[FREELANCE] Found Love (Chapter 8)


Title: Found Love Chapter 8

Author: Anke Putri a.k.a Park Ri Hyo

Cast : -Kim Taeyeon

-Byun Baekhyun

     -Park Chanyeol

-Kwon Yuri

    -Jessica jung

    -Xi Luhan

Other Cast    : You can find alone…

Length: Chaptered

Genre: Romance, School life, Sad,Comedy

Author Note:

Huwaa..susah cari inspirasi..namun demi reader semua..aku menyelesaikkannya dengan tepat waktu..i love u my reader

Poster By :Hospital Art Design Aqueera Artposter .. gomawo !!

Preview: Introduction, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6, Chapter 7

Chap 8…

    Jin pun langsung menyahut, “Luhan Oppa…ia begitu tersakiti hingga berubah menjadi kasar dan jarang pulang ke rumah..berbeda dengan Luhan Oppa yang dulu,dulu ia amat lembut dan penyayang. Aku ingin dia kembali seperti dulu lagi..dan aku juga ingin kembali ke Tiongok,karena Eomma ingin agar Luhan Oppa melupakkan semua hal buruk yang terjadi kepadanya. Eomma juga ingin memisahkan Luhan Oppa dengan Appa yang masih tinggal di sekitar Seoul bersama dengan istri barunya.”

    “Apakah kau pernah mengunjungi Appamu jika kau tahu rumahny ?”tanya Taeyeon.

    “Ne..pernah bahkan berulang kali aku,Eomma dan Luhan Oppa pergi ke rumah Appa. Namun..yang kami terima hanyalah caci maki,ia menuduh kami sebagai pemeras..padahal yang kami inginkan adalah Appa kembali kepada kami. Bahkan pernah ia mengusir kami dengan memanggil seorang security..kami dianggap sampah. Aku dan Eomma masih kuat menahannya,namun Luhan Oppa..dia sudah terbawa dengan emosi,ia terlanjur membenci Appa..hiks..Unnie bantu aku untuk merubah Luhan Oppa serta membujuknya untuk kembali ke China..kumohon..”pinta Jin sambil menggenggam erat tangan Taeyeon.

    Taeyeon pun berpikir sebentar,apa salahnya ia merubah seseorang menjadi lebih baik lagi. Lagipula Luhan tidak seburuk seperti yang ada di dalam pikirannya selama ini. Taeyeon menatap Jin yang masih terus memohon kepadanya. Taeyeon sangat ingin membantu Jin dan Eommanya, “Baiklah..”ucap Taeyeon,Jin terlihat sangat senang. Taeyeon pun berpikir untuk menghapus semua kebencian yang ada di dalam dirinya terhadap Luhan.


********************

Sampai di rumah,Taeyeon kembali memikirkan tentang kesanggupannya membantu Jin agar Luhan kembali seperti dulu lagi dan membujuknya agar ia mau kembali ke Tiongkok bersama seluruh keluarganya. Saat tengah memikirkan masalahnya itu,tiba-tiba saja Tiffany meneleponnya, “Yeobeseyo ? Wae ?”tanya Taeyeon.

    “Aish..apa kau lupa apa yang aku katakan tadi saat di sekolah ?”tanya Tiffany mencoba mengingatkan Taeyeon tentang janji yang ia buat tadi. Taeyeon nampak berpikir keras sebelum akhirnya ia mengingat apa yang Tiffany ucapkan padanya,yaitu mengenai Tiffany yang ingin menginap di rumah Taeyeon.

    “Aku mengingatnya sekarang..kapan kau akan tiba ?”tanya Taeyeon.

    “Mungkin beberapa menit lagi..sekarang aku sudah dalam perjalanan menuju ke rumahmu dengan menggunakan mobil..tunggu aku !”Tiffany langsung mematikkan sambungan teleponnya,Taeyeon menatap layar ponselnya dengan kebingungan. Setelah itu,Taeyeon pun menatap pigura foto miliknya dengan penuh rasa kerinduan,ia sangat merindukkan ibunya. Taeyeon tidak bisa membayangkan apa yang ibunya lakukan saat ini,namun Taeyeon yakin ibunya baik-baik saja dan berharap hal itu memang benar terjadi.

