[FREELANCE] You! Please Stop Disturbing Me! (Chapter 2/END)

Tittle : You! Please Stop Disturbing Me! (Chapter 2)

Author : Kim Hyuli a.k.a Retno Kim

Length : Twoshoot

Rating : T

Cast :

Kim Taeyeon SNSD & Cho Kyuhun SUPER JUNIOR

Other Cast : Lee Donghae (SJ), Jessica (SNSD), Kim Jungwoon (SJ), Jung Illwoo, and other.

Genre : School Life, Romance, Family Problem, Secret Life.

A/N : Ini ff pertamaku yang kupost disini, tadinya ini sudah kuposting diblog pribadiku hanya saja bergenre Jepang, lalu kuubah castnya dan juga settingnya ke Korean. Maaf jika ceritanya agak aneh.Maaf juga jika ada Typos berserakan.

HAPPY READING ^^

Preview: Chapter 1

“Kalian sudah datang?” terdengar suara tua yang berat namun tegas.

“Ne, bagaimana kabar anda Kim-Sajangnim?” tanya Ibunya. Pria tua yang tadinya berdiri membelakangi mereka berbalik dan memandang mereka dengan tatapan tegas. “Ya, seperti yang kau lihat Gaeun-ssi. Apa itu putramu?” tanya pria itu. “Ne. Itu putra saya” jawab Ibu Taeyeon. “Saya Kim Jungwoon. Apa kabar Sajangnim” ucap Jungwoon sopan. Pria itu tertawa kecil, “kau adalah pria yang tegas dan sopan” pujinya. Jungwoon hanya tersenyum menanggapinya. Sedang Taeyeon masih bersembunyi di balik kakaknya, sesekali ia mengintip pria itu, pria yang terlihat memiliki aura menakutkan baginya.

Kakaknya menarik tangannya agar maju kedepan. Dengan sedikit ragu ia pun maju dan masih menunduk. “Ayo ucapkan salam” bisik Ibunya.

    “Apa kabar Sajangnim, saya Kim Taeyeon” lirih Taeyeon. Pria itu hanya diam tak merespon, ia malah mendekati Taeyeon.

    “Tidak baik berbicara pada orang tanpa memandang wajahnya” ucap pria itu semakin mendekat membuat Taeyeon takut, ia menggenggam erat tangan kakaknya.

    “kau sudah besar sekarang. Cantik dan lemah lembut” . “N-n-ne”

    “Ah, apa yang ku lakukan. Kalian ayo duduk dulu. Tolong bawakan minuman dan makanan untuk mereka” pria itu menunjuk tempat duduk di sebelahnya. “Gamsahamnida” ucap mereka bertiga. “Taeyeon… kau duduklah disini, sebelahku”. Dengan ragu Taeyeon menurutinya.

    Lama pria itu memandangi Taeyeon lekat-lekat. Membuat Taeyeon tak nyaman. ‘Siapa Harabeoji tua ini? Apakah ada yang bisa menjelaskan semua ini padaku?’ gumam hati Taeyeon. ‘Kenapa semua hanya diam? Eomma? Oppa?’ tak ada yang mendengar pertanyaan hati Taeyeon.

    “Nona Muda?” panggil pria itu lembut. “N-n-ne?” jawab Taeyeon. “Hahhhh. Gaeun-ssi, Gomapta. Kau sudah merawat cucuku dengan baik selama ini. Maaf sudah membuatmu repot” ucap pria itu berhasil membuat Taeyeon sedikit terperanjat. ‘Apa maksudnya?’ batinnya. “AniyaKim-Sajangnim, ini adalah kehormatan bagi saya. Nona Muda adalah putri yang sangat pintar, baik dan lemah lembut” ucap Ibu Taeyeon merendah. “Apa maksudnya, Eomma?” tanya Taeyeon memberanikan diri. “Beliau adalah Kakek kandung anda, ini adalah rumah anda. Dan saya hanya pengasuh anda, Nona Muda” jawab Ibunya. “Mwo?” Taeyeon menatap pria itu. “Benar kau adalah cucuku. Maafkan Harabeojimu ini. Harabeoji harus membiarkanmu tinggal jauh dari keluargamu” . Taeyeon tak percaya mendengarnya..

    …

    Kini Taeyeon dan Harabeojinya berada di ruang keluarga. Sedang kakak dan ibunya sudah lebih dulu pulang. Walaupun ia sebenarnya tidak mau, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa setelah tahu bahwa banyak hal yang membuktikan dirinya memang cucu seorang millioner. Bahkan ia belum bisa mencerna semua kejadian ini, bagaimana ini bisa terjadi, memang sulit dipahami.

    “Nona Muda” ucap Harabeojinya. Panggilan itu sangat aneh baginya. “Jongsonghamnida, nama saya Kim Taeyeon” kata Taeyeon seadanya. Tapi mendapat respon tawa dari Harabeojinya. “Hahaha. Aku tahu, tapi disini kau akan dipanggil Nona Muda” katanya. Taeyeon hanya mengangguk lalu mengedarkan pandangannya keseluruh ruang itu. Ia tertarik pada sebuah foto keluarga kecil, seorang namja dan seorang wanita yang menggendong bayi, ia merasa begitu dekat saat melihat mata wanita itu. “Kau sangat mirip dengan ibumu,kan?” gumam kakeknya, “Ne?” tanya Taeyeon. “Foto itu… itu adalah putraku dan itu istri dan anaknya… mereka adalah orang tuamu” pria itu menerawang jauh. Taeyeon terus memandang foto itu, “Benarkah mereka?” gumamnya.

    “Taeyeon-aa. Alasanku mengirimmu jauh dari sini adalah untuk melindungimu. Saat hari kelahiranmu, ayahmu, yang saat itu menjadi presiden utama Perusahaan ini berhasil mengungkap semua kejahatan sebuah Perusahaan. Sehingga ia mendapat gelar Pembela Kebenaran. Namun, orang dari Perusahaan yang dijatuhkan ayahmu melakukan balas dendam. Setelah kau lahir didunia ini semua orang bersuka cita dan merayakan pesta besar-besaran, aku pun sangat bahagia saat itu. Dan untuk merayakan kelahiranmu secara pribadi, ayah ibumu mengajakmu jalan-jalan, mereka pergi bersama Kim Hyunwoo, orang kepercayaannya. Namun, sebuah kecelakaan terjadi,mobil yang membawa kalian menabrak sebuah pohon dan terbakar. Setelah itu aku mendapat kabar bahwa semua penumpang mobil tewas. Saat itu harapanku telah jatuh…” kakeknya mengambil nafas.

    “Aku sudah seperti raga tak bernyawa lagi karena harapanku satu-satunya meninggalkanku. Tapi, setelah hari pemakaman orang tuamu, juga Kim Hyunwoo, seorang wanita yang mengaku sebagai istri Kim Hyunwoo datang dan membawamu padaku. Ia menjelaskan bahwa sebelum mereka pergi, mereka menitipkanmu pada istri Kim Hyunwoo sebentar karena ada urusan mendadak. Tapi naas, mobil yang mereka tumpangi ternyata telah dirusak dan menyebabkannya hilang kendali. Saat itu aku sudah berfikir bahwa ini adalah pergolakan dari Perusahaan itu. Aku memutuskan untuk tidak membiarkan ini terjadi lagi, oleh karena itu aku menyuruh istri Kim Hyunwoo untuk merawatmu, menyembunyikanmu sementara, dan melindungimu dari bahaya” tutur kakeknya. “Orang itu adalah, Gaeun-eomma?” tanya Taeyeon lirih. kakeknya hanya mengangguk.

    Mendengar semua itu, airmata Taeyeon telah mengalir begitu deras, bagaimana hidupnya yang selama ini terlihat begitu indah di penuhi dengan tragedi masa lalu seperti ini. Semuanya begitu mendadak seperti ini, apakah ia harus percaya atau tidak. “Jadi, Taeyeon-aa. Sekarang kau harus berdiri kokoh. Kau adalah harapanku satu-satunya sekarang. Kim Taeyeon adalah nama yang diberikan orang tuamu, mereka berharap kau akan menjadi bintang yang bisa menyinari semua orang dan menjadi seperti musim semi yang selalu dinanti orang serta membuat semua orang memperoleh kebahagiaannya. Kau harus mewujudkan cita-cita orang tuamu”. Taeyeon hanya diam mendengarnya. “Apa aku bisa melakukannya?” gumamnya. “Tentu saja, kau adalah cucu dari Kim Seokjin dan putri dari Kim Sangbum yang hebat, kau pasti bisa” ujar kakeknya penuh semangat dan harapan besar, Taeyeon memandang foto keluarganya nanar. ‘Appa? Eomma?’ gumamnya dalam hati.

~o0o~

    Hari ini untuk pertama kalinya Taeyeon diantar sekolah naik mobil. Ya, karena kemarin dia harus menginap dirumah kakeknya. “Ajussi, tolong berhenti disini” ucap Taeyeon pada sopirnya. “Ne” sopir itu langsung menghentikan mobilnya. Taeyeon pun turun, “Aku akan berjalan dari sini, anda bisa pulang” ucapnya. “Tapi, Nona Muda. Sekolah anda masih jauh dari sini” kata sopir itu. “Gwaenchanna. Oh ya, tolong bilang pada Harabeoji, aku akan pulang kerumah Gaeun-eomma hari ini. Gomapseumnida” ucap Taeyeon dan pergi setelahnya. Mobil itu pun pergi.

    Di perjalanan menuju sekolahnya ia masih saja tak percaya akan kejadian kemarin, semua yang didengarnya, semua yang dilihatnya. Ia berjalan dengan langkah gontai. Menyadari bahwa ia sudah tidak punya orang tua membuatnya begitu lemah, mengetahui bahwa Ibunya dan kakaknya selama ini bukanlah keluarga kandungnya, dan karena dirinyalah Kim Hyunwoo, ayah Jungwoon, ayah kakak yang sangat disayanginya meninggal. “Kenapa ini terjadi padaku?” lirihnya.

    “Taeyeon-ssi~~!” teriak seseorang, mendengarnya Taeyeon pun menoleh. Ia melihat Donghae dan Jesicca berlari kecil kearahnya, segera ia menghapus air matanya dan mencoba tersenyum. “Anyeong” sapa Jesicca dan Donghae hampir bersamaan. “Anyeong” jawab Taeyeon lembut. “Oh? Aneh, biasanya kau berangkat naik kereta tapi kenapa kau lewat sini?” tanya Jesicca. “Ah. Apa kau jalan kaki? Kau kalah taruhan dengan kakakmu lagi?” khawatir Donghae. “Aniya. Aku naik bus tadi bersama Jungwoon Oppa. Hehe” bohong Taeyeon. “Jongmal?” tanya Donghae memastikan. “Tentu saja” . “Uhh. Jungwoon Oppa begitu baik sampai mengantarmu kesekolah. Bukankah hari ini ia ada konser?” ucap Jesicca. Mereka berjalan berendeng menuju sekolah. “Hmm. Bagaimana kau tahu?” tanya Taeyeon. “Hei, aku ini kan adik dari Jung Ilwoo, pemain drum terbaik di MOONSTAR, hhh kau ini” . “Jinjayo?” . “Apa aku belum mengatakannya padamu?” . “Hahaha… iya aku tahu” . “Hei kalian berdua bicara sendiri. Aku dilupakan” gerutu Donghae. “Oh. Donghae Oppa, apa kau mau makan siang bersama kami nanti?” ucap Jesicca dengan gaya lucu. “Tch” semuanya tertawa.

    …

    Hari ini adalah hari terakhir masuk sekolah sebelum liburan musim panas dimulai. Sebagai wakil kelas, Taeyeon dan Kyuhyun harus mempersiapkan laporan rencana liburan untuk kelasnya. Kini mereka sibuk melakukan diskusi dikelasnya.

    “Yereobeun… tolong perhatikan sebentar” ucap Kyuhyun mengawali diskusi. Ia berdiri didepan ditemani Taeyeon. “Hari ini kita akan memutuskan tempat untuk liburan musim panas kita. Kami punya beberapa pilihan. Kertas ini akan kutempel di papan, dan kalian tinggal memilih tempat mana yang kalian ingin kunjungi. Kita akan menetapkan tempatnya melalui pilihan terbanyak. Arraseo?” tanyaKyuhyun. “Ne~~!!” jawab semuanya. Taeyeon pun menempel beberapa kertas berisi tulisan nama tempat liburan yang terkenal di Korsel. “Silakan maju satu persatu” ucap Taeyeon. “Kyuhyun-aa, kalau kau akan memilih mana?” tanya seorang siswi yang duduk dibangku paling depan dengan centil. “Mwo? Aku? Oh, aku akan memilih tempat yang sama dengan KimTaeyeon” jawab Kyuhyun. “NNEE?” pekik siswi itu lalu menatap kesal Taeyeon. “Apa yang kau katakan, huh?” umpat Taeyeon berbisik. “Gokjongma. Aku tidak akan pergi, jadi kalian silakan maju dan memilih sehingga kami bisa segera memutuskan” ucap Taeyeon. Semua pun mulai maju kedepan satu persatu.

    “Benar kau tidak pergi?” tanya Kyuhyun. “Benar” tegas Taeyeon. “Taeyeon-ssi, benar kau tidak pergi? Mana bisa begitu? Kau ini kan wakil ketua, dan penyelenggara acara ini. Bagaimana bisa penyelenggara tidak ikut?” cerocos Donghae sambil duduk di samping Taeyeon. “hhh. Entahlah, aku tidak berminat sama sekali” jawab Taeyeon lesu. “Benar kata Donghae, bagaimana aku bisa mengatasi semua ini sendiri? Jangan-jangan kau sengaja membuatku susah ya?” ucap Kyuhyun. “Assshh. aku hanya tidak punya keinginan untuk pergi saja” . “Wae? Apa ada masalah?” tanya Donghae. “Ani” singkat Taeyeon lalu berdiri dan melihat hasil voting teman-temannya. “Gomawoyo. Setelah ini kami hitung, kami akan segera mengumumkan hasilnya” ucap Taeyeon mengakhiri. Ia menatap Kyuhyun memberi isyarat agar mengikutinya.

    “Ok” ucap Kyuhyun. “Kyu. Sepertinya dia benar-benar ada masalah, jangan mengganggunya terus, kau mengerti kan?” nasehat Donghae. Kyuhyun mengangguk dan pergi mengikuti Taeyeon. Mereka berjalan beriringan menuju ruang komputer.

    Diruang komputer begitu sepi, hanya mereka berdua. Taeyeon sibuk mengetik laporan untuk rencana liburan kelas sedang Kyuhyun yang menghitung datanya. Beberapa waktu mereka disibukkan dengan kegiatan itu. Lama-lama Kyuhyun merasa jenuh. “Yeon-aa? Apa kau tidak haus? Aku beli minuman dan beberapa camilan dulu ya” kata Kyuhyun. Taeyeon hanya berdehem menimpali. Kyuhyun pun pergi.

    Kyuhyun berjalan menuju kantin sekolah. Tiba-tiba seseorang mengagetkannya dengan menepuk pundaknya dari belakang.

    “Kyuhyun Oppa” kata orang yang tak lain adalah Jesicca itu. “Ada apa?” tanya Kyuhyun datar. “mau kemana?” tanya Jesicca. “ke kantin mencari minum, kenapa?” . “un aku ikut ya” . “Hm. Terserahlah” ucap Kyuhyun sambil berjalan duluan dan Jesicca mengikutinya dari belakang. ‘Kurasa Kyuhyun Oppa yang menyukai KimTaeyeon. Kalau begini, apa yang harus kulakukan?’ pikir Jesicca.

    Setelah membeli dua botol jus dan beberapa makanan ringan Kyuhyun pun kembali. Dan Jesicca masih saja mengikutinya.

    “Oh? Banyak sekali, kau mau berbagi dengan siapa?” tanya Jesicca. “Untuk Taeyeon, kami sedang menyelesaikan laporan” jawab Kyuhyun seadanya. “Oh. Begitu?” gumam Jesicca. “Oh ya, Kyuhyun Oppa. Apa… kau suka pada KimTaeyeon?” tambahnya agak ragu. Kyuhyun menatapnya tajam. “Wae? Apa kau akan mengatakannya pada Tuanmu? Tujuanmu sekolah disini untuk mengawasiku kan? ya, awasi saja, aku tidak takut selama yang ku lakukan adalah hal benar. Dan aku tidak peduli aturan apapun yang di berikannya” tegas Kyuhyun mempercepat jalannya. “Bukan begitu… Kyuhyun Oppa” ucap Jesicca. Ia menghela nafasnya, ‘Kau membuatku diposisi sulit’ batinnya sambil menatap punggung Kyuhyun yang semakin lama semakin samar dan menghilang di depan ruang komputer.

