[FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 5)

wanna-be-yours poster

Title:

Wanna be Yours

Uncorn’s Present

Cast:

Taeyeon Kim – Xi LuHan

Genre:

Romance, angst, family

  Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4 A, Chapter 4 B

 

 

Previous chapter

Luhan menutup pintu kamar Taeyeon dengan perlahan lalu menyenderkan tubuhnya di sana. Ia meletakkan tangannya tepat di dadanya.

“Kenapa rasanya sakit?”

 

∞∞ Wanna Be Yours ∞∞

 

Chapter 5

 

Sekarang ini, Luhan hanya duduk termenung di ruang tamu rumah Taeyeon. Pikirannya seakan kosong. Tidak, bukan seakan, tapi memang betul – betul kosong.

Kris dan Taeyeon

Kris dan Taeyeon

Kris dan Taeyeon….

Tiga kata itu terus berputar – putar di kepalanya. Apa hubungan yang terjalin dikeduanya? Kris dengan sangat jelas telah mencium Taeyeon di hadapannya. Apa seorang sahabat akan melakukan hal itu? Ayolah itu adalah sebuah ciuman. Tidak, belum tentu. Luhan tidak melihat secara jelas dan segera pergi dari sana. Lalu bagaimana jika kejadian tersebut bukanlah sebuah ciuman seperti yang dipikirkan Luhan melainkan lebih dari sebuah ciuman?! Dan bagaimana jika ternyata itu adalah sebuah French kiss??. Holy cow!! Apa yang telah dipikirkannya? Dan kenapa ia harus peduli? Iya, itu alasan yang tepat untuk menghilangkan pikiran – pikiran aneh mengenai dua insan itu.

Luhan tersenyum puas tapi sedetik berikutnya ia mendesah berat sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tidak berhasil sama sekali dan justru membuatnya semakin uring – uringan.

“Xi Luhan apa sebetulnya yang sedang terjadi padamu?” sungut Luhan kesal

“Gila” sahut seseorang yang entah sejak kapan telah berdiri di depan Luhan. Pria itu terkesiap kaget lalu mengusap dadanya.

“Kenapa kau sangat sering muncul secara tiba – tiba?” Tanya Luhan sambil menyenderkan tubuhnya di sofa. Kris hanya mengedikkan bahu lalu mengambil posisi duduk di hadapan Luhan. Kris duduk dengan posisi tegap dan dengan ekspresi tegas yang menunjukkan pada Luhan jika ia akan berbicara serius.

“Aku tidak ingin Taeyeon ikut campur ke dalam kehidupan gelapmu, Luhan” ungkap . Luhan mengerutkan keningnya tak setuju dengan kalimat yang dilontarkan Kris.

“Apa maksudmu? Kehidupan gelap? Memangnya apa yang telah kulakukan padanya?” Tanya Luhan bertubi, suara Luhan terdengar ditekan – mencoba tidak tersulut emosi. Ia menatap Kris dengan tatapan ‘jawab aku sekarang juga, kau idiot’

“Wanita itu. Apa yang dimintanya? Kenapa dia bisa datang ke rumah ini? Apa kau tahu jika hal tadi bisa menyangkut pada nama baik keluarga Kim? Tidak hanya Taeyeon tapi juga kedua orang tuanya. Kau mengerti kemana jalan pikiranku Xi Luhan”

Luhan menatap Kris dengan tatapan kesal. Ia membenarkan posisi duduknya dan menatap lurus mata sepupunya itu dengan tatapan tajam. “Kau pikir aku ingin hal tadi terjadi? Kau pikir aku akan tinggal diam jika aku telah mengetahui wanita gila itu akan datang kemari? Wanita itu adalah wanita kotor Kris. Saat kami melakukannya pun ia dalam keadaan mabuk dan aku berani bersumpah jika wanita itu dalam keadaan yang tidak lagi suci ketika aku memasukinya. Kau tahu prinsip ku mengenai wanita wanita yang kutiduri bukan? ( read ep1). Bahkan saat ia kemari tadi, dirinya dalam keadaan mabuk berat. Apa kau tidak mencium aroma alkohol dari tubuhnya? Dia wanita gila yang hidupnya dipenuhi dengan seks, alkohol, rokok, dan obat obatan. Suatu hal yang tidak masuk akal jika ia meminta pertanggung jawaban dariku. Berpikirlah secara rasional, jenius” geram Luhan.

Seketika pikirannya bercampur aduk menjadi satu. Dari kasus kedatangan wanita itu, Taeyeon yang menangis, hingga Kris yang mencium Taeyeon. Akal sehatnya seakan hilang. Tangan Luhan membentuk kepalan di bawah sana. Ia kesal. Tidak, lebih tepatnya kesal dan cemburu. Lebih mendominasi ke arah itu.

“Ayolah Luhan, semua orang juga akan berpendapat secara umum sesuai apa yang mereka lihat dan dengar. Termasuk para tetangga yang mendengar dan juga aku. Kalau begitu ambil kesimpulannya, kenapa kau melakukan one side night pada wanita itu? Kenapa kau melakukannya hingga menyebabkan hal ini terjadi? Taeyeon sangat ketakutan hingga tak berani keluar dari kamarnya akibat kejadian tadi. Lalu apa yang akan kau lakukan? Pertanggung jawaban apa yang bisa kau lakukan? Apa kau memiliki alasan untuk mengatakan ‘tidak’ sekarang? Jawab pertanyaanku secara rasional seperti yang kau katakan Luhan”

Luhan tidak dapat menjawab ucapan Kris. Kalimat kalimat Kris menujamnya dengan sangat kuat, ia kalah telak. “Baiklah. Aku menyesal” gumam Luhan pelan tanpa pikir panjang tapi tetap dengan nada bicaranya yang arogan.

“Kau meminta maaf pada orang yang salah” sahut Kris. “Aku akan meminta maaf nanti. Tidak sekarang”. Kris mengangguk mengerti.

“Apa sesakit itu rasanya?” Tanya Luhan tiba tiba, kembali mengingat saat Taeyeon berteriak sambil menangis meraung – raung sesaat yang lalu. Kris menatap mata Luhan dengan tatapan yang sulit diartikan lalu kembali membuka mulutnya.

“Tentu saja sakit, idiot. Tapi disamping itu, ia lebih merasa ketakutan dari pada kesakitan” ungkap Kris pelan. Ia tak tahu apakah pilihannya untuk mengucapkan (baca; membongkar) hal ini akan menjadi suatu yang baik untuk kedepannya atau justru kebalikannya. Tapi Kris hanya berusaha berniat baik pada Luhan dan pada Taeyeon tentunya. Meskipun akan membuatnya merasa sakit jika suatu hari pilihannya ini akan berbuah manis.

