[FREELANCE] You! Please Stop Disturbing Me! (Chapter 1)

You!

Tittle : You! Please Stop Disturbing Me! (Chapter 1)

Author : Kim Hyuli a.k.a Retno Kim

Length : Twoshoot

Rating : T

Cast :

Kim Taeyeon SNSD & Cho Kyuhyun SUPER JUNIOR

Other Cast : Lee Donghae (SJ), Jessica (SNSD), Kim Jungwoon (SJ), Jung Illwoo, and other.

Genre : School Life, Romance, Family Problem, Secret Life.

A/N : Ini ff pertamaku yang kupost disini, tadinya ini sudah kuposting diblog pribadiku hanya saja bergenre Jepang, lalu kuubah castnya dan juga settingnya ke Korean. Maaf jika ceritanya agak aneh.Maaf juga jika ada Typos berserakan.

HAPPY READING ^^

Kereta api listrik memang transportasi yang paling nyaman dan ekonomis, tidak ada yang namanya saling berdesakan mencari tempat. Bebas melihat pemandangan alam yang terbentang sepanjang jalur kereta. Oleh karena itu banyak orang yang memilih transportasi ini untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Begitu pula seorang siswi SMA tingkat 2 yang satu ini. Seperti biasa ia memilih sisi tempat duduk yang dekat dengan jendela. Jari-jari lentiknya sesekali mengetuk-ketuk bingkai jendela dan bibirnya bersenandung lirih seirama ketukan jemarinya.

    Angin berhembus lembut dari celah jendela kereta yang sedikit terbuka, membelai lembut poni yeoja itu. Cahaya matahari pun mulai semakin terang, terdengar beberapa kicau burung yang bersahut-sahutan menyambutnya. Benar-benar pagi yang indah.

    Pemandangan alam itu mulai menghilang sedikit demi sedikit tergantikan oleh gedung-gedung modern yang berjajar rapi, tanda sebentar lagi kereta akan berhenti. Yeoja itu mengambil tasnya, kemudian merapikan seragamnya. Tak butuh waktu lama lagi, kereta pun berhenti dengan mulus di depan stasiun. Semua orang yang tujuannya di daerah sekitar situ pun turun, namun beberapa masih duduk di tempatnya menunggu pemberhentian selanjutnya.

    Yeoja itu pun turun.

    “Haahh” ia menghela nafas lega sambil menatap sekeliling tempat yang selalu menjadi tujuannya sebelum tujuan utamanya itu. Ia kembali merapikan seragamnya. Lalu pergi meninggalkan tempat itu.

    “Anyeonghaseyo” sapanya pada Ajussi penjual karcis yang selalu setia ditempatnya melayani para pengguna jasa kereta.

    “Ne! Hati-hati!” kata Ajussi itu. Seperti biasanya.

    Yeoja itu menanggapinya dengan senyum simpulnya tak lupa lambaian tangan mungilnya itu.

    Setelah keluar dari area stasiun, ia masih harus berjalan kaki sekitar 200 meter lagi untuk menuju sekolah.

    “Yeon-aa~~~” teriak seseorang dari belakang. Mendengar nama itu disebut, yeoja itu langsung tahu siapa orang yang memanggilnya itu. Dia benar-benar tidak suka di panggil dengan sebutan itu. Dia pun tidak peduli dan terus berjalan.

    “Anyeong~” sapa seorang namja dengan santai sambil memelankan sepedanya agar bisa menyamai langkah yeoja itu. Yeoja itu hanya diam sambil terus berjalan dan memegangi tali tasnya.

    “Hei… kenapa uri Yeon-aa terlihat sangat kesal? Apa aku berbuat kesalahan hari ini? Ahh, kurasa tidak, kita kan baru bertemu” cerocos namja itu. Yeoja itu menghentikan langkahnya, dan menatap tajam namja disampingnya itu. Seketika namja itu menghentikan sepedanya juga dan balik menatap tajam yeoja itu. Mereka saling beradu tatapan mata. Namun akhirnya si Yeoja sudah tidak tahan dan membuang pandangannya kearah lain. Namja itu tertawa terbahak-bahak semakin membuat Yeoja itu kesal.

    “Ya! Apa yang kau tertawakan?” kerasnya.

    “Hahaha… kau itu benar-benar lucu… selalu mengajakku beradu tatapan mata tapi kau juga yang menyerah… hahaha… Yeon-aa yang lucu.. hahaha” tawa namja itu membuat darah yeoja itu panas.

    “Apa kau tidak tahu namaku?” teriaknya.

    “Arra. Nama lengkapmu Kim Taeyeon, kau biasa di panggil Taeyeon, kau adalah teman sekelasku, anak aneh tapi lucu. Hahahah” ujar namja itu di sambung tawa menjengkelkannya.

    “Hhh. Benar. Lalu kenapa kau memanggilku seperti itu? Yeon? Apa itu. Panggil seperti orang lain saja. Benar-benar membuat telingaku gatal” rutuk yeoja itu sambil melanjutkan langkahnya.

    “Oh. Wae? Itu kan lucu. Kim Tae….YEONNN~~~ ” canda namja itu menjadi. Yeoja itu langsung menutup kedua telinganya dan berlari menuju gedung sekolah.

    “Yeon-aa~~~. Tunggu aku… Yeon-aa~~~ ” goda namja itu sambil mengayuh sepedanya menuju tempat parkir.

    Kim Taeyeon. Itulah nama lengkap yeoja itu. Ia biasa di panggil Taeyeon. Yeoja yang pandai, namun cukup pendiam. Namun, ia punya alasan kenapa harus bersikap seperti itu.

    Dan, namja tadi, namanya adalah Cho Kyuhyun. Siswa paling jahil dan cukup populer di sekolah. Dia selalu bisa kabur dari masalah hanya karena ketampanannya. Tapi itu semua tidak berpengaruh pada Taeyeon. Dan, dia adalah teman paling menyebalkan baginya.

    Taeyeon berjalan menuju kelas dengan kesal. Ia mengganti sepatunya di depan kelas sesuai peraturan yang ada. Saat mengambil sepatu ganti di lokernya, tak sengaja ia melihat loker milik Kyuhyun yang terlihat begitu meriah dengan tempelan stiker berisi kata-kata yang ya, memuakkan.

    “Hhh. Semua orang pasti sedang tidak waras. Dasar menyebalkan” umpatnya sambil merobek beberapa kertas yang menempel diloker Kyuhyun. Setelah itu ia meremasnya dengan kesal dan membuangnya ke tempat sampah tak jauh darinya.

    “Kau… cemburu, ya?” tanya seseorang membuat Taeyeon kaget. Ia semakin terkejut lagi saat melihat orang yang berbicara padanya itu.

    “D-d-donghae-ssi?” gagapnya sambil menyembunyikan tangannya.

    “Kenapa kau mencabuti kertas-kertas itu?” tanya orang yang di panggil Donghae itu.

    “Aaa… aniya. Hanya kebetulan saja tadi jatuh dan aku memungutnya. Tidak bagus kalau lantainya kotor kan?” ujar Taeyeon mencari alasan. Donghae masih menatapnya tak percaya.

    ‘Ashh, kenapa harus ketahuan sama dia sih? Hhh’ gerutu Taeyeon dalam hati. Ia hanya tersenyum garing pada Donghae. Donghae hanya mengangguk, mengerti. Taeyeon bernafas lega.

    “Anyeong! Donghae-aa!” teriak seseorang yang tak lain adalah Kyuhyun. Donghae melambaikan tangan kearahnya. Melihat Kyuhyun semakin mendekat Taeyeon langsung masuk kedalam kelas.

    “Ya!… Yeon-aa~~” panggil Kyuhyun lagi. Tapi tak di hiraukan Taeyeon.

    “Berhentilah memanggilnya seperti itu” nasehat Donghae.

    “Wae? Itu lucu kan? Dan Simple” jawab Kyuhyun sambil mengganti sepatunya. Ia hanya menatap sekilas semua stiker dan surat di lokernya lalu masuk diikuti Donghae.

    “Anyeong!” sapanya pada semua teman-teman sekelasnya.

    “Anyeong~!” jawab beberapa temannya. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh kelas mencari sesuatu dan akhirnya melihat seorang yang tengah di carinya sedang sibuk merapikan alat-alat kebersihan. Ia pun menghampirinya.

    Ia tersenyum evil, seakan merencanakan sesuatu.

BRAAKK. Tiba-tiba dengan sengaja ia membuat kakinya tersandung kaki kursi dan jatuh menubruk tempat alat kebersihan itu, membuat semuanya kembali berantakan.

“Auhh” rintihnya. Semua orang menatapnya aneh. Sedang orang yang baru saja merapikan semua alat itu menatapnya kesal. Orang itu tak lain adalah Taeyeon.

“Ya!. Tolong aku! Apa kau tidak lihat aku baru saja terjatuh?” acting Kyuhyun. Taeyeon hanya tersenyum kecut dan kembali merapikan semua alat-alat itu lalu keluar dengan cueknya. “Hahh. jinjja, yeoja itu” kesal Kyuhyun sambil berdiri.

Donghae menghampirinya sambil tersenyum geli. “Kau adalah orang paling aneh. Haha” ucapnya di sambung tawanya. Kyuhyun hanya memberikan gaya polosnya, lalu duduk di bangkunya sambil sesekali mengintip keluar jendela memperhatikan seseorang.


‘Kapan hari-hariku di sekolah bisa tenang?’ batin Taeyeon sambil menyirami tanaman bunga di depannya.

“Butuh bantuan?” tanya seorang yeoja dari belakangnya, ia pun berbalik.

“Ne?” tanya Taeyeon memastikan yang didengarnya. Seorang siswi tersenyum padanya. Tapi ia malah memberikan tatapan bingung.

“Butuh bantuan?” tanya yeoja itu lagi. “Ahh….” belum sempat menjawab yeoja itu mengambil selang air dari tangan Taeyeon dan mulai menyirami tanamannya. Taeyeon masih saja menatapnya heran.

“Uhm. Mianhae sudah membuatmu bingung. Namaku Jessica Jung, aku siswi baru tingkat 2, kelas 2.4” ucap yeoja itu. “Oh. Benarkah?. Uhm, aku Kim Taeyeon dari kelas 2.1” jawab Taeyeon agak canggung. “Oh. Jadi kau sekelas dengan Kyuhyun Oppa?” tanya yeoja bernama Jessica itu. “Ha? Oppa? Kau kenal dengannya?” tanya Taeyeon spontan.

“Hmm. Dia adalah sepupuku. Itu juga alasanku di sekolahkan disini, agar ada yang menjagaku. Apa kau teman dekatnya?” . “Oh. Aniya, aku bukan teman dekatnya” jawab Taeyeon cuek lalu mengambil pupuk dan menaburkannya ketanaman-tanaman itu.

“Oh, geurae? Kudengar dia cukup populer di sekolah ini” kata Jessica sambil membantu Taeyeon menabur pupuk.

‘Haha. Populer?’ batin Taeyeon.

“Ngomong-ngomong. Kenapa kau disini? Bukankah sekarang kelasmu sedang pelajaran olahraga ya?” tanyanya.

“eoh, tapi aku kan murid baru dan aku belum punya seragam sendiri. Jadi untuk sementara aku belum ikut pelajaran. Dan daripada bosan aku jalan-jalan dan melihatmu sedang sibuk merawat tanaman ini sendirian. Makanya aku ingin membantumu” jelas Jessica panjang lebar. Taeyeon hanya mengangguk mendengarnya.

“ah. Sudah selesai. Tapi aku harus kembali kekelas. Mianhae, aku harus meninggalkanmu” kata Taeyeon dengan nada menyesal.

“Ne. Oh ya, kau benar sekelas dengan Kyuhyun Oppa kan?” tanya Jessica lagi. Taeyeon hanya mengangguk. Jessica tersenyum sumringah lalu mengeluarkan sesuatu dari saku seragamnya.

“Tolong titip ini ke Kyuhyun Oppa ya” ucapnya sambil menyerahkan sepotong kertas berwarna cobalt blue. “Tapi…” kata Taeyeon bermaksud menolak. “Gomawoyo~” ucap Jessica yang langsung pergi meninggalkan Taeyeon yang diam terbengong-bengong.

“apaan ini? Memang aku tukang pos? Enak saja. Haahh. Kalau kubuang kasihan dia. Tapi kalu aku menyerahkan ini padanya, nanti salah paham lagi.Ahh menyebalkan” Taeyeon berargument sendiri. Ia pun segera kembali kekelas.


Jam istirahat, seperti biasa disibukkan dengan kegiatan makan siang. Dan seperti kebanyakan siswa perempuan, Taeyeon selalu membawa bekal makan siangnya. Ia duduk dibangkunya sambil membuka kotak bekalnya.

“Selamat makan~~” ucapnya pada dirinya sendiri dan memulai menyantap makanannya.

Ya, selalu sendiri. Walaupun terkadang membosankan, tapi, ia mencoba membuatnya terlihat menyenangkan.

“Kyuhyun-aa, cobalah bekal yang ku buat ini. Ini semua menggunakan bahan dari sayuran dan daging impor. Ayo cobalah”

“Kyuhyun-aa, aku punya kepiting saus tiram, makanan kesukaanmu. Cobalah, ini kubuat special untukmu”

“Kyuhyun-aa, coba ini” .”Coba yang ini juga” . “Kyuhyun-aa~”

Riuh para siswi teman sekelasnya bersahut-sahutan mencoba mendapatkan perhatian sang bintang sekolah. Sedang yang di kerumuni hanya senyum-senyum dan tak bisa menolak semua makanan itu. Dan, itu membuat semua siswa laki-laki lain iri, tapi mereka juga tidak melakukan apapun, dan lebih memilih menonton acara harian itu.

“Tch. Memangnya dia itu raja apa? Mereka semua pasti bermasalah dengan penglihatannya, ah, atau mungkin juga otaknya. Tch” gumam Taeyeon sambil sesekali melirik kearah kerumunan itu.

“Kau tak mau membagi bekalmu? Aku juga ingin seperti Kyuhyun” kata Donghae yang tiba-tiba sudah duduk di depan Taeyeon dengan wajah memelas. Taeyeon yang sempat kaget melemparkan senyumnya. “Kau mau?” tanya Taeyeon sambil menyumpit sepotong tenpura jamurnya dan menunjukkannya pada Donghae.

“Aaa~~” Donghae membuka mulutnya dan segera Taeyeon menyuapkan tenpura itu. Donghae pun tersenyum sambil mengunyah makanannya. Taeyeon juga membalas senyumnya. Ia merasa bahagia setiap kali ada Donghae di sampingnya. Karena selama ini ia merasa Donghae selalu tahu apa yang di rasakannya.

“Kau.. itu memang aneh. Kau selalu memilih sendiri daripada bersosialisasi dengan yang lainnya. Tapi kau selalu bisa melakukannya. Sebenarnya kau itu orang seperti apa sih?” tanya Donghae.

“Ah, tidak juga. Dan aku hanya orang biasa, ya seperti yang lainnya” jawab Taeyeon sambil menatap makanannya. ‘hhh. Terkadang aku juga merasa kesepian seperti ini’ batinnya.

“Kau pasti merasa kesepian, kan?” tebak Donghae membuat Taeyeon menatapnya heran. Kenapa Donghae selalu tahu apa yang di pikirkannya. Melihat ekspresinya itu Donghae tersenyum simpul.

“Santai saja. Kalau kau butuh teman untuk menghapus kesepianmu, kau bisa mencariku. Jangan sungkan. OK” ujar Donghae membuat Taeyeon tercekat, ia hampir tak bisa menelan makanan yang sudah sampai di pangkal mulutnya. ‘Dia begitu baik. Apa yang harus ku katakan?’

“Boleh aku minta lagi? Tenpura jamurnya benar-benar enak” ucap Donghae membuyarkan lamunan Taeyeon. “Oh, ini. Silakan!” kata Taeyeon agak gugup. ‘Mimpi apa aku semalam?’ batinnya. Akhirnya ia menikmati bekal makan siangnya bersama Donghae.

Sedang sang bintang masih saja disibukkan dengan para fans girls fanatiknya itu. Ia sesekali mencari celah untuk melihat apa yang di lakukan sahabat karibnya, Donghae, itu. Terkadang ia jadi iri dengannya yang terlihat bebas. Tapi, sepertinya tidak ada pilihan lain baginya.