    —

    “Mianhae menunggu lama” ucap Kyuhyun. Tapi dia tidak melihat Taeyeon disana, ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, namun tak menemukannya, ia keluar dan memperhatikan sekeliling namun tetap tak menemukannya. Ia melihat semua berkasnya masih ada di tempatnya, tapi Taeyeon tidak ada. “Kemana dia?” gumamnya mendesah. “Kau itu kemana saja? Lama sekali” gerutu Taeyeon yang baru keluar dari ruang penyimpanan. Kyuhyun tersenyum senang melihatnya, ia menghampiri Taeyeon.

    “Kau dari mana?” tanyanya. “Tinta printer habis, jadi aku mengisinya. Kau itu benar-benar lama sekali” gerutu Taeyeon, Kyuhyun benar-benar lega melihatnya. “Mian. Sini biar aku yang print sebaiknya kau istirahat saja. Ini, minum jus ini” Kyuhyun mengambil kotak tinta yang dibawa Taeyeon dan menyerahkan botol minuman yang baru di belinya. “Ya, sudah” singkat Taeyeon lalu duduk. Kyuhyun mulai mencetak semua data laporannya.

    Taeyeon hanya memandangi Kyuhyun dari tempatnya. Selama ini Kyuhyun selalu jahil dan mengganggunya, tapi dia juga selalu ada setiap kali ia mengalami kesulitan. Ia selalu merasa nyaman setiap kali melihat Kyuhyun. Ahh, entah apa yang dia rasakan. Pikirannya kembali melayang kepada kakeknya. ‘Apa yang akan kulakukan setelah ini? Apa aku harus mengikuti saran Harabeoji untuk belajar bisnis keluar negeri? Apa aku sanggup? Aku merasa ini seperti mimpi saja. Hhh’ pikirnya menerawang jauh.

    “Kau ada masalah?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba sudah ada disampingnya. “Oh. Ani” jawabnya singkat. “Hhh. Aku ini kan pacarmu? Kenapa kau selalu menyembunyikan masalahmu dariku?” kata Kyuhyun. “Ya!… sudah kubilang berapa kali, kita ini tidak punya hubungan apa-apa. Berhentilah mengaku-ngaku seperti itu” kesal Taeyeon. “Baiklah. Kalau begitu anggap saja aku temanmu, dan ceritakan masalahmu, jangan kau pendam sendiri” ucap Kyuhyun lebih lembut. Sebentar Taeyeon menatapnya tak percaya, namun kemudian ia hanya mendesah.

    “Apa kau pernah merasa kesepian? Hidup di antara banyak orang tapi kau merasa sendiri?” tanya Taeyeon. “Hmm. Pernah” jawab Kyuhyun singkat. “apa kau pernah mendapatkan sesuatu yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya, dan kau dituntut untuk menjalankannya?” . “Eoh” . “Apa kau pernah merasa sangat bersalah pada seseorang karena suatu hal yang tak pernah kau ketahui sebelumnya?” . “Itu…” . Taeyeon kembali mendesah, matanya menatap sendu objek didepannya. “Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun. Taeyeon hanya mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya. Kyuhyun menatapnya sedih.

    “Aku pernah merasa kesepian, dan kurasa aku selalu merasakan itu. Sebagaimanapun aku mencoba menghilangkannya, perasaan itu tidak pernah pergi. Aku pernah mendapat sesuatu yang tak pernah kubayangkan sebelumnya tapi aku tak mau dituntut melakukannya karena itu bukan hal yang kusukai. Merasa bersalah tentang hal yang tak ku ketahui sebelumnya, aku tidak pernah mengalaminya, aku sendiri tidak tahu pernah mengalaminya atau tidak. Ya, kurasa seperti itulah” ujar Kyuhyun. Taeyeon yang mendengarnya masih saja diam. “Tapi kenapa hal itu justru membuatku sakit? Mendengar sebuah kenyataan hidup yang tak pernah terpikir olehku membuatku goyah. Aku bahkan tidak tahu harus melakukan apa sekarang.” ungkap Taeyeon. Bahkan airmatanya sudah mengalir begitu saja. Kyuhyun tak mengerti jelas apa masalah yang dihadapi Taeyeon, tapi itu terlihat begitu menyakitkan.

    Ia memegang kedua pundak Taeyeon agar Taeyeon menghadap kearahnya. “Apapun yang terjadi kau harus tetap maju. Pilihlah jalan yang menurutmu paling benar. Percayai hatimu, jangan pernah menunjukkan airmatamu didepan orang lain seperti ini. Mereka akan menganggapmu lemah. Kau harus kuat seperti Yeon yang kukenal selama ini” ujar Kyuhyun sambil menghapus airmata Taeyeon. “Bisakah aku melakukannya” lirih Taeyeon. “Kenapa tidak? Aku akan selalu ada untuk membantumu, kapanpun dan dimanapun. Yaksok” . Taeyeon tersenyum mendengarnya. Setelah itu hening. Keduanya hanya diam.

    Tak berapa lama akhirnya Taeyeon sadar dari emosinya. ‘Apa aku menangis didepannya tadi? Ahhh benarkah? Assh, memalukan sekali’ pikirnya sambil melirik Kyuhyun yang hanya diam memandang objek didepannya. ‘Ahh, aku benar-benar melakukannya?’ . Kyuhyun menatapnya dan tersenyum padanya, membuatnya salah tingkah. “Sebaiknya kita kembali ke kelas dan mengumumkan laporan ini” ucap Taeyeon yang langsung pergi. “Uh, baiklah” ucap Kyuhyun yang merasa Taeyeon sudah lebih baik, ia pun mengikutinya. ‘Bagaimanapun, terima kasih sudah mau memberiku saran’ batin Taeyeon.

    …

    “Aku akan mengikuti acara liburan musim panas sekolah minggu depan, jadi aku tidak bisa mengikuti pelajaran bisnis itu” kata Kyuhyun pada Sekretaris Lee. “Tapi… Cho Sajangnim pasti akan marah pada anda” tutur beliau. “Kukira memang itu keahliannya. Lagipula aku kesana karena aku adalah ketua penyelenggara, jadi aku harus hadir. Tolong Abeoji bilang padanya. Bilang juga aku akan membawa beberapa buku tentang bisnis yang akan kubaca saat waktu luang, ya setidaknya aku tidak akan meninggalkan kewajiban belajarku” ujar Kyuhyun lalu pergi. Mendengar itu Sekretaris Lee tersenyum simpul. “Sepertinya dia sudah mulai mengerti maksud Sajangnim. Baguslah” gumamnya lalu pergi.

    …

    “Hemmhh ini benar-benar enak. Eomma memang koki yang hebat” puji Taeyeon sambil melahap makanannya dengan lahap. Sedang Jungwoon dan Ibunya hanya menatapnya sedih. “Oh, wae? Kenapa kalian memandangku seperti itu? Apa ada yang salah?” tanya Taeyeon.”Oh aniya. Sudah ayo makan lagi. Nah tambah ini” ucap Ibunya menambahkan sayur kemangkuk Taeyeon. “Makanlah sepuasmu. Ikan emas” ucap Jungwoon dengan senyum manisnya.

    “Oh ya. Minggu depan aku akan ikut berlibur ke pantai untuk jadwal liburan musim panas” . “Benarkah? Bukankah kau akan ada sekolah bisnis?” tanya Ibunya. “Ne. Tapi, aku tidak bisa tidak datang karena aku adalah salah satu penyelenggaranya. Tapi, kurasa aku masih bisa belajar disana, jadi kalian tidak perlu khawatir” . “Biar Jungwoon ikut denganmu, dia yang akan menjagamu” . “Eoh, aku juga sudah lama tidak ke pantai” sahut Jungwoon.

    “Gokjongma, aku punya banyak teman yang menjagaku. Lagipula ini hanya satu minggu” kata Taeyeon mencoba meyakinkan. “Hhh, bilang saja kau malu diantar kakakmu” gerutu Jungwoon. “Ya!.. kenapa Oppa bilang seperti itu? Aku justru sangat bangga punya kakak seorang superstar. Kau adalah kakak terbaik di dunia” . Jungwoon tersenyum sambil mengacak rambut adiknya.

    “Kau sudah memberitahu Kim-Sajangnim?” tanya Ibunya. “Un. Besok aku akan kesana minta ijin. Ah, walaupun dilarang aku juga akan tetap pergi. Hehe” Taeyeon kembali melahap makanannya sambil nyengir. Kakak dan Ibunya pun tersenyum, entah merasa bahagia atau sedih dengan hal itu. Tapi mereka mencoba bersikap seperti biasanya.

~o0o~

    “Hmm. Aku tidak bisa melarangmu. Biar nanti beberapa orang ikut denganmu untuk menjagamu” kata kakekTaeyeon. Taeyeon mendesah mendengarnya. “Kumohon Harabeoji, aku masih ingin menjalani kehidupanku seperti biasa, aku tak ingin orang-orang menjauhiku, lagipula ada banyak temanku yang akan menjagaku” jelasnya. Harabeojinya tersenyum mendengarnya, “Kau tak jauh berbeda dengan ayahmu. Sama-sama keras kepala. Baiklah, tapi bawalah bekal yang cukup dan selalu waspada, Arraseo?” . “Ne. Arraseumnida. Gomapseumnida Harabeoji” girang Taeyeon. “Aku harus bersiap-siap sekarang. Sampai jumpa Harabeoji” Taeyeon pun pergi. Harabeojinya tersenyum bahagia melihatnya. Ia menekan tombol telepon didepannya dan menempelkan gagang teleponnya ke telinganya. “Awasi Nona Muda, tapi jangan sampai ia tahu” ucapnya lalu menutup teleponnya. Ia menghela nafasnya berat.

    …

    “Mwo? Bisa-bisanya dia mementingkan acara seperti itu dibanding urusan masa depannya? Dan kenapa kau membiarkannya, huh?” murka Presdir Cho pada Sekretaris Lee. “JongsonghamnidaSajangnim, saya tidak bisa mencegah keputusan Tuan muda. Dia bilang, dia harus hadir karena dia adalah ketua penyelenggara, dan dia juga bilang tidak akan meninggalkan kewajiban belajarnya” ujar Sekretaris Lee. “Benarkah begitu?” .”Benar Sajangnim, saya melihat Tuan muda begitu semangat. Sepertinya dia sudah mulai tertarik dengan dunia bisnis” . mendengarnya PresdirCC Group itu hanya manggut-manggut, dalam hatinya ia tersenyum senang karena Kyuhyun sudah mulai mengerti tujuan hidupnya.

~o0o~

    “Anyeongyereobeun…~~!! Apa kalian sudah siap semuanya?” tanya Kyuhyun. “Ne….~~~!!” jawab semua. “Yosh. Kalian boleh masuk kedalam bus, sesuai urutan ya” tambah Kyuhyun. lalu ia mengedarkan pandangannya, sepertinya ada yang belum datang. “Dimana Yeon?” tanya Kyuhyun pada Donghae. “Mungkin dia benar-benar tidak akan ikut. Dia orangnya kan tidak pernah telat” pendapat Donghae. Kyuhyun hanya mendesah, mungkin karena masalah itu, ya, padahal dia sangat berharap sekali Taeyeon datang.

    Setelah semua teman-temannya masuk, Donghae dan Kyuhyun pun ikut masuk. “Chakkamanyo~~!!!” teriak seseorang. Kyuhyun dan Donghae menghentikan langkahnya dan melihat asal suara. “Jesicca?” gumam Donghae. ‘Kenapa anak ini ikut?’ pikir Kyuhyun. “Oh. Kyuhyun Oppa. Donghae Oppa, apa aku telat? Mianhae ne. Hhehehe” kata Jesicca sambil mengatur nafas. “Ya!.. apa yang kau lakukan? Ini kan tour kelas dan kau tidak sekelas dengan kami?” tanya Donghae.

    “Heheh. Mian, habis aku tidak punya acara. Tenang saja, aku tidak hanya menumpang kok, aku akan bayar biaya transportnya, OK” Jesicca langsung saja masuk kedalam bus. “Ya!.. kau!!” pekik Kyuhyun. “Hhh, sudahlah biarkan saja. Hitung-hitung dia sebagai hiburan” bisik Donghae lalu masuk. “Pasti menjadi penguntit” lirih Kyuhyun ikut masuk, ia masih menunggu siapa tahu Taeyeon datang. Tapi lama, ia tidak terlihat juga, teman-temannya sudah banyak yang protes. Dengan kecewa, ia pun menutup pintu dan perjalanan dimulai.

    Disepanjang perjalanan Jesicca terus saja bicara, menceritakan hal-hal lucu yang membuat suasana perjalan begitu meriah. Semua tertawa mendengar ceritanya, sesekali ia bernyanyi dengan suara yang aneh dan lucu, membuat yang lain cekikikan. “Uhuk..Uhukk… sepertinya aku butuh minum… suaraku habis” ucapnya akhirnya, semua kembali tertawa. Jesicca mengambil botol minumnya dan meneguk isinya dengan rakus. “Benar-benar hebat. 2 jam nonstop. Kuberi kau penghargaan sebagai ratu bicara” canda Donghae. “hehe… Gomapta” jawab Jesicca dengan senyumnya.

    Kyuhyun sejak tadi hanya diam memandang jalanan. Suara riuh teman-temannya tak ia pedulikan, tak ada yang menarik baginya saat ini. Ia membuka buku yang dibawanya. ‘The Best Businesman’ itulah judul bukunya. “Apa aku mulai tertarik hal ini?” gumamnya lirih. Disepanjang perjalanan menuju pantai hanya ia gunakan untuk membaca buku itu.

    …

    5 jam berlalu, akhirnya pantai yang dinanti sudah mulai terlihat. Semua yang tadinya lelah dan tertidur langsung bangun dan kembali riuh. “Kita sudah hampir sampai, Wuhuu!” . “Hwaah, ini indah sekali” . “Un, semua ayo kita siap-siap” . “Ini adalah musim panas terbaik” . “Pilihan tempat yang tepat” . “Kyuhyun-aa kau memang hebat” . “Yehay!!” . “Woohhooo…Beach I’m coming!!!” . begitulah kiranya kebahagiaan mereka.

    Tak berapa lama kemudian mereka sampai di pantai. Merekapun langsung turun satu persatu, sebelumnya mereka menuju ke penginapan yang sudah mereka sewa untuk seminggu kedepan. Semua menurunkan barang bawaan masing-masing, dipandu oleh Kyuhyun dan Donghae. “Yereobeun… apa semuanya sudah dibawa?” tanya Kyuhyun. “Ne” jawab semua serempak. “Baiklah, kalian boleh masuk kedalam dan memilih kamar masing-masing” tambah Kyuhyun. tanpa banyak tanya merekapun langsung berendeng masuk. Donghae dan Kyuhyun yang paling terakhir.

    “Oh, sebaiknya kita periksa dulu busnya, mungkin ada yang tertinggal” saran Kyuhyun. “Un. Betul juga” setuju Donghae. Mereka pun kembali masuk kedalam bus, sekedar untuk mengecek.

    “Yosh. Sudah sampai” ucap Taeyeon yang ternyata sejak tadi sudah berada di dalam bus dan duduk paling belakang, ia membuka pintu, dan saat itu Kyuhyun juga hampir membuka pintu yang sama. ‘DDUUKK’ alhasil jidat Kyuhyun benjol. “Auhhh” rintih Kyuhyun. “Ups” pekik kecil Taeyeon. “Oh, Kyuhyun? ada apa denganmu?” seru Donghae yang langsung menghampiri Kyuhyun yang masih terduduk di tanah. Taeyeon mengintip siapa yang kejedot tadi, ‘Oh?’ batinnya lalu keluar. “Mian ne” ucap Taeyeon. Donghae dan Kyuhyun menatapnya tak percaya. “B-bagaimana kau bisa ada disana?” tanya Kyuhyun tergagap. “Eoh. Apa kau hantu?” tambah Donghae. Taeyeon mendesis kesal. “Mungkin juga. Ah sudahlah, aku mau masuk. Sekali lagi, Mian ne” ucap Taeyeon langsung pergi meninggalkan Kyuhyun dan Donghae yang masih tertegun dengan hal yang dilihatnya. Beberapa detik kemudian mereka berdua tersenyum dan langsung menyusul masuk kedalam.

