[FREELANCE] You (Chapter 1)

11921838_496337423874413_6433735906940611499_o(1)

Tittle: You

Author: TiTae22

Rating: T

Lenght: Threeshoot

Genre: Sad,Angst

MainCast:Kim Taeyeon

Other Cast: Byun Baekhyun,Tiffany Hwang

Author notes:

Annyeonghaseo ATSIT reader’s^^ ini adalah fanfiction pertama yang aku post di sini. Mohon kritik dan sarannya readers-deul^^ jangan bully aku karena Ff ini tidak bagus J hargai dengan comment^^ oh iya,ini fanfiction asli karangan Author. Jika ingin men-share FF ini ijin dulu yaa. Kamsa~~

Tulisan biru: ingatan yang muncul di kepala Taeyeon secara tiba-tiba.

_-_: Pemisah antara peristiwa sebelumnya dan peristiwa selanjutnya. Seperti kedipan.

-You-


“Tiffany,aku akan pergi ke pemakaman. Jangan pergi kemana-mana ne..” yeoja bernama Tiffany itu mengangguk. Ia sedang asyik menonton acara TV kesukaannya.

“Ne. Tolong belikan aku daging saat pulang nanti. Aku ingin makan daging bersamamu..” Tiffany menunjukkan eye smilenya.

“Arraseo.. aku tak akan lama.” Taeyeon memakai sepatu bootsnya dan segera mengambil karangan bunga yang ia siapkan tadi pagi.

***

“Eomma,appa. Taeyeon datang membawa bunga untuk kalian..” ucap Taeyeon sambil memandangi 2 buah foto yang ada di dalam lemari pemakaman.

“Eomma,appa,bagaimana kabar kalian? Taeng merindukan eomma,appa. Taeng baik-baik saja di sini dengan Tiffany. Ia menjagaku dengan sangat baik. Keadaan Taeng sudah hampir sehat. Meski ingatan Taeng belum sepenuhnya pulih.. taeng ingin mengingat semua yang pernah Taeng lalui.” Batin Taeyeon sambil tersenyum.

Taeyeon mengingat tragedi saat kecelakaan mereka pada 2014 lalu. Mereka ber-3 mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Appa Taeyeon sedang bertengkar hebat dengan eomma Taeyeon di dalam mobil. Appa Taeyeon tidak fokus,sehingga mereka menabrak mobil yang ada di depannya.

Untunglah Taeyeon selamat. Tapi eomma dan appa Taeyeon meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Taeyeon menangis keras saat mengetahui kedua orang tuanya sudah tidak ada. Dokter juga mengatakan bahwa,kepala Taeyeon saat ini sedang mengalami kebocoran hingga mengakibatkan Taeyeon lupa ingatan. Dengan bantuan Tiffany,Taeyeon berusaha mengingat memori yang telah hilang.

***

“Tiffany-ahh.. aku membawa daging dan soju. Kajja kita makan di atap” wajah Tiffany berseri-seri saat Taeyeon datang. Dengan segera mereka membawa piring dan pemanggang ke atap.

“Eummm.. baunya enak sekali. Kau memang pandai memilih daging,Taeyeon. daebakkk” kata Tiffany dengan mulut yang penuh dengan daging di mulutnya.

“Kau ini.. jangan bicara dengan mulut yang penuh!” Taeyon memukul kepala Tiffany pelan. Tiffany hanya tersenyum sambil memakan daging lebih banyak.

“Tiffany”

“Ne?”

“Apakah aku mempunyai banyak teman sepertimu?” Tiffany tertawa.

“Tentu saja.. kau adalah seorang teman yang sangat baik dan perhatian. Semua orang menyukaimu Kim Taeyeon!! Kalau kau ingin mengingat mereka semua,besok kita jalan-jalan ne…” Taeyeon mengangguk kegirangan. Mereka tertawa bersama hingga larut malam.

***

“Taeyeon-ah.. kemana kalungmu?” Tiffany sadar ada yang kurang dalam penampilan Taeyeon hari ini.

“Mwo? Kalung? Kalung apa? Aku tidak mengingatnya?” Taeyeon berusaha mengingat apa yang biasa ia pakaikan ke lehernya.

“Kalung itu,kalung berbentuk bunga kecil berwarna biru?” Taeyeon berusaha mengingat-ngingat. Tapi,tak ada hasilnya. Tiba-tiba sebersit bayangan kalung itu muncul di pikiran Taeyeon.