~o0o~

    “Jalga~~~” teriak Taeyeon sambil berlari seperti buru-buru, takut ketinggalan sesuatu. Donghae yang di pamiti hanya melambaikan tangannya. Lalu kemudian berjalan menuju tempat parkir sepedanya.

    “Lee Donghae~~” panggil Kyuhyun sambil berlari kecil menghampirinya. “Hmm” jawabnya.

    “Apa kau dan Yeon~… punya hubungan spesial?”

    Donghae mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan sahabatnya itu. “Hoksi. Wae?” tanyanya balik.

    “Oh. Ani. Baguslah. Apa kau tidak merasa aneh dekat dengannya? Yeoja pendiam, dan terlihat begitu egois. Apa kau tidak takut?”

    “Apa yang harus di takutkan? Dia memang pendiam, tapi tidak egois. Kurasa dia merasa kesepian saja, karena dia tidak mudah bergaul. Lagipula aku hanya ingin menjadi temannya”

    “Mwo? Jadi, kalian tidak pacaran?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba bersemangat.

    “Ani. Tapi, ada apa denganmu? Apa, jangan-jangan kau menyukainya?”

    “Aniya. Siapa bilang. Kau tahu aku ini siapa kan? Ada banyak yeoja lebih menarik dari pada dia, untuk apa aku menyukainya?” Kyuhyun segera mengambil sepedanya.

    Mereka pun pulang bersama. Karena rumah mereka juga cukup dekat. Mereka berteman sejak kecil, jadi mereka sangat mengenal satu sama lain dan sangat akrab sekali, meskipun sifat mereka agak bertolak belakang, tapi mereka tetap bisa menjaga persahabatan mereka. Obrolan mereka terus berlanjut hingga di perjalanan.

    “Benarkah kau tidak menyukainya? Kau yakin?” goda Donghae.

    “Kubilang tidak ya tidak. Kenapa masih membahas hal itu, sih?” kesal Kyuhyun.

    “Pembohong payah. Kalau kau tidak menyukainya, kenapa kau selalu mencari perhatiannya? Selalu beracting ini itu di depannya. Tapi selalu gagal, dan kalau sudah begitu, selalu saja menjahilinya, mencoba membuatnya malu, tapi tetap tidak berhasil karena hasil akhirnya selalu di cuekin” ujar Donghae panjang lebar. Kyuhyun berfikir sebentar.

“Itu… itu karena aku hanya ingin memastikan seberapa tidak peduli dan egoisnya yeoja itu. Tidak ada alasan lain. Eoh, eopseo” ucapnya, dan kemudian hanya mendengus kesal kepada Donghae.

    “Geurae. Ternyata kau benar-benar tidak menyukainya. Kalau begitu, aku yang akan memilikinya”

    “MWO?”

    “Aku akan menyatakan perasaanku padanya besok. Wuhu~~~” teriak Donghae sambil mempercepat laju sepedanya.

    “Ya!. Apa yang akan kau lakukan? Kau bilang tadi hanya menganggapnya sebagai teman? Ya!, Lee Donghae! Hahh, menyebalkan” Teriak Kyuhyun, ikut mempercepat laju sepedanya.

    ….

    “Anyeonghaseyo~~” sapa Taeyeon pada Ajussi penjaga stasiun sambil terus berlari menuju kereta yang hampir saja berjalan meninggalkan stasiun.

    Kereta masih berjalan pelan saat ia mau masuk. “Chakkamanyo~~!” teriaknya. Sambil terus berlari. Tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan mengajaknya melompat kedalam kereta.

    “Huhh.Gomapseumnida” ucapnya sambil mengatur nafas.

    “Cheonma” jawab namja yang membantunya itu. Taeyeon memandang wajah namja itu lekat, seolah pernah mengenalnya,dan namja itu terus saja tersenyum padanya lalu mengajaknya duduk.

    Masih keadaan yang sama.

    “Kenapa kau melihatiku seperti itu?”

    “Ohh. Aniyo”

    “Wae? Kau pura-pura lupa padaku?” tanya namja itu semakin membuat Taeyeon membulatkan matanya.

    “Hhh. Berapa tahun, ya? 5 tahun? Matchi. Aku saja masih jelas mengingat wajahmu. Tapi, kau? Dasar otak ikan” ujar namja itu.

    “Hehh! Dasar tidak tahu sopan santun. Apa kau memperlakukan seorang yeoja yang baru kau kenal seperti itu?” keras Taeyeon dengan mata berkobar.

    “Tch”

    Tapi sebentar kemudian ia tersenyum lebar dan langsung memeluk namja di depannya itu.

    “Oppa~!” girangnya.

    “Oh. Ternyata kau masih ingat. Uri Taeyeonii” kata namja yang ternyata adalah kakak Taeyeon, yang sudah lama berpisah darinya. Namanya Kim Jungwoon. Setelah puas melepas rindu mereka pun melepaskan pelukan mereka.

    “Kau sudah besar ternyata” ucap Jungwoon sambil mengacak-acak rambut adiknya.

    “Ahh. Jangan seperti ini. Bagaimana pelatihanmu di Seoul?”

    “Lebih menyenangkan daripada disini. Dan terasa bebas dari gangguan Ikan sepertimu”

    “Masih saja memanggilku begitu. Aku ini sudah jauh lebih pintar. Kalau lebih menyenangkan disana kenapa pulang?”

    “Hwoo? Tetap saja jadi ikan pemarah. Kalau begini siapa yang mau jadi pacarmu?”

    “Tch. Kau meremehkanku. Tentu saja aku sudah punya pacar, dan yang pasti tidak menyebalkan sepertimu”

    “Jinjja? Kau tidak bisa berbohong dariku”

    “Ah. Dwaesseo. Baru datang sudah membuatku kesal”

    “Ne, ne. Kalau benar kau sudah punya pacar, kau harus mengenalkannya padaku besok. Otte?”

    “Mwo? Tapi?”

    “Jangan bilang kau benar-benar berbohong. Kalau kau berbohong, kau harus berangkat sekolah jalan kaki…”

    Taeyeon semakin ciut. ‘Assh, apa yang sudah kukatakan? Bagaimana sekarang? Oppa tidak pernah main-main dengan ucapannya’ bingungnya.

    “Geurae. Lihat saja besok” ucapnya seketika. Jungwoon tersenyum menggoda. Setelah itu mereka hanya diam dan menatap keluar jendela. Taeyeon sedang sibuk memikirkan cara untuk besok, ia harus mencari seseorang yang rela berpura-pura menjadi pacarnya. Tapi itu adalah hal yang benar-benar sulit. Pasalnya dia hampir tidak punya teman, karena memang dia selalu sendiri. Sesekali dia mendesah, menciptakan semburat uap air di kaca jendela kereta api listrik langganannya itu. Kalau waktu bisa di ulang, ia pasti akan menarik semua ucapannya. Tapi, mau bagaimana lagi. Ia tidak boleh mundur dari kakaknya, karena ia memang tidak pernah terkalahkan. Dan, sekarang dia hanya bisa memutar otak jeniusnya untuk menemukan jawaban semua masalahnya.

    Sedang Jungwoon, kakaknya hanya tersenyum memperhatikan wajah bingung adiknya itu. Walaupun sudah 5 tahun dia tinggal terpisah dengan adiknya, ia masih tahu jelas sifat adiknya yang tak pernah mau kalah. Dan saat ini ia tahu bahwa adiknya sedang berbohong, tapi ia diam saja. Dia akan menunggu apa yang akan dilakukan adiknya besok, dan menangkap basah semua kebohongannya seperti si Jenius Detective Conan. Bagaimanapun dia suka menjahili adiknya itu, ia sangat sayang padanya dan rela berkorban apapun demi adik tercintanya itu.

~o0o~

    “Taeyeonii…. jangan lupa janjimu besok ne…!” bisik Jungwoon disambung smirknya saat selesai makan malam. Taeyeon yang masih sibuk merapikan peralatan makannya hanya tersenyum kecut lalu beranjak menuju dapur. Meninggalkan kakak dan juga ibunya.

    “Kau menjahili adikmu lagi?” tanya ibunya. Jungwoon tersenyum manis lalu membuka koran di depannya.

    “Eomma?” panggilnya pada ibunya. “Waeyo?” jawab ibunya.

    “Eomma tak pernah memberitahu dia kan tentang….” Jungwoon sedikit berbisik lalu mengerjapkan matanya beberapa kali. Seolah tahu apa yang di maksud putranya, ibunya tersenyum sejuk. Ya, benar-benar melegakan melihat senyum ibunya itu. Jungwoon menghembuskan nafas lega.

    “Sudahlah jangan khawatir. Ibu tak kan pernah menceritakannya. Tapi, nanti kau sendiri yang harus mengatakannya pada adikmu. Karena tak selamanya kau bisa menyembunyikan hal itu” ucap ibunya dengan lembut sambil memegang pundak putranya itu. Kembali Jungwoon menimpalinya dengan senyum manisnya.

    Taeyeon yang baru dari dapur menghentikan langkahnya di depan pintu penghubung dapur dan ruang keluarga dimana Jungwoon dan Ibunya tengah sibuk bercengkerama. ‘Mungkin lebih enak kalau tidak ada dia disini. Oppa yang menyebalkan. Lihat saja dia bertingkah seperti anak kecil didepan Eomma. Apa dia tidak sadar umur? Hhh untung saja dia kakakku, kalau tidak mungkin aku sudah mengusirnya’ argument kedongkolan hatinya bertubi-tubi terekam sambil memperhatikan kedua anggota keluarganya itu dengan tatapan kesal.

    Jungwoon yang menyadari tengah di perhatikan adiknya, melirik kearahnya dengan smirknya. “A..ku..tung..gu..be..sok..” eja Jungwoon tanpa suara, hanya gerakan mulut. Taeyeon segera menghampiri mereka dan membawakan beberapa buah jeruk dalam keranjang dan juga satu keranjang lagi untuk tempat sampah sebagai pencuci mulut. Setelah selesai meletakkannya di meja, ia mengambil 1 buah lalu di bawanya pergi.

    “Mau kemana?” tanya Ibunya.

    “Belajar. Besok aku ada ulangan, setelah itu aku langsung tidur.” ujarnya datar dan enggan menatap kakaknya itu. “Baiklah. Jaljayo” ucap ibunya. “Ne” jawab Taeyeon sambil menaiki tangga menuju lantai dua,kamarnya. “Hooi. Kau tidak mengucapkan selamat malam padaku?” tanya Jungwoon agak berteriak. “Jaljayo, Oppa” ucap Taeyeon sambil menunjukkan wajah imutnya dan senyum lembutnya pada kakaknya itu. Lalu melanjutkan langkahnya ke kamarnya. ‘Tunggu aku di mimpimu. Aku benar-benar ingin mencuci otakmu agar kau melupakan apa yang kuucapkan hari ini’ umpatnya.

    Ia duduk di depan meja belajarnya, lalu membuka tasnya untuk mengganti jadwal buat besok. Seperti biasanya ia membuka bukunya sebentar untuk mengingat pelajaran yang diajarkan hari ini. Tiba-tiba sebuah kertas terjatuh. Ia pun memungutnya. Sebentar ia memperhatikan dan membolak-balik kertas berwarna cobalt blue itu. “Hhh. Aku lupa memberikan ini. Ahhh, tapi aku malas bertemu dengan orang menyebalkan itu. Dan,kenapa yeoja itu membuatku repot seperti ini” gerutunya.

    “Kalau benar kau sudah punya pacar, kau harus mengenalkannya padaku besok” “Taeyeon-ii…. jangan lupa janjimu besok ne…!” “A..ku..tung..gu..be..sok..”

    Kata-kata kakaknya kembali terngiang di telinganya, dan saat itu sebuah ide muncul dalam benaknya. Namun,sebentar kemudian ia mendesah dan memukul kepalanya sendiri.

    “Mana mungkin aku memintanya berpura-pura menjadi pacarku? Orang menyebalkan seperti dia. Bagus juga Lee Donghae..” mengucap nama itu, bagai sebuah lampu keluar dari pikirannya dan menyala terang.

    “Lee Donghae… yeah Lee Donghae. Dia…. tapi apa dia mau membantu? Benarkah? Ahhh… Ini menyebalkan. Tapi.. ini jalan terakhirku…. ahh apa yang harus kulakukan?” katanya frustasi sambil mengacak rambutnya, lalu merebahkan tubuhnya keranjang tidurnya.

    “Baiklah, ini keputusannya. Aku akan mencobanya. Semoga dia mau…. hhhh” ia mendengus kasar lalu menarik selimutnya dan mencoba tidur. Ia berharap akan bermimpi indah malam ini. Karena memang seharian ini cukup menyebalkan baginya. #Jaljayo

~o0o~

    Hari ini, untuk pertama kalinya Taeyeon diantar kakaknya menuju stasiun. Sebenarnya ia merasa bahagia karena punya teman ngobrol, tapi, akan jauh lebih baik kalau dia pergi sendiri. Ya, agar kakaknya tidak mengikutinya dan mencari tahu siapa pacarnya. Pacar? Benar pacar khayalan, yang belum tentu ditemukannya.

    Mereka berjalan beriringan, sesekali Jungwoon bersenandung membuat Taeyeon semakin takut dan bingung. Suara Jungwoon memang sangat merdu, bahkan siapapun yang mendengarnya pasti akan langsung meleleh.

    Sesampainya di stasiun Taeyeon menghadap kakaknya.

    “Oppa. Sekarang kau boleh pulang… oh ya, hari ini aku ada pelajaran tambahan, jadi pulang agak telat. Tolong katakan pada Eomma, ya” ucapnya.

    “Baiklah. Aku akan menyusulmu nanti. Jam 5 sore kan? itu waktu pulang saat ada pelajaran tambahan, kan?” kata Jungwoon tak lupa senyumnya. Taeyeon menatapnya kecut.

    “Tak usah. Aku mungkin pulang lebih malam”

    “Aku akan menunggumu”

    “Pasti akan membosankan”

    “Aku punya teman di sekitar daerah itu, jadi aku bisa menunggumu disana, sekalian berkunjung kerumahnya. Ya, lama aku tidak berjumpa dengannya. Jadi kau jangan khawatir”

    Taeyeon tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia mendengus kasar.

    “Jangan bilang kau mau melarikan diri” bidik Jungwoon sedikit berbisik.

    ‘Hiks..hiks… menyebalkan’ batin Taeyeon. Ia tersenyum pada kakaknya. “Baiklah. Jemput aku dan jangan sampai telat” tegas Taeyeon yang langsung masuk kedalam kereta yang mulai bergerak pelan meninggalkan stasiun.

    “Tentu saja. Hati-hati!” teriak Jungwoon sambil melambaikan tangannya yang semakin melemah seiring menjauhnya kereta yang membawa adiknya itu. Ia mengeluarkan smirk andalannya lalu masuk kedalam sebuah lorong kecil dekat stasiun.

    ……

    ‘Donghae-ssi… kau harus membantuku. Ya, sekali ini saja’ harap Taeyeon.

    ……

    Kyuhyun duduk disebuah bangku dibawah pohon sakura yang sedang mekar dengan indahnya. Sesekali ia menengadahkan kepalanya menatap ranting-ranting kokoh diatasnya. Sesekali ia menatap sepedanya, kemudian kearah jalanan. Lalu menoleh kearah kanan dimana sebuah gedung tak terlalu besar berdiri kokoh. Gedung yang tak pernah sepi pengunjung. Sesekali terdengar suara peluit kereta yang akan berhenti ataupun pergi.

    Sebuah kelopak sakura jatuh dihadapannya. Ia hanya memandanginya saja, lalu sebentar kemudian tersenyum bahagia. Matanya terlihat berbinar. Seolah kelopak yang jatuh itu mengingatkannya pada sesuatu. Tapi pandangannya teralihkan saat melihat seseorang keluar dari gedung yang biasa disebut stasiun itu. Segera ia mengambil sepedanya dan bergegas menyusul orang itu.

    “Yeon-aa~~!” panggilnya sambil mengayuh pedalnya. Ya benar, orang itu adalah Taeyeon.

    Taeyeon tidak mendengar panggilan Kyuhyun. Ia masih sibuk dengan pergulatan pikirannya. ‘Aku harus bisa… aku bisa’ yakinnya dalam hati.

