[FREELANCE] That Was You (Chapter 1)

Title : That Was You [Chapter 1]

Created by. Kakak Peri

Main Cast :

– Kim Tae Yeon

– Cho Kyu Hyun

Genre  : Romance – Family

Length  : Chapter

Happy Reading^^

“Sebaiknya kita akhiri semuanya sampai disini.” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut mungil gadis cantik bernama Kim Taeyeon itu. Terdengar nada putus asa dan ketidak relaan dari perkataannya tadi. Kyuhyun cukup menyadari kalau gadis itu sebenarnya tak menginginkan ini semua berakhir, begitupun Kyuhyun. Ia tak menginginkan hubungannya dan gadis bertubuh mungil itu berakhir.

“Kau yakin dengan keputusanmu?” tanya Kyuhyun lirih.

Taeyeon memejamkan matanya sebelum akhirnya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Kyuhyun.

“Tidak ada pilihan lain, kau tahu itu, oppa.” Wajah putih gadis itu memerah, kelopak matanya siap menumpahkan butiran bening yang sejak tadi ia tahan.

Tak tega melihat gadisnya seperti itu, Kyuhyun memegang tangan Taeyeon, meremasnya dengan lembut seolah berusaha membagi kehangatan ditengah cuaca dingin yang mewarnai suasana menyakitkan ini.

“Aku mencintaimu, Taeyeon-ah…” bisik Kyuhyun.

“Aku tahu, aku pun mencintaimu, oppa,” ucap gadis itu lirih, air matanya jatuh begitu saja. Terasa sangat perih berpisah disaat mereka benar-benar yakin dengan perasaan cinta mereka, tapi apa boleh buat, keadaan memaksa mereka mengakhirinya. “Aku memiliki satu permintaan terakhir, apa kau bersedia mengabulkannya?” lanjut Taeyeon sembari terisak.

Kyuhyun diam, ia tidak yakin dengan jawaban yang akan ia lontarkan. Namun detik berikunya, Kyuhyun memilih untuk mengangguk sebagai jawabannya.

“Setelah ibuku menikah dengan ayahmu, jangan pernah menunjukan perhatianmu padaku seperti dulu. Bersikaplah seolah kita baru saling mengenal. Ibuku tidak tahu kalau kau pernah menjadi kekasihku, maka bersikaplah seolah aku ini orang yang baru kau kenal. Kumohon…” ujar Taeyeon.

Kyuhyun tersenyum getir. “Aku tidak yakin bisa melakukannya dengan baik jika kau berada didekatku…”

Itulah kenyataan pahit yang harus dialami Taeyeon dan Kyuhyun, keduanya harus berpisah karena orang tua mereka saling mencintai. Kim Taeyeon… gadis itu memang berhati lembut, ia memilih menelan kenyataan pahit demi melihat ibunya bahagia, ia mengutamakan kebahagiaan ibunya diatas segalanya. Seperti sekarang ini, ia rela mengakhiri hubungannya dengan lelaki yang sangat dicintainya sejak dua tahun yang lalu. Terlalu menyakitkan bagi Taeyeon dan Kyuhyun, namun Taeyeon rela melakukan semua itu demi ibunya.

***

Ini tahun kedua dimana mereka hidup sebagai sebuah keluarga utuh. Malam ini mereka tengah berkumpul diruang makan, menikmati makan malam mereka tanpa pembicaraan dan hanya dihiasi dengan suara dentingan sumpit yang beradu dengan mangkuk dan piring.

Taeyeon tak pernah berani menatap lelaki yang kini berstatus sebagai kakak tirinya itu, lelaki tampan itu duduk berhadapan dengan Taeyeon, namun Taeyeon lebih memilih untuk berkonsentrasi dengan makan malamnya dari pada melihat wajah tampan yang sampai saat ini masih membuatnya merasakan kehangatan ketika menatapnya.

“Besok ayah dan ibu harus pergi ke China untuk urusan bisnis ayah yang harus segera ayah selesaikan, maaf jika ini mendadak, karena ini adalah urusan yang sangat mendesak dan tidak mungkin ditunda lagi,” ujar Tuan Cho memecah keheningan di tengah ke khusyuan makan malam mereka.

