[FREELANCE] Oppa & I (Oneshoot)


Title : Oppa & I

Length : Oneshoot

Author : Amanda Aura [081281382877]

Main Cast : – Kim Tae Yeon

         – Kim Baek Hyun *Marga di ubah*

Support Cast : – Randy Hardian

– Kim Jongin

– Kim Mina

Genre : – Romance *A little Bit*

             – BrotherSisterShip

             – Kekerasan

Rating : PG-15

Disclamer : Semua Cast milik Tuhan dan orang tua masing – masing!!

Summary : “Berjanjilah kau tak akan meninggalkan Oppa sampai kapanpun..”

Taeyeon POV

Haii, Perkenalkan nama ku Byun Taeyeon. Berumur 17 tahun dan berkacamata. Aku cantik dan juga tinggi layaknya gadis SMA kebanyakan. Namun sepertinya kecantikan ku tak terlihat karna tertutup Syal yang bertengger. Bergolongan darah O dan sedikit pendiam. Jika kalian mencari seseorang yang benci dengan musim dingin aku orangnya, Aku sangat benci salju dan sangat mencintai kehangatan seperti negara asalku Indonesia, Tak seperti sekarang di Korea.

Mungkin kalian bertanya – tanya mengapa sekarang aku berada di Korea bukan di Indonesia? Yah.. Karna Ayah kandungku asli dari negeri Ginseng ini sedangkan Ibu tentu saja dari Indonesia. Pada tahun 2000 saat aku genap berumur 2 tahun kedua orang tuaku memilih pindah ke Korea, Alasan Bisnis tentunya. Dan kalian tahu? Aku memiliki seorang kakak yang berselisih 1 tahun denganku, Menurut pandangan fisik ia tampan dan imut namun jika sisi pandang lainnya ia menyebalkan, Rempong, Pokoknya gak suka. Tetapi dari semua itu jujur aku mengakui bahwa ia baik dan sangat perhatian. Tetapi cara ia menyampaikannya saja yang membuatku kesal.

 “Hyena..” Leherku bergerak ke sumber suara, Seorang namja tampan dengan wajah ceria berdiri di ambang pintu sambil membawakan segelas Susu. Itu pasti untukku.

 “Sini..” Seusai itu ia pun melangkah mendekat kearah aku, Duduk di sampingku dan menyodorkan susunya. Baru saja aku ingin mengambilnya ia menggeleng, Wajar saja jika aku tertegun bingung.

 “Oppa.. Aku bisa minum sendiri..” Ia hanya terkekeh sebagai tanggapan. Dengan tampang datar ku rebut susu tersebut tak peduli walaupun sebagiannya tumpah mengenai seragam milik Baekhyun.

 “Hyenaa!” Ia mengaduh, Lalu berlari keluar dengan paniknya. Aku sendiri hanya bisa menatapnya tak peduli, Salah sendiri menggoda ku di pagi hari seperti ini.

Oh,Ya! Kurasa kalian bingung kenapa Baekhyun memanggilku dengan ‘Hyena’ bukan Taeyeon,Hmm.. Awalnya juga aku tak tahu tetapi saat ku telusuri ternyata ia memanggilku seperti itu karna sebuah tokoh di dalam komiknya. Bagi Baekhyun watakku mirip dengan tokoh di komik yang bernama ‘Hyema’ tetapi Baekhyun oppa mengubahnya ‘Hyena’ untukku.Terdengar asing memang, Tetapi ya sudahlah.. Karna dia pula semua orang jadi mengenalku Hyena bukan Taeyeon.

 “Hyena! Jika kau mengulanginya lagi, Aku akan menghukummu! Yasudah, Ayo kita berangkat, Sudah hampir telat..” Tiba – tiba saja dia sudah berada di ambang pintu sambil mengomel.

 “Iya,iya..” Aku tak terlalu melibatkan masalah itu.

Selanjutnya diriku pun bangkit dan berlari mengejar Baekhyun yang sudah duluan pergi ke bawah. Aku tak ingin sampai telat masuk kelas..

~*~*~

Akhirnya aku sampai di kelas, Untung saja dewi waktu masih berbaik hati padaku karna pelajaran akan di mulai 15 menit lagi. Walau begitu kelas begitu hening, Tak seperti biasanya sang ratu Gossip memecahkan keheningan. Saat aku menoleh ke arahnya, Son Jieun sedang tertunduk. Tumben sekali dia sedang bersedih padahal kan setahu ku ia yang paling rempong dan suka menggossip. Lebih baik ku alihkan pandanganku ke sahabat terdekatku Kim Mina, Dia sibuk membaca novel. Oh sialnya tak ada yang bisa ku ajak ngobrol saat ini.

 “Hyenaa…”

Oke, Aku tak tahu apa yang ku lakukan selain menundukkan wajahku dengan keras hingga menimbulkan suara. Byun Baekhyun memanggilku dari kejauhan dengan nada kasih sayang yang mencuri perhatian. Namja itu benar – benar membuatku naik pitam ya sekarang. Terlebih mengingatnya adalah ketua kelas di sini, Menyebalkan.

 “Hyena-ah! Baekhyun..” Temanku Han SoJin yang tempat duduknya persis di sampingku berbisik, Matanya terus menangkap ke belakang. Aku yakin ia sedang memperhatikan Baekhyun. Namun aku tak peduli, Sama sekali tak peduli.

 “Hyena!” Itu suara Jieun.Dengan cepat ku dongakkan kepalaku dan memandangnya. Ia sepertinya terganggu dengan aktivitas Baekhyun yang memanggil namaku dengan nada kasih sayang di tambah lagi mulai terdengar hiruk piruk dari barisan namja. Ish rasanya ingin sekali membalikkan meja dengan keras agar suasana kembali hening. Tetapi mana mungkin aku melakukan hal ekstrem tersebut

 “Hye-”

KRINGG!!!

Bagus, Bagus sekali! Aku terselamatkan dari iblis..

Kelas yang tadinya sedikit ricuh akhirnya hening juga. Terlebih pintu kelas terbuka dan masuklah Park Sonsaengnim dan seseorang di belakangnya. Sontak saja seluruh kelas tak bisa menyembunyikan rasa terkejut termasuk aku. Jadi ada murid baru di kelas ini? Seorang namja? Hari kiamat!. Entah kenapa hati ku terasa gundah jika membayangkan namja itu sangat nakal dan pembuat onar di sekolah tetapi jika ia baik hati dan penolong-STOP! Taeyeon kau hanya memperkeruh keadaan hatimu.

Setelah ku usir firasat burukku kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Aku berkontak mata dengannya. Jujur saat itu aku benar – benar membeku di tempat, Aku juga tak tahu kenapa tetapi yang bisa ku asumsikan matanya seperti mengingatkan ku pada sosok.. Hmm.. siapa ya? Entahlah. Aku juga tak tahu dan untungnya Park Sonsanegnim memutus kontak mata kami.

 “Selamat pagi anak – anak! Seperti yang kalian lihat kita kedatangan murid baru dan harap.. Jangan ribut!” Ku rasa kata ‘Jangan ribut’ lebih tepat mengarahkan ke Son Jieun yang ricuh sedari tadi.

 “Baiklah,Silahkan perkenalkan dirimu..”

Anak baru itu mengangguk, Lalu matanya mengedarkan pandangannya kearah seluruh penjuru kelas hingga akhirnya berhenti padaku. Dahiku pun mengernyit saat ia tersenyum kepadaku, Terlebih tak hanya ia saja yang menatapku tetapi hampir seluruh kelas. Jujur aku benci jadi pusat perhatian. Lebih baik ku tundukkan saja kepalaku.

 “Halo semua nya! Namaku Randy Hardian, Kalian bisa memanggilku Randy. Aku pindahan murid dari Indonesia. Semoga kalian bisa menerimaku dengan baik di sini..” Ujar Randy dengan logat Korea yang tidak terlalu kental.

Semua pun bertepuk tangan, Hanya aku saja yang tidak. Kalian tahu kenapa? Randy Hardian, Murid baru itu pindahan dari Indonesia! Negara asalku yang tercinta, Bayangkan kami berdua bisa menjadi teman dekat dan bisa saling bertukar pengalaman.Oh aku benar – benar tak tahu apa yang terjadi pada diriku hari ini tetapi rasanya ini terlalu baik. Bahkan aku tak menyadari ia memilih bangku kosong di sampingku-APA!! DI SAMPINGKU!!?

Tanpa babibu lagi aku menoleh kearahnya yang ternyata ia juga sedang menoleh kearahku. Membuat hampir seluruh namja bersorak terkecuali Baekhyun. Ia malah menatapku tajam,Kenapa begitu?.

 “Randy imnida..” EH? Tiba – tiba ia mengulurkan tangan.

 “Taeyeon Imnida tetapi kau bisa memanggilku Hyena..” Mau tak mau aku membalas tautan tangannya.

Ku akui jika ku pandang dari sini Randy sangat tampan. Dia memiliki bola mata yang indah dan rambut yang berkilau, Kulit putih yang tak di miliki lelaki Indonesia sewajarnya. Namun baru saja aku ingin bertanya Park Sonsaengnim berseru hingga membuat kami semua terkejut di tempat dan kembali fokus pada pelajaran. Baru saja pelajaran ingin di mulai mataku melirik kearah Randy.

Lagi – lagi perasaan aneh itu muncul,Ada apa?

~*~*~

Bel istirahat pun berbunyi, Membuat suasana yang tadinya hening langsung terasa ricuh saat beberapa namja bersorak seraya membanting alat tulis mereka ke meja. Memang itu sih kebiasaan mereka, Tetapi tidak untukku. Yang ku lakukan hanyalah menghela nafas lega lalu membereskan peralatan tulis dan siap pergi ke kantin bersama Kim Mina sahabat dekatku.

 “Mina-ya..” Seruku seraya tersenyum lembut kearahnya, Dengan segera ku hampirinya yang sedang membereskan buku – buku fisika. Namun baru saja ingin melangkah tanganku di genggam seseorang. Sontak saja aku menoleh untuk melihat siapa pelakunya. Dan ini yang tak ku percaya, Randy Hardian.

 “Taeyeon..” Ujarnya pelan seraya melepaskan genggamannya. Entahlah yang ku rasakan saat ini tetapi rasanya mengingat seseorang saat melihat senyumnya.

 “Hmm.. Iya?” Aku sedikit tidak biasa karna di panggil ‘Taeyeon’ bukan Hyena.

 “Bisa kau antarkan aku ke kantin? Aku tak tahu jalannya..”

Aku memilih bungkam dari pada menjawab pertanyaannya. Gadis pendiam sepertiku menemaninya ke kantin, Berduaan? Hih, Enak saja.. Tetapi, Aku mau sih karna ingin saling bertukar pengalaman di Indonesia. Tapi,

 “Bagaimana?” Randy membuyarkan lamunanku.

 “Hmm.. Bagaimana dengan Mina?” Ujarku menoleh kearah Mina yang ternyata sedang berjalan menghampiriku. Ini bagus, Dengan Mina aku bisa pergi darinya. Baru saja Randy ingin berbicara aku langsung memotongnya dengan berlari ke arah Mina, Ku cengkram lengan gadis itu dan ku seret keluar kelas menuju kantin. Ini memang menyebalkan tetapi mau bagaimana lagi untuk menghindari si murid baru Randy? Dan kenapa sih ia selalu ingin mendekatiku? Ada – ada saja.

 “Kamu kenapa sih? Langsung narik gitu, Bisa pelan – pelan kan?” Omel Mina tak terima perlakuanku.

 “Ada setan kedua di kelas..” Ujarku acuh tak acuh sambil mengkerucutkan bibir. Tiba – tiba saja ia menghentikan langkahnya, Membuat diriku ikut berhenti dan menatapnya bingung.

 “Maksudmu Randy Hardian?” Aku mengangguk pelan.

 “Memangnya ada apa dengannya? Jika ku lihat ia anak yang baik-”

 “Tetapi juga menyebalkan, Selalu ingin mendekatiku!” Potongku cepat sebelum Mina melanjutkan ceramahnya.

 “Dia kan pindahan dari Indonesia sama sepertimu, Mungkin kalian pernah bertemu sebelumnya? Dan kau mungkin lupa dengannya?”Haish! Pemikiran gila macam apa ini? Sudah tahu Indonesia itu wilayah yang luas. Banyak jutaan manusia tinggal di sana, Mana mungkin aku dan Randy bertemu sebelumnya? Kenal saja tidak apa lagi berbincang. Hah.. Rasanya perbincangan ini membuat amarahku perlahan naik terlebih saat Mina melanjutkan kalimatnya. Dari pada ku dengar mendingan ku langsung saja melanjutkan langkah melesat pergi darinya.

 “Yak!! Kim Hyena!!”

Pekiknya kesal karna aku tak menjadi pendengar yang baik.

Biarkan saja Taeyeon, Tak usah di pedulikan. Sebaiknya kau jalan terus dengan tujuan awal pergi ke kantin menuntaskan rasa lapar. Kajja!

