, mulutmu itu benar – benar sudah kacau.” Makinya kesal

 
Sehun kembali terkekeh, ia memilih kembali fokus pada berita yang tercetak pada koran harian. Matanya bergerak teratur kekanan dan kekiri mengikuti baris demi baris kalimat.

 
Taeyeon meletakkan teh yang diminta suaminya itu ke atas meja, sejenak ia memandangi Sehun, tanpa sadar ia tersenyum, kenapa ia baru sadar kalau suaminya ini sangat teramat tampan. Bahkan dari samping saja wajah Sehun terlihat begitu sempurna. Mata, hidung, bibir semua begitu pas. Apa benar suaminya ini manusia? Jangan – jangan Sehun ini vampire?

 
Stupid..!

 
Pasti otaknya telah tercuci oleh drama – drama yang sering ia tonton.

 
“Kenapa?”

 
Taeyeon terkejut saat wajah Sehun berada di depannya, jantungnya kembali berdetak tak karuan, ia gugup! Sangat gugup.

 
“Kenapa memandangiku seperti itu? Apa kau terpesona olehku?” Tanyanya jahil

 
Taeyeon mendelik, “Ck.. Kau terlalu percaya diri sayang.”

 
Sehun diam dengan mata terbuka lebar, beberapa saat kemudian ia tersenyum lebar. “Akhirnya.”

 
“Eh..?”

 
“Akhirnya kau memanggilku sayang.” Ucapnya senang

 
Taeyeon diam sejenak, ia menatap Sehun dalam. ‘Yah… inilah dia Oh Sehun Suamiku’ . Hanya Oh Sehun, bukan yang lain. Sepertinya ia benar – benar bisa menerima Sehun sepenuhnya. Mengulas senyum semanis mungkin kemudian mengecup singkat pipi Sehun.

 
“Karena kau itu suamiku, makanya aku memanggilmu sayang.” Jelasnya tulus

 
Sehun terkekeh, ia mengetuk – ngetuk bibirnya “Yang disini juga mau.” Mintanya manja

 
“Ck.. Dasar.”

 
Cup

 
“Sudah.”

 
“Lagi, Lebih lama.”

 
“Sudahlah, aku mau mandi.” Tolaknya kemudian beranjak pergi.

 
“Ikut..”

 
“Tidak.”

 
“Jangan jahat padaku.”

 
“Biar saja.”

 
“Ayolah.”

 
“Tidak.”

 

……………………………………………………

“Anda masih ingat dengan saya?”

 
Tuan Kim tersenyum lantas mengangguk, menatap kepada pelayannya mengisyaratkan untuk membuatkan minuman sebagai jamuan untuk tamu.

 
“Aku benar – benar tidak menyangka kau adalah kakak Sehun.”

 
“Hahaha… Tuan menerima Oh Sehun tapi tidak tahu latar belakangnya? Wow… ini seperti bukan anda Tuan Kim.” Ucapnya dengan nada meremehkan.

 
“Yah.. semua orang bisa berubah.”

 
“Jadi apakah menolak saya merupakan sebuah perubahan seperti yang anda maksud?” Tanyanya mengintimidasi

 
“Dengar Lay, kau tahu sendiri waktu itu aku tidak bisa menerimamu karena penyakitmu. Apalagi status ibumu

sebagai tersangka pembunuhan. Aku tidak bisa melakukannya, kau tahu? Demi nama baik perusahaan.”

 
Lay berdecak, ia menatap tajam pada Tuan Kim. Dalam hati ia begitu marah sekali namun ia tidak bisa melakukan apapun saat ini. Ia harus menunggu.

 
“Lalu kenapa kau masih mau menerima Sehun? Bukankah dia adik dari anak seorang pembunuh?” Tanyanya memastikan.

 
Tuan Kim mendesah “Karena putriku menginginkannya.” Jawabnya tenang.

 
Obrolan keduanya terhenti sejenak ketika pelayan datang membawa dua gelas teh hangat.

 
“Silahkan dinikmati.” ucap pelayannya kemudian pergi kembali masuk ke dapur.

 
“Selama ini aku menahan diri untuk tidak menemui mantan tunanganku, tapi setelah aku mengetahui jika adikku sendiri menyukainya maka aku tidak bisa mengabaikannya. Apa lagi setelah aku tahu jika adikku banyak membantu perusahaanmu, bukankah kau sangat jahat? Kau menjadikan putrimu sebagai alat balas budi?”

 
Tuan Kim diam sesaat, matanya menyipit. Dahinya berkerut tanda ia berfikir. Benar juga yang dikatakan Lay, ia seperti menjadikan Taeyeon sebagai alat balas budi.

 
“Tapi aku agak bingung disini, kenapa kau tidak merebut putriku dari adikmu? Jika memang itu membuatmu merasa terkhianati?”

 
Lay menyeringai. “Karena dia adikku. Adik yang sangat ku sayangi.”

 
‘Sekaligus ku benci’ sambungnya dalam hati

 
“Ah.. Kau ternyata memiliki sisi yang baik.” Ejek Tuan Kim. “Apapun alasannya toh sekarang kita sudah menjadi satu keluarga sekarang.” Sambungnya

 
Tuan Kim meminum tehnya, ia juga menyuruh Lay untuk meminumnya juga. “Aku sempat terkejut setelah mendengar kenyataan bahwa Sehun adalah adikmu, awalnya aku mengira Sehun mendekati kami karena dirimu, namun melihat Sehun yang memang tidak tahu apapun. Aku jadi tidak mempermasalahkannya, Toh dia anak yang baik.”

 
Lay hanya tersenyum. “Baiklah, aku datang kesini sebagai walinya. Jadi kurasa tidak masalah. Mengenai Taeyeon aku sudah menganggapnya sebagai adik iparku sekarang. Yah.. walau sedikit terpaksa.”

 

 
Tuan Kim tersenyum ramah. “Yah.. Terimakasih atas kebesaran hatimu.”

