[FREELANCE] Take Him Out (Chapter 3)

 

 

 

 

 

 

 

 

[FREELANCE] Take Him Out (Chapter 3)

.::A Storyline By Yeollipop @Farazardin::.

Main Cast

Kim Taeyeon – Xi Luhan – Kim Myungsoo (L)

Other Cast

Amber J.Liu – Park Chanyeol – Henry Lau – Lee Yuan (OC)

Rating

PG 16

Length

Chaptered

Genre

Romance, School-Life, Friendship

Credit Poster

Thanks a lot rosaliaaocha @ochadreamstories

for making this poster

Disclaimer

This plot pure mine. All the cast belong to God and their parents. Don’t be plagiator !

Author Note’s

Terima kasih untuk para readers yang kasih masukan untuk perbaikan ff ini^^ Aku berharap kedepannya ff ini terus semakin membaik. Dan… juga yang bilang alurnya kecepetan, huhu sorry ya dari otak aku udah keluarnya begini. Aku pasti terus berusaha maksimal agar alur di ff ini sesuai dengan minat readers^^

Preview: Chapter 1, Chapter 2

~ H a p p y R e a d i n g ~

Chapter 2

“Kita lihat saja nanti, Myungsoo-ah.”gumam Hanbin sembari tersenyum jahil.

Chapter 3

Friends are the family we choose. –Jennifer Aniston

.

.

.

Malam hari pukul 19.15 KST, Taeyeon telah sampai di kediaman Amber bersama Amber tentu saja. Kediaman Amber tidak bisa dibilang biasa. Tetapi LUAR BIASA !. Air mancur besar pemandangan pertama saat mereka memasuki halaman. Tak lupa juga bangunan dua lantai yang terbuat dari beton dan pilar-pilar besar berwarna putihnya menambah kesan mewah.

Para maid di rumah Amber membungkuk hormat ketika sang Tuan rumah datang. “Annyeong nona, menu makan malam ini adalah filet mignon baked dan toast roll untuk appetizer-nya. Minumannya milky soda dan puding pandan untuk dessert-nya sudah siap di meja makan.”

“Okay, aku akan kesana (read: meja makan) setelah urusanku dengan sahabatku ini selesai.” Amber memberitahu.

“Baiklah nona, kami permisi dulu.” Mereka membungkuk sopan lalu pergi.

Amber menghembuskan nafas kemudian menatap Taeyeon penuh senyum. “Kajja.!”

. . .

Cklek.

Amber menutup pintu kamarnya lalu menhempaskan tubuhnya ke kasur empuknya. Disusul Taeyeon yang duduk disampingnya. “Jadi?” tanya Taeyeon pada Amber. Ia bingung mengapa Amber membawanya ke pusat perbelanjaan lalu membeli barang-barang yang wajib dipakai saat ke pesta atau prom night. Awalnya Taeyeon menentang keras dengan permintaan Amber yang menyuruhnya untuk memilih gaun dan high-heels yang chic. Hei tentu saja Taeyeon tak suka dengan barang-barang itu! Tentu saja Amber sangat tau bahwa barang-barang tersebut sangat tidak-Taeyeon-sekali. Ia berfikir, apa Amber berniat mengusilinya?. Namun apa daya, Amber segera merebut gaun dan high-heels itu kemudian membayarnya. Ia tak peduli dengan Taeyeon yang ternganga lebar.

Amber tak menjawab pertanyaan Taeyeon. Klik! Ia menekan tombol remote teve dan mengganti channel yang menampilkan sebuah acara dimana seorang wanita single akan diperebutkan oleh 30 pria single. Namun, tentunya pria yang akan menjadi pasangan si wanita itu adalah yang cukup memasuki kriterianya tersebut.

Acara tersebut sangat digemari saat itu. Baik muda-tua, laki-laki-maupun perempuan. Bahkan, acara tersebut baru-baru ini mendapat rating tinggi! Amber menonton dengan seksama setiap detil acara tersebut. Taeyeon mengerutkan dahi. Ia menatap Amber heran. “Hei! Tak kusangka kau menyukai acara seperti ini?”Taeyeon menutup mulutnya menahan tawa.

Kini tatapan Amber beralih kepada sahabatnya itu. “Taeng, kau yang nanti akan disana.” Amber menatap Taeyeon kalem namun intonasinya serius. Tidak menunjukan tanda-tanda lelucon sama sekali.

Taeyeon membulatkan bola matanya. “Mwo?!?!? Kupikir aku percaya? Hei kau masih normal kan?”. Kali ini Taeyeon menempelkan punggung tangannya di dahi Amber. “Kurasa kau tertular penyakit idiot dari Park Chanyeol.” Taeyeon terkekeh pelan. Namun sedetik kemudian ia menghentikan tawanya melihat Amber yang sama sekali tak tertawa.

