Twinkle [Chap 4]

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Drama, Romance, School-life
Main Cast : Kim Taeyeon, Lee Taemin
Support Cast : Son Naeun, Byun Baekhyun, etc

|Chapter1|Chapter2|Chapter3|

[Love]

Tahun ajaran baru itu berarti Taeyeon sudah menjadi sunbae, Taeyeon bahagia sekaligus sedih karna ditahun ini ia tidak bersama Jessica.
“Oppa!!” seorang yeoja yang lebih muda satu tingkat dari Taeyeon berlari ke arah ia dan Taemin, Taeyeon menatap Taemin bingung begitupula sebaliknya
“Apa Oppa mengingatku?” Taemin berusaha mengingat ingat wajah yeoja tersebut, “Ah aku lupa Oppa tidak pernah melihatku, kalau begitu apa Oppa mengingat namaku?” yeoja tersebut menunjuk nama yang tertera dialmameternya

“Byun Seolhyun?”

Ahh.. dia Seolhyun yang menulis surat untuk Taemin, aku tidak menyangka ia benar-benar menunjukan dirinya” Taeyeon bergumam dalam hati, wajahnya mulai panik karna takut Seolhyun mengetahui yang membalas surat untuknya adalah Taeyeon bukan Taemin

“Yaa! Sedang apa kau disini?” Baekhyun menjitak kepala yeoja kecil tersebut tapi tidak semungil Taeyeon karna tinggi yeoja itu melebihi Taeyeon walau saat ini Taeyeon adalah sunbaenya

“Oppa, appo! Akukan sudah bilang aku ingin masuk sekolah yang sama denganmu karna Taemin oppa” Seolhyunpun melirik Taemin, Taeyeon nampak bingung dengan keakraban Baekhyun dan Seolhyun, Naeunpun ikut bingung dengan yeoja yang sedari tadi mendekati Taemin dari kejauhan

“Dia ini adik perempuanku, aku sudah bilang untuk tidak masuk kesini, kau hanya merepotkan” Baekhyunpun menjelaskan karna mengerti dari tatapan Taeyeon yang bingung dan melirik sinis adik perempuannya itu

“Hish..” Seolhyun menghembuskan nafas kesalnya, ia menoleh kesamping dan pandangannya tertuju kepada seorang yeoja lain di ujung lorong sekolah mereka ia mengenali dengan pasti yeoja tersebut “Ah Eunji eonni!!” Seolhyunpun mengayun-ayunkan tangannya memanggil Eunji yang sedang berdiri disamping Naeun tapi Baekhyun menglihat Seolhyun dingin dan pergi, Taeyeonpun mengikuti Baekhyun dan meninggalkan Taemin bersama Seolhyun

“Yaa Baekhyun tunggu” Taeyeon berlari mengejar Baekhyun yang berjalan begitu cepat, seketika Baekhyun membalikan badannya dan membuat jidat Taeyeon terbentur dada bidangnya itu karna Taeyeon tidak sempat mengerem

“Wae?” Baekhyun bertanya dengan begitu dingin

“Mengapa kau pergi begitu saja? Kau tidak berfikir Eunji bisa sakit dengan perbuatanmu itu”

“Lalu bagaimana dengan sakit yang dibuat olehnya, apa dia memikirkan itu? Ah jinjja aku benar-benar tidak ingin membahas ini, karna itu aku tidak ingin Seolhyun masuk kesekolah ini” Baekhyunpun melanjutkan jalannya, dan Taeyeon hanya dapat diam sambil tetap memegang jidatnya yang terbentur tadi

~Twinkle~

“Eunji eonni sudah lama aku tidak melihat eonni bersama oppaku apa kalian bertengkar?” Seolhyun bertanya pada Eunji yang sedang sibuk membereskan lokernya seorang diri

“Eh? Baekhyun oppa tidak menceritakan sesuatu padamu?”

