Similar (Chapter 1)

 similar

 a fiction by taengcorn.

kim taeyeon • byun baekhyun • kang seulgi • etc.  

PG-15 // Romance, Angst. // Chaptered.

Poster by babyglam@Indo Fanfictions Arts.

[Preview] Prolog

 

Disclaimer

This
is Purely my fanfiction, So..DON’T THINKING THIS FF IS PLAGIAT!.  And then
please, Be Good Reader, Don’t be Silent reader. Keep Give Comment and Like
after read this fanfiction.

HAPPY READING!

.Star Empire Company, Seoul.22.42 PM

Malam ini salju turun dan kembali menyelimuti kota Seoul, dengan tergesa-gesa seorang pria dengan setelan jas hitam sambil membawa sebuah tas yang berisikan berkas-berkas itu pun berlari melewati orang-orang yang berlalu lalang di koridor.

Ding!

Denting bunyi lift pun berbunyi segera pria bertubuh jakung itu pun masuk dan mengetuk-ngetuk ujung sepatu milik nya, sesekali pria itu menatap jam Rolex yang melekat di tangan kekar nya itu.

“Aishh…Pasti dia sedang mengomel.” Ujar nya.

Drrtt drrtt. Ponsel yang berada di saku celana nya pun berdering lalu ia pun melihat nama yang tertera di layar ponsel nya itu ‘Cerewet’ segera ia menekan tombol hijau.

“Yeob—“

“Yak! Park Chanyeol!! Kau mau aku pecat huh! Kau sudah telat 15 menit tau?!” Omel Baekhyun di sebrang telfon.

“Aishh Hyung…kau tau kan malam ini salju turun begitu lebat. Jadi tadi sempat macet karna salju yang menghalangi jal—“ Omongan nya pun terputus.

“aku tidak mau tahu, 5 menit lagi kau harus sudah sampai jika masih belum sampai kau akan tau akibat nya..” Pip. Sambungan terputus, Chanyeol hanya menggerutu kesal sepertinya makin kesini Hyung yang satu ini begitu tidak bisa di ajak kompromi. Sepeninggal istri nya itu Baekhyun yang kini menjabat menjadi Direktur menggantikan posisi ayah nya semakin gila kerja, waktu nya hanya ia isi untuk Kerja dan kerja.

Ding! Pintu lift pun terbuka lalu Chanyeol kembali berlari menuju ke ujung lorong dan langkah nya berhenti di sebuah pintu besar ber-cat coklat tua, dan Chanyeol masuk tanpa mengetuk pintu dan nafas nya yang masih tersengal-sengal karna habis berlari.

“ Kau telat satu menit Chanyeol-ah” Ujar Baekhyun, yang sedang menandatangani dan mengoreksi setiap tumpukkan berkas-berkas yang tak ada habis nya dengan membelakangin Chanyeol.

Hyung hanya satu menit? Masa iya kau memecat ku hanya karna telat satu menit?!” Gerutu Chanyeol.

“ Time is Money Yeol! Sudahlah…Mana berkas yang aku minta?” Baekhyun sambil memutar kursi nya.

“Ini…” Chanyeol memberikan tas berkas dengan raut muka kesal, Baekhyun yang melihat nya hanya tersenyum puas.

“ Baiklah kau boleh pergi…oh ya soal hukuman mu kau besok harus membelikan aku sebuket bunga tulip arreo?” Kata Baekhyun.

“ Aishh baiklah…dan kau tidak pulang ini sudah larut malam?” Tanya Chanyeol memastikan apakah Hyung nya ini akan ikut pulang dengan nya atau tidak.

“ Kau tidak lihat berkas-berkas ini?” Kata Baekhyun.

“eoh…Baiklah kalau begitu aku pulang duluan, kau hati-hati saat mengendara nanti,” Ujar Chanyeol yang segera mengambil tas yang sempat ditinggal nya.

“Kau juga,” Balas Baekhyun kemudian Chanyeol pun keluar dari Ruangan nya dan meninggalkan nya seorang diri.

“Huft…” Baekhyun menghela nafas dan menyenderkan badan nya ke kursi kebesaran nya itu lalu ia melihat sebuah figura kecil yang terletak di samping Laptop yang menunjukkan seorang gadis cantik yang tengah tersenyum tipis.

