[FREELANCE] Unpredictable Nerd (Chapter 1)

Unpredictable Nerd Chapter 1


Aurhor: amaamemade

Main Cast   : Kim Taeyeon SNSD, Oh Sehun EXO

Other Cast   : Tiffany SNSD, Xi Luhan, Kai EXO, Kyungsoo EXO, Chanyeol EXO

Genre          : Romance

Lenght         : Chapter

Rating         : PG-17

Annyeong ^^

Yeahhh.. Author bawa fanfiction baru, sebenernya fanfiction ini dibuat karena WIL ? sudah tamat (seharusnya) tapi author udah nyimpen file ini dari tahun kemarin dan WIL ? belum kelar-kelar juga 😀 jadi apa daya, dikirim yang ini dulu yaa .. semoga kalian suka, kalau gak suka juga gak apa,

Yang jelas. Ini fanfiction buatan author sendiri, tidak plagiat .. tidak copas .. this real fanfiction buatan author seperti fanfiction author yang lain,

Jika tidak percaya, ikuti kelanjutan fanfiction ini yaaaaa.. ^^

-Fanfiction ini akan banya flashback nya-

Suara riuh para mahasiswa terdengar di berbagai penjuru kantin ini, seperti hal nya mahasiswa pada umumnya yang suka berbagi cerita. Mereka pun sama, berbagai macam cerita menjadi pengiring acara makan siang mereka, tidak sedikit yang menumpahkan kekesalan akibat dosen yang menyebalkan, tugas yang belum kelar, uang bulanan yang sudah menipis, dead line akhir semester dan lagi-lagi kisah cinta yang sepertinya tidak pernah ketinggalan ..

Tempat itu tidak terlewatkan juga oleh Seorang Yeoja yang sedang mendudukkan dirinya disalah satu tempat duduk yang tersedia dikantin itu, penampilannya jauh berbeda dengan mahasiswa lain, dirinya sedang asyik dengan buku yang berada di genggaman tangannya.. kaca mata berbingkai besar, rambut panjang yang sengaja di kepang dua, dan airphone yang bertengger di telinganya .. membuat hampir semua orang yang memandangnya menyimpulkan bahwa Yeoja itu Cupu, Kutu Buku dan Cuek

“Taeng !!!!” panggil seseorang dari jauh yang ditujukan untuk gambaran seseorang diatas, namun orang yang dipanggil pastinya tidak mendengar ada yang memanggilnya.. Yeoja itu tetap pada pendiriannya untuk membaca buku digenggamannya dan mendengarkan lagu kesukaannya.

“Yak!! Kim Taeyeon” sapa Yeoja tadi yang saat ini sudah berada disamping Yeoja yang bernama Taeyeon itu.

Karena masih belum ada jawaban dari Taeyeon akhirnya Yeoja itu menarik paksa airphone yang awalnya bertengger manis di kedua sisi kepala Taeyeon.. sontak saja hal itu membuat si empu langsung mengalihkan pandagannya.. Wajah Cantik, tubuh ramping, barang-barang branded yang melekat ditubuhnya .. itulah gambaran Yeoja yang saat ini berada di depan Taeyeon

“Neo Jinjja.. Apa kau sudah tuli sehingga mendengarkan music sekeras ini ?” ucap Yeoja itu setelah secara tidak sengaja mendengar betapa kerasnya volume music yang didengar oleh Taeyeon.

” Wae ?? disini berisik jadi lebih baik aku mengencangkan volume music nya” ucap Taeyeon yang dibalas delikkan kesal dari Yeoja yang saat ini telah duduk didepannya..

“Heuhhh.. Jika kau ingin ketenangan harusnya Kau berada di perpustakaan, bukan ditempat yang sudah selayaknya berisik ini” ucap Yeoja itu yang saat ini tanpa permisi menyeruput ice ekspreso milik Tayeon

“Bilang saja Kau ingin melihatnya lagi” lanjut Yeoja itu dan setelah menyeruput lagi ice ekspresso itu.

“Apa maksudmu ?” tanya Taeyeon seraya menggeleng-geleng kan kepalanya melihat sahabat nya itu menyeruput lagi minuman yang sebenarnya belum dia minum.

“Sudahlah Taeng, apa aku perlu mengatakan nama nya ? hmm ??” goda Yeoja itu yang membuat Taeyeon berfikir sejenak namun

“Tiffany !!!” pekik Taeyeon keras namun tidak melebihi riuhnya kantin itu…

“Yes, Beb ??” ucapan Yeoja yang bernama Tiffany itu malah membuat Taeyeon menampakkan death glare nya

“I dont want to meet him, understand ?” ucap Taeyeon dingin yang malah membuat Tiffany tersenyum manis

“Aku tidak bilang -Apa Kau ingin bertemu dengannya, tapi aku hanya bilang -Apa Kau ingin melihatnya lagi ?..” koreksi Tiffany dengan mata yang menggoda namun hanya dibalas delikan oleh Taeyeon

“Mmmm.. mungkin sebentar lagi dia dan kawan-kawannya muncul” ucap Tiffanya lagi setelah melihat jam yang bertengger manis di tangan kanannya.

