Twinkle [Chap 8]

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : NC-17
Length : Multi-Chapter
Genre : Romance, School-life, Sad
Main Cast : Kim Taeyeon, Lee Taemin
Support Cast : Son Naeun, Byun Baekhyun, etc

|Chapter1|Chapter2|Chapter3|Chapter4|Chapter5|Chapter6|Chapter7|

[Will be Okay?]

Taeyeon merapihkan buku-buku di atas mejanya sambil merilik Taemin yang juga sedang bersiap-siap untuk pulang setelah selesai iapun menghampiri Taemin dengan ragu-ragu Taeyeon tetap berdiri disampingnya tampa mengucapkan apapun karna Taeyeon takut dan juga bingung apa yang harus ia katakan, Taemin telah selesai ia terdiam sejenak dan akhirnya Taemin menarik tangan Taeyeon dengan kasarnya sepanjang perjalanan dari kelasnya sampai menuju parkiran mobil ia tidak menoleh kearah Taeyeon sedikitpun bahkan saat Taeyeon berkali-kali meringis kesakitan karna cengkraman Taemin yang begitu kuat ia tidak memperdulikannya, Taemin mendorong paksa Taeyeon masuk kedalam mobilnya yang membuat Taeyeon terkejut untuk kesekian kalinya, Taemin masuk dan membanting pintu mobilnya sehingga Taeyeon sedikit menghentakan tubuhnya dan melihat Taemin dengan tatapan aneh tapi Taemin tetap tidak peduli dan mejalukan mobilnya

“Taemin a~ kau benar-benar salah paham, aku tidak mengerti mengapa Seolhyun dapat mengatakan seperti itu, tapi aku dan Baekhyun benar-benar tidak ada hubungan khusus dan kami tidak pernah melakukannya” dengan keberanian akhirnya Taeyeonpun mengatakan yang sejujurnya agar hubungan ia dan Taemin dapat kembali baik

“Lalu untuk apa kau menemuinya di ruang kesehatan waktu itu? Kau tidak sakit kan, bahkan kau rela bolos kelas demi pria itu tidak mungkin jika tidak ada sesuatu diantara kalian”

“Taemin a~ Jebal, percayalah aku tidak melakukan apa-apa dengan Baekhyun” Taemin tidak menjawab ucapan Taeyeon dan sekarang Taemin memutar jalan dan menambah kecepatannya, “Taemin a~ kau mau kemana?” tanya Taeyeon dengan nada sedikit takut karna ini benar-benar cepat baginya dan berkali-kali Taemin hampir menabrak mobil lain disampingnya, sampai akhirnya Taemin menghentikan mobil diparkiran rumahnya sendiri iapun turun dan kemudian menarik Taeyeon secara paksa lagi menuju kamar Taemin ia segera menutup pintu kamar dan menguncinya

“Taemin a~” panggil Taeyeon saat melihat wajah Taemin yang seperti orang gila yang menatapnya dengan sinis, “Taemin a~ ku mohon jangan seperti itu” Taeyeon semakin merinding saat Taemin mendekat kearahnya iapun terus mundur dengan perlahan seperti sedang menghindari seorang pembunuh tapi langkahnya terhenti saat Taemin meraih lengannya

“Aku akan membuktikannya sendiri apa kau berbohong atau tidak”

Taeyeon membeku mendengar ucapan Taemin batinnya seperti mengatkan Ya Tuhan sekarang apa yang akan ia lakukan, tolong aku

Taemin membanting tubuh Taeyeon keranjangnya yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar itu, Taemin segera meranjak ketubuh Taeyeon dan menyerang bibir kecil Taeyeon dengan cepatnya Taeyeon spontan mendorong tubuh Taemin

“Taemin a~ jangan lakukan itu”

Taemin duduk pada perut bagian bawah Taeyeon tampa memperdulikan ucapan Taeyeon iapun segera melepaskan seragamnya sendiri dan meleparnya kebawah kemudian kembali mencium bibir Taeyeon yang telah berwarna merah itu, Taemin mengangkat tangan Taeyeon dan menahannya dengan kuat agar Taeyeon tidak dapat mendorong tubuh Taemin lagi, ia terus melumat bibir Taeyeon walau Taeyeon tidak membalasnya yang dapat Taeyeon lakukan saat ini hanya berteriak dalam hati dan membendung air matanya ia benar-benar takut jika ia harus melepaskan sesuatu yang sangat ia jaga dan bahkan yang akan mengambilnya adalah saudaranya sendiri

