[FREELANCE] The Power Of Love (Chapter 3)

010916_0026_freelanceth1

Title : The Power Of Love (Chapter 3)

Autho : AnniSonExoGanger

Ratting : PG17

Genre : Romance, Drama, Family, Friendship, Marriage Life

Length : Multi Chapter

Main Cast : Kim Taeyeon, Byun Baekhyun

Other Cast : Find it by Your Self

Disclaimer : FF ini terispirasi dari imajinasi diotak author yang tidak karuan(?). Cast milik Tuhan, but this story is MINE, Don’t plagiat this Fanfiction.

Note : Typo bertebaran, FF ini seperti FF pada umumnya dan sangat biasa. But aku akan berusaha agar FF ini menjadi tidak terlalu biasa.

Preview: Chapter 1, Chapter 2

 

Mobil Baekhyun berhenti didepan gerbang rumah Taeyeon.

“Kau harus langsung tidur ne, kau terlihat lelah.” Perintah Baekhyun sambil mengusap rambut Taeyeon.

“Ne, oppa juga.” Baekhyun mengangguk, “Tak ingin mampir?”

“Mungkin lain kali. Aku pulang ne sayang, bye.”

Taeyeon melambaikan tangan pada mobil Baekhyun yang mulai menjauh. Setelah mobil itu hilang dari pandangannya, dengan cepat ia masuk kedalam rumah.

 

Chapter 2

Sooyoung menghela nafas bosan, sudah satu jam ia menunggu Taeyeon di café milik teman mereka, namun tak ada tanda-tanda dari Taeyeon. Inilah salah satu kebiasaan buruk Taeyeon yang sangat Sooyoung benci, tak pernah tepat waktu. Sebenarnya masih banyak kebiasaan buruknya yang lain, sebut saja mengganggu, menghabiskan semua makanan dirumah Sooyoung, malas, jorok dan pelit.

Seorang lelaki datang menghampiri meja Sooyoung.

“Ia belum datang?”

“Belum, ck bukankah dia yang membuat janji untuk bertemu?” kesal Sooyoung.

Lelaki itu, Park Chanyeol atau biasa dipanggil Chanyeol hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalannya.

“Ck ck ck gadis itu, bahkan kita sudah menghabiskan 4 piring makanan ia belum datang juga.” Heran Chanyeol.

Sooyoung mendelik kesal pada pria itu, “Perlu diralat kata ‘KITA’ dengan kata ‘AKU’ idiot, bukankah hanya kau yang menghabiskan 4 piring? Sedangkan aku sama sekali tak menyentuh makanan sedikitpun.”

Chanyeol tersenyum bodoh sambil menggaruk tengkuknya, “Ahh benar-” ucapannya terpotong oleh teriakan seseorang yang mereka tunggu.

“Annyeong!! Mianhae aku terlambat!!!!!!” teriak Taeyeon tersenyum lebar.

Sooyoung dan Chanyeol menutup kedua telinga mereka saat mendengar teriakan nyaring dari Taeyeon. Dan ingatkan Sooyoung bahwa Taeyeon memiliki tambahan kebiasaan buruk lagi, yaitu berteriak dengan nyaring.

“Yakk babo, kemana saja kau eoh? Satu jam aku menunggumu ditempat ini kau tak juga datang.” Murka Sooyoung sambil menjitak kepala Taeyeon.

“Aish jangan menjitakku.” Taeyeon mengerucutkan bibirnya, “Salahkan eomma yang menyuruhku untuk belajar memasak. Dan sejak kapan Chanyeol oppa ada disini?” tanyanya polos.

“Sejak satu jam yang lalu. Ck oppa sudah meluangkan waktu sibuk oppa untuk bertemu denganmu tapi kau malah terlambat datang. Menyebalkan bukan?” wajah Chanyeol cemberut.

“Maafkan aku oppa, tapi kau masih ada sedikit waktu lagi bukan?” Chanyeol menggeleng, “Ahh benarkah?” Tanya Taeyeon kecewa.

“Ne, pemotretan dimulai 15 menit dari sekarang. Maka dari itu oppa harus pergi sekarang Taengoo.” Terang Chanyeol sambil memasukan kamera kedalam tas ranselnya.

“Jeongmall? Secepat itukah, bukannya kita baru bertemu oppa.” Taeyeon berusaha membujuk Chanyeol.

“Kita akan bertemu lagi dilain waktu Taeyeon. Aku sudah sangat terlambat, maka dari itu Annyeong.” Pamit Chanyeol sambil berlalu pergi.

Taeyeon memandang punggung Chanyeol yang sudah menghilang sedih. Ck acara memasak tadi sunggul membuatnya sial, baru saja ia ingin difoto oleh Chanyeol, namun dengan secepat kilat Chanyeol pergi dari sini. Ohh ini sungguh menyebalkan.

