[FREELANCE] My Immortal (Chapter 2)

photostudio_1450150316425

TITLE : MY IMMORTAL [Chapter 2]

Created by. Kakak Peri

Main Cast :

– Kim Tae Yeon (SNSD)

– Lee Soo Hyuk (Korean Model/Actor)

Support Cast :

– Park Chan Yeol (EXO)

– Choi Seung Hyun / Top (Big Bang)

– Kwon Yu Ri (SNSD)

– Hwang Mi Young / Tiffany (SNSD)

– Cho Kyu Hyun (Super Junior)

– Choi Soo Young (SNSD)

– Shim Chang Min (TVXQ)

– Hong Jong Hyun (Korean Model/Actor)

Rated : PG – 17

Genre : Fantasy / Romance / Crack / Action

Lenght : Chaptered

 Preview: Teaser, Chapter 1

 

  • •• 안니사 •••

 

 

“Woah… daebak. Aku tak pernah membayangkan akan tidur dikamar sebagus ini,” ujar Taeyeon kagum, sembari berjalan menyusuri setiap sudut kamar yang sampai beberapa waktu kedepan akan menjadi kamarnya.

 

 

Kamar itu didominasi dengan warna merah marun dan krem, semua perabotan dikamar itu tertata dengan sangat rapih, ada kamar mandi didalamnya, kamar mandinya didominasi dengan warna hitam dan putih, lantainya saja seperti papan catur. Jika suasananya begini Taeyeon akan sangat betah belama-lama berendam dan berdiam diri didalam kamar. Flat sederhana tempat tinggalnya bukan apa-apa jika dibandingkan dengan kamar ini, sungguh jauh berbeda.

 

 

***

 

 

Keesokan harinya, Taeyeon bangun sangat pagi. Ia berinisiatif membuat sarapan untuk Soohyuk.

 

 

“Nona, apa yang sedang anda lakukan?” tanya Chanyeol yang tiba-tiba sudah ada didapur.

 

 

“Aku membuat sarapan untuk Presdir Lee,” jawab Taeyeon.

 

 

“Tuan tidak memakan-”

 

 

“Chanyeol-ah!” seru Soohyuk segera memotong perkataan Chanyeol.

 

 

Chanyeol menundukan kepalanya seraya memundurkan langkahnya kemudian pergi meninggalkan Taeyeon dan Soohyuk berdua, ia hampir saja mengatakan kalau Soohyuk tidak memakan makanan yang biasa dimakan oleh manusia pada umumnya.

 

 

“Saya tidak tahu selera anda seperti apa, tapi… semoga anda menyukai makanan yang saya buat ini,” ujar Taeyeon sembari menyendok soup udang kedalam mangkuk.

 

 

“Aromanya sangat enak, kau pasti pandai memasak,” puji Soohyuk.

 

 

“Hm… saya sangat hobi memasak,” ucap Taeyeon sembari menyajikan masakannya diatas meja makan. “Silahkan duduk,” lanjutnya.

 

 

“Kau tidak ikut makan bersamaku?” tanya Soohyuk ketika melihat Taeyeon hanya berdiri disampingnya.

 

 

“Saya harus segera pergi bekerja, jarak rumah anda menuju pusat perbelanjaan Crown Group tidak sedekat jika saya pergi dari tempat tinggal saya dulu, jadi saya harus pergi lebih pagi.”

 

 

“Ah~ baiklah, kalau begitu kau boleh pergi.”

 

 

Taeyeon membungkukan tubuhnya sebagai penghormatan kepada atasannya itu sebelum akhirnya pergi untuk bekerja.

 

 

***

 

 

“Taeyeon-ah… tadi pagi-pagi sekali aku datang ke flat tempat tinggalmu di Cheondamdong, pemilik flat bilang kau sudah tidak tinggal lagi disana?” tanya Sooyoung.

 

 

“Aku memang tidak tinggal lagi disana.”

 

 

“Kenapa?”

