[FREELANCE] My Immortal (Chapter 3)

photostudio_1450150316425

TITLE : MY IMMORTAL (Chapter 3)

Created by. Kakak Peri

Main Cast :

– Kim Tae Yeon (SNSD)

– Lee Soo Hyuk (Korean Model/Actor)

Support Cast :

– Park Chan Yeol (EXO)

– Choi Seung Hyun / Top (Big Bang)

– Kwon Yu Ri (SNSD)

– Hwang Mi Young / Tiffany (SNSD)

– Cho Kyu Hyun (Super Junior)

– Choi Soo Young (SNSD)

– Shim Chang Min (TVXQ)

– Hong Jong Hyun (Korean Model/Actor)

Rated : PG – 17

Genre : Fantasy / Romance / Crack /Action

Lenght : Chaptered

  Preview: Teaser, Chapter 1, Chapter 2

♡♡♡ 안니사 – 마우리다 ♡♡♡

 

Tak terasa sudah genap 2 bulan Taeyeon tinggal dan bekerja sebagai asisten Soohyuk.

 

Pagi ini Taeyeon tengah menyiram tanaman yang ada di halaman belakang rumah megah itu. Sementara sang Tuan rumah sedang duduk bersantai dipinggiram kolam renang. Biasanya manusia vampire tak akan kuat dengan sinar matahari, namun berbeda dengan Soohyuk. Serum yang selalu ia tenggak setiap harinya membuatnya menjadi vampire yang kuat terkena paparan sinar matahari dan kuat untuk tidak meminum darah. Soohyuk hanya membutuhkan darah ketika malam bulan purnama saja.

 

“Taeyeon-ah… kemarilah,” ujar pemilik suara bariton itu.

 

Taeyeon mematikan keran airnya sebelum akhirnya berjalan mendekati Tuannya itu.

 

“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”

 

“Tidak, duduklah disampingku. Beristirahatlah sebentar, kau tidak lelah terus-menerus bekerja? Kau sudah cukup berkeringat.”

 

Taeyeon tersenyum sembari menyeka keringat dikening juga lehernya.

 

“Vitamin anda, Tuan,” ucap Chanyeol yang datang dengan membawa secangkir kecil cairan berwarna biru muda yang rutin Soohyuk minum setiap harinya. Setelah mengantarkan serum untuk tuannya, Chanyeol kembali masuk kedalam rumah.

 

“Setiap hari saya melihat anda minum cairan berwarna biru itu, sepertinya cairan itu sangat berpengaruh jika anda tidak meminumnya sehari saja,” tutur Taeyeon dengan rasa penasarannya.

 

“Kau benar, jika sehari saja aku tidak meminum cairan ini sesuatu yang buruk akan terjadi padaku,” ujar Soohyuk.

 

“Apa anda memiliki penyakit tertentu sampai-sampai harus meminum cairan itu setiap harinya?”

 

Soohyuk tertawa. “Sepertinya kau sangat penasaran dengan cairan ini, apa kau tertarik untuk mencobanya??”

 

“Tidak…” ucap Taeyeon canggung sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Maaf jika saya banyak bertanya dan membuat anda tidak nyaman dengan-”

 

“Taeyeon-ah… bisakah kau tidak berbicara formal seperti itu padaku? Kedengarannya tidak nyaman dan seperti ada jurang pemisan antara kita, dan jangan panggil aku dengan sebutan Tuan atau Presdir lagi. Mulai sekarang kita berteman, karena usiamu lebih muda dariku jadi panggil saja aku dengan sebutan oppa, hm?”

 

“Oppa?”

 

Soohyuk mengangguk.

 

“Justru itu akan menjadi agak aneh bagi saya.”

 

“Lama kelamaan kau akan terbiasa. Mulai detik ini jangan bicara formal lagi padaku. Sebenarnya aku tak pernah menganggapmu sebagai pegawaiku, aku sudah menganggapmu sebagai bagian dari keluargaku jadi aku merasa tidak nyaman jika kau masih berbicara formal padaku. “Kau, Aku, Oppa” jangan mengatakan “Anda, Saya, Tuan atau Presdir” lagi ketika kita sedang mengobrol.”

