Not Destined (Chapter 1 )

no-destined_selvi_melurmutia

Not Destined

Main Cast: Taeyeon ­– Kai || Genre: Romance, Sad || Length: Chapter || Rating: PG-13 ||

Author : Selvy

Poster FF By Melurmutia@Cafeposter

^^^Chapter 1 & 2 pernah di upload di EXOSHIDAEFANFIC

Ps: Disini banyak penambahan adegan dan pengeditan. Tapi tidak ada perubahan cerita.

 

-____________-

 

****Seoul

Seorang yeoja mungil dan imut tengah berjalan menikmati keindahan sungai Han. Ia berjalan tidaklah seorang diri melainkan bersama seorang namja yang tidak kalah imut darinya, hanya saja namja itu jauh lebih tinggi. Namun penampilan yeoja itu sedikit membuat beberapa gadis memandangnya aneh. Bagaimana tidak Ia memakai celana jeans yang sobek dikedua lutunya, rambut yang terurai berantakan lalu dibungkus dengan topi, sepatu ikat yang sudah tidak terurus, dan satu lagi ia juga memakai baju kaus lengan pendek yang mana kedua lengannya ia lipat. Sungguh sangat mirip dengan tampilan gadis berandalan.

Sedangkan namja yang berada disampingnya sangat berbeda 180 derajat darinya. Namja itu memakai baju kemeja rapi, celana jeans bermerek yang membuatnya terlihat cool, sepatu hitam limited edition, rambut yang disisir rapi, dan tas ransel yang selalu berada dipunggungnya. Namja itu sangat mencerminkan bahwa ia adalah namja baik- baik.

“Chagi-ah sampai kapan kita hanya memandangi sungai han seperti ini? Kau tahu aku sudah sangat bosan” ucap Sehun seraya memeluk yeoja yang dipanggilnya Changi itu dari belakang.

“Sehun- ah jangan bersikap seperti ini, itu sangat menjijikkan” yeoja yang bernama Taeyeon itu melepaskan pelukan Sehun dengan kasar.

Sehun mengerucutkan bibirnya, “Changi- ah kau sama sekali tidak manis”

“Kalau kau ingin mencari yeojachingu yang manis jangan berpacaran denganku” Taeyeon menatap tajam Sehun seraya mengangkat telunjuknya ke depan wajah namja itu.

Sehun menelan salivanya pelan, akan sangat berbahaya kalau yeoja yang pada dasarnya adalah yeojachingunya itu mengamuk. “Changi-ah aku hanya bercanda” Sehun memegang jari Taeyeon lalu menurunkannya dengan canggung.

“Sudahlah aku sangat malas berdebat denganmu, ayo kita makan perutku sudah sangat lapar.” Taeyeon menarik tangannya kasar, lalu berjalan meninggalkan Sehun.

“Bisakah kau bersikap layaknya seorang perempuan” ucap sehun berbisik.

Taeyeon yang berjalan belum jauh darinya masih sempat mendengar perkataan sehun, “Hei apa yang kau katakan? Apakah kau malam ini ingin berenang di sungai Han Tuan Oh?” ucap taeyeon dengan smirk diwajahnya tanpa sedikitpun menoleh ke arah Sehun.

Sehun lagi- lagi sulit menelan salivanya, ia menghampiri Taeyeon dan memegang tangannya, “Changi- ah aku hanya bercanda” Sehun tersenyum imut berharap Taeyeon akan memaafkannya.

Mungkin gadis yang melihat namja ganteng tersenyum seperti itu akan lulu, tapi tidak dengan seorang Taeyeon yang sekarang hanya memutar bola matanya lalu berjalan tanpa memperdulikan Sehun. Tak ada yang bisa dilakukan Sehun selain mengerucutkan bibirnya.

Mereka bukanlah pasangan seperti yang lain, Taeyeon dan Sehun adalah korban dari perjodohan antara orangtua mereka. Memang orang tua mereka kaya bahkan mungkin bisa dibilang sangat kaya. Taeyeon memiliki eomma seorang presdir di salah- satu perusahaan roti yang sangat terkenal di korea bahkan cabang dari perusahan tersebut telah terkenal sampai ke seluruh asia bahkan eropa.