“Kalung ini cantik..Apa ini?”aku memakai kalung itu sambil tersenyum. Namja yang berdiri di sampingku ikut tersenyum

“Aw..” Taeyeon memegangi kepalanya yang terasa seperti disengat listrik itu. Tubuhnya lemas. Untung saja Tiffany menangkapnya.

“Taeyeon-ah.. Taeyeon-ah.. Gwenchana?” Tiffany menampakkan wajah khawatir. Ia takut Taeyeon kesakitan.

“Tidak,aku tidak apa-apa Tiffany..” Taeyeon berusaha untuk berdiri lagi.

“Mianhe Taeyeon-ah.. kau harus tetap di rumah. Wajahmu tampak pucat. Dokter bilang kau harus banyak istirahat..” Tiffany memapah Taeyeon untuk kembali ke kamarnya.

“Gumawo Fany-ah..” Taeyeon menyelimuti dirinya. Lalu berusaha memejamkan matanya.

“Cheonma. Bilang padaku jika kau ingin sesuatu.” Tiffany meninggalkan Taeyeon lalu menutup pintu pelan.

Taeyeon POV

Mataku seakan tak mau menutup. Otakku menyuruhnya untuk tetap terjaga. Aku masih memikirkan kalung yang Tiffany bicarakan tadi. Otakku berkata kalung itu sangat penting. Memaksaku untuk mengingat kembali semua tentang kalung itu,apa yang pernah terjadi dengan aku,kalung biru dan namja itu? Namja itu sama sekali tak menampakkan wajahnya dalam ingatanku. Lagipula semua buram. Yang aku lihat dengan jelas hanyalah gaun putihku yang berenda. Yang nampak kotor. Entahlah.

Kumencoba mencari kalung bunga kecil berwarna biru itu dengan seksama. Laci,lemari,kotak perhiasan. Semua tempat kucari. Apa mungkin hilang saat kecelakaan itu?

“Fany-ahh. Apakah kalung itu masih ada saat aku sudah keluar dari rumah sakit?” teriakku.

“Nee…”

Aku mencoba mengingat-ngingat dimana aku meletakkannya terakhir kali. Kalung… Eodisseo-yyo???

Setelah mengacak-ngacak seisi kamar kecilku,aku menemukan sebuah kotak kecil berwarna merah di dalam laci di lemari. Bentuknya seperti tempat cincin tapi lebih besar.

Saat kubuka,ada selembar kertas kecil di dalamnya.

Aku membacanya.


Apa maksud tulisan ini? Bukankah ini saat aku kecelakaan? Ayolah,otak. Kembalikan memoriku saat kalung ini diberikan oleh namja itu!!!

“Taeyeon-ah. Ini untukmu. Jaga baik-baik..” namja itu berlari menjauhiku.

Gelap. Semua menjadi buram. Kepalaku pening sekali. Aku membenamkan kepalaku pada kasur yang empuk. Berusaha untuk meredam kepalaku yang sangat pening ini.

“Ahh” setiap detik kepala ini menjadi pening. Kuambil segelas air di meja. Kuminum hingga habis dan mencoba menenangkan diriku. Aku merebahkan tubuhku ke kasur. Dan mencoba untuk memejamkan mataku,meski tangan kananku tak lepas dari keningku.

Taeyeon Pov end.

***

“Taeyeon-ah.. Makanlah sandwich ini untuk sarapan. Apa kepalamu masih pusing?” Tiffany datang sambil membawakan sepotong sandwich dan segelas susu coklat hangat di nampan.

“Gumawo Fany-ah. Kau sudah sarapan?” Tiffany mengangguk. Ia masih cemas melihat sahabatnya yang baru bangun itu.

“Jangan melihatku seperti itu Fany-ah. Aku baik-baik saja. Oh iya,jam 11 nanti aku harus berlatih menyanyi di studio. Sudah lama aku tidak ke sana..” kata Taeyeon sambil memakan sandwichnya perlahan.

“Hei,kau ini masih sakit. Soal latihan itu gampang. Aku dan Seohyun akan menggantikanmu.” Tiffany tersenyum dan mengelus lengan Taeyeon lembut.

“Arraseo..”

“Eh,kalungmu sudah ketemu? Di mana kau menemukannya?”

“Di laci lemariku. Tiffany,kau ingat saat aku pertama kali mengenakan kalung ini?” ucap Taeyeon sambil menunjuk kalung birunya.