Taemin perlahan melepaskan cengkramannya pada tangan Taeyeon sekarang Taemin beralih keleher Taeyeon ia terus mencium dan menghisapnya hingga meninggalkan jejak sembari tangannya melepaskan kancing seragam Taeyeon satu persatu

“Taemin a~ Hajima”

“Hentikan Taemin” Taeyeon berusaha mendorong Taemin yang terus menghisapi leher Taeyeon seperti vampir tapi Taemin jauh lebih kuat untuk menahan dirinya hingga akhirnya mata Taeyeon sudah dibanjiri airmatanya karna Taeyeon sudah benar-benar kehabisan tenaga dan ia sangat takut karna Taemin melakukannya dengan penuh amarah, Taemin telah berhasil melucuti pakaian Taeyeon walau belum sepenuhnya ia mulai mencium tulang selangka Taeyeon dan perlahan turun hingga bagian dada Taeyeon yang tidak tertutupi branya, tangisan Taeyeon semakin menjadi dan membuat Taemin berhenti pria itu sadar dia telah membuat wanita yang dicintainya ketakutan setengah mati, Taemin membaringkan tubuhnya disamping Taeyeon dan menyelimuti tubuh mereka  berdua Taemin menutupi mata dengan lengannya sambil menenangkan dirinya ia menyesal karna saat ini ia benar-benar terbawa emosi yang menggilanya

“Mianhae.  jongmal, aku percaya kau tidak berbohong” Taemin menyeka air mata yang ada dimata Taeyeon dengan kedua tangannya.

Taeyeon mendekatkan tubuhnya dan bersandar pada Taemin sambil memejamkan mata sembabnya karna menangis tadi dan tidak memakan waktu lama Taeyeon telah sepenuhnya terlelap

“Apa aku begitu menakutkan? Kau pasti ketakutan setengah mati, mianhae nuna karna tadi aku tidak mempercayaimu” Taemin menghelus rambut Taeyeon dan mencium keningnya kemudian Taemin menyusul Taeyeon kealam mimpi, terlalu lelahnya mereka hingga mereka tak sadar kalau hari sudah mulai larut malam

Seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah eomma dari Taemin dan Taeyeon masuk kerumahnya yang besar itu masih dengan kemeja dan rok span selutut berwarna hitamnya dilengkapi dengan blazer merah membuat wanita itu terlihat formal seperti hari-hari biasanya, ia tampak heran karna melihat sepatu wanita di rak sepatu yang terletak disamping pintu rumahnya saat ia melepas sepatu high heelsnya yang berwarna senada dengan blazernya yang lumayan tinggi dan menggantinya dengan sandal rumah, Eommapun langsung tertuju pada tangga dekat ruang makan dan melirik keatas sambil berfikir sejenak iapun menaiki tangga dan menuju kamar yang berada tak jauh dari tangga itu dengan raut muka penuh amarah dan banyak pertanyaan difikirannya sekarang wanita yang dipanggil eomma oleh Taemin dan Taeyeon sudah tepat berada didepan kamar Taemin iapun menurunkan gagang pintu tapi pintu itu tidak terbuka ia terus berusahan mendorong-dorong pintu itu dan sesekali memanggil nama anaknya, Taemin. Karna pintu yang tak kunjung dibuka Eommapun mengeluarkan kunci cadangan dari tas yang masih ia bawa dari tadi dan betapa terkejutnya eomma mereka saat melihat kedua anak kembarnya sedang tertidur pulas dengan posisi toppless dan baju seragam tak tergeletak dimana-mana

Taeyeon perlahan tersadar saat merasa ada yang terus menatapnya tajam dan ia benar-benar tersadar saat melihat sosok eommanya yang sedang terdiam melihat mereka dengan wajah penuh amarah iapun segera duduk dan membenarkan posisinya, “Eo..eomma” Taeyeon memanggil ibunya dengan terbata-bata sambil tangannya diam-diam menepuk perut Taemin dibalik selimut itu agar Taemin bangun dari tidurnya dan Taeminpun perlahan tersadar

