[FREELANCE] Only You (Chapter 1)

[Freelance] ONLY YOU ( Chapter 1 )


Park Yong Sub’s Present

Main Cast :

Kim Taeyeon.

Lee Sungyeol.

Support Cast:

Kim Myungsoo.

Genre :

Romance,Hurt,Sad,Friendship,Family.

Leght : Multi-Chapter.

Rating : PG – 17th.

Artworker: leesinhyo @posterchannel

Disclaimair :

Hello everyone!Ini dia karya aku,untuk pasangannya taeyeon aku sengaja ngambil sungyeol,karena yang aku tau kan di infinite yang suka sama taeyeon kan dia.Jadi aku pilih dia.Karena aku juga mikirnya disini paling banyak cast prianya dari exo.Nah,aku sengaja ngambil couple nya dari grup yang berbeda,biar bikin para reader tertarik dan ga bosen,mungkin.Haha,ok!And now let’s read and enjoy my project.Don’t forget to put your COMMENT,please.

BE HONEST,PLEASE.If you put it,you are a respect person.

Be Carefull!Typo anywhere!

Preview: Introducing Cast

***

Gadis bersurai hitam legam itu mengayuhkan kakinya secepat mungkin agar ia bisa menjauh dari halaman belakang sekolahnya,sesekali ia menyeka air matanya yang terus mengalir tanpa henti dari mata hazel miliknnya.Derap langkah kakinya pun terus menggema di koridor lorong itu.Namun,apa daya.Pada akhirnya sekujur tubuhnya pun tak mampu bergerak sehingga membuatnya terkulai lemas terjatuh menyentuh dinginnya lantai koridor itu.Dengan nafas yang terengah-engah,isakan-isakan kecilnya terdengar dari bibir ranum milik gadis itu.

Rasanya ia sudah tidak bisa lagi menahan semua perasaan yang ia pendam selama ini.Tangannya yang mengepal pun bergerak menepuk dadanya.Gadis itu merintih kesakitan dengan isakan tangisnya.Tangisnya semakin terdengar dari bibirnya dan terus menggema di koridor itu.Gadis itu sudah tidak peduli lagi dimana ia berada.Cukup sudah ia merasakan kesakitan yang seperti ini.Yang membuatnya hingga tak bisa bernafas.Memendam perasaan seperti ini,benar-benar menyakitkan baginya.Rasanya menyesakan sekali di dalam lubuk hatinya,ia seperti kehabisan oksigen.Rasanya seperti tidak ada lagi ruang untuknya bernafas.

Perasaan ini perasaan yang ia rasakan untuk kedua kalinya.Rasa sakit yang pernah ia alami setelah ia kehilangan sosok yang berharga baginya.Sosok yang menjadi inspirasi bagi hidupnya.Seseorang yang selalu ia rindukan.Senyumannya yang selalu membuatnya lupa akan keluh kesalnya.Pelukan hangat yang selalu merengkuh tubuhnya yang membuatnya merasakan kenyamanan.Tawa canda yang selalu membuatnya tersenyum senang.

Tanpa ia sadari,di tengah kesedihannya.Gadis itu tak sendiri di sana.Seorang pria dengan seragam yang sama dengannya,sedari tadi bersembunyi di balik dinding.Pria itu mengepalkan kedua tangannya,terlihat jelas raut wajahnya yang menampakan perasaan iba dan sedih ketika melihat gadis itu menangis tak berdaya,Pria ini pun berjalan mendekatinya,lalu menumpu kedua kakinya agar dapat menyamakan posisinya di hadapan gadis itu.Gadis itu pun mendongakkan kepalanya,mengalihkan pandangannya ketika merasakan kehadiran pria yang ia kenal sudah berada di hadapannya.Kedua matanya tampak memerah karena liquid bening dari kedua mata indahnya tak kunjung berhenti.

Kedua matanya pun terpejam ketika merasakaan jemari-jemari hangat yang menyapu air mata di pipinya.Setelah Pria itu mengusap kedua pipinya, ia merengkuhnya ke dalam pelukannya.Menenangkan gadisnya.Gadis pujaannya.Gadis yang di cintainya.

Hatinya pun teriris merasakan kesakitan di dalam lubuk hatinya.Tak kala ketika ia melihat air mata yang tidak ada hentinya mengalir dari kedua mata indah gadis-nya.Sembari menenangkan gadis-nya,tangannya pun bergerak mengelus surai hitam gadis-nya.Kedua lengannya yang kokoh mengeratkan pelukannya ketika mendengar isakan tangisannya yang semakin terdengar.Matanya pun terpejam merasakan kesakitan,miris sekali rasanya melihat gadis-nya dengan keadan yang menyedihkan seperti ini.

Dekapannya masih mengerat merengkuh gadis-nya dalam pelukannya,ia pun mengecup puncak kepala gadis-nya dengan kasih.Tangannya beralih menepuk pelan punggungnya upaya menenangkan gadis-nya.

“Uljjima,Taeyeon-ah…”

“Kumohon,berhentilah menangis”

“Karena aku..”

“…Akan selalu berada di sisimu”

“Taeyeon-ah..”

***

NET!

Suara riuh terus menggema di dalam arena tersebut setelah bel berbunyi menandakan bahwasannya pertandingan di babak akhir sudah di mulai.Semua orang tak kunjung henti menyorakan tim mereka.

“Kyunghee!Fighting!Kalahkan mereka! Fighting!”

“Han Geok!Kalahkan mereka semua!Habiskan mereka!”

“TIGERS!Kalahkan mereka demi kemenangan Kyunghee!Fighting!”

“TIGERS!”

“TIGERS!”

Setelah melewati hari demi hari melawan tim antar sekolah tingkat menengah keatas.Akhirnya,Kyunghee High School mencapai garis final mereka.

Pertandingan hoki es di garis final dengan putaran terakhir ini yang akan menentukan pemenang dari pertandingan ini,Kyunghee High School pun sudah mempersiapkan tim andalan mereka Tigerruff dengan seragam khas mereka merah putih dengan corak harimau merah yang terletak di tengah seragam yang akan bertanding dengan tim Han Geok High School 88Eagles dengan seragam mereka yang bercorak biru kuning dengan gambar elang yang berada di tengah seragam.

