Guardian Angel (Chapter 6)

guardian-angel-2

Guardian Angel [Sixth]

Baekhyun & Taeyeon – PG15

Romance, Angst, AU

yui’s storyline

Disclaimer : no siders or copycat and bashing­. Plot is pure mine.

+++

“Aku benar benar jatuh cinta padamu”

.

.

Chapter 1Chapter 2Chapter 3 –  Chapter 4Chapter 5

“Apa toko roti ini sudah tutup?” tanya pria yang tengah berdiri tersebut. Taeyeon terkejut melihat pria tersebut. “Bukankah ia pemilik wajah imut yang waktu itu datang kesini?”

Taeyeon menganguk. Raut muka Baekhyun berubah menjadi kecewa, “Padahal aku ingin sekali membeli roti ini” ujarnya

“Maaf, kau bisa datang ke sini besok pagi” ujar Taeyeon

“Huh? Besok?”

“Ya, kau bisa datang ke sini besok pagi” Taeyeon mengulangi kalimatnya

“Tapi aku ingin sekali roti ini untuk malam ini. Kau benar, aku tidak bisa melupakan roti lezat ini” ujar pria tersebut

Taeyeon tersenyum, “Kalau begitu, datanglah besok pagi. Kami sudah tutup” ujarnya

“Sayang sekali, tidak bisakah kau menjual ini untukku? Aku bisa membayarnya lebih” ujar pria tersebut

Taeyeon tampak memikirkan ucapan pria tersebut.

Krruuuuukkk ….

Terdengar suara bunyi perut yang meronta-ronta dari pria tersebut yang membuat Taeyeon tertawa kecil. “Aigoo, apa kau lapar? Baiklah kau bisa membeli itu”

Pria tersebut tersenyum. “Wuah, jinja? Gomawoo” ujarnya lalu menaruh beberapa lembar uang won dan membungkukkan badannya.

Taeyeon tersenyum melihat aksi pria tersebut. Benar-benar lucu.

.

.

.

.

Guardian Angel Chapter 6

“Gomawo” ujar Taeyeon sambil membungkukkan badannya.

“Maaf jika aku mengganggu waktumu” ujar Baekhyun. Ia tetap tidak bisa memalingkan wajahnya dari gadis yang ada di hadapannya ini. Sebuah wajah yang sangat familiar dalam ingatannya, namun menyimpan banyak cerita duka. Baekhyun terus menatap wajah gadis itu,

“Ehm .. tuan? Apa ada yang salah denganku?” tanya Taeyeon pada pria dihadapannya, karena terus menatapnya. Ia juga gugup dan berusaha mengalihkan perhatian pria yang ada di hadapannya. “Eh?”

“Mianhae” ujar Baekhyun lalu tersenyum lalu meninggalkan toko roti tersebut. Degupan jantung Taeyeon semakin kencang. Kini dirinya tersadar bahwa ia benar-benar menyukai pria tersebut. Tapi … siapa pria tadi?

***

Baekhyun menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu sambil menikmati camilan yang ada di hadapannya. Sesekali ia menekan-nekan tombol remot karena mengganti-ganti channel tersebut.

“Baek, kalau nonton tv yang benar” seru Suho. Ia juga sedikit terganggu karena Baekhyun terus menggantinya

“Tak ada yang menarik” ujarnya.

“Aish, kemarikan remotnya” ujar Suho langsung merebut remotnya. “Hyung!”

Baby love me right .. AHA

Satu pesan masuk dari ponsel Baekhyun. Dengan malas, Baekhyun membukanya.

Night oppa, semoga mimpimu selalu indah, apa kau tak merindukanku?’

“Cih. Selalu saja”

Aku akan tidur malam hari ini, kenapa kau tak tidur? Tidurlah, besok kau kan masih harus kuliah’ –baekhyun

-‘Oppa, tumben sekali kau perhatian padaku, ah aku jadi malu. Baiklah aku akan tidur, good night oppa, aku akan selalu memimpikanmu’ –bomi

Baekhyun hanya tersenyum tipis saat membaca balasan dari Bomi. Ia pun beranjak ke kamarnya, dan menutup pintunya dengan pelan. Ia pun menghempaskan dirinya ke tempat tidur dengan kasar, lalu mengambil boneka kesayangannya. “Koongie, apa yang harus aku lakukan?” ujar Baekhyun sambil menatap boneka kesayangannya. “Ia selalu memimpikanku, tapi aku memimpikan gadis itu” ujarnya

“Gadis itu, mirip sekali dengan gadis yang ada di toko roti”

Taeyeon mengempaskan tubuhnya di kasur kesayangannya. Hari ini ia senang sekali hari karena mendapat gaji bulanan. Ia sudah bekerja keras bulan ini, tidak lupa juga ia harus berterima kasih kepada Yuri yang pernah membantunya dan Yoona yang mencari part-time nya.

