[FREELANCE] Forbidden Love (Chapter 7)


Forbidden Love (Chapter 7)

Author: Han Sung Young

Rating: PG 17

Lenght: Multichapter

Genre: Romance, Family, School-life, Friendship, Sad

Main Cast: Oh Sehun, Oh [Kim] Taeyeon, Lu Han, Kim Yura

Other Cast: Find by yourself

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Poster by: Jungleelovely @ Poster Channel

Preview: Teaser, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6 (Teaser), Chapter 6

Happy reading^^

Sehun memandang malas pada Yura yang kini sedang sibuk oleh seorang pelayan toko tempat Yura akan membeli gaun pertunangan mereka. Ouh, sungguh malang nasib Sehun. Pria itu tak bisa menolak lagi keinginan Yura yang ingin bertunangan dengannya. Sehun salah, mungkin iya. Tapi bagaimanapun Sehun tak ingin bertunangan dengan Yura. Apa yang akan Sehun katakan pada kedua orang tuanya tentang pertunangan mendadak ini.? Dan Taeyeon, oh, Sehun tak mampu membayangkan bagaimana wajah Taeyeon nanti saat dirinya mengatakan akan tunangan dengan Yura.

Sehun menghela nafas kasar, membuat Yura yang berjalan didepannya menoleh.

“Berhenti menghela nafas atau usiamu akan berkurang satu hari Sehun.”

“Jangan berbicara seolah kau Tuhan yang tahu segalanya Yura.”

Yura membalikkan badan sepenuhnya dengan marah, gadis cantik itu memandang Sehun dengan tajam.

“Hentikan Sehun.!!”

“Apa.?”

“Berhenti bersikap menyebalkan seperti itu, aku adalah calon tunanganmu, dan sudah seharusnya kau bersikap manis padaku, bukan bersikap dingin seperti ini.” Suara Yura melemah, membuat Sehun mengerutkan alisnya bingung. “Aku ingin dihargai Sehun, apa itu salah.? Sebegitu buruknya aku hingga kau berbuat seperti ini.?”

Sehun sedikit aneh melihat sikap Yura dua hari ini, gadis itu terlihat seperti tersakiti, tapi Sehun tak yakin jika Yura sepenuhnya tersakiti mengingat gadis itu yang pandai bersandiwara.

“Jika kau sudah selesai, sebaiknya kita segera pergi.” Ujar Sehun dan melangkah lebih dulu meninggalkan Yura.

Gadis itu mengelap pipinya seolah-olah air matanya mengalir. Tak lama kemudian gadis itu segera melangkah mengerjar Sehun yang telah lebih dulu berjalan didepannya.

Perjalanan mereka belum selesai, Yura berniat mencari cincin yang cocok untuk pertunangan mereka. Yura tanpa tahu malu segera melingkarkan tangannya pada lengan Sehun. Pria itu menoleh dan menatap garang pada Yura.

“Lepaskan, aku tak suka kau bersikap seperti ini, kau bukan siapa-siapa ku.” Geram Sehun.

Yura mendongak dan balas menatap tajam pada Sehun. “Aku ini calon tunanganmu, jadi wajar jika aku bersikap seperti ini. Lagipula kenapa kau menolak, biasanya kau dengan Taeyeon bahkan lebih dari ini.”

“Kau dan Taeyeon jauh berbeda. Lepas.!!”

Yura melepaskan tangan Sehun dengan marah, kemudian melangkah lebih dulu daripada Sehun.

‘Siapa yang perduli.’ Batin Sehun, tapi walau begitu, Sehun tetap mengikuti langkah Yura yang menuju pada toko perhiasan.

Lama mereka berada ditoko tersebut, Yura begitu antusias. Gadis itu berkali-kali menanyakan saran pada Sehun tentang cincin-cincin yang ada disana.

Namun Sehun hanya membalas sekenanya. Sama sekali tak berniat benar-benar menemani atau bahkan memperhatikan Yura yang sedang memilih cincin. Pikiran Sehun kini justru mengarah pada Taeyeon. Adiknya itu kini pasti sudah pergi dengan Luhan. Dan tiba-tiba, Sehun memiliki keinginan besar untuk berlari dan menghampiri tempat Luhan dan Taeyeon berada. Yah, Sehun sangat menginginkan hal itu.