“Ani” Yeoja tinggi itupun menjawab dengan wajah innocentnya”

“Ada suatu kesalahpahaman yang terjadi dianatara kami”

“Apa itu eonni? Apa kau ingin aku membantu untuk meluruskannya” Seolhyunpun dengan sigap membantu Eunji karna bagi Seolhyun Eunji sudah seperti Eonninya sendiri, dari kecil Eunji selalu menemani Seolhyun bermain jika Baekhyun sedang sibuk bermain dengan teman laki-laki yang lain

“Gwenchana Seolhyun a~ aku akan melakukannya sendiri” Eunji menolak tawaran Seolhyun karna tidak ingin merepotkan ia, “Hemm Seolhyun a~ apa kau menyukai Taemin?” Eunjipun membuka topik lain, mendengar pertanyaan itu Seolhyunpun tersenyum malu dan ia menganggu mantap, Seolhyun tidak malu lagi untuk jujur tentang perasaannya sendiri, tapi sekarang yang membuat Eunji bingung adalah apa ia harus membantu Naeun sahabatnya atau Seolhyun yang sudah dianggap adiknya sendiri

“Eonni a~ apa aku boleh bergabung dengan tim chiliders mu? Aku ingin sekali bisa dekat dengan Taemin oppa Jebal yo eonni” Seolhyun memohon pada Eunji karna ia tahu Eunji adalah pengurus Tim Chiliders sekolah mereka

“Baiklah” Eunji langsung menerima Seolhyun karna ia tidak ingin melukai perasaan Seolhyun dan hari itu juga mereka melaksanakan kegiatan eskul mereka sekaligus memperkenalkan anggota baru walau pada awalnya ada sedikit kecanggungan antara anggota baru dan para Sunbaenimnya tapi hari demi hari yang mereka lalui dapat memudarkan kecanggungan diantara mereka

“Taemin oppa Fighting .. Taemin oppa daebak .. Taemin oppa ini untukmu kau pasti sangat lelah .. Taemin oppa biar aku bantu menyeka keringatmu” kata demi kata Seolhyun lontarkan hanya untuk Taeminnya dan semakin lama Naeunpun dibuat panas oleh Seolhyun tapi Naeun bukanlah orang yang argresif ia tetap diam melihat Taemin selalu ditempel-tempel Seolhyun karna ia sadar ia bukanlah siapa-siapa

“Haaa chu~” Taeyeon bersin dengan kerasnya saat ini dia terlihat tidak enak badan karna cuaca yang dari kemarin buruk membuat daya tahan tubuhnya melemah dan sepertinya ia dilanda flu serta demam tinggi

“Yeon na Gwenchana?” Taemin langsung menghampiri nunanya ia nampak khawatir karna dari tadi tubuh Taeyeon selalu oleng, Baekhyun tidak tinggal diam iapun ikut memberi simpatik pada Taeyeon

“Taeyeon a~ kau demam” Baekhyun memegang jidat Taeyeon karna melihat wajah Taeyeon yang memucat dan suhunya melebihi suhu orang pada biasanya “Apa sebaiknya kau pulang duluan dan beristirahat?”

“Aku bisa merawatnya kau tenang saja” Taemin melontarkan tatapan bagaikan kepada rivalnya, iapun langsung menggendong dan membawa Taeyeon pergi

“Woahh Taemin oppa mengagumkan sekali ><” Seolhyun kegirangan sendiri karna Taemin yang begitu keren dimatanya “Apa ia akan seperti itu padaku jika aku sakit?” Iapun semakin meninggikan imajinasinya

~Twinkle~

Hari ini cuaca masih buruk seperti kemarin langit menjadi gelap karna hujan yang turun begitu deras membasahi kota Seoul dan Taeyeonpun absen karna kondisinya yang belum membaik

“Naeun a~ berikan payungmu” Eunjipun mengambil payung yang ada ditangannya dan mendorong Naeun mendekati Taemin yang sedang siap-siap untuk pulang, Eunji merasa ia harus membantu temannya bukan berarti ia tidak menyukai Seolhyun tapi ia merasa Naeun akan lebih cocok untuk Taemin dan Seolhyun pasti akan lebih mudah menemukan Namja lain karna sifatnya yang lebih terbuka

“Apa yang harus ku lakukan?” Naeun bingung dengan rencana dadakan yang diciptakan Eunji

“Sudah kau cukup berdiri disampingnya” Naeunpun mengikuti printah temannya itu

Taemin yang sedang membereskan barang-barangnya menyadari datangnya Naeun iapun menoleh kearah Naeun dan melihat wajah polos yang lucu itu, “Kau tidak membawa payung?” Naeun hanya dapat menggeleng kecil karna ini pertama kalinya ia berbohong, “Kau ingin kemana? Biar aku antarkan”

Naeun bingung dengan apa yang harus ia jawab, Naeun pun menoleh ke Eunji dengan harapan Eunji akan mengerti tatapannya saat ini dan Eunjipun mengatakan ‘Ke rumahnya’ dengan hanya gerak bibir dan bahasa tubuh agar tidak membuat kecurigaan pada Taemin, “Emm.. apa aku boleh bermain ke rumahmu? hari ini tidak ada siapapun di rumahku jadi aku sangat bosan jika sendirian”

“Oh.. baiklah tapi sebelumnya aku ingin menjenguk Yeon na tidak apakan?”

