[FREELANCE] Evil Boy (Chapter 3)

evil-boy-yeonchan

Title : Evil Boy

Author : Yeon Chan

Rated : T ( PG – 16)

Genre : Romance

Main Cast : Kim Taeyeon dan Xi Luhan

Other Cast : Tiffany Hwang, Jessica Jung, etc

Poster By : Loyalslatte @ Indo Fanfictions Arts

Desclaimer : Ini ff hasil dari pemikiran dan imajinasi saya yang tidak karuan(?) dan terinspirasi dari novel dan sebuah lagu.

Author’s Note : FF dengan pemikiran yang sangat biasa dan membosankan. Dan maaf jika banyak typo bertebaran. No plagiat. Oke deh check this out~

Happy Reading ^^

Preview: Prolog, Chapter 1, Chapter 2

“Kau jalan begitu lama, jadi lebih baik aku membimbingmu agar cepat sampai di parkiran.” Ujar Luhan. Lagi dan lagi Taeyeon hanya menghela nafas dengan kasarnya.

Mereka berdua sudah sampai di parkiran, depan mobil hitam audi milik Luhan. Luhan menyuruh Taeyeon memasukki mobilnya, setelah itu Luhan memutar bagian depan mobil miliknya dan masuk ke dalam mobilnya. Luhan men-strater mobilnya dengan kecepatan yang sedang, lalu menuju rumah milik Taeyeon.

@Evil Boy chapter 3

“Ahhh… lelahnya.” Gumam yeoja itu yang sedang berbaring di ranjang kesayangannya. Taeyeon, nama yeoja itu sedang menatap langit-langit kamarnya dan memikirkan kejadian-kejadian yang dialaminya sekarang.

“Menyebalkan! Namja itu sangat menyebalkan! Andai saja aku bisa melancarkan rencanaku, tidak akan terjadi seperti ini!” kesal Taeyeon, terlihat dengan tangannya yang mengepal dan memukul kasurnya dengan keras.

Drrttt… Drrttt…

Smartphone putih milik Taeyeon berbunyi, tanda ada seseorang yang mengirimnya sebuah notifikasi kepadanya. Taeyeon menatapnya dengan pandangan bertanya-tanya.

“Siapa yang mengirimi-ku sebuah pesan? Malam-malam seperti ini?” tanya Taeyeon kepada dirinya sendiri. Taeyeon sedang berfikir keras sekarang untuk menebak siapa yang sedang mengirimnya sebuah pesan. Belum selesai dengan pemikirannya, lamunan Taeyeon dibuyarkan oleh suara dari smartphone-nya kembali. Karena penasaran, Taeyeon dengan segera membuka pesan itu, nomor yang tidak diketahuinya. Siapa dia?

From : +821563XXX

Hei pendek!

“Aish, apa-apaan ini! Kenapa ada orang gila yang mengirim pesan aneh seperti ini. Menyebalkan. Mengatakan diriku ‘pendek’, kenal saja tidak. Ck!” kesal Taeyeon sambil menatap ponselnya, tetapi masih memutar otak untuk mengetahui siapa pemilik nomor itu.

“Apa namja gila itu yang mengirimku pesan?! Ya, pasti dia.” gumam Taeyeon. Pasalnya siapa lagi yang mengatai dirinya pendek kecuali namja gila itu, ya Xi Luhan. Siapa lagi?

To : +821563XXX

Nuguya?! Apa kau si namja gila? Xi Luhan?!”

Setelah selesai mengirim pesan itu, Taeyeon menaruh kembali ponsel-nya ke sebelahnya. Sambil menunggu, Taeyeon menutup matanya pelan untuk merilekskan dirinya yang tadi sedang kesal.

Drrtt… Drrtt…

Kembali suara ponsel miliknya berbunyi nyaring. Taeyeon membukanya.

From : +8210563XXX

Kau mengenaliku cukup baik pendek! Haha…

“Ck! Namja gila itu, untuk apa dia mengirim pesan aneh kepadaku -_-.” Ujar Taeyeon menatap ponsel-nya dengan datar.

To : +8210563XXX

Ck! Jika tidak ada yang penting. Tidak usah mengirim pesan aneh ini pabbo!

Send~

Tidak berapa lama, suara ponsel-nya kembali berbunyi.

From : +8210563XXX

Besok kau harus menemaniku jalan-jalan di Seoul. Aku akan menjemputmu jam 8 pagi. Tidak ada penolakan pendek.

“Aish, menyebalkan sekali namja gila ini. Semaunya saja menyuruhku ini itu.” gumam Taeyeon kesal.

Dirinya tidak membalas pesan itu, dan menaruh ponsel-nya kembali ke meja nakas yang berada di dekatnya. Taeyeon bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju balkon kamarnya. Dirinya memejamkan matanya dan menikmati setiap hembusan angin yang menerpa tubuhnya. Angin malam sangat membuatnya nyaman dan damai. Rasa lelah dan rasa kesalnya hilang sudah terbawa oleh angin malam itu.