Walaupun demikian, appa Taeyeon bukanlah orang yang kaya. Appa dan eomma gadis itu telah lama bercerai bahkan saat Taeyeon belum bisa mengingat wajah orang lain. Tuan Kim belum pernah bertemu dengan putrinya setelah perceraian itu, karena memang mereka tidak tinggal di satu kota yang sama. Appa tinggal di Busan sedangkan Taeyeon berada di Seoul bersama eommanya.

Sedangkan orangtua Sehun adalah partner kerja dari eomma Taeyeon yang tidak kalah kaya dari keluarga Kim. Sehun memang sudah lama menaruh hati pada Taeyeon. Semenjak ia bertemu gadis imut pada acara makan malam keluarganya dan keluarga Taeyeon. Meskipun Taeyeon selalu bersikap kasar padanya tetap saja ia menyukainya. Dan sekarang ia sudah mulai terbiasa dengan sikap Taeyeon yang sedikit tomboy.

Berbeda dengan Sehun, Taeyeon malah mati- matian menolak perjodohan dirinya dan orang itu. Karena sebenarnya dia sama sekali tidak mencintai Sehun. Tapi mau bagaimana lagi ? eomma Taeyeon jauh lebih keras kepala daripada Taeyeon. Bahkan eommanya pernah mengancam kalau sampai Taeyeon menolak perjodohan ia tidak akan menganggap Taeyeon sebagai putrinya. Memang sangat kejam, bagaimana mungkin seorang ibu membandingkan anaknya dengan sebuah pekerjaan?

 

-____________-

 

Busan

Namja berseragam SMA sedang menikmati suasana kota busan yang indah di atas mobil mewahnya. Sangat jelas bahwa namja itu tengah membolos bersama dengan kedua temannya, terlihat dari seragam sekolah yang menempel di badan mereka. Padahal saat ini adalah jam sekolah.

“Kai apakah kau tidak mendengar dari tadi ponselmu berbunyi” Namja tinggi berwajah imut di sampingnya mengingatkan. Park Chanyeol.

Orang yang diajak bicara hanya diam memandangi foto- foto yeoja cantik yang berada di tangannya, “Percuma saja kau berbicara padanya, dia tak akan menghiraukan kita” Namja yang juga memiliki lesung pipi seperti Chanyeol menimpali. Lay.

“Kira- kira dari seluruh foto ini siapa yang paling cantik?” tanpa memperdulikan sindiran dari sahabatnya, Kai malah menyodorkan sekumpulan foto itu dan meminta pendapat.

Kedua sahabatnya hanya menghembuskan nafas kasar, “Kai jangan bilang kau mau mengencani mereka lagi?” Tanya Chanyeol curiga.

“Apa salahnya ?” dengan santainya Kai menjawab tanpa dosa.

Kedua sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya, “Terus kau mau apakan Seohyun, Yoona, Jessica dan . .”Lay mengingat- ngingat yeoja yang sekarang menjalin hubungan dengan Kai, “Pokoknya banyak sekali yang berpacaran denganmu. Apakah kau tidak kasihan pada mereka ?” nasihat Lay.

Kai hanya tersenyum mendengar kedua sahabatnya, “Wah kalian terlihat seperti ibu- ibu yang sedang datang bulan, ck” Ejek Kai seraya mengambil foto ditangan Chanyeol, “Kalau kalian tak memberi saran yah sudah biar aku saja yang langsung memilih.”

Chanyeol dan Lay hanya mendengus kesal melihat kelakuan sahabat mereka. Kim Jongin adalah nama aslinya, tapi dia lebih senang dipanggil Kai. Namja itu memang terkenal playboy dan jail. Tak ada namja yang mampu bertahan menjadi temannya kecuali Chanyeol dan Lay itupun karena keduanya adalah sepupu namja itu.

Kai sangat hobby mempermainkan wanita, ia tak pernah benar- benar mencitai seorang wanita. Maklum saja ia adalah anak dari pejabat kaya di busan. Ia selalu bertingkah seenaknya karena orang tuanya selalu menuruti semua keinginannya.