Taeyeon mengambil sebuah foto yang berada di dalam tasnya. “Appa-eomma-Baekhyun, aku akan bekerja lebih keras lagi, aku berjanji”

Taeyeon menatap satu per satu objek yang ada di dalam foto itu. Wajah appanya, wajah yang sangat ia rindukan. Juga, eommanya, ia pernah mengatakan bahwa eommanya adalah wanita paling cantik di dunia, dan juga adik angkatnya yang saat itu masih kecil, Baekhyun. Wajahnya tak akan ia lupakan, mata sipitnya, bibir tipisnya, juga postur mukanya …. Mengapa sangat mirip dengan pria yang ia temui di toko roti tadi?

Baekhyun menguap, ia sama sekali tidak konsen saat professor Park mengajar, ia hanya melamun sambil mencoret-coret kertas yang ada di depannya. Hari ini Bomi mengajaknya untuk berkencan, namun ia belum menyelesaikan tugas-tugasnya. Gadis itu selalu saja marah-marah tiap kali Baekhyun menolak ajakan kencannya. Pernah sekali, mereka berkencan, dan dalam sekejap uang Baekhyun pun habis oleh Bomi yang selalu minta ‘oppa, belikan aku itu’ ‘Oppa, lucu sekali, aku ambil ya’ Ya bagaimanapun juga Baekhyun tidak tega menolaknya. Ia tidak ingin melukai hati seorang wanita. Dan jangan lupakan, bahwa setelah ini ia harus ke rumah sakit untuk check up.

Teeeet … Teeeett …

Bertepatan bel, ponsel Baekhyun berbunyi. Ia langsung membuka ponselnya,

‘Oppa, aku sudah menunggumu di luar kampus’ –bomi

‘Ya, tunggu aku’-baekhyun

Baekhyun melangkahkan kakinya malas, sampai di gerbang, ia pun langsung dipeluk mesra oleh seseorang “Opppaa .. aku merindukanmu”

Baekhyun hanya tersenyum tipis. “Ayo cepat, aku tidak punya banyak waktu”


Sudah satu jam, dan Baekhyun bosan dengan acara kencannya. Benar-benar membosankan apalagi sedari tadi gadis di sebelahnya terus saja mengoceh.  Baekhyun benar-benar tidak tahan dengan ocehan gadis itu.

“Ah, oppa, ada toko roti, aku pernah memesan roti di sana, ayo kita ke sana” ujar Bomi sambil menarik tangannya, Baekhyun hanya tersenyum. Toko roti itu, adalah tempat ia dan gadis itu bertemu.

“Selamat datang” ujar seorang gadis. Gadis yang selalu ada dalam pikiran Baekhyun.

Gadis itu, Taeyeon agak kaget saat mendapati pria yang ia pikirkan berada di hadapannya bersama seorang gadis cantik. Taeyeon merasakan bahwa kini hatinya retak, oh baiklah ia sudah tidak punya harapan lagi. Pria itu sudah pasti memiliki kekasih.

Sedangkan pria yang ada di hadapannya kini menatapnya datar.

“Unnie, aku pesan roti mawar yang seperti kemarin, ok? Kami pesan dua” ujar Bomi dengan nada centilnya

“Baiklah” Taeyeon tersenyum tipis, Taeyeon sempat melirik pria yang di sebelahnya yang terus menatapnya datar, kini jantungnya berdegup dengan kencang. “Benar-benar mirip Baekhyun”

Setelah memesan, Baekhyun dan Bomi pun segera menuju ke pintu keluar, tepat di saat itu, dua orang gadis datang, “Kim Taeyeon!”

DEG

Baekhyun otomatis menghentikan langkahnya. “Kim-Taeyeon?” ujarnya lirih untungnya Bomi tidak mendengarnya, tiba-tiba ia merasakan  otaknya memutar kembali sebuah kenangan dengan begitu cepat, bahkan ia tidak sadar kini kepalanya pusing, dan hidungnya mengeluarkan darah.