Luhan menautkan alisnya, tak mengerti kemana arah pembicaraan Kris.

“Apa maksudmu?”

Kris menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan. “Taeyeon memiliki trauma yang didapatkannya saat masih kecil. Membuatnya menjadi seorang paranoid akan suara suara keras, kekerasan, dan tempat – tempat yang menampung air dalam jumlah banyak, yah katakanlah laut atau pantai” jelas Kris sambil mengedikkan bahunya.

Trauma? Kenapa bisa?” Tanya Luhan mulai penasaran dan entah sejak kapan ia telah mendapati dirinya ingin mengenal dan masuk lebih jauh ke dalam kehidupan gadis bermarga Kim tersebut.

Kris menghela nafas. “Akan kuceritakan tapi berjanjilah jangan sekalipun menyelanya karena jika sekali kau melakukannya aku tak akan pernah ingin melanjutkannya lagi dan aku tak akan menjawab pertanyaan yang kau berikan”

Luhan mengangguk paham. Dan segera memasang kupingnya untuk mendengar cerita Kris.

“Saat masih kecil, Taeyeon pernah mengalami pembully-an. Awalnya mereka hanya sekedar memberikan panggilan panggilan jelek pada Taeyeon, tapi lama kelamaan tindakan anak – anak itu semakin menjadi – jadi. Taeyeon dipermalukan, didorong, dipukuli, hingga suatu hari dirinya hampir kehilangan nyawanya saat mereka mencoba..”

“T-Tunggu! Tunggu dulu!!” Potong Luhan. Ia seakan tak peduli lagi dengan perjanjiana awal yang diberikan Kris. Apa yang diceritakan Kris seperti sebuah film yang kembali terputar di otaknya. Film horror yang bahkan dirinya tak berani tuk mengingat judul film tersebut. Bibir Luhan terasa sangat kelu. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang dan pori pori tubuhnya mengeluarkan banyak sekali keringat dingin ketika Kris meneritakan kisah itu.

“A-apa apaan cerita itu? I-tu.. itu… Kris, cerita itu… apa maksudmu?”. Dengan perasaan kacau, Luhan hanya bisa menunggu kalimat apa kiranya yang akan diluncurkan Kris selanjutnya dengan jantung yang memompa keras seakan ingin meluncur keluar dari rongganya saat itu juga. Kris hanya diam dengan wajah datarnya. Lalu detik berikutnya ia mengambil ancang – ancang untuk kembali bersuara.

“Aku tidak akan menjawabnya”

 

∞∞ Wanna Be Yours ∞∞

 

“Dia tidak akan membenci mu seperti apa yang dikatakannya. Ia sosok yang polos dan pemaaf.”

Kata – kata Kris kembali teringat di kepala Luhan. Apa ia harus percaya atau tidak, entahlah. Luhan sendiri bingung. Dirinya sekarang sedang berada di dapur rumah Taeyeon membuat sarapan untuk dirinya dan juga untuk… Taeyeon(?) dengan seragam sekolah yang telah lengkap terpasang di tubuhnya.

Gadis itu – Taeyeon masih mengurung dirinya di kamar hingga sekarang. Dan sayangnya Luhan terlalu takut untuk mengetuk pintu kamar gadis itu dan menunjukkan batang hidungnya di hadapannya. Luhan tak tahu harus berbuat apa dan mengatakan apa jika bertatap muka dengan Taeyeon.

Luhan memberengut bingung. Segelas susu hangat dan 4 potong sandwhich telah tersusun rapi di atas nampan tepat di atas meja makan. Tapi sungguh. Rasanya ia ingin segera membuang makanan buatannya itu ke tempat sampah. Ayolah, jika tidak, apa yang harus dilakukannya?. Apa ia akan berjalan menuju kamar Taeyeon? Mengetuk pintunya dan jika gadis itu membukakannya ia akan memasang tampang menyesal dengan membawa sebuah nampan berisi sarapan untuk gadis itu? Hell no! ia tidak akan mati gugup dalam suatu kondisi konyol semacam itu. Dan sayangnya, hal tersebut bahkan jika gadis itu membukakan pintu, Jika tidak? Oh for real, kepusingan Luhan bertambah berkali – kali lipat.

Luhan menghela nafas pelan. Ia berbalik hendak menjalankan niatnya dan

“Astaga!” pria itu hampir saja menjatuhkan nampan dari tangannya ketika ia menangkap sosok gadis di depannya.

 

Gadis itu yang tak lain tak bukan adalah Taeyeon itu hanya menatap Luhan dengan tatapan datar dan berjalan melaluinya hendak menuju kulkas. Luhan hanya diam sambil mengamati Taeyeon yang sedang meminum susu kotak ukuran sedang yang baru diambilnya dari lemari pendingin.

“Taeyeon” panggil Luhan pelan.

Gadis itu hanya diam. “Taeyeon-ah” panggil Luhan lagi, tapi Taeyeon tetap diam, tak mengubris panggilan Luhan sedikitpun.

Luhan meletakkan nampan tersebut di atas meja dapur dan berjalan mendekati Taeyeon. Tangan Luhan bergerak menepuk pundak Taeyeon sambil kembali berujar. “Taeyeon-ssi”

“Apa?” Sahut Taeyeon setelah menyeka jejak susu yang tertinggal di sudut sudut bibirnya. Luhan terkejut dan sedikit tertegun. Gadis itu tidak marah dengannya? Ekspresi gadis itu sekarang pun sangat biasa. Seperti tidak terjadi apa – apa diantara keduanya. Luhan mengerjap beberapa kali lalu berdeham.

“A-ani, hanya saja, aku membuatkanmu sarapan. Kau bisa memakannya” ujar Luhan sambil mengangkat jempolnya mengarah pada pundak kanannya – menunjuk arah sarapan yang dibuatnya.

“Apa ini wujud dari penyesalanmu?” Tanya Taeyeon yang tentunya ditujukan untuk menyindir Luhan. Pria itu hanya mengedik seolah tak peduli.

“Kau bisa membuangnya jika tidak mau” terang Luhan.

Taeyeon diam. Begitupun Luhan. Keduanya diam dan hanya saling menatap, hingga akhirnya Luhan berjalan meninggalkan Taeyeon kea rah ruang tamu sesudah berujar;

“Cepatlah, aku tidak mau terlambat karena-mu”

 

∞∞ Wanna Be Yours ∞∞

 

 

“Mengenai kejadian kemarin, aku…”

“Aku pasti sudah sangat sial, seharusnya aku tidak keluar rumah kemarin” potong Taeyeon. Gadis itu menatap lurus ke depan dengan ekspresi datar. Luhan menarik nafas pelan, ia merasa sangat gugup sekarang. Karena apa? Luhan bisa dikatakan merupakan makhluk Tuhan yang amat sangat jarang mengucapkan kata ‘maaf’ pada siapapun.