“Ne” Naeun menjawab dengan senang karna Taemin mau menerima permohonannya

Sesampainya di rumah Taeyeon, appa merekapun menyabut kehadiran Taemin dan Naeun dengan sukacita, “Ahh Taemin a~ aku senang kau datang, apa ini yeojachingumu?” appanya pun spontan langsung bertanya karna melihat sosok Naeun yang berdiri dibelakang Taemin

“Bukan appa ia teman satu kelasku dan nuna”

“Annyeong Naeun imnida” Naeun memperkenalkan diri dengan anggunnya

“Taemin a~ kenapa kau tidak menjadikan yeoja ini kekasihmu kalian terlihat sangat serasi, dan Naeun a~ kau cantik sekali” wajah Naeunpun mendadak memerah karna ucapan dan pujian dari appa Taemin

“Appa -__- .. kenapa appa tidak kerja hari ini?” Taeminpun mengalihkan pembicaraan

“Kau ini, tidak mungkin appa meninggalkan Taeyeon dengan keadaan seperti ini?”

“Kalau begitu aku akan merawatnya appa kerja saja” Taeminpun memberi penawaran untuk appanya

“Ah jinjja? Kalau begitu tolong ya Taemin jaga nunamu kalau kau ingin pulang kabari appa dan aku akan langsung kembali” ayahnyapun langsung menerima tawaran Taemin dan bergegas berangkat kerja walau sedang hujan seperti ini

Taemin dan Naeunpun naik dan memasuki kamar Taeyeon yang berada dilantai dua, Taeyeon masih terlelap dengan selimut tebalnya mereka tidak tega untuk membangunkan Taeyeon yang terlihat sangat pulas Dreet… Dreet… handphone Naeun berbunyi ia menyadari ada panggilan dari eommanya iapun permisi keluar agar Taemin tidak tahu jika sebenarnya eommanya sedang dirumah

“Yeoboseyo, .. eomma aku akan pulang sedikit telat hari ini .. hemm ne eomma..”

Sebelum ia masuk kembali kedalam kamar Taeyeon ia terhenti sejenak karna ia melihat Taemin yang memandangi wajah Taeyeon dengan sesuatu yang tidak wajar, Taemin menghelus lembut rambut panjang Taeyeon yang berwarna hitam kecoklatan itu dan begitu terkejutnya Naeun saat Taemin mengecup pelan bibir Taeyeon, seperti seorang putri tidur yang terbangun setelah dicium pangeran Taeyeon membuka matanya perlahan Taeminpun membulatkan matanya karna ia takut Taeyeon menyadari ciuman yang ia berikan pada nunanya sendiri

“Taemin a~ kau datang?” Taemin nampak lega karna Taeyeon tidak menyadari Taemin telah diam-diam mencuri ciumannya

“Ah.. ne aku baru saja tiba, dan ada Naeun juga” jawab Taemin gelabakan

Naeun tetap terdiam ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat “Tidak mungkin, Taemin mencium nunanya sendiri, apa dia menyukai Taeyeon?” Naeun bergumam dalam hati dan akhirnya memutuskan untuk masuk agar tidak menimbulkan kecurigaan pada mereka berdua

“Naeun a~ aku senang kau datang” Naeun menjawab dengan senyuman tapi kali ini dengan senyum paksaan tapi Taeyeon tidak menyadarinya, tidak seperti apa yang ia pernah katakan pada Baekhyun kalau ia dapat membaca tatapan orang

“Ahh aku hampir lupa, tadi sebelum kesini aku membeli bubur untukmu aku akan menyiapkannya” Taeminpun bergegas kebawah dan meninggalkan Naeun dan Taeyeon diruangan itu

“Naeun a~”

“Ne?”

“Apa kau dan Taemin memiliki suatu hubungan?”

