[FREELANCE] Find Of Happiness (Chapter 6)

foh

Taeyeon mengerutkan dahi dan menatap marah mata Kyuhyun, “Apa maksudmu?”

Kyuhyun balas menatapnya, bibir itu untuk pertama kalinya terangkat membentuk seringaian, “Jika kau ingin mengucapkan salam perpisahan, setidaknya lakukan dengan benar”

“..Seperti ini!” Kyuhyun menyentakan tangan Taeyeon kearahnya. Mata Taeyeon membelalak dan tubuhnya menegang. Bibir Kyuhyun mendarat di bibirnya. Bibir hangat itu. Ya Tuhan! Kyuhyun menciumnya.

~oOo~

Find Of Happiness

Author : MelanKyutae

Length : Multi-chapter

Rating : T

Genre : Drama, Romance, Friendship, Family.

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Park Jiyeon, Kim Myungsoo

Other Cast : Krystal Jung, Jung Yonghwa, Kim Soeun, Kim Sangbum, find.

Desclaimer : Cerita full milik aku, walaupun ada beberapa scene yang terinspirasi dari drama korea. Untuk semua cast tetap milik Tuhan dan orangtua mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur cerita maupun tempat, itu adalah unsur ketidak sengajaan.

DON’T PLAGIAT!!

Sorry for typo(s)…

~oOo~

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5

Chapter 6

Taeyeon berjalan pelan dan gontai menuruni anak tangga untuk sampai ke kamar rias. Sesekali dia menabrak pelayan yang memang sangat sibuk berlalu-lalang menyiapkan pesta.

“Maaf nona”

Permintaan maaf itu pun tak sama sekali ditanggapi Taeyeon. Ia terus berjalan menuju kamarnya dan terduduk disisi ranjang. Mata Taeyeon masih kosong menatap kedepan, namun sesaat kemudian jemarinya menyentuh bibirnya yang masih tampak pucat itu.

“Apa… apa itu tadi?” tanyanya linglung.

Tak lama pintu kamar pun terbuka, “Ternyata kau disini, nak”

Soeun masuk, duduk disamping Taeyeon, “Kami mencarimu kemana-mana, kau tau?” Soeun membenarkan letak poni Taeyeon seraya memperhatikan wajah cantik anaknya. Pandangannya terhenti pada bibir Taeyeon, “Omo. Lihat ini. Bagaimana bisa lipstikmu berantakan begini, eoh? Aigo.. tunggu disini sebentar”

Ibunya bangkit untuk mengambil alat make-up Taeyeon. Sementara Taeyeon hanya diam tak menghiraukan. Pikirannya terlalu kacau untuk mencerna ini semua.

“Eomma… sepertinya aku akan mati”

***

“Darimana saja kau?” tegur Changmin yang melihat Kyuhyun berada di ruang ganti pelayan, sedang mengenakan pakaian khusus untuk pesta malam ini.

Kyuhyun menatapnya seraya berkata, “Maaf”

“Aish kau ini. Cepat bekerja. Aku dan Myungsoo kelabakan mengatur jamuannya” gerutu Changmin.

“Baiklah.. baiklah..” Kyuhyun mengalah.

“Sebenarnya ada apa ini? Pesta pertunangan belum dimulai tapi tamu undangannya sudah sangat banyak. Menyusahkan saja” umpat Changmin lagi sambil berkacak pinggang dan terlihat kesal.

“Seperti tidak tau saja. Pesta pertunangan orang ternama memang begitu” celetuk Myungsoo yang kebetulan lewat untuk mengambil jam tangannya yang tertinggal. Setelah mengenakan arlojinya, tatapan Myungsoo mengarah pada Kyuhyun, “Dan aku baru tau kalau yang bertunangan itu Kim Taeyeon” sambungnya.

Hening sejenak. Changmin dan Myungsoo terus menatap Kyuhyun yang sibuk merapikan pakaian sampai membuat Kyuhyun heran sendiri.

“Kenapa?” Kyuhyun balas menatap dua orang itu bergantian.

“Kau… tak merasa keberatan?” tanya Myungsoo menyelidik.

Changmin menatap namja itu, “Kenapa dia harus keberatan? Kau aneh, Myung. Sudahlah. Sekarang cepat keluar dan bantu aku melayani jamuannya, mengerti?” Changmin melangkah meninggalkan dua temannya disana.

“Cerewet sekali dia” Kyuhyun tersenyum seraya kembali sibuk merapikan pakaiannya.

Myungsoo berkacak pinggang, “Hei. Jangan mengalihkan pertanyaanku”

“Benar kata Changmin. Kenapa aku harus keberatan?”

Myungsoo mengernyit, “Bukankah kalian sepasang kekasih? Apalagi namanya jika bukan kekasih saat Taeyeon mencarimu terus-menerus? Kau mau menyangkalnya?”

Kyuhyun bernapas berlebihan. Kali ini ia benar-benar berhenti mengurusi pakaian, “Dia mencariku karena ada urusan. Tak lebih” jelasnya.

“Mungkin iya. Tapi aku yakin ada yang salah dengan kalian berdua”

“Kau hanya terlalu mengkhawatirkanku. Berhenti menganggapku seperti anak kecil. Sekarang bantu melayani jamuannya, mengerti?” Kyuhyun pergi meninggalkan Myungsoo.

“YA! Kau tak bisa membohongi dirimu sendiri” sahut Myungsoo seraya mengejar langkah Kyuhyun menuju pelataran pesta.

***

“Silahkan” Kyuhyun tersenyum sambil mengisi gelas-gelas sampanye para tamu yang sibuk bercengkrama. Ia masih setia membawa nampan berisi botol anggur dan berjalan hilir mudik diantara para tamu. Tersenyum ramah pada setiap orang yang datang agar mereka semakin merasa nyaman berada dipesta itu.

Benar kata Changmin. Pesta ini mengundang pejabat dan pengusaha-pengusaha yang sangat banyak. Persis seperti pesta bisnis. Atau memang pertunangan ini didasari dengan bisnis. Kyuhyun tak akan heran.

