[FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 4 {Part B/B})

050815_0857_FREELANCEWa1.jpg

Wanna Be Yours

Unicorn’s present

Cast: Taeyeon Kim and Xi Luhan

Chapter 4 {B/B}

 Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4 A

    

Taeyeon menghela nafas yang kesekian kalinya sembari bermain game di smartphone-nya. Ia bosan. Sangat bosan. Hari ini adalah hari minggu dan ia sama sekali tidak pergi keluar sekedar untuk mencuci mata. Bagaimana tidak? Kris sibuk latihan basket untuk lomba yang akan diadakan di sekolah mereka bulan ini. Kyungsoo sibuk dengan bimbingan belajarnya selama seminggu penuh. Suho sibuk dengan kencan butanya. Dan Tiffany sudah pasti menghabiskan hari minggu bersama Nickhun. Semuanya sibuk dan hal itu membuatnya sedih karena tidak memiliki teman untuk bermain.

Baekhyun? Ah Baekhyun. Taeyeon masih tidak memiliki nyali untuk menghubungi pria itu lantaran peristiwa kemarin. Ia takut dan bimbang akan Baekhyun. Sedangkan Luhan? Tentu saja pria satu itu tidak masuk ke dalam hitungan. Pria menyebalkan yang selalu mengajaknya bertengkar. Bodoh, menyebalkan dan mesum. Kenapa kepribadiannya sangat berbanding terbalik dengan wajahnya? Taeyeon tersadar akan lamunannya dan langsung menggelengkan kepalanya

    “Kenapa aku jadi memikirkannya?” gumam Taeyeon kesal.

Tok Tok Tok

    “Kurasa kau akan panjang umur Tuan Xi. Dan bukan suatu hal yang bagus” gumam Taeyeon bersenandung sembari segera turun dari ranjangnya, berjalan ke arah pintu lalu membukanya.

    “Ada apa?” Tanya Taeyeon dengan wajah datar. Luhan mendengus. “Kenapa kau terus mengurung diri di kamar?” Tanya Luhan. Taeyeon tertawa hambar lalu sedetik kemudian kembali ke ekspresi awalnya. Datar. Sama seperti Luhan. “Cepat katakan apa yang ingin kau katakan” ujar Taeyeon. Luhan langsung memberengut kesal. Gadis itu betul – betul dingin dengannya.

“Kris akan makan malam di sini. Ia bilang ia akan membawa makanan. Tch tch apa kau tahu jika itu adalah sindiran halus dari nya jika kau sama sekali tidak bisa memasak” ujar Luhan.

Taeyeon mengangguk singkat. Lalu ia hendak kembali masuk ke kamarnya sebelum Luhan berhasil membatalkan niatnya. “Kris tahu jika kau tidak bisa memasak, itulah alasannya ingin kemari bukan?” ujar Luhan sambil tersenyum mengejek. Taeyeon merotasikan bola matanya.

“Bukankah aku sudah memasakkanmu makanan kemarin? Kurasa itu tidaklah buruk. Dan berhentilah memancing emosiku”

“Apa itu pantas disebut makanan?”

“Ya! Apa kau pernah belajar cara berterima kasih?” seru Taeyeon mulai kesal. Oh ayolah Luhan, kau memulainya lagi.

Luhan terkekeh. Lalu menepuk – nepuk kepala Taeyeon pelan lalu tanpa mengatakan apa – apa pria itu berlalu meninggalkan Taeyeon. Meninggalkan Taeyeon yang melongo bingung bercampur kesal.

“Apa – apaan dia itu?”

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

    Pria itu tampak sangat gusar. Ia berjalan memutari kamarnya dengan kuku ibu jari yang setia menjadi bahan gigitannya dengan sesekali menggeleng – gelengkan kepalanya tampak frustasi.