~*~*~

Sungguh aku sangat menyesal telah meninggalkan Mina tadi karna sekarang yang menemaniku di kantin adalah Baekhyun si kakak menyebalkan itu. Ya tuhan ia benar – benar cerewet, Sedari awal aku makan hingga sekarang ia sibuk berbicara sendiri, Bahkan tak sesekali ia bertanya padaku. Aku sendiri memilih menghiraukannya, Aku tahu sifat aslinya sedari kecil.. Jika aku ikut berbincang maka akan semakin banyak topik yang keluar dan itu membuat mulutku akan berbusa. Menyebalkan.

Seraya menghela nafas ku edarkan pandangan ke seluruh penjuru kantin, Ternyata Mina duduk bersama kekasihnya Ji Su Sunbae, Huh.. Mereka tampak romantis dan itu membuatku semakin Ilfeel dengan orang aneh di sampingku ini.

 “Hyena-a.. Sepertinya kau sudah dekat dengan Randy ya?”

Aku langsung berhenti mengunyah saat mendengar pertanyaan Baekhyun. Ku lirik dia sekilas lalu menggeleng pelan. Jujur aku sedang malas membahas si Randy anak sok kenal itu.

 “Apa mungkin dia teman kita saat di Indonesia? Rasanya sedari ia berada di kelas matanya selalu tertuju padamu..” Kini ku telan paksa Roti yang ku kunyah. Setelah menengguk air mineral aku menatap Baekhyun dengan satu alis terangkat. Pemikiran yang sama seperti Mina, Kenapa orang – orang berprasangka seperti itu. Bisa saja kan ia pindahan dari Indonesia karna kedua orang tuanya di pindahkan kerja nya? Mentang – mentang aku pindahan dari Indonesia di sangka berteman dengannya. Ada – ada saja..

 “Boleh ku duduk di sini?”

Seketika pandanganku dan Baekhyun melirik kearah sumber suara. Saat melihat wajahnya dengan cekatan aku mengerjapkan mata, Randy Hardian. Ia lagi – lagi sedang tersenyum kearahku. Sungguh aku benci situasi ini, Lebih baik ku buang muka.

 “Silahkan..” Itu Baekhyun. Ini lagi! Kenapa anak itu mengizinkan ia duduk di sini, Posisiku semakin tak nyaman.

 “Hey, Kita belum berkenalan sebelumnya. Aku ketua kelas, Byun Baekhyun Imnida..”

 “Randy Hardian Imnida..” Bisa ku pastikan keduanya saling bertautan tangan.

 “Taeyeon.. Kenapa kau membuang muka?” Randy menyahut kearahku.Hening, Tak ada yang bicara setelah ia mengatakan hal itu. Ku lirik sekilas kearah Baekhyun, Ya tuhan kenapa ia menatapku seperti orang yang ingin membunuhku? Mengerikan.

 “Taeyeon?” Tanpa sadar aku menggebrak meja dengan air mineral yang ku genggam. Tepat setelah itu aku langsung membuka langkah besar pergi meninggalkan kantin. Aku bahkan tak peduli jika orang – orang menatapku aneh.

Sekali lagi, Aku benci keduanya.

~*~*~

KRING KRING

Sekarang sudah memasuki istirahat kedua, Melelahkan. Semenjak kejadian di kantin tadi Baekhyun tampak sensitif dan Randy terlihat.. Marah mungkin? Aku juga tak tahu tetapi yang pasti tak peduli. Sudah cukup aku di cemooh oleh Jieun karna meninggalkan keduanya yang katanya ribut di kantin setelah aku pergi. Dan ada yang paling tak ku mengerti, Baekhyun adalah orang yang ramah dan mudah bergaul, Tetapi kenapa dengan Randy tidak? Bukankah-Tanpa sadar aku langsung meniup poniku pelan, Haish! Kenapa aku malah memikirkan keduanya,sih, Apa untung yang ku dapat? Tak ada kan. Ternyata dengan adanya murid baru itu kehidupanku semakin kacau saja.

 “Hyena..” Lantas aku langsung menoleh saat mendengarnya, Mina sahabatku.

 “Sedari tadi Baekhyun memperhatikanmu, Ia terlihat.. Menyeramkan..” Bisik Mina di tutupi gidikkan. Aku hanya meresponnya dengan angkat bahu, Tak peduli. Melihat responku sepertinya ia kesal, Buktinya sekarang ia melipat tangan di dada. Aku tahu sifatnya betul.

 “Ada apa?” Bukannya manjawab ia malah menatapku tajam.

 “Kau ini! Hampiri dia, Tanyakan ada apa! Kenapa kau ini selalu tak peduli! Kau boleh peduli padaku tetapi jangan lupa pada Baekhyun! Ia yang paling menyayangimu, Kenapa-”

 “Cukup!” Potongku pada akhirnya, Jujur aku sakit hati sekali di bentak seperti itu oleh sahabat dekatku sendiri. Apa ia tak mengerti posisiku bagaimana? Kenapa malah semakin menjatuhkanku? Menyebalkan sekali. Melihat Mina yang masih dengan gelagat galaknya aku menghela nafas panjang.

 “Kita sudah bersahabat lebih dari 2 tahun bukan? Kau pasti tau sifatku yang sebenarnya, Tapi kenapa kau malah memperkeruh keadaan..”

Baru saja Mina ingin menjawab seseorang di belakangku langsung menyahut dan itu membuat aku dan Mina langsung membelalak mata.

 “Karna kau harus berubah, Sikap tak peduli itu bukan sifat terpuji. Kau harus belajar peduli dari sekarang, Termasuk pada dirimu sendiri..” Dia Randy Hardian si anak sok kenal itu. Seusai mengatakannya, Tanpa sadar aku langsung pergi meninggalkan keduanya begitu saja. Malas sekali jika harus menghadapi keduanya yang sama – sama menyebalkan. Mina kau jahat sekali, Kau membentakku dan kau juga Randy Hardian, Kenapa ikut campur. Hah!! Semuanya menyebalkan.

DRRT

Sontak saja aku langsung menghentikan langkahku. Ponselku bergetar yang menandakan sebuah pesan. Semoga saja pesan yang baik. Setelah ku raih Ponsel kesayanganku maka tanpa babibu lagi ku lihat apa isi pesan tersebut.

From : Oppa

Kau pasti bingung dengan keadaan ini, Kenapa Oppa bisa bertengkar dengannya, Padahal kau tau sendiri sifat oppa seperti apa. Hyena kau bisa datang kapan pun pada Oppa. Sekarang Oppa ada di lapangan indoor sekolah..

Entahlah Oppa aku terlalu ragu untuk bertemu denganmu tapi.. Tak ada salahnya mencoba’kan?

~*~*~

Tanpa sadar diriku sudah berada di depan lapangan indoor sekolah, Mataku tak henti menatap pesan yang di berikan Oppa kepadaku. Jujur walaupun hatiku ragu aku tetap penasaran, Dan semoga saja alasan yang ia berikan itu masuk akal. Tanganku perlahan mengangkat dan menggenggam pintu lapangan indoor, Sedikit lagi tinggal dorongan.

 “Taeyeon!” Otomatis gerakan tanganku terhenti, Tubuhku berbalik dan menatap sosok yang memanggilku.

 “Randy?” Aku menatapnya tak percaya, Apa ia mengikutiku sehingga dia tahu aku berada di sini?

 “Biarku jelaskan apa yang membuat aku dan Baekhyun bertengkar..” Serunya seraya menggenggam kedua bahuku. Sorotan matanya terlihat hangat dan hal itu membuatku sedikit nyaman. Namun baru saja ia ingin berbicara aku sudah menyingkirkan tangannya dari bahuku lalu mundur selangkah darinya. Sesuatu telah berbisik kepada hatiku. Randy itu yang sudah membuatmu kesal tadi!

 “Tak perlu..” Kataku tanpa sadar lalu berbalik dan siap menerobos pintu lapangan indoor tetapi ia malah menggenggam lenganku hingga langkahku tertahan.Tanpa sadar aku mendesah kesal, Kenapa sih dia selalu memaksa!? Seraya menepis tangannya aku menatapnya enggan.

 “Berhenti mengikutiku!” Ku semprot kata itu sebisaku lalu membuka pintu lapangan Indoor tetapi sesuatu yang tak terduga terjadi.

BRUG

Aku bertabrakan dengan seseorang, Kepalaku terasa pening begitu juga dengannya. Dan saat aku mendongakkan kepalaku. Baekhyun oppa. Melihat hal itu Randy Hardian langsung mencuri kesempatan, Ia menggenggam kedua bahuku dari belakang dan sok menatapku khawatir. Dasar menyebalkan.

 “Lepaskan dia..” Detik selanjutnya tubuhku di tarik oleh Baekhyun hingga posisiku berada di pelukannya. Jujur aku terkejut terlebih ia memelukku erat sekali. Haish! Sama saja ia juga mencuri kesempatan. Maka dari itu aku langsung melepaskan pelukan dan menjauh dari keduanya beberapa langkah. Baru saja keduanya ingin melangkah mendekatiku dengan cepat aku berteriak.

 “BERHENTI DI SITU!!” Kesabaranku benar – benar sudah habis. Ku lihat keduanya sedikit terkejut atas reaksiku tetapi dengan cepat mereka menguasai diri. Kini mataku menatap kearah Randy dengan tajam, Layaknya seorang singa yang siap menerkam tanpa ampun.

 “Berikan alasannya..” Desisku tanpa sadar. Randy pun menghela nafas lalu menatapku dalam.

 “Setelah kau pergi tiba – tiba saja dia marah dan berseru kepadaku agar tidak memanggilmu ‘Taeyeon’ Apakah itu tak terdengar aneh? Dia hanya lah seorang ketua kelas. Tak bisa melarangku melakukan apapun dengan dirimu..” Seusai mendengarnya alisku terangkat satu lalu menatap Randy dengan seringaian.

 “Kau tak tahu? Dia itu-”

 “Kami berdua hanya sudah sahabat sejak kecil! Aku tak ingin ada yang memanggilnya dengan nama kesayanganku!” Tiba – tiba Baekhyun memotong perkataanku. Refleks aku langsung menatapnya dengan mata yang membulat. Apa sih yang ia bicarakan? Baru saja mulutku terbuka ingin memprotes tiba – tiba ia sudah menggenggam tanganku dan menariknya menjauhi Randy yang masih mematung di tempat.

Sebenarnya apa yang terjadi?

~*SEPULANG SEKOLAH*~

Bagiku ini benar – benar hari yang menyebalkan. Tak seperti biasanya Baekhyun bersikap sensitive terhadapku, Setelah bel pulang berbunyi tanpa alasan ia langsung menyeretku pulang, Belum lagi ia membentakku setelah aku meronta. Jujur aku sedikit merasa sakit hati karna Baekhyun tak pernah seperti itu sebelumnya. Hah.. Rasanya ingin sekali mencakar wajahnya sekarang.

 “Oppa.. Aku-” Ucapanku langsung terpotong saat dia menghentikan langkah dan menatapku tajam. Nyaliku langsung ciut saat ini, Tetapi aku tak tahan lagi. Seraya menghembuskan nafas aku juga mengumpulkan keberanian dan,

 “OPPA!! LEPASKAANNN!!!” Teriakku penuh emosi yang menggema seluruh anterio koridor. Membuat suasana hening langsung menyeruak setelahnya dan beberapa murid yang beraktivitas harus terhenti dan memandang kami berdua dengan tatapan sulit di mengerti. Baekhyun sendiri menatapku tak percaya, Ia membuka mulut tetapi terkantup kembali.

 “Oppa..” Entah apa yang merasuki diriku setelah melihat Baekhyun pergi meninggalkanku begitu saja, Rasanya aku ingin sekali menangis. Aku membentaknya dan aku pula yang membuatnya pergi. Oh aku benci ini!! Aku masih ingat terakhir membuatnya marah saat umurku baru 8 tahun, Ia benar – benar mengerikan! Mengabaikanku selama 1 bulan, Kau bisa bayangkan itu? Menyebalkan.

 “Apa yang terjadi?” Sebuah suara membuyarkan lamunanku. Diriku pun berbalik dan melihat siapa yang berbicara.

 “Kau!?” Tanpa sadar aku menatapnya penuh kebencian. Dia Randy Hardian, Dia yang sudah membuat Baekhyun bersikap seperti itu kepadaku! Dia harus mendapatkan pelajaran. Harus! Maka dengan gerakan cepat aku mengangkat tangan siap menamparnya dan,

 “Tunggu!” Aku langsung terkesiap di tempat saat ia menahan tanganku dengan menggenggamnya, Kedua matanya menatapku seolah bertanya ‘Apa yang kau lakukan?’. Seraya menggeleng pelan aku berusaha melepaskan genggamannya tetapi yah.. Kalian tahu kekuatan namja lebih besar dari pada yeoja.

 “Lepaskan aku..” Desisku marah seusai memasang kuda – kuda jika ia masih tidak mau melepaskannya.

 “Aku sudah mengetahui semuanya! Aku tahu!!” Tiba – tiba ia berseru dengan nada yang menyeramkan yang membuat kepalaku menoleh, Sekilas matanya menatapku tajam hingga membuat tubuhku langsung membeku seketika. Terlebih saat ku edarkan pandanganku ke seluruh anterio koridor. Sudah sepi. Jujur yang memenuhi perasaanku saat ini hanyalah ketakutan.