Setelah setengah jam melayani tamu-tamu, mata Kyuhyun-dan semua orang-terpaku pada sosok ditengah pelataran pesta. Semua orang yang berada disana tampak terpesona. Gaun periwinkle yang dikenakan gadis itu seakan mendominasi gaun mewah para tamu. Begitu manis menempel ditubuh mungilnya. Dialah Kim Taeyeon. Berdiri dengan anggun disamping calon tunangannya-Yonghwa-, tampak serasi bersanding di tengah orang-orang yang menatap mereka iri dan kagum.

Kyuhyun memperhatikan bahasa tubuh Taeyeon yang tak nyaman menjadi pusat perhatian. Senyuman gadis itu tampak dipaksakan dan matanya yang biasa berbinar kini tampak redup.

Setelah pidato penyambutan dari tuan Kim selesai, kini dilanjut dengan pertukaran cincin pada pasangan. Kyuhyun terus memantau sampai Jung Yonghwa menyematkan cincin berkilau yang sangat mahal ke jari manis Taeyeon. Oh ayolah, dari jarak pandang Kyuhyun sekarang Kyuhyun tau mata cincin yang sudah melingkar dijari manis Taeyeon itu adalah berlian asli dengan ukuran tak tanggung-tanggung. Cukup untuk membeli satu rumah lengkap dengan mobil mungkin.

“Sebentar lagi dia akan menjadi milik orang lain” ucap Myungsoo yang entah datang darimana. Ia memeluk nampannya dan ikut menikmati pemandangan romantis itu diiringi tepuk tangan riuh para tamu.

Kyuhyun tersenyum lemah. Entah bagaimana hatinya bisa semiris ini.

“Kau masih mau tetap disini? Aku ingat ada pekerjaan lain. Aku serahkan padamu” ucap Kyuhyun memindahkan nampannya pada Myungsoo dan pergi menuju ruang ganti pelayan.

“YA!” Myungsoo menjaga nampan pemberian Kyuhyun agar botol anggurnya tidak terjatuh. Dia ingin protes, tapi tidak mungkin saat berada ditengah-tengah para tamu terhormat seperti ini.

“Ck! Bilang saja kalau kau tidak kuat melihatnya sudah dimiliki orang lain” cibir Myungsoo saat Kyuhyun benar-benar tak terlihat.

***

Pagi ini pemandangan cukup langka terlihat dipelataran parkir kampus. Entah siapa yang memulai tapi yang jelas semua mata yang berada disekitar sana mengarah pada satu titik, maksudnya satu mobil yang membawa Taeyeon ikut serta.

“Terimakasih” Taeyeon tersenyum sedikit sebelum keluar dan menutup kembali pintu mobil itu.

“Tak masalah. Aku akan menjemput setelah kau selesai” balas Yonghwa ramah.

Taeyeon memutar bola mata diam-diam, “Baiklah” jawabnya.

SUV hitam yang dikendarai Yonghwa pun mulai melaju meninggalkan pelataran kampus.

“Sangat lebih baik jika kau tidak kembali lagi padaku” desis Taeyeon sarkastis.

Setelah menghela napas berat, ia pun berbalik dan siap menghadapi realita kampus. Semua orang selalu ingin tau, semua orang selalu haus akan informasi tapi Taeyeon berusaha membutakan mata akan tatapan orang-orang yang-menurutnya-menyedihkan itu. Ia tak punya waktu untuk peduli. Ia tak suka menjadi pusat perhatian.

Taeyeon menghembuskan napasnya lagi, ia mengacuhkan sekitar dan terus berjalan saat sesorang memanggilnya, “Kim Taeyeon!”

Panggilan itu membuatnya menghembuskan napas lega. Jiyeon menyelamatkannya.

“Siapa yang mengantarmu tadi? Yonghwa-ssi?” tanya Jiyeon saat ia sudah sampai didekat Taeyeon.

Taeyeon mengangguk tanpa menghentikan langkahnya.

Jiyeon menatapnya tak percaya, “Apa? Jadi sekarang hubunganmu dengannya benar-benar serius?”

Taeyeon berhenti tiba-tiba. Menatap Jiyeon datar ketika merentangkan jari-jarinya bermaksud memperlihatkan cincin yang kini melingkar dijari manisnya pada Jiyeon.

“Wah” Jiyeon hanya bisa terpana dengan kekaguman yang berlebihan, “Lihat batu berkilau itu, dia seakan mengejekku” matanya berbinar dan bibir mengerucut.

“Ck!” Taeyeon mendelik sambil menurunkan tangannya, “Memuakkan!” umpatnya sebelum kembali berjalan.

Cincin yang orang lain-termasuk sahabatnya-sebut mengagumkan itu sebenarnya sangat tidak disukai Taeyeon. Permatanya terlalu mencolok dan menyilaukan mata, ditambah ukurannya yang kurang ajar. Jari Taeyeon terasa akan patah jika harus terus memakainya. Selain itu, cincin itu juga pilihan dari selera rendah putra tunggal Jung. Mungkin Yonghwa memang berselera untuk benda-benda yang jelas terlihat oleh semua orang. Ramah dan besar kepala. Itulah yang Taeyeon simpulkan dari kepribadian tunangannya.

Taeyeon tiba dikelasnya. Ia duduk di barisan paling ujung dan Jiyeon ikut duduk di kursi sampingnya. Mereka tak mengeluarkan suara. Diam untuk memikirkan sesuatu yang tak jelas, namun jelas kalau Jiyeon sedang mempelajari raut muka Taeyeon untuk memulai pertanyaannya.

“Jadi benar kau bertunangan tadi malam? Kau tega tak mengundangku?” selidik Jiyeon meminta penjelasan.

Taeyeon hanya mengangkat bahu seraya mengeluarkan buku setebal kamus untuk mengalihkan tatapan dari sahabatnya itu, “Maaf. Lagipula pesta tadi malam hanya untuk keluarga dan rekan bisnis appaku dan appa Yonghwa jadi tak ada gunanya mengundang teman”

Jiyeon memperhatikan Taeyeon yang sedang membaca buku, “Sudah kuduga. Tapi aku masih tak percaya seorang Kim Taeyeon telah melepas status lajangnya. Malah yang sangat mengejutkan sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Jung yang sangat amat kaya itu. Ya Tuhan. Beruntungnya dirimu”

Taeyeon memutar bola matanya malas, “Hentikan itu Ji-ya. Aku muak”

“Muak tapi kau tetap menginginkannya. Bukankah itu aneh?”

