[FREELANCE] Find Of Happiness (Chapter 5)


Taeyeon mengerutkan dahi. Kegiatannya melihat-melihat buku menu jadi terhenti saat mendengar suara pelayan yang sangat familiar ditelinganya.

Taeyeon menutup buku menunya dan menatap kearah sumber suara. Betapa terkejutnya ia saat melihat sosok yang tadi berbicara itu. Pelayan itu pun terbelalak melihatnya. Mata Taeyeon membulat dan mulutnya menganga.

Gadis itu menutup mulutnya dengan sebelah tangan, “Ya Tuhan…”

~oOo~

Find Of Happiness

Author : MelanKyutae

Length : Multi-chapter

Rating : T

Genre : Drama, Romance, Friendship, Family.

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Park Jiyeon, Kim Myungsoo

Other Cast : Krystal Jung, Jung Yonghwa, Kim Soeun, Kim Sangbum, find.

Desclaimer : Cerita full milik aku, walaupun ada beberapa scene yang terinspirasi dari drama korea. Untuk semua cast tetap milik Tuhan dan orangtua mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur cerita maupun tempat, itu adalah unsur ketidak sengajaan.

DON’T PLAGIAT!!

Sorry for typo(s)…

~oOo~

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4

Chapter 5

Yonghwa menatap Taeyeon dan si pelayan bergantian. Mereka saling pandang dan jujur itu membuat Yonghwa heran.

“Kenapa Taeng-ah?” Yonghwa bertanya, menyentakkan Taeyeon dan membuat gadis itu mengalihkan tatapan padanya, “Kau tidak suka dengan pelayan ini? Biar aku ganti dengan pelayan lain jika memang membuatmu tak nyaman”

Taeyeon menggeleng cepat, “Tak perlu, itu berlebihan”

Yonghwa awalnya aneh namun selanjutnya ia memilih mengangguk. Menatap buku menunya, “Kau pesan apa?”

“Aku…” Taeyeon melirik pelayan itu sekilas, “Terserah Yonghwa-ssi saja”

“Baik”

Yonghwa beralih pada pelayan yang sudah siap dengan kertas dan penanya. Ia memesan makanan yang bahkan sering Taeyeon dengar. Membosankan. Tanpa mempedulikan Yonghwa,

Taeyeon memperhatikan si pelayan yang serius mencatat sampai pelayan itu pergi menuju bagian pemesanan.

“Kau tak akan menyesal. Makanan disini sangat nikmat” Yonghwa tersenyum, namun senyumannya memudar kala mendapati Taeyeon masih menatap arah kepergian pelayan tadi.

“Taeng”

“Ne?” Taeyeon mengerjap.

Yonghwa ikut melihat kearah pandangan Taeyeon tadi, “Wae? Apa yang kau lihat?”

“Eobso, Yonghwa-ssi. Saya hanya sedikit, ya sedikit melamun”

Namja itu kembali menatapnya, “Jangan memanggilku seformal itu. Aku sudah berusaha menghilangkan semua kekakuan diantara kita dengan memanggil nama kecilmu, jadi bisakah kau memanggil nama kecilku juga?”

Ternyata dia mudah dialihkan.

“Ah~” Taeyeon terkesiap lalu tersenyum paksa, “Akan kucoba”

Yonghwa masih setia tersenyum. Namja satu ini memang sangat ramah, tak peduli apapun, selalu saja tersenyum, “Baguslah”

Taeyeon mengangguk dan saat itu pula ingatannya kembali pada insiden pembentakan di telepon. Taeyeon belum minta maaf secara langsung, jika ayahnya tau maka habislah ia.

“Yonghwa-ssi. Ah~ maksudku Yonghwa-ya”

“Ne?” Yonghwa tampak sangat antusias,”Ada apa?”

Taeyeon berpikir sebentar, “Itu.. Atas kata-kata lancangku saat ditelepon, aku minta maaf”

Senyuman Yonghwa makin mengembang, “Jangan dipikirkan. Aku sudah melupakannya. Lagipula saat itu aku yang salah. Maaf”

Taeyeon mengerutkan dahi. Kenapa sekarang malah dia yang minta maaf? Jujur Taeyeon heran dengan sikap Yonghwa.

“Wae?”

Taeyeon menggeleng, “Tidak ada. Lupakan”

“Maaf menunggu lama” suara itu lagi, namun kali ini pelayan itu datang dengan meja dorong besi yang membawa pesanan Yonghwa. Sembari menunggu pelayan itu menghidangkan makanan diatas meja, Yonghwa terus mengajak Taeyeon bicara.

“Restoranku memiliki wine yang umurnya bahkan melampaui kita” ujarnya membanggakan diri sendiri, “Kau membawanya bukan?” dia bertanya pada pelayan itu.