    …

    Hari pertama liburan, mereka melakukan sedikit kegiatan karena mereka masih lelah setelah melakukan perjalanan. Acara akan dimulai di hari kedua.

    Taeyeon dan Kyuhyun melaksanakan tugas mereka dengan teratur dan sesuai rencana. Mereka berusaha keras untuk membuat acara liburan itu tidak membosankan dan menyenangkan.

    Hari ini malam keempat liburan. Taeyeon duduk ditepi pantai sambil menyalakan api unggun. Ia mengedarkan pandangannya. Matahari yang telah kembali keperaduannya, langit yang mulai menggelap, titik-titik cahaya yang mulai menampakkan dirinya, deburan ombak laut berkejaran, deru angin laut yang mulai berhembus lembut, menciptakan instrument alami yang menenangkan. “Huahh… apa aku masih bisa menikmati ini?” pikirnya sambil sesekali menggosok tangannya. Kemudian ia memandangi buku disampingnya, dan pikirannya kembali ke ucapan Harabeojinya.

    “Taeyeon-aa… dunia bisnis adalah dunia yang kejam. Apa yang kau dengar, apa yang kau lihat hanyalah sebuah muslihat, kau tidak bisa mudah mempercayai orang. Kau tidak bisa lagi bergerak dengan bebas. Jika kau sudah masuk kedalamnya kau tidak akan bisa keluar dengan mudah. Jadi kau harus menjadi kuat dan selalu waspada. Kau tidak akan tahu dari mana musuh akan menyerangmu. Tapi, diantara semua itu, yang terpenting adalah kemauan keras, usaha dan pantang menyerah. Dan sejak Pemilik Pertama KGC, mereka selalu mendasari usaha mereka dengan kebahagiaan, karena itulah kunci kesuksesan. Jadi, kutanya sekali lagi, apa kau tetap akan maju?

    Taeyeon mendesah dan kembali memandang kearah laut.

    “Kau sendiri? Mau coklat panas?” tawar seseorang. “Oh. Donghae-ssi? Gomawoyo” jawab Taeyeon. Donghae tersenyum lalu duduk disamping Taeyeon. “Pemandangan malam ini benar-benar indah. Lihat kau ada dimana-mana?” ucap Donghae. “Ha?” bingung Taeyeon. Donghae menunjuk ke langit, “Taeyeon… kau bintang kan?” ucapnya, Taeyeon tertawa kecil mendengarnya. “Kau ada-ada saja. Jelas-jelas aku ini manusia” katanya malu-malu. “Hehe, benar juga. Oh ya, ngomong-ngomong kau dan Kyuhyun semakin dekat ya. Ah, tunggu, kalian kan pasangan. Hehe, aku menanyakan hal yang tidak bermutu” . “Sebenarnya tidak. Aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya, hanya sebatas partner kelas, bukankah kau tahu? Seharusnya yang membantuku dulu adalah kau, tapi justru dia yang datang dan sejak itu dia selalu saja mempermainkanku seperti itu. Hhh” . “Ahh, aku yang salah ya, hahaha, ini memang cerita yang aneh” Donghae tertawa garing, sedang Taeyeon menatapnya heran.

    “Hehe, Mian ne, aku yang salah” tambah Donghae. “Tidak sepenuhnya juga” lirih Taeyeon sambil memandangi kakinya. “Tapi, kenapa kau masih bertahan, maksudku tidak memberontak saja, ah maksudku..?” Donghae bingung dengan apa yang dikatakannya. Taeyeon tersenyum geli, “Molla. Jujur saja sejak dulu aku sangat tidak suka padanya, sifat dan sikapnya yang seperti itu, dan aku sangat menyukaimu” ungkap Taeyeon. “Ha? k-kau menyukaiku?” gagap Donghae. “Hmm. Kau adalah orang yang sangat baik, kau mau menjadi temanku diantara semua orang yang meninggalkanku” . Donghae menelan ludahnya, ‘Apa dia sedang menyatakan perasaannya?’ pikirnya. “Hehe, aneh ya? Tapi, walaupun aku tidak suka sifat dan sikapnya padaku, aku berterima kasih padanya, karena dia, aku menjadi lebih percaya diri dan memahami hal-hal yang mungkin sangat kubutuhkan nanti”. Donghae memandang Taeyeon bingung. Setelah itu hening. Lama, hingga akhirnya Donghae berbicara.

    “Kurasa… dia menyukaimu. Kyuhyun, dia adalah orang yang baik, ia tidak pernah menyerah meraih impiannya. Dan dia bukan orang yang mudah percaya atau menyukai seseorang. Hmmh, ya terkadang dia bersikap seperti anak-anak yang menjengkelkan, suka mengganggu dan menyebalkan. Hahaha. Tapi, itu hanya untuk menutupi kesepian dalam dirinya, aku mengenalnya sejak kecil, dia tidak punya seorang ibu, hanya seorang ayah yang bekerja di sebuah perusahaan sebagai sekretaris. Aku sering melihatnya merenung seorang diri. Tapi, sejak dia bersamamu, dia terlihat begitu bahagia. Ya, begitulah, kurasa dia memang menyukaimu” tutur Donghae. Mendengar itu Taeyeon tak menunjukkan perubahan posisi, reaksi ataupun pandangannya, ia hanya diam, bukan karena tidak terkejut bahwa Kyuhyun menyukainya,tapi karena ia merasa bahwa Kyuhyun sangat mirip dengannya. “Aku juga terkadang iri padanya, kenapa dia bisa begitu mudah tertawa lepas dalam kesepiannya itu?” gumamnya.

    “Itu caranya menghilangkan kesepian itu”. Taeyeon merasa sudah bicara terlalu ngelantur, ia menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya kasar. “Dingin sekali. Huhhff” ia mengalihkan pembicaraan dan meniup-niup tangannya sekedar untuk mendapat kehangatan. “Hahh, kau benar. Kau tidak ingin masuk? Sudah saatnya makan malam” kata Donghae menyadari keadaan. “Baiklah, kajja” ucap Taeyeon sambil berdiri. Mereka berdua pun menuju penginapan bersama.

    Sedang disisi lain Kyuhyun duduk di rooftop sambil memperhatikan Taeyeon dan Donghae. “Rasanya sulit mendapat senyumanmu saat kau bersamaku, tapi melihatmu tersenyum seperti itu sungguh melegakan. Apa, sebaiknya aku melepasmu? Kau hanya akan menderita jika bersamaku” ia memandang nanar Taeyeon dan Donghae. “Huaahhh… bintang-bintangnya begitu banyak, hhh, tapi tetap saja aku tidak bisa memilikimu” gumamnya lalu kembali membaca bukunya.

    “Oh, Kyuhyun Oppa kau disini? Semua mencarimu, sudah saatnya makan malam. Kajja” ajak Jesicca. Kyuhyun hanya menatapnya sekilas lalu menutup bukunya dan turun. “Hhh, dia jahat sekali padaku? Aku kan saudaranya, tapi dia selalu bersikap dingin padaku” gerutu Jesicca yang mengikuti Kyuhyun.

    ~~

    Hari kelima liburan. Tidak ada permainan, tidak ada aturan, semua bebas melakukan apa yang mereka sukai. Ada yang asyik berenang, ada yang hanya bermain air di tepi pantai, ada juga yang sedang asyik pacaran, bermain pasir, naik pohon bakau dan melompat kelaut, mengumpulkan binatang-binatang laut, dan sebagainya, semua bebas. Jesicca dan Donghae juga tak melewatkan kesenangan itu, ia juga mengajak Taeyeon dan Kyuhyun. Mereka asyik bermain di pantai, Kyuhyun dan Donghae berlomba renang, sedang Taeyeon dan Jesicca berlomba membuat istana pasir seindah mungkin, ya, karena mereka tidak bisa berenang. “Yosh, sudah selesai. Bagaimana kalau kita cari bintang laut sebagai hiasannya?” pendapat Jesicca. “Ide bagus, ayo” setuju Taeyeon. Mereka pun langsung mencari bintang laut disekitar situ.

    “Wuhhuu… aku menang” sorak Donghae sambil mengangkat tangannya. “Hufftt. Baiklah kuakui kehebatanmu, Donghae-ssi” ucap Kyuhyun dengan nada kagum dibuat-buat. Donghae tersenyum girang. “Oh? Dimana mereka?” gumamnya. Mereka berdua mengedarkan pandangannya. “Itu dia” kata Kyuhyun sambil menunjuk kearah Taeyeon dan Jesicca yang sibuk melakukan sesuatu ditepi pantai. Tapi, tiba-tiba sebuah ombak besar datang. “Aaaaa….” pekik Taeyeon, semua terkejut dan saat ombak itu kembali Taeyeon tak terlihat. “Yeon-aa?” lirih Kyuhyun. “Taeyeon-ssi… toloongg.. toloong” teriak Jesicca panik. Taeyeon terseret ombak ke tengah, “Bluup… tolong.. bullp.. to.. long” teriak Taeyeon mencoba tetap berada diatas air.

    Melihat itu Kyuhyun langsung berlari diikuti Donghae, ia langsung melompat kelaut dan mencoba menyelamatkan Taeyeon. Dengan bersusah payah akhirnya Kyuhyun berhasil membawa Taeyeon kedarat dibantu Donghae dan Jesicca. “Taeyeon-ssi. Taeyeon-ssi” pekik Jesicca yang masih panik, karena Taeyeon tak sadarkan diri. Kyuhyun terus mencoba mengeluarkan air dari paru-parunya dengan menekan dadanya beberapa kali, namun Taeyeon tetap tak sadar. “Berikan nafas buatan” usul Donghae. “Eoh. Benar” sahut Jesicca. Dengan ragu Kyuhyun pun melakukannya.

    “Uhukk… Uhukkk.. Hkkk, Hhhh… hhhh” air sudah mulai keluar dari mulut Taeyeon ia mengambil nafas dengan rakus untuk mengisi paru-parunya dan mulai membuka matanya. “Hhh. Syukurlah, Taeyeon-ssi” lega Jesicca. “Syukurlah” gumam Donghae, Kyuhyun tersenyum lega melihatnya. Taeyeon mengedarkan pandangannya melihat wajah teman-temannya yang terlihat khawatir. Tatapannya terhenti pada Kyuhyun yang duduk didekatnya sambil menopang kepalanya. “Apa yang terjadi padaku?” lirihnya. “Kau hampir saja tenggelam,tapi Kyuhyun segera menyelamatkanmu” jawab Donghae. Taeyeon kembali menatap Kyuhyun, “Gwaenchanna?”tanya Kyuhyun. Taeyeon mencoba berdiri, “Eh, pelan-pelan, sebaiknya kuantar dia kepenginapan” kata Jesicca. “Baiklah” ucap Kyuhyun. Taeyeon pun kembali kepenginapan bersama Jesicca.

    …

    Malam terakhir liburan. Sepertinya sudah seperti kebiasaan, Taeyeon selalu menyaksikan matahari terbenam seorang diri, tapi kali ini tidak ditepi pantai melainkan diatas rooftop penginapan, entah kenapa, mungkin karena ia masih trauma dengan laut setelah kejadian yang membuatnya hampir tenggelam kemarin. Kalau saja Kyuhyun tidak menolongnya, mungkin… “Hhh..” desahnya. ‘Ada baiknya aku berterimakasih padanya karena sudah menyelamatkanku, tapi…’ , ‘…hahh, ini selalu menyebalkan. Sudahlah, lupakan saja’ pikirnya lalu mengalihkan perhatiannya kebuku yang dibacanya sejak tadi.

    Kyuhyun sangat terkejut ada orang di tempat yang selalu menjadi tempatnya bersembunyi dari keramaian itu. Rooftop. Setelah menyadari bahwa itu Taeyeon ia pun mendekatinya dan duduk disampingnya. “Biasanya kau kepantai jam segini” ucap Kyuhyun mengagetkan Taeyeon dan membuat Taeyeon terperanjat hingga bukunya terjatuh. “K-k-kau?” gagapnya menatap Kyuhyun. “Hehhe, Mian sudah mengagetkanmu” Kyuhyun mengambilkan buku Taeyeon.Tanpa menjawab Taeyeon merampas bukunya. Sebentar Kyuhyun terdiam dengan tindakan Taeyeon, namun kemudian ia tersenyum dan mengalihkan pandangannya kelaut.

    “Kau sudah baikan?” tanya Kyuhyun. Taeyeon tetap diam. “Hhh… ini adalah hari terakhir liburan, ya? Rasanya cepat sekali” gumam Kyuhyun mencari topik lain. Masih tidak ada respon dari Taeyeon. “Rencana kita kali ini sukses lagi… tidak salah aku memilihmu sebagai partner” ucap Kyuhyun. “Ehh… Soal kemarin… Gomawoyo, kau sudah menyelamatkanku..” ucap Taeyeon ragu. Kyuhyun menatapnya. “Oh. Itu? Ya, lupakan saja. Asal kau baik-baik saja tak masalah bagiku” . “Tch. Jangan salah paham, aku berterimakasih karena itu suatu keharusan” ketus Taeyeon. “Heheh.. kau juga jangan salah paham, aku menyelamatkanmu karena kau adalah bagian dari tour ini, sudah tugasku menjaga keselamatan semuanya. Dasar ceroboh” kata Kyuhyun tak kalah ketus. “Tch. Benar-benar” umpat Taeyeon.

    Taeyeon melihat Kyuhyun juga membawa buku tentang bisnis. “Kau juga belajar tentang bisnis?” tanya Taeyeon. “Eoh,kau juga ya?” . “Hmm, apa tujuanmu mempelajarinya?” . “Aaa… ingin saja, kalau kau?” . “I-itu… ya karena aku ingin melanjutkan usaha ibuku” jawab Taeyeon. Kyuhyun mengangguk, ia tahu bahwa Ibu Taeyeon memang mempunyai sebuah cafe. “Oh, ya. Kata orang-orang dunia bisnis itu sangat kejam. Para pebisnis sebagian besar hanya mencari kekuasaan sebesar-besarnya dan selalu menghalalkan segala cara demi mewujudkannya. Bagaimana menurutmu?” tanya Kyuhyun. “Itu… ya, kurasa itu umumnya. Mereka hanya tahu untuk memperluas kekuasaannya, mereka tidak memikirkan perasaan orang lain. Bisa dibilang sikaya makin kaya, simiskin makin miskin” ujar Taeyeon. “Hhh, benar”

    “Lalu, bagaimana kalau seandainya kau mempunyai kekuasaan besar dalam dunia itu? Apa kau akan seperti mereka?” kali ini Taeyeon yang bertanya. “Itu?” Kyuhyun berfikir sebentar. “Ani. Aku akan membuat duniaku sendiri. Dunia yang menjunjung tinggi perdamaian, menyelesaikan pertikaian antar Perusahaan. Menciptakan dunia yang damai dan bahagia” tuturnya. “Ya, aku setuju. Aku juga ingin membuat dunia seperti itu” . “Tapi, perjuangannya akan sangat sulit, bisa jadi kita akan gugur sebelum kita mewujudkannya. Apa kau akan tetap maju?” . “Ha? kau sendiri?” . “Aku tidak akan menyerah, sebagaimanapun terjalnya jalan yang akan kulalui, aku harus tetap maju” . “Meskipun kau sendiri?” . “Ya. Meskipun aku sendiri. Jika tidak ada orang yang bisa kupercayai. Aku akan mempercayai diriku sendiri” yakin Kyuhyun. ‘Donghae benar. Dia orang yang berkeinginan kuat’ batin Taeyeon menatap mata Kyuhyun yang begitu meyakinkan dan penuh tekad kuat, tak terasa ia tersenyum.

