Always (Sequel Look At Me!)

Always poster

Title : Always

Author : IrsaLiwaKim

Length : Oneshoot

Rating : PG15

Main Cast : GG’s Kim Taeyeon , Lu Han

Supporting Cast : EXO ‘s Oh Sehun , GG’s Tiffany Hwang, Kim Hayeon (Taeyeon’s Sister)

Desclaimer : Semua Cast adalah milik Tuhan yang Maha Esa , Orang tua mereka , dan agensi mereka masing. The Storyline purely is mine, Jika ada kesamaan, itu tidak disengajakan. Don’t be a PLAGIATOR!

Credit Poster : School Art Design-Yyuchan Graphics

‘’ Taeyeon’’ Panggil Luhan saat gadis yang sekarang resmi menjadi yeojachingu nya itu hanya diam menatap lesu ke arah makanan yang ada di hadapan nya.

‘’ Wae ? ‘’ Jawab nya lemas.

‘’ Kau kenapa? Kau sakit ? ‘’ Tanya Luhan yang kini mulai terlihat khawatir.

‘’ Ah, aku tidak apa apa ‘’ Sahut Taeyeon kemudian tersenyum. Walaupun senyum nya terlihat agak sedikit di paksakan.

‘’ Kau tidak membohongi ku kan ? ‘’

‘’ Tidak Luhan-ah. Aku mau ke kelas dulu,seperti nya bel masuk sebentar lagi berbunyi .’’ Setelah itu,Taeyeon bangkit berdiri dan segera pergi menuju ke kelas nya dan meninggalkan Luhan yang masih duduk dengan mata nya yang menatap heran kepergian Taeyeon yang sudah berjalan jauh di depan nya.

Lalu tanpa berpikir panjang ia segera berdiri dan ikut menyusul Taeyeon. ‘’ Aku tak percaya saat dia mengatakan kalau dia tak apa apa. ‘’

.

Taeyeon berjalan lemas sambil menunduk kan kepala nya. Entah lah, badan nya terasa sangat lemah hanya untuk mengangkat kepala nya.

‘’ Taeyeon ? ‘’

Taeyeon yang merasakan seseorang berada di hadapan nya mencoba untuk mendongak walaupun ia sedikit malas. Dan kini yang ia lihat di hadapan nya adalaH Sehun yang menatap nya dengan mimik wajah khawatir.

‘’ Eoh Sehun. Ada apa ? ‘’ Taeyeon kali ini mencoba kembali tersenyum, namun lagi lagi senyum nya terlihat di paksakan.

‘’ Tidak. Hanya bingung melihat mu berjalan sempoyongan dengan kepala yang tertunduk. Ada apa? Luhan menyakiti mu ? ‘’ Tanya Sehun yang kini lebih terlihat khawatir.

Taeyeon tersenyum tipis, kemudian menggeleng kan kepala nya pelan ‘’ Aniyo ‘’

‘’ Lalu kau kenapa? Kau sakit ? ‘’ Setelah mendengar pertanyaan Sehun, yang Taeyeon rasakan kini punggung tangan milik Sehun yang mendarat pelan di dahi nya.

Sehun kemudian menarik kembali tangan nya ‘’ Kau seperti nya demam. Mau ke UKS? ‘’

Taeyeon lagi lagi menggeleng lemah ‘’ Gwenchana Sehun-ah. Aku mau ke kelas saja. ‘’

‘’ Kau ini keras kepala sekali , lebih baik kau istirahat dulu di UKS , ne ? ‘’ Sehun sedikit tersentak saat tangan Sehun yang mencoba menggapai tangan Taeyeon tiba tiba harus di tepis kasar oleh Luhan yang kini sudah berada di sebelah Taeyeon. Dengan sigap Luhan menggenggam erat telapak tangan sebelah kiri Taeyeon.

Sedetik kemudian Sehun menatap Luhan geram dengan tangan nya yang menggepal di bawah sana. Luhan membalas tatapan Sehun dengan tatapan menantang. Terselip pandangan tak suka dari kedua nya.

Semenjak Sehun mengetahui Taeyeon dan Luhan berpacaran membuat nya patah hati. Sangat. Semenjak itu pula ia seperti menjaga jarak dengan Luhan.

Luhan yang merasakan Sehun menjauhi nya tentu saja paham. Sehun lelaki, begitu pula dengan nya ,tentu lah ia paham apa yang membuat Sehun menjauhi nya , Sehun mempunyai perasaan lebih pada kekasih nya. Taeyeon.

Pernah suatu kejadian dimana saat itu mereka sedang melakukan Rapat Osis dan tentu saja saat itu Taeyeon,Luhan,dan Sehun berada dalam ruangan itu.