Taeyeon terdiam, kegiatan membacanya pun terhenti, “Sejak kapan kau mendapati keluargaku tak aneh?”

“Hm” Jiyeon berpikir, ” Seingatku tak pernah”

Taeyeon mengangguk, kembali membaca bukunya, “Benar”

Jiyeon bersandar di kursi, “Kau ini semakin hari semakin sensitif saja. Ingat siapa yang menerima perjodohan ini? Kau sendiri. Dan kau perlu menerima konsekuensinya. Ini adalah hal sensitif bagimu, Tae-ya. Jadi berhati-hatilah”

Taeyeon mengangguk, “Benar. Aku menyetujui perjodohan ini karena menyadari kalau dia aset terbaik untuk kelangsungan hidupku. Tapi omonganmu terlalu berlebihan”

“Ya. Berlebihan atau tidak itu terserah padamu. Ku akui dia memang aset terbaik, tapi jangan lupakan hatimu. Jaga hatimu baik-baik” Jiyeon menepuk lengan Taeyeon sementara Taeyeon merenung.

“Jadi kapan kau akan menikah?” tanya Jiyeon lagi.

Taeyeon menghela napas, “Secepatnya”

“Seberapa cepat?”

Taeyeon mengedikkan bahu, “Secepat yang mereka bisa. Orang tuaku tau jika aku  sering berubah pikiran dalam waktu sedetik saja. Mereka tak akan memberiku celah untuk itu. Membatalkan pernikahan sama saja mempermalukan nama baik mereka”

“Ah~ Kau pintar juga” Jiyeon menimbang-nimbang sesuatu dalam pikirannya, “Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Kau tak berhubungan lagi dengannya?”

Taeyeon tercekat sesaat, “Sepertinya begitu” katanya lemah.

***

“Kudengar Taeyeon diantar tunangannya tadi pagi. Malah sampai berani memasuki pelataran kampus” kata Krystal yang baru datang dan langsung duduk disamping Kyuhyun.

“Ternyata kau cepat tanggap juga” ujar Kyuhyun tanpa mau mengalihkan fokus dari buku paketnya.

Krystal memiringkan badannya sehingga tepat berhadapan dengan Kyuhyun dan menatap namja itu lekat, “Kau sudah tau?”

“Tentu saja…”

Kyuhyun bukan orang tuli, “Dari mulai masuk gerbang sampai kekelas ini, yang kudengar hanya pembicaraan tentang Taeyeon yang diantar tunangannya. Bagaimana mungkin aku mengabaikannya begitu saja. Semua orang bicara, kau tau”

“Ah.. Aku lupa kalau dia begitu terkenal” ringis Krystal, “Berarti kau tak perlu menemuinya lagi, bukan?”

Ya, Krystal benar. Tanpa diberitahu pun Kyuhyun akan menyingkir dari Taeyeon. Memang seharusnya ia tidak berhubungan dengan nona kaya itu. Taeyeon terlalu sulit digapai.

“Ya. Tak akan lagi” lirih Kyuhyun.

Jawaban itu membuat Krystal senang. Jika Taeyeon sudah tak terkait lagi dengan Kyuhyun, itu berarti perhatian Kyuhyun akan sepenuhnya terpusat padanya. Sambil tersenyum, Krystal menyandarkan punggung dikursinya.

“Jadi saat itu dia datang kerumahmu untuk mengucapkan salam perpisahan? Boleh juga nona manja itu” kata Krystal sambil mencibir.

Kyuhyun mengerutkan kening. Untuk ucapan Krystal yang satu ini ia tak bisa mengabaikannya. Kini bukunya yang dia abaikan.

“Apa maksudmu tentang ‘dia mengunjungiku’?” Kyuhyun menatap Krystal tajam.

“Dia tak datang kerumahmu?” yeoja itu malah balik bertanya.

Kyuhyun mengerang dalam hati. Tak mungkin Taeyeon datang kerumahnya. Perempuan itu bukan orang bodoh yang mempedulikan setiap orang.

“Jelaskan, Krys”

Krystal sedikit was-was, pasalnya Kyuhyun tak pernah bebicara sedatar dan sedingin itu, “Ini aneh sekali, oppa. Taeyeon datang ke gedung kita hanya untuk menemuiku sekaligus memaksaku memberikan alamat rumahmu padanya. Aku tak berpikir untuk apa alamat itu, hanya kukira dia ingin menemuimu langsung untuk membereskan sesuatu. Jika dia tidak melakukan apapun dengan alamat itu, seharusnya dia tidak bersikeras. Gadis itu benar-benar aneh!”

Kyuhyun mencerna apa yang Krystal katakan. Semuanya semakin terlihat jelas. Dan memang seharusnya ia tidak terlibat dengan orang kaya seperti Kim Taeyeon. Kesalahannya.

Kyuhyun tersenyum sedih sebelum beranjak dari kursinya, “Kau banyak menyadarkanku Krys, terimakasih” ujar nya sambil pergi meninggalkan Krystal yang melongo ditempat duduknya.

***

Taeyeon yang diantar maupun dijemput tunangannya kini bukan pemandangan aneh lagi bagi penduduk kampus. Tapi tetap saja sesekali mata para mahasiswa itu melirik kearahnya. Menyebalkan memang, tapi Taeyeon sudah terbiasa dan hanya bersikap acuh pada hal-hal yang bukan kepentingannya.

“Eomma sudah menunggu kita dibutik. Sebaiknya kita langsung kesana saja” ujar Yonghwa sambil mengejar langkah Taeyeon menuju pelataran parkir kampus. Gadis itu berjalan sangat cepat mengharuskan Yonghwa sedikit berlari untuk menyamakan langkah mereka.

“Kau sudah mengatakannya puluhan kali, Yonghwa-ya. Aku tidak mengidap penyakit alzheimer jadi tenanglah” sembur Taeyeon jengkel.

Yonghwa hanya tersenyum, “Maaf. Aku hanya terlalu bersemangat”

Taeyeon memutar bola matanya, “Apa pengepasan tuxedo membuatmu terlalu aktif begini?”

“Benar, karena itu artinya sebentar lagi kita akan menikah”

“Diktator” desis Taeyeon.

Mereka sampai didepan SUV hitam Yonghwa dan namja Jung itu dengan cekatan membuka pintu untuk Taeyeon, “Terimakasih”

Taeyeon masuk kedalam mobil, Yonghwa menutup pintu penumpang dan segera mengambil alih kursi dibelakang kemudi. Mobilpun melaju.