    “Baiklah. Kurasa kali ini impian kita sama. Bintang dan Bulan itu yang akan menyaksikan tekad kita. Fighting” semangat Kyuhyun. “Siapa bilang? Sok mengambil kesimpulan” jutek Taeyeon. “Hhh” Kyuhyun mendesah, seakan semangatnya luntur, ia hanya menunduk. Taeyeon tersenyum melihatnya. “Ne, fighting” ucap Taeyeon. Kyuhyun pun tersenyum sumringah. Mereka memandang kearah langit malam yang begitu ramai dengan kerlipan bintang dan bulan sabit, mengukir harapan dibawahnya. Perlahan Taeyeon mulai menaruh perasaan pada Kyuhyun. Entah perasaan apa itu. Yang pasti, malam itu, Taeyeon kembali melihat sisi lain Kyuhyun yang berpendirian teguh.

~o0o~

    Presiden utama PerusahaanCC Group tengah duduk di kursi kebesarannya sambil memandangi serius foto-foto di depannya. “Siapa yeoja ini?” tanyanya. “Namanya Kim Taeyeon, putri dari seorang wanita bernama Hyun Gaeun, dia teman sekelas Tuan Muda, dan dia adalah partner kelasnya” jelas seorang bepakaian hitam dan misterius. “Apa status keluarganya?” . “Keluarganya adalah seorang pemilik cafe di kota, ayahnya sudah meninggal” . “Baiklah. Kau boleh pergi”. Tanpa banyak bicara, orang misterius itu pun pergi. Sedang Presiden itu, yang tak lain adalah ayah Kyuhyun hanya diam memandangi foto itu. “Ini tidak bisa dibiarkan” geramnya sambil melempar foto-foto itu kedalam laci meja didepannya.

    …

    Kini Taeyeon sudah mulai rutin mengikuti pelajaran tambahan tentang bisnis dirumahnya, maksudnya rumahnya yang sebenarnya bersama kakeknya. Ia ingin melanjutkan cita-cita ayahnya untuk menjadikan dunia bisnis sebagai tempat untuk mewujudkan perdamaian. Ia juga mempelajari tentang berbagai Perusahaan bisnis yang ada diseluruh dunia. Hingga saat ini belum ada Perusahaan yang bisa mengalahkan PerusahaanKGC, namun saingan terberat PerusahaanKGC adalah PerusahaanCC Group. Kakeknya bilang,PerusahaanCC Group adalah Perusahaan yang tidak punya perasaan, Presiden Utama PerusahaanCC Group tega membunuh Istri dan anak pertamanya hanya untuk mempertahankan kekuasaannya. Sepertinya, kakeknya ingin menciptakan sebuah kebencian dihati Taeyeon pada Perusahaan itu. Tapi, kakeknya malah berencana menjodohkan Taeyeon dengan putra kedua Perusahaan itu.

~o0o~

    Setelah pulang dari liburan musim panas itu, Taeyeon dan Kyuhyun sering belajar barbagai hal yang bersangkutan dengan dunia bisnis bersama-sama. Bukan karena hal apapun, tapi bila belajar sesuatu hal yang sama bersama orang yang punya kegemaran sama itu lebih menyenangkan.

    Perlahan-lahan hubungan mereka semakin serius, perasaan simpati berubah menjadi perasaan suka dan akhirnya muncul kasih sayang yang menumbuhkan cinta antar keduanya. Tapi, mereka tetap saling berdiam diri, karena mereka berfikir jika mereka bersatu, maka akan saling membahayakan. Sebenarnya, mereka belum saling mengetahui asal usul keluarga satu sama lain. Dan mereka tidak tahu bahwa mereka akan dijodohkan.

    …

    Hari ini untuk pertama kalinya akhirnya Taeyeon bisa menonton konser kakaknya secara langsung di pusat kota Incheon. Ia datang bersama Jesicca, Donghae dan Kyuhyun. Acara berlangsung sangat meriah dan spektakuler. Ia tidak menyangka bahwa kakaknya benar-benar seorang bintang besar.

    Setelah acara usai, semua personil MOONSTAR dan 4 sekawan makan malam bersama di kedai ramen favorit mereka.

    “Jungwoon-ssi, ternyata benar yang kau katakan, adikmu sangat cantik” puji Heechul. Taeyeon tersenyum malu mendengarnya. “Hahh, tentu saja. Ehh, tapi kau tidak boleh mendekatinya, nanti kau akan mempermainkannya seperti korbanmu yang lain” canda Jungwoon, “Oh? Jadi Heechul Oppa itu playboy?” tanya Taeyeon. Semua tertawa mendengarnya. “Un. Ryeowook Oppa, apa kau bisa mengajariku main bass. Kau sangat keren sekali saat bermain bass tadi” ucap Jesicca. Tidak malah menjawab, Ryeowook hanya menggaruk kepalanya.

    “Ahh, jangan berharap, dia bahkan tidak berani mendekati wanita” sahut Illwoo. “YAA!… apa katamu?” geram Ryeowook menatap tajam Illwoo. “Oh, menjadi seorang Idol sepertinya menyenangkan, apa ada lowongan untukku?” tanya Donghae. Semua memandangnya. “Apa kau punya keahlian?” tanya Heechul. “Aku bisa bermain drum” . “Mana bisa, itu bagianku” sahut Illwoo.”Oh, aku bisa bernyanyi dengan baik” . “Apa kau yakin bisa menyingkirkan Jungwoon?” tanya Heechul. Donghae melirik Jungwoon, dan dia menggeleng. “Hhh, tidak ada lowongan untukmu” ketus Heechul. “Tck” decak Donghae. “Chakkaman… ada posisi yang cocok untukmu” kata Ryeowook, “Mwo?” tanya Donghae semangat. “Penari latar. Kau bisa menari?” ucap Ryeowook. “Bisa, eh tapi kalian kan Band bukan Boyband, memang membutuhkan penari latar?” gumam Donghae, mendengarnya semua tertawa.

    “Kau itu polos sekali. Sudah ya, sepertinya aku dan Heechul harus pergi, seperti biasa, acara tambahan” kata Ryeowook pamit. “OK. Hati-hati” ucap Illwoo dan Jungwoon. “Aaa, RyeowookHyung, HeechulHyung, aku ikut kalian” pekik Donghae yang langsung berlari pergi. “Tch, dia benar-benar” umpat Jesicca. Kini mereka hanya berlima disitu.

    Kyuhyun sejak tadi tidak terdengar suaranya, ia masih serius menikmati ramen kesukaannya. “Tch. Kyuhyun Oppa, apa itu sangat enak? Sampai kau tidak peduli sekitarmu” komentar Jesicca saat Kyuhyun telah menghabiskan ramennya. “Hehe, Mian, ini benar-benar enak” ucapnya seadanya. “Heii.. kalau makan itu jangan tergesa-gesa, lihatlah mulutmu belepotan” kata Taeyeon menahan tawanya melihat wajah Kyuhyun. “Jinjja?” Kyuhyun menghapus nodanya dengan punggung tangannya, “Pakai ini” Taeyeon menyerahkan sapu tangan untuknya. “Tck. Tck. Tck. Ternyata kalian sangat romantis” kata Jesicca. Taeyeon dan Kyuhyun jadi salah tingkah sendiri. “Benar kan?” tambahnya mencari persetujuan yang lain. “Iya benar. Lalu kapan kau punya pacar?” goda Illwoo. “Mwo? Aku? Nanti juga punya” jawab Jesicca malu-malu. “Ahh. Mana ada namja yang mau denganmu?” . “Oppa” pekik Jesicca.

    “Jungwoon, ikut aku sebentar” ucap Illwoo sedikit berbisik. Mereka berduapun pergi. “Hhh. Aku mau ke toilet dulu ya” kata Jesicca yang juga ikut pergi. Taeyeon dan Kyuhyun hanya diam sambil menikmati minumannya, tapi entah kenapa, kali ini mereka merasa canggung untuk memulai membuka obrolan.

    Sedang Jungwoon dan Illwoo duduk didepan kedai sambil melirik kedalam sesekali. “Ayah Kyuhyun sudah mengetahui hubungan mereka. Sebaiknya kau awasi terus adikmu, jaga dia, mungkin sebentar lagi mereka akan melakukan hal buruk padanya” ucap Illwoo lirih. “Apa maksudmu?” tanya Jungwoon pura-pura belum mengerti. “Pokoknya kita harus mengawasi mereka berdua, aku dan Jesicca akan membantumu” ucap Illwoo. “Ya, kurasa begitu, baiklah, apapun yang terjadi sudah tugas kita melindungi mereka” ucap Jungwoon. Mereka memandang khawatir pada Kyuhyun dan Taeyeon.

~o0o~

    Ini agak aneh, tidak biasanya Jesicca terus mengikuti Taeyeon, kemanapun ia pergi. Hal ini membuat Taeyeon tidak nyaman. “Kenapa kau mengikutiku?” tanya Taeyeon akhirnya. “Aniyo, aku hanya menginginkan sesuatu darimu” ucap Jesicca. “Tch. Mwo?” . “Tanda tangan Jungwoon Oppa. Apa kau mau memintanya untukku?” . “Aishh, kukira apa, lalu kenapa kemarin kau tidak mau memintanya langsung?” . “Hehe, aku kelupaan karena asyik mengobrol dengannya” . “hhh, baiklah” ucap Taeyeon. Jesicca menghembuskan nafas lega dan mengikuti Taeyeon lagi, namun lebih jauh agar dia tidak curiga.

    Kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Ia sudah mendengar semua rencana buruk ayahnya pada Taeyeon. Ia tahu alasan mengapa hal ini akan terjadi. Semua ini tak lepas dari acara perjodohan antara dirinya dan putri PerusahaanKGC yang tak pernah dikenalnya, dan dia menolaknya. Oleh karena itu ayahnya mencari segala cara untuk melancarkan keinginannya itu.

    Sampai sekarang Taeyeon belum mau menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya. Ia berharap semua orang tidak pergi meninggalkannya setelah tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Ia tak ingin kehilangan teman-temannya begitu cepat, dan juga, Kyuhyun. Ia merasa mulai mencintai Kyuhyun sekarang. Tapi, karena perjodohan itu, ia benar-benar takut jika Kyuhyun terus bersamanya maka ia hanya akan membuatnya menderita. Satu lagi yang ia pelajari dari dunia bisnis, bahwa perjodohan bisnis hanya untuk menambah kekuasaan, dan para pelaku akan melakukan apapun dan tak segan-segan menyingkirkan apapun yang menghalangi tercapainya rencana itu.

    Kini ia berjalan seorang diri menuju stasiun, seperti biasanya. “Yeon-aa~~!!” panggil Kyuhyun. Taeyeon pun menoleh. Kyuhyun menghampirinya dan berjalan disampingnya. “Aku ingin kerumah saudaraku. Apa aku bisa naik kereta bersamamu?” tanya Kyuhyun. “Un. Tentu saja. Memang itu kereta milikku sampai kau harus meminta ijinku untuk menaikinya” ucap Taeyeon santai. “Hehe. Benar juga. Baiklah, kajja” semangat Kyuhyun. Tiba-tiba Taeyeon hampir terpeleset di kubangan air, untung Kyuhyun langsung menangkap tubuhnya. “Oh, Gomawo” ucap Taeyeon langsung berdiri, dan tersipu malu. “Hati-hati” saran Kyuhyun. Taeyeon hanya mengangguk ‘Aishh sepatuku kotor’ kesal Taeyeon sambil menatap sepatunya. Mereka pun berjalan berdampingan menuju stasiun. Sesekali Kyuhyun memperhatikan sekitar dan waspada, ia melihat gerak-gerik mencurigakan dari beberapa orang, oleh karena itu ia bermaksud memastikan Taeyeon selamat sampai rumah sebelum hal itu terjadi.

    Di stasiun, mereka masih menunggu kereta mereka. Namun tiba-tiba Kyuhyun merasa perutnya sangat melilit. “Ah, aku ketoilet sebentar ya” ucapnya langsung berlari. Taeyeon hanya mengangguk. Ia duduk sendirian diruang tunggu. Tapi ia merasa tak nyaman karena ada banyak mata yang sepertinya tengah memperhatikannya. Ia mencoba tetap tenang. Namun tiba-tiba ada segerombolan orang berlari kearahnya dan menangkapnya. Ia mencoba melakukan perlawanan dan mencoba meminta pertolongan, tapi tidak bisa karena mulutnya dibungkam. Tiba-tiba ia merasakan dingin dihidungnya dan mencium bau yang aneh, dan tiba-tiba tubuhnya menjadi ringan, setelah itu gelap, ia tak sadarkan diri.

    Tak berapa lama kemudian Kyuhyun kembali, namun ia tidak melihat Taeyeon. “Yeon-aa?” gumamnya sambil mengedarkan pandangannya. Ia menemui penjaga loket. “Jongsonghamnida, apa kereta terakhir sudah lewat?” tanyanya. “Belum, masih sebentar lagi” jawab Ajussi penjaga loket. “Oh, lalu apa anda melihat yeoja berseragam yang duduk di ujung sana tadi?” . “Mollayo, aku baru kembali dari makan siang, dan saat aku kembali tidak ada siapa-siapa” ujar penjaga loket itu. “Gamsahamnida” ucap Kyuhyun lalu pergi.

    Ia berlari kesana-sini mencari Taeyeon. “Yeon-aa~~!!” teriaknya terus menerus. Wajahnya terlihat begitu panik. ‘Dimana kau? Apa benar dia sudah diculik? Yeon-aa? Ahh, kenapa tadi aku meninggalkannya? Aku harus menemukannya, harus’ tekadnya yang langsung berlari menuju rumah Donghae. “Yeon-aa.. chakkaman” gumamnya.

    …

    “MWO? Taeyeon?” pekik Jungwoon setelah mendengar penjelasan seseorang dari teleponnya. Tanpa banyak pikir ia langsung berlari pergi. “Jungwoon-aa~~! Mau kemana?”tanya ibunya menahannya. “Nona Muda… dia di culik” jelas Jungwoon panik. “MWO? Eo-Eotteokhae?” tanya Ibunya ikut panik. “Sepertinya ini sudah direncanakan. Sebaiknya Eomma dirumah saja, siapa tahu Taeyeon pulang. Aku akan mencari tahu, dan aku akan sering mengabari perkembangannya. Jadi jangan khawatir” ujar Jungwoon langsung melesat pergi naik motornya menemui Kei. “Nona Muda” khawatir ibunya.

    …

    “Aku butuh bantuanmu sekarang. Kajja” ajak Kyuhyun setelah menjelaskan apa yang terjadi. Donghae yang tadinya menganggap itu hanya lelucon akhirnya mengikuti Kyuhyun. Mereka berdua mencari Taeyeon bersama. Mereka kembali kestasiun untuk mencari jejak.

    …

    “Sudah kuduga akan terjadi. Kajja” kata Illwoo pada Jungwoon. “Kajja” ucap Jungwoon pasti. “Sicca-aa, kau pergilah mencari informasi, dan segera hubungi kami jika kau sudah mendapatkannya” perintah Illwoo pada adiknya. “Ne. Oppa berdua hati-hati” ucap Jesicca. Jungwoon dan Illwoo pun melesat menuju sekolah Taeyeon untuk mencari tahu. “Taeyeon-ssi, semoga dia baik-baik saja” harap Jesicca yang langsung pergi ketempat yang dimaksud kakaknya.

    …

    Di stasiun,Kyuhyun dan Donghae tak menemukan apapun. “Apa dia benar-benar diculik?” tanya Donghae. “Aku yakin, karena beberapa hari ini dia selalu diawasi orang” jawab Kyuhyun. “Bagaimana kau tahu?” . “Bukan saatnya menanyakan hal itu, kita harus mencari jejak mereka”. Mereka berdua pun kembali menelusuri setiap jalan yang dilalui kemungkinan dilalui Taeyeon.

    Tiba-tiba mereka berpapasan dengan Illwoo dan Jungwoon. “Kalian?” pekik Jungwoon. “JungwoonHyung?” pekik Donghae tak kalah terkejut. “Taeyeon, dimana dia?” tanya Jungwoon. “Dia? Aku tidak tahu, tadi dia bersamaku, dan aku meninggalkannya sebentar ketoilet lalu dia menghilang” jelas Kyuhyun. “Dimana terakhir kau meninggalkannya?” tanya Illwoo. “Di ruang tunggu kereta” jawab Kyuhyun. Jungwoon dan Illwoo segera menuju kesana. “Kami sudah memeriksa tempat itu, namun tidak menemukan apa-apa” ucap Kyuhyun, mereka mengikuti Illwoo dan Jungwoon.