    “Anyeong! Yeon-aa~!” kata Kyuhyun lagi berhasil membuat Taeyeon terkejut setengah mati dan refleks hampir melompat. Membuat Kyuhyun menatapnya bingung.

    “Hhh. Uri Yeon-aa sedang melamun ya?” goda Kyuhyun dengan suara yang lucu.

    “Ahh. Kenapa kau selalu berangkat bersamaan denganku sih? Bukankah rumahmu dekat? Kau kan bisa berangkat lebih siang. Apa jangan-jangan kau menungguku?” ketus Taeyeon membuat Kyuhyun agak terkejut dengan kalimat terakhirnya.

    “Wah… bagaimana kau bisa tahu?”

    “Mwo?” ucap Taeyeon agak terkejut.

    “Jangan bingung. Aku memang selalu menunggumu karena aku bisa berangkat bersamamu dan mengganggumu. Itu menyenangkan sekali. Hitung-hitung sebagai tambahan semangat dipagi hari” ujar Kyuhyun santai. Mendengar itu dengan cepat Taeyeon memukul lengan Kyuhyun dan hampir membuat Kyuhyun terjatuh dari sepedanya.

    “Enak sekali kau mempermainkanku. Hari ini perasaanku sedang tidak baik. Jadi kumohon jangan ganggu aku” tegas Taeyeon lalu berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun sambil komat-kamit mengumpat sesuatu dan terlihat lucu. Sedang Kyuhyun menatapnya penuh arti sambil memegangi lengannya yang sedikit nyeri akibat pukulan super dari Taeyeon. “Ada apa denganmu?” lirihnya lalu melanjutkan perjalannya dan memilih mendahului Taeyeon, “Anyeong…” teriaknya saat melewati Taeyeon.

    “Menyebalkan” umpat Taeyeon sambil terus melangkahkan kakinya menuju kelasnya dengan lesu. Ia menyusuri koridor kelas sambil menunduk dan sesekali membuang nafas kasar. Ia tak menghiraukan tatapan orang-orang yang melewatinya. Hingga…

    “Taeyeon-ssi!” panggil seseorang dari arah belakang. Segera ia memutar tubuhnya kearah orang yang memanggilnya itu. Seorang yeoja berjalan cepat kearahnya, ya, dia mengenal yeoja itu. Dia adalah siswi baru yang kemarin, dan… ‘Auhh. Aku belum menyerahkan surat ini.. Ashh…’ batinnya lalu memalingkan wajahnya dan melanjutkan langkahnya mencoba menghindari yeoja itu.

    Tapi, yeoja itu semakin dekat dan dekat hinnga ia sampai di depan Taeyeon.

    “Taeyeon-ssi” pekiknya girang. “A..Anyeong” jawab Taeyeon agak gagap dan tetap menunduk. “oh. Ada apa denganmu? Kau sakit?” tanya yeoja itu sambil mencoba mencari arah pandangan Taeyeon. Taeyeon hanya menggeleng pelan. Yeoja itu pun hanya mendengus kasar.

    “Oh. Untuk kemarin… Jongmal Gomawo ne” ucap yeoja itu membuat Taeyeon langsung menatapnya.

    “Untuk a-apa?” tanyanya.

    “Ck. Kau sudah memberikan suratku pada Kyuhyun Oppa” Taeyeon semakin membulatkan matanya.

    “Tt-ta-pi..”

    Yeoja itu berjalan mendahuluinya, sedang Taeyeon masih bingung, jelas-jelas suratnya masih ada di dalam tasnya sekarang. Lalu bagaimana? Karena ia penasaran ia pun mengikuti siswa baru bernama Jessica itu.

    “Kau tahu. Saat aku akan pindah kesini, Kyuhyun Oppa sudah berjanji padaku untuk memberiku kejutan dihari pertama aku masuk sekolah. Karena aku tidak sabaran dan takut dia lupa, aku menulis surat untuknya sekedar untuk mengingat janjinya. Dan kemarin aku sudah mendapatkannya” ujar Jessica dengan segala kebahagiaan yang menggebu-gebu. Dan itu cukup menjelaskan semua pertanyaan Taeyeon.

    “Ahh… Ne. Cheonmayo. Chukae” jawab Taeyeon dengan senyum garing. Jessica tersenyum simpul. Mereka pun terus berjalan beriringan menuju kelas. Eits, tunggu, bukankah kelas Jessica ada di lorong pertama? Lalu kenapa ia terus berjalan menuju lorong kedua, letak kelas Taeyeon?

    “Oh. Kelasmu kan?”

    “Eee… aku mau menyapa Kyuhyun Oppa. Oh, pasti menyenangkan punya pacar seperti dia. Sayangnya dia adalah sepupuku” gumam Jessica membuat Taeyeon sedikit muak.

    ‘Tch. Pacar seperti dia?’ suara batin Taeyeon menyapa. ‘Mwo? Pacar? Oppa? D-donghae-ssi? Ahh!’ segera ia mengganti sepatunya dan memasuki kelas mencari Donghae. Sedang Jessica hanya menatapnya aneh.

    Taeyeon masuk kedalam kelas dan memutar pandangannya keseluruh penjuru kelas. “Apa dia belum datang?” gumamnya lalu keluar lagi. Ia sangat terkejut saat melihat siswi baru itu sedang asyik bercanda dengan Donghae dan… ya Kyuhyun. Tapi, mereka terlihat begitu akrab. Dan sesekali yeoja itu menautkan tangannya kelengan Donghae dan berkata-kata manja. ‘menjijikkan’ batin Taeyeon begidik.

    “Apa hubungan mereka? Apa mereka pacaran? Ah, aniya, mungkin mereka hanya dekat saja. Tapi, apa itu tidak berlebihan? Hhaah, lalu aku harus bagaimana sekarang?. Tunggu. Jessica adalah sepupu Kyuhyun, dan Donghae adalah teman dekat Kyuhyun, jadi,mungkin mereka teman lama. Iya mungkin itu. Ahh apa yang aku pikirkan?” lirihnya berargument sendiri. Ia pun duduk dibangkunya lalu meletakkan kepalanya diatas meja dan memejamkan matanya.

    “Anyeong~” suara sapaan dengan frekuensi yang tak asing di telinga Taeyeon itu sudah bergema, dan ia tetap dalam posisinya. Sedang para siswi kelasnya sibuk mengerumuni orang itu.

    “Anyeong!” suara berfrekuensi ini membuatnya kaget karena sangat dekat dengannya. Ia segera membuka matanya dan menatap orang yang tak lain adalah orang yang sangat dinantikannya saat ini. Donghae. Ia hanya melemparkan senyumnya lalu merapikan posisi duduknya sambil memperhatikan Donghae duduk di bangkunya yang terletak di sebelah kirinya. Ia terus menatapnya dengan ragu. ‘Sekarang? Atau kapan?’ pikirnya.

    “Ada masalah ya?” tanya Donghae yang merasa diperhatikan.

    “Oh… i-itu.. bisa a-aku mi-minta ban-tuan-mu?” tanya Taeyeon memberanikan diri.

    “Tak perlu menanyakan hal itu. Tentu saja aku akan membantumu. Wae?” tanya Donghae dengan senyum damainya. Taeyeon tersenyum lalu menarik nafas dalam untuk mengumpulkan tenaga.

    “Aku dan kakakku sedang bertaruh, dan… a-..”

    “Donghae Oppa. Anyeong…!” teriak seseorang dari luar tiba-tiba, membuat Donghae mengalihkan pandangannya. Taeyeon kehilangan tenaganya. Benar-benar pengganggu.

    “Ne… Anyeong…!” balas Donghae dengan senyum manisnya, tak lupa lambaian tangannya.

    ‘Yeoja itu’ rutuk hati Taeyeon. Donghae kembali memperhatikannya. “Mian. Sampai dimana tadi? Oh, sampai kau sedang bertaruh pada kakakmu, dan… ” kata Donghae mengisyaratkan agar Taeyeon melanjutkan kalimatnya yang tertunda.

    “Oh..” Taeyeon kehilangan kekuatan untuk mengatakannya. “Kau mau minta aku membantumu apa?” tanya Donghae. “I…tu…” sungguh sulit bagi Taeyeon untuk mengeluarkannya.

    Kyuhyun terus mencoba menghindari semua yeoja-yeoja lebay di sekelilingnya dan menuju bangkunya. Ia memperhatikan sahabatnya dan juga Taeyeon yang terlihat tengah membicarakan hal yang serius. Ia melangkahkan kakinya kebangkunya yang tepat dibelakang Donghae. ‘Ia akan melakukan ucapannya kemarin?’pikir Kyuhyun sambil memperhatikan dua orang didepannya.

    “Otte?” tanya Donghae.

    ‘Hahh. Jadi dia benar-benar melakukannya’ batin Kyuhyun lagi, apalagi melihat eksperesi Taeyeon yang terlihat ragu dan malu-malu, ya,terlihat jelas pipinya yang mulai memerah.

    “Uhmm… a..aku..” ragu Taeyeon.

    Entah kenapa justru Kyuhyun yang merasakan detak jantungnya begitu cepat menunggu sesuatu kata keluar dari mulut Taeyeon.

    “Mwo?” tanya Donghae penasaran.

    ‘Wah. Dia itu benar-benar memaksa. Dasar kejam’ umpat Kyuhyun, padahal dirinya juga tak sabaran.

    “A-ku.. ma..” Kyuhyun benar-benar tidak tahan mendengarnya.

    “Neo gatteun saram tto eopseo, juwireul geureobwado keujeo geureudeungeol eoditso channi…?” senandungnya merdu membuat semua yeoja meleleh. Tapi hal ini membuat Taeyeon semakin ciut.

    ‘Orang ini benar-benar’ kesal Taeyeon.Donghae tersenyum mendengar sahabat anehnya itu berbuat hal gila lagi.

    “AAA… Kyuhyun-aa!” teriak histeris para yeoja alay. Kyuhyun terus menyanyi dan refleks anak laki-laki lain memukul-mukul meja ataupun benda-benda lain menciptakan instrumen musik yang cukup clop dengan lagu dari Kyuhyun membuat kelas menjadi gaduh. Donghae pun tak ketinggalan. Ia diajak Kyuhyun untuk bernyanyi dan ngedance. Dan suara mereka benar-benar indah. Semua terlihat bergembira. Tapi, Taeyeon tidak. “Ini akan sulit” lirihnya sambil menutup kedua telinganya dan menumpukan kepalanya diatas meja. “Ya. Mungkin nanti” lirihnya lagi.

    ….

    Jam istirahat Taeyeon menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku. Ya, cukup banyak. Dan ia harus membawanya sendiri.

    “Ohh… apa uri Yeon-aa butuh bantuan?” goda Kyuhyun dengan nada merayu andalannya. “Gomawoyo” ketus Taeyeon.

    “Jinjja? Geurae. Kau kan yeoja yang kuat. Fighting!” Kyuhyun menyemangati Taeyeon lalu pergi sambil bersiul-siul. “Ahh” umpat Taeyeon mencoba mengangkat semua buku itu. Tiba-tiba saja bebannya jadi ringan.

    “Donghae-ssi?” lirihnya saat melihat seseorang membantunya.

    “Kajja!” kata Donghae mendahuluinya menuju perpustakaan, ia mengekor di belakangnya.

    ….

    “Gomapseumnida Saem!” ucap Taeyeon pada penjaga perpustakaan setelah selesai mengembalikan buku-buku itu. Lantas ia menghampiri Donghae yang berada di dekat pintu menunggunya.

    “Gomawoyo!” ucapnya pada Donghae. “Un” jawab Donghae singkat. Mereka berjalan beriringan menuju kelas. ‘Baiklah sekarang saatnya’ batin Taeyeon.

    “Donghae-ssi… tentang yang tadi…” ucapnya. Donghae mengalihkan pandangannya kearahnya.

    “Oh… Ne. Rasanya banyak sekali gangguan. Baiklah, katakan sekarang!”

    “Bisakahkauberpura-puramenjadipacarkuuntukhariini?” kata Taeyeon cepat tanpa jeda, sehingga kalimatnya tak tecerna sempurna ditelinga Donghae. “Ha?” Donghae menatapnya aneh. Sedang Taeyeon menundukkan wajahnya. ‘Hhhh. Apa yang sudah kukatakan?’

    “Kau tadi bicara apa? Aku tidak mengerti?” Donghae menggaruk kepalanya. “Mwo?” ‘Hhh, apa aku harus mengulanginya lagi?’ desahnya.

    “Un.. Bisakah kau berpu-….”

    “Donghae Oppa!!” teriak seseorang. Lagi. Taeyeon kembali mendengus sebal.

    Seorang yeoja yang tak lain adalah Jessica itu datang lagi. Dan benar saja, Donghae langsung teralihkan olehnya. Rasanya saat ini Taeyeon ingin berteriak di depan mereka semua.

    ‘AAA. BISAKAH KALIAN MEMBERIKU KESEMPATAN SEKALI SAJA !’ ya, ia tak bisa benar-benar melakukannya, dan memilih untuk pergi. “Sebaiknya aku kekelas dulu” pamitnya,

    “Oh. Taeyeon-ssi!” panggil Jessica dengan tatapan heran. Tapi, Taeyeon pura-pura tak mendengar. ‘Apa dia tidak bisa mengerti masalahku?’ umpatnya.


    Ditengah rasa sebalnya Kyuhyun kembali datang dan mengganggunya. Ia terus saja mengikuti kemanapun Taeyeon pergi, bergerak, ataupun sebagainya. Membuat Taeyeon benar-benar mendidih. Tapi, ia mencoba meredam marahnya sambil meringkuk menyembunyikan wajahnya diantara dua lengannya.

    “Yeon adalah yeoja yang aneh. Yeon adalah yeoja yang egois. Yeon adalah yeoja yang sombong” Ucap Kyuhyun seakan mendeklamasikan puisi di hadapan ribuan penonton. Namun, sesekali ia menatap haru yeoja di depannya. ‘Apa Donghae menyakitinya? Baru saja menyatakan perasaannya sudah membuatnya sedih?’ batinnya.

    “Hoii… Yeon-aa? Apa kau juga menyukai Lee Donghae?” tanya Kyuhyun lirih. Dan saat itu Taeyeon mengangkat kepalanya dan menatap datar kearah Kyuhyun. “Bisakah kau pergi? Aku benar-benar tidak ingin mendengar celotehmu” ucapnya tak kalah datar. “Oh. Ne” ucap Kyuhyun seketika lalu melangkahkan kakinya pergi. Namun beberapa langkah ia berjalan, ia membalikkan badannya. “Donghae menyakitimu?” tanyanya. “KUBILANG PERGIII !!” teriak Taeyeon garang. Kyuhyun segera berlari. “AAA ada singa mengamuk.. tolong!!!” teriaknya di selingi tawanya. “AAAA” frustasi Taeyeon. Ia pun menulis surat untuk Donghae. Ya, daripada tidak punya kesempatan untuk mengatakannya kan lebih baik begini.

    Tanpa ia sadari Kyuhyun masih berdiri di dekat pintu masuk kelas. Ia masih penasaran dengan apa yang terjadi dengan teman anehnya itu. Ia melihat Taeyeon tengah sibuk menulis di bukunya dan kemudian menyobek kertas itu dan melipatnya dengan rapih. Pasti itu sebuah surat. “Itu untuk Donghae, ya? Ada-ada saja” ucapnya sedikit terkekeh, namun sebentar kemudian menatapnya tak rela. Ia pun pergi.

    “Ya! Lee Donghae!” panggil Kyuhyun saat melihat Donghae tengah duduk di sudut taman sekolah bersama Jessica. Donghae menoleh kearahnya dan tersenyum.

    “Kyuhyun Oppa” ucap Jessica tak lupa senyumnya.

    “Hehh! Dasar kejam. Apa kau tidak punya hati, huh?” keras Kyuhyun dengan marah. Donghae yang tidak tahu apa-apa menatapnya bingung. “Apa ada kesalahan di sarafmu?” canda Donghae.

    “Molla. Kenapa Kyuhyun Oppa yang baru datang sudah marah-marah seenaknya?” sambung Jessica yang ikut bingung.