 

“Ah~ baiklah, jika itu keinginan anda- ah maksudku op-oppa?”

 

Soohyuk tertawa ketika mendengar perkataan Taeyeon yang terdengar kaku itu. Lelaki itu beranjak dari duduknya seraya mengusap kepala Taeyeon sebelum akhirnya berlalu meninggalkan Taeyeon yang masih duduk dan dibuat tertegun olehnya.

 

“Belajarlah bicara informal padaku, kau harus membiasankannya!” seru Soohyuk dari mulut pintu sebelum akhirnya ia masuk kedalam rumahnya yang megah.

 

Semakin hari Soohyuk semakin baik memperlakukan Taeyeon, itu membuat Taeyeon merasa semakin nyaman tinggal dirumah ini.

 

***

 

Siang itu Taeyeon mengambil sebuah amplop berwarna emas dari seorang pria dengan stelan formal serba hitam. Pria itu bilang undangan ini untuk Tuan Lee Soo Hyuk.

 

Taeyeon mengetuk pintu kamar Soohyuk, dan sang pemilik kamar berseru dari dalam memberi ijin pada Taeyeon untuk masuk.

 

“Tuan- ah maksudku, oppa… ada undangan untukmu…”

 

Soohyuk tersenyum simpul mendengar perkataan Taeyeon yang masih terdengar kaku. Gadis itu sedang belajar membiasakan diri untuk tidak bicara formal lagi padanya.

 

Pria tampan itu membuka amplop emas kemudian membaca isi undangan yang ditunjukan kepadanya itu

 

“Cho Kyu Hyun,” gumam Soohyuk membuat Taeyeon yang masih berdiri didepannya itu tertegun.

 

“Kau mengenalnya?” tanya Soohyuk ketika mendapati raut wajah Taeyeon yang menyiratkan keterkejutan.

 

“Ya… aku mengenalnya…”

 

“Lusa dia akan bertunangan, kau harus temani aku menghadiri acara pertunangannya,” ujar Soohyuk sembari menyimpan undangan itu diatas meja kerjanya.

 

“Aku?” tanya Taeyeon.

 

“Ya.. Kenapa? Kau tidak mau?”

 

“Bu-bukan begitu…..” ucap Taeyeon menggantung, gadis itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia tidak yakin akan siap menyaksikan Kyuhyun bertunangan dengan wanita lain. Jujur saja, masih ada sedikit perasaan cinta yang tersisa untuk Kyuhyun meski pria itu telah menyakitinya.

 

“Berarti kau menyetujui ajakanku?” tanya Soohyuk berhasil membuyarkan lamunan Taeyeon.

 

Taeyeon menganggukan kepalanya meski sedikit ragu.

 

***

 

Hari itu pun tiba, hari dimana Taeyeon dan Soohyuk akan menghadiri acara pertunangan Kyuhyun yang merupakan kolega bisnis Soohyuk.

 

Saat ini Taeyeon baru saja selesai dirias. Taeyeon mengenakan gaun berwarna merah marun dengan bagian rok yang sedikit mengembang, panjangnya selutut. Rambutnya dibiarkan terurai tanpa aksesoris apapun. Meski penampilannya simpel namun tetap memberi kesan elegan dan berkelas.

 

Taeyeon keluar dari kamarnya dan mendapati Soohyuk sudah berdiri didepan kamar Taeyeon dengan stelan kemeja warna merah marun lengkap dengan dasi, jas serta celana hitam membalut tubuh atletisnya. Ketampanannya benar-benar sulit digambarkan. Pikir Taeyeon.

 

Soohyuk tersenyum ketika melihat wanita yang dinantikan itu kini sudah ada dihadapannya. Ia membuka kotak berwarna hitam dan mengeluarkan kalung dengan liontin berlian berbentuk bintang, ukuran berliannya tidak terlalu besar, hanya saja cukup mencolok karena terlihat jelas dari kilauan berliannya menunjukan bahwa perhiasan itu memiliki harga yang cukup fantastis. Soohyuk mendekatkan wajahnya dengan wajah Taeyeon kemudian memakaikan kalung itu dileher Taeyeon. Membuat Taeyeon menelan salivanya dengan kasar, jantungnya bahkan berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya.