“Sudahlah jangan sedih Chanyeol oppa pergi. Akan aku adukan pada Baekhyun oppa bagaimana?” ledek Sooyoung. Taeyeon menatap tajam gadis itu.

“Awas saja kalau kau berani mengadukannya pada Baekhyun oppa, kau tidak akan selamat! Dan bukankah kalian tidak terlalu dekat satu sama lain bukan, bahkan sifat Baekhyun oppa sangat dingin. Bukankah kau membenci pria dingin?” Taeyeon heran.

“Ck kau memang tidak berubah, selalu cerewet. Ingat my baby boo sebentar lagi kau akan menikah, jadi ubah sifatmu, kapan kau akan dewasa. Perlu diingat sikapmu berbanding terbalik dengan Baekhyun oppa, ia orang sang sangat dewasa, rajin, dan bertanggung jawab. Sedangkan kau manja, childish, cerewet dan masih banyak lagi.” Sepertinya hobby Sooyoung adalah menjelek-jelekan Taeyeon. Bahkan ia tak memperdulikan tatapan tajam yang Taeyeon berikan padanya.

“Biar saja, nyatanya Baekhyun oppa juga menyukaiku. Emm tapi ucapanmu ada benarnya juga, bagaimana kalau sewaktu-waktu Baekhyun oppa membenciku karena sikapku yang seperi ini? Ahh aku merasa aku sama sekali tak cocok bersama Baekhyun oppa.” Wajah Taeyeon berubah sendu, Sooyoung panik melihatnya.

“Ck kau ini, menurutku kalian adalah pasangan paling cocok dan romantis didunia ini. Aku iri padamu Taeng.” Sooyoung mencoba menghibur Taeyeon. “Kau lapar? Aku pesankan makanan ne?”

“Eoh, tak perlu. Perutku sudah terisi oleh makanan buatanku sendiri.” Bangga Taeyeon.

“Sangat memuaskan eoh?”

“Tentu, kapan-kapan kau harus mencobanya.” Sahut Taeyeon.

Sooyoung menggelengkan kepalanya, “Spesial untuk Baekhyun oppa mu ne?”

Taeyeon tersenyum manis, sangat manis. “Eoh emm Soo, kau tahu Hani eonnie?”

Sooyoung terdiam, nampaknya ia sedang memikirkan sesuatu. “Hani? Emm sekertaris diperusahaan calon suamimu?” Taeyeon mengangguk, “Tentu saja aku tahu yeoja sialan tak tahu diri itu. Tak tahu malunya menyukai atasannya sendiri, cih dia sungguh murahan.” Remeh Sooyoung.

“Kau tak sopan berbicara seperti itu padanya, ingat dia lebih tua darimu.” Ingat Taeyeon, sooyoung mendelikan matanya.

“Kau membelanya? Yang benar saja.”

“Ck kau ini, biarpun begitu hormati dia sebagai orang yang lebih tua dari kita.” Sooyung mengangguk malas, “Sepertinya Hani eonnie semakin membenciku Soo, hahhh aku tak tahu apa yang harus ku lakukan.”

“Sebaiknya jangan kau pikirkan Tae, dia itu wanita bodoh yang tak punya otak. Sebaiknya kita berbelanja, waktunya tinggal sebentar lagi untuk kau menjalani masa remajamu, dan setelahnya kau akan menjadi istri dan ibu. Benarkan aku sungguh iri padamu.” Sooyoung cemberut.

“Haha dasar kau tak laku.” ledek Taeyeon sambil berlari keluar café.

“Yakkk! Awas kau KIM TAEYEON!!!”

-_____-

Seorang lelaki berjalan santai disekitar bandara icheon sambil menghela nafas. Ia tersenyum memandang sekelilingnya, ia sungguh tak percaya sekarang dirinya sudah berada di Seoul. Meski tuntutan pekerjaan yang membuatnya berada dinegara ini namun ia tetap senang, setidaknya ia akan meluangkan waktu untuk bertemu sahabatnya itu.

“Xi sajangnim.” Panggil seseorang dibelakang namja tersebut. “Maaf saya terlambat menjemput, jalanan kota Seoul hari ini sangat padat.”

“Gwenchana Kang ahjussi.” Namja itu, Luhan tersenyum manis kepada orang yang ia sebut ‘ahjussi’.

Mereka berjalan menuju mobil yang terpakir ditepi jalan. Luhan menaiki mobil dengan santai, ia memejamkan matanya, walau Jepang-Korea tidak terlalu jauh namun tetap saja perjalanan ini sungguh melelahkan.

“Anda ingin langsung pulang atau berjalan-jalan terlebih dulu sajangnim?” Tanya Kang ahjussi sopan.