    Mereka berempat kembali memeriksa tempat itu dengan teliti. Mereka menemukan sebuah jejak kaki sepatu yang terlihat masih baru. “Apa saat kalian berada disini tadi, jejak ini sudah ada?” tanya Illwoo. “Entahlah kurasa tidak” jawab Kyuhyun. “Apa tadi kalian menginjak kubangan lumpur?” tanya Illwoo lagi. “Tadi? Ahh, ne. Taeyeon hampir terpeleset saat pejalanan menuju kesini”.

    Tap. Tap. Tap. Terdengar langkah kaki yang semakin mendekat. “Kata penjaga loket, lantai sekitar sini baru saja di pel sekitar 20 menit yang lalu” ucap Jungwoon yang baru datang. “Itu berarti sebelum kami tiba disini” gumam Kyuhyun. “Lantai basah dan lumpur disepatu mudah meninggalkan jejak. Dibagian ini jejaknya sangat tebal karena sepatunya diam sehingga lumpur mengumpul tebal disini” hipotesis Jungwoon. “Sedang disana, terlihat tipis dan panjang seperti sepatu yang diseret, jika dilihat dari basahnya, ini tertinggal sekitar 10 sampai 15 menit yang lalu, karena ini tipis dan cepat kering” tambah Illwoo. “Jejak ini mengarah kesana” ucap Kyuhyun. “Tapi, setelah itu hilang disini” sahut Donghae.

    “Bisa jadi mereka mengangkat Taeyeon?” simpul Kyuhyun. Jungwoon dan Illwoo mengangguk. “Apa kalian tahu kemana mereka membawanya?” tanya Donghae. Semua kembali diam, sulit menentukannya karena jejak menghilang begitu cepat. Mereka berempat hanya mondar-mandir di tempat itu. Illwoo berjongkok memeriksa sesuatu, ia mencolek sebuah noda kuning dilantai dan menciumnya. “Aku tahu dimana dia” ucapnya seketika. Semua menatapnya.

~o0o~

    Sementara itu disebuah ruangan yang cukup gelap, hanya cahaya matahari yang muncul dari celah-celah kecil dinding ruangan. Taeyeon duduk disebuah kursi dengan tangan terikat kebelakang dan mulut yang ditutup dengan kain. Perlahan kesadarannya pulih, beberapa kali ia mengerjapkan matanya, dan melihat sebuah tempat yang benar-benar asing. Ia merasakan tubuhnya kaku tak bisa digerakkan dan kepalanya masih terasa berat. Setelah ia benar-benar telah sadar, ia menyadari bahwa ia tengah diculik, dan mengingat terakhir kali ia disergap beberapa orang dan akhirnya ia sampai disini.

    Ia mencoba meronta melepaskan ikatan tangannya, dan mencoba berteriak meminta pertolongan. Tapi sia-sia. Hingga seorang yang memakai baju serba hitam dan memakai masker yang menutupi setengah wajahnya menghampirinya. Taeyeon mencoba mengecamnya dan terus menatapnya tajam, namun isyarat mata orang itu seakan menertawakan ketidak berdayaannya. “Ini sebuah konspirasi yang unik” ucap orang itu sambil menatap lekat wajah Taeyeon. “Ya, kurasa hidupmu akan segera berakhir setelah ini. Tunggu saja. OK” tambahnya lalu pergi lagi. “Umm…um… ummm… UMMMM” pekik Taeyeon mencoba mengatakan sesuatu.

    ‘Siapa dia? Kenapa aku diculik seperti ini? Apa tujuan mereka? Tapi, aku tidak boleh mati seperti ini. Hahh, apa yang harus kulakukan? Ahh, ikatannya terlalu kuat. Jungwoon Oppa, Eomma, tolong aku’ batin Taeyeon penuh harap. Ia masih mencoba menggerak-gerakkan tangannya agar talinya menjadi longgar. Namun tetap sia-sia. Ia pun akhirnya hanya bisa pasrah dan menunggu keajaiban datang.

~o0o~

    Berita tentang penculikan Taeyeon sudah terdengar di KGC maupun CC Group. PerusahaanKGC segera mengirimkan para detektif untuk mencarinya, sedang PerusahaanCC Group dihebohkan dengan kemarahan Tuan mudanya.

    …

    “Apa tujuanmu melakukan semua ini?” keras Kyuhyun menghadap ayahnya. “Kenapa kau tidak mengerti juga? Ini adalah peringatan bagimu, bahwa tidak semua orang bisa bergaul denganmu. Bukankah sudah kubilang kau akan kujodohkan dengan putri dari PerusahaanKGC” tegas ayahnya. “Tch. Apa jika aku mau melakukannya, kau akan membebaskannya? Dia sama sekali tidak bersalah. Jadi, kumohon lepaskan dia” ucap Kyuhyun semakin pelan. Ayahnya menatapnya tajam dengan seringai menakutkan. “Benarkah? Kau akan melakukannya?” tanya ayahnya. Kyuhyun menatap mata ayahnya, “Aku akan melakukannya. Dan kau harus berjanji melepaskannya” tegas Kyuhyun. “Baiklah, kau memang pandai menentukan pilihan. Tapi asal kau tahu, ini juga untuk kebaikanmu” . Kyuhyun tak peduli apa yang diucapkan ayahnya, ia langsung saja pergi tanpa pamit. “Ternyata ini lebih mudah” gumam ayahnya.

    …

    2 hari berlalu, namun kaki tangan kakek Taeyeon belum juga menemukan keberadaan Taeyeon, sedang 4 sekawan memang sudah menemukan daerahnya, tapi mereka belum menemukan tempat dimana Taeyeon disembunyikan, mereka masih menyelidiki tempat itu dan menyusun rencana.

    Sementara itu, Taeyeon tetap dalam keadaan yang sama, dia terduduk lemah, hampir 2 hari ia tak menyentuh makanan ataupun air. Memang para penculik itu memberinya makanan, tapi, disaat seperti itu ia tidak berselera, ia tidak bisa berfikir apapun, entah akan ada orang yang menyelamatkannya atau tidak.


Kyuhyun mendapat informasi dari beberapa orang kepercayaannya tentang dimana keberadaan Taeyeon, ia pun segera menuju tempat Illwoo dan Jungwoon berada.

    “Kita bisa menolongnya sekarang. Di sebuah gedung tua dekat kuil” ucap Kyuhyun. “Kau? Bagaimana?” heran Illwoo. “Aku menemuinya” . “Jangan bilang kau mempertaruhkan …?” . Kyuhyun hanya mendesah, tanpa banyak bicara ia ditemani Donghae, Illwoo dan Jungwoon pergi ketempat itu.

    …

    “Cepat lepaskan dia!” seru Jungwoon. “Siapa kau berani-beraninya menantang kami?” kata salah seorang penjaga tempat itu. “Cepat lepaskan dia!” seru Kyuhyun. “Tch. Anak kecil ikut-ikutan” remeh orang itu. Mereka berdua semakin geram, merekapun langsung menyerang orang-orang itu. Akhirnya perkelahian pun tak terelakkan.


    Taeyeon mendengar ada keributan diluar. Ia yakin pasti ada orang yang menolongnya, siapapun itu hatinya terasa sedikit lega. “Ummm…Ummm.. UMMM” teriaknya meronta, mencoba memberi tahu bahwa dia ada di dalam situ. Tak berapa lama kemudian seseorang mendobrak pintu. Taeyeon merasa sangat bahagia, tapi sebentar kemudian ia kaget karena yang datang adalah orang bermasker itu. Ia melepaskan ikatan tangan Taeyeon. Taeyeon terus meronta-ronta. Orang itu langsung membawa Taeyeon pergi dari tempat itu, dan saat itu penutup mulutnya terlepas. “TOOLOOOONGGG…. TOLOOONG AKU” teriaknya sekuat tenaga, namun orang itu kembali menutup mulutnya.

    Diluar Kyuhyun dan Jungwoon mendengar teriakan itu. Namun musuh mereka semakin banyak, mereka terus menyerang dengan membabi buta. Tak berapa lama beberapa orang asing datang dan membantu mereka. Melihat keadaan itu, mereka berdua langsung mengejar Taeyeon.

    Disisi lain, mobil yang membawa Taeyeon tiba-tiba berhenti mendadak, dihadang oleh Donghae dan Illwoo. ‘Donghae-ssi? Illwoo Oppa? Kalian?’ batin Taeyeon. Illwoo dan Donghae mendekati mobil itu. Namun tiba-tiba… ‘DUARR.. DUARR’ letupan senjata api terarah pada mereka. Taeyeon hampir menjerit histeris mendengarnya, ia benar-benar takut terjadi apa-apa pada mereka. Namun tak lama kemudian terdengar letupan senjata api bertubi-tubi, dan orang yang tadi membawa Taeyeon sudah kabur begitu saja. “Taeyeon-ssi?” pekik Illwoo yang langsung masuk mobil dan menyelamatkan Taeyeon. “Illwoo Oppa?” lirih Taeyeon. Dan saat itu pula, Kyuhyun dan Jungwoon datang. “Yeon-aa? Gwaenchanna?” tanya Kyuhyun yang masih ngos-ngosan. “O-opp-a” pekiknya lemah dan langsung memeluk kakaknya. Ia pun tak sadarkan diri. “Taeyeon…KimTaeyeon…” pekik yang lain.

~o0o~

    Kini semua terlihat begitu terang… Taeyeon mendapati dirinya tengah terbaring di ranjang dengan aroma obat di sekelilingnya. “Arghh… aku dimana?”lirihnya sambil memutar bola matanya. “Taeyeon-aa? Kau sudah sadar?” pekik seorang wanita yang duduk disampingnya dengan girang. “Eomma? Oppa? Donghae-ssi? Jesicca-ssi?” lirihnya menyebut semua yang ada disitu. “Syukurlah, Gwaenchanna?” tanya Jesicca. Taeyeon hanya mengangguk, ia mulai ingat yang menyebabkan dirinya disini adalah kejadian kemarin, andai saja saat itu tak ada mereka, entah bagaimana nasibnya. Ia mencoba duduk, “Jangan dipaksakan, kau masih lemah” tutur Ibunya. “Benar. Istirahatlah yang cukup” tambah Jungwoon.

    “Semuanya. Jongmal Gamsahamnida. Kalian sudah menolongku. Gomawoyo” ucap Taeyeon. Semua hanya memberikan senyumnya. “Ah, yang terpenting sekarang kau sehat, kan?” kata Donghae. Taeyeon tersenyum, namun matanya mencari seseorang, ‘Sepertinya kemarin dia juga menolongku? Tapi, dimana dia sekarang?’ pikirnya. Semua merasa bahagia melihat Taeyeon sehat kembali. Tapi, ini menuntut semua untuk semakin waspada.

    …

    Di ruangannya Kim Sajangnim meremas geram sebuah kertas sambil memandang tajam foto keluarga kecil putranya.

    …

    “Haaahh…” desah Kyuhyun. Ia berdiri memandang keluar jendela dengan tangan yang dimasukkan kesaku jaket yang dipakainya. “Kau akan baik-baik saja tanpa aku, kan? tsh. Aku harap akan selalu melihat senyummu” gumamnya, tatapan matanya menjadi sendu.

~o0o~

    “Kenapa dia tidak pernah datang menjengukku ya? Apa terjadi sesuatu padanya?” gumam Taeyeon yang menatap keluar jendela rumah sakit. Beberapa kali dia hanya mendesah. “Tada… aku datang lagi” seru Donghae dengan senyum cerianya. Taeyeon tersenyum menyambutnya. “Nah, ini… aku membawakan buah apel untukmu” ucap Donghae menunjukkan sekeranjang apel yang dibawanya. “Un. Gomawoyo” ucap Taeyeon, lalu kembali memandang keluar.

    “Kau merindukan Cho Kyuhyun ya?” tebak Donghae. “Ha?” Taeyeon menoleh kearahnya. “Aku sendiri tidak pernah melihatnya sejak kejadian itu. Aku tidak tahu dia pergi kemana. Dia itu benar-benar jahat. Saat hari kau hilang dia selalu panik dan tak pernah istirahat untuk mencarimu, aku, JungwoonHyung, Illwoo Hyung dan juga Jesicca juga khawatir padanya. Kurasa ada suatu hal besar yang disembunyikan” gumam Donghae. “Ah, yang terpenting, cepatlah sembuh, dan kembali berkumpul dengan kami” tambah Donghae. Taeyeon hanya diam mendengarnya, ‘Kyuhyun-ssi? Gomawoyo’ batinnya.

    …

    Esoknya Taeyeon sudah bisa pulang, ia di jemput oleh kakak dan Ibunya. Dan esoknya lagi dia baru boleh sekolah.

    Kini mereka tengah duduk di ruang keluarga. “Oppa. Apa kau tahu siapa yang menculikku?” tanya Taeyeon. “Entahlah, kami tidak menemukan jejak apapun tentang mereka. Aku rasa ini adalah ulah PerusahaanCC Group” ujar Jungwoon. “Sudah dari dulu Perusahaan itu menjadi musuh KGC” sahut Ibunya. “Benarkah? Tapi… kenapa Harabeojimalah menjodohkanku dengan putra pemilikCC Group?” tanya Taeyeon. “Mungkin, rencana perdamaian itu hanya akal licik mereka untuk merebut kekuasaan KGC” . “Harabeoji juga pernah bilang seperti itu. Aku masih bingung. Oppa, Eomma, besok aku ingin pergi ke rumah Harabeoji untuk menanyakan hal ini” . “Baiklah. Sekarang sebaiknya kau istirahat” ucap Ibunya. “Un. Jaljayo” Taeyeon pun pergi kekamarnya.

~o0o~

    Taeyeon menemui kakeknya di rumahnya. Melihat Taeyeon datang kakeknya langsung memeluknya dengan erat. “Neo gwaenchanna?” tanya kakeknya. “Hmm. Semua juga atas bantuan dari orang-orang Harabeoji” ucap Taeyeon. “Syukurlah” ucapkakeknya, lalu mengajak Taeyeon duduk.

    “Harabeoji. Aku mau menanyakan sesuatu padamu” kata Taeyeon. “Apa?” . “Soal penculikanku itu? Apa benar itu ulah CC Group?” . “Ne, siapa lagi. Mereka sudah berencana menghilangkan penerus Perusahaan kita agar mereka bisa mudah merampas kekuasaan kita” . “Tapi, yang kubingungkan. Kenapa Harabeoji malah menyetujui perjodohan itu? Apa Harabeoji juga menginginkan aku dibunuh oleh mereka?” . “Apa yang kau katakan? Mana mungkin seperti itu? Ini Harabeoji lakukan agar Harabeoji bisa lebih mudah mencari tahu akal bejat mereka. Justru dengan begini keamananmu akan terjamin, karena semua orang akan bersimpati padamu nanti. Akan banyak orang yang melindungimu. Kau ini adalah cucuku satu-satunya. Kenapa kau bisa berfikir seperti itu” . “Jongsonghamnida, Harabeoji. Aku tidak bermaksud begitu. Tapi, jujur aku tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang yang membuat orang tuaku meninggal” . “Andwae”. Taeyeon menatap kakeknya bingung. “Ini tidak akan berlangsung lama, sebatas pertunangan, dan selama itu aku akan langsung menemukan cara untuk menjatuhkan Perusahaan itu dan kau akan terbebas. Jadi, kau harus bersabar”. Taeyeon tersenyum mendengarnya, namun ia merasa hatinya tak percaya dengan ucapan kakeknya itu. Ia pun hanya bisa menerimanya sekarang.

    Mereka berdua pun menikmati makan malam bersama.

~o0o~

    “Jadi,ChoKyuhyun jarang masuk sekolah?” pekik Taeyeon. Jesicca yang diajak bicara hanya mengangguk. “Dia merasa bersalah padamu” ucapnya. “Wae? Kenapa dia merasa bersalah?” . “Karena dia meninggalkanmu saat itu, sehingga kau diculik, dia terus saja menyalahkan dirinya” ujar Jesicca. ‘Dia benar-benar aneh. Jika memang seperti itu, seharusnya dia kan menemuiku’ pikir Taeyeon. ‘Mian, Taeyeon-ssi aku harus berbohong padamu’ batin Jesicca.