    “Kau bodoh Byun Baekhyun! Kau idiot!” seru pria sambil mengacak – acak rambutnya. Baekhyun – pria itu menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang lalu meletakkan punggung lengan kirinya untuk menutupi wajahnya.

    “Apa yang harus kulakukan setelah ini? Gadis itu tidak akan ingin berada di sisiku lagi” gumam Baekhyun dengan parau. Ia menyadari dan mengakui bahwa dirinya telah melewati batas. Gadis itu pasti sangat membencinya sekarang. Tak seharusnya Baekhyun mengeluarkan kalimat kalimat itu kemarin. Tapi nasi telah menjadi bubur, yang ia bisa lakukan kedepannya hanyalah menepati ucapannya kepada Taeyeon tempo hari.

“…lebih baik noona bersiap siap karena mulai dari hari ini aku akan berusaha membuat noona menjadi milikku. Membuat noona berhenti menganggapku sebagai adik kecilmu. Membuat noona jatuh cinta padaku seperi apa yang telah noona lakukan..”

    Baekhyun menggerutu kesal sambil mengambil bantal dan memukulkan benda itu ke kepalanya saat kalimatnya kembali terngiang di kepalanya. Baru saja Baekhyun ingin kembali memukul kepalanya yang kali ini menggunakan jam weker miliknya, tapi smartphone nya terlebih dulu berbunyi membuat pria itu membatalkan niat bodohnya.

    Pria itu membulatkan matanya saat mendapati pesan dari Taeyeon tertera di layar hp-nya. Dengan secepat mungkin, ia membuka pesan tersebut.

From: My Lovable Noona

    Baekkie, kapan perlombaan itu diadakan?

    Baekhyun ingin segera membalas pesan itu, tapi rasanya ia tak sanggup melakukannya. Tangannya mengalirkan keringat dingin. Jantungnya berdegup sangat kencang seakan ingin keluar dari rongganya sekarang juga. Baekhyun menarik nafas panjang

“…lebih baik noona bersiap siap karena mulai dari hari ini aku akan berusaha membuat noona menjadi milikku…”

    Seperti janjinya, Baekhyun akan menakhlukkan gadis yang dicintainya. Walaupun tidak semudah kedengarannya, Baekhyun akan berusaha. Berusaha hingga berhasil mendapatkan gadis yang dicintainya. Ia takkan menyerah.

To: My Lovable Noona

    Lusa noona .Kuharap kau bisa datang, aku tak yakin bisa menang jika kau tidak hadir memberiku semangat di bangku penonton ^^

Sent!

Oh as hell! Baekhyun benar – benar ingin mati sekarang. Sejak kapan dan dari mana datangnya ide untuk membalas pesan Taeyeon dengan kalimat ‘aneh’ tersebut. Tapi ia bahkan telah memilih option send untuk membatalkan pesan tersebut. Entah gadis itu akan membalasnya atau tidak, yang pasti ia telah membuktikan pada gadis itu jika ia akan memulai janjinya.

    Drrrt drrt drrt

    Dengan secepat kilat, Baekhyun langsung membuka pesan yang baru saja datang. Yang tentunya dari gadis yang teramat sangat dicintainya tersebut.

From: My Lovable Noona

    Noona pasti datang Baekkie ^^

    Hanya sesingkat itu, hanya dengan 4 kata itu, Baekhyun sudah dapat merasa sangat bahagia. Bukankah ini pertanda jika Taeyeon tidak merasa risih dengan ‘jenis’ pesan yang dikirimkannya padanya? dan tentunya dengan fakta apa yang telah terjadi diantara mereka berdua tempo hari. Baekhyun tersenyum lebar memperlihatkan eyesmile menawannya pada seisi kamarnya.

Wanna Be Yours

“Sudah kubilang pergi dari sini sekarang juga!” terdengar seruan tegas dari bibir pria itu. Kesabarannya telah habis. Ia tak menyangka wanita itu akan datang ke rumahnya. Bukan rumahnya, tapi rumah Taeyeon. Yup, pria itu Xi Luhan. Entah kenapa wanita itu bisa mengetahui keberadaanya. Dan yang membuatnya kesal adalah kenapa wanita it uterus menagih hal yang tidak – tidak.