 

 

“Kemarin tempat tinggalku kerampokan, uang simpanan untuk membayar sewa juga tak bersisa sedikitpun, jadi pemilik flat mengusirku karena aku tidak bisa membayar sewa selama 3 bulan.”

 

 

“Ya Tuhan… kejam sekali. Lalu semalam kau tidur dimana?”

 

 

“Semalam… a-aku… aku tidur…” Taeyeon tak mungkin bilang kalau dia tidur dirumah Presdir Lee.

 

 

“Hei, jawab pertanyaanku. Semalam kau tidur dimana?”

 

 

“Aku tidur di-”

 

 

“Hei, fokus pada pekerjaan kalian!” ujar salah satu manager toko perhiasan itu pada Sooyoung dan Taeyeon yang asik mengobrol.

 

 

***

 

 

Waktu istirahat makan siang tiba.

 

 

Taeyeon dan Sooyoung duduk disudut kantin dengan makan siangnya. Saat itu juga Lee Soo Hyuk didampingi asisten pribadinya Park Chan Yeol berjalan melewati para pegawai yang tengah menikmati makan siang mereka.

 

 

“Ya Tuhan… bagaimana bisa ada lelaki setampan itu didunia ini,” ujar Sooyoung pada Taeyeon setengah berbisik.

 

 

Soohyuk melirik Taeyeon sembari tersenyum tipis ketika melewati Taeyeon dan Sooyoung, namun Sooyoung menyadarinya.

 

 

“Hei, apa kalian saling mengenal??” tanya Sooyoung penasaran.

 

 

“Tidak,” jawab Taeyeon singkat sembari menyantap makan siangnya. Dia berbohong, tentu saja. Jika ia mengatakannya pada Sooyoung kalau dia mengenal Soohyuk dan menginap dirumahnya, Sooyoung akan sangat heboh. Meski tampaknya Taeyeon dan Sooyoung dekat, namun Taeyeon bukan tipe orang yang akan mengatakan segala sesuatu tentang hidupnya pada orang lain meski orang tersebut merupakan teman dekatnya sendiri. Bukan Taeyeon tak percaya pada Sooyoung, ia yakin Sooyoung bisa menjaga rahasia, tapi Taeyeon berpikir hal semacam itu sebaiknya dia rahasiakan kepada semua orang termasuk Sooyoung.

 

 

“Lalu tadi mengapa dia tersenyum padamu, dia tampak ramah padamu sejak pertama kali dia datang kesini menggantikan ibunya sebagai Presdir.”

 

 

“Aku bahkan tak tahu dia tersenyum tadi, sudahlah cepat habiskan makan siangmu sebentar lagi kita harus kembali bekerja,” ujar Taeyeon.

 

 

Sooyoung menuruti perkataan temannya itu meski ia menyimpan sebuah tanda tanya besar dikepalanya. Taeyeon adalah tipe orang yang tidak terbuka, sulit ditebak dan itu membuat orang terdekatnya merasa Taeyeon orang yang cukup misterius, tapi ia juga merupakan orang yang kurang pandai menyembunyikan sesuatu, jadi Sooyoung merasa ada yang aneh saat Taeyeon bicara tadi. Ia tak menatap langsung wajah Sooyoung ketika berbicara.

 

 

***

 

 

“Selamat sore, Tuan. Ada yang bisa kami ban-” Seketika Taeyeon menghentikan kalimatnya ketika melihat siapa yang datang menjadi pelanggan ke toko perhiasan tempatnya bekerja.

 

 

Cho Kyu Hyun. Orang yang memutuskan hubungan dengannya secara sepihak tempo hari, lelaki itu menggandeng seorang wanita cantik dengan penampilan yang tampak elegan namun tetap anggun.

 

 

Benar dugaan Taeyeon, wanita lain adalah penyebab Taeyeon diputuskan secara sepihak oleh pria tampan itu.

