[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 8)


Dark Light To Diamond

(Cinta yang Sesungguhnya)

Author : deeHAYEON

Length : Multi-Chapter I Rating : PG-15 I Genre : School-life, Friendship, Romance

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Jung YunHo

Other Cast : Seohyun, Hyukjae, Saehyun, Suzy, Luhan, find.

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama Korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur maupun cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan. DON’T PLAGIAT!

Sorry for typo(s)…

Happy READING!

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6, Chapter 7

———-

Apa mungkin dia menyukaiku seperti aku menyukai Taeyeon?’ batin Kyuhyun yang lagi-lagi ragu.

“Argh! Kau membuat semuanya tambah sulit!” erang Kyuhyun sambil melempar bolpoin kearah Hyukjae.

“Tidak akan sesulit ini jika kau mengerti perasaan yeoja!” balas Hyukjae.

“Aku bukan playboy sepertimu”

“Mengerti yeoja bukan berarti playboy, EVIL!!”

———-

Chapter 8

Akhirnya Taeyeon bisa kembali masuk sekolah setelah satu hari dirawat dirumah sakit dan satu hari istirahat dirumah. Ia merindukan suasana sekolahnya. Walau tak ada teman selain Suzy, Taeyeon tetap bersemangat untuk menjalani kegiatannya disekolah. Ia hanya berharap hari yang cerah ini akan berpihak padanya.

Dengan langkah mantap Taeyeon memasuki kawasan sekolah. Tak bisa dipungkiri kalau ia masih merasa trauma dengan kejadian pengeroyokan itu. Bayang-bayang dirinya yang ditampar dan di keroyok orang-orang membuat Taeyeon sedikit ketakutan, namun ia berusaha menepis semua bayangan itu agar tak berpengaruh pada kesehatannya yang baru pulih.

Sebenarnya, ayah, ibu dan Luhan sudah berkali-kali menyarankan Taeyeon untuk pindah sekolah. Terlebih Luhan. Tadi malam Seohyun datang kerumahnya seperti biasa untuk memberi les pada Luhan, namun yang berbeda adalah sikap Seohyun yang terlihat menghindari Taeyeon hingga tak mau menatapnya sama sekali.

-FLASHBACK

“Noona, kenapa Joohyun noona bersikap seperti itu padamu?” tanya Luhan pada Taeyeon setelah ia menyelesaikan les-nya dengan Seohyun dan langsung menemui noona-nya di kamar.

“Bersikap seperti apa?” Taeyeon malah balik bertanya sambil memasukkan beberapa buku pelajaran kedalam tas.

“Dia tidak mau memandangmu. Kau lihat tadi saat kau mengambil minum dan melewatinya, dia nyaris tak menggubrismu” kata Luhan lagi.

“Oh. Itu biasa, Lu. Mungkin Seohyun mulai terpengaruh oleh siswa-siswa di sekolah. Semua orang di Kyunghwa memang menganggapku tak ada” jawab Taeyeon begitu santai.

“Mwo? Semua?? Noona kau harus pindah dari sekolah itu!” seru Luhan terkejut, “Sekalipun aku suka pada Joohyun noona, aku tak mau kau diperlakukan seperti itu”

FLASHBACK END-

Begitulah Luhan. Dongsaeng satu-satunya itu terus membujuk Taeyeon pindah sekolah hingga tadi pagi mereka sarapan. Tetapi jawaban Taeyeon tetap sama, ‘tidak mau’. Jika Taeyeon pindah dari sekolah itu, berarti ia kalah. Ia tidak mau kalah. Biar saja siswa-siswi Kyunghwa menganggapnya tak ada, lagipula Taeyeon disini berniat untuk sekolah dan belajar.

“Pagi, Kim Taeyeon” sapa salah satu yeoja kelas 10.

Taeyeon sedikit tercengang. Yeoja itu memakai bros bintang putih. ‘Tapi kenapa dia menyapaku? Dia sedang cari masalah atau apa?’

Taeyeon membalas dengan senyuman ramah. Ia terus berjalan menuju kelasnya. Sudah cukup banyak orang yang datang dikelas dan yang membuatnya kembali tercengang adalah…

“Annyeong, Kim Taeyeon!” seru Choi Minho dari bangkunya saat Taeyeon baru masuk kelas.

Taeyeon memandangnya kaget. Minho jelas masih memakai bros bintang putihnya, “A-annyeong…”

Beberapa orang didalam kelas yang ia lewati juga tersenyum. Bahkan Kim Myungsoo ikut menyapanya, “Semoga harimu menyenangkan, Taeyeon-a”

“Eoh.. Kau juga, Myungsoo?”

“Taeyeon-a” sapa Suzy ketika Taeyeon sampai dibangkunya.

“Suzy-a, kenapa hari ini terasa aneh sekali?” tanya Taeyeon sambil menaruh tasnya dibangku samping Suzy dan ia menyadari sesuatu, “Hey, tunggu… KAU DUDUK DISINI?!” pekiknya kemudian.

Suzy mengangguk sambil tersenyum lebar. Lalu ia mengulurkan sebuah kertas pada Taeyeon dan yeoja itu langsung membacanya. Itu adalah fotocopy-an serangkai tulisan yang tak terlalu buruk.

‘Mulai hari ini, tak ada yang boleh mengganggu Kim Taeyeon dengan atau tanpa alasan. Kecuali jika kau ingin berhadapan langsung denganku.

-Cho Kyuhyun-

Di bawahnya ada sebuah tanda tangan besar disertai cap logo Dark. Taeyeon menoleh memandang Suzy dengan pandangan bertanya.

“Anggota Light juga mendapat surat macam ini dari leadernya” ucap Suzy, senyumnya masih terpampang jelas dibibirnya, “Kau bisa hidup tentram mulai sekarang, Taeyeon-a!”

Taeyeon begitu senang. Jantungnya berdetak lebih cepat. ‘Benarkah??’