“Berapa lama, ayah dan ibu di China?” tanya Taeyeon.

“Hanya tiga hari, sayang…” jawab ibu Taeyeon sembari mengusap kepala puterinya dengan lembut.

“Kyuhyun-ah, jaga adik mu selama kami tidak dirumah,” tutur Tuan Cho.

Tuan Cho sangat menyayangi Taeyeon, begitupun sebaliknya, Taeyeon pun begitu menyayangi ayah tirinya. Meski Taeyeon berstatus anak tiri, namun Tuan Cho selalu bersikap adil pada Kyuhyun dan Taeyeon. Malah terkadang Taeyeon diperlakukan istimewa disaat-saat tertentu, mungkin karena Taeyeon perempuan. Tuan Cho tahu betul bagaimana cara memperlakukan wanita dengan baik, mungkin itu juga alasan mengapa ibu Taeyeon sangat mencintai Tuan Cho. Tuan Cho adalah sosok ayah yang benar-benar Taeyeon inginkan. Tuan Cho adalah sosok ayah yang penyayang, penuh perhatian dan bijaksana. Dan sosok penyayang dan penuh perhatian itu sepertinya Tuan Cho wariskan pada Kyuhyun.

“Dia sudah cukup dewasa untuk menjaga dirinya,” ujar Kyuhyun dingin tanpa mengalihkan tatapannya dari makan malamnya. Seolah tak mempedulikan perasaan Taeyeon.

Mendengar perkataan Kyuhyun, ada perasaan sesak yang memenuhi ruang hati Taeyeon. Taeyeon tersenyum kecut. Meski perkataan tadi terdengar menyakitkan bagi Taeyeon, tapi itu permintaannya dulu pada Kyuhyun, bukan? Dan sudah sejauh ini lelaki itu berhasil mengabulkannya.

“Ada apa denganmu? Ayah tidak suka mendengar ucapanmu tadi, sudah dua tahun kita hidup bersama sebagai keluarga apa kau masih begitu sulit menerima Taeyeon sebagai adikmu?” omel Tuan Cho.

“Tidak apa-apa ayah, mungkin maksud Kyuhyun oppa bukan begitu. Lagi pula Kyuhyun oppa benar, aku sudah cukup dewasa untuk menjaga diriku sendiri. Ayah tak perlu khawatir, aku bukan gadis kecil yang masih harus dijaga, aku sangat mandiri, benarkan, bu?” ujar Taeyeon berusaha mengalihkan perasaan sesaknya.

***

Keesokan harinya, tepat pukul 23.00 KST. Taeyeon baru saja keluar dari café tea dipinggiran distrik Gwanghwamun, awalnya café tea itu dibuat ayah tirinya untuk ibu Taeyeon yang sangat hobi minum berbagai jenis teh. Meski café itu terbilang belum cukup lama berdiri, tapi café itu selalu ramai setiap harinya, mungkin karena café itu didirikan ditempat yang strategis, dan tak hanya itu nilai plus nya. Walaupun café tea itu tidak terlalu besar, arsitekturnya di design classic minimalis sehingga memberi suasana nyaman dan hangat, dan itu membuat para pengunjung betah berlama-lama di café itu.

Café tea itu dikelola dengan baik oleh Taeyeon. Hampir setiap harinya Taeyeon datang ke café itu untuk membantu para pegawainya melayani para pelanggan. Itu memang bukan pekerjaan pemilik café seperti Taeyeon, pemilik café biasanya hanya duduk manis atau hanya mengamati pekerjaan para pegawainya. Namun itu tidak ia lakukan, ia lebih memilih untuk terjun langsung melayani pelanggan, sehingga tak heran jika ia begitu akrab dengan para pegawainya, tidak sekedar mengenal mereka sebagai bawahan, tetapi juga sebagai teman bahkan keluarga.

Ini kali pertama Taeyeon pulang terlambat. Biasanya pukul 20.00 KST ia sudah kembali kerumah. Namun, entah mengapa hari ini ia ingin pulang terlambat, membantu para pegawainya sampai waktu tutup café.