Amber menggeleng “Tidak. Aku serius. Kau harus mengikuti acara itu dan mengambil hati para dewan cinta.” Amber menatap Taeyeon kemudian menggenggam tangannya. “Kau hanya perlu memilih salah satu dari pria itu, yang akan menjadi couple-mu nanti. Ketika kau berhasil mengambil hati dewan cinta, itu artinya kau memenangkan acara itu. It’s your goal” Lanjutnya lagi.

Taeyeon kaget, ia sama sekali terkejut dengan ide sahabatnya itu “Mengapa ide gila ini muncul di otakmu? Dan… dan… pasti kau bercanda! Kau bercanda! Ya kan??”

Kini Amber kembali menggenggam tangan Taeyeon, menatap penuh mohon. “Tidak Tae. Buat apa aku bercanda? Buat apa aku berpura-pura? Lalu apa tujuanku membelikanmu dress dan high heels kalau bukan karena ini? Ini memang terdengar gila namun tolong percayalah padaku, semua akan baik-baik saja jika kau mendengarkanku. Percayalah, tak ada maksud membuatmu malu karena ini.” Amber meyakinkan Taeyeon dan menatap penuh mata sahabatnya itu.

Taeyeon diam seribu bahasa, berusaha mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut Amber. Jika Amber sudah begini. Tak ada alasan baginya untuk berkata bahwa sahabatnya itu tengah bercanda!.

Tanpa disadari, air mata Taeyeon telah lolos sedari tadi saat Amber mengatakannya dengan tulus. Ia memeluk sahabatnya itu “Ajoll, aku tak tau kau memikirkan semua ini. Kau memikirkan semuanya demi aku. Gomawo. Sungguh aku sangat berterima kasih pada Tuhan telah diberikan sahabat terbaik sepertimu.”


Amber mengusap air mata Taeyeon, “Hei, ulljimayo. Memang kewajibanku, Tae. Because, Friends are the family we choose. Kau memilihku sebagai keluarga, begitu pun sebaliknya. Maka dari itu, jangan sungkan lagi menceritakan semua keluh kesahmu padaku, and all member of The Albatros. Kau juga jangan takut tampil beda, okay? Look likea princess, why not?

“Dan….. Apakah kau yakin ini akan berhasil? Ma..maksudku…. Kau sudah mempersiapkan semuanya, Ajoll-ah. Aku takut ini akan sia-sia.”Tanya Taeyeon sekali lagi.

“Sudah kukataan, percayalah padaku.”

Taeyeon mengangguk. “Aku harus pulang sekarang, Ajoll-ah. Eomma pasti meng-khawatirkanku.” Ia melirik jam tangannya.

“Kau harus makan sekarang jika tidak ingin terkena penyakit maag. Kajja! Bukankah toast roll itu kesukaanmu? Kau tidak ingin kan toast roll itu masuk semua kedalam perutku?.”

. . .

Kaki mungil gadis itu menapak menjauhi rumah sahabatnya, Amber. Ia menolak untuk diantar pulang. Dinginnya udara malam di Gyeonggi malam itu memang menusuk tulang. Namun, untungnya Taeyeon memakai jaket yang ia pinjam dari Amber. Sehingga dinginnya malam tak membuatnya menggigil.

Untuk menempuh halte dari rumah Amber lumayan jauh, sekitar 1 Km dan melewati kios-kios kecil, dan berbagai macam stan makanan. Sepanjang perjalanan, ia berpikir sehari tidak sekolah saja sangat tidak membuatnya nyaman. Ia sangat merindukan sekolah dan juga teman-temannya (read: Albatros) tiba-tiba terbersit wajah Luhan dibenaknya. Entah mengapa, ia sangat merindukan pria China itu walau tak bertemu sehari saja. Ia membayangkan marahnya, sedihnya, khawatirnya wajah Luhan. Entah kenapa, semua ekspresi Luhan itu sangat lucu menurut Taeyeon dan ia suka itu!.

Ditengah lamunannya, taeyeon tersadar dari lamunannya dan yang menarik perhatian danmembuatnya heran adalah, sebuah club yang entah sejak kapan berdiri namun baru kali ini dilihatnya. Rupanya club itu dulunya adalah sebuah boutique yang dibeli oleh seorang pengusaha kaya raya yang dialih-fungsikan menjadi sebuah club yang lumayan besar.