“A-aku minta maaf”

Kali ini Taeyeon langsung menatap Luhan yang tengah fokus menyetir. “Kenapa meminta ma                                                                                                      af? Bukannya kau membenciku? Harusnya kau sangat bahagia melihatku mengalami hal seperti kemarin” ungkap Taeyeon yang dibalas wajah masam dari Luhan.

“Aku hanya….. maaf” gumam Luhan pelan. Taeyeon masih memperhatikan Luhan dan akhirnya tatapannya kembali ke depan. “Dengan segala pemikiran mengenai dirimu selama ini, setidaknya aku tidak terkejut lagi”

Taeyeon berujar bertepatan dengan mobil Luhan yang terparkir di halaman parkir murid SM High School. Kalimat terakhir yang diucapkan Taeyeon betul betul berhasil memojokkannya. Luhan hanya menunduk saat Taeyeon lebih dahulu keluar dari mobil dan berjalan menuju gedung lobi untuk segera pergi ke kelasnya.

 

∞∞ Wanna Be Yours ∞∞

 

Bel istirahat berbunyi. Murid murid segera meninggalkan kelas mereka menuju ke cafetaria-A yang alhasil menyebabkan tempat itu menjadi amat sangat ramai seperti sebuah pasar. Taeyeon dan yang lain bahkan mengurungkan niat mereka dan memilih menghabiskan waktu istirahat di cafeteria-B sekolah yang sebetulnya tidak boleh dimasuki murid murid kelas 3 lagi. Karena beberapa hari yang lalu, para guru berhasil memergoki gerombolan murid kelas 3 yang tengah merokok ria di sana.

“Hei, apa tidak apa kita kemari?” Tanya Kyungsoo sambil melirik kanan dan kiri

“Ayolah bocah lugu, selagi tidak ada guru apa yang harus ditakuti?” Tanya Suho sambil menarik leher Kyungsoo agar masuk ke dalam cafeteria-b. Taeyeon dan Tiffany hanya terkekeh melihat sifat Kyungsoo – sahabat mereka yang sangat patuh akan peraturan sekolah dan segera menyusul keduanya.

Tiffany menarik Taeyeon menuju sebuah meja yang kosong dengan tergesa – gesa sebelum meja tersebut ditempati murid lain. Bahkan Tiffany hampir kalah cepat dengan gerombolan adik kelasnya. Tapi mengetahui Tiffany dan Taeyeon yang merupakan senior mereka, gerombolan gadis – gadis itu segera mencari meja lain tanpa beberpendapat sedikitpun.

“Inilah yang menyenangkan dari cafeteria-B SM High School dengan aturan bodohnya yang tidak membolehkan murid kelas 3 kemari; tidak ada yang berani macam – macam dengan kita” ungkap Tiffany sambil tersenyum lebar.

“Tingkat senioritas di SM High School sangat tinggi. Itu tidak baik” ujar Taeyeon sambil merogoh hp nya yang baru saja berbunyi. Taeyeon sedikit melebarkan matanya saat mengetahui pesan tersebut dari Baekhyun.

 

From: baekhyun

Noona, aku berada di meja di belakangmu J

 

Taeyeon segera menolehkan kepalanya ke samping dan benar, Baekhyun di sana dengan teman temannya; Xiumin, Chen, Mark dan lain lain. Gadis itu memberikan senyum nya yang dibalas senyuman manis dari Baekhyun.

“Aw aw aw, what’s that? Eye contact? Ewhhh” gurau Tiffany dengan wajah mengejek.

Taeyeon hanya memutar bola matanya. “Hei lihat ke arah sana. Kris, Luhan dan namja namja tampan lainnya. Astaga apa mereka memiliki kesepakatan untuk hanya berteman dengan yang memiliki ketampanan di atas rata rata saja?”

Taeyeon kembali memutar bola matanya mendengar ocehan Tiffany.

“Tiff, ada yang ingin aku katakan. Ceritakan lebih tepatnya” ujar Taeyeon sedikit tak yakin setelah menyeruput iced la tea-nya.

“Apa itu?” Tanya Tiffany mulai penasaran.

“Tapi kumohon jangan memekik atau tampak heboh atau apapun yang mampu mengalihkan seluruh pandangan mata kepada kita seperti yang kau lakukan beberapa hari yang lalu” ujar Taeyeon.

“Aku mengerti Taeng. Cepat ceritakan” desak Tiffany tak sabar.

Taeyeon berdeham. Lalu memulai kalimatnya.

“Sebetulnya…sejak beberapa hari yang lalu…aku tinggal bersama dengan Luhan” ungkap Taeyeon. Tiffany membulatkan matanya. Dengan segenap kekuatannya gadis itu menahan pekikan nyaring terkejutnya tapi pada akhirnya tetap juga tak berhasil. Dan yah, hal itu terjadi lagi.

 

 

“W-WHAT THE FREAKING HELL IS THAT?!!! FOR SURE KIM TAEYEON?!!!!”

Taeyeon hanya menghela nafas dan menundukkan kepalanya dalam dalam berpura – pura tak peduli dengan sepenjuru cafeteria yang sekarang tengah memberikan tatapan bingung, terkejut dan aneh pada dirinya dan Tiffany. Tiffany hanya terkekeh pelan sambil mengangkat jarinya yang membentuk peace sign pada Taeyeon. “Mian” tutur gadis eyesmile . Taeyeon melirik ke arah meja Kris dkk dan sialnya, seluruh namja di sana tengah menatap ke arahnya, buru – buru Taeyeon mengalihkan tatapannya ke arah lain dan saat itu ia dapat melihat Baekhyun dan teman temannya berjalan keluar dari Cafetaria.

“Tapi kenapa? Kenapa bisa? Harusnya orang tuamu sudah membunuhmu Taeng” ucap Tiffany bingung, mengembalikkan fokus Taeyeon. Gadis bertubuh mungil itu hanya mengedikkan bahunya.

“Ia adalah tetangga baruku. Ini bahkan permintaan Mom dan Dad. Dengan alasan klasik agar aku terlindungi dari marabahaya. Menggelikan” ungkap Taeyeon lalu melirik meja di mana Luhan berada dan kembali menatap Tiffany.

“Wow, kau seperti sedang hidup di dalam drama Taeyeon. Bukankah itu suatu hal yang menyenangkan?. Rasa benci itu lama kelamaan bisa berubah menjadi benih – benih cinta. Ahh, so romantic”

PLTAK!