~o0o~

     Ini adalah hari pertama Taeyeon untuk menghadiri pertemuan bisnis dan juga perkenalannya dengan para pebisnis lainnya. Ia akan bertemu banyak orang baru dan yang pasti orang yang akan dijodohkan dengannya itu. Kalau bisa memilih, ia akan berlari pergi daripada dijodohkan seperti ini. Tapi, ia menghormati kakek dan juga Perusahaannya, serta tujuannya untuk menciptakan dunia yang damai seperti impian orang tuanya.

    “Kau harus bersikap baik. Jangan menunduk, tegakkan badanmu dan selalu tunjukkan keramahan PerusahaanKGC” nasehat Ibunya sambil merias Taeyeon. “Uhh… ne. Huhh” Taeyeon terus mengatur nafasnya menghilangkan rasa gugupnya.

    …

    Sementara itu di PerusahaanCC Group. Kyuhyun masih duduk tenang di kamarnya, tak lama kemudian Illwoo dan Jesicca datang.

    “Tuan muda. Saatnya anda berangkat” ucap Illwoo. “Un. Tuan muda. Taeyeon-ssi menitipkan surat untukmu” kata Jesicca, lalu menyerahkan surat itu. “Mwo?” Kyuhyun memperhatikan surat itu, dengan segera ia membukanya dan membacanya.

Cho Kyuhyun-ssi.

Sudah beberapa hari aku tidak melihatmu. Apa kau baik-baik saja? Aku harap begitu.

Sebenarnya aku ingin berterima kasih padamu karena sudah menolongku kemarin. Terima kasih juga sudah selalu mengkhawatirkanku selama ini. Gomawoyo. Selama ini aku tidak pernah membencimu, hanya saja kau selalu menggangguku dan itu sangat menyebalkan.

Tapi, entah kenapa sekarang saat kau tidak ada aku merindukan hal itu. Ahh, agak aneh ya? Aku sendiri juga bingung dengan sikapmu dan juga perasaanku. Aku mendengar semua tentangmu dari Donghae. Tapi aku tidak terlalu percaya sebelum aku mendengarnya sendiri darimu.

Kyuhyun-ssi. Mungkin aku menyukaimu sekarang. Tapi aku tidak bisa melakukan apapun sekarang. Mungkin nanti kita tidak bisa bertemu lagi, tapi aku harap, kita akan tetap menjadi teman yang baik seperti dulu. Gomawoyo, mianhae tto.

Kim Taeyeon *.*

    Kyuhyun sangat terkejut membacanya. “Yeon-aa?” gumamnya sedih. Ini sudah terlambat sekarang. Jika saja ia mengetahuinya sejak dulu. ‘Ahhh’ teriaknya dalam hati. “Tuan muda. Sudah saatnya” ucap Illwoo lagi. Kyuhyun menatap Jesicca. “Gomapta” ucapnya. “Un. Ini pilihan terbaik” hibur Jesicca. Kyuhyun pun pergi.

    Di mobil ayahnya sudah menunggunya. Kyuhyun masuk kedalam mobil dengan ekspresi datar. “Bersikaplah baik di acara nanti” ucap ayahnya. Kyuhyun hanya diam sambil menatap lurus kedepan. Mobil pun melesat menuju gedung pertemuan.

    …

    Di sebuah gedung yang begitu mewah, banyak sekali orang yang sudah datang. Sebagian besar adalah para jutawan dan bangsawan. Penampilan mereka sangat glamour, mobil-mobil mewah berjajar rapi dihalaman gedung. Dari kaki hingga kepala mereka semua barang yang dipakai berharga jutaan. Seperti biasa, acara-acara seperti ini digunakan sebagai ajang pamer kekayaan.

    Mobil yang membawa Kyuhyun dan ayahnya telah sampai. Segera seorang penjaga membukakan pintu untuk mereka, bahkan sebelum kaki mereka menyentuh lantai, sebuah karpet merah digelar sampai kepintu utama gedung pertemuan. Saat Kyuhyun keluar semua mata tertuju padanya. Memang ini kali pertama Kyuhyun muncul diacara seperti ini. Dari depan mobil hingga kedalam area utama ia selalu menjadi bahan bicaraan. Kyuhyun diperkenalkan kepada semua rekan bisnis oleh ayahnya, dengan ramah Kyuhyun menunjukkan senyumnya, namun dalam hatinya ia sangat malas.

    Semuanya sudah berkumpul di ruangan yang disediakan untuk menikmati hidangan sebelum acara dimulai. Tak lama kemudian pemimpin PerusahaanKGC yang ditunggu pun datang. Kembali semua dikejutkan dengan kehadiran seorang baru. Dia adalah Taeyeon, kini semua mata tertuju padanya. Tentu saja, karena dia adalah putri yang ditunggu selama ini. Taeyeon mencoba bersikap tenang dan menunjukkan senyumnya. ‘Ini benar-benar menyesakkan. Semuanya mengenakan pakaian mahal dan bermerk. Hhh, aku harus tenang’ batinnya.

    Kyuhyun dan ayahnya menatap ketua PerusahaanKGC dan putrinya itu. “Dia?” lirih Kyuhyun seakan tak percaya, begitupun ayahnya. Setelah itu semuanya memulai acara itu.

    Kim Sajangnim, memulai sambutannya dan memperkenalkan Taeyeon secara resmi sebagai pewarisnya.

    ‘jadi, dia adalah putrimu Soeun-aa? Sangbum-aa?’ batin ayah Kyuhyun. “Yeon… jadi dia?” gumam Kyuhyun lirih sambil terus menatap Taeyeon.

    Di ujung lain, Cho Sajangnim juga memperkenalkan secara resmi putranya sebagai pewarisnya, yaitu ChoKyuhyun.

    ‘Kyuhyun?’ Taeyeon tak kalah terkejut saat melihat itu, berkali-kali ia mengerjapkan matanya hanya untuk memastikan apa yang dilihatnya. ‘Ahh? Jadi…?’

    Acara itu dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian perdamaian dan juga perjodohan antara KGC dan CC Group. Sedang Kyuhyun dan Taeyeon saling menatap satu sama lain. Apakah mereka merasa senang atau malah sedih dengan semua ini. Benar-benar tidak bisa dipercaya.

    Acara itu diliput diseluruh channel TV. Jesicca, Donghae, Illwoo, Jungwoon dan semua yang kenal mereka berdua tak percaya melihatnya. Ini sebuah takdir yang aneh dan rumit. Acara itu telah menjadi trending topic dalam sekejap.

~o0o~

    Taeyeon terduduk lemas dikursinya. Ia bahkan tidak bisa mempercayainya. Bagaimana bisa Kyuhyun yang selama ini selalu mengganggunya, orang yang bodoh dan orang yang berhasil meluluhkan hatinya adalah pewaris PerusahaanCC Group yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal dan bahkan ingin membunuhnya juga. Tak terasa air mata telah membasahi pipinya. Ibu dan kakaknya menghampirinya. “Eomma…” pekik Taeyeon diantara tangisnya. Ia langsung memeluk ibunya itu. “Kenapa harus dia?” ratapnya sedih. “Ingat, Nona Muda. Kau harus kuat. Apapun yang kau lakukan percayai hatimu” hibur ibunya. Mendengar kalimat terakhir ibunya, ia teringat saat Kyuhyun juga mengatakan hal yang sama saat itu. “Hiks… hiks..” tangis Taeyeon semakin deras. Ibunya memeluknya semakin erat, sedang Jungwoon yang sebenarnya sudah tahu sejak awal hanya memandang sedih adiknya itu. Kalau ditanya apa ia benci dengan CC Group, jawabannya adalah iya, karena mereka juga ayahnya meninggal. Tapi, selama ini ia menyembunyikannya, karena tidak semua orang dari CCgroup seperti itu, seperti Illwoo, Jesicca dan juga Kyuhyun. Entah bagaimana, hatinya mempercayai mereka.

    …

    Begitupun di CC Group. Hati Kyuhyun seperti tertusuk. “Bagaimana ini terjadi, Hyung?” ratap Kyuhyun pada Illwoo. “Ini adalah saatnya kau mengambil keputusan. Apa kau akan tetap mengikuti keinginan ayahmu atau kau ingin menjadikan ini sebagai perwujudan perdamaian yang sebenarnya?” ujar Illwoo. Kyuhyun terdiam mendengarnya. Hatinya sangat ingin bersama Taeyeon dan ia berfikir mungkin dengan begini dia akan bisa melindungi Taeyeon. Dan soal penculikan Taeyeon, mungkin ada kaitannya dengan hal ini juga. “Sepertinya aku akan tetap melakukannya. Aku harus melindunginya. Kurasa ini ada hubungannya dengan penculikan kemarin. Mungkin abeoji sudah tahu siapa dia, dan tujuannya menculik Taeyeon bukan karena aku, tapi karena Taeyeon adalah pewaris KGC” ujar Kyuhyun. “Bisa jadi. Tapi, aku menemukan sesuatu yang janggal dengan penculikan itu. Aku tidak menemukan tanda PerusahaanCC Group yang melakukannya” gumam Illwoo.

    “Apa maksudmu?” . “Entahlah, aku tidak yakin. Tapi saat itu Jesicca mendengar sendiri rencana Cho Sajangnim”. Mereka berdua terdiam dengan pikiran masing-masing.

~o0o~

    Benar yang dipikirkan Taeyeon selama ini. Kini semua orang memandangnya berbeda, bahkan mereka takut mendekatinya setelah tahu siapa dia yang sebenarnya. Begitupun Kyuhyun, semua yeoja alay yang selalu mengerubunginya setiap hari kini semua menghindar. Mereka berdua seakan terasingkan.

    Taeyeon juga seakan menghindar dari Kyuhyun, ia masih tak percaya dengan semua ini. Ia kembali menjadi seperti dirinya yang dulu, ya, tidak akan terlalu sulit.

    Ia duduk dibangku taman sambil membaca bukunya. Tak lama kemudian Jesicca dan Donghae datang. “Taeyeon-ssi” sapa Jesicca langsung duduk disampingnya sedang Donghae berdiri bersandar dipohon dekat bangku itu. Taeyeon hanya tersenyum, “Kalian tidak takut berada didekatku?” tanyanya. “Kenapa takut? Memang kau hantu?” canda Jesicca disambung senyum damai Donghae. “Sebenarnya. Aku ingin minta maaf, aku dulu mencoba menghalangi hubungan kalian. Aku tidak tahu kalau kau sebenarnya adalah… ahh dan maafkan aku karena selama ini aku tidak memberitahumu siapa kami sebenarnya. Itu karena kami ingin berteman seperti yang lainnya” ujar Jesicca. Taeyeon memang merasa kecewa, tapi ia mencoba tersenyum, “Hnm, Gomawoyo sudah mengatakannya. Aku juga minta maaf sudah berbohong” ucap Taeyeon. “Sejujurnya ya, diantara kalian yang tidak tahu apa-apa hanya aku. Bagaimana bisa aku punya teman yang begitu dekat denganku, tapi aku tidak tahu siapa mereka. Kalian jahat sekali padaku” rutuk Donghae. “Bukan begitu” sahut Jesicca. “Hmm, kami tidak bermaksud begitu. Bagaimanapun juga Gomawo sudah menjadi temanku” tambah Taeyeon.

    Kyuhyun yang tengah berjalan seorang diri melihat Taeyeon sedang bersama Jesicca dan Donghae. Ia pun menghampirinya.

    “Kyuhyun Oppa” panggil Jesicca saat Kyuhyun datang, Donghae dan Taeyeon pun menoleh kearahnya. Kyuhyun melambaikan tangannya.

    “Aku harus keperpustakaan mengembalikan buku” ucap Taeyeon mencoba menghindar dari Kyuhyun. “Oh? Tapi?” Jesicca dan Donghae menatapnya heran. Taeyeon pun pergi melewati Kyuhyun tanpa menatapnya. Kyuhyun yang bigung dengan sikap Taeyeon langsung mencegahnya dengan menarik tangannya. “Yeon-aa? Ada apa denganmu?” kerasnya. Taeyeon menatapnya tajam, namun matanya berkaca-kaca. “Sudah kubilang aku benci dipanggil seperti itu. Lepaskan” berontaknya mencoba melepaskan genggaman tangan Kyuhyun. Melihat hal itu, Jesicca dan Donghae memilih pergi.

    …

    “Ada apa denganmu? Huh? Kenapa kau jadi berubah?” tanya Kyuhyun. “Aku tidak berubah. Bukankah aku selalu seperti ini” keras Taeyeon. “Ani. Ini bukan dirimu” . “Kau benar-benar menyebalkan. Kumohon Berhentilah menggangguku. Kenapa kau terus menggangguku seperti ini, huh?” air mata Taeyeon mulai mengalir. “Sebenarnya kenapa? Kenapa kau seperti ini?” Kyuhyun merasa sesak di hatinya saat melihat airmata itu. Taeyeon langsung menepis tangan Kyuhyun dan pergi.

    “Aku mengganggumu karena aku ingin balas dendam padamu” teriak Kyuhyun. Mendengarnya Taeyeon menghentikan langkahnya dan menatap nanar Kyuhyun. “Aku ingin balas dendam karena kau selalu mengganggu pikiranku saat pertama kali melihatmu. Kim Taeyeon” tambah Kyuhyun. Taeyeon terdiam seketika namun air matanya turun semakin deras. Mendengar hal itu hatinya benar-benar sakit. Kyuhyun mendekatinya.

    “Apa kau menghindariku karena aku adalah anggota PerusahaanCC Group? Benar kan?” tanya Kyuhyun sedikit lembut. “Hikz… Hikz… kenapa harus seperti ini? Kenapa kau harus dari Perusahaan yang membuat orangtuaku meninggal, kenapa harus kau yang menjadi musuhku?” tangis Taeyeon pecah. “Aku tidak sama dengan ayahku. Bahkan aku sendiri kehilangan ibu dan kakakku karenanya. Apa kau tidak percaya padaku?” yakin Kyuhyun. “Bagaimana kau bisa mempercayai musuhmu?” . “Jadi kau menganggapku musuh? Tapi aku tidak, aku menganggapmu hanya sebagai Yeon yang kukenal selama ini. Yeon yang kucintai selama ini” . “Kumohon hentikan. Aku tahu ini hanya akal licikmu untuk menjebakku kan? aku tahu tentang penculikanku kemarin direncanakan oleh ayahmu” . “Kubilang aku tidak seperti ayahku, dan selamanya tidak akan pernah”

    Taeyeon hanya bisa menangis. “Percayalah padaku. Bukankah kita pernah bertekad untuk mewujudkan dunia yang damai dan bahagia? Apa kau lupa?” Kyuhyun menatap manik mata Taeyeon meyakinkan. “Apa kau akan berhenti disini? Apa kau akan menyerah hanya karena hal ini?” ucapnya. Tangis Taeyeon kembali pecah. Kyuhyun langsung memeluknya. “Apa aku harus percaya padamu?” lirih Taeyeon. “Bukankah pernah kubilang, jika kau tidak bisa percaya siapapun, cukup percayai saja hatimu” ucap Kyuhyun. hati Taeyeon mulai luluh. Ia memeluk erat Kyuhyun. “Kau janji tidak akan mengkhianati kepercayaanku?” tanyanya lagi. “Aku janji. Kita akan berjuang bersama untuk memewujudkan impian kita” yakin Kyuhyun sambil melepas pelukannya dan menghapus air mata Taeyeon. “Bukankah ku bilang jangan mudah menunjukkan airmatamu di depan orang lain” ucapnya. Taeyeon tersenyum. Entah dia benar-benar akan mempercayai Kyuhyun sebagai orang yang dicintainya atau sebagai orang yang dibencinya.

    Angin berhembus cepat. Bunyi gemerisik dedaunan. Akan membawa perubahan… …

~o0o~

    Taeyeon dan Kyuhyun akhirnya menjalani semuanya. Namun, disisi lain, mereka menciptakan suatu kelompok tersendiri, kelompok kecil yang tidak memihak satu sama lain. Namun, itu dirahasiakan. Mereka tetap berpura-pura memihak Perusahaan masing-masing. Hal ini mereka tujukan untuk menguak semua misteri yang selama ini menjadi dasar permusuhan antar Perusahaan. Dibantu oleh, Illwoo, Jungwoon, Jesicca dan Donghae.

    Mereka berenam berkumpul di markas rahasia mereka.