Saat Taeyeon melewati club itu, ia menutup hidungnya karena aroma alcohol yang sungguh menyegat dari para wanita dan pria dewasa yang keluar-masuk club itu. Ia benci bau alcohol. Menciumnya sungguh membuatnya ingin muntah. Namun bagaimana lagi? Hanya itu jalan satu-satunya untuk menuju halte.

Taeyeon berpapasan dengan 2 orang wanita yang dirangkul ahjussi ditengahnya.

Chagi… apakah kita akan bersenang-senang malam ini?

Tentu saja Hahaha… kau mau berapa won?

Chagii.. jangan lupakan aku juga!! Aku akan membuatmu puas malam ini.

Oh… tentu tidak. Jangan khawatir!!

Eumm… hei bagaimana dengan istri tua dan jelek mu itu?

Biar saja, aku tak peduli lagi… Hahaha biar saja ia hidup melarat! Aku tak peduli!!

Taeyeon mendengar 2 orang wanita berpakaian mini tampak tergelak keras dan tangan – tangan ‘gatal’ mereka mengelus-elus dada ahjussi itu. Ia menunduk karena ia sangat tidak nyaman berada di sekitar mereka.menyipitkan matanya dan manatap tajam ahjussi yang berada di tengah mereka. Mata Taeyeon melebar dan memanas saat tahu siapa ahjussiyang merangkul 2 gadis tadi.

“APPA !!!….”

Ahjussi tadi menoleh ke Taeyeon. Ia kaget, tentu saja. Melihat siapa yang baru saja meneriakkan “appa” padanya.

Taeyeon masih tak percaya pemandangan di depannya. Ingin sekali seseorang menamparnya dan mengatakan ini mimpi. Ini tidak mungkin terjadi padanya!.

“Appa!!! Apa benar kau appa-ku? Kau sungguh keterlaluan!!! Jadi ini… ini tingkahmu selama ini. Meninggalkan dan menyakiti aku dan eomma lalu kau dengan tanpa dosa pergi menghabiskan waktu dengan gadis-gadis busukmu ini!!! Meninggalkan kami dengan hutang-hutangmu! Cihhh…. perbuatanmu lebih buruk daripada sampahh!!!” Teriak Taeyeon dengan nada sarkastik dan mata berkilat-kilat. Amarah dan tangisnya tak dapat dibendung lagi.

“Hei gadis kecil! Beraninya kau mengatai kami!!” Ujar gadis yang bernama Hyemi itu., kesal.

“Hmmm.. kau ingin dibelikan boneka teddy? Untuk menyumpal mulutmu tadi, hm?” Sinis gadis yang satu lagi yang bernama Sora.

“Tenang. Biar aku yang mengurusnya.” Ahjussi tadi yang ternyata Mr. Kim melepas rangkulan gadis-gadisnya kemudian menatap Taeyeon tajam.

“Dengar… Miss Kim! Mau hidupmu dengan eomma mu itu jungkir balik bukan urusanku lagi. Seandainya kau dan ibu mu yang tidak berguna lagi itu pun mati, tak ada hubungannya lagi denganku!. Gadis SMA sepertimu tau apa hm? Jangan pernah mencampuri urusanku lagi! Dan ingat satu lagi yang harus kau ingat baik baik…” Mr.Kim maju kemudian membuka paksa rahang Taeyeon. “Jangan pernah panggil aku ‘appa’, arra? Karena aku bukan appa-mu lagi!!” Mr.Kim mengeluarkan smirk nya kemudian melepaskan tangannya dari rahang Taeyeon.

Taeyeon masih menatap Mr.Kim penuh amarah. “Cihhh… aku tak yakin kau manusia! Kau jelmaan iblis! Ani, kau memang iblis!” Bentak Taeyeon masih dalam tangisnya.

PLAKK!!

Sebuah tamparan keras mengenai pipi kanan Taeyeon hingga gadis itu jatuh terduduk. Kali ini kesabaran Mr.Kim sudah habis pada Taeyeon itu.

“Pergi dari sini! Kalau kau masih ingin selamat!” Teriak Mr. Kim berapi-api dengan wajah yang memerah.

PUK!

Tanpa disangka-sangka, seorang menepuk pundak Mr. Kim dari belakang.

“Jangan melawannya jika kau memang gentle, bung!”

Mr. Kim menoleh dan..

BUGH!!..

Seorang namja asing meninju perut Mr. Kim dengan kuat hingga Mr. Kim terbatuk. Hyemi dan Sora memekik dan membantu Mr. Kim bangkit.

Mr. Kim mencoba bangkit dan meninju rahang namja asing itu namun berhasil terbaca oleh namja itu. Ia menahan tangan kanan Mr. Kim dengan tangan kirinya dan ganti tangannya yang meninju rahang Mr. Kim.