 “Aku tahu sayang, Kau adalah putri Byun BaekHeom!!!” Teriaknya kencang hingga membuat jantungku terasa mencelos, Ya tuhan siapa Randy sebenarnya.

 “Sekarang rasakan ini!!”

 “OPPAAAA!!”

~*~*~

Author POV

 “OPPAAAA!!”

            Langkah Baekhyun langsung terhenti saat indra pendengarannya menangkap suara samar – samar seseorang yang berteriak. Dia memejamkan mata memastikan bahwa ini bukan ilusi, terlebih suara tadi suara yang amat di kenalnya, Bayangan seorang gadis berkacamata yang meronta dan-Tunggu! Baekhyun baru menyadarinya sekarang. Itu suara Taeyeon. Tanpa menunggu lebih lama lagi Baekhyun langsung memutar arah untuk menemui Taeyeon dan memastikan apakah gadis itu baik – baik saja terlebih ia yang meninggalkannya.

Tak terasa Baekhyun sudah berada di lorong koridor sekolah, Matanya menyipit bermaksud mempertajam pengelihatan hingga akhirnya ia menemukan sosok manusia tergeletak di ujung lorong. Tak bergerak. Dalam seketika tubuh Baekhyun seperti terkena aliran listrik, Itu adiknya! Dengan langkah seribu Baekhyun berlari mendekati Taeyeon. Benar dugaannya, Taeyeon tak bergerak alias tak sadarkan diri.

 “Hyena!!” Seru Baekhyun seraya mengguncang tubuh lemah Taeyeon, Rasa panik sangat terpancar jelas dari matanya. Tak melihat reaksi dari sang Adik dengan kedua tangan kekarnya ia mengangkat tubuh mungil Taeyeon. Secara bersamaan Baekhyun mengetahui bahwa ia tak sedang sendiri.

 “Baekhyun!! Apa yang terjadi?” Sosok Randy Hardian muncul di belakangnya dengan wajah tak kalah panik. Tangannya berusaha membelai rambut Taeyeon namun dengan cepat Baekhyun menatapnya tajam hingga membuat gerakan tangannya terhenti. Baekhyun menghela nafas lalu dengan sangat tiba – tiba ia mengecup pipi Taeyeon pelan.

 “K-kau!?” Raut kepanikann Randy hilang, Terganti kebingungan.

 “Dia kekasihku! Jangan mendekatinya!!” Seusai mengatakan hal tersebut dengan cekatan Baekhyun berjalan di lorong seraya membopong Taeyeon tanpa mempedulikan seruan Randy yang menggema. Tanpa berpikir panjang dengan cepat Baekhyun membawa Taeyeon ke UKS, Dan untungnya ada beberapa penjaga di sana yang belum pulang jadi Taeyeon bisa tertolong!

Di sisi lain Randy masih tertegun di tempat, Perasaannya benar – benar bercampur aduk..

~*~*~

Tangan gadis itu perlahan bergerak, Mencuri perhatian seseorang di sampingnya. Dia Taeyeon, Yang baru saja tersadar dari pingsan singkatnya, Baekhyun tak peduli jika adiknya akan marah atau tidak tetapi yang pasti ia ingin memeluknya dengan erat sampai – sampai membuat Taeyeon merintih. Seusai mengecup dahinya pelan baru Baekhyun mau melepaskan pelukannya.

 “Gwenchana?” Suaranya terdengar sangat lembut, Membuat Taeyeon langsung menoleh dan menatapnya dengan mata berkaca – kaca. Bibirnya bergetar entah kenapa.

 “Oppa.. A-aku takut..” Tepat setelah mengatakan hal tersebut tangis Taeyeon pecah, Bahunya bergetar dan wajahnya memucat. Ia menangis seraya menenggelamkan kepalanya dalam pelukan Baekhyun-beberapa detik yang lalu-. Bayangan Randy Hardian masih tergiang di kepalanya. Siapa namja itu!? Kenapa ia melakukan itu!? Tetapi Taeyeon tak punya banyak waktu untuk hal itu, Yang harus ia lakukan adalah terus bersama Baekhyun. Dia Oppa yang pandai hapkido.

 “Bisa kau ceritakan pelan – pelan?” Tanya Baekhyun masih dengan nada lembut, Ia tak mau perubahan pada nada bicaranya akan membuat Taeyeon semakin ketakutan dan tertekan. Setelah beberapa saat menunggu Taeyeon masih menangis, Mungkin belum siap bercerita. Nanti saja Baekhyun akan bertanya kembali setelah sudah sampai di rumah.

 “Aku sudah menyuruh Appa menjemput kita di sekolah, Mungkin sekarang dia ada di Gerbang..” Ucapan Baekhyun lagi – lagi di hiraukan. Ia pun memandang Taeyeon sedikit khawatir lalu menggenggam kedua pundak adiknya tersebut. Otomatis kepala Taeyeon mendongak dan berkontak mata langsung dengan Baekhyun.

 “Kajja, Kita pulang..” Taeyeon tertegun, Ia pikir ia berada di rumah sekarang. Tanpa sadar ia teguk salivanya paksa, Bagaimana jika ia pulang nanti ada Randy Hardian muncul? Menyerang ia dan Baekhyun, Oh tidak ini-

 “Taeyeon.. Kau kelihatan ketakutan, Ada apa?” Tanya Baekhyun dengan tatapan mata yang sejuk.

 “R-randy Hardian..” Cicit Taeyeon ketakutan, Melihat hal itu refleks Baekhyun menghela nafas. Oke, Baekhyun yakin sekali Randy Hardian telah berbuat sesuatu pada Taeyeon hingga membuatnya pingsan dan ketakutan tetapi mereka harus pulang sekarang, Langit sudah semakin gelap.

 “Kau tenang saja, Appa sudah menunggu kita di Gerbang..” Seru Baekhyun dengan senyuman lalu membantu Taeyeon turun dari ranjang UKS. Ia bersyukur, Ketakutan yang di pancarkan gadis itu sedikit mereda.

 “Oppa, Lindungi aku..”

“Tanpa kau suruh pun aku akan selalu melindungimu, Seumur hidupku..”

~*~*~

Taeyeon POV

Sesampainya di rumah Baekhyun langsung mengantarkanku ke kamar, Sebelumnya saat melewati ruang tengah Mamah sempat mengkhawatirkanku tetapi lagi – lagi Baekhyun melindungiku. Ia bilang aku melihat hantu di sekolah, Yah.. Walaupun pada kenyataan nya sangat berbeda 180 derajat. Tetapi aku sedikit merasa bersalah juga pada Baekhyun setelah mengusirnya dari kamarku. Jujur setelah kejadian di sekolah tadi aku ingin sekali sendirian di kamar dan memikirkan semuanya seorang diri. Salah sendiri juga ia memaksa aku bercerita tentang apa yang Randy hardian lakukan.

 “Ingat! Setelah kau merasa baikan ceritakan apa-”

 “Iya oppa.. Cepatlah keluar! Aku lelah..” Suaraku terdengar parau sekali karna banyak menangis tadi. Ku lihat ia tersenyum lalu menutup pintu kamarku. Hah.. Maafkan aku ya oppa.

Karna sekarang sudah sendirian lebih baik aku membersihkan tubuhku terlebih dahulu. Aku sudah tak kuat dengan baunya yang err aneh. Tak butuh waktu 15 menit tubuhku pun sudah wangi dan segar. Cukup membuat rasa lelah ku berkurang drastis. Aku pun naik ke ranjang dan menutup tubuhku dengan selimut sampai batas dada. Dan saat itu juga aku renungkan kejadian apa saja yang terjadi sekolah hari ini.

“Halo semua nya! Namaku Randy Hardian, Kalian bisa memanggilku Randy. Aku pindahan murid dari Indonesia. Semoga kalian bisa menerimaku dengan baik di sini..”

“Dia kan pindahan dari Indonesia sama sepertimu, Mungkin kalian pernah bertemu sebelumnya? Dan kau mungkin lupa dengannya?”

“Apa mungkin dia teman kita saat di Indonesia? Rasanya sedari ia berada di kelas matanya selalu tertuju padamu..”

“Karna kau harus berubah, Sikap tak peduli itu bukan sifat terpuji. Kau harus belajar peduli dari sekarang, Termasuk pada dirimu sendiri..”

“Setelah kau pergi tiba – tiba saja dia marah dan berseru kepadaku agar tidak memanggilmu ‘Taeyeon’ Apakah itu tak terdengar aneh? Dia hanya lah seorang ketua kelas. Tak bisa melarangku melakukan apapun dengan dirimu..”

“Kami berdua hanya sudah sahabat sejak kecil! Aku tak ingin ada yang memanggilnya dengan nama kesayanganku!”

“Aku sudah mengetahui semuanya! Aku tahu!!”

“Aku tahu sayang, Kau adalah putri Byun BaekHeom!!!”

Setelah beberapa lama merenung aku menyadari bahwa hari ini Randy, Mina bahkan Baekhyun terlihat aneh. Pertama, Randy kenapa selalu ingin dekat diriku? Di kelas banyak wanita yang lebih cantik tetapi kenapa harus aku? Di tambah lagi ia berteriak seperti orang kesetanan dan menyemprot wajahku dengan cairan apa itu entahlah hingga membuatku pingsan dan kenapa pula ia tahu nama Ayahku? Kedua, Mina kenapa memberikan tanggapan bahwa kami berdua pernah bertemu sebelumnya? Ketiga, Baekhyun juga berpendapat sama dengan Mina tetapi dari hal itu Baekhyun malah sangat aneh, Ia tak mau mengakui hubungan darah kita di depan Randy. Kenapa? Kenapa semua orang sangat aneh hari ini? Apa tak ada yang mau memberitahuku? Euh.. Menyebalkan.

TOK! TOK! TOK!

 “Hyenaa.. Ceritakanlah pada Oppa..” Sahut seseorang dari luar. Hah.. Baiklah, Mungkin kali ini aku harus bercerita pada namja sok tahu itu! UPS! Aku tarik kata – kataku cepat, Aku keceplosan, Tanpa bantuan Baekhyun mungkin aku tak bisa pulang sekarang. Mianhae Oppa.

 “Nde, Masuk saja..” Tepat setelah itu pintu kamarku pun terbuka dan Baekhyun masuk dengan senyuman yang amat manis, Bahkan aku saja tak sadar bahwa aku ikut tersenyum saat ia duduk di depanku dan siap mendengarkan semua. Maka ku turutilah apa maunya.

Cerita pun selesai..

 “Namja yang mencurigakan, Dengan tujuan apa ia membuatmu pingsan,huh?” Terlihat jelas dari sorotan matanya Baekhyun marah, Sangat marah. Aku sampai takut memandangnya terlebih nada suaranya pun menjadi lebih berat.

 “Aku juga tak tahu, Tapi bagiku yang paling aneh kenapa ia bisa tahu nama Ayah kita?” Seruku dengan raut wajah bingung.

 “Ada yang membicarakan Ayah?” Serempak kami berdua menoleh kearah sumber suara tersebut. Ayah berdiri di ambang pintu dengan raut wajah penasaran. Otomatis kami berdua langsung di landa panik namun untungnya Baekhyun bisa menyelesaikannya dengan mudah.

 “Tidak ko Yah, Kami berdua hanya bergurau..” Ku lihat Ayah ber’Oh’ ria dan tampak kembali tak peduli. Maka dari itu beliau pun meninggalkan kamarku dan membuat rasa lega langsung menyeruak ke seluruh tubuhku. Untunglah Ayah tak curiga, Aku tak bisa membayangkan betapa marahnya ia mengetahui Baekhyun tak becus menjagaku di sekolah. Mungkin ia akan langsung berubah menjadi monster dan memakan Baekhyun saat itu juga. Kekeke.

 “Hyena..” Tiba – tiba saja Baekhyun menatapku sayu.

 “Ada apa?”

 “Sebenarnya ada sebuah rahasia yang belum kau ketahui..” Eh? Aku langsung bingung mau mengatakan apa, Otakku juga sedang lama memproses. Rahasia? Rahasia apa? Apa rahasia ini berhubungan dengan Randy hardian? Tiba – tiba perasaanku menjadi tak enak, Apa mungkin ini efek tatapan Baekhyun yang terus menatapku sendu.

 “Apa rahasia itu berhubungan dengan kejadian di sekolah tadi?” Tanyaku sedikit takut, Entahlah tetapi selebihnya memang itu yang kurasakan sekarang.

 “Entahlah tapi aku rasa begitu..” Baekhyun pun menggenggam tanganku, Matanya menatapku lurus – lurus.

 “Sebenarnya-”

 “Baekhyun!”