***

Ternyata Taeyeon benar-benar bisa hidup normal mulai sekarang. Teman-teman sekelasnya sudah mau mengajaknya bicara walaupun beberapa masih terlihat canggung. Namun ini menyenangkan. Dia benar-benar bisa merasakan menjadi anak Senior High School pada umumnya. Satu-satunya hal yang masih terasa janggal adalah, ketika ia berbicara dengan anak Light maka tidak ada anak Dark yang mau mendekat. Begitupun jika ia sedang bersama anak Dark, maka tak ada anak Light yang berani mendekat.

“Taeyeon-a, kajja ke cafétaria!” ajak Hyomin, salah satu anggota Light yang kemarin juga sempat memaki Taeyeon. Tapi yeoja itulah yang paling berani menyapa Taeyeon sejak tadi pagi. Dia orang pertama yang mengajak Taeyeon ke cafétaria padahal bel istirahat baru berbunyi.

Taeyeon tersenyum menanggapi, “Kau duluan saja”

Hyomin balas tersenyum, “Kalau begitu, sampai jumpa di cafétaria”

Dia kemudian meninggalkan kelas bersama yeoja-yeoja Light lainnya. Taeyeon menatap kepergian mereka dan kembali membereskan bukunya.

“Aku bertaruh, sebenarnya Hyomin mau berteman denganmu sejak awal, tapi sayangnya kau memilih netral dan lebih dekat denganku” ujar Suzy yang masih setia duduk disamping Taeyeon.

Yeoja yang diajak bicara malah tertawa, “Memangnya aku siapa sampai-sampai dia ingin berteman denganku hingga seperti itu?”

“Kau tidak sadar kalau kau begitu populer? Sejak Yunho sunbae ketahuan menyukaimu, hampir semua yeoja di sekolah ini mengagumimu. Yaa… Sebelum Saehyun sunbae menyebar gosip picisan yang membuatmu buruk dimata mereka. Tapi sekarang masalah itu sudah diluruskan oleh Saehyun sendiri dan membuat semua yeoja disekolah ini semakin mengagumimu” kata Suzy panjang lebar.

Wajah Taeyeon memerah, “Benarkah?”

“Tentu saja. Siapa yang tidak mau disukai Yunho sunbae? Hanya kau yang berhasil membuat leader Light itu jatuh hati” interupsi suara lain yang membuat Taeyeon dan Suzy menoleh. Ternyata Yuri.

“Kwon Yuri!” seru Suzy, “Kau mengagetkanku!”

“Mian” Yuri tersenyum tanpa dosa, “Ayo ke cafétaria!” ajaknya.

“Kajja!” Suzy menarik tangan Taeyeon.

Tapi Taeyeon menahannya, “Aku tidak mau kesana. Aku tidak punya tempat di cafétaria”

Suzy menggeleng, “Siapa peduli? Yang penting kau punya tempat di hati Yunho sunbae. Kajja!”

Suzy kembali menarik tangan Taeyeon dan kali ini berhasil.

“Kau pintar sekali menggombal” cibir Taeyeon sambil terkekeh.

Ketiga yeoja itupun pergi menuju cafétaria yang seperti biasa selalu penuh.

Taeyeon duduk di meja bagian Dark. Awalnya dia bingung harus duduk dimana karena beberapa anggota Light memangilnya untuk bergabung, begitupula dengan sekumpulan yeoja-yeoja Dark yang memintanya untuk makan dimeja mereka. Tapi karena Taeyeon sedang bersama Suzy dan Yuri, jadi akhirnya ia memutuskan untuk duduk bersama sahabatnya di meja golongan Dark.

“Sepertinya setiap hari aku harus pindah-pindah tempat, agar aku bisa tetap menunjukkan posisi netralku” ujar Taeyeon setengah bergumam.

Jika diperhatikan, semua mata siswa-siswa di cafétaria ini terlihat sedang mencuri pandang kearahnya. ‘Astaga, apakah aku sepopuler itu?’

“Hari pertama sekolah, kita duduk disini. Ingat?” tanya Suzy.

Taeyeon mengangguk.

“Ah~ aku senang sekali akhirnya aku bisa duduk bersamamu lagi di cafétaria ini” lanjut Suzy.

Taeyeon tersenyum menanggapi, “Ne. Aku juga lega kita bisa berteman tanpa harus sembunyi-sembunyi. Ternyata waktu berjalan begitu cepat”

Berbicara tentang hari pertama, Taeyeon jadi teringat sesuatu. Ia mengedar ke sekeliling meja-meja Dark dan menemukannya.

Cho Kyuhyun duduk diantara teman-temannya disebuah meja yang digabung menjadi satu. Teman-temannya sedang asik mengobrol, tapi Kyuhyun hanya diam saja. Namja itu terlalu sibuk menikmati makan siangnya dan tanpa sadar Taeyeon terus memperhatikannya. Entah mengapa pikiran Taeyeon kini dipenuhi oleh Kyuhyun. Bayang-bayang tulisan namja itu yang berisi larangan untuk tidak menganggunya selalu tergambar dibenak Taeyeon. Tanda tangan Kyuhyun masih terukir jelas dipandangannya.

‘Kecuali jika kau ingin berhadapan langsung denganku’

Kalimat itu terngiang ditelinga Taeyeon, seolah Kyuhyun sendiri yang berkata seperti itu.

‘Astaga… Kenapa jantungku berdebar seperti ini?!’ Taeyeon memegang dada kirinya yang berdetak tak beraturan.

Lama Taeyeon memperhatikan Kyuhyun hingga tak sengaja namja itu melihatnya. Mata mereka bertemu selama sepersekian detik. Wajah Taeyeon memerah, saat itu juga ia menunduk dan berpura-pura sibuk dengan makan siangnya.

***

Kyuhyun tersedak oleh makanannya sendiri.

“Hey, kenapa kau?” tanya Hyukjae disebelahnya sambil memberikan segelas air.

Kyuhyun langsung meminumnya sambil mengalihkan pandangan kemanapun selain gadis itu.

