This Is A Perfect Love (Chapter 2)

afrotangee2

AfroTangee Present

Main Cast :

KIM TAEYEON

OH SEHUN

Rating :

PG-17

Artworker :

Thank You for leesinhyo@artfantasy

Author’s Note :

Maaf mungkin cerita nya biasa dan mudah ditebak tapi

aku bakal berusaha buat yang terbaik.

Don’t plagiarism because the fanfic is result of my hard work,

please appreciated. Don’t be Silent Reader. Sorry for Typo. Happy Reading^^

Preview : Introducing Casts & Prolog, Chapter 1 

*****

“Taeyeon kau sangat beruntung” puji Tiffany antusias.

“Beruntung yang bagaimana?!” sahut Taeyeon jengkel.

Taeyeon dan Tiffany sekarang sedang menunggu bus. Bus yang akan mereka naiki memang berbeda karena memang tempat yang mereka tuju juga berbeda. Dan selama perjalanan menuju halte Taeyeon sudah menjelaskan apa yang terjadi padanya. Ia kira gadis itu juga akan mencaci Sehun, sama seperti yang ia lakukan. Tapi, gadis itu malah memujinya dengan beruntung. Menjengkelkan!

“Tentu saja beruntung, bayangkan saja selama beberapa jam kau akan berduaan dengan anak Direktur”

“Hanya dua jam” koreksi Taeyeon dengan wajah datarnya, karena ia mulai jengah dengan sifat Tiffany yang selalu melebih-lebihkan sesuatu.

“Tetap saja. Aaaa! Aku ingin berada di posisimu” Tiffany sedikit berseru saking ia semangatnya.

“Aku jamin kau tidak akan mengatakan hal ini jika melihat sifatnya” sindir Taeyeon dengan pelan. Saking pelannya sampai-sampai Tiffany tidak mendengarnya.

“Apa kau mengatakan sesuatu?” tanya Tiffany setelah ia, sayup-sayup mendengar gumaman seseorang disampingnya. “Tidak ada” sahut Taeyeon datar.

“Itu busku sudah datang. Aku pergi dahulu Taeyeon-ah.”

“Baiklah. Hati-hati” ucap Taeyeon sambil melambaikan tangannya. Tiffanypun membalas lambaian tangan Taeyeon dari dalam bus yang ia naiki.

*****

Taeyeon sedang berdiri didepan pintu tempat ia akan mengajarkan anak dari Direkturnya. Tapi, ia melihat gembok pintunya sudah terbuka. Padahal ia sudah tiba lima belas menit sebelum waktu yang ditentukan.”Apa ia sudah didalam” batin Taeyeon. Dengan perlahan Taeyeon mulai membuka pintunya, ketika ia sudah masuk ke ruangan tersebut ia langsung terpana dengan perabotan dan tatanan ruangan tersebut.

Ada satu ruang besar yang berisi dapur, ruang makan, sofa bahkan televisi disediakan dan satu lagi ruang disebelahnya , jika dilihat itu seperti kamar mandi. Taeyeon berani bertaruh pasti kamar mandinya sangat besar mengingat, bagaimana mewahnya ruang utama di tempat ini.

“Sudah selesai mengaguminya?” sebuah suara menginstrupsi kegiatannya, yang tak lain adalah orang yang menjadi alasannya disini, Sehun. “Ne?” ucap Taeyeon tesentak mendengar sebuah suara.

“Bagaimana bisa kau terlambat pada hari pertamamu?” ujar Sehun sinis.

“Terlambat? Maksudmu?” tanya Taeyeon bingung.

“Kau bertanya maksudku?” tunjuk Sehun pada dirinya sendiri.

“Iya, tentu saja. Aku tidak mengerti terlambat maksudmu itu. Padahal aku sudah datang lima belas menit sebelum waktu jam kerjanya. Jadi bagaimana bisa kau menyebutku terlambat?!”

“Aku datang lebih dahulu daripadamu. Jadi, karena itu kau kusebut terlambat. Apa kau mengerti?” ujar Sehun meremehkan.