Melihat Taeyeon dan Luhan yang duduk bersebelahan dan terlihat sangat –Ehm – Romantis membuat Sehun kesal. Kekesalan nya bertambah saat ia sedang menerangkan tentang acara Class Meeting kemarin dan melihat Taeyeon dan Luhan sama sekali tak memperhatikan apa yang ia bicarakan. Mereka malah asik besenda gurau bersama.

Yang ia lihat saat itu benar benar menguras semua amarah nya sampai ke ubun ubun. Saat rapat itu masih berlangsung, Sehun berniat pergi ke ruangan guru dan terbesit ide cemerlang nya untuk mengajak Taeyeon pergi dengan nya menuju ke ruangan guru.

Taeyeon saat itu menurut saja. Luhan tentu tau Sehun sengaja untuk mengajak Taeyeon. Yang terbesit di pikiran nya saat itu adalah ‘Kenapa dia tidak pergi sendiri saja ?‘
Dengan sigap ia berdiri sebelum Taeyeon berdiri dari bangku nya. Dan ia mengatakan ia yang akan pergi ke ruangan guru bersama Sehun ‘Biar aku saja yang menemani mu ‘

Sehun menggepal kan tangan nya erat saat Luhan berkata demikian, ia tentu menolak dan tetap kekeuh mengajak Taeyeon ‘Tidak perlu. Aku bersama Taeyeon saja ‘

Dan Yah, Kalian semua tau apa kelanjutan nya ya kan ? Mereka berdua lalu terlibat perdebatan di ruangan itu, antara Sehun yang tetap pada pendirian nya untuk mengajak Taeyeon, dan Luhan yang tetap setia mengatakan kalau ia yang akan menemani Sehun dan tidak membiarkan Taeyeon pergi bersama Sehun.

Kalian tau akhir nya seperti apa? Yeah, dan pada akhir nya Taeyeon sendiri yang memutuskan untuk pergi sendirian. Tanpa di temani Sehun atau pun Luhan.

Okey, Back to Stories.

‘’ Luhan ‘’ Gumam Taeyeon pelan saat melihat Luhan di sebelah nya. Luhan yang tadi masih membalas tatapan tajam Sehun segera menoleh ke arah Taeyeon dan tersenyum tampan.

‘’ Kajja kita ke kelas ‘’ Ujar Luhan kemudian.

Taeyeon mengangguk lemas kemudian menoleh ke arah Sehun sebentar dan tersenyum manis ‘’ Sehun-ah, Aku duluan ne ‘’

Kekesalan Sehun terasa luntur seketika saat melihat Taeyeon tersenyum sangat manis pada nya membuat nya mengalah membiar kan Luhan dan Taeyeon pergi meninggalkan nya.Saat Luhan melewati Sehun, Luhan tampak sengaja menubruk pundak nya dengan pundak milik Sehun.

Sehun menghembus kan nafas nya kasar,dan mulai berjalan menuju kelas nya yang berlawanan arah dengan kelas milik Taeyeon dan Luhan.

.

‘’ Sehun bicara apa dengan mu ? ‘’ Tanya Luhan lembut

‘’ Ah,dia hanya bilang lusa kita akan ada rapat lagi. ‘’ Jawab Taeyeon berbohong yang dipercaya begitu saja oleh Luhan.

Tuan Lu, sepertinya kau sangat mudah di tipu oleh orang.

‘’ Baiklah ‘’

‘’ Rapat tentang apa ? ‘’ Lanjut Luhan, Taeyeon terlihat berpikir keras untuk menjawab pertanyaan kekasih nya ini.

‘’ Mo – molla . Dia hanya bilang seperti itu saja ‘’

‘’ Oh, Arraseo ‘’

0oo0

Sepanjang pelajaran berlangsung,Taeyeon benar benar tak bisa berkonsentrasi. Kepala nya selalu berdenyut denyut. Ia merasakan pusing yang sangat sangat membuat nya kepala nya berputar. Tangan nya sesekali memijit dahi nya yang juga terasa pusing.

Ia benar benar kehilangan konsentrasi. Ia tak bisa mencerna jelas apa yang di jelas kan oleh sang guru yang sedang mengajar itu.

Ia menghelas nafas lega saat mendengar bel berakhir nya peljaran berbunyi. Tapi kelegaan nya bersifat sementara saat baru menyadari masih akan ada Park Songsaenim yang akan mengajar di kelas nya.

Ia kembali memijit kepala nya yang masih terasa pusing berharap pusing itu akan hilang. Tapi pusing nya tak kunjung hilang,tidak semudah membalik kan telapak tangan. Tentu saja.
Taeyeon yang malang.

.