Dan beberapa menit kemudian, dirinya membuka mata sambil menatap bintang yang bersinar di angkasa. Dirinya tersenyum. Senyuman yang memiliki banyak makna di dalam sana. Tanpa sadar, gadis itu sudah meloloskan cairan bening itu menuruni pipinya.

“Oppa…” lirih gadis itu. Betapa rindu dirinya kepada orang yang selama ini sering dipanggilnya ‘oppa’ itu. Sungguh, Taeyeon sangat merindukan laki-laki itu.

Taeyeon mencoba tegar sekarang. Padahal, 3 tahun ini dirinya sudah berhasil tidak menangis dan semua itu dibantu oleh kedua sahabatnya, Jessica dan Tiffany. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini dirinya cepat sekali menangis. Jujur saja. Gadis itu sudah lelah menunggu, sudah 4 tahun yang lalu terlewati. Tak ada kabar dari namja itu.

“Taeyeon, kau harus tegar!” gumam Taeyeon menyemangati dirinya sendiri. Lalu dirinya menghapus jejak-jejak yang berada di pipinya dan menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya gadis itu memasuki kamarnya dan menutup pintu balkon dan tertidur lelap di ranjangnya.

.

.

.

.

.

In The Morning~

Taeyeon POV

Aku terbangun dari mimpi indahku. Aku menatap jam weker yang berada di nakas sebelah ranjangku. Hei, ini hari libur. Dan kenapa tidak kau gunakan dengan bermalasan di ranjang. Masih jam 7 pagi, dan hari ini aku berencana untuk bermalasan di ranjang hingga siang hari. Aku memeluk erat gulingku danmerapatkan selimut tebalku. Belum sampai beberapa menit, ada suara bunyi yang cukup memekakkan telingaku. Bunyi ponsel-ku.

Aku memandang malas kearah ponsel-ku yang tak jauh dariku. Siapa yang menggangguku pagi-pagi begini? Tidak tahukah aku sedang menikmati liburku ini. Ck!

Aku mengangkatnya dan terdengar suara berat dari sebrang sana. Aku mengenal suara ini. Suara namja gila itu.

“Kau tidak berencana tidur kembali bukan nona Kim?” ujar namja gila itu. Dia sungguh membuatku gila. Cih! Bagaimana namja itu bisa tahu? Dan, oh.. aku melupakan janjiku padanya. Bukan. aku tak berjanji kepadanya, aku dipaksa olehnya.

“Rencanaku memang seperti itu, tetapi kau berhasil untuk membatalkan niatku.” Kesalku, bagaimana tidak. Dia selalu mengetahui semua yang ingin kulakukan untuk menghindarinya. Luhan tertawa kecil, tetapi masih bisa kudengar dengan telingaku. ‘Sialan kau tuan Xi.’

“Kau tak usah tertawa pabbo.” Ujarku. Setelah mengatakan itu, aku tak mendengar suaranya, hanya suara hembusan nafasnya.

“1 jam lagi aku akan menjemputmu. Aku tidak mau tahu, kau harus sudah siap saat aku sudah berada di sana. Jika kau belum bersiap-siap dan masih berada di alam sadar, aku tidak akan segan-segan membangunkanmu dengan caraku.”Jawabnya.

“YA! Jangan se…” Belum selesai aku berbicara, orang ini langsung mematikannya begitu saja. Laki-laki ini benar-benar minta kutinju. Tak adakah rasa sopan santunnya? Arrghh, sudahlah, aku tidak ingin mengambil resiko, aku harus bersiap-siap segera sebelum laki-laki itu datang.

.

.

.

.

Author POV

Luhan sudah sampai di depan rumah Taeyeon. Dan dengan senyumnya yang cerah. Luhan menaiki beberapa tangga untuk menggapai pintu itu. Setelah sampai di atasnya, Luhan memencet bel rumah Taeyeon. Dan terlihatlah yeoja paruh baya yang terlihat masih muda dan cantik.

‘Pantas saja gadis itu cantik. Ternyata ibunya sangat cantik.’ Batin Luhan. Ny. Kim, yeoja paruh baya itu tersenyum ramah kepada Luhan.

“Annyeonghaseo ajhumma, saya ke sini ingin menjemput Taeyeon.” Ujar Luhan ramah.

“Ne, Taeyeon masih ada di kamarnya. Silahkan masuk dulu sambil menunggu Taeyeon.” Kata Ny. Kim sambil mempersilahkan Luhan masuk ke dalam rumah.

Luhan duduk di ruang tamu milik keluarga Kim. Ny. Kim membuat minuman untuk Luhan dan setelah itu berbincang-bincang dengannya. Mereka berbincang-bincang dengan sangat serunya, hingga tanpa sadar ada seorang yeoja yang sedang menatap mereka dengan mata tajam dan kesal.

Luhan tersadar ada Taeyeon di sana, saat dirinya mencoba mengalihkan matanya ke arah tangga, tepat di belakang nyonya kim duduk.

Tersadar pemuda yang berada di hadapannya menatap ke arah belakangnya, Ny. kim juga mengalihkan pandangannya ke arah belakang dan terlihat ada gadis manis di sana. Taeyeon.