BRUK

Baekhyun pun ambruk.

“Oppa!” Baekhyun pun melihat semuanya sudah gelap.

“Enngh”

“Oppa, kau sudah sadar? Syukurlah”

Baekhyun masih belum sepenuhnya sadar. Namun, kini ia menyadari bahwa ingatannya telah kembali setelah sekian tahun ia hilang ingatan. Sebuah keajaiban. Baekhyun ingat semuanya. Baekhyun ingat siapa gadis yang ada di toko roti itu. Siapa gadis yang selalu ada dalam mimpinya. Siapa gadis yang selalu ada dalam pikirannya. Siapa gadis yang ada dalam buku hariannya. Baekhyun ingat semuanya. Baekhyun bahkan ingat kejadian yang menimpa keluarga kecilnya beberapa tahun yang lalu. Ia ingat semuanya. Dan ia ingat siapa itu Kim Taeyeon.

Ia tidak sadar bahwa ia mengeluarkan setetes air mata.

“Oppa …” ujar seseorang di sebelahnya. Baekhyun menoleh. Oh ya, tidak seharusnya ia berkencan dengan Bomi. Ia bahkan tidak menaruh rasa dengan Bomi sama sekali.

“Bomi-ya,” ujar Baekhyun lirih

“Oppa, apa masih sakit?” ujar Bomi

Baekhyun menganguk. Dan tidak lama kemudian, seorang dokter pun masuk.

“Apa?”

“Ia membawa seorang wanita?” ujar Yuri

Taeyeon menganguk malas dengan muka cemberut. “Aku sudah tidak ada harapan lagi”

“Aniyo, Taeyeon unnie, kau tidak boleh menyerah” ujar Yoona

“Tapi ia sudah memiliki kekasih, bagaimana pun , ia juga tidak mengenal aku” ujar Taeyeon

“Aniyo, kau tidak boleh menyerah Taeyeon. Yoona benar, kau tidak boleh menyerah” ujar Yuri

“Aku jadi penasaran dengan pria yang disukai Taeyeon unnie, pasti ia gagah dan tampan, bukankah dia tipe idealmu?”

“Aniyo, pria itu tidak terlalu pendek, namun ia sangat imut. Aku suka melihat wajahnya saat tersenyum. Benar-benar tampan” ujar Taeyeon sambil memejamkan matanya dan tersenyum sumringah “Dan mirip Baekhyun”

TBC

[ Chapter 7 : Updated Tomorrow ]

b/n: TENANGGGG. Aku sengaja membuat chapter ini lebih pendek dari yang lain 😛

Sebelumnya maaf untuk keterlambatan pengepostan ff ini, apalagi aku disibukkan sama jadwal sekolah -__- gasempet banget buka ms. word buat ff. eh pas sempet lagi writers block. u,u

Untuk chapter 7, aku buat lebih panjang dikit. Yah, FF ini disetiap chapter memang pendek pendek, seandainya jika dijadikan film akan seperti web drama yang tiap episodenya hanya 4-7 menitan. So, dichapter depan akan lebih banyak BaekYeon Moment-nya, yeeey.  Don’t forget to RCL~

siapa yang rindu BaekYeon moment di sini?

.

.

.

.

Regards,

 ♥ peaterplum ♥

Advertisements

41 comments on “Guardian Angel (Chapter 6)

  1. Horee , seneng bgt akhirny Baekhyun udh inget sama Taeyeon.
    Ditunggu next chap jangan pendek kek chap ini dong.Keep writing and Fighting!!!

  2. yesss, akhirnya baek inget ma taeng
    bagaimana yah tindakan baek ke taeyeon nantinya?
    thor kok perasaan chap ini lebih pendek yah dibandingkan chap sebelumnya??
    chap selanjutnya ditunggu thor, semangat^^

  3. Pingback: Guardian Angel [Chapter 7] | All The Stories Is Taeyeon's

  4. baru liat update an atsit ada dua judul yang sama beda chapter, daebak beda sehari doang update nya wkwk. daebak thoe nice chapter next nya ditunggu><

  5. yes ingatan baek udah pulih
    tp klo taeng tau baek adik angkatnya, apa taeng akan melupakan baek sebagi pria yg disukainya dan menganggap baek sebagai adiknya aja ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s