“Dia tadi melihatku” jawab Kyuhyun dengan suara pelan agar teman-temannya yang lain tak mendengar.

“Nugu? Taeyeon?”

Kyuhyun mengangguk.

“Kalau begitu, sana dekati!” seru Hyukjae bersemangat, membuat seisi meja mereka langsung menoleh kearah keduanya.

Refleks Kyuhyun menginjak kaki Hyukjae kuat-kuat.

“YA!”

Lagi-lagi bocah bodoh itu justru menarik perhatian seisi cafétaria dengan teriakannya.

“Ada apa?” tanya Suho pada Kyuhyun dan Hyukjae-yang masih meringis.

Keduanya tersenyum dipaksakan, “Gwaenchana”

Beruntung semua orang dimeja itu kembali mengombrol dan melupakan tingkah konyol Kyuhyun dan Hyukjae.

“Cepat dekati!” bisik Hyukjae dengan nada mengancam.

“Shireo”

“Ah~ payah! Masa harus aku yang mendekatinya”

“Ide bagus” sahut Kyuhyun serius.

Hyukjae terkejut. Kyuhyun tau kalau sahabatnya itu hanya ingin memancingnya. Tapi ia berhasil membuat Hyukjae memakan omongannya sendiri.

“Dasar bodoh!” balas Hyukjae sambil memukul dahi Kyuhyun, “Sudah, sana. Dekati sendiri” usirnya.

Kyuhyun mendengus dan memberanikan diri untuk mencuri pandang kearah Taeyeon. Yeoja itu sudah tak memandangnya, malah terlihat sibuk dengan makanan.

‘Apa yang harus aku lakukan?’

***

Taeyeon menggigit bibir bawahnya, ia menahan keinginan untuk kembali mencuri pandang pada Kyuhyun. Ia terlalu takut tertangkap basah lagi. Jadi ia memilih sibuk dengan makan siangnya.

Drrt~

Tiba-tiba ponsel Taeyeon bergetar. Ada pesan masuk. Dia langsung membukanya.

Aku senang meihatmu bisa duduk di cafétaria. Tapi ku harap kau tidak terus-menerus duduk dimeja golongan Dark. Kau harus mencoba duduk dimeja Light juga. Hehe.. Jaga dirimu. Maaf tak bisa menjagamu T_T

Dari Yunho. Taeyeon mengedar ke meja golongan Light dan menemukan Yunho sedang duduk berdua saja dengan Saehyun.

Taeyeon terus memandang Yunho, menunggu sampai namja itu balas memandangnya. Dan akhirnya Yunho tersenyum sekilas ketika mata mereka bertemu. Kejadiannya terlalu cepat hingga Taeyeon belum sempat membalasnya. Taeyeon menghela napas. Ia tak memungkiri dirinya masih kecewa pada Yunho.

Tapi pikiran itu tak berlangsung lama karena tiba-tiba seseorang duduk disamping Suzy dan membuat Suzy bereaksi seolah ia tak bisa menghirup udara dengan baik. Sedikit berlebihan mungkin, tapi itu benar-benar terjadi.

“Annyeong” sapa Hyukjae.

Taeyeon tersenyum dan balas menyapanya, “Annyeong, sunbae”

Suzy juga membalas sapaan Hyukjae namun suaranya tak terdengar jelas.

Dan sesaat kemudian tibalah satu orang lagi dimeja mereka. Tidak lain dan tidak bukan adalah Kyuhyun. Taeyeon menolak untuk memandang namja itu dan justru kembali sibuk dengan makanannya. Sebenarnya ada tempat kosong disebelah Taeyeon, tapi sepertinya Kyuhyun lebih memilih berdiri daripada duduk disebelahnya.

“Sudah tak ada yang mengganggumu lagi ‘kan, Tae?” tanya Hyukjae memulai pembicaraan.

Taeyeon mendongak seraya menggeleng, “Tidak ada”

“Baguslah kalau begitu” kali ini Kyuhyun yang bicara. Tapi ia bicara hanya selewat dan langsung pergi.

Taeyeon mendengus. Ia salah mengira kalau Kyuhyun sudah berubah hanya karena tulisan surat peringatan itu. Sikap namja itu tetap angkuh dan tentu saja tak akan bisa berubah.

Hyukjae memandang kepergian sahabatnya dengan ekspresi heran dan sebal, “Yaa! Kyu!”

Hyukjae akan menyusul Kyuhyun saat Taeyeon menahannya, “Tidak. Biar aku saja” ucap Taeyeon cepat dan segera beranjak.

Suzy dan Hyukjae saling berpandangan.

***

Langkah lebar itu sulit disamai dengan langkah pendek kaki Taeyeon, terpaksa yeoja itu mengejar dengan setengah berlari. Banyak siswa-siswi Kyunghwa yang memperhatikannya, tapi sekarang itu bukan masalah penting.

“Kyu..” sedikit lagi Taeyeon akan meraih lengan Kyuhyun. Namun Kyuhyun langsung menghempaskannya.

“YAA!”

Taeyeon hilang keseimbangan. Tubuhnya condong kebelakang dan siap terjatuh ke lantai. Disaat yang sama, Kyuhyun terkejut dan langsung menarik Taeyeon kepelukannya, kepala yeoja itu membentur dadanya cukup keras.

Taeyeon mengerjap, napasnya terengah. Entah bagaimana nasibnya kalau ia benar-benar jatuh terhempas tadi. Kesehatannya baru pulih, dan itu sangat buruk jika tubuh bagian belakangannya harus cedera juga. Luka didahi sebelah kirinya pun masih memakai perban kecil. Benturan dahinya dengan dada Kyuhyun tadi memang tak membuat luka itu kembali terbuka, namun cukup membuat kepala Taeyeon kembali sakit.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun merasakan tubuh yeoja dipelukannya gemetar. Jujur, dia juga terkejut.

“A-aku.. Aku takut” lirih Taeyeon terbata. Ingatannya kembali pada insiden pengeroyokan itu. Traumanya benar-benar masih ada.