“Yeonnie-ah, kemarilah sayang. Luhan sudah lama menunggumu.” Ucap nyonya kim sambil bangkit dari duduknya dan menghampiri Taeyeon. Ny. kim, berbisik sesuatu sebelum meninggalkan Taeyeon dan Luhan di ruang tamu.

“Namja itu sangat tampan Taeyeon-ah! Apa dia calon menantu eomma?” bisik Ny. Kim.

“Aish, eomma!” kesal Taeyeon dengan sedikit teriakan di sana. Nyonya kim hanya tertawa senang saat menjahili putrinya. Luhan yang melihat hal itu menatap bingung ke arah mereka berdua, sambil bertanya-tanya apa yang dibicarakan kedua wanita yang berbeda umur tersebut.

Setelah ibunya benar-benar menghilang, gadis itu dengan segera menatap Luhan yang sedang menatap dirinya dan ibunya dengan pandangan bingung.

“Waeyo?” ujar Taeyeon galak. Luhan hanya tersenyum aneh padanya, membuat Taeyeon bergidik ngeri.

“Kajja kita pergi! Aku tidak ingin kesiangan.” Ujar Luhan sambil menarik pergelangan tangan Taeyeon.

“Eh.. N-Ne.” Ujar Taeyeon gugup dan kaget saat tangannya ditarik oleh Luhan. Dengan pasrah gadis itu mengikuti kemana laki-laki itu akan membawanya.

.

.

.

.

“Turunlah.” Ujar Luhan. Taeyeon mengikuti perintah Luhan yang menyuruhnya untuk turun dan menunggu Luhan yang sedang memarkirkan mobilnya.

“Kajja!” ujar Luhan sambil menarik kembali tangan kanan Taeyeon, gadis yang sekarang sedang menatapnya kesal. ‘Selalu sesuka hatinya sendiri!’ batin gadis itu kesal. Mereka berjalan menyusuri setiap jalan kota Seoul yang ramai. Luhan selalu menggandeng tangan milik Taeyeon tanpa sedikit melepaskannya. Seperti seorang pria yang takut akan kehilangan gadisnya.

Sejujurnya, Taeyeon sangat risih, bahkan mencoba melepaskannya beberapa kali. Tapi apa daya, semakin Taeyeon mencoba melepaskannya semakin erat juga pegangan pada pergelangan tangan kanan miliknya. Dan akhirnya dengan sangat berat hati, Taeyeon pasrah atas tindakan Luhan yang seenak hati menarik dirinya.

.

.

.

.

.

Taeyeon POV

“Pendek, apa makanan ini sehat?”

.

“Pendek, bawakan aku ini.”

.

“Pendek, bagaimana kita beli yang itu saja?”

.

“Pendek, sepertinya lebih enak itu daripada yang ini.”

.

“Pendek…. Pendek…”

 

Cukup! Oh demi apapun, aku pusing mendengar semua ocehannya. Dia seperti perempuan saja, merepotkan sekali. Aku yang menjadi seorang wanita saja tak seperti ini, tetapi dia. Errr… Menyebalkan!

Dan sekarang aku harus membawa semua barang miliknya yang cukup banyak. Ya, setelah berjalan-jalan, kami – maksudku, Luhan sendiri — memutuskan untuk berjalan di supermarket. Hal gila yang dilakukan seorang Xi Luhan, hampir seisi toko yang kami kunjungi di belikan semua olehnya dan aku yang harus membawanya. Benar-benar menyebalkan!

“Ya! Kau ingin menyiksaku secara perlahan hah?! Barang yang sudah kubawa sekarang sudah banyak. Kau pikir tanganku ada berapa hah?! Lebih baik kau bawa sendiri saja barang-barangmu.” Kesalku sambil meletakkan tas-tas belanjaan miliknya.

“Hei pendek! Kau ingin mempermalukanku eoh?” ujarnya sambil memicingkan matanya menatapku dan mendekat kearahku. Menyadari hal itu, aku segera memundurkan langkah kakiku untuk menjauhi dirinya.

Ya, kami dipertontonkan sekarang. Bagaimana tidak, kami berada di tempat yang cukup ramai dan aku tadi mengeluarkan suara yang dapat memusatkan perhatian semua orang. Luhan semakin lama semakin dekat denganku dan aku semakin lama merasakan akan menabrak sebuah tembok. Dan dugaanku benar, setelah beberapa langkah aku terbentur oleh benda dingin yang cukup keras.

“Sekarang kau sudah tidak ada jalan keluar lagi. Dan bagaimana kalau kau membayar ganti rugi harga diriku hm?” bisik Luhan. Oh, namja gila ini membuatku kesal. Kami sedang dipertontonkan banyak orang dan akan berbuat aneh sekarang. ‘Oh God, help me please!

“Lu-luhan, k-ka-kau ti-tidak mem-per-malukan di-diri ki-ta kan?” ujarku yang terlihat gugup dan malu. Wajahku mungkin sudah seperti kepiting rebus yang siap disantap sekarang.

