[FREELANCE] A Thousand Love (Oneshoot)

TITLE : A THOUSAND LOVE [Oneshoot]

Created by. Kakak Peri

Main cast :

– Kim Tae Yeon

– Cho Kyu Hyun

Support Cast :

– Byun Baek Hyun

Rated : PG – 16

Genre : Marriage Life

Lenght : Oneshoot

Sudah genap dua tahun usia pernikahan Kyuhyun dan Taeyeon, namun keduanya belum juga dikaruniai buah hati.

Sore ini mereka baru saja selesai menata ulang tempat tinggal mereka yang terletak tepat diatap Cafe dan Mini Market milik Kyuhyun. Rumah mereka baru selesai direnovasi dan halaman rumahnya dipercantik. Itu semua atas keinginan Taeyeon. Taeyeon ingin dihalaman rumahnya dialasi dengan rerumputan hijau serta didirikan gazebo yang berukuran tidak terlalu besar untuk sekedar bersantai sembari menghirup udara segar.

“Kenapa panas sekali…” gumam Taeyeon sembari mengelap keringat dilehernya dengan punggung tangannya. “Sayang, apa kau sudah menghubungi teknisi AC untuk membetulkan AC dirumah kita? Sekarang sudah memasuki musim panas. Sebaiknya kau membeli AC baru. Akhir-akhir ini AC dirumah kita sering macet,” ujar Taeyeon yang tengah duduk beristirahat disofa ruang keluarga

“Jika AC nya masih bisa berfungsi kenapa harus membeli yang baru,” tutur Kyuhyun sembari membawakan segelas air es untuk istrinya yang tengah merasa kepanasan.

“AC itu sudah terlalu tua, sudah tidak berfungsi dengan baik, jadi sebaiknya kau beli yang baru,” ucapnya seraya meneguk air es yang tadi Kyuhyun bawakan untuknya. “Nyalakan kipas anginnya,” perintah Taeyeon pada suaminya.

“Oh~ baiklah, sayang.” Kyuhyun menyalakan kipas anginnya. “Aigo~ kau sangat berkeringat…” ucap Kyuhyun seraya menyeka keringat dikening Taeyeon.

“Aku sudah tidak tahan, sepertinya berendam sebentar akan membuat tubuhku segar…” ujar Taeyeon.

“Berendam bersama?” goda Kyuhyun.

“Tidak!”

“Kenapa?”

“Tidak mau! Kali ini jangan mengganggu kesenanganku! Aku tahu isi kepalamu, niatmu bukan untuk sekedar ingin berendam, kan. Dasar mesum!” ujar Taeyeon sembari mengambil langkah cepat menuju kamar mandi dan segera mengunci pintunya sebelum Kyuhyun menerobos masuk.

Kyuhyun tertawa geli melihat tingkah istrinya.

***

Malam harinya.

Kyuhyun baru selesai memasak makan malam, ia sedang mencoba resep baru yang diajarkan Chef yang bekerja di Cafe nya. Ia membuat pasta jamur yang diberi taburan udang kecil dan potongan gurita sebagai topingnya.

Kyuhyun menyimpan kedua piring yang sudah berisi pasta jamur diatas meja makan.

“Woaa, kelihatanya sangat lezat…” ujar Taeyeon antusias, wanita itu sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan suaminya.

“Cobalah…”

Taeyeon memasukan sesendok pasta jamur kedalam mulutnya lalu mengunyahnya sembari menikmati rasa yang creamy dari pasta jamur buatan suaminya itu.

“Hmm~ ini sangat enak… kau hebat, sayang. Keahlian memasakmu semakin meningkat.”

“Benarkah?”

Taeyeon mengangguk seraya kembali melanjutkan makannya.

Kyuhyun tersenyum senang, mendengar komentar pujian dari istrinya.

Namun pada suapan ketiga, tiba-tiba Taeyeon merasakan mual yang luar biasa, ia kemudian berlari menuju washtafle didapur dan memuntahkan isi perutnya, disusul Kyuhyun, lelaki itu memijat-mijat leher Taeyeon, membantu wanita itu memuntahkan isi perutnya. Setelah selesai, Taeyeon berkumur. Kini wajah Taeyeon terlihat sembab.