‘’ Taeng-ah , Gwenchana ? ‘’ Taeyeon menoleh sebentar pada Tiffany,kemudian tersenyum tipis dan mengangguk pelan

‘’ Kau jangan menipu ku. Kau sakit lagi? Dari tadi aku lihat,kau sama sekali tak fokus dengan pelajaran ‘’ Raut wajah Tiffany berubah menjadi khawatir saat ia kembali melihat Taeyeon seperti menahan sebuah beban berat di kepala nya.

‘’ Kita ke UKS saja ne. Choi Songsaenim juga belum masuk,nanti aku yang akan meminta izin dari Choi Songsaenim ‘’ Taeyeon lagi lagi menggeleng. – Oh Nona Kim, kenapa kau sangat keras kepala –

‘’ Taeyeon-ah. Atau aku panggil kan Luhan saja ya ‘’ Saat Tiffany hendak berdiri dari bangku nya,Taeyeon dengan cepat mencekal pelan pergelangan tangan Tiffany membuat Tiffany menoleh segera ke arah Taeyeon. Taeyeon menggeleng ‘’ Jangan Fany-ah. Aku tidak apa apa, sungguh ‘’

‘’ Taeng ‘’

‘’ Aku tidak apa apa ‘’ Tiffany menghela nafas pasrah kemudian menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi milik nya dengan sedikit kasar.

‘’ Kau yakin ? ‘’ Tanya Tiffany memastikan sambil melipat kedua lengan di bawah dada nya.
Taeyeon mengangguk pasti , Tiffany menghela nafas nya kembali. Biar lah sekarang ia yang mengalah, ia ingin lihat sampai di mana kemampuan Taeyeon menahan sakit nya terus terusan.

~OooooO~

” Yeon, kajja pulang ” Ucap Luhan saat ia mengahampiri Taeyeon yang kini sedang membereskan Tas nya.

” Tidak usah Luhan, aku pulan dengan Hayeon saja. Kau pulanglah duluan. ” Lagi lagi Taeyeon meninggalkan Luhan sendiri di dalam kelas mereka. Luhan mengernyit heran melihat tingkah aneh Taeyeon hari ini. ” Ada apa dengan nya ? Apa aku ada salah padanya ? ”

~

Sementara itu…

” Eonni, kau tak pulang dengan Luhan Oppa? ” Tanya Hayeon yang kini duduk di sebelah Taeyeon saat kedua nya sudah berada di halte bus dekat sekolah mereka.

” Ani ”

” Wae? Ada masalah antara kalian? ” Tanya Hayeon penasaran.

” Tidak ada apa apa. Kajja, Bus nya sudah datang ” Balas Taeyeon kemudian segera masuk ke dalam bus tersebut yang kemudian di susul oleh Hayeon.

~

Kim’s House

Taeyeon dan Hayeon baru saja sampai di kediaman mereka. Taeyeon yang sedari tadi terlihat lemas dan terlihat sedikit pucat membuat Hayeon khawatir.

” Eonni? Gwenchana? ” Tanya Hayeon kemudian mengapit lengan Taeyeon saat melihat cara berjalan Taeyeon yang mirip dengan orang yang akan pingsan.

” Eonni, kau tak minum obat mu lagi ya ” Sambung Hayeon, kemudian segera membuka kan pintu rumah untuk mereka masuk.

” Eonni kenapa susah sekali untuk minum obat, kalau appa dan eomma tau, pasti mereka akan marah marah lagi. Jadi eonni tak boleh bermal– EONNI ! ” Hayeon memekik kaget saat melihat Taeyeon yang kini pingsan tak berdaya di lantai rumah mereka.

‘’ Kau sudah sadar eonni ? ‘’ Taeyeon menoleh kan kepala nya saat mendengar suara sang adik, Lalu ia tersenyum dan mengangguk

Hayeon tersenyum tipis kemudian mendekat ke arah Taeyeon yang masih terbaring lemah di ranjang nya ‘’ Eonni tak minum obat lagi kan ? ‘’ Taeyeon tersenyum kikuk lalu mengangguk membuat Hayeon memutar bola mata nya heran.

‘’ Eonni kenapa sangat malas minum obat? Kalau sudah seperti ini,siapa yang repot, aku juga kan. Eonni mau aku beritau pada eomma dan appa ? ‘’

‘’ Ya ya ya! Tidak usah kau beritau mereka, nanti aku dimarahi lagi ‘’ Jawab Taeyeon mendengus malas.

‘’ Maka nya eonni harus rajin minum obat, eonni itu kekurangan darah,harus teratur minum obat yang diberikan dokter. Dan eonni juga harus tau, perjuangan ku sangat keras untuk mengangkat eonni sampai ke kamar ini. Eonni sangat berat ‘’

Taeyeon mendelik tajam ke arah adik nya ‘’ Yak kau, dasar adik kurang ajar ‘’

‘’ Tapi eonni sayang kan padaku ‘’ Hayeon menyeringai pada Taeyeon yang masih menatap nya tajam setajam nya.