“Kenapa? Kau sudah membuatku malu dan sekarang aku akan membuat dirimu malu bukan?” ujarnya. Namja menyebalkan ini sungguh membuatku kesal. Ingin rasanya aku meninju wajahnya itu. Aku lebih memilih diam sekarang dan menatapnya memohon. Kulihat Luhan berjalan mundur, aku bernafas lega sekarang. Setidaknya namja itu hanya mengancamku dan tidak berbuat aneh-aneh di tempat umum seperti ini. Belum selesai aku menetralkan jantungku yang telah berdetak dua kali lebih cepat, namja gila itu menarik tanganku dan membawaku menuju parkiran. Aku hanya pasrah dan mengikuti langkah kakinya.

.

.

.

.

.

Luhan POV

Aku berniat untuk mencoba mengerjainya di depan umum, tetapi saat dia memilih diam dan menatapku dengan tatapan memohon miliknya, aku tersadar dan memilih untuk membiarkannya saja. Aku menarik tangannya untuk segera pergi dari sana karena tatapan orang yang berada di sana.

“Ya! Kau gila?! Aku menarik napasku saja belum selesai dan kau seenaknya saja menarik tanganku.” omel Taeyeon saat kami sudah berada di dalam mobil.

“Sudahlah, aku mengajakmu kemari karena ini sudah hampir sore dan kau harus bersiap-siap kembali untuk ke acara Kris hyung. Lagipula, kau tidak ingin menjadi pusat perhatian di supermarket itu bukan?” balasku. Taeyeon, gadis itu hanya menganggukkan kepalanya dan terdiam setelah kami benar-benar keluar dari kawasan supermarket tersebut.

.

.

.

.

.

Author POV

Setelah mobil sport milik Luhan itu berhenti di depan rumah Taeyeon, gadis itu segera turun dari mobil itu dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumahnya. Namun, Luhan dengan sigap menahan lengan kanan Taeyeon dan menatapnya.

“Waeyo? Aku sudah merasa lelah karenamu, jadi kau mau apalagi?” ujar gadis itu sinis.

“Ingatlah! Kau harus berbicara yang manis kepadaku, bukan nada sinis seperti itu.” ujar Luhan santai masih dalam posisinya yang menahan lengan kanan Taeyeon. Taeyeon menghela nafasnya sebentar, kemudian membalasnya,

“Ada apa Luhan-ah? Aku ingin segera masuk ke dalam rumahku.” Ujar Taeyeon dengan nada selembut mungkin yang dibuat-buat olehnya.

“Begitu lebih baik. Aku akan menjemputmu jam 6 sore dan seperti biasa, aku tidak ingin kau telat ketiga kalinya. Arraseo?!” kata Luhan. Taeyeon hanya menjawab dengan menggerakan kepalanya yang naik-turun. Percuma saja dirinya membantah, Luhan pasti akan mengeluarkan ancaman yang aneh-aneh.

“Ya, aku mengerti. Dan sekarang kau bisa lepaskan tanganku dan aku bisa segera berbaring sebentar untuk menghilangkan rasa lelahku karenamu.” Jawab Taeyeon dengan suara yang masih dirinya atur dengan lembut.

“Baiklah. Aku pulang dulu.” Ucap Luhan sambil mengelus kepala Taeyeon pelan dan mulai memasukki mobilnya, kemudian menghilang dari pandangan Taeyeon. Taeyeon, gadis itu hanya menatap kosong kepergian Luhan, dirinya masih ‘shock’ akan perilaku Luhan yang mengelus kepalanya.

Pasalnya, gadis itu pernah diperilakukan seperti itu oleh namja yang sekarang dia rindukan. Dan Luhan membuka kenangan itu kembali, perilakunya itu membuat Taeyeon semakin merindukan sosok itu. Sosok yang selalu membuatnya merasa nyaman dan aman, yang selalu melindunginya dan selalu ada jika gadis itu butuhkan. Dan Taeyeon sampai sekarang tidak tahu dimana sosok itu berada.

“Oppa, dimana kau sekarang? Aku sangat merindukanmu.” Gumam Taeyeon lirih sambil menghapus air matanya yang mulai mengalir. Taeyeon menarik napasnya dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan agar hatinya sekarang menjadi tenang. Merasa sudah lebih baik, Taeyeon kemudian masuk ke dalam rumahnya.

.

.

.

.

.

Terlihat sebuah kamar yang tadinya rapi sekarang sudah seperti kapal pecah. Terlihat juga baju-baju yang bertebaran dimana-mana, dan seorang gadis yang sedang bingung memilih diantara gaun-gaun yang indah di tangannya.

“Sebaiknya aku memakai baju yang ini atau yang ini? Atau yang ini? Akkh.. aku bingung.” ujar gadis itu frustasi. Beginilah Taeyeon jika akan memilih sebuah gaun pesta, dirinya akan sangat bingung untuk memilih gaun-gaun yang akan dikenakannya.

Gadis itu bingung memakai gaun yang mana untuk dirinya, dan tak lama kemudian terdengar suara pintu kamarnya yang berdenyit. Gadis itu menoleh dan terlihat wanita paruh baya yang masih terlihat muda walaupun umurnya sudah cukup tua.

