[FREELANCE] The Power Of Love (Chapter 1)


Title         : The Power Of Love (Chapter 1)

Author         : AnniSonExoGanger

Ratting         : PG17

Genre         : Romance, Drama, Family, Friendship, Marriage Life

Length         : Multi Chapter

Main Cast     : Kim Taeyeon, Byun Baekhyun

Other Cast     : Find it by Your Self

Disclaimer     : Cast milik Tuhan, but this stories is MINE, Don’t plagiat this Fanfiction.

Note: Typo bertebaran, FF ini seperti FF pada umumnya dan sangat biasa. But aku akan berusaha agar FF ini menjadi tidak terlalu biasa.

Chapter 1

Seorang yeoja mungil tengah sibuk menikmati ice cream miliknya. Ia menghela nafas sambil sesekali mengedarkan pandangannya ke sekitar pusat perbelanjaan tersebut. ‘Yoong dimana kau?’ batinnya. Sudah lebih dari 1 jam Yoona meninggalkannya di kedai ice cream yang terdapat didalam pusat perbelanjaan tersebut, dengan alasan ‘ingin membeli sesuatu’.

Drtt…Drtt…

Yeoja itu mengalihkan pandangannya pada ponsel miliknya. Ia menyambar ponsel yang ia letakan persis diatas meja. Awalnya ia kira Yoona yang menghubunginya, ternyata perkiraannya salah.

“Taeyeon?”

Wanita itu, Taeyeon tersenyum senang mendengar suara yang ia rindukan.

“Eomma!! Aku merindukanmu!!!!” ucapnya manja.

“Haha…Taeyeon, eomma juga merindukanmu sayang. Apa kau juga merindukan calon suamimu? Keke~” goda Mrs.Kim sambil terkekeh geli.

Taeyeon tersenyum malu mendengarnya, “Tentu saja eomma. Baekhyun oppa jarang menghubungiku akhir-akhir ini, apa ia baik-baik saja?”

“Tentu Baekhyun baik-baik saja, kau tahu minggu lalu pekerjaan kantornya menumpuk, maka dari itu ia jarang menghubungimu. Tapi Baekhyun menitipkan salam untukmu.” Ucap Mrs.Kim.

Taeyeon mengangguk mendengarkan ucapan eommanya.

“Taeng kapan kau akan kembali ke Korea? Kau sudah menjalani wisudamu bukan?” memang usia Taeyeon masih muda namun ia sudah menyelesaikan S1 karena kepintarannya.

“Aku masih nyaman berada di Jepang eomma ku sayang. Emm bagaimana kalau bulan depan aku kembali ke Korea?” usul Taeyeon.

Tak ada jawaban dari eommanya, Taeyeon memandang bingung kearah ponselnya ‘Masih tersambung?’ pikirnya.

“Eomma, kau masih disana?”

“Eoh sayang. Emm satu bulan masih sangat lama, apa kau tak tahu bahwa eomma dan yang lainnya merindukanmu.” ucap Mrs.Kim sedih.

Taeyeon terdiam, memang ia juga merindukan keluarganya, sahabat-sahabatnya, bahkan calon suaminya. Namun ia juga sudah sangat nyaman berada di Jepang bersama Yoona dan Luhan.

“Hhh baiklah satu minggu lagi, setelah itu aku akan kembali ke Korea.” Lirihnya disertai helaan nafas.

“Maafkan eomma sayang, tapi tidak selamanya kau berada di Jepang, sedangkan seluruh keluargamu berada di Korea. Eomma tidak bisa mempercayai siapapun di Jepang kecuali Yoona dan Luhan, tapi tak selamanya bukan mereka dapat mengawasimu? Pulanglah sayang, setelah itu kita bicarakan soal pernikahanmu dengan Baekhyun.” Terang Mrs.Kim mencoba menghibur putrinya.

“Ne eomma, aku akan pulang ke Korea secepatnya. Tunggu aku.” ucap Taeyeon.

Sambungan mereka terputus. Taeyeon menyimpan ponselnya ke atas meja. Pikirannya kembali melayang pada percakapan yang tadi ia lakukan bersama eommanya. Sampai-sampai ia tak menyadari bahwa sudah ada seseorang didepannya.

“Yakkk Kim Taenggoo, mau sampai kapan kau duduk manis ditempat ini hah?” pekik Yoona.

“Yakkk Im Yoong kemana saja kau hah? 1 jam aku menunggumu ditempat ini, dan apa yang beli?” tanyanya penasaran.

Yoona tersenyum lebar, “Aku membeli sesuatu untuk kekasihku, kau ingin tahu apa?” Taeyeon mengangguk, Yoona mengeluarkan sesuatu dari kantong belanja yang ia bawa, “Tadaaa CINCIN COUPLE.” Teriaknya.

Taeyeon melongo dibuatnya, bukankah seharusnya seorang namja yang memberi sesuatu untuk yeojanya? Tapi, apa dunia sudah terbalik?