“Tapi, tidak ada yang menyuruhmu datang terlebih dahulu. Bagaimana bisa kau menyebutku terlambat, hanya karna kau datang terlebih dahulu? Bukankah ini terlihat tidak adil?”

“Adil?” Sehun mendengus setelah mengatakan kata itu. “Apakah kau tau, tidak ada didunia ini yang adil, apalagi untuk orang sepertimu” lanjut Sehun.

“Apa maksudmu orang sepertiku?!” ucap Taeyeon setengah berteriak, ia sangat kesal karena Sehun “orang sepertiku” ulang Taeyeon dalam hatinya. Jika bukan orang dihadapannya anak bosnya mungkin ia akan menenggelamkannya dilaut yang paling dalam atau mungkin lebih dari ini, kalau seandainya ia hidup didunia fantasy, tentu saja.

Bukannya menjawab pertanyaan Taeyeon, Sehun lebih memilih duduk di sofa sambil memainkan handphonenya. Melihat itu Taeyeon berusaha keras untuk meredamkan rasa marahnya yang memuncak. Daripada meladeni orang arrogant ini, lebih baik ia menyiapakan bahan dan alat untuk memulai pengajarannya.

Setelah selesai menatanya Taeyeon berseru. “Chaa. Ayo kita mulai sekarang”. Tapi Sehun seperti tidak mendengar apa-apa dan ia malah sibuk dengan handphonenya. “Sehun-si” panggil Taeyeon pada Sehun, tapi tidak ada jawaban dari laki-laki itu. “Sehun-si!” panggil Taeyeon lagi dengan suara yang lebih keras. Tapi tetap tidak ada jawaban dari namja yang dipanggilnya, seakan-akan orang yang dipanggilnya itu tuli.

Taeyeon berjalan mendekati ke sofa tempat dimana Sehun duduk dan setelah sampai di depan Sehun, Taeyeon menyilangkan kedua tangannya. “Sehun-si, bisakah sekarang kita memulai pengajarannya?” ucap Taeyeon dengan penekanan.

Sehun menyimpan ponselnya kedalam saku dan mengangkat wajahnya. Sehingga sekarang Taeyeon dan Sehun sedang bertatapan. Tapi, tatapan Sehun bukan hanya tertuju pada mata Taeyeon saja melainkan Sehun sedang memperhatikan tubuh Taeyeon dari atas ke bawah. Yang diperhatikan seperti itu tentu saja gugup.

“Apa kau punya hak untuk menyuruhku?” sahut Sehun meremehkan.

“Aku pengajarmu jadi normal saja jika aku yang menyuruhmu” ucap Taeyeon bela. Sehun mendengus mendengar jawaban standar dari Taeyeon. Ia mulai berdiri dengan kedua tangannya berada pada saku celana dan menatap Taeyeon yang berjarak 1 meter didepannya.

“Apa kau punya hak menyuruhku?!” ulang pertanyaan Sehun tadi dengan penekanannya, yang membuat bulu kuduk Taeyeon merinding dibuatnya. Taeyeon hanya mematung sambil menundukkan wajahnya karena takut melihat wajah Sehun yang sangat mengerikan sekarang.

“Aku tidak suka disuruh suruh, kau harus ingat itu!” ucap Sehun sambil mulai menjauh dari Taeyeon. Sehun berjalan ke kursi santai yang menurut Taeyeon itu terlihat seperti tempat tidur. Dan Sehun malah tertidur disana meninggalkan Taeyeon yang mematung diruang itu.

*****

Sudah satu minggu sejak kejadian itu. Tapi tidak ada yang berubah kalau tidak tidur, ketika Taeyeon menyuruh Sehun untuk mendengarkannya Sehun akan menonton tv atau memainkan handphonenya. Sehun juga mensetting alarm ketika jam menunjukkan waktu pengajaran telah selesai dengan cepat ia akan langsung keluar setelah itu. Sedangkan Taeyeon, ia yang akan mengunci gemboknya.