“Sehun bagaimana dengan cincin ini, bagus ‘kan.?” Tanya Yura sambil menunjukkan sebuah cincin bermatakan berlian.

“Hmm..” Gumam Sehun malas. Gumaman yang entah sudah keberapa kalinya.

“Yakk, aku tak ingin kau bermain-main Sehun. Kita masih harus mengurus banyakย  hal, undangan, gedung, properti, catering dan masih banyak lagi.”

“Cukup Yura, aku sudah berbaik hati mau menemanimu mencari gaun, tapi semakin lama kau justru semakin besar kepala. Sebaiknya aku pulang.” Ujar Sehun marah dan melangkah meninggalkan Yura.

“Yakk, Sehun!!”

Luhan dan Taeyeon kini sedang berjalan bersama disebuah jembatan tak terpakai. Cuaca siang itu begitu sejuk, membuat keduanya merasa nyaman. Luhan mengalihkan tatapannya pada Taeyeon yang sedang tersenyum dengan angin yang membelai wajah dan rambutnya, membuat gadis itu terlihat luar biasa cantik.

Luhan tak dapat menahan keinginannya untuk menggenggam tangan Taeyeon. Namun ekspresi terkejut gadis itu membuat Luhan juga ikut terkejut. Sepertinya Taeyeon masih trauma.

“Kau terkejut, apa kau masih takut padaku.?”

Taeyeon menggeleng, gadis itu menatap tangan Luhan yang tengah menggenggam tangannya dan kemudian tersenyum.

“Tidak apa-apa Luhan. Maaf, aku hanya terkejut.” Jawab Taeyeon.

“Benarkah.?” Taeyeon mengangguk. “Kita duduk disana ya.” Tawar Luhan dan menunjuk sebuah bangku.

Taeyeon mengangguk, gadis itu berjalan lebih dulu dan Luhan mengikutinya dari belakang.

“Jadi, bagaimana ceritanya.?” Tanya Taeyeon setelah duduk.

“Baiklah, aku akan mulai. Saat itu aku baru saja keluar dari kamar untuk berangkat sekolah. Tapi yang aku dapatkan justru Eomma dan Appa ku bertengkar. Aku tak tahu apa penyebab masalahnya, yang aku tahu Eomma ku mengarahkan pecahan kaca pada pergelangan tangannya, tepat pada nadinya. Pikiranku langsung blank. Eomma tak pernah sejauh itu, dan kupikir masalah kali ini benar-benar berat. Tanpa pikir panjang, aku berlari menuju Eomma dan membuang pecahan kaca itu.” Luhan berhenti bercerita dan menghela nafas.

“Lalu, bagaimana Appa mu.?” Tanya Taeyeon.

“Appa marah karena Eomma tak jadi bunuh diri. Pria sialan itu pergi meninggalkan kami berdua dengan aku yang menyumpahinya. Yeah, seperti itulah.” Luhan mengangkat bahunya.

“Ku memiliki masalah yang berat Luhan. Tapi walau bagaimana ‘pun, kau tak boleh minum minuman keras seperti kemarin. Itu membahayakan dirimu sendiri dan orang lain.”

“Aku tahu Taeyeon. Aku khilaf. Aku tak sadar saat melakukan semua itu. Dan aku sunggu menyesal, aku minta maaf karena sudah melakukan hal itu padamu. Aku-”

“Cukup Luhan, berhentilah meminta maaf karena aku sudah memaafkanmu.” Sela Taeyeon cepat.

“Kau terlalu baik Taeyeon.”

Taeyeon menggeleng. “Tidak Luhan, aku tak sebaik yang kau kira.”

Luhan tersenyum. “Kau memang baik Taeyeon.”

Mobil Yura berhenti tepat didepan pintu rumah keluarga Oh. Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, dan andai saja Sehun tidak memaksa pulang, mungkin sampai sekarang mereka masih disuatu tempat yang dikehendaki Yura.

Tanpa kata, Sehun membuka sabuk pengaman dan siap untuk turun sebelum suara Yura menghentikannya.

“Tunggu Sehun, aku hanya ingin mengingatkan jangan lupa untuk memberitahu kepada keluargamu terutama TAEYEON tentang pertunangan kita, mungkin mereka bisa membantu.” Ujar Yura dengan penekanan pada nama Taeyeon.

Sehun hanya menatapnya malas dan kembali berniat membuka pintu sebelum suara -sialan- Yura lagi-lagi menggagalkannya.