    Saat tengah memperhatikkan pigura foto itu,mata Taeyeon menangkap sesuatu yang sedikit menonjol dari balik foto itu. Selama Taeyeon melihat foto itu,baru kali ini ia menyadari ada suatu benda yang ada di dalamnya. Dengan cepat Taeyeon meraih pigura itu,lalu membukanya untuk melihat benda apa yang ada di dalam pigura itu, “Kalung ?”Taeyeon cukup terkejut melihat sebuah kalung berbandul EJ yang sangat indah,baru kali ini Taeyeon melihat kalung itu hingga bingung siapa pemilik kalung itu,kenapa kalung itu bisa ada di dalam pigura fotonya. Mata Taeyeon pun tiba-tiba terpaku pada sebuah tulisan yang ada dibalik foto itu,Taeyeon pun langsung membacanya.

    Taeyeon..ini eomma..eomma sengaja meletakkan benda yang seharusnya milikmu ini kembali kepadamu. Kau sudah dewasa dan kau harus mengetahui segalanya..eomma tahu jika memberitahumu sekarang akan sulit bagimu tapi..memang inilah kenyataan..suatu hari nanti kau akan tahu..

    Tubuh Taeyeon menjadi bergetar begitu membaca tulisan yang ada di balik foto itu,kalimat yang ada disitu menunjukkan sesuatu hal yang sama sekali tidak diketahui oleh Taeyeon dan Taeyeon tidak tahu maksud dari kata-kata yang ditulis oleh Nyonya Kim itu.

    Saat tengah kebingungan dengan teka-teki yang ada dalam surat itu,tiba-tiba saja ponsel Taeyeon berbunyi, “Yeobeosseyo ?”

    “Taeyeon..aku sudah sampai di depan rumahmu. Keluarlah !”seru Tiffany.

    “Ah..ne ! Gidaryeo !!”setelah mematikkan sambungan teleponnya,Taeyeon langsung meletakkan kalung yang sejak tadi ia pegang ke laci meja riasnya,lalu setelah itu ia berlari keluar untuk menyambut Tiffany.

    Sampai di depan,ia melihat Tiffany yang masih berada di dalam mobilnya dengan tatapan kesal, “Yak ! Kenapa lama sekali ?”tanya Tiffany sambil keluar dari mobilnya.

    “Mianhaeyo..”sesal Taeyeon.

    Tiffany menghampiri Taeyeon,lalu memberikkan kantung plastik yang berisi banyak makanan,mulai dari jajangmyun,tteokboki,japchae dan lain-lain,hingga membuat Taeyeon nampak kesusahan mengangkat kantung plastik itu, “Aku membeli banyak makanan untuk nanti malam.”

    “Baiklah…kajja masuk !”Taeyeon pun masuk,Tiffany mengikutinya dari belakang.

    “Ini rumahmu ? Besar sekali !”kagum Tiffany sambil terus memandangi sudut rumah Jessica.

    “Ani..ini rumah Jessica yang sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri.”

    “Bisakah kau ceritakkan semuanya nanti ? Aku ingin melihat kamarmu…”

    “Baiklah !”dengan membawa makanan,Taeyeon berjalan terlebih dahulu.

    Sampai di depan kamarnya,Taeyeon langsung meletakkan plastik yang sejak tadi ia bawa di depan pintu kamarnya, “Yak..kenapa kau letakkan semua makanan yang kubawa disitu ? Kau tidak menghargai sama sekali.”kesal Tiffany.

    Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Anieya..ini sangat berat ! Arraseo !”marah Taeyeon.

    “Aish..mari kubantu.”