Bahkan jika Kai bermasalah di sekolah, dengan gampangnya Tuan Kim akan datang ke sekolah dan menemui kepala sekolah untuk memaafkan perilaku anaknya. Dan hebatnya lagi kepala sekolah akan langsung menerima permintaan maaf appanya karena tidak berani melawan perintah dari salah satu pejabat di negeri ini.

Maka dari itulah Kai tumbuh menjadi anak yang tak pernah merasa bersalah, tak pernah serius dalam menjalin hubungan dan suka bertingkah seenaknya baik diluar maupun di dalam kawasan sekolah.

 

-____________-

 

Pagi yang sangat cerah di Seoul saat ini, namun sayang hari yang cerah tak secerah hati Taeyeon yang sedang duduk di dalam kelasnya.

“YA!” Seorang yeoja berusaha mengagetkan Taeyeon. Namun sayang usahanya gagal, karena orang yang dikagetkan hanya membalasnya dengan satu lirikan kemudian kembali lagi ke posisinya semula.

Gadis itu mendengus kesal, “YA Kim Taeyeon tak bisakah kau sedikit saja menghargai usahaku untuk menghiburmu?”

Taeyeon hanya memutar bola matanya, “Jangan menggangguku sekarang atau kau akan mendapat masalah” Sunny sahabatnya terdiam karena penuturan Taeyeon. Memang dia adalah sahabat taeyeon tapi gadis itu tak akan pernah main- main dengan kata- katanya.

Taeyeon yang melihat ekspresi Sunny sedikit merasa bersalah, “Mian aku hanya lagi tidak mood hari ini.” Sunny mengangguk mengerti setelah mendengar penjelasan Taeyeon. “Sepertinya aku harus keluar dari kelas yang pengap ini untuk mencari udara segar”

Taeyeon berdiri namun lengannya ditahan oleh tangan mungil yeoja di sampingnya, “Ikut” ucap Sunny se-cute mungkin namun dibalas oleh Taeyeon dengan tatapan tajam. Sunny yang melihat mata Taeyeon perlahan melonggarkan pegangannya. Tapi bukannya menyesal karena tatapannya kasarnya Taeyeon malah langsung pergi meninggalkan Sunny yang merengut. Sungguh sahabat yang sangat jauh dari kata sejati.

Tapi sebenarnya semua ini bukan murni kesalahan Taeyeon, melainkan karena kata- kata Nyonya Kim yang selalu terngiang di telinganya. Semalam baru saja wanita parubaya itu memaksanya untuk menikah dengan Sehun setelah lulus SMA. Maka dari itu dia sangat stress hari ini.

Taeyeon berjalan sangat cepat tanpa memperdulikan orang- orang yang meringis kesakitan akibat ulahnya. Walaupun mempunyai tubuh kecil, tapi Taeyeon tak merasakan kesakitan saat bertubrukan dengan orang- orang. Walaupun itu adalah seorang namja.

“Kim Taeyeon” panggil songsaenim tegas.

Taeyeon yang mendengarnya sontak menoleh, “Ada apa?” jawabnya tanpa ada kesan sopan sama sekali.

Boa Songsaenim hanya memberikan pandangan mematikan kepada siswinya itu, ia menghampiri Taeyeon, “Apakah kau tidak melihat orang- orang yang kau tabrak?” Tanya songsaenim dengan suara meninggi.

“Aku melihatnya” jawab Taeyeon seraya melipat kedua tangannya di depan dadanya.

Songsaenim mengepal tangannya, “Jangan mentang- mentang kau anak orang kaya jadi kau bisa seenaknya disini. Dan juga lepaskan topi di kepalamu itu, kau fikir sekolah ini sekolah anak berandalan?”

Muka taeyeon mulai memerah menahan marah, seandainya saja dihadapannya itu bukan songsaenimnya mungkin ia sudah menghajarnya, “Jangan pernah menilaiku sembarangan jika kau tak mengenalku dan lagi pula aku berhak mengatur hidupku. Jadi jangan pernah ikut campur urusanku Boa-sshi” Taeyeon meninggalkan songsaenim Boa yang sudah berapi- api.