 

 

 

——————————————

“Maaf Nona, ini benar – benar di luar perkiraanku.”

 

 
Jessica menggebrak meja kerjanya, wajahnya merah menahan amarah yang teramat besar. “Apa saja pekerjaanmu? Bagaimana bisa kau kehilangan Luhan? Dasar bodoh.” Bentaknya

 
Yang dibentak hanya mampu diam membisu dengan kepala yang menunduk. Kedua orang yang di perintahkan untuk mengawasi Luhan itu hanya bisa menyesali kecerobohan mereka.

 
“Kalian benar – benar tidak berguna, aku tidak perduli apapun yang terjadi kalian harus menemukan Luhan.” Perintahnya

 
“Baik Nona, saya akan mencarinya.”

 
“Pastikan kalian benar – benar menemukannya, kalau tidak kalian bisa ucapkan selamat tinggal untuk kehidupan kalian.” Ancamnya.

 
Kedua pria itu mengangguk penuh ketakutan, sebelum akhirnya meninggalkan ruangan.

 
“TIDAK BERGUNA….”

 
Jessica mengusak rambutnya kasar, ia benar – benar frustasi.

 
“Maaf Nona, saya harus menyampaikan hal penting.”

 
Jessica menatap anak buahnya tajam, dalam hati ia bertanya kiranya ada apa lagi. “Ada apa?”

 
“Saya mendapat kabar jika ibu anda….”

 
“Ibuku? Apa maksudmu?”

 
“Beliau meninggal hari ini.”

 
“Apa…?”

…………………………………………….

Jessica diam membeku, wajahnya pucat pasi begitu ia berdiri disamping jenazah ibunya. Kain putih yang menutupi tubuh ibunya itu ia sibak. Matanya membelalak begitu mengetahui seluruh tubuh ibunya itu gosong.

 
“Butik ibu anda terbakar semalam, petugas pemadam kebakaran sangat kualahan dengan kobaran api yang begitu besar. Dan setelah api bisa dipadamkan petugas kami menemukan ibu anda dengan seorang pelayannya telah tewas.” Jelas petugas polisi yang baru saja masuk ke dalam ruang jenazah.

 
“Bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah ibuku berada di penjara? Kenapa bisa ia berada di butik? Pelayan? Apa maksud semua ini?” Tanyanya bingung.

 
Sungguh ia tidak tahu, bukannya selama ini ibunya masih mendekap dipenjara? Bukankah kepolisian telah menjatuhkan hukuman selama 40 tahun penjara. Setahunya ini masih belum selesai. Bagaimana bisa ibunya bebas dan membangun sebuah butik.

 
“Apakah anda tidak tahu jika ibu anda bebas? Waktu itu kalau tidak salah ada lelaki yang datang membawa seorang pengacara dan melakukan banding.”

 
“Lelaki? Siapa?”

 
“Saya tidak tahu persis, waktu itu dia mengatakan jika dia adalah salah satu anggota keluarga nyonya Lim.”
Jessica terdiam beberapa saat, hatinya terasa hancur berkeping – keping. Dia memang tidak perduli dengan ibunya namun bagaimanapun dia adalah seorang anak. Tetap saja ia tidak terima. Siapa sebenarnya yang telah melepaskan ibunya. Kenapa ia tidak diberitahu?

 
“Anda bisa segera melakukan penandatanganan sebagai wali.”

 

…………………………………………….

 

 

 
Sehun memandangi butik yang dua hari lalu ia datangi, bangunan itu telah hangus tidak ada yang tersisa. Dari beberapa orang disekitar sana mengatakan jika pemilik dan pelayan butik itu tewas terpanggang.

 
“Sehun, apa kau mengenal pemiliknya?”

 
Sehun mengangguk. “Iya, sebenarnya aku mengenal pemilik butik ini.”

 
Taeyeon menghela nafas. “Pantas saja kau kemarin aneh sekali setelah keluar dari butik ini.”

 
Sehun diam sesaat, haruskah ia menceritakan semuanya sekarang? Apa yang akan terjadi jika Taeyeon tahu tentang semua rahasia yang ia sembunyikan selama ini.

 
Tentang alasan mengapa ia mendekati Taeyeon, tentang alasan mengapa ia dan Luhan bisa menjadi saudara.

 
TIDAK

 
Ia baru merasakan kebahagiaan, ia tidak mau menghancurkan hal itu karena sebuah rahasia kelamnya.

 
“Sehun, kau baik – baik saja?”

 
“Iya aku baik – baik saja, ayo kita pergi.”

 

……………………………………………………….

 
Karangan bunga ada dimana – mana, tidak banyak memang kerabat yang datang, hanya beberapa orang yang dekat dengan jessica saja yang tahu. Bahkan Tiffany dan Taeyeonpun tidak tahu.

 
Disana Jessica seorang diri diam menatap foto berbingkai ibunya dengan sendu. Air matanya sudah habis. Hanya isakannya saja yang terdengar sesekali.

 
“Nona maaf mengganggu, aku harus menyampaikan hal ini.” Anak buahnya datang sedikit tergopoh – gopoh.

 
“Perusahaan….”

 
“Kenapa?” Tanya Jessica parau.

 
“Saham perusahaan merosot, para pemegang saham tiba – tiba mencabut saham mereka.”

 
“Apa?”

 
“kami sudah menemui mereka, mereka mengatakan bahwa alasan mencabut saham mereka karena ada berita yang menyebar luas tentang anda.”

 
“Berita? Apa maksudmu.”

 
Anak buah jessica terlihat gemetar, terlihat ia mengambil ponselnya kemudian mengetik sesuatu sebelum menyerahkan ponsel itu pada pemimpinnya.
Mata Jessica melebar, di sana tertulis dengan jelas beberapa berita tentangnya.

 

“Jessica Jung sebenarnya anak dari wanita penggoda.”

“Pengusaha kaya ini ternyata mendapatkan hartanya dengan memperalat orang tua yang mengasuhnya.”

“Ibunya dulu adalah wanita simpanan pengusaha kaya.”