“Emm.. coba kuingat. Oh ya,hari itu hari senin. Saat aku baru pulang dari Australia. Kau mengenakan kalung itu dan menyombongkan kalungmu itu di depanku. Katanya itu dari namjachingumu?” mata Taeyeon melebar saat Tiffany mengatakan kata ‘namjachingu’

“Mwo? Apa aku mempunyai namjachingu?”

“Ne.. kalau tidak salah namanya Baekhyun. Kau jarang curhat padaku tentang Baekhyun itu. Itu sebabnya aku tak pernah mengetahui apa-apa tentang Baekhyun. Kau itu sangat tertutup Taeyeon-ah”

“Kajja,aku akan membelikanmu permen kapas itu.” Namja itu menarikku ke arah sebuah toko kecil di taman.

_-_

“Aw.. appo” aku meringis setelah melihat lututku lecet dan berdarah.

“Taeyeon-ah.. ini parah. Pasti sakit saat kau berjalan kan? Sini,aku gendong kau di punggungku..” namja itu menggendongku hingga aku sampai di sebuah pondok kecil di pinggir sungai yang jernih. Namja itu memelukku setelah dia memasang perban di lututku.

“Semuanya akan baik-baik saja”

_-_

“Baekhyun-ah.. kau ini jahat sekali. Aku harus berlari karena mencarimu di semua tempat”aku melipat kedua tanganku.

“Mianhe..”

“Ah” Taeyeon memegangi kepalanya. Tiffany memandangnya cemas.

“Kepalamu sakit lagi? Apa yang kau pikirkan hingga seperti ini?” Tiffany tak tega melihat sahabatnya terus kesakitan seperti ini.

“Dia.. Baekhyun.. terus muncul di bayanganku. Rasanya seperti otakku memaksa untuk mencari tau namja itu. Tolong aku Tiffany-ah. Bantu aku mengingat dia..” kata Taeyeon dengan tatapan memohon.

“Baiklah. Tapi,jangan memikirkannya terlalu keras.. bisa-bisa kepalamu pecah karena terus dipaksa seperti ini” Taeyeon mengangguk. Iamenghabiskan sandwich dan susu coklatnya lalu pergi untuk membersihkan badannya.

***

Taeyeon Pov

Rumah ini sangat sepi sekarang. Tiffany keluar ke studio untuk menggantikanku bernyanyi di sana. Aku kasihan padanya. Ia harus menyanyi 2x lipat karenaku. Andai saja aku sehat,aku pasti bernyanyi bersama mereka.

Aku hanya berbaring di kasur. Saat aku melihat ke arah meja kecil di sebelahku,aku melihat secarik kertas kecil itu. Aku teringat bahwa aku harus mengingat apa arti kertas ini. Segera aku mengganti bajuku dan memanggil taksi.

“Ahjussi,Seoul Park.” Kataku sambil menutup pintu taksi.

Jarak dari rumah ke Seoul Park tidaklah jauh. Cukup 5 menit saja sudah mencapai gerbang kecil dihiasi bunga-bunga kecil yang bertuliskan Seoul Park.

Aku melihat sekitar. Banyak anak-anak yang membuatku berhenti melangkah karena terlalu asyik bermain kejar-kejaran. Aku hanya tersenyum. Taman seindah ini ternyata menyimpan kenangan yang harus kuingat.

Setelah hampir lama aku berkeliling,aku melihat sebuah kursi panjang putih di bawah pohon besar yang rindang. Karena aku lelah kuputuskan untuk duduk di sana sambil menikmati segarnya udara di sana.

Taeyeon Pov end

Saat Taeyeon menyentuh kulit pohon di sebelahnya. Memori itu datang lagi.

“Taeyeon,mari kita mengukir nama kita di pohon ini.” Baekhyun membawa sebuah pisau kecil dan mengukir nama kami di pohon itu.

_-_

Baekhyun duduk di sebelahku sambil memegang tanganku dan sesekali menciumnya. Membuat orang tersenyum saat melewati kami berdua. Ini adalah taman yang banyak dikunjungi orang. Sehingga cukup banyak yang melihat ke arah kami

“Aku malu” kataku sambil menutup wajahku yang memerah. Baekhyun hanya tersenyum kecil.

_-_

“I have a little secret here” baekhyun berbisik di telingaku. Membuatku menoleh cepat.

“Apa itu?” kataku sambil menunjuk sebuah benda yang disembunyikan Baekhyun di belakangnya.

“Ini adalah kotak kenangan kita. Akan kukubur di bawah pohon ini agar kau selalu mengingatnya..”

