[FREELANCE] My Immortal (Chapter 1)

photostudio_1450150316425

TITLE : MY IMMORTAL [Chapter 1]

Created by. Kakak Peri

 

Main Cast :

– Kim Tae Yeon (SNSD)

– Lee Soo Hyuk (Korean Model/Actor)

 

Support Cast :

– Park Chan Yeol (EXO)

– Choi Seung Hyun / Top (Big Bang)

– Kwon Yu Ri (SNSD)

– Hwang Mi Young / Tiffany (SNSD)

– Cho Kyu Hyun (Super Junior)

– Choi Soo Young (SNSD)

– Shim Chang Min (TVXQ)

– Hong Jong Hyun (Korean Model/Actor

Rated : PG – 17

Genre : Romance / Crack / Romance / Action

Lenght : Chaptered

Preview: Teaser

 

  • •• 안니사 •••

 

Seorang lelaki muda terbaring lemah disebuah ruangan yang hanya diterangi beberapa lilin, pasca terjadinya pembantaian yang dialami keluarga lelaki muda tersebut. Ayah beserta anggota keluarga lainnya terbunuh, yang selamat hanya ibunya dan lelaki muda itu. Mereka diselamatkan oleh seorang pria tua kepercayaan ayah dari lelaki muda yang saat ini tengah terbaring lemah.

 

 

Wanita paruh baya yang baru saja kehilangan anggota keluarga beserta suaminya itu tak henti-hentinya menangis.

 

 

“Hanya ada satu cara untuk membalas perbuatan para vampire yang telah membantai keluarga anda nyonya…” ucap pria tua yang akrab di panggil Profesor Park itu.

 

 

Seketika wanita paruh baya yang akrab di panggil Nyonya Lee itu menghentikan tangisnya sebelum akhirnya bertanya, “apa itu?”

 

 

“Suami anda telah mempersiapkannya sejak lama. Ah… aku hampir melupakan sesuatu. Sebenarnya suami anda tak ingin anggota keluarganya terinfeksi sebuah virus yang dapat membuat manusia menjadi vampire. Tapi… beliau sudah memperkirakan ini akan terjadi. Jika saya berhasil menyelamatkan anda dan tuan muda, suami anda berpesan pada saya untuk menyuntikan serum ini pada anda dan tuan muda,” ujar profesor Park sembari memperlihatkan sebuah botol kecil berisikan serum yang mampu membuat manusia menjadi vampire.

 

 

“Jika itu cara satu-satunya untuk membalaskan dendam atas kematian suamiku dan anggota keluarga ku, aku bersedia melakukannya.” ujar Nyonya Lee.

 

 

Profesor Park menganggukan kepalanya, menelan salivanya dengan kasar ketika ia akan menyuntikan serum berwarna hijau itu pada Nyonya Lee dan putranya.

 

 

***

 

 

100 tahun kemudian

 

 

Malam ini sepulang bekerja Taeyeon duduk di sebuah taman kota dekat pusat perbelanjaan tempat ia bekerja, gadis cantik itu akan bertemu dengan kekasihnya, Cho Kyu Hyun. Setelah satu minggu penuh tidak bertemu karena Kyuhyun ditugaskan perusahaannya menangani proyek di Jepang. Kyuhyun mengajak Taeyeon bertemu di taman kota tempat ia menyatakan perasaannya pada Taeyeon satu tahun yang lalu. Taeyeon pikir pasti lelaki itu merindukannya. Taeyeon tersenyum menanti lelaki pujaan hatinya itu.

 

 

Beberapa saat berlalu. Pria tampan bernama Cho Kyu Hyun itu akhirnya datang, membuat Taeyeon semakin mengembangkan senyum manisnya.

 

 

“Kau sudah datang…” ucap Taeyeon.

 

 

Kyuhyun tak menhiraukan ucapan Taeyeon, lelaki itu menatap wajah kekasihnya dengan tatapan dingin.

 

 

“Kau pasti lelah, jika kau lelah jangan paksakan diri untuk bertemu denganku, kita bisa bertemu besok, kan… Ya Tuhan, satu minggu tidak bertemu kau terlihat semakin kurus,” ujar Taeyeon hendak menyentuh wajah Kyuhyun namun pria tampan itu menahan lengan mungil Taeyeon.

 

 

“Ada apa?” tanya Taeyeon yang heran dengan sikap kekasihnya.

 

 

“Kita akhiri sampai disini,” ucap Kyuhyun singkat.

 

 

“A-apa yang kau bicarakan?”

 

 

“Hubungan kita.”

 

 

“Ma-maksudmu?”

 

 

“Kita akhiri hubungan kita sampai disini…”

 

 

Taeyeon tertegun, ia tak mengerti kenapa Kyuhyun tiba-tiba ingin mengakhiri hubungan yang sudah satu tahun mereka bangun. Bahkan terakhir kali hubungannya dan Kyuhyun baik-baik saja, tak ada permasalahan atau pertengkaran satu bulan terakhir ini, tapi kenapa…..?

 

 

Mata Taeyeon mulai berkaca-kaca. Ia menatap pria tampan itu.

 

 

“Aku rasa kita sudah-”

 

 

“Aku mengerti,” potong Taeyeon segera, ia tak ingin mendengar alasan dari Kyuhyun yang mungkin akan membuat hatinya semakin sakit. “Baik, jika itu maumu,” lanjutnya sembari berbalik dan berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri mematung menatap kepergian Taeyeon. Lelaki itu hampir saja kehilangan keseimbangan setelah bersusah payah menekan perasaannya dihadapan gadis yang masih ia cintai itu. Keadaan yang memaksanya untuk mengakhiri hubungannya dengan Taeyeon.

 

 

***

 

Taeyeon membuka pintu tempat tinggalnya. Gadis itu menyewa sebuah flat sederhana di kawasan Cheondamdong, yang biaya sewanya tidak terlalu mahal. Tak terlalu banyak yang dapat ia harapkan dari pekerjaannya sebagai SPG produk perhiasan meski disebuah pusat perbelanjaan ternama.

 

 

“Oh, kau sudah pulang??” ujar Kwon Yuri pada Taeyeon. Yuri merupakan sahabat Taeyeon sejak Taeyeon SMA, mereka bertemu kembali di Chaeondamdong karena awalnya mereka bekerja ditempat yang sama sebagai pelayan disebuah restoran. Kini Taeyeon bekerja sebagai SPG perhiasan dan Yuri bekerja sebagai SPG produk kosmetik ternama di Korea.

 

 

Yuri memang sering berkunjung dan menginap di flat tempat Taeyeon tinggal.

 

 

“Ada apa denganmu?” tanya Yuri yang heran dengan wajah murung sahabatnya itu.

 

 

Taeyeon menghela nafas berat sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.

 

 

“Kyuhyun oppa… Dia mengakhiri hubungan denganku,” ujar Taeyeon, seketika itu tangisannya pecah.

 

 

“Huh?! bagaimana mungkin?”

 

 

Taeyeon menggeleng sembari menyeka air matanya. “Aku tidak tahu, saat ia akan mengutarakan alasannya, aku segera memotong dan menyetujui keinginannya untuk mengakhiri hubungan denganku.”

 

 

“Aish, bodoh! Kenapa begitu? Paling tidak kau harus tahu alasan jelasnya mengapa ia tiba-tiba mengakhiri hubungannya denganmu.”

 

 

“Aku hanya tidak ingin merasakan sakit yang lebih lagi. Mungkin alasannya karena dia mencintai wanita lain.”

 

 

“Kyuhyun? Mencintai wanita lain? Tidak mungkin. Bukankah dia sangat mencintaimu??”

 

 

“Entahlah… lalu apa lagi kalau bukan karena wanita lain. Ah sudahlah… membahasnya saja membuatku ingin mati,” ujar Taeyeon sembari menangis sesenggukan.

 

 

Iba melihat sahabatnya bersedih Yuri segera memeluk Taeyeon.

 

 

“Kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari Kyuhyun percayalah, dia bukan satu-satunya pria tampan didunia ini. Apa-apaan ini? Oush, dia benar-benar membuatku kesal!” omel Yuri sembari menepuk-nepuk punggung sahabatnya.

 

 

***

 

 

“Sudah 100 tahun berlalu, kami belum mampu mebalaskan dendamu, ayah…” ucap pria tampan berperawakan jangkung itu pada sebuah foto besar yang terletak di meja persembahan. Lelaki tampan itu bernama Lee Soo Hyuk. Hari ini merupakan 100 tahun peringatan kematian Tuan Lee, ayah Soohyuk. “Tapi aku berjanji akan segera membalaskan dendam ayah dan memusnahkan para vampir yang telah membantai anggota keluarga kami,” lanjutnya.

 

 

***

 

 

“Kudengar, putra pemilik pusat perbelanjaan ini baru kembali dari London, siang ini ia akan datang kesini untuk menggantikan posisi ibunya sebagai Presdir.”

 

 

“Kau benar, dia juga sangat populer, selain itu wajahnya sangat tampan. Ah, kau tahu, postur tubuhnya sangat ideal, dia tipe pria yang berperawakan sempurna. Ya Tuhan, aku jadi tidak sabar ingin melihat lagi wajah super tampan putra Presdir Lee itu.”

 

 

Begitulah keseharian dari para SPG di pusat perbelanjaan itu, sangat hobi bergosip. Super tampan? Berperawakan sempurna? Putra Presdir Lee? Taeyeon tak tertarik pada perbincangan para rekan kerjanya itu. Toh selama ini Taeyeon tak pernah ikut-ikutan bergosip. Baginya tak ada waktu bergosip mengenai Presdir barunya itu, hatinya saja masih sangat hancur mengingat bagaimana kemarin Kyuhyun memutuskannya secara sepihak.

 

 

***

 

 

Seusai makan siang para pegawai yang bekerja di pusat perbelanjaan Crown Group mendapat intruksi untuk berbaris menyambut kedatangan Presdir baru Crown Group.

 

 

Para pegawai secara serentak membungkukan tubuhnya ketika Presdir baru Crown Group datang. Lee Soo Hyuk. Pria super tampan yang ramai diperbincangkan oleh para pegawai di pusat perbelanjaan Crown Group itu berjalan melewati para pegawai yang memberi hormat padanya.

 

 

Namun tiba-tiba jantungnya berdetak begitu cepat, ia menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya kearah gadis bertubuh mungil yang masih membungkukan tubuhnya itu.

 

 

Soohyuk menyentuh pundak gadis itu. Bola matanya berubah warna menjadi warna merah, segera saja ia menutup matanya membuat warna bola matanya kembali normal sebelum ada yang menyadari perubahan pada bola matanya itu.

 

 

Sontak membuat gadis itu berdiri tegak dan menatap atasannya itu dengan tatapan penuh tanya.

 

 

“Kim Tae Yeon,” batin Soohyuk ketika ia melihat name tag yang terpasang diseragam gadis bernama Kim Tae Yeon itu.

 

 

Soohyuk menatap Taeyeon dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia merasakan sesuatu yang aneh ketika berdekatan dengan gadis itu.

 

 

Soohyuk ingat perkataan ibunya. “Kau akan merasakan sesuatu yang berbeda saat bertemu gadis itu.”

 

 

“Maaf, Tuan. Anda harus segera keruangan anda, ada yang harus kami jelaskan perihal berkas-berkas yang harus anda pelajari,” ujar seorang Manager yang berdiri dibelakang Soohyuk.

 

 

“Ah~ baiklah.” ucap Soohyuk seraya meneruskan kembali langkahnya.

 

 

Seiring kepergian Soohyuk, para pegawai yang tadi memberi hormat langsung berbisik membicarakan Taeyeon yang dianggap beruntung karena dapat berinteraksi secara langsung dengan Presdir baru mereka di hari pertama kedatangannya

 

 

“Taeyeon-ah, kau mengenal Presdir Lee?” tanya Choi Soo Young yang merupakan rekan kerjanya.

 

 

“Tidak…” jawab Taeyeon.

 

 

“Lalu kenapa tadi dia…….. emh… ini agak aneh. Apa mungkin sebelumnya dia pernah melihatmu?”

 

 

Taeyeon mengedikan bahunya. Ia sendiri bahkan merasa bingung kenapa tadi Soohyuk bersikap seperti itu.

 

 

“Ah baiklah lupakan saja. Ayo, sebaiknya kita kembali bekerja,” ujar Sooyoung sembari merangkul pundak Taeyeon.

 

 

***

 

Waktu menunjukan pukul 22.00 KST.

 

 

Soohyuk terus menerus memikirkan gadis bernama Kim Tae Yeon itu sembari memegang selembar foto Taeyeon ditangannya

 

 

“Kim Tae Yeon,” gumam Soohyuk. “Aku menemukanmu,” lanjutnya.

 

 

***

 

 

“Aku pulang…” ucap Taeyeon ketika memasuki flat tempat tinggalnya.

 

 

Betapa terkejutnya ia ketika melihat suasana flatnya tampak berantakan, koper Yuri sudah tidak ada. Ia melihat laci nakas disamping tempat tidurnya terbuka dan seluruh uang simpanannya hilang.

 

 

Taeyeon menemukan secarik kertas diatas nakas. Yuri meninggalkan pesan singkat untuknya.

 

 

“Taeyeon-ah… maafkan aku, aku pergi membawa seluruh uang simpananmu. Aku sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan uang yang cukup banyak untuk mengganti semua hutangku pada rentenir. Aku berjanji. Nanti… pasti akan ku ganti semua uangmu.”

 

 

Seketika tubuhnya terasa lemas, Taeyeon menjatuhkan tubuhnya dilantai.

 

 

“Apa yang sebenarnya kau pikirkan, Yuri-ah? Kau bahkan tahu aku sendiri mengalami kesulitan. Uang itu sengaja ku simpan untuk membayar sewa flat ini. Kenapa kau tega melakukan ini padaku??” ujar Taeyeon sembari menangis karena merasa tak percaya dan begitu kesal mengapa sahabatnya sendiri tega melakukan hal semacam ini.

 

 

Selama ini Taeyeon hidup seorang diri di Seoul tanpa keluarga. Ia ditinggalkan di panti asuhan sejak kecil. Ia sendiri bahkan tidak mengerti untuk apa ia hidup jika sejak lahir dia tak diinginkan oleh kedua orang tuanya dan malah di buang ke panti asuhan. Terkadang ia berpikir untuk mengakhiri hidupnya, tapi sekali lagi hati kecilnya mengatakan ia harus tetap bertahan hidup meski sendirian dan dalam keadaan sulit sekalipun. Bisikan dari dalam hati kecilnya itu begitu kuat hingga mampu menepis pikiran Taeyeon yang berulangkali berencana untuk mengakhiri hidupnya.

 

 

Kini lengkap sudah penderitaan Taeyeon. Pemilik flat tempat Taeyeon tinggal mengusirnya karena Taeyeon tak mampu membayar uang sewa selama 3 bulan. Membuatnya mau tidak mau meninggalkan flat itu padahal malam sudah sangat larut.

 

 

Taeyeon menghentikan langkahnya di halte bus, duduk disana dan berpikir sejenak akan tidur dimana ia malam ini. Uangnya hanya tinggal 10.000 ₩ hanya cukup untuk makan selama tiga hari. Taeyeon juga tak memiliki barang berharga untuk dijual.

 

 

Taeyeon kembali melanjutkan perjalanannya dengan menarik koper yang berisi pakaian dan perlengkapan lainnya. Ia berjalan tak tahu arah, entah akan kemana. Untuk saat ini ia akan mencari dulu tempat makan pinggir jalan untuk mengisi perutnya yang sudah berdemo minta diisi. Namun sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti tepat disampingnya.

 

 

“Taeyeon-ssi?” ucap seorang pria dengan suara beratnya.

 

 

“Oh? P-Presdir Lee?”

 

 

Lelaki bernama Lee Soo Hyuk itu tersenyum.

 

 

“Kau akan kemana larut malam begini dengan membawa koper?”

 

 

Taeyeon diam sejenak, ia tak mungkin menceritakan kesulitannya pada atasannya itu. Lagi pula, Taeyeon tidak suka dikasihani oleh orang lain, dan ia juga belum benar-benar mengenal atasan barunya itu.

 

 

“Hm… S-saya… Saya akan…..”

 

 

Soohyuk menatap Taeyeon dengan serius menanti kalimat selanjutnya. Demi kesopanan, Soohyuk keluar dari mobilnya, ia berdiri tepat didepan Taeyeon membuat Taeyeon tertegun menatap begitu sempurnanya pria itu. Para rekan kerjanya benar, jika dilihat lebih lama dalam jarak sedekat ini, Persdirnya itu benar-benar tampan, bahkan Taeyeon bisa mencium aroma maskulin dari tubuhnya.

 

 

“Taeyeon-ssi… Taeyeon-ssi kau mendengarku?”

 

 

“Ah, iya. saya mendengar anda. Ma-maaf,” ujar Taeyeon gugup.

 

 

“Bodoh!” rutuk Taeyeon dalam hati. Wajahnya pasti sangat memalukan ketika ia menatap ketampanan atasannya itu tadi.

 

 

Soohyuk tersenyum sebelum akhirnya berkata. “Kau belum selesai menjawab pertanyaanku.”

 

 

“Ah itu… aku…” Taeyeon belum menemukan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan Soohyuk.

 

 

“Apa mungkin kau baru saja diusir dari tempat tinggalmu?” tanya Soohyuk.

 

 

Taeyeon kembali menatap Soohyuk, kali ini dengan tatapn terkejut. Tak menyangka jika Soohyuk menebaknya dengan benar.

 

 

“Ti-tidak. Mana mungkin-”

 

 

“Mungkin saja, dengan membawa koper sebesar itu di tengah malam seperti ini. Menginap dirumah teman? Wajahmu bahkan menyiratkan kebingungan yang begitu kentara. Pasti saat ini kau sedang berpikir akan tidur dimana malam ini, bukan?”

 

 

Taeyeon benar-benar tak tahu lagi harus bicara apa, tanpa ia sadari bahkan saat ini ia tengah menatap Soohyuk dengan mulut yang sedikit terbuka.

 

 

“Jangan menatapku seperti itu,” ucap Soohyuk sembari tersenyum.

 

 

“Ma-maaf… maaf membuat anda merasa tidak nyaman.” Taeyeon menundukan kepalanya karena merasa malu pada Soohyuk.

 

 

“Jika kau bingung akan tidur dimana malam ini, kau boleh tidur dirumahku.”

 

 

“Ma-maaf, maksud anda?”

 

 

“Ah, bukan begitu. Kau pasti salah paham. Aku bukan orang jahat dan aku tidak memiliki niat buruk terhadapmu. Begini… karena kau merupakan salah satu pegawai di pusat perbelanjaan milikku, dan saat ini kau sedang mengalami kesulitan, kau pasti membutuhkan bantuan, dan saat ini karena kebetulan kita bertemu, aku akan menawarkan bantuan padamu.”

 

 

Taeyeon tak menjawab, ia masih belum mampu mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut lelaki tampan itu. Seorang Presdir seperti Lee Soo Hyuk menawarkan bantuan pada pegawai kecil seperti Taeyeon untuk menginap dirumahnya?? Ini gila. Jika para rekan kerja Taeyeon di pusat perbelanjaan Crown Group tahu ini, pasti Taeyeon akan menjadi bahan gunjingan mereka. Ah… ini benar-benar tak pernah Taeyeon bayangkan sebelumnya.

 

 

“Aku tahu mungkin ini sedikit tidak masuk akal untukmu tapi aku hanya tidak bisa melihat orang lain kesulitan, terutama seorang wanita sepertimu, kau juga merupakan pegawaiku jadi aku jelas tak bisa diam saja.”

 

 

Taeyeon menatap Soohyuk.

 

 

“Hanya sementara sampai kau benar-benar mendapatkan tempat tinggal, dan ini tidak gratis, kebetulan aku membutuhkan asisten pribadi untuk mengurus seluruh kebutuhanku dirumah,” ujar Soohyuk, ia mengerti Taeyeon tipe orang yang tak mudah menerima kebaikan dari orang lain karena Taeyeon akan merasa terus berhutang budi pada orang yang berbuat baik padanya, jadi Soohyuk mencari alasan agar gadis itu mau tinggal dirumahnya. Sebenarnya ada tujuan lain mengapa ia bersikeras mengajak Taeyeon tinggal dirumahnya.

 

 

Dan akhirnya Taeyeon menganggukan kepalanya meski terlihat sedikit ragu, pertanda ia setuju dengan ajakan dari atasannya itu, atasan yang sangat baru ia temui siang tadi, dan sekarang Taeyeon diajak untuk tinggal dirumahnya sementara, ini sangat tidak masuk akal, tapi Taeyeon tak begitu mempedulikannya lagi, lagi pula tadi Soohyuk bilang Taeyeon tidak tinggal dirumahnya secara cuma-cuma. Soohyuk mempekerjakannya sebagai bayaran karena Taeyeon menumpang tinggal sementara dirumahnya. Ya baginya itu cukup masuk akal sekarang.

 

 

Tapi ia tak mampu membohongi dirinya sendiri jika sebenarnya ia masih sedikit ragu menerima tawaran dari atasannya itu, karena Taeyeon belum tahu betul orang seperti apa Soohyuk, ia jadi sedikit merasa menyesal menerima tawaran itu sekarang.

 

 

“Semoga Tuhan melindungiku…” batin Taeyeon.

 

 

***

 

 

Sampailah mereka dirumah Soohyuk. Taeyeon ternganga ketika melihat rumah mewah Presdirnya itu. Bagi Taeyeon rumah itu lebih pantas disebut istana. Begitu besar, mewah dan arsitektur classicnya sangat kental dengan istana-istana romawi kuno. Taeyeon bahkan tak pernah membayangkan ada rumah semewah dan semenakjubkan ini di Korea.

 

 

“Masuklah…” ucap Soohyuk berhasil membuyarkan lamunan Taeyeon.

 

 

Taeyeon berjalan dibelakang sang pemilik rumah sembari mengedarkan padangannya ke setiap sudut ruangan dirumah itu. Tak ada yang tak membuat Taeyeon takjub dari setiap sudut rumah itu. Ini benar-benar sempurna. Tapi, rumah Soohyuk tampak sepi, tak banyak penjaga, hanya ada empat orang security yang berjaga di gerbang masuk rumah ini, dan ia tak melihat satupun pelayan dirumah sebesar ini.

 

 

“Presdir Lee, apa anda tak memiliki pelayan?” tanya Taeyeon mengutarakan rasa penasarannya.

 

 

“Aku tak memiliki pelayan, aku hanya memiliki satu orang kepercayaanku.”

 

 

“Lalu, siapa yang memasak untuk anda? Menyiapkan segala kebutuhan untuk anda?”

 

 

Soohyuk menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya menatap Taeyeon.

 

 

“Ah… maaf… saya sudah sangat berisik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting,” ujar Taeyeon canggung.

 

 

“Tidak apa-apa. Mulai sekarang kau yang akan menyiapkan segala kebutuhanku,” tutur Soohyuk sembari tersenyum.

 

 

“Ah, anda benar..” Taeyeon tersenyum kaku. Ia memang akan menjadi sangat gugup jika menghadapi orang yang baru ia kenal, apa lagi saat ini Taeyeon sedang berhadapan dengan seorang Presdir di pusat perbelanjaan tempatnya bekerja.

 

 

Soohyuk kembali melanjutkan langkahnya diikuti Taeyeon. Kali ini, ia menaiki anak tangga menuju lantai dua, menunjukan kamar kosong untuk Taeyeon.

 

 

Jarak dari pintu masuk menuju kamar saja cukup jauh, Taeyeon bahkan merasa akan tersesat jika ia berkeliaran sendiri dirumah ini.

 

 

“Ini kamar untukmu,” ucap Soohyuk membukakan pintu kamar untuk Taeyeon. “Kamarmu berhadapan dengan kamarku,” lanjutnya sembari menunjuk kamarnya.

 

 

“Masuklah…” ucap Soohyuk lagi.

 

 

“Baik… Terima kasih atas bantuan anda, Presdir Lee.”

 

 

Soohyuk mengangguk sembari tersenyum kemudian keluar dari kamar itu membiarkan Taeyeon untuk beristirahat.

 

 

Setelah Soohyuk menutup pintu kamar itu dengan rapat, ia menatap pintu yang sudah tertutup itu sembari tersenyum. Soohyuk sudah berhasil membawa gadis itu semakin dekat dengannya, setelah ini ia akan memikirkan bagaimana cara agar gadis itu tinggal lebih lama sampai waktu yang Soohyuk tentukan.

 

 

“Permisi Tuan,” ucap seorang pria bernama Park Chan Yeol.

 

 

Soohyuk menoleh. “Kita bicara didalam kamarku,” ujar Soohyuk, dan lelaki itupun menuruti perkataan Tuannya.

 

 

Chanyeol merupakan orang kepercayaan Soohyuk sejak 15 tahun yang lalu. Saat itu Chanyeol berusia 8 tahun, ia nyaris menjadi buruan para vampire jahat, saat itu nyawanya terancam melayang, namun Soohyuk tiba-tiba datang dan berhasil menyelamatkannya. Sejak saat itu Chanyeol tinggal bersama Soohyuk, Soohyuk membesarkannya dengan baik, mendidiknya menjadi orang yang memiliki kecerdasan tinggi yang terampil membuat berbagai serum dan merakit senjata untuk melawan para vampire yang telah membantai ayah serta keluarga Soohyuk, dan sampai saat ini Chanyeol setia mengabdikan dirinya pada Soohyuk. Chanyeol merupakan satu-satunya orang yang mengetahui bahwa Soohyuk dan ibunya merupakan Vampire.

 

 

“Saya sudah membuat serum yang anda inginkan, Tuan. Tapi, apa anda benar-benar yakin akan meminum cairan berdosis tinggi ini?” tanya Chanyeol.

 

 

“Sebenarnya tubuhku belum benar-benar membutuhkannya selama aku masih bisa menahan keinginanku. Aku hanya ingin mencoba apa serum itu akan berhasil membuat staminaku bertahan lama jika aku tidak meminum darah manusia. Serum yang biasa kau berikan masih berguna untukku, hanya saja akhir-akhir ini kadang keinginan didalam diriku untuk meminum darah manusia semakin kuat. Itu akan sangat berbahaya, aku tidak ingin membunuh manusia demi kepentinganku,” ujar Soohyuk khawatir.

 

 

“Kalau begitu, cobalah minum serum ini besok pagi. Jika ini berhasil saya akan memperbanyak serum ini untuk anda konsumsi.”

 

 

Soohyuk mengangguk, ia menyimpan cairan berwarna biru muda didalam botol kecil dan dimasukannya kedalam lemari es khusus.

 

 

“Tuan, emh… maaf bolehkah saya bertanya?” tanya Chanyeol.

 

 

Soohyuk menganggukan kepalanya.

 

 

“Kau membawa masuk orang asing kedalam rumah ini, apa itu tidak berbahaya? Mungkin saja dia seorang mata-mata yang dikirim oleh Choi Seung Hyun untuk menjebak anda.”

 

 

Choi Seung Hyun merupakan vampire kejam yang menjadi dalang atas pembantaian keluarga Soohyuk 100 tahun yang lalu.

 

 

“Wanita itu bukan orang yang berbahaya. Aku membutuhkannya, jadi buat dia senyaman mungkin tinggal disini,” ujar Soohyuk.

 

 

“Anda membutuhkannya? Mungkinkah…….”

 

 

Soohyuk mengangguk. “Aku membutuhkan darahnya. Aku akan mencari cara untuk mendapatkan darahnya tanpa membuatnya terbunuh.”

 

 

  • •• To be continue •••
Advertisements

57 comments on “[FREELANCE] My Immortal (Chapter 1)

  1. Pingback: [FREELANCE] My Immortal (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: [FREELANCE] My Immortal (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s