 

“Kalung itu sangat cocok dipakai olehmu, kau bisa memilikinya,” ucap Soohyuk ketika selesai memasangkan kalung itu di leher Taeyeon.

 

“Untukku?” kalung yang dikenakan Taeyeon pasti sangat mahal, Taeyeon tak pernah membayangkan akan diberi barang semahal ini. Pikir gadis itu.

 

Soohyuk mengangguk.

 

“Ta-tapi-”

 

“Kita harus pergi sekarang, jika tidak kita akan terlambat,” ujar Soohyuk sembari menarik lengan Taeyeon tanpa membiarkan gadis itu menyelesaikan perkataannya karena Soohyuk yakin tadi itu Taeyeon berniat menolak pemberiannya.

 

***

 

Cho Kyu Hyun dan Seo Joo Hyun, berjalan berdampingan, gadis cantik bernama Seo Joo Hyun itu mengaitkan lengannya di lengan Kyuhyun. Pasangan itu berjalan beriringan sembari menyapa tamu-tamu penting yang datang keacara pesta pertunangan mereka.

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika ia mendapati Taeyeon sedang berdiri disamping Soohyuk. Lelaki itu mengernyitkan dahinya, merasa heran bagaimana bisa Taeyeon hadir diacaranya, padahal Kyuhyun tidak merasa mengundangnya, namun bukan itu yang paling penting. Sebenarnya Kyuhyun sendiri masih memiliki perasaan terhadap Taeyeon, alasan ia memutuskan hubungannya dengan Taeyeon secara sepihak karena Kyuhyun dijodohkan paksa oleh kedua orang tuanya dengan gadis yang saat ini tengah berdiri disampinya. Gadis yang dijodohkan dengan Kyuhyun merupakan putri dari pemilik salah satu perusahaan fashion ternama di Korea Selatan.

 

Taeyeon menyadari saat ini Kyuhyun tengah menatapnya, namun Taeyeon berpura-pura tak menyadarinya.

 

“Kau tunggu disini, aku akan menemui teman lamaku disana sebentar,” bisik Soohyuk pada Taeyeon yang disusul oleh anggukan dari Taeyeon sebagai persetujuan.

 

Ketika melihat Soohyuk pergi Kyuhyun berniat menemui Taeyeon.

 

“Joohyun-ah… aku akan menyapa teman-temanku sebentar. Kau bergabunglah dengan teman-temanmu juga, hm?” ujar Kyuhyun.

 

“Baik oppa,” jawab Joohyun.

 

Kyuhyun berjalan mendekati Taeyeon, kemudian ia menarik lengan Taeyeon dan membawa Taeyeon ketempat yang luput dari pandangan Joohyun.

 

“Apa yang kau lakukan?” protes Taeyeon setengah berbisik. “Lepaskan aku!” lanjutnya.

 

Kyuhyun melepaskan lengan Taeyeon, sejenak lelaki itu menatap gadis yang masih ia cintai itu.

 

“Ada sesuatu yang harus kusampaikan padamu,” ucap Kyuhyun.

 

“Apa?” tanya Taeyeon sinis.

 

“Aku akan menjelaskan padamu mengapa waktu itu aku memutuskan hubungan denganmu.”

 

“Tidak ada yang perlu kau jelaskan, semuanya sudah sangat jelas. Kau meninggalkan ku karena wanita lain.”

 

“Ini tidak seperti yang kau bayangkan, aku dijodohkan paksa oleh kedua orang tuaku, perjodohan ini adalah politik antara orang tuaku dan orang tua Joohyun.”

 

“Lalu, sekarang apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin membatalkan acara pertunangan yang sudah berlangsung ini, maksudmu? Kau tidak mungkin melakukannya, bukan? Dan bahkan penjelasanmu itu sudah tidak berarti apa-apa.”

 

Kyuhyun tertegun, perkataan Taeyeon benar, Kyuhyun tak memiliki keberanian untuk membatalkan pertunangan ini.