Bukannya Taeyeon tak pernah mengingatkan Sehun tentang pengajarannya. Tetapi, setiap Taeyeon meengingatkannya Sehun pasti akan meliriknya tajam, yang membuat nyali Taeyeon menciut, entah kenapa ia sangat takut melihat tatapan SEhun yang seolah-olah akan membunuhnya.

Ketika ia akan ingin mengakrabkan diri dengan Sehun jawabannya pasti akan sangat dingin.

“Jangan mencoba mendekatkan diri denganku!”

“Tidak bisakah kau diam!”

Bagaimana Taeyeon tidak akan stress akan hal itu. Atau jika ia sudah bisa berbicara dengan Sehun 1 atau 2 kata dan ketika Taeyeon mulai mengarahkan pembicaraan tentang dapur. Jawabannyapun tak kalah dingin.

“Berhenti bicara denganku!!”

“Jangan pikir aku akan termakan umpan bodohmu itu!!”

Dan lagi lagi berakhir dengan Taeyeon yang takut akan tatapan dari Sehun. Taeyeon tentu saja muak akan hal itu, muak akan dirinya yang takut kepada Sehun dan muak terhadap Sehun yang tidak menurutinya, seperti sekarang ia sedang mengupati Sehun, ia berhenti didekat minimarket yang terdekat dengan rumahnya. Dan langsung menduduki kursi yang sudah ada orangnya. Orang itu tidak terusik dengan kedatangan gadis itu, mengingat gadis didepannya sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.

“Sekarang apa lagi? Huh?” ucap orang itu membuka suara ketika ia mendengar dengusan yang selalu keluar dari mulut Taeyeon. Orang itu adalah tetangga Taeyeon dan Taeyeon pun sudah menganggap laki laki itu sebagai oppanya sendiri. Nama laki laki itu adalah Heechul, Kim Heechul. Ia bekerja di bar yang bahkan Taeyeon sendiri tidak ingin mengingatnya. Ia mendapat pesan dari Taeyeon untuk menemaninya mengobrol, biasanya ia menemani Taeyeon mengobrol setelah gadis itu bekerja di kedai coffe, tapi kedai coffee tempat bekerja Taeyeon hari ini sedang tutup entah apa alasannya. Jadi sekarang ia menyempatkan diri duduk didepan supermarket dan menunggu Taeyeon pulang kerja.

Gadis itu meminta untuk mendengar keluh kesalnya. Sedangkan Tiffany, Taeyeon tidak ingin Tiffany mendengar keluh kesanya karena mengingat Tiffany baru pulang kerja. Jadi, pasti ia akan lelah dan Taeyeon tidak ingin menambah beban gadis itu. Jadi, setiap Tiffany bertanya ia pasti akan mengatakan baik baik saja.

Bukannya menjawab pertanyaan Heechul gadis itu malah mengambil begitu saja ramen Heechul yang sudah dibelinya tadi, sebenarnya ia memang sengaja membelikan Taeyeon. Karena ia tau ceritanya akan begini. Taeyeon melahap ramen itu dengan cepat, sehingga ramen itu habis dengan hitungan menit saja. Melihat itu Heechul sedikit member saran. “Pelan pelan” ucap Heechul. Tapi Taeyeon tidak mendengarkan ucapan Heechul, sekarang ia benar benar sedang kesal. Jadi, jangan mencoba menasehatinya. Ia langsung menyambar minum yang ada didepannya dengan sekali teguk.

“Tidak biasanya kau semarah ini” ucap Heechul melihat Taeyeon sekarang, karena gadis itu biasanya jika pulang tidak pernah semarah ini.

“Tidak biasanya? Tidak biasanya bagaimana? Aku rasa, aku selalu kesal setiap malam. Apa oppa sekarang juga mencoba mengabaikanku!” ucap Taeyeon dengan berteriak. Okay, sepertinya Heechul harus menjaga ucapannya baik baik mengingat gadis yang didepannya seperti singa betina atau gadis itu bisa lebih buas dari hewan itu.

“Baiklah, aku minta maaf” ucap Heechul dengan suara pelan. Sedangkan, Taeyeon hanya menganggukan kepalanya tanda ia menerima permintaan maaf Heechul. “Karena dia lagi?” Tanya Heechul lagi membuka suara.