‘’ Tadi Luhan menelpon ke ponsel eonni, tapi aku tidak menjawab nya karena aku terlambat mengangkat nya ‘’ Lanjut Hayeon kemudian meletak kan nampan berisi obat,air putih,dan juga bubur di atas meja yang berada di sebelah ranjang milik kakak nya

‘’ Bagus lah ‘’ Jawab Taeyeon, membuat Hayeon menatap nya bingung

‘’ Kenapa ‘bagus’ ? ‘’

Taeyeon bangun dari posisi tidur nya menjadi duduk dan mengambil bubur yang di bawakan Hayeon tadi dan mulai melahap nya perlahan lahan. Sementara Hayeon masih menunggu jawaban dari Taeyeon

‘’ Eonni! ‘’ Hayeon mulai kesal saat Taeyeon tak kunjung menjawab pertanyaan nya dan lebih memilih menyibuk kan diri nya dengan bubur yang berada di tangan nya.

‘’ Wae ? ‘’ Taeyeon menatap polos ke arah sang adik

Hayeon mendengus kasar melihat tatapan polos Taeyeon. Sementara Taeyeon terkekeh melihat Hayeon yang masih menatap kesal ke arah nya ‘’ Bagus karena kau tidak mengangkat nya, karena aku yakin kau pasti akan mengatakan aku pingsan dan mungkin kau akan mengatakan yang tidak tidak pada nya ‘’

‘’ Eeeyy, aku tidak mungkin mengatakan yang tidak tidak pada nya eonni ‘’

‘’ Lagipula aku heran, kenapa eonni tak mau Luhan khawatir padamu. Luhan kan kekasih mu wajar saja dia khawatir pada mu ‘’ Lanjut Hayeon membuat Taeyeon menunduk dan menatap diam pada bubur di pangkuan nya.

Hayeon memegang pundak Taeyeon lembut ‘’ Eonni, Waeyo ? Apa Luhan menyakiti mu? Katakan padaku eonni ‘’

Taeyeon menoleh singkat pada Hayeon dan sesaat kemudian ia mulai bercerita pada Hayeon. Di mulai dari hari hari yang ia lewati bersama Luhan selama tiga bulan ~

.

.

‘’ Kau tunggu di sini dulu ne ‘’ Taeyeon mengangguk patuh mendengar perintah Luhan, kemudian Luhan meninggalkan ruangan itu menyisa kan Taeyeon seorang.

Taeyeon menatap sekeliling di ruangan milik Luhan, tepat nya kamar Luhan. Kini Taeyeon memang sedang berada di rumah Luhan,rencana awal nya ia hanya ingin meminjam buku sejarah milik Luhan. Hingga Luhan mengajak Taeyeon ke kamar nya,walaupun Taeyeon awal nya menolak.

Taeyeon masih menunggu Luhan yang pergi keluar untuk mengambil minuman hingga mata nya melihat sebuah foto yang sudah di bingkai rapi di meja belajar milik kekasih nya.

Merasa penasaran, ia pun mendekati meja belajar itu, dan senyuman terbit di wajah nya saat mengetahui diri nya lah yang berada di foto itu.

Saat akan kembali pada posisi awal nya ia dapat melihat laci meja itu sedikit terbuka,dan dapat ia lihat sebuah foto lain yang tak terlihat wajah nya karena memang laci itu hanya terbuka sedikit.

Penasaran kini benar benar menguasai diri nya, ia dengan nekat membuka laci itu lebar lebar hingga terlihat lah sebuah foto seorang wanita yang pernah ia lihat beberapa bulan lalu. Hati nya teriris melihat bahwa foto itu terdapat wajah seorang Im Yoona. Mantan kekasih Luhan.

Dengan gemetaran,ia mengambil foto itu dari tempat nya. Mata nya terfokus melihat foto Yoona yang tersenyum sangat cantik di foto itu

Ia membalik kan foto itu dan terdapat sebuah tulisan di sana

‘ Im Yoona – My First Love ^^ ‘

Hati nya berdesir melihat tulisan itu, air mata mulai tergenang di kedua mata nya.
Saat mendengar langkah seseorang yang semakin mendekat, Taeyeon dengan cepat meletak kan kembali foto itu pada tempat nya dan dengan segera ia menutup laci nya kembali setelah itu yang ia lihat sekarang adalah Luhan yang kini sudah berjalan mendekati nya dengan membawa dua buah air kaleng di tangan nya.

Luhan tersenyum kemudian dan di balas senyuman manis Taeyeon seolah ia sedang melupakan apa yang dilhat nya tadi.

.