“Aww!” ringis Tiffany sambil mengusap kepalanya. “Itu lebih menjijikkan dari apapun Miyoung”

“Ya! Aku akan benar benar mengadukan mu pada Nickhun oppa!” ancam Tiffany kesal

“Ya ya ya, terserahmu. Tapi aku tidak akan pernah mengubah keputusanku untuk berhenti membencinya” ucap Taeyeon lalu bangkit dari kursinya dengan tujuan pergi ke toilet. tapi detik berikutnya, baru saja dirinya hendak memutar tubuhnya ke belakang namun tubuhnya lebih dahulu terhuyung ke samping dan…

BRUKK!

“Astaga Taeng!”

 

∞∞ Wanna Be Yours ∞∞

 

@Cafetaria-B

“Bagaimana Luhan? Apa kau tertarik ikut klub basket?” Tanya Chanyeol.

Luhan tampak berpikir sebentar lalu menggeleng. “Aku tidak terlalu pandai bermain basket. Dan dari awal aku ingin memasuki klub sepak bola” ungkap Luhan. Chanyeol mengangguk – anggukkan kepalanya mengerti sembari memasang ekspresi kecewa di wajahnya.

“Tapi Luhan, apa setelah kau memasuki sekolah ini, telah ada gadis yang telah menarik perhatianmu?” Tanya Lay secara tiba tiba membuat Luhan terkesiap kaget tanpa alasan. Luhan langsung menatap Kris yang balas memberikan tatapan ‘Apa?’ padanya.

“Sepertinya ada” jawab Luhan ragu.

Chanyeol, Lay, Tao, dan yang lain langsung ber ‘Ow’ ria lalu tertawa bersama.

“Siapa gadis beruntung itu?” Tanya Lay

Luhan tampak ragu tapi melihat wajah teman teman barunya yang sangat penasaran Itu membuatnya berpikir dua kali untuk tidak menjawabnya.

“Kim Taeyeon”

““MWO?!!””

BRUKK!

“Astaga Taeng!”

“Ya! Apa kau tidak bisa menggunakan matamu? Dasar bodoh! Lihat bajuku jadi kotor seperti ini! Aiss jinjja!” Seru seorang pria bertubuh tinggi tegap kepada Taeyeon yang tengah tersungkur di lantai. Pria itu memperhatikan kemejanya yang sebagian telah penuh dengan krim waffle strawberry yang tadi dibawanya, iya sebelum kejadian barusan. Seisi cafetaria pun menonton kejadian itu. Termasuk Luhan dan yang lainnya.

Tiffany sedang buru buru membantu Taeyeon berdiri ketika pria itu menatap kedua gadis di depannya dengan pandangan terkejut. Sangat terkejut. Bagaimana tidak? Ia yakin ia masih memiliki kedua mata yang masih dapat melihat dengan jelas. Nametag kedua gadis itu… berwarna putih yang dihiasi dengan huruf hangul berwarna hitam yang bertuliskan Taeyeon Kim dan Stephanie Hwang. Oh baiklah, sebelum itu sebagai info singkat; SM High School membuat peraturan yang mengaharuskan murid kelas 1 ber- nematag dengan warna cokelat, murid kelas 2 berwarna dongker, dan putih untuk kelas 3. Dengan tujuan memudahkan para guru untuk mengetahui di tingkat berapakah para murid mereka.

And goddamn! Ia bahkan membentak tanpa mengetahui apakah itu junior atau seniornya. Sungguh bodoh. Pria itu langsung menundukkan kepalanya dalam – dalam. Adat senioritas SM High School yang sangat tinggi memang berhasil membuat kasta antara senior dan junior. Terkadang memang menguntungkan, salah satu contohnya ialah ketika para guru lebih mengayomi dan membela para junior dibanding senior. Atau katakanlah para guru di sana lebih suka memanjakan junior. Tapi tentunya ada menguntungkan dan ada merugikannya. Contoh yang merugikan adalah.. yah, salah satu contohnya ialah kejadian barusan.

“Mianhae Taeyeon sunbae. Jeongmal mianhae” sesalnya

Tiffany menatap pria itu dengan tatapan kesal. “Ya Oh Sehun! Harusnya kau tidak mengatakan hal sekasar itu kepada senior mu! Tidak tahu sopan santun! Apa kau mau disidang?! Aish, kau dan seluruh teman EXO mu itu memang selalu kurang ajar!” seru Tiffany geram. Pria itu semakin menundukkan kepalanya. Taeyeon yang menyadari suasa semakin tidak mengenakkan, langsung menyikut pelan lengan sahabatnya mengisyaratkan untuk diam.

“Tidak apa, lagi pula aku yang salah. Harusnya aku yang meminta maaf padamu. Hanya saja, bukan berarti karena aku adalah seniormu kau harus takut padaku. Bukankah lebih baik jika junior dan senior saling menghargai?” ujar Taeyeon sambil memperlihatkan senyumnya yang sangat manis.

Wajah pria itu seketika berubah warna menjadi seperti kepiting rebus. Entah kenapa ia merasakan sensasi aneh di dadanya saat melihat senyuman seniornya itu.

“Tidak, Taeng. Ia pasti sengaja melakukannya karena dia masih dendam saat EXO kalah melawan kita bulan lalu. Apa seperti ini caramu membalas dendam?” seru Tiffany geram. Taeyeon berdesis.

“Jangan seperti itu Fany”

Sehun hanya diam. Ia memang telah mengenal Taeyeon. Bagaimana tidak? Taeyeon adalah senior yang amat terkenal di sekolah. Teman – temannya pun banyak yang memuja muji gadis itu bak pahlawan karena kesempurnaannya. Tapi ia sama sekali tidak tertarik dengan gadis bernama Kim Taeyeon tersebut. Karena yang dipikirkannya ketika melihat sosok gadis itu dari kejauhan hanyalah gadis biasa dengan tubuh pendek dan wajah yang cantik seperti wanita Korea kebanyakan. Tapi sekarang, dirinya menyesal mengenai kenapa ia sempat tidak tertarik dengan gadis yang memiliki wajah yang lebih cantik dari pada malaikat di drama fantasi dan hati yang lebih halus dari pada kapas itu.

“Maafkan aku Sehun” ujar Taeyeon menyesal.

Pria itu menggeleng lalu membalas senyuman Taeyeon.

Taeyeon masih tersenyum. Ia sangat gemas dengan namja bernama lengkap Oh Sehun itu. Taeyeon mengenalnya. Pria itu adalah salah satu anggota EXO dan juga dekat dengan Kris. Taeyeon sering melihat Kris dan Sehun latihan menari atau bermain basket bersama. Walaupun ia bertubuh besar tinggi dan bisa dibilang memiliki wajah yang tajam dan bisa dikatakan menyeramkan, tapi Taeyeon tetap dapat melihat jiwa kekanakan di dalam dirinya. She’s just automatically remember with Byun Baekhyun.

