Falling Love Again (Ficlet)

Cover

Falling Love Again

Main Cast: Taeyeon ­– Sehun || Genre: Romance || Length: Ficlet – Songfic || Rating: PG-13 ||

Author : Selvy

*Ff ini ditulis berdasarkan lagu ‘Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi’

 

-____________-

 

Hari cerah di bulan November membuat moodku pagi ini sangat baik. Tak berhenti tersenyum dan sesekali menyapa siswa yang berpapasan denganku. Bahkan tak jarang dari mereka menatapku aneh karena berjalan dengan senyuman bodoh di wajahku.

Pagi yang cerah setelah semalaman tak bisa tidur karenanya. Apa yang harus kulakukan? Aku benar- benar jatuh untuknya.

*Flashback

Mataku sudah sekecil garisan yang dibuat dengan pensil di secarik kertas. sesekali kepalaku terhuyung- huyung hampir terjatuh di atas laptop dihadapanku. Kutatap jam yang sudah menunjukkan tengah malam, ah sudah tiga jam aku berkutat dengan benda ini hanya untuk proposal. Dan lebih buruk lagi proposal ini bukan untukku, melainkan untuknya.

Tuttt tuttt . . . .

Kulirik telpon yang bergetar di sampingku. Oh My God dia lagi. Tanganku langsung menyambar benda itu dan tanpa sabar menekan tombol call “Sehun-ah proposalmu sebentar lagi selesai. Aku akan membawanya besok ke sekolah” ucapku penuh semangat dengan mata bulat lebar.

Kujauhkan telponku sedikit untuk melihat layar benda itu. Masih tersambung tapi Sehun bahkan tak bersuara sama sekali. “Sehun-ah kau masih disana?” Tanyaku dengan nada ragu.

Beberapa lama aku ikut terdiam. Hatiku berdebar- debar tak karuan, walau dia tak mengatakan apapun tapi aku seperti merasakan sesak di sana. Wae? Apa yang terjadi padanya? Walaupun dia tak mengungkapkannya tapi hatiku merasakan kesedihan.

Aku sedikit bernafas lega saat hembusan nafasnya terdengar jauh disana. “Kau begadang hanya untuk proposalku?” Tanyanya dengan nada datar. Tampak sekali bahwa saat ini suasana hatinya tidak sebaik hari- hari sebelumnya.

“Tentu saja. Kau adalah temanku aku harus membantumu kan?” Ucapku ramah namun tanpa bisa kudeskripsikan bibirku saat ini tersenyum pahit. Pahit? Yah kata ‘teman’ tentu melukai hatiku.

“Gomawo” Ucapnya sangat pelan, aku hampir tak bisa mendengarnya.

Apa yang terjadi pada namja ini? walaupun ia jarang berbicara tapi aku sangat hafal dia tak pernah bercakap sedingin ini denganku sebelumnya. “Sehun-ah wae?”

Ia menarik nafas sepuas- puasnya. Entah apa yang memberatkan hatinya.

“Aku putus dengannya” Mulutku menganga lebar, perlahan senyuman paling manis dalam sejarah kehidupanku terlukis disana. Bagaimana ini kenapa aku sangat bahagia sementara nada suara yang dia perdengarkan sangat terluka.

Beberapa detik aku terdiam menetralkan nafasku. Jantungku terasa hilang kontrol dan terus bergerak naik turun dengan kecepatan yang membuatku sulit menahannya. Kebahagianku membuncah namun tak bisa kuungkapkan.

“Taeyeon-ah bagaimana ini? apa yang harus kulakukan?” Ia bertanya kembali. Senyumku bahkan belum hilang saat ini. apa yang harus kukatakan? Apakah aku harus mengatakan bahwa aku menyukainya? apakah aku harus mengatakan bahwa dia sudah mencuri hatiku sejak dulu? Tapi tepatkah untuk mengatakannya sekarang? Ah betapa egoisnya diriku.

“Mengapa kalian putus. Kau sudah tak menyukainya?” Tanyaku pelan, dengan sekuat tenaga aku berusaha menghilangkan nada gembira pada kalimatku.

Ia terdiam sebentar. “Kau terdengar senang Kim Taeyeon” Deg. Apa yang harus kulakukan? Ia menyadari nada bicaraku.

“Ehhh . . . apa yang kau katakan Sehun-ah? Mana mungkin aku bahagia karena kau putus. Toh aku tidak menyukaimu” Bodoh bodoh bodoh. Apa yang baru saja kukatakan?

“Memang siapa yang yang mengatakan kau menyukaiku “

“Tiittt “ Aku membuat suara aneh dari mulutku. Kuharap ia percaya bahwa itu adalah suara yang disebabkan oleh sinyap yang buruk. Kumatikan telponku segera, aku paling tidak bisa dalam hal mengelak atau menutupi sesuatu. Walaupun setelah ini aku akan dianggap manusia paling tolol karena menjadi satu- satunya penduduk yang pernah mengalami sinyal buruk di Seoul.