Naeun terkejut dengan pertanyaan Taeyeon, “Ani aku dan Taemin hanya teman” Naeun menjawab dengan ada sedikit penyesalan didalamnya

“Sepertinya Taemin menyukaimu”

“Kenapa kau berfikir seperti itu?”

“Karna kau adalah wanita pertama yang diperlakukan dengan lembut selain aku, ia selalu membantumu saat kau kesulitan seperti liburan waktu itu ia hanya membantumu tapi tidak pada yeoja lain ini pertama kalinya aku melihat dia seperti itu”

Naeun terdiam hatinya dilanda dilema, ia ingin sekali ucapan Taeyeon menjadi nyata tapi itu tidak mungkin setelah ia melihat dan menyadari bahwa Taemin menyukai saudaranya sendiri, Taeminpun datang dengan membawakan semangkuk bubur dan segelas air untuk Taeyeon minum obat nantinya, hati Naeun kacau tapi ia berusaha untuk menahannya tapi lama kelamaan karna tidak tahan berada diantara mereka dan takut mereka menyadari perasaannya yang sedang kacau itu Naeunpun memutuskan untuk pulang

“Taeyeon a~ Taemin a~ aku pulang dulu ya tadi eomma menelephone, ia sudah kembali dan ia menyuruhku pulang, ah Taeyeon a~ apa aku boleh pinjam payung”

“Bagaimana kalau Taemin yang mengantarmu pulang”

“Tidak perlu Taeyeon a~ Taeminkan harus menjagamu, kalau begitu aku duluan ya Annyeong” Naeunpun buru-buru meninggalkan mereka karna ia tahu air mata yang sedari tadi ditahannya akan segera keluar iapun sampai lupa untuk mengambil payung dan akhirnya Naeun membiarkan hujan menyembunyikan tangisannya, Baekhyunpun mengenali Naeun dari dalam mobilnya iapun keluar dan memayungi Naeun

“Hey, apa yang kau lakukan hujan-hujanan seperti ini?”

Naeun terkejut dengan kehadiran Baekhyun, “Aku lupa membawa payung”

“Kenapa kau tidak menelephone orang rumah untuk menjemput? Atau mencari Taxi” Naeun baru tersadar mendengar ucapan Baekhyun, rasanya ia telah menjadi bodoh karna Taemin yang membuat fikirannya tidak berjalan jernih, “Apa kau menangis?” Baekhyunpun memperhatikan wajah Naeun

“Tidak, ini air hujan bukan air mataku” ia menyeka sisa-sisa air dimatanya

“Kau tidak usa berbohong itu terlihat sangat jelas”

“Mengapa kau disini” Naeun mengalihkan pembicaraan agar Baekhyun tidak menyadari kebodohannya

“Aku ingin menjenguk Taeyeon, apa kau habis dari sana?”

“Ne, tapi sekarang aku harus pulang” Naeunpun melanjutkan langkahnya tapi Baekhyun meraih tangannya dan menggenggamkan tangan Naeun pada panyungnya

“Kau lebih baik pakai payung ini jadi kau tidak dapat menyembunyikan kesedihanmu, kebohongan tidak cocok untukmu” Baekhyunpun berlari masuk kedalam mobilnya agar ia tidak terlalu basah karna air hujan.

Sesampainya Baekhyun dirumah Taeyeon iapun menekan bel dan Taeminlah yang membukakan pintu “Mengapa kau kemari?” Taeminpun seakan mengusir Baekhyun secara tidak langsung karna Taemin tidak suka melihat Baekhyun mendekati nunanya

“Aku ingin menjenguk Taeyeon”

“Tidak perlu sekarang dia sedang tidur apa kau tega untuk mengganggu istirahatnya?” Baekhyun hanya menatap Taemin dengan penuh keheranan mengapa Taemin harus menjadi sedingin ini dengan temannya sendiri, Taeminpun menutup kembali pintu tersebut dan dibalik pintu itu Taemin tersenyum kemenangan atau mungkin, senyum devil

~Twinkle~

Kondisi Taeyeon sudah membaik dan iapun dapat menjalani aktifitasnya kembali
“Taenggu a~ mianhae kemarin aku tidak bisa menjengukmu, aku harus membantu eomma dirumah” Sunny menghampiri Taeyeon dan menjelaskan kepada Taeyeon

“Gwenchana, aku mengerti Sunny a~” Taeyeonpun menjawab dengan senyuman hangat

“Taeyeon a~ bagaimana ini aku semakin kecanduan”