    “Ah. Sudah jangan bercanda. Bukankah kau tadi sudah mengungkapkan perasaanmu kepada si Yeon? Tapi sekarang kau malah berduaan dengan Jessica. Aku benar-benar malu menjadi temanmu!” ujar Kyuhyun panjang lebar. Namun tiba-tiba Donghae tertawa sekeras-kerasnya, membuat dua orang disekitarnya itu tercengang heran.

    “Apa benar Donghae Oppa menyukai Kim Taeyeon?” tanya Jessica.

    “Neo Micheosseo. Kau itu benar-benar gila” tambah Kyuhyun dengan kesal.

    “HAHAHAHA. Kurasa kau benar-benar menyukainya. Kau terlihat begitu khawatir dengannya. Dan, kau juga bodoh, cepat sekali percaya dengan perkataanku kemarin. HAHAHAHA!” ujar Donghae tanpa berhenti tertawa. “Apa maksudmu?” tegas Kyuhyun.

    “Oh, chingu-ya. Aku mengenalmu dengan baik. Kau itu terlalu kekanakan. Kau tidak menyadari perasaanmu sendiri”

    “Sebenarnya apa yang ingin kau katakan,huh? Berhentilah main-main. Kulihat tadi dia menulis surat untukmu”

    “Un. Surat?” tanya Donghae. “Ne. Mungkin itu jawaban dari pertanyaanmu tadi”

    “Pertanyaan?” Donghae mengernyitkan keningnya.

    “Ash. Kau ini benar-benar orang aneh. Bukankah kau tadi mengungkapkan perasaanmu padanya dan dia masih ragu menjawabnya, atau mungkin grogi. Mungkin, ia membalasnya lewat surat itu” jelas Kyuhyun dengan nada kesal.

    Kembali Donghae tertawa keras.

    ‘Sebenarnya apa sih yang mereka bicarakan?’ batin Jessica yang hanya menjadi penonton acara debat dua temannya itu.

    “Baiklah. Sekarang kita luruskan masalah ini. Dengar baik-baik. Aku tidak menyatakan perasaanku pada Taeyeon hari ini.”

    “Tapi, tadi kalian bicara serius sekali”

    “Itu karena Taeyeon ingin minta bantuanku. Tapi, selalu saja ada gangguan saat ia ingin mengatakannya”

    “Jadi, tadi…?”

    “Itulah kau. Selalu mengambil kesimpulan asal-asalan tanpa memahami hal sebenarnya. Lagipula kemarin aku hanya melakukan tes kejujuran hati padamu”

    Kyuhyun terdiam. “Jinjja?” tanyanya lagi.

    “Apa aku terlihat seperti pembohong?” ujar Donghae santai.

    “Lalu, surat itu?” . “Mungkin ia ingin menulis permintaannya, daripada ada gangguan lagi. Tapi sepertinya itu masalah serius. Eh. Kau benar-benar menyukainya ya?” goda Donghae.

    “Jadi kalian sama-sama menyukai Kim Taeyeon?” simpul Jessica.

    “Aku hanya menganggapnya teman. Kurasa Tuan Populer yang menyukainya” terang Donghae.

    Kyuhyun hanya diam lalu pergi meninggalkan mereka berdua. Rasanya begitu lega mendengar penjelasan Donghae. Entah kenapa ia merasa sangat senang. Atau mungkin benar itu karena ia jatuh cinta pada Taeyeon. Ia tersenyum gaje lalu kembali kekelas.

    ……

    Jam sekolah sudah hampir habis, jam kelas tambahan juga. Ini membuat Taeyeon takut. Pasalnya belum ada respon dari Donghae. Apa dia tidak membaca suratnya? ‘AAAAhhh’ frustasi Taeyeon. Ia masih enggan melangkahkan kakinya keluar gedung sekolah, takut-takut kalau kakaknya sudah menunggunya. “Apa kubilang kalau dia tidak masuk karena sakit ya?” pikirnya. “Ah, iya. Begitu saja” ucapnya lalu melangkahkan kakinya meninggalkan gedung itu.

    “Oh. Taeyeon-ssi!” panggil Donghae. Taeyeon menoleh lalu menunduk karena malu kalau-kalau Donghae membaca suratnya tadi.

    “Sudah mau pulang, ya?” tanya Donghae sambil membarengi langkahnya. “Un” angguk Taeyeon.

    “Tentang tadi… aku akan membantumu. Tapi… aku ke toilet dulu ya. Kau tunggu saja di depan!” Donghae langsung berlari pergi. Taeyeon masih tercengang dengan apa yang dikatakan Donghae baru saja. “Jadi dia benar-benar mau? Hahh.. Donghae. Gomawo.” lirihnya girang. Setelah itu ia segera berlari keluar mencari kakaknya, yang mungkin sudah menunggunya dan menunjukkan padanya bahwa dia tidak bohong. Walaupun memang itu bohong.

    Di depan sekolah. Jungwoon baru saja menutup panggilan teleponnya. “Dimana, anak itu?” gumamnya lalu menyandarkan tubuhnya di tembok gerbang sekolah Taeyeon.

    “Oppa!!” seru Taeyeon dengan senyum sumringah menghampiri kakaknya. Jungwoon tersenyum menyambutnya.

    “Dimana dia?” tanya Jungwoon langsung.

    “Tenang saja. Dia akan segera datang. Dia sedang pergi ke toilet” jawab Taeyeon senang.

    “Kau tidak bohong kan?” goda Kakaknya. “Sudah dibilang tidak ya tidak. Lihat saja nanti” gerutu Taeyeon. “Baiklah” singkat Jungwoon tak lupa smirk andalannya.

    Tak lama kemudian…

    “Taeyeon-aa~!!” panggil Kyuhyun sambil menaiki sepedanya menuju kearahnya. Aneh, tidak biasanya Kyuhyun memanggil namanya dengan benar.

    ‘Untuk apa dia kesini?. Tidak biasanya dia memanggilku seperti itu’ kesal Taeyeon dengan tatapan tajamnya pada Kyuhyun. Jungwoon menatapnya seolah tak asing dengan wajah itu.

    “Dia. Pacarmu?” tanya Jungwoon. “A….” belum sempat menjawab Kyuhyun sudah berhenti di hadapannya dan juga kakaknya.

    “Cho Kyuhyun?” pekik Jungwoon.

    “Ha? Jungwoon Hyung?” pekik Kyuhyun juga.

    “Benar. Ini kau. Jadi, kau adalah pacar adikku? Wah, kebetulan sekali?”

    “Mwo?” kaget Taeyeon. “Tapi… Oppa… dia…”

    Kyuhyun hanya tersenyum malu-malu. “Jadi,Taeyeon adalah adikmu Hyung?” ucapnya.

    ‘Chh. Dia berulah lagi’

    “Oppa. Bagaimana kau bisa kenal dengan orang ini?” tanya Taeyeon.

    “Dia saudara temanku yang kubilang waktu itu” jelas Jungwoon. Taeyeon mengangguk lalu menatap kesal kearah Kyuhyun.

    “Apa kau tahan dengan sifat anehnya?” tanya Jungwoon sedikit berbisik.

    “Oh. Ya… begitulah” jawab Kyuhyun seadanya.

    “Apa yang kau katakan? Dan apa yang kau lakukan disini?” pekik Taeyeon.

    “Hyung lihat kan? dia selalu seperti itu padaku” adu Kyuhyun. “Heeehhh!!!!” teriak Taeyeon.

    “Sudah sudah. Aku rasa kau benar-benar tidak berbohong. Dan aku merasa lega kalau orang yang akan menjagamu adalah Lee. Dia adalah namja yang baik” ujar Jungwoon.

    “Oppa….” keluh Taeyeon. ‘Hhh. Bagaimana ini? Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi. Kenapa jadi begini? Kemana Donghae? Dan dia, kenapa mengaku-ngaku seperti itu. Chh. Lihat saja gayanya sok manis, sok baik, sok akrab’ umpatnya dalam hati.

    “Kami pulang dulu ya. Aku bawa Taeyeon pulang dulu. Besok kau bisa membawanya lagi” pamit Jungwoon. “Sudahlah. Ayo pulang!” paksa Taeyeon sambil menarik tangan kakaknya. Kyuhyun tersenyum simpul menatap kepergian mereka. “Hanya pura-pura ya?” gumamnya diselingi senyum miris. Ia pun melanjutkan jalannya.

~o0o~

    ‘Aaaa. Aku terjebak dalam permainanku sendiri. Kenapa harus dia?. Ashh’ frustasi Taeyeon. Ia mencorat-coret kertas di depannya.

    ‘Tidak. Itu kan cuma untuk hari ini saja. Benar, cuma hari ini saja. Dan kenapa aku harus khawatir. Lupakan Taeyeon. Semua sudah selesai. Besok akan seperti biasa’ yakinnya dalam hati.

    “FIGHTING” semangatnya. Setelah itu ia mengerjakan semua tugasnya.

    ….

    “Selesai” ucapnya lalu menutup bukunya dan berjalan menuju ranjangnya. Ia menghenyakkan tubuhnya dengan kasar. “Aah nyamannya”. Ia menarik selimut putihnya hingga menutupi tubuhnya sebatas leher. Ia mencoba memejamkan matanya, namun tetap tidak bisa. Ia menatap langit-langit kamarnya. Lama. Namun masih tidak ada tanda-tanda ngantuk. Ia pun duduk dengan malas dan melangkahkan kakinya menuju balkon kamarnya sambil membawa selimutnya.

    Ia duduk disana berbalut selimut. Ia mulai menghitung bintang. Haha, itu hal yang aneh. Mustahil orang bisa menghitung bintang. Tapi, itu adalah salah satu cara Taeyeon agar bisa tertidur.

    “…99, 100,…” ,…… “205…206… 2…. ah ini menyebalkan biasanya hitungan ke 159 aku sudah merasa ngantuk. Hahh, kenapa aku tidak bisa tidur?” kesalnya.

    “Ah. Sebaiknya aku menghitung lagi, mungkin yang kedua berhasil. 1, 2, 3,…”

    “…190, 191,…” ia menghentikan hitungannya dan mendesah. Jam dinding menunjukkan pukul 22.10 . karena lelah disitu ditambah hawa dingin angin malam yang menusuk ia memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya lagi. Lalu meraih gelas minum yang selalu tersedia dimejanya.

    “Ah. Habis” rutuknya setelah tahu gelasnya kosong. Ia pun terpaksa turun untuk mengambil minuman.

    Setelah mengambil air minum di dapur ia pun kembali. Tapi ia menghentikan langkahnya saat melihat lampu kamar kakaknya masih menyala. Ia pun berjalan pelan menuju kamar itu.

    Ia mendengar sayup-sayup suara gitar. Ya,memang kamar kakaknya itu adalah ruangan kedap suara agar tidak mengganggu sekitar.

    “Oppa? Kau belum tidur?” lirih Taeyeon sambil perlahan membuka pintu kamar kakaknya. Ia sangat terkejut saat melihat kakaknya tengah menangis sambil bermain gitarnya. Mengetahui ada orang masuk, Jungwoon langsung menyembunyikan wajahnya dan menghapus air matanya.

    “Oppa? Ada apa?” tanya Taeyeon sambil duduk disamping kakaknya.

    “Tidak ada. Kenapa kau belum tidur?” tanya Jungwoon mencoba mengalihkan pembicaraan. Taeyeon masih menatapnya tak percaya.

    “Apa selama 5 tahun ini, Oppa punya masalah? Apa? Ceritakan padaku!”

    “Hhh. Tidak ada. Aku hanya meresapi lagu yang aku ciptakan. Bukankah menyanyi itu juga harus dengan perasaan” ujar Jungwoon.

    “Un. Jongmalyo? Oppa tidak bohong kan?”. Jungwoon hanya menggeleng pelan.

    “Lalu kau? Kenapa belum tidur?”

    “Molla” Taeyeon mendesah. “Hhh. Kau memikirkan Cho Kyuhyun, ya?”

    “Oppa. Kenapa membicarakannya sih?” . “Wae? Bukankah dia itu pacarmu?”

    ‘Hhh. Benar juga. Aku masih harus berpura-pura’ Taeyeon pun tersenyum garing. “Aaa. Tapi, bagaimana Oppa kenal dengannya?” tanyanya.

    “Kan sudah kukatakan tadi, kalau dia itu adalah adik temanku. Adik sepupunya. Sedang adiknya kandungnya adalah perempuan dan seumuran denganmu”

    “Apa… namanya Jessica? Un, Jessica Jung?”

    “Bagaimana kau bisa tahu?” ‘Hn. Sudah kuduga’

    “Dia juga sekolah disekolahku. Baru 3 hari yang lalu” . “Memang dia baru kembali ke Kyoto ini bebareng denganku dan Kei” . Taeyeon manggut-manggut.

    “Kenapa sekarang kau tidak tidur? Bukankah besok sekolah?” . “Kalau saja bisa aku sudah tidur lelap sekarang”

    “Baiklah. Sekarang tidurlah disini. Aku akan menyanyikan sebuah lullaby untukmu” Jungwoon menunjuk ranjangnya. Taeyeon pun tersenyum senang lalu merebahkan tubuhnya dengan nyaman diatas ranjang itu. Tak lupa Jungwoon menutupkan selimut ketubuh adik kesayangannya itu. Dan mulai menyanyikan lagu tidur dengan suara merdunya.

    “Jaljayo” ucap Jungwoon setelah memastikan adiknya telah tertidur pulas. Ia membelai lembut rambut adiknya itu. Lalu pergi keluar.

~o0o~

    “Eomma? Apa Oppa sedang punya masalah?” tanya Taeyeon pada ibunya. “Aniyo. Dia bilang sangat terkejut melihatmu masuk kekamarnya saat dia sedang mencoba meresapi lagu yang dibuatnya. Benarkah?” ibu Taeyeon balik bertanya. “Un, jadi benar tidak ada apa-apa?” Taeyeon tersenyum.

    “Oh ya. Benar kamu sudah punya pacar? Kenapa tidak pernah bilang pada Haha?” Taeyeon menatap ibunya terkejut.

    ‘Ash. Kenapa Eomma bisa tahu? Oppa? Ash. Ini menyebalkan’ rutuk Taeyeon, ia hanya tersenyum paksa menimpali pertanyaan ibunya. “Kata Jungwoon, dia pemuda yang baik. Kapan-kapan ajak dia main kesini. Perkenalkan pada Eomma, ne?” . “Ne?”

    “Waeyo?”

    “A-aniyo. Tapi, apa Eomma tidak marah? Atau melarangku pacaran dulu dan mementingkan sekolah dulu?”

    “Kenapa harus marah, itu kan memang proses kehidupan untuk menjadi lebih dewasa. Tapi, yang terpenting kau tetap harus menjaga sikap. Jangan sampai ada hal yang membuatmu hancur karena sikapmu itu” nasehat ibunya.

    “Ne” jawab Taeyeon lemas. ‘Semua mendukung? Kalau saja itu adalah Donghae. Aku pasti ikut senang. Ah, kenapa aku pikirkan?. Suatu hari nanti aku akan bilang kalau kami sudah putus. Ah, kurasa secepatnya aku akan mengatakannya pada mereka’ pikir Taeyeon sambil memakai sepatunya.

    “Eomma. Oppa sudah berangkat, ya?”

    “Uhm. Dia ada Konser di Busan”

    “Ash. Padahal aku ingin sekali menontonnya. Masa hanya bisa menonton latihannya saja”

    “ya, nanti pasti ada waktu. Sudah cepat pergi sebelum ketinggalan kereta. Ini bekalnya, Haha membuat porsi 2 orang. Berbagilah dengan pacarmu” ucap Ibu Taeyeon sambil memberikan bekal makanan Taeyeon.

    “Eomma. Tidak perlu seperti ini” rutuk Taeyeon menerima bekalnya.

    “Sudah. Cepat berangkat” suruh ibunya.

    “Aku berangkat” ucap Taeyeon lesu.

    “Ne. Jalgara!” jawab ibunya sambil melambaikan tangannya. ‘Selalu semangat, ya!’ batin Ibu Taeyeon lalu masuk kedalam rumah.

    ……

    Sinar matahari pagi bersinar cerah melewati celah dedaunan pepohonan di sepanjang jalan menuju gedung sekolah. Seperti biasanya, angin pagi musim semi berhembus lembut. Membuat hati begitu damai. Tapi, tidak dengan Taeyeon. Ia terlihat begitu lesu dan tak bersemangat. Apalagi kalau nanti bertemu Si Menyebalkan Kyuhyun. Dan, dia akan menanyakan kenapa kemarin dia tiba-tiba memanggilnya seperti itu. Apa dia sengaja untuk menjadikannya bahan lelucon lagi. Kalau benar, lihat saja apa yang akan dilakukan singa betina saat mengoyak mangsanya.