Luhan membuka matanya, ia menerawang keluar jendela. Sungguh ia ingin mencari keberadaan gadis itu namun disisi lain ia sangat lelah. Dan bukankah mala mini mereka memang akan bertemu, ia juga harus beristirahat untuk malam nanti karena akan ada acara makan malam bersama Byun company. Yang tidak lain adalah milik Baekhyun, calon suami dari sahabatnya.

“Aku ingin pulang saja ahjussi. Karena nanti malam aku harus pergi makan malam bersama keluarga Mr.Byun .”

“Baiklah.”

-_____-

Taeyeon terengah-engah sambil duduk dikursi café. Sungguh sepertinya Sooyoung ingin membuat Taeyeon pingsan sejauh ini. Bayangkan sudah 2 jam lamanya mereka berkeliling dipusat perbelanjaan ini, mencari barang yang sama sekali tak Taeyeon butuhkan. Namun dilain sisi seharusnya Taeyeon senang kearena sahabatnya yang membelanjakan semua ini untuknya. Namun Taeyeon berbeda dari yeoja pada umumnya, ia tak suka berbelanja dipusat perbelanjaan yang besar.

Alasannya, tentu saja menurutnya ini sungguh membuang waktu dan juga melelahkan. Dan jangan lupakan bahwa berbelanja bisa membuat seseorang lupa ingatan seketika, karena tentu saja uang mereka habis dan mereka tidak bisa pulang kerumah bukan? Yah setidaknya itulah yang Taeyeon pikirkan tentang berbelanja. Lebih baik bersantai dirumah sambil membaca buku atau majalah dan ditemani oleh segelas jus lemon. Ugh, membayangkannya saja sudah membuat Taeyeon ingin cepat-cepat pulang.

“Emm Taeng, kita belum membeli jam tangan bukan? Aku yakin Baekhyun oppa akan suka melihatmu memakai jam tangan, kau akan bertambah cantik.” Ujar Sooyoung.

“Soo aku lelah, kau bisa mencari jam tangan itu sendiri. Atau lebih baik kau tak peril susah-susah membelinya karena aku tidak mau. Bukankah dengan begitu uangmu akan tetap utuh? Lebih baik kau membelikanku makanan.” Taeyeon membuka buku menu, sepertinya ia ingin memesan sesuatu.

“Aish aku melakukan ini juga untukmu, agar Baekhyun oppa semakin cinta padamu.”

Drtt…Drtt…

Handphone milik Taeyeon bergetar membuat kedua yeoja itu mengalihkan padangan pada benda tersebut.

“Baekhyun oppa!!” kejut Sooyoung sambil menunjuk ponsel Taeyeon.

Taeyeon mengacuhkan Sooyoung, ia lebih memilih mengangkat panggilan dari Baekhyun.

“Yeobseo oppa?”

“Ahh ne Yeonie. Eoh kau sedang dimana? Bisa kita bertemu?” Tanya Baekhyun

Sooyoung membulatkan matanya mendengar ucapan Baekhyun. karena memang Taeyeon mengaktifkan speaker nya jadi Sooyoung dapat mendengar apa yang Baekhyun ucapkan.

“Emm aku berada di mall, kau bisa datang kemari kalau kau mau.”

“Benarkah? Baiklah, sekarang kau berada ditempat apa?”

“Green café, didalam mall itu.” Jawab Taeyeon.

“Baiklah, annyeong Yeonnie.” Baekhyun memutuskan sambungan telepon mereka.

Sooyoung mendelik tajam kearah Taeyeon, “Wahhh sepertinya akan ada yang jadi obat nyamuk nantinya.”

Taeyeon tersenyum bodoh, “Kau tenang saja Soo, aku dan Baekhyun oppa tidak seperti pasangan pada umumnya yang mengumbar kemesraan didepan umum.” Ucap Taeyeon berusaha menenangkan sahabatnya.

“Yang benar saja.”

Tak lama kemudian seseorang mendekati meja mereka, yang tak lain adalah Baekhyun. Baekhyun terenyum lalu duduk disamping Taeyeon.

“Yeonnie, rupanya kau ada disini.”

“Ne oppa, aku menemani Sooyoung berbelanja, lihat kakiku pegal karenanya.” Taeyeon mengerucutkan bibirnya.

“Mwo?” Baekhyun menatap kearah Sooyoung yang menunduk ketakutan.

Oh sialan kau Kim Taeyeon. Tentu saja Sooyoung takut pada Baekhyun karena lelaki dingin itu sungguh menyeramkan disaat marah.

“Ma-maafkan aku o-oppa.” Sesal Sooyoung gugup.

Baekhyun menghela nafas, “Gwenchana.”

Sooyoung menghela nafas lega.