Mr. Kim sudah kalap dan tak kuasa melawan pria asing itu. Mr. Kim dan kedua gadisnya itu buru-buru kabur menjauhi Taeyeon dan… namja asing itu.

. . .

Taeyeon menegerjap-ngerjapkan matanya.

ahgassi, anda tidak apa-apa?” Namja asing itu mengulurkan tangannya membantu Taeyeon berdiri.

Taeyeon menatap namja asing itu sambil masih memegang pipi kanannya yang habis ditampar Mr. Kim tadi. Ia mengangguk.

Namja asing itu tersenyum manis sekali dan ternyata ia sangat tampan! Taeyeon sampai terpana dibuatnya. “Aigo.. aigo. Tampan sekali dia.”

Namja itu menggerakkan tangannya ke kanan – kiri. Membuyarkan lamunan Taeyeon.

“Go..go…ma..wo. Sudah membantuku.” Ucap Taeyeon pelan. Namun wajahnya pucat.

“Cheonmayo. Lagipula aku tak suka ahjussi tadi menyakitimu.” Balas namja itu masih dengan senyum manisnya.

“Oh ya, sepertinya kau sedang tidak enak badan ya? Wajahmu pucat dan bibirmu kering.” Ternyata namja asing itu sedari tadi memperhatikan Taeyeon.

Taeyeon yang merasa diperhatikan mendadak pipinya memerah. “Gwe..gwechanna. Aku hanya kedinginan.” Taeyeon beralibi namun ia memalingkan wajahnya karena malu.

“Tak apa… kajja ikut aku! Akan kutunjukkan ‘obat’ –nya.” Namja asing itu menarik tangan Taeyeon.

. . .

Taeyeon dan namja asing itu berjalan berbalik dari arah menuju halte ke stan makanan. Sedari tadi, Taeyeon hanya diam berusaha mencerna peristiwa yang barusan terjadi padanya. Mereka berhenti di salah satu penjual Kuzuyu. Sambil menunggu pesanan datang.

Taeyeon dan namja itu duduk di kursi yang disediakan penjual minuman itu.

“Uhmm… kita sudah lama mengobrol namun aku belum tahu namamu.” Namja itu membuka suara dengan ramah.

“Ah.. mianhae. Joneun Kim Taeyeon imnida.” Taeyeon mengulurkan tangannya.

“Kim Myungsoo imnida. Senang berkenalan denganmu” Namja yang bernama Myungsoo itu kembali merekahkan senyumnya yang kembali membuat Taeyeon melting.

“Uhmm… ternyata marga kita sama ya. Myungsoo-ssi” Celetuk Taeyeon yang membuat Myungsoo terkekeh.

Ketika pesanan mereka datang, Myungsoo menyodorkannya pada Taeyeon. “Ini namanya Kuzuyu. Minuman khas Jepang yang terbuat dari campuran madu dan bubuk kudzu ini biasa digunakan dalam campuran teh dan minuman herbal lainnya. Cocok diminum saat cuaca dingin dan rasanya juga enak. Cobalah, Taeyeon-ssi!” Myungsoo menarik cangkir kuzuyu-nya dan mereka menyeruput minuman itu bersama-sama.

“Kalau boleh tahu, mengapa kau pulang sendirian malam begini?” Tanya Myungsoo.

“Aku habis dari rumah sahabatku.” Jawab Taeyeon pendek. “Kau sendiri?”

Same withyou, mengerjakan pr lebih tepatnya.”

Taeyeon mengangguk kemudian ia menyeruput minumannya. Mereka mengobrol santai dan…. tak sengaja pandangan Taeyeon beralih ke saku seragam Myungsoo.

“Kau siswa Daeil Foreign Language High School?” Tanya Taeyeon kemudian.

“Darimana kau tahu?”

“Seragam dan lambang sekolahmu yang menunjukkannya.”

Myungsoo tersenyum. “Yup. Aku memang siswa Daeil.”

“Dan kau tau? Kudengar kapten basket Daeil itu cukup dikagumi. Apa kau tau?” Tanya Taeyeon polos

Myungsoo tersentak, namun sedetik kemudian lengkungan senyum tergambar jelas di bibirnya. “Tentu. Aku mengenalnya.”

Taeyeon mengangguk. “Aku tidak tau namanya. Aku hanya mendengar dari orang-orang bahwa dia tampan, baik, dan ramah. Kalau boleh tau, siapa nama dari kapten basket Daeil itu? Kalau dia tampan dan manis, akan kudekati dia lewat dirimu hahaha.”