“Jessica menelantarkan kakaknya yang koma.”

Begitulah sederet berita negatif yang memenuhi pencarian. Mata Jessica tak henti – hentinya membelalak.
“Bagaimana bisa berita seperti ini menyebar. Kenapa kalian tidak menghentikannya.”

 
“Maaf Nona kami sudah berusaha menghentikan media yang menyebar luaskan, namun beritanya sudah terlanjur tersebar luas.”

 
“DASAR KEPARAT, APA HANYA INI YANG BISA KALIAN LAKUKAN. ARGHHHH…….. AKU TIDAK MAU TAHU KALIAN HARUS MEMBERESKAN SEMUANYA.”

 
Jessica berteriak histeris, beberapa anak buahnya terlihat kualahan menenangkan bos mereka. Jessica terus berteriak – teriak seperti orang kesetanan. Semua yang ada disana perlahan pergi meninggalkan tempat, seolah mereka enggan dan tidak perduli. Hingga hanya tersisa beberapa anak buahnya saja.

 

“Game Over.” Pria berkaca mata hitam itu menyeringai, Setelah menyerahkan uang duka. ia kemudian pergi begitu saja.

 

…………………………………………………..

“Hyung, kami kembali.”

 
Lay mendongak, matanya yang ditutupi kaca mata berbingkai tebal itu terlihat membola.
“Hah.. Kalian benar – benar sudah selesai berbulan madu?” Lay terkekeh ketika Sehun meloncat dan memeluk tubuhnya hingga keduanya bergulingan di lantai.

 
“Astaga… bocah ini benar – benar.” Keluhnya ketika ditindih tubuh adiknya yang jelas lebih besar dari tubuhnya sendiri.

 
“Kau berat bocah.”

 
Sehun menggeleng, semakin mengeratkan pelukannya hingga Lay berteriak – teriak dengan heboh.
“Aku rindu sekali denganmu Hyung.”

 
Lay tertawa, kemudian mendorong tubuh adiknya itu agar berpindah. “Kau ini. Benar – benar manja sekali.”
Sehun mencibir, kemudian berdiri dan merangkul istrinya yang masih setia berdiri di depan pintu masuk.

 
“Jangan panggil aku bocah lagi, tak bisa lihatkah kau Hyung kalau aku sudah memiliki istri.” Ucapnya tak terima

 
“Ck… Ah.. Taeyeon masuklah, kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh.” Suruh Lay

 
“Aku juga lelah Hyung, tapi kau tidak menanyaiku.” Protesnya

 
“Aku tidak perduli dengan bocah sepertimu.” Ejeknya, kemudian membantu membawa koper – koper yang dibawa Taeyeon serta Sehun.

 
“Kalian belanja apa saja, kenapa kopernya beranak?” Tanya Lay heran.

 
“Hahaha… Sehun belanja beberapa baju, untuk oleh – oleh keluarga.” Jawab Taeyeon cepat.

 
“Astaga, kebiasaanmu masih tetap saja Sehun.”

 
“Sudah – sudah, Hyung ini benar – benar menyebalkan, ayo masuk, Welcome to my Home baby.”

 
Sehun menarik Taeyeon untuk masuk, terdengar suara protes Taeyeon yang diseret paksa, Lay yang mendengarnya hanya terkekeh.

 

…………………………………………………

Malam ini Taeyeon hanya duduk dikursi seorang diri, sesekali menyeruput teh hijau yang ia buat. Menikmati alunan musik klasik kesukaannya dari ponsel serta memakan biscuit coklat yang ia beli dari Jeju.

 
Rasanya ia begitu damai, angin malam terasa sejuk sekali ia rasakan. Walau terasa agak aneh mengingat tidak adanya Sehun disampingnya. Yah… Taeyeon sudah terbiasa ditemani oleh Sehun setiap kali ia bersantai di balkon dan mulai sekarang sepertinya suaminya itu akan jarang sekali berada di rumah. Pekerjaan yang ia tinggalkan selama 2 minggu pasti sudah menumpuk banyak. Walau sekretaris Sehun mengurusnya tetap saja ada beberapa yang tidak akan bisa selesai kecuali Sehun sendiri yang turun tangan.

 
Musik dari ponselnya berhenti sebentar, digantikan nada dering pesan masuk sebelum kemudian kembali terputar secara otomatis.

 
Tertera nama Suamiku OhSeh ❤ disana. Ia heran kenapa suaminya itu tumben sekali mengirim pesan lewat Kakao Talk.

 

“Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku, tunggu aku sayang ^^. Buing buing”

Begitulah isi pesan dari Sehun yang ditambah dengan sticker karakter anime yang bergerak mempraktekkan gerakan buing – buing.

 
Hahaha Lucu sekali!
Taeyeon hanya membalas dengan kata “Ok” dan satu sticker seorang polisi dengan tangan hormat.

 
“Hah… apa benar aku ini sudah menikah. Rasanya seperti mimpi saja.. Kekeke…”

 

 

 

“Kau sedang apa?”

 
Taeyeon berbalik, ia mengulas senyum saat sosok Lay berdiri dengan tubuh menyandar pada tembok, tangannya ia lipat . apa Taeyeon salah jika mengatakan kakak iparnya itu sangat tampan malam ini.
Tidak heran mengapa Sehun bisa jadi sesempurna itu, kakaknya saja juga sangat tampan. Taeyeon rasa gen keluarga Sehun memang sangat bagus.

 
Eh… Ngomong – ngomong, kenapa Taeyeon selama ini tidak sadar. Setahunya Sehun tidak pernah bercerita mengenai keluarganya. Pernah sih Sehun cerita namun suaminya itu hanya mengatakan jika ayah dan ibunya telah meninggal.

 
“Oppa tidak keluar malam ini?” Tanyanya basa – basi, entah kenapa ia merasa canggung sekali.

 
“Sehun belum pulang?”

 
Taeyeon mengangguk “Pekerjaannya sangat banyak.” Keluhnya lantas menyandarkan diri pada sandaran kursi.