‘’ Aigo aigoo.. Kau ternyata sudah mempunyai pengganti dari mantan kekasih tercinta mu itu ya ‘’ Taeyeon tersentak saat salah satu teman Luhan yang ia ketahui bernama Kibum itu mengingat kan nya kembali masa lalu Luhan bersama Yoona.

Ia harus kembali menahan sesak di dada nya, sepanjang perjalanan kisah kasih nya bersama Luhan tak jarang akan ada yang selalu mengait ngait kan dirinya dengan seorang Yoona

Luhan terkekeh sebentar ‘’ Aku kan juga tak mau terus berlarut memikir kan nya. Dan sekarang aku sudah memilik yang lebih baik dari nya ‘’ Jawab Luhan tersenyum pada Taeyeon kemudian merangkul gadis mungil itu agar lebih dekat dengan nya.

‘’ Ya ya! Jangan umbar kemesraan mu di depan ku ‘’ Kibum mencibir kesal pada Luhan yang masih setia tersenyum tampan pada Taeyeon.

‘’ Maka nya cari pacar sana ‘’ Kibum mendesis kasar mendengar jawaban sakartis Luhan, tapi sedetik kemudian ia tersenyum

‘’ Arraseo, karena sekarang kau sudah mempunyai kekasih baru, aku boleh kan mengajak Yoona berpacaran dengan ku ‘’

Taeyeon terkejut saat Luhan mencengkram erat pundak nya, ia lalu mendongak kan kepala nya melihat Luhan yang berada di samping nya.

DEG..

Taeyeon semakin terkejut saat melihat Luhan mengeras kan rahang nya seperti menahan amarah. Hati gadis itu serasa seperti sedang dipukul sangat kuat saat memikirkan bahwa Luhan marah hanya karena Kibum berkata demikian.

Yang bisa ia lakukan sekarang hanya menunduk kan wajah nya sedih. Dan sedetik kemudian ia dapat Luhan menghela nafas nya sangat kasar ‘’ Terserah mu saja. Aku pamit pulang dulu,’’

Setelah itu Luhan menarik Taeyeon pergi dari sana. Taeyeon kembali tersentak saat Luhan menarik nya kasar, tidak seperti biasa nya saat Luhan memperlakukan nya sangat lembut.

‘ Apa kau benar benar belum bisa melupakan Yoona, Han-ah ? ‘ Taeyeon membatin sedih saat Luhan tak kunjung membuka suara nya. Hingga membuat suasana mobil itu terasa sangat menyakitkan bagi gadis malang ini.

.

Taeyeon berhenti bercerita, saat ia benar benar sudah tak bisa menahan air mata nya yang mendesak untuk keluar. Ia menangis saat mengingat kembali perjalanan cinta nya bersama Luhan selalu ada kaitan nya dengan Yoona.

Hayeon menatap iba pada Taeyeon, ia juga ingin menangis melihat kakak satu satu nya itu menangis sesenggukan. Dengan segera ia membawa Taeyeon ke dalam pelukan nya berusaha menenangkan gadis itu dengan terus mengelus punggung nya.

‘’ Aku tidak tahan Hayeon-ah.Aku tau aku egois,aku ingin ini berakhir,sementara aku tak bisa. Karena aku mencintai nya. Sangat . Bagaimana ini? Aku bingung ‘’ Ucap Taeyeon parau masih di iringi tangisan nya yang seakan menyayat nyayat hati sang adik.

‘’ Sudah lah eonni. Kau jangan berkahir dulu dengan nya, karena pada akhir nya kau yang akan tersiksa. Pertahan kan hubungan mu, mungkin Luhan butuh waktu untuk benar benar melupakan Yoona . Kau hanya perlu bersabar, aku yakin semua akan indah pada waktu nya. ‘’

Taeyeon mengangguk dalam pelukan Hayeon, membuat Hayeon tersenyum dan kemudian melepas kan pelukan mereka. ‘’ Eonni yang kuat ne ‘’ Taeyeon mengangguk kembali dan menghapus air mata nya yang masih membekas di kedua pipi nya dan setelah itu ia tersenyum.

‘’ Gomawo. Kau memang adik yang paling baik ‘’

~

~

~

‘’ Taeng-ah, kau dari mana? Aku terus menghubungi mu, tapi kau sama sekali tak ada kabar ‘’

Taeyeon tersenyum sebentar saat mendengar suara Luhan yang mengoceh di sebrang telpon sana

‘’ Mian. Ponsel ku di kamar, sementar aku tak berada di kamar seharian ini ‘’ Bohong,tentu saja bohong jawaban yang Taeyeon katakan pada Luhan

Sesungguh nya, ia sangat tau ponsel nya terus berbunyi nyaring karena Luhan yang terus menghubungi nya. Hingga akhir nya ia tak tega terus mengabaikan Luhan, dan malam ini adalah puncak nya ia mulai menjawab panggilan dari Luhan

‘’ Kau ini. Aku kira kau terjadi apa apa, kalau tadi kau tak menjawab panggilan ku mungkin sekarang aku sudah pergi ke rumah mu ‘’

Taeyeon tertawa sesaat ‘’ Ne,ne ,ne. Mianhe. Lagi pula aku tidak apa apa . ‘’ Jawab nya kembali berdusta.