Wanita itu hanya tersenyum miring. Ia menatap Luhan dengan tatapan nakal-nya.

“Aku tidak mau tahu Tuan Xi. Yang pasti kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan padaku” ujarnya sembari melangkahkan kakinya semakin dekat kepada Luhan. Pria itu melotot bingung. Ayolah, mereka sedang berada di depan halaman rumah Taeyeon. Apa yang akan dilakukan wanita yang bahkan Luhan telah lupa siapa namanya itu.

“Berhenti meminta yang tidak – tidak dan jangan macam – macam denganku. Pergi sekarang juga, ini peringatan terakhir” geram Luhan menahan amarah.

Wanita itu seketika tertawa, seolah ucapan Luhan adalah sebuah lelucon. “Apa aku harus teriak sekarang juga sekeras – kerasnya? Apa perlu aku berteriak sekencang – kencangnya jika kau lah yang telah mengambil kegadisan-ku agar kau berhenti berpura – pura lu…!”

PLAK!!

Tubuh wanita itu terhuyung ke belakang. Hampir jatuh jika tidak segera di tahan oleh pria yang baru saja datang tersebut. Pria bertubuh jangkung dengan wajah tampan. Ia memperhatikan wajah Luhan yang terlihat ingin meledak saat itu juga lalu berpindah menatap wanita yang bahkan tidak menangis sama sekali saat ujung bibirnya mengeluarkan darah akibat pukulan Luhan.

Sedetik berlalu dan terdengar bunyi pintu rumah terbuka.

“Ada apa ini?” Tanya Taeyeon dengan wajah bingung yang teramat sangat. Dari tiga orang yang berada di hadapannya itu, satu yang berhasil mencuri perhatiannya. Wanita itu. Baju super ketat yang memperlihatkan belahan dadanya dipadu dengan rok mini yang sepertinya jika wanita itu membungkuk akan menunjukkan celana dalamnya. Taeyeon melongo kaget.

Luhan yang mengerti ke mana arah pemikiran Taeyeon, tanpa piker panjang segera mengajak gadis itu masuk ke dalam rumahnya dengan menarik tangan gadis itu. Sebelum itu, Luhan menyempatkan menoleh ke arah Kris dengan memberikan tatapan memohon. Kris yang mengerti hanya menghela nafas dan mengangguk pelan.

Baru saja Kris ingin mengajak wanita itu masuk ke dalam mobilnya, tapi gadis itu langsung menepis tangan Kris dan berlari menyusul Luhan dan Taeyeon yang hendak masuk ke dalam rumah. Dan selanjutnya…

“YA!! KAU JALANG!!” Pekik wanita itu tanpa disangka – sangka menjambak rambut Taeyeon hingga gadis itu tersungkur ke bawah. Luhan dan Kris yang melihatnya sangat terkejut. Ralat, bahkan sangat terkejut. Luhan dan Kris segera mencoba melepaskan tangan wanita itu dari rambut Taeyeon. Wanita itu terlihat seperti seorang gila. Bahkan tidak hanya menjambak, ia juga mencoba mencakar cakar wajah Taeyeon. Taeyeon hanya bisa berteriak – teriak histeris sambil menangis dan berusaha menghindari serangan membabi buta wanita itu.

BRAKK!

Luhan berhasil menarik tubuh wanita itu dan mendorongnya menjauh dari Taeyeon. Ia berjalan mendekati wanita itu, berjongkok mencoba mensejajarkan tingginya dengan wanita itu yang tengah terduduk di tanah.