“Ada apa?? Apa rasa pastanya aneh?” tanya Kyuhyun yang khawatir jika pasta buatannya yang membuat Taeyeon muntah.

“Tidak, tidak. Rasa pastamu enak, sangat enak, sungguh. Namun akhir-akhir ini aku sering merasa pening dan mual.”

“Apa karena bau amis seafoodnya yang membuatmu mual?”

“Tidak, bukan karena itu. Percayalah, bukan karena masakanmu. Mungkin akhir-akhir ini aku kelelahan… Kau sendiri mengetahuinya akhir-akhir ini aku sering tidur terlambat…”

“Kalau begitu sekarang lebih baik kau beristirahat…”

Taeyeon menganggukan kepalanya.

Kyuhyun mengantar istinya menuju kamar.

“Aku akan buatkan teh jahe untuk menetralisir rasa mual mu,” ujar Kyuhyun.

Taeyeon mengangguk kemudian ia membaringkan tubuhnya ditempat tidur.

Beberapa menit berselang, Kyuhyun kembali masuk kedalam kamar sembari membawa teh jahe untuk istrinya. Namun tampaknya wanita itu sudah terlelap dalam tidurnya, alhasil Kyuhyun menyimpan teh jahe buatannya diatas nakas disamping tempat tidurnya.

“Benar… kau tampaknya benar-benar kelelahan. Hanya ku tinggal beberapa menit kau sudah tertidur pulas,” gumam Kyuhyun seraya mengecup lembut kening Taeyeon. “Selamat tidur, sayang…” lanjutnya sembari menarik selimut ketubuh Taeyeon.

***

Siang itu… didalam kamar mandi, Taeyeon tengah memandang sebuah test pack yang ia pegang dengan perasaan gusar.

Ia curiga, rasa pening dan mual yang akhir-akhir ini sering muncul mungkin saja karena Taeyeon tengah mengandung. Dan….. benar saja, test pack itu memunculkan dua garis menandakan si pemiliknya positif hamil.

Taeyeon hampir meloncat kegirangan. Ia tersenyum sangat lebar, setelah dua tahun lamanya Taeyeon dan Kyuhyun dibuat menunggu, akhirnya rahim Taeyeon berisi janin hasil buah cinta mereka.

***

“Sayang…!” seru Kyuhyun ketika ia masuk kedalam rumahnya.

Taeyeon keluar dari kamar ketika mendengar suara suaminya, ia melirik jam dinding diruang keluarga. Waktu menunjukan pukul 16.00 KST.

“Kenapa sudah pulang?” tanya Taeyeon yang heran melihat suaminya sudah ada dirumah, biasanya suaminya pulang pukul 20.00 KST, satu jam sebelum cafenya ditutup.

Kyuhyun duduk bersandar disofa ruang keluarga.

“Aku sedang ingin pulang cepat. Urusan Cafe aku serahkan pada Baekhyun…”

“Tapi aku belum memasak apa-apa untuk kau makan,” ujar Taeyeon.

“Tidak apa-apa, lagi pula aku belum merasa lapar.”

Taeyeon berjalan mendekati Kyuhyun yang tengah duduk bersandar disofa. Wanita itu melebarkan kakinya, satu kakinya ia langkahkan lewati kedua kaki Kyuhyun lalu duduk dipangkuan Kyuhyun dan melingkarkan kakinya di pinggang lelaki itu, lalu tersenyum sangat manis.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun yang terkejut dengan tingkah istrinya yang mendadak genit.

Taeyeon mengedikan bahunya sembari menampakan senyum terbaiknya.

“Kau sedang menggodaku?” tanya Kyuhyun lagi.

“Tidak…”

“Lalu?”

“Hm… aku punya kejutan untukmu…” ujar Taeyeon tanpa memudarkan senyum manisnya sedikitpun.

“Apa?”

“Tebaklah…”

“Eiy~ kau ingin mengajaku bercinta? Yang benar saja, masih terlalu siang melakukan itu. Tapi sepertinya itu tidak buruk, kita selalu melakukannya dimalam hari, jika kau memaksa, ya… apa boleh buat, aku tidak mungkin menolaknya.”