Pertandingan terus berlangsung,suara decitan dari sepatu ski serta stik hoki yang ikut berdecit dengan es terdengar bising dan semakin membuat riuh di dalam sana.Suara pekikan sorakan pun yang semakin bergemuruh riuh ketika melihat salah satu pemain Tigerruff dengan nama punggung Lee Sungyeol yang tampak memasuki kawasan tim lawan sambil menggiring puck hoki dengan stik hokinya.Seorang gadis yang sedari tadi tak mengalihkan pandangannya dari pria bernama Lee Sungyeol itu,kegelisahan menggundahnya ketika melihat salah satu temannya tengah berusaha menggiring puck hoki menuju gawang lawan.

Dengan cepat dan gesit ia berhasil menghindar dari lawannya yang terus menghalangnya.Sampai akhirnya,ia arahkan puck hoki dengan stik hokinya menuju gawang.

PLUT!

Suara peluit berbunyi dari wasit yang menandakan pertandingan ini berakhir dengan kemenangan Kyung-hee High School.Semua orang bersorak gembira, karena akhirnya Tigerruff berhasil menuju puncak kemenangan mereka.Pria dengan nama punggung Lee Sungyeol itu segera melepaskan helmets nya dan berlari sambil mengangkat stik hokinya ke udara menyerukan timnya.Dengan cepat Tiggerruff pun segera menyerbunya dan memeluk temannya dengan geram dan senang.Akhirnya mereka bisa memenangkan pertandingan ini,semua ini berkat Lee Sungyeol yang mencetak angka kemenangan dari Tigerruff.

Lee Sungyeol pun tampak bahagia karena akhirnya ia dapat memenangkan timnya dengan mencetak angka terakhir yang di lakukan olehnya.Lee Sungyeol pun mengalihkan pandangannya mencari seseorang pada bangku penonton,setelah itu kedua mata gelapnya terhenti pada seorang gadis yang tengah menatapnya dengan senyuman lebar yang terukir di wajahnya seraya mengacungkan ibu jarinya padanya.

Lee Sungyeol pun tertawa ketika melihat gadis itu,pria ini mengerutkan keningnya bingung ketika melihat gadis itu tampak sibuk menulis sesuatu di ponselnya dengan pensil ponselnya,kemudian ia menunjukannya padanya.Setelah itu ia tertawa senang melihat apa yang di tulis gadis itu.

Kau hebat,Lee Sungyeol!Karena itu,malam ini kita harus merayakan kemenanganmu,eoh!”

Lee Sungyeol pun mengangguk dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya dan setelah itu,ia kembali melihat gadis itu mengangkat kedua tangannya membentuk hati di atas kepalanya sambil tersenyum lebar.Lee Sungyeol pun melakukan hal yang sama seperti gadis itu.Hal itu sampai membuat teman-temannya bingung dan membuat mereka ikut mengalihkan padangan mereka menuju gadis itu.

Dan akhirnya,terdengar suara siulan yang mereka tujukan pada Sungyeol dan gadis itu.Gadis itu tertawa ketika mendengar teman-teman Sungyeol menggoda mereka.Tangannya pun kembali bergerak menulis kembali di ponselnya,kemudian ia menunjukkannya pada mereka sambil tertawa kecil.

“Kalian juga hebat teman-teman,selamat atas kemenangan kalian,Tigerruff ! Jangan lupa bagianku!Kalian juga harus mentraktirku,eoh!”

Tiggerruf pun tertawa senang ketika membaca apa yang di tulis gadis itu kemudian dengan bangga mereka bersorak senang sambil sesekali menyebut nama Lee Sungyeol.

***

“Hari ini,kita harus merayakan kemenangan kita teman-teman!”seru salah satu pemain Tigerruff dengan nama punggung Hoya.

“Kajja!malam ini,kita harus makan besar atas kemenangan kita,Eoh!”kata Yanseok selaku ketua tim Tigerruff.

“Aku benar-benar bangga pada kalian,karena akhirnya perjuangan kalian tidak sia- sia dan membuat kalian berhasil membawa kalian di kemenangan ini,karena setelah ini kalian bisa masuk ke Akademik
Annyang Halla. Jadi setelah ini kita harus bersenang – senang,eoh!”kata pelatih Park seraya merangkul Yanseok bangga yang tepat berada di sampingnya.

Seluruh pemain Tigerruf pun bersorak senang,namun tidak dengan salah satu pria tampak tergesa-gesa yang sudah mengganti seragam timnya dengan pakaiannya.

“Ada apa denganmu?kau sedang terburu-buru?”tanya Hoya heran seraya mengangkat sebelah alisnya.

“Maafkan aku kawan-kawan,sepertinya aku akan melewatkan kesenangan malam ini bersama kalian,karena aku..”

“Karena kau sudah memiliki janji dengan Taeyeon”sahut Kai menggoda lebih dulu memotong perkataan Sungyeol.

Kemudian terdengar suara siulan menggoda yang tertuju pada Sungyeol.Sungyeol pun tampak tersenyum malu seraya megusap tengkuknya.Semuanya tertawa geli melihat tingkah temannya yang tampak salah tingkah jika mereka selalu menggoda temannya dengan mengaitkan gadis yang ia suka.

“Kalau begitu aku pergi lebih dulu “ujar Sungyeol melewati teman-temannya seraya membawa tas dan mantelnya.

“Aku benar-benar bangga padamu,Sungyeol-ah”kata pelatih Park sambil menepuk bahu Sungyeol.

“Jangan sampai terlambat kawan,kau harus segera mendapatkannya,eoh!”ujar Yanseok seraya tersenyum senang kemudian ia melakukan high five dengan Sungyeol.

“Kalau begitu aku pergi dulu,eoh!Annyeong!”

Setelah Sungyeol keluar dari ruangan itu,kedua tungkainya pun berjalan meninggalkan ruangan itu seraya menyampirkan mantelnya pada tubuhnya dan membawa tasnya di bahu tegapnya.Setelah itu,ia meraih ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang yang sudah membuat janji dengannya,kemudian tak berapa lama terlihat sebuah pesan masuk.