    “Anyeong~~!”

    Mendengar itu Taeyeon langsung menoleh dan menatapnya tajam. Ya, benar. Itu Kyuhyun.

    “Cho Kyuhyun!” ucapanya agak lembut, tapi tatapan matanya masih setajam burung elang.

    “Hwaa. Setelah kemarin kau jadi lembut padaku. Oh iya. Kita sekarang kan pacaran” ucap Kyuhyun dengan senyum smirknya.

    “Hhehe. Jinjja? Oh, iya. Mungkin aku lupa” ucap Taeyeon. ‘Aneh tidak biasanya dia seperti ini’ gumam Kyuhyun.

    “Uhm tapi kemarin kenapa kau memanggilku dengan benar? Kenapa tidak memanggilku YEON-AA seperti biasanya?”

    “Oh, itu… karena aku ingin saja”

    “Benarkah? Tidak ada maksud lain?” tanya Taeyeon dengan tatapan mengancam.

    Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyumnya, sedang pikirannya melayang ke hari kemarin.


    #FLASHBACK_ON

    “Ah. Untuk apa Donghae menyuruhku menunggu disini?” gumam Kyuhyun sambil menatap sepatunya sedang tubuhnya ia sandarkan di tiang penyangga gedung parkiran sepeda.

    Tap. Tap. Tap. Terdengar suara langkah kaki yang mulai mendekat kearahnya.

    “Kyu!” ucap orang itu sambil mengatur nafasnya.

    “Wae? Kenapa kau berlari seperti itu? Dan untuk apa kau menyuruhku menunggumu disini?” tanya Kyuhyun.

    Donghae menunjukkan selembar kertas padanya. “Apa ini?” Kyuhyun membaca isinya.

Sebentar ia mengernyitkan keningnya .

Donghae-ssi.

Soal tadi, tentang hal yang ingin kubicarakan. Aku sudah salah bicara pada kakakku. Dan tanpa sengaja aku menerima tantangannya. Kalau aku yang kalah, maka aku akan berangkat sekolah jalan kaki. Kau tahu kan rumahku sangat jauh, dan itu tidak mungkin kulakukan. Aku tidak boleh kalah.

Makanya, aku minta bantuanmu untuk hari ini saja. Setelah itu tidak lagi. Aku janji.

Kumohon kau mau berpura-pura jadi pacarku untuk hari ini saja dan menunjukkannya pada kakakku. Jebalyo. Jebalyo.

Mianhamnida sudah lancang. Jebalyo.

Kim Taeyeon

Kyuhyun tertawa setelah membacanya.

    “Haha. Untuk apa kau menunjukkan ini? Dia memang yeoja yang aneh” gumam Kyuhyun diantara tawanya.

    “Kau, benar-benar menyukai Taeyeon kan? makanya aku menunjukkan ini. Kau yang akan membantunya menyelesaikan masalahnya” ujar Donghae.

    “Mwo? Tapi…” Kyuhyun membulatkan matanya.

    “Sudah jangan banyak bicara. Sana pergi, dia sudah menunggu bersama kakaknya”

    “Eh? Bagaimana kalau kakaknya galak? Ba…”

    “Itu deritamu. Fighting. Anyeong…!!” teriak Donghae yang langsung pergi dengan sepedanya.

    “Hehh! Lee Donghae!”

    “Oh ya. Panggil namanya yang benar!” teriak Donghae lagi. Sedang Kyuhyun masih saja terbengong-bengong ditempatnya.

    “Apa aku harus melakukannya? Hhh” gumamnya lalu mengambil sepedanya.

    #FLASHBACK_OFF

    “Hoiii !! apa yang sedang kau pikirkan?” pekik Taeyeon, membuat Kyuhyun sadar. “Oh. Aniya. Hehe” jawab Kyuhyun tertawa garing.

    “Baiklah. Kukatakan sekarang tentang hal kemarin bagaimana kau bisa tahu itu sudah tidak penting bagiku. Tapi dengarkan baik-baik, kemarin hanyalah pura-pura, sampai saat ini kita tidak punya hubungan apapun, jadi lupakan hal kemarin OK. Dan… ya, sebenarnya aku benci mengatakan hal ini padamu mengingat kau adalah orang paling menyebalkan, tapi, aku tidak mau dianggap sebagai orang yang tak tahu terima kasih. Jadi, Gomawo sudah membantuku kemarin” ujar Taeyeon panjang lebar lalu meninggalkan Kyuhyun yang masih mencoba mencerna ucapan Taeyeon baru saja.

    “Hhh. Sudah kuduga seperti ini” ucapnya setelahnya. ‘Tapi, aku ingin ini tidak hanya sekedar pura-pura’ gumamnya lalu mengikuti Taeyeon.

    “Yeon-aa~~!!!” teriaknya. Tapi tak mendapat respon dari Taeyeon. Ia pun berhasil membarengi langkah Taeyeon.

    “Un. Aku terima ucapan terima kasihmu. Tapi, aku tidak mau melupakannya. Lagipula ini menyenangkan, kan? bukankah rasanya seperti mimpi kau mempunyai pacar sepertiku, pria terpopuler di sekolah, dimana semua yeoja mengejarnya. Harusnya kau bangga” ujar Kyuhyun enteng.

    “Tch. Seenaknya saja. Apa gunanya populer dan di gilai para yeoja kalau kau itu bodoh dan tak tahu sopan santun” balas Taeyeon dengan dingin.

    “Yang penting kan itu menyenangkan. Dan, dimana ada hal yang menyenangkan disitu ada Cho Kyuhyun. Jadi, aku masih ingin melanjutkan permainan yang kau buat sampai aku bosan. OK. ANYEONG~~~!!!” Kyuhyun mendahului Taeyeon dengan senyum smirknya.

    “Orang itu! Enak saja mengatakan hal itu. Hoooi… Aku tidak peduli ucapanmu. Permainan itu sudah berakhir sepenuhnya kemarin setelah kau sudah bertemu kakakku. Dengar itu. Dasar Menyebalkan!!!!” teriak Taeyeon sekuat tenaga. Kyuhyun hanya tersenyum tipis mendengarnya.

    Taeyeon berjalan dengan kasar menuju kelasnya.

    ……

    Kini Taeyeon tengah dibingungkan dengan bekal makanannya yang begitu banyak, jika saja hari ini Donghae tidak mewakili sekolah dalam pertandingan Basket di kota pasti ia sudah berbagi dengannya. Ia melirik bangku Donghae dan mendengus kasar setelahnya. ‘Hhh. Bagaimana ini? Kalau aku tidak menghabiskannya pasti Eomma akan kecewa. Tapi, aku tidak mungkin bisa menghabiskan semua makanan ini sendiri’ gumamnya.

    “Hai, Yeon-aa!” sapa Kyuhyun sambil duduk di depan bangkunya. Ia hanya memandangnya sekilas lalu kembali ke kotak bekalnya.

    “Uh. Kau membawa bekal sebanyak ini? Kau akan menghabiskannya sendiri?” tanya Kyuhyun agak bernada tak percaya. ‘Apa kuberikan padanya saja ya?’ pikir Taeyeon.

    “Ambil saja kalau kau mau!” ucap Taeyeon datar. “Tch. Kau mau berbagi denganku? Wah, kau ternyata diam-diam perhatian padaku” Kyuhyun terkekeh kecil.

    “Kalau tidak mau ya sudah, cerewet sekali” pekik Taeyeon kesal. “Oh. Kau ini selalu saja marah-marah. Baiklah, aku akan menikmatinya” Kyuhyun mengadahkan tangannya pada Taeyeon. “Apa?” tanya Taeyeon tak mengerti. “Sumpit ! apa kau mau aku makan dengan tangan kosong?” jelas Kyuhyun. “Itu kan ada sendok. Dan ini sumpit pribadiku, aku tidak mau meminjamkannya” tegas Taeyeon.

    “Tapi, aku tidak biasa makan dengan sendok. Dan, aku tidak selera makan kalau tidak dengan sumpit”

    “Manja sekali”

    “Ya, sudahlah. Kalau begitu kau saja yang menyuapiku. Bukankah itu romantis?” goda Kyuhyun.

    “Andwae” Taeyeon menajamkan pandangannya pada Kyuhyun. ‘Enak saja seperti itu’ gerutu hatinya.

    “Un. Aku tidak berselera makan. Kau berikan saja pada yang lain” Kyuhyun mendorong kebelakang kursinya dan akan beranjak. ‘hhh. Menyebalkan. Ya mau gimana lagi’ pikir Taeyeon.

    “Chakan… Chakkamanyo!” cegah Taeyeon. Kyuhyun menatapnya. “Baiklah kau pakai sumpit ini” Taeyeon menyerahkan sumpitnya dengan berat hati, dan mengambil sendok dihadapannya. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan dan mulai makan. “Selamat makan!” semangatnya. ‘Hhh. Kalau tidak karena Eomma, aku pasti tidak akan pernah mau melakukan ini. Lihat saja,makan begitu rakusnya. Berbeda sekali dengan Donghae. Yosh. Aku akan membeli sumpit baru setelah ini’ pikir Taeyeon mencoba memakan makan siangnya walaupun sebenarnya ia tidak bisa memakannya karena melihat Kyuhyun. ‘Benar-benar tak punya malu. Tch’.

    ……

    Saat ini pelajaran tengah dimulai di kelas Taeyeon. Entah sejak kapan Kyuhyun kini duduk di bangku Donghae di sebelahnya. Benar-benar mengganggu.

    Park Jungsoo, guru bahasa Inggris sekaligus guru wali kelas itu tengah sibuk menyampaikan materi pelajarannya. Seperti biasanya Taeyeon memperhatikan dengan seksama materi yang disampaikan gurunya. Namun tidak dengan orang di sampingnya, ia malah sibuk melipat-lipat kertas didepannya membuat origami. Taeyeon hanya memandangnya cuek sesekali.

    “Baiklah. Pertanyaan terakhir sebelum pelajaran ini berakhir” ucap Park Seonsaengnim mengedarkan pandangannya menatap satu persatu muridnya mencari sasaran pertanyaan mematikannya. Semua hanya menunduk menghindari tatapannya,tapi tidak untuk Taeyeon dan Kyuhyun.

    “Cho Kyuhyun!” panggil Park Seonsaengnim dengan suara beratnya. “Hai. Saem!” jawab Kyuhyun santai tak lupa senyum polosnya. Semua mata memandang kearahnya, ya, dengan tatapan lega karena terbebas dari pertanyaan guru itu. Park Seonsaengnim mendekati bangku Kyuhyun.

    “Beri contoh kalimat Eqliptive positif dan negatif!” titah beliau dengan tatapan berkilat. Kyuhyun tersenyum remeh, namun sebentar kemudian ia tersenyum garing. ‘Baboya. Pasti dia tidak bisa menjawab’ batin Taeyeon menatap datar Kyuhyun yang tengah senyum-senyum tidak jelas.

    “Saem. Aku mengerti contoh kalimat Eqliptive positive, contohnya …. I read this story and Donghae too… tapi yang kalimat Eqliptive negatif Kim Taeyeon yang memperhatikannya dengan jelas. Anda tahu kan Saem, dia juara kelas, dan saya sering belajar kelompok dengannya, jadi pertanyaan itu akan di jawab olehnya. Dan nanti dia akan mengajarkannya padaku” ujar Kyuhyun panjang lebar. Park Seonsaengnim mengernyitkan keningnya. ‘Wahh. Pandai sekali dia melempar masalah’ gerutu Taeyeon sambil menatap tajam Kyuhyun. Sedang Kyuhyun terkikik dalam hati.

    “Baguslah kau ternyata juga sedikit memperhatikan. Kemajuan yang bagus” ucap beliau, lalu mengalihkan pandangannya pada Taeyeon.

    “Kim Taeyeon, lanjutkan kalimat Cho Kyuhyun tadi !” titah beliau. Taeyeon mengangguk.

    “I don’t read this story, Donghae either” jawab Taeyeon yakin. Tak ada respon dari guru yang sedikit aneh itu, beliau hanya kembali ke mejanya dan merapikan buku-bukunya. Kyuhyun tersenyum jail pada Taeyeon yang menanggapinya dengan tatapan datarnya.

    “Yereobeun. Hari ini aku akan menunjuk ketua dan wakil kelas baru kalian, karena ini tahun ajaran baru” ucap Park Seonsaengnim dengan tatapan datar namun mematikannya.

    “Nnneee!” jawab seluruh murid. “Aku menginginkan… Cho Kyuhyun yang menjadi ketuanya”

    “Nnneee???” pekik para murid laki-laki. “Ne, Saem kami setuju !” pekik murid perempuan girang. Sedang yang ditunjuk hanya diam tanpa protes sedikit pun. Ya, begitulah resiko orang populer. Hahaha.

    “Tenang. Shut-up!” pekik Park Seonsaengnim menghentikan kegaduhan. “Dan untuk wakilnya, Lee sendiri yang akan memilihnya. Tapi, harus perempuan biar adil”

    Kyuhyun mengangkat kepalanya mendengar ucapan gurunya barusan. Semua siswi berebut agar dipilih oleh Kyuhyun menjadi partnernya.

    ‘Apa jadinya kelas kalau dipimpin olehnya? Hhh,apa yang dipikirkan Park Seonsaengnim?’ gumam Taeyeon. Ia benar-benar tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu. Ia memilih diam saja.

    “Pilihlah siapa yang ingin kau jadikan partner!” suruh Park Seonsaengnim. “Hai” Kyuhyun berdiri dan menatap semua teman-teman perempuannya.

    “Pilih aku!” . “Pilih aku!” . “Pilih aku saja!” . “Pilih aku!” ya, seperti itulah keributan setelahnya.

    “Saya memilih Kim Taeyeon!” ucap Kyuhyun.

    “NnEEeee ????” pekik seluruh teman perempuannya tak terkecuali Taeyeon yang di tunjuk. Taeyeon menatapnya penuh dendam (?)

    “Baiklah. Kim Taeyeon majulah kedepan” suruh Park Seonsaengnim

    “Uhmmmm….. Saem. Saya tidak bisa menjadi wakil ketua. Dan saya tidak ingin” interupsi Taeyeon.

    “Un….”


    ‘TETT…TETT…TETT’ bel pulang sekolah berbunyi sebelum Park Seonsaengnim menyelesaikan kalimatnya. Dan semua sudah bersorak gembira.

    “Baiklah. Kita akhiri pelajaran hari ini, masalah ini akan kita bahas kembali di pertemuan selanjutnya. Dewa Mata…” ujar Park Seonsaengnim mengakhiri. Lalu menatap dua murid di depannya. “Kalian ikut aku dulu” ucap beliau. Dua murid itu membungkukkan badannya sedikit lalu mengambil tasnya dan mengikuti gurunya.

    “Kau mau bermain-main denganku, ya?” kecam Taeyeon sedikit berbisik. Kyuhyun menunjukkan senyum remehnya.

    “Bukankah sudah kubilang tadi” ujarnya santai. Berhasil membuat Taeyeon benar-benar geram.

    Tak jauh dari situ, Jessica melihat Taeyeon dan Kyuhyun tengah berjalan berendeng mengikuti Park Seonsaengnim menuju ruang guru.

    “Ada masalah apa, ya? Un, entahlah. Oh, apa benar Taeyeon-chan adalah adik dari Jungwoon Oppa? Jadi….?” Jessica memandang kearah Taeyeon tak percaya. “Jadi…? hwaahh… kalau sampai Kyuhyun Oppa benar-benar suka dengannya, pasti Cho Sajangnim tidak akan membiarkan ini terjadi” gumamnya terus memperhatikan dua orang itu. “Kasihan Taeyeon-ssi dalam bahaya. Aku harus membantunya, tidak boleh ada lagi korban tak bersalah dalam pertarungan ini. Kuharap Kyuhyun Oppa mengerti hal itu. Aku tidak boleh membiarkan ini terjadi” semangatnya dengan senyum pasti. Ia pun melangkahkan kakinya menyusuri lorong kelas menuju pintu gerbang kebebasan.