 
“Kau sudah makan?”

 
“belum, aku masih menunggu Sehun.” Jawabnya dengan nada bosan.

 
Lay yang melihatnya jadi kasihan, ia segera bangkit dan mendekati Taeyeon. Menarik adik iparnya itu agar bangun.

 
“Oppa, kita mau kemana.”

 
“Dapur.”

 
“Untuk ap—“

 
“Makan.”

 
Astaga..! dari mana sih mahluk seperti ini berasal. Sudah wajahnya datar jawabannya pun juga singkat padat dan teramat jelas sekali. Taeyeon jadi ragu apa bisa bertahan hidup serumah dengan gen keluarga Sehun yang memang telah diciptakan berwajah tembok dan berhati Es balok? Eoh… Rasanya cobaan Tuhan besar sekali.

 
“Makan Apa?”

 
Taeyeon melotot, tadi itu pertanyaan atau pernyataan? Atau mungkin pemaksaan? Eh.. Kakak iparnya ini benar – benar lebih parah dari Sehun.

 
“Aku makan apa saja Oppa, asal bukan kerang dan kepiting.” Jawabnya canggung.

 
“Kau mau pasta?” Tawarnya kemudian bersiap di depan kompor, memakai apron dan mengambil bahan – bahan yang dibutuhkan.

 
“I.. iya.” Taeyeon rasa kepalanya pening sekali, astaga dimana – mana orang yang menawarkan sesuatu itu pasti menunggu orangnya menjawab ‘iya’ atau ‘tidak’ . nah ini Taeyeon saja belum mengatakan iya, kakaknya itu sudah menyiapkan bahan – bahan untuk membuat pasta.

 
“Oppa mau kubantu?” Tawarnya, sejujurnya ia merasa tidak enak sendiri, bagaimanapun ia sebagai adik ipar yang seharusnya memasak bukan malah kakak iparnya yang memasak untuk adiknya.

 
“Tidak perlu, kau duduk saja di meja makan.” Tolaknya.

 
Taeyeon merengut, ia menatap Lay kesal, Kakak Iparnya itu terliat sangat sibuk sekali sampai – sampai tidak menatap Taeyeon ketika menjawab.

 
“Baiklah.” Ucapnya mengalah, sepertinya percuma saja ia berusaha membantu, ujung – ujungnya pasti ia yang akan diusir.

 

…………………………………………………

Sehun terpaku di depan layar komputer milliknya, sedang dihadapannya Tiffany terlihat serius sekali.
“Aku benar – benar tidak tahu soal ini, Jessica tidak pernah bercerita. Kau tahu itu.” Suara Tiffany terdengar parau, perempuan pemilik eyesmile itu jelas terlihat frustasi.

 
Sehun mendesah, lantas meletakkan ponsel yang terus ia pegang setelah mengirimi Taeyeon pesan tadi, Jemarinya kembali mengotak atik computer berlayar tipis itu.

 
“Ini tidak terduga, Jessica dan Luhan adalah saudara kandung, Lalu dari mana kau bisa tahu soal ini, bukankah di artikel hanya disebutkan Jessica menelantarkan kakaknya yang berinisial “L” bisa saja itu inisial lain selain Luhan.”

 
“Sebenarnya aku mengirim detektif untuk menyelidiki Jessica selama ini.”

 
Sehun terkejut bukan main, matanya melotot seakan terlepas dari tempatnya, “Kenapa kau melakukan hal seperti itu?”

 
“Sebenarnya Jessica adalah dalang dari merosotnya saham diperusahaan Ayahku.” Akunya sedih.

 
“Apa maksudmu, tidak mungkin Jessica—“

 
“Awalnya aku juga tidak percaya, tapi semua bukti – bukti yang ada mengacu padanya, waktu itu aku berniat melaporkan hal ini ke polisi, tapi aku mengurungkan niatku, karena menurutku bukti – bukti yang kukumpulkan masih belum kuat.”

 
“Lalu sekarang kau berniat melaporkannya?”

 
Tiffany menggeleng, “Tidak! Dia baru saja kehilangan ibunya, aku tidak mungkin setega itu padanya.”

 
“Ibunya? Jika Jessica saudara kandung Luhan maka… nama ibunya adalah Lim Mei zhuo?”

 
Tiffany mengangguk, “Benar, tapi dari mana kau tahu? Kurasa aku tidak menyebut nama ibunya sedari tadi.” Tanyanya keheranan

 
Sehun berdehem, lelaki itu diam sebentar, mengambil sebuah foto dari dalam laci meja kerjanya.

 
“Sebenarnya Aku dan Luhan adalah saudara beda ibu.”

 
Tiffany membelalak, terlihat sekali reaksi Tiffany yang menatap foto itu lama. Bibirnya terus berucap ‘mustahil’ dan beberapa kali menggeleng tanda tidak percaya.

 
“Dulu ibu Luhan adalah istri pertama Ayahku…..”

 

——————————————–

“Whoaaa.. rasanya enak sekali.” Mata Taeyeon berbinar – binar merasakan pasta super enak yang masuk kedalam mulutnya.

 
“Kau seperti anak berumur 5 tahun.” Cibir Lay

 
Taeyeon tidak perduli, baginya saat ini yang terpenting adalah segera melahap habis pasta yang masih tersisa.
“Tidak kusangka Oppa benar – benar hebat dalam memasak.” Puji Taeyeon tulus.

 
“Biasa saja..” responnya datar

 
“Sungguh..! aku saja tidak bisa memasak seenak ini.” Ucapnya kemudian melahap kembali pastanya, mulutnya penuh dengan saus yang tercecer di sekitar bibirnya.

 
Lay yang melihatnya hanya terdiam dengan wajah flatnya, mata tajamnya memandangi kelakuan Taeyeon yang lama kelamaan terlihat sangat lucu di matanya. Dengan mulut penuh pasta hingga kedua pipinya yang menggembung , sudut bibirnya yang tercemari saus serta ekspresi yang terlihat begitu menikmati. Jujur saja! Lay suka melihatnya.