Dengan cepat kami menoleh, Genggaman tangan Baekhyun terlepas dan namja itu langsung menghindar dariku. Ayah sudah berdiri di ambang pintu menatap Baekhyun tajam, Orang yang di tatap hanya menghela nafas dan melangkah gontai mendekati Ayah. Ada apa? Kenapa sepertinya Ayah kesal sekali. Sebelum Baekhyun benar – benar pergi meninggalkanku ia menoleh kearahku dan melayangkan tatapan maaf. Apa Baekhyun akan terlibat masalah besar dengan Ayah? Sebenarnya apa sih yang terjadi? Ingin sekali aku bertanya banyak hal pada Ayah tetapi rasanya semua itu tenggelam pada rasa takutku akan wajah Ayah yang marah dan keras. Mengerikan.

Saat pintu benar – benar tertutup aku menghela nafas, Detak jantungku masih belum bisa di sebut normal dan rasa pening mendadak menyerang kepalaku. Oh sialnya hari ini..

~*~*~

Sampai malam ini Baekhyun masih belum mengunjungi diriku. Padahal aku berharap sekali ia akan datang dan menceritakan rahasia itu, Tetapi itu semua hanyalah kebohongan belaka, Ia tak mengunjungiku bahkan tak menyapaku saat makan malam tadi, Sialnya mata Ayah selalu mengawasi pergerakanku dengan Baekhyun. Uh.. Rasanya ingin sekali membuka kepala Baekhyun dan membaca pikirannya.

TOK! TOK! TOK!

Suara ketukan itu menggema di telingaku, Oh semoga saja itu Baekhyun! Seraya tersenyum aku pun turun dari ranjang dan dengan cepat membuka pintu. Wajah Baekhyun langsung menyapaku saat itu, Membuat rasa senang menyeruak ke seluruh tubuhku. Namun baru saja aku ingin memekik ia langsung membungkam mulutku dan membawaku masuk bersamaan dengannya. Dari tingkah lakunya ia seperti pencuri, Ada apa?. Aku menatapnya seakan berbicara ‘Sekarang lepas!’ dan perintahku pun terlaksanakan dengan baik.

 “Oppa, Kenapa-”

 “Hyena.. Jangan keras – keras..” Bisiknya sebelum aku melanjutkan kalimat. Secara otomatis aku membungkam mulut dan mengangguk mengerti. Melihat hal itu Baekhyun pun membenturkan tubuhnya ke dinding dan menghela nafas, Keringat membasahi dahinya dan ia terlihat.. Pucat mungkin? Aku tak terlalu peduli.

 “Oppa kabur dari kamar, Mengendap – endap ke sini takut bertemu dengan Ayah..” Aku langsung mengerti kemana topik pembicaraan Baekhyun saat ini, Maka dengan cepat aku menyamai posisi dengannya.

 “Oppa.. Jujur aku penasaran sekali, Sebenarnya apa rahasianya?” Tanyaku to the point. Tetapi nampaknya Baekhyun enggan untuk menjawab, Buktinya sekarang ia menatapku tajam.

 “Oppa di suruh tutup mulut soal itu, Maaf! Kau belum cukup umur untuk mengetahuinya..”

Tanpa sadar aku langsung membulatkan mataku saat mendengar pernyataan yang begitu konyol keluar dari mulutnya. Belum cukup umur ia bilang? Emangnya ini seperti membaca Fanfic Yadong huh? Memangnya kenapa sih harus di rahasiakan? Menyebalkan sekali. Karena jawaban Baekhyun tak tahu kenapa emosiku langsung terpancing, Ingin sekali menampar wajahnya keras – keras agar ia buka mulut.

 “Oppa! Kau harus bilang padaku apa rahasianya!” Paksaku seraya menguncang tubuhnya, Namun Baekhyun tetap bungkam.

 “Kalau di ceritakan sekarang kau tak akan mengerti, Lagi pula rahasianya sama sekali tidak berhubungan dengan kejadian di sekolah tadi kok..” Seusai Baekhyun mengatakannya aku langsung menatapnya dengan tatapan selidik, Aku tahu Baekhyun itu bukan tipikal orang yang pandai berbohong tetapi tetap saja aku harus memastikan bahwa ia jujur kali ini. Tiba – tiba saja ia tersenyum manis, Tangannya mulai mengelus surai hitam milikku.

 “Kau cantik jika tak menggunakan kacamata..” Tiba – tiba ia menyahut seraya menyentuh pipiku.

 “Oh, Jadi saat aku memakai kacamata aku jelek begitu?” Ish! Namja ini pandai sekali membuatku naik pitam.

 “Tentu saja, Bahkan sangat jelek!”

 “APA!!?”

Kulihat sekarang ia tertawa puas dan tangannya menyodorkan kepalaku pelan. Dasar menyebalkan. Tetapi sayangnya aku tak tahu bahwa Baekhyun menggunakan cara itu untuk mengelabui topik sebelumnya..

~*KEESOKAN HARINYA*~

Ku tatap pantulan wajahku di balik cermin, Senyuman sebagai penghias membuat wajahku tampak cantik dengan kacamata biru yang sangat cocok. Cantik dan juga pintar, Mungkin itu kesan pertama seseorang saat melihatku. Puas melihat wajahku yang cantik ku lirik arloji pink Baby-G yang melekat di pergelangan tangan kiriku. Pukul 06.13 KST. Waktu yang cukup baik untuk berangkat sekolah dan semoga hari ini Randy Hardian sudah mati dan aku tak akan melihatnya kapan pun lagi. Baru saja tubuhku berbalik, Baekhyun sudah berada di ambang pintu dengan senyuman manisnya, Pembuka yang indah.

 “Kajja..” Ajaknya seraya menggenggam tanganku lalu berlari pelan menuju lantai bawah. Sebelum berpisah di ruang tengah ku sempatkan melirik wajahnya yang ceria dan entah kenapa hatiku merasa damai. Tak seperti biasanya ada rasa gengsi yang muncul.

 “Ini bekal milikmu dengan Baekhyun..” Aku tersenyum sembari meraih dua kotak bekal yang Mamah pegang, Setelah berpamitan aku berlari kearah garasi dan segera menyerahkan bekal Baekhyun karna aku ingin segera memakai sepatu.

Setelah aku dan Baekhyun benar – benar sudah siap pergi sekolah, Kami berdua pun melambai tangan kearah Mamah yang terus tersenyum di ambang pintu layaknya seorang bodyguard yang memastikan kami harus selamat setiap saat, kekeke. Tanpa sadar aku  masuk mobil bersamaan dengan Baekhyun, Walaupun sama sekali tak lucu kami berdua tertawa pelan. Membuat suasana dingin di pagi hari menjadi cair. Semoga awal yang baik akan berakhir baik juga..

~*~*~

Ku hempaskan pelan tubuhku ke atas kursi yang dingin, Hari ini Baekhyun memilih duduk di sampingku, Ia menempati tempat kosong di sampingku yang sebelumnya di tempati oleh err! Aku sama sekali tak ingin menyebutkan namanya. Mengingatnya sebentar saja sudah membuatku ingin membunuhnya apa lagi jika sudah berhadapan langsung, Mungkin sudah ku makan juga dia. Hah.. Membuang waktu saja membahas hal tersebut, Maka dari itu aku lebih memilih berbincang pelan dengan Baekhyun tetapi namja itu sama sekali tak membantu.

 “Kira – kira Randy Hardian masuk sekolah hari ini?” Tuh kan.. Baekhyun menyebutkan namanya, Dengan sedikit kesal aku membetulkan tata letak kacamataku lalu menghembuskan nafasku pelan. Berusaha mengusir rasa amarah yang terus menggebu – gebu.

 “Oppa.. Bisa’kah kita tidak membahas si Jelek itu? Menyebalkan sekali..” Seruku dengan nada sangat sebal. Melihat hal itu Baekhyun pun tersenyum pelan, Tangannya meraih tanganku lalu menggenggamnya erat, Membuat beberapa temanku melirik kearah kami berdua sekilas. Sekarang kita lihat apa yang dia lakukan.

 “Lagi pula jika ia ada di sini maka dengan sigap Oppa akan melindungimu..” Entah kenapa saat ini juga wajahku terasa panas dan jantungku berdetak lebih cepat saat melihat senyuman manisnya. Oh bahkan bahuku bergetar saat ia mengelus puncak kepalaku pelan. Haish! Kenapa harus seperti ini respon dari tubuhku, Dengan cepat ku lepaskan genggaman tangannya sebelum darahku ikut mendidih. Kini ku lihat Mina terkikik pelan dan Jieun tersenyum padaku, Apakah wajahku terlihat aneh, huh?.

 “Wahh.. Lihat! Wajah adikku berubah seperti kepiting rebus..” APA!?

 “Hahahaha..” Sontak saja seluruh penghuni kelas memandangku dan tertawa lepas, Semerah kepiting rebus katanya!? Ish! Kali ini ia benar – benar membuatku malu, Awas saja Baek! Pulang nanti kau tak akan lolos dari jitakkan mautku.

 “Aku bersyukur kau sudah mau menerima Baekhyun sebagai Oppa mu..” Ku torehkan wajahku ke samping, Itu Sojin. Melihat dia tersenyum entah kenapa aku menjadi kikuk, Tak biasanya ia berbicara selembut itu padaku. Ah, dari pada saling pandang canggung ku alihkan saja pandanganku ke Baekhyun. Uhh.. Melihatnya tersenyum jahil ingin membuatku mencakar wajahnya sekarang, Menyebalkan!!.

 “Kenapa Hyena? Kau ingin-”

KRINGG!!!

Akhirnyaaa… Selamat juga riwayatku!

Pintu kelas pun terbuka di susul Yoon Sonsaengnim dan seorang namja di belakangnya. Wajahnya terlihat asing, Apa ia seorang murid baru di sini? Oh bagus sekali, Kemarin si JELEK dan sekarang muncul lagi kembarannya tapi.. di lihat dari wajahnya ia sepertinya asli orang Korea. Ku lirik sekilas ke arah Baekhyun, Ia terlihat biasa saja tetapi mulutnya berceletuk ‘Kenapa ada harus murid yang lebih tinggi dariku?’ hahaha.

 “Selamat pagi anak – anak. Seperti yang kalian lihat kita memiliki seorang teman baru, Silahkan perkenalkan dirimu..” Dengan cepat ku pasang indra pendengaranku baik – baik.

 “Annyeong Haseo, Jieun Kim Jongin Imnida. Kalian bisa memanggilku Kai, Senang bertemu dengan kalian semua di sini..” Semua murid bertepuk tangan –termasuk aku- seusai Kai memperkenalkan dirinya. Arah matanya tak beraturan, Dalam arti seperti mencari sesuatu di dalam kelas. Apa yang ia cari? Kursi kosong? Sudah terlihat jelas ada kursi kosong di samping Oh SeHun. Tetapi ku rasa bukan itu yang ia cari, Tatapannya langsung terhenti saat matanya bertemu denganku. Ia terlihat langsung mematung dan.. tersenyum. Mengerikan.

 “Kenapa harus tersenyum?” Aku menoleh kearah Baekhyun, Ia terlihat tak suka saat Kai tersenyum padaku tadi. Merasa tak peduli ku alihkan lagi pandanganku ke depan, Kini yang ku lihat Kai sedang membisikkan sesuatu pada Yoon Sonsaengnim. Setelah beberapa saat di temani keheningan akhirnya pembicaraan rahasia mereka berakhir, Yoon Sonsaengnim mengangguk sedangkan Kai tersenyum penuh kearahku. Karna merasa aneh secara spontan aku menggidikkan bahu dan membuang muka kearah Mina. Sepertinya tak hanya aku saja yang merasa aneh pada Kai, Tetapi Mina juga.

 “Baekhyun, Bukan’kah kau kemarin duduk di samping Oh Sehun?” Seru Yoon Sonsaengnim memasang tampang curiga, Yang mampu ku lakukan sekarang adalah berdoa agar Baekhyun tetap berada di sampingku tanpa harus kembali berpindah tempat ke sana. Tetapi sepertinya dugaanku malah menjadi kenyataan, Baekhyun di pindahkan dan sialnya.. Kai duduk di sampingku. Semoga saja ia orang yang baik, Bukan tergolong seperti si JELEK.

 “Annyeong Haseo Hyena..”

Tanpa sadar aku menghela nafas pelan, Oh ini bahkan lebih buruk. Ia memanggilku dengan nada menggoda. Dasar tak sopan, Maka dari itu ia sudah ku cap sebagai anak nakal dan tak sama sekali niat untuk berteman dengannya. Ku acuhkan saja ia yang terus mendesis kearahku. Biarkan saja Taeyeon, Jangan sampai kejadian yang sama kembali menimpamu..

Sekarang, Focus pada pelajaran..

~*~*~

Bel istirahat kedua pun berbunyi, Membuat gerakan tanganku terhenti untuk menulis. Akhirnya.. Ini yang ku tunggu – tunggu, Pasalnya aku sudah tak tahan untuk menyantap bekal buatan Mamah, Pasti lezat. Membayangkan hal tersebut senyuman pun mengembang di wajahku, Seusai menyimpan beberapa alat tulis dengan cepat ku raih bekal milikku lalu berjalan mendekati Baekhyun tanpa mempedulikan tatapan Kai. Namun baru saja melangkah seseorang menahan lenganku.