“Aku berbicara denganmu Sehun.” Ujar gadis itu dengan tajam.

“Okay, Kim Yura, okay.” Jawab Sehun akhirnya.

“Akan menjadi Oh Yura.” Sela Yura.

“Gadis gila.” Ujar Sehun dan segera keluar dari mobil Yura.

“YAK OH SEHUN.”

Tanpa memperdulikan teriakan Yura, Sehun melanjutkan langkahnya kedalam rumah. Pria itu sedikit mengernyit saat mendapati pintu rumahnya yang masih terkunci. Taeyeon belum pulang.? Padalah ini sudah pukul 3.

Baru saja Sehun ingin menghubungi Taeyeon, motor Luhan berhenti tepat dibelakangnya. Sehun menatap tak suka saat Taeyeon turun dari motor Luhan dan tersenyum pada pria blasteran itu. Samar-sama Sehun sapat mendengar Taeyeon mengucapakan terima kasih pada Luhan dengan sebuah senyum manis.

Sehun menatap intens pada Taeyeon saat gadis itu berjalan kearahnya setelah Luhan pergi dari rumahnya.

“Kenapa baru pulang.?” Buru Sehun.

“Tadi setelah makan siang aku sempat jalan-jalan dulu dengan Luhan.” Jawab Taeyeon pelan, menyadari aura tak enak yang Sehun keluarakan.

“Tapi tak sampai se sore ini Taeyeon.” Nada suara Sehun mulai meninggi membuat Taeyeon tercekat. Astaga, ada apa dengan oppa nya ini.?

“Op-Oppa .?”

“Masuk.”

“T-Tapi.. ”

“Kubilang masuk Taeyeon.” Desis Sehun berbahaya, dan mau tak mau Taeyeon menurutinya. Ingat, Sehun sangat mengerikan jika sedang marah.

Sehun masih memandang Taeyeon yang sedang duduk didepannya sejak beberapa menit yang lalu. Emosi Sehun masih belum mereda, ingatan tentang Taeyeon yang pergi dengan Luhan hingga sesore ini membuat kepala Sehun mengepul.

“Apa yang kalian lakukan.?” Tanya Sehun pada akhirnya.

“Tidak ada Oppa, kami hanya makan lalu jalan-jalan sebentar. Bukankah Oppa juga baru pulang.?”

Sehun terdiam, yang dikatakan Taeyeon tadi memang benar, Sehun baru saja pulang saat mendapati Taeyeon diantar pulang oleh Luhan. Dan kini, Sehun tak bisa lagi marah pada Taeyeon, karena memang pada dasarnya Sehun tak berbakat untuk marah pada Princess cantiknya itu.

“Oh sayang, kemarilah.” Ujar Sehun meminta Taeyeon duduk disampingnya dengan lembut.

Taeyeon menurut, dengan bibir yang mengerucut karena Sehun sempat uring-uringan, gadis itu melangkah dengan cepat dan menjatuhkan tubuh kecilnya disamping Sehun, membuat pria itu dengan cekatan memeluk Taeyeon dari samping.

“Maafkan Oppa Princess, entah mengapa Oppa sedang dalam mood yang buruk hari ini.” Ujar Sehun sambil mengelus lengan Taeyeon.

“Bukankah Oppa pergi dengan Yura Eonni.?” Tanya Taeyeon sambil mendongak menatap Sehun, pria itu menunduk dan menaikkan salah satu alisnya, tak mengerti dengan maksud ucapan Taeyeon. “Oppa baru saja pergi dengan Yura Eonni, seharusnya Oppa senang, bukan justru uring-uringan seperti ini.”

Sehun memutar bola matanya malas. “Astaga Princess, bukankah kau tahu jika aku membenci si Yura itu, dan pergi dengannya justru membuat moodku hancur.”

“Oppa tidak boleh seperti itu, biar bagaimana ‘pun Yura Eonni itu tetap teman oppa.”

“Bahkan aku tak pernah menganggapnya teman.” Gumam Sehun pelan, namun masih bisa didengar oleh Taeyeon.

“Oppaaa..”

“SEHUN OPPAAAA~~” Teriakan Taeyeon terdengar dari lantai 2.

Sehun yang berada diruang tengah segera menuju kebawah tangga saat melihat Taeyeon yang berlari menuruni tangga.