“Mwo? Kecanduan apa?” Taeyeon terkejut dengan ucapan Sunny barusan

“Aku kecanduan senyuman Sehun oppa ><”

Taeyeonpun hanya dapat memberikan wajah datarnya karna Sunny yang semakin menggila “Hati-hati kau bisa overdosis -__-”

“Yeon na a~ hari ini ada film bagus kau ingin pergi nonton bersama?” Taemin mendekati Taeyeon dan Sunny

“Ahh apa aku dan Sehun oppa boleh ikut juga?” Sunnypun antusias untuk bergabung

“Tentu, bagaimana denganmu nuna?” Taeminpun kembali bertanya pada Taeyeon

“Ne, aku akan ikut”

“Kalau begitu kita ketemuan di taman dekat sini saja, jam 4 sore jadi kita dapat berangkat bersama” usul Sunny

“Baiklah” Jawab Taemin dan Taeyeon

Hari ini pelatih eskul mereka sedang ada kendala untuk datang sehingga hari ini tidak ada jadwal eskul sehingga mereka bisa pulang cepat tapi tidak untuk Taeyeon dan Tim chilidersnya

“Taemin a~ kau duluan saja aku ada rapat tim” Taeyeon meminta Taemin untuk pulang duluan karna Taeyeon tidak suka ditunggu

“Aku akan menunggumu” tapi Taemin tetap bersikeras untuk tidak meninggalkan Taeyeon, karna ia takut Baekhyun akan mendekatinya lagi

“Kalau kau tidak pulang aku tidak akan ikut nonton” Taeyeonpun mengeluarkan ancamannya dan akhirnya Taemin menyerah dan pulang

Saat Eunji ingin memasuki ruang rapat ia melewati lapangan basket dan ia melihat Baekhyun sedang bermain basket seorang diri, Eunjipun mulai menghampiri Baekhyun ia menarik dafas panjang dan menghembuskannya “Baekhyun a~” panggil Eunji dengan sangat hati-hati, Baekhyun mengenali dengan pasti suara itu iapun membalikan badannya

“Mianhae, aku benar-benar menyesal”

“Untuk?” Baekhyun berpura-pura tidak mengerti

“Maaf aku mengingkari janjiku untuk selalu berada disampingmu dan meninggalkanmu tampa kejelasan, aku…”

“Apa dengan kata maaf semua dapat kembali baik, kau telah menciptakan bekas luka yang tidak dapat hilang disini neo arra?” Baekhyun menuntuk dadanya sendiri dengan jari telunjuk

“Aku benar-benar takut saat itu, apa kau tahu perbuatan mengerikan dari semua yeoja yang menggilaimu” Eunji berusaha untuk menjelaskan

“Jadi kau tidak percaya aku bisa melindungimu, apa perasaanmu semudah itu untuk menyerah?”

“Baekhyun a~” panggil Eunji dengan lembut karna ia tidak tahu apa lagi yang harus ia katakan agar Baekhyun memaafkannya “Apa tidak dapat kita awali dari awal?” Eunjipun bertanya dengan penuh harapan Baekhyun akan menerimanya lagi dikehidupannya

“Maaf, aku telah memiliki wanita lain sekarang dihatiku” jawab Baekhyun dengan entengnya

“Nugu?”

“Kau tidak perlu mengetahuinya, dan satu lagi kau tidak perlu mengkhawatirkanku aku tidak akan bersedih lagi karna wanita itu akan selalu membuatku bahagia” Baekhyunpun meninggalkan Eunji ditengah lapangan itu, terlihat dari raut wajah Baekhyun bahwa ia sebenarnya menyesal karna Baekhyun tidak tega untuk mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan pada Eunji karna bagaimanapun juga Eunji adalah yeoja yang pernah menempati hatinya tapi ia tidak mau menunjukan semua itu dan ia juga tidak ingin di sakiti kedua kalinya dengan yeoja yang sama jadi ia memutuskan untuk tidak menerima Eunji kembali.