“Ya, Tuan” jawab si pelayan, “Selamat menikmati hidangannya”

Pelayan itu membungkuk sopan dan berniat pergi ketika mendengar pertanyaan Yonghwa, “Kau pelayan baru?”

Yonghwa menatap seragam bagian dada kirinya, “Kau tak mengenakan tanda pengenalmu” selidiknya.

“Maaf, tuan. Saya hanya menggantikan Shim Changmin untuk malam ini”

“Shim Changmin itu suka sekali izin” gumam Yonghwa sebelum kembali menatap si pelayan, “Lalu siapa namamu? Walau hanya semalam kau juga harus mengenakan tanda pengenal”

Pelayan itu kembali membungkuk, “Cho Kyuhyun imnida”

Tanpa sadar sedari tadi Taeyeon menahan napas. Yonghwa memang profesional sebagai pemilik restoran ini, tegas tanpa menakut-nakuti pekerja. Tapi disatu sisi Taeyeon khawatir pada Kyuhyun, ternyata namja itu melakukan berbagai pekerjaan disela-sela kuliahnya. Ya Tuhan.. dia pekerja keras.

“Baiklah Cho. Kau tetap disini sampai kami selesai” intruksi Yonghwa.

Taeyeon mengerjap, bagaimana bisa Yonghwa membiarkan Kyuhyun, ‘pacar bayarannya’ melihatnya sedang makan malam dengan namja lain?

Kyuhyun membungkuk. Sekilas ia menatap Taeyeon yang diam sedari tadi, dan ternyata gadis itu sudah lebih dulu menatapnya.

***

Taeyeon bernapas lega. Akhirnya sampai juga ia pada sesi makanan penutup. Sudah sejak tadi Taeyeon menahan diri untuk tidak beranjak dari tempat duduknya.

‘Ini bagai di neraka!’ pikirnya saat melihat Yonghwa masih dengan lahap menyantap kue tar berlumuran cokelat.

“Kau tidak makan?”

“Aku makan” jawab Taeyeon cepat, dan tanpa sadar memasukkan satu sendok besar kue kedalam mulutnya.

“Uhuk~” ia terbatuk saat ingin menelan kue itu, entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal ditenggorokkannya.

“Uhuk” Taeyeon melepas sendoknya dan beralih memijat dadanya. Mendadak disana terasa sesak.

Kyuhyun yang sejak tadi hanya diam, sontak mengusap pelan punggung Taeyeon, “Anda baik-baik saja?” tanyanya panik.

“Taeng, kau baik-baik saja?” Yonghwa tampak cemas dan segera beranjak kesamping tempat duduk Taeyeon.

Taeyeon menggeleng. Masih mengusap dadanya.

“Keluarkan. Coba muntahkan sebisamu” ujar Kyuhyun. Usapan yang tadi ia berikan dipunggung Taeyeon kini berubah menjadi tepukan kuat, mencoba membantu Taeyeon mengeluarkan kue yang membuatnya tersedak.

“UHUK” satu batukan keras menandakan Taeyeon berhasil mengeluarkan kue jahanam yang ingin merenggut nyawanya, dan saat itu pula benda mungil berkilauan terselip disana. Taeyeon mengatur napas, mencoba memperjelas penglihatan akan benda mungil itu.

“Cincin?” lirihnya.

“Maaf. Aku hanya ingin memberikan kejutan untukmu, tapi malah begini. Maaf” sesal Yonghwa.

Taeyeon mengepalkan tangan, matanya menyalang pada namja itu, “Kau ingin membunuhku?!”

“Bukan begitu, Taeng-ah. Maaf. Aku hanya ingin membuat kejutan”

“Kejutan katamu? Jika aku mati kau masih menganggap ini kejutan?!” teriak Taeyeon tanpa ditahan.

Kyuhyun berniat tidak ikut campur, tapi ia mencoba melerai, “Sudahlah, dia tidak sengaja”

Taeyeon beralih padanya, “Kau ikut membantunya membuat kejutan hina ini?”

“Apa salahnya? Menyelipkan cincin di kue adalah hal romantis yang pernah ada. Kau tidak pernah melihat trik ini di drama atau manapun?” balas Kyuhyun.

“Cih! Kalian sekumpulan pria tolol yang tak berotak. Cara murahan seperti itu diikuti. Drama dan apapun itu hanyalah settingan dan sekarang sama saja kalian menyettingku untuk mati. Aku hampir mati! Dan kau masih menganggap itu hal yang romantis?”

“Itu diluar rencana, Tae. Maaf”

“Kenapa malah kau yang minta maaf?”

“Jadi aku harus bagaimana?” bentak Kyuhyun mulai tersulut.

Yonghwa mendorong bahu Kyuhyun, “Berani sekali kau membentaknya” Kyuhyun tersadar akan posisinya dan segera menunduk.