 
“Kau harus belajar tata cara seperti apa orang dewasa makan.” Ejeknya kemudian mengusap saus dibibir Taeyeon dengan jarinya.

 
Taeyeon terkejut dengan perlakuan kakak iparnya yang seperti itu, ditambah lagi dengan Lay yang memasukkan jemarinya yang terkotori saus dari bibir Taeyeon kedalam mulutnya sendiri. Apa Lay tidak jijik? Demi apa itu adalah saus sisa yang keluar saat Taeyeon mengunyah makanan. Dan Lay tanpa ragu malah memakannya?

 
“Oppa kau tidak jijik? Itu kan saus si—“

 
“Rasanya manis.” Potongnya kemudian meletakkan sendok beserta garpunya diatas piring. “Jika sudah selesai letakkan saja di atas pencucian.” dan setelahnya tanpa mengatakan apapun lagi Lay bangkit dan masuk kekamarnya.
Sepeninggal Lay, hanya tersisa Taeyeon seorang diri yang terbengong – bengong di meja makan.

——————————————

“Aku sudah menceritakan semuanya terhadapmu, kuharap kau bisa merahasiakan hal ini dari Taeyeon.” Pinta Sehun serius. Mata elangnya menatap tajam pada Tiffany.

 
Tiffany membeku ditempat, ia tidak pernah menyangka jika Sehun dan Luhan memiliki hubungan yang begitu rumit. Ditambah lagi motif Sehun yang memanfaatkan Taeyeon untuk membalas Luhan.

 
Ia ingin marah!

 
Sehun mempermainkan perasaan sahabatnya!

 
Namun…….

 
Ia tidak berhak sekarang, Sehun benar – benar telah jatuh pada pesona Taeyeon, bahkan ia dapat melihat betapa besar dan tulus cintanya saat ini. Kalau boleh jujur ia sangat iri….
Akhirnya ia hanya tersenyum bahagia, ia berharap yang terbaik untuk kedua sahabatnya ini.

 
“Aku akan merahasiakannya tapi… aku sungguh tak pernah menyangka jika kau dulu selicik itu.” Ucap Tiffany kesal

 
“Yah… Aku dulu memang licik.”

 
“Ck… Tak kusangka orang selicik dirimu ini bisa mendapatkan sahabatku.”

 
“Sayangnya.. aku juga tidak menyangkanya.. kurasa aku sangat beruntung bukan?”

 
“Terserah…. Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan, cepat atau lambat Taeyeon pasti akan tahu mengenai Jessica dan Luhan.”

 
Sehun mengangguk, sejujurnya ia juga tidak tahu! Kenyataan jika suatu hari nanti istrinya itu tahu semua rahasianya. Apa yang akan dia lakukan atau apa yang harus ia katakanpun ia belum tahu.

 
Semua terasa jauh ia bayangkan. Otaknya seakan enggan memikirkannya. Ia sudah terlanjur menikmati indahnya cinta bersama istri mungilnya.

 
“Aku sempat bertemu detektif Byun 2 hari lalu, ada yang aneh dengannya.”

 
Sehun mengernyit “Aneh? Aneh bagaimana maksudmu?” Tanyanya tidak mengerti.

 
“Entah.. tapi jika kulihat Detektif Byun seperti ketakutan.” Ucapnya sembari mengingat – ingat pertemuannya dengan Byun Baekhyun.

 
“Tidak mungkin, Byun Baekhyun punya rasa takut. Mungkin hanya perasaanmu saja.” Ucap Sehun tak percaya.
Tiffany mengangguk, benar yang di katakan Sehun, tidak mungkin seorang Byun Baekhyun punya rasa takut.
“Kita bahas lagi hal ini nanti, untuk saat ini aku akan usahakan Taeyeon tidak tahu.” Ucap Sehun.

 
“Baiklah, sepertinya seorang Oh Sehun sudah tak sabar bertemu istrinya.” Ejek Tiffany lantas berdiri. Namun ia berhenti sebelum keluar dari ruangan Sehun. “Ah.. Aku ingat, kemarin sebelum aku bertemu Baekhyun, aku melihat kakakmu keluar dari ruangan Baekhyun.”

 
“Kakakku?”

 
Tiffany mengangguk “aku pergi dulu, sampaikan salamku pada Taeyeon.” Ucapnya kemudian menghilang dari balik pintu.

 

…………………………………………………

Sehun berjalan perlahan masuk kedalam kamarnya, mata elangnya mendapati sosok istrinya yang tertidur di atas ranjang. Ia tersenyum lantas mendekati istrinya. Mengusap pipi Taeyeon yang entah kenapa selalu terasa lembut setiap kali ia sentuh. Terkadang ia heran apa benar istrinya ini gadis dewasa? Fisik serta kelakuannya benar – benar berbanding terbalik jika kalian tahu.

 
“Kau pasti lelah menungguku.” Bisik Sehun lantas mengecup kening Taeyeon lama. “Maafkan aku.”

 
“Tidak apa.”

 
Sehun hampir saja terjungkal kebelakang, tiba – tiba saja istrinya itu terbangun.

 
“Kau belum tidur?” Tanyanya canggung

 
Taeyeon mengangguk kemudian bangun, ia menyalakan lampu kamarnya yang tadi ia matikan. Mengambil tas kerja Sehun yang tergeletak di lantai dan meletakkannya pada meja khusus di samping almari buku.

 
“aku akan siapkan air hangat.” Ucapnya kemudian berjalan ke kamar mandi yang memang tersedia didalam kamar.
Sehun memandangi istrinya yang berlalu lalang dihadapannya, mulai dari mengambil handuk, mencari baju tidur dan lain sebagainya.

 
“Mandilah, aku akan memasakkan sesuatu untukmu.” Taeyeon hendak keluar namun urung ketika tiba – tiba saja Sehun memeluknya dari belakang.