“Yoong, bukankah ini terbalik? Ahh atau jangan-jangan kau namja sedangkan Donghae oppa yeoja?” ucapan Taeyeon langsung dibalas jitakan oleh Yoona.

“Ck babo.”

“Awww yak jangan menjitak ku. Sebagai gantinya kau harus membayar ice cream ku.” Kesalnya sambil pergi meninggalkan Yoona.

“MWO?!”

…..

Baekhyun menutup laptop miliknya. Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi kursi kantor. Sambil menghela nafas ia meraih ponsel miliknya yang ia letakan diatas meja. ‘Aku merindukanmu Yeonie’ batinnya sambil menatap gambar seorang wanita dan dirinya pada wallpaper dilayar ponselnya.

“Baekhyun-nim, aku bawakan kopi untuk anda.” Ujar sekertarisnya, Hani sambil meletakan kopi dimeja milik Baekhyun.

“Eoh, terima kasih.” Sahun Baekhyun pelan. Sebenarnya ia sedikit terkejut melihat Hani yang tiba-tiba berada disampingnya.

“Sebaiknya anda beristirahat terlebih dulu Baekhyun-nim, saya perhatikan anda seperti banyak pikiran.” Ujar Hani.

“Ne, aku akan keluar. Sebaiknya kau berikan kopi itu pada office boy atau yang lainnya.” Perintahnya sambil berlalu pergi.

Hani menatap Baekhyun kesal. Ia tahu bahwa Baekhyun sedang memikirkan calon istrinya yang ia benci. ‘Cih apa yang Baekhyun-nim suka dari anak kecil itu?’ remehnya.

Disisi lain Baekhyun tengah duduk disebuah bangku ditaman. Ia memandang ponselnya detik berikutnya ia mengetik nomor yang sudah ia hafal.

“Oppa?!”

Suara itu, suara yang sungguh ia rindukan. Sudah satu minggu ia tak mendengar ocehan manja dari orang ini.

“Yeonie, hei apa kabar? Oppa sangat merindukanmu.” Ujar Baekhyun senang.

“Aku baik-baik saja oppa, dan aku juga sangat merindukanmu. Bukankah ini masih di jam kerja oppa, kenapa kau menghubungiku?” Tanya yeoja itu, Taeyeon heran.

“Ini jam istirahat Yeoni ku sayang, ck kau ini. Sedang apa kau disana?” Tanya Baekhyun penasaran.

“Aku hanya bersantai. Sambil menunggu Yoona menyelesaikan masakannya. Ck dia membuatku kelaparan oppa.” Kesalnya.

Baekhyun tertawa kecil, “Haha kau tak ikut memasak?”

“Aniya. Ohh ne oppa minggu depan aku akan pulang ke Korea, tunggu aku ne!!” pekiknya semangat.

“Mwo, kau tidak berbohong pada oppa kan Yeoni?” Tanya Baekhyun memastikan.

“Aish oppa ini, tentu saja tidak. Jangan berpaling pada wanita lain selain aku ne!”

“Tentu saja tidak, namun jika kau tak pulang maka aku akan mencari yeoja lain.” Jahil Baekhyun.

“YAKK AWAS KAU OPPA!!!” teriaknya, membuat Baekhyun menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Ya! Kau mau membuat telingaku pecah eoh? Tentu saja aku tak akan pernah berpaling darimu ‘CALON ISTRI’ ku!” goda Baekhyun sambil menekan kata ‘CALON ISTRI’.

“Ck memang oppa kira aku mau menikah dengan oppa?” goda Taeyeon.

“Kau pasti sangat menginginkan menikah denganku bukan, Yeonie?” balas Baekhyun.

“Ck oppa menyebalkan!” kesalnya.

“Haha maafkan oppa Yeonie sayang. Jaga kesehatanmu, kau harus banyak beristirahat, jangan terlalu lelah ne.” perintah Baekhyun.

“Ne oppa, terima kasih. Annyeong.”

“Annyeong Yeon.”

Sambungan terputus, setelahnya Baekhyun tersenyum kecil. Ia sudah tak sabar menunggu kehadiran calon istrinya. Mood nya membaik, dengan semangat ia kembali masuk ke ruangannya.

…..

Yoona memandang Taeyeon heran. Setelah sambungan teleponnya dan Baekhyun terputus, Taeyeon terus tersenyum sambil menatap ponselnya. Dan itu membuat Yoona ragu dengan kewarasan Taeyeon.

“Taeng, kau masih hidup?” ucapan Yoona membuyarkan lamunan indah Taeyeon. Taeyeon berbalik menatap sahabatnya tajam.

“Tentu, kau ingin aku mati?” ketusnya.

“Boleh juga, tapi setelah kau melunasi seluruh hutangmu padaku.” Ucap Yoona dengan senyum bodohnya.

“Ck kau menyebalkan. Kau tenang saja, seminggu lagi aku akan pergi dari rumahmu.” Ucap Taeyeon dingin. Yoona tersentak mendengarnya.