“Kau juga nanti akan tau. Dan… kurasa aku bisa mengenalkannya pada dirimu. Tentu kalau kita berjumpa lagi.” Myungsoo tertawa kecil dan sungguh gemas akan wajah Taeyeon yang baby face itu.

Myungsoo terkekeh pelan “Entahlah Taeyeon-ssi. Aku tak mengerti apa yang membuatku tertarik begitu cepat padamu.” Ungkap Myungsoo.

DEG

Jantungnya serasa ingin lolos dari rongganya, hatinya berdesir-desir dan rona merah di pipi tak mampu ia sembunyikan lagi.


Tanpa disadari juga, lengkungan bibir Myungsoo terbentuk saat melihat pipi merona Taeyeon namun ia segera tersadar.

“Uhm, maksudku, tertarik untuk berteman lebih dekat padamu.” Myungsoo menggaruk tengkuknya.

“Taeyeon-ssi, ini sudah hampir pukul 9, tidak baik anak gadis pulang terlalu malam. Kajja kuantar.” Myungsoo membayar minuman mereka kemudian naik ke motor besarnya. Ia memberi kode kepada Taeyeon agar cepat naik.

“Apa… apa ti-tidak merepotkanmu?” Tanya Taeyeon ragu-ragu.

“Tentu saja tidak. Cepatlah, kau tidak ingin diganggu ‘ahjussi-ahjussi’ seperti tadi kan?”

Taeyeon tersenyum. Setidaknya Myungsoo tidak tahu bahwa yang baru dihajarnya tadi adalah ayah Taeyeon.

. . .

Taeyeon sampai dengan selamat di rumahnya. Ia turun dari motor Myungsoo lalu mengucapkan terima kasih.

“Gomawo sudah mengantarku pulang.”

No Problem. Aku senang bisa membantu.”

“Ohya, cepat kau masuk kedalam. Eomma mu menantikan pulangmu.”Suruh Myungsoo membuyarkan lamunan Taeyeon.

“Ah ye… Kau tidak ingin mampir dulu?.” Tawar Taeyeon ramah.

“Uhm. Sepertinya lain kali saja ne Taeyeon-ssi. Lagipula ini sudah malam.” Tolak Myungsoo halus.

Myungsoo memakai helm-nya kembali lalu melajukan sepeda motornya meninggalkan kediaman Taeyeon. Taeyeon tersenyum kemudian berjalan menuju pintu rumahnya.

CKLEK….

Taeyeon membuka kenop pintu. Ia berjalan menuju kamarnya dan ibunya. Taeyeon melihat ibunya terlelap sangat pulas. Ia tahu, ibunya sangat kelelahan karena menangis dan usai kepindahan mereka ke rumah sewa ini. Ia tersenyum, setidaknya ibunya bisa beristirahat dan melupakan sementara musibah yang menimpa mereka.

Taeyeon berbaring disamping ibunya. Ia sangat mencintai dan menyayangi ibunya. Dirinya takkan berkata bahwa baru saja ia bertemu Mr.Kim, ayahnya. Taeyeon pun tersenyum dalam diam membenarkan omongan Amber. Semuanya akan baik-baik saja. Dan….. ia akan berbuat apa saja untuk ibunya.

. . .

@Gyeonggi Suwon-Int. High School

Para siswa-siswi berseragam kotak-kotak biru-putih itu berjalan menuju gerbang sekolah bersama teman-temannya dan ada juga yang sendiri. Seorang yeoja berperawakan pendek dengan rambut dikuncir kuda itu pun turut mengawali hari ini dengan belajar di sekolahnya lagi. Ia berjalan cepat menuju gerbang namun tiba-tiba……

BRUKKK……

Ia menabrak seseorang dan buku-buku pelajaran ditangannya jatuh. Seseorang sengaja menabraknya.

“Aww… aww.. Aih Taeyeon sunbae. Hei sehari tak bertemu denganmu sama seperti setahun bagiku. Aku rindu melihatmu. Dan…. sekarang kau masuk sekolah.” Senyum seseorang yang lebih terkesan mengejek ke Taeyeon. Tak lain dan tak bukan ialah Lee Yuan!

“Maaf. Aku sibuk, waktuku sangat berharga dan tidak ada waktu bagiku untuk meladenimu.” Jawab Taeyeon dingin dan merapikan buku-bukunya yang jatuh.

“Hei. Kau tidak ingin kubantu merapikan buku-bukumu, sunbae?”Tawar Yuan sok baik.

Taeyeon tak menggubrisnya lalu dengan cepat ia meninggalkan gadis blasteran China-Korea itu sendiri.

“Kita lihat saja nanti, Taeyeon sunbaenim.” Gumam Yuan dengan senyum liciknya.