 
“Kau pasti lelah menungguku.” Bisiknya tepat ditelinga Taeyeon.

 
“Bohong kalau aku menjawab tidak, tapi bagiku tidak masalah Lay Oppa menemaniku. Jadi tidak terlalu melelahkan” Jawabnya sembari mengusap lengan Sehun yang melingkar di lehernya.

 
“Cepatlah mandi, tubuhmu bau asam.”

 
Sehun menggeleng, ia menyandarkan kepalanya pada ceruk leher milik Taeyeon, menyesap harum khas milik istrinya. Lama ia melakukannya hingga tanpa sadar bibirnya mulai nakal. Menggigit serta mengecup leher putih Taeyeon.

 
“Shh….”

 
Taeyeon menggigit bibirnya, menahan suara desahannya agar tidak keluar, bagaimanapun ia ingat jika di rumah ini masih ada Kakak Sehun. Ia tidak mau membuat Lay terbangun, mengingat betapa aktifnya ia mendesah tiap kali bercinta dengan Sehun.

 
“Sehun-ah… kita tidak boleh melakukan ini seka—rang Emm..Sshh.”

 
Taeyeon rasanya makin frustasi, tangan nakal Sehun mulai menjamah buah dadanya, meremas serta megusapnya cukup keras.

 
“Shh…Sehun.”

 
Astaga..! Ia ikut terangsang dengan kegiatan Sehun, tidak..! Tidak..! jika ia sampai benar – benar terbawa maka bisa dipastikan ia akan terbaring di atas ranjang tanpa busana besok. Padahal besok pagi ia dan Sehun harus pulang ke rumah.

 
“Emm..”

 
Tangan Sehun menyingkap kaos putih milik Taeyeon, memainkan payudara istrinya itu dari balik kaos, melepas pengait bra nya dengan cepat. Dan lagi – lagi Taeyeon tak bisa menahan desahannya .

 
“Ahh… Sehun… Henti.. Emmm.”

 
Bibir Sehun semakin gencar memberi tanda – tanda keunguan disekitar leher Taeyeon, sedang tangannya memainkan nipple istrinya tanpa ampun.

 
“ini makan malamku.” Bisiknya kemudian menjauhkan diri dari Taeyeon. Sejujurnya ia tidak mau semakin terangsang. Jika Hyungnya mendengar permainannya malam ini, bisa – bisa besok pagi ia akan menerima omelan serta ejekan.

 
“Kau tidak perlu memasak sayang, istirahatlah.” Perintahnya kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Taeyeon hanya mengangguk, kemudian membenarkan kaos serta bra nya yang hampir jatuh, ia berjalan mendekati cermin dan memandangi lehernya yang banyak ditempati bercak keunguan.

 
“Kurasa ini tidak akan hilang dalam beberapa hari.” Gumamnya dan langsung berjalan ke ranjang untuk tidur. Ia mengantuk sekali.

 

………………………………………………..

“Kau mau pergi?” Tanya Lay kemudian duduk di samping Sehun dan Memakan sandwich yang tersedia diatas meja makan.

 
“Ayah memintaku untuk datang, kami belum kesana sejak pulang dari Jeju.” Ucapnya masih dengan mulut mengunyah sandwich.

 
“lalu apa kalian akan menginap?”

 
Sehun menggeleng, “Kurasa hanya Taeyeon saja, nanti malam aku harus mengurus persiapan festival di paju, dan baru bisa kembali besok sore.”

 
Lay mengangguk. “Sekarang kau sering meninggalkan kakakmu ini eoh.”

 
Sehun tertawa “Lalu haruskah Hyung aku bawa juga?” Tawarnya bercanda

 
Lay memukul kepala Sehun “Tentu saja! Bukankah dulu kau tidak pernah bisa meninggalkanku sedetik saja.”
Sehun mengusap kepalanya yang terkena pukulan Lay “Kapan aku melakukannya?” Elaknya

 
“Ck.. Kau benar – benar mau melupakan Hyungmu karena sudah memiliki istri.”

 
“Tentu saja.. Istriku jauh lebih penting sekarang.” Candanya sembari tertawa

 
“Oke.. Aku tidak mau menjadi Hyungmu lagi.” Ancamnya

 
“tidak masalah.” Jawabnya enteng

 
“Yakk….”

 
“Hahahahaha….”

 
Lay cemberut, ia memakan sandwichnya dengan asal hingga beberapa isinya tercecer.

 
“Ah.. Hyung aku boleh bertanya sesuatu.”

 
Lay mengangguk dengan wajah masih muram, ia bahkan tidak memandang Sehun

 
“Apa Hyung bertemu Baekhyun Hyung belakangan ini?” Tanya Sehun serius

 
Lay diam sejenak kemudian tertawa “Baekhyun? Kurasa tidak. Beberapa hari ini aku tidak kemana – mana, memangnya ada apa? Kenapa tiba – tiba kau menanyakan itu?”

 
“Ah.. tidak bukan apa – apa.” Jawabnya sembari menggeleng.

 

…………………………………………….

“Senang melihat kalian berdua sehat – sehat saja.” Ucap Nyonya Kim bahagia

 
“Yah.. Sehun merawatku dengan baik.” Taeyeon menyenggol lengan Sehun “Benarkan suamiku?” Tanyanya dengan nada yang terdengar aneh

 
“Tentu saja Nyonya Oh.” Jawabnya tanpa ragu

 
Nyonya Kim tertawa terbahak – bahak melihat tingkah kedua anaknya, hatinya kini lega sekali. Taeyeon Nampak sangat baik dan sehat selama bersama Sehun. Entah sudah berapa lama Taeyeon tidak pernah lagi teringat pada Luhan, setiap kata yang di ucap putrinya ini hanya Sehun, Sehun yang begini Sehun yang begitu.

 
Saat masih berbulan madupun putrinya ini selalu menceritakan kejahilan – kejahilan Sehun. Dan berakhir dengan Sehun yang mendapat omelan – omelan dari Nyonya Kim.

