Twinkle [Chap 1]

Twinkle

Title : Twinkle
Author : Mellyan
Ranting : T
Length : Multi-Chapter
Genre : Drama, Family, Romance
Main Cast : Kim Taeyeon, Lee Taemin
Support Cast : Sunny, Jessica
Note : Don’t copy-paste^^, maaf kalau posternya aneh soalnya aku bikin sendiri xD

[Our Birthday]

Bulan desember, bulan yang indah dimana seluruh kota menjadi putih karna butiran-butiran kecil yang turun dengan dihiasi pohon dan lampu kelap kelip nuansa Natal yang kental begitu pula di sudut jalan yang terdengar alunan kotak musik yang indah dari toko tua yang menjual barang-barang antik, seorang anak perempuan begitu takjub melihati keindahan dari kotak musik tersebut alunan musik yang khas dan juga indah membuat gadis ini ingin memilikinya. 

“Taeyeon nuna” tiba-tiba terdengar suara anak laki-laki yang memanggil gadis itu dengan suara datar tapi lucu penampilannya semakin menggemaskan dengan syal tebal berwarna coklat garis-garis yang hampir menenggelamkan wajah chubbynya itu

“Taemin a~” itulah nama anak laki-laki tersebut

“Lihat bukankah ini lucu? Aku ingin memilikinya, Taemin a~ apakah kau ingin memberikannya padaku?”

Dengan suara kotak musik yang terus terngiang dan dengan salju yang turun kedua anak kecil itu mulai tampak serius “Ah, tentu saja aku akan memberikan ini untukmu suatu saat nanti dan aku akan melamarmu menjadi istriku saat aku dewasa.”

Ucapan seorang namja kecil yang bertingkah bagaikan pria dewasa itu berhasil membuat Taeyeon terdiam “Taeyeon a~” Taemin berusaha menyadarkan Taeyeon tapi yeoja mungil itu tetap kaku dengan wajah kagetnya yang tentu saja menggemaskan akibat mendengar pernyataan frontal namja tadi

“Yeon na … yeon na…” mulai terdengar suara namja yang memanggil Taeyeon berkali-kali dengan nada berat yang samar-samar “Taeyeon nuna…”

~Twinkle~

 “Nuna” suara yang terdengar jelas di telinga Taeyeon mulai membuatnya sadar dan terbangun dari mimpi indahnya (mungkin)

“hemm? Wae aku masih ingin tidur” dengan suara lemah Taeyeon menjawabnya.

“Sengil chukkae nuna”

“Sengil chukkae Taemin” Taeyeon membalas ucapannya sambil terlelap, kemudian Taeyeonpun bangun dengan kagetnya karna baru menyadari suara yang ia dengar nyata dan bukan mimpi

“Ini hadiah untukmu” Taemin memberikan sebuah kotak musik yang sama persis seperti yang tadi Taeyeon mimpikan tadi

“Ah! Taemin a~ kau mengingatnya, baru saja tadi aku mimpi kau akan memberikan ini untukku dan mengutarakan cintamu.”

“Mwo?!” Taemin terkejut dengan perkataan Taeyeon dan ia mengingat-ingat kembali kejadian saat mereka kecil

-Taemin flashback-
Suasana sama seperti didalam mimpi taeyeon

“Taeyeon nuna”

“Taemin a~ lihat bukankah ini lucu? Aku ingin memilikinya, Taemin a~ apakah kau ingin memberikannya padaku?” dengan suara musik box yang terus terngiang dan dengan salju yang turun kedua anak kecil itu mulai tampak serius

“Tentu saja tidak, aku ini masih kecil mana mungkin aku bisa membelinya untukmu” jawabnya ketus.
-Flashback end-

“Hehehe.. Hei, aku hanya bercanda” Taeyeon membuat kebohongan kecil

“Kau ini”

“Tapi bagaimana barang ini masih ada?” belum sempat taemin menjawab tiba-tiba terdengar nyanyian dari luar kamar taeyeon

“Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saranghaneun Taeyeon Taemin, saengil chukka hamnida.” Ayah mereka datang dengan membawa kue dan topi ulang tahunnya “Saengil chukkae saranghaneun taeyeon a~ taemin a~”

“Appa~ gomawo yo” balas taeyeon dengan suara imutnya

“Gomawo appanim” balas taemin

“Ayo cepat buat permintaan kalian dan tiup lilin” Seru ayahnya, merekapun berdoa dalam hati masing dan meniup lilinnya, kemudian tersenyum dalam kehangatan pagi ini.