“Kita ke ruang kesehatan” kata Kyuhyun langsung menggendong Taeyeon tanpa menunggu persetujuan yeoja itu. Ia mulai berjalan tanpa mempedulikan bisikan dan beberapa blitz kamera yang mengarah padanya. Yang terpenting sekarang adalah membawa Taeyeon keruang kesehatan.

Semua siswa yang menyaksikan kejadian tersebut dibuat terpengarah dengan perasaan tak percaya. Tentu saja, pasalnya Kyuhyun dan Taeyeon tak pernah terlihat bersama tapi sekarang mereka malah bertingkah laku layaknya teman dekat, atau lebih spesifiknya sepasang kekasih.

Berita kedekatan leader Dark dan gadis netral langsung tersebar keseluruh penjuru sekolah. Secepat kecepatan cahaya, foto-foto mereka juga sudah tersebar luas di akun jejaring sosial. Ini akan menjadi perbincangan hangat baru di Kyunghwa SHS.

***

“Bagaimana keadaannya?” tanya Kyuhyun pada dokter sekolahnya yang baru saja keluar dari ruang kesehatan.

Dokter muda itu tersenyum menenangkan, “Tidak ada yang serius, Taeyeon-ssi hanya sedikit shock. Pusing dikepalanya mengharuskan dia beristirahat” jelas dokter Yoon.

Kyuhyun menghela napas lega. Ia benar-benar bersalah telah membuat yeoja yang masih memiliki trauma hampir kembali celaka. Walau kemungkinannya hanya terjatuh, tapi hempasan tangannya tadi cukup kuat dan minimal bisa membuat tulang belakang cedera.

“Kau boleh menjenguknya, Kyuhyun-ssi. Tapi sebaiknya jangan membangunkan dia dulu. Aku akan membuat surat izin untukmu dan Taeyeon-ssi agar guru kalian mengetahui” ujar dokter Yoon lagi.

Kyuhyun mengangguk dan sedikit membungkuk, “Kamsahamnida”

Dokter Yoon membalasnya dengan senyuman, dan langsung pergi menuju ruangannya. Sementara Kyuhyun menarik napas dalam-dalam sebelum membuka pintu ruang kesehatan.

Disana Kyuhyun kembali melihat yeoja yang disayanginya terbaring lemah diranjang kesehatan. Bedanya yeoja itu kini terbaring karena kecerobohannya sendiri. Kyuhyun benar-benar tidak tau kalau Taeyeon akan mengejarnya, sebab ia kira Hyukjae-lah yang meraih tangannya tadi.

“Mianhae membuatmu terluka” lirih Kyuhyun menggenggam erat-erat tangan Taeyeon yang tertidur.

“Kuharap kau tidak semakin membenciku. Aku sudah menjadi namja pengecut hanya karena menyukaimu. Jebal, mianhae…”

Kyuhyun terus merutuki dirinya sendiri. Mengucapkan kata maaf berulang-ulang walau ia tak yakin Taeyeon akan mendengarnya. Tapi teringat akan perkataan Hyukjae bahwa yeoja memiliki insting kuat, Kyuhyun berharap Taeyeon akan mendengar permintaan maafnya dalam mimpi. Sekarang tugasnya adalah menjaga Taeyeon sampai yeoja itu benar-benar sadar.

Dua jam telah berlalu. Bel pulang sudah berbunyi setengah jam yang lalu dan kini hari semakin sore. Ditempatnya Kyuhyun masih setia menunggu Taeyeon terbangun. Sesekali ia membenarkan posisi selimut Taeyeon dan tak berhenti menatap wajah yeoja itu.

Kyuhyun memejamkan mata sejenak dan menghembuskan napas pelan. Tepat saat itu mata Taeyeon bergerak. Perlahan kelopak matanya terbuka dan mengerjap untuk menyesuaikan pandangan. Taeyeon menoleh kesamping dan terkejut kala mendapati Kyuhyun yang sudah lebih dulu menatapnya.

“Ka-kau… Kenapa-kau-ada-disini?” pertanyaan itu meluncur dengan sangat buruk. Taeyeon belum percaya kalau orang yang pertama kali dilihatnya sekarang benar-benar Kyuhyun. Cho Kyuhyun leader Dark yang sangat angkuh.

“Aku bukan tipe orang yang lari dari tanggung jawab” balas Kyuhyun, angkuh. Ayolah, sekali saja sikap itu tak ia ditunjukkan dihadapan yeoja ini.

“Aku tau. Memang tidak seharusnya aku bertanya” jawab Taeyeon menyesali. Ia mengedarkan pandangan dan teringat kalau dirinya sekarang berada diruang kesehatan.

Taeyeon menatap Kyuhyun lagi, “Berapa lama aku tidur?”

Kyuhyun melirik arloji dan menjawab, “Dua jam lebih sebelas menit”

“Oh, astaga~ Aku tidur seperti orang mati..” lirih Taeyeon bermaksud pada dirinya sendiri. Tapi siapa sangka kalau Kyuhyun juga mendengarnya.

“Ya. Melihatmu tidur lebih baik daripada merasakan tubuhmu yang gemetar” tanggap Kyuhyun datar, namun ia tertawa dalam hati.

Taeyeon menatapnya tak suka, “Itu juga karena kau”

“Ayolah, kemungkinannya hanya terjatuh”

“Hempasan tanganmu terlalu kuat”

“Dan aku tak tau”

Taeyeon diam dan mendadak jengkel dengan sikap tak mau kalah Kyuhyun. Jika Kyuhyun saja tak mau kalah, ia juga tak mau mengalah.

“Seharusnya kau bisa bersikap pada yeoja”

“Aku tak tau. Kupikir kau Hyukjae. Karena untuk apa kau mengejarku? Ada masalah denganku?” tanya Kyuhyun mengintimidasi.