Dia tidak ingin berlama-lama melihat wajah Kyuhyun dirumah selama ayah dan ibu tidak ada. Ia takut merasa sakit lagi melihat sikap Kyuhyun yang semakin hari semakin dingin. Meski awal-awal mereka menjadi satu keluarga Kyuhyun belum mampu memperlakukan Taeyeon sebagai orang asing, bersikap dingin seperti sekarang ini. Terkadang Kyuhyun masih menunjukan perhatian dan kepeduliannya pada Taeyeon meski Taeyeon membalas perhatian dan kepedulian Kyuhyun dengan sikap dinginnya.

Rasanya semua itu baru kemarin, tapi yang Taeyeon rasakan sekarang ini sikap lelaki tampan itu semakin lama semakin dingin, memperlakukannya seperti orang asing, tak lagi menunjukan perhatian dan kepeduliannya. Taeyeon benar-benar merasa terluka melihat Kyuhyun yang benar-benar mengacuhkannya. Mereka tinggal satu rumah tapi sikap mereka saling tak menganggap satu sama lain ada. Keduanya selalu berusaha menyibukan dirinya masing-masing demi menyembunyikan keinginan terbesar mereka untuk saling memiliki.

“Hey! Bukankah itu permintaanmu sendiri dan Kyuhyun sudah melakukannya dengan baik, bukan? Bukankah menurutmu itu cara terbaik untuk melupakan perasaan cintamu pada pria itu, Kim Taeyeon!” batin Taeyeon. Tapi kenyataannya ia tak bisa membohongi hatinya yang kini merasa begitu terluka melihat sikap Kyuhyun padanya selama ini, ia masih begitu mencintai lelaki itu.

***

Taeyeon masuk kedalam rumah mewah ayah tirinya dengan perasaan gusar. Berharap Kyuhyun sudah tidur dan tidak berkeliaran disekitar rumah, karena Taeyeon benar-benar tak ingin melihatnya.

Ketika Taeyeon hendak berjalan melewati ruang keluarga menuju kamarnya dilantai dua. Ia melihat lelaki yang berprofesi sebagai arsitektur itu tengah tertidur diatas carpet tebal yang digelar didepan sebuah smart tv yang tidak menyala, tanpa selimut. Tubuhnya meringkuk seperti berusaha mencari kehangatan.

Otaknya mengintruksi untuk tidak mempedulikan lelaki tampan itu, namun kakinya menginginkan untuk melangkah mendekati tubuh jangkung yang sedang meringkuk itu.

Taeyeon duduk perlahan dihadapan tubuh Kyuhyun. Ia menatap wajah tampan itu. Terlihat sembab. Apa mungkin Kyuhyun baru saja menangis?? Entah mengapa melihat keadaannya seperti itu perasaan sakit itu kembali muncul, Taeyeon ingin sekali memeluknya, memberi sedikit kehangatan pada lelaki yang masih sangat ia cintai itu.

Perlahan jemari mungil Taeyeon menyentuh jejak air mata diwajah Kyuhyun. Lelaki itu baru saja menangis…

Tangan Taeyeon gemetar, baru kali ini ia bisa menyentuh kembali wajah yang ia rindukan itu, Taeyeon menumpahkan tangisnya dalam keheningan. Tangan satunya ia pakai untuk menutup mulutnya agar suara isakannya tidak lolos dan membangunkan lelaki itu.

Keinginan untuk memeluk lelaki itu sangat besar, ia merindukan kehangatan tubuh Kyuhyun yang dulu pernah mendekapnya. Tapi tidak! Taeyeon segera menggelengkan kepalanya, itu tidak boleh terjadi lagi, status mereka sudah berbeda sekarang. Ia harus bisa menghindari hal seperti itu sekarang. Taeyeon segera menarik tangannya dari wajah Kyuhyun. Ia memutuskan untuk pergi kekamarnya untuk beristirahat. Namun ketika Taeyeon baru saja akan beranjak, tangan Kyuhyun memegang lengan mungilnya, menahannya untuk tidak pergi.

Taeyeon tersentak, ia menatap Kyuhyun, lelaki itu sudah membuka matanya. Dan kini mata itu menatapnya dengan tatapan sendu.

“Jangan pergi,” ucap Kyuhyun parau.