 

*Flashback End

 

-____________-

 

“Wow ada apa dengan senyuman bodoh itu?” Tanya Sooyoung dengan nada menggoda. Aku menutupi wajahku dengan buku lalu tersenyum sepuas- puasnya. Tak heran mengapa guru BP selalu mengintrogasiku tentang anak- anak kelas melihat sikapku yang tidak bisa menyembuyikan ekspresiku ini. memalukan.

Mereka tekikik mengejek. Aku hanya bisa memegangi kedua pipiku yang memerah bak kepiting yang baru saja keluar dari panci rebusan. “Kudengar Sehun baru saja putus dengan yeojachingunya. Apakah kau bahagia karena itu KIM TAEYEON?” Yuri dengan penuh penekanan pada kata- katanya membuatku kikuk.

Tatapan curiga mereka lemparkan padaku. “Wae? Kalian jangan terus menggodaku” Ucapku dengan nada kesal. Kedua sahabatku itu malah tertawa terbahak- bahak.

“Kau harus melihat wajahmu itu. Haahahaha” Sooyoung menunjuk- nunjuk ke arahku membuat bibirku mengerucut kesal.

“Gadis yang benar- benar bodoh, aku berani bertaruh bahwa Sehun sudah mengetahui dari dulu bahwa kau menyu . . . YA! “ Kalimat Yuri terhenti dan berganti menatapku kesal. Baru saja sebuah jitakan mendarat di kepalanya.

“Bisakah kalian diam? Ini di kantin, KANTIN. Kalian ingin mempermalukanku dengan Meneriakkan bahwa aku menyukai Oh Sehun?” Ucapku bagai petir menggelegar. Oh My God seandainya bisa mulut ini ku buang ke jurang paling dalam. Aku bersumpah sudah melemparnya sekarang.

Tatapan bingung siswa lain terjurus ke arahku. Membuka kedok sendiri? Bagus Kim Taeyeon.

“Kau menyukaiku?” Hampir saja bola mataku terlempar seperti bola tennis andai aku tidak menahannya. Oke ini berlebihan.

Sehun tersenyum dengan Senyuman yang bisa kupastikan sanggup mematikan setiap syaraf di tubuhku, mata itu menatapku dalam. Apa yang harus kukatakan?

“Taeyeon-ah apakah kau benar menyu . . .. “

“Oh, Sehun-ah ini. Proposal yang harus kau kirimkan” Aku mengalihkan pembicaraan. Sehun mengambil kertas yang kusodorkan tanpa sekalipun mengalihkan matanya dariku. Dan aku? Menunduk adalah cara terbaik untuk menghilangkan rasa maluku.

“Tae . . . “

“Astaga aku harus kembali ke kelas. Kau tahu? Hari ini kelasku ulangan Biologi” Aku sedikit bernafas lega dengan alasan yang baru saja kubuat.

“Ulangan? Taeyeon-ah kita berada di kelas yang sama dan hari ini tidak ada ulangan. Lagipula pelajaran Biologi bukannya Rabu besok?”

Good Kim Taeyeon. Dengan gagah kau mempermalukan dirimu lagi dan lagi.

 

-____________-

 

Aku terduduk di kursi kecil taman samping sekolah. Tempat ini sepi tanpa gangguan, untuk itu aku sering menggunakannya saat sedang merasa malu atau sekedar ingin menyendiri.

Beberapa kali kupukuli kepalaku, mengapa aku harus dilahirkan sebagai gadis dengan segudang kecerobohan? Bagaimana Sehun bisa menyukaiku kalau seperti ini?

“Disini rupanya. Aku sudah mencarimu kemana- mana” Aku tersentak saat suara itu memasuki telingaku. Awalnya kukira itu hanya de javu yang mengganggu, namun ini nyata. Sehun berdiri di hadapanku dengan senyuman itu lagi.

“Ya! Sampai kapan mulutmu akan terbuka begitu” Ting Tong, mataku menyipit kesal. Tubuhku memang tak pernah bersahabat denganku. Mereka seolah selalu ingin membuatku malu.

Aku menatap aneh pada namja itu saat ia tertawa cukup keras untuk ukuran namja dingin sepertinya. “Wae? Kau menertawakanku?” Ucapku kesal.

Ia menghentikan tawanya lalu tersenyum sangat manis. Hatiku mulai tak karuan lagi dan lagi karenanya. Tangannya terangkat mengelus puncak kepalaku seperti seorang kakak mengelus kepala adiknya. Tunggu kakak?