“Kau sangat lancang. Malah tadi kudengar kau bicara tak sopan padanya”

“Maaf. Saya tak bermaksud, tuan” Kyuhyun membungkukkan tubuhnya.

“Sadarlah kedudukanmu, Cho-ssi” hardik Yonghwa.

“Baik, tuan” Kyuhyun membungkuk lagi dan pergi meninggalkan dua orang itu disana.

“Kau memarahinya??” tanya Taeyeon tajam.

“Dia sudah tidak sopan padamu” bela Yonghwa.

“Tetap saja kau yang salah!” Taeyeon kembali berteriak. Beruntung di restoran ini tak ada orang lain selain pelayan-pelayan yang siap menerima perintah, jadi ia leluasa untuk melakukan apa saja, termasuk berteriak.

“Jika kau tak merencanakan ini, tenggorokanku tak akan sesakit ini karena benda terkutuk ini!” Taeyeon mengacungkan cincin putih itu keudara, lalu membuangnya tanpa hati. Ia meraih tasnya dan beranjak, “Aku semakin kesal padamu. Jangan menemuiku untuk beberapa waktu kedepan”

Taeyeon pergi dengan hentakkan heels yang cukup kuat.

“Arghh! Apa yang sudah kuperbuat??” erang Yonghwa frustasi.

***

Taeyeon mengeratkan syal yang melingkar dilehernya serta membenarkan letak kacamata hitam nya saat tatapan orang-orang yang ia temui terus mengarah padanya. Bukan orang-orang itu yang aneh tapi dirinya yang salah. Masuk kegedung fakultas lain, ditambah ini pertama kalinya ia terlihat berkeliaran ditempat yang tidak penting. Tapi sekarang, justru hal terpentingnya itu berada disini dan itu cukup beresiko. Mau bagaimana lagi? Ini cara terakhir yang bisa Taeyeon lakukan untuk mencari Kyuhyun.

Namja itu sudah beberapa hari ini tak terlihat. Bahkan nomor ponselnya tak bisa dihubungi. Taeyeon sudah mendatangi bar tempat biasa namja itu bekerja selama empat malam berturut-turut dan hanya bisa menemukan Kim Myungsoo. Dan lebih parahnya lagi bukan kemajuan yang ia temui, malah Myungsoo dan Jiyeon yang hanyut dalam dunia mereka berdua seolah tak mau diganggu. Jadi sekarang jika Taeyeon mencari Kyuhyun dikelasnya mungkin itu tak salah. Begitulah menurutnya.

“Kim Taeyeon?” satu suara terdengar menyentakkan Taeyeon dari aktifitas menyamarnya.

“Ah~ kenapa?” tanya Taeyeon seraya memberanikan diri menatap namja yang menghalangi jalannya.

“Kau yang kenapa? Ada apa kemari? Bukankah kelasmu di gedung sebelah?”

“Ah~” Taeyeon kelabakan, bingung harus menjawab apa. Namun pada saat itu pula Taeyeon menangkap bayangan gadis yang akrab dengan Kyuhyun, “Krystal” ujarnya seraya berlalu mengejar Krystal sebelum gadis itu menghilang.

“Krystal? Kapan mereka saling mengenal?” gumam namja itu heran.

***

“KRYS” Taeyeon berteriak cukup keras, membuat gadis didepannya menghentikan langkah dan berbalik mengahadapnya.

Krystal mengerutkan dahi, “Kim Taeyeon?” tanyanya, terlebih pada dirinya sendiri.

“Akhirnya kau berhenti juga” ujar Taeyeon saat sudah berada didepan Krystal, napasnya sedikit tersengal akibat berlari.

“Seorang Kim Taeyeon mencariku. Wow. Ada apa ini?” ucapan Krystal sedikit banyak bermaksud mencibir. Dengan tangan terlipat di depan dada, gadis itu sangat menyebalkan untuk Taeyeon.

“Oh ayolah. Tak bisakah kau santai sedikit saja?” balas Taeyeon.

“Bagaimana aku bisa santai jika masalahnya sekarang kau menemuiku”

“Apa salahnya seorang Kim Taeyeon menemuimu?”

“Untuk orang biasa seperti kami, jika berhadapan denganmu itu tandanya ma-sa-lah”

“Mwo?”

“Lupakan. Ada apa kau mencariku?” tanya Krystal menghentikan basa-basinya.

“Ah~ itu. Apa kau tau dimana Kyuhyun akhir-akhir ini?” Taeyeon menatapnya lekat-lekat.

“Kenapa? Merasa kehilangan?” sinis Krystal.

Gadis itu benar-benar, umpat Taeyeon dalam hati.