“Bogoshipeo Taeyeon-ah’

.

.

Baekhyun POV.

Star Empire Company, Seoul. 10.25 A.M.

Hari ini begitu banyak berkas yang harus ditanda tangani oleh ku dan semua itu harus selesai hari ini.  semalam aku sudah menandatangi dan mengoreksi sebagian yang menyebabkan aku pulang sekitar pukul 1 dini hari. Dan tadi pagi aku ditelfon Chanyeol untuk segera datang ke kantor untuk menghadiri rapat.

Ku tutup mata ku agar sedikit menghilangkan rasa pusing, lalu ku buka lagi mata ku dan segera menyambar benda persegi panjang yang kuletakkan di samping Laptop ku. Lalu aku menelfon seseorang dan dalam beberapa detik langsung terhubung.

“Yeoboseyo, hyung wae?” Jawab orang yang disebrang sana. Dia Chanyeol.

“ Chanyeol-ah kau ingat hukuman mu untuk membelikan ku sebuket bunga tulip?” Tanya ku pada Chanyeol.

“Aish..aku ingat wae?” Balas nya.

“ Belikan! Aku ingin ke sana”

“ Tap—“

“tidak ada tapi-tapi an, ku beri kau 20 menit jika lewat dari itu habis lah kau Park Chanyeol.” Aku pun segera memutuskan sambungan telfon dan mulai lagi menanda tanngani berkas-berkas yang masih menumpuk itu.

20 menit kemudian…

 

Tok Tok.

“ Masuk.” Aku yang sedang fokus menanda tangani dan mengoreksi berkas yang semalam belum selesai sebagian hanya menyuruh nya masuk dan aku tidak tau siapa itu, lalu aku menenggak kan kepala ku dan mendapat kan seorang pria paruh baya dengan membawa sebuket bunga yang ia genggam di tangan nya itu, aku menaikkan sebelah alis ku.

“ Ah Permisi tuan, ini Kiriman bunga untuk anda dari Tuan Park Chanyeol.” Kata pria itu dan aku menyudahi kegiatan ku lalu mengahmpiri pria paruh baya itu.

“ Baiklah, Terima Kasih ini uang—“

“ Ah tidak usah, tadi Tuan Park sudah membayar nya jadi—“

“ Ini untuk anda, anggap saja uang tip.”  Aku memberikan nya uang dan ia sempat menolak tapi karna paksaan ku akhirnya ia menerima.

“ Terima Kasih banyak tuan Byun.  Kalau begitu saya pamit,” Pria itu lalu membungkuk pamit dari hadapan ku.

Aku melirik ke sebuah bunga yang Nampak masih segar, bunga tulip. Bunga yang sangat ia senangi pasti dia sangat senang aku datang dengan membawa bunga favorit nya. Sudah seminggu aku tak kesana. Dan hari ini aku berniat mengunjungi nya.

Segera aku ambil kunci mobil yang ku geletakan di nakas kecil kemudian ku langkah kan kaki ku ke tempat parkir, sementara aku meninggalkan Kerjaan ku yang menumpuk aku ingin pergi ke sebuah tempat dimana aku bisa menuangkan segala keluh kesah ku.  Aku tancap gas dengan kecepatan di atas rata-rata dan dalam beberapa menit aku sudah sampai disebuah pemakaman.

Aku berjalan ke dalam dan aku melewati beberapa makam yang seperti nya baru beberapa hari begitu pun dengan makam yang tengah aku tuju, setiba nya aku di sebuah makam dengan tanah yang masih terlihat baru itu.

“ Sudah lama tak berkunjung.”

Baekhyun POV end.

 

.

Author POV.

 “Sudah lama tak berkunjung.”

Baekhyun, pria itu mendudukan diri nya di tanah lalu mengelus batu yang tertancap rapi di tanah merah itu. Lalu tangan nya beralih dengan figura besar yang menunjukkan sosok gadis dengan senyuman khas nya yang begitu cantik. Kim Tae Yeon. Tulisan pada batu itu.

“Bagaimana kabar mu disana? ” Ujar Baekhyun lirih. Ia hanya mampu menatap nanar makam yang ada di depan nya ini.