Sejenak berlalu dan selanjutnya Taeyeon langsung mengambil sapu tangan di kantung blazernya dan mencoba membersihkan krim waffle pada baju Sehun. Tapi dengan sigap, Sehun mencoba menghentikan aksi Taeyeon.

“Gwaenchana Taeyeon noona” ucap Sehun pelan, nyaris berbisik dengan kepala yang sedikit tertunduk.

Taeyeon terdiam, kemudian terkekeh.

“Astaga, kenapa kau manis sekali Oh Sehun?”

Tangan gadis itu terangkat untuk menepuk – nepuk pelan kepala Sehun lalu kembali membersihkan kemeja pria jangkung itu. Sehun hanya menunduk malu dengan wajah merona.

 

 

∞∞ Wanna Be Yours ∞∞

 

“Apa karena itu kau menyukainya?” Tanya Lay tiba – tiba sesaat mereka menonton kejadian tersebut. Luhan menggelengkan kepalanya kuat. “Aku tidak menyukainya. Hanya tertarik, dan itu pun aku belum memastikannya” jawab Luhan seadanya.

“Menyukai gadis bernama Kim Taeyeon di sana itu akan menjadi hal yang sulit untukmu” sahut Lay lalu meminum Bubble Tea Taro– nya.

Luhan mengerenyitkan alisnya tanda bingung.

“Hey hey hey kawan, apa di matamu ia tampak biasa saja? Meskipun tubuhnya kecil, ia memiliki pesona yang luar biasa dan daya tarik yang begitu kuat. Wajahnya yang selalu terlihat arogan tetapi ternyata sangat manis ketika kau mengajaknya bicara sudah menjadi ciri khas-nya. Ia cantik, pintar, ramah, imut, dan di suatu waktu juga bisa menjadi sangat sexy. Ia bahkan menggaet gelar Queen of SM High School selama 3 tahun,wakil ketua Student Organization of SM High School, ketua umum Sound Art Gallery of SM High School dan The Leader of Girls’ Generation. Pria mana yang tidak tertarik dengannya?” jelas Lay mantap. Luhan terdiam, tak tahu harus memberikan respon apa. Tapi yang pasti ia sangat terkejut sekarang.

“Benar sekali. Dan asalkan kau tahu saja, kami semua bahkan sudah pernah jatuh padanya.” ujar Tao santai.

Luhan melotot kaget. “A-apa? Kalian semua? Dan apa itu Girls Generation?” Tanya Luhan tak habis pikir.

“Yup! Kami semua. Girls’ Generation atau yang lebih sering dipanggil SNSD itu adalah girl group sekolah kita. Dan hanya sekedar info tambahan, kami semua di sini juga merupakan member sebuah boygroup. EXO namanya. Kau harus gabung, ok?” jawab Chanyeol heboh. Luhan hanya mengangguk, meskipun ia masih tidak begitu mengerti akan hal itu. Boygroup? Di lingkungan sekolah? Bagaimana bisa?.

“Jika Taeyeon adalah Queen di sekolah ini, maka siapa King-nya?” Tanya Luhan.

“Kris” jawab Kai sedikit frustasi. Rahang Luhan seketika jatuh. Ia sangat terkejut tapi buru buru bersikap biasa untuk menutupinya.

“Mereka menjabati gelar King dan Queen SM High School dari awal kelas 1 hingga sekarang dan selama itu belum ada yang bisa mengalahkan mereka. Kau harus tahu jika gelar itu tidak hanya didapatkan dari penampilan fisik saja, tapi juga mencakup sikap dan kemampuan akademik. Yah, tapi memang keduanya pantas mendapatkan gelar itu. Meskipun aku pribadi berpikir jika Taeyeon lebih terlihat seperti adik Kris, bukan istrinya.” jelas Tao sambil tertawa jenaka.

Luhan mengedarkan pandangannya kearah Kris yang tengah bermain games di gadget-nya seolah tak peduli dengan topik pembicaraan teman – temannya.

Kris memberikan tatapan kesalnya pada Tao yang hanya dibalas tawa konyol dari pria dengan mata panda itu.

 

“Dan kami pada akhirnya sadar jika Taeyeon hanya melirik Kris. Meski menyebalkan, tapi memang tidak akan ada ruang sejengkalpun untuk kami karena bagi Taeyeon, hanya Kris-lah yang boleh memiliki posisi di sampingnya. Ia memang tersenyum dan berbicara pada pria lain, tapi ketika pria pria itu mencoba untuk lebih dekat dengannya, Taeyeon akan segera memberi tanda silang besar dengan makna ‘jangan, kumohon’ dan selanjutnya ia akan berusaha menjauhi pria tersebut. Karena itulah satu per satu dari kami memilih untuk mundur. Karena kau tahu? Tidak akan ada harapan” ujar Kai dengan wajah sedih.

Lay menepuk – nepuk pelan pundak Kai. Mereka hanya dapat berduka cita atas penolakan Taeyeon terhadap cinta Kai beberapa minggu yang lalu. Kai memang cukup berani menyatakan perasaan pada Primadona sekolah. Mereka semua terdiam setelah mendengar ucapan Kai. Tidak ada yang memilih untuk berbicara lagi. Hingga akhirnya bel tanda jam istirahat usai berbunyi. Dan menyisakan tanda tanya besar bagi Luhan.

“Jika memang benar, lalu kenapa dirinya sangat dekat dengan pria bernama Byun Baekhyun itu?”

 

                                                                                                                               KRING KRING KRING KRING (anggap aja bunyi bel-,-)

 

“Hey hey ladies, let’s back to the class! Hahaha” seru Lay tiba tiba mencoba mencairkan suasana. Mereka pun langsung berdiri hendak menuju kasir.

“Biar aku saja yang membayar” ujar Luhan tiba tiba membuat teman teman barunya seketika bersorak. “Apa kau tahu harga makanan di sekolah ini? Aku takut kau tidak memiliki uang lagi untuk membeli permen jika kau membayar pesanan kami semua” sahut Chanyeol bergurau.

“Kau bercanda? ini hanya tanda terima kasihku atas dongeng singkat yang kalian berikan” ujar Luhan enteng lalu berjalan menuju kasir.

“Baiklah kalau begitu Tuan Muda Xi” ucap Chanyeol sedikit berseru.

“Kris, kenapa sedari tadi kau hanya diam?” Tanya Tao setelah meletakkan tangannya di bahu Kris saat pria yang sedikit lebih jangkung darinya itu tengah berdiri dari kursinya.

“Karena kalian membicarakanku seolah aku tidak ada” jawab Kris datar. Tao dan yang lain langsung cekikikan. “Itu jauh lebih baik dari pada kami membicarakanmu dari belakang, Kris” ujar Lay sambil tertawa geli. “Hey Luhan, pulang sekolah kau ikut kami okay? Ada yang harus kita lakukan” tutur Chanyeol.