 “Mau kemana? Ke kantin yuk..” Aku pun berbalik dan melayangkan tatapan maaf pada Mina, Oh Mina maafkan aku. Aku sudah berjanji pada Baekhyun akan makan bekal bersama di Lapangan indoor sekolah.

 “Maafkan aku Mina-”

 “Aku mengerti, Semoga kau bersenang – senang dengan Baekhyun..” Mina pun tersenyum tipis lalu meninggalkanku dan langsung berkutat dengan ponselnya. Sudah ku pastikan ia akan mengajak Jisu Sunbae kekasihnya sekarang. Puas menatap Mina aku pun kembali melanjutkan langkah yang tertunda, Tetapi sepertinya hal itu tak perlu di lakukan karna sekarang Baekhyun sudah berada di depanku dengan bekal di genggamannya. Senyuman manisnya terus bertengger, Apa ia tak lelah? Apa dia tak takut jika bibirnya akan selalu begitu? Apa-,

 “Melamun saja, Kajja..” Eh? Tiba – tiba tangannya sudah menggenggam tanganku dan detik berikutnya aku pun melangkah bersama Baekhyun keluar kelas tanpa mempedulikan hiruk piruk pada barisan namja. Memang sudah dasarnya mereka SELALU begitu ketika waktu istirahat tiba, Menyebalkan.

 “Tunggu!” Sebuah suara menahan langkah kami.

Setelah menoleh bisa langsung ku rasakan genggaman Baekhyun mengerat dan tanpa sebab ku tundukkan wajahku, Hah.. Mendengar suaranya saja aku sudah tahu siapa yang memanggil. Kai si anak baru. Merasa tak mempan menunduk akhirnya ku dongakkan kepalaku dan melirik Baekhyun sekilas, Entah merasa aneh melihat wajahnya. Di sisi lain ia terlihat ramah namun di sisi lain pula ia terlihat waspada.

 “Ada apa?” Nada bicara Baekhyun tampak tenang tetapi tangannya langsung menarikku untuk bersembunyi di belakang punggungnya. Melihat gerakan Baekhyun yang tiba – tiba hampir seluruh mata di kelas menatap kami bingung. Ish! Oppa kau terlalu berlebihan, Kai manusia kok. Bukan alien pemakan otak.

 “Boleh’kah aku ikut bersama kalian? Makan bersama..” Kai berseru seraya mengacungkan sebuah bekal di genggamannya. Sejak kapan benda itu ada di sana? Dan-Tunggu!! Saat itu aku baru menyadari bahwa bekal di tanganku sudah tak ada dan Kai tertawa puas melihat reaksiku. Jadi ia yang mengambilnya!?.

 “Hahaha, Kau terlihat tegang. Biasa saja..” Lanjut Kai masih dengan tawa seraya mengembalikan bekalku namun baru saja aku ingin mengambilnya tangan Baekhyun sudah bergerak lebih dahulu. Ia yang mengambil dan saat itu juga aku bisa merasakan hawa kebencian menyelebungi keduanya. Oh ayolah.. Perutku sudah lapar.

 “Jangan dekat – dekat dengan Hyena..” Tepat setelah mengatakan hal itu Baekhyun langsung berbalik dan menarikku ikut keluar dengannya. Meninggalkan jejak misterius bagi siapa pun yang melihat perdebatan kami. Oppaa, Dia hanya lah bergurau, Kenapa Baekhyun jadi sensitif?

Apa jangan – jangan Kai sosok Randy Hardian kedua? Entahlah.. Aku tak yakin.

~*~*~

 “Jangan dekati Kai, Apa pun yang terjadi..”

Sekarang kami berdua tengah duduk santai di salah satu kursi supporter Lapangan Indoor sekolah, Seperti tujuan awal kita sebelumnya, Aku dan Baekhyun akan beristirahat di sini. Ada beberapa alasan yang membuat diriku ingin berada di sini tidak di kantin, Pertama, Suhu dingin yang di lontarkan AC membuat kami merasa nyaman serta suasana yang tenang karna tak ada sama sekali pertandingan terjadi. Karna sudah lapar semenjak tadi maka aku langsung menyantap bekal Mamah sedangkan Baekhyun masih termenung, Aku tak tahu apa yang ia pikirkan tetapi setelah ia mengatakan hal tersebut aku tahu kemana arah pikirannya berjalan.

 “Oppa.. Jangan terlalu mempermasalahkan hal tersebut..” Aku berusaha menghibur Baekhyun saat ia semakin menautkan alisnya dan mengabaikan bekalnya. Aku tak mau sampai makanan yang Mamah buat tak di sentuh sama sekali, Jika ia tak mau makan, Maka dengan senang hati aku akan memakannya.

 “Tapi dia terlihat mencurigakan..” Seru Baekhyun masih percaya dengan pendirian awalnya, Bahkan kali ini ia sudah mengubah posisi duduknya dan benar – benar mengabaikan bekalnya. Tanpa sadar aku menghela nafas, Ini sudah berlebihan menurutku.

 “Oppa, Di makan donk bekalnya..” Ku simpan sementara bekalku di kursi sebelah dan mengusap lembut lengan Baekhyun. Semoga dengan cara ini Baekhyun mau memakan bekalnya dan melupakan perdebatan itu karna sejujurnya dari awal Kai melihatku aku sudah tak suka dengannya. Dan jika ada seseorang yang membahas tentang orang yang ku benci maka secara bersamaan emosiku tiba – tiba muncul. Dan tanpa ku sadari Baekhyun sudah tersenyum saat melihatku melamun.

 “Baiklah..” Ku balas senyumannya dan kembali berkutat dengan bekal milikku, Tetapi sebelumnya ku sempatkan melirik Baekhyun. Senyuman masih menghiasi wajahnya yang damai, Dan senangnya diriku saat ia mulai memakan bekalnya.

Kami pun mulai sibuk dengan makanan masing – masing. Tak lama kemudian isi dalam bekalku pun kosong, Dan setelahnya kerongkonganku terasa kering, Ah, Aku lupa tak membeli minum terlebih dahulu tadi, Pantas saja hal ini terjadi. Aku menoleh kepada Baekhyun, Ia masih mengunyah. Ku rasa kali ini biar aku saja yang berjalan ke kantin.

 “Oppa.. Aku beli minum dulu di kantin yaa..” Seruku seraya bangkit dan siap pergi menuruni tempat supporter. Tetapi Baekhyun menahan lenganku. Sontak saja aku menoleh dan memandangnya bingung. Apa salahnya pergi ke kantin?.

 “Biarkan Oppa saja, Perjalanan ke kantin cukup jauh loh..” Yang mampu ku lakukan saat ini hanyalah tersenyum, Baekhyun benar – benar perhatian sekali kepadaku. Oh terimakasih banyak Ya Tuhan, Aku jadi tak perlu membuang – buang tenagaku hanya untuk membeli segelas air mineral. Melihatku tersenyum Baekhyun pun ikut tersenyum dan entah kenapa aku langsung gemas ingin mencubit wajahnya.

 “Gomawo Oppa..” Langkahnya terhenti saat ku ucapkan hal tersebut.

 “Tak perlu. Oh ya! Jika ada sesuatu langsung hubungi Oppa ya! Aku tak mau kau kenapa – kenapa..” Aku pun mengangguk sebagai anggapan setuju. Setelah itu ku perhatikan terus punggung Baekhyun hingga akhirnya menghilang karna meninggalkan Lapangan Indoor sekolah. Sendirian. Langsung di landa kebosanan aku bersiul pelan seraya merogoh ponsel. Dari pada terlalu sunyi ku nyalakan lagu saja.

Dumb Dumb Dumb Dumb Dumb Dumb –
neo ttaeme haru jongil gominhajiman
neol eotteokhaeya joheulji jal moreugesseo nan Oh
Baby baby baby baby baby You~
Play me play me play me play me play me

geu nunbicheun nal ajjilhago hetgallige hae
nae iseongjeogin gamgakdeureul heuteojige hae Oh
Baby baby baby baby baby You~
Crazy crazy crazy crazy crazy (Crazy yeah~)

Tiba – tiba saja konsentrasiku pada lagu buyar saat melihat pintu Lapangan terbuka, Dengan cepat aku bangkit dan tersenyum untuk menyapa Baekhyun. Namun tiba – tiba saja senyuman tersebut menghilang dan tergantikan oleh kebingungan. Dia bukan Baekhyun tetapi Kim Mina, Sahabatku. Ia terlihat tergesa – gesa, Apa ada hal yang buruk?

 “Mina? Ada apa?” Sahutku sembari menuruni tempat supporter lalu mendekatinya yang tengah terduduk dengan nafas terengah – engah. Semoga bukan hal yang buruk yang ia sampaikan. Setelah terdiam dalam keheningan akhirnya ia mengucapkan 2 kata yang tidak sama sekali ku ingin dengar sekarang.

 “Kim Jongin.” Jadi karna dia yang membuat Mina datang padaku? Ish! Menyebalkan sekali, Perlu apa dia padaku? Huh.. Tanpa sadar aku langsung membuang muka dan menjauh dari Mina sesaat, Mencoba menenangkan emosiku yang tiba – tiba muncul.

 “Tadi saat aku ke perpustakaan untuk mengambil Buku tugas yang di berikan Shim Sonsaengnim aku tak sengaja bertemu dengannya. Tetapi ia tak melihatku dan aku hanya melihat dirinya dari belakang, Ia tengah membaca Data Biodata siswa tahun ini, Dan saat aku mengintip ia sedang membaca biodata dirimu dengan Baekhyun. Aku jadi bingung dan juga takut saat ia berseru ‘Aku sudah yakin kau Taeyeon adiknya Baekhyun, Apa lagi Ayah kalian berdua Byun Baekheom. Bodohnya Randy Hardian tak bisa menyelesaikan tugas semudah ini..’. Menyadari sinyal bahaya dengan cepat aku mencarimu karna aku takut terjadi sesuatu pada dirimu..”

Aku hanya mampu melongo saat mendengar penjelasan Mina yang sangat berputar 180 derajat di otakku. Tubuhku langsung membeku dan berbagai pertanyaan tiba – tiba saja muncul dan memenuhi pikiranku, Kenapa Kai mencari dataku dengan Baekhyun? Kenapa pula ia menyebutkan nama – nama Randy Hardian? Apa ia bekerjasama dengan Randy? Tapi untuk apa? SEBENARNYA APA TUJUAN IA DATANG KE SINI? Tanpa sadar aku langsung menghela nafas kasar dan menggigit bibir, Kenapa tiba – tiba hawa dingin menusuk tengkukku dan-Tunggu! Aku harus memberitahu Baekhyun sakarang juga karna ku rasa ini hal yang sangat penting. Maka dengan cepat ku raih ponsel dan menghubungi Baekhyun secepat mungkin.

Tut.. tut.. tut..

Oppa aku mohon angkat, Perasaanku tak enak. Sangat tidak enak. Namun sayang sekali Baekhyun tak menjawabnya, Ya tuhan kenapa rasanya ada sesuatu yang terjadi di luar sana. Tanpa sadar wajah Baekhyun yang tersenyum terus terngiang – ngiang di kepalaku, Semoga ia baik – baik saja, Aku sangat khawatir.

 “Apa kau baik – baik saja?” Aku pun berbalik dan mendapati Mina menatapku khawatir, Jujur saat ini aku tak bisa di bilang baik – baik saja. Wajah Baekhyun dan sosok Kai mulai menggerogoti pikiranku. Dan entah kenapa aku ingin sekali bertemu Baekhyun saat ini, Dan kenapa ia lama sekali, Padahalkan hanya membeli minuman. Tetapi dari itu semua tiba – tiba sebuah pemikiran terlintas di kepalaku.

Jangan – jangan Kai melukai Baekhyun sama seperti Randy Hardian melukai ku?

 “Astaga, Mian Mina aku harus pergi sekarang!!” Tanpa mempedulikan jawaban Mina aku langsung berlari secepat mungkin keluar Lapangan dan menuju kantin. Tunggulah Oppa, Aku pasti akan bertemu denganmu karna aku tak ingin ada seseorang pun yang melukaimu!.

~*~*~

Langit mulai gelap, Dan suasana sepi menyeruak. Sama seperti diriku, Menenggelamkan diriku sedalam mungkin agar menyentuh kegelapan dan membiarkan air itu mengalir seperti semestinya. Aku bahkan tak peduli jika sudah tak ada siapa – siapa lagi di sini, Yang penting aku bertemu dengannya. Byun Baekhyun. Siang tadi mungkin siang yang paling menegangkan yang pernah ku alami, Dua kata yang membuat diriku seperti sepatu tanpa pasangannya.

Baekhyun Menghilang.

Singkat, Padat, Jelas namun cukup membuat jantungku terasa meledak, Sudah ku cari dirinya ke seluruh anterio sekolah bersama Mina tetapi tetap saja tak ketemu. Bahkan aku sudah melapor ke Kepala Sekolah dan menyerahkan seluruh murid bagi yang menemukan Byun Baekhyun harap memberitahuku. Namun nihil, Kakakku tetap tak di temukan. Ia tak mungkin kabur dari sekolah, Tak mungkin!! Ia anak yang sangat rajin dan penurut terhadap aturan. Sempat aku merasakan ada hal yang tidak beres dan melayangkan prasangka buruk pada Kai, Tetapi namja itu sama sekali tak terlihat bersama Baekhyun sepanjang siang tadi. Yang ada ia malah membantuku mencari Baekhyun tanpa mempedulikan rasa lelah ataupun yang lainnya. Ku tarik kata – kata ku, Kai anak yang sangat baik.