“Aku sudah di depan,Sungyeol-ah.Cepatlah kemari!”

Setelah membaca pesan masuk itu,Sungyeol pun berlari keluar dari kawasan itu menuju halaman depan sekolahnya.Sesampainya disana ia pun mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang sedari tadi menunggunya.Matanya pun terhenti ketika ia melihat seorang gadis duduk di salah satu bangku sambil menatap bintang yang tampak menghiasi langit malam.

Pria ini berjalan mendekati gadis itu lalu ia mendudukan dirinya di samping gadis itu.Gadis itu pun mengalihkan pandangannya ketika ia menyadari pria ini sudah berada di sampingnya.

“Ah!Sungyeol-ah!Chukkae!Selamat atas kemenanganmu.Akhirnya Sungyeol ku memenangkan pertandingan ini”ujarnya sambil tersenyum dan mencubit kedua pipi Sungyeol gemas.

“Akh!Taeyeon-ah,hentikan ini menyakitkan”ujar Sungyeol sambil menyentuh kedua tangan Taeyeon yang berada di pipinya.Kemudian,pria ini mengerutkan keningnya.Ia merasakan dinginnya kedua tangan gadis ini.

Sudah berapa lama ia menunggu Sungyeol?

“Taeyeon-ah,tanganmu benar-benar dingin!Kau tidak membawa sarung tanganmu?Sudah berapa lama kau menungguku di sini?Aku kan sudah memintamu untuk menunggu ku di dalam,lagi pula ini sudah memasuki musim gugur,udaranya pun semakin dingin.Apa kau mau membuatku setengah mati mengkhawatirkan mu?!”

“Sudahlah Sungyeol,kau terlalu banyak bicara.Aku tak apa,lagipula aku tidak merasa kedinginan menunggumu disini”

Sungyeol terpaku tak percaya dengan apa yang di bicarakan gadis keras kepala ini.Bahkan,hidungnya tampak memerah karena hembusan angin musim gugur.Dengan sigap, Sungyeol meraih kedua tangan Taeyeon ke dalam genggamannya kemudian ia menghembuskan nafasnya pada genggamannya seakan menyalurkan kehangatan pada gadis di hadapanya.

Taeyeon tersenyum melihat tingkah Sungyeol yang begitu perhatian padanya.Setelah ia selesai melihat apa yang di lakukan Sungyeol padanya,Taeyeon pun menggosokkan kedua tangannya kemudian ia menempelkannya pada kedua pipi Sungyeol.

“Karena kau sudah memberiku kehangatan,maka aku akan melakukan hal yang sama sepertimu,jadi kita harus membagi kehangatan satu sama lain”kata Taeyeon sambil tersenyum hangat.

Sungyeol tersenyum senang merasakan kehangatan di kedua pipinya,kemudian ia melakukan hal yang sama seperti Taeyeon.Setelah itu,ia menempelkan kedua tangannya pada pipi Taeyeon.

“Tentu saja,aku tidak mau kau kedinginan.Terutama jika kau terjatuh sakit,aku tidak mau jika hal itu sampai terjadi padamu,eoh!”

“Kali ini kita akan pergi kemana?”sambung Sungyeol.

Taeyeon tersenyum “Aku sudah mempersiapkan sesuatu untukmu”

“Untukku?”

Taeyeon mengangguk “Hm,jadi bagaimana kalau kita pergi ke restoran bibi Jung”

Sungyeol pun segera bergegas berdiri dan meraih tangan kanan Taeyeon dalam genggamannya sehingga membuat gadis ini pun ikut berdiri,kemudian ia memasukannya genggamannya ke dalam salah satu kantung mantel miliknya.

“Kajja!”

***

“Say aa.. Lee Sungyeol”ujar Taeyeon seraya menyuapkan tteobokki pada Sungyeol.

Keduanya pun tampak berjalan berdampingan di antara keramaian jalan Myeongdong.Sesekali melempar candaan yang mengundang gelak tawa mereka.Sungyeol pun kini berjalan di belakang Taeyeon yang tengah berjalan mendekati salah satu kios aksesoris yang membuat gadis ini tertarik.

“Yeon,jangan menjauh dariku.Kau ini pendek,bagaimana jika nanti kau menghilang dari hadapanku di tengah keramaian ini?”

“Huh,aku ini tidak pendek.Aku ini hanya kurang tinggi”

Sungyeol tertawa gemas seraya mencubit gemas pipi Taeyeon ketika melihat gadis di hadapannya mengerucutkan bibirnya kesal.”Aku hanya bergurau,yeon…”

“Selamat malam,silahkan di lihat barang-barang koleksi terbaru kami”sambut seorang bibi pemilik kios tersebut.

Taeyeon tersenyum ramah saat mendengar sambutan bibi pemilik kios dan seperti nya gadis ini tampak tidak menghiraukan perkataan Sungyeol,karena saat ini ia tengah sibuk memilah gelang-gelang yang menarik di matanya.Mata hazelnya berhenti ketika melihat sepasang gelang YinYang yang cocok di gunakan oleh para pasangan.Tangannya pun bergerak meraih sepasang gelang itu.Sungyeol mengalihkan perhatiannya dari keramaian ketika ia merasakan Taeyeon menarik tangan kiri nya dan mengaitkan gelang Yang di pergelangan tangannya.Tangannya pun bergerak mengaitkan salah satu pasangan gelang tersebut pada pergelangan gadis itu.Senyuman terukir di wajah gadis itu ketika melihat gelang Yin yang tampak melingkar manis di pergelangan tangannya.

“Kau menyukainya?”tanya Taeyeon sambil tersenyum.

Sungyeol pun mengangguk sambil tersenyum.Taeyeon pun segera membayar sepasang gelang tersebut ketika Sungyeol hendak mengeluarkan dompetnya dari saku mantelnya.Taeyeon menggelengkan kepalanya “Aku saja yang membayarnya,kau bisa menganggap ini sebagai hadiah atas kemenanganmu,mungkin”ujarnya sambil tersenyum manis.

“Berapa harga sepasang gelang ini,bibi?”tanya Taeyeon.

“Karena yang membelinya pasangan yang manis seperti kalian,aku akan memberikan potongan harga untuk kalian”jawab bibi pemilik kios itu sambil tersenyum.