Kepala Taeyeon mulai pusing. Sama seperti saat itu. Ia meminum susu yang sudah ia beli tadi. Ia meminumnya sampai habis. Dan mencoba mengatur nafasnya.

“Kotak kenangan?” Taeyeon mulai menggaruk tanah di sekitar pohon itu. Di tempat yang sama seperti bayangannya tadi.

DUK. Sebuah kotak merah muncul di permukaan tanah.

Part 3

Taeyeon segera mengambilnya. Ia membersihkan tanah yang masih menempel di kotak itu. Sebuah foto muncul. Di foto itu tangan Baekhyun menggenggam erat tangan Taeyeon dan menuliskan kata BaekYeon di ujung sebelah kanan foto itu.

“Kajja,kita foto tangan kita untuk kenangan” Baekhyun mengeluarkan kamera dari tas hitamnya. Taeyeon tertawa.

Taeyeon berdiri sambil terus memandangi foto itu. Sepertinya,foto itu diambil saat mereka duduk berdua di kursi ini. Taeyeon membalik foto itu. Mungkin akan ada suatu hal yang bisa mengingatkannya pada seorang “Baekhyun”

Ternyata benar, ada sebuah foto kecil di balik foto tangan mereka tadi. Di foto itu mereka berdua mengangkat tangan mereka dan membentuk cinta. Di belakang mereka ada sebuah rumah sederhana.

“Taeyeon-ah.. ini rumah kita nanti. Aku berjanji aku akan membuatnya lebih bagus dan nyaman untuk kita berdua dan anak-anak kita.” Baekhyun memelukku erat.

***

“Kau dari mana saja eoh?” tiba-tiba Tiffany datang ke kamar Taeyeon.

“Aneh,padahal aku sudah mengganti pakaianku.” Batin Taeyeon.

“Kau tau dari mana?”

“Sepatumu kotor terkena tanah. Apakah kau dari kebun? Atau jalan-jalan di bukit?” Taeyeon menepuk jidatnya pelan. Ia lupa menyembunyikan sepatu yang ia pakai tadi.

“Tidak . Aku dari Seoul Park tadi. Hanya untuk mencari udara segar. Disini sangat sepi,jadi kuputuskan untuk keluar.” Alasan Taeyeon masuk akal. Tapi,ini tidak seperti yang ia lakukan tadi.

“Jinjja? Sudahlah. Istirahatlah. Aku akan membuatkan teh panas untukmu..” biasanya Tiffany akan mengomelinya jika ia keluar saat ia sakit. Mungkin hari ini Tiffany lelah.

“Tidak usah. Aku ingin tidur saja”

“Arraseo”

***

“Tiffany-ah.. kau tak punya acara hari ini?” Taeyeon duduk di sebelah Tiffany yang sedang asyik menonton tv dan memakan salad.

“Wae-yyo? Kau ingin aku mengantarmu ke mana?” Bingo! Tiffany langsung tau jika Taeyeon ingin keluar rumah.

“Nanti aku akan menunjukkannya. Aku ganti baju dulu ne..” Taeyeon segera berlari dan mengganti pakaiannya. 10 menit kemudian ia keluar dengan pakaian rapi. Yang membuat Tiffany bertanya-tanya.

“Aisshh.. kau mau ke mana dengan pakaian rapi seperti ini eoh?” Taeyeon hanya tersenyum.

“Jangan lupa pakai sabuk pengamanmu” kata Tiffany saat ia dan Taeyeon memasuki mobil hitamnya. Taeyeon jadi teringat eommanya yang selalu menyuruhnya memakai sabuk pengaman sedekat apapun ia pergi.

“Berhenti di sini.” Setelah 15 menit mereka mengendarai mobil mereka berhenti di sebuah perumahan kecil.

“Kau tunggu saja di sini ne…”

“Arraseo.. telefon aku jika kau membutuhkan sesuatu atau jika terjadi apa-apa..” Taeyeon mengangguk dan melambaikan tangannya pada Tiffany sekilas. Lalu berlari ke sebuah tangga yang cukup tinggi di antara gang kecil.

Taeyeon yakin rumah itu berada di sekitar sini. Ia mengingatnya. Setelah mencari cukup lama,Taeyeon menemukan rumah itu. Rumah itu sama persis seperti di foto itu.

Ting tong.

Taeyeon menekan bel di rumah itu. Seorang ahjumma berbadan kurus keluar sambil tersenyum. Matanya terlihat berkantung.