“Sehun-ah kau kira aku adikmu?” Ucapku kesal setelah menepis tangannnya. Bibirku mengerucut kesal mirip bebek di depan rumah.

Beberapa detik ia terdiam, aku memutuskan menoleh ke arahnya setelah sekian lama membuang muka namun betapa kagetnya saat melihat wajahnya hanya beberapa senti dari wajahku. Sejak kapan dia duduk disampingku?

Deg deg deg . . .

Tak ada niat sekecil apapun dalam benakku untuk mengalihkan pandangan mataku. Dalam benda bulat miliknya itu kurasakan kehangatan luar biasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Aku terhipnotis olehnya untuk beberapa saat.

“Kau cantik” Ucapnya pelan. Dadaku sampai sesak seperti benda di dalam sana ingin melompat keluar saat nafasnya menerpa wajahku. Ia tersenyum lalu menjauhkan jaraknya kemudian beralih menatap langit. “Ah disini sangat indah” Ucapnya senang.

Tak bisa kusembunyikan betapa aku sangat kecewa karenanya. Aku sudah berharap lebih tapi dia tak melakukan apapun. Aku berdiri diikuti tatapannya, “Aku ingin pergi” Ucapku pelan.

“Taeyeon … “ Langkahku terhenti sebentar. Kudengar suara kakinya mendekat ke arahku sampai akhirnya kurasakan tangannya merah jemari milikku. Ia memegang kedua pundakku dan menuntunku berbalik hingga dapat kulihat wajah tampannya itu. “Kau menyukaiku kan?”

Aku membulat lebar, benar kata Yuri Sehun sudah mengetahuinya. Tapi apakah pantas untuk menyakannya langsung seperti itu pada seorang wanita? “Ya! Apakah kau gila? Hahahaha kau sangat pandai bercada” Ucapku disertai tawa yang dipaksakan.

Sehun tersenyum kecil, “Ya! Kau masih mencoba berbohong dengan wajah itu?” Ucapnya mengejekku. Ku hempas kedua tangannya dari pundakku kesal.

“Yah namja jelek”

“Tapi kau menyukaiku”

“Memang lalu masalah denganmu?” Uppps. Aku membelakanginya menahan malu. Kapan mulut ini berhenti memproduksi kalimat spontan seperti tadi. Tanganku terangkat memukul- mukul benda pembawa sial di wajahku.

Tanganku ditarik olehnya, “Ya! Jangan memukul sesuatu yang akan menjadi mainanku”

Aku berbalik menatapnya. Apa yang baru saja ia katakan? Mainan? Maksudnya?

Aku benci saat tawa mengejek ia lemparkan lagi kepadaku. Namun ia menatapku dalam selanjutnya. “Taeyeon-ah apakah kau benar- benar tak menyukaiku?”

Nafasku tertarik pelan lalu membalas tatapannya. “Tidak” Ucapku dengan penuh kebohongan. Entah mengapa aku berbohong tapi satu yang kutahu saat ini wajahnya terlihat kecewa. Genggamannya melonggar hingga terlepas dari tanganku.

Sehun tersenyum lalu berjalan menjauh, otakku bertengkar dengan hatiku. Menghentikannya atau membiarkannya pergi? Apakah aku harus mengulangi kesalahan yang sama seperti saat ia direbut oleh orang lain? Apa yang harus kulakukan?

Di tengah fikiranku yang kian resah, kumantapkan diri lalu dengan tangan tergepal kuat mulutku terbuka.

“OH SEHUN . . . .” Teriakku. Namja itu berhenti tanpa berbalik.

Aku berjalan pelan mendekatinya, “Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?”

 

*End

Advertisements

36 comments on “Falling Love Again (Ficlet)

  1. pengen deh punya temen kayak sehun :c udah ganteng, manis, bisa diajak pacaran lagi #salah
    aku harusnya ngerjain tugas tapi malah buka ini hehe but worth it
    next projectnya ditungguu (and the on-goings)

  2. Yaaahhh kenapa nanggung banget sih endingnyaa. Gak bisa panjangin yaa. Kerenn bangeett bikin gregeettt. Seqeul juseyo neh.

  3. ahh tanggung tuh kirain Sehun mau nembak Taeyeon thor keren deh aku suka bgt , bikin oneshootny dong thor cast SeYeon lg pliss.
    Okee keep wriring and Fighting!!!

  4. Taeyeon konyol banget. Pakai ngelak lagi kalau dia emang suka sama Sehun 😀
    Oh ya, berhubung itu end-nya nanggung banget.. boleh dong kalau minta sequel?? Bikinin ya author!

  5. Unnie, entah kebetulan atau gak pas baca ini ff tiba 2 radio nyetel lagu ini:’v. Ending nya nanggung unnie. Bikin sequel lagi dong ><

  6. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s