“kemari kau” panggil Eommanya memanggil Taeyeon dengan suara penuh kekecewaan, Taeyeon segera beranjak dari tempat tidur dan memakai seragamnya terlebih duhulu ia mendekat kepada ibunya dengan perlahan dan dengan rasa takut, ‘Plak’ satu tamparan tepat dilemparkan oleh ibunya sendiri dipipi kiri Taeyeon, Taemin tidak tinggal diam iapun segera menutupi Taeyeon dengan punggungnya dan menghadapi Eomma mereka

“Kalian benar-benar keterlaluan” Eomma mereka mulai menaikan nada bicaranya menandakan ia benar-benar dipucuk  amarahnya saat ini, “Sini kau jangan terus bersembunyi pada anakku!” Eomma mereka berusaha menarik paksa Taeyeon yang mulai menangis dibelakang punggung Taemin tapi Taemin menahan eommanya bahkan Taemin tak segan mendorong tangan eommanya sendiri

“Apa yang diajarkan appamu sampai kau menjadi wanita murahan seperti ini?!”

“Cukup Eomma” teriak Taemin yang membuat eommanya semakin kesal

“Neo! Apa Eomma pernah mengajarkanmu untuk meniduri saudaramu sendiri?”

“Saudara? Apa Eomma masih menganggap nuna anakmu juga?” Taemin berbicara dengan nada dingin dan menatap Eommanya sinis, iapun beralih dari eommanya dan mengambil segaramnya

“Apa ini alasan  Naeun menolak perjodohan kalian?” Taemin terdiam sejenak kemudian Taemin menarik Taeyeon pergi tampa memperdulikan ucapan eommanya dan meninggalkan Eommanya dengan wajah penuh kecewa dan amarah yang berapi-api

Taemin segera memasuki mobilnya bersama Taeyeon dan segera melajukan mobilnya karna ia takut Eommanya akan mengejar mereka, “Nuna a~ berhentilah menangis ku mohon, maafkan aku ini semua memang karna kebodohanku” Taemin terus menyalahkan dirinya karna ia tak tahan melihat Taeyeon yang terus menangis disampingnya

“Ani, ini bukan salahmu, aku juga salah karna menerima hubungan ini”

“Taeyeon a~”

“Taemin a~ kita tidak bisa terus seperti ini, lebih baik…”

“Tidak, aku tidak ingin berpisah denganmu, jebal Taeyeon a~ jangan mengatakan hal yang tidak aku inginkan” Taemin tetap dalam pendiriannya apapun yang terjadi ia tidak akan pernah mau berpisah dengan Taeyeon yeoja yang paling ia cintai meskipun Taeyeon adalah nunanya sendiri wanita yang tidak boleh ia cintai, Taeyeon menenangkan dirinya saat ia tersadar kalau Taemin akan membawa dia menuju rumahnya bagimanapun kondisinya Taeyeon tidak akan pernah memperlihatkan air mata didepan appanya sendiri karna Taeyeon tidak mau Ayahnya sedih karna dia

Setibanya mereka dirumah appa mereka langsung menghampiri mereka berdua dengan penuh kecemasan, “Taeyeon a~ kenapa kau baru pulang semalam ini?”

“Mianhae appa, appa tidak perlu cemas sekarang aku sudah pulang dan aku baik-baik saja” Taeyeon berusaha tersenyum pada ayahnya tapi tidak mungkin appa yang telah mengasuhnya dari dia bayi tidak mengetahui jika saat ini putrinya sedang berbohong dengan senyuman yang ia buat-buat

“Taeyeon a~ apa yang terjadi padamu sebenarnya?” Appanyapun semakin khawatir karna melihat pipi Taeyeon yang membengkak dan tatapannya mulai tertuju pada leher Taeyeon yang terdapat beberapa bercak merah disana, “Omo! Kenapa lehermu jawab appa Taeyeon a~”