“Taeyeon…” ahjumma itu memeluk Taeyeon tiba-tiba. Taeyeon kaget.

“Ahjumma mengenalku?”

“Tentu saja Taeyeon-ah. Apa kau lupa padaku? Tidak mungkin. Setiap sore kau selalu bermain ke sini sambil membawa oleh-oleh dan selalu membantuku berjualan.” Taeyeon menunduk.

“Mianhe ahjumma. Taeyeon mengalami insiden kecelakaan beberapa waktu lalu. Dokter bilang Taeyeon lupa ingatan. Mianhe ahjumma…” Taeyeon membungkuk dengan sangat. Ahjumma malah memeluknya erat.

“Kau tidak merindukannya?” ahjumma memeluknya sambil menangis. Taeyeon bingung harus berbuat apa.

Ahjumma itu menyuruhnya masuk sambil mengusap air matanya. Namun ia tidak berhenti di ruang tamu. Ahjumma itu menuntunnya ke halaman belakang rumahnya. Tangisan ahjumma itu bertambah keras saat ia sudah memasuki halaman belakang.

Terpampang jelas sebuah kuburan kecil di sana. Ada sebuah foto Baekhyun yang sedang tersenyum manis di sana. Melihat foto itu mendadak kepala Taeyeon menjadi pusing dan semuanya menjadi gelap.

Perlahan semua memori tentang Baekhyun jelas terpampang di ingatannya.

***

“Taeyeon-ah..” Tiffany memegang tangan Taeyeon erat. Ia langsung bangkit dari duduknya setelah Taeyeon membuka matanya.

“Baekhyun.. Baekhyun.. eodisseo-yyo..” Taeyeon turun dari kasur Baekhyun yang ia tempati. Matanya meneteskan air mata. Ahjumma itu berlari keluar karena tak kuat menahan tangisnya.

“BAEKHYUN!!!” Taeyeon berteriak keras dengan air mata yang tidak berhenti menetes. Tiffany memeluknya erat dan mengelus punggung Taeyeon lembut.

“Jangan menangis Taeyeon-ah..” Tiffany juga ikut meneteskan air matanya saat melihat wajah Taeyeon yang menampakkan kesedihan yang amat dalam. Taeyeon melepas pelukan mereka lalu berlari ke arah kuburan Baekhyun.

“Baekhyun-ah.. kenapa kau meninggalkanku begitu cepat?? Kembalilah.. Taeyeon di sini..” Taeyeon memukul-mukul tanah kuburan Baekhyun. Ia tak peduli meski bajunya kotor oleh tanah. Dengan paksa,Tiffany menarik sahabatnya ke dalam rumah. Ia tak sanggup melihat sahabatnya seperti ini.

Taeyeon tak menghentikan tangisannya. Ia semakin berlarut-larut dalam kesedihan. Ahjumma itu datang dan memeluk Taeyeon untuk kesekian kalinya. Ia memberikan Taeyeon sebuah buku harian kecil milik Baekhyun. Taeyeon membacanya dengan seksama.

28 Desember 2014.

Aku mengajak Taeyeon untuk pergi ke taman. Tomorrow is the day. Aku akan melamarnya!!!

29 Desember 2014.

Dia tidak datang. Ada apa dengannya?

30 Desember 2014.

Hari ini aku mengalami kecelakaan hebat. Kemanakah Taeyeon yang sangat aku butuhkan sekarang? Bahkan,aku harus meminta tolong Chanyeol untuk menulis ini. Aku merindukannya. Kuharap aku bisa bertahan hingga dia datang. Saranghae Kim Taeyeon~~

31 Desember 2014.

Aku berdoa semoga kau tenang di sana.Byun Baekhyun,kau adalah sahabat terbaik yang aku punya.Aku berjanji aku akan terus menjaga orang yang kau cintai. Eommamu dan Kim Taeyeon.

-Chanyeol

“Baekhyun bilang padaku,ia sangat merindukanmu.. Ia berharap kau di sampingnya,menggenggam erat tangannya saat ia mencoba untuk bertahan hidup. Maafkan aku Taeyeon. Ini memang waktunya Baekhyun pulang..” ucapan ahjumma itu membuat hati Taeyeon semakin tertusuk.

“BYUN BAEKHYUN!!!!”

Advertisements

19 comments on “[FREELANCE] You (Chapter 1)

  1. Jangan2 baekhyun itu yg tabrakan sama bapknya taengekkekeke, sedih bgt blm apa2 Udah Ada yg meninggal ,lanjut ha Thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s