“Tentu saja, memangnya siapa lagi yang bisa membuatku semarah ini” jawab Taeyeon dengan penekanan disetiap katanya dan tentu saja dengan tampangnya yang kesal, yang mungkin menurut Heechul itu terlihat lucu. Kalau tidak mengingat gadis itu sedang kesal, mungkin ia akan menertawai Taeyeon sampai puas.

“Kau selalu mengatakan dia, dia, dan dia. Memangnya dia yang kau maksud siapa? Siapa tahu aku kenal dengannya.” Ucap Heechul berkata dengan sebenarnya. Karena memang gadis yang didepannya ini tidak pernah memberitahunya sama sekali. Ketika ia bertanya pasti jawaban Taeyeon “kau tidak mengenalnya oppa” atau “tidak ada gunanya kau tau namanya”. Dan itu membuat Heechul kesal, tentu saja.

“Tidak penting meng—“ baru saja Taeyeon ingin menjawab pertanyaan Heechul, tapi Heechul sudah memotong perkataan Taeyeon. Karena ia tau, pasti gadis itu akan menjawab pertanyaannya dengan jawaban jawaban yang intinya sama dengan jawaban jawabannya kemain.

“Jangan menjawabnya dengan jawaban yang sama” ucap Heechul mempringati.

“Oppa tau, aku akan menjawab pertanyaan oppa yang itu, dengan jawaban yang sama” ucap Taeyeon sambil mendengus.

“Apa kau sangat kesal padanya sehingga kau tidak ingin hanya untuk menyebut namanya, hmm?”

Tanya Heechul lembut. Yang hanya dijawab oleh Taeyeon dengan anggukan kepalanya. “Katakanlah” ujar Heechul lagi. Akhirnya Taeyeon luluh juga, ia rasa tidak ada salahnya hanya memberitahu namanya saja. Toh, nanti Heechul oppa juga tidak akan mengetahuinya.

“Oh Sehun”

Heechul mengerjapkan matanya saking kaget. Tidak mungkin ia tidak mengenal laki laki itu, Oh Sehun. Orang bodoh mana yang tidak akan mengenal anak dari orang terpandang di Korea. Ibunya wanita karir yang bergelut dibidang kuliner dan jangan tanyakan lagi ayahnya, ia adalah pemilik resort resort mewah di Korea bahkan sudah sampai mendunia. Ditambah anaknya itu pelanggan tetap di clubnya, tentu saja ia akan tau bagaimana rupa dari anak dari orang kaya itu.

Melihat keterkujutan Heechul Taeyeon langsung mengajukan pertanyaannya “ Wae?”

“Tae, apa kau baru saja bertanya “wae?” Taeyeon langsung menganggukan kepalanya keatas dan kebawah.

“Kau harus tau bahwa Oh Sehun yang baru kau sebut itu adalah pelanggan di clubku” ucap Heechul dengan penekanan disetiap katanya. Sekarang, gantian Taeyeonlah yang terkejut “Mengapa oppa baru mengatakannya sekarang?” ucap Taeyeon setelah tersadar dengan keterkejutannya ditambah nada kesal yang diucapkan gadis didepannya itu

“Memangnya siapa yang tidak mau memberitahuku namanya?” ucap Heechul bermaksud menyindir sedangkan gadis yang didepannya itu hanya memberikan senyuman tak berdosanya. Tiba tiba sebuah ide terpikir oleh gadis itu bagaimana cara membuat Sehun sedikit menunduk kepadanya.

“Oppa” ucap Taeyeon dengan nada manja. “Wae?” ucap Heechul tak mengerti mengapa tiba tiba gadis itu bermanja manjaan dengannya.

“Bisakah kau mengambil foto Sehun ketika di club?” imbuh Taeyeon sambil mengerjapkan matanya bermaksud menggoda Hechul agar ia mau memenuhi permintaanya.

“Tentu saja tidak, Tae” ucap Heechul tegas membuat Taeyeon membrengut kesal. Tapi, bukan Taeyeon namanya kalau ia langsung menyerah.