“Ta-tapi—”

“Kumohon, aku menunggumu. Tetaplah disini…”

Kyuhyun menunggunya pulang…

“Kita tidak boleh terlalu lama disini, kau tahu udara malam ini sangat dingin, kau bisa sakit, sebaiknya kau tidur dikamarmu,” ujar Taeyeon.

“Kau bisa menyalakan penghangat ruangannya, jika masih kurang hangat kau bisa ambil selimut didalam remari disamping televisi, jika itu belum cukup menghangatkan kita…… aku akan memelukmu…” tutur Kyuhyun.

Hening. Jangtung Taeyeon berdebar, Taeyeon melirik dua botol wine tergeletak dilantai. Taeyeon baru sadar kalau lelaki itu sedang mabuk.

“Kau mabuk?”

“Hm…” gumam Kyuhyun seraya memejamkan matanya, masih menggenggam tangan Taeyeon.

“Barbaringlah,” ucap Kyuhyun lirih.

“Tapi kepala pe—”

“Kepala pelayan Lee sudah pulang, begitupun dengan pelayan yang lainnya.”

Taeyeon mngernyit. Ia heran, seingatnya jadwal pulang pelayan Lee masih dua hari lagi. Kepala pelayannya itu memang biasa pulang satu bulan sekali. Tuan Cho mengijinkan kepala pelayan Lee untuk pulang menemui keluarganya setiap satu bulan sekali tepat di awal bulan. Dan tiga pelayan lainnya yang bekerja dirumah ini biasanya pulang pukul 22.00 dan akan kembali keesokan harinya pukul 05.00 pagi.

“Jangan bertanya lagi, berbaringlah,” ujar Kyuhyun sembari menarik lengan Taeyeon agar lebih dekat dengannya. “Berbaringlah…”

Kali ini Taeyeon menuruti perkataan Kyuhyun, dengan jantung yang berdebar kencang perlahan ia membaringkan tubuh mungilnya disamping Kyuhyun, bergeser sedikit untuk menciptakan jarak antara mereka. Namun Kyuhyun melingkarkan lengan kanannya dipinggang Taeyeon dan menarik tubuh mungil itu agar lebih dekat, mengeliminasi jarak diantara keduanya. Taeyeon terkejut dengan sikap Kyuhyun, namun ia menyukainya.

Kyuhyun mengecup kening Taeyeon sekilas lalu tersenyum dan kembali memejamkan matanya, kemudian meletakan dagunya diujung kepala Taeyeon sehingga wajah Taeyeon menempel di dada Kyuhyun.

Taeyeon menangis. Lagi. Tanpa mengeluarkan isakannya, namun Kyuhyun bisa merasakan gadisnya menangis didalam dekapannya karena tubuh mungil itu bergetar. Kyuhyun mengeratkan pelukannya, telapak tangannya menepuk-nepuk lembut punggunh Taeyeon agar gadis itu merasa lebih tenang.

Sakit. Itu yang Kyuhyun rasakan ketika ia menyaksikan gadisnya menangis. Mereka sama-sama merasa terluka karena keadaan, mereka masih saling mencintai tapi keadaan yang memaksa mereka untuk mengakhiri semuanya.

***

Taeyeon menggeliat karena merasa seseorang mengangkat tubuhnya. Rasanya terasa sangat berat untuk membuka matanya disaat ia sedang tertidur pulas.

Taeyeon bergumam tidak jelas, Kyuhyun tersenyum geli melihat ekspresi wajah gadis dipangkuannya berubah-ubah. Sangat menggemaskan pikirnya.

Sesampainya dikamar Taeyeon, Kyuhyun membaringkan tubuh gadis itu diatas tempat tidurnya. Untuk kedua kalinya Taeyeon menggeliat dan kembali bergumam tidak jelas. Kyuhyun baru menyadari kalau gadis ini memiliki kebiasan aneh saat tertidur. Semalaman Kyuhyun mendengar Taeyeon mengoceh tak jelas membuatnya sulit tertidur, dan karena itu pula sepanjang malam Taeyeon membuat Kyuhyun memandangi wajah yang sangat ia rindukan itu.

Taeyeon membuka sedikit matanya menatap orang yang baru saja mengangkat tubuhnya.