“Aku tau aku lancang menanyai keberadaan kekasihmu. Tapi mau bagaimana lagi, dia kekasihku juga sekarang” balas Taeyeon puas.

“KAU!” Krystal menggeram tertahan.

“Aku tak mau berkelahi denganmu disini, terlalu mudah ditangani. Kau tau bukan aku ahlinya bela diri” ujar Taeyeon santai. Menyombongkan diri cukup menyenangkan.

Krystal mencebik, “Ya, aku tau”

“Maka dari itu jangan persulit dirimu sendiri. Katakan dimana Kyuhyun. Jika perlu berikan aku alamat rumahnya”

“Bermimpi saja kau nona-keras-kepala” Krystal berniat membalikkan badan. Tapi tangan Taeyeon dengan sigap menghalangi pergerakannya.

“Akh! Lepaskan” ringis Krystal merasakan nyeri dibagian lengannya.

“Aku sudah memperingatkanmu. Aku ahli dalam hal bela diri. Meremukkan tulang kecilmu ini sangat mudah” ucap Taeyeon seraya memperkeras cekalannya.

“OMO! YA! Baiklah-baiklah. Lepaskan dulu cekalanmu”

Taeyeon menurut.

“Dasar gadis gila” umpat Krystal. Taeyeon hanya mengedikkan bahu. Tanpa pikir panjang, Krystal segera mengambil pena, menuliskan sesuatu dihalaman kosong buku yang kebetulan dibawanya.

“Ini” Krystal menyerahkan secarik kertas itu pada Taeyeon dan Taeyeon menerimanya, “Jangan mencariku lagi” ucapnya seraya berbalik meninggalkan Taeyeon sebelum gadis itu kembali mencekalnya.

“Tak akan!” teriak Taeyeon.

“Persetan denganmu” masih sempat-sempatnya Krystal membalas.

Taeyeon hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala, “Kumaafkan. Untuk sekarang makianmu kuanggap angin lalu karena kau berbaik hati memberikan alamat rumah kekasihmu padaku” ujar Taeyeon masih menatap punggung Krystal sampai menghilang.

***

Taeyeon diam sejak tadi, pikirannya entah kemana dan membuat sang ibu yang sejak tadi duduk di sampingnya mengalihkan tatapan.

“Kenapa?” tanya Soeun.

“Tidak” lirih Taeyeon tanpa mau menghentikan lamunannya.

“Sudah meminta maaf pada Yonghwa?”

Taeyeon menghela napas dan untuk pertanyaan kali ini sukses membuat lamunannya buyar, “Kenapa Taeng yang harus minta maaf. Kenapa?” rajuknya.

Soeun tersenyum, mencubit pipi Taeyeon sekilas, “Kau sudah membentaknya lagi. Aigo~ masih mau bertanya kenapa?” Soeun menggelengkan kepala untuk kemudian kembali menatap majalah dipangkuannya.

“Dia hampir membuat nyawaku melayang, eomma dan eomma ingin aku yang meminta maaf padanya? Aturan darimana itu?” ujar Taeyeon kesal.

“Dia hanya ingin melakukan hal yang disebut romantis, nak. Lagipula eomma lihat dia tulus meminta maaf padamu. Coba kau bayangkan. Mana ada namja yang meminta maaf datang kerumah membawa serta orang tuanya?”

“Dan itu buka acara ‘meminta maaf’ yang eomma pikirkan. Taeng tau eomma dan appa malah membicarakan soal pernikahan”

“OMO! Darimana kau tau?” Soeun menatap Taeyeon lekat, “Bukankah kau tak mau keluar kamar malam itu?”

Taeyeon memutar bola matanya malas, “Pembicaraan klasik, eomma. Otak Taeng sudah tau arahnya kemana saja jika dua Nyonya besar dipertemukan”

Soeun tersenyum lembut, “Ternyata anak eomma begitu pintar. Cepatlah lulus, nak. Dan berikan eomma cucu, eoh?”

“Aish! Eomma sama saja. Taeng ke kamar”

Tanpa menunggu jawaban, Taeyeon segera beranjak dan berlari menuju kamarnya.

“YA!” seru Soeun saat melihat punggung Taeyeon sudah menjauh, “Dasar anak itu”

***

Dengan berbagai alasan, akhirnya sore ini Taeyeon dapat keluar dari rumah mewahnya. Sedikit memelas pada sang ibu dan itu masih ampuh hingga sekarang. Ibunya tak akan bisa menolak wajah memelas Taeyeon dan seketika itu pula izin diberikan. Padahal Taeyeon masih mengingat pesan sang ayah untuk ibunya agar tak memperbolehkan Taeyeon keluar rumah setelah pulang kuliah.

“Baiklah. Sekarang dimana alamat ini berada” Taeyeon memanfaatkan GPS yang terpasang di mobilnya untuk mempermudah perjalanannya.