 
“Kau benar – benar tidak menginap Sehun?” Tanya Nyonya Kim memastikan sekali lagi karena tadi Sehun sempat meminta ijin untuk menyelesaikan pekerjaannya di paju. barang kali saja Sehun tiba – tiba berubah fikiran dan menunda pekerjaannya besok, sejujurnya Nyonya Kim masih ingin bersenda gurau dengan kedua anaknya ini.

 
“Iya, aku benar – benar minta maaf tidak bisa menemani Taeyeon, ibu dan ayah malam ini.” Jawabnya menyesal

 
“Ya sudah, jaga kesehatanmu, jangan lupa makan dan Istirahat yang cukup.”

 
Sehun mengangguk “Baik Ibu aku akan menjaga diri, terimakasih.” Ucapnya tulus

 
“Sudah jam 11 kau harus segera berangkat Sehun-ah” Ucap Taeyeon mengingatkan

 
“Iya, kalau begitu aku pergi dulu, tidak perlu mengantarku kedepan, kau cepatlah istirahat sepertinya kau kelihatan kurang sehat wajahmu pucat sayang.” Ucap Sehun memperingati, ia lantas beralih kepada Nyonya Kim “Ibu aku berangkat dulu, tolong jaga istriku yang manja ini selama aku tidak ada.” Pintanya lantas membungkuk hormat.

 

“Sampaikan salamku pada ayah.” Tambahnya lagi

 
“Baik akan ibu sampaikan, kau hati – hati di jalan.” Ucap Nyonya Kim

 
“Sayang aku berangkat.” Pamitnya

 
“Hati – hati Sehun, kabari aku kalau sudah sampai.” Ucapnya yang mendapat anggukan dari Sehun.

 

………………………………………………

“Jadi menurutmu Sehun tahu dari mana kalau aku bertemu denganmu waktu itu?” Tanya Lay mengintimidasi

 
“Aku sungguh tidak mengerti maksudmu.” Baekhyun tetap membaca berkas ditangannya tanpa menatap pada Lay yang sudah duduk beberapa menit dihadapannya.

 
“Kau pasti tahu maksudku.” Ucapnya kemudian meminum kopi milik Baekhyun yang belum terjamah sang pemilik.
Baekhyun mendesah lantas menatap Lay dari balik kaca mata minusnya “Dengar walau seberapa ingin aku mengatakan rencana licikmu pada Sehun, aku tidak akan mengingkari janji yang telah kubuat. Karena janji adalah janji.” Baekhyun menatap tajam Lay beberapa detik kemudian kembali fokus pada berkas yang harus ia teliti “Jika tidak ada keperluan lain, pergilah aku sangat sibuk.” Usirnya tajam

 
Lay terkekeh “Jadi kau mebenciku sekarang?” Tanyanya

 
“Sangat.” Sahut Baekhyun singkat

 
“Hahaha… bukankah kita ini teman? Kenapa kau membenciku hanya karena aku akan menghancurkan hidup orang lain.”

 
“Tutup mulutmu dan pergilah. Aku benar – benar muak denganmu, biar kukatakan sekali lagi aku akan menepati janjiku, jadi jangan ganggu hidupku lagi mulai sekarang. Berurusan denganmu benar – benar membuatku merasa seperti sampah.” Ucap Baekhyun kesal lantas mengambil beberapa berkas diatas meja dan membawanya pergi ke ruang pribadinya.

 
Lay terkekeh “Cih.. serangga ini benar – benar sombong.”

 

…………………………………………

“Lay dulunya adalah tunangan Nona Kim Taeyeon.”

 
Tiffany menatap horror pada detektif yang ia sewa, “Jadi Lay dan Taeyeon bertunangan?”
Detektif dengan tubuh tinggi semampai itu mengangguk dan menyerahkan 3 lembar data yang sudah ia dapatkan.

 
“Lay ditunangkan dengan Nona Kim saat umurnya baru 15 tahun. Namun ketika keluarga Oh mengalami masalah, pihak Nona kim secara tiba – tba membatalkan pertunangan, dari yang saya dengar alasannya karena Lay yang menderita depresi serta ibu Lay menjadi tersangka pembunuhan. Sepertinya Lay telah berubah menjadi seorang psychopat karena trauma masa lalunya bersama Luhan.”

 
“Luhan? Apa maksudmu?” Tanya Tiffany bingung

 
“Dulu Lay dan Luhan pernah terlibat perkelahian dengan pembunuh bayaran, Lay yang melindungi Luhan akhirnya terluka parah hingga mengalami koma selama beberapa minggu dan orang dibalik kejadian itu adalah Ibu Luhan sendiri. Sebenarnya ibu Lay berniat membunuh Luhan, namun sepertinya Lay mengetahui rencana itu dan dia memutuskan untuk menghadapinya sendirian. Saya sempat meminta keterangan kesehatan Lay, keterangannya ada di lembar terakhir yang sudah saya berikan.”

 
Tiffany mengecheck kertas terakhir yang di berikan, mata indahnya membulat seakan tak percaya. Jelas sekali dilembar itu tertulis nama – nama penyakit yang hampir semuanya adalah penyakit kejiwaan.
“Jadi secara tidak langsung Lay sebenarnya menderita gangguan jiwa.”

 
Detektif itu mengangguk “menurut hasil tes itu memang seperti itu, sayangnya itu adalah tes kesehatan Lay dari rumah sakit lama, yang terbaru masih saya usahakan.”

 
“Lalu apa Sehun tahu mengenai penyakit kakaknya ini.”

 
Detektif itu menggeleng “Sepertinya tidak mengingat Lay yang merahasiakan semuanya dengan sangat rapi.”

 
“Woah.. ini benar – benar diluar perkiraan, jadi dibalik kejadian – kejadian ini semua adalah Lay. Wah.. dia luar biasa hebat.”

 
“Saya akan menyelidiki kasus ini lebih rinci.”