“Terkadang aku lelah dengan semua ini, Taeyeon-ah. Abeoji menyerahkan perusahaan pada ku dan itu membuatku terbebani.”

“……”

“ Tidak tahu kenapa aku selalu terfikir untuk menyusul mu, tapi batin ku selalu menahan nya. Taeyeon-ah…kau mendengarkan ku kan?” Menangis, ya dia menangis dalam diam.

Baekhyun hanya bisa pasrah pada hidupnya, setelah kepergian Taeyeon (Mendiang Istri nya) 1 bulan yang lalu. merasa dirinya seperti se-ekor burung yang terperangkap dalam sangkar, hidup nya tidak bebas.

Dan perubahan sifat yang menjadi lebih Hangat dan ramah yang membuat semua orang jadi bingung tujuh keliling. Karna  jarang sekali ada orang yang seperti itu, biasa nya seseorang yang ditinggalkan oleh orang yang disayangi nya itu akan berubah menjadi dingin dan semacam nya terlebih jika dari awal dia sudah dingin akan bertambah dingin. Dan Baekhyun termasuk orang yang pada awal nya memiliki sifat  dingin dan cuek pada sekeliling nya, lalu tiba-tiba saja sifat nya menjadi mencair akibat seorang gadis bernama Kim Tae Yeon .

Ting!Tong!

Ponsel yang ada di saku nya berdering sekali menandakan ada pesan masuk. Lalu ia mengambil ponsel nya itu dan melihat pesan dari siapa.

From : Si Lambat Park.

Hyung! Kau harus ke kantor, disini ada seorang gadis yang mengaku-ngaku tunangan mu. Kau harus cepat karna dia mengancam jika dalam 30 menit kau tak kesini ia akan berbuat nekat.  Cepat Hyung!

Tunangan? Itulah pertanyaan yang pertama melintas di kepala nya setelah membaca pesan dari Chanyeol.

“ Mungkin kah?” Baekhyun dengan sigap berdiri dan berpamitan pada Makam Taeyeon.

“ Taeyeon-ah aku harus pergi, lain kali aku akan mengunjungi mu lagi.” Dan setelah itu Baekhyun berlari tergesa-gesa menuju mobil nya yang terparkir agak jauh.

BRUK!

Baekhyun menabrak seseorang karna tidak berhati-hati dan orang yang ditabrak nya hanya meringis sambil mengambil bunga yang tersebar akibat ulah nya tadi.

“ Eoh…Nona maaf, kau tak apa?” Tanya Baekhyun dengan menjulurkan tangan nya, membantu gadis yang ditabrak itu berdiri. Tapi gadis itu hanya melamun dengan ekspresi wajah yang sedikit aneh.

“Eugh! Nona” Ucap Baekhyun sambil melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah gadis itu.

“ Ah…Tidak apa-apa Tuan.” Balas gadis itu sambil menerima uluran tangan baekhyun dan membenarkan helaian rambut yang menutupi wajah nya itu.

“eum…anda seharus nya lebih ha—“ Selesai merapihkan rambut nya Baekhyun sudah merenggang pergi.

Gadis itu melihat sekelilingnya, mencari keberadaan Baekhyun. Kemudian gadis bersurai hitam itu menaikan bahu nya (Tidak Peduli) kemudian melangkah kan kaki nya tetapi ia melihat sesuatu di bawah kaki yang ia yakini adalah sebuah dompet.

“Eoh, ini dompet pria itu..”

.

.

Tae Yeon Pov.

Hari ini satu bulan sudah tunangan ku meninggal dunia akibat kecelakaan. Kejadian yang membekas di hati, bagaimana tidak kejadian itu terjadi kala ia sehabis melamar ku di sebuah Restoran dan setelah itu dia mengantarkan ku pulang. Baru saja 20 menit kepergian nya dari rumah ku, aku menerima telfon jika tunangan ku kecelakaan dan ia langsung tewas ditempat. Tragis bukan? Tapi lupakan lah.