 

“Taeyeon-ah, aku masih mencintaimu, sungguh…”

 

“Kau masih mencintaiku?” ucap Taeyeon sembari menunjukan senyum ejekan pada lelaki yang saat ini sedang berdiri dihadapannya itu. “Jika kau benar-benar mencintaiku kau akan memperjuangkanku meski kau dijodohkan paksa dengan wanita lain. Kyuhyun-ah. Asal kau tahu, aku bukan lagi gadis yang kau kenal dulu, gadis yang lemah, gadis yang mudah percaya pada omong kosongmu. Aku bukan lagi gadis seperti itu sekarang.”

 

“Taeyeon-ah…” panggil Soohyuk yang tiba-tiba muncul dari belakanh Taeyeon.

 

“Oppa…” ucap Taeyeon.

 

“Oh, Kyuhyun-ssi? Kalian……? Apa anda mengenal kekasihku?” tanya Soohyuk.

 

Taeyeon mengernyitkan dahinya.

 

“Kekasih?” gumam Kyuhyun.

 

Soohyuk melingkarkan lengannya dipinggang ramping Taeyeon sembari tersenyum menatap Kyuhyun yang tampaknya sedikit terkejut dengan perkataan Soohyuk.

 

“Sayang, apa sebelumnya kalian sudah saling mengenal? kuperhatikan kalian tampak akrab saat berbincang-bincang tadi,” ujar Soohyuk sembari menatap Taeyeon.

 

“Oh… iya, Kyuhyun oppa merupakan seniorku saat kami masih duduk di bangku SMA. Bukan begitu, oppa?”

 

Kyuhyun menganggukan kepalanya sembari tersenyum kaku.

 

“Tampaknya kami harus segera pulang, ada urusan penting yang harus segera kami selesaikan, bukan begitu sayang?” ujar Soohyuk.

 

Taeyeon mengangguk sembari tersenyum. Saat ini Taeyeon sedang berusaha menyuguhkan bakat aktingnya dihadapan Kyuhyun. Taeyeon ingin membalas perbuatan Kyuhyun padanya.

 

“Terima kasih atas jamuan anda, Kyuhyun-ssi. Kami pamit. Selamat malam,” ucap Soohyuk sembari menganggukan kepalanya pada Kyuhyun kemudian berjalan meninggalkan Kyuhyun sembari menggandeng tangan Taeyeon.

 

***

 

Didalam mobil menuju perjalanan pulang, Taeyeon tak banyak bicara, ia diam membisu.

 

“Aku mendengar pembicaraan kalian tadi. Itulah alasan mengapa aku berakting sebagai kekasihmu?” ujar Soohyuk.

 

“Terima kasih,” ucap Taeyeon singkat.

 

“Kau masih mencintainya?”

 

Taeyeon menatap Soohyuk.

 

“Tadinya ku pikir begitu, tapi ternyata perasaan itu telah berubah setelah aku bertemu dengannya lagi aku jadi ingin membalas perbuatannya, tapi sepertinya sudah tidak perlu sekarang. Aku sudah tidak berminat. Terima kasih sudah membantuku tadi.”

 

Soohyuk mengangguk sembari tersenyum.

 

***

 

“Yuri-ah, kau yakin temanmu tinggal bersama Lee Soo Hyuk?” tanya Seunghyun.

 

“Saya sangat yakin, Tuan.”

 

“Bagus… Aku bisa menggunakan temanmu sebagai alat untuk menghancurkan Soohyuk. Mulai sekarang, sering-seringlah menemui temanmu itu. Kau harus mengorek banyak informasi mengenai Soohyuk dari temanmu.”

 

“Baik, Tuan.”

 

Yuri bekerja pada Choi Seung Hyun sebagai mata-mata.

 

Malam itu Seunghyun menemukan Yuri tergeletak dijalanan sepi dalam keadaan babak belur, tampaknya gadis itu baru saja dianiaya oleh seseorang. Keadaannya sudah sangat tidak berdaya. Ia hampir meregang nyawa karena tak mampu bertahan lagi. Namun Seunghyun memanfaatkan keadaan itu, menjadikan Yuri sebagai budaknya, menyuntikan serum pada tubuh Yuri dan membuat Yuri menjadi manusia vampir.