“YAKK!! Hati-hati Princess, kau bisa jatuh.” Ujar Sehun memperingati dengan histeris takut jika adik cantiknya itu jatuh dan kemudian terluka.

Tanpa memperdulikan ucapan Sehun, Taeyeon terus berlari menuruni tangga. Dan saat tersisa dua anak tangga, Taeyeon memilih meloncat kearah Sehun. Sehun sendiri walau terkejut, tetap menangkap tubuh Taeyeon yang meloncat kearahnya.

“Astaga, kau bisa jatuh Princess. Ada apa hm.?” Tanya Sehun saat menurunkan Taeyeon dari pelukannya.

“Coba tebak!!” Pinta Taeyeon sambil menatap Sehun dengan mata yang berbinar-binar.

“Ayolah sayang, aku tak tahu.”

“Besok Appa dan Eomma pulang!!” Pekik Taeyeon dan kembali meloncat kepelukan Sehun.

“Apa.? Benarkah.?”

“Benar Oppa, tadi Eomma baru saja mengirimiku pesan!”

“Kya, Oppa senang Princess.”

“Aku juga Oppa, besok kita harus menjemput Appa dan Eomma di bandara ne.!” Ujar Taeyeon sambil mendongak untuk menatap Sehun.

“Of course Princess.”

“Gomawo Oppa!!” Pekik Taeyeon sekali lagi dan kembali memeluk Sehun.

Taeyeon dengan begitu semangatnya menarik tangan Sehun saat mereka berada di bandara, untuk menjemput Tn dan Ny. Oh. Dan jangan lupakan Taeyeon yang masih mengenakan seragamnya secara lengkap mengingat Sehun baru saja menjemputnya sebelum ke bandara.

“Cepat Oppa, Appa dan Eomma pasti sudah menunggu.” Ujar Taeyeon.

Sehun terkekeh melihat tingkah kekanakan adiknya itu. Sambil tersenyum, pria tinggi itu mengikuti langkah kecil Taeyeon yang sedikit didepannya.

“Tak akan Princess, Appa dan Eomma bahkan belum landing.”

“Tapi tetap saja, kita sudah harus stand by sebelum Appa dan Eomma landing.” Bantah Taeyeon keras kepala.

“Baiklah~ Baiklah~”

***

“Huhh… Appa dan Eomma lama!! Menyebalkann..” Gerutu Taeyeon.

“Sabar sayang, sebentar lagi.” Ujar Sehun demi menghibur adiknya yang sudah sangat kebelet ingin bertemu orang tua mereka.

“Tapi kapannn.. Oppa sedari tadi hanya mengatakan sebentar lagi, sebentar lagi dan sebentar lagi terus. Tapi buktinya Appa dan Eomma belum juga datang.”

“Iya.. iya.. Kali ini benar-benar sebentar lagi.”

“Sehun..Taeyeon..”

Sehun dan Taeyeon lantas mengalihkan tatapan mereka saat mendengar nama keduanya dipanggil dari arah kanan. Dan…

“APPAAAA….. EOMMAAAA….” Teriakan membahana Taeyeon segera terdengar.

“Aku sangat merindukan Eomma. Kenapa mengurus seperti itu saja lama sekali.? ‘Kan aku jadi tak bisa bertemu Eomma~” Rengek Taeyeon sambil memeluk Ny. Oh. Hari mulai beranjak malam, namun nampaknya Taeyeon masih tak mau melepaskan pelukan mereka.

Sementara Tn. Oh dan Sehun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala menatap tingkah manja putri bungsu keluarga Oh itu.

“Memang seperti itu sayang, bukankah kita harus melakukannya dengan penuh perhitungan agar perusahaan tidak kembali drop.” Jelas Ny. Oh sambil mengelus lengan Taeyeon lembut.

“Tapi tetap saja, itu terlalu lamaa~~”

“Sudahlah, jangan dibahas lagi hm.? Bukankah yang terpenting Eomma dan Appa sudah dirumah dan kitaย  bisa berkumpul lagi.?”

Taeyeon hanya mengangguk sambil tersenyum kemudian semakin mempererat pelukannya dengan Ny. Oh.

“Bagaimana kabar kalian selama Appa dan Eomma pergi hm.?” Tanya Tn. Oh yang duduk disamping Sehun.