“Ah! Aku harus siap-siap sebelum telat” suara taeyeon yang memecahkan kehangatan kecil itu, tak lama iapun bergegas keluar untuk mandi

“Taemin bantu aku untuk potong kue ini” merekapun turun dan menuju dapur
“Taemin, apa ibumu tahu kau datang kerumahku?” tanya ayahnya sambil memotong kue dan menaruhnya dipiring untuk ia dan Taeyeon

“Ne” Jawabnya singkat
Taemin menerima kue yang diberi ayahnya dan memakannya dengan perlahan.

“Apa ibumu sudah memberimu ucapan?” pertanyaan ayah yang mendadak membuat Taemin sedikit terdiam dan mengangguk kecil, “Sudah hampir setahun aku tidak melihatmu, aku terkejut kau mengalami banyak perubahan hahaha dan dilihat-lihat kau semakin mirip denganku” Canda ayahnya memecahkan keheningan diantara mereka

“Benarkah?” Balas Taemin sambil tertawa kecil tak lama Taeyeonpun datang dan siap untuk berangkat sekolah

“Taeyeon makanlah kue ini dulu.”

“Nanti saja appa kalau tidak aku bisa telat” Taeyeon pun menarik tangan Taemin dan bergegas pergi “Kami pergi dulu appa” ucap mereka.

~Twinkle~

Mereka berjalan kaki kesekolah karna jarak sekolah dan rumah taeyeon tidak begitu jauh, “Taemin gomawo, kau sudah rela bangun pagi-pagi untuk memberi ucapan dan hadiah untukku aku terkejut karna ini pertama kalinya kau seperti ini”

“Tidak perlu canggung seperti itu dengan saudaramu sendiri”

“Hemm aku belum sempat membelikanmu hadiah apa yang kau inginkan? Katakan saja” Cetus Taeyeon, Taemin memperhatikan baik-baik mata hazel Taeyeon yang bling-bling dan poni rata yang hampir menutupi bulu matanya membuatnya semakin imut

“Apapun?”

“Ya, apapun akan ku berikan tapi jangan yang terlalu mahal”

“Sebentar biar aku pikirkan baik-baik, hemm bagaimana kalau 1 permintaan yang harus kau turuti dan tidak boleh kau tolak jadi kau tidak perlu memberiku barang” Pinta Taemin

“Baiklah, memangnya apa?”

“Nanti, disaat yang tepat aku akan menggunakan permintaan itu”

“Aneh-aneh saja kau ini, baiklah setidaknya ini menguntungkan karna tidak membuang uangku”

~Twinkle~

Sesampainya di sekolah merekapun berpisah menuju kelasnya masing-masing Taeyeon ‘3 C’ dan Taemin ‘3 A’ ya, karna Taemin lebih pintar sehingga membuatnya masuk ke kelas “A”
saat Taeyeon memasuki kelas teman-temanyapun langsung memberinya ucapan ulang tahun
begitu pula setelah Taeyeon duduk dua teman baiknya yaitu Sunny dan Jessica langsung memeluknya sambil mengucapkan “Saengil chukkae ne chingu !!” bersamaan, tapi tak lama kemudian guru merekapun masuk semua kembali ketempatnya masing-masing.