‘’ Jika kau kenapa kenapa,beritau aku eoh. Aku tidak mau tau. ‘’

‘’ Arraseo wajangnim ‘’

Tanpa Taeyeon ketahui di sebarang sana Luhan tersenyum sangat tampan ‘’ Gadis pintar. Kau sedang apa ? ‘’

‘’ Sedang belajar. Kau sedang apa ? ‘’

‘’ Hanya berbaring. ‘’

‘’ Eyy, kau tak belajar ? Belajar sana ‘’ Dapat Taeyeon dengar suara tawa Luhan yang sangat ia suka tedengar dari sebrang sana.

‘’ Aku malas Taeng-ah. Mood ku mendadak hilang saat dari pulang sekolah sama sekali tak memberi kabar padaku ‘’

‘’ Tapi kan sekarang aku sudah mengabari mu, dan berarti mood mu sudah kembali bukan ? ‘’

’ Yah mood ku sebenar nya sudah kembali saat kau manjawab panggilan ku, tapi seperti nya aku belajar nya nanti saja. Aku malas ‘’

‘’ Malas itu jangan terlalu di turuti Tuan Lu. ‘’

’ Haha, sekali kali kan tidak apa.’’

‘’ Dasar. Ya sudah, aku tutup ne. ‘’

‘’Ah Waeyo? Aku masih merindukan mu ‘’

Taeyeon tertawa pelan ‘’ Aku sedang belajar Luhan-ah. Besok kan kita bertemu ‘’

Dapat Taeyeon dengar, di sebrang sana Luhan mengehela nafas kasar sementara gadis ini terus menerus tersenyum

‘’ Arraseo. Belajar lah yang benar ‘’

‘’ Ne. Anyeong Lu ‘’

‘’ Anyeong Bee ‘’ Balas Luhan terdengar sangat ceria

Setelah itu sambungan telepon mereka terputus menyisakan Taeyeon yang masih tersenyum menatap ponsel nya yang tadi digunakan nya untuk berkomunikasi dengan Luhan.

Ia dengan cepat bangkit dari posisi duduk nya dan segera menghampiri Hayeon yang berada di kamar sebelah nya.

.

‘’ Hayeon-ah, kau belum tidur ? ‘’ Hayeon tersentak saat suara Taeyeon meginstrupsi diri nya yang masih asyik bermain laptop pink nya.

‘’ Eonni, biasa kan menetuk pintu terlebih dahulu ‘’ Sungut Hayeon kemudian merubah posisi nya yang tadi tiarap menjadi duduk di atas ranjang.

Taeyeon hanya membalas nya dengan mengedik kan bahu tak perduli. ‘’ Aku bingung ‘’ Ucap nya kemudian menghampiri Hayeon.

‘’ Bingung ? Wae? ‘’

‘’ Setelah menceritakan masalah ku dengan Luhan kepadamu, aku jadi tidak ingin bertemu Luhan. Tapi besok aku pasti akan tetap bertemu dengan nya. ‘’ Ia melenguh panjang,setelah itu ia ikut duduk di ranjang milik adik nya tersebut.

‘’ Hadapi saja eonni. Jika kau mau masalah mu selesai, segeralah tanyakan pada Luhan. ‘’

‘’ Apa aku harus mengakhiri nya saja? ‘’

Taeyeon meringis saat merasakan telapak tangan Hayeon yang memukul lengan kanan nya kuat ‘’ YAK. Appoyo ‘’

‘’ Jangan bertindak bodoh eonni. Jangan hanya karena masalah ini hubungan mu dengan Luhan oppa harus berakhir ‘’ Jawab Hayeon sengit

Taeyeon meringis sebentar ‘’ Ne ne ne. Ya sudah, aku mau tidur ‘’

‘’ Sana tidur di kamar mu ‘’ Hayeon mendorong Taeyeon yang kini berbaring dengan nyaman di kasur milik nya.

‘’ Kau ini pelit sekali ‘’ Taeyeon dengan malas kemudian bangkit dan pergi menuju kamar nya.

Hayeon yang memastikan kakak nya sudah pergi segera menelpon seseorang ‘’ Yoboseyo Luhan oppa ‘’

.

.

.

Taeyeon yang baru saja akan melangkah kan kaki nya menuju kelas tiba tiba saja terkejut saat dengan tiba seseorang memeluk nya dari belakang.