“Ah..terimakasih bibi”

Setelah Taeyeon memberikan beberapa lembar won,kedua pasangan ini pun kembali berjalan menelusuri Myeongdong sambil menikmati kebersamaan yang sekarang sedang mereka rasakan.

***

RING!

RING!

RING!

Kim Yura segera berjalan menuju pintu masuk ketika mendengar suara bel berdering “Selamat dat..Taeyeon-ah!” seru Kim Yura dan berlari memeluk Taeyeon gemas ketika ia tahu Taeyeon dan Sungyeol datang.

Kim Yura adalah salah satu pelayan di restoran milik Bibi Jung.Bibi Taeyeon.Dia juga merupakan salah satu teman baiknya.

Sungyeol memutarkan kedua matanya ketika melihat aksi Kim Yura yang berlebihan baginya”Yura bisakah kau melepaskannya,kau tidak lihat dia menahan nafasnya saat kau memeluknya,lagipula tindakanmu ini berlebihan”

Yura melapaskan pelukannya dan melemparkan tatapan tajamnya namun ia segera mengalihkan pandangannya pada Taeyeon dan tersenyum “Ups,maaf.Kau tau aku sangat merindukanmu”

Taeyeon tersenyum penuh arti “Apa meja di sini penuh?kau tidak membiarkan kami duduk,Yura-ssi?”

“Oh!Kalian bisa duduk di meja 9 dekat jendela itu,aku akan segera kembali”

Malam ini malam ini malam pertama memasuki musim gugur.Huh,ini benar – benar membuat Taeyeon kedinginan terutama ketika ia tadi tengah menunggu Sungyeol.Walaupun dia kedinginan,gadis ini tetap saja bersungguh bahwa ia tidak kedinginan.Yang kenyataannya membuat pria itu setangah mati mengkhawatirkannya ketika melihat hidung gadis keras kepala itu memerah karena menunggunya.

“Yeon,kau tidak apa – apa?Kau tampak kedinginan,bahkan hidung mu masih memerah”

Taeyeon mengalihkan pandangannya dari sebrang jalan dan tersenyum “Aku tidak ap…Ha cuu!”

“Lihat!Bahkan kau sudah terkena flu”

Terlihat seorang wanita paruh baya datang menghampiri mereka dan terkejut ketika melihat Taeyeon bersin yang sepertinya terkena flu “Omo!Apa yang terjadi pada keponakan kesayanganku,Sungyeol?”

Keduanya pun mengalihkan pandangannya pada wanita paruh baya bersurai coklat pendek yang tengah dihadapan mereka.Ini Bibi Jung Dae Mi.Bibi Jung,adik dari Ibu Taeyeon.Jung Dae Yeon.Jung Dae Yeon bersama adiknya membangun Piece of Food Center restoran Asia yang cukup terkenal dan menjadi salah satu tempat favorit di kawasan Myeongdong.Taeyeon bahkan sering berkunjung dengan membantu Ibu dan Bibinya di sana.

“Sepertinya gadis keras kepala ini terkena flu,bibi Jung.Saat ia tengah menunggu ku di halaman sekolah dengan cuaca di malam hari seperti ini”Sungyeol menatap tajam gadis di hadapannya yang benar – benar membuatnya khawatir.

Taeyeon hanya tersenyum kecil dan mengalihkan pandangannya pada bibi Jung agar ia dapat menghindar dari tatapan tajam pria itu yang tertuju padanya.

“Aku tidak apa – apa,kalian tak usah mengkhawatirkanku.Lagipula,tujuan kami kesini ingin mengunjungi bibi karena kami merindukan bibi dan bisakah aku menggunakan dapur bibi?Karena aku ingin membuat sesuatu untuk Sungyeol.Karena dia berhasil memenangkan perangnya,bi” Senyuman bangga dan senang terukir di wajah gadis itu membuat Sungyeol tak bisa menyembunyikan senyum dan rona merah di wajahnya.

“Omo!Manis sekali kalian!Tentu saja kau bisa menggunakannya,restoran ini juga milikmu Yeonni.Dan selamat untuk uri Sungyeol,bibi benar – benar bangga padamu.Kalau begitu,ayo kita segera menuju dapur.Sementara kau bisa menunggu Taeyeon,apa kau ingin minuman hangat,Yeol?”tanya Bibi Jung ramah seraya menarik tangan Taeyeon.

“Haha..terimakasih,Bi.Sepertinya cukup Cappucino hangat saja”

“Keure,kajja Yeonni!”Taeyeon tersenyum manis seraya melambaikan tangannya dan bergumam pada Sungyeol ‘Tunggu sebentar,ne?’

Sungyeol menganggukkan kepalanya dan tersenyum.Setelah mendudukan diringa dan meletakan mantelnga tepat di belakang kurisnya.Kedua mata gelapnya beralih menatap keadaan di luar jalanan Myeongdong.Helaan nafas terdengar dari bibirnya kemudian sebuah senyuman terukir di wajahnya.Setelah berhasil memenangkan pertandingan,Sungyeol benar – benar lega dan senang.Ia masih tak menyangka bahwa ia berhasil memasukan angka terakhir.Dan itu adalah peluang baginya untuk mengejar mimpinya.Sedikit lagi ia akan berhasil meraih cita – cita nya sebagai pemain hoki yang hebat.

“Secangkir hot Cappucino pesanan anda,Tuan”sahut salah satu pelayan seraya meletakan secangkir kopi di atas meja.

Sunngyeol pun mengangguk sambil tersenyum dan berterimakasih pada pelayan tersebut,kemudian tangannya bergerak mengambil secangkir kopi miliknya.Matanya terpejam sambil menghirup aroma kopi yang tercium di hidungnya.Kopi ini benar – benar membuatnya nyaman dan hangat ketika ia menyesapnya sedikit demi sedikit.

Matanya pun membulat,mengingat tadi Taeyeon yang sepertinya terserang flu.Ia pun memanggil seorang pelayan dan memesan coklat panas untuk gadis itu.Setelah itu,Sungyeol mendengus sebal ketika mengingat betapa keras kepalanya gadis itu.Tangannya pun bergerak mengambil ponsel di dalam saku mantelnya ketika ia merasakan ponselnya bergetar.Kemudian ia mengusap layar ponsel dan mendekatkan ponselnya pada telinganya.