 

 

Meski begitu, Taeyeon berusaha bersikap profesional, susah payah ia menekan rasa sakit didalam hatinya ketika melihat Kyuhyun bersama wanita lain untuk mencari cincin pernikahan disini, ditempat Taeyeon bekerja.

 

 

“Oppa, apa cincin ini terlihat cocok untukku?” tanya wanita cantik itu pada Kyuhyun. Namun tampaknya Kyuhyun tak mendengar perkataan kekasihnya dan malah menatap Taeyeon yang tengah membantu kekasih Kyuhyun memilih cincin yang cocok.

 

 

“Oppa, kau mendengarku?”

 

 

“Oh, iya… cincin itu cocok untukmu.”

 

 

“Baiklah, aku ambil yang ini.”

 

 

“Baik nona, tunggu sebentar,” ucap Taeyeon sembari memasukan cincin itu kedalam kotak kulit berwarna hitam lalu membungkusnya.

 

 

***

 

 

Waktu menunjukan pukul 19.30 waktu para SPG di toko perhiasan itu pulang dan berganti sift dengan SPG lainnya yang baru datang.

 

 

Ketika Taeyeon hendak akan mengganti pakaian seragamnya dua orang manager toko perhiasan tempatnya bekerja memberi perintah pada para pegawai yang berada diruang loker penyimpanan untuk berbaris karena 1 buah kalung berlian seharga 10.000.000 ₩ hilang, dan dua manager itu melakukan penggeledahan terhadap para SPG beserta loker mereka masing-masing.

 

 

Para SPG yang ada diruang itu berbisik menebak-nebak siapa pelaku pencurian itu.

 

 

Tiba-tiba…

 

 

“Taeyeon-sii!” ujar salah satu manager yang menemukan kalung berlian itu didalam loker Taeyeon.

 

 

Taeyeon terkejut setengah mati ketika melihat kalung berlian itu ada didalam lokernya. Dia tak pernah merasa melakukan perbuatan hina meski ia sedang terhimpit kesulitan ekonomi sekalipun.

 

 

“Kau yang mencuri kalung berlian ini??” tanya salah seorang manager dengan nada kesal.

 

 

“Saya tidak tahu, bukan saya yang melakukannya… sungguh,” ujar Taeyeon.

 

 

“Lalu, bagaimana bisa kalung ini berada didalam lokermu jika bukan kau yang melakukannya. Buktinya sudah jelas, kau bahkan masih enggan mengakuinya!”

 

 

“Sungguh bukan saya, saya tidak tahu mengapa kalung itu ada didalam loker sa-”

 

 

“Kau tahu konsekuensinya. Jika kau tidak ingin masalah ini berlanjut kejalur hukum, kau harus tinggalkan pekerjaan ini dan membayar denda atas perbuatanmu!”

 

 

“Manager Shin, sungguh bukan saya yang melakukannya. Saya masih benar-benar membutuhkan pekerjaan ini, dan bagaimana bisa saya membayar denda jika saya kehilangan pekerjaan saya… mohon pertimbangkan kembali keputusan anda,” ujar Taeyeon sembari memohon.

 

 

Wanita yang di panggil manager Shin itu pergi tanpa menghiraukan permohonan Taeyeon.

 

 

“Taeyeon-ah…” ucap Sooyoung sembari menatap rekan kerjanya itu dengan tatapan iba.

 

 

“Sooyoung-ah… bukan aku yang melakukannya, sungguh. Kau percaya padaku, kan? Aku tidak mungkin melakukan perbuatan hina seperti itu,” ujar Taeyeon sembari menangis.

 

 

“Aku percaya bukan kau yang melakukannya, tapi maaf… sungguh maafkan aku, kali ini aku tidak bisa membantumu. Maafkan aku, Taeyeon-ah…”

 

 

Beberapa SPG yang percaya atas kejadian ini saling berbisik membicarakan Taeyeon sembari melemparkan tatapan sinis dan ejekan, sementara yang lainnya, yang tidak mempercayai kejadian ini hanya bisa menunjukan rasa prihatinnya terhadap Taeyeon dan mencoba menguatkan Taeyeon.