Ah…Aku belum memperkenalkan diri, Nama ku Jung Tae Yeon. Aku anak pertama dari 2 bersaudara, aku memiliki adik perempuan yang masih di bangku 2 SMP, nama nya Jung Si Yeon. Aku baru saja menyelesaikan kuliah ku dan sekarang aku menganggur. Aku belum mendapatkan sebuah pekerjaan tetap yang sesuai dengan keinginanku. Jadi sementara aku hanya membantu Eomma ku menjual Ayam dikedai. Dan Ayah ku telah meninggal sejak umurku 11 tahun.

Siang ini aku ingin mengunjungi makam Tunangan ku, untuk memperingati sebulan kepergian nya dan sekalian membersikan makam nya.

Jadi setelah membantu Eomma berjualan ayam di kedai, aku segera menganti baju ku dengan setelan gaun putih yang dulu sempat diberikan oleh tunangan ku sebagai kado ulang taun ku. Setelah menyisir rambut ku, ku langkah kan kaki ku keluar kamar dan pamit pada Eomma yang tengah melayani pelanggan di kedai.

“ Eomma! Aku pergi dulu?”

“ Iya..Oh ya Taeyeon-ah Bisa kah ibu menitip bumbu ayam? Kamu bisakan mampir ke pasar sebelum kembali ke rumah?”

“ Bisa, Baiklah kalau begitu aku pergi dulu!” Pamit ku dan melangkahkan kaki ku keluar dari perkarangan rumah.

Perjalanan dari rumah ke pemakaman tidak terlalu jauh, aku hanya butuh menaiki bus satu kali dan berjalan 5 menit agar sampai di pemakaman.

Begitu sampai di depan pemakaman, aku sebelum nya menghampiri penjual bunga langganan ku jika kesini.

“Ajhumma, seperti biasa”Mengerti dengan ucapan ku, Wanita paruhbaya yang sering ku panggil Ahn Ajhumma itu  mengambil sebuket mawar putih yang masih segar.

“Igeo, Taeyeon-ah”  Ahn Ajhumma memberikan bunga itu pada ku.

“Ini uang nya, Ajhumma” Lalu aku membayar bunga itu, dan  kemudian aku mulai memasuki perkarangan pemakaman umum yang begitu luas.

Baru setengah jalan, tiba-tiba dari arah sebelah kiri ku seorang laki-laki berjas dengan wajah panik nya itu berlari kearah ku. Semakin dekat…semakin dekat…dekat. Sekali…dan..

BRUK!!

Aku bertabrakan dengan nya dan bunga yang tadi kugenggam jatuh ke dalam genangan air. Aku ingin protes tetapi bokongku terasa nyeri hingga aku tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun, lalu kuambil buket bunga ku yang tak jauh dari tempat aku jatuh.

“ Eoh…Nona maaf, kau tak apa?” Ucap nya sambil menjulurkan tangan nya pada ku.

‘kau buta huh! Jelas aku tidak apa-apa. Lihat! Karna ulah mu yang kurang hati-hati baju dan bunga ku kotor’ Hardik ku dalam hati.

“Eugh! Nona” Tegur Pria itu, dan lamunan ku buyar.

“ Ah…Tidak apa-apa Tuan.” Balas ku dan menerima uluran tangan nya. Hangat! Satu kata begitu ia menyentuh tangan pria bersurai coklat caramel ini.

Aku baru sadar jika rambut ku menutupi wajah, lalu ku rapihkan helaian-helaian rambut yang menutupi wajah cantik ku ini.

“eum…tapi lain kal—“ pria bertangan hangat itu sudah pergi dari hadapan ku. ‘huft..i don’t care’. Kulanjutkan peralanan ku ke makam tunangan ku, tetapi baru saja selangkah aku seperti menginjak gundukan.

Ku arakan pandangan ku ke bawah dan terdapat sebuah benda berwana coklat dengan texture tebal  yang kuyakini adalah dompet.

Lalu kuambil, kemudian membolak-balikan dompet itu. ‘bukan dompet ku…pasti’

“Eoh, ini dompet pria itu..” tanpa basa-basi ku cek isi dompet itu dan mencari sebuah kartu nama dan akhirnya kutemukan

CEO Star Empire Company

Byun Baek Hyun

010-4232-21

521 Apgujeong-2(i)-dong, gangnam-gu, seoul.

“ Apa! Jadi…dia adalah CEO dari perusahaan raksasa itu?! Daebak!” Kagum ku, lalu kembali aku menge-cek isi dari dompet itu Dan didalam nya uang cukup banyak dan kartu ATM yang lebih dari 5.