    Kembali ke dua murid yang kini tengah berada di ruang guru menghadap meja Park Seonsaengnim.

    “Hhh. Aku senang kalian bisa menjadi partner dalam kelas” gumam Park Seonsaengnim memulai penuturannya.

    Taeyeon dan Kyuhyun saling memandang

    “Cho Kyuhyun. Apa kau tahu kenapa aku memilihmu sebagai ketua kelas?” tanya Park Seonsaengnim.

    “Ne. Karena saya populer kan Saem. Dan Saem ingin saya lebih populer lagi dengan menjadikan saya ketua kelas” ujar Kyuhyun santai. Berhasil memecahkan tawa Guru di depannya itu. Begitupula Taeyeon di sampingnya. ‘PD sekali dia?’ batinnya tertawa keras. Sedang Kyuhyun hanya senyum-senyum.

    “Hahaha. Hhh. Sudah. Kau masih tetap percaya diri. Tapi ingat hal ini, menjadi populer tidak terlalu penting, untuk menjadi seorang ketua kelas kau punya tanggung jawab besar. Tidak hanya sekedar mencari kepopuleran lebih, tapi kau juga harus bisa menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana” tutur Beliau.

    “Oh… N-n-ne.” Jawab Kyuhyun gagap. “Tapi, aku suka rasa percaya dirimu” tambah Park Seonsaengnim. Kyuhyun tersenyum lebar.

    “Dan, kenapa kau memilih Taeyeon sebagai partnermu?”

    “Aa. Itu karena dia orang yang pandai Saem. Dia tanggap dalam menyelesaikan masalah” jelas Kyuhyun. “ya, walaupun sifat dan sikapnya aneh. Tidak bisa bergaul lagi” tambahnya agak berbisik. Taeyeon menatapnya tajam.

    “Geuraesseo? Bagus juga. Chakkaman… kudengar kau sangat pendiam? Dan kau tidak pernah bersosialisasi dengan teman-temanmu yang lain?” Park Seonsaengnim menatap Taeyeon. “Nnee???” Taeyeon mengangkat kepalanya, tak tahu harus berkata apa.

    “Benar Saem. Kepribadiannya memang agak aneh. Untung saja dia punya teman sepertiku” bangga Kyuhyun.

    “Hummh. Kim Taeyeon. Ini adalah kesempatanmu untuk menunjukkan potensimu lebih maksimal lagi. Aku tahu kau itu pandai dan bertanggung jawab. Tapi itu semua tak ada gunanya jika terus kau simpan dan sembunyikan. Majulah, kalian berdua hidupkan kelas kita. Arraseo?” semangat Park Seonsaengnim.

    “Ne. Arraseumnida !” semangat Kyuhyun. “Ne !” jawab Taeyeon lemas. ‘Aku selalu menjadi korban ya? Hidupku tak pernah menyenangkan’ batinnya. Merekapun mohon ijin untuk meninggalkan ruangan para guru tersebut.

    “Hoi… Yeon-aa aku duluan ne… Anyeong!” Kyuhyun pergi mendahului Taeyeon yang hanya diam dengan ekspresi datarnya. ‘Apa hari-hariku akan bertambah buruk lagi?’ rutuknya. Ia menghela nafas berat dan mengedarkan pandangannya ke sekitar tempatnya berjalan. Sepi. Hening. Hanya angin yang sesekali berhembus kuat. Bahkan Si Kyuhyun sudah menghilang dengan cepat. Taeyeon kembali menghela nafasnya.

    “Aigoo. Keretanya?!” pekiknya tiba-tiba yang langsung berlari sekuat tenaga menuju stasiun. Kalau ketinggalan kereta pasti dia akan pulang malam untuk menunggu kereta selanjutnya.

    Tap…Tap..Tap… suara langkah kaki Taeyeon memasuki gedung stasiun, nafasnya sudah hampir habis.

    PRIIITTTTTT peluit kereta sudah berbunyi tanda kereta akan segera meninggalkan stasiun.

    “Aigoo..Gawat…” rutuk Taeyeon sambil terus berlari menuju pemberhentian kereta.

    Ia berhenti dengan kecewa. Terlambat, ya begitulah, keretanya sudah menjauh dari stasiun. “Siapa yang akan disalahkan sekarang?” gerutunya lesu sambil berjalan gontai menuju tempat menunggu. Ia sesekali melihat jam besar di depannya dan melihat jadwal pemberangkatan kereta di monitor besar tak jauh dari loket pembelian tiket. “Jam 6? Mwo? Aku harus menunggu selama itu? Hhhh” ia kembali mendesah.

    “Oh. Tidak biasanya kau terlambat kereta?” sapa petugas loket yang sangat hafal dengan pelanggan setianya.

    “O.. ne. Tadi ada sedikit masalah di sekolah” jawab Taeyeon seadanya.

    “Kau akan menunggu disini?” tanya petugas itu lagi. “Un. ne” jawab Taeyeon lalu mendengus pasrah.

    TIK..TIK..TIK.. detik jam terus berjalan, rasanya begitu lama bagi seorang yang sedang menunggu. Taeyeon hanya melihat orang-orang berlalu lalang keluar masuk stasiun. Sesekali ia mendengar suara orang-orang yang tengah bersenda gurau dengan riangnya bersama temannya, sampai suara tawa yang keras ikut masuk ketelinganya yang kini begitu liar. 15 menit berlalu, terlihat di wajah Taeyeon yang mulai bosan. Tidak biasanya ia menunggu sesuatu seperti ini, karena ia selalu menjadi orang yang tepat waktu. Hal ini menjadi perhatian penjaga loket. Ia menghampiri Taeyeon sambil membawa air mineral.

    “Kamu mau minum?” tawarnya menunjukkan botol airnya.

    “Gamsahamnida” jawab Taeyeon malu-malu. Ajussi penjaga loket itu melihat kearah jam dinding besar, lalu kembali menatap Taeyeon.

    “Aku sarankan kau naik bus saja. 3 jam bukan waktu yang sebentar untuk menunggu. Kulihat kau orang yang tidak suka menunggu” ujarnya. Taeyeon hanya mengangguk, ia masih bingung akan menjawab apa.

    “Ya, walaupun perjalanannya lebih lama dari kereta dan biaya transportnya sedikit lebih mahal. Bukankah itu lebih baik, kamu tidak akan sampai dirumah malam-malam. Kurasa sebentar lagi akan ada bus yang lewat di halte nomor 9” tambah Ajussi itu. Taeyeon mulai memikirkannya. ‘Benar juga’ pikirnya.

    “Un. Gamsahamnida atas sarannya. Saya akan naik bus hari ini. Anyeonghaseyo…” pamit Taeyeon, tak lupa ojiginya.

    “Eoh.. Hati-hati!” kata Ajussi Petugas itu. Taeyeon pun pergi. “ya, walaupun sedikit mahal, tak apa lah. Aku juga tidak ingin telat pulang, nanti Eomma khawatir. Fighting!!!”.

    Kini Taeyeon tengah berjalan menuju Halte no.9 seperti saran penjaga loket tadi. Ia melewati sebuah pohon sakura di ujung jalan, di bawahnya ada sebuah bangku kayu panjang. Terlihat begitu teduh dan nyaman untuk istirahat, kelopak sakura yang berguguran berserakan di sekitarnya. “Ternyata disini ada tempat seperti ini ya?” gumamnya tanpa kehilangan senyum dibibir tipisnya itu. Ia berjalan mendekati tempat itu dan memperhatikan sekeliling. Ya, ini kali pertamanya Taeyeon lewat jalan ini. Ia terlihat begitu menikmati suasana itu.

    Tak jauh dari tempatnya berdiri terlihat sebuah mobil mewah tengah terparkir ditepi jalan. Seorang pria bertubuh tinggi tegap dengan pakaian serba hitam dan juga kacamata hitam yang dipakainya, seperti seorang bodyguard para pengusaha kaya atau orang penting. Ia sedang menunggu di dekat mobil itu. Tak lama kemudian seorang lagi yang berpenampilan sama tengah memaksa seorang anak laki-laki yang masih berseragam. Terlihat namja itu terus meronta dengan kesal dan sesekali menatap tajam orang-orang itu syarat akan ancaman. “Lepaskan! Aku bisa jalan sendiri!” pekik anak laki-laki itu.

    Mendengar itu Taeyeon langsung menoleh, namun anak itu sudah masuk kedalam mobil. Ia hanya melihat 2 orang berbaju hitam itu ikut masuk.

    “Hwaa? Misterius sekali orang-orang itu” gumamnya. Ia melanjutkan langkahnya menuju halte, dan mobil itu melewatinya. Ia terus berjalan,namun ia merasa seperti ada orang yang sedang mengikutinya dari belakang. Setelah ia menoleh, ternyata tak ada siapa-siapa. ‘Hhh. Cuma perasaanku saja’ pikirnya,tak lama kemudian bus yang dinantikannya pun datang, segera ia masuk kedalam.

    “Saya memastikannya baik-baik saja, Tuan” ucap seorang pemuda yang memakai masker hitam menutupi setengah wajahnya. Tatapannya datar. Setelah memastikan sambungan teleponnya ditutup oleh lawan bicaranya ia pun memasukkan ponselnya ke saku celananya. Lalu pergi dengan misterius.

~o0o~

    Di sebuah rumah yang cukup besar. Aa, tidak. Tapi rumah yang sangat besar bahkan. Mewah dan elegan. Disana-sini terlihat orang-orang berseragam hitam dengan sedikit corak merah di lengan kanannya berlalu lalang, tatapan mata mereka terlihat tajam dan selalu fokus. Semakin masuk kedalam rumah itu kita akan dimanjakan dengan pemandangan kerlap-kerlip barang-barang mewah yang berkilauan di sana-sini. Bisa dibilang rumah itu bagaikan sebuah istana. Kalian pasti sudah berpikir betapa kayanya sipemilik rumah itu.

    Di sebuah ruangan yang cukup besar. Terlihat seperti ruang kerja pribadi dengan meja dan kursi yang terletak di ujung sebelah kanan tepat menghadap pintu, dan satu set sofa putih dan meja kaca yang berframe putih senada dengan sofanya. Di belakang kursi itu terdapat sebuah dinding yang diukir dengan marmer merah yang sangat langka. Sebuah simbol bulan besar dengan api yang berkobar disekelilingnya. Dibawahnya terlihat CC Group yang merupakan singkatan dari Cho’s Company Group. Mendengar nama itu semua orang akan tahu bahwa itu adalah sebuah Perusahaan terkaya kedua di Korea Selatan dan juga Perusahaan yang menciptakan orang-orang yang hebat.

    Ditempat itu terlihat seorang pria duduk dengan bersandar disandaran kursi itu dengan tatapan tajam kearah seorang pemuda yang tengah berdiri didepannya dengan wajah tak acuhnya, tak peduli akan tatapan mengintimidasi dari orang didepannya itu.

    “Berapa kali kubilang kau harus segera masuk kekelas bisnis. Kau adalah calon penggantiku setelah ini. Kau harus berfikir dewasa. Kau ini dilahirkan sebagai seorang penguasa. Jadi lakukan apa yang kuperintahkan” tutur pria itu dengan suara beratnya yang tegas. “Kurasa Anda salah Cho Sajangnim. Saya bukanlah penerus Anda. Karena kenyataannya saya hanyalah putra seorang Sekretaris di Perusahaan ini” jelas Pemuda itu enteng. Pria itu menatapnya geram.

    “Apa yang kau katakan? Secara sah kau adalah putraku. Memang aku sengaja menitipkanmu pada Sekretaris Lee. Dan itu sengaja kulakukan agar kau selamat dari peperangan politik ini. Kau kubutuhkan untuk merampas dunia ini dari Perusahaan KGC. Kau tahu kan?” serius pria itu. “Jongsonghamnida. Saya tidak tertarik. Permisi” pamitnya lalu pergi tanpa merasa bersalah. “Cho Kyuhyun~~!!!” pekik Pria itu dengan geram menatap pemuda itu pergi begitu saja. “Tch? Apa dia benar-benar anakku?” rutuknya sambil menghenyakkan tubuhnya di kursinya.

    …..

    “Dia membutuhkanku hanya untuk bisnisnya? Hhh, dia hanya ingin memanfaatkanku” Kyuhyun melemparkan tubuhnya dikursi.

    “Tuan Muda. Anda tidak boleh seperti itu pada Sajangnim, bagaimanapun…”

    “Abeoji. Jangan memanggilku seperti itu. Aku ini adalah putramu” Kyuhyun menghampiri pria tengah baya yang berdiri menunduk tak jauh darinya.

    “Tapi… saya hanya ayah angkat anda” kata pria itu sedikit bernada ragu. “Abeoji… apa seperti ini dunia bisnis? Apa semua harus membedakan satu sama lain? Oleh karena itu aku tidak ingin masuk kesini sejak dulu” rutuk Kyuhyun kembali mendesah.

    “Tuan muda”

    “Abeoji. Kubilang jangan memanggilku seperti itu. Panggil namaku saja seperti dulu. Jebalyo” pinta Kyuhyun.

    “Kyuhyun-aa. Sekarang kau sudah menjadi calon pewaris tahta Perusahaan CC Group ini. Tanggung jawabmu akan semakin berat, kau harus menjadi kuat dan semakin kuat. Sebagaimanapun kau berusaha menghindar kau tetap akan terjebak disini. Karena inilah duniamu sebenarnya, inilah takdirmu” ujar pria yang biasa dipanggil sekretaris Lee.

    Kyuhyun mengalihkan pandangannya keluar jendela besar di sampingnya. Ini adalah hari yang sangat dibencinya, sejak kecil ia sudah tahu bahwa hari ini pasti akan datang. Ada banyak alasan mengapa ia tidak suka dan benci dengan hal ini. Pertama, dunia ini adalah dunia yang sangat kejam, semua orang didalamnya akan mengorbankan apapun, bahkan keluarganya sendiri hanya untuk menjadi penguasa tertinggi. Kedua, dunia ini adalah dunia bagi mereka yang tak punya hati, penuh paksaan dan hanya ada dendam satu sama lain. Ketiga, adalah hal yang paling membuatnya benci dunia itu, karena dunia itu membuatnya kehilangan semua orang yang disayanginya. Ia sangat bahagia menjalani kehidupannya yang masih bebas sekarang, tapi tidak sebentar lagi. Ya, rasanya dia lebih memilih mati daripada menjadi penguasa haus harta seperti mereka. Ah, kalau bisa memilih orangtua, ia akan memilih keluarga yang sederhana namun bahagia. Itu hanyalah impian.

~o0o~

    Taeyeon sudah hampir sampai di rumahnya. Hari sudah senja, ia berjalan cepat menuju rumahnya takut kalau ibunya khawatir.

    “Aku pulang! ” ucapnya saat memasuki rumah. Hening tak ada jawaban.

    “Eomma…! Eomma!” panggilnya, namun tetap tak ada respon. “apa Eomma mencariku ? ahh, apa yang harus aku lakukan?” bingungnya sambil mencari-cari ibunya di sekeliling rumah. “Hhh, apa Eomma diculik? Hoksi? Orang yang mengejar kami 6 tahun yang lalu…” Taeyeon mengingat kejadian saat ia masih berumur 12 tahun.

    #FLASHBACK_ON

    “Kajja Taeyeonii…. Palli…!” pekik ibu Taeyeon sambil terus berlari menggandeng tangan Taeyeon yang saat itu baru menyelesaikan kursus pianonya. Taeyeon yang tidak tahu apa-apa hanya mengikuti ibunya. Sedang di belakang mereka seorang pria setengah baya berpakaian jas coklat mengejar mereka dan terus memanggil Nona muda, dan juga memanggil nama ibunya. Disebuah gang kecil mereka berbelok dan bersembunyi di balik tumpukan kardus disalah satu kios di daerah itu. Mereka berdua berjongkok, ibu Taeyeon terus mengisyaratkan agar mereka tak mengeluarkan suara. Sesekali ibunya mengintip apakah orang itu sudah pergi atau belum.

    “Dia sudah pergi. Hhh, dahaengiya” lega ibunya sambil menghela nafasnya. Sedang Taeyeon hanya diam saja. Setelah itu mereka pun pergi dari tempat itu.

    ….

    Sesampainya dirumah Taeyeon didudukkan oleh ibunya dan saat itu Jungwoon juga ada.