    Taeyeon membuka pintu kamarnya,sementara Tiffany membawa kantung plastik miliknya. Begitu pintu kamar Taeyeon terbuka,Tiffany langsung berlari masuk ke dalam dengan riang,tak lupa ia meletakkan kantung plastiknya sebelum berlari menuju ke balkon kamar Taeyeon, “Huwaaa..pemandangan disini sangat hebat. Dan balkon ini cukup sempurna jika dijadikkan tempat belajar nanti malam..ada kursi,meja dan juga lampu yang begitu sempurna !”kagum Tiffany.

    “Aku yakin kamarmu tak jauh beda dari kamarku.”sahut Taeyeon sambil berjalan menghampiri Tiffany.

    “Kau salah besar..meskipun kedua orang tuaku berada,namun mereka tak terlalu memanjakanku..bahkan kamarku hanya separuh dari kamarmu,tidak ada balkon dan berada di lantai 1..”ucap Tiffany.

    Taeyeon mengangguk-anggukkan kepalanya, “Meskipun begitu..aku juga bukan pemilik rumah ini,aku hanya bisa dibilang menumpang saja. Aku berasal dari Jeonju..ibuku bekerja sebagai pencuci baju dan jika ada pekerjaan kecil ia akan kerjakan. Sementara ayahku..sebenarnya dia ayah terbaik,namun ia berubah begitu ia dipecat dari pekerjaannya.”cerita Taeyeon dengan mata berkaca-kaca.

    Tiffany yang mendengarnya pun merasa kasihan terhadap Taeyeon,begitu beratnya kehidupan Taeyeon dibalik wajahnya yang selalu ceria itu, “Aigo..tenanglah uri Taeyeon-ie..kau akan baik-baik saja selama kau bersamaku. Lalu bagaimana kau bisa bertemu Jessica ?”tanya Tiffany penasaran.

    Taeyeon terenyum begitu mengingat tentang pertemuannya dengan Jessica di masa lalu, “Saat itu..aku baru saja turun dari bis saat pertama kali kakiku menginjak Seoul. Saat tengah menunggu bus tiba,aku melihat ada seorang gadis dirampok..saat perampok itu berlari ke arahku,dengan cepat aku merebut tas itu dan aku berhasil…meskipun ada luka di pipiku..”Taeyeon menunjuk luka dipipinya yang hampir tidak terlihat.

    “Ah..arraseo..lalu ?”

    “Jessica adalah gadis yang aku tolong itu..sebagai bentuk terima kasihnya,ia malah memberi tumpangan kepadaku..serta fasilitas yang belum pernah aku dapatkan.”

    Tiffany merasa kagum dengan Jessica begitu Taeyeon menceritakannya tentang sosok Jessica yang belum ia kenal sama sekali, “Dia baik sekali..andai semua orang di muka bumi ini seperti dia. Sekarang dimana dia ? Aku ingin bertemu dengannya.”

    “Dia..dia berada di rumah sakit sekarang.”jawab Taeyeon lesu.

    “Mwo ? Sakit apa ?”

    “Mollayo..mungkin hanya kecapean biasa saja.”

    “Ah..padahal aku ingin bertemu dengannya.”

    “Tiff..bisakah aku mencari solusi darimu ?”pinta Taeyeon dengan sungguh-sunggung.

    Tiffany yang mulanya bingung pun menganggukkan kepalanya, “Baiklah..kapanpun kau butuh aku akan selalu ada untukmu.”

    Malam pun menjelang,Taeyeon dan Tiffany kini disibukkan dengan buku mereka masing-masing. Tiffany lebih memilih untuk mempelajari buku elektronik yang baru ia download tadi sebelum mulai belajar,sementara Taeyeon memilih untuk mempelajari buku yang belum lama ini ia beli. Saat disibukkan belajar,tiba-tiba saja ponsel Taeyeon berbunyi,dengan malas Taeyeon meraih ponselnya, “Yeobeosseyo ?”

    “Taeyeon ini aku Luhan.”mendengar nama Luhan membuat pikiran Taeyeon buyar,Tiffany yang sejak tadi melihat Taeyeon pun merasa terheran-heran.

    “Ada perlu apa ?”tanya Taeyeon.

    “Aku ingin bertemu denganmu..”