‘Tak’

Sebuah pukulan dari tangan mungil Taeyeon mendarat dikepala Kyuhyun dan berhasil membuat lelaki itu mengaduh kesakitan.

“Bukan itu. Aigo! Kenapa aku mau menikah dengan lelaki mesum sepertimu,” ujar Taeyeon.

“Lalu apa?? Jika kau bersikap genit seperti ini tentu mengundang pikiran mesumku..”

Taeyeon tertawa geli, kemudian merogoh saku celana pendeknya dan menyerahkan sebuah test pack lengkap dengan hasilnya pada Kyuhyun.

Kyuhyun terbelalak menatap test pack ditangannya, lalu menatap Taeyeon yang masih duduk dipangkuannya dengan tatapan berbinar.

“Kau hamil?”

Taeyeon mengangguk dengan semangat sembari tersenyum.

“Aigo!! Aku akan segera menjadi ayah. Oh.. terima kasih, sayang…” ucap Kyuhyun meraih wajah Taeyeon dengan kedua tangannya, lalu mendaratkan bibirnya di bibir mungil Taeyeon, melumatnya dengan lembut saling menyalurkan kebahagian yang tengah mereka rasakan.

***

Tak terasa waktu bergulir dengan cepat, kini kandungan Taeyeon genap berusia 6 bulan.

“Baekhyun-ah…” panggil Taeyeon pada pegawai cafe milik suaminya setengah berbisik.

“Oh, nuna,” sahut lelaki tampan bernama Byun Baek Hyun itu.

“Ssstt… pelan-pelan… apa Kyuhyun oppa berada disini?” tanya Taeyeon hati-hati.

“Tidak ada, tadi Hyung pergi ke toko elektronik,” jawab Baekhyun

“Bagus…” gumam Taeyeon. “Tolong buatkan aku jus strawberi yogurt.”

“Mhm.. baik nuna”

“Kalau begitu, aku tunggu dirumah ku, nanti kau antarkan kesana, hm?”

“Aku mengerti…”

“Aigo, Baekhyun-ku baik sekali, terima kasih,” ujar Taeyeon sembari mengusap kepala Baekhyun kemudian berlalu meninggalkan cafe milik suaminya dan kembali kerumah, menanti pesanannya datang.

Begitu seterusnya, Taeyeon sangat menyukai jus strawberi yang dicampurkan dengan yogurt, ia sering memesan minuman seperti itu pada Baekhyun tanpa sepengetahuan Kyuhyun.

Hingga suatu saat Baekhyun baru saja sampai dirumah Kyuhyun untuk mengantarkan pesanan Taeyeon, Kyuhyun datang…

“Baekhyun-ah..” ucap Kyuhyun.

“Oh, hyung.”

“Apa yang kau lakukan disini? Di cafe pelanggan mengantri. Dan apa yang kau bawa?” tanya Kyuhyun menyelidik ketika melihat sebuah cup minuman di tangan Baekhyun.

Taeyeon segera mengambil cup minuman itu ditangan Baekhyun, membuat Kyuhyun mengalihkan tatapannya pada Taeyeon.

“I-ini… milikku. Baekhyun kau boleh pergi,” ucap Taeyeon.

“Tunggu,” ucap Kyuhyun pada Baekhyun “Bisa kau jelaskan apa yang kau bawa untuk Taeyeon?” lanjutnya menatap Kyuhyun dengan tatapan serius.

“Jangan memarahi Baekhyun, aku yang menyuruhnya membawa minuman ini untukku,” ujar Taeyeon pada suaminya. “Kau boleh kembali bekerja, Baekhyun,” lanjut Taeyeon.

“Tidak. Tetap disini, Baekhyun. Aku belum selesai bicara,” ujar Kyuhyun, kemudian ia mengambil cup minuman dari tangan Taeyeon dan melihat isinya, lalu menyicipinya.

“Ini terlalu asam untuk wanita hamil,” ujar Kyuhyun. “Baekhyun-ah, jika istriku memesan ini lagi, jangan dibuatkan, kau mengerti.”

“Baik, hyung. Aku mengerti. Maafkan aku…”

“Kau boleh kembali bekerja,” ucap Kyuhyun dan pintu rumah Kyuhyun pun tertutup seiring dengan kepergian Baekhyun.