 

***

 

Siang ini Taeyeon berencana keluar untuk menemui Yuri, Yuri mengajak Taeyeon bertemu dengan alasan untuk meminta maaf dan mengganti uang yang sudah Yuri ambil waktu itu.

 

Taeyeon sudah sampai di salah satu cafe yang terletak di kawasan Myeongdong.

 

“Taeyeon-ah…” panggil Yuri sembari melambaikan tangannya.

 

Taeyeon berjalan menuju Yuri yang sudah duduk di salah satu sudut cafe itu.

 

“Oh~ aku benar-benar merindukanmu, maaf saat itu aku telah menyusahkanmu. Aku benar-benar menyesal,” ujar Yuri sembari memeluk tubuh Taeyeon dengan erat.

 

“Tidak apa-apa aku sudah memaafkanmu…” ucap Taeyeon sembari menepuk-nepuk punggung Yuri.

 

Keduanya sekarang duduk saling berhadapan.

 

“Kau harus tahu, saat itu aku benar-benar sedang terdesak dua orang depkolektor mendatangiku, mereka memaksaku untuk membayar hutang saat itu juga, mereka menggeledah flat mu dan aku yang sedang panik tanpa pikir panjang mengambil uang simpanan mu dilaci. Aku serahkan uangku juga uang milikmu pada depkolektor itu, tapi jumlahnya masih kurang. Mereka menyeretku keluar dan… karena aku tak mampu membayar sisa hutangnya, mereka menyiksaku sampai aku sekarat dan hampir mati…” ujar Yuri sembari menangis.

 

“Ya Tuhan… bagaimana bisa mereka sekejam itu pada seorang wanita…” ucap Taeyeon prihatin sembari menggenggam tangan sahabatnya itu.

 

“Tapi, ternyata Tuhan masih menyayangiku… seorang pria yang baik hati menemukanku tergeletak tak berdaya di pinggir jalan, ia menolongku, merawatku sampai aku benar-benar pulih, dia bahkan memberiku pekerjaan hingga sekarang aku bisa melanjutkan kehidupanku semua karena kebaikannya… Maka dari itu, aku baru sempat menemuimu sekarang karena pemulihan yang ku alami cukup lama. Maafkan aku, pasti saat itu aku benar-benar menyusahkanmu…”

 

“Tidak apa-apa, yang terpenting sekarang semuanya baik-baik saja. Jujur saja saat itu aku sangat marah padamu. Sebenarnya nasib kita hampir sama…” ujar Taeyeon sembari tersenyum.

 

“Maksudmu?”

 

“Saat kau mengambil semua uang simpananku untuk membayar sewa flat, sebenarnya saat itu juga aku diusir pemilik flat karena tak mampu membayar sewa selama 3 bulan. Aku benar-benar kebingungan, karena uang yang ku pegang hanya tinggal 10.000 ₩. Aku hampir putus asa, tapi seseorang yang baru ku kenal menolongku, mengijinkanku tinggal bersamanya dan bekerja sebagai asisten pribadinya.”

 

“Bukankah kau bekerja di salah satu toko perhiasan di Pusat Perbelanjaan Crown Group?”

 

“Sudah tidak, ada sedikit insiden yang mengharuskanku meninggalkan pekerjaan itu… dan kejadian itu pula yang membuatku harus tetap tinggal dirumah pria yang menolongku itu. Dia seorang Presdir Crown Group. Namanya Lee Soo Hyuk… meski sikap dan penampilannya terkesan dingin tapi sebenarnya dia pria yang sangat baik,” ujar Taeyeon, gadis itu tak pernah melunturkan senyumnya jika sedang membicarakan Soohyuk.

 

“Bagaimana bisa? Ya Tuhan… kau beruntung, aku tahu Presdir Crown Group itu orang yang cukup populer di kalangan para pebisnis besar. Dia bahkan diberi julukan Putra Mahkota karena ketampanannya dan kecerdasannya sebagai eksekutif muda. Aku pernah melihat fotonya di majalah. Aku jadi penasaran bagaimana wujud asli Presdir Crown Group itu… Kau benar-benar beruntung, Kim Tae Yeon. Aku iri padamu.”