    “Taeyeonii. Dengarkan Eomma baik-baik. Mulai sekarang kau tidak boleh sembarangan mengenal orang, jangan mudah menceritakan siapa dirimu dan darimana asalmu. Dan lebih bagus kalau kau tidak mempunyai banyak teman, cukup mereka yang benar-benar kau percaya. Mengerti?” ujar Ibunya serius.

    “Ne. Tapi, Waeyo? Apa karena nanti akan banyak orang yang mengejar kita seperti Ajussi tadi?” tanya Taeyeon polos. “Hmm ne. Mereka adalah orang-orang jahat yang selalu menindas dan menganiaya orang. Apalagi kamu. Kamu adalah orang spesial”.

    “Ne. Arraseumnida, aku berjanji akan selalu melakukan apa yang dikatakan Eomma” Taeyeon tersenyum. “Anak pintar” puji Ibunya sambil membelai lembut rambut putrinya. Jungwoon hanya menjadi pendengar setia tapi dalam hatinya ia selalu merasa iri pada adiknya itu, karena ia selalu mendapat kasih sayang yang lebih daripada dirinya.

    “Jungwoonii!” panggil ibunya. “Un?” Jungwoon hanya mengangguk. “Kau harus selalu menjaga adikmu, ya. Apapun yang terjadi kau harus melindunginya” tutur Ibunya. “Tapi… Eomma, aku…” . “Cukup. Kau tidak boleh protes karena itu adalah tugasmu sebagai kakak. Arraseo?” . “Ne” jawab Jungwoon tak bersemangat.

    #FLASHBACK_OFF

    “… Ahh. Benarkah itu terjadi?” Taeyeon mondar-mandir. Karena itulah alasan mengapa ia mempunyai sedikit atau bahkan tidak mempunyai teman. Ia tak ingin hidup keluarganya di penuhi bayangan akan orang-orang seperti itu, meskipun ia sendiri tidak tahu apa alasan pastinya. Tapi ia yakin bahwa ibunya selalu melakukan hal-hal yang terbaik untuk semuanya, termasuk dirinya.

    “Humh, lelahnya” ucap seseorang memasuki rumah. “Eomma!” pekik Taeyeon girang mendengar suara itu, segera ia menghampirinya. Dia semakin senang saat melihat bahwa orang itu benar-benar ibunya.

    “Taeyeonii. Mianhae, ne. Eomma pulang terlambat” ucap Ibunya sambil menggantung jasnya di gantungan yang ada di pojok ruang. “Ha? Jadi, Eomma baik-baik saja?” tanya Taeyeon. “Un? Tentu saja. Memang ada apa? Eomma tadi baru saja dari Cafe. Eh, chakkaman… kenapa kau masih memakai seragam? Apa kau baru saja pulang?” Ibunya balik bertanya. “Oh, syukurlah. Hmmh. Jongsonghamnida, tadi aku ketinggalan kereta, jadi aku naik bus” jelas Taeyeon.

    “Mwo? Tapi kau tidak apa-apa kan? Gwaenchaniya? Ada orang yang mengikutimu?” tanya Ibunya bertubi-tubi. Taeyeon masih mencoba mencerna ucapan ibunya. “Ah. Gwaenchanna Eomma. Gokjonghajimayo” ucapnya setelahnya. “Haah. Syukurlah. Baiklah, sekarang mandi lah dan Eomma akan menyiapkan makan malam untuk kita” . “Ne” Taeyeon langsung menuju kamarnya.

    ‘Nona Muda, Jongsonghamnida’ batin Ibunya dengan tatapan bersalah pada Taeyeon yang terlihat begitu riang menuju kamarnya.

~o0o~

    Seperti biasa Kyuhyun selalu berangkat lebih pagi. Ya, ia menunggu Taeyeon. Entah kenapa sejak pertama kali ia bertemu dengannya di stasiun itu, ia selalu memikirkannya, dan selalu ingin dekat dengannya. Tapi, anehnya saat ia mulai mendekat padanya, dia malah mengganggunya dan membuatnya kesal, dan mungkin malah membuat Taeyeon membencinya. Dia sendiri juga tidak mengerti dengan sifatnya itu.

    Terlebih lagi saat ia mulai menyadari latar belakang keluarganya, di saat itu ia menjadi takut. Dunia politik, bisnis. Dunia itu seperti kekangan aturan yang tidak masuk akal. Ditambah perjodohan antar Perusahaan yang selalu menjadi tradisi. Mereka tak segan-segan menghancurkan siapapun yang melanggar hukumnya. Termasuk ayah dan ibunya. Oleh karena itu ia takut untuk mencintai seseorang, ia takut akan membuat orang yang dicintainya itu menderita.

    Selama ini dia dirawat oleh Lee Hyukjae, sekretaris kepercayaan keluarganya. Ya, memang hanya dia lah orang yang sangat mengerti dirinya. Sampai sekarang tidak ada yang tahu siapa dirinya yang sebenarnya termasuk Donghae sahabatnya sejak kecil itu. Sekarang yang tahu siapa dirinya hanya Jessica Jung, dia memang putri dari pamannya. Entah apa tujuan ayahnya menyuruh Jessica sekolah ditempat yang sama, bisa jadi dia menjadi mata-mata baginya.

    Mulai sekarang hidupnya pasti tidak akan bisa bebas lagi. Entah apa yang akan dilakukannya nanti. Yang pasti sekarang dia harus lebih waspada.

    “Aaaa ~~!!” pekik seseorang. Kyuhyun yang mengenali suara itu langsung menoleh dan mendapati Taeyeon tengah tersungkur di tepi jalan, dan sebuah sepeda motor melaju cepat melarikan diri. Tanpa ba bi bu, ia berlari menolong Taeyeon. Ia menerobos orang-orang yang sudah mengerumuni Taeyeon.

    “Yeon-aa? Gwaenchanna?” khawatir Kyuhyun. Taeyeon hanya merintih menahan sakit dari luka bekas goresan aspal di lengan kirinya. Ia menatap Kyuhyun sekilas lalu melihati lukanya yang cukup lebar. “Argghh” rintihnya sekali lagi.

    “Nak, kau temannya? Sebaiknya segera bawa dia ke klinik disana. Agar segera ditangani dokter” saran seorang Ibu. “Oh. Ne, Gamsahamnida” jawab Kyuhyun. “Kajja!” Kyuhyun mencoba membantu Taeyeon berdiri. “Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri” tolak Taeyeon sambil mencoba berdiri. “Tapi…”

    Taeyeon menatapnya tajam dan mulai berjalan meninggalkan kerumunan itu. Ia memegangi tangannya yang sakit sambil mendesis menahan rasa sakitnya. Tubuhnya masih gemetar, terlihat jelas dari cara berjalannya yang masih tertatih. Kyuhyun hanya menjaganya dari belakang dan selalu was-was. ‘Hhh. Kau itu benar-benar keras kepala dan kuat’ batinnya.

    ‘Ahh, kenapa seperti ini? Apa yang ku lakukan tadi sampai aku bisa seperti ini? Semua ini gara-gara dia. Aku seperti ini gara-gara si menyebalkan Kyuhyun. Ah, atau mungkin salahku sendiri?’ argument Taeyeon dalam pikirannya.

    Beberapa menit yang lalu….

    “Yosh. Kembali kesekolah. Semoga hari ini bisa kuhadapi dengan baik” ucap Taeyeon semangat. Ia menghirup rakus udara pagi yang segar lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar wilayah itu. Dan mendapati Kyuhyun tengah duduk di bangku panjang di bawah pohon sakura yang dilihatnya kemarin.

    Entah kenapa ia melihat aura berbeda dari Kyuhyun. Kyuhyun terlihat begitu sedih dan tatapan matanya menatap sendu objek di atasnya. Sangat berbeda saat di kelas ataupun di saat mengganggunya. Aneh, benar-benar aneh. Ya, mungkin dia ada masalah, tapi apa peduliku. Itulah yang dipikirkan Taeyeon dan saat ia berbalik tiba-tiba sebuah motor melaju cepat kearahnya dan menyerempetnya hingga tersungkur ke aspal dan lengan kirinya terluka. Setelah itu beberapa orang mengerumuninya dan Kyuhyun datang.

    Off…

    …..

    Taeyeon sudah mendapat tanganan dari dokter, tangannya juga sudah diperban. Selama itu Kyuhyun selalu menemaninya. Aneh saja dia tidak banyak bicara atau mengganggunya seperti biasa. Tapi, hal itu justru membuatnya aneh.

    “Hehh. Kenapa kau mengikutiku terus, hah?” ketus Taeyeon menatap tajam Ryusuke yang masih berdiri dibelakangnya. “Hei. Aku ini menjagamu. Kau tahu kan sekarang kita partner, aku ketua dan kau wakilnya. Aku tidak bisa kerja sendirian jadi… kalau kau seperti ini kan yang susah aku juga. Oh ya, lagipula kau kan masih menjadi pacarku. Benar kan?” jawab Kyuhyun tak kalah ketus. “Hhh” Taeyeon mendesah tak percaya, tidak, tapi ia sudah menebaknya kalau Kyuhyun akan mengatakan hal itu.

    “kenapa aku harus terjebak dengan orang sepertimu” gerutu Taeyeon sambil berjalan cepat menuju kelasnya. “Ya!!!!” teriak Kyuhyun mengikutinya.


    “Mwo? Mereka benar-benar pacaran? Ini gawat. Eotteokhae? Apa aku melaporkannya? Tidak mungkin, nanti Kim Taeyeon? Ahhh… ” frustasi Jessica yang sejak tadi memperhatikan Taeyeon dan Kyuhyun dari balik tembok kelas 2.1.

    “Melakukan apa?” tanya seseorang mengagetkannya.

    “Oh Donghae Oppa. Aaa,,, aniya. Aku tadi melihat tangan Taeyeon diperban mungkin dia sakit, i-iya begitu” ucap Jessica berbohong. Donghae manggut-manggut. “Mwo? Taeyeon?” Donghae langsung masuk kedalam kelasnya. Sedang Taeyeon menghela nafasnya lega. “Aku harus memisahkan mereka” gumam Jessica kemudian pergi.

    Taeyeon duduk di bangkunya dengan hati-hati. Kyuhyun masih saja mengawasinya dengan seksama. Tak lama kemudian Donghae menghampiri Taeyeon dengan terburu-buru.

    “Ada apa? Kenapa tanganmu diperban seperti itu? Apa terjadi sesuatu?” tanya Donghae. “Hehe. Gwaenchanna, aku hanya kurang hati-hati saja. Jadi jangan khawatir” Taeyeon mengulas senyum tipisnya. Donghae menghela nafasnya.

    “Ya… kau memang orang yang ceroboh. Kebanyakan nglamun mungkin, sampai berjalan tidak lihat-lihat” Kyuhyun terkikik. “Tch” Taeyeon mengacuhkannya. “Hei Kyu, kenapa kau itu jahat sekali. Oh, bukankah kalian sekarang partner kelas? Jadi kalian harus bekerja sama dengan baik. Fighting!” Donghae memberi semangat. ‘Hhh, dia cepat sekali tahu hal itu’ Taeyeon hanya mendesah.

    “Oh ya, Taeyeon-ssi. Mian untuk kemarin ya, aku tidak bisa membantumu, saat itu perutku benar-benar sakit. Apa kau benar-benar berjalan kaki saat berangkat sekolah?” tanya Donghae. “I-itu? Aa.. sudah lupakan saja. Semuanya sudah selesai, ya… karena ada yang membantuku kemarin, walau sepertinya tanpa sengaja” jelas Taeyeon malas. “Oh? Jinjja? Nugu?”. Taeyeon melirik kearah Kyuhyun yang kini sudah dikerubungi para perempuan alay. “Dia?” kejut Donghae. Taeyeon hanya mengangguk. “yang penting kau tidak menderita kan?” Donghae tersenyum damai, lalu memandang kearah Kyuhyun. ‘Chukae Cho Kyuhyun, ini awal yang baik untukmu’ batinnya. Taeyeon begitu senang pada sifat Donghae yang begitu baik padanya dan begitu berbeda dari teman-temannya yang lain. ‘Andai saja aku dipasangkan dengannya, mungkin aku akan menjadi orang yang paling bahagia’ gumamnya.

~o0o~

    Sebagai partner pemimpin kelas, Kyuhyun dan Taeyeon mendapat banyak tugas dan tanggung jawab yang harus mereka tanggung. Suka tidak suka mereka harus melakukannya. Ya,walaupun terkadang mereka sering berbeda pemikiran, tapi mereka tetap bisa menyelesaikan semua tugas mereka.

    (Yang part ini mungkin banyak aku skip ya. Cuma sebagian-sebagian aja yang aku tulis. Mian)


    “Haaah. Bisakah kau membuatnya lebih rapi sedikit? Seperti ini tidak ada nilainya”

    “Wae? Kau itu pandai sekali meremehkan orang”

    ‘PLAAAK’ . “DIAM dan CEPAT selesaikan”

    ….

    “KASIH SAYANG KEMANUSIAAN… SEDIKIT PEMBERIAN ANDA BISA MEMBANTU BANYAK ORANG!!!”

    “Gamsahamnida. Gamsahamnida… Gamsahamnida…”

    “Hwaah, sepertinya kita mengumpulkan banyak?”

    “Un. Kita pasti bisa membantu mereka semua. Fighting”. “Yeah”

    “PEMBERIAN ANDA BISA MEMBANTU BANYAK ORANG!!!”

    ….

    “Ya!… berhentilah menggangguku. Kau tidak lihat aku sedang sibuk?”

    “Ohhh… Uri Yeon-aa lucu sekali”

    “YAAAA !!!!!”

    ….

    “Dasar ceroboh. Kau yang mengataiku seperti itu, tapi kau sendiri juga ceroboh. Apa kau tidak bisa melihat ada kotak sebesar itu di depanmu sampai menubruknya? Babbo”

    “Arghh. Kau ini kenapa selalu berteriak-teriak dan marah-marah padaku, huh? Kau ini tak punya hati ya? Sekarang aku lagi kesakitan, arghhh”

    “Oh ya? Rasakan ini”

    “AAAARRRGHHH. SSSS”

    “Babbo”

    ….

    “Berhentilah membuat orang lain khawatir”

    “…”

    “Lain kali kalau ada masalah mintalah bantuan padaku!”

    “Wae? Memang kau punya kepedulian padaku? Kau itu benar-benar berbeda dari Donghae. Kau tahu itu”

    “Tch. Terserah”

    ….

    Begitulah kiranya kebersamaan Kyuhyun dan Taeyeon dalam menjalani tugas mereka. Dari situ mereka semakin dekat dan mengetahui sisi lain satu sama lain.

    Namun, dari kebersamaan mereka itu, ada orang yang selalu mengawasi mereka dari jauh. Dan menatap mereka berdua dengan khawatir. Tidak hanya satu orang, tapi masih banyak orang yang mengawasi mereka. Orang-orang misterius.

~o0o~

    Disebuah taman yang terletak di tengah sebuah bangunan megah seorang pria tua duduk bersantai sambil memasukkan kakinya di air kolam yang hangat. Sedang tangannya membolak-balik lembar foto. Sesekali ia tersenyum senang, lalu tertawa namun kemudian terlihat sedih.

    “Kau sudah besar sekarang? Sudah saatnya kau kembali, Harabeoji sangat merindukanmu” ucapnya menatap rindu foto itu.

    “Maafkan Harabeoji. Andai saja mereka….Hhh” pria tua itu menghela nafas.

    Tak lama kemudian seorang pria setengah baya menghampirinya sambil menunduk memberi hormat.

    “Sajangnim!” ucap orang itu. Pria tua itu hanya berdehem.

    “Sebentar lagi ada pertemuan dengan Cho Sajangnim dari Perusahaan CC Group mengenai kesepakatan perjanjian perdamaian”

    “Baiklah. Siapkan segalanya” tegas pria tua itu. “Ne. Akan segera saya lakukan. Jongsonghamnida”

    Setelah pria tadi pergi, pria tua itu memandang ke arah kolam air hangatnya. Memandang sebuah lambang yang ada di dasar kolam. Lambang sebuah bintang emas diatas telapak tangan dan dibawahnya tertulis KGC atau Kim Group Company. Dan hanya menghembus nafas berat dan berjalan masuk kedalam ruangan pribadinya.