“Dasar siswa kurang ajar” teriaknya kesal. Tapi Taeyeon tak perduli, apapun yang dikatakan orang- orang terhadapnya baginya itu hanya sesuatu yang kecil. Karena pada kenyataannya ia sudah terlalu biasa pada perlakuan kasar karena eommanya.

 

-____________-

 

“Putus? Kai-ya apa salahku? Jangan seperti ini jebal” seorang yeoja merengek- rengek dihadapan namja yang sedang duduk di taman sekolah.

Kai yang melihatnya hanya menunjukkan senyum miring mengejek khas dirinya, “Jangan ganggu aku lagi jika kau tak mau mendapatkan masalah. Lagipula aku sudah bosan denganmu, jadi mian karena aku tak bisa lagi menjadi namjachingu yeoja pabo sepertimu” Kai berdiri seraya mengambil tasnya yang terletak disamping.

“Kau brengsek” teriak yeoja itu.

Kai yang mendengarnya sontak terhenti dari langkahnya, “Apa kau bilang?” Kai mengurungkan niatnya untuk pergi, ia malah berjalan mendekati yeoja yang mulai melangkah mundur itu. Ekspresi takut dan menyesal terlihat jelas di wajah cantiknya.

Yeoja itu sulit menelan salivanya saat Kai mendekatkan wajahnya ke arahnya, “Jangan pernah mencoba bermain- main denganku” Kai mengecup bibir yeoja yang mematung itu lalu meninggalkannya dengan smirk yang tak pernah absen di wajahnya.

Yeoja itu tersungkur ke tanah sambil menangis. Ia menggosok bibir mungilnya dengan punggung tangan miliknya.

“Kau sungguh tega Kai” Ucap Chanyeol saat Kai sudah berada di kelasnya. Bagi namja jangkung itu memutuskan seorang yeoja di depan orang- orang dengan mempermalukannya sangat tidak pantas.

Kai menjawab dengan jari menari di atas ponselnya, “Aku sudah bosan pada tingkahnya yang kekanakan” ucap Kai tanpa menatap sahabatnya itu.

Lay yang mendengarnya hanya menghembuskan nafas pelan, “Bukankah kau memang selalu bosan pada semua yeoja”

Kai menatap lay seraya tersenyum manis, “Benar sekali”

Tanpa rasa bersalah sama sekali, Kai mengetik pesan balasan pada gadis- gadis lain. Chanyeol dan Lay memang sudah terbiasa akan sikap Kai yang seenaknya seperti itu. Tapi mereka tetap tidak tega pada gadis- gadis yang disakiti oleh sepupunya.

 

-____________-

 

Taeyeon hari ini tengah makan malam bersama Sehun, tentu saja berkat paksaan eommanya. Siapapun bisa ditentang oleh gadis itu tapi Ia benar- benar tidak bisa menolak jika sudah eommanya yang berbicara.

“Changi- ah makan makanannya kalau sudah dingin nanti tidak enak” Sehun memperingatkan Taeyeon yang tengah melamun.

“Aku tidak lapar” Taeyeon menjawab dengan ketus.

Sehun hanya bisa pasrah terhadap sikap Taeyeon yang seperti ini, “Taeyeon bukankah itu Boa songsaenim? ” Sehun menunjuk dua orang yang tengah duduk di salah satu kursi restaurant mewah itu.

Taeyeon sontak menoleh dan mendapati songsaenim musuhnya itu yang juga tengah menatapnya dengan tatapan tidak suka, Taeyeon menarik tangan sehun. “Ayo kita pulang”

“Tapi . . “ belum saja Sehun sempat menolak ia sudah harus terseret oleh Taeyeon.

Gadis benar- benar kesal, ia tak mau moodnya yang sudah jelek semakin diperburuk dengan kehadiran songsenim yang menurutnya sangat menjengkelkan itu. Sejak awal ia memang sudah tidak menyukai songsaenim yang selalu melaporkan keburukannya kepada eomma. Itulah sebabnya mengapa ia tidap pernah sopan kepada Boa songsaenim.

Dua remaja itu berjalan di pinggir jalan di antara orang- orang yang berlalu lalang. Toko ataupun kedai di pinggir jalan ramai akan pengunjung tak menarik minat Taeyeon yang hanya menatap jalan di depannya tanpa bersuara.