***

Hampir setengah jam perjalanan Taeyeon tiba disalah satu gang yang cukup sepi. Mobilnya tak bisa melaju cepat karena jalan yang dilalui semakin menyempit. Bahkan sampai tak bisa dilewati lagi. Kawasan perumahan ini lebih seperti pemukiman orang-orang kalangan… bawah?

“Tempat apa ini?” tanyanya pada diri sendiri, “Apa disini tempatnya?”

Taeyeon memeriksa GPS-nya lagi, “Benar disini. Tapi yang mana?” Taeyeon memperhatikan sekitar dan memutuskan keluar dari mobil.

“Agassi. Jika anda ingin masuk maka mobilnya tinggalkan saja. Mobil tak bisa lewat” seorang wanita paruh baya yang kebetulan melintas memberitahu Taeyeon.

“Kamsahamnida, ahjumma” ucap Taeyeon sopan. Wanita itu mengangguk dan berniat pergi.

“Tapi ahjumma” Taeyeon menghalangi niatan wanita paruh baya itu.

“Ne?”

“Maaf sebelumnya. Saya ingin bertanya. Apa alamat ini benar berada disekitar sini?” tanya Taeyeon seraya menunjukkan secarik kertas-pemberian Krystal-pada wanita paruh baya itu.

“Benar” jawabnya setelah memeriksa alamat yang tertera disana.

Taeyeon tersenyum lega, “Ah~ begitu. Jika boleh tau untuk sampai dialamat ini harus lewat jalan mana ya?”

“Tak ada jalan lain selain ini, agassi. Jadi kau lurus saja. Alamat itu dekat dari sini jadi tak masalah jika kau berjalan kaki” ujarnya, “Dari sini kau lurus, lalu belok kanan, lurus lagi dan tepat diujung jalan kau akan melihat bangunan bertingkat. Disanalah tempatnya” jelas wanita itu.

“Bangunan bertingkat? Ah~ kamsahamnida ahjumma” ujar Taeyeon membungkuk dua kali.

“Ne” balas wanita itu seraya meminta diri, kembali berjalan.

“Lurus lalu belok kanan, diujung jalan bertemu dengan bangunan bertingkat” monolog Taeyeon sebelum melangkah. Ia tak akan membuang-buang waktu.

***

Mata Taeyeon terus mengedar, mencocokkan alamat yang tertera di kertasnya dan saat menemukan bangunan diujung jalan, langkahnya terhenti.

“Bangunan bertingkat. Apa ini?” lirihnya hampir tak bersuara.

Mata Taeyeon tak berkedip menatap bangunan yang agak jauh di depannya itu, “Memang bertingkat. Tapi…” ia sedikit kehilangan suaranya, “…tapi seperti bangunan tak layak huni” sambungnya.

Lama Taeyeon terdiam ditempatnya berdiri, “Apa Cho Kyuhyun tinggal disalah satu ruangan itu?” langkahnya kembali terayun untuk menatap lebih jelas bangunan bertingkat yang wanita paruh baya tadi sebutkan.

“Ya Tuhan” Taeyeon tak sengaja menjatuhkan secarik kertas yang sejak tadi ada ditangannya guna menutup mulut. Taeyeon tak pernah melihat bangunan kusam hampir runtuh seperti itu dengan mata kepalanya langsung dan Taeyeon juga belum pernah menginjakkan kaki dilingkungan kumuh yang ada di sekitarnya sekarang. Belum pernah dan ini pertama kalinya.

“Tempat apa ini sebenarnya?” ujar Taeyeon berbisik dan pada saat itu pula matanya menangkap bayangan Kyuhyun yang berada diatap bangunan bertingkat itu, tampak tengah menjemur pakaian.

“Astaga” Taeyeon segera membalikkan tubuh sebelum namja itu tau keberadaannya.

“…Di dunia ini tak ada yang namanya makan cinta” mendadak ucapan sang ibu kembali terngiang ditelinga Taeyeon.

“Lagipula dikehidupan modern seperti sekarang yang dibutuhkan hanya uang. Cinta nomor sepuluh, bahkan mungkin terakhir dalam kehidupan ini”

“Benar. Itu baru makan. Belum lagi kebutuhanmu yang lain. jika memilih namja miskin kau tak akan bisa hidup nyaman. Di dunia ini tak ada yang namanya makan cinta. Mati kelaparan jika kita makan cinta, sayang”

“Di dunia ini tak ada yang namanya makan cinta”

“Di dunia ini tak ada yang namanya makan cinta”

Taeyeon menutup telinganya saat bisikan-bisikan itu terus terdengar. Napasnya memburu dan perasaan gelisah mulai menyerangnya. Mencoba menetralkan napasnya, pemikiran yang lain mulai masuk kedalam otak Taeyeon.