“Eomma, coba lihat! Aku cocok atau tidak memakai dress ini? Atau lebih baik yang ini saja?” tanya Taeyeon kepada Ny.Kim yang baru saja berada di dalam kamarnya.

“Dress yang akan kau kenakan sama saja Yeonnie-ah, kau akan selalu terlihat cantik memakai gaun apapun.” Ujar Ny. Kim sambil mendekati putrinya itu. Taeyeon terlihat berpikir, dan menatap cermin besar yang berada di hadapannya. Seketika itu juga, gadis itu tersenyum lalu mengecup pipi eomma-nya itu.

“Aku akan mengganti pakaianku sebentar, setelah itu membereskan kekacauan ini.” ujar Taeyeon sambil membawa dress selutut tanpa tali bewarna putih dengan pernak pernik yang menghiasi gaun tersebut.

Ny. Kim hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu. Sambil menunggu Taeyeon, Ny. Kim mengambil dan menumpukkan baju-baju itu menjadi satu di atas ranjang milik Taeyeon. Kemudian memilihnya dan menaruhnya di lemari pakaian milik Taeyeon. Belum sampai setengah dari baju itu, Taeyeon keluar dan memperlihatkan dirinya yang memakai dress cantik itu.

“Eomma, bagaimana? Apa terlihat aneh?” ujar Taeyeon. Ny. Kim menatap sebentar kearah putrinya itu, lalu tersenyum.

“Lihatlah. Kau sungguh cantik hari ini, Luhan pasti sangat terpesona melihat dirimu sekarang.” kata Ny. Kim sambil menggoda putrinya itu. Taeyeon yang mendengarnya hanya memajukan bibirnya imut dan menatap eomma-nya dengan pandangan yang tidak suka.

“Eomma, jangan menggodaku dengan namja menyebalkan itu. Dia itu seorang psikopat yang aneh. Jadi jangan menyebut namanya kembali.” Kesal Taeyeon sambil merapikan kembali baju-bajunya yang sempat membuat kamarnya berantakan.

“Baiklah. Kalau begitu eomma dan appa akan berangkat duluan. Dan kau dengan oppa-mu, serta Yura menyusul saja.”

“Eomma, aku akan berangkat bersama temanku. Biar Jiwoong oppa bersama Yura eonnie.” Balas Taeyeon.

“Baiklah. Kau bereskan terlebih dulu kamarmu. Eomma dan appa akan berangkat duluan. Dan oppa-mu sedang menjemput Yura, eomma akan memberinya pesan agar mereka langsung ke sana.” ujar Ny. Kim sambil mengelus lembut kepala Taeyeon, kemudian melangkah keluar kamar Taeyeon. Sebelum pintu kamar itu tertutup, Taeyeon berkata,“Hati-hati eomma.” Ny. Kim tersenyum untuk membalas perkataan putrinya, setelah itu menghilang di balik pintu yang sudah tertutup rapat.

Taeyeon telah selesai membereskan kamarnya yang tadi sangat berantakan. Dirinya kemudian mengoleskan sedikit make up agar tidak terlalu tebal dan memberi kesan yang natural. Bahkan jika gadis itu tidak menggunakan make up pun, dia tetap cantik.

Selesai. Gadis itu segera turun ke bawah untuk menunggu sosok laki-laki itu, ralat lebih tepatnya laki-laki gila itu, menjemput dirinya dan membawa mereka ke perusahaan Wu, dimana tempat acara itu berada.

Gadis itu melirik ponsel miliknya, melihat jam yang tertera di sana. Sekitar 2 menit lagi untuk menunggu pria itu. Tetapi, tidak berapa lama bunyi bel pintu terdengar. Taeyeon segera melangkahkan kakinya untuk membuka kan pintu rumahnya.

Pria itu menunggu gadis itu untuk membuka kan pintu. Tidak menunggu terlalu lama, pintu pun terbuka menampilkan gadis yang ditunggu-nya. Dan lihatlah, bagaimana ekspresi dari seorang Xi Luhan sekarang. Menatap kagum wanita yang berada di hadapannya sekarang, begitu cantik dan manis.

Luhan benar-benar telahterhipnotis oleh penampilan Taeyeon sekarang. Bagaimana tidak, Taeyeon terlihat seperti putri yang sangat cantik dengan balutan dress putih tanpa tali dan pernak-pernik yang menghiasinya, rambut coklat panjangnya dibiarkan tergerai begitu saja dan polesan make up yang sangat natural.

Taeyeon yang ditatap seperti itu merasa risih. Apa yang salah dengan pakaiannya, sehingga pria gila yang berada di hadapannya menatapnya aneh seperti itu.

“Luhan-ah?” gumam Taeyeon, tetapi pria itu tidak menjawab panggilan Taeyeon yang sangat dekat.

“Luhan-ah.” panggil Taeyeon sekali lagi, dan kali ini berhasil membuat Luhan tersadar dengan imajinasi-imajinasi miliknya.

“Mwoya?” Jawab Luhan dengan nada datar untuk menutupi perasaan gugupnya.