Sehun menggosokkan tangannya sambil meniupnya sesekali. Namja itu tidak terbiasa dengan udara dingin, tapi ia terpaksa harus mengikuti Taeyeon dan meninggalkan mobilnya di depan restaurant. Ia juga terlalu enggan untuk bertanya mengapa gadis itu memilih berjalan.

“Haacciii . . . “ Taeyeon menghentikan langkahnya. Ia menengok dan mendapati Sehun yang agak jauh darinya. Namja itu menggosok- gosok hidungnya yang sudah memerah bagai badut. Sehun yang menyadari sedang ditatap tersenyum ramah lalu berjalan mendekati Sehun. “Mianhae Taeyeon-ah” Sehun meminta maaf karena telah membuat Taeyeon menunggu.

Desahan kesal keluar dari mulutnya. Bukan karena marah atau jengkel, tapi karena sikap namja itu yang terlalu manis terkadang membuatnya luluh. Tapi dia adalah Kim Taeyeon, bukan seorang gadis yang mudah ditaklukan seorang pria. Egonya terlalu tinggi untuk itu.

“Wae? Kau bisa naik mobil. Tidak perlu mengikutiku” Ucap Taeyeon. Ia memandangi Sehun yang mulai pilek karena terlalu lama di udara luar.

Sehun menggaruk belakang lehernya, “Ya! Aku seorang namja. Mana mungkin aku membiarkan seorang yeoja berjalan sendirian”

“Ck, namja? Ya! Terakhir kali siapa yang menghajar preman yang menghadang kita di jalanan? Aku masih ingat bocah bernama Oh Sehun bersembunyi di belakangku” Ejek Taeyeon.

Seketika Sehun mengerut, “Ya! Taeyeon-ah . .. “ Rengeknya manja. Taeyeon tersenyum melihat raut lucu namja itu. Tanpa sadar Sehun merasakan sesuatu yang sesak terasa ingin keluar dari dadanya. Rasa dinginnya hilang seketika. Senyuman Taeyeon untuk pertama kalinya ia lihat. Dan itu karenanya. Betapa senangnya dirinya.

“Teruslah tersenyum seperti ini Taeyeon-ah . . . “ Sehun menimpali membuat Taeyeon memasang wajah terkejut. Tersenyum? Ia tadi tersenyum?

“Ya! Aku tidak tersenyum. Oh Sehun kau ingin mati? Jangan mengatakan hal- hal seperti itu. Sekarang ayo kita ke mobil, nanti kau sakit kalau terus seperti ini” Taeyeon menarik tangan namja yang sedang tersenyum bangga. Ia melihat Yeoja itu mulai luluh padanya. Setelah bertahun- tahun akhirnya ia berhasil mendapatkan senyumannya.

 

-____________-

 

 

Jum’at pagi saat Taeyeon tengah menaiki tangga menuju kelasnya ia tak sengaja berpapasan dengan Boa songsaenim, “Ck, dasar remaja sekarang bermesraan di restaurant” sindir songsaenim saat tepat di samping Taeyeon, yeoja itu menatap tajam karena merasa tersindir akibat lirikan songsaenim kepadanya.

“Apa maksud songsaenim?” Tanya Taeyeon kesal.

Songsaenim sontak menoleh, “Ternyata ada yang tersindir disini” ejek songsaenim.

Cukup sudah Taeyeon tidak bisa untuk bersabar lagi, “Wajar saja jika anak remaja berpacaran atau bermesraan. Daripada seorang songsaenim bersama pacarnya pamer kemesraan di depan umum itu baru memalukan. Dasar perawan tua”

Songsaenim ingin menampar Taeyeon namun tangannya ditangkap oleh gadis itu dengan kokoh, “Jangan pernah menyentuhku” Taeyeon menghempaskan tangan songsaenim. Mata wanita dewasa itu hampir keluar saking marahnya.

Seluruh siswa yang menyaksikan itu sontak terkekeh pelan, namun kekehan mereka terhenti saat melihat Boa songsaenim yang menatap tajam meraka, “Semuanya masuk ke kelas” seluruh siswa berlari memasuki kelas kecuali Taeyeon.