“Kami baik-baik saja Appa. Hanya saja Taeyeon sedikit susah diatur.” Jawab Sehun penuh kewibawaan, sama seperti Tn. Oh.

“Susah diatur.? Maksudnya.?” Tanya Ny. Oh.

“Yah, Taeyeon susah sekali dilarang bekerja. Sudah tahu fisiknya tidak terlalu kuat, tapi tetap saja mengerjakan ini itu.” Jelas Sehun sedikit menggebu.

“Itu Oppa saja yang berlebihan.” Bantah Taeyeon sambil mengerucutkan bibirnya. “Sebenarnya aku bisa kok mengerjakan semua pekerjaan rumah, aku ‘kan kuat.”

“Eh.?” Tanya Sehun tak percaya.

“Hihi~ bener kok, aku bisa Oppa.” Jawab Taeyeon sambil sedikit cengengesan.

“Ya memang bisa, tapi setelah itu mungkin kau akan sakit atau mungkin pegal-pegal.”

“Tidak kok~”

“Iya.”

“Tidak~”

“Iy-”

“Sudah-sudah kalian ini. Kau juga Sehun, tak ada dewasanya sama sekali.” Tegur Tn. Oh saat mendengar perdebatan sepele antara kedua buah hatinya.

“Sudahlah yeobo, tak usah menegur Sehun seperti itu.” Ujar Ny. Oh saat melihat wajah masam Sehun setelah ditegur Tn. Oh. Dan demi boxer bergambar labu milik Chanyeol, itu sangat tidak Manly!!

Tn. Oh hanya mengangguk mendengar ucapan dari wanita yang dicintainya itu. Dan tetap saat itu, bel rumah berbunyi menandakan ada tamu yang datang.

“Biar aku saja yang buka.” Ujar Sehun dan mulai beranjak.

Sehun sedikit mempercepat langkahnya saat sang tamu kembali memencet bel. Dan betapa terkejutnya Sehun saat mendapati wajah -cantik- menyebalkan milik Yura.

“Apa yang kau lakukan disini.?” Tanya Sehun tajam.

“Kudengar Appa dan Eomma sudah pulang, jadi aku berinisiatif datang dan mengatakan tentang rencana pertunangan kita.” Jelas Yura sambil tersenyum manis.

“Jangan memanggil Appa dan Eomma ku seenakmu Yura dan jangan gila.”

“Siapa yang gila sayang.? Aku hanya ingin memberitahukan berita baik ini. Apa salah.?” Tanya Yura sok polos.

“Sangat sangat salah, jadi sebaiknya kau pulang sebelum aku memulangkanmu dengan cara kasar.” Ujar Sehun memperingati.

“Tidak akan Sehun, aku sudah meluangkan waktuku yang sangat berharga ini untuk datang kerumahmu, demi bertemu Appa dan Eomma, jadi biarkan aku masuk.” Jawab Yura keras kepala.

“Tak akan Yura.”

Namun sayang, tepat saat Sehun mengatakan hal itu, Yura sudah lebih dulu menyelonong masuk rumahnya tanpa permisi.

Oh, bencana akan segera terjadi..

To be continued…

Annyeong readers ^^
Yosh!! Akhirnya setelah sekian lama selesai juga nih FF. Aku sebenarnya ngerasa bersalah banget sama readers karena FF ini lama banget updatenya, soalnya aku agak sibuk juga sih akhir-akhir ini, ditambah lagi aku yang suka males kalo mau ngetik. Jadi maaf ya atas keterlambatannya.

Yaudah itu aja, next insya Allah mau ngelanjutin Your Lips.

See you ~

Advertisements

84 comments on “[FREELANCE] Forbidden Love (Chapter 7)

  1. Ah greget bgt sama si Yura duh gue benci , tapi LuTae eomo aku suka bgt sama mereka .Akhirny Taeng udh akrab lg sma Luhan.Sehunn gimana ya? penasaran thor next chap jangan lama .Keep writing and Figting!!! Your lips uri LuTae sangat ditunggu~

  2. waaaa kenapa mesti tbc sih? padahal udh lama nunggu di ff -,- gaksabar liat reaksi taeyeon dengar sehun sama yura tunangan-,- update soon yaa:*
    ff yg lainnya jgn lupa juga yaaa :*