“Emmm oppa, ada apa kau mencariku?” Tanya Taeyeon.

“Oh ya nanti malam akan ada pertemuan dengan perusahaan dari China, aku harap kau datang ne. Aku akan menjemputmu.” Terang Baekhyun.

“Ah benarkah? Jam berapa oppa?”

“Pukul 8 malam, tunggulah dirumah aku akan datang. Yeon aku belum menyelesaikan pekerjaanku, aku kembali kekantor ne. sampai nanti malam.” Baekhyun berlalu meninggalkan Taeyeon dan Sooyoung.

“Selamat bersenang-senang nanti malam ne. Oh ya eomma sudah menungguku dirumah, makanan ini kau yang membayarnya dulu, jika ada waktu akan ku bayar. Bye Taengie~”

“Yakk CHOI SOOYOUNG.”

-_____-

Sejak tadi Taeyeon terus mengacak-acak isi lemarinya. Ia bingung baju mana yang harus ia pakai untuk makan malam bersama Baekhyun. Salahkan Taeyeon yang tidak pernah mau jika disuruh membeli baju, yang dipikirannya hanya makanan saja.

Taeyeon menghela napas. Ia melihat sesuatu diatas ranjangnya, dengan cepat ia membukanya dan terlihat 2 gaun mewah berwarna hitam serta putih. Sepertinya Taeyeon harus berterimakasih pada Sooyoung kerena telah menjadi dewi penyelamatnya secara tidak langsung.

Dan sekarang Taeyeon dibuat bingung kembali oleh kedua gaun tersebut. Memang Taeyeon tak terlalu ahli dalam bidang fashion, namun menurutnya kedua gaun ini sangat cantik, dan mana yang nantinya akan ia pilih. Tanpa pikir panjang Taeyeon segera keluar dari kamarnya, sepertinya meminta eommanya untuk merekomendasikan gaunnya.

“Eomma!!” teriaknya sambil menuruni tangga.

“Eoh sayang, kenapa kau belum mengganti bajumu? Sebentar lagi Baekhyun akan kemari.”

Taeyeon tak menjawab, ia lebih memilih menunjukan kedua gaun tersebut pada Mrs.Kim. seolah mengetahui apa yang Taeyeon inginkan Mrs.Kim mengangguk.

“Bagaimana dengan yang berwarna hitam? Sepertinya cukup manis.” Ujar Mrs.Kim.

“Benarkah, baiklah eomma, gomawo.”

-_____-

Baekhyun merapatkan jaket yang ia pakai, udara malam hari di Seoul saat ini sungguh menusuk tulang. Jika bukan demi menunggu Taeyeon, Baekhyun tak akan pernah mau berdiam diri ditepi jalan sendiri dengan udara dingin. 15 menit Baekhyun menunggu namun yeoja itu belum keluar juga. Apa ia tak jadi pergi?

“Emmm oppa, lama menunggu ne? mianhae.” Sesal Taeyeon yang tiba-tiba sudah dihadapannya.

 

Baekhyun terpana melihat Taeyeon. Sungguh ingatkan Baekhyun untuk berkedip. Taeyeon sangat manis malam ini.

“Oppa!?”

Baekhyun tersentak, “Eoh Yeonnie, kajja kita hampir terlambat.”

Baekhyun menarik tangan Taeyeon untuk masuk kedalam mobil.

 

TBC

Masih kependekan? Chap depan kalau banyak yang comment bakalan aku tambah word nya.

Comment Juseyo *Chu~

Advertisements

34 comments on “[FREELANCE] The Power Of Love (Chapter 3)

  1. Kurang panjang Thor.. Hehehe.. Tapi jadi penasaran nih gimana reaksi Lu lihat Tae nanti. Kira2 Baek tahu gak ya kalau Lu suka sama Tae?? Hmmm gantung abiz nih 😀

    Aku tunggu ya Thor (y)

  2. Hhmm,luham udah dtng kekore ni. Apa reaksi taeyeon yg bakal ketemu luhan ya? Bisa gak sih sekretaris baekhyun si hani jgn ganggu hubungam baekyeon,kekeke.

  3. Wahh bakalan ad yg jumpa-jumpaan ini wkwkwk
    Nice tpi kependean nih thor -_- tpi gpp deh
    Next chap lbh pjg 😚
    Fighting

  4. masih kependekan tapi gapapa lah hahaha wah taeyeon bakal ketemu luhan nih, penasaran reaksi luhan kaya gimana hihi banyakin baekyeonnya ya jangan pisahin mereka please. ini harus baekyeon sampe akhir hahahaha next chap ditunggu 🙂

  5. kok pendek bgd saeng,,,
    kenapa baek gk masuk taeng aja…
    lucu lihat persahabatan soo ama tae,,
    update soon saeng, fightaeng!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s