Kyuhyun. Ia tersenyum hangat pada Taeyeon, senyumnya masih sangat menawan, tak pernah berubah sedikitpun. Antara sadar dan tidak, tak terasa Taeyeon ikut tersenyum menyaksikan pemandangan yang mengahangatkan perasaannya itu.

“Tidurlah, sayang. Ini masih terlalu pagi untuk bangun…” ujar Kyuhyun lembut sembari mengusap wajah taeyeon dengan jemarinya. Dan itu berhasil membuat Taeyeon kembali terpejam dengan damai.

***

Taeyeon terbangun dari tidurnya, ia melirik jam di nakas disamping tempat tidurnya, waktu menunjukan pukul 09.00 KST, Taeyeon terkejut dan segera beranjak dari tempat tidurnya hendak membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk pergi ke café.

Sebenarnya memang tak seharusnya ia terburu-buru seperti ini untuk pergi ke café. Ia terlambat atau tidak datang pun tidak akan menjadi masalah karena ia pemilik café-nya. Tapi entahlah, mungkin karena Taeyeon adalah orang yang perfectionis dan cukup disiplin dalam hal waktu jadi ia akan merasa tidak enak jika datang terlambat.

***

Beberapa kali Kyuhyun menengok tangga dengan perasaan tak menentu. Ia baru saja menyiapkan jajangmyun untuk sarapan Taeyeon. Jajangmyun untuk sarapan? Memang terdengar agak aneh, makanan seperti itu sebenarnya tidak cocok untuk sarapan.

Kyuhyun tersenyum ketika mengingat betapa seringnya mereka menyantap jajangmyun bersama. Jajangmyun adalah makanan favoritnya dan Taeyeon saat mereka masih berpacaran. Jika Kyuhyun makan mie hitam itu dengan belepotan disekitar mulutnya, Taeyeon akan mengelap sisa-sisa saus kacang hitamnya disekitar mulut Kyuhyun dengan tissue basah beraroma khas green tea yang sengaja Taeyeon siapkan jika mereka pergi berkencan. Gadis itu sangat menyukai aroma green tea, Kyuhyun masih ingay betul kebiasaan dan hal-hal yang Taeyeon sukai.

Dulu. Ya… dulu, entah apa mungkin sekarang gadis itu masih suka makan jajangmyun atau tidak, Kyuhyun tidak tahu. Yang jelas, sampai saat ini ia masih sangat menyukai jajangmyun. Karena mie dengan saus kacang hitam ini sedikit mampu mengobati perasaan terlukanya, sedikit mengobati hatinya ketika begitu merindukan keceriaan gadis bertubuh mungil itu.

Taeyeon berjalan menuruni tangga, penampilannya sudah rapi. Sejenak ia menghentikan langkahnya ketika melihat Kyuhyun sedang duduk diruang makan, menoleh kearahnya lalu tersenyum hangat, Taeyeon membalas senyuman itu dengan raut datarnya.

“Selamat pagi…” sapa Kyuhyun sembari tersenyum.

“Pagi,” balas Taeyeon dingin sembari terus berjalan melewati Kyuhyun yang masih duduk.

“Tidak sarapan dulu?”

“Tidak, terima kasih.”

“Jangan begitu, nanti kau bisa sakit, ayo aku sudah buatkan jajangmyun untuk kita sarapan. Rasanya sangat enak, apa kau tidak ingin—”

“Aku sudah terlambat,” potong Taeyeon singkat dan terkesan dingin.

“Itu café milikmu, tidak akan masalah jika kau datang terlambat, bahkan jika kau tidak datang sekalipun itu tidak akan menjadi masalah,” ujar Kyuhyun frustasi sembari beranjak dari duduk lalu melangkah mendekati Taeyeon.

Taeyeon mundur satu langkah.

“Berhenti bersikap seolah-olah kau peduli padaku. Bersikaplah seperti semula.”

“Tidak! Aku tidak bisa jika tidak mempedulikanmu. Aku lelah terus menerus membohongi perasaanku sendiri. Aku lelah berpura-pura tak mempedulikanmu.”

“Pelankan suaramu, para pelayan bisa mendengarnya.”