“Benar. Tak akan bisa hidup jika aku mementingkan cinta” ucap Taeyeon melepas tangkupannya ditelinga dan menatap kembali kebelakang.

“Aku tak bisa membayangkan jika tinggal ditempat ini” mulutnya berkata demikian namun sebagian kecil hatinya membiarkannya tetap disana. Ini aneh.

“Tidak bisa” Taeyeon menggeleng kuat, “Aku tidak ditakdirkan untuk tinggal disana”

“Tidak, tidak, tidak” Taeyeon menggelengkan kepalanya makin kuat kemudian mulai berjalan tergesa-gesa agar bisa segera keluar dari lingkungan itu.

***

Kyuhyun memperhatikan ponselnya lagi, ini sudah lebih dari dua puluh kali ia lakukan.

“Sudah cukup cutinya, bukan?” Myungsoo tiba-tiba masuk keruang ganti karyawan.

“Hm” Kyuhyun menanggapinya malas seraya mengantongi ponselnya.

“Lagipula kau aneh. Baru cuti beberapa hari, nona kaya itu mencarimu mati-matian” ujar Myungsoo heran.

“Siapa?” tanya Kyuhyun.

“Siapa lagi kalau bukan Kim Taeyeon. Aku lihat dia tidak main-main denganmu” jawab Myungsoo seperti menyelidik.

Kyuhyun hanya tersenyum miris.

“Tapi berita yang kudengar dari Jiyeon…”

“Kalian disini” suara Changmin terdengar, memutus kalimat Myungsoo yang belum selesai.

“Kenapa kau disini? kabur lagi dari pekerjaanmu?” perhatian Myungsoo sudah teralihkan.

“Aku tidak izin kerja. Kali ini restorannya benar-benar tutup untuk beberapa hari kedepan. Dan untukmu, Kyu” Changmin mengeluarkan amplop dan memberikannya pada Kyuhyun, “Maaf baru bisa memberikannya sekarang”

Kyuhyun belum menerimanya, malah memandangi Changmin dan amplop itu bergantian, “Apa ini?” tanyanya.

“Bayaran karena telah menggantikanku malam itu. Gajinya baru kudapat” jawab Changmin.

“Ah~” Kyuhyun mengangguk dan menerima amplop itu ketika dirasa isinya cukup tebal, “Bukankah ini terlalu banyak?” tanyanya.

“Anggap saja bonus. Bosku sedang bahagia sekarang” Changmin tersenyum lebar.

“Bahagia kenapa? Tadi kau bilang restorannya tutup. Mana ada bos yang bahagia kala restorannya tutup” sahut Myungsoo tiba-tiba.

Changmin memberinya seringaian, “Bosku bertunangan malam ini. Sebagai rasa bahagianya dia memberikan gaji bonus terlalu banyak untuk kami dan menutup restorannya beberapa hari. Bukankah itu berita baik?” jelasnya.

“Ah~ Beruntungnya kau” tanggap Myungsoo menepuk bahu Changmin. Tapi mereka melupakan satu orang yang tampak tak percaya dengan pernyataan Changmin barusan.

“Bertunangan?” tanya Kyuhyun pelan. Walaupun begitu Changmin mendengarnya. Namja itu mengangguk.

Changmin mengerling arlojinya, “Acaranya mulai beberapa jam lagi. Diantara kalian ada yang mau membantuku melayani tamu disana? Bayarannya perjam, dan kujamin kalian tak akan menyesal ikut denganku”

“Sepertinya menarik. Apa tak bisa kami berdua ikut?” tanya Myungsoo dengan telunjuk menunjuk pada dirinya dan Kyuhyun.

“Yang jadi bartender siapa?” koreksi Changmin.

“Tenang. Masih ada Wooyoung dan yang lain. Mereka cekatan” jawab Myungsoo.

“Baiklah. Kita kerja kesana” sahut Changmin bersemangat.

Sedari tadi Kyuhyun tak menanggapi ucapan dua orang temannya itu dan lebih memilih menghubungi nomor Taeyeon. Namun bukannya Taeyeon yang menjawab, tapi suara operator yang menyapanya.

“Shit!!”

***

Taeyeon mengamati pantulan dirinya dicermin, dan sungguh ia merasa dirinya benar-benar cantik malam ini padahal perias tadi hanya memoleskan make-up serta lipstik yang tidak terlalu tebal.

“Lihat anak eomma. Aigo~ Cantik sekali” puji Soeun mengusap lengan Taeyeon lembut.

Taeyeon hanya tersenyum menanggapinya.

Kimbum ikut bergabung dengan Taeyeon dan Soeun dikamar rias, “Itu baru anak appa. Appa senang kau bisa menerima pertunangan ini tanpa syarat, sayang”

Taeyeon lagi-lagi tersenyum, lemah, seakan sudah pasrah dengan jalan hidupnya yang berada ditangan orang tuanya. Mungkin ini takdir.