 “Hyena, Kau tenanglah. Aku yakin Baekhyun baik – baik saja..” Belaian lembut yang di lakukan Mina pada rambutku membuat rasa khawatirku berkurang. Namun aku tak mau pulang. Mungkin kalian berpikir jika Baekhyun berada di rumah.. Hah, Aku juga mengira begitu. Tetapi setelah menerima telepon dari Mamah bahwa Baekhyun tak pulang sama sekali rasanya setengah nyawaku terbang ke atas langit. Rasa khawatir itu dengan cepat melesat ke seluruh tubuhku, Sangat khawatir.

 “Tak baik menunggu di sini, Biarku antar kau pulang ya..” Pulang? Asal kau tahu saja Mina aku selalu pulang bersama Baekhyun, Bisa bayangkan tiba – tiba ia tak berada di sampingku. Oh ya! Bukan’kah ia bilang ia akan melindungiku seumur hidupnya? Tetapi kenapa ia pergi? Apa namja itu baik – baik saja? Ya tuhan lindungilah dia.

 “Kajja..” Tangan Mina meraih kedua bahuku lalu membantunya berdiri, Karna sudah lelah aku hanya bisa menurut dan menundukkan kepala. Air mata ini masih belum berakhir, Sepertinya ia akan terus mengalir sebelum Baekhyun di temukan. Jantungku pun terasa sesak saat kepalaku ini memutar kejadian – kejadian di saat kami berdua tertawa, Tersenyum maupun bertengkar. Ia Oppa yang sangat baik, Dan tak boleh sama sekali meninggalkanku. Apa pun yang terjadi.

Maka tanpa ku sadari sebuah mobil sudah berada tepat di depanku, Wajah Mamah dan Ayah muncul saat jendelanya terbuka. Seraya tersenyum lemah kearah Mina aku pun menghampiri mobil dan menaikkinya. Dan tepat saat itu juga air mataku kembali mengalir deras, Baekhyun tak ada di sampingku. Untuk pertama kalinya..

~*~*~

 “Jangan kau jadikan beban pikiran Sayang, Mamah yakin namja itu tak akan pergi jauh – jauh. Ia pasti bisa menjelaskannya saat sudah pulang nanti, Tenang saja..”

Aku pun mengangguk dan membiarkan Mamah meninggalkanku sendirian di kamar. Sesampainya di rumah tadi rasanya seluruh tubuhku remuk alias lelah sekali. Aku bahkan meminta Mamah untuk memijatku di kamar, Dan selama Mamah di kamar pula aku menceritakan kegiatanku dengan Baekhyun selama di sekolah. Dan sialnya lagi – lagi aku menangis, Walaupun sekarang sudah tidak tetapi tetap saja aku merasa khawatir. Sekarang sudah hampir pukul 08 malam tetapi namja itu belum kembali. UH! Lihat saja jika ia sudah berada di sampingku nanti akan ku jitak kepalanya dan menceramahinya sepanjang hari karna ia perlu tahu bagaimana rasanya di tinggal olehnya.

 “Baekhyun oppa..” Gumamku tanpa sadar lalu menghubunginya untuk kesekian kalinya, Namun lagi – lagi tak di jawab. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa ia di culik? UPS! Dengan cepat ku tarik kata – kata ku sebelum ucapanku menjadi Doa. Jangan sampai itu terjadi ya tuhan.

Merasa tak puas tanpa sadar aku melempar ponsel ku ke atas meja dan berlari ke ranjang, Ku rasa lebih baik aku beristirahat karna hampir seharian ini tenagaku terkuras habis karna mencari Baekhyun di sekolah, Di tambah lagi perasaanku yang bercampur aduk karna menangis. Seusai memakai selimut aku pun berusaha memejamkan mata. Namun yang ku lihat bukanlah kegelapan, Melainkan wajah Baekhyun yang terakhir ku lihat hari ini, Ia tersenyum lalu punggungnya kian menghilang karna pergi. Oppa jangan tinggalkan aku!!.

DRRTT

Sontak saja kelopak mataku langsung terbuka dan indra pendengaranku menangkap sebuah suara. Itu suara dari ponsel milikku, Sebuah pesan! Tanpa sadar tubuhku langsung tersentak, Rasa khawatir tiba – tiba memuncak sampai ke tenggorokan saat aku berharap bahwa itu pesan dari Baekhyun! Baekhyun!!.

Dengan cepat ku turun dari ranjang dan mengambil ponsel yang sempat ku lempar tadi. Tanpa babibu lagi ku lihat isi pesan tersebut dengan perasaan tak menentu.

From : ??? *Nomor tak di kenal*

CEPAT KE GEDUNG BEKAS PABRIK DI JALAN MYEONDONG SEKARANG!! ATAU TIDAK BAEKHYUN AKAN MATI DI TANGAN KAMI, JANGAN LAPOR POLISI!! KAMI PERINGATKAN JANGAN LAPOR POLISI!!

B-baekhyun oppa.. DI CULIK!!!

BRUG!

Tanpa bisa di cegah tubuhku langsung ambruk ke lantai dan mendadak rasa pening menyerang kepalaku. Bahkan tanpa sadar aku mengerang bersamaan dengan air mata yang meluncur keluar begitu saja dari kelopak mataku. Perasaan khawatir yang selama ini bersarang akhirnya meledak juga. Uh.. Ini pasti mimpi! Mimpi buruk!.

Dengan perasan campur aduk aku membaca ulang pesan tersebut, Tetapi menyebalkan sekali mengetahui hal ini bukan mimpi, Ini kenyataan Taeyeon! Kenyataan! Dan.. Oh tidak! Ini bukan kabar yang baik, Nyawa Baekhyun berada di tangan mereka. Ini tak bisa di biarkan. Aku pun bangkit lalu mengambil sebuah jaket yang berada tepat di sampingku. Seraya mengusap air mataku aku juga membalas pesan mereka sebelum nyawa Baekhyun benar – benar melayang.

JANGAN BUNUH OPPA!!

Tanpa babibu lagi aku langsung bergerak cepat mengeluarkan tali tambang rahasia di bawah ranjang. Mamah menyuruhku untuk menggunakan tali ini saat kejadian tak terduga terjadi seperti misalnya kebakaran karna tak mungkin menggunakan tangga yang menguras waktu. Dan kali ini tali ini berfungsi juga, Aku akan kabur dari rumah dan pergi menyusul Baekhyun. Apa pun yang terjadi.

Tunggu aku Oppa, Aku pasti akan menyelamatkanmu!!

~*~*~

Semilir angin malam yang dingin, Membuat tengkukku mendapatkan belaian halus bak surai hitam. Tanpa ku sadari aku kembali merapatkan jaketku, Uh.. Aku pikir aku berada di kutub utara, Dingin sekalii. Perjalanan menuju tempat Sandra Baekhyun ku rasakan sangat begitu lama dan menegangkan. Semakin aku melangkah semakin banyak daerah yang sepi ku lewati. Pantas saja mereka memilih gedung pabrik bekas yang sering di anggap angker itu. Menyeramkan.

Akhirnya aku pun sampai di jalan Myeondong. Sangat sepi nan sunyi, Apakah ada kehidupan kehidupan di sini? Gedung – gedung bekas berada di mana – mana. Namun yang paling mencolok di pengelihataanku adalah Gedung bekas pabrik tersebut. Sudah gelap besar pula. Seraya menengguk salivaku aku langkahkan kaki dengan penuh doa kearah gedung.

BRUG!

Samar – samar aku mendengar suara keributan dari dalam. Apa itu Baekhyun? Maka tanpa ku sadari aku berlari kecil dan mengendap – endap kearah samping. Beruntungnya diriku karna melihat beberapa bekas kursi tumpuk yang dapat aku pinjaki untuk melihat apa yang terjadi di dalam melalui sebuah lubang yang cukup besar di bagian samping. Namun sebelum ku pijak aku berdoa dan berharap saja kursi ini kuat menahan tubuhku. Dan akhirnya berhasil! Aku pun dapat melihat jelas apa yang terjadi di dalam.

 “Kenapa adikmu belum datang,huh?”

BRUG!

 “Ku rasa ia memang ingin nyawamu melayang bukan?”

TAKK!!

Secara spontan aku menbungkam mulutku dan menahan jeritan maupun tangis. Baekhyun ada di dalam sana sedang di pukuli beberapa pria yang bertubuh kekar, Ia di ikat di sebuah kursi dan gerakannya terkunci, Bahkan aku melihat wajahnya sudah sedikit babak belur dengan noda darah pada seragamnya. Oh ya tuhan lindungilah Baekhyun. ARRGGHH!! Ku rasa aku harus ke dalam dan mencekik semua orang itu.

Dengan perlahan aku turun dari kursi dan mengendap – endap melangkah ke belakang gedung. Namun di detik bersamaan  sebilah pisau yang dingin dan tajam sudah berada di batang tenggorokanku. Membuat nafasku tercekat dan rasa takut itu meledak.

 “Ayo ikuti aku, Atau kau ingin mati di sini?”

Tunggu, I-itu suara Kai! Tetapi kenapa ia di sini?

 “K-kai? Itu dirimu,Bukan?” Suaraku bergetar dan air mata itu sudah mengalir sebelum tawa picik itu terdengar. Bahkan bisa ku rasakan jantungku seperti mau meledak karna degupannya yang begitu kencang dan cepat.

 “Sudah cepat jalan! Lewat pintu depan!!”

Aku menengguk salivaku lalu terpaksa mengikuti perintah Kai, Dan menyebalkannya kami melangkah dengan kondisi amat rapat dan kaku karna Kai masih saja menyandraku dengan pisau. Apa ia tak punya otak? Di ancam di bunuh saja aku sudah takut apa lagi jika pisau itu sudah berada di depan mata? Jadi.. Untuk apa ia harus melakukan itu?. Tanpa sadar diriku dan Kai sudah masuk ke dalam dan berhadapan langsung dengan mereka semua. Jujur nyaliku langsung ciut saat mereka semua tertawa picik kearah ku, Dan ku lihat Randy Hardian sedang tersenyum licik. KENAPA IA ADA DI SINI !!?

 “Hyena!! Kenapa kau di sini!!?” Di ujung sudut ruangan terdapat Baekhyun yang menatapku tak percaya, Ya tuhan saat itu juga tangis ku kembali pecah. Ia benar – benar terluka, Aku bisa melihat sudut bibirnya sobek dan darah masih mengalir dari sana.

 “Oppa!!” Tanpa sadar aku mendorong Kai dan berlari ke arah Baekhyun. Tanpa babibu lagi ku peluk namja itu dengan sangat erat tak peduli dengan darah yang akan mengotori jaketku. Dan secara bersamaan Aku menjerit tertahan saat melihat tengguk Baekhyun membiru, Ya tuhan siapa yang melakukan ini? ARGH! Lihat saja, Aku bersumpah akan membunuh orang itu sekarang juga. Namun baru saja emosiku ingin meledak Baekhyun membisikkan sesuatu kepadaku.

 “Oppa baik – baik saja..” Entah kenapa saat mendengar hal itu rasanya aku ingin menangis lebih kencang lagi. Sudah jelas sekali kau tak baik – baik saja, Kenapa kau selalu berlaga sok kuat? Uh,Baekhyun! Tak tahu kah kau aku begitu mengkhawatirkanmu! Tetapi momen kami berdua berpelukan tak berlangsung lama setelah sebuah tangan kekar menggenggam lenganku dan memisahkan kami secara paksa. Membuat kepalaku mendongak dan menatapnya buas.

 “Wah, Wah! Akhirnya kau datang juga Byun Taeyeon..”

Ia menyeretku kembali ke tengah dan seorang namja membawa sebuah kursi dan aku di perintahkan duduk di sana. Karna merasa sedikit takut maka ku turuti perintahnya dengan cepat, Di belakangku sosok Kai tengah berjaga dengan sebilah pisau di tangannya. Ku rasa ancaman ia akan membunuhku serius. Menyeramkan sekali. Tetapi sebelum aku focus pada seseorang di depanku aku melirik sekilas kearah Baekhyun, Ia melayangkan tatapan maaf.

 “Halo Taeyeon, Perkenalkan namaku Heri..” Sosok itu berbalik dan berjalan pelan kearahku, Dan secara bersamaan bisa ku rasakan kepalaku mendadak pening. Siapa lagi ini!?

 “Jangan terkejut seperti itu..” Ia terkekeh pelan namun cukup membuat bulu kudukku meremang. Mataku sama sekali tak bisa berpaling darinya, Tingginya di bawah diriku sedikit, Kulitnya sawo matang dan wajahnya seperti orang Indonesia bukan Korea dan kurasa itu cukup memungkinkan karna logat koreanya yang kurang fasih. Tetapi dari itu semua siapa dia sebenarnya? Apa tujuan ia membuat ini semua? Apa salahku dengan Baekhyun?.