“Kalau begitu tidak usah ketika ia di club, bagaimana jika dia berada di pintu masuk saja.” Rayu Taeyeon lagi walaupun ia tidak yakin Heechul akan mau mengabulkan permintaanya.

“Tidak Tae” jawaban yang sudah diperkirakan Taeyeon. “Aku tidak tau apa yang kau inginkan dari foto itu tapi kau juga bekerja dan pasti kau mengerti apa itu profesionalitas.” Lanjut Heechul memberi penjelasan.

Taeyeon mengerti bahkan sangat mengerti, tapi ia sangat membutuhkannya. Ia memutar kembali otaknya “Kalau begitu, apa nama tempat club itu dan dimana letaknya oppa?” tanya Taeyeon lagi.

“Paradise Club,Gangnam. Wae?” ucap Heechul sambil menaikkan alisnya. “Anio. Hanya ingin tau saja” kalau seandainya ia tidak bisa memintak kepada Heechul untuk mengambil foto Sehun, kenapa tidak ia saja.

Taeyeon bangkit dan melirik sedikit jam yang dikenakannya. “Kalau begitu oppa, aku ingin pulang dulu” ucap Taeyeon sambil melambaikan tangannya kearah Heechul. Sedangkan Heechul hanya bingung melihat kelakuan Taeyeon yang dari awal bahkan sampai sekarang ia pamit pulang selalu saja berubah ubah.

“Lihat saja olehmu Oh Sehun!”

*****

Besoknya seperti biasa Taeyeon sepulang sekolah pulang ke rumah dan selanjutnya pergi ke tempat dimana ia akan memberikan pengajaran kepada anak dari Direkturnya. Entah kenapa wajah yang biasanya ia perlihatkan ketika akan pergi ke tempat itu sedikit berbeda. Berbeda, tentu saja. Membayangkan apa yang akan ia lihatkan kepada Sehun saja bisa membuat ia tersenyum sendiri.

Ia melihat pintunya masih terkunci “Mungkin ia belum datang” pikir Taeyeon. Ia mulai memasukkan kuncinya. Ia mulai menata bahan apa yang akan ia ajaran kepada Sehun sekitar 15 menit. Ketika ia telah selesai ia mendengar pintu terbuka dan itu pasti Sehun.

Sehun melihat sedikit kearah Taeyeon dengan tatapan datar seperti biasanya. Taeyeon segera pergi menghampiri Sehun yang tengah duduk di sofa sambil memainkan handphonenya.

“Sehun-ssi, aku sudah menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan untuk pengajarannya, jadi bi—“

“Apa yang ingin kau katakan!” ucap Sehun memotong perkataan Taeyeon.

“Maksudku, kita bisa memulai pengajarannya se— “ lagi Sehun memotong perkataan Taeyeon. “Kau!” ucap Sehun mulai geram. Taeyeon mencoba mencoba menarik nafas dalam-dalam. Ia tidak peduli apa yang terjadi setelah ini. Dan ia pastikan ia tidak akan takut lagi dengan tatapan Sehun atau apapun itu. Selama satu minggu ia takut akan hal itu dan ia tak akan membiarkan hal itu terus berlanjut.

“Aku tau kau sangat tidak menyukai ini, tapi aku tidak ingin memakan gaji buta. Tugasku adalah mengajarimu cara memasak tapi sampai saat ini kau tidak pernah merespon perkataanku. Jadi, aku memohon kepadamu agar menurutiku.” Ucap Taeyeon panjang lebar.

Sehun hanya mendengus mendengar perkataan gadis didepannya ia mulai bangkit dari duduknya. Menurutinya, jangan bercanda seorang Oh Sehun tidak akan pernah menuruti perkataan orang lain.

“Apa kau punya kekuasaan?” tanya Sehun dengan tatapan marahnya. Taeyeon hanya diam saja, sedangkan Sehun mendengus karena gadis didepannya hanya diam saja.