“Kau pikir aku akan berdiam diri saja! Tidak akan pernah!”

. . .

Jam pelajaran pertama diawali oleh pelajaran Sosial, Mrs. Jung. Murid-murid diberi kesempatan belajar sebentar lalu dilanjut dengan ulangan. Chanyeol yang sangat payah dalam pelajaran Sosial hanya merutuk tidak jelas dalam hati. Chanyeol hanya menggantungkan nasibnya pada makhluk disebelahnya, Luhan. Atau makhluk didepannya, Taeyeon.

PLUK.

Sebuah gumpalan kertas mendarat tepat diatas kertas ulangan Taeyeon. Ia memutar bola matanya ketika melihat isi dalam kertas itu “Berikan padaku jawaban nomor 5-20! Cepat.”

Taeyeon menuliskan jawabannya hanya separuh, jujur saja ia juga tak begitu pandai dalam pelajaran sosial. Taeyeon pun menurunkan tangannya dan memberi kode pada Chanyeol agar cepat mengambilnya.

Tak berapa lama, gumpalan kertas itu muncul lagi dihadapannya. Taeyeon berdecak kesal, si idiot ini berhentilah menggangguku!.

Mengapa kau menjawab hanya 5 soal? Aku butuh sampai 20!”.

Gumpalan kertas kedua mendarat diatas meja Taeyeon lagi.

“Hei, apa yang kau pikirkan?!? Cepat berikan jawabannya!”.

“EHEM… Mr. Park, apa yang kau lakukan dengan kertas-kertas itu di meja Ms. Kim?”Mrs. Jung menurunkan kacamatanya dan menatap Chanyeol tajam.

“Eh…itu…ah…anu… Aku ingin membuang sampah Mrs. Namun, aku malas berdiri. Maka dari itu, aku melemparkannya dari sini dan ternyata…. tidak sampai ke tempat sampah hehehe.”Chanyeol meringis dengan alasan bodohnya.

Henry yang berada diseberang Chanyeol hanya dapat menahan tawa. Sungguh, siapa yang tidak malu dengan alasan konyol tersebut? Tentu saja Park Chanyeol!.

“Lebih baik kau tak usah menjawab, Yeol. Kau hanya membuatku malu saja.”Batin Luhan sambil menggeleng-geleng.

BRAKKK…..

Penggaris kayu dipukulkan keatas meja. Mrs.Jung pun berdiri “Tak ada alasan bagiku untuk menyontek!!.”

Chanyeol hanya meringis takut. Ia memandangi kertas ulangan dan berusaha berpikir keras. Namun, tetap saja ia tak menemukan jawabannya!Ckckck….

“Sial!!.”

. . .

So many memories

So many stupid fights

So many inside jokes

And the craziest things

Everything crazy that i do

Always seems to happen

When I’m with my family….. Albatros! J

“Bagaimana kabarmu, Taeng?”Henry memulai perbincangan ditengah bisingnya kantin pada jam istirahat itu.

“Kabar baik tentu menyertaiku, Mochi.” Taeyeon tersenyum lebar dan menunjukkan deretan gigi-giginya.

“Bagaimana dengan kalian? Sudah siap untuk pertandingan minggu depan?”Tanya Taeyeon.

Yeah, tentu saja kami sudah persiapan sejak lama. Karena kudengar lawan kita tidak mudah, tim basket Daeil Foreign Language High School. Mereka tidak bisa diremehkan”Jawab Henry.

Tiba-tiba…

“Hei ! Tunggu. Sepertinya aku sudah memutuskan sesuatu.” Ujar Taeyeon serius.

Empat pasang mata mengarah ke Taeyeon dengan bingung dan penasaran. Apa maksudnya?

“Wae? Apa maksudmu?” Chanyeol mengernyitkan dahinya tak mengerti.

“Hhhfft. Ne. Aku memutuskan…. Kalian bukan sahabatku lagi.” Taeyeon berujar lagi yang mengejutkan.

MWO?!?!?!

Terlihat sekali Luhan dan Chanyeol lah yang paling shock.

“Apa yang salah dari kami Tae? Sehingga kau memutuskan persahabatan kita?” Pekik Luhan yang sedikit shock.

“Kami tahu Tae, kita tak punya waktu yang banyak seperti dulu lagi akibat kesibukan sekolah. Tapi… tapi.. Kau tau? Bukan begini caranya.”Chanyeol mendesah pelan.

PLUK!

Sebuah jitakan mendarat di dahi Chanyeol dan Luhan

“Babo! Kalau orang sedang berbicara. Dengarkan sampai selesai.”Sungut Taeyeon merengut lucu.