    Taeyeon tercengang begitu Luhan ingin bertemu dengannya,ia takut bertemu dengan Luhan,melihatnya dari kejauhan saja membuatnya merinding apalagi bertemu langsung dengannya secara pribadi. Namun disisi lain,ia teringat dengan janjinya terhadap Jin,ia ingin membantu gadis itu serta ibunya. Taeyeon berpikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan, “Baiklah…kapan ?”tanya Taeyeon tergagap,ia memutuskan untuk bertemu dengan Luhan dan menghilangkan semua rasa takutnya.

    Luhan terlihat senang terdengar dari suaranya, “Besok setelah tes..aku akan langsung menjemputmu di depan kelasmu.”

    “Baiklah.”

    “Baik..sampai jumpa besok.”Luhan pun langsung mematikkan sambungan teleponnya.

    “Siapa ?”tanya Tiffany.

    “Luhan.”jawab Taeyeon lemas.

    Mata Tiffany pun membulat lebar, “Penculik itu ? Kenapa dia meneleponmu ?”tanya Tiffany yang semakin penasaran,lalu ia meletakkan tabletnya tak jauh darinya.

    “Dia mengajakku untuk bertemu.”

    “Dan kau menyetujuinya ?”curiga Tiffany,Taeyeon langsung mengangguk, “Aigo..kau bilang kau tidak ingin bertemu dengannya dan sekarang. Ada apa denganmu Kim ?”

    Taeyeon yang tidak terima dengan kecurigaan yang Tiffany tujukkan kepadanya langsung mencoba untuk menjelaskan, “Jangan salah paham terlebih dahulu. Kali ini aku ingin membantu keluarganya.”

    “Keluarga ?”

    “Ne..tadi aku bertemu dengan adik tirinya dan ia memintaku untuk membantunya agar merubah Luhan serta membujuk Luhan agar mau kembali ke Tiongkok bersama dengan keluarganya.”

    “Bukankah itu urusan mereka ?”

    “Fany-ah..tolong mengerti. Kasihan mereka..sebenarnya Luhan tidak sejahat itu,ia terlalu tersiksa dengan hal yang selama ini ia alami. Bahkan ibunya menderita penyakit yang kronis..apa kau tidak kasihan dengan mereka ?”tanya Taeyeon dengan penuh emosi.

    Tiffany yang menyadari jika yang dilakukan Taeyeon itu tidak sepenuhnya salah langsung meminta maaf, “Mianhae..kau harus menolong mereka.”

    Taeyeon menghela nafas lega karena akhirnya Tiffany mengerti maksud tujuannya membantu Luhan, “Ne..mari kita lanjutkan belajar kita.”

    “Taeyeon..kita sudah belajar selama 3 jam penuh dan saat ini aku sangat lapar. Bisakah kita makan sekarang ?”pinta Tiffany sambil memegangi perutnya.

    “Tentu saja..”

    Taeyeon pun mengambil makanan yang sudah ia hangatkan ke balkon,Tiffany pun ikut membantunya. Setelah semua makanan tertata rapi di meja balkon,Tiffany langsung berusaha mengambil daging bulgogi yang ada di hadapannya,namun Taeyeon menahannya, “Kau tidak berpikir untuk berdoa terlebih dahulu ?”

    Tiffany menepuk keningnya, “Aku lupa..baik. kajja kita berdoa.”mereka berdua pun mulai berdoa.

    Setelah berdoa,Taeyeon dan Tiffany mulai memakan semua makanan yang ada di hadapan mereka dengan sangat lahap. Tak butuh waktu lama bagi mereka untu menghabiskan seluruh makanan hingga Taeyeon yang sangat kenyang memilih untuk meminum segelas soju yang ada dihadapannya dalam sekali teguk. Berbeda denganTiffany yang memiliki nafsu makan yang tinggi,ia terlihat masih memakan japchae yang masih tersisa. Setelah semua habis,Tiffany menghabiskan seluruh sisa soju,Taeyeon yang melihatnya pun nampak sangat heran sekaligus kagum terhadap Tiffany. Meskipun ia makan banyak,namun tubuhnya tidak gemuk dan tetap kurus seperti saat ini, “Kau sudah kenyang?”tanya Taeyeon.