“Ck! Kau dari tadi hanya memandangku aneh. Atau jangan-jangan kau berpikir mesum denganku?!” ujar Taeyeon sambil sedikit memukul pundak Luhan pelan.

“Ya! Kau yang berpikiran mesum, aku sedang berpikir kemana keluargamu. Rumah ini terlihat sangat sepi.” Ujar Luhan sedikit berbohong.

“Mereka sudah terlebih dahulu berangkat. Dan aku terpaksa harus menunggu dirimu.” Jawab Taeyeon dan hanya dibalas dengan anggukkan kepala dari Luhan.

“Baiklah. Kita berangkat sekarang, lagipula kau tidak ingin berlama-lama di sini bukan?” ujar Luhan, lalu menarik Taeyeon lembut untuk masuk ke dalam mobil miliknya dan berjalan menuju perusahaan Wu.

.

.

.

.

.

Taeyeon dan Luhan sudah sampai di depan sebuah gedung. Gedung yang besar dan megah milik Wu Company. Luhan berjalan di samping Taeyeon dengan tangan yang menggenggam tangan milik Taeyeon. Gadis itu sebenarnya tidak ingin seperti ini, tetapi Luhan sedari tadi memaksanya dan mengeluarkan sebuah ancaman yang sangat tidak wajar. Mengesalkan bukan?

Mereka telah memasukki gedung itu dan terlihat kedua sahabatnya yang telah menunggu Taeyeon. Dan lihatlah, kedua sahabatnya itu terkejut dengan pemandangan yang berada tidak jauh dari mereka berdiri. Luhan menggandeng tangan Taeyeon dengan manisnya dan sungguh sangat serasi sekali.

“Wah, lihatlah pasangan serasi ini. Mereka terlihat sangat cocok sekali, membuatku iri saja.” Ujar Tiffany menggoda Taeyeon saat gadis itu sudah berada dihadapan mereka tanpa Luhan. Ya, Luhan tadi memisahkan diri dari gadis itu. Taeyeon menatap tajam kearah Tiffany, dan gadis yang ditatap itupun membalas tersenyum menyeringai kearah Taeyeon bermaksud menggoda Taeyeon.

“Diamlah! Dia yang memaksaku, bukan aku yang ingin digandeng olehnya.” Ucap Taeyeon mendesis kesal. Tifanny dan Jessica menatap goda kearah Taeyeon.

“Hei, bahkan aku tidak mengatakan bahwa aku melihatmu bergandengan dengannya. aku hanya mengatakan bahwa kalian sangat serasi.” Lagi, Tiffany tetap menggoda Taeyeon. Senyum menyeringai terlihat pada dirinya.

“Aish, terserah kalian.” Ujar Taeyeon menyerah.

“Dimana Nickhun dan Kris oppa?” tanya Taeyeon menatap kedua sahabatnya itu.

“Nickhun oppa sedang mengambil minuman dan sebentar lagi dia akan kembali.” Jawab Tiffany. Taeyeon menganggukkan kepalanya, kemudian menatap Jessica.

“Kris oppa sebentar lagi akan kembali, dia baru saja berbicara dengan rekan kerjanya.” Jawab Jessica. Ketiga gadis itu menatap kearah lantai dansa, disana sudah terlihat ramai sekali pasangan yang sedang berdansa.

“Taeng, kau sudah datang?” tanya seorang namja. Mendengar suara itu Taeyeon dan kedua sahabatnya mengalihkan pandangan mereka kearah namja itu. Taeyeon tersenyum lalu memeluk pria tinggi nan tampan itu. Kedua sahabatnya tersenyum kecil melihat kedua orang yang sedang berpelukan itu.

“Oppa, aku merindukanmu. Apa kau membawa oleh-oleh untukku dari China? Baru saja kembali sudah diangkat menjadi seorang direktur. Kau memang keren oppa.” Ujar Taeyeon. Namja itu hanya tersenyum, lalu mengelus rambut Taeyeon lembut.

“Adikku yang manis ini tidak berubah, selalu saja cerewet jika bersama oppa dan Jiwoong hyung. Maafkan oppa, oppa tidak membawa oleh-oleh dari China, tapi oppa janji akan membawanya saat oppa kembali dari China.” Ujar namja itu. Taeyeon menganggukkan kepalanya mengerti. Kemudian namja itu beralih menatap gadis yang berada di belakang Taeyeon dan tersenyum lembut kearahnya. Menghampirinya dan merangkul gadis di belakang Taeyeon itu dengan sayang.

“Ya! Jika oppa dan Jessica ingin berpacaran jangan berada di hadapan kami. Tidaklah kalian lihat jika kami berdua sendirian begini. Ck!” ujar Taeyeon.

“Kata siapa? Kau sendiri saja yang sendirian, pangeran dari sahabat pink-mu ini telah kembali.” Jawab namja yang baru saja tiba dan merangkul Tiffany lembut. Tiffany yang mendengar itu menatap namja itu kesal, lalu mencubit hidungnya pelan.