 
Tiffany mengangguk “Iya, usahakan kita mendapat banyak bukti, bagaimanapun Sehun harus tahu jika selama ini dia hidup dengan orang yang berbahaya.”

 

………………………………

“Taeyeon kau tidak menjenguk Jessica?”

 
Taeyeon yang duduk didepan televisi menoleh kearah sang ibu. “Jessica? Bukannya Jessica sudah kembali ke Paris?”
Nyonya Kim menggeleng “Kau belum tahu?”

 
“Memangnya ada apa?”

 
Nyonya Kim mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di meja, mengetikkan beberapa kata lantas kemudian menyerahkan ponsel itu kepada Taeyeon untuk dilihat.

 
“Ini adalah beberapa berita tentang Jessica.”

 
Taeyeon membaca satu persatu artikel yang tertera di layar ponsel ibunya, matanya tak pelak membelalak lebar tiap kali membaca artikel yang berbeda – beda.

 
“Bagaimana mungkin Jessica…”

 
“Ibu juga tidak tahu, ini terjadi beberapa hari yang lalu, aigoo… Kasihan sekali gadis itu, tidak kusangka Ibunya meninggal dengan begitu tragis.”

 
“Tapi siapa itu ‘L’ .. Jessica punya seorang kakak yang koma? Apa benar Jessica menelantarkan kakaknya seperti yang diberitakan? Ah.. rasanya itu tidak mungkin sekali. Aku tahu Jessica itu orang yang seperti apa.”

 
“Ibu juga tidak tahu, sebaiknya kau segera mengunjunginya, sekarang ini dia masih berada di Korea.”
Taeyeon mengangguk, ia kemudian mengambil ponselnya sendiri mengetik beberapa kata lantas mengirimkan pesannya pada seseorang.

 
“Jessica adalah perempuan baik – baik aku yakin itu!”

 

 

TO BE CONTINUED

Advertisements

81 comments on “Zuiver / Chapter 9

  1. wahh ga nyangka ternyata Lay jg jahatt..
    gimana ini, smga Taeyeon n Sehun gakan berpisah..
    Ditunggu bgt lanjutannya yaa thorr!! 🙂

  2. Daebak thor!! ^^
    Emang kgak prnah nyangka klau Lay yg smengerikan itu, ataupun dia juga prnah jdi tunangan Taeyeon… Skarang dia suka sma Taeyeon?? Gmana sma Sehun?? Luhan kmana??
    Smoga Sehun sma Taeyeon kgak bkal pisah… Wlau akhirnya Taeyeon bkal tahu yh sbenarnya…

    Next dtnggu bnget thor!! ^^ Fighting!! ^^

  3. woah daebak
    ceritanya gk berkelit-kelit, jd lay itu tunangannya taeng tp taeng kok gk mrasa aneh yet ??? jd lay itu jahat
    huft 😀
    next chap eonni hwaiting

  4. jessica jahat, ternyata ada lg yg lebih jahat dari sica, lay
    lay adalah musuh damam selimut,kira2 apa yg di rancanain lay kepada SeYeon, moga gx terjadi apa2 dengan SeYeon

  5. huwaaaa semakin seruuuuu. makin ga nyangka duh lay yang jahat ya ternyataaaaa. jadi sbnrnya ini otak laaaay. duuuuh kupikir dia kalem huhuuuu… jangan pisahkan seyeeon. lanjut thoooor hihuuu sukaa

  6. Ceritanya rumit bngt u.u
    gw gak nyangka trnyata lay licik bngt 😮😮
    ksian sehun ma taeng nihh ..
    mana lay nya kek suka lagi ma taeng …
    Next psti bakal seru bngt .. dtunggu ya

  7. Thor gmna nasib Luhan , kangen bgt sama dia.
    Okee makin penasaran knp Lay punya niat jahat ya sm adikny sendiri???
    Next chap keep writing and Fighting!!!

  8. lahlahlah kok lay jd jahat sih 😦
    aku pikir lay mau bantuin taeyeon balikan sm luhan, ternyata mah ngerebut taeyeon lg ya?aaaa
    lanjut thorrr i need this ff every week;;

  9. late comment thor. hehe lay ge jahat amat kamu, tak disangka dan sangat disayangkan (?) kk. sehun kamu makin gede makin pervert ya nak? siapa yg ngajarin heh? keke. thor luhan dimana kalo udh gksama jessica? next chapter ditunggu. FIGHTING author!!

  10. Gak nyangka ternyata lay juga jahat kirain dia baikk;( ceritanya makin rumit makin asik buat baca hhehehe. Penasaran kelanjutannya kaya gimana next thor ditunggu ya.

  11. huaa… daebak taetae eonnie disuka 3 orang , keren ceritanya 🙂
    cepat posting ne ?…
    saranghae ❤

  12. Hello kenapa jadi semakin bingung sama jalan ceritanya ya 😅 ceritanya makin beribet tpi nyambung kok (?) boleh kasih saran ya authornimm, kalo alur ceritanya agak di rapiin yahh biar yang baca nggak bingung dan tau sama alur ceritanya 😁 itu aja kali ya sarannya.. Anyway munculin luhannya dongg pengen banget taeyeon happy ending sama luhan 😩 update soon authornimmm 🙌🙆😍

  13. Pingback: Zuiver / Chapter 10 | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: ZUIVER / Chapter 11 (Last) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. wowwww… knp ff ini tambah rumit. apa lgi lay. tdk ku sangka dibalik sftx yg dingin trxta dy org yg lbh tegaan dbanding jaessika.. bukankah it dy diam” menghanyutkan.
    ah mudah”han sehun cpt tau ttg sft asli kakakx it

  16. Blm baca yg chapter 8 nya, jadi bingung deh
    eh tapi itu lay ternyata jahat yaa, aku kira dia baik. Apa jngn2 lay suka sama taeyeon jg? Terus gmna nasibnya luhan dongs? Semakin rumit & semakin seru deh ffnya thor, bikin penasaran bingits ><
    Izin baca chap berikutnya yaa thor ♡♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s