 “Kau pasti bingung dengan semua ini. Penuh misteri bukan?” Yang bisa ku lakukan hanya mengangguk pelan, Detik selanjutnya tawa pun pecah. Mereka semua –kecuali Baekhyun- menertawakanku seakan aku melakukan hal yang lucu. Tetapi jujur saja, Aku sama sekali TIDAK melakukannya.

 “Sebenarnya kalian tak ada masalah dengan diriku tetapi Ayah kalian!” Nadanya berubah tajam dan tegas. Tunggu! Jadi maksudnya Ayah bermasalah dengan orang di depanku ini?.

 “Kenapa harus kami yang menjadi korban!? Kenapa tidak-”

 “Jangan membentakku gadis kecil!!”

TAKK!

Uh.. Kepalaku langsung refleks bergerak ke kiri saat sebuah tamparan keras yang di layangkan Heri kepadaku. Rasa perih dan sakit terasa setelahnya, Tetapi bukan itu yang paling menonjol, Melainkan emosiku! Baru kali ini ada seorang pria yang menamparku sekencang itu. Bahkan aku merasakan ada yang mengalir, Sial sekali itu darah. Seraya menyeka cairan itu pelan aku memandangnya seakan meminta penjelasan lebih lanjut.

 “Jangan berani lukai Adikku!!”

 “Aku baik – baik saja kok..” Tanpa sadar aku menggumam, Membuat Baekhyun langsung menoleh dan menatapku tajam. Tetapi lebih baik ku balas ia dengan senyuman.

 “Dia memiliki sebuah hutang padaku sebesar 600 Juta rupiah(Author itu gak kebanyakan apa? #Plakk) saat kalian masih SD, Ia sudah berjanji akan melunasinya tetapi apa,huh!? Ayahmu kabur dan pergi pindah rumah! Pengecut sekali bukan?”

Secara spontan aku membelalak mataku, Rasa pening kembali menyerang kepalaku dan perutku merasa mual entah kenapa. Jadi ini semua kesalahan Ayah? Dan orang ini melampiaskannya pada kami? Apa ia tak punya otak, Hah!? Apa susahnya tinggal hubungi Ayah dan meminta ganti rugi? Bahkan aku yakin sekarang uang Ayah sudah lebih banyak.

 “Sebenarnya aku sudah mengikhlaskannya tetapi kalian tahu? Ia menabrak Putra ku hingga tewas!!” Aku pun memejamkan mata sekilas, Berusaha menenangkan perasaanku yang membunyikan alarm bahaya, Sangat bahaya.

 “Maka dari itu aku akan balas dendam sayang, Akan ku bunuh kalian berdua malam ini!!”

TAKK!!

Tamparan kedua. Menyakitkan. Tetapi apa yang bisa ku perbuat? Hanyalah berdoa dan berharap ikatan tali pada Baekhyun terlepas dan dengan cepat ia membunuh semua orang di sini, Terdengar sangat mudah padahal sangat sulit sekali di lakukan. Samar – samar aku mendengar suara keributan dan saat aku menoleh rasa panik itu langsung menjalar sampai ke otakku, Baekhyun di pukuli beberapa orang.

 “HENTIKAN!!!” Teriakku bangkit dan siap menghampiri Baekhyun namun langkahku langsung terhenti saat mata pisau itu berada beberapa inci dari wajahku. Kai yang melakukannya, Dan sekarang aku tak bisa melakukan apa – apa. Hanya menangis.

Tiba – tiba kejadian tak terduga terjadi, Ada yang menarik rambutku ke belakang hingga aku terjatuh dan berbaring di lantai. Dan saat itu juga aku bisa merasakan rasa pusing yang amat sangat, Terlebih selanjutnya seseorang memukul mata kakiku. Seraya menjerit aku menangis, Menangis dalam takut. Seperti ini kah rasanya ajal akan menjemput?.

 “Kalian semua akan mati secara perlahan!!” Itu suara Heri. Uh! Ingin rasanya mencekik ia sampai mati sekarang. Namun baru saja aku akan melakukannya sebuah pukulan tepat mendarat ke pipiku. Membuat kini diriku terhuyung ke samping dan merintih. Rasanya sakit sekali, Pasti lembam. Bahkan aku merasakan mata ku berkunang – kunang.

 “JANGAN LUKAI DIA!!!”

Dan sekarang yang ku lihat Kai dan seseorang di sampingnya terhuyung ke belakang karna sebuah kursi melayang tepat ke arah perut mereka, Aku mengernyit bingung. Siapa yang melakukannya? Maka dengan cepat ku torehkan kepalaku lantas terbelalak mata. Baekhyun sudah berhasil melepaskan dirinya dari tali sialan tersebut dan sekarang ia sedang melawan beberapa pria yang err tubuhnya jauh lebih besar. Karna kekuatan yeoja kalah jauh dari namja maka yang ku lakukan adalah mencari ponsel lalu menghubungi polisi secepatnya. Namun di saat aku tengah sibuk mencari seseorang mengejutkanku dengan tatapannya yang tajam. Randy Hardian. Mataku langsung was – was, Tetapi untungnya dia tak membawa senjata apa pun. Berarti kita seimbang.

 “Apa yang kau lihat JELEK!!?” Sahutku tanpa babibu lagi lalu menatapnya buas, Melihat hal itu Randy tertawa mengejek. Hah, Dia pikir dia lebih kuat? Lihat saja.

 “Cuman bisa tertawa? Payah sekali..” Ejekku tanpa sadar lalu merotasikan kedua bola mataku. Tawanya terhenti, Ia menggeram kesal. Baiklah sekarang aku mulai takut.

 “Dasar bodoh, Tertipu dengan wajahku yang tampan!!”

Tepat setelah mengatakan hal itu refleks aku langsung melayangkan tendangan kearah perutnya. Seketika ia langsung terkejut namun tak mempunyai banyak waktu untuk menghindar hingga akhirnya ia terjatuh menimpa salah satu kursi. Seusai berteriak aku meringis, Ia terlihat kesakitan. Sesakit itu’kah?.

 “Gadis jalang! Ku bunuh kau!!” Ia pun bangkit dan mengeluarkan sebuah pisau dari mantel yang ia kenakan. Jujur saat ini juga bulu kudukku meremang, Rasa takut menjalar hampir keseluruh pembuluh darahku. Kini yang mampu ku lakukan adalah mengambil kursi dan bersiap – siap jika ia menyerang. Lagi – lagi ia tertawa, Ish! Menyebalkan sekali.

 “Dasar lemah!!” Ia langsung berlari kearahku dengan pisau terangkat, Seketika tubuhku terkaku dan aku hanya mampu menutup mata dan berdoa. Aku tak ingin mati sekarang.

1 detik..

2 detik..

3 detik..

Aku sama sekali tak merasakan apa – apa. Apa aku sudah mati? Tetapi kenapa aku masih menggenggam kursi? Berarti aku masih hidup. Detik berikutnya paru – paruku terasa dingin karna banyaknya udara yang masuk, Maka dengan cepat ku buka mataku dan melihat apa yang terjadi.

 “OPPA!!” Aku berteriak secara spontan saat melihat pisau itu mendarat tepat di lengan Baekhyun. Darah langsung menyembur keluar dari sana bersamaan dengan erangan tertahan dari mulut nya yang juga terluka. Kini keadaan Baekhyun sama sekali tidak bisa di bilang baik – baik saja, Seragamnya penuh darah dan tubuhnya penuh luka. Ku lirik sekilas reaksi Randy, Ia terlihat terkejut karna bukan aku yang tertusuk.

 “AARRGGHH!!” Erang Baekhyun seraya mencabut pisau tersebut secara paksa yang langsung membuatku tersentak di tempat, Apa ia tak merasakan sakit? Sepertinya tidak karna hal selanjutnya yang ia lakukan adalah merebut kursi yang ku genggam dan melemparnya kearah Randy. Otomatis namja itu terhuyung ke belakang dengan nasib sama seperti Kai. Kasihan.

 “Kau baik – baik saja?” Entah kenapa saat ini juga aku merasakan ada sesuatu yang menggebu – gebu dalam hatiku. Mataku menatap detail sosok Baekhyun dari atas sampai bawah. Dan tepat saat itu juga aku merasakan air itu mengalir, Memenuhi pipiku. Tanpa babibu lagi ku hampiri Baekhyun dan memeluknya dengan erat tanpa mempedulikan luka – luka yang tertera. Aku menyayanginya dan kali ini jangan sampai aku kehilangan dirinya.

 Di saat kami larut dalam suasana haru tiba – tiba gemuruh tepuk tangan terdengar, Ada tersirat kebingungan dari hatiku. Kurasa Baekhyun juga merasakan hal yang sama, Maka secara bersamaan pelukan kami terlepas dan seluruh anak buah Heri mengepung kami. Tanpa sadar aku menengguk salivaku paksa, Mereka semua membawa balok kayu. Tamatlah riwayat kita.

 “Aku kagum dengan persaudaraan kalian yang begitu kuat..” Aku bisa merasakan jari – jari menyelusuri tanganku. Itu Baekhyun, Tangannya sangat dingin.

 “Tetapi sayang sekali persaudaraan kalian itu harus kandas malam ini!”

Bisa ku rasakan rahang Baekhyun mengeras saat Heri mengeluarkan sesuatu dari mantelnya. Itu sebuah pistol. Baik, Ini sangat buruk, Ini akhir dari segalanya!! Aku mulai menangis dalam diam, Hidupku seharusnya bisa lebih dari ini. Aku ingin terus bersama Mamah, Ayah dan juga Baekhyun. Aku tak ingin mati. Bisa ku rasakan genggam Baekhyun pada tanganku mengendur, Ia berusaha melepaskannya.

 “Tidak oppa, Kau tak boleh meninggalkanku!” Aku menahannya yang berusaha maju ke arah Heri, Tak akan ku biarkan.

 “Oppa akan baik – baik saja, Kau tunggu sini..” Baekhyun menatapku lurus – lurus, Ia mencoba menyakinkan dengan mengecup singkat dahiku. Jika sudah begini aku menyerah, Ku biarkan ia melepaskan genggamanku dan mendekati Heri. Aku berseru ketika salah satu pria terus berjaga – jaga di belakang Baekhyun, Aku tak mau sampai dia kenapa – kenapa.

 “Biarkan Taeyeon bebas, Kau bunuh saja aku..” APA!!?

Spontan aku berlari kearah Baekhyun dan siap memeluknya dari belakang tetapi sialnya Kai menahan kedua lenganku, Aku terus meronta tetapi gagal. Sudah jelas, Kekuatan namja jauh lebih kuat di banding yeoja. Melihat Baekhyun menoleh dan tersenyum simpul membuat hatiku terasa tersayat, Ia tak boleh mengorbankan nyawanya demi diriku! Tidak boleh!!.

 “Penawaran yang bagus Byun Baekhyun tetapi sayangnya aku ingin kalian berdua yang mati..”

Heri tersenyum picik lalu mempetikkan jarinya. Kejadian selanjutnya adalah pria yang sedari tadi berjaga di belakang Baekhyun memukul Baekhyun dengan balok kayu hingga akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Darah mendesak keluar dari luka di kepalanya. Membuat diriku seakan terkena serangan jantung.

 “Kalian semua JAHAT!! TAK BERPERIKEMANUSIAAN!! KALIAN-”

 “DIAM!!”

Tiba – tiba sosok Randy Hardian muncul dan membungkam mulutku. Ini benar – benar gila, Mereka tak punya hati!. Karna rasa emosiku yang terlanjur meledak tanpa sadar rahangku mengeras dan mataku tak henti – henti nya melayangkan tatapan membunuh pada Heri, Bersamaan dengan sebuah ide melintas di kepalaku.

 “AAAKKHH!!”

Itu jeritan Randy Hardian, Setelah telapak tangannya ku gigit dengan kuat dan dalam. Melihatnya langsung berteriak dan menjauh membuatku puas, Terlebih saat telapak tangannya berdarah dan bengkak. Rasakan! Jangan pernah melawan wanita.

 “Cukup berani juga dirimu..” Sebuah suara terdengar di gendang telingaku, Ku torehkan kepalaku dan mendapati Kai tersenyum lembut kearahku. Percis seperti di sekolah saat ia membantuku mencari Baekhyun. Jujur saat itu sedikit terpesona hingga aku lupa jika Kai musuhku.

 “Dasar penipu!!” Ku semprot dua kata itu penuh dengan kekesalan, Dasar bermuka dua. Namun detik selanjutnya yang terjadi sungguh di luar dugaan. Kai mendorongku dan mengeluarkan sebuah pistol dari balik jaket yang ia kenakan, Dengan cepat ia menyuruhku tiarap dan menembak seluruh anak buah Heri secara bruntal. Aku menjerit saat melihat Randy Hardian tumbang dengan sebuah tembakan di dada kirinya.