“Hm..ibu?ada apa?”

Kau sudah pulang,Sungyeol-ah?”tanya Nyonya Lee dari sebrang.

“Hm..saat ini aku tengah bersama Taeyeon,kami sedang berada di restoran Bibi Jung,apa ibu memerlukan sesuatu?”

Ah..Keureyo?Sepertinya ibu menganggumu,ya?kalau begitu selamat bersenang – senang dan jangan pulang terlalu larut malam,eoh!”

“Ne,arraseo.Sampai bertemu di rumah,bu”

Setelah mengakhiri panggilannya dan memasukan kembali ponselnya ke dalam ponselnya.Taeyeon datang seraya membawa nampan beserta makanan yang sudah di buatnya dan tepat saat itu juga seorang pelayan membawa pesanan Sungyeol untuk gadis itu.

“Eoh!siapa yang memesan ini?”kata Taeyeon seraya meletakan nampan dan makanan buatannya.

“Tuan ini yang memesannya,Nona.Kalau begitu saya permisi,selamat menikmati”sahut pelayan tersebut seraya membungkuk hormat dan berjalan meninggalkan mereka.

Taeyeon mengerutkan keningnya bingung ketika melihat secangkir kopi yang berada di sisi meja Sungyeol “Kau memesan dua Cappucino?”

“Ani,Karena kau sedang dalam keadaan kurang sehat,jadi aku memesan secangkir coklat panas untukmu.Wah..Apa ini untukku?”

Taeyeon pun mengangguk dan memberikan semangkuk Buddae Jiggae dan Gamjatang serta sepasang set sumpit dan sendok pada Sungyeol “Kau pasti lelah sehabis berperang,karena itu aku membuatkan ini.Jadi makan yang banyak agar staminamu kembali terisi,arraseo”kata Taeyeon sambil tersenyum hangat.

Sungyeol pun tertawa dan mengangguk “Keure,kalau begitu kita harus makan bersama,eoh!”

“Chankkaman!”Taeyeon berjalan mendekati Sungyeol dan beralih meraih lengannya kemudian melipat kedua lengan kemejanya.

“Wah,wah..lihat ini!Kalian seperti pasangan suami istri”sahut Yura tertawa geli melihat rona memerah di pipi Taeyeon.Sedetik kemudian,Yura meringis kesakitan seraya mengusap keningnya.

“Kim Yura!Kembali bekerja,jangan menganggu mereka,eoh!”kata Bibi Jung dan beralih menatap Sungyeol dan Taeyeon yang tersenyum padanya. “Selamat menikmati hidangannya”ujat Bibi Jung sambil tersenyum dan kembali berjalan menuju meja kasir.


Buddae Jiggae : sebutan sup militer yang biasanya dimakan bersama mi instan (ramyon).

Gamjatang : Sup pedas tulang babi dengan sayuran dan kentang.

***

“Berkunjunglah kemari jika kalian punya waktu luang dan uri Taeyeonni,jangan lupa minum obatmu,eoh!”kata Bibi Jung seraya memeluk Taeyeon.

“Hm..arraseo,terimakasih bibi”

“Sering berkunjung kemari,eoh!”kata Yura seraya mengerucutkan bibirnya.

Taeyeon mengangguk dan tersenyum”Ne..kami pergi dulu,Annyeong!”

Setelah Taeyeon dan Sungyeol membungkukkan tubuhnya,mereka pun kembali berjalan bersama menuju halte bus.Namun,Taeyeon menghentikan langkahnya ketika melihat Sungyeol yang tampak sibuk mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

Kemudian pria ini pun mengalungkan dan memakaikan syal merah miliknya pada leher Taeyeon “Mianhe..tadi aku lupa kalau aku membawa syalku”

Walaupun senyuman Taeyeon terhalang tertutupi syal,gadis ini mengukirkan senyuman nya karena gemas melihat tindakan Sungyeol yang tidak ingin melihatnya kedinginan. “Gwenchana dan.. gomawo”.

***

“Apa setelah ini kau bisa masuk ke Akademik Annyang Halla itu,yeol?”tanya Taeyeon ketika mereka sudah turun dari bus sambil berjalan beriringan.

“Semoga aku bisa masuk,karena aku sudah berhasil mengikuti persyaratan mereka dengan memenangkan pertandingan tadi,tapi aku masih belum tahu lagi mengenai kelanjutan informasi hal itu”jawab Sungyeol sambil tersenyum kecil.

“Aku benar-benar bangga pada mu,karena sebentar lagi mimpimu akan tercapai,Sungyeol-ah”

Tangan Sungyeol pun bergerak mengelus kepala Taeyeon”Kau juga harus mengejar impianmu yeon,agar kau dapat membuatku serta ayah dan ibumu bangga,eoh!”

“Arraseo,aku akan membuatmu bangga,terutama ibuku”

Tak terasa mereka pun sudah sampai di depan rumah Taeyeon.

“Apa Tuan Kim,sudah pulang?”tanya Sungyeol.

“Entahlah,sepertinya ayahku sudah pulang”

“Eoh!Nona muda,anda sudah pulang?”tanya paman Jang salah satu penjaga rumah Taeyeon menghampiri mereka.

“Ne,aku sudah pulang bersama Sungyeol,paman Jang.Apa ayah sudah pulang,paman?”

“Sudah,Nona.Tuan pun mencari anda ketika anda sedang berada di luar tadi..”

Belum sempat paman Jang menyelesaikan perkataanya,Tuan Kim sudah berada di ambang pintu gerbang “Yeoni?Kau sudah pulang?”.

Taeyeon mengangguk sambil tersenyum”Hm..aku baru saja pulang bersama Sungyeol setelah menonton pertandingan Sungyeol,ayah.Sungyeol memenangkan pertandingannya hari ini”

“Benarkah?Wah,Selamat Sungyeol-ah”kata Tuan Kim seraya menepuk bahu tegap Sungyeol.

“Benarkah?Kalau begitu,selamat atas kemenangan anda,Tuan muda Lee”ujar paman Jang.