“Kau baru saja mempermalukanku, Cho Kyu Hyun!” ucap Taeyeon kesal.

Kyuhyun tak menjawab, lelaki itu menyimpan cup minuman diatas meja, lalu menatap istrinya yang masih terlihat kesal.

“Kau tidak ingat. Dokter bilang kandunganmu lemah jadi kau tidak boleh terlalu banyak memakan atau meminum minuman yang asam, memakan makanan pedas dan instan. Kau pasti sering memesan minuman seperti itu pada Baekhyun, benar, kan?”

“Kau benar! Tapi tidak seharusnya kau mempermalukanku seperti tadi didepan pegawaimu.”

“Aku tidak bermaksud seperti itu.”

Taeyeon yang masih merasa kesal masuk kedalam kamar tanpa menghiraukan perkataan suaminya.

Kyuhyun menghela nafas berat dan mengacak rambutnya frustasi sebelum akhirnya berjalan mengikuti istrinya masuk kedalam kamar.

Taeyeon membaringkan tubuhnya dengan wajah cemberut. Kyuhyun berjongkok dihadapan Taeyeon, menatap wanita itu.

“Baiklah, sayang… maafkan aku, hm?”

Taeyeon tetap diam, ia tak mengindahkan permintaan maaf suaminya.

Kyuhyun memutar otak untuk membujuk istrinya. Akhir-akhir ini Taeyeon menjadi sangat sensitif, mungkin karena ia sedang mengandung. Kyuhyun ingat, ibunya pernah bilang jika wanita sedang hamil perasaannya akan sangat sensitif, jadi Kyuhyun harus berusaha mengerti perasaan Taeyeon dan harus lebih bersabar.

“Kau pasti belum makan siang, kau mau ku buatkan pasta jamur, hm?”

“Tidak mau!”

“Kau tidak makan dengan teratur, kau tega mambiarkan bayi kita kelaparan?” bujuk Kyuhyun

“Apa hanya pasta yang bisa kau buat?! Aku ingin makan tapi tidak dengan pasta!”

“Kau ingin makan apa?”

“Tapi kau harus berjanji kau akan memberikan makanan itu untukku…”

“Hm… baiklah…” ucap Kyuhyun meski ragu.

“Aku ingin makan tteokbokki.”

“Astaga… itu makanan pedas, kau tidak boleh makan itu.”

“Tapi aku ingin makan tteokbokki…” rengek Taeyeon.

“Tidak.”

“Oppa~~”

“Tidak.”

“Kalau begitu buatkan aku ramyeon. Kita masih punya banyak persediaan ramyeon instan, kan?”

“Ya Tuhan, kau tidak boleh memakan makanan instan.”

“Ish! Kau menyebalkan, Cho Kyu Hyun!” omel Taeyeon.

“Kalau ku buatkan hwangtae gui bagaimana?”

“Tidak mau!”

“Bokkumbap?”

“Aish~! Lupakan! Aku sudah hilang selera,” ujar Taeyeon kesal sembari menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Sayang, kau harus makan…”

***

Malam ini Kyuhyun dan Taeyeon baru saja pulang dari super market untuk membeli bahan makanan yang habis. usia kandungan Taeyeon sudah menginjak 8 bulan. Akhir-akhir ini wanita cantik itu sering mengeluh pegal-pegal pada kakinya.

“Biar aku yang membereskan bahan makanan ini, kau masuklah kamar lebih dulu,” ucap Kyuhyun pada istrinya.

*

Setelah membersihkan wajah, menggosok giginya, serta mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, Taeyeon naik keatas tempat tidur, ia duduk bersandar sembari meluruskan kedua kakinya. Kakinya terasa sangat pegal, rasanya seperti Taeyeon baru saja berjalan mendaki gunung, padahal ia hanya berjalan disekitaran super market untuk memilih bahan makanan. Ia memijat-mijat kakinya sendiri dengan pelan. Tak hanya itu, akhir-akhir ini Taeyeon juga sering merasakan mulas.

Kyuhyun yang baru saja selesai mengganti pakaiannya, naik keatas tempat tidur dan suduk disamping istrinya.

“Kakimu pegal lagi?” tanya Kyuhyun

Taeyeon mengangguk.