“ Baiklah, akan ku kembalikan dompet ini pada pemilik nya.” Kemudian aku melangkahkan kaki ku keluar pemakaman. Hari ini aku tidak mengunjungi makam dulu, yang terpenting memngembalikan benda yang sangat dibutukan nya.

Kuhentikan taksi yang kebetulan lewat di depan ku dan aku buru-buru masuk.

“ Huft…ajhussi Star Empire Company” Ucap ku pada supir Taksi.

Ditengah perjalanan…

“Um…Nona untuk apa anda ke Star Empire Company?” Tiba-tiba Supir itu bertanya pada ku.

“ah…itu…ada sesuatu yang harus aku antar kesana” Jawab ku dengan sedikit ragu.

“Kau bekerja disana, Nona?” Tanya nya kembali.

“ Ah Tidak“

“Kau tau nona, Jika dilihat dari dekat anda begitu mirip dengan mendiang istri sang CEO” Kata nya dan aku hanya melamun setelah kata terakhir dilontarkan nya.

“m-mirip? Tuan Byun sudah pernah menikah?” Ku beranikan diri ku bertanya.

“ Iya, yang kudengar dari berita ia menikah di Usia muda dan setelah beberapa bulan mereka menikah sebuah kejadian naas menimpa Tuan Byun”

“ Kalau aku boleh tau, Kejadian apa itu.?”

“ Tuan Byun mengalami kecelakaan dan 4 hari setelah itu istri nya di beritakan meninggal dunia karna kanker hati” Aku merinding mendengarkan Supir Taksi itu bercerita tentang kehidupan kelam CEO Star Empire Company.

Tanpa ku sadari aku sudah sampai di Building Star Empire Company. Begitu besar dan begitu tinggi hingga aku harus mendongakkan kepalaku.

“ajhussi, ini..”  aku lalu membayar dan setelah itu masuk ke dalam Perusahaan raksasa yang selalu dibicarakan oleh Tetangga ku itu. Aku berjalan ke meja resepsionis dan bertanya dimana aku bisa menemukan Tuan Byun.

TaeYeon POV End.

.

.

Author POV

Taeyeon berjalan ke meja resepsionis lalu bertanya dimana ia dapat bertemu dengan Baekhyun, selaku CEO Star Empire Company.

“Permisi” Ujar Taeyeon.

“Ada yang bisa say—“ Ucapan Resepsionis itu terpotong setelah bertatap Wajah dengan Taeyeon lalu bungkam.

“ Hmm Saya ingin bertemu dengan Tuan Byun,” kata Taeyeon.

‘Kau pasti bermimpi, Sooyoung-ah. Taeyeon sudah meninggal mana mungkin ia bisa hidup kembali.’ Batin Resepsionis ber-nametag Choi Soo Young’ sambil mencubit pipi nya berulang kali.

‘Sakit…kau tak bermimpi’

“ Nona? Apa ada yang salah dari ku? Kenapa kau melihat ku seperti itu?” Taeyeon yang merasa tak di respon oleh resepsionis ini, lalu melambaikan tangan nya di depan wajah nya.

“Eoh..eoh…K-kenapa Nona?” Setelah sadar dari lamunan nya, Sooyoung pun kembali menatap Taeyeon walaupun dengan rasa takut yang masih menguasai nya.

“ Aku ingin bertanya, dimana kah aku bisa bertemu dengan Tuan Byun Baekhyun?” Ujar Taeyeon.

‘Kenapa dia mencari Baekhyun? Apakah ia ingin membalas dendam? andwae!’ Batin Sooyoung.

“Melamun lagi?”

“Eoh, Maaf nona. Ah…Tuan Baekhyun baru saja keluar beberapa menit yang lalu” Kata Sooyoung.

“Ah Begitu, kalau begit—“

“Ada apa anda ingin bertemu dengan Tuan Baekhyun?” Tanya Sooyoung.