“Ah ne,terima kasih,Tuan Kim,Paman Jang”

“Kalau begitu,bagaimana jika kita bermain catur?”

“Ayah ini sudah malam,lagipula Sungyeol harus beristirahat.Pasti ia kelelahan sehabis bertanding tadi”

“Baiklah,kalau begitu beristirahatlah anak muda.Akhir pekan pagi ini ,datanglah kerumah bermain catur bersamaku,eoh!”

“Ayah..”

“Arrase,arraseo.Kalau begitu ayah masuk dulu,eoh!Selamat beristirahat,Sungyeol-ah”kata Tuan Kim setelah itu ia berjalan masuk menuju rumah megahnya.

“Ne,Selamat malam,Tuan Kim”ujar Sungyeol seraya membungkukkan tubuhnya.

“Pulanglah,kau juga harus beristirahat.Kau pasti sangat kelelahan”

“Aku tidak akan kelelahan jika itu terpaut hubungannya denganmu,yeon-ah.Seharusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri yang sedang flu seperti ini”

“Sungyeol..”

Sungyeol pun mengangguk pasrah melihat tanggapan Taeyeon.Hah..gadis ini benar – benar keras kepala. “Arraseo..arraseo,kalau begitu aku pulang dulu,eoh!Kau juga harus beristirahat,ingat jangan lupa minum obatmu dan segera tidur,eoh!”

“Arraseo,selamat malam,Lee Sungyeol”

Kedua tangan Sungyeol pun bergerak mengelus kedua pipi Taeyeon.“Selamat malam,mimpi indah yeon”

Taeyeon mengangguk sambil tersenyum serta bergumam mengucapkan selamat malam pada Sungyeol.

“Selamat malam,Paman Jang”ujar Sungyeol sambil menundukan kepalanya pada paman Jang.

“Ne,selamat malam Tuan muda Lee”jawab paman Jang.

Setelah itu,Sungyeol berjalan menuju rumahnya yang tepat berada di depan rumah Taeyeon sesekali ia kembali mengalihkan pandangannya ke belakang dan melambaikan tangannya pada Taeyeon.

***

03:56 KST.

Taeyeon.Gadis bersurai hitam ini tengah berdiri di depan cermin,menatap pantulan dirinya yang berada di dalam cermin.Ia menghela nafas ketika melihat ke arah jarum jam yang menandakan saat ini waktu orang – orang beristirahat dan ia terbangun dengan kantung mata serta hidungnya yang memerah di wajahnya.

Ini masih pagi buta dan ia harus terbangun akibat flu yang menyerang tubuhnya dan sekarang membuatnya tak bisa terlelap dalam tidurnya.Padahal besok,ia harus bersiap mengikuti pelatihannya untuk olimpiade Sains yang akan diadakan dalam tiga hari kedepan.Tangannya bergerak meraih sapu tangan yang berada di meja riasnya dan memasukannya ke dalam keranjang pakaian kotornya kemudian ia mengambil sapu tangannya dan menggantinya dengan yang baru dari lemari miliknya.

Langkahnya terhenti ketika ia akan berjalan menuju jendela kamarnya,mata hazelnya menangkap sesuatu yang tengah tersampir di kursi meja belajarnya.Tangannya pun bergerak meraih benda yang menarik matanya.Ini syal merah milik Sungyeol.Aroma parfum milik pria itu masih tercium jelas di syal merah ini.Sedetik kemudian,Taeyeon mengalungkan dan menyampirkannya syal merah itu di lehernya.Kakinya ia langkahkan mendekati jendela kamarnya dan duduk di sofa ungu favoritnya.

Matanya menangkap bintang – bintang bersinar yang berkelap – kelip langit gelap yang indah.Biasanya jika ia tak bisa tertidur,ibunya akan menemaninya di sampingnya seraya memberinya pelukan hangat.Melakukan hal yang sama saat ini.Memandangi bintang – bintang dan berbagi cerita mengenai bintang.Bintang favorit ibunya adalah Sirius.Bintang yang paling terterang di galaksi.Dan baginya ,ibunyalah Sirius miliknya yang selalu menerangi hatinya hingga saat ini.

Jemari lentiknya mengusap pipinya ketika ia merasakan liquid bening dari matanya.Helaan nafas berat terdengar dari bibirnya.Taeyeon benar – benar merindukan ibunya.Selalu merindukannya.Ia mengeratkan syal merah Sungyeol dan menghirup aroma yang tercium dari syal itu.

Aroma khas parfum Sungyeol masih tertinggal jelas hingga membuatnya nyaman dan tenang.Dan tanpa tersadar,ia terlelap terbaring di sofa miliknya dengan syal merah yang masih terbalut di lehernya.

***

Suara ketukan pintu yang terdengar berulang kali,tak membuat gadis itu terusik.Walaupun ia merasa kedinginan karena tak menggunakan selimut hangatnya akibat dinginnya suhu dari pendingin ruangan.Ia masih tak terusik dan tak dapat bergerak dari sofa ungu itu.

Setelah itu,terlihat seorang wanita paruh baya yang kini tengah berjalan mendekatinya.”Nona,apa yang kau lakukan disini?mengapa kau bisa tertidur disini dan tak menggunakan selimutmu?”

Gadis itu hanya berdeham.Kekhawatiran terlihat jelas di wajah wanita tua itu ketika melihat betapa pucatnya wajah nona mudanya,kemudian tangannya bergerak memeriksa suhu gadis itu menyentuh keningnya dengan telapak tangannya.Matanya membulat ketika ia merasakan panasnya suhu tubuh gadis itu.Belum sempat ia bergerak keluar dari kamar itu,langkahnya terhenti sampai di ambang daun pintu kamar dan melihat Tuan Kim bersama Sungyeol yang tengah berdiri tepat di belakangnya dengan seragam sekolahnya.

“Ada apa bibi Han?apa sesuatu terjadi pada Taeyeon?”tanya Tuan Kim khawatir.

“Sepertinya nona muda demam karena ia tertidur di sofa tanpa menggunakan selimutnya,Tuan”

Mendengar pernyataan bibi Han membuat Tuan Kim segera melasat masuk ke dalam kamar Taeyeon,yang di susul dengan Sungyeol mengikutinya dari belakang.Betapa khawatirnya beliau mendengar putri kesayangnnya terjatuh sakit.