 

∞∞ Wanna Be Yours ∞∞

“Baiklah. Materi hari ini hanya melanjutkan materi yang saem jelaskan tempo hari yaitu membuat karya tulis ilmiah. Saem akan bagi kalian menjadi 9 kelompok yang satu kelompoknya terdiri dari 3 anggota. Jadi tidak ada yang tidak memiliki kelompok. Mengerti?” ungkap Ki Seongsaengnim. Sekarang adalah jam terakhir dengan mata pelajaran Sastra Korea. Dan yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana bisa pihak sekolah meletakkan mata pelajaran Sastra Korea yang terkenal dengan sifatnya yang amat sangat membosankan pada mata pelajaran terakhir di mana para murid hanya memikirkan untuk segera pulang saat itu. Astaga, sangat membingungkan.

Taeyeon menghela nafas panjang. Begitupun Tiffany di sampingnya.

“Aku ingin sekelompok denganmu, Taeng” ungkap Tiffany setelah menguap. Taeyeon hanya mengangguk tak peduli.

“Kelompok pertama ialah Taeyeon, Luhan dan Minah. Kelompok yang kedua adalah….”

“Saem!” seru Taeyeon tiba – tiba memotong perkataan Ki Saem.

“Astaga ada apa Taeyeon-ssi?”

Taeyeon mengerutkan keningnya tanda tidak terima dengan keputusan gurunya itu. “Kenapa Saem yang membuat kelompoknya? Bukankah lebih baik jika kami memilih kelompok kami sendiri? Saem tahu jika kami sekelompok dengan teman dekat kami, pasti hasilnya akan lebih baik” ujar Taeyeon. Murid murid di kelas mengangguk – anggukkan kepala mereka, setuju dengan pendapat Taeyeon.

“Tidak Taeyeon-ssi. Jika Saem membiarkan kalian membuat kelompok sendiri, kau pasti akan memilih berkelompok dengan Tiffany, Suho, Kyungsoo atau Kris. Kau tahu berkubu – kubu itu tidak baik, bukan? Apa salahnya berbaur dengan murid yang lain? Dan jangan mengaturku ok?”

Taeyeon memutar bola matanya. “Kalau begitu aku akan tetap bersama Minah tapi anggota yang satunya aku minta diganti Saem. Aku tidak akan memilih Kyungsoo, Suho, Tiffany atau Kris” ujar Taeyeon kukuh.

Ki Saem menaikkan kaca matanya yang sedikit turun di hidungnya lalu tersenyum tipis.

“Memangnya kenapa kau tidak ingin sekelompok dengan Luhan? Apa terjadi sesuatu di antara kalian?” Tanya Ki Saem membuat Taeyeon seketika melongo dan seisi kelas langsung ber ‘Ohh’ ria lalu sedetik berikutnya mereka langsung membentuk formasi. Murid pria sibuk bersiul – siul genit semacam tidak karuan dan murid perempuan langsung bergosip heboh.

Taeyeon menggeleng – geleng lalu kembali duduk di kursinya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Setelah Saem membagi kelompok kelompok. Para murid pun langsung menyatu bersama kelompok mereka masing-masing. Mereka menyatukan meja untuk memudahkan diskusi.

Dan akhirnya, inilah yang terjadi. Taeyeon – Luhan – Minah. Sejak tadi tidak ada yang ingin membuka suara. Jika Taeyeon dan Luhan yang tidak ingin bersuara karena yah tentu kalian tahu alasannya lalu Minah yang masih bersikap canggung dengan Luhan akibat peristiwa tempo hari.

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Luhan memilih membuka suara setelah ia merasa sangat tidak mampu lagi menahan rasa kesalnya atas atmosfir diantara mereka yang sangat dingin.

“Bisakah kita mulai? Aku sudah sangat bosan” sungut Luhan enteng.

Taeyeon berdecak lalu menghidupkan laptopnya dengan wajah cemberut.

 

∞∞ Wanna Be Yours ∞∞

 

 

“Stop! Stop! Kubilang berhenti!” pekik Taeyeon – gadis itu melayangkan tangannya ke udara dengan kuat. Ia menghembuskan nafasnya kasar. Membalik tubuhnya lalu memasang wajah sangar kepada tiap tiap kepala di dalam ruangan itu.

“Kenapa suara kalian menjadi sangat jelek, huh?! Betul – betul kacau! Berapa kali harus kukatakan, dibagian itu harusnya suara 2 lebih merendahkan tempo dan suara 1..! ya suara satu! Apa yang kalian makan semalam? Sudah kubilang jangan minum air es dan makan makanan yang berminyak! Kalian pikir kalian bisa membohongiku dengan sok menggunakan cengkok berlebihan seperti itu? Tugas kalian bukanlah bercegkok – cengkok pada lagu ini! Kenapa semuanya sangat buruk!!?” pekik Taeyeon di akhir kalimatnya.

Seluruh murid kelas 1 maupun kelas 2 di dalam ruang seni suara hanya menundukkan kepala mereka dalam – dalam. Kim Taeyeon yang terkenal dengan sifatnya yang lemah lembut dan penuh dengan kasih sayang ternyata juga memiliki sisi yang tak kalah menyeramkannya dibandingkan sadako.

“T-taeng…”

“Apa!?” seru Taeyeon tajam saat Tiffany memanggilnya. Tak habis pikir. Siapa yang mengira gadis dengan tubuh mungil dan wajah yang luar biasa imut itu ternyata memiliki sikap yang setara dengan Lucifer ketika ia dalam mood yang buruk.

Tiffany tersentak kaget. Lalu tangannya terangkat menunjuk ke arah jendela dengan ragu.

“Kris sedang menunggu kita di luar, Taeng” ucap Tiffany pelan. Taeyeon – gadis itu mendengus.

“Latihan hari ini cukup. Maaf karena sudah membentak kalian. Segera pulang dan istirahatlah” perintah Taeyeon lalu menjinjing tasnya dan berjalan keluar dari ruangan.

Setelah Taeyeon hilang dari ruangan seni suara tersebut, Tiffany buru – buru mengambil alih. Ia tak tega melihat wajah wajah adik kelasnya yang terlihat masam dan ketakutan.

“Hey hey hey girls. Tidak perlu bermuram durja karena hal tadi. Taeyeon hanya sedang dalam mood yang buruk. Don’t worry, ya’ll already now what kind of girl Kim Taeyeon is. She is the warmhearted one, actually more than me. So, let’s smile and show her your best performance later! Go fighting!”

Murid murid wanita itu hanya tersenyum tipis lalu bersiap siap untuk segera pulang.