~o0o~

    Di sebuah studio musik beberapa orang namja, salah satunya adalah Jungwoon tengah sibuk berlatih. Jungwoon adalah seorang gitaris dan juga vocalis. Satu orang pemain drum, seorang pemain bass dan seorang lagi pemain keyboard. Mereka terus berlatih untuk pertunjukan mereka minggu depan. Band mereka bernama MOONSTAR’S BAND.

    “one, two, one two three four…” Jungwoon memulai aba-abanya. Temannya yang lain mulai memainkan musiknya.

    ♪ Rock This House-Super Junior ♪

    “Bravo. Kita pasti sukses” kata pemain bass, namja bertubuh pendek dengan senyumnya yang manis, biasa dipanggil Ryeowook. Semuanya bertepuk tangan. Jungwoon meletakkan gitarnya.

    “Kita pasti sukses. MOONSTAR FIGHTING!!!” pekik Jungwoon memberi semangat. “FIGHTING” sahut yang lainnya.

    “Baiklah, latihan kita sampai disini saja. Aku harus pulang, Anyeong” pamit Jungwoon. “OK. Naeilbuja” jawab Ryeowook dan Heechul si pemain keyboard. “Aaa. Aku ikut!” seru si pemain drum yang langsung berlari mengejar Jungwoon.

    Akhirnya namja bernama Jung Illwoo itu berhasil menyamai langkah Jungwoon.

    “Apa kau benar-benar harus pulang dulu?”

    “Wae?”

    “Aniya. Hanya saja aku ingin mengajakmu minum dulu”

    “Kurasa ada hal penting. Karena kau tidak biasanya seperti ini. Baiklah tapi hanya sebentar” ucap Jungwoon. Kei tersenyum lalu merangkul teman baiknya itu.

    …

    Kini mereka berdua sudah berada di sebuah kedai makanan di pinggir jalan. Mereka memesan ayam goreng dan soju dan juga soda.

    “Ahhh…” Jungwoon selesai meneguk sodanya.

    “Tch. Kau masih tidak kuat minum soju?” remeh Illwoo. Jungwoon hanya tersenyum. “Uhh. Apa yang ingin kau katakan?” tanya Jungwoon to the point.

    “Sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu” ucap Illwoo. “Mwo?”

    “Kata adikku, Jessica, adikmu itu sekarang pacaran dengan Cho Kyuhyun ya?” tanya Kei sedikit berbisik. “Ne. Wae?”. Illwoo mendengus kasar.

    “Kau tahu aku dan dirimu berada di 2 Kubu berbeda kan? dan kau juga tahu bagaimana peraturan di Kubuku kan? hal ini tidak bisa dibiarkan” tutur Illwoo. Jungwoon mengernyitkan keningnya.

    “Chakkan… maksudmu hanya karena perbedaan Kubu kita harus memutus kisah cinta seseorang? Hanya karena status?” tanya Jungwoon.

    “Kau belum tahu siapa Kyuhyun, dia bukan anak orang biasa seperti kita” ulas Illwoo serius. “Apa dia mempunyai kekuasaan?” Illwoo mengangguk. “Apa itu bisa jadi alasan memisahkan mereka? Ini bukan jamannya Romeo dan Juliet. Jika kita saja yang berbeda Kubu bisa menjadi sahabat, kenapa mereka tidak bisa? Jangan takut Illwoo-ssi. Jikalau itu memang terjadi, aku selalu ada dibelakang mereka berdua. Bukankah itu mimpi kita selama ini? Menciptakan perdamaian dan kehidupan tentram antar Kubu?” tutur Jungwoon.

    “Ya, kau memang benar, tapi kita hanya orang biasa, apa yang dapat kita lakukan. Hahh aku benci dunia seperti ini” frustasi Illwoo. “Huhh, sudahlah, yang terpenting sekarang kita harus berjuang mewujudkan mimpi itu, kita bersama. OK” . “yahh, baiklah. Tapi jaga adikmu baik-baik. Aku juga akan membantumu. Asshh bisa-bisa aku dihukum berat jika ketahuan membantu orang dari Kubu musuh” . “Ya!, kita ini bukan musuh, kan?” . “OK. OK”.

    ‘Entah apa yang dimaksud Illwoo. Tapi, dengan begini Taeyeon akan mengenal Perusahaan CC Group lebih baik. Maafkan aku Taeyeon, tapi ini memang harus kau lakukan. Mianhae’ batin Jungwoon.

~o0o~

    Hari-hari berlalu begitu cepat. Taeyeon dan Kyuhyun sekarang semakin dekat. Bahkan Taeyeon sudah berubah menjadi sedikit terbuka tapi tetap menjaga batasan sesuai nasehat ibunya. Teman, sekarang ia sudah punya teman baik, Jessica, Donghae dan Kyuhyun, meskipun ia masih saja jahil padanya.

    …

    “Selamat makan!!” sorak Taeyeon dan Jessica memulai acara makan siang. Di bangku taman dekat kolam renang sekolah mereka duduk sambil menyantap makanannya.

    “Un, Taeyeon-ssi. Apa yang kau suka dari Kyuhyun Oppa?” tanya Jessica berbisik. Taeyeon hanya diam mengunyah makanannya sambil memperhatikan Kyuhyun yang tengah duduk di seberang kolam bersama Donghae. “Tidak ada sama sekali, aku justru sangat tidak menyukainya. Lihat saja dia itu tak pernah menjaga ucapannya, memandang rendah orang lain, suka berkata manis yang tak bermutu, dan terlebih lagi, dia itu bodoh” tutur Taeyeon sambil manggut-manggut.

    “Aa? Lalu kenapa kau pacaran dengannya kalau kau tidak suka?”

    “Siapa yang bilang? Aku sama sekali bukan pacarnya. Hal itu dulu hanya kecelakaan dan aku tidak peduli lagi…” Jessica menatapnya bingung.”Ah sudahlah. Lupakan saja, yang pasti dia bukan pacarku. Lebih baik juga Donghae” ucap Taeyeon semakin lirih. “Mwo? Donghae Oppa? Kau menyukainya?” . “Aaaa… Ani-ani. Sudah ayo makan lagi” Taeyeon tersenyum garing dan mengalihkan wajahnya menghindari tatapan tak percaya Jessica.

    ‘Entahlah, apa yang kurasakan sekarang. Aku merasa lebih nyaman saat bersamanya’ batin Taeyeon.

    ‘Jika benar seperti itu, aku tidak perlu khawatir. Tapi kalau mereka terus bersama tidak ada yang tidak mungkin kalau mereka benar-benar jatuh cinta. Dan, seandainya ada yang tahu hal ini, maka… ahh sesuatu yang buruk pasti akan terjadi’ pikir Jessica sambil menatap Taeyeon khawatir.

    ….

    Kyuhyun dan Donghae mengedarkan pandangannya kesekeliling taman, namun sesekali memperhatikan Taeyeon dan Jessica yang tengah menikmati makan siangnya. Kyuhyun sesekali menghela nafas.

    “Ya!. Kelihatannya kau sedikit lebih dewasa sekarang. Kau sudah tidak cerewet lagi. Kurasa sering bersama Taeyeon membuatmu berubah” goda Donghae, dan hanya ditanggapi senyum tipis Kyuhyun.

    “Ya! Wae?” tanya Donghae yang melihat wajah kusut sahabatnya itu.

    “Apakah aku bisa menjadi pelindung untuknya? Mungkinkah aku bisa selalu bersamanya?” gumam Kyuhyun.

    “Aah. Kau ini terlalu berlebihan. Memangnya cinta kalian adalah cinta terlarang, huh?” canda Donghae. Kyuhyun menatapnya serius. “Kurasa lebih tepatnya cintaku, Taeyeon bahkan membenciku” Kyuhyun menunduk. Donghae merangkul sahabatnya itu. “Kurasa tidak juga, Taeyeon juga seorang wanita, mengatakan membencimu hanyalah cara menutupi rasa sukanya padamu” hiburnya.

    “Hhh… walaupun jika itu benar. Akan lebih baik jika dia benar-benar tidak menyukaiku” Kyuhyun memandang kearah Taeyeon. “Ah, kau ini orang yang aneh. Kau bilang kau ingin memilikinya tapi kau tak ingin dia menyukaimu. Sebenarnya apa yang kau inginkan sih?” . “Karena jika dia tetap bersamaku, maka dia akan dalam bahaya” tegas Kyuhyun. “ha? Ya… kalau begitu, itu tanggung jawabmu untuk selalu melindunginya”

    Kyuhyun memikirkan ucapan Donghae. “Seperti itu kah?” . “Kau ini temanku. Kau kira apa tujuanku membuatmu lebih dekat dengan Taeyeon selama ini? Karena aku tak ingin melihatmu kesepian. Dan apa kau tega membuat usahaku untukmu sia-sia. Huh?” Kyuhyun tersenyum simpul. “Gomawoyo” ucapnya.

    ‘Benar kata Donghae. Aku harus terus maju, tak peduli kasta atau Perusahaan apapun kita, tujuanku hanya untuk membuat orang yang kucintai bahagia. Aku akan selalu melindunginya’ yakinnya dalam hati.

~o0o~

    Pertemuan antar Perusahaan KGC yang merupakan Perusahaan terkaya pertama di Korea Selatan dengan Perusahaan CC Group, Perusahaan terkaya kedua ini telah menjadi trending topic di semua stasiun pemberitaan Korsel. Acara yang di hadiri oleh orang-orang ternama dalam dunia politik bisnis dunia itu membahas rencana perdamaian antar dua Perusahaan itu. Sebuah perdamaian yang dinantikan oleh semua orang. Pertarungan politik yang terjadi selama bertahun-tahun lamanya sejak ketua Perusahaan yang pertama akan segera berakhir.

    ‘KLIKK’ Kyuhyun mematikan TV di depannya. Sekretaris Lee menghampirinya.

    “Saatnya Anda belajar mengenai dunia politik dan bisnis” ucap beliau. Kyuhyun menatap ayah angkatnya itu datar. “Benarkah ini semua? Aku rasa ini hanyalah akal licik untuk menguasai satu sama lain” ucapnya. “Jongsonghamnida. Tidak baik berkata seperti itu. Ini adalah awal yang baik untuk kita” . “Tch. Jinjja?” remeh Kyuhyun lalu pergi. Sekretaris Lee hanya menghela nafasnya lalu mengikuti Kyuhyun.

~o0o~

    “Eomma? Kenapa aku harus berdandan seperti ini?” tanya Taeyeon yang duduk didepan cermin sedang ibunya menata make-up untuknya. “Ini sudah saatnya kamu tahu semuanya” ucap Ibunya. “Apa maksudnya?” . “Hari ini kau akan bertemu orang penting, jadi kamu harus tampil cantik” . “Orang penting? Nugu?” . “Ah,nanti kamu akan tahu, nah sudah selesai. Hwahh, ternyata Nona Muda sangat cantik ya” puji Ibunya membuat Taeyeon semakin bingung.

    “Eomma, sudah saatnya” panggil Jungwoon yang sudah menunggu di depan rumah. “Ne” jawab Ibunya. “Kajja” Taeyeon pun mengikuti ibunya ke depan.

    “Oh. Yeppeo ” puji Jungwoon saat Taeyeon dan ibunya keluar. “Hahh Oppa jangan bilang seperti itu” Taeyeon tersenyum malu. “Hhh, kajja, mobilnya sudah lama menunggu” Jungwoon menunjuk sebuah mobil mewah yang terparkir tak jauh dari rumah mereka. “Ha? kita naik mobil?” heran Taeyeon. “Un. Kajja” merekapun pergi. ‘Sebenarnya aku akan dibawa kemana sih? Kenapa harus berdandan seperti ini?’ pikir Taeyeon sambil menatap kakak dan ibunya bergantian.

    …

    Mobil yang membawa keluarga Taeyeon berhenti di depan sebuah rumah yang sangat mewah, rumah itu dikelilingi oleh tembok yang tingginya sekitar 2 meter dengan warna cream yang elegan. Pintu gerbang berwarna putih dengan ukiran kanji ‘KGC’ terlihat begitu kokoh melindungi rumah itu. 4 orang penjaga selalu siap sedia diposnya untuk melayani tuannya.

    Setelah penjaga itu membukakan gerbang itu, mobil itu pun masuk. Taeyeon begitu takjub melihat pemandangan sekitar rumah itu. Taman depan yang begitu indah dengan warna warni bunga dan beberapa pohon sakura serta lampu taman disekitarnya, terlihat sangat rapi dan terpelihara. Setelah melewati taman yang cukup luas itu kini ia dimanjakan oleh sebuah rumah bak istana yang didominasi warna putih dan coklat muda yang terlihat elegan dan lebih menyatu dengan alam.

    “Rumah siapa ini?” gumam Taeyeon.

    Tiba-tiba seseorang berbaju coklat membukakan pintu mobilnya. Taeyeon tertegun sebentar, lalu ia pun turun. Orang itu menutup lagi pintu mobilnya setelah memastikan Taeyeon telah keluar. Begitu pula Ibu dan kakaknya. Setelah semua keluar mobil itu pergi. Taeyeon menatap Ibu dan kakaknya bingung. “Oppa? Ini rumah siapa?” tanya Taeyeon lirih. “Ini adalah rumahmu” jawab Jungwoon berbisik. Taeyeon memandangnya tak percaya, tapi Jungwoon menunjukkan senyum simpul padanya.

    “Kajja” ajak ibunya. Mereka pun masuk ke rumah itu. Mereka disambut dengan beberapa orang wanita-wanita cantik berbaju seragam dengan ramah. Memasuki rumah itu Taeyeon kembali dimanjakan dengan furniture-furniture yang benar-benar mewah. Bahkan ruang tamunya sebesar rumahnya. ‘Sebenarnya ini dimana sih? Ini benar-benar bagus dan mewah sekali. Apa aku bermimpi?’ pikirnya. Ia hanya mengikuti ibu dan kakaknya. Mereka berhenti di depan sebuah pintu putih besar, ibunya terlihat berbicara sesuatu pada seorang wanita dengan seragam yang sama seperti yang tadi.

    “Kami ingin menemui Kim-Sajangnim” ucap Ibunya. “Ne. Tunggu sebentar” ucap wanita itu yang langsung masuk kedalam. Taeyeon berdiri di belakang kakaknya, “Tenanglah, aku disini” lirih Jungwoon sambil memegang tangan adiknya. “Oppa sebenarnya ini rumah siapa? Siapa yang akan kita temui?” tanya Taeyeon penasaran. “Sebentar lagi kau akan tahu” jawab Jungwoon, Taeyeon mendengus kesal karena tak mendapat jawaban pasti dari kakaknya. ‘Kenapa mereka harus merahasiakannya sih?’ gerutu hati Taeyeon. Tak lama kemudian wanita tadi keluar lagi.”Silakan masuk” ucapnya. Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan itu.

    Entah kenapa Taeyeon sangat deg degan saat memasuki ruangan itu. Atmosfer yang terasa berbeda juga cahaya lampu yang terasa sangat terang, di sekeliling ruangan itu terpajang foto-foto pria yang terlihat seperti bangsawan bersama keluarganya. Mungkin itu adalah museum keluarga.

    “Kalian sudah datang?” terdengar suara tua yang berat namun tegas.

To Be Continue…

Bagaimana? Pasti aneh… Dimohon Commentnya… J

Advertisements

47 comments on “[FREELANCE] You! Please Stop Disturbing Me! (Chapter 1)

  1. Bagus ceritanya!!!! Kyuhyun klo suka bilang aja gak usah ditutupin. Pasti bingung banget tuh si Taengoo, tiba” rumahnya menjadi mewah. Next chap update soon ya!!

    FIGHTING!!

  2. Thor keren bgt panjang amat tuh ffny menarik seru deh , thor penasaran bgt nih .
    Next chap keep writing and Fighting!!!

  3. Awalnya bagus tapi masih agak bingung,terlalu bnyak orang misterius,hahaha kyuhyun lucu sekali,kelanjutan nya ditunggu thor

  4. Keren thor.. Aku suka jalan ceritanya.. Panjang banget lagi ffnya ;* daebakk :v btw maaf ya thor telat komennya :’3 fightingg!!

  5. Pingback: [FREELANCE] You! Please Stop Disturbing Me! (Chapter 2/END) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s