“Ingat kalau kau tidak keluar dari sekolah ini saya yang akan keluar” songsaenim menunjuk wajah Taeyeon.

“Keluar saja” jawab taeyeon santai lalu meninggalkan songsaenim yang sedang marah besar itu.

 

-____________-

 

Dengan pakaian yang rapi Kai mengetuk pintu salah satu rumah mewah yang tidak lain dan tidak bukan adalah rumah korban barunya.

“Annyeong Princess Tiffany” Kai menyapa yeoja yang membukakan pintu untuknya. Yeoja itu memerah tersipu.

Tiffany tersenyum manis sehingga menampakkan eye smilenya, “Kai?”

“Bunga ini aku berikan hanya untuk yeoja cantik sepertimu” Kai memberikan bunga yang semenjak tadi berada di belakangnya. Bunga mawar putih yang dirangkai dengan rapih menghangatkan hati yeoja itu.

Tiffany dengan senang hati menerima bunga itu, “Gomawo Kai”

Kai memegang tangan tiffany lalu berlutut dihadapannya, “Dari awal aku melihatmu aku sudah yakin bahwa kaulah wanita yang tepat untuk menjadi yeojachinguku yang terakhir. Karena aku ingin hubungan kita berlanjut hingga ke pelaminan. Jadi maukah kau menjadi yeoja chinguku?”

Sumpah demi apa, dalam hati Kai ingin muntah karena kalimatnya sendiri. Menurutnya kata- kata seperti itu hanya ada dalam dunia dongeng. Tiffany menutup mulutnya dengan satu tangannya yang lain, ia benar- benar termakan dengan kata- kata Kai, “Tentu saja aku mau” jawab Tiffany tanpa ragu.

Kai berdiri lalu mencium singkat Tiffany, ciuman yang biasa sebagai awal dari tipuan seorang Kai. Lalu mereka berpelukan dengan mesra. Tiffany tidak melihat kai yang sedang tersenyum penuh arti di punggung tiffany, ‘Kena kau fany- ah, sorry’

 

-____________-

 

Taeyeon menuju parkiran tempat mobilnya berada, namun langkahnya terhenti saat melihat motor Boa songsaenim sedang terparkir paling ujung dari seluruh motor yang terparkir di tempat itu. Scooter pink yang membuat perut Taeyeon mual.

“Dasar motor sialan” tanpa fikir panjang Taeyeon menendang motor tak bersalah itu kencang.

Yeoja itu menutup mulutnya saat melihat kejadian dihadapannya. Karena motor itu berada di ujung dan Taeyeon menendangnya keras maka otomatis motor itu terjatuh dan menjatuhi motor disampingnya dan begitu juga dengan motor selanjutnya yang membuat semua motor deparkiran itu tumbang secara berjamaah.

Taeyeon ingin kabur namun namanya tiba- tiba dipanggil oleh suara yang sudah sangat dikenalnya, “KIM TAEYEON . . “ teriak kepala sekolah memanggil Taeyeon. Memang semenjak tadi ia memperhatikan Taeyeon berkat hasutan dari Boa songsaenim yang saat ini berada di sampingnya.

Taeyeon tersenyum kaku, “Annyeong songsaenim” tangannya terangkat.

“Ikut aku ke kantor sekarang” songsaenim meninggalkan Taeyeon yang dengan segera menyusul berjalan dihadapannya. Boa songsaenim yang melihatnya sontak tersenyum penuh kemenangan. Sempat gadis itu melihat ejekan dari Songsaenim itu. Rasanya dia ingin melempar motor ke wajah perawan tua itu.

“Cukup sudah Taeyeon, kau sudah terlalu banyak melakukan pelanggaran. Saya tahu kau adalah anak yang pandai, tapi kalau terus seperti ini lama- lama sekolah kita imagenya akan menurun” omel kepala sekolah, Taeyeon hanya menunduk. Dia menunduk bukan karena merasa bersalah melainkan menggerututi kepala sekolahnya.