“Ini hanya gigitan nyamuk, appa aku lelah aku mau tidur” Taeyeonpun membuat alasan agar dirinya dapat segera pergi dari pertanyaan yang terus ayahnya lontarkan dan ia tidak mau appanya tahu apa yang terjadi pada dirinya

“Taemin a~ apa yang terjadi pada nunamu beritahu appa jangan membuatku khawatir seperti ini” sekarang Taeminlah sasaran dari pertanyaan ayahnya karna Taeyeon yang telah pergi kekamarnya, Taemin diam seribu bahasa ia bingung apa yang harus ia ceritakan pada appanya, “Taemin a! Jawab aku”

“Appa mianhae, kami butuh waktu untuk menjawabnya”

“Kalian ini” Appapun akhirnya menyerah karna kedua anaknya yang begitu kompak untuk menutupi hal ini dari appanya

“Appa izinkan aku untuk menginap hari ini”

“Aku mengizinkannya tapi bagaimana dengan eommamu?”

“Gwenchana aku akan meminta izinnya nati”

“Baiklah”

Taemin menyusul ke kamar nunanya ia membuka pintu itu perlahan saat ini yang ia dapati adalah nunanya yang sedang menangis dalam bungkusan selimut tebal bergambar panda itu, Taeyeon benar-benar sedih dengan apa yang eommanya lakukan pada dirinya walaupun ini bukan pertama kali ia dipukul eommanya tapi hatinya benar-benar hancur saat eommanya sendiri mengatakan kata-kata yang begitu menyakitkan

“Nuna” Taemin menyentuh Taeyeon dari balik selimut panda tebal itu

“Pergi, aku ingin sendirian”

Taemin tidak menuruti nunanya, ia duduk disamping ranjang kayu nunanya Taemin tidak akan pernah mau meninggalkan nunanya saat Taeyeon sedih seperti waktu mereka kecil dulu, Appa mereka mengintip dari sela-sela pintu dan ia mendapati kedua anaknya yang sekarang sedang tertidur ia ingin membangunkan Taemin yang tidur di lantai agar pindah kekamarnya tapi tiba-tiba Appanya teringat masa dimana mereka kecil sama seperti saat ini Taemin tetap tidak akan pindah walau ia harus tidur di lantai karna ia ingin menemani nunanya, appanyapun mengurungkan niatnya dari pergi meninggalkan kamar Taeyeon

~Twinkle~

Sinar matahari masuk melalui jendela kamar Taeyeon dan berhasil membangun kan Taeyeon dari tidur cantiknya dan betapa terkejutnya Taeyeon saat melihat adiknya yang dari semalam tidur dibawah tampa beralaskan apapun dan ia lupa bahwa dia dan Taemin belum menganti seragam mereka dengan baju tidur dan pasti Taemin sangat kedinginan, Taeyeon membangunkan Taemin dengan lembut dan benar saja ia dapat meraskan tubuh Taemin yang dingin seperti es

“Taemin a~ irona”

Taemin membuka matanya dan ia sangat senang saat melihat kondisi nunanya yang sudah lebih membaik sekarang dia dapat melihat senyuman dari nunanya lagi

“Kau harus pulang sekarang kalau tidak kita akan telat sekolah”

“Nee, aku akan segera menjeputmu nuna” Taeminpun bangun dan segera pulang kerumahnya untuk menganti pakaiannya dengan seragam yang baru, begitupula dengan Taeyeon ia mandi dan menyiapkan dirinya untuk kesekolah hari ini

“Bagaimana aku harus menutupi tanda ini?” Taeyeon bertanya pada dirinya sendiri karna tidak mau orang-orang melihat tanda merah di lehernya dan berfikiran yang tidak-tidak ia terus mencari sesuatu untuk menutupinya, “Ah, apa bedak ini dapat memudarkannya?” iapun segera mencoba untuk menutupi tanda itu dengan bedak yang biasa iapakai untuk make-up dan ternyata itu berhasil dan sekarang ia dapat bernafas lega

Taeyeon turun dan mengampiri appanya yang sedang minum kopi sambil membaca koran di dapur, “Pagi appa” Taeyeon menyapa appanya seperti yang biasa ia lakukan dan ia bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa pada dirinya dan appanyapun membalasnya dengan senyuman tulus, Taeyeon mengambil tempat dan mengoleskan selai coklat pada rotinya

“Taeyeon a~ kenapa semalam wajahmu tampak begitu lesu?”