“Kau ini, datang-datang sudah membuat Taeyeon kesal saja. Lihatlah wajahnya yang terlihat menyedihkan karena tidak ada Luhan di sini.” Goda Tiffany. Taeyeon yang mendengarnya menatap Tiffany tajam, sedangkan mereka berempat tertawa menggoda Taeyeon. Tidak berapa lama, orang yang mereka bicarakan berada di antara mereka. Jessica yang menyadarinya berdehem pelan, membuat mereka semua menatap kearah belakang Taeyeon, dimana Luhan berada.

“Oh, Luhan-ah.” gumam Kris.

“Annyeong hyung. Selamat atas kepemimpinanmu nanti di sini hyung.” Ujar Luhan tersenyum kecil.

“Ne, gomawo. Kau bersama adik kecilku ini Luhan-ah?” tanya Kris dengan tatapan menggoda kearah Taeyeon.

“Ya! Oppa, kau jangan seperti Jessica dan Tiffany eoh. Aku bukan adik kecil lagi.” Ujar Taeyeon kesal. Semuanya tertawa melihat wajah Taeyeon yang kesal.

“Ne, adik kecilmu ini bersama denganku hyung. Dia yang mengajakku pergi bersama hyung, karena tidak tega jadi aku menemani anak kecil ini.” ujar Luhan santai.

‘Bohong!!!! Aku tidak mengajak namja gila ini, kenapa namja gila itu mengatakan hal seperti itu kepada Kris oppa.’ Batin Taeyeon kesal sambil menatap intens kearah Luhan. Yang ditatap hanya memandang dengan wajah santai, tetapi dengan senyuman menyeringai tertera dibibir Luhan.

“Baiklah, kalian nikmati saja acaranya. Aku dan Jessica harus menemui orang tuaku. Dan kau Luhan, jaga adik kecilku ini.” ujar Kris sambil mengelus rambut Taeyeon. Kemudian berjalan pergi bersama Jessica sang kekasih meninggalkan keempat orang itu.

“Chagiya, kita kesebelah sana. Aku akan memperkenalkan temanku padamu. Kajja.” Ujar Nickhun.

“Baiklah. Taeng, aku pergi dulu bersama Nickhun. Luhan, tolong temani sahabat kecilku ini. Oke?” ujar Tiffany sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Taeyeon, sekedar untuk menggoda sahabatnya.

Taeyeon yang melihat itu sangat kesal, dan hanya mampu mengembungkan kedua pipinya. Dirinya diabaikan kembali oleh kedua sahabatnya dan sepupunya. Benar-benar menyebalkan!

Setelah mereka pergi, baik Luhan ataupun Taeyeon hanya terdiam di tempatnya dan tidak berniat untuk mengeluarkan suara sedikitpun. Hingga akhirnya, sebuah alunan musik yang cocok sekali untuk berdansa terdengar. Dan tidak berapa lama, terlihat beberapa pasangan berdansa di lantai dansa.

“Taeng-ah, hmmm… Maukah berdansa denganku?” Tanya Luhan dengan lembut, mengajak gadis itu untuk berdansa bersama. Taeyeon terkejut mendengar penuturan laki-laki yang berada di hadapannya, sehingga dirinya terdiam untuk memikirkan jawaban yang tepat. Setelah lama berpikir, gadis itu menganggukkan kepalanya pelan, dan dengan segera laki-laki itu menyeretnya ke lantai dansa.

Luhan memulainya dengan mengaitkan tangan mereka, kemudian laki-laki itu menarik pinggang gadis itu agar berdekatan dengannya. Sedangkan tangan Taeyeon yang lain ditaruh di bahu sisi kiri Luhan.

Mereka mulai berdansa, mengayunkan kedua tangan mereka mengikuti alunan musik yang terdengar. Sungguh, moment yang sangat romantis sekali untuk sepasang kekasih –ralat pasangan rival mungkin. Entahlah, untuk saat ini mereka melupakan masalah mereka. Hingga akhirnya mereka menari dan menyelesaikan kegiatan mereka di lantai dansa.

Taeyeon langsung saja menarik dirinya sedikit menjauh dari Luhan. Kemudian menarik napasnya untuk menetralkan detak jantungnya yang entah sejak kapan berdegup dengan sangat kencang. Luhan yang melihat itu semua tersenyum kecil akan tingkah Taeyeon yang seperti itu.

“Terima kasih.” Ujar Luhan kepada Taeyeon dengan tulus. Taeyeon mendengarnya menatapnya heran. “Untuk apa?”.

“Telah bersedia menjadi partner dansaku.” Jawab Luhan dengan polos. Taeyeon yang mendengar hal itu menjadi gugup dan salah tingkah, gadis itu hanya membalas anggukkan kepalanya.

.

.

.

.

.

@Incheon Airport

“Hwaa!! Sungguh berbeda sekali saat 8 tahun yang lalu.” Gumam seorang pria yang sedang menatap sekeliling bandara untuk mencari seseorang yang telah menunggunya datang semenjak tadi.