“Aigo~ tadi sudah ku bilang, biar aku saja yang belanja bahan makanan, tapi kau bersikeras untuk ikut,” ujar lelaki tampan itu sembari mengacak rambut istrinya.

“Mana mungkin aku membiarkanmu belanja bahan makanan sendiri, dulu kau pernah melakukannya tapi apa yang terjadi, kau malah membeli banyak bahan makanan yang tidak kita butuhkan.”

Kyuhyun menampakan cengiran khasnya ketika mengingat apa yang dikatakan Taeyeon. Ia ingat, saat pulang berbelanja Taeyeon mengomelinya tanpa henti karena menganggap Kyuhyun menghambur-hamburkan uang, karena Taeyeon tak terbiasa membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan, wanita itu sangat pintar menghemat dan mengatur keuangan.

“Berbaringlah…” perintah Kyuhyun pada Taeyeon sembari mengambil botol kecil dari laci nakas disamping tempat tidurnya, kemudian meletakan kaki Taeyeon dipangkuannya.

“Kau mau apa?” tanya Taeyeon.

“Memijat kakimu, sayang.”

“Aigo~ suamiku baik sekali.”

“Aku tak tega melihat kau sering merasa pegal, paling tidak ini yang bisa kulakukan untuk meringankan beban istriku yang sedang mengandung.”

“Oh, baiklah.. sering-seringlah melakukan ini.”

“Dengan senang hati, kau akan selalu bisa mengandalkanku,” ujar Kyuhyun sembari tersenyum. “Aigo~ kenapa istriku semakin hari semakin sexy dengan perutnya yang semakin membuncit,” puji Kyuhyun sembari mengoleskan cairan dari botol kecil itu ke kaki Taeyeon lalu memberi pijatan ringan di kaki istrinya itu.

“Sayang…”

“Hm?” sahut Kyuhyun.

“Kau tahu, meski terkadang mulutmu itu sangat cerewet dan membuatku sebal, tapi aku merasa sangat beruntung memiliki suami sepertimu.”

Kyuhyun tersenyum.

“Aku cerewet demi kebaikanmu,” ujar Kyuhyun.

“Aku tahu… terima kasih…”

Selesai memijat kaki Taeyeon, ia membaringkan tubuhnya dan menatap istrinya sembari tersenyum.

“Aku juga sangat berterima kasih padamu, karena setelah sekian lama kita menantikan buah hati, kau berhasil mewujudkannya. Dan terima kasih atas kesabaranmu mengandung calon anak kita… aku mengerti, mengandung dan melahirkan itu tidak mudah. Kau membuatku semakin mencintaimu, kau tahu…” ujar Kyuhyun

Taeyeon tersenyum. “Baguslah… itu artinya aku tak perlu khawatir suamiku melirik wanita lain yang lebih cantik dariku.”

“Tidak ada alasan untuk melirik wanita lain selain dirimu. Kau wanita paling cantik yang pernah kutemui. Kau boleh membunuhku jika kau memergokiku melirik wanita lain.”

“Aigo~ kau sangat menggemaskan, Tuan Cho,” ujar Taeyeon sembari mengecup bibir suaminya dengan gemas.

***

Keesokan harinya, Taeyeon sedang menyiapkan pakaian untuk suaminya yang saat ini sedang mandi dan bersiap untuk ke Cafe. Namun sejak bangun tidur Taeyeon merasa perutnya mulas dan sekarang rasanya semakin menjadi.

Taeyeon menyandarkan tubuhnya dilemari sembari memegangi perutnya, kini tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dingin, Taeyeon benar-benar tengah merasa gelisah dengan sakit yang tidak wajar ini.

“Oh… apa ini sudah waktunya?” gumam Taeyeon, “Tapi usia kandunganku masih 8 bulan. Oh Ya Tuhan…”

“Sayang… kakimu,” ujar Kyuhyun ketika ia keluar dari kamar mandi dan mendapati darah yang mengucur di kaki Taeyeon.

Taeyeon menunduk untuk melihat kakinya.

“Oppa… kenapa ada darah??” ujar Taeyeon panik.

Kyuhyun segera menopang tubuh istrinya yang mulai limbung dan hampir terjatuh.