“Hemm.. aku hanya terlalu lelah appa karna tugas yang begitu banyak dan ditambah lagi dengan aku harus pulang malam karna mobil Taemin yang tiba-tiba mogok”

“Lalu kenapa pipi dan lehermu memar?”

“Ah, i.. ini karna saat aku menunggu mobil Taemin selesai diperbaiki ada banyak nyamuk yang menggigit bahkan aku sampai memukul pipiku sendiri”

Apapun alasan yang Taeyeon berikan tetap saja appanya tidak percaya begitu saja tapi lebih baik ia berpura-pura mempercayai putrinya dari pada ia terus membuat anaknya tertekan

Taemin telah sampai dirumahnya sendiri dan begitu terkejutnya Taemin saat beberapa pria bertubuh besar membawa paksa Taemin masuk dia terus meronta-ronta dan berteriak atas perbuatan pria-pria itu dan kemudian Taemin dikunci dikamarnya sendiri, ia menggedor-gedor pintu kamarnya agar orang itu membukakan pintu tiba-tiba Taemin terhenti saat mendengar suara yang sangat familiar

“Eomma apa yang kau lakukan! Biarkan aku keluar”

“Eomma tidak akan pernah membiarkan kau bertemu dengan perempuan itu lagi” jawab eommanya dari balik pintu kamar yang terkunci itu

“Mwo? Apa maksudmu? Eomma dia itu juga anakmu sampai kapan kau akan mengasingkan nuna?!”

“Diam! Eomma tidak menyangka karna menganggap remeh kedekatan kalian sekarang kau telah dirusak oleh dia lebih baik kau tidak bertemu lagi dengannya eomma akan mengurus pemberhentian sekolahmu dan eomma akan segera mencari guru untuk mengajarmu di rumah itu akan lebih baik jika kau home schooling”

“Eomma andwe! Aku tidak mau” Taemin semakin keras memukul pintu kamarnya walau kepalan tangannya sudah memerah, Taemin semakin dibuat frustasi oleh ibunya ia benar-benar tidak menyangka eommanya akan berbuat sejauh ini padanya, ibunyapun pergi tampa menghiraukan Taemin yang berteriak berkali-kali seperti orang gila Taemin beralih dari pintu dan segera mencari handphonenya tapi ia tidak menemukannya dimana-mana iapun melepar apa saja yang ada didekatnya karna eommanya benar-benar membuat ia kesal

Taeyeon berkali-kali mengecek jam dan handphonenya seharusnya Taemin sudah menjemputnya sekarang perasaannya sekarang menjadi tidak enak dan ia memutuskan untuk menghubungi Taemin

“Yeoboseyo, Taemin a~ eodiya?”

“Taeyeon a~ mulai sekarang kau jangan menghubungi anakku lagi”

“Eo.. eomma?”

Panggilanpun terputus dan Taeyeon semakin dibuat bingung apa yang sekarang telah eommanya perbuat, Taeyeon memutuskan untuk pergi sendiri menuju sekolahnya ia terus memperhatikan pintu kelasnya berharap Taemin akan segera datang tapi Taemin orang yang ia tunggu tidak kunjung datang.

“Taenggu a~ ayo kita makan” Sunny menghampri Taeyeon di kelasnya, kemudian dia mengambil tempat di depan Taeyeon sambil mengeluarkan bekalnya, “Kau tidak makan?” Sunny bertanya lagi karna melihat Taeyeon yang terdiam saja

“Tidak, aku tidak lapar”

Sunnypun menyantap bekalnya sambil memperhatikan wajah Taeyeon yang gelisah iapun baru tersadar dan melirik kesekitar karna merasa ada yang kurang, yaitu Taemin

“Taeyeon a~ kenapa Taemin tidak masuk apa Taemin sakit?” Sunny bertanya sambil tetap memakan bekalnya

“Molla” jawab Taeyeon singkat

“Apa yang terjadi antara kalian ceritakanlah padaku”

“Sunny a~ eottokhe? Eomma melarang aku dan Taemin bertemu lagi, aku takut jika eomma melarang Taemin untuk sekolah lagi”

“Mwo? Kenapa eommamu sampai sebegitunya?” Sunnypun menghentikan makannya dan berfokus pada Taeyeon, sekarang Taeyeon sedang berfikir darimana ia harus menceritakannya pada Sunny

“Sunny aku akan menceritakan ini tapi kau jangan memceritakannya lagi pada siapapun juga, termasuk Sehun, Yaksokhae?”