“Kapan keluarga Jung datang?” tanya Taeyeon berusaha bersikap wajar.

Kimbum menatap arlojinya, “Dua jam lagi, mungkin kurang”

“Lihatlah ini. Anak eomma tak sabaran sekali, eoh?” goda Soeun.

Menanyakan kedatangan keluarga Jung-keluarga Yonghwa-bukan berarti Taeyeon begitu bersemangat dengan acara pertunangan ini, justru ia tak berminat sama sekali,  hanya ingin mencuri waktu walau sedikit. Ayolah, pikirannya butuh ketenangan.

“Jika begitu Taeng keluar dulu eomma, appa” Taeyeon bangkit.

“Tapi…” Kimbum menghadang jalan Taeyeon.

“Taeng tak akan kabur, appa” ucap Taeyeon menambahkan.

“Kimbum-ah. Jangan paksa anakmu. Dia butuh ketenangan sebelum calon suami dan mertuanya datang. Dia hanya ingin menghirup udara segar sebelum saat menegangkan itu tiba” ujar Soeun memihak anaknya, untuk kali ini.

Dengan ragu, Kimbum mengalah. Ia menyingkir dan membiarkan Taeyeon berjalan melewatinya menuju pintu kamar.

Soeun mendekat pada suaminya, “Jangan terlalu keras pada anakmu sayang” ujarnya lagi saat Taeyeon sudah menjauh dari kamar.

Kimbum balas menatapnya dengan sedikit kekhawatiran disana, “Kau lihat senyumnya tadi? Terlalu dipaksakan, dan itu yang membuatku sulit mempercayainya”

“Itu biasa, sayang. Tapi aku yakin dia tak akan kabur” Soeun menenangkannya.

Kimbum menghela napas, “Baiklah. Aku mempercayai instingmu kali ini”

***

Taeyeon sengaja membawa dirinya keatap dan membiarkan angin malam yang dingin menerpa tubuhnya. Ia sungguh bersinar ditengah gelapnya malam dengan gaun periwinkle itu. Namun wajahnya muram. Tak ada kebahagiaan sama sekali.

Taeyeon mendekat ke pagar pembatas yang berukuran setengah tinggi tubuhnya dan melihat banyak orang dibawah sana tengah mempersiapkan semuanya. Ia tersenyum miris. Mengasihani diri sendiri.

“Sebentar lagi…” lirihnya.

“Anda disini?”

Suara itu. Taeyeon mengerjap, hatinya menghangat. Ia berbalik ke sumber suara. Dan benar saja, didekat pintu rooftop sosok Kyuhyun berdiri tegap, tengah menatapnya begitu lekat.

“Kau masih hidup?” kata Taeyeon kecut lalu kembali menatap kebawah, mengabaikan namja itu.

“Beruntungnya aku masih bisa berada disini” jawab Kyuhyun. Melangkah mendekati Taeyeon dan berhenti tepat satu meter disamping gadis itu.

“Hilang tanpa jejak selama beberapa hari dan melihatmu selamat itu merupakan suatu keganjilan” sindir Taeyeon.

Kyuhyun tersenyum, “Ayolah nona. Bercandamu terlalu menyakitkan”

Taeyeon tak menanggapi, matanya terus menatap kebawah. Ternyata rooftop bukanlah tempat yang tepat untuk menenangkan diri. Karena kehadiran Kyuhyun, hatinya makin berkecamuk.

“Kenapa kau disini?” tanya Taeyeon kemudian.

“Karena kau tak bisa dihubungi”

“Kau mencemaskanku?”

“Hm” jawab Kyuhyun dengan ekspresi terlampau tenang.

“Itulah yang kemarin aku alami saat tau nomormu tak bisa dihubungi. Itu kemarin~” ucap Taeyeon berusaha tersenyum. Sebuah senyuman mengejek untuk tindakan bodohnya sendiri, itu kemarin. Dan sekarang, “Aku sudah ganti nomor ponsel”

Kyuhyun menatap Taeyeon, “Kau sungguh akan bertunangan?”

“Hm” jawab Taeyeon, “Terlalu bahaya jika terus berada didekatmu” sambungnya dengan kekehan menyakitkan.

Kyuhyun ikut tertawa dipaksakan, “Kenapa cepat sekali? Bahkan aku belum merasa menjadi kekasih bayaranmu yang sesungguhnya”

“Aku tau” jawab Taeyeon, “Walau cepat, aku akan tetap membayarmu. Berikan nomor rekeningmu setelah ini. Aku akan mengirimkan uangnya”

Kalimat itu begitu lancar keluar dari mulut Taeyeon. Tak tahukah ia kalau perasaan Kyuhyun sedikit terendahkan dengan adanya uang diantara perbincangan mereka. Kyuhyun tau Taeyeon bukan tipe orang yang suka mempedulikan perasaan orang. Itu bukan salahnya juga.