‘’ Luhan? ‘’ Tanya nya memastikan.

Seseorang itu mengangguk dalam diam dan terlihat asik mencium rambut harum Taeyeon ‘’ Aah, ntah kenapa aku sangat merindukan mu Yeon-ah ‘’

‘’ Kau berlebihan ‘’ Kekeh Taeyeon sebentar

‘’ Bisakah kau lepaskan dulu. Tidak enak dilihat orang. Ini di sekolah Luhan-ah ‘’ Sambung Taeyeon agak risih

Luhan tak bergeming dan malah semakin mengerat kan pelukan nya ‘’ Biar kan saja. Lagi pula ini masih awal. Tidak ada siapa siapa disini. ‘’

‘’ Tapi Lu – ‘’ Ucapan Taeyeon terputus saat dengan tiba tiba Luhan melepas kan pelukan nya dan menarik lembut gadis itu menuju taman belakang sekolah mereka yang masih terlihat sepi. Sangat sepi.

‘’ Bagaimana kalau disini? Tidak ada siapa siapa kan disini. Jadi kau tak perlu khawatir ‘’ Ucap Luhan kemudian mengecup singkat bibir Taeyeon

‘’ Kau ini ‘’ Taeyeon tersipu, kemudian ia memukul pelan lengan Luhan.
Luhan mengajak Taeyeon duduk di salah satu bangku panjang yang terletak di taman itu, kemudian ia menatap Taeyeon sendu

‘’ Taeyeon-ah ‘’

‘’ Ne? ‘’

Luhan menghela nafas nya perlahan ‘’ Maaf kan aku ‘’

‘’ Untuk apa? ‘’

‘’ Jangan berpura pura tegar di depan ku Kim Taeyeon. Jika kau merasa aku menyakitimu selama ini, kau bisa memarahi ku. Jika kau merasa tak mampu lagi menahan sakit mu karena aku, kau bisa menangis sepuas mu di pundak ku. Tapi kumohon. Jangan lagi kau selalu menyimpan sendiri luka mu. Berbagi lah dengan ku agar aku bisa merasakan setiap kepedihan yang kau rasakan. Aku sangat rela kalau kau melakukan itu. ‘’

Taeyeon terkejut mendengar setiap perkataan yang keluar begitu saja dari mulut Luhan ‘’ Lu –luhan. A –aku tak mengerti .. ‘’

‘’ Cukup Kim Taeyeon. Jangan berbohong lagi padaku. Katakan saja jika aku menyakiti mu dan membuat mu terluka, dengan itu aku bisa memperbaiki nya agar hubungan ini terus berjalan. Tapi sekali lagi aku akui aku egois,karena aku tak ingin kita berakhir karena aku mencintaimu. ‘’

Taeyeon sudah tak tahan lagi, air mata yang ia tahan dari tadi kini telah mengalir indah di kedua pipi nya. Luhan mengusap air mata itu dengan lembut dan penuh kasih sayang. ‘’ Jangan menangis lagi kumohon. Aku merasa menjadi seorang yang pengecut karena selalu membuat mu menangis. ‘’

‘’ Aku tau semua nya dari Hayeon. Dia adik ipar yang sangat baik, dia menceritakan semua kesalahan ku yang telah ku lakukan padamu. Aku ingin langsung pergi ke rumah mu saat Hayeon menceritakan kalau kau pingsan. Aku ingin memastikan sendiri bagaimana keadaan mu saat itu. Tapi Hayeon menahan ku. Oleh karena itu, saat aku melihat mu tadi rasa rindu ku terus membuncah. ‘’ Sambung Luhan panjang. Taeyeon masih menangis tapi kali ini ia menangis di iringi dengan tawa pelan nya.

‘’ Maaf kan aku karena membohongi mu ‘’ Jawab Taeyeon menghapus air mata sialan yang dari tadi tak mau behenti mengalir dari mata nya.

Luhan menggeleng lemah ‘’ Tidak. Kau tidak seharus nya minta maaf. Di sini aku yang salah. Maaf kan aku. Tapi Yoona memang cinta pertama ku ‘’

Hati Taeyeon berdenyut kencang saat Luhan mengatakan hal terkutuk itu. Luhan yang melihat perubahan raut wajah Taeyeon dengan segera menangkup wajah Taeyeon dengan kedua telapak tangan nya. Mau tak mau Taeyeon harus beradu pandang dengn Luhan. Detik selanjut nya Luhan tersenyum. Tersenyum sangat lembut

‘’ Tapi percayalah karena hanya kau yang menjadi cinta terakhir ku ‘’

Taeyeon sangat sangat tersentuh. Dan sekarang ia hanya bisa menangis sesenggukan mendengar setiap perkataan manis dari Luhan. Luhan lagi lagi tersenyum dan segera membawa Taeyeon kedalam pelukan nya. Ia memeluk Taeyeon erat sambil sesekali mengelus surai panjang milik gadisnya dengan lembut.