Mendadak Taeyeon gugup, ia tak tau harus menjawab apa, karena ia sendiri tak tau jawabannya. Saat itu benar-benar spontanitas-nya terhadap kelakuan Kyuhyun yang pergi begitu saja. Tapi benar juga. Kenapa Taeyeon harus mengejarnya? Kenapa Taeyeon harus menahannya? Membiarkan Kyuhyun berbuat sesukanya itu lebih mudah.

Kyuhyun memiringkan kepala dengan antusias, “Tak bisa menjawab, eoh?” senyum jahat terukir dibibirnya.

“Bu-bukan begitu” sangkal Taeyeon cepat, “Aku tak tau kenapa aku mengejar orang sepertimu. Itu hanya refleks dan tanpa tujuan. Lagipula untuk apa aku mengejarmu? Kau itu sangat angkuh dan arogan, tak pantas untuk dikejar”

Mata Kyuhyun terbelalak. Ia baru saja mendengar seseorang mengatainya. Sialan! Taeyeon begitu lancar merendahkannya. Kalau saja yeoja itu bukan Kim Taeyeon yang ia sukai, pasti Kyuhyun langsung membekapnya sampai pingsan.

Kyuhyun memejamkan mata sejenak, menenangkan emosinya, “Baiklah. Aku terima hinaanmu. Jika aku namja angkuh dan arogan, lalu kau apa? Miss dirty thinking? Negative thinking? Atau MISS BABO?”

“YA!”

Kyuhyun tersenyum puas. Berhasil membalas dendam sungguh menyenangkan.

Taeyeon sangat kesal sekarang, ia mencoba bangun dan meraih gelas berisi air putih lalu menyiramkannya pada wajah Kyuhyun.

“YA!” kini giliran Kyuhyun yang berteriak. Rambut, wajah dan sebagian blazernya basah.

“Itu hukuman yang bagus” cibir Taeyeon.

“Yeoja aneh. Beraninya kau…”

“Apa?”

“Tanggung jawab”

“Salahmu sendiri”

“Bersihkan!” perintah Kyuhyun.

Taeyeon sedikit terperanjat. Bentakan namja itu sungguh mengerikan. Ia pun langsung merogoh kantung blazernya dan mengeluarkan sebuah sapu tangan, lalu melemparkan sapu tangan itu pada wajah Kyuhyun.

Kyuhyun menggeram. Taeyeon tak ada sopan-sopannya pada senior. Kyuhyun merasa direndahkan oleh anak baru. Ia beralih pada sapu tangan yang dilemparkan Taeyeon.

Itu.. ‘Bukankah ini saputangan yang dulu diberikan Hyukjae pada Taeyeon?’ Saputangan kesayangannya.

Dahi Taeyeon mengerut saat melihat pandangan Kyuhyun pada sapu tangan yang dilemparkannya, “Ada masalah dengan sapu tangan itu?” tanyanya.

Kyuhyun menggeleng dan mulai menggunakan sapu tangannya untuk mengeringkan wajah dan rambutnya.

“Pastikan kau mengebalikkan saputangan itu. Aku mau pulang” ujar Taeyeon sebelum beranjak dari ranjang.

Dengan cepat Kyuhyun menatapnya, “Aku antar”

“Tidak mau” tolak Taeyeon mentah-mentah.

“Apanya yang tidak mau? Biarkan aku mengantarmu pulang sebagai tanda maafku”

“Tidak mau”

“Kajja!” Kyuhyun berdiri dan menarik tangan Taeyeon namun yeoja itu langsung menghempaskannya.

“Sejak kapan arti kata ‘Tidak’ berubah definisi menjadi ‘Ya’?” sahut Taeyeon marah. Ia tak suka dipaksa.

“Sejak aku tak menerima penolakan” jawab Kyuhyun enteng.

“Egois”

“Kau tau itu”

“Maka jangan halangi aku” desis Taeyeon.

“Aku tau ada sesuatu yang kau pikirkan. Katakanlah”

Tepat sekali. Sepertinya Kyuhyun memiliki telepathy.

“Aku tidak mau siswa-siswi sekolah ini melihat aku jalan denganmu” lirih Taeyeon.

Kyuhyun mengerti maksudnya, “Itu yang kau pikirkan?” cibirnya, “Bodoh”

Sekali lagi Taeyeon menatapnya marah. Ia tidak suka dengan panggilan itu.

“Ireona, Kim Taeyeon. Ini sudah pukul tiga sore, dan kau pikir semua siswa masih betah berada dilingkungan sekolah? Lagipula mereka sudah tau. Tak ada yang perlu kau takutkan” jelas Kyuhyun tak sabar.

Taeyeon berusaha mencerna perkataan Kyuhyun, ‘Lagipula mereka sudah tau. Tak ada yang perlu kau takutkan’.

Taeyeon terhenyak, “Apa maksud kalimat terakhirmu?”

“Pulang sekarang”

Kyuhyun menarik Taeyeon dan tanpa diduga yeoja itu malah balik menariknya. Kyuhyun yang tidak punya persiapan apapun langsung limbung kearah Taeyeon dan berakhir dengan jatuh menindih yeoja itu diranjang kesehatan. Taeyeon terbelalak, begitupula Kyuhyun. Bukan terkejut karena posisi mereka saat ini, tapi karena bibir mereka.

Bibir Kyuhyun menempel pada bibir Taeyeon. Mereka berciuman!

***

Sore ini, Suzy berjalan sendiri menuju rumahnya setelah membeli beberapa kebutuhan di mini market depan distrik. Tangan kanannya menenteng sebuah kantong plastik sedangkan tangan yang satunya menggenggam ponsel ke telinga. Ia sedang menelepon.

“Apa yang kau lakukan di ruang kesehatan?”

“…”

“Aku tak bisa kalau tidak khawatir, Tae. Beritamu dan Kyuhyun membuatku sangat terkejut”

“…”

“Baiklah, kau anggap aku berlebihan. Terserah”

“…”

“Kau harus menceritakan semuanya padaku. Sekarang aku…”

“Suzy-a!” seru seseorang memotong percakapan Suzy ditelepon.