 

 

***

 

 

Taeyeon berjalan menyusuri trotoar sembari memikirkan mengapa akhir-akhir ini banyak kejadian buruk yang menimpanya secara bertubi-tubi. Pertama, Kyuhyun memutuskan hubungan dengannya secara sepihak karena ada wanita lain yang Kyuhyun cintai. Yuri, sahabatnya sejak SMA, yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri mengkhianatinya dan tega mencuri semua uang simpanannya, setelah itu ia diusir dari tempat tinggalnya, lalu sekarang seseorang menjebaknya dan membuatnya kehilangan pekerjaannya.

 

 

“Ya Tuhan… apa yang harus aku lakukan sekarang???” ucap Taeyeon lirih, ia hampir menangis lagi, tapi ia cukup memiliki rasa malu, tidak mungkin ia menangis dijalanan yang ramai dilewati banyak orang seperti ini. Untuk kembali kerumah Soohyuk saja ia sudah tidak punya nyali. Berita pencurian ini pasti sudah sampai ke telinga Presdirnya itu.

 

 

***

 

 

Waktu menunjukan pukul 23.00 KST.

 

 

“Chanyeol-ah, apa Taeyeon sudah kembali?” tanya Soohyuk.

 

 

“Belum, Tuan.”

 

 

“Apa kau yakin? Kau sudah mengecek kamarnya?”

 

 

“Saya yakin, Tuan. Nona memang belum kembali sejak ia pergi bekerja tadi pagi.”

 

 

“Sejak pukul 20.00 seharusnya dia sudah kembali,” gumam Soohyuk.

 

 

“Mungkin nona berpikir berita pencurian itu sudah sampai ke telinga anda, jadi nona merasa malu dan tidak memiliki keberanian untuk kembali kerumah ini, apa lagi anda merupakan atasannya…”

 

 

“Kau benar… aku akan pergi mencarinya sekarang,” ujar Soohyuk sembari berlalu.

 

 

Soohyuk melajukan mobil sportnya di jalanan kota Seoul yang masih cukup ramai meski malam sudah semakin larut. Ia mencari ke tempat-tempat makan pinggir jalan, mencari ke tempat spa, mungkin Taeyeon malam ini memutuskan untuk tidur di tempat sauna. Namun ternyata hasilnya tetap nihil. Soohyuk hampir merasa frustasi mencari keberadaan Taeyeon.

 

 

Soohyuk merogoh ponsel didalam saku jaketnya. Saat ia hendak menekan tombol pada layar ponselnya, ia tertegun, ia melupakan sesuatu.

 

 

“Nomor ponselnya… bodoh! Aku tidak tahu nomor ponselnya,” ujar Soohyuk sembari mendaratkan kepalan tangan keatas kemudinya.

 

 

Soohyuk kembali melanjutkan pencarian, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

 

 

Suara gemuruh dari langit saling bersahutan tanda hujan akan turun deras, Soohyuk semakin merasa gelisah, ia benar-benar mengkhawatirkan gadis itu.

 

 

***

 

 

Sementara itu, Taeyeon duduk dibangku taman kota yang sudah tampak sepi, hanya segelintir orang saja yang masih berlalu lalang ditaman itu.

 

 

Tanpa tahu tujuan, Taeyeon hanya bisa diam, ia sendiri bingung apa yang akan ia lakukan dan akan kemana dia sekarang. Tampaknya gadis itu benar-benar sedang merasa frustasi dengan apa yang sudah ia alami.

 

 

Hujan deras tiba-tiba mengguyur kota Seoul, mengguyur tubuh lelah Taeyeon yang tampak begitu kurus. Dia menangis. Setidaknya air hujan dapat menyamarkan air matanya dari orang-orang sekitar yang lewat didepan Taeyeon. Tapi tetap saja, orang-orang yang lewat didepan Taeyeon menatap Taeyeon dengan tatapan aneh, sebab ditengah hujan deras seperti ini gadis itu malah duduk mematung membiarkan tubuhnya basah kuyup bukannya mencari tempat berteduh.