“Tuan Muda!!” teriak pria paruh baya yang terlihat memanggil pria itu dengan berlari. Pria itu menolehkan kepalanya dan melihat pria paruh baya yang sedang berlari kearahnya, dan dirinya tersenyum kecil kepada pria paruh baya itu.

“Ajhussi, lama tidak bertemu.” Sapa pria itu dengan senyuman yang sedari tadi bertengger di bibirnya. Pria paruh baya itu tersenyum.

“Tuan muda, kau sungguh tumbuh dengan baik di sana. Bagaimana kabar appa dan eomma?” tanya pria paruh baya itu.

“Mereka sangat baik. Bagaimana dengan ajhussi?”

“Kau tidak lihat, bagaimana ajhussi berdiri di depanmu dengan gagah?” ungkap pria paruh baya itu, membuat pria yang berada di hadapannya tertawa kecil.

“Kau sungguh gagah sekali ajhussi Lee. Dan sebaiknya kita pergi sekarang. Badanku rasanya lelah sekali.” Ujar Pria itu sambil sedikit merenggangkan tangannya.

“Baiklah. Kajja tuan muda.” Jawab Mr. Lee sambil tersenyum.

 

 

 

 

TBC

Akhirnya, ff evil boy chapter 3 telah selesai. Ga puas dengan chapter ini sebenernya, karena author ga maksimal di chapter ini dan feel nya rada aneh dan kurang, jadi maklumkanlah author. Author sempat bingung lanjutinnya gimana, tapi tiba-tiba ide melintas untuk chapter 4 nya dan sebagian author taruh di chapter ini.

Walaupun mengecewakan, ada baiknya kalian tetap menghargai hasil karya seseorang. Dan author akan berusaha dengan baik nanti di Chapter 4 nya jika banyak kritik dan saran dari kalian. Tolong maafkan author juga karena tidak menepati janji.. Mianhae T-T cukup berbasa-basinya. Author mengucapkan selamat tahun baru 2016, semoga di tahun baru ini kita diberi banyak kebaikan.

Bye-bye chiguya~

Advertisements

46 comments on “[FREELANCE] Evil Boy (Chapter 3)

  1. Kyaa akhirnya diupdate juga setelah sekian lam,hihihi.
    Seneng banget couple lutae.
    Ksian ya taeng digodain trs ni. Siluhan bukannya ngebela malah ikut godain taeng.
    Hmm,apa yg bru dtng itu oppa yg disukain sma taeng.
    Jgn smpe deh buat hubungan lutae jd berantakan.
    Next chap ditunggu^^

  2. whaaaa Daebak!

    pnsrn!!
    tuan muda tu siapa !!
    ap dia opa yg di rindukan taeng unni !!

    whaa thor , aku mkin pnsr am ni ff ;!

    ngemeng” ko nggk klihatan sehun sih !!
    kmana dia !!

    hmm!
    yg jls nextx di tggu ya !!

    tpi yg lbh sru lgi ya dn bikin greget ya, ya udh klo gtu!!

    smngat ya thor !!
    Fighting!!

  3. thor klupaan 1 hal!!
    hehehe!!

    sih taeng kyax udh mulai ad rsa kn si luhan !
    Ok, Nextx jgn lma ya thor !
    akux udh kburu pnsran am ni ff!!
    and ttp smngat ya thor !!
    OK!

  4. Yuhuu akhirnya update juga dari sekian lamanya wkwkwk
    Luhan pemaksa banget yah hahaha apa dia sudah punya sesuatu ke taeyeon?
    dan kira” siapa tuh pemain barunya? Apa ‘oppa’ yg dimaksud taeyeon? Hehehe pingin tau gmna sikap cemburunya luhan kayak apa yah sepertinya lucu wkwkwk
    Next yah thor, ditunggu chap selanjutnya
    Semangat^^

  5. Cie cie lutae dansaa wkwk
    Duh penasaran sm tuh “oppa” siapa y -_- anggota exo kah?aktor kah?or dri gb lain?
    Duhh next aj deh thor wkwk

  6. Akhirnya setelah sekian lama update jga..hhehehe
    Mkin penasaran sma kelanjutannya,,jngan lama2 ya update nya. Fighting ^^

  7. Aigoo .. so sweet .. hmpir diabetes 😂😂
    gw pnsaran bngt sama ‘oppa’nya taeng ..
    pas td muncul gw udh smngt eh tau”nya malah tbc 😧
    kekekekkek next dtunggu

  8. bener si luhan kalakuan evil tapi sweet hahaha itu ‘oppa’ yg dirindukan taeyeon siapa? terus itu siapa pria yg baru balik dari luar negri? peasaran ih. next chap ditunggu 🙂

  9. Hadehhh penasaran sm tuan muda itu, kira2 siapa yg akan memerankan tokohh sang tuan muda, baiklah ayo kita nantikan chapter selanjutnya, TBC.

  10. kyaaa tbc again
    pdahal ni udah terbawa suasana sm ceritanya -_-”
    msh penasaran sm oppa yg dirindukan taeng
    apa jangan2 yg di bandara itu yah ??
    apa jangan2 sehun
    hihi gk sbr buat bc next chap 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s