“Semuanya dibulan febuari ini kalian harus menyiapkan diri untuk menghadapi ujian, ini sangat penting agar kalian dapat pergi ke SMA favorite kalian”

“Ne seonsaengnim”

“Taeyeon-ssi aku lihat nilaimu sangat turun ditahun ini berbeda sekali dengan kembaranmu, mengapa kau tidak memintanya untuk mengajarimu? Aku sangat khawatir apa kau bisa melewati ujian nantinya”

“Ne seonsaengnim” jawab Taeyeon sedikit cemas

“Seonsaengnim Taeyeon memiliki alasannya sendiri mengapa nilainya semakin menurun, aku yakin dia pasti bisa lulus dengan nilai yang baik” Sunnypun mengeluarkan kalimatnya agar Taeyeon tidak cemas

“Taeyeon tidak bisa belajar setiap hari dengan Taemin karna mereka…” sambung Jessica

“Sica a~ ssstt” Taeyeon meminta Jessica untuk tidak membeberkan kalau Taeyeon dan Taemin telah pisah rumah karna orang tua mereka yang bercerai.

Di jam istirahat Taeyeon mencari Taemin untuk makan bersama akhirnya ia menemukan Taemin yang sedang membuka lokernya iapun berlari kecil, dari loker Taemin banyak surat berjatuhan karna saking banyaknya

“Whoaa, Taemin a~ kau luarbiasa banyak sekali yeoja yang memberimu ucapan berupa surat ini” Taeyeon mengumpulkan surat-surat yang jatuh, “Teamin kenapa kau diam saja, ini kau harus membalas perasaan mereka yang sudah susah payah dan mengumpulkan keberanian untuk menulis surat ini untukmu setidaknya hargailah usaha mereka”

“Yaa! Kau pikir aku ini apa?! Membalas semua perasaan wanita yang belum tentu aku kenal”

mendengar amarah Taemin, Taeyeon spontan langsung jongkok menutup kupingnya dan membelakangi Taemin, Taeminpun sekilas teringat sewaktu mereka kecil Taeyeon selalu seperti itu ketika oppa eommanya bertengkar dan jika diomelin eommanya ia akan sembunyi dibelakang Taemin, itulah kelemahan Taeyeon karna trauma yang ditimbulkan dari saat ia kecil.

“Yeon na a~” dengan suara lembutnya, “Aku tidak bermaksud membentakmu, mian” ia menyentuh pundak Taeyeon seketika Taeyeon langsung berdiri dan mendorong surat-surat itu agar Taemin memegangnya kemudian ia mengecek lokernya dia tampak kecewa dengan melihat tidak ada satupun surat dilokernya, itu membuat Taeyeon melihat Taemin sinis dan mengambil surat Taemin kemudian pergi, dikejauhan Taeyeon membalik badan dan menjulurkan lidahnya sedangkan Taemin hanya tersenyum geli melihat tingkah nunanya yang lucu itu.

~Twinkle~

Di suatu ruangan kosong Taeyeon membaca satu-persatu surat ucapan ulangtahun untuk Taemin dan membalas ucapan itu dibelakang surat tersebut untuk mengembalikan kepada pengirimnya di loker mereka, satu demi satu surat telah Taeyeon balas namun ada sesuatu yang mengganjal difikirannya

“Hissh~ bukankah ini menyedihkan? Taemin begitu banyak yang memberikan ia cinta tapi aku, tak seorang namjapun memberiku surat seperti ini” celotehan Taeyeon yang meratapi nasipnya

di sela-sela pintu, Taemin yang melihat tingkah lucu nunanya tertawa dalam hati karna ialah yang membuang surat-surat didalam loker Taeyeon, sebenarnya sebelum Taeyeon menghampiri Taemin ia sudah terlebih dahulu membuka loker Taeyeon karna ia memiliki kuncinya surat Taeyeon tak kalah banyak dari Taemin tapi ketika melihat Taeyeon yang di ujung lorong ia langsung membuang surat tersebut ke tongsampah dan beralih ke lokernya sebelum Taeyeon menghampirinya, setelah memperhatikan Taeyeon cukup lama Taeminpun pergi.