 

 

“Apa yang kau lakukan??” ucap seorang pria dengan suara baritonnya yang tiba-tiba datang. Pria tampan itu menggunakan payung untuk melindungi Taeyeon dan dirinya sendiri dari hujan deras yang mengguyur mereka.

 

 

“Presdir Lee…?” gumam Taeyeon dengan mulut yang mulai membiru karena kedinginan.

 

 

“Ayo kita pulang,” ujar Soohyuk sembari menarik lengan Taeyeon, namun gadis itu menahannya. Pria tampan itu kembali menoleh. “Tunggu apa lagi??”

 

 

“Maaf, saya tidak bisa-”

 

 

“Kau bisa jelaskan semuanya dirumah, pertama yang harus kau lakukan, ikut aku pulang sekarang, ini perintahku sebagai atasanmu.”

 

 

Taeyeon akhirnya menuruti perkataan Soohyuk untuk ikut pulang bersamanya.

 

 

***

 

 

“Chanyeol-ah, siapkan air hangat untuk gadis ini!” seru Soohyuk dengan nada kesal sembari terus menarik lengan Taeyeon menuju kamarnya. “Masuklah kekamarmu, bersihkan dulu tubuhmu sebelum kau menjelaskan semuanya padaku,” tegasnya sembari meninggalkan Taeyeon dikamarnya.

 

 

Chanyeol terlihat menyiapkan handuk dan perlengkapan mandi lainnya untuk Taeyeon.

 

 

“Bi-biar aku yang melakukannya,” ucap Taeyeon menggigil.

 

 

“Tidak nona, ini sudah menjadi tugas saya,” ujar Chanyeol.

 

 

Beberapa saat kemudian…

 

 

“Semua yang anda butuhkan sudah siap, saya akan keluar dari kamar anda sekarang,” ujar Chanyeol.

 

 

“Terima kasih,” ucap Taeyeon.

 

 

***

 

 

“Nona, Tuan Lee menunggu anda didalam kamarnya,” ucap Chanyeol ketika Taeyeon baru saja keluar dari kamarnya.

 

 

Sejenak Taeyeon menatap kamar dihadapannya.

 

 

“Apa Presdir Lee marah padaku??” tanya Taeyeon nyaris berbisik.

 

 

“Saya tidak tahu, nona. Untuk memastikannya lebih baik anda segera temui Tuan.”

 

 

Taeyeon menghela nafas berat sebelum akhirnya mengetuk pintu kamar Soohyuk dan membukanya, ia masuk dengan perlahan. Kamar pria itu membuat mata Taeyeon terbelalak dan juga berhasil membuatnya terperangah. Kamar Lee Soo Hyuk benar-benar sebuah maha karya yang sangat luar biasa, terdapat banyak pahatan-pahatan yang kental dengan gaya romawi classic di setiap fondasi kayu yang terletak disudut kamarnya. Kamarnya sangat luas, ada sebuah sudut dimana sudut itu dijadikan ruang kerja oleh Soohyuk. Kamar megah itu didominasi dengan warna biru malam, benar-benar menggambarkan karakter pemiliknya yang dingin namun tetap menawan.

 

 

“Kemarilah,” ucap pemilik suara bariton itu pada Taeyeon yang sejak tadi khusyu mengagumi setiap sudut kamarnya.

 

 

Taeyeon tak pernah menyangka bisa masuk ke area yang sangat pribadi dari bos besarnya itu.

 

 

Taeyeon berjalan mendekati Soohyuk yang tengah duduk dikursi kerjanya sembari menumpangkan satu kaki jenjangnya ke kaki yang lainya. Meski hanya mengenakan stelan piyama, pria itu masih tampak begitu menawan, tanpa disadari tiba-tiba jantung Taeyeon berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Taeyeon benar-benar sudah terjebak dalam pesona pria tampan itu.