Yonghwa memperhatikan Taeyeon sebentar lalu buka suara, “Sebenarnya bukan hanya aku saja yang bersemangat tapi eomma kita juga sangat antusias” ujarnya dengan senyuman lebar kala mengingat ibu dan calon ibu mertuanya begitu heboh memerintahnya cepat-cepat datang ke butik tempat fitting

kostum pernikahan.

Taeyeon mendengus dan membuang tatapan keluar jendela, “Kalian sama saja”

Yonghwa mendengar lirihan ketus itu namun ia pura-pura tak tau, tersenyum tipis sebelum membelokkan kemudi untuk masuk ke jalan utama. Bertepatan dengan itu, mobil mereka berpapasan dengan Kyuhyun yang sedang berjalan menuju halte bus. Taeyeon yang awalnya duduk malas dikursinya sontak menegakkan kepala, entah mengapa hatinya langsung membuncah saat melihat namja itu. Sudah satu minggu sejak pertemuan terakhir mereka di acara pertunangan dan sekarang Taeyeon benar-benar merasa kehilangan.

Mobil terus melaju meninggalkan Kyuhyun. Taeyeon tak menyiakan kesempatan untuk berlama-lama menatap namja itu, bahkan sampai memantaunya dari kaca spion mobil. Pandangan Taeyeon menelusuri Kyuhyun, mencari sesuatu yang berbeda dari namja itu tapi sepertinya Kyuhyun baik-baik saja setelah putus dengannya. Arrghh, kenyataan membuatnya kesal. Taeyeon menghempaskan punggung ke sandaran kursi. Tanpa sadar kekesalannya itu terbaca oleh Yonghwa.

“Ada apa?” tanya Yonghwa kemudian.

Taeyeon mengerjap, matanya segera menatap kedepan, “Tak ada”

Yonghwa melirik kaca spion sekilas dan memilih tak peduli dengan apa yang Taeyeon perhatikan tadi.

Taeyeon menghembuskan napas pelan. Hatinya sudah terlanjur kacau sekarang, Kyuhyun muncul disaat yang tidak tepat dan kembali membuatnya galau. Bayangan pertemuan terakhir mereka di atap rumahnya kembali terputar di benak Taeyeon. Perlahan tangannya terangkat menyentuh bibir bawahnya, kemudian mendesah. Kyuhyun meninggalkannya dengan sangat lancang.

“Ck!”

Jujur, bayangan Kyuhyun saat menciumnya malam itu tak pernah hilang dari ingatan Taeyeon. Bibirnya lembut dan menyentuhnya penuh perasaan. Itu salam perpisahan yang berkesan sekaligus menyakitkan.

“Sial”

***

“Ya Tuhan. Lihat ini! Mereka benar-benar serasi”

“Anda benar besan Kim. Taeyeon yang memukau dengan Yonghwa yang berkilau tampak sangat serasi bersanding seperti ini”

“Semakin tak sabar menikahkan mereka”

Taeyeon mengusap telinganya yang terasa panas. Dua nyonya besar itu sejak tadi bertingkah layaknya anak kecil. Mengoceh tanpa jeda dan terkadang berteriak tak jelas membuat Taeyeon harus menahan malu pada semua orang yang memperhatikannya. Ayolah. Teriakkan ibunya dan nyonya Jung cukup untuk membuat pengunjung butik menatap heran kearah mereka. Siapa yang tidak malu menjadi pusat perhatian karena terlalu berisik?

Taeyeon mendengus kesal. Yonghwa yang mengenakan tuxedo putih disampingnya melirik yeoja itu dengan terpesona. Walau muka Taeyeon sangat jelas memperlihatkan kerisihan, tapi gaun putih mewah yang dikenakannya benar-benar membuatnya bersinar. Gaun pengantin putih yang memiliki aksen gold di setiap titiknya dengan potongan lengan dan dada sedikit rendah serta bagian bawah menjuntai 1 meter dilantai, itu gaun istimewa yang akan dipakainya diacara pemberkatan. Tapi entah, Taeyeon tak berharap cepat-cepat mengenakan gaun sakral itu.

“Atau malam ini saja kita nikahkan mereka. Taeyeon sudah mengenakan gaunnya dan Yonghwa dengan tuxedonya, tinggal menikahkannya saja” sahut Soeun bersemangat. Berbeda dengan Yonghwa dan nyonya Jung yang tersenyum, Taeyeon membelalakan mata.

“Eomma!” teriak Taeyeon tak bisa berdiam diri lagi. Menurutnya ucapan ibunya benar-benar tak masuk akal. Memangnya dia hewan yang bisa dinikahkan dimana saja dan kapan saja? Gila.

“Kau diam saja” Soeun mengisyaratkannya untuk diam dan itu makin membuat Taeyeon geram.

“Aku sudah selesai disini. Aku mau pulang!” sahut Taeyeon seraya berlalu, gaun berat itu tak menghalangi langkahnya.

“YA!” Soeun berteriak agar Taeyeon mau berhenti, namun sepertinya anak keras kepala itu tak mau peduli. Taeyeon mengganti pakaian secepat yang ia bisa dan langsung pergi dari butik itu.

“Kalau begitu saya antar Taeyeon dulu eomma, eommeonim” Yonghwa berpamitan setelah selesai mengganti pakaian dan mulai menyusul Taeyeon ke pintu keluar.

“Aigo. Anak anda sopan sekali besan Jung” puji Soeun sambil tersenyum menatap kepergian calon menantunya.

“Kim Taeyeon juga sangat berkarakter. Saya yakin kalau anak kita menikah maka akan membentuk keluarga yang unik” balas nyonya Jung.

Soeun mengembangkan senyumnya, “Anda benar”

***

Taeyeon sejak tadi membaringkan tubuhnya diranjang, berguling ke kiri dan ke kanan tanpa tau apa yang pantas dilakukannya sekarang. Mencoba berpikir namun pikirannya tak mau diajak kerja sama. Hanya satu hal yang cukup membuatnya kalut dan gelisah seperti ini.

“Kyuhyun”

Seketika ia berhenti dengan aksi bergulingnya tepat di dekat nakas sebelah tempat tidur. Dia beralih menggapai ponsel dan mencari kontak Kyuhyun.