“Aku ingin mengembalikan ini, tapi berhubung hari sudah sore dan Tuan Baekhyun sedang sibuk seperti nya saya harus menitipkan ini pada anda” Ucap Taeyeon sambil memberikan Sebuah dompet berwarna Coklat.

“… Tadi aku menemukan di Pemakaman Ulsan” Sambungnya.

‘Hah! Pemakaman Ulsan?!bukan kah itu tempat Pemakaman Taeyeon?! Ya ampun! Apa dia benar manusia?’ Batin Sooyoung kembali.

“Baiklah, akan saya berikan pada Tuan Baekhyun. Apa ada lagi?” Tanya Sooyoung.

“Ani, Baiklah kalau begitu saya permisi dulu” Taeyeon pun meninggalkan meja Resepsionis dan Sooyoung yang melihat kepergianya hanya termenung hingga Rekan nya Yuri yang baru saja datang heran.

“Ya! Sooyoung-ah,Kenapa kau melamun?” Tanya Yuri.

“Yuri-ah cubit aku..”

“hah?”

“Aww!” Jerit Sooyoung, begitu Yuri mencubit lengan Sooyoung dengan kencang.

“Yak! Mencubit nya tidak usah dengan tenaga dalam.” Protes Sooyoung.

“ Tadi kau yang meminta, dan aku mencubit tidak dengan tenaga dalam. Kulit mu saja yang terlalu tipis” Ucap Yuri dan mulai memfokus kan diri nya dengan berkas-berkas. Dan Sooyoung mem-poutkan bibir nya.

.

Taeyeon yang terus berjalan menuju pintu keluar dengan pandangan yang sedang terfokus dengan ponsel nya tidak menyadari jika seorang pria bertubuh tinggi berjalan dengan cepat.

BUK! Pundak mereka saling bertubrukkan. Pria berbadan tinggi itu mengalihkan sebentar ponsel nya dan meminta maaf pada Taeyeon. Begitu juga dengan Taeyeon dan langsung pergi.

“Tunggu!” Pria itu memberhentikan diri nya dan kembali menengok kebelakang seperti mencari seseorang.

“Apa aku tidak salah liat?Kenapa aku seperti melihat Taeyeon Nuna??” batin Chanyeol.

Kemudian Chanyeol melanjutkan langkah nya ke Meja Resepsionis.

“Oh Chanyeol-ah Kau sudah datang” Sapa Yuri.

“ eum…Baekhyun belum kembali?” Tanya Chanyeol.

“Belum, Ada apa?” –Yuri

“ Tidak, Eoh..ada apa dengan Sooyoung Nuna?” Tanya Chanyeol kembali saat ia melihat Sooyoung terus menerus mencubit lengan nya tanpa henti hingga mengakibatkan kulit nya merah.

“Eoh itu…entahlah dari tadi dia seperti itu”Balas Yuri.

“ Nuna Seperti nya itu Dompet Baekhyun Hyung?” Ucap Chanyeol kala ia melihat benda coklat tergeletak di meja resepsionis.

“Eoh ini, iya. Dan kata nya seorang gadis yang memberikan nya. Gadis itu mengatakan jika ia menemukan dompet Baekhyun di Pemakaman Ulsan.” Jelas Yuri. Dan Chanyeol mencerna apa yang Yuri ucapkan.

“ seorang gadis? eoh…Yasudah berikan dompet nya pada ku, aku akan member nya pada Baekhyun Hyung jika ia sudah kembali.” –Chanyeol

Yuri segera memberikan Chanyeol dompet milik Baekhyun. Kemudian Chanyeol meninggalkan Meja Resepsionis dan melangkah kan kaki nya ke ruangan Baekhyun.

.

.

.

To Be Continue…

P/S : Hai! *headbow*!! Long Time Not See ya~? Akhirnya bisa Update. sebenernya FF ini udah Rampung 1 Bulan yang lalu *Lamabanget* Ya tapi walau pun udah Rampung semua, masih ada yang sedikit berantakan dan gak srek .

So…Harapan author buat FF ini, semoga cocok sama kalian dan banyak yang baca FF ini. Baiklah author rasa sudah cukup, so C U Later ini Chapter 2.

.xoxo

Advertisements

64 comments on “Similar (Chapter 1)

  1. Pingback: Similar (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s