“Aku tidak peduli! Kumohon… akhiri saja kepura-puraan ini. Aku benar-benar sudah tidak sanggup. Kau sendiripun seperti itu, kan? Aku tahu kau masih begitu mencintaiku, karena aku pun begitu…”

Mata Taeyeon berkaca-kaca. Sebelum air matanya jatuh Taeyeon berbalik bermaksud meninggalkan Kyuhyun. Namun Kyuhyun menahannya. Ia meraih lengan mungil itu dan menariknya hingga Taeyeon berada didekapannya. Awalnya Taeyeon berusaha melepaskan diri, namun Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

“Jangan seperti ini, oppa, kumohon… para pelayan akan mencurigai kita…” tutur Taeyeon melembut.

“Jangan pedulikan mereka, pedulikan saja perasaanku! Apa selama ini kau sama sekali tak mempedulikaku, hah? Apa selama ini kau tahu aku menahan luka karenamu?”

“Aku pun sama sepertimu, oppa…” batin Taeyeon. Ia menangis didalam dekapan lelaki tampan itu, mencium aroma maskulin tubuh tegap yang ia rindukan itu.

***

Setelah kepulangan kedua orang tua mereka dari China, keesokan harinya Tuan Cho mengadakan makan malam bersama rekan bisnisnya dari China, sangat mendadak memang, namun Tuan Cho mengatakan akan memberi kejutan pada Kyuhyun juga di acara makan malam itu.

“Ibu… kenapa acaranya sangat mendadak?” tanya Taeyeon yang wajahnya sedang dirias oleh ibunya.

“Ayahmu akan membicarakan sesuatu mengenai oppa-mu,” jawab wanita paruh baya itu.

“Apa sangat penting, sampai-sampai mendadak seperti ini?”

Ibu Taeyeon tersenyum sembari mengangguk. “Sudah selesai, apa kau ingin ibu merias rambutmu juga?”

“Tidak… biarkan saja terurai seperti ini, Kyuhyun oppa sangat menyukainya,” ucap Taeyeon sembari tersenyum

“Benarkah? Apa hubungan kalian sudah membaik sekarang? Kyuhyun mulai bisa menerima mu sabagai adiknya, begitu? Ya ampun… ibu senang sekali kalau kalian bisa saling menyayangi…” ujar ibu Taeyeon.

Taeyeon hanya tersenyum.

“Berdirilah… coba ibu lihat penampilanmu.”

Taeyeon berdiri menghadap ibunya. Gadis itu mengenakan gaun berwarna baby pink selutut, agar terlihat lebih elegan untuk sentuhan terakhir Taeyeon mengenakan kalung berlian pemberian ayah tirinya.

“Ya Tuhan, bagaimana bisa putriku secantik ini?? ibu sangat menyukai wajah polosmu itu, sayang… tanpa make up pun kau terlihat cantik apa lagi pakai make up, cantikmu bertambah berkali-kali lipat, kau tahu,” ujar ibu Taeyeon sembari mencubit hidung mungil Taeyeon dengan lembut.

“Jangan berlebihan ibu, aku cantik karena ibuku lebih cantik,” tutur Taeyeon sembari tersenyum.

“Kau ini bisa saja. Ayo cepat, kita harus segera turun sepertinya mereka sudah menunggu kita di ruang makan.”

***

Taeyeon dan ibunya turun dari tangga yang terhubung langsung dengan ruang makan yang megah itu. Tuan Cho, Kyuhyun dan rekan Tuan Cho bersama istri dan seorang wanita muda sudah berkumpul di meja makan.

Melihat penampilan Taeyeon yang tidak seperti biasanya membuat Kyuhyun menatapnya tanpa berkedip.

Cantik. Sangat cantik. Mungkin itu yang berada dikepala Kyuhyun sekarang ketika melihat penampilan Taeyeon. Gadis itu biasanya berpenampilan santai cenderung cuek dengan penampilannya. Tapi malam ini gadis itu benar-benar berbeda.

“Selamat malam…” sapa Taeyeon ramah sembari membungkukan tubuhnya.

“Duduklah nak, kami sudah menunggumu…” ucap Tuan Cho.