“Hemm” Sunny mengangguk mantap, “aku berjanji” dan menunjukkan jari kelingkingnya

“Sebenarnya selama ini aku dan Taemin, kami pacaran”

“Eh? Taenggu a~ mana  mungkin kalian bisa..” Sunny tak tahu harus berkata apa lagi saking terkejutnya dan Taeyeonpun melanjutkan ceritanya sampai apa yang terjadi kemarin pada Sunny, “Taenggu a~ seharusnya kau tidak boleh menerima Taemin sebagai kekasihmu”

“Aku juga sebenarnya tidak ingin, tapi.. aku tidak mau melukai hati Taemin”

“Taenggu a~”

~Twinkle~

Eomma mereka benar-benar pada ucapannya siang ini ia datang kesekolahan mereka untuk mengurus surat pemberhentian Taemin dari sekolah itu tapi sebelum ia memasuki ruang kepala sekolah eomma mereka berpapasan dengan Naeun

“Annyeonghaseyo eommonim” sapa Naeun pada wanita itu, walaupun Naeun belum benar-benar menjadi calon untuk Taemin tapi ia tetap memanggilnya dengan sebutan ‘Eommonim’ agar  ia dan ibu dari Taemin dan Taeyeon lebih akrab

“Ne annyeong”

“tumben eommonim datang kesekolah”

“Ah, ini sebenarnya aku ingin mengurus surat pemberhentian Taemin dari sekolah ini”

Naeun terdiam, ia benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja ibu Taemin katakan ia berfikir apa karna ia menolak perjodohan ini membuat eommanya sangat marah sehingga melarang ia dan Taemin untuk bertemu lagi, “Naeun a~” panggil eomma Taemin untuk menyadarkan ia dari lamunannya

“Mianhamnida eommonim apa eommonim marah karna aku menolak perjodohan ini?” tanya Naeun dengan hati-hatinya agar tidak menyinggung lawan bicaranya itu

“Ani, Naeun a~ aku bisa lihat kau mencintai anakku kan? Kalau benar kenapa kau menolak perjodohan ini, apa anakku kasar terhadapmu?”

“Bu.. bukan begitu eommonim, aku hanya merasa ini akan menyiksanya jika Taemin harus bersama orang yang tidak ia cintai”

“Naeun a~ kau benar-benar berhati malaikat”

“Eommonim apa aku boleh meminta satu permohonan?”

“Apa itu?”

“Tolong jangan keluarkan Taemin dari sekolah ini”

~Twinkle~

Taemin benar-benar frustasi sekarang bahkan ia tidak mau makan ataupun minum yang ia inginkan saat ini hanya bertemu dengan nunanya, Taemin duduk sambil menumpukan kepala pada lututnya ia terus berfikir bagaimana cara agar ia bisa keluar dari kamarnya karna ada begitu banyak orang suruhan eommanya untuk menjaga kamar Taemin dengan ketat bahkan sampai kepagar utama, ini akan sulit bagi Taemin untuk kabur

Taemin menoleh kearah pintu kamarnya dengan penuh harapan saat seseorang membukanya dan nampaklah wanita paruh baya yang tak lain adalah eommanya sendiri wajahnyapun kembali kusut, eommanya mendekatinya dengan perlahan

“Taemin a~ eomma tidak akan mengeluarkanmu dari sekolah itu, tapi dengan satu syarat kau tidak boleh berbicara dengan Taeyeon ataupun mendekatinya, eomma sudah menyuruh seseorang untuk menjagamu 24jam kalau eomma mengetahui kau mendekati Taeyeon lagi, aku akan melakukan lebih dari ini”

“Kau benar-benar keterlauan”

“Taemin jaga kelakuanmu aku ini Eommamu”

“Kalau kau tidak menganggap nuna sebagai anakmu berarti sama saja kau tidak menganggapku anakmu juga, sekarang keluarlah”

“Taemin a~ kau…”

“Ku bilang keluar!”