“Mwo, apa maksudmu?”

“Aku akan kembali ke Korea dan menetap disana. Kau tenang saja sebelumnya akan aku lunasi seluruh hutang-hutangku padamu.” setelah mengatakan itu Taeyeon segera berlalu kekamarnya.

Yoona terdiam. Sepertinya sahabat nya saat ini sedang marah padanya. Padahal maksud Yoona hanya bercanda. Dan satu minggu lagi sahabatnya akan pulang ke Korea yang artinya ia akan kesepian sendiri dirumah ini. Kehadiran Taeyeon dirumah ini begitu berharga baginya.

…..

Pagi-pagi sekali Taeyeon pergi keluar dari rumah milik Yoona. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan. Tadinya ia ingin memberi tahu Yoona terlebih dahulu, namun melihat sahabatnya yang masih tertidur dengan nyenyaknya membuat Taeyeon tak tega membangunkannya.

Apalagi mengingat perselisihannya dengan Yoona kemarin malam. Sebenarnya Taeyeon tidak marah, namun entah bisikan dari mana yang membuatnya berbicara seperti itu.

Taeyeon menghela nafas. Ini masih pukul 6.40 pagi masih sedikit orang-orang yang berlalu lalang diwaktu ini. Ia berhenti ditaman dan duduk disebuah kursi dibawah pohon sakura. Ia menghapus jejak keringat diwajahnya dengan tangan mungilnya.

“Annyeong.” Sebuah suara membuyarkan lamunannya. Ia menoleh pada sumber suara, terlihat seorang namja yang merupakan sahabatnya sedang tersenyum padanya.

“Luhan, hei apa kabar? Sudah lama kita tak bertemu bukan?” ujar Taeyeon senang.

Lelaki yang dipanggil Luhan mengangguk menyahuti ucapan Taeyeon. “Aku baik Taeng, bagaimana denganmu?” Luhan ikut duduk disamping Taeyeon.

“Emm tidak terlalu baik.” Jawabnya jujur.

“Apanya yang tidak terlalu baik? Sungguh hari ini bahkan lebih dari baik Taeng. Kau sedang ada tamu ne?” Tanya Luhan asal.

Taeyeon menatap Luhan tajam. Namun Luhan yang melihatnya justru hanya tertawa keras. Menurutnya tatapan yang Taeyeon berikan sama sekali tidak menakutkan, justru dimata Luhan itu terlihat sangat manis.

“Yak kenapa kau tertawa eoh, memang ada yang lucu?” tanyanya ketus.

Luhan berusaha mengontrol tawanya saat melihat wajah Taeyeon yang terlihat kesal.

“Haha ahh ne ehkm maafkan aku Taeng, sungguh wajahmu itu sangat lucu tadi.” Luhan masih tertawa kecil.

“Aku memang lucu Luhan.” Bangga Taeyeon.

“Ahh benar kau memang sahabatku yang sangat lucu.” Luhan mencubit pipi Taeyeon yang sukses membuat sang empu meringis kesakitan, “Baiklah apa masalahmu hari ini sampai-sampai keadaanmu kurang baik.”

Taeyeon menghela nafas, “Kemarin malam aku bertengkar dengan Yoona.” Ceritanya.

“Kalian bertengkar? Wae?” Luhan tentu saja heran tak biasanya kedua sahabat ini bertengkar.

“Entahlah, aku lupa.” Ucapnya disertai cengiran tanpa dosa.

Luhan menggelengkan kepalanya, “Oh ya hari minggu kau free Taeng? Bagaimana kalau kita ke pantai?”

Mendengar ucapan Luhan membuat Taeyeon murung seketika.

“Aku tidak bisa Lu.” Ucapnya pelan.

Luhan kecewa, namun ia mencoba tersenyum. “Kau sibuk ne?” ujarnya mencoba menutupi rasa kecewanya.

“Minggu depan aku pulang ke Korea. Maafkan aku.” Taeyeon menunduk sedih.

Luhan terkejut dibuatnya. “Hey, seharusnya kau senang bukan? Kau akan bertemu calon suamimu.” Ya Luhan memang tahu tentang Baekhyun, karena memang sebelumnya mereka juga pernah bertemu.

“Aku memang senang, namun aku juga sedih karena harus meninggalkan Jepang dan juga kau Lu.” Ujarnya sedih.

“Haha aku bisa berkunjung ke Korea kapanpun aku mau. Tunggu kedatanganku ne.” luhan mencoba menghibur Taeyeon.

“Tentu, datanglah secepatnya.” Ucap Taeyeon sambil tersenyum.

TBC

Chap 1 sengaja aku buat pendek. Kalau banyak yang suka, aku lanjut.

Coment juseyo~ Be good a reader!!

Advertisements

53 comments on “[FREELANCE] The Power Of Love (Chapter 1)

  1. jangan bilang disini luhan sama taeyeon saling suka lebih dari sahabat?
    waaahhhhh plng suka kalo ada ff pairing lutae :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s