“Hemm? Surat ini menarik”

Dear taemin.
Saengil chukkae Taemin oppa~
Aku harap kamu selalu menemukan kebahagiaanmu dan hiduplah dengan sehat
bersama keluargamu
Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk oppa
Mungkin oppa tidak mengenalku tapi aku selalu memperhatikanmu oppa
Aku berkali-kali menulis dan mengganti surat ini karna aku begitu gugup
Maaf jika kalimat ini begitu aneh tapi aku sungguh mengutarakannya dari dalam hatiku
Aku juga menitipkan ucapanku untuk Taeyeon eonni, gomawo oppa

From : Seolhyun

“Seolhyun.. aku tidak pernah melihatnya, nanti harus aku cari tau lokernya”

Gomawo seolhyun..
Kalau begitu tunjukkanlah dirimu agar aku bisa mengenalmu.

~Twinkle~

“Yaa! Taemin a~ tunggu aku” Taeyeon teriak memanggil Taemin dari kejauhan sambil berlari agar Taemin menghentikan langkahnya
“Hosh~ hosh~” Taeyeon berusaha mengstabilkan nafasnya

“Ada apa yeon na?” Taemin tampak bingung dengan nunanya yang mengambil nafas dengan rakusnya seperti habis lari mengelilingi lapangan 10kali, padahal ia hanya berlari dari dalam gedung sekolah sampai depan halaman

“Mulai hari ini ijinkanlah aku menjadi muridmu”

“Eh?” Seketika Taemin terdiam mendengar ucapan dari bibir kecil nunanya itu

“Ssaem bilang jika kau tidak mengajariku beberapa mata pelajaran nanti aku tidak bisa lulus ujian, Taemin a~ please” pinta Taeyeon dengan memelas, tentu saja jurus itu dapat meluluhkan hati setiap pria yang melihatnya

“Baiklah, kalau begitu kau bisa kerumah karna eomma selalu pulang malam jadi kita bisa leluasa”

“Ah, jeongmal? Kalau begitu ayo”

Merekapun menaiki bus untuk kerumah Taemin di perjalanan Taeyeon tertidur bersandar di perut Taemin, karna sudah penuh Taemin membiarkan Taeyeon yang duduk dan ia berdiri didepan Taeyeon

“Eomma, lihat kakak itu mesra sekali” seorang anak kecil menujuk mereka

Taemin tersenyum halus dan menjawab “Dia ini nunaku, bukan kekasihku”

Sesampainya mereka masih harus berjalan memasuki komplek perumahan yang tidak begitu jauh, “Wahh, Taemin a~ pasti eomma seorang yang sangat kaya sekarang kenapa kau selalu naik bus dan tidak menggunakan mobil pribadi?” Taeyeon begitu takjub melihat rumah Taemin yang begitu besar tidak seperti rumahnya yang dulu sempat mereka tinggali bersama

“Aku suka tempat ramai” balasnya dengan begitu datar dan melaju masuk.
Didalam Taemin membiarkan Taeyeon yang jalan didepan dengan arahan Taemin, saat tepat berada di depan kamar Taemin, Taeyeon terdiam

“Masuklah” printah Taemin

Taeyeon menggeleng kecil “Bagaimanapun juga ini adalah kamar seorang namja kau yang harus masuk duluan, tidak sopan menyuruh tamumu apalagi yeoja untuk masuk kemarmu ini”

“Bawel”

Les private pun dimulai, saat ini pelajarannya adalah Fisika Taemin dengan serius mengajari Taeyeon yang perlahan-lahan membuatnya sedikit mengerti dipertengahan perut Taeyeon bunyi

“Hey, apa kau belum makan?” Tanya Taemin

“Ini karnamu membentakku tadi, aku jadi lupa awalnya aku ingin mengajakmu makan”

“Astaga -__-”

Taemin langsung mengambil telepon dan meminta Asisten rumah tangganya untuk membawakan sup rumput laut mendengar itu Taeyeon spontan langsung berteriak

“Yaa! Kau tidak boleh memesan itu, apa kau tidak tau seorang pelajar tidak boleh makan sup rumput laut mendekati ujian karna itu licin, L-I-C-I-N sama saja dengan gagal”

“Pikiranmu itu begitu kuno, lalu kau ingin makan apa?”

“Hemm.. saat ini aku ingin Jjajang myeon.”