    Tiffany bersendawa sebentar sebelum menjawab pertanyaan Taeyeon, “Tentu saja..aku sudah memakan hampir semua makanan disini.”

    “Kenapa kau tidak bisa gemuk ?”tanya Taeyeon.

    “Kau mau tahu rahasianya ?”Taeyeon mengangguk, “Aku menggunakan korset yang sangat menyiksa tubuhku. Sebenarnya aku mudah sekali gemuk dan mungkin saja saat ini beratku bertambah beberapa kilo.”

    Taeyeon mencoba menahan tawa begitu mengetahui apa yang terjadi, “Ah..ne arraseo. Bagaimana kalau kita tidur sekarang. Aku mengantuk.”

    “Baiklah..ayo !!”Tiffany terlihat bersemangat begitu Taeyeon mengajaknya untuk tidur.

    Setelah membereskan semua piring serta gelas yang mereka gunakan untuk makan. Taeyeon dan Tiffany pun langsung berbaring di ranjang,saat Taeyeon akan memejamkan mata,tiba-tiba saja Tiffany terbangun hingga membuat Taeyeon kembali membuka matanya, “Mwo ?”tanya Taeyeon.

    Tanpa menjawab pertanyaan Taeyeon,Tiffany langsung turun dari ranjang untuk mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Tak lama kemudian ia datang dengan membawa beberapa produk perawatan wajah, “Kau lihat..sebenarnya aku tidak serumit ini. Namun memang sebelum tidur aku selalu melakukan perawatan wajah..mulai dari membersihkan sisa make up dengan cleansing hingga menggunakan masker seperti ini..”Tiffany menunjukkan jenis-jenis masker miliknya yang boleh dibilang sangat banyak hingga membuat Taeyeon cukup kagum.

    Taeyeon pun terduduk,lalu melihat masker milik Tiffany,Taeyeon pun tertarik dengan masker milik Tiffany yang unik karena masker itu bergambar hewan seperti kelinci,singa dan lain-lain, “Kenapa ? Kau tertarik dengan masker hewan itu ?”

    “Ah..ne.”jawab Taeyeon sedikit gugup.

    “Kau bisa menggunakannya.”ujar Tiffany yang sibuk membersihkan wajahnya.

    “Jinjja ? Ah..gomawo.”Taeyeon pun mengambil salah satu masker bergambar kelinci yang sangat lucu,lalu memakainya.

    “Stop !”saat akan memakai maskernya,tiba-tiba saja Tiffany menghentikannya.

    “Mwo ?”tanya Taeyeon kesal.

    Tiffany langsung mengambil kapas dari tasnya,lalu sedikit memberikkan kapas itu dengan pembersih wajah, “Sebelum kau gunakan masker itu..bersihkan dulu wajahmu !”

    Taeyeon pun langsung mengambil kapas yang Tiffany pegang,setelah itu ia segera membersihkan wajahnya hingga sisa-sisa make up yang ada di wajahnya tidak tersisa. Saat Taeyeon tengah membersihkan wajahnya,Tiffany terlihat sudah membereskan semua produk perawatannya ke dalam tas,lalu memakai maskernya dan berbaring tidur. Tak lama kemudian,Taeyeon juga sudah membersihkan wajahnya dan kini tinggal memakai masker. Setelah memakai masker,Taeyeon berbaring di samping Tiffany, “Bisa aku mematikkan lampunya sekarang ?”tanya Tiffany.

    “Tentu saja..”Tiffany pun langsung menekan tombol lampu yang berada tak jauh darinya,lalu menggantinya dengan lampu yang tidak terlalu terang.

    “Tiff..”panggil Taeyeon.

    “Ne.”

    “Bisakah besok kau bantu aku agar dapat bertemu dengan Luhan..aku tidak ingin Baekhyun Oppa dan Chanyeol Oppa mengetahuinya.”