Keesokan harinya, walaupun Eommanya telah memberikan izin untuk Taemin tetap bersekolah lagi tapi Taemin sama sekali tidak ingin datang kesekolah kalau Eommanya tetap tidak mengizinkan dia untuk berbicara dengan Taeyeon karna itu sama saja dengan dia datang ataupun tidak, karna tidak mungkin bagi Taemin untuk menahan diri untuk tidak berdekatan dengan nunanya

Hari demi hari Taemin lalui dengan suramnya, ia benar-benar tidak peduli lagi dengan fisiknya ia selalu menolak makanan yang diatarkan untuk dia, lama kelamaan Eommanya mulai prihatin dengan keadaan anak kesayangannya ini, ia tidak mau Taemin menjadi seperti ini tapi dia juga tidak mau anaknya bersama nunanya sendiri.

Taeyeon sedang duduk di bangku kayu seperti biasanya, ia terus memikirkan keadaan Taemin ini adalah hari ke4 ia tidak bertemu dengan adiknya, Baekhyun yang melihatnya perlahan mendekati Taeyeon

“Hey, apa yang sedang kau pikirkan?” panggil Baekhyun dan kemudian ia duduk di samping Taeyeon

“Tidak ada”

“Oiia, malam ini aku ada acara makan malam bersama dengan calon eommaku apa kau mau ikut?”

“Aku sedang tidak ingin”

“Kau kan pernah bilang kau ingin tahu bagaimana sosok wanita itu, pokoknya nanti malam aku akan menjemputmu”

“Baekhyun a~”

“Tidak boleh ada penolakan, kalau begitu aku pergi dulu annyeong” Baekhyunpun segera meninggalkan Taeyeon sebelum Taeyeon membuat alasan untuk menolak ajakannya

Baekhyun merapihkan penampilannya ia ingin terlihat berbeda malam ini karna malam ini ia akan mengenalkan Taeyeon kepada kedua orangtuanya sebagai perempuan pilihannya, Baekhyunpun segera menjemput Taeyeon dirumahnya

“Taeyeon a~ kenapa kau berpenampilan biasa saja?” Baekhyun terkejut melihat Taeyeon yang keluar dari rumahnya dengan hanya memakai baju terusan berwarna pastel rose pink dan rambut bergelombangnya yang dibiarkan terurai itu

“Apakah ini terlihat buruk?”

“Ah, ani kau tetap terlihat cantik, kajja”

Ditempat lain Eomma Taeyeon dan Taemin terlihat sedang duduk di meja makan bersama dengan pria disampingnya disuatu restoran, “Sayang, kenapa kau terlihat murung?” tanya pria itu pada eomma Taeyeon

“Ini tentang anakku”

“Apa dia masih belum mau bertemu denganku”

“Hemm” ibu mereka mengangguk pelan ia tidak mau calon suaminya itu mengetahui apa yang sedang terjadi pada ananknya, Taemin

“Kau jangan khwatir, perlahan pasti dia akan menerimanya”

Taklama seorang gadispun menghampiri mereka dan menyapa kedua orang itu dengan sebutan ‘appa’ dan ‘eomma’ kemudian ia duduk disamping ayahnya, “Dimana kakakmu?” Tanya pria itu kepada anaknya

“Oppa sedang dalam perjalanan sebentar lagi ia akan tiba, bagaimana kalau kita pesan makanan terlebih dahulu”

“Baiklah” merekapun akhirnya mengikuti keinginan putrinya untuk memesan makanan sambil menunggu anak laki-lakinya tiba

Baekhyun dan Taeyeon telah sampai direstoran tujuan mereka kemudian Baekhyun mengajak Taeyeon untuk masuk bersamanya dan mereka menuju meja yang terletak dipojok restoran itu Taeyeon terkejut ia seperti mengenal wanita yang sedang bersama ayah Baekhyun semakin ia mendekati meja itu semakin jantungnya berdebar kencang

“Oppa Eomma mianhae aku sedikit telat”

Dan sekarang Taeyeon telah tepat menghadap wanita paruh baya yang sangat ia kenali itu, wanita itupun tak kalah terkejut saat melihat gadis yang sedang bersanding dengan calon anak tirinya

“Eomma” Taeyeonpun mengeluarkan suara halusnya memanggil winta itu yang tak lain adalah ibunya sendiri.