Setelah mereka menyantap Jjajang myeon merekapun beristirahat sejenak

“Taemin a~ aku sangat merindukan masa-masa seperti ini, saat kita bertengkar bersama, bermain bersama, belajar bersama, makan bersama,..”

“Tidur bersama” Lanjut Taemin

“Yaa! Kecuali itu sekarang kita sudah dewasa”

“Memangnya kenapa?” Taeminpun beranjak ketempat tidur dan memberikan signal pada Taeyeon untuk kesampingnya “Aku ini adikmu jadi tidak mungkin aku melakukan hal yang aneh”
Taeyeonpun beranjak dan membaringkan badannya disamping Taemin dengan ragu-ragu
sedetik semenit tak ada satupun suara yang dikeluarkan hanya suara jam yang terus menemani mereka dan pada akhirnya karna tidak nyaman dengan situasi seperti ini Taeyeonpun buka suara

“Aku merasa jarak kita akan semakin jauh, apalagi setelah kita lulus nati”

“Bukankah kau bilang kau ingin ke satu SMA denganku?”

“Bukan itu yang ku maksud pabo, aku tahu setelah eomma dan appa bercerai hampir 3 tahun lalu eomma ingin mengganti margamu menjadi lee sama seperti eomma tapi karna kita sudah dipertengahan semester itu susah untuk menggantinya kan? Jadi setelah ini kau akan masuk sekolah baru dengan nama ‘Lee Tae Min’”

“Yeon na yang pabo, apa kau pikir jarak suatu hubungan keluarga itu dibatasi dengan nama keluarga yang berbeda? Walaupun kita akan menjadi ‘Lee Tae Min’ dan ‘Kim Tae Yeon’ bagaimanapun kau adalah nunaku, araseo?”

Taeyeon yang mendengar ucapan Taemin tak sadar merintikan air mata, karna ia begitu rindu masa-masa dimana mereka adalah keluarga yang harmonis tapi ia tidak berani menunjukan kesedihannya didepan Taemin

“Hey, apa kau mendengarkanku?”

Taeyeon pura-pura tidur sampai tak sadar ia benar-benar tertidur Taemin menghelus rambut Taeyeon lembut “Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku akhir-akhir ini perasaanku ini seperti meminta lebih, Eottokhe? aku takut nuna”

Hari mulai gelap, Taeyeon terbangun dan melihat Taemin yang ikut terlelap disampingnya ketika ia menyadari waktu telah menunjukkan jam 09.26pm ia bangun terburu-buru untuk menghubungi appa dan itu juga membangunkan Taemin

“Appa mianhae aku baru mengabarimu, appa sekarang aku berada dirumah eomma apa appa bisa menjemputku? … a~ gomawo appa nanti akan aku sms alamatnya”
“Taemin a~ ini sudah begitu malam apa eomma belum pulang juga?”

“Mungkin sebentar lagi ia akan pulang”

“Apa selalu seperti ini?” tanya taeyeon

“Yaa terkadang tapi lebih sering lagi jika eomma tidak pulang”

“Pasti kau sangat kesepian.” Suara Taeyeon yang terdengar khawatir pada adiknya itu

“Gwenchana Yeon na, aku biasa pergi kerumah temanku untuk bermain”

Setelah menunggu lumayan lama akhirnya appa Taeyeonpun tiba dengan motornya, Taeyeon langsung bersiap-siap saat ingin menuju gerbang tiba-tiba mobil eomma merekapun tiba dan mengklakson agar satpam membukakan pintu, ia lewat tampa peduli mantan suaminya itu tidak meliriknya bagaikan tidak ada orang di sana, ketika ia turun dari mobil Taeyeonpun tersenyum melihat sosok yang lama tidak ia lihat

“Eomma annyeong” eomma masuk kerumah tanpa melihat Taeyeon dan mengacuhkan sapaan Taeyeon, Taeyeon sedikit sedih kemudian Taeyeon menghampiri appanya dan pulang.
Saat Taemin masuk kedalam eommanya sedang menyiapkan kue ulangtahun untuk Taemin tapi Taemin hanya melewatinya dan bergegas ke atas