 “BAWA BAEKHYUN KELUAR DAN CARI BANTUAN!!” Aku mengangguk walaupun Kai tak bisa melihatnya. Bahkan aku sudah lupa bahwa ia adalah musuhku sebelumnya, Kejadian ini benar – benar membuangku pusing. Tak mau terlarut akan pemikiran dengan cepat aku berlari kearah Baekhyun dan berusaha membawanya keluar. Badannya berat dan itu membuat diriku kesulitan untuk mencapai pintu. Tanpa ku sadari sosok Heri sudah berada di belakangku, Dengan gerakan cepat ia mencengkram kepalaku dengan kuat. Aku menjerit saat pistol itu di acungkan ke kepalaku.

 “JIKA KAU TAK INGIN DIA MATI, BERHENTI!!” Kai menoleh dan menatapku dengan tatapan Kecewa, Ia pasti kecewa karna aku tak melaksanakan perintahnya dengan baik.

Tetapi dari itu semua ada rasa lega yang menyeruak ke dalam hatiku, Kai berhasil membunuh seluruh anak buah Heri sehingga yang tersisa hanyalah diriku, Heri, Baekhyun dan Kai. Sosok Heri menyandraku dengan pistol dan Kai yang mengacungkan pisau tersebut ke arah Heri. Cukup menegangkan. Dan yang bisa ku lakukan hanyalah menangis, Wanita memang lemah pada dasarnya.

 “Aku tak menyangka ada yang BERKHIANAT..” Ejek Heri dengan penekanan di salah satu katanya, Ku lirik sekilas kearah Kai, Dia nampak tak peduli sama sekali dengan perkataan Heri.

 “Jujur saja Pak tua, Aku sudah bosan membunuh orang. Terlebih korbannya kali ini seumuran denganku, Aku tak tega..” Terbesit rasa bersalah dalam pandangan Kai kearahku dan Baekhyun. Tetapi aku mendapatkan fakta yang cukup mengejutkan, Jadi Kai seorang pembunuh bayaran!?.

 “Oh, Jadi kim Jongin sudah bertobat?? Haha, Dosa mu tak akan di ampuni bodoh!” Entah

kenapa hatiku terasa sakit saat mendengar perkataannya. Itu sudah keterlaluan, Heri memang tak punya hati.

 “Jadi saksikanlah kedua orang ini-”

BRUG!!

Mataku terbelalak saat tubuh Baekhyun tiba – tiba bangkit dan melayangkan pukulan tepat di wajah Heri, Namja itu terhuyung ke belakang karna terkejut dan tak sengaja melempar pistolnya keatas, Mendapat kesempatan Baekhyun pun meraih pistol dan menarik pelatuknya lalu aku pun berteriak,

 “OPPA KAU BUKAN PEMBUNUH!!”

DORR!!

Lagi – lagi aku berteriak saat darah menyembur keluar dari kepala Heri, Pemandangan yang meyakinkan bahwa Heri pasti tewas. Aku menangis dan menutup mataku tak kaut melihat pemandangan tersebut, Tetapi ada sesuatu yang ganjal, Bukan Baekhyun yang menembak lantas siapa?.

 “Jangan pernah ragu membunuh seseorang..” Dia Kai!

Ku buka kelopak mataku dan melihat Baekhyun dan Kai sedang saling tersenyum, Tangisku pecah mengetahui fakta bahwa nyawaku dan Baekhyun sudah aman. Kami berhasil melewati malam mengerikan ini, Kami berhasil!! Dan secara bersamaan aku pun berhambur kepelukan Baekhyun. Batinku yang masih terlalu shock membuat air mataku terus mengalir. Tetapi berkat rasa hangat yang mengalir atas sentuhan Baekhyun membuat diriku merasa lebih baik.

 “Saranghae Oppa..”

 “Nado Saranghae Saeng..”

Di saat kami di landa haru tiba – tiba Kai berdeham pelan, Aku pun melepaskan pelukan dan melirik Kai dengan senyuman yang amat manis. Diriku hampir saja lupa bahwa ia pahlawan bagi kami. Maka tanpa ku sadari aku berlari kearahnya dan mencium pipinya sekilas. Membuat suasana canggung langsung menyeruak saat giliran kami berpelukan erat. Lagi – lagi aku menangis.

 “Terimakasih Kai..” Seruku seraya melepaskan pelukannya dan menatapnya dalam, Kai pun tersenyum dan membelai rambutku pelan.

 “Ini juga berkat kalian, Melihat hubungan saudara kau dan Baekhyun yang begitu kuat aku tak mungkin melakukan ‘Hal Itu’. Sudah cukup aku menderita karna rasa bersalah setelah membunuh seseorang dan sekarang aku ingin bertaubat!”

 “Itu baru pria sejati!” Celetuk Baekhyun yang mengundang kekehan kecil dariku.

 “Yasudah, Mari kita cari bantuan..”

Saling bertautan tangan, Kami pun meninggalkan tempat bersejarah yang kelam seumur hidup..

~*~*~

2 BULAN KEMUDIAN

Hari minggu, Cuaca cerah nan damai. Tak terasa kejadian itu sudah berlalu 2 bulan lamanya, Rasa trauma masih sedikit berbekas di hati walaupun tak semuanya merubah kepribadian hidupku tetapi ada satu yang paling menonjol. Mulai sekarang aku tak akan pernah bersikap egois di depan Baekhyun. Semenjak kejadian itu kami berdua mulai hidup melengkapi satu sama lain. Tak ada rasa marah, Gengsi maupun sedih karna satu hal. Cinta. Bahkan di sekolah kami menjadi adik kakak paling romantis, Cukup menggelikan namun senang.

 “Hyena..” Diriku yang tengah sibuk memandang langit melalui balkon jendela menoleh saat mendengar suara yang sangat familiar di benakku. Seraya tersenyum aku pun berbalik dan menyambut Baekhyun dengan sebuah pelukan hangat. dan kami merasa semakin hangat saat Baekhyun membalas pelukannya. Setelah beberapa saat dalam keadaan seperti ini akhirnya Baekhyun melepaskan pelukannya. Seusai mengecup dahiku pelan ia menuntunku ke ranjang.

 “Ada apa Oppa?” Tanyaku masih dengan senyuman.

 “Aku ingin kita membahas soal kejadian 2 bulan yang lalu. Kau tak keberatan’kan?” Jujur senyumku langsung memudar saat itu, Tetapi dengan cepat aku merubahnya karna tak ingin Baekhyun kecewa dengan reaksiku. Sembari tersenyum aku anggukan kepalaku.

 “Kita mulai dari awal ya? Munculnya Randy Hardian. Apa pendapatmu?” Tanpa sadar kepalaku langsung mendongak dan menatap langit – langit kamar, Pikiranku sedang menerawang.

 “Saat aku tahu ada murid baru seorang namja aku sempat takut, Tetapi mengetahui dia dari Indonesia ada daya tarik sendiri bagiku. Tetapi setelah mengetahu sikapnya aku langsung membencinya..” Penjelasanku di akhiri dengan kekehan saat melihat Baekhyun mendecak lidah lantas tersenyum maklum.

 “Oppa sendiri kenapa marah saat di kantin?” Mendengar pertanyaanku mata Baekhyun terlihat berbinar entah kenapa.

 “Dulu aku sengaja memanggilmu Hyena agar semua orang mengenalmu Hyena bukan Taeyeon. Kenapa? Heri lah jawabannya, Ia mengincar kita sedari dulu. Untuk menutupi identitasmu maka ku ubah nama panggilanmu. Tetapi tak ku sangka kau dengan mudah memberitahunya dengan Randy murid baru, Karna sudah ketahuan maka aku bilang jika kita bukan bersaudara..” Aku hanya mengguman tanda mengerti setelah Baekhyun bercerita, Jadi sedari dulu kami sudah di incar? Kenapa Baekhyun tak mengatakannya?.

 “Lantas kenapa Oppa merahasiakannya?” Sergahku cepat dan sekarang raut wajahnya sedikit berubah menjadi lebih sendu. Baekhyun melayangkan tatapan maaf padaku.

 “Ayah yang melarangnya. Ia tak ingin kau tertekan dengan adanya pembunuh dingin yang siap mengincar nyawa kita kapan saja..” Baekhyun menunduk menyembunyikan wajahnya. Aku tersenyum tipis lantas mengelus rambutnya pelan. Aku tak ingin ia terlarut dalam rasa bersalah. Maka dengan cepat ku hibur dirinya.

 “Sudahlah Oppa, Semuanya sudah berlalu..” Ujarku lembut berusaha membuatnya mendongak, Tepat setelah ia mendongak setetes air mata jatuh tepat mengenai telapak tanganku. Oh tidak, Jangan menangis.

 “Uljima..”

 “Aku tahu, Maaf.” Ku anggukan kepalaku secara berlebihan agar ia yakin jika diriku sudah benar – benar memaafkannya. Walau terlihat aneh Baekhyun pun menyeka air matanya lalu menyimpulkan senyuman.

 “Baiklah, Ada yang ingin ku tanyakan pada Oppa. Bagaimana caranya Oppa bisa di culik saat itu?” Jujur saat ini jantungku berdetak di atas normal saat melihat ancang – ancang Baekhyun siap berbicara.

 “Jadi saat Oppa ke kantin, Oppa bertemu dengan Kai dan ia membisikkan sesuatu padaku. Ia bilang aku harus ke taman belakang sekarang, Dia bilang Chanyeol ingin bertemu. Karna Oppa tak mempunyai prisangka buruk maka setelah membeli air mineral ku sempatkan pergi ke taman belakang. Tetapi yang terjadi tak ada siapa – siapa di sana, Malah sesuatu yang tumpul mengenai tengkuk Oppa hingga akhirnya tak sadarkan diri dan.. Begitulah..”Oh, Pantas saja saat aku memeluk Baekhyun saat itu tengkuknya terlihat membiru. Jadi mereka yang melakukannya? Hah, Benar – benar kejam.

 “Kau sendiri, Kenapa datang?” Aku hanya mampu meringis saat Baekhyun menjitak kepalaku pelan.

 “Setelah pulang sekolah, Pada malam harinya ada sebuah pesan datang padaku. Pesan yang berisi ancaman Oppa akan di bunuh jika aku tak datang. Tak tahu’kah begitu khawatirnya diriku!? Aku bahkan kabur dari rumah, Aku-”

 “Cukup. Jangan bahas itu lagi, Sangat menyayat hati..” Perkataan ku terpotong karna seruan Baekhyun yang tiba – tiba. Refleks aku menoleh dan menatapnya iba, Mungkin saat aku bercerita ia lagi – lagi merasa bersalah. Uh.. Maafkan aku Oppa. Tetapi yang terpenting sekarang adalah kita semua sudah bebas dari kejahatan yang mengintai dari luar sana. Maka secara bersamaan ku peluk Baekhyun Oppa penuh kasih sayang, Aku tak ingin ada seorang pun di dunia ini yang melukainya.

 “Berjanjilah kau tak akan meninggalkan Oppa sampai kapan pun..”

 “Aku janji..”

Tangis kami berdua pun pecah, Bersamaan dengan semilir angin yang mengalir. Hari yang menyenangkan..

TAMAT

Advertisements

35 comments on “[FREELANCE] Oppa & I (Oneshoot)

  1. seru banget thor
    sayang ya cuma saudara, aku kira baek bukn anak kandung. terus mereka jadian hehe
    tapi keren kok thor 👍

  2. awalnya agak bosen bacanya tapi pas bagian Pertengahannya jadi keren salut deh ama persaudaraan BaekYeon. bahasanya mohon diperbaiki thor mendingan pake kata eoma(ibu) and appa(ayah)
    hehehe mianhae thor banyak kritik, sekian terima kasih

  3. Seandainya punya saudara kayak Baekhyun… seru sih ceritanya!! Tapi cuma sekedar Brother and Sister. Tapi keren banget ceritanya saat Kai bantuin Baekyeon!!Gak bosen baca ff ini

  4. Sebenarnya bagus tpi aku rada gak sreg klau nama pemainnya bkn dri kalangan artis kpop atau nama korea, gak tau rasanya gk bisa ngebayangin dan gk dalet feelnya gitu.
    Tapi at all ini udh bgs kok. Sorry ya kalau sarannya kurang bagus dan klau gk setuju. Itu cmn saran dari aku aja sih. Fighting!!

  5. keren bgd saeng…
    kirain mreka bukan saudra kandung…
    awalnya bingung krn mrga mreka awlnya byun trs kdg jd kim…
    dtggu project slnjutnya..
    fightaeng!!!

  6. awalnya binggung ma jalan ceritanya, tapi lama2 seru n keren.
    tapi kasian banget, gara2 ayahnya mereka yang jadi korban….😭

  7. astajim
    nie cerita horror binggo
    ngeri gua bacanya
    tp daebakk,,,
    ceritanya kreatif aku suka
    hehehe cuman aku gk sk castnya yg kebanyakan pakek nama orng indo, jd agk aneh gtu
    tp ff nya tetep bgus kok
    keep writing and fighting 🙂
    ditunggu ff yg lain

  8. Happy ending yeeeyyy,so sweet bgt,aku Suka bgt Ana ceritanya,, keren,, misterius…kreatif author,,, ini beda dr ff yg kebanyakan 💗💗💗

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s