Wajahnya langsung merengut, “Oh Tuhan. Aku kan sudah menghapus kontaknya” dia menyerah dan melempar ponsel kesamping bantal.

Taeyeon terdiam, menatap kosong pada langit-langit kamar, “Aku tak menghafal nomornya. Inikah akhir cerita Cho Kyuhyun dalam kehidupanku? Tuhan,” monolognya sedih.

***

“Gedung siap, undangan siap, pesta siap, gaun siap, tuxedo siap, semuanya siap” Tuan Kim melaporkan hasil kerjanya pada semua orang yang berkumpul di ruang keluarga rumahnya, beserta keluarga Jung juga tentunya. Ia tersenyum puas.

“Sepertinya kita benar-benar bekerja keras untuk semua ini” ujar tuan Jung sambil terkekeh pelan.

“Benar. Aku iri sekali. Siapa yang mau menikah tapi siapa yang bekerja keras untuk mempersiapkannya” tambah nyonya Kim membuat nyonya Jung disampingnya mengangguk setuju.

Yonghwa tersenyum malu mendengar sindiran itu, “Maaf sudah merepotkan kalian. Kami tak tau harus meminta bantuan siapa lagi selain pada kalian. Eomma, appa, abeonim dan eommeonim berperan penting untuk persiapan pernikahanku dan Taeyeon, terimakasih”

“Iya. Kau tidak perlu merasa begitu, kami tak merasa direpotkan justru kami menikmatinya, kapan lagi ada moment sibuk yang membahagiakan seperti ini? Taeyeon putriku satu-satunya” balas Kimbum tersenyum menenangkan.

“Kau juga putra kami satu-satunya Yonghwa-ya, orangtua seperti kami tak akan menemukan moment seperti ini lagi” tambah nyonya Jung begitu senang pada Yonghwa.

Mereka terlibat pembicaraan yang diselingi canda tawa, malam ini mereka benar-benar tampak seperti keluarga besar yang bahagia namun tidak untuk Taeyeon, gadis itu lebih banyak diam dan melamun daripada ikut bergabung dalam pembicaraan keluarganya dan keluarga Jung.

Tuan Jung mengambil kalender perhitungan dan mulai membaca, “Melihat patokan tanggal dibulan ini sepertinya tanggal baik ada di delapan hari setelah tanggal kelahiran kedua calon pengantin. Disini Yonghwa lahir pada tanggal 28 dan delapan hari setelahnya sudah memasuki bulan baru, sementara Taeyeon lahir pada tanggal 9 berarti delapan hari setelahnya jatuh pada tanggal 17 masih dibulan ini. Itulah hari baiknya, sekarang tanggal 10 berarti sekitar seminggu lagi”

Tuan Kim mengangguk dan berpikir sebentar, “Baiklah. Jadi sudah ditentukan pernikahan akan dilaksanakan minggu depan” putusnya.

“Apa!” Taeyeon tersentak dari lamunannya dan segera menatap ayahnya tak percaya.

Kimbum mengangguk, “Tepatnya 7 hari lagi”

“Tapi kenapa?”

“Kau tak dengar perhitungan hari baiknya tadi? Lagipula semua sudah siap, apa lagi yang ingin kau tunggu, Taeng-a?” jawab Kimbum berusaha tetap tenang.

Taeyeon terdiam sebelum menyandarkan punggungnya kekepala sofa. Ia mengalah. Bagaimanapun ia tak akan bisa melawan ayahnya, tidak disaat keluarga Jung ada dihadapannya.

‘Tanggal 17’ tanggal tersialnya. Benar-benar SIAL.

***

“Tujuh hari lagi ya? Cukup cepat juga rencana yang orangtuamu pikirkan” Jiyeon mengangguk paham.

“Sudah kukatakan dari awal, mereka tak akan memberiku kesempatan untuk berubah pikiran” jawab Taeyeon malas.

“Ya, itu memang resikomu. Walau kau menghindar, cepat atau lambat kau tetap akan menikah dengannya, menyerah tanpa perlawanan memang sangat baik untuk menghemat tenaga” saran Jiyeon.

Taeyeon membuat simbul ditangannya, “Hm. Kau benar”

“Ya sudahlah. Aku malas mengurusi masalahmu yang tidak ada habisnya. Aku mau menemui Myungsoo di aula, dia mengirimiku pesan agar segera kesana setelah jam kuliah” Jiyeon bangkit dari duduknya.

Taeyeon menatapnya, “Mengirimimu pesan? Sejak kapan kalian sedekat itu?”

“Sejak kau sibuk dengan masalahmu sendiri”

Taeyeon bangkit dengan sedikit hentakkan, “Aish! Kalian sudah resmi berpacaran? Cepat sekali. Bahkan kau tak bercerita apapun padaku”

Jiyeon tersenyum, “Sekarang aku sudah memberitahumu kan? Untuk seorang Park Jiyeon apapun akan selalu berkembang pesat. Tidak seperti kau yang selalu jalan ditempat”

“Sialan kau” Taeyeon menepuk lengan Jiyeon sekuat tenaga, cukup membuat sahabatya itu meringis.

“Dasar nona kaya yang pandai menyiksa” gerutu Jiyeon sambil mengelus lengannya yang terkena pukulan.

Mereka mulai berjalan keluar kelas dan menyusuri koridor.

“Aku ikut denganmu keaula” ucap Taeyeon tiba-tiba.

“Untuk apa huh?”

“Aku mau meminta nomor seseorang pada Myungsoo”

“Nomor seseorang? Siapa?” tanya Jiyeon dengan mata menyipit. Taeyeon sadar akan ucapannya tadi. Jiyeon akan terpancing untuk mencari tau. Aish, babo.

“Ah. Aku harus ke toilet. Kau tunggu sebentar” Jiyeon menyela sebelum Taeyeon menjawab. Ia merubah haluan dan berlari terburu-buru menuju toilet. Taeyeon hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.

“Aku pergi duluan!” sahut Taeyeon.

“Eoh” Jiyeon menyahut kembali tanpa berbalik.

***

“Kudengar Taeyeon dan tunangannya akan menikah minggu depan”

Tangan Taeyeon yang hendak menekan kenop pintu terhenti kala mendengar ucapan Myungsoo yang menggema di dalam sana, “Aish! Kenapa cepat sekali menyebarnya?” lirih Taeyeon sambil menggigit bibirnya.