“Baik ayah…”

“Baiklah, perkenalkan, ini Tuan Song Yi Huang, beliau adalah rekan bisnis ayah dari China, disampinya adalah nyonya Song Lu Yen, beliau istri Tuan song dan wanita muda yang cantik itu bernama Song Qian. Dia adalah calon tunanganmu Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun dan Taeyeon terkejut setengah mati mendengar kata-kata terakhir Tuan Cho. Sejenak mereka saling menatap.

“Apa kau baik-baik saja, Kyuhyun?” tanya Tuan Cho.

“Oh? I-iya, aku baik-baik saja.”

“Kau pasti terkejut, maaf ayah tidak membicarakan hal ini sebelumnya. Ayah bermaksud memberimu sedikit kejutan dengan memperkenalkan calon tunanganmu,” ujar Tuan Cho.

Kyuhyun terdiam, ia melirik Taeyeon yang terlihat sedikit menundukan kepalanya kemudian menggenggam tangan dingin Taeyeon yang Taeyeon letakan di pangkuannya sendiri, meremasnya dengan lembut.

“Maafkan kami, seharusnya kami yang datang ke China untuk melamar putrimu secara resmi, Tuan Song.”

“Tidak apa-apa, kebetulan aku sedang ada pekerjaan di Seoul dan putriku ingin berlibur juga, jadi aku membawa serta istri dan putriku kesini. Untuk acara lamaran bisa kita bicarakan lagi nanti. Aku akan membuat pesta di China untuk acara pertunangan anak kita, bagaimana?” ujar Tuan Song.

“Sepertinya itu ide yang bagus.”

***

Waktu menunjukan pukul 03.00 dini hari. Sampai sepagi ini Taeyeon tak bisa juga tidur. Seusai acara makan malam, Taeyeon langsung masuk kamar dengan alasan tidak enak badan, didalam kamar ia manangis semalaman karena memikirkan perjodohan Kyuhyun dengan wanita bernama Song Qian itu. Dalam waktu dekat ini Kyuhyun akan bertunangan dengan wanita cantik berkebangsaan China itu.

*** to be continue ***

Advertisements

41 comments on “[FREELANCE] That Was You (Chapter 1)

  1. feelnya dapet banget thor anaa bacanya ampe negang henggggg….
    next chap jusseyoooo!!!
    KyuTae wajib bersamaa aaaaaaa

  2. Song qian? kayak pernah denger namanya.. tapi siapa ya??. btw nasib kyutae miris amet :” wkwkwk sedih. bgt. padahal. sama”. suka. udahlah. ayah ibunya gausah nikah. lagi pula juga udah tua -_- biarkanlah yang muda aja kali yg nikah -_-. err. Updatesoon! Hwaiting!!

  3. Ff nya bgus thor
    kasian tae, moga aja kyutae bisa bersatu
    next chap cpet di update y thor trus di panjangin lagi
    fighting

  4. assa ff kyutae lagi hahahaha kasian kyutae mesti putus karena ortu mereka nikah. tapi kenapa mesti victoria yg jadi tunangan kyuhyun — pokonya jangan sampe nanti kyuhyun berpaling ke voctoria. harus happy ending. hihi next chap ditunggu 🙂

  5. ff nya keren banget
    hidup taeyeon ama kyuhyun miris amat
    next jangan lama” kalo bisa panjangin
    fighting thorr

  6. Bagus bnget ff nya thor, feel nya dapet bnget.
    Taeng ama kyu pasti dilema bnget deh, kasihan jga ama mereka berdua, udh ngaku aja mereka ama orang tua mereka.
    Next ya thor, chapter selanjutnya jgn lama2….

  7. slalu suka sm pairing kyutae baik di dunia nyata maupun dlm fanfiction. berharap happy ending aja buat kyutae, jgn terpisahkan. ditunggu next..

  8. kasian bgt taeyeon ma kyuhyun. Ngorbanin cinta mreka demi ortux.n lbih memilih menanggung skit dihati mreka dlm waktu yg lma.

  9. Aadduuhhhh, jadi mewek ngliat hubungan taeng sama kyuhyun. Knpa harus jdi dijodohin sih, kan kasian taeyeon. Next chap ditunggu secepatnya

  10. Siap2 melow nih, mana ada acara perjodohan segala….
    Huhuhu kasian kyutae nya….
    Next thor ditunggu lanjutannya….

    Fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s