Setelah menarik napas pasti, Taeyeon perlahan melangkah menjauhi pagar pembatas, “Selamat tinggal” ucapnya untuk terakhir kali.

Kyuhyun tertegun. Hanya sesaat, karena saat Taeyeon hampir melewatinya tangan Kyuhyun dengan cekatan menggenggam pergelangan tangan Taeyeon. Taeyeon terdiam, tangannya terkepal menahan perasaan aneh yang mendadak timbul akibat genggaman tangan Kyuhyun.

“Kau nona kaya yang tidak bisa bersikap” ucap Kyuhyun tak mempedulikan kesopanannya lagi.

Taeyeon mengerutkan dahi dan menatap marah mata Kyuhyun, “Apa maksudmu?”

Kyuhyun balas menatapnya, bibir itu untuk pertama kalinya terangkat membentuk seringaian, “Jika kau ingin mengucapkan salam perpisahan, setidaknya lakukan dengan benar”

“..Seperti ini!” Kyuhyun menyentakan tangan Taeyeon kearahnya. Mata Taeyeon membelalak dan tubuhnya menegang. Bibir Kyuhyun mendarat di bibirnya. Bibir hangat itu. Ya Tuhan! Kyuhyun menciumnya.

To be continue…

Advertisements

44 comments on “[FREELANCE] Find Of Happiness (Chapter 5)

  1. Aaaaaa daebak!!! Lagu seru2nya baca ehhh TBC, bikinn gregett.. Sweettttnya kyutaee omooo :V hadohhh next thor fightingg!

  2. Oh tebese
    aku setuju sma maknya tae “tidak ada yang namanya makan cinta didunia ini” heol daebak bukannya matre atau apalah tpi itu faktanya, *elaah
    next cpet update ya Thor Fighting

  3. moga aja pertunangan mereka gagal terus taeyeon sama kyuhyun. please endingnya harus happy dan pasti kyutae hahaha next chap ditunggu 🙂

  4. wahhh seru,,,sayangnya updatenya trlalu lama jdi agak lupa crita sebelumnya. happy ending aja utk kyutae… kyutae jjang.

  5. Moment kyutae nya gag ada….
    Taeyeon kok gitu ama kyuhyun, happy ending ya thor…..
    Ditunggu kelanjutannya….

    Fighting

  6. Thor keren aku suka bgt chap ini apalagi gra2 aksi tiba2 dari Kyuhyun omg Daebakk.
    Thor next chap keep writing and Fighting!!!

  7. bener2 tae keke udah diujung jalan pake hidup tak cukup dg cinta goyah deh tp q sneng 8jarna taeng cwe biar ga ngejar cwo dulu biar kyu yg ngejar taeng ya kan … moment tersedak cincin itu jleb bgt kata” taeng yong ama kyu kena semprot abis2n sbar yah dtggu next selaluu

  8. udh nunggu bgt kelanjutan ff ini,. tapi kenapa athor kenapa ko part ini agak pendek ya beda sama chapt” sebelumnya,. itu endnya nanggung bgt,. cepetan di update next chaptnya athot ditunhhu bgt ya

  9. Kalo pertunangannya jadi kasian kyuhyun. Semoga aja pertunangannya batal gitu
    Yeay kyu cium taeyeon kkk
    Next ditunggu ^^
    Fighting!

  10. Huwaaa, taeyeon mw tunangan?? Gak salah???, jangan deh thor, mending taeyeon ama kyuhyun aja yaaa, jebal..
    Keliatanya kyuhyun udh mulai suka deh ama taeyeon, soal ny dia main nyosor aja…
    Next thor, yg cepet yaaa, lumutan nunggu kelanjutan ni ff..
    Fighting author…

  11. Aaaaa gregeett gregeettt, waaa taeng kiss sm kyu wkwkw. Awas ada yg liat ntar bahaya whahaha. Kyu sm tae aja pliss wkwkw. Ditunggu buat next chapternya ya thor yaaa hwaitinggg😘💓💞💞💞💞💞

  12. ngakak, lucu pas taeng nyari kyuhyun trus inget kata2 ibunya wekeeke
    Iiiih kijil cium2 aja/?
    Great thorrrr
    Tp kependekan ah/? Wekeeke
    Next ditunggu yayyy

  13. Pingback: [FREELANCE] Find Of Happiness (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  14. aaa kyuhyun nyium tae..
    kyutae momentnya kurang thor
    makin seru ceritanya
    next chap jangan lama” ya thor, ditunggu bnget fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s