Setelah kematian istrinya,selama beberapa hari putri tunggalnya terjatuh sakit hingga tak mau makan.Dan itu membuat Tuan Kim khawatir setengah mati.Karena jika Taeyeon terjatuh sakit,maka istrinya lah yang akan merawat putrinya dengan mudah.Namun,kini sudah tak sama lagi.Karena saat ini ia harus berperan sebagai ibu dan ayah sekaligus.Memang tak mudah baginya menjalani kehidupannya sebagai orang tua tunggal.Namun,setelah berhasil membujuk Taeyeon untuk harus menjaga kesehatannya.Karena jika tidak,ibunya akan sedih melihat putrinya terjatuh sakit.

Tangan Tuan Kim pun mengelus pipi Taeyeon “Sayang?apa yang kau lakukan disini?mengapa kau tertidur disini tanpa selimutmu?”Tak lupa dengan Sungyeol yang sedari tadi melihatnya khawatir dan cemas mengingat semalam Taeyeon terkena flu.

Kedua mata Taeyeon pun mengerjap tersadar ketika merasakan seseorang memanggilnya,kemudian ia pun berusaha mendudukan dirinya dengan di bantu Tuan Kim.”Ayah?Sungyeol dan Bibi Han?Apa yang kalian lakukan disini?”

“Taeyeon-ah apa yang terjadi padamu?kenapa kau bisa tertidur disini?dan kenapa kau tidak menggunakan selimutmu?”Sungyeol benar – benar tak bisa menahan rasa khawatirnya melihat wajah gadis itu memucat.

“Apa nona muda tidak apa – apa?apa nona ingin saya buatkan coklat panas atau teh herbal untuk nona?”

“Sepertinya aku ketiduran di sofa,jadi tidak apa – ap..”Perkataan Taeyeon harus terhenti karena bersin serta flu yang masih menyerangnya.Sepertinya tadi malam membuat keadaannya bertambah parah.

“Hari ini kau tak perlu masuk sekolah dengan keadaan seperti ini,yeon”

“Gwenchana,lagipula aku ada pelatihan olimpiade untuk besok lusa.Jadi aku harus masuk,Ayah.Kurasa mandi dengan air panas dapat membuat demamku turun dan Bibi Han bisakah kau membuatku teh herbal untukku?”

Tuan Kim menghela nafas berat.Ia paling tak bisa berdebat dengan putrinya yang keras kepala. “Kau ini benar – benar keras kepala.Baiklah,kau boleh sekolah.Tapi,jika kau masih merasa sakit,segera hubungi ayah,arraseo?!”kata Tuan Kim tegas.

Setelah bersiap membersihkan dirinya dan meminum teh herbal dari bibi Han.Taeyeon pun bergerak menuju tangga.Langkah kakinya membuat Sungyeol dan Tuan Kim mengalihkan pandangan mereka pada Taeyeon yang sudah mengenakan seragamnya dan mantelnya.Dan tak lupa syal merah Sungyeol masih terbalut di leher Taeyeon. “Kajja!Kita harus berangkat cepat,yeol”

Tuan Kim berjalan mendekati Taeyeon dan memeluk sayang lalu mencium kening putrinya. “Hubungi ayah jika kau masih merasa sakit,eoh!”

Taeyeon pun mengangguk sambil tersenyum, kemudian ia melangkahkan kakinya mendekati Sungyeol “Kami pergi dulu,Tuan Kim.Annyeong Haseyo”

“Kumohon jaga putriku,Sungyeol-ah”

Sungyeol mengangguk mengerti dan setelah itu mereka berjalan keluar menuju sekolah.

***

“Seharusnya kau tidak usah memaksakan dirimu untuk masuk sekolah hari ini”

“Kenapa kau ini sangat keras kepala,Kim Taeyeon!?”

“Kau ini senang sekali membuatku cemas mengkhawatirkanmu ya,yeon?”

Gadis yang sedari tadi menjadi bahan ocehan pria ini hanya menghela nafas mendengar semua keluh kesalnya.Sejak ia berada di dalam bus hingga sekarang mereka sudah berada di depan kelas Taeyeon,namun pria ini masih belum berhenti berbicara dan beranjak bergerak dari posisinya yang menghalangi pintu kelas.

“Yeon!Kau ini mendengarkanku,tidak?!”

“Ehem”

Taeyeon melihat salah satu temannya dengan tag nama ‘Yoon Bo Ra’ yang kini tengah menggerakan matanya meminta Taeyeon agar Sungyeol membiarkannya masuk ke kelas.Taeyeon pun hanya berdeham membalasnya “Yeol,sebaiknya kau pindah dari situ,karena saat ini kau tengah menghalangi pintu masuk”

Setelah melihat ke belakang,Sungyeol pun bergeser dari pintu masuk kelas sambil memutarkan matanya dan membiarkan Yoon Bora masuk sebelum ia tersenyum dan bergumam selamat pagi pada Taeyeon.

Taeyeon membalasnya dengan senyuman dan kemudian mengalihkan pandangannya pada Sungyeol yang kini tengah menatapnya tajam karena mengacuhkannya.Namun,gadis ini hanya membalasnya dengan senyuman manisnya,bahkan ia tida merasa terganggu dengan tatapan pria itu yang diberikan padanya.

“Sudah selesai?”

Sungyeol menghela nafas kesal “Jika sesuatu sampai terjadi padamu aku harus berkata apa nanti pada ayahmu,yeon.Kumohon jangan membuatku mencemaskanmu”

Tawa kecil dari mulut gadis ini bagaikan harmoni yang indah serta membuat Sungyeol mengerutkan keningnya bingung.

Taeyeon pun beralih mebcubkt gemas pipi kiri Sungyeol “Kau yang terlalu berlebihan,lebih baik sekarang kau segera masuk ke kelasmu sebelum bel masuk berbunyi,arraseo”

Sungyeol pun mengusap kedua pipi Taeyeon “Jika terjadi sesuatu padamu,segera hubungi aku atau Bora dan Tiffany,eoh!”