“Jadi maksudmu?”

“Kuputuskan, kalian bukan sahabatku lagi, mengapa?

.

.

.

.

Karena kita adalah keluarga!”

Chanyeol, Henry, dan Luhan tercengang dibuat oleh Taeyeon. Sementara Amber masih saja tersenyum penuh arti.

“Disaat ku mencoba bangkit dari keterpurukan. Kalian lah yang berada disampingku. Ibarat ‘aku’ yang merupakan seorang bayi mungil yang mencoba berjalan. ‘kalian’lah ibu yang membantu bayinya berdiri. Saat terjatuh dan mencoba bangkit lagi. Tak tahukah kalian? Apalah arti hidupku tanpa kalian…. keluargaku….. Albatros. Aku bukan siapa-siapa tanpa kalian.” Tak terasa Taeyeon menitikkan air matanya setelah rangkaian kata hatinya lolos dari bibirnya.

Chanyeol yang saat itu berada di hadapan Taeyeon. Berdiri dan mendekapnya erat. Seorang Park Chanyeol bisa menangis dan tersentuh hati rupanya!

Taeyeon kaget. Namun sedetik kemudian ia membalas pelukan sayang dari Chanyeol sambil tersenyum.

Amber, Henry, dan Luhan pun ikut dalam ‘peluk-pelukan’ itu. Mereka berpelukan bertumpuk. Yang membuat para siswa-siswi disana yang melihatnya terharu dan iri melihat besarnya cinta dan kasih dalam persahabatan mereka.

Tuhan, terima kasih telah menghadirkan mereka dalam hidupku. Mereka anugerah terindah yang pernah kumiliki…

. . .

*Luhan POV*

“Taeyeon?”

Gadis mungil itu tersadar dari lamunannya karena teguranku. Aku tersenyum saja sambil menyeruput coffee latte ku.

“Bukankah kau tadi mengungkapkan kebahagianmu memiliki Albatros. Dan, juga troll mu itu yang mengejutkan itu, Bukankan tadi kau tertawa renyah. Namun, sekarang kau melamun seperti memikirkan sesuatu yang entahlah…. Perasaan pilu? Mungkin.” Tanyaku bertubi-tubi.

“Aisshh kau ini sok tahu sekali, deer.Kau ini ingin berbakat menjadi mind reader rupanya.”Taeyeon tersenyum kecil memukul bahu ku pelan.

“Aku tidak ingin apalagi berbakat menjadi mind reader. Kau sendiri yang bilang, kita ini melebihi keluarga. Otomatis sedikit saja perubahan dirimu, tak luput dari pandanganku. ”

Taeyeon tersenyum kecil, jujur saja hatinya senang bila diperhatikan Luhan seperti tadi. Apalagi saat ini mereka hanya berdua saja di kedai minuman dekat sekolahnya. Semilir angin yang menemani dan membuat anak rambutnya menari-nari. Tampak menawan di mata Luhan.

“Aku ingin sekali jujur padamu, Lu. Semua yang tampak pada diriku tadi seperti kebahagian, kegembiraan, apalagi bila diantara kalian semua (Albatros). Namun, semua itu lenyap seketika begitu teringat satu beban yang masih membayangiku.” Kulihat mata gadis yang kusayangi itu mulai tampak merah dan berair.

“Perasaan……… kecewa.”

“Ak…aku rindu sosok ayah. Ayah yang menyayangiku dan ibuku lebih dari apapun. Aku rindu wibawa dan kasihnya padaku. Aku rindu sejuta canda dan caranya membuatku tersenyum lagi. Tapi tidak, Lu. Sekarang TIDAK LAGI. Malah justru sebaliknya, aku kecewa pada beliau dan ingin membenc…. eemmpphhh.”

Sebuah dorongan dari dalam membuatku menarik tubuhnya dan…… menciumnya. Ku kecup bibirnya tanpa nafsu, namun dengan kasih sayang.

Sedetik kemudian aku melepaskan ciuman kami, dan menatapnya.

“Maaf… Ak..aku tidak sengaja Tae.” Aku berusaha menatapnya dan meminta maaf atas aksi lancangku tadi.

Tanpa disangka-sangka, Taeyeon yang ku kira akan marah justru mendekap tubuhku setelah tadi kaget atas aksi-ku.

“Tak apa Lu, aku tahu.”

“Tae, masalah ini jangan terlalu membuat kau terpuruk. Berikanlah kepercayaan padaku, aku akan membahagiakanmu dengan apapun itu sebagai pengganti ayahmu.” Aku membalas dekapan Taeyeon dan mengelusnya sayang.