“Pergi dari sini sekarang juga jalang” ujar Luhan dengan intonasi yang pelan namun penuh ketegasan dan ketajaman disetiap katanya. Wanita itu tertawa hambar lalu bangkit dan berjalan dengan sempoyongan keluar dari area rumah Taeyeon. Luhan segera berbalik untuk melihat keadaan Taeyeon. Tapi tidak ada siapa – siapa di belakangnya. Di mana Taeyeon dan Kris? Tanpa pikir panjang, Luhan langsung berlari memasuki rumah.

. . . . . .

Luhan tidak menemukan siapapun di ruang tamu, kamar Taeyeon, kamar tamu, dapur dan halaman belakang. Luhan mengacak –acak rambutnya gusar, bingung dan kesal karena dirinya tidak menemukan Taeyeon. Luhan kembali memasuki kamar Taeyeon, tapi kali ini ia menemukan sesuatu yang berbeda. Mungkin tadi ia tidak menyadarinya karena ia hanya mengecek kamar Taeyeon dari ambang pintu tanpa memasukinya. Suara yang sangat jelas saat Luhan semakin mendekatinya. Suara Kris dan isakan Taeyeon. Dari dalam kamar mandi gadis itu.

Luhan mencoba tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Ia melangkah dengan perlahan. Luhan bersyukur karena pintu kamar mandi itu sedikit terbuka sehingga ia bisa mengintip ke dalamnya.

Taeyeon dan Kris….

Gadis itu duduk di atas meja keramik kamar mandi dengan Kris yang berdiri meletakkan tangannya di sisi meja tersebut tepatnya di sisi kanan dan kiri tubuh Taeyeon. Kedua tangan Taeyeon berada di bahu Kris. Meremas baju Kris di daerah sana. Luhan dapat melihat air mata yang belum berhenti mengalir dari mata gadis itu. Tangan Kris terangkat untuk mengusap lembut pucak kepala gadis itu.

“Sudahlah, tidak apa – apa. Aku di sini. Berhentilah menangis”

Taeyeon terisak dan menganggukkan kepalanya pelan. Tapi bukannya berhenti menangis, tangis gadis itu semakin menjadi – jadi. Kris menghela nafas pelan, sudut matanya melirik kea rah cermin di depannya sejenak lalu kembali berpaling kepada Taeyeon. Pria itu menyeka air mata Taeyeon dan menangkup wajah gadis itu agar mereka dapat menatap satu sama lain. Wajah Kris semakin mendekat dan mendekat. Tinggal beberapa inci lagi untuk menggapai bibir Taeyeon dan Luhan segera memalingkan wajahnya lalu memilih keluar dari kamar gadis itu.

. . .

Luhan menutup pintu kamar Taeyeon dengan perlahan lalu menyenderkan tubuhnya di sana. Ia meletakkan tangannya tepat di dadanya.

“Kenapa rasanya sakit?”

To Be Continued

a/n

Omg it’s been a long time gaissssss ><

Hehehe pendek banget yaa wkwk, kan ini chapter yang part b/b ya jadi pendek dong wkwk #apasih

Tapi btw apa masih ada yang inget dengan fanfic tua ini-_-

Author minta maaf karena chapter ini jeleknya gak ketolongan #pelukris, kelanjutan fanfic ini tergantung jumlah comment yang didapatkan chapter ini yaa

Okay, leave your comment if u hv good attitude (:

(+) sebetulnya belum pasti, tapi chapter 5 mungkin bakal diprotect. Password bisa minta lewat email dan pastikan reader kirimkan juga nama/username reader kalian. Jadi bisa dicheck (:

Email: deerlu@hotmail.com

©unicorn


Advertisements

114 comments on “[FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 4 {Part B/B})

  1. Yah… pendek kali 😦
    Tapi gak papa dah. Author lanjutin ya.. penasaran bgt nih
    Kris beneran nyium taeyeon? Apa cuma buat bikin lulu cemburu?
    Next thor! Bagus kok ceritanya

  2. Pingback: [FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s