    Terdengar helaan nafas pelan dari Tiffany, “Aku tidak ingin mengambil resiko besar atas semua itu Taeyeon-ah.”

    “Kau tidak perlu mencemaskanmu dan khawatir akan resiko yang akan kau dapat. Besok aku tidak akan sendirian menemui Luhan..”

    “Maksudmu ?”tanya Tiffany.

    “Kau bisa tahu besok..”

    Esoknya,Taeyeon dan Tiffany berangkat kuliah bersama. Sebelumnya Taeyeon sudah menghubungi Baekhyun untuk tidak menjemputnya,disepanjang perjalanan,Taeyeon sibuk dengan ponselnya hingga tidak mempedulikkan Tiffany yang sejak tadi mencoba mengajaknya mengobrol. Tiffany yang kesal pun merebut ponsel Taeyeon, “Apa yang kau lakukan ?”tanya Tiffany.

    Taeyeon pun kembali merebut ponselnya dari tangan Tiffany, “Fokuslah pada menyetirmu Nona Hwang..”

    “Dan kau janagn terlalu fokus pada ponselmu Nona Kim,hingga tidak memperhatikanku.”

    Taeyeon yang menyadari kesalahannya pun langsung meminta maaf, “Mianhae..wajar aku seperti ini karena apa yang akan kulakukan ini akan berpengaruh pada pertemuanku dengan Luhan nanti.”

    “Kau selalu mudah membuatku penasaran Nona Kim..”

    Tak lama kemudian,sampailah mereka di kampus. Beberapa menit setelah sampai di kelas,bel masuk pun berbunyi. Dosen Lee yang akan mengetes mereka pun datang dengan cepat sebelum waktunya. Begitu masuk,dia langsung membagikkan beberapa lembar soal kepada seluruh mahasiswa. Setelah semua dibagikkan,Dosen Lee pun mempersilahkan semua mahasiswanya untuk mulai mengerjakkan soal yang sudah dibagikkan. Dosen Lee mengawasi mereka dengan ketat hingga suasana menjadi tegang.

    Saat tes dimulai,Yuri malah dengan santainya memainkan ponselnya. Dosen Jang yang mengawasinya pun terlihat tidak menegur Yuri sama sekali hingga membuat teman Yuri yang berada tak jauh darinya menatap Yuri dan Dosen Jang bergantian,sepertinya ia mengetahui sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua. Disaat seperti ini,Yuri malah dengan santainya tidak menyentuh soalnya sama sekali. Lalu setelah memainkan ponselnya,Yuri malah keluar dari kelas, “Dosen Jang..bolehkah aku keluar sebentar ?”

    Dosen Jang mengangguk, “Tentu saja..kau boleh keluar namun jangan lama-lama dan segera kerjakan soalmu kembali.”pesan Dosen Jang sambil sesekali mengerling ke arah Yuri.

    Saat keluar dari kelas,Yuri langsung mengambil ponselnya kembali. Yuri membuka sebuah pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya, “Terima kasih Dosen Jang..”ucap Yuri,lalu diam-diam ia mencatat sesuatu di tangannya. Setelah itu ia masuk kembali ke kelas. Sebelum duduk,ia membungkukkan badannya ke Dosen Jang sambil menunjukkan tangannya yang sudah berisi kunci jawaban yang baru saja Dosen Jang kirim kepadanya.Begitu duduk,dengan santainya Yuri memasukkan semua jawaban yang sudah Dosen Jang berikkan ke lembar jawaban soal.

    Setelah tes berakhir dan semua siswa sudah pergi. Yuri pun menghampiri Dosen Jang yang masih sibuk menata lembar jawaban, “Dosen Jang.”panggil Yuri.

    Dosen Jang pun mengangkat wajahnya,lalu ia tersenyum manis ke arah Yuri, “Ada apa sayang ?”panggil Dosen Jang.

    “Terima kasih karena hari ini kau sangat menguntungkanku.”

    “Sama-sama..tapi semua ini tidak gratis..”