Tuhan, jangan kau biarkan tulang rusukku menangis.

.-To Be Continued-

Akhirnyaaaa….. THO sudah sampai chapter 3! Hehehe…. Maafin aku yaa kalau dari kemarin itu ga memuaskan banget ceritanya huhu.. Oh ya buat yang minta LuTae moment, udah ada ya hehe walupun terselip Myungtae moment muehehe. Aku juga belum mau ngasih tau pairingnya nih :p karena nanti akan terjawab seiring berjalannya cerita ini J . THO ini ff debut ku yg di publish di atsit. Aku masih belum banyak pengalaman dan sangat memerlukan kritik dan saran agar ff ini semakin membaik kedepannya. So, tunggu aja yaa next chap, dan aku harap ga mengecewakan readers lagi^^.

B EAG O O D R E A D E R B Y G I V I N G C O M M E N T!^^

See you soon~

.::Yeollipop::.

Advertisements

48 comments on “[FREELANCE] Take Him Out (Chapter 3)

  1. Next chap dipercepat pleaseee~~~ wahh bingung dukung lutae/myungtae soalnya 22nya bagus ‘o’ gak sabar nunggu kelanjutannya,fighting!!

  2. Bagus kok Thor ff-nya!! BTW.. Ayah macam apa itu si mr.Kim, tidak bertanggung jawab. Pokoknya next chap ditunggu!!

    FIGHTING!!

  3. appa taeyeon jahat amat dah — bingung juga mau pairing siapa yang jelas disini aku dukung lutae couple hihi next chap ditunggu 🙂

  4. Udh lama banget gak baca ff ini jadi lupa deh cerita yg kemarinnya…
    Feelingnya dapet banget…
    Tapi gara gara lupa chapter kemarin di masih bingung hehehh.
    Ok dh next thor.
    Fighting..

  5. kependekan thor huhuTT tp ga papa l uda muncul.alurnyaa jd asik kalo luhan l rebutin taeyeon akak. ditunggu nezt chap thor! fighting!

  6. Aku lebih suka pairingnya taeyeon ama myungsoo thorr. Soalnya pairing myungtae dikit banget..please thor endingnya myungtae yah,,,wah si chanyeol ngakak banget,,,udah thorr,keep writing and fighting

  7. Yah gak nyangka ayah taeyeon ternyata begono skrg ckck
    Ciyee akhirnya myungtae dah ketemuan
    Eh lutae malah ciuman, jadi bingung mau milih siapa couplenya
    Tapi yg jelas next chapnya aku tungguin deh thor
    Semangat buat chap selanjutnya^^

  8. Huaaa bagus banget thorrr. Aaa L taengggg 💕💕💕💕💕 next chapter banyakin momentnya L sama taeng ya thor yaaa wheheh.pairingnya myungtaeng ajaaa yaaa whehe. Okeh Ditunggu buat next chapternya hwaitingg😘😘💕💕💕

  9. Daebak thor!! ^^

    Cieee… Luhan:’3
    Apa maksud Luhan ‘Tuhan, jangan biarkan tulang tusukku menangis’?? :3
    Aku sih trserah pairingnya nanti Taeyeon sma siapa,, sma luhan / myungsoo… Tpi aku ttap lbih ngefell sma Luhan, wlau pairing Luhan udah bnyak… Karna Luhan biasku dan juga entah apa Luhan ccok djadikan pairing ff… 😉

    Chap slanjutnya dtnggu bnget… Fighting!! ^^

  10. Tega bngt sih ayahnya tang. Dikira yg bakal nolong taeng tu luhan,eh trnyat myungsoo. Moment LuTaenya kurang bangeg. HHHuuuuuuu:-(

  11. How great is your LOVE LuTae 🙂 ❤ yaa ampun author kangen banget aq ma ff ini, 🙂 eemph bikin mellting deh luhan POV'y, hahahaha…
    love everafter author, you're the best :), next chapter mustly more sweetly yaah, n' jangan lama" yaah, coz udah jrg banget ff LuTae di posting 🙂 🙂
    FighTaeng nae dear author….

  12. Itu luhan nembak taenggg ????? O.o .. MyungTae !!!!!!!!!!!!!! <3<3 . Msh penasaran banget siapa nih pairing nyaaa u.U .. Next ditungguuuu !!!

  13. Thor next chap panjangin lagi ya, kalo boleh request please aku mau myungtae, ff myungtae jarang banget, tapi apapun yaudah deh hehe, keep writing!

  14. appa taeng jahat bgt sh…
    amber baik bgt seneng liat mereka di sm jga
    pertemuan L ma taeng swet bgt sh …
    next chap dtggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s