“Tadi saya sudah menelfon orang tuamu dan katanya eommamu yang akan menanggung semua kerugiannya. Tapi tetap saja kau akan dikeluarkan dari sekolah” tambah kepsek yang sukses membuat mata Taeyeon hampir keluar.

“Mwo? Aku dikeluarkan?” Taeyeon tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Mr. Park kepala sekolahnya itu.

Mr. Park menghembuskan nafas pelan, “Mian Taeyeon, saya juga terpaksa melakukan ini. Ini surat pindah sekaligus rapportmu”

Taeyeon masih terdiam mengetahui kenyataan bahwa ia dikeluarkan dari sekolahnya senidiri. Ia masih tidak menyangka, bahkan ia sempat berfikir bahwa semuanya hanya mimpi.

Sementara Mrs. Boa yang mendengarnya dari luar ruangan terseyum penuh kemenangan terhadap apa yang terjadi.

 

-____________-

 

“Kau sangat cantik malam ini” kata Kai kepada gadis tinggi dihadapannya yang bernama Sooyoung kakak kelasnya.

“Gomawo Kai” jawab sooyoung tersipu malu.

“Pasti namja chingumu sangat bahagia memiliki yeoja secantik kamu” Kai berpura- pura berekspresi kesal.

Sooyoung menunduk malu, “Aku belum punya namjachingu”

Kai tersenyum penuh kemenangan karena perlahan Sooyoung masuk perangkapnya. “Benarkah ? sayang sekali”

Sooyoung lagi- lagi menunduk malu. Mereka memang sedang berada di sebuah kafe untuk makan malam bersama. Sooyoung adalah siswi baru disekolahnya dan telah menjadi kakak kelas Kai. Tentu saja namja bermarga Kim itu memanfaatkan kesempatan ini untuk memasukkan sooyoung dalam daftar korbannya.

“Dia memang sangat berbakat” Bisik Lay kepada Chanyeol.

Chanyeol mengangguk setuju, “Dia memang sangat beruntung”

Kedua sahabatnya itu memang mengikuti kencan mereka. Sebenarnya mereka berdua enggan melakukan itu tapi karena ini permintaan Kai, jadi mereka menurut saja. Disisi lain mereka benar- benar kagum terhadap Kai yang selalu sukses membuat para yeoja bertekuk lutut. Padahal Chanyeol dan Lay tidak kalah ganteng dan kaya dibanding namja itu.

“Apakah suatu saat nanti akan ada gadis yang bisa membuat Kai bertekuk lutut?” Tanya Chanyeol kemudian.

“Kurasa tidak” jawab Lay yakin.

“Tapi aku rasa suatu saat nanti pasti ada yeoja yang bisa membuatnya berubah.”

 

-____________-

 

“Bagaimana mungkin saya tidak diterima? Nilai saya bagus- bagus di raport ini” Taeyeon mengomel pada kepala sekolah tempatnya mendaftar di hadapannya.

Bagaimana tidak sekolah ini adalah sekolah ke enam yang menolaknya. Ia masih tidak mengerti mengapa semua sekolah bisa kompak menolak anak secerdas dia.

“Jaga ucapanmu Taeyeon” bisik nyonya Kim eomma Taeyeon, Taeyeon hanya diam mendengarkan eommanya. “Mian Mr. Lee tapi nilai raport Taeyeon itu diatas rata- rata kenapa dia ditolak ?” Tanya eomma Taeyeon.

Kepala sekolah tersenyum menatap keduanya. Ia membuka halaman belakang raport Taeyeon, “Disini tertulis bahwa Taeyeon tidak bisa bersekolah kecuali diluar dari seoul”

Kejutan itulah yang saat ini dirasakan oleh eomma dan anaknya itu. Taeyeon sontak langsung melihat raportnya, “Dasar songsaenim botak, bisa- bisanya dia menulis ahhh” Taeyeon meringis kesakitan ketika eommanya mencubit lengannya.

Taeyeon melirik Mr. Lee dan ternyata muka Mr. Lee sekarang memerah karena tanpa Taeyeon sadari Mr. Lee juga botak pada bagian atas kepalanya, “Mianhamnida” kata eomma taeyeon sopan.