    “Kurasa kecurigaanku benar. Orang-orang yang menculik Taeyeon bukan bagian dari PerusahaanCC Group” ucap Illwoo. “Apa maksud Oppa?” tanya Jesicca. “Lihat ini. PerusahaanCC Group melarang keras penggunaan alkohol jenis ini” Illwoo menunjukkan sapu tangan yang ditemukannya ditempat Taeyeon diculik dulu. Satu persatu mereka menghirup baunya. “Ini memang banyak digunakan sebagai campuran minyak wangi dan jarang orang menggunakannya dengan murni seperti ini” ucap Illwoo. “Bagaimana Hyung bisa tahu?” tanya Donghae. “Aku dan Illwoo pernah bekerja di sebuah pabrik minyak wangi di Busan dulu” sahut Jungwoon. Disambung anggukan Illwoo.

    “Aku pernah sekali mencium bau ini, tapi dimananya aku lupa” tambah Jungwoon. “Lalu kalau bukan dari CC Group, lalu siapa lagi? Yang menginginkan kematian Taeyeon hanya CC Group….?” gumam Jesicca. Taeyeon dan Kyuhyun hanya diam mendengarnya. “Kalian berdua tetaplah seperti biasanya. Sampai kami menemukan siapa dalang semua ini” kata Illwoo. “Dan yang lainnya, kita akan terus mengawasi mereka berdua, terutama Taeyeon” tambah Jungwoon. Semuanya mengangguk.

~o0o~

    Hari ini acara makan malam dirumah Kyuhyun. Taeyeon hadir sebagai tamu undangan dari Presdir CC Group.

    Kini mereka bertiga duduk mengitari meja makan dengan segala macam hidangannya.

    “Taeyeon-ssi, kau memang sangat cantik” puji ayah Kyuhyun. “Gamsahamnida” ucap Taeyeon. “Jadi kalian adalah teman sekelas?” . “Ne” . “Berarti kalian sangat dekat. Oh ya, kenapa kau mau menerima perjodohan ini. Apa karena kau memang sudah menyukai Kyuhyun sejak dulu? Atau karena hal yang lain?” . Taeyeon bingung harus menjawab apa. Ia menatap Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk memberi isyarat. “Saya hanya ingin mewujudkan perdamaian itu. Dan menghentikan adanya korban yang akan terbunuh lagi” jawab Taeyeon dengan tegas. Cho Sajangnim tercekat saat mendengar itu. “Ahaha.. ya tentu saja. Bukankah memang itu tujuan perdamaian?” ucapnya setelahnya. “Ne”. Setelah itu mereka hanya diam menikmati makan malam itu hanya terdengar suara sendok dan juga sumpit yang menciptakan instrument yang biasa kita dengar saat makan..

    Saat Taeyeon berbincang dan makan bersama ayah Kyuhyun, ia tidak merasa ayah Kyuhyun jahat. Tapi, itu hanya perasaan. Kenyataannya ia adalah orang yang sangat kejam yang tega membunuh keluarganya sendiri hanya demi kekuasaan. Dan dia juga yang menyebabkan orangtuanya dan juga ayah kakaknya meninggal. Dia adalah orang yang dibencinya. Dia sendiri bingung, bagaimana ia bisa hidup dengan dibenci banyak orang? Ya, mungkin karena memang dia tidak punya hati.

    Kyuhyun yang sejak tadi diam, hanya memperhatikan ayahnya. Ia melihat ayahnya terus memperhatikan Taeyeon seakan ingin melakukan sesuatu padanya. Ia sangat ingin mengajak Taeyeon pergi dari situ, namun, ia hanya bisa diam dan membiarkan ini sesuai rencana. Ia sudah bosan dengan begitu banyak kejahatan ayahnya, dia sangat membenci ayahnya yang seperti itu. Oleh karena itu ia bersikeras untuk mengakhiri semuanya. Dia harus berusaha keras untuk itu.

~o0o~

    “Bagaimana perkembangannya?” tanya Taeyeon pada kakaknya. “Kami melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan kemarin kami berhasil menangkap si penculik itu” jawab Jungwoon. Taeyeon memandang kakaknya seakan penuh tanya. “Penculik itu bukan dari Perusahaan kita ataupun dari PerusahaanCC Group. Dia dari Kimchi’s Industry” tambah Jungwoon. Taeyeon berfikir sebentar, seperti pernah mendengar nama Perusahaan itu. “Chakkaman… bukankah itu adalah bagian dari Perusahaan kita? Kimchi’s Industry masuk menjadi anggota Perusahaan kita sekitar 2 tahun yang lalu. Dari buku yang pernah kubaca, Perusahaan itu tinggal didaerah terpencil sekitar Jinan” gumam Taeyeon. “Benarkah? Apa kau yakin?” tanya Jungwoon. “Kurasa begitu. Apa artinya dalang semua ini adalah Perusahaan kita sendiri?” gumam Taeyeon tak percaya. Mereka berdua perpikiran yang sama. “Kita harus menyelidiki lebih lanjut lagi, Oppa aku mohon bantuanmu” . Jungwoon mengangguk pasti.

    Seorang wanita mendengar pembicaraan antara mereka langsung pergi menuju ruangan Kim Sajangnim.

    Entah apa yang mereka bicarakan, tapi terlihat Kim Sajangnim begitu geram.

~o0o~

    Taeyeon kini hidupnya benar-benar tidak tenang, ia hanya dibayangi rasa takut, hampir setiap waktu bahaya seakan mengintainya, bahkan dirumahnya sendiri. Ia tahu bagaimana resiko memasuki dunianya ini. Tapi, yang tidak terfikirkan olehnya, banyak sekali misteri yang belum terpecahkan. Ia hanya bisa percaya dengan teman-teman dekatnya saja. Ucapan Kyuhyun benar, bahwa sebagaimanapun kita mencoba menghapuskan kesepian dalam hati kita, kita tetap akan merasakannya. Ya, Kyuhyun lah yang selalu memberinya semangat dan bersamanya lah ia berjuang untuk perdamaian ini.

    …

    Illwoo, Jungwoon, Jesicca dan Donghae melakukan pertemuan dimarkas mereka. Rencana pertunangan antara Taeyeon dan Kyuhyun sudah terdengar dimana-mana. Di acara ini mungkin akan menjadi saat paling bagus untuk melancarkan serangan. Mereka berempat membuat rencana penjagaan untuk mereka berdua.

    “Bagaimana ini? Apa penyelidikan ini benar?” gumam Illwoo. “Aku juga bingung. Justru semua bukti mengarah kepada PerusahaanKGC. Ini tidak masuk akal jika KGC ingin membunuh penerusnya sendiri” gumam Jungwoon. “Tapi, itu bisa juga terjadi. Seperti kakak dan ibu Kyuhyun-Oppa. Mereka juga jadi korban dalam konspirasi rumit ini” sahut Jesicca. “Bagaimanapun caranya kita harus membantu mereka untuk mewujudkan perdamaian itu. Kita harus mengantisipasi berbagai macam serangan yang terjadi” kata Donghae. Mereka berempat pun berunding.

    …

    Selain desas-desus petunangan mewah antar dua Perusahaan itu, juga terdengar desas-desus rencana penyerangan untuk pewaris KGC. Oleh karena itu, rumah kediaman Taeyeon dan kakeknya dijaga super ketat, bahkan Taeyeon tidak bisa keluar bahkan untuk sekolah untuk menghindari hal buruk yang akan terjadi. Dan, hanya orang-orang tertentu saja yang boleh menemuinya.

    …

    Taeyeon berjalan-jalan keliling rumahnya untuk melepas kejenuhan. Dan ia menemukan sebuah ruangan kecil di ujung taman, ia pun memasukinya.Ruangan itu dipenuhi dengan buku-buku dan beberapa alat lukis. Ruangan yang bisa dibilang sebagai rumah kaca itu memang sangat indah. Ia pernah melihatnya saat pertama kali kesini namun ia tak berani memasukinya. Ia melihat banyak sekali benda-benda tua dan juga sebuah alat musik, yaitu gitar. Dan dibadan gitarnya terukir nama Sangbum Soeun.

    Taeyeon tersenyum melihatnya, mungkin ini adalah ruangan pribadi ayah dan ibunya dulu. Ia pun menuju rak buku dan mengambil sebuah buku yang terlihat seperti album kenangan. Ia duduk dikursi baca yang disediakan. Ia sangat takjub melihat isinya, semua berisi tentang kebersamaan ayah ibunya, mulai dari perkenalan mereka saat dibangku sekolah, dan bagaimana mereka saling mencintai dan menunjukkan cinta satu sama lain, pernikahan mereka, dan bahkan foto kehamilan ibunya pun ada. Terlihat begitu menarik dan indah. Ia bisa membayangkan sebesar apa cinta mereka berdua, dibalik kesibukannya, mereka masih bisa menyempatkan waktu untuk bersama. “Apa aku bisa seperti kalian?” gumam Taeyeon. Dia merasa sedih karena tak pernah tersentuh oleh cinta dan kasih sayang mereka.

    “Bukankah ini? Ayah Cho Kyuhyun?” gumam Taeyeon saat melihat sebuah foto, ia membolak-balik halamannya dan melihat begitu banyak orang itu disana, sepertinya ia sangat dekat dengan ayahnya, seperti seorang sahabat. Dari situ ia menyimpulkan bahwa Ayah Kyuhyun dan Ayahnya adalah teman akrab sejak bangku sekolah. Bahkan ada saat acara pernikahan antara ayah dan ibu Kyuhyun dimana ayah Kyuhyun menjahili ayahnya dengan mencoretkan krim kue kewajahnya, dan difoto itu mereka tertawa lepas. Jika semua itu benar, lalu kenapa ayah Kyuhyun tega membunuh ayah dan ibunya. Jangan-jangan benar jika yang menginginkan kematiannya bukanlah CC Group, tapi KGC sendiri dan kakeknya?. Tubuh Taeyeon terasa lemas mengetahui hal itu. Bagaimana bisa ia melawan kakeknya sendiri.

~o0o~

    Taeyeon bertemu Kyuhyun dan juga teman-temannya sehari sebelum acara pertunangannya akan berlangsung. Mereka sudah mempersiapkan dengan matang segala macam rencana untuk melindungi Kyuhyun dan terutama Taeyeon. Namun, Taeyeon tidak menceritakan apapun tentang apa yang dilihatnya dan didengarnya, ia memilih diam dan bermaksud menyelesaikannya sendiri.

    …

    Hari pertunangan mereka berdua pun tiba. Acaranya benar-benar besar dan mewah, dengan lokasi outdoor dan penataan dekorasi yang sangat mengagumkan. Dengan nuansa serba putih dan lampu-lampu yang kerlap-kerlip ditambah pemandangan alam yang memanjakan mata. Kalian bisa bayangkan sendiri betapa kerennya.

    Tamu undangan pun sudah mulai memenuhi tempat itu. Tentu saja yang datang adalah para pejabat dan orang-orang terkemuka di dunia. Bahkan kaisar Jepang pun hadir disana. Disana juga mengundang beberapa artis dan band ternama di Korsel, yaitu EXO dan yang pasti MOONSTAR sebagai penambah hiburan acara itu. Tidak hanya dekorasi dan tempat saja yang mewah, namun, makanan dan juga minuman yang dihidangkan pun berkelas dunia yang dimasak oleh para koki kelas internasional yang sengaja didatangkan dari Italia. Melihat makanannya saja siapapun akan tergiur untuk mencicipinya. Selain itu penjagaan juga semakin diperketat, baik dari KGC maupun CC Group, semua mengirimkan banyak orang sebagai penjaga selama acara itu berlangsung.

    Cukup menceritakan tempat acara. Kita masuk kedalam menuju tempat rias sang Putri malam ini. Disebuah ruangan yang cukup besar banyak wanita berlalu lalang mengambil ini itu, sedang Taeyeon duduk di kursi rias, dan seorang wanita dan juga ibunya tengah meriasnya. Taeyeon terus menarik nafasnya dalam, mencoba menghilangkan rasa gugupnya. Tak lama kemudian Jesicca datang membawakan sesuatu untuknya. “Taeyeon-ssi ada surat untukmu” ucap Jesicca. “Humm” Taeyeon pun membacanya. Sebentar, lalu meremas kertas itu. “Semuanya sudah siap” panggil Jungwoon. “Ne, sebentar lagi” jawab Ibunya. Taeyeon pun segera bersiap, ia didampingi Ibunya dan juga Jesicca menuju tempat acara.

    …

    “Ah, itu dia Nona Muda sudah tiba” pekik seorang wanita yang berpakaian seperti seorang wartawan, membuat para wartawan lainnya menghampirinya. Dengan sigap para penjaga mencoba menertibkan jalan yang akan dilalui Taeyeon. Berbagai pertanyaan dari para wartawan itu menyerbunya. Tapi, Taeyeon hanya diam, tanpa komentar. Di panggung yang disediakan Kyuhyun dan ayahnya sudah menunggu di sana. Taeyeon disambut kakeknya dan mereka menuju kepanggung itu bersama.

    Acara penyematan cincin pertunangan pun dimulai. Mereka bersikap seperti biasa, namun kebahagiaan mereka bukan kebohongan, mereka benar-benar merasa bahagia. Acara itu berlangsung begitu meriah. Dan dipertengahan acara Taeyeon berdiri di panggung sambil memegang microfon, Kyuhyun berdiri bersama para tamu dan ayahnya tak jauh dari panggung. Jungwoon, Illwoo dan Jesicca juga sudah siap ditempatnya.

    Taeyeon menarik nafas dalam-dalam, dan menatap semua tamu undangan termasuk Kakeknya.

    “Anyeonghaseyo… saya Kim Taeyeoncucu dari Kim Sangseon, presdir KGC ingin mengatakan sesuatu. Jadi, saya mohon perhatiannya sebentar” ucap Taeyeon. Semua bertanya-tanya apa yang dilakukan Taeyeon disana. Tapi, mereka tetap memperhatikannya untuk mencari tahu.

    “Saya. Kim Taeyeon dari PerusahaanKGC. Menolak perjodohan ini” Taeyeon melepas cincin pertunangannya. Semuanya sangat terkejut. “Ada banyak alasan kenapa saya melakukan ini. Pertama, CC Group adalah Perusahaan yang sangat saya benci, Perusahaan yang membuat orang tua saya meninggal 19 tahun lalu. Ayah saya, Kim Sangbum, pewaris KGC adalah seorang yang sangat berjasa dalam dunia bisnis ini, beliau sudah berhasil mengungkap kejahatan dari PerusahaanCC Group. Dan sampai sekarang kejahatan mereka tidak pernah berhenti. 3 minggu lalu mereka berusaha untuk menculik dan membunuh saya, dan saya punya banyak bukti tentang itu”. Semua semakin terkejut mendengarnya.

    PresdirCC Group, Kyuhyun, dan Kim Sajangnim, mereka tak kalah terkejut Taeyeon akan mengatakan hal itu. “Perdamaian yang dikatakan selama ini hanyalah sebuah konspirasi untuk menguasai kekayaan Perusahaan kami. Dia, PresdirCC Group yang terhormat, bahkan tega membunuh istri dan juga putra sulungnya” pekik Taeyeon sambil menunjuk ayah Kyuhyun yang begitu geram mendengarnya. “Kau. Beraninya kau mengatakan hal itu. Kau” geramnya. “Waeyo? Apa anda marah? Mungkin hanya itu yang anda bisa. Apa selama ini anda mengerti bagaimana rasanya kasih sayang? Bagaimana rasanya cinta? Orang kejam seperti anda tidak punya perasaan itu kan?”.

    Tidak ada yang berani bergerak dalam perdebatan itu. “Anda. Apa anda tahu apa yang dirasakan oleh putra anda selama ini? Ia menanggung beban berat karena anda. Pernahkah sekali anda bersikap manis padanya? Pernahkah anda mengucapkan selamat ulang tahun padanya? Mengucapkan selamat atas kesuksesannya? Ataupun menyanyikan lagu tidur untuknya? Apa anda pernah?” ucap Taeyeon menggebu, sambil menatap Kyuhyun. Kyuhyun menatap Taeyeon berkaca-kaca.