 

Taeyeon hanya tersenyum menanggapi perkataan Yuri.

 

“Lain kali aku akan perkenalkan pria penolongku padamu, dia juga memiliki wajah yang tampan. Ya… walapun jika dibandingkan, Presdirmu masih lebih tampan dari bosku.”

 

Taeyeon dan Yuri tertawa dengan apa yang mereka bicarakan. Mereka saling memamerkan pria yang saat ini tengah mereka kagumi karena telah berjasa menolong mereka.

 

***

 

“Bagaimana?” tanya Soohyuk pada Chanyeol.

 

“Tidak ada sesuatu yang mencurigakan dari orang yang di temui nona. Sepertinya wanita itu benar-benar sahabat nona Kim. Tak ada perbincangan berarti, mereka hanya sekedar berbincang-bincang ringan, dan saya sudah pastikan nona telah sampai dirumah dengan selamat.”

 

“Hm… baiklah, terima kasih, kau boleh pergi,” ucap Soohyuk.

 

“Tapi Tuan… Nona Kim sepertinya sangat mengagumi anda, nona membicarakan anda pada sahabatnya dengan antusias dan terlihat jelas dari raut wajahnya jika nona benar-benar mengagumi anda,” ujar Chanyeol.

 

Soohyuk menatap Chanyeol. Chanyeol yakin Tuan nya saat ini memiliki perasaan juga pada Taeyeon. Pasalnya, Chanyeol sering memergoki Soohyuk tengah menatap Taeyeon sembari tersenyum, tatapannya menyiratkan jika Soohyuk menyukai gadis itu. Ini pertama kalinya Chanyeol melihat Soohyuk seperti itu. Soohyuk tak pernah telihat menyukai seorang wanita. Mungkin alasannya karena Soohyuk sadar bahwa dirinya berbeda dari manusia pada umumnya, ia hanya tidak ingin merasa sakit hati jika pada akhirnya tak mampu memiliki wanita yang ia sukai.

 

“Tugas saya sudah selesai, saya akan pergi sekarang. Permisi, Tuan.”

 

Setelah Chanyeol keluar dari ruang kerjanya Soohyuk terlihat merenung. Awalnya alasan Soohyuk mempertahakan Taeyeon karena ia menginginkan darah gadis itu, tapi tanpa ia sadari perasaannya mulai berubah. Soohyuk mengakui jika Taeyeon gadis pertama yang membuatnya begitu terkesan dan sulit Soohyuk hilangkan dari pikirannya. Ia selalu memikirkan gadis itu. Soohyuk bahkan mau repot-repot mengirim Chanyeol untuk mengikuti kemanapun Taeyeon pergi, mengawasi gadis itu kalau-kalau terjadi sesuatu yang buruk padanya ia bisa segera menolongnya.

 

***

 

Waktu menunjukan pukul 22.00

 

“Tuan, sepertinya ada yang mengikuti kita,” ucap Chanyeol ketika menyadari ada mobil sport merah sejak tadi mengikuti mereka.

 

“Hentikan mobilnya,” ucap Soohyuk. Chanyeol menuruti perkataan Tuannya untuk menghentikan mobilnya. “Pulanglah lebih dulu,” lanjut Soohyuk.

 

“Tapi Tuan-”

 

“Aku akan menyelesaikannya sendiri, turunlah dan pulanglah lebih dulu, Taeyeon dirumah sendiri pasti ia akan khawatir, katakan padanya jangan menungguku pulang.”

 

Dengan berat hati Chanyeol turun dari mobil Soohyuk. Soohyuk segera mengambil alih kemudi kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

 

Chanyeol tahu, mobil yang sejak tadi mengikuti mereka adalah mobil Choi Seung Hyun. Pasti akan terjadi perkelahian antara Lee Soo Hyuk dan Choi Seung Hyun. Chanyeol benar-benar mengkhawatirkan Tuannya, dan ia hanya mampu berharap semoga Tuan nya dapat mengatasi apa yang akan menimpanya nanti.