Eunji tetap mengikuti rapat yang dipimpin oleh Jung songsaenim guru tari mereka walau Eunji sedikit terlambat, selesai rapat Taeyeon segera bergegas pulang agar tidak telat tapi langkahnya terhenti saat melihat Baekhyun yang sedang duduk di halaman belakang sekolah Taeyeonpun menghampirinya karna penasaran dengan raut kacau dari wajah Baekhyun yang tidak pernah ia lihat sebelumnya

“Yaa, sedang apa kau?” Baekhyun terkejut dengan suara Taeyeon

“Hemm tidak ada”

“Jangan berbohong, kau berjanji untuk tidak membohongiku lagi kan? Malhaebwa” Taeyeonpun duduk disamping Baekhyun

“Tadi Eunji menghampiriku dan menjelaskan semuanya, aku mengerti tapi entah mengapa aku tidak bisa mengatakan ‘iya aku memaafkanmu’ saat dia meminta maaf” Baekhyunpun pasrah dan menceritakannya pada Taeyeon

“Lalu apa yang kau katakan padanya?” Tanya Taeyeon penasaran

“Aku tidak bisa menerimannya lagi dikehidupanku, mungkin lebih baik sekarang kita menjadi orang yang tidak saling mengenal”

“Yaa! Kau tega sekali”

“Apa kau akan dengan mudahnya memaafkan orang yang telah menyakitimu?”

“Tentu, jika ia benar-benar tulus, jika kita tidak memaafkan orang yang meminta maaf dengan tulus kita lebih melukai hatinya dari pada apa yang ia perbuat” mendengar jawaban Taeyeon, Baekhyunpun makin merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan kepada Eunji
Taeyeonpun mendorong kedua subut bibir Baekhyun dengan kedua jari telunjuknya agar Baekhyun tersenyum, “Jangan cembetut seperti itu” Taeyeonpun menatap Baekhyun tajam

“Baiklah dengan satu syarat kau harus mengalahkan ku dengan ini” Baekhyunpun mengangkat bola basketnya dengan sigap Taeyeonpun langsung menerima persyaratan Baekhyun, mereka terlalu seru bermain basket berdua dilapangan sekolah mereka yang cukup besar itu sampai-sampai Taeyeon melupakan rencana ia bersama Taemin dan Sunny

“Taemin a~ dimana Taeyeon?” Tanya Sunny

“Ia bilang dia akan menyusul, aku sudah menelephonenya berkali-kali tapi tidak dijawab”

“Ini sudah jam 4 lewat”

“Kalian duluan saja aku akan menunggunya disini”

“Jinjja?” Taeminpun mengangguk dan akhirnya Sunny dan Sehun pergi tampa Taemin

Taeyeon meletakan Handphonenya didalam Tas sehingga ia tidak menyadari Telephonenya terus bergetar karna Taemin yang menelephonenya tampa henti, Taeyeon masih dalam permainannya ia tidak mau kalah dari Baekhyun agar Baekhyun melupakan kesedihannya
Baekhyun menggunakan kesempatan ini agar dapat lebih dekat dengan Taeyeon ia sengaja membuat jarak mereka menjadi dekat dan semakin dekat hingga akhirnya Taeyeon kehilangan keseimbangannya dan jatuh menindih tubuh Baekhyun

“Mianhae” Taeyeonpun segera meranjak dari tubuh Baekhyun tapi Baekhyun tidak mau melepaskan moment ini ia menarik tubuh Taeyeon hingga kepala Taeyeon bersandar pada dadanya

“Tetaplah seperti ini, Jebal”

“Yaa! tapi ini ditempat terbuka”

“Gwenchana sekarang hanya tinggal kita berdua lagipula ini lapangan indoor jadi tidak masalah” Baekhyun salah karna Eunji ada diantara mereka dan melihat kejadian itu walau dari jarak yang tidak dekat

“Ahh.. gawat aku lupa” Taeyeonpun langsung berdiri setelah lama tidur diatas tubuh Baekhyun “Jam berapa sekarang?”

“7.30” Baekhyun bingung dengan Taeyeon yang kelabakan sendiri, Taeyeon segera mencari Handphonenya  dan melihat miss call dari Taemin yang sangat-sangat banyak iapun langsung menelephone Taemin tapi nomornya tidak aktif karna Handphone Taemin kehabisan daya karna terus memanggil Taeyeon

“Aku harus segera pulang” Taeyeon berlari secepat mungkin sebelum Baekhyun mengatakan apapun, Taeyeonpun memanggil Sunny sambil menunggu Bus

Sunny a~ Eodiya?”

“Aku dan Sehun Oppa sudah mau pulang, kau dan Taemin dimana?”

“Aku belum bertemu dengannya”

“Ehh? Sekarang kau dimana?”