  3. yaaa kurang panjang thor ini pan ff yg plg aku suka.. koq aku suka bgd sm sikap cuek sehun ke yura ya
    ayo thor dlanjt jangan lama2

  4. kok boxer chanyeol di ikutin juga sih?baekhyun klo marah gimana?๐Ÿ˜€

    ditunggu kelanjutannya Han Sung Young, semangat juga nulis your lipsnya ya…
    ๐Ÿ˜˜

  5. omegaaaaaaattt..
    udeee taeng ame lulu aje ye. cocok kok. dr pd sakit hati liat yura ame sehun. lagian sedarah juga toh. gak baik nakk (sok tua) #ngakak nista hahaaha

    next di tunggu ๐Ÿ™‚

  6. astaga ceritanya bgus eonni
    gk kuat bacanya lihat taeng yg super manja
    gk kuat jg lihat sehun perhatian bgt sm taeng #jealousmodeon
    oke next chap eonni
    ditunggu ff your lips nya jg
    hwaiting and keep writing ๐Ÿ˜‰

  7. Daebak thor!! ^^

    Kelewat kesal sma Yura–”
    Plisss… Jngan buat Sehun sma Yura! Yura kterlaluan amat si!–”
    Gmana endignya Taeyeon ntar??:’g
    Dtnggu chap slanjutnya!! Fighting!! ^^

  8. Akhirnya thor setelah sekian lama nungguin nya kkk
    Next thor. Bagus deh. Makin syg sm taeyeon tp makin sebel sm yura. Ih rese’ banget deh dia. Yah intinya next deh thor hehe

  9. geram banget ih sama si yurah, btw aku pan namenya dulu taeyeonniess yah thor tapi ganti soalnya yang lama itu error, jadi ini wp baru :’)
    update soon yah, fighting, merry Christmas ๐ŸŽ…

  10. Thooooor,aku blm baca chapt.7 ini toi aku komen ,soalnya yg chapt.6 aku blm baca,blm dpt passwordnya thooor,aku udah email author ke Gmail,tpi blm di bls thoooor,tolong dibls ya thor, gomawo ^^

  11. Yura nekad njirrr >< Pengen jambak rambutnyaaa… Cepet kebongkar deh yaa rencana busuk nya tuhh.. Sehun tunangan sama taeyeon aja jgn sama yuraaa hihi :'D
    Next chap sama your lips nya di tunggu thor ๐Ÿ˜€ Fighting!! ๐Ÿ˜‰

  12. aigoo yura bikin kesel aja, seyeon momentnya kurang.. maaf baru bisa comment sekarang thor,
    next chap ditunggu bnget jangan lama” ya thor, ff nya keren bnget
    fighting

  13. kok aku selalu telat sih baca ff ini? #abaikan
    aigoo si yura menyebalkan banget, eh emang apa sih yg dilakukan luhan ke taeyeon?
    next chapter banyakin moment LuTae ya thor…..ditunggu kelanjutan dr your lipsnya thor….
    see you in next chapter

  14. Disini makiiiin jengkel Ada yura ,tingkahnya seenak jidatnya sendiri,, taeyeon kayanya nggak nyadar Kalo did suka sama sehun Karena stt kaka adeknya duh duh

  15. Yura tu nyebelin banget ! Pengen gua buang ke jurang rasanya
    next thor banyakin moment LuTae nya ya
    Fighting!

  16. waaahh kyanya next chap bakalan seru dan menegangkan nih. gak sabar buat baca chap selanjutnya deh..
    ammpun sama kelakuan ai yura ini. kok ada ya cewe kaya gtu?
    kasihan sehun..

  17. waaahh kyanya next chap bakalan seru dan menegangkan nih. gak sabar buat baca chap selanjutnya deh..
    ammpun sama kelakuan ai yura ini. kok ada ya cewe kaya gtu?
    kasihan sehun..๐Ÿ˜ฆ

  18. makin minta di gamprat kali ye si Yura ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ njirr gue bener” gregetan sama cewe cem Yura ini

    next thor , moment seyeon Sama moment lutae nya dibanyakin ๐Ÿ˜‚

  19. Duh itu ngebet bgt yg pengen tunangan ๐Ÿ˜‘
    luhan sama taeyeon udh baikan yaa?
    Terus gmana next chapternya? Penasaran abis nih, pengen tau reaksi keluarga oh
    ditunggu yaa next chapternya thor, fighting!! ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜š

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s