 

***

 

“Chanyeol-ah… Kau tidak bersama Soohyuk Oppa?” tanya Taeyeon yang sejak dua jam lalu menunggu kepulangan Soohyuk di ruang tamu.

 

Chanyeol menggeleng lemah.

 

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu yang buruk pada Soohyuk oppa??”

 

“Tuan… Tuan sedang ada urusan penting jadi ia akan pulang terlambat. Malam sudah larut sebaiknya nona segera beristirahat. Nona tidak perlu menunggu Tuan,” ujar Chanyeol seraya menghela tubuh mungil Taeyeon, mengantar gadis itu menuju kamarnya.

 

***

 

Soohyuk menghentikan mobilnya dipuncak sebuah tebing, begitu pun Choi Seung Hyun, ia menghentikan mobil sport merahnya disamping mobil milik Soohyuk.

 

Keduanya turun dari mobil secara bersamaan.

 

“Lee Soo Hyuk-ssi, lama tidak berjumpa,” ucap Seunghyun.

 

Soohyuk melemparkan senyum ejekan pada musuh bubuyutannya itu.

 

Keduanya berjalan, mendekat satu sama lain hingga keduanya berdiri saling berhadapan. Soohyuk mengepal kedua tangannya kuat-kuat, amarahnya muncul ketika ia mengingat bagaimana Seunghyun membunuh ayahnya.

 

Bola mata Soohyuk berubah menjadi warna merah, urat-urat halus berwarna biru keunguan diwajahnya muncul, taringnya meruncing membuat wajah tampannya berubah menjadi begitu menyeramkan. Soohyuk hendak melayangkan tinjunya kewajah Seunghyun, namun Seunghyun berhasil menahannya.

 

“Rupanya kau sudah sangat tidak sabar,” ujar Seunghyun sembari mencoba memutarkan tangan Soohyuk dan membuat pemiliknya meraung karena merasakan sakit, tak menyerah sampai disitu Soohyuk menendang perut Seunghyun sekuat tenaganya hingga Seunghyun hampir terpental, namun tampaknya Seunghyun cukup kuat menahan tubuhnya sendiri agar tidak terlempar karena tendangan dari lawannya itu, hanya saja perutnya terasa nyeri, namun Seunghyun masih mampu menahan rasa sakitnya.

 

Seketika pertarungan itu semakin sengit, membuat kedua manusia vampir itu saling beradu fisik, sampai salah satunya terkalahkan.

 

Namun tampaknya keberuntungan tak berpihak pada Soohyuk. Seunghyun berhasil membuat Soohyuk ambruk. Ia mencekik leher Soohyuk yang saat ini terbaring diatas tanah, menanjapkan jari-jari dengan kuku panjangnya diperut Soohyuk, membuat Soohyuk memuntahkan darah dari mulutnya.

 

“Aku sudah hidup selama 400 tahun, dan aku sudah sangat berpengalaman. Kau harus sadar kau bukan tandinganku,” ujar Seunghyun dengan nada meremehkan.

 

Meski sudah nampak terlihat lemah, Soohyuk masih berusaha melawan Seunghyun, berusaha melepaskan cengkaraman tangan Seunghyun dari lehernya. Namun karena tenaganya sudah tak memungkinkan untuk melawan Seunghyun, Soohyuk mengeluarkan pisau dari sakunya secara diam-diam dan dengan gerakan tak terbaca Soohyuk menancapkan pisau itu tepat didada Seunghyun dan itu berhasil membuat Seunghyun melepaskan cengkaramannya dari leher serta perut Soohyuk, meraung dengan keras karena rasa sakit yang dideritanya akibat tusukan dari Soohyuk.

 

Soohyuk segera beranjak menuju mobilnya. Dengan keadaan lemah ia masih berusaha untuk mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi sebelum Seunghyun bangkit dan benar-benar mengejarnya.