Suzy sedikit menjauhkan ponsel ditelinganya. Tak ada orang lain selain dirinya disekitar situ, jadi kemungkinan besar memang dia yang dipanggil. Perlahan Suzy menoleh dan saat itu pula perutnya terasa anjlok.

Lee Hyukjae.

Cepat-cepat Suzy mematikan telepon tanpa memberitahu Taeyeon, lawan bicaranya, terlebih dahulu. Ia merapikan sedikit penampilannya. Bohong bila ia berkata tidak gugup, karena sekarang Hyukjae tengah berjalan kearahnya. Oh, lihatlah senyumannya. ‘Astaga, dia manis sekali’ teriaknya dalam hati.

“Kau darimana?” tanya Hyukjae setelah mereka benar-benar berhadapan.

Sesaat Suzy tampak salah tingkah, tapi ia langsung menjawab, “Da-dari mini market”

Mereka pun mulai berjalan berdampingan dan sepertinya Suzy tidak dapat mengontrol diri lagi.

“Kau sakit?” tanya Hyukjae cemas.

“Ah, Ti-tidak” jawab Suzy berusaha menutupi kegugupannya sendiri, “Kau sendiri darimana?”

Masih dengan senyum manis, Hyukjae membalas, “Hanya sedikit bosan. Jadi aku memilih jalan-jalan disekitar sini. Mau menemaniku?”

Suzy melongo tak percaya, ‘Kesempatan emas darimana ini?’. Dengan gugup ia mengangguk dan Hyukjae langsung menarik tangannya.

Mereka sampai di bundaran air mansur, tepat di tengah taman kota. Suzy duduk disebuah bangku sementara Hyukjae menawarkan diri untuk membeli minuman.

Beberapa saat kemudian, namja itu kembali dengan satu cone ice cream untuk Suzy dan sekaleng soft drink untuk dirinya sendiri.

“Gomapta” ucap Suzy setelah menerima ice cream-nya.

Hyukjae mengangguk, “Aku yang seharusnya berterimakasih padamu. Kau mau menemaniku saat aku bosan seperti ini”

‘Aku akan menemanimu kapan saja, oppa!’ teriak Suzy dalam hati. YA. Hanya dalam hati. Karena kenyataannya ia hanya diam.

Hyukjae adalah orang pertama yang menarik perhatian Suzy saat ia pertama kali menginjakkan kaki di Kyunghwa SHS. Duduk berdua dengan Hyukjae saat ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan.

“Bae Suji, aku ingin bertanya padamu” kata Hyukjae tiba-tiba. Memandang lurus kedepan sambil sesekali meminum soft drink-nya.

Suzy menoleh dengan pandangan bertanya.

“Bagaimana menurutmu tentang Taeyeon?” tanya Hyukjae.

Suzy terkesiap. Apa ini? Kenapa Hyukjae bertanya seperti itu?

Dari awal Suzy sudah sempat cemburu karena Hyukjae menjadi orang pertama yang ada disamping Taeyeon saat sahabatnya itu masuk rumah sakit. Ia sempat berpikir Hyukjae menyukai Taeyeon. Dan dengan pernyataan ini… Apa berarti dugaannya benar?

Suzy bernapas berat, “Dia baik” jawabnya seraya memakan ice cream, wajahnya tertunduk.

“Dia suka namja seperti apa?” tanya Hyukjae lagi.

Dugaan Suzy semakin kuat. Hyukjae menyukai Taeyeon, “Entahlah, aku sendiri baru mengenalnya”

“Apa dia menyukai Kyuhyun?”

Hati Suzy mendidih, ia mulai kesal. Rasa cemburunya tak dapat dikendalikan lagi, “Kenapa sunbae banyak bertanya tentang dia? Aku juga baru mengenalnya sejak masuk Kyunghwa”

Hyukjae menoleh. Ia menelaah ekspresi Suzy beberapa saat, sebelum membuka suara, “Bukan begitu…”

“Kalau kau menyukainya. Kau bisa mendekatinya sendiri” kata Suzy entah mendapat keberanian darimana.

Alis Hyukjae terangkat, diam, lalu tertawa. Jelas ini diluar dugaan. Suzy memandangnya bingung.

Hyukjae berhenti tertawa, “Dengar Suzy-a, bukan aku yang menyukainya. Tapi Kyuhyun”

“Cho Kyuhyun?”

Hyukjae mengangguk, “Tapi si bodoh itu selalu menyuruhku untuk mendekati Taeyeon. Aku takut Taeyeon malah menganggap aku yang menyukainya, dan terbukti dengan kata-katamu tadi. Kau saja mengira aku menyukainya”

Suzy diam, masih mencerna perkataan Hyukjae. Entah kenapa perasaannya sekarang sedikit lebih lega.

“Aku tau Yunho juga menyukai Taeyeon, itu yang membuat Taeyeon celaka beberapa hari yang lalu. Dan aku juga tau Yunho bisa jauh lebih agresif dari Kyuhyun bodoh itu. Makanya aku ingin kita yang membuat Taeyeon dan Kyuhyun dekat” jelas Hyukjae.

Melihat Suzy yang masih diam, Hyukjae segera menambahkan sambil menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum malu-malu, “Maaf random. Aku hanya tiba-tiba terpikir hal itu ketika bertemu denganmu”

Mau tak mau Suzy ikut tersenyum. Siapa yang tidak geli melihat namja se-lucu Hyukjae dengan gaya malu-malunya? Senyum itu cepat menular.

“Jadi…?”

Suzy segera menatap Hyukjae dan mengangguk. Sekarang Hyukjae bisa bernapas lega. Suzy tidak salah paham lagi padanya.

“Selama ini Kyuhyun selalu berasumsi kalau Taeyeon selalu berpikir negatif padanya. Secara tidak langsung keduanya sama-sama menyangkal setiap pikiran positif yang mereka tau pada diri masing-masing. Aku ingin memusnahkan pikiran buruk itu” ucap Hyukjae lagi.