“Tidakkan! Karena itu jangan pernah mencoba memerintah orang diatasmu, gadis rendahan!” sahut Sehun dengan smirknya. Taeyeon hanya terhenyak mendengar perkataan Sehun, tanpa ia sebutkanpun ia sudah tau kalau ia adalah orang rendahan yang tidak mempunyai kekuasaan apapun.

Tidak ia tidak boleh kalah dari laki-laki arogan didepannya ini. Lagipula ia yakin bisa membuat Sehun menurutinya, ia yakin ia bisa.

“Aku tahu, bahkan aku sangat mengetahui itu dari dulu, tapi apa kau yakin tidak mau menurutiku. Kau dulu pernah mengancamku, tapi aku yakin kalau kata-katamu itu hanya ancaman saja. Orang terhormat sepertimu yang mempunyai segala-galanya tidak akan mungkin mendekati gadis rendahan sepertiku, bukan begitu tuan Oh Sehun yang terhormat?”

Sehun tersenyum mengejek “Kau benar, orang sepertiku tidak akan sudi mendekati orang rendahan sepertimu dan aku tidak akan pernah mengikuti perintahmu itu”

“Bisakah kau menggunakan hinaan lain selain gadis rendahan, aku pikir kata-kata yang diulang tidak akan mempan untuk kedua kalinya” ucap Taeyeon berusaha tegar.

“Kau sepertinya mengakui bahwa kataku yang pertama tadi adalah mempan” Sehun langsung mengeluarkan smirknya. “Kau ingin mendengar hinaan lainnya bukan? Kau ingin tau apa yang kupikirkan tentangmu?” Taeyeon diam, penasaran dengan ucapan Sehun.

“Kau adalah gadis miskin yang tidak memiliki apa-apa yang seenaknya menyuruh orang yang berada diatasmu dan kau adalah tipe gadis akan melakukan apapun demi uang termasuk menjual tubuhmu dan kau bertindak seolah olah kau tidak menginginkan gaji buta. Jangan bertindak sok polos” ucap Sehun penuh penekanan disetiap katanya.

“Jaga ucapanmu Sehun-ssi” ucap Taeyeon geram, hatinya seperti terbakar karena ucapan Sehun yang sangat keterlaluan itu. Ia tidak pernah bertindak sok polos dan ia juga tidak berpura-pura bahwa ia tidak menginginkan uang itu dan satu hal lagi ia tidak pernah menjual tubuhnya demi uang, ia bahkan sangat menjaga mahkotanya itu.

“Keliatannya kau tidak menyukai hinaanku. Padahal tadi kau meminta hinaan lainnya. Wae? Apa kau merasa kesal, pada bagian mananya? Pada saat aku mengatakan kau menjual tubuhmu atau—”

“Hentikan omong kosongmu itu!!” ucap Taeyeon tak dapat menahan amarahnya lagi.

“Kenapa kau marah? Apa kau—”

“Apa susahnya menurutiku?” ucap Taeyeon geram mengembalikan topic mereka.

“Tidak susah, kalau aku sama-sama rendahan sepertimu” ucap Sehun mengejek

“Tidak ada cara lain” Sehun menyerngit mendengar perkataan Taeyeon. “Aku sudah meminta padamu baik-baik Sehun-ssi, tapi kau tidak mengindahkanku”

“Aku tanya, apa kau masih tidak ingin menurutiku?” ucap Taeyeon menantang sambil memperlihatkan sebuah pesan yang didalamnya terdapat sebuah foto tapi pesan itu belum dikirim.

Flashback on

Setelah memastikan Heechul beranjak pergi ia mulai mengikuti Heechul dibelakang bahkan ketika Heechul memasuki bus ia mencoba menutupi wajahnya dengan tas dan topi yang dibawanya tadi. Ia duduk dibangku paling belakang agar tidak diketahui oleh Heechul. Ketika Heechul turun, Taeyeon pun mencoba untuk turun dari bus itu. Ia memperhatikan Heechul tengah menyebrangi jalan. Taeyeon pun terus memperhatikannya sampai Heechul pergi memasuki sebua club yang bertuliskan Paradise Club.