***

Kini Kyuhyun dan Taeyeon sudah berada dirumah sakit, tadi saat Taeyeon mengalami pendarahan Kyuhyun segera menelepon rumah sakit untuk mengirim ambulan. Urusan cafe Kyuhyun serahkan pada Baekhyun, orang kepercayaannya.

“Maaf tuan, anda tidak ikut bisa masuk,” ucap seorang perawat.

“Oppa……” ucap Taeyeon, wajahnya menyiratkan ketakuan dan kekhawatiran yang luar biasa. Ini pengalaman pertama bagi Taeyeon, dan tentu saja terasa menakutkan karena ia mengalami pendarahan dan harus melahirkan bayi prematur.

“Kau pasti bisa, sayang. Bertahanlah…” ucap Kyuhyun menguatkan Taeyeon sebelum akhirnya Taeyeon dibawa keruang bersalin oleh beberapa perawat.

Dokter menyarankan Taeyeon melahirkan secara caesar.

***

Setelah beberapa jam menunggu akhirnya proses persalinan berjalan cukup lancar, meski sempat mengalami pendarahan. Karena fisik dan kandungan Taeyeon lemah, ia belum sadarkan diri, tapi bayi-nya lahir sengan selamat. Dokter telah menyimpan bayi laki-laki itu didalam inkubator.

kyuhyun sendiri belum bisa menggendong bayi laki-lakinya karena bayi itu masih begitu lemah, ia hanya mampu melihat buah hatinya dari luar.

“Syukurlah, meski prematur kau lahir dengan selamat. Tapi ayah belum bisa tenang karena ibumu masih belum sadarkan diri. Dokter bilang kondisinya masih sangat lemah karena baru saja melewati masa kritis…” gumam Kyuhyun, setelah puas melihat bayi laki-lakinya ia berjalan menuju ruang ICU tempat Taeyeon dirawat.

Kyuhyun menatap iba istrinya yang terbaring lemah tak sadarkan diri dengan selang infusan yang menusuk lengan kanannya dan sebuah alat bantu oksigen yang terpasang menutupi hidung dan mulut wanita cantik itu, matanya terpejam begitu damai.

Kyuhyun mengecup kening Taeyeon sebelum akhirnya duduk disamping wanita cantik itu.

“Pasti sangat sulit mempertaruhkan nyawa demi melahirkan seorang bayi… Aku berjanji tidak akan pernah berhenti mencintaimu, aku berjanji… maka bangunlah, jangan tidur terlalu lama… kau harus melihat betapa lucu dan mungilnya bayi laki-laki kita. Kau harus memberinya nama terbaik..” ujar Kyuhyun dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “Bangunlah sayang…” lanjutnya sembari mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang

***

Dua hari berlalu, Taeyeon belum juga sadarkan diri. Membuat lelaki tampan bernama Cho Kyu Hyun itu murung dan enggan meninggalkan istrinya yang masih terkulai lemah, ibunya dan ibu Taeyeon sudah membujuk Kyuhyun untuk pulang dan beristirahat dirumah, tapi Kyuhyun bersikeras untuk tetap berada disamping Taeyeon.

“Bangunlah sayang, apa kau tidak merindukanku? Apa kau tidak ingin melihat bayi yang baru kau lahirkan, kumohon bangunlah… jangan tidur terlalu lama, kau membuatku khawatir..” gumam Kyuhyun.

*

Waktu menunjukan pukul 16.00 KST

Kyuhyun yang sejak tadi duduk disamping Taeyeoen terlelap, ia menggunakan kedua lengannya yang ia lipat disamping tubuh istrinya sebagai bantalan untuk menyangga kepalanya yang tertunduk sembari terlelap.

Mata wanita cantik yang sejak dua hari lalu itu terpejam perlahan terbuka dengan sempurna, wanita itu melirik lelaki yang tengah tertunduk disampingnya.

“Sayang…” ucapnya dengan suara yang masih parau, namun lelaki yang ia panggil dengan sebutan ‘sayang’ itu nampaknya tak mendengar. “Oppa… Kyuhyun Oppa…”

“Oh…?!” sahut Kyuhyun yang kini sudah duduk tegak meski matanya masih setengah terpejam.