‘’ Dan satu hal yang harus kau ingat bahwa aku akan selalu mencintai mu. ‘’ Ucap Luhan lembut di telinga kanan gadis itu.

Taeyeon tersenyum dalam pelukan itu ‘’ Aku juga mencintaimu. Always ‘’

END

Tadaaa~

Ada yang masih ingat dengan ff pertama aku yang judul nya ‘Look At Me’? Karena ini adalah sequel nyaaa. Yeaayyy!! #ApaanSih :v

Masih ingat nggak sama ff gantung di bawah ini? :v
1. Melody of Love
2. Don’t Worry
3. My Love Story
Kalau masih ingat syukur, kalau nggak ya udah :v Karena berita baik nya 3 ff aku yang masih gantung itu sedang dalam pengerjaan. Dan mungkin minggu depan bisa di publish. So,stay wait ya Ma Lovely Readers ^^

Oke, seperti biasa berikan tanggapan kalian yah. Kritik dan saran akan selalu di terima. Bye ^^

Advertisements

49 comments on “Always (Sequel Look At Me!)

  1. Daebak!!
    Syukurlah kslahpahamn lutae cpt d’atasi dan berakhr bahagia..
    Sbnrx agak lpa ma ff yg look at me.
    Pi sequelx bgs kok thor,
    Gak sbr ngu ff author yg laen.
    Hwaiting!!

  2. Hohoho…ada sequelnya ternyata. Owhhhh luhan so sweet banget. Masih ingat dong authornim….mau dilanjut??alhamdulillah!!!*sujud syukur..
    Aku tunggu lho ya…semangat!!!

  3. Akhirnya this sequel has been updated wkwkw ,aku inget kok ff look at me ,melody of love udh lama banget g update” wkwk btw penasaran banget loh sma my love story nyaa kangen baca yg pairing taeyeon chanyeol 😦 ,di tunggu 3″ nya aj deh wkwk .keep writing & imagine !fighting!

  4. Hwee..
    Aku ikutan nangis sma taeng eonnie, sakit jg y klo pnya pacar, tp pacarny masih suka sm mantannya apalg first love..
    Hadeuh…
    Tp untung taeng eonnie jd cinta trakhirny luhan..
    Ditunggu ff author yg pd ngegantung..
    Fighting

  5. Ciah.. Luhann.. kawin aja belum kok jadi adik iparr
    Kasian Taeng.. harusnya Luhan gak bahas tentang Yoona didepan Taeng ㅠㅠ
    Update soon buat ff” laen thor
    Hwaitaeng!!

  6. uwah…
    ad sequel…
    3 ff mw lnjt lagi…
    mgkin krn sudah agk lama perlu review lg nih..
    jd gk sbar nunggu…
    fightaeng!!

  7. kasian jadi taeng tapi untungnya taeng kan cinta terakhir luhan :>
    Ah lutae so sweet
    Yeay akhirnya 3 ff bakal dilanjut
    Ditunggu ya
    Fighting!

  8. ecie jadi makcomblang keke hayeon…
    luhan lagian ga peka sii tp syukur deh udah kelar masalah’y dtggu next karya ff’y

  9. Co cweet, hehe.
    Sehun nya kasian. Yaudh, sehun sma ak aj #maunyaaaa wkwk
    Next ya
    Ok, kutunggu sambungan ff2 nya. Fighting

  10. untung kesalahpahaman berakhir baik hahaha jangan sampe lah mereka putus. disini luhan sweet banget yatuhan. gemesin 😀 allright still waiting for your ff 🙂

  11. envy berat 😦

    gak sabar nunggu ff” nya yg bntr lagi di publish. apa lg melody of love. uda penasaran akut binggo 😀

  12. Arggh… Sequelnya bikin senyum senyum sendiri wkwkwk, luhan so sweet astaga. Btw, aku menunggu 3 ff kamu ituuu. Jadi ga sabar mau baca :(( pokoknya jangan lama” publishnyaa!!!

  13. Daebak thor!! ^^
    Akhirnya slah phamnya slesai:’g
    Dtnggu bnget jga thor ff lainnya yg msih gantung…
    Aplgi ff Melody Of Love,, aku suka bnget itu ff… Dtnggu,, Fighting!! ^^

  14. Ceritanyanya ada sweet and sad..so sweet sih lutae couple nya and cerita taeng eonni ama lulu itu sedih sih lulu selalu aja nge bahas tentang yoona depan tang..btw the 3 ff nya ditunggu ya!!Good Luck!!

  15. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s