Tiffany menghela nafas. “Kim Taeyeon you such a satan’s daughter. Kenapa kau menjadikan adik kelas mu sebagai pelampiasan amarahmu? Tsk tsk” gumam Tiffany pelan sambil menggeleng gelengkan kepalanya lalu keluar menyusul Taeyeon.

 

–Wanna Be Yours–

 

“Luhan-ah, akan aku jelaskan secara rinci. Ok?” ujar Chanyeol sesaat mereka semua yaitu member dari boygroup EXO berkumpul di dalam ruangan khusus yang biasa mereka gunakan untuk latihan. Dan tentunya telah diresmikan oleh kepala sekolah SM High School. Ah, sebetulnya tidak semua member EXO hari ini yang bisa berkumpul.

“Jadi, SM High School mempunyai 2 group utama yang bisa dikatakan merupakan trade centre dari sekolah ini. Kami adalah salah satunya yaitu EXO. EXO memiliki 9 member, tapi sebetulnya kami tidak selalu tampil bersembilan. Anggotanya ialah Kris, Suho, aku, Lay, Tao, Kai, Sehun, Xiumin, Chen, dan sekarang ditambah kau menjadi 10 anggota” jelas Chanyeol.

Luhan mengangguk mengerti.

“Siapa yang membentuk kalian? Apa kalian merupakan trainee?” Tanya Luhan bingung.

Lay tertawa singkat. “Tentu saja bukan. Pada awalnya kami hanya iseng membentuk group ini, tapi ternyata respon yang diberikan murid lain dan pihak sekolah ternyata sangatlah diluar perkiraan. Kepala sekolah pun memberikan kami banyak fasilitas, yah salah satunya ialah ruangan ini dan segala isinya”

“Kenapa bisa? Apa pihak sekolah mendapatkan keuntungan?” Tanya Luhan lagi.

“Tentu saja!. Orang luar sering memberikan sponsor pada sekolah ini dan terlebih nama kami yang sudah cukup terkenal membuat sekolah ini semakin eksis di seluruh Korea” ujar Tao semangat. Luhan mengangguk angguk mengerti.

“Dan hey Luhan, aku masih penasaran . sebenarnya apa yang membuatmu tertarik pada Taeyeon?” Tanya Lay.

Luhan mengerutkan keningnya.

“Ani, aku sebetulnya tidak begitu menyukainya karena bagiku ia sangat cerewet dan sangat menyebalkan” terang Luhan jujur apa adanya.

“Hahahaha itu pasti karena kau sekelas dengannya bukan? Tapi menurutku dia tidak menyebalkan. Apa kalian memiliki masalah di kelas?” Tanya Chen lalu meneguk orange juice-nya.

“Aku tidak hanya sekelas dengannya, tapi aku juga bertetangga dengan si menyebalkan itu” ujar Luhan dengan nada yang lumayan tinggi. Sontak seluruh pria disana langsung terdiam dan detik berikutnya mereka langsung mengerubungi Luhan dengan antusias.

“Kau serius?”

“Astaga kau bertetangga dengan malaikat”

“Luhan! Kau sangat beruntung!”

“Bagaimana bisa itu terjadi? God! Itu pasti kebetulan yang sangat menyenangkan!”

Luhan menatap teman-temannya itu dengan tatapan horror. Ucapan teman temannya itu sangat berbanding terbalik dengan kenyataan yang dialaminya.

“Ya! Aku sama sekali tidak beruntung dan dia itu bukan malaikat melainkan seorang evil! Dan juga itu semua adalah kebetulan yang sangat sangat menyeramkan. Aku tidak pernah berpikir jika akan bertetangga dengan wanita yang memiliki mulut yang sangat kasar seperti dia” seru Luhan.

Pria pria itu terdiam lalu kembali ke tempat mereka sebelumnya sambil mengehela nafas panjang.

“Hahaha sekarang aku tahu kau itu bukan tertarik dalam hal suka atau cinta tapi melainkan tertarik akan rasa benci mu padanya. Apa aku benar?. Dan jangan terlalu benci Luhan, karena siapapun tahu rasa benci yang terlalu hebat bisa berubah kapan saja. Siapa yang tahu jika kau akan menjadi member EXO selanjutnya yang akan jatuh padanya?” ujar Xiumin lalu memberikan wink.

Sementara Luhan, Luhan? Pria itu hanya diam seolah tak mau mengambil pusing nasihat dari Xiumin.

 

 

 

 

∞∞ Wanna Be Yours ∞∞

 

Hujan turun tepat setelah bel pulang sekolah berbunyi. Beberapa murid banyak yang langsung memilih segera pulang karena telah dijemput. Tapi bagi mereka yang pulang sendiri, mereka lebih memilih untuk duduk di kelas dari pada menerobos hujan. Speaker sekolah pun sempat berbunyi untuk meminta para murid yang belum dijemput untuk tetap berada di kelas karena hujan sangat deras dan beberapa petir terus menyambar sedari tadi.

Taeyeon meringis kesal sembari merapatkan mantel cokelatnya. Speaker itu kembali berbunyi untuk yang kedua kalinya. Ia dapat mengetahui jika Ki Saem lah yang tengah bercicit di belakang speaker itu. Taeyeon menghela nafas sembari menggosok tangannya. Jika mengingat Ki Saem, Taeyeon kembali teringat dengan kelompok sastra nya dengan Luhan yang sama sekali berjalan tidak baik.

“Ya!!ya!ya! bagaimana kalau kita menonton film hantu saja? Dingin dingin seperti ini dan kondisi luar yang redup seperti ini sangat mendukung!! Bagaimana guys??” seru Yesung girang sambil mengeluarkan beberapa kaset film hantu dari lokernya.

Taeyeon mendengus geram. Sedari tadi ia sudah menahan agar tidak menangis karena bunyi bunyi petir yang menakutinya. Dan sekarang mereka justru ingin menonton film hantu? Oh yang benar saja. Tiffany yang pulang lebih dulu membuatnya tidak ada teman untuk mengobrol.

Oh, sebenarnya ada. Ialah Suho dan Kris. Tapi sedari tadi Suho sibuk mengerjakan tugas dari tempat bimbingan belajar yang diikutinya dan Kris entah membicarakan apa dengan Luhan. Taeyeon bisa saja berbicara dengan teman-temannya yang lain. Tapi Taeyeon terlalu kedinginan untuk bangkit dari kursinya dan ikut teman temannya menggosip.

 

Taeyeon kembali menoleh ke arah Kris dan Luhan. Ah, so lucky! Sepertinya pembicaraan mereka telah selesai, dan Kris tengah berjalan ke arahnya.

“Kris, aku kedinginan” rengek Taeyeon.