“Oh tidak apa- apa nyonya” jawabnya menahan marah. Karena tidak mungkin Mr. Lee akan marah di depan seorang presdir Kim.

Mereka akhirnya pamit untuk kembali ke rumahnya. Sedangkan Mr. Lee tidak henti- hentinya menggerutu kesal saat Taeyeon dan eommanya sudah meninggalkan ruangan “Dasar anak kurang ajar pastas saja ia dikeluarkan dari sekolahnya. Sifatnya sangat berbeda dari eommanya.”

Sementara di mobil Taeyeon sedang pusing memikirkan nasibnya, “Bagaimana ini eomma?” Taeyeon mengerang frustasi. Masa Taeyeon harus keluar kota? Yang benar saja. Di kotanya sendiri saja ia sulit bersosialisasi apalagi di kota orang lain.

Presdir Kim tampak berfikir, “Eomma akan berpesan satu hal dulu padamu. Jika nanti kau bersekolah diluar kau harus bersikap layaknya seorang perempuan”

Taeyeon mengerucutkan bibirnya, “Aku sekarang sudah bersikap seperti perempuan eomma”

“Taeyeon, lihat penampilanmu kau harus belajar mengubahnya dan juga sifatmu sangat aneh” tambah oemmanya.

“Ia . . ia . “Taeyeon menyerah karena tidak mungkin ia bisa melawan eommanya. Karena jika eommanya marah ia bisa melakukan apa saja. Bahkan bisa saja wanita itu melempar tubuh kecilnya keluar jendela mobil.

“Baiklah tidak ada cara lain, kau harus bersekolah di busan dan tinggal bersama appamu sampai kamu lulus”

“MWO?”

 

To be continued . . . .

 

 

 

 

 

Advertisements

48 comments on “Not Destined (Chapter 1 )

  1. Ah keren.next.

    karena aku suka seyeon thor walaupun tau ujung jjungnya sama kai yang penting ada moment seyeon dulu yaaaa.

  2. Wahh chapter 1 seru thor,cman taeyeon sma kai blum ktemu yass…chapter selanjutny d tunggu ya jngan lama2 ..hhehehe fighting ^^

    • wowowow taeng jadi kek cowok disini,, tapi saya tetep lumer thor sama dia,, ending nya pasti sama kai ya thor?? iyalah main cast nya aja iya,, padahal pengen sama sehunnn ,, tapi keren next thor

  3. Pantesan kok kaya pernah baca ternyata pernah di publish ke exoshidae yaa,tp msh gantung ceritanga 😦 jdi next chap yaaa klo bisa smpe ending nya ya heheh,keep writing & imagine! Fighting!!

  4. Wah ff baru bagus thor aku suka yahh walaupun aku lebih suka SeYeon sih soalny klo sama Kai belom ngefeel tapi gpp deh .Ceritany bagus menarik .Kapan2 bikin ff LuTae SeYeon ChanTae dong nee^^
    Keep writing and Fighting!!!

  5. “Dasar songsaenim botak, bisa- bisanya dia menulis ahhh” ngakak bagian ini thor kkkk 😀
    taeyeon jangan jutek” gitu dong ah, feminim sedikit lahh
    entah kenapa kok perasaan gue si kai ini sibling nya taeyeon? soalnya sama” kim sih wkwk
    yaudahlah next aja thor!

  6. Ngakak banget liat kelakuam taeng kyak preman bgt, tp disatu sisi kasian juga sih. Knpa taeng gak mau sih sma sehun? Hhuhuhuhu. Pasti yg bakal ngerubah kai itu taeyeon. keke

  7. wah daebakk
    ceritanya bgus thornim~~
    aku suka sama sifat taeng and kai
    cocok bgt
    bingo
    I’m ready for next chap
    hwaiting and keep writing 😉

  8. Pingback: Not Destined (Chapter 5 ) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. wahh ff nya keren bngett thor, suka ama jalan ceritanya.. maaf baru bisa comment sekarang thor.. daebbak (y)

  10. Ngakak pas adegan taeyeon ngatain kepsek botak 😂😂
    Ini yang aku suka. Tapi kok genrenya sad ya? Semoga gak trllu sedih banget :”v
    Lanjut thor!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s