“Aku sedang menuggu Bus untuk pulang, mianhae aku tidak bisa ikut nonton tadi”

“Gwenchana Taeyeon a~”

“Gomawo Sunny”

Bus yang ditunggu Taeyeonpun datang dan ia menaikinya, saat melewati taman dekat sekolah mereka tampat dimana mereka berjanji bertemu Taeyeon melihat mobil Taemin yang baru saja melaju, “Apa Taemin menungguku sampai semalam ini?” Taeyeon bergumam dalam hati dan sekarang Taeyeon benar-benar merasa bersalah pada adik kembarannya itu.

-To Be Continue…-

Dichapter ini banyak cinta-cinta yang tumbuh xD, munculnya kembali prasaan Eunji ke Baekhyun, prasaan Baekhyun ke Taeyeon yang mulai berkembang, Seolhyun dan Naeun ke Taemin, tapi prasaan Taemin makin dalam ke Taeyeon
Entahlah ini cinta segi apa hihihi
Gomawo udah mampir ^^ commentnya jangan lupa ya karna itu memberi semangat untuk Author xD, Mianhae for Typo

Advertisements

76 comments on “Twinkle [Chap 4]

  1. Yehetttt ad moment baekyeon yuhuuuu wkwkwk
    Suka chap ini soalny update ny cpt wkwkw
    Next chap thor…
    Fighting😚😚

  2. sayang author dehh , sini sini author aku cium #plak maap thor lagu sedikit sarap.
    Seneng deh kalo cepet gini.
    tambh greget.
    next thor … next chp jngan lama” 🙂
    fighting ne

  3. Hadeh taetae kok lupanya kebangetan sihhh, udh jam 7.30 bru inget pdhl janjinya jam 4, qita sama2 pelupa ya taetae, hahahhh

  4. Waww,bakal bnyak ni yg suka sma taemin,kekeke.
    Uhh,taeng lupa ni sma janjinya ke taemin. Jdi kasian deh taemin nungguin taeng smpe malem.
    Next chap^^

  5. Gara2 keasikan mlah lupa lok punya janji.
    Ish.
    Kasian taemin, mesti nunggu lama pdahal yg ditunggu lg pikun.
    Q jd sbel ndiri.

  6. Huh cerita cinta segi mumet ini mah..
    Taemin suka sm kembaranny sendiri, trs perasaab taeyeon ke taemin gmn..?
    Next

  7. waaa jd bingung dukung taemin-taeyeon atau baekyeon hahaha
    Tp klo mrka benar2 saudara kembar gamungkin buat bersama kan?
    jd ttp laa yg pasti BaekYeon forever..!!

  8. ahhh ceritanya menarik.. kkeee

    cinta segibanyak ini maa hahaha

    suka sma BaekYeon couple, tp kasihan Eunji dan Taemin… huuuu

    eh iyaa komentarnya aku kumpul disini aja ya Authornim hehe
    janji de next chap bakal rajin komentarnya #ngerayu

  9. Pingback: Twinkle [Chap 5] | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: Twinkle [Chap 6] | All The Stories Is Taeyeon's

  11. ff nya tambah seru *0*
    bingung pilih baekyeon atau taetae .-.
    kalo eunji tau baek suka tae gimana?
    apa nanti eunji dendam sama tae?
    semangat ya thorr

  12. Pingback: Twinkle [Chap 7] | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Pingback: Twinkle [Chap 8] | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Seneng sihh ada moment baekyeon,. Tapiii sedih liat taemin nunggu berjam-jam, apalagi eunji yg harus liat kedekatan merekaaa ㅠㅠ Taeyeon sma taemin kan thor ? 😀

  15. Pingback: Twinkle [Chap 9] | All The Stories Is Taeyeon's

  16. Pingback: Twinkle [Chap 10] & Quotes | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Pingback: Twinkle [Chap11] | All The Stories Is Taeyeon's

  18. Pingback: Twinkle [Chap12] | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Pingback: Twinkle [Chap13] | All The Stories Is Taeyeon's

  20. Pingback: Twinkle [Chap14] | All The Stories Is Taeyeon's

  21. Pingback: Twinkle [Chap15] | All The Stories Is Taeyeon's

  22. Pingback: Twinkle [Chap16] | All The Stories Is Taeyeon's

  23. Pingback: Twinkle [Chap17] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s