    “Saya tahu maksud anda..”Yuri menggenggam tangan Dosen Jang,lalu Dosen Jang pun menyentuh paha Yuri hingga membuat Yuri mendesah pelan.

    “Temui aku nanti malam di hotel yang biasa kita datangi..”

    “Ne..saya mengerti. Sampai jumpa.”Yuri pun pergi. Dan tak lama kemudian Dosen Jang pun ikut pergi. Setelah mereka semua pergi,seorang mahasiswi yang cukup cantik yang tak lain adalah orang yang sejak tadi memperhatikkan Yuri dan Dosen Jang pun masuk ke dalam kelas,lalu mengambil sesuatu yaitu sebuah pematik yang tak jauh dari meja Dosen, “Sebentar lagi kau akan tamat Kwon Yuri..karir modelmu akan tamat.”

    “Im Yoona !”panggil seseorang,gadis itu pun menoleh ke orang yang memanggilnya.

    “Ne..!”

    “Sebentar lagi kau harus mengikuti pemotretan..kau harus segera tiba di lokasi.”

    “Ne..arraseo !”sebelum pergi,Yoona memasukkan pematik yang ia ambil tadi ke dalam tasnya.

    Setelah keluar dari kelas,Taeyeon mencoba merengangkan tubuhnya, “Taeyeon..kau yakin akan menemui Luhan ?”tanya Tiffany mencoba meyakinkan Taeyeon.

    “Tentu saja..”

    Beberapa menit kemudian Luhan datang,lalu ia menghampiri Taeyeon, “Bisa kita pergi sekarang.”Taeyeon pun mengangguk,lalu mulai berjalan mengikuti Luhan.

    Tiffany menatap mereka yang mulai menjauh dengan tatapan penuh kecemasan. Tak lama setelah mereka pergi,Baekhyun datang, “Tiffany..kau melihat Taeyeon ?”

    “Ah…”Tiffany bingung harus menjawab apa,ia pun teringat dengan pesan Taeyeon tadi malam, “Dia ada di toilet sekarang.”

    “Mwo ? Untuk apa..aku akan menunggunya..”saat Baekhyun akan berjalan menuju toilet,Tiffany langsung menahannya.

    “Wae ?”tanya Baekhyun bingung.

    “Dia akan pergi ke rumahku setelah ini. Bisakah dia ikut denganku hari ini saja ? Karena tadi malam aku menginap di rumahnya.”

    “Apa kau tidak berbohong ?”tanya Baekhyun penuh kecurigaan.

    Tiffany menggeleng, “Tentu saja tidak..kau bisa mempercayakkan Taeyeon kepadaku.”

    “Baiklah kalau begitu..aku pergi.”setelah Baekhyun pergi. Tiffany kembali diliputi dengan rasa cemas,ia takut dengan keselamatan Taeyeon serta takut karena berbohong kepada Baekhyun. Jika Baekhyun tahu ia sedang berbohhong,ia tidak tahu apa yang akan Baekhyun lakukan kepadanya nanti, “Semoga kau baik-baik saja Taeng.”

    Taeyeon dan Luhan nampak saling diam saat di dalam mobil. Taeyeon lebih memilih untuk memainkan poselnya dan Luhan fokus menyetir, “Kita mau kemana ?”tanya Taeyeon.

    “Ke Han River.”jawab Luhan singkat dengan wajah muram,ia yakin Luhan tengah memiliki masalah, “Kenapa kau mau bertemu denganku kali ini ??”

    Taeyeon menoleh ke arah Luhan, “Tidak ada salahnya memberi kesempatan orang sepertimu untuk bertemu denganku tanpa masalah.”

    Luhan menganggukkan kepalanya, “Arraseo.”

    Beberapa lama kemudian,sampailah mereka di Sungai Han yang sudah ramai oleh beberapa pengunjung. Luhan menghentikkan mobilnya di parkiran khusu yang berada di sekitar Sungai Han,lalu ia dan Taeyeon berjalan bersama menuju ke sisi sungai. Taeyeon mencoba untuk berjalan tidak beