[FREELANCE] The Power Of Love (Chapter 2)

010916_0026_freelanceth1

Title : The Power Of Love (Chapter 2)

Author : AnniSonExoGanger

Ratting : PG17

Genre : Romance, Drama, Family, Friendship, Marriage Life

Length : Multi Chapter

Main Cast : Kim Taeyeon, Byun Baekhyun

Other Cast : Find it by Your Self

Disclaimer  : Cast milik Tuhan, but this stories is MINE, Don’t plagiat this Fanfiction.

Preview: Chapter 1

“Minggu depan aku pulang ke Korea. Maafkan aku.” Taeyeon menunduk sedih.

Luhan terkejut dibuatnya.

“Hey, seharusnya kau senang bukan? Kau akan bertemu calon suamimu.” Ya Luhan memang tahu tentang Baekhyun, karena memang sebelumnya mereka juga pernah bertemu.

“Aku memang senang, namun aku juga sedih karena harus meninggalkan Jepang dan juga kau Lu.” Ujarnya sedih.

“Haha aku bisa berkunjung ke Korea kapanpun aku mau. Tunggu kedatanganku ne.” Luhan mencoba menghibur Taeyeon.

“Tentu, datanglah secepatnya.” Ucap Taeyeon sambil tersenyum.

 

Chapter 2

Yoona sibuk memasukan beberapa makanan serta barang kedalam koper besar. Bahkan sekarang ia sudah menghabiskan 2 koper sekaligus. Taeyeon menatap Yoona ngeri, hei jadi maksud Yoona, Taeyeon harus membawa 2 koper besar itu sekaligus? Benar, ternyata Yoona ingin Taeyeon cepat mati.

“Yahh Yoong ternyata kau benar-benar ingin membunuhku ne.” Taeyeon membuka suaranya.

Yoona menatap Taeyeon tajam, “Kau ini, bukankah sudah ku katakan kalau waktu itu aku hanya bercanda. Ck sebaiknya jangan kau bicarakan itu lagi.”

Taeyeon mengerucutkan bibirnya. Hari ini Yoona sensitif sekali, apa sedang datang bulan? Begitulah pikiran Taeyeon.

“Tapi aku hanya pulang ke Korea, tidak terlalu jauh dari Jepang, aku tidak akan mati kelaparan didalam pesawat. Lagipula aku bisa membeli makanan di bandara.”

“Anggap ini hadiah dariku.” Singkat Yoona.

Taeyeon menghela nafas, Yoona sungguh keras kepala. Taeyeon hanya dapat berdoa semoga setelah ia sampai di Korea tubuhnya tidak remuk.

-_____-

Baekhyun memasuki sebuah restoran dengan tergesa-gesa. Ia sudah terlambat 30 menit untuk berkumpul bersama kelurganya dan juga keluarga calon istrinya. Salahkan rapat sialan itu yang membuatnya seperti ini.

“Maaf aku terlambat.”

Mereka tersenyum hangat menyambut Baekhyun.

“Gwenchana Baekhyun, kita tahu kau ada rapat.” Ucap Mr.Kim

Baekhyun mengangguk, ia duduk bergabung dengan mereka.

“Baekhyun, kau tahu bukan Taeyeon hari ini pulang? Mungkin besok ia baru akan sampai di Korea.” Tanya Mrs.Kim.

“Ne, tentu saja aku tahu eomma. Tadi pagi Taeyeon sudah mengabariku sebelum pesewat keberangkatannya lepas landas.” Ujar Baekhyun.

Baekhyun memang memanggil Mr. dan Mrs.Kim layaknya anak pada orang tuanya. Begitu juga dengan Taeyeon pada Mr. dan Mrs.Byun

“Ya, baguslah kalau kau sudah mengetahuinya. Sekarang kita bahas soal pernikahan kalian. Kapan kau siap Baekhyun?” Tanya Mr.Byun.

Baekhyun terkejut, ternyata kedatangannya kemari untuk membahas pernikahanya dengan Taeyeon. Lalu bagaimana dengan calon istrinya, mengapa harus Baekhyun yang menentukan?

“Jika Taeyeon siap, maka aku siap.” Jawabnya ragu.

“Eoh, baguslah. Aku tidak sabar menunggu kalian ke jenjang pernikahan.” Sahut Mrs.Byun.

‘Aku juga.’ ucap Baekhyun dalam hati.

“Jadi kau ingin melangsungkan pernikahan ini kapan Baekhyun?” Tanya Mr.Kim penasaran.

“Secepatnya appa.” Jawab Baekhyun tegas.

-_____-

“Aish kemana anak itu?”

Sejak tadi Sooyoung menggerutu tak jelas. Sudah hampir 1 jam ia menunggu sahabatnya yang akan pulang ke Korea. Namun lihatlah bahkan tanpa berkacapun Sooyoung tahu bahwa dirinya sudah seperti orang yang tidak waras karena berkeliling tak jelas dibandara ini, dengan rambut berantakan, dan keringat dimana-mana.

Ia duduk dikursi yang terletak disamping kantin bandara sambil meminum ice tea yang baru saja ia beli dengan sekali tenggak. Tenaganya benar-benar terkuras untuk mencari sahabatnya tersebut.

Saking sibuknya minum Sooyoung tak sadar bahwa ada seseorang duduk disampingnya. Ia menepuk bahu gadis itu, membuat Sooyoung kaget dan tersedak minumannya.

“Yaakkk kau mau membunuhku eoh?!!” teriaknya kesal.

Sooyoung menoleh pada orang tersebut. Tampak sahabatnya yang sejak tadi ia tunggu, Taeyeon dengan cengiran tanpa dosanya.

“Kau kenapa?”

Sooyoung benar-benar mengutuk ucapan polos dan tampang tanpa dosa dari wajah Taeyeon. Bukankah gadis itu akan menikah, lalu mengapa sifatnya tidak jauh beda dengan anak kecil? Ck, childish.

“Hey sejak kapan kau disini bocah?” Tanya Sooyoung sambil memukul lengan Taeyeon keras.

“Hwaaaa sakit, kenapa kau memukulku eoh? Hiks…eomma.” Pekik Taeyeon kesakitan, bahkan matanya mulai berkaca-kaca.

Sooyoung panik seketika, “Yakk Taenggo jangan menangis, maafkan aku.” Paniknya.

“Hiks..kau harus membelikanku ice cream. Ini sakit, jika kau tidak membelikannya akan aku adukan pada Baekhyun oppa!” ancamnya.

“Ahhh ya, ice cream, baiklah kajja.”

-_____-

Baekhyun memejamkan matanya, tugasnya sungguh menumpuk akhir-akhir ini. Ia hanya memiliki sedikit waktu untuk istirahat. Sebenarnya Baekhyun lelah, sangat lelah, bisakah mereka memberikan Baekhyun bebas dari tumpukan berkas walau hanya 1 minggu. Oh jangankan 1 minggu, bahkan 1 hari pun rasanya tidak mungkin.

Tokk…tokkk

Ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Ia membuka matanya, dan menghela nafas.

“Hhh, masuk!”

Seorang wanita yang tak lain adalah sekertarisnya membuka pintu dan membungkuk hormat sebelum masuk kedalam ruangan atasannya tersebut.

“Baekhyun-nim, ada beberapa kertas yang harus anda tanda tangani.” Ucapnya sambil memberikan setumpuk kertas pada Baekhyun.

“Hhhh, lagi?” Hani mengangguk. “Mengapa tidak kau saja yang memberi tanda tangan? Bukankan seharusnya kau juga bisa?” Baekhyun menatap Hani heran.

“Ehh anu sepertinya tanganku pegal Baekhyun-nim, ah ya pegal.” Hani mengelak.

Hani memang sengaja memberikan semua ini pada Baekhyun agar ia dapat berduaan bersama atasannya. Hani sungguh menyukai moment-moment mereka diwaktu ini.

Terdengar suara gaduh diluar ruangan Baekhyun. Sungguh mengganggu, hal itu menyebabkan Baekhyun menghentikan pekerjaannya, ia menyandarkan tubuhnya pada kursi kantor lalu kembali memejamkan matanya.

Tiba-tiba pintu kantor terbuka, Hani menatap kearah pintu. Matanya membulat lebar melihat seorang yeoja yang berdiri diambang pintu. Sama hal nya dengan Hani, wanita tersebut terkejut melihat Hani berada diruangan ini.

Yeoja itu mengalihkan pandangannya pada seorang namja yang tampak lelah. Bahkan namja tersebut tak mengalihkan pandangan pada pintu saat ia membukanya tadi.

Perlahan ia mendekati Baekhyun, lalu menepuk pundaknya.

“Kau tampak lelah ne sajangnim, sampai-sampai tak menyadari keberadaanku disini.” Ucap yeoja tersebut.

Baekhyun membulatkan matanya mendengar suara yang familiar ditelinganya. Ia membalikan badannya, dan terlihat calon istrinya, Taeyeon tengah tersenyum lebar padanya.

“YEONIE?!” kejut Baekhyun. Tiba-tiba Baekhyun memeluk Taeyeon erat, yang langsung dibalas oleh Taeyeon. Sampai-sampai mereka tak menyadari bahwa masih ada Hani diruangan ini.

“Ekhm.” Hani yang tidak tahan dengan pemandangan didepannya mencoba merusak suasana. Ingin sekali rasanya Hani menarik Taeyeon agar jauh dari Baekhyun.

Taeyeon melepas pelukan mereka, ia hampir melupakan keberadaan Hani diruangan ini. Ia menatap Hani dengan senyum mengembang sebelum menyapanya.

“Annyeong eonnie, sudah lama kita kita tak bertemu ne.” sapa Taeyeon ceria.

Hani tidak membalas sapaan Taeyeon, melainkan menatap tajam yeoja tersebut. ‘Cih, berpura-pura manis dihadapan Baekhyun-nim.’ Batin Hani.

“Dia menyapamu bukan, kenapa kau diam saja? Dimana sopan santun mu. Aku atasanmu dan secara otomatis ia juga atasanmu.” Ucap Baekhyun dingin.

“Ahh, mianhamida Baekhyun-nim. Saya hanya terkejut ketika melihat nona Kim Taeyeon berada disini.” ucap Hani setenang mungkin. “Nado annyeong nona Taeyeon, senang melihat anda disini.” Sapa balik Hani semanis mungkin.

Taeyeon tersenyum manis seraya menganggukan kepalanya. Walau ia tahu Hani bukan orang yang baik padanya, ia selalu menjelek-jelekan Taeyeon dibelakang Baekhyun. Namun Taeyeon tak ingin masalah ini semakin besar, ia selalu mencoba berbuat baik pada Hani.

“Kau bisa pergi dari ruangan ini, aku membutuhkan waktu berdua bersama calon istriku.” Perintah Baekhyun, Hani segera membungkukan badan dan pergi dari ruangan tersebut.

-_____-

Sedari tadi Baekhyun tertawa keras tanpa henti. Tentu membuat para karyawan lain heran, pasalnya Baekhyun dikenal sebangai namja yang dingin, untuk melihatnya tersenyum saja rasanya tidak mungkin apa lagi tertawa.

Namun Baekhyun seperti ini bukan tanpa alasan. Taeyeon sedari tadi mengoceh tentang pengalamannya di Jepang. Kini Baekhyun senang sekaligus lega calon istrinya sudah berada di Korea.

“Hahh sudah sayang berhenti bercerita, aku lelah hh” mohon Baekhyun sambil mengatur nafasnya.

Taeyeon mengangguk, “Aku juga lelah oppa, emm oppa aku lapar.” Taeyeon memegang perutnya sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kekeke~ kau lapar baby? Baiklah ayo kita makan.” Baekhyun lantas berdiri dan menarik tangan Taeyeon menuju kantin.

-_____-

Taeyeon menghela nafas lelah, ini bukan kali pertamanya ia menghela nafas. Hari sudah pukul 10 malam, namun Taeyeon masih berada dikantor untuk menunggu Baekhyun yang sepertinya masih disibukan oleh pekerjaannya. Ia menidurkan kepalanya diatas meja sambil memajamkan mata. Sepertinya Taeyeon sudah sangat mengantuk, bahkan sudah berkali-kali Taeyeon meminta pulang namun selalu saja Baekhyun melarangnya.

Baekhyun menghentikan aktifitas mengetiknya. Ia mendongak menatap Taeyeon, ada setitik perasaan bersalah saat melihat gadisnya yang terlihat sangat lelah. Bukannya tadi Taeyeon baru tiba di Korea, gadis itu pasti sangat lelah karena langsung pergi ke kantornya tanpa beristirahat dahulu.

Baiklah sepertinya Baekhyun tidak bisa memaksakan diri lagi. Ia menutup laptopnya dan berdiri. “Yeonie, kajja pulang.”

Dengan cepat Taeyeon bangun saat mendengar suara Baekhyun, “Ahh benarkah? Maksudku apa pekerjaan oppa sudah selesai?” tanyanya.

“Eoh, bisa ku selesaikan besok.” Baekhyun memakaikan jaket ditubuh mungil Taeyeon. “Kau pasti akan kedinginan diluar sana, jadi pakailah jaketku.”

“Bagaimana dengan oppa?”

“Aku taka apa, kajja.” Mereka berdua keluar dari ruangan Baekhyun.

Dikoridor malam ini sangat gelap, tentu saja ini sudah malam, tentu para pegawai sudah pulang kerumah mereka masing-masing. Mungkin hanya beberapa yang masih memilih dikantor untuk menyelesaikan perkerjaannya.

Taeyeon merapatkan dirinya pada Baekhyun, sepertinya ia takut. Baekhyun yang mengetahuinya segera merangkul Taeyeon. Mereka terkejut saat berpapasan dengan Hani di ujung koridor. Baekhyun kira gadis itu sudah pulang dari tadi.

“Anda mau kemana Baekhyun-nim?” Tanya Hani, ia sedikit melirik kearah Taeyeon yang menunduk.

“Aku harus pulang, ini sudah malam. Taeyeon juga sepertinya sangat lelah.” Jawab Baekhyun.

“Bukankan biasanya kau pulang lebih lama lagi. Kau pulang paling cepat pukul 11 malam, namun sekarang.” Sahut Hani.

Sebenarnya Hani tahu kalau Baekhyun pulang hanya agar Taeyeon tak lelah. Maka dari itu Hani mencoba mencegahnya pulang.

“Sudah ku bilang bukan bahwa Taeyeon sudah lelah, maka dari itu aku pulang.” Baekhyun menekan setiap kata nya.

“Bukankah nona Taeyeon bisa pulang sendiri, aku rasa ia sudah dewasa.” Balas Hani tak mau kalah.

Baekhyun yang sudah geram dengan Hani ingin membalas ucapan yeoja tersebut, namun Taeyeon lebih dulu menyahutinya.

“Hani eonnie benar juga oppa, biar aku pulang sendiri saja. Kau masih sibuk bukan?” Tanya Taeyeon.

“Apa yang kau katakana eoh? Aniya kau tidak boleh pulang sendiri, bagaimana kalau terjadi sesuatu tanpa sepengetahuanku?” larang Baekhyun. “Kau sekertarisku, kau hanya mengurus urusan kantor, bukan hidupku. Aku lelah, maka dari itu juga aku pulang, aku tidak pernah melarangmu pulang bukan?”

“Mianhae sajangnim.” Sesal Hani sambil menunduk.

“Hhh, kajja Yeon.” Baekhyun dan Taeyeon berjalan melewati Hani tanpa mengucapkan apapun.

Hani membalikan tubuhnya menatap tajam kedua insane yang mulai menghilang dari pendangannya. Lagi-lagi seorang Kim Taeyeon yang membuatnya malu dihadapan Baekhyun.

‘Aku tidak bisa diam saja, aku harus melakukan sesuatu.’ Batin Hani berbahaya, ia tersenyum licik, sungguh wajah cantiknya terlihat menyeramkan saat ini.

-_____-

Mobil Baekhyun berhenti didepan gerbang rumah Taeyeon.

“Kau harus langsung tidur ne, kau terlihat lelah.” Perintah Baekhyun sambil mengusap rambut Taeyeon.

“Ne, oppa juga.” Baekhyun mengangguk, “Tak ingin mampir?”

“Mungkin lain kali. Aku pulang ne sayang, bye.”

Taeyeon melambaikan tangan pada mobil Baekhyun yang mulai menjauh. Setelah mobil itu hilang dari pandangannya, dengan cepat ia masuk kedalam rumah.

 

TBC

Sorry kalau chap ini kurang menarik dan terlalu biasa, ide author udah bener-bener diujung. Chap selanjutnya aku usahain lebih cepat, panjang, dan menarik.

Coment juseyo *Chu~

Advertisements

36 comments on “[FREELANCE] The Power Of Love (Chapter 2)

  1. Kurang panjang!! Huaaa….. Hani ngeselin banget sumpah, jangan sampe dia macem macem sama Taeyeon!! Next chap ditunggu!!

    FIGHTING!!

  2. Uuhh,sangat menarik. Apalgi kalo hani jgn ganggu hubungan baekhyun taeyeon.
    Awas aja klo dia ngerusak hubungan taeyeon sma baekhyun.
    NExt chap ditunggu^^

  3. pendek banget yaampun baru baca bentar udah TBC aja hahaha tapi keren ko. Hani pasti bakal ngelakuin hal jahat buat misahin Baekhyun sama Taeyeon picik tuh si Hani. Next chap ditunggu 🙂

  4. Daebak thor!! ^^
    Hani mau lakuin apa ke taeyeon??–”
    Penasaran sma chap slanjutnta thor!! Dtnggu… Fighting!! ^^

  5. Pingback: [FREELANCE] The Power Of Love (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s