 

 

“Aku sudah mendengar berita mengenaimu tentang pencurian kalung berlian itu,” ujar Soohyuk.

 

 

“I-itu… bukan saya yang melakukannya, meski saya tengah mengalami kesulitan ekonomi saya tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu, sungguh… seseorang telah menjebak saya,” ujar Taeyeon dengan suara yang bergetar menahan tangis. Namun matanya sangat sulit diajak kompromi, tanpa permisi bulir bening itu meluncur begitu saja membasahi pipi mulusnya.

 

 

“Kau benar, aku yang menjebakmu agar kau bisa tinggal lebih lama dirumah ku,” batin Soohyuk sembari tersenyum tipis.

 

 

“Aku tahu, bukan kau yang melakukannya,” ucap Soohyuk.

 

 

Taeyeon menatap Soohyuk seolah tak percaya, ini diluar dugaan. Taeyeon mengira Soohyuk marah padanya dan akan mengusirnya.

 

 

“Ba-bagaimana bisa anda mempercayai perkataan saya begitu saja, padahal anda belum lama mengenal saya?”

 

 

“Tak butuh waktu lama untuk membaca orang seperti apa dirimu.”

 

 

Taeyeon tertegun mendengar perkataan Soohyuk. Meski sikap dan cara bicaranya selalu terkesan dingin, tapi ia memiliki hati yang hangat. Pikir Taeyeon.

 

 

“Kau baru saja kehilangan pekerjaanmu, bukan?”

 

 

Taeyeon mengangguk.

 

 

Soohyuk menyerahkan secarik kertas kearah Taeyeon.

 

 

“Apa ini?” tanya Taeyeon.

 

 

“Kontrak untuk pekerjaan barumu… aku akan mempekerjakanmu sebagai asisten pribadiku dirumah ini. Masa kerjamu 2 Tahun, setiap bulannya aku akan mentransfer uang ke rekening mu sebagai imbalan atas pekerjaanmu, bagaimana?”

 

 

Taeyeon tak tahu harus menjawab apa, ia sebenarnya merasa tidak tahu malu jika menerima pekerjaan ini mengingat berita pencurian yang telah mencemarkan nama baiknya, namun disisi lain ia membutuhkan pekerjaan dan uang untuk menyewa rumah, Taeyeon sadar tak mungkin terus-menerus ia tinggal dirumah ini meski pemiliknya tidak pernah keberatan akan hal itu.

 

 

“Kau boleh tinggal disini selama kau masih bekerja padaku. Masalah di toko perhiasan itu sebaiknya kau lupakan, aku akan membantumu membersihkan nama baikmu, nanti.”

 

 

“Saya tidak tahu harus bicara apa. Presdir… meski sikap dan cara bicara anda terkesan dingin, tapi anda memiliki hati yang baik, bahkan disaat semua orang menganggap saya pencuri, tanpa mempedulikan itu semua anda memilih untuk menolong saya. Terima kasih banyak, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan anda. Saya tidak tahu harus memberikan balasan seperti apa terhadap semua kebaikan anda…”

 

 

“Kau hanya perlu menyerahkan darahmu, jika kau ingin membalas kebaikanku…” batin Soohyuk.

 

 

***

 

 

“Aku sudah berhasil membuatnya tinggal bersamaku, ibu tidak perlu khawatir. Aku akan menjaga dan melindunginya sampai tiba saatnya…” ujar Soohyuk pada seseorang yang berbicara padanya di seberang telefon itu.

 

 

Ya… Soohyuk sedang berbicara dengan ibunya yang saat ini sedang berada di Irlandia.

 

 

  • •• to be continue •••
Advertisements

52 comments on “[FREELANCE] My Immortal (Chapter 2)

  1. pertama2 soohyuk cuman mau darahnya taeng, nanti lama-kelamaan jg soohyuk pasti jatuh cinta ama taeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s