“Sepertinya memang iya. Taeyeon terlihat sangat membenci Kyuhyun untuk beberapa masalah. Apalagi dengan adanya berita baru yang menjadi pembicaraan di sekolah, aku bisa menjamin Taeyeon tak akan mau berdekatan dengan Kyuhyun”

“Benar! Makanya kita harus mengubah semua itu. Bagaimana?”

“Ide bagus. Lagipula aku juga tidak setuju Taeyeon bersama Yunho”

“Baiklah. Kita bekerjasama mulai sekarang”

Suzy mengangguk dan tersenyum senang. Tak bisa dipungkiri kalau Suzy berharap dirinya dan Hyukjae bisa semakin dekat selama berjalannya proses pendekatan Taeyeon dan Kyuhyun. Menyatukan sahabat mereka bisa menjadi awal hubungan untuk mereka. Bukankah hal itu sangat bagus?

***

Taeyeon terkejut saat sebuah gumpalan kertas mendarat dikepalanya lalu terjatuh ke lantai. Ia mencari arah dari si pelempar dan menemukan Suzy yang sedang duduk diantara yeoja-yeoja Dark tak jauh dari tempat Taeyeon menyalin materi pelajaran dari salah satu anggota Light. Suzy memberi isyarat agar Taeyeon membuka kertasnya. Mau tak mau Taeyeon pun membukanya. Ia tau kalau Suzy tidak mau mendekat dan bicara langsung padanya-walau ini jam kosong-karena ia sedang duduk dengan salah satu anggota Light. Hufh. Taeyeon harus terbiasa mulai sekarang.

‘Sabtu malam temani aku mencari baju untuk pesta aniversary Dark, okay?’

Taeyeon berpikir sebentar. Anniversary Dark?

Ah! Ia ingat sekarang. Pengumuman pesta itu tertempel di mading. Pesta khusus untuk semua anggota golongan Dark dan akan diadakan dua minggu lagi.

Taeyeon langsung membalas pesan Suzy dengan sebuah kata ‘Ya’ lalu kembali melempar kertas itu pada Suzy.

Sekilas Taeyeon melihat senyum Suzy yang tidak seperti biasanya ketika membaca jawaban itu. Suzy langsung mengetik sesuatu di ponselnya dan Taeyeon tak peduli.

Apa istimewanya jawaban ‘Ya’? Terkadang dia bersikap aneh.

Taeyeon menggeleng dan memilih kembali sibuk menyalin catatannya.

***

Baekhyun mengoper bola basketnya pada Kyuhyun. Otomatis Kyuhyun menangkapnya dan langsung menembakkan ke ring, bola itu masuk dengan mulus. Sehun yang berada dekat ring menangkap bola itu. Kyuhyun menoleh kearah Hyukjae yang berdiri di pinggir lapangan, sibuk dengan ponsel. Kyuhyun meminta bola pada Sehun lalu memantulkan bola basket itu ke satu meter didepan Hyukjae berdiri.

“Serius sekali. SMS-an dengan siapa, huh?”

Hyukjae menangkis pantulan bola yang nyaris mengenai wajahnya, “Kau cemburu?”

Mata Kyuhyun membelalak dengan tangan berkaca pinggang, “Your wish!”

Baekhyun dan Sehun tertawa bersamaan.

“Hyukjae hyung, banyak yeoja yang menyukaimu dan kau lebih memilih Kyuhyun?” tanggap Baekhyun geli.

“KyuHyuk is Real!” seru Sehun sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Hyukjae memasukkan ponsel kedalam saku seragam dan mengambil bola yang tadi ia tangkis lalu membawanya masuk lapangan.

Melangkah perlahan kearah Kyuhyun, “Aku tidak bisa apa-apa, kawan. Kyuhyun yang selalu mengejarku” balasnya santai.

Sontak Kyuhyun menendang paha belakang Hyukjae ketika namja itu lewat didepannya. Dan sukses membuat sahabatnya itu terpental sambil meringis kesakitan. Bagaimanapun Kyuhyun adalah stricker sepak bola sekolah, jadi tendangannya tidak dapat diragukan lagi.

Hyukjae menatapnya marah dan menoleh pada Baekhyun dan Sehun, “Kalian lihat kan, dia jual mahal sekali. Menendang pahaku seperti menendang bola finalti”

Baekhyun dan Sehun tertawa mengejek. Kyuhyun merebut bola dari tangan Hyukjae lalu menembakannya ke ring dengan kesal. Kali ini tidak masuk.

Hyukjae menguasai bola basketnya kembali, “Dan akuilah kalau kau salah tingkah karena aku ada disini, Kyu. Nih, lihat!”

Ia berlari menjauh dari ring dan menembak bola dari wilayah tiga point. Dan masuk. Tentu saja! Kemampuan Hyukjae bermain basket memang tidak diragukan lagi. Dia pemain basket terbaik disekolah ini.

“Berhenti bicara omong kosong!” seru Kyuhyun tak suka. Ia pun melangkah keluar garis lapangan, meninggalkan Baekhyun, Sehun dan Hyukjae yang masih sibuk dengan acara tawa mereka.

Kyuhyun duduk dibangku pinggir lapangan sambil memandang tiga orang sahabatnya yang kini mulai bermain basket tanpanya. Ia menghela napas panjang. Pandangannya tidak benar-benar fokus pada teman-temannya, justru lapangan ini mengingatkan Kyuhyun pada malam saat Taeyeon menginap disini dan ia mengawasinya di tembok pembatas lapangan.

Lagi-lagi Kyuhyun menghela napas. Semenjak ia dan Yunho mencabut izin pembully-an terhadap Taeyeon, yeoja itu menjadi semakin sering terlihat bergaul disekolah. Terkadang Kyuhyun merasa kesal saat Taeyeon dekat dengan beberapa namja Light, dan kadang bersenda gurau dengan namja-namja Dark. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Kejadian Taeyeon yang hampir terjatuh sempat membuatnya terganggu, beritanya pun makin bermacam-macam, namun semuanya dapat teratasi dengan mudah sehingga berita kedekatan leader Dark dan gadis Netral mulai berkurang.