“Oppa…” ucap Taeyeon sekali lagi, dan yang terakhir kali itu berhasil membuat si pemilik nama sadar sepenuhnya dan membulatkan mata menatap wanita yang sangat ia cintai itu telah bangun dari tidur panjangnya.

“Taeyeon-ah…! kau sudah bangun..” ujar Kyuhyun tampak girang sembari menggenggam tangan Taeyeon. “Syukurlah… aku sangat merindukanmu,” lanjutnya seraya mengecup punggung tangan Taeyeon.

Kyuhyun menekan tombol darurat yang ada disamping tempat tidur Taeyeon, dan beberapa menit kemudian dokter yang didampingi seorang perawat datang keruangan tempat Taeyeon dirawat, dokter itu memeriksa keadaan pasiennya. Kemudian dokter itu melepaskan alat bantu oksigen yang melekat ditubuh Taeyeon. Namun dokter belum bisa melepas jarum infus yang masih tertanjap dilengan Taeyeon, alasannya, Taeyeon masih butuh banyak cairan karena sudah dua hari ini Taeyeon tidak sadarkan diri, dokter menyuntikan cairan yang mengandung nutrisi pada infusan yang masih tertancap dilengan Taeyeon.

*

“Oppa…”

“Hm?”

“Apa bayi yang kulahirkan selamat?” tanya Taeyeon.

kyuhyun tersenyum hangat sebelum akhirnya menjawab pertanyaan istrinya.

“Tentu saja, sayang… meski bayi kita lahir prematur, dokter mengatakan kesehatan bayi kita cukup bagus…”

“Aku ingin menggendongnya…”

Pintu kamar Taeyeon terbuka, seorang perawat masuk kedalam kamar pasien tempat Taeyeon dirawat dengan mendorong sebuah inkubator yang didalamnya terdapat bayi laki-laki yang begitu mungil.

“Apa boleh aku menggendongnya?” tanya Taeyeon pada perawat yang mengantarkan bayi itu kedalam kamar Taeyeon.

“Tentu saja nyonya. Kau harus menyusuinya…” ujar perawat itu sembari menganggat bayi dari dalam inkubator dan menyerahkannya pada Taeyeon.

Taeyeon tersenyum sembari meneteskan air mata, ia terharu, bahagia sekaligus merasa takjub telah berhasil melahirkan seorang bayi.

“Kau akan beri nama apa pada jagoan kecil kita?” tanya Kyuhyun.

“Cho Jin Soo.”

“Aku setuju, itu nama yang bagus…”

***

6 bulan kemudian.

“Sayang… bisakah kau ambilkan pakaian untuk Jinsoo??” ujar Taeyeon. Wanita itu baru saja selesai memandikan bayi laki-lakinya yang kini sudah pandai mengoceh meski belum dapat dimengerti oleh orang dewasa. Jinsoo sangat suka tertawa dan murah senyum seperti ayahnya. Wajah cerahnya juga mewarisi wajah tampan ayahnya. Semua orang bilang Jinsoo adalah duplikat dari ayahnya. Cho Kyu Hyun

“Ini…” ucap Kyuhyun sembari menyerahkan sepasang pakaian bayi laki-laki pada Taeyeon. Kyuhyun tidak pernah tahan untuk tidak mencium pipi Jinsoo yang semakin chuby. “Aigo~ kenapa kau semakin menggemaskan? Ayah jadi ingin menggigit pipimu yang semakin bulat itu.” ujar Kyuhyun gemas pada Jinsoo yang tak sedikitpun memudarkan senyumannya.

“Selesai…” ucap Taeyeon seraya mengangkan tubuh Jinsoo kedalam pangkuannya. “Setelah mandi kau membutuhkan kehangatan…” lanjut Taeyeon sembari membuka kancing bajunya untuk menyusui Jinsoo. Bayi itu tampak sangat kegirangan.

“Ck! Jinsoo-ya, kau merebut bagian favorit ayah,” ujar Kyuhyun dengan nada yang dibuat seolah ia iri pada Jinsoo

Taeyeon tertawa geli mendengar ucapan suaminya.

“Kau tidak akan pergi ke cafe?” tanya Taeyeon.

“Aku ingin tetap dirumah bersama kau dan Jinsoo…”

“Kau jadi pemalas sejak aku sudah melahirkan Jinsoo.”