    “Cukup. Kau gadis lancang. Beraninya kau. Apa yang kau tahu tentangku dan keluargaku hanyalah omong kosong. Kalian jangan mendengar ucapannya. Apa kalian tahu bahwa PerusahaanKGC yang selama ini terlihat baik. Mereka adalah kumpulan orang-orang yang tak punya pikiran, hanya mengandalkan perasaan yang tidak berguna. Mereka adalah orang-orang yang lebih buruk dari binatang” kecam PresdirCC Group.

    “Benar, tapi, apakah anda bisa mengalahkan kumpulan binatang itu? Tch, bahkan anda mencoba merampas kekuasaan para binatang itu. Harabeoji terdahuluku Kim Seungsin yang membangun Perusahaan ini adalah teman baik dari Presdir Cho KwangjiCC Group, namun Presdir Cho Kwangji yang sengaja menghianati KGC. Itu adalah kenyataan. Jadi, sampai kapanpun, perdamaian ini hanya akan sia-sia”.

    “Prajurit tangkap gadis itu” perintah PresdirCC Group. “Lindungi Nona Muda” perintah Kim Sajangnim. “Lebih baik akui saja semuanya. Maka kami akan melepaskanmu” tambah beliau.

    Tiba-tiba Kyuhyun maju kedepan dan mengambil microfon. “Hentikan semua ini. Aku Cho Kyuhyun putra dari Presdir Cho. Mengakui semua kejahatan yang pernah dilakukan oleh para pendahulu kami. Dan juga semua yang dilakukan ayah saya. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Dan kepada Kim Taeyeon, saya mengucapkan terima kasih karena telah mengungkapkan semua ini. Saya juga tidak ingin dijodohkan hanya untuk memperluas kekuasaan bisnis, saya tidak ingin seperti ayah saya yang rela mengorbankan orang lain hanya untuk kekuasaan. Bahkan dia tidak pantas disebut ayah” ucapnya.

    “Cho Kyuhyun” pekik ayahnya yang semakin terpojok.

    “Apa arti keluarga bagimu? Apa artinya Eomma, Junsu-hyung dan juga aku bagimu?” pekik Kyuhyun menjadi. Cho Sajangnim terdiam seribu bahasa, mungkin hatinya tersayat saat mendengar itu dari mulut putranya sendiri.

    Illwoo dan Jungwoon menyadari ada seseorang yang mencurigakan dari kerumunan para tamu, ia segera bertindak menangkap orang itu sebelum, …

    ‘DUAARR’

    “AAAA” pekik Taeyeon yang langsung terjatuh kelantai. Semua berteriak histeris saat terdengar suara tembakan itu terdengar. Kyuhyun sangat terkejut saat melihat Taeyeon tergolek lemah di lantai, dengan segera ia besimpuh dan mengangkat kepala Taeyeon, “Yeon-aa?” pekiknya, bahkan air matanya telah keluar melihat darah menodai gaun putih Taeyeon. “Taeyeon-ssi?” pekik Ibu Taeyeon, Jungwoon, Illwoo, Donghae dan Jesicca. Mereka terlambat. “Dia telah membunuh cucuku, tangkap dia. Taeyeon-aa~!!” pekik kakekTaeyeon yang menghampiri Taeyeon. Ia menopang kepala cucunya itu, ia menangis sedih. Semua orang mengecam Presdir CC Group itu.

    Kyuhyun dengan amarah yang berkobar menghampiri ayahnya dengan bringas. “Apa yang kau lakukan padanya, huh? Apa tidak puas kau merenggut ibu dan kakakku, dan sekarang kau merenggut orang yang kucintai hah? Kau ini… MANUSIA MACAM APA KAU??” pekik Kyuhyun dengan mata menyala. Ayahnya hanya diam tak menjawab. “KEMBALIKAN DIA SEKARANG… HIKS… HIKS…” Kyuhyun terduduk bersimpuh, air matanya tak bisa dibendungnya. Ia tidak tahu akan jadi seperti ini, dia benar-benar sudah kehilangan orang yang paling dicintainya. Hidupnya seakan sudah hancur sekarang, hanya kegelapan yang akan tersisa.

    Semua yang ada disitu menangis dan terus-menerus mengecam PresdirCC Group itu. Kim Sajangnim masih meratapi kematian cucunya. Namun, dia menyeringai saat menatap wajah Taeyeon yang baginya sudah tak bernyawa itu. “Ini karena kau sudah hampir menghancurkan rencanaku seperti ayahmu dulu. Maafkan Harabeojimu ini, Kim Taeyeon-aa” lirihnya santai, hatinya seakan berteriak girang melihat kematian Taeyeon.

    Tiba-tiba. LAP. Mata Taeyeon terbuka lebar, membuat kakeknya terkejut dan melompat kebelakang. Semua sangat terkejut saat Taeyeon bangun, mereka juga takut dan menganggap Taeyeon adalah hantu. Begitupun Kyuhyun, teman-temannya dan juga ibunya. “B-bagaimana.. bisa,, kau?” gagap kakeknya. Taeyeon menatap kakeknya penuh kekecewaan dan kemarahan. Ia berjalan menuju kearah Kyuhyun, ibu dan juga teman-temannya, ia tersenyum dan seolah mengatakan kalau dia tidak apa-apa. Kyuhyun langsung memeluk Taeyeon erat, seakan tak ingin membiarkan Taeyeon pergi lagi. Setelah itu Taeyeon menghampiri ayah Kyuhyun.

    “JongsonghamnidaSajangnim, aku sudah membuatmu terpojok. Dan Gomapseumnida atas semuanya” ucap Taeyeon. Ayah Kyuhyun tersenyum hangat menerimanya, “Hmm, selesaikan semuanya” katanya. Semua kembali dibingungkan dengan perilaku Taeyeon. Taeyeon mengangguk dan kembali ke panggung membantu kakeknya berdiri.

    “Jongsonghamnida telah membuat kalian bingung. Ini adalah rencana saya untuk membuktikan siapa yang benar-benar bersalah di sini. Sudah lama saya mencurigai Harabeoji saya sendiri yang melakukan semua hal keji itu, semula saya tidak percaya dan ragu dengan hal itu, tapi, sekarang saya membuktikannya sendiri” ucap Taeyeon, “Taeyeon-aa?” gumam Harabeojinya. “Di dalam dunia ini, sangat sulit mencari orang yang bisa kita percayai. Saya tidak mengira jika Harabeoji saya sudah melakukan semua hal ini. Kecelakaan yang dialami orangtua saya, dan juga kematian istri serta putra sulung Cho Sajangnim, dan bahkan rencana pembunuhan saya, semua adalah perbuatannya. Saya mengetahuinya setelah mengumpulkan semua bukti yang ada dan juga penjelasan dari Cho Sajangnim sendiri” Taeyeon menatap Ayah Kyuhyun. Presdir Cho memberikan senyum wibawanya. ‘Bagaimana mereka?’ batin Kyuhyun menatap ayahnya dan Taeyeon secara bergantian.

    “Dan, Harabeoji. Jongsonghamnida karena aku sudah membuatmu malu seperti ini. Tapi perbuatanmu memang tidak bisa dimaafkan. Jongsonghamnida” ucap Taeyeon. Tiba-tiba Kim Sajangnim menodongkan pistolnya kearah kepala Taeyeon. Membuat semua kembali tegang. “Jangan mendekat, atau kutarik pelatuknya” gertaknya. Kyuhyun tak bisa membiarkan ini terjadi lagi, ia memberanikan diri untuk melawan. “Kubilang jangan mendekat” . “Tapi, dia adalah cucu anda sendiri” . “Dengarkan dia Kyuhyun-ssi, aku akan baik-baik saja. Hal ini sudah bisa ditebak. Ia melakukan ini juga pada ayah dan ibuku dulu” ucap Taeyeon . “Diamlah. Jangan banyak bicara” gertak kakeknya lagi.

    Jungwoon sudah berada dibelakang dan berhasil melumpuhkan Kim Sajangnim, Presdir Cho menyuruh beberapa orangnya untuk membekuk Presdir Kim. PresdirKim terus meronta mencoba melepaskan diri. “Nona Muda! Aku adalah Harabeojimu! Ya! beraninya kau menangkapku, huh? Aku adalah pemimpin Perusahaan terkaya diKorea. Lepaskan aku!” pekiknya bertubi-tubi. Ia pun dibawa pergi dari tempat itu.

    Semua berkumpul mengerubungi Taeyeon. Tidak ada yang menyangka bahwa Taeyeon melakukan hal itu.

    “Kau nekat sekali melakukan hal itu” ucap Illwoo. “Eoh. Bagaimana kau bisa melakukannya sendiri?” tanya Jesicca. “Aniya. Aku tidak akan pernah mengijinkanmu melakukan hal bodoh seperti itu lagi. Awas saja” geram Kyuhyun. “Hehe. Mian. Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi. Semua ini juga berkat ayahmu, dia orang yang baik. Kau harus minta maaf padanya” ucap Taeyeon. Presdir Cho menghampirinya. “Tapi, aku masih belum mengerti semua ini. Bagaimana kau dan dia…?” tanya Donghae.

    “Oh itu?…

    #Flashback_On

    Taeyeon menghadap Presdir Cho dengan segala keberanian dirinya.

    “Aku datang untuk minta penjelasan tentang ini” Taeyeon menunjukkan buku album kenangan yang ditemukannya. Presdir Cho memandangi semua fotoitu dengan nanar. “Sangbum? Soeun? Mereka adalah sahabat terbaikku. Hanya mereka yang mengerti aku. Mereka juga membantuku menguak kasus keji ayahku. Kau, memiliki mata yang sangat mirip dengan ibumu” . “Tapi, kenapa anda membunuh mereka?” . “Aku tidak membunuhnya. Sama sekali, bahkan aku saja tak tega melihatnya tersakiti. Saat itu setelah kelahiranmu, ayahmu mendapat firasat buruk tentang keluarga kecilnya itu. Ia menyuruhku untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan sembunyi-sembunyi. Aku mengerahkan orang-orang kepercayaanku untuk melakukannya. Ia menyadari bahwa nyawanya dan keluarganya terancam, sehingga dia menitipkanmu pada istri sopir pribadinya. Aku mendapat kabar dari para bawahanku bahwa Harabeojimu, Kim Sajangnim bersekutu dengan ayahku untuk melakukan hal keji itu, dan ia menganggap ayahmu adalah penghalang baginya. Saat aku akan memberitahu ayahmu, aku terlambat. Dan itu adalah hal paling buruk bagiku, kehilangan mereka sudah seperti kehilangan keluargaku sendiri” tutur Presdir Cho.

    “Lalu bagaimana dengan kematian istri dan putra anda?”

    “Itu… Hhh. Mereka mati karena melindungiku. Saat itu Kyuhyun masih kecil. Aku ingin menghadiri pertemuan dengan Presdir Perusahaan bisnis lainnya. Tapi, istriku melarang, karena ia merasakan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi padaku. Dan benar saja tak berapa lama kemudian, seseorang bermasker tiba-tiba datang dan hampir menembak putraku, aku segera mengambil pistolku dan menembak orang itu untuk melindungi keluargaku. Namun, tiba-tiba putraku berlari kearahku dan istriku berlari menolongnya, padahal saat itu peluruku sudah melesat. Dan akhirnya mengenai mereka. Dan saat itu Kyuhyun melihatnya. Sejak saat itulah Kyuhyun membenciku. Hatiku benar-benar hancur saat itu” airmatanya telah membasahi pipinya. Taeyeon merasa itu bukanlah kebohongan. Ia melihat kejujuran dimata ayah Kyuhyun.

    Ia kembali merasa dilema. “Cho Sajangnim. Aku masih belum yakin dengan semua ini. Tapi, apakah kau bisa membantuku untuk mengungkap semua ini?” tanya Taeyeon. “Akan kulakukan apapun untuk menebus dosaku itu” tekad Presdir Cho…

    —

    “Kalian, pakailah peluru warna ini, dan lakukan tugas kalian dengan baik” bisik Cho Sajangnim pada salah seorang anak buahnya.

    Acara penyematan cincin dimulai.Cho Sajangnim berbisik pada Taeyeon, “10 menit, dan lakukan.Aku ada dibelakangmu”.Taeyeon mengangguk mengerti dan berharap semoga semua rencananya lancer.

    #Flashback_Off

    Semua kini terpecahkan. Kyuhyun menatap ayahnya penuh rasa bersalah. “Jongsonghamnida, Abeoji… Jongsonghamnida. Aku sudah membuatmu sedih selama ini” sesalnya sambil menatap mata ayahnya dalam. “Dwaesseo. Abeoji juga minta maaf tidak pernah memperlakukanmu dengan baik selama ini” ucap Presdir Cho yang langsung memeluk putranya itu erat. Ia menatap Taeyeon dan tersenyum seakan ingin mengucapkan terima kasih padanya.

    Setelah itu, acara pertunangan itupun diulang.

    “Dengan ini. Kami mengumumkan, bahwa tidak ada lagi PerusahaanCC Group ataupun KGC. Yang ada hanyalah Great Peacefull Company (GPC), perusahaan yang bahagia, tanpa perpecahan dan persaingan lagi. Ini adalah impian yang selalu kami, aku dan Sangbum bicarakan. Dan berkat mereka semua, akhirnya ini terwujud” kata Presdir Cho. Semua bersorak gembira.

~o0o~

    Kini impian untuk mewujudkan dunia yang damai dan bahagia telah terwujud. Taeyeon dan Kyuhyun berhasil melakukannya dengan baik. Mereka melewati jalan-jalan terjal itu bersama, dan tentunya dengan bantuan dari teman-temannya. Kyuhyunkini menjadi pemimpin GPC bersama Taeyeon. Kisah cinta mereka benar-benar penuh liku. Saat pertama mereka saling membenci, dan akhirnya cinta itu tumbuh semakin besar dan semakin besar lagi.

    Sedang ayah Kyuhyun kini duduk tenang dirumahnya, karena ia sudah pensiun. Illwoo dan Jungwoon melanjutkan pekerjaan mereka menjadi Idol Dunia yang sangat terkenal. Dan akhirnya Donghae bisa masuk Idol Group Super Junior seperti impiannya untuk menjadi artis, tapi terkadang ia mengeluh karena tidak bisa tidur cukup dengan jadwal yang sangat padat. Dan saat itu, Jesicca yang kini menjadi pacarnyalah yang menegurnya dan tak bosan menceramahinya.

    Haaahhh… bukankah hidup ini indah jika didasari dengan kebahagiaan dan rasa syukur atas apa yang sudah kita miliki.

^^KKEUT^^

Hehehe… akhirnya selesai… Gomapta sudah meluangkan waktu untuk membaca dan mengomentari ff gaje ini. Jongmal Gamsahamnida. ^_^

Advertisements

19 comments on “[FREELANCE] You! Please Stop Disturbing Me! (Chapter 2/END)

  1. Hua seru banget thor sumpah, kalau dibuat film pasti seru hehehe, gak nya dalangnya kakeknya Taeng sendiri. Seneng deh Taeng ama Kyuhyun berhasil. Next ff thor

  2. Keren bgt
    akhrya smuaya terungkap,,tega bgt kakekya tae unnie ngebunuh anak ya,sma mau ngebunuh tae unnie.
    Akhrya kyutae bersatu jga.
    Bkin sequel ya dong thour bwt kyutae hehe

  3. Wow, daebakkkk..
    Author kreatif bgt, aku gk nyangka alur ceritany kya gitu,aku suka..
    Apalg wktu sandiwara taeng n ayah kyuhyun, wah aku kira bneran, eh ternyata cuma acting..
    Pokokny bagus bgt lah..
    Ditunggu ff mu yg lain..
    Tetap semangat..

  4. Uuhh keren banget. Dikira taeyeon bakal ngebel kakeknya eh ternyata taeyeon udah rencanain ini semua sma ayah kyuhyun. Degdegan bngeg baca ff ini,hhuuhhhh. Dan akhirnya happy ending.

  5. alur ceritanya sulit di tebak, gak nyangka kalau ternyata kakeknya taeyeon yg jahat hahaha keren keren lah ff nya. ditunggu ff ff selanjutnya 🙂

  6. daebakkk!!
    kerenn.. aku udah sedikit curiga sama kakeknya sii, tp msh penasaran sama motifnya..
    Ckckckck

    Happy ending~
    inginnya sii mrka bisa kembali k saat2 mrka sekolah dlu, jaman2nya Kyu jail bgt.. somplakk Hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s