“I must go before You make me Crazy” ucap Taeyeon yang saat ini telah berdiri dari tempatnya bersiap untuk pergi

“Yaaahhh.. oneminute again, please ?” ucap Tiffany yang saat ini masih menyempatkan diri untuk menyeruput habis ice ekspresso itu dengan terburu-buru lalu menyusul sahabatnya itu yang telah beranjak beberapa langkah..

“Perilaku dan Penampilanmu sungguh berbeda” gumam Taeyeon setelah Tiffany berada disampingnya

“Aku anggap itu adalah pujian” ucap Tiffany seraya tersenyum manis yang membuat Taeyeon lagi-lagi menggeleng-gelengkan kepalanya

“Sudahlah.. lebi—” ucapan Taeyeon terhenti ketika pandangannya lurus kedepan melihat beberapa Namja memasuki area kantin..

Diam, membeku, tak dapat berkata

Itulah yang Tiffany lihat saat ini saat menatap sahabatnya..

“Taeng.. What Happe—” ucapan Tiffany ikut terhenti ketika matanya mengikuti arah pandang Taeyeon

“Heuhh… Aku bilang apa?? Bahkan hanya melihatnya saja membuatmu bah patung seperti itu” gumam Tiffany

-Unpredictable Nerd-

“Taeng.. Taeng.. Kau sungguh menyukai Namja itu ? Sejak Kapan ? Apa yang membuatmu menyukai Namja seperti itu ?” sederet pertanyaan Tiffany itu membuat Taeyeon yang berniat pergi dari kelas yang sudah selesai beberapa menit yang lalu menghentikan langkahnya

“Oh Come On, Jangan bertanya hal yang tidak tidak, Fann,” ucap Taeyeon seraya menghadap sahabatnya itu

“Please, Jawab pertanyaanku. Aku sudah muak menyimpan pertanyaan ini semenjak beberapa bulan yang lalu” ucap Tiffany dengan nada penasaran yang sangat kentara namun Taeyeon tidak menghiraukannya

Tiffany dan Taeyeon bertemu pertama kali saat masuk universitas ini, perbedaan yang mencolok terlihat jelas ketika mereka berdua berjalan bersama. Taeyeon si kutu buku dan Tiffany si fashionable. Entah bagaimana persahabatan itu muncul diantara mereka. Namun keduanya merasa nyaman satu sama lain tanpa mendengarkan bisikan orang lain yang mengatakan mereka berdua tidak pantas bersahabat,

Tiffany yang merasa kesal apabila Taeyeon di bully seringkali menghasut Taeyeon agar mau merubah penampilannya `Kau Cantik, ubah penampilanmu dan orang-orang itu akan menelan cacian merekas sendiri` itulah salah satu ucapan Tiffany pada Tayeon, namun Taeyeon hanya menjawab `Kau malu punya sahabat sepertiku ?` pertanyaan itu membuat Tiffany tidak bisa berkata apa-apa lagi,

Tiffany sangat-sangat menghargai keputusan sahabatnya itu, namun ketika mendengar bully an orang-orang yang menjelek-jelek kan Taeyeon, lagi-lagi Tiffany tidak bisa memendam emosi nya sehingga usulan -rubahlah penampilanmu- selalu dia ucapkan pada Taeyeon.

Tidak jarang Tiffany membalas bully an orang-orang itu namun tidak jarang pula Taeyeon menahan emosinya `Simpan tenagamu untuk hal yang lebih berguna` selalu itu yang Taeyeon katakan apabila melihat Tiffany berada di ujung kesabarannya

Seperti saat ini, ketika semua siswa keluar kelas dan lagi-lagi bisikkan nerd terdengar untuk Taeyeon

“Aish jinjja..” geram Tiffany namun segera Taeyeon alihkan dengan langsung menarik tangan Tiffany untuk segera pergi dari ruangan itu

“Ommo.. Taeng….!!! berhenti acuh ketika Kau dipermalukan seperti itu, sudah cukup kau diam atas bully an mereka” ucap Tiffany frustasi akan sifat cuek Taeyeon

“Mereka tidak membully ku, fann..”

“Lalu?”