Yang menjadi masalah adalah insiden tak disengaja diruang kesehatan kala itu, bisa dipastikan Taeyeon makin membencinya, “Astaga.. Ini akan semakin sulit” erang Kyuhyun tanpa sadar.

“Kyuhyun-a” panggil Hyukjae sambil berjalan mendekat, “Kita kembali kekelas” ajaknya.

Kyuhyun memandang sekitar. Baekhyun dan Sehun sudah tidak ada dilapangan. Sepertinya ia sudah melewatkan banyak waktu untuk melamunkan Taeyeon. Sulit dipercaya.

“Sudah selesai?”

Hyukjae mengangguk. Ia mengambil botol air milik Kyuhyun dan langsung meneguknya. Kyuhyun berdiri dan melangkah keluar lapangan basket sementara Hyukjae mengikut disebelahnya.

“Sabtu malam aku menginap dirumahmu, ya?” ucap Hyukjae saat mereka mulai memasuki koridor menuju kelas.

“Untuk apa?”

“Tak ada”

“Baiklah, terserah…” jawab Kyuhyun acuh.

Hyukjae tersenyum lebar lalu kembali mengambil ponsel disaku seragamnya dengan semangat.

Kyuhyun menatapnya aneh, ‘Kenapa dia terlihat senang sekali mau menginap dirumahku? Tapi kadang-kadang bocah itu memang aneh’

***

Taeyeon menggosok kedua telapak tangannya. Kalau bukan untuk Suzy, ia tidak akan mau keluar di Sabtu malam yang dingin ini, mungkin tidur lebih baik.

Sudah pukul delapan malam. Suzy terlambat 10 menit dari jam yang dijanjikan, dan Taeyeon sudah hampir membeku berdiri ditempat itu. Ia kira dirinya yang terlambat, tapi Suzy bahkan belum datang. Sekarang Taeyeon tengah berada di depan mall Apgujeongdong, salah satu departement ternama di Seoul dan udaranya sangat dingin. ‘Suzy. Cepatlah datang’

“Taeyeon-a!”

Harapan Taeyeon terkabul. Ia menoleh dan menemukan Suzy terengah-engah mendekat kearahnya, lalu tersenyum bersalah, “Mianhae. Tadi ada yang harus kuurus dulu”

“Apapun itu, aku ingin kita segera masuk. Aku sudah kedinginan” Taeyeon menarik tangan Suzy dan merekapun masuk ke departement store itu.

“Kau ingin baju seperti apa?” tanya Taeyeon setelah hampir 20 menit ia dan Suzy mengitari mall dan Suzy malah sibuk dengan ponselnya, tak memperhatikan sama sekali barang-barang disekelilingnya. Bahkan took baju-bajupun ia lewatkan begitu saja.

“Aku ingin gaun yang sweet dan feminim, tapi tidak seksi” jawab Suzy tanpa beralih dari ponsel. Memangnya dunia ponsel lebih menarik di banding dunia nyata?

“Lalu bagaimana kau akan memilih jika kau terus sibuk dengan ponselmu? Kau mau belanja disini atau online?” hardik Taeyeon mulai jengah.

Tiba-tiba Suzy berhenti, menunjuk kearah café didepan mereka, “Tae, itu kan Hyukjae sunbae!”

Belum sempat Taeyeon menyahut, Suzy sudah menariknya masuk kedalam café itu. Taeyeon merasa ada sesuatu yang janggal, “Suzy-a. Kenapa kau tiba-tiba se-agresif ini pada Hyukjae?”

Suzy tak menjawab. Sudah berkali-kali ia diacuhkan oleh sahabatnya sendiri.


Mata Kyuhyun menyalang kesal pada Hyukjae. Sudah merepotkannya dengan menyuruhnya datang ke café dan sekarang Hyukjae malah tak mempedulikannya. Ponsel sudah menjadi teman baik si bodoh itu sekarang.

Kyuhyun menghela napas, “Jadi apa esensi kita disini?” tanyanya setelah 10 menit hanya memandangi Hyukjae dengan ponselnya.

Hyukjae mendongak, “Eoh, kau bicara?”

Jelas dia tak mendengarnya.

“Aku bilang ada kucing bodoh yang lewat tadi”

“Hah? Kucing? Di mall ini? Jinjja?”

Bodohnya bisa benar-benar akut, “Pikir saja sendiri. Tapi kau harus menjelaskan padak kenapa kau minta aku datang kesini kalau hanya untuk melihatmu sibuk mengencani ponsel”

Hyukjae tersenyum menjijikan dengan mata memandang Kyuhyun, “Kyu, kau selalu cemburu pada ponselku. Aku akan selalu milikmu”

“Sekali lagi kau mengatakan hal semacam itu, isi gelas ini akan tumpah dikepalamu” ancam Kyuhyun sambil menunjuk gelas capuccino didepannya.

Hyukjae terbahak, tapi tidak setulus hati, matanya mengedar kesekeliling entah untuk apa. Lalu tiba-tiba ia mengangkat tangan seperti memanggil seseorang diluar café.

Kyuhyun menoleh, ternyata Hyukjae memanggil gadis yang biasa bersama Taeyeon. Ia berharap ada Taeyeon juga disana, tapi ketika ia melihat Taeyeon benar-benar bersama gadis itu Kyuhyun ingin menarik kembali harapannya. Ini diluar dugaan.

“Kau tidak akan menyesal datang kesini, Kyu-ya” bisik Hyukjae.

Kyuhyun membelalak. Apa maksudnya???

To be continue……..

See You In Chapter Nine :*

Advertisements

64 comments on “[FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 8)

  1. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  3. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 12) | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 13) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 14) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 15) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: [FREELANCE] Dark Light To Diamond (Chapter 16) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: Dark Light To Diamond (Chapter 17) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s