 

*** to be continue ***

 

Author note :

Buat readers jika diantara kalian ada yang berpikir FF ini sepertinya ga akan di publish sampai ending, jangan khawatir dan jangan risau. Hehehe… ya, aku memaklumi itu, cukup wajar ada beberapa readers yang berpikir seperti itu karena mungkin kadang chapter selanjutnya agak lama d publish. Sebenarnya aku udh selesaikan FF ini sekitar satu bulan yang lalu. Jadi pasti aku publish FF ini sampe selesai kok. Jumlah chapternya ada 13, jadi masih ada 10 chapter lagi yang belum di publish. Masalah kelanjutan FF ini lama di publish-nya karena, aku juga punya kesibukan lain selain menulis dan publish FF, terus juga, FF yang sudah ku kirimkan ke email adminnya, harus tunggu giliran buat d publish. Jadi mohon untuk sedikit bersabar ya… 🙂 Mungkin nanti akan lebih aku usahakan buat kirim chapter selanjutnya lebih cepat lagi. Insya Alloh…

Pokoknya terima kasih banyak sama yang udah setia nungguin FF ini publish, terima kasih sudah mau meluangkan waktu membaca karya ku, setiap komentar kalian sangat berharga dan bikin aku makin semangat untuk membuat karya-karya baru. Walaupun komentarnya tidak sebanyak judul FF lain yang di publish di blog ini. Mungkin karena cast lead male nya baru, jadi agak asing kali ya. But it’s ok, itu tidak melunturkan semangat aku buat bikin judul baru.

Buat Admin dan pengurus All The Stories Is Taeyeon’s aku ucapkan banyak banyak terima kasih karena sudah memberiku kesempatan titip FF ku buat di publish disini. Udah mau repot-repot publish FF aku. Thank you so much. Big Hug……….!!!

Advertisements

44 comments on “[FREELANCE] My Immortal (Chapter 3)

  1. oh God keren thor, ya ampun tp adu fisik’y msih krg thor, nambah lg yah scene’y :), terus buat SooTae 🙂 scpt’y dong bs bersama” slm’y 🙂 🙂 🙂 FighTaeng dear Author

  2. Jadi soohyuk udah mulai suka nih ma taeyeon? Banyakin sweet momentnya mereka yah thor hehe
    Oke deh aku tunggu next chapnya, update soon thor~

  3. cieeee sekarang soo hyuk menjaga taeyeon jarena ada perasaan nih yeee..
    Thor jauhkan yuri dari taeyeon dong.. sepertinya yuri punya niatan jahat. Aduhhh kasian soo hyuk tolongin soo hyuk thor .. kasian. seunghyun terlalu jahat, apa sih yang dimau dari soo hyuk

    okeee next thor
    semangat ya ^^

  4. Yaaa kasian soohyuk😂😂 udah ada benih benih cinta muncul, suka kok ya perlu klo pairingnya ganti ganti wkkk updatenya jangan lama lama yaa authornim😂😂 happ end aja deh tapi klo bisa lebih sweet aja xixixi

  5. wahwahwah!

    ternyata soohyuk udh ad prasaan am taeng!!
    senang.a!

    thor banyakin moment sootae.a dong ,yayaya!!

    ok klo gtu , di tggu ya next Chapt.a , klo bsa jangan lmaa” ya thor !!
    ohiya next.a yg greget ya !!

    ya udh smngat ya thor!!

    fighting!!

  6. kykx taeyeon dah mulia ngebuka hatix buat yg lain selain kyuhyun nie.
    Mdah2an soohyuk g npa2, taeyeon cemas bgt thu soohyuk blom plang

  7. Akhirnya benih benih cinta tumbuh 😀
    yuri masih baik atau pura pura baik?
    Semoga soohyuk nggak knp² deh
    Ditunggu lanjutannyaa

  8. author emg daebak…
    ud nyipain ep smpek end..
    moga aja happy ending…
    smgad deh pkoknya…!!!!
    dan smg soohyuk baik2 saja…

  9. Wahh .. yuri jd spy nya seunghyun .. pasti stlh ini taeng bakal dalam keadaan bahaya ..
    Pngen liat soohyuk ngelindungi taeng .. ^^ hehehhe
    next ditunggu

  10. Pingback: [FREELANCE] My Immortal (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s