“Penghangat ruangnnya sudah cukup hangat, Taeng”

“Tetap saja. Aku mau pulang”

“Diluar sedang hujan. Harusnya aku membawa mobilku tadi”

Luhan yang sedari tadi hanya berdiri dengan bersandar di loker akhirnya memilih untuk mendekati Taeyeon. Ia gugup, sejujurnya.

“Ayo pulang Taeyeon” ajak Luhan

Kris yang melihat tingkah kaku Luhan hanya terkekeh geli. Dan Luhan yang melihat Kris hanya bisa berjanji di dalam hati untuk membunuh sepupunya itu suatu hari nanti.

“Bagaimana dengan Kris?” tanya Taeyeon

“Aku akan latihan basket sebentar, baru setelah itu pulang. Pulanglah Taeng, kau bilang kau ingin pulang tadi” ujar Kris lembut.

Tanpa menunggu Taeyeon mengiyakan, Luhan lebih dulu menarik pelan tangan Taeyeon untuk berjalan di sampingnya dan segera keluar dari kelas.

“Ya Luhan! Dasar kau! Kalau begitu kami duluan Kris”

 

–Wanna be Yours—

 

Diam. Diam. Dan diam. Sungguh membosankan. Luhan bahkan menguap berkali kali sejak mereka meninggalkan kawasan SM High School. Taeyeon juga sedari tadi hanya memainkan handphone nya dengan raut wajah datar. Hujan yang sedari tadi nampaknya tidak ingin mereda entah kenapa semakin membuat suasana hati Luhan memburuk.

“Kim Taeyeon, jawab pertanyaanku kali ini saja” ujar Luhan memotong kesunyian.

“Apa itu?”

“Apa kau membenciku?”

“Aku bukannya membencimu, aku hanya saja tidak menyukaimu Xi Luhan” terang Taeyeon.

Luhan tertawa hambar.
“Apa bedanya?”

“Tentu saja beda”

 

Lampu merah bersinar dan Luhan mengerem mobilnya dengan perlahan.

“Bisa kau jelaskan?” tanya Luhan sambil melepaskan tangannya dari setir. Ia menatap Taeyeon dalam – dalam.

“Entahlah, bagiku itu suatu yang berbeda. Karena dimataku, kau itu….”

 

CTTAARRRRRRR!!!

 

“Kyaaaaaaaaaaaaaaa!!!” Taeyeon memekik luar biasa kencang saat sebuah petir menghantam jalan tepat di depan mobil mereka. Luhan pun tak kalah terkejutnya. Tapi disamping itu, gadis di sampingnya itu lebih membuatnya terkejut. Ralat, gadis yang tengah berada di pelukannya itu jauh lebih membuatnya jantungan dari sebuah petir tadi.

Jantungnya berdegup sangat kencang. Ia yakin, Taeyeon yang tengah memeluknya dengan sangat erat itu dapat mendengarnya. Masih dengan ekspresi yang sangat terkejut karena Taeyeon yang tiba tiba memeluknya, Luhan bertambah terkejut ketika sesuatu yang basah menyentuh permukaan dadanya. Sesuatu yang basah yang telah menembus kemejanya.

Gadis itu terisak, membuat Luhan semakin terpana akan ketidaktahuannya atas apa yang telah terjadi hingga tangis gadis itu terdengar begitu pilu. Dengan lembut, Luhan mengusap kepala Taeyeon. Entahlah, sesuatu melintas di pikiran Luhan. Sesuatu yang begitu jelas tetapi begitu jauh untuk diraihnya. Sesuatu yang mengatakan jika ini bukan kali pertama terjadi.

 

To Be Continued

 

(chapter selanjutnya tergantung banyaknya comment)

Advertisements

91 comments on “[FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 5)

  1. update juga nih ff…..
    sih luhan kenapa kayak gitu waktu kris cerita ttg taeyeon, taeyeon ama luhan ada hubungankah waktu kecil???
    next thor ditunggu kelanjutannya…..

    Fighting

  2. Aa… bagus thor ceritanya. Paling seneng pas Sehun minta maaf ke Taeyeon sama pas petirnya menyambar jalan. Pokoknya next chapter harus cepet-cepet di post!!

    FIGHTING!!

  3. Duhhhh taeng dlu diapain sih smpe jd trauma gitu
    sbnrnya kim hayeon tuh siapa ya ?????????
    next chap aku tunggu lohhhhhh

  4. Waw.. keren iih akhirnya ufah dipublish chapter ini 😀
    Next nextnya dong hhe .. banyakin moment Lutaenya yaa gomawo 😉

  5. Daebak ceritanya bagus banget thor..
    Kris ge baik banget dengan mengorbankan perasaannya buat luge..
    Next chapter ditunggu thornim.. 🙂
    Fighting.. 😉

  6. Next ya….. jgn lma lma
    Kok ak lbih suka klw lutae kyak ini dulu ajh ya….. gemes bacany.*hehee
    Si taeyeon agk bnci sm luhan.. tpi si luhan dula sm taeyeon… #hemmzz

  7. why to be continued? lagi eheemmmm…. juga itu :v
    cepet nyantol ya tor ceritanya :v biar cepet juga ….. eheemmmm….. wkwkw

  8. luhan ma taeyeon emang ada hub di masa lalu yah? atau jgn2 kim hayeon itu taeyeon?? aa aku penasaran……
    lanjut thor, mkin kren ceritanya

  9. waa…luhan nya udah suka ama taeng nya ya waaa….cerita nya interesting sih…next chap nya ditunggu ya…😊😊😉😉

  10. waa…luhan nya udah suka ama taeng nya ya waaa….cerita nya interesting sih…next chap nya ditunggu ya…😊😊😉😉..

  11. waaaa….luhan nya udah suka ama taeng nya ya..waaa..ceritanya interesting…next chap nya ditunggu ya…😊😊

  12. Daebakkkk udh seru bngtt ehh malah tbc ya amvunn
    luhan dan taeng pas kecil saling knal kan ??
    ini ff updatenya lama banget u,U
    next dtunggu cot update ya hahah

  13. Duh kok lucu ya ad scene sehun taeyeon nya wkwkw,hayoo luhan km jatuh cinta ya sma taeyeon wkwk,btw mereka saling kenal apa gmn ya thor,duh makin makin penasaran nihh,next chap yaa!! Keep writing & imagine !!! FIGHTING!

  14. Aigooo taeyeon main peluk nya smpe bikin luhan kehilangan kata”(?)) nih xD Update soon yaa authornimm banyakin lutaee momentsnyaa 😍😍💃 fightinggg💪😁😄🙆

  15. Sekian lama aku menunggu ini ff akhirnya update juga *alayyahh? :v wkwk
    Cepet next deh tor biar cepet ehemmm… 😗
    Cepet kelar maksudnya :v wkwkw 😂

  16. Pingback: [FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s