“Kau benar, rasanya aku tidak ingin jauh darimu dan Jinsoo. Semakin hari cintaku pada kalian semakin besar, bagaimana ini?”

“Kau kekanak-kanakan, Tuan Cho.”

“Terserah apa katamu, tapi yang kukatakan itu benar…”

“Mendekatlah,” perintah Taeyeon, dan lelaki itu menuruti perkataan istrinya untuk semakin mendekat.

Taeyeon mengecup bibir Kyuhyun, Kyuhyun tentu tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk semakin memperdalam ciuman mereka melumatnya dengan lembut, sampai beberapa saat kemudian Taeyeon menghentikan ciuman itu secara sepihak.

“Kenapa kau menghentikannya?” tanya Kyuhyun kecewa.

Taeyeon tersenyum geli.

“Nanti malam setelah Jinsoo benar-benar terlelap. Kita akan melanjutkannya,” ujar Taeyeon.

“Benarkah??”

Taeyeon mengangguk sembari tersenyum.

“Bukankah sudah lama kita tidak melakukannya? Maka dari itu pergilah ke cafe sekarang juga, kau tidak boleh menelantarkan pegawaimu. Aku berjanji sepulangnya kau dari cafe, aku pastikan Jinsoo sudah benar-benar terlelap, hm?”

“Baiklah kalau begitu. Meski malas, aku akan pergi sekarang juga. Sampai jumpa nanti, sayang…” ujar Kyuhyun sembari mengecup kening Taeyeon kemudian berlalu meninggalkan kamarnya dan keluar dari rumahnya menuju cafe.

***

Waktu menunjukan pukul 20.30 KST.

Kyuhyun membuka pintu rumahnya dengan tergesa.

“Aku pulang, sayang..” ujar Kyuhyun semangat sembari berlari menuju kamarnya.

“Oh… kau sudah pulang?”

“Maaf aku pulang terlambat, tadi ada sedikit masalah. Apa Jinsoo sudah tidur?”

Taeyeon mengangguk.

Lelaki itu tersenyum lalu naik keatas tempat tidur.

“Sekarang?” tanya Kyuhyun.

“Ooo~ tunggu Tuan Cho. Kau bahkan belum berganti pakaian dan membersihkan tubuhmu.”

“Haruskah?” tanya Kyuhyun tak sabaran.

“Tentu saja.”

“Haish~ baiklah…”

30 menit berlalu, Kyuhyun keluar dari kamar mandi, ia hanya mengenakan celana piyama dan membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos.

Dan…

“Maaf, sayang, Jinsoo tiba-tiba bangun…” ujar Taeyeon yang kini sedang menggendong Jinsoo yang tengah menangis.

Kyuhyun berjalan menuju tempat tidurnya dengan wajah cemberut.

“Bisakah kita titipkan saja Jinsoo malam ini pada orang tuamu atau orang tuaku?”

“Yang benar saja… ini sudah malam, kita akan mengganggu waktu istirahat mereka.”

“Taeyeon-ah~” rengek Kyuhyun.

“Bersabarlah sebentar, sayang, sampai Jinsoo benar-benar terlelap, oke.”

*** THE END ***

Advertisements

22 comments on “[FREELANCE] A Thousand Love (Oneshoot)

  1. yaampun mereka sweet banget jadi iri, feelnya dapet banget hahaha kasian kyuhyun udah lama gak dapet jatah dari taeyeon hahaha suka sama jalan ceritanta. ditunggu ff ff lainnya 🙂

  2. ya ampun…
    lucu bgt deh sama couple ini
    pas bgt gitu !!!
    jinsoo bikin kyu cemburu haahhahahahhaa

    ditunggu cerita berikutnya !
    F I G H T A E N G

  3. Kyutae…
    Ada sequel gag thor??? Kasihan kyuhyunnya, ternyata jinsoo mewarisi gen ayahnya#evil….
    Ditunggu ff lainnya….

    Fighting

  4. Daebak ff nya thor…
    Feelnya dapat banget…
    Kyuhyun oppa disini pervert ya , tapi karena pervertnya itu terkadang ceritanya jadi lucu… 😀
    Next ff ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  5. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s