-To Be Continue-

Annyeong readers-nim author comeback 😀
Aku seneng banget karna bisa menyelesaikan chapter ini tepat waktu
Author mau ucapin bigthanks buat para readers-nim yang udh setia baca ff ini sampai chapter ke8 ini :*
dan bagi raeders-nim yang udah selalu kasih masukan buat aku jongmal gamsahamnida
Di chapter selanjutnya author akan usahain ceritanya lebih panjang hehehe
-Mian for Typo-

Advertisements

57 comments on “Twinkle [Chap 8]

  1. aduhh masa iya tega nampar anak sendiri x_x heuuu gimana nih kelanjutan hub. double tae ? 😮
    aku bacanya ngebut thor dari chap awal smpe chap 8 hihihi, keren keren (y) next chap di tunggu 😉 hwaiting!

  2. wowowowow!

    mkin seru n asik ajh ni!
    nggk sbr sma next chap.a!!

    ih aku sbel bnget smaa eomma.a taetae ,
    mau.a ap sih , ko jhat amat am taeng !!
    nah klo mma.a taetae kawin ama ayh.a baek trus gmna !!
    aduh mkin pusing pnsaran jg !!

    thor klo bleh jjur aku jd bingung am alur cerita.a!!

    tpi krna itu aku mkin pnsrn am kljutan.a!!
    ya udh deh thor klo gtu ,smngat ya ,!

    jgn klmaan jg ya ,ntar aku.a lumutan nunggu.a !!
    bdw thank’s ya thor udh buat chap 8 in cpet ,,
    jgn lpa thor next.a buat yg agk pnjang ya,yayaya!!
    hehehe!!
    ya udh ! sorry ya thor klo aku bcra.a bnyak amt !!
    hehehe.

    fighting !!

  3. Uh,taemin knp gak percaya sama sih sama taeng,knp malah bilin taeyeon jd tkt sih.
    Iissshh,bikin emosi aja nih eommanya taetae. Trlalu maksain banget.
    Taeng harus sama taemin yaa,gak boleh sama baekhyun
    Hhmm,klo eommanya taetae nikah sama appanya baek,brarti mereka bakal saudaraan dong.
    Next chp ditunggu^^

  4. hiyaa konfliknya nambahh..Gimanaa ini,,
    aduhh gasabar baca lanjutannya..
    Semoga eomma taeyeon bisa sadar n ngalah buat anak2nya..
    Atau jangan2 taetae bukan kembaran kandung? hehe

  5. jadi ragu taeyeon ama taemin kembar, lihat aja tuh eommanya kayak gag suka amat ama taeyeon….
    next ditunggu lanjutannya thor …

    Fighting

  6. mkin seru dan asik aja nihhh
    jadi ragu taeyeon ama taemin kembar, lihat aja tuh eommanya kayak gag suka amat ama taeyeon
    mkn penasaran ikhhhh

  7. Eommannya jahat banget
    Jadi nggak suka 😤
    Baekhyun kenapa asal ngenalin sih
    Kan jadi ketemu sama eomma taetae
    Ditunggu lanjutannyaaa

  8. Pingback: Twinkle [Chap 9] | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: Twinkle [Chap 10] & Quotes | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: Twinkle [Chap11] | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: Twinkle [Chap12] | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Pingback: Twinkle [Chap13] | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Pingback: Twinkle [Chap14] | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: Twinkle [Chap15] | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Wahhh…daebak
    pasangan TaeTae saudara kandung
    dan BaekYeon akan jadi saudara tiri…eottoke?

    akan lebih baik jika bersama saudara tiri dibanding dengan saudara kandung.
    Fighting!!! BaekYeon

  16. Pingback: Twinkle [Chap16] | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Pingback: Twinkle [Chap17] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s