Taeyeon melihat kekiri dan kekanan dan matanya tertuju pada sebuah minimarket 24 jam didepan club itu. Ia mulai berjalan mendekati minimarket itu dan memesan ramen dan makanan lainnya agar terlihat ia seperti pelanggan yang lain. Ia melirik jam pada pergelangan tangannya jam 9.00 pm. Ia terus memperhatikan club itu sampai matanya tak sanggup menahan rasa kantuknya lagi.

Tiba-tiba ada sebuah tangan yang membangunkannya “Agashi, agashi” ucap suara perempuan itu sambil menggoyang-goyangkan lengannya. Taeyeon membuka matanya dan langsung meminta maaf kepada perempuan itu. Ia keluar dari minimarket itu dan melirik kearah jam tangannya, ia langsung kaget ketika jam sudah menunjukkan pukul 12.05 am. Ia teringat rencananya tadi kemudia ia memperhatikan lama club itu. Rencananya gagal, batin Taeyeon.

Ia harus memikirkan bagaimana cara ia pulang sementara bus sudah tak ada lagi sepertinya ia harus menggunakan taksi. Itupun kalu ada, ia memperhatikan lagi club itu dan melihat seorang laki-laki tengah keluar dari club itu, ia mengabaikannya saja dan melihat ke kiri dan kanan jalan. Tiba-tiba ia seperti mengenal orang itu, tidak ia sangat kenal itu adalah Oh Sehun. Cepat-cepat ia mencari tempat yang cocok agar bisa memotret Sehun yang baru saja keluar club. Ia langsung mengambil ponselnya dan memotret Sehun yang baru saja keluar club itu.

Ia rasa rencananya berhasil walau harus mengorbankan uangnya untuk naik taksi yang harganya lebih mahal dari bus yang biasa ia naiki. Ia tersenyum seperti tengah memenangkan lotre saja. Dan selanjutnya gadis bermarga Kim itu menyetop taksi yang tengah berjalan kearahnya.

Flashback off

Sehun terkejut tapi langsung ditutupi oleh tampang datarnya. Melihat foto itu ditambah kepada siapa gadis itu mencoba mengirim fotonya yang tengah keluar dari club itu. Gadis itu mencoba mengirim fotonya kepada ibunya. Kalau sampai foto itu ia kirim kepada ibunya bisa ia bayangkan ibunya akan menyuruh bodyguard untuk selalu mengawasinya 24 jam penuh danuga mungkin ibunya juga menarik semua fasilitas yang digunakannya , itu sama saja seperti dineraka. Belum lagi ibunya pernah menangkap ia keluar dari club saat berada di Inggris. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukan ibunya lagi.

“Apa kau ingin aku menekan tombol kirim?” tanya Taeyeon dengan senyum yang tak bisa ia tutupi.

Sehun sedikit menggeram, ia tidak menyangka gadis yang dianggapnya tidak bisa apa-apa itu kini tengah mengancamnya dengan sebuah foto.

“Apa maumu?” sahut Sehun to the point.

“Mauku, tentu saja mauku adalah agar kau menuruti perkataanku.”

“Sekarang aku harus apa?!!” tanya Sehun tak bisa menutupi kemarahannya.

“Sekarang kau pergilah ke dapur” ucap Taeyeon sambil menunjuk kea rah dapur.

Sementara berjalan kedapur, Sehun tengah memikirkan sebuah cara untuk mendapatkan foto itu, tanpa dengan kekerasan. Ia bisa saja mengambil foto itu tadi, tapi bagaimana jika gadis itu memiliki foto itu selain ini dan memberitahukannya kepada ibunya dengan foto lain. Ia harus berhati-hati dengan gadis yang berjalan dibelakangnya ini. “Lihat saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku, Kim Taeyeon” batin Sehun dengan seringaian yang jelas di wajah tampannya.

Setelah sampai didapur Sehun mengangkat sebelah alisnya, seakan meminta penjelasan kepada Taaeyeon apa yang harus ia lakukan.

“Ambil pisau dan bawang itu” instruksi Taeyeon sambil melipat kedua tangannya.