“Aku dengar juga begitu” jawab suara lain.

Taeyeon terdiam, niatnya untuk menemui Myungsoo seketika hilang dan tergantikan dengan siaganya ia didepan pintu ganda aula, mencuri dengar pembicaraan Myungsoo dan Kyuhyun. Taeyeon yakin kalau lawan bicara Myungsoo didalam sana adalah Kyuhyun. Taeyeon tau benar suara Kyuhyun.

“Kau terlihat santai” Myungsoo berujar lagi.

“Jadi kau ingin aku berbuat apa?” balas Kyuhyun disertai hembusan napasnya.

“Setidaknya kau menemuinya. Maksudku kalian jelas saling menghindar satu sama lain. Kau pikir dengan begini masalah kalian akan membaik?”

“Aku tak ada hak untuk menemuinya. Bicarapun tak ada hal yang perlu dibicarakan” sanggah Kyuhyun.

Myungsoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Sebenarnya aku heran denganmu. Kau kira dikampus ini siapa yang bisa mengajak Kim Taeyeon bicara? Bisa dihitung dengan sebelah tangan dan kau malah menyia-nyiakannya” pandangan Myungsoo menajam, “Kau tak sedikitpun mencintainya? Sayang paling tidak?”

Taeyeon hampir tersedak mendengar pertanyaan telak Myungsoo, bagaimanapun perasaan adalah hal sensitif. Apa perlu ia mengetahui jawabannya dengan menguping seperti ini? Tapi nyatanya telinganya makin merapat ke pintu, tak ingin melewatkan perbincangan Myungsoo dan Kyuhyun sedikitpun.

Lama tak ada jawaban dari Kyuhyun membuat Taeyeon berpikir jika lelaki itu memang tak pernah ada rasa padanya. Harapan yang sia-sia dan ia merasa kecewa.

“Dari awal…” tiba-tiba Kyuhyun buka suara, “Saat aku bertemu dengannya untuk pertama kali di bus aku sudah tau jika hidupku akan kacau nantinya”

Taeyeon terhenyak. Jadi Kyuhyun mengingat pertemuan pertama mereka? Saat itu tanggal 17 Juli yang ia judge sebagai hari tersialnya, tapi bertemu Kyuhyun adalah hal terbaik yang tidak pernah ia kira.

“Tak tau hari itu adalah hari tersial atau malah hari keberuntungan untukku. Yang jelas setelah pertemuan itu aku tak bisa lagi mengabaikannya” Kyuhyun terkekeh sendiri, “Aku sangat bodoh kan?”

Taeyeon mengepalkan tangan. Berusaha keras menekan hatinya agar tak meledak disaat yang tidak tepat.

Pandangan Kyuhyun mulai menerawang, “Dia pertama kalinya tersenyum padaku, berbicara padaku dan menatap mataku secara langsung, bahkan aku tak sengaja memeluknya. Dan pada saat itu aku mengerti mengapa dia menjadi pusat perhatian banyak orang. Dia tak hanya indah dipandang dari jauh, dari dekat ia terlihat lebih indah” Kyuhyun tersenyum dengan pandangan kemana-mana seolah disetiap inci pandangannya hanya ada Taeyeon.

Myungsoo menarik kesimpulan, “Kau tak bisa membohongi dirimu sendiri, Kyu. Dari caramu bicara dan dari cara matamu membayangkannya sudah sangat jelas kalau kau jatuh hati pada Kim Taeyeon”

Kyuhyun mengusap wajahnya, “Mungkin. Aku sudah memprediksinya dan tak meleset”

“Memprediksi apa?”

“Memprediksi akan kekalahanku. Berperang dengan hatiku sendiri sepertinya hanya sia-sia. Seperti kubilang tadi, sejak bertemu dengannya aku tau dia akan membuat masalah dalam hidupku tapi aku tetap membiarkannya berkeliaran disekitarku, menguasai pikiranku. Aku memang bodoh”

Myungsoo mengangguk, “Memang tak ada yang bisa menolaknya”

Kyuhyun tersenyum getir, “Mungkin benar aku mulai menyukainya”

Taeyeon mematung seketika. Tubuhnya tak dapat berfungsi dan mata terbelalak sangat lebar. “Apa katanya tadi? Apa telingaku tak salah dengar?” Taeyeon bergumam sambil menepuk-nepuk pipi dan telinganya. Kyuhyun mengaku mulai menyukainya. Perasaan Taeyeon semakin ingin meledak.

“Kenapa kau masih ada disini?” satu suara sukses menyadarkan Taeyeon dari rasa shock-nya. Perlahan ia menoleh dan mendapati Jiyeon tengah menatapnya heran.

“A-ah~ Aku baru ingat kalau eomma menyuruhku pulang cepat. A-aku pergi terlebih dulu” pamit Taeyeon mencoba berkelit. Ia langsung berlalu sebelum Jiyeon mengintrogasinya lagi.

Jiyeon menatap kepergian sahabatnya, “Ada apa dengan gadis itu?” ia menggeleng-geleng sebelum masuk ke aula.

***

Sore ini Taeyeon berdiri dibalkon kamarnya, membiarkan angin menerpa tubuhnya yang hanya terbalut dress sebatas paha. Taeyeon diam memandang lurus kedepan dengan tangan terlipat didada, melamun untuk beberapa saat sampai ia tersadar.

“Tiga hari waktu tersisa” lirihnya seraya berbalik masuk ke kamar. Didalam kamar sudah ada satu pelayan yang tengah membereskan tempat tidur.

“Nona” sapa pelayan itu seraya membungkuk.

Taeyeon tak membalas dan lebih memilih duduk diranjang.

“Anda ingin makan malam apa nona?” tanya pelayan itu ramah.

“Apa saja” jawab Taeyeon sambil berbaring diranjang yang sudah sangat rapi.

“Ah~ Baiklah” pelayan itu mengangguk salah tingkah dan kembali menatap Taeyeon, “Saya ingin memberitahu anda jika tuan dan nyonya akan pulang terlambat malam ini karena menghadiri ulang tahun pernikahan rekan kerja tuan” ujar pelayan itu lagi.

Taeyeon mengerutkan dahi dan duduk kembali diranjang, “Benarkah?” tanyanya memastikan.

Pelayan itu mengangguk.

***

Pagi ini Soeun bangun lebih awal untuk membantu pelayannya memasak makanan kesukaan Kimbum dan Taeyeon. Rasanya sudah lama ia tak memasak untuk suami dan anak kesayangannya itu. Ngomong-ngomong tentang anak kesayangan, Soeun belum melihat Taeyeon turun dari kamarnya.

“Anakmu belum bangun?” tanya Kimbum yang baru sampai di dapur.

Soeun menoleh, “Sepertinya belum. Biarkan saja putriku tidur sesukanya. Sebentar lagi dia akan kehilangan nafsu untuk tidur karena gugup sebelum menikah” ujarnya.

“Ck! Kau ini. Biar aku saja yang membangunkannya. Kita ada janji dengan keluarga Jung dilapangan golf pagi ini. Aku tak mau keluarga mereka menunggu terlalu lama” balas Kimbum.

“Baiklah, sayang. Lakukan semaumu” jawab Soeun sibuk menata makanan di meja makan.

Kimbum mengangguk dan tersenyum dan melangkah menaiki tangga untuk sampai dikamar Taeyeon.

“Taengie” panggilnya sambil mengetuk pintu putih tulang itu.

Dirasa tak akan ada jawaban dari si pemilik kamar, Kimbum langsung menerobos masuk. Terlihatlah sosok anaknya yang terbungkus selimut, “Bangun pemalas. Kau pikir bisa menjadi istri yang baik jika terus bangun siang seperti ini” pertama yang Kimbum lakukan adalah membuka tirai jendela balkon, seketika cahaya matahari masuk membuat kamar terang benderang, tapi tetap tak ada reaksi dari Taeyeon.

Kimbum kembali menghadap ranjang, “Bangun Tae” ia menyingkap selimut tebal yang membungkus tubuh Taeyeon. Tapi tiba-tiba ekspresi Kimbum berubah, tangannya mengepal dan rahangnya mengeras.

“KIM TAEYEON!” teriaknya sambil melempar selimut dengan kasar. Tak ada Taeyeon dibalik selimut itu, yang ada hanya bantal guling yang ia kira adalah anaknya.

Mata Kimbum mengedar keseluruh ruangan, berharap Taeyeon masih ada disekitar sana tapi hasilnya nihil. Tak sengaja mata Kimbum menangkap benda mungil berkilauan diatas selembar kertas dekat nakas, tanpa buang waktu ia menggapai cincin dan selembar kertas itu.

‘Appa, eomma.. Maaf. Aku tak bisa melanjutkan rencana pernikahan ini.

Kim Taeyeon’

Isi kertas itu makin membuat Kimbum naik darah, “Kim Taeyeon! Beraninya kau!” ia meremas kertas berisi pesan itu kuat-kuat.

“Tak bisa dibiarkan” geramnya. Kimbum segera mengambil ponsel disaku celananya dan menghubungi nomor seseorang.

“Segera kemari. Aku ingin kau menyeret seseorang kehadapanku sekarang juga!” ujarnya menahan emosi.

***

Kyuhyun mengerutkan dahi saat melihat dua orang berbadan besar berada didepan pintu rumahnya. “Anda siapa?” tanya Kyuhyun.

Bukannya menjawab, kedua orang itu malah menyergap lengan Kyuhyun dan mengungkungnya erat.

“Hey, apa yang kalian lakukan!” Kyuhyun memberontak tapi dua orang itu tak mengindahkan.

“Anda ikut kami” ucap salah satu pria yang bertubuh lebih besar. Tanpa bisa melawan, Kyuhyun diseret menuruni tangga sampai masuk kedalam mobil.

.

“Lepaskan dia” titah pria berjas hitam yang duduk tepat dihadapannya.

Dua orang berbadan besar itu melepaskan Kyuhyun dan mundur dua langkah. Kyuhyun bernapas lega. Walau lengannya sakit namun setidaknya ia bisa bebas sekarang.

“Duduk” perintah pria paruh baya itu lagi ketika dua orang pesuruhnya membungkuk dan meninggalkan ruangan.

Kyuhyun duduk dikursi yang kebetulan ada didepannya. Menatap pria itu, “Maaf. Anda…”

“Aku Kim Sangbum. Ayah dari gadis yang kau cium dimalam pertunangan itu”

Kyuhyun mengernyit, “Cium?” tanyanya tanpa sadar.

“Kau tak ingat? Sudah berapa yeoja yang kau cium sampai kau tak mengingat anak gadis yang kumaksud?” suara Kimbum meninggi.

Kyuhyun gelagapan dibuatnya, “Bu-bukan begitu maksud saya tuan. Saya berpikir darimana anda bisa tau?”

“Tentu saja. Kau berbuat berani dengan anakku tepat dirumahku. Kau kira aku tak mengetahuinya?”

Kyuhyun menundukkan kepala, “Maaf atas sikap lancang saya terhadap nona Kim. Saya tau saya salah” ujarnya.

“Kau memang salah!” geram Kimbum mati-matian menahan emosi, “Aku sudah menyelidiki latar belakang keluargamu dan anak yatim piatu sepertimu ingin bermain-main dengan anakku? Punya apa kau?”

DEG. Bagai tersambar petir hati Kyuhyun berdetak cepat sampai membuatnya sakit. Ini penghinaan pertamanya setelah sekian lama ia berbaur dengan kehidupan orang kota. Tapi apa perlu orang-orang kaya itu menyinggung masa lalunya, menyelidiki latar belakangnya, hingga menghinanya seperti ia orang paling hina. Kyuhyun berusaha bersabar dan balas menatap Kimbum tanpa merasa canggung lagi.

“Berkat kau, semua rencana yang kususun rapi berantakan. Aku tak tau harus memakai cara apa untuk membunuhmu. Apa kau punya nyawa cadangan untuk menerima seranganku?” gertak Kimbum.

Ekspresi Kyuhyun berubah dingin, “Tidak tuan”

“Bagus. Lebih cepat musnah lebih baik” jeda sesaat, kedua siku Kimbum bertumpu pada meja, “Kau harus membayar semua kekacauan ini dengan caraku” ujarnya menyeringai.

***

“…Laksanakan perintahku atau kau kehilangan hidup dan masa depanmu” ancaman yang Kimbum lontarkan tadi masih terngiang di pendengaran Kyuhyun membuatnya melamun sepanjang perjalanan, dimulai keluar gerbang rumah keluarga Kim hingga kini keluar distrik.

Drrt~

Ponselnya bergetar meyentakkan Kyuhyun dari lamunannya. Ia merogoh kantung celana dan langsung menjawab tanpa melihat ID penelepon.

“Yeoboseyo” jawab Kyuhyun seraya mengusap wajahnya yang tampak lelah dan putus asa.

“Neo eodiso?”

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap layar ponsel. Nomor tidak dikenal dan ia yakin tadi itu suara Taeyeon. Kim Taeyeon. Kyuhyun mengerjap, “Kau yang dimana?” balasnya terburu-buru.

Tak ada jawaban dari sebrang sana dan itu makin membuat Kyuhyun heran. Taeyeon tiba-tiba menjauhinya dan sekarang tiba-tiba menghubunginya. Ia semakin penasaran dengan yeoja satu itu.

“Aku ingin membayarmu. Kirimkan nomor…”

“Aku ingin menerimanya langsung tanpa perantara rekening. Kau dimana?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aku tak mau menemuimu. Aku…”

“Tapi aku mau!” suara Kyuhyun meninggi, ia tak peduli bagaimana reaksi Taeyeon nantinya yang terpenting ia mengetahui keberadaan Taeyeon sekarang, “Kau dimana?” kembali Kyuhyun bertanya.

“Aku…” Taeyeon menggantungkan kalimatnya membuat Kyuhyun hampir hilang kesabaran, “Dibelakangmu”

Seketika tubuh Kyuhyun berbalik dan terkejut mendapati sosok mungil itu berdiri tak jauh dibelakangnya. Jadi sejak tadi Taeyeon berdiri disana dan melihatnya. Kyuhyun merutuki diri sendiri.

Disana Taeyeon tersenyum kaku dan memutuskan panggilan. Ia berjalan kearah Kyuhyun, “Tadinya aku berniat pulang namun tak sengaja melihatmu disekitar rumahku jadi aku lebih memilih mengikutimu sampai disini lalu…”

Kyuhyun menggapai tangan Taeyeon dan merengkuh yeoja itu kedalam pelukannya. Taeyeon mematung, lidahnya kelu.

“Aku merindukanmu” lirih Kyuhyun tepat ditelinga kiri Taeyeon membuat Taeyeon ingin tumbang dalam kebahagiaan.

Hening. Hanya suara degupan jantung keduanya yang terdengar terlalu keras. Taeyeon ingin mengekspresikan kebahagiaannya saat ini namun jangankan untuk berekspresi, untuk membalas pelukan Kyuhyun pun ia tak berdaya.

Sesaat kemudian pelukan Kyuhyun mengendur, memberi jarak diantara mereka untuk saling menatap satu sama lain. Kyuhyun menatapnya penuh arti dan Taeyeon hanya membalas dengan tatapan kosong. Tak ada objek yang lebih indah daripada mata yang ada dihadapan mereka.

“Kau tidak?” tanya Kyuhyun bermaksud menggoda Taeyeon dan itu berhasil.

Wajah Taeyeon merona, “Aku..aku juga merindukanmu” lirih Taeyeon akhirnya.

Kyuhyun tersenyum kecil dan kembali mendekatkan tubuh mereka, ia menargetkan bibir Taeyeon yang sedikit bergetar gugup dan melahapnya bagai permen manis. Taeyeon terbelalak merasakan pergerakan bibir Kyuhyun dibibirnya. Oh Tuhan apa yang dipikirkan pria itu? Taeyeon hampir pingsan karena gugup dan pipinya panas karena malu. Akhirnya ia hanya mampu menutup mata dan membiarkan namja itu menawan mulutnya sekali lagi.

To be continue :*

Advertisements

28 comments on “[FREELANCE] Find Of Happiness (Chapter 6)

  1. Eomo akhirny Kyuhyun sadar sama perasaanny ke Taeng , seneng bgt .KyuTae aku suka bgt sama moment mereka .
    Kyuhyun Taeyeon perjuangka cinta kalian
    Fighting!!!

  2. Keren thour
    sbenerya apa rencana ya tuan kim?trus kyu oppa di suruh apa sma tuan kim.byakin moment kyuTae ya thour.
    Next

  3. aigoo keren bngey thor ceritanya makin seru,
    curiga sama ancamanya appa nya taeng ke kyuhyun.. next chap jangan lama” ya thor ditunggu bnget
    fighting

  4. kejang bgt ya ayahnya taeyeon,. ya ampun kasian kyuhyunya disuruh ngapain itu mesteriiiii,. penasaran bgt >_<.. duhhh kyutae buat berasama rintangannya sulit bgt ya,. next chapt pliiiissssss updatesoon athor..

  5. Jgn smpe deh taeyeon nikah sama yonghwa. Kyuhyun akhirnya sadar juga ya sama perasaanya. Apa yg direncanain appanya taeyeon ya? Next chap^^

  6. kapan appanya taeng sadar klo memaksa taeng untuk menikah tampa dasar cinta bukan membuat taeng bahagia malah bikin sengsara
    kyu berani jg ya, padahal udah di ancam apanya taeng

  7. kyuhyun udah mengakui perasaannya ke taeyeon, tapi ayah taeyeon pasti ngancam sesuatu je kyuhyun — wah bakal berat nih hubungan kyutae. next chap ditunggu 🙂

  8. Aduh thor, lumutan tau nggu ni ff, tpi gk masalh kok thor, soal ny, chap ini benar2 daebak,.
    Penasqrn bnget ama perintah appa taeyeon ke kyuhyun, dan lebih penasaran lagi ama kyuhyun, apakah nurutin perintah appa taeyeon ato tidak,..
    Next next ny jgn lama2 amat ya thor,,.

  9. Ayahnya Taeyeon blg apa yaa ke Kyu?
    Semoga mrka bisa benar2 bersatu nantinya..
    Please update soon yaa Thor. .

  10. pengakuan cinta gk langsung so sweet…
    tp apa yg rirencanakan ayah taeyeon???
    kasian kyunhyun, hrsm dhina ayah taeyeon..
    next dtggu fightaeng!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s