“Bully itu ketika kau merasa tertindas, namun yang ku rasakan jauh berbeda,” ucapan itu dihadiahi Tiffany dengan mengangkat satu alisnya, merasa binggung

“Dengar, mereka hanya mengatakan sesuatu yang sebenarnya, aku memang Nerd dan siapapun berhak mengatakannya” penjelasan itu malam membuat Tiffany kesal pada Taeyeon

“Lalu, jika itu bukan yang disebut –bullying, mengapa banyak orang bunuh diri ketika merasa tertekan pada kata-kata orang yang katamu tadi –adalah sebuah kebenaran?- Itu memang kebenaran tapi lihat tatapan mereka, mereka bukan hanya menyebutmu Nerd namun meredahkanmu dengan tatapan mereka” ucap Tiffany panjang lebar tak habis pikir dengan sahabatnya itu

“Yang terpenting mereka tidak menyakiti ku secara fisik, batinku juga tidak tersiksa atapun tertekan karenanya jadi itu tidak masalah, fann” malas berdebat dengan Taeyeon akhirnya Tiffany memilih untuk meninggalkan Taeyeon

`Dia benar-benar.. aku tau dia bisa tahan untuk tetap bersabar tapi Aku sebagai sahabatnya merasa tidak berguna ketika melihat sahabtku sendiri di perlakukan seperti itu` pikir Tiffany dan setelahnya menggerutu tak jelas sampai sebuah genggaman tangan menahannya

“Baiklah.. Aku tau Aku salah bersikap seperti itu, Aku janji lain kali Aku tidak akan diam.. Ne ? Jangan marah yaa ya yaaa” ucap Taeyeon setelah sebelumnya terengah-engah mengejar Tiffany

“Hanya lain kali ?” balasan Tiffany itu membuat Taeyeon berfikir sesaat “Mmm.. bukan melainkan beberapa kali” balasan itu malah membuat Tiffany menggeleng-gelengkan kepalanya “Bagaimana Kau bisa punya banyak teman jika pemikiranmu seperti itu ?”

Mmm.. untuk pertanyaan seperti ini Taeyeon tidak perlu berfikir lama untuk membalasnya “Kau Sahabatku dan itu sudah cukup” ucap Taeyeon disertai cengiran jenaka yang membuat Tiffany mau tak mau terkekeh karenanya.

“Haaahhh… Disaat orang berlomba-lomba mendapatkan teman Kau malah tidak ikut” ucap Tiffany seraya berjalan diikuti Taeyeon

“Untuk apa banyak teman jika Aku sendiri tau hanya Kau sahabat terbaikku”

“Itu karena hanya Aku sahabatmu” balas Tiffany dan setelahnya terkekeh karena melihat perubahan raut wajah Taeyeon

“Yaak… Tiffany !!!” pekik Taeyeon namun setelahnya ikut terkekeh bersama sahabatnya itu

-Unpredictable Nerd-

Keesokan harinya, Kantin.

“Oh Come On, Kemarin Kau menolak habis-habisan presepsiku akan dirimu yang menyukai Namja itu dan apa sekarang? Kau bahkan memandang Namja itu tanpa menyadari bahwa aku disini” gumam Tiffany gemas pada sahabatnya itu

“Yak !!!!! Taeng, Kau tidak mendengarkanku?” ucap Tiffany namun kali ini dengan nada yang terlampau kesal karena sedari tadi dia mencoba mengalihkan perhatian Taeyeon namun itu hanya sia-sia

“You Love Him, and I really understand” ucap Tiffany lagi yang kali ini sudah menyerah jika sahabatnya itu lagi-lagi tidak membalas ucapannya, namun alih-alih diabaikan oleh Taeyeon, ucapan Tiffany kali ini benar-benar sukses membuat Taeyeon menatapnya

“Berhenti beranggapan seperti itu” ucap Taeyeon yang membuat Tiffany cukup senang karena pada akhirnya sahabatnya itu membalas ucapannya.

“Mengapa Kau selalu mengelak? Cukup katakan _Ya, Aku menyukainya_” balas Tiffany dan setelahnya menyeruput ice vanilla yang berada dihadapannya

“Mengapa Kau peduli sekali dengan hal ini? Apa untungnya bagimu jika aku menyukai—” ucapan Taeyeon ini terpotong karena Tiffany langsung menanggapi

“Akhirnya Kau mengaku juga Taeng” ucap Tiffany seraya terkekeh senang

“Yak !! Aku belum selesai bicara” ucap Taeyeon tidak terima

“Lalu untuk apa Kau selalu terburu-buru ke Kantin disaat jam-jam begini? Bukan hanya dikantin Kau bahkan selalu mencuri pandang apabila melihatnya” ucap Tiffany yang membuat Taeyeon binggung harus menjawab apa

“Itu.. Itu bukan seperti itu” ucap Taeyeon gugup yang membuat Tiffany tersenyum miring

“Mengaku, atau aku akan menghampiri Namja itu dan berkata –Sahabatku Menyukaimu-” ucapan Tiffany itu langsung membuat Taeyeon membelalakan matanya, lama Taeyeon berfikir sampai-sampai Taeyeon sadar bahwa Tiffany telah beranjak dari tempat duduk mereka dan saat ini Tiffany sedang berjalan ke arah Meja yang ditempati oleh beberapa Namja itu

“Yakk !!! Ne .. ne. Aku akan mengakuinya” ucap Taeyeon yang saat ini telah menarik tangan Tiffany dan membuat Tiffany cukup terkejut namun tertawa dalam hati

“Hanya itu?” tanya Tiffany seraya memandang Taeyeon dengan penuh arti dan setelahnya berniat untuk melangkah lagi

“Semua… Semuanya, Aku akan menceritakan semuanya padamu, dari awal” ucap Taeyeon yang membuat Tiffany tersenyum senang namun tidak bagi Taeyeon yang saat ini telah merutuki kebodohannya

Sementara tak jauh dari berdirinya Tiffany dan Taeyeon, tampak satu dari lima Namja menatap mereka penuh selidik

“Bukankah itu Taeyeon?” ucap salah satu Namja itu yang membuat keempat lainnya mengikuti arah tatapannya

“Ne, itu benar Taeyeon.. Aku ingin menyapanya saat beberapa kali ada kesempatanbertemu dengannya tapi sepertinya dia berpura-pura tidak mengenalku” jawab Chanyeol pada Luhan

“Eitsss.. kalian berlebihan, padanya saja dia berpura-pura tidak kenal bagaimana dengan kita?” ucap Namja yang bernama Kai itu menunjuk kata –padanya- untuk seseorang diantara mereka

Flashback On

`brukkkk` suara yang diakibatkan dari dorongan yang dilakukan oleh salah satu dari ketiga Yeoja itu membuat Seorang Yeoja berkacamata itu menabrak meja, penampilan Yeoja itu saat ini sangat berantakan, bagaimana tidak berantakan jika kacamata berbingkai besar yang dipakainya sudah retak, rambut yang dikepangnya sudah keluar dari ikatannya. Apa ini pembully-an ? Yaaa.. benar dan lagi-lagi Mereka bertiga membully Yeoja itu, Yeoja yang adalah Taeyeon

Kim Taeyeon, itu adalah nama lengkap Yeoja yang sedang mereka bertiga bully, tidak tau dari mana asal muasalnya mereka dengan tiba-tiba mem-bully Taeyeon ditahun ajaran terakhir ini. Mungkin bukannya tidak ada asal muasalnya tapi hanya mereka yang membully, yang tau apa alasan mereka membully Taeyeon.

Taeyeon pernah berfikir Apa hanya karena dirinya berbeda dari yang lain ? dalam arti apa Karena dirinya memakai kacamata minutes berukuran besar serta kedua rambut dikepang kedepan yang membuatnya menjadi sasaran untuk dibully ? lalu jika itu alasannya ~Mengapa mereka tidak melakukannya dari dua tahun yang lalu? Saat Taeyeon baru pertama kali masuk ke sekolah ini~

Apa karena Taeyeon miskin ? uhhh… itu tidak termasuk dalam arti keluarga Taeyeon berada bahkan lebih dari kata berada

Apa Karena Taeyeon bodoh ? itu juga tidak mungkin karena selama dua tahun berturut-turut Taeyeon selalu berada di peringkat dua dari seluruh siswa disekolahnya

Lalu, apa salah Taeyeon ?

Taeyeon pernah sekali melawan mereka dengan menanyakan `Apa salahku? Aku tidak pernah mencari masalah bahkan mem-bully kalian pun tidak pernah aku lakukan, tapi apa yang kalian lakukan padaku?` serentetan pertanyaan itu malah dihadiahi sebuah lemparan tomat dari ketiga Yeoja itu

Taeyeon ingin mengadu, tapi mengadu pada siapa ?

Keluarga ? tidak mungkin, bisa saja keluarganya itu melaporkan pada pihak sekolah atau pada pihak berwajib tapi Taeyeon tidak ingin pada akhirnya malah membuat ketiga orang itu benar-benar mempunyai alasan yang membuat mereka membenci Taeyeon

Pihak sekolah ? itu jelas tidak mungkin Taeyeon lakukan, apa bedanya Taeyeon melaporkan hal ini pada pihak sekolah atapun pada keluarganya, sama saja kan akhirnya membuat mereka benar-benar mempunyai alasan untuk membeci Taeyeon

Ya, itulah salah satu penggambaran bagaimana baiknya seorang Kim Taeyeon,

Teman ? Uhhh.. untuk hal ini, bisa dibilang Taeyeon tidak memilikinya, sebenarnya Taeyeon punya banyak teman tapi itu semua buku .. tidak tau Taeyeon yang tidak bisa beradaptasi atau karena Taeyeon yang menginginkan kesendirian

Berfikir akan hal –apa yang menyebabkan mereka membully dirinya- membuat Taeyeon menyimpulkan bahwa mereka hanya ingin mencari sasaran yang pas untuk mereka bully di tahun terakhir sekolah ini

“Kita apakan lagi Yeoja ini, Rin?” Tanya salah satu teman dari Yeoja itu yang bernama Sora

“Lebih baik kita kunci saja Dia disini” ucap Yeoja yang satu lagi pada Haerin

“Aitssss.. Itu tidak seru, bukankah kemarin kita sudah mengunci Dia di perpustakaan” kata Haerin –Yeoja yang mendorong tadi

Ketika ketiga Yeoja itu sedang merundingkan aksi busuknya, Yeoja berkacamata didepan mereka tetap tidak merubah posisinya setelah didorong, diam tak berkutik tanpa ada niatan untuk melawan

“Aaaaa… Kita permalukan Dia didepan umum saja,”celetuk Mitsu yang langsung dibalas oleh Sora

“Itu membuat kita dipermalukan juga secara tidak langsung” jelas saja Sora berucap seperti itu karena jika mereka bertiga mem-bully Taeyeon didepan umum otomatis mereka melemparkan diri mereka ke kandang singa yang membuat semua siswa tau bahwa mereka mem-bully Taeyeon

Memang sampai saat ini belum ada yang tau mengenai aksi bully ini, entah mereka yang cukup pintar mem-bully Taeyeon disaat yang tempat pada saat semua siswa sudah pulang atau karena Taeyeon yang pintar menutupi bekas dari bully-an mereka,

“Tidak perlu khawatir, sepertinya Aku punya solusi yang baik” ucap Haerin dengan senyuman sinis yang ditujukan pada Taeyeon sedangkan Taeyeon yang masih belum pindah posisi pun bergidik ngeri melihat senyuman itu

_Keesokkan Harinya_

`Apa aku harus melakukan ini ? Apa lebih baik Aku kabur ?` Pikir Taeyeon dalam hati yang tampak sekali sedang gusar dalam duduknya. Tempat kantin yang memang penuh akan siswa-siswi itu, bukan alasan Taeyeon menjadi gusar, melainkan sesosok Namja yang sedang berkumpul bersama teman-temannya di salah satu meja disudut kantin

`Aku putuskan untuk pergi dari sini saja` ujar Taeyeon mantap dalam hati namun baru saja dirinya berdiri, tiba-tiba pandangannya langsung tertuju pada Haerin dan teman-temannya yang saat ini sedang memantau Taeyeon dari jauh untuk menjalankan misi mereka

`Ohh.. Aku bisa gila jika harus begini` gumam Taeyeon frustasi, pasalnya dia harus MENYATAKAN CINTA.. aku ulangi MENYATAKAN CINTA pada seorang Namja yang sebenarnya tidak Taeyeon ketahui asal-usul Namja itu, yang Taeyeon tau hanya Namja itu adalah salah satu Namja populer disekolahannya dan yang terpenting adalah Namja itu yang selalu berada diatas posisi Taeyeon dalam hal akademik, Ya.. Namja itu adalah siswa yang menyandang gelar sebagai peringakat satu seantero sekolah dalam dua tahun berturut-turut.

Ketika Taeyeon sibuk akan pikirannya, tiba-tiba arah pandagannya tertuju pada beberapa Namja yang telah berdiri dan berjalan berniat meninggalkan area kantin

Diam, itu yang Taeyeon lakukan saat ini, tidak tau harus bagaimana tapi tatapan tajam dari ketiga Yeoja yang tak jauh dari Taeyeon membuat Taeyeon merasa kerongkongannya kering seakan oksigen yang dia hirup dalam-dalam tidak dapat membuat kinerja jantungnya normal

Tap. Tap. Tap

Kelima Namja itu tiba-tiba menghentikan langkahan kaki mereka, membuat mereka menunda untuk kembali ke kelas dan menunggu apa yang akan dilakukan Yeoja berkacamata dengan baju yang lebih longgar dibanding kebanyakan Yeoja lain dan jangan lupa kepangan yang berada dikedua sisi kepala Yeoja itu, yang saat ini berdiri tepat dihadapan mereka.

Kejadian itu tidak lepas dari pengunjung kantin yang saat ini menatap penuh minat kejadian apa yang akan mereka lihat, mengingat si Nerd yang terlihat selalu sendiri tiba-tiba menghadang jalan kelima Namja populer disekolahannya

“Yaak, Kau menghalangi jalan Kami” ujar salah satu kelima Namja itu saat dirasa Yeoja dihadapan mereka mengganggu jalan mereka

“Sudahlah Yeol, mungkin Yeoja itu ingin mengatakan sesuatu,hmm??” balas Luhan pada Chanyeol

“Selalu saja bersikap terlalu baik, memang Yeoja ini mau bicara apa?” ucap Kai yang juga merasa risih karena jalannya dihalangi

Sedangkan Yeoja itu adalah Yeoja yang sudah kita ketahui siapa dia, Yaa.. dia adalah Kim Taeyeon yang saat ini sedang merutuki dirinya sendiri karena hanya bisa diam membatu

“Sudahlah, lebih baik kita pergi saja” ucap D.O pada akhirnya memilih mengambil jalan lain dengan melewati Taeyeon, namun belum sampai niatan kelima Namja itu tadi untuk meninggalkan Taeyeon terlaksana, tiba-tiba Taeyeon menahan mereka lagi

“Aku menyukaimu” ucap Taeyeon yang jelas didengar oleh seluruh pengunjung kantin karena kantin yang sudah tiba-tiba hening seketika, sedari Taeyeon menghalangi jalan kelima Namja itu

Taeyeon mengirup nafas dalam sebelum melanjutkan “Mau kah Kau menjadi pacarku?” ucapan itu dibebarengi dengan lolipop yang sudah Taeyeon keluarkan terlebih dahulu dari saku jas nya dan ditujukan pada salah satu dari kelima Namja itu, sekarang posisi Taeyeon menunduk dalam-dalam dibarengin dengan kedua tangannya yang mengarah lurus kedepan dengan lolipop yang berada digengamannya

Bukan Chanyeol, Bukan juga Kai, Bukan D.O dan Bukan Luhan,

Tapi Taeyeon saat ini menyodorkan lolipop coklat itu pada Sehun, Ya.. Oh Sehun yang sedari tadi diam tak berniat berbicara

Pengunjung kantin tetap tidak ada yang bersuara, mereka sangat amat terkejut dengan pemandangan Nerd menyatakan cinta pada Pangeran, menerka-nerka bahwa itu hanya bualan semata dan berbagai kemunginan mereka pikirkan seperti :

Taeyeon akan dilewati begitu saja tanpa adanya balasan sedikit pun dari Sehun, atau Taeyeon yang akan di tolak mentah-mentah dengan kata-kata pedas dari Sehun dan bahkan ada yang berfikiran jika Sehun akan mencampakan Taeyeon dengan melempar lolipop itu tepat di hadapan Taeyeon, itulah sebagian pikiran pengunjung kantin tidak beda jauh dengan pemikiran ketiga Yeoja yang saat ini menatap penuh kemenangan karena rencana mereka berjalan mulus

Sedangkan Chanyeol hampir tertawa akan tindakan Taeyeon yang Chanyeol pikir tidak masuk akal, Kai yang berdiri disamping Chanyeol pun menyenggol Namja tinggi itu, D.O hanya menatap lurus Taeyeon dan Luhan tampak takjub pada Taeyeon yang mempunyai keberanian tinggi untuk melakukan hal semacam ini. Sedangkan Sehun, lagi-lagi dia hanya diam tanpa ekspresi yang benar-benar tidak bisa ditebak

Sedangkan Taeyeon yang sedari tadi menunduk dengan hawa panas yang tiba-tiba dia rasakan pun merutuki dirinya dalam hati `Inikah yang mereka bilang ingin mempermalukanku didepan umum? Benar-benar berhasil` pikir Taeyeon yang risih karena baru menyadari bahwa seluruh pengujung kantin sedari tadi melihat ke arahnya dengan berbagai pandangan penuh arti

Uhh… Taeyeon sungguh tidak suka dimana dia menjadi objek seperti saat ini, dia sangat risih dengan tatapan pengujung kantin dan benar-benar merasa ingin menghilang dari sini sekarang juga

`Cukup. Ini semua benar-benar memalukan` pikir Taeyeon dengan refleks memundurkan lolipop itu secara perlahan `Lebih baik aku minta maaf dan setelahnya pergi dari kantin ini, masalah mereka bertiga akan mem-bully ku lagi itu bisa dipikirkan nanti.. Aissh Taeyeon babo, mengapa Kau melakukan ini` pikir Taeyeon lagi merasa dirinya terlalu bodoh untuk mengikuti rencana Haerin dan teman-temannya tanpa memikirkan resiko parah seperti ini akan terjadi

Ketika pikiran Tayeon sudah bulat untuk meminta maaf dan setelahnya berlalu pergi, tiba-tiba pergerakan tangannya yang mundur terhenti saat lolipop itu dengan santainya di ambil dari gengaman Taeyeon yang sontak saja membuat keempat teman Sehun dan para pengunjung kantin bener-benar terkejut terlebih dengan Taeyeon

Tanpa berucap Sehun segera beranjak melewati Taeyeon diikuti teman-temannya yang sebenarnya saat ini memiliki berbagai pertanyaan dibenak mereka untuk ditujukkan pada Sehun

Keterkejutan itu berubah menjadi bisikan-bisikan yang sungguh membuat Taeyeon yang masih terkejut lebih risih dari sebelumnya, dan saat kedua mata Taeyeon secara tidak sengaja jatuh pada Haerin dan teman-temannya membuat Taeyeon benar-benar tersadar dari keterkejutannya

`Apa ini? Aku merasa mereka akan lebih kejam mem-bully ku` gumam Taeyeon frustasi

Namun di tengah kefrustasiannya, Taeyeon menegang ketika mendengar suara “Hey” dan entah mengapa membuat Taeyeon langsung berbalik karena merasa panggilan itu ditujukan untuk dirinya

“Aku lebih suka bubble tea…” ucap Sehun dan kali ini benar-bener pergi meninggalkan Taeyeon yang saat ini membulatkan matanya terkejut `Apa dia berharap aku memberinya bubble tea daripada sebatang lolipop ?` pikir Taeyeon masih tidak bisa mencerna dengan baik kejadian yang saat ini menimpanya

Bisikan-bisikan itu terdengar lagi yang membuat Taeyeon bergegas meninggalkan area kantin dan meninggalkan ketiga yeoja yang menatapnya dengan pandangan sulit dipercaya

`Pasti akan lebih parah dari hari-hariku sebelumnya`

Flashback END

Taeyeon menghela nafas lega setelah menceritakan awal dirinya mengenal seorang Sehun, namun ketika pandagannya tertuju pada Tiffany , Taeyeon langsung bergidik ngeri pasalnya saat ini Tiffany tengah senyum-senyum sendiri,

“Gwenchana ?” tanya Taeyeon seraya mengibas-ngibaskan tagannya dihadapan Tiffany

“Ommoooooooo” jerit Taeyeon yang membuat Taeyeon terkejut seketika dan setelahnya merasa tidak enak hati pada para pengunjung cafe yang saat ini tengah menatap heran mereka berdua , Yaa.. Tiffany memang memaksa Taeyeon ke cafe dekat kampus untuk menceritakan kisahnya.

“Sssttttt… Kau ingin kita berdua diusir dari cafe ini ?” ucap Taeyeon pelan seraya tersenyum sebagai permintaan maaf pada pengunjung yang lain

“Ini benar-benar tidak bisa diprediksi” balas Tiffany tanpa memperdulikan Taeyeon yang sedang minta maaf pada para pengunjung

“Yak, bukannya Kau meminta maaf atas keributan yang Kau buat, Kau mal—-” ucapan Taeyeon ini dipotong oleh Tiffany yang membuat Taeyeon mendengus kesal

“Aku benar-benar kesal dengan siapa tadi namanya hae.. hae yaaa.. Haerin itu, jika aku bertemu dengannya akan aku pastikan dia tidak akan baik-baik saja kerana dulu sudah mem-bully sahabatku” ucap Tiffany kesal yang malah membuat Taeyeon tersenyum

“Jadi Kau dan Sehun benar-benar berpacaran?” tanya Tiffany pada akhirnya yang membuat senyum Taeyeon hilang

“Itu dulu” Taeyeon membalas singkat pertanyaan itu seraya mengaduk-aduk coffee late yang berada didepannya

“Memang sekarang sudah tidak ? Jika benar, mengapa Kau putus dengannya ? Aku lihat Kau masih menyukainya ?” ungkap Tiffany penasaran

“Kau tidak menyimak ceritaku ya ? semua itu berawal dari Haerin dan teman-temannya yang ingin mengerjaiku, untuk apa dipertahankan jika kita tidak saling suka ? toh hubungan yang berawal dari kebohongan tidak akan berjalan dengan mulus”

“Lalu, mengapa jika bertemu dengannya Kau selalu berpura-pura tidak kenal ? lagipula itu kan dulu saat dirimu tidak memiliki perasaan apapun pada Sehun, bagaimana dengan sekarang ?”

Taeyeon cukup berfikir untuk membalas pertanyaan Tiffany ini dengan jabawab yang tepat sedangkan Tiffany tidak sabar menunggu jabawan dari sahabatnya ini

“Itu lebih baik kan ? daripada Aku bersikap kenal padanya yang membuatku dipandang aneh oleh mahasiswa lain, bersahabat denganmu saja mereka memprotes bagaimana jika Aku bersikap kenal dengannya ? Kau ingin Aku menderita untuk kesekian kalinya ?” ucap Taeyeon seraya tersenyum kecut dan setelahnya menambahkan “Memangnya saat ini perasaanku seperti apa ? hmmm”

Pertanyaan Taeyeon ini membuat Tiffany mendelik kesal pasalnya –Bukankah Taeyeon sudah mengakuinya tadi di kantin ketika Tiffany hendak menghampiri Sehun ?-

“Ohhh… Kau ingin aku mengulang kalimatmu dikantin tadi, yang mengatakan –Aku akan mengakuinya- ?”

“Hahhahaha… Sudahlah, memang apa yang mau Aku harapkan darinya ?” ucapan itu membuat Tiffany yang sedang menyeruput orange jus nya segera membalas

“Memang Kau tidak berfikir untuk kembali padanya ? hidup bersama ? beruntung jika sampai kalian menikah dan bahagia” balasan Tiffany ini membuat Taeyeon mengalihkan pandangannya keluar jendela –sedang berfikir

`Bahagia yaaa ???`

-Unpredictable Nerd-

Setelah memaksa untuk pulang lebih dulu yang sebenarnya ditolak oleh Tiffany yang memaksannya melanjutkan cerita mengenai Sehun dan dirinya , akhirnya sekarang Taeyeon berada tepat didepan pintu apartemen yang dia tempati

Taeyeon masih tampak ragu untuk membuka pintu didepannya namun setelahnya Taeyeon memantapkan hati berharap dia tidak ketahuan pulang telat, yang Taeyeon yakini kemungkinan itu setengah dari sekian persen

-Tittttt-

Bunyi pintu terbuka setelah Tayeeon memasukkan kode pin pintu apartemen itu, dengan perlahan Taeyeon membuka pintu dan padangannya langsung tertuju pada jam besar di dinding apatemen itu yang menunjukkan puku 08:00 KST

“Apa Dia belum pulang ?” gumam Taeyeon dan setelahnya menutup pintu, ada rasa tenang yang menghampiri hatinya karena Taeyeon menganggap dirinya hanya sendiri diapartemen itu namun setelah pintu tertutup dan Taeyeon membalikkan badan untuk beristirahat ke kamarnya tiba-tiba ada suara berat yang menahannya

“Kau baru pulang ?”

Tiga suku kata itu membuat Taeyeon menegang dan pandanganya langsung tertuju pada seseorang yang baru Taeyeon sadari sedang duduk di sofa depan, mungkin Taeyeon tidak menyadari ada seseorang karena sofa yang diduduki oleh Namja itu membelakangi pintu masuk

“Mmm.. Mi—an, Aku tadi menemani Fanny dulu” cicit Taeyeon gugup

Namun Namja itu tidak membalas dan tanpa berkata apapun langsung pergi meninggalkan Taeyeon di ruang tamu sendirian

“Huuuhhh.. Selalau saja seperti itu, bersikap acuh” gumam Taeyeon setelah sebelumnya mengambil nafas lega karena orang yang membuatnya menengang tadi sudah pergi dari jangkauan pandangannya

`Mengeluh pun percuma` pikir Taeyeon seraya menghembuskan nafasnya kasar “Dia kan Suamiku” gumam Taeyeon dan setelahnya melangkahkan kakinya memasuki kamarnya

Uppss.. bukan hanya kamarnya sendiri namun kamar Suaminya juga

TBC

Uaaaa…. Apaaan ini ??

Yaa perkenalkan ini adalah New FF Author..

Jadi Taeyeon udah punya suami ? terus maksud Taeyeon suka sama Namja itu gimana ? hahhah… itu masih rahasia yaaa..

Author bakal lanjutin chapt. Berikutnya tergantung seberapa besar minat readers buat kelanjutan ff ini.

INGAT INI HANYA SEBUAH FANFICTION, JADI JANGAN TERLALU TERBAWA SUASANA. ARRA ?

WIL ? END : Belum kelar, tiba-tiba ngerasa jadi gj walau akhirnya udah tau mau dibuat apa

MRIMFL : Jangan berharap lebih karena author gak akan ngelanjutin sebelum WIL ? tamat .. okkk..

Satu lagi… yang terpenting :

BUAT READERS !!! YANG UDAH SETIA, GAK TAU HARUS NGOMONG APA SELAIN TERIMAKASIH :*

Bye ^^

Advertisements

139 comments on “[FREELANCE] Unpredictable Nerd (Chapter 1)

  1. Akhirnya eonni favorit aku comeback juga:’g
    Ff eonni slalu keren!:’3
    Wlau sngat nnggu klanjutan WIL apalagi MRIMFL:g
    Daebak banget eonni!! ^^

    Ternyata Taeyeon sdah nikah?? Cwoknya sehun ya?? Klewat dngin.-.
    Dtnggu bnget klanjutannya dan ff lainnya… Fighting eonni!! ^^

  2. wah thor kyaknya seru nich,awalnya au bingung sma critanya dan pada akhirnya au mengerti . tpi au bingung klau taeyeon udah punya suami ngapain ia suka sama sehun????????????????

  3. Sehun ya suami taeyeon?
    Kalo sehun pasti seru anet wqwq
    Next thor~~~~

    MRIMFL lanjutin dong thor , udah kangen banget sama ff ituuㅠㅠ

  4. pasti si Sehun kan suaminya Taeyeon.. pasti itu *sotoy* hehe
    ceritanya pasti bakal seru banget deh ini..ditunggu chapter selanjutnya.. keep writing authornim ^^

  5. apa suaminya sehun???
    atau malah org lain..
    lucu waktu sehun blg “Aku lebih suka bubble tea…” wkwkwk
    wIL berharap cepet, apalagi MRIMFL tapi itu smw menunggu author dapt inspirasi buat menulis,,
    author FIGHTAENG!!!!!

  6. Pingback: [FREELANCE] Unpredictable Nerd (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. baru liat karakter taeyeon jadi nerd tapi seru abis , banyak rahasia di ff ini jadi bikin kepo terus lanjutkan thor💕💕

  8. Thor pleaseeeee bangettt kalo mrmfl blm selesaiii jangan bikin FF yg laen dulu , jadinya kan php nunggu lama bnget FF nya huhuhu

  9. Pingback: [FREELANCE] Unpredictable Nerd (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. kenapa dia bersikap cupu gitu ya? Aku penasaran nya disitu. Apa untuk menghindari seseorang.

    ah penasaran, kenapa ia harus pura segala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s