“Lalu” ucap Sehun datar setelah kedua benda yang diinstruksikan Taeyeon berada di tangannya. “Cobalah iris bawang itu” sahut Taeyeon.

“Caranya?” ucap Sehun tanpa dosa, tanpa melihat tampang Taeyeon yang seakan-akan Sehun adalah orang yang terbodoh didunia ini.

“Apa barusan kau bertanya caranya kau bodoh atau apa” sahut Taeyeon sangsi.

“Ulangi kata-katamu!” geram Sehun. Melihat raut wajah Sehun setelah ia dibilang bodoh, Taeyeon langsung menjelaskan caranya.

“Kupaslah kulit itu terlebih dahulu” instruksi Taeyeon. Sehun mencobanya yang langsung membuat Taeyeon jengah, bagaimana ada orang membuka kulit bawang seperti cara memotong lobak. “Sabar Taeyeon” batin Taeyeon.

“Bukan seperti itu” Taeyeon merebut pisau dan bawang dari tangan Sehun dan mencoba mempraktekkannya. Setelah mempraktekkannya Taeyeon memberikan kembali pisau dam mengambilkan bawang baru untuk Sehun.

Sehun mencoba menupas kulit bawang seperti yang diinstrksikan Taeyeon “Seperti ini ucap Sehun kepada Taeyeon sambil memperlihatkan hasil kupasannya. “Tidak buruk” batin Taeyeon, walaupun Sehun mengupaskannya cukup tebal tapi itu wajar mengingat ia masih pemula.

“Usahakan mengupasnya lebih tipis lagi” ucap Taeyeon memberi petunjuk baik baik dan malah dijawab oleh Sehun dingin. “Aku sudah berusaha” geram Sehun dingin membuat Taeyeon merinding mendengarnya.

Malam itu Taeyeon habiskan dengan mengajari Sehun mulai dari mengupas kulit bawang, mengiris bawang, memotong sayuran dan lainnya. Walaupun hasilnya jauh malahan sangat dari harapan Taeyeon tapi ia menghargai kerja keras Sehun dan jangan lupakan aksi saling sindir mereka.

Setelah selesai mengunci gembok pintu Taeyeon melirik ke arah jam tangannya 8.30, ia sudah sangat terlambat untuk bekerja di coffe, memang waktu kerjanya jam 8 lewat lima belas menit dan alasan ia terlambat adalah karena ia mengemasi bahan-bahan yang mereka pakai tadi.

Waktu yang diperlukan untuk ke coffe kira kira 10 menit dengan jalan kaki. Lalu apa ia harus menggunakan taxi dengan jarak yang bisa ditempuh oleh jalan kaki itu.

Tidak ada pilihan lain, kalau ia terlambat bisa bisa ia dipecat oleh bosnya yang galak itu. Taaeyeon berjalan menuju jalan raya melihat kekiri dan kekanan mencari taxi. Tiba – tiba sebuah mobil Audi R8 GT Spyder berhenti dedepannya.

Next-Audi-R8-GT-Spyder

Melihat hal itu taeyeon terkejut, bukan karena ada sebuah mobil mewah yang membuatnya terkejut tapi orang yang sedang mengendarainya, bukankah tadi ia sudah pulang tapi mengapa ia bisa berada disini?

“Masuklah aku tau kau terlambat”

-To Be Continued-

Hal pertama yang mau aku ucapin adalah maaf. Aku minta maaf sebesar-besarnya karena baru bisa mempost ff ini. Karena kesibukan dan aku kadang lagi gak mood jadinya sering nunda-nunda buat ffnya. Aku minta maaf dan semoga besoknya aku bisa tepat waktu ngepostnya. Selamat membaca ff abstrakku.

Jangan lupa commentnya. See you chapter 3 ^^

Advertisements

66 comments on “This Is A Perfect Love (Chapter 2)

  1. Wah, itu yang di mobil sehun ya thor? Aku suka. Kapan nih seyeon mommentnya. Masa berantem terus. Kekek. Next deh thor, dah lama gak update. Keep writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s