Taeyeon menganggukan kepalanya mengerti “Aku pinjam dulu syalmu,ne?Annyeong”

Yang bisa ia lakukan saat ini ialah menghela nafas.Setelah melihat gadis itu masuk ke dalam kelas seraya melambainya.Ia pun melangkahkan kedua kakinya menuju kelasnya.Kenyataan berbeda kelas dengan Taeyeon membuatnya kesal hingga sekarang.Setidaknya ia masih bisa memperhatikan dan mengawasi gadisnya di lingkungan sekolah.

Padahal,ia sudah merelakan beasiswa Genie High School untuknya.Genie High School salah satu sekolah favorit yang melahirkan generasi atlet Korea Selatan selanjutnya.Walaupun ia harus melepaskan peluang besarnya sebagai pemain hoki yang hebat dari sekolah itu,setidaknya ia tidak akan melepaskan mimpinya untuk mendapatkan gadis pujaannya.Ia bahkan rela jika harus ke ujung dunia bahkan ia siap mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan gadisnya.

***

Taeyeon menghela nafas lega ketika mendengar bel istirahat berbunyi,ia pun merapikan buku – bukunya.Namun,setelah ini ia tak bisa bersantai karena setelah jam istirahat ia harus menuju ruang konsul untuk mengikuti pelatihan olimpiade yang akan mendatang dalam beberapa hari bersama guru Seo “Taeyeon-ah,kajja!Kita ke kantin bersaman,eoh!”ajak Tiffany,salah satu sahabat Tayeon.

“Sepertinya aku tidak bisa ikut,karena aku akan ke perpustakaan,kau tahu kan aku akan mengikuti olimpiade di tiga hari ke depan”

“Tapi kau tidak perlu memaksakan dirimu,yeon.Bagaimana bisa kau mengabaikan kesehatanmu saat ini,bahkan saat ini kau membutuhkan makanan untuk mengisi tenaga mu.Wajahmu tampak memucat,bagaimana jika nanti kau terjatuh pingsan?”sambung Tiffany khawatir.

“Ada apa?apa yang kalian perdebatkan pagi – pagi ini?”sahut Bora.

“Lihat wajahnya,Yoon.Pucat sekali wajahnya.Bagaimana bisa ia belajar keras hanya untuk olimpiade bodoh itu.Kau ini sudah pernah melakukannya berkali – kali.Percayalah jika kau tak akan gagal,jadi lebih baik kau ikut kami,eoh!”

“Ini kesempatan terakhirku untuk mendapatkan beasiswa Seoul University,Hwang Minyoung”.

Bora dan Tiffany menghela nafas seraya memutarkan mata mereka sebal.Mereka selalu tak bisa berdebat dengan gadis keras kepala ini.Sepertinya memang tak ada yang bisa berdebat dengan gadis ini.

“Arraseo,jika itu mau mu ,yeon.Tapi, kau harus makan setelah kami kembali dari kantin dan menyusulmu ke perpustakaan.Ingat,Kau harus makan sandwichmu,arraseo!”kata Bora tegas seraya mencubit hidung Taeyeon gemas.

Setelah melihat kedua sahabatnya berjalan meninggalkan kelas.Ia pun mengeluarkan buku serta keperluannya untuk pelatihan nanti kemudian ia melangkahkan kakinya menuju perpustakaan.Tak lupa dengan syal merah Sungyeol masih terlingkar di lehernya.

Tanpa ia sadari,sepasang mata sedari tadi memperhatikannya yang tak jauh dari bangkunya.Matanya ia alihkan ketika mendegar perdebatan gadis itu dengan kedua sahabatnya yang tengah mengkhawatirkannya.Tatapannya berubah sendu ketika melihat Taeyeon berjalan keluar kelas dengan wajah yang memucat.Khawatir dengan keadaan gadis itu,ia pun bergegas berjalan meninggalkan kelas mengikuti Taeyeon yang tengah menuju perpustakaan.

.

.

.

TBC.

Maaf ya cuma segini wkwk,semoga di 1st chap ini memberi kesan ya buat para readers.Maaf lama updatenya,pdhl kemaren itu aku udh hampir selesai,pas bagian end 1st chap nya mau selesa,ternyata g ke save bikin aku mager wkwk.Tapi pas liat comment kalian,jadi bikin aku semangat lagi.Aku harap setelah baca 1st chap,banyak yang kommen ya wkwk makin banyak yg kommen moga makin ceoet update nya.

Don’t be Silent Reader,please!

“Treat other with respect & others will respect you”.

Be HONEST,please!

Don’t forget to put your comment & criticsm!

Love,YongSub.


Advertisements

28 comments on “[FREELANCE] Only You (Chapter 1)

  1. Sungyeol syang banget ma taeyeon ya,apa taeyeon juga suka ma sungyeol?thor kalau bisa bikin sungyeol seposesif mungkin pada taeyeon gitu kan lebih seru hehehe,lanjut ya

  2. klo perasaannya sungyeol sih udh bisa ditebak, tp gimana dgn taetae yah, apa dia jg pny perasaan lebih sma sungyeol yah….

  3. Woahh suka nih cast ny Seungyeol ! Jrg bngt ada cpairing ini kekeke^^ . Itu yg diam” khawatir Myungsoo kah ?? Penasarannnnnnnn !!!!!! Dtunggu next nya

  4. Alur Ceritanya romantis banget,,
    Kaya real..
    Bacanya jadi senyum” sendiri..
    taeyeon keras kepala banget, lucu gemesin,
    Sungyeolnya romantis banget..
    AaaaAaaa
    Di tunggu part selanjutnya,,
    Fightaeng 😘❤

  5. Pingback: [FREELANCE] Only You (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. aku baru baca chapter pertama sekarang hihi sungyeol romantis abis, dikira hubungan mereka pacaran. hahaha sungyeol kayanya sayang banget ke taeyeon, tapi gatau gimana perasaan taeyeon ke sungyeol gimana. okay next chap ditunggu 🙂

  7. Itu yg awal2 cerita, pas taeyeon nangis itu dia nangis gara2 apa sih? Yg meluk taeyeon itu sungyeol kan?
    Ada cewek pemeran ketiga gak disini? Penasaran thor..
    Izin baca author yg baik… fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s