“Taemin, kemarilah ayo kita rayakan ulang tahunmu bersama” Taemin menghentikan langkah tampa membalikkan badannya “Taemin a~ apa kau marah? Mianhae taemin karna eomma harus pergi pagi-pagi sekali dan eomma tidak ingin membangunkanmu” sambung eommanya

“Eomma, apa tidak bisa sehari saja kau memberi waktumu? Bahkan dihari ulangtahunku”

“tapi sekarang aku disini nak”

“Aku ngantuk aku ingin tidur dan satu lagi, anakmu yang berulangtahun hari ini bukan aku saja…”

Taeminpun naik meninggalkan eommanya “Saengil chukkae Taemin” eommanya meneriakan agak sedikit keras agar Taemin mendengarnya
“Saengil chukkae Taeyeon”dengan suara halusnya

~Twinkle~

-Diperjalanan pulang-
“Eommamu begitu sombong karna ia sudah kaya dan memandang kita kecil hanya karna aku menjemputmu tidak dengan mobil, sekarang ia serasa asing sekali” ocehan appanya

“Mungkin eomma begitu karna takut menunjukkan muka sedihnya, ia tidak asing bagiku eomma masih terasa begitu dekat denganku” jawab Taeyeon

“Kau ini tetap saja mencintai eommamu walau dia sudah jahat kepada kita”

“Eomma tidak jahat appa tapi keadaan saja yang membuat kita seperti ini.”
kemudian Taeyeonpun mengirim pesan kepada taemin
Taemin jongmal gomawo, hari ini kau sudah memberiku satu hadiah lagi, karnamu aku bisa melihat wajah eomma lagi ^^ aku begitu merindukannya

 

-To Be Continue…-
Annyeong, Aku harap kalian menyukai cerita ini sertakan juga komentar kalian ya~ supaya aku bisa mengkoreksi kedepannya.
Oiia aku memilih Taemin menjadi kembaran Taeyeon karna pas sekali nama mereka diawali dengan ‘Tae’ dan juga mereka sama-sama dalam satu agensi, disini juga aku membuat ulang tahun Taeyeon dan Taemin dibulan febuari karna di korea ujian biasanya di laksanakan di akhir febuari.

Jongmal Gomawo yo~ Readers :* ^^

Advertisements

74 comments on “Twinkle [Chap 1]

  1. Pingback: Twinkle [Chap 2] | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: Twinkle [Chap 3] | All The Stories Is Taeyeon's

  3. Pingback: Twinkle [Chap 4] | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Aaaa
    Suka Banget ma ceritanya,,
    Taeyeon & Taemin gemesin banget,,
    Alurnya juga ngga ngebosenin..
    Pokoknya mantaplah..
    Kan jarang” castnya taeyeon & taemin..
    Keep writing iya saeng..
    Fightaeng 😘❤

  5. Pingback: Twinkle [Chap 5] | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: Twinkle [Chap 6] | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Kirain taemin sama taeyeon bukan saudara
    Ternyata malah saudara kembar 😀
    Suka deh sama FF ini
    Semangat ya thor~

  8. aku suka alurnya thor…..
    wah ibunya itu kenapa kok bisa-bisanya ia mengacuhkan anaknya, apa taeyeon itu bukan anak kandungnya???

    tolong diperjelas ya thor….
    fighting!!!!!

  9. Pingback: Twinkle [Chap 7] | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: Twinkle [Chap 8] | All The Stories Is Taeyeon's

  11. Pingback: Twinkle [Chap 9] | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Pingback: Twinkle [Chap 10] & Quotes | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Pingback: Twinkle [Chap11] | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: Twinkle [Chap12] | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Pingback: Twinkle [Chap13] | All The Stories Is Taeyeon's

  16. Pingback: Twinkle [Chap14] | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Pingback: Twinkle [Chap15] | All The Stories Is Taeyeon's

  18. Pingback: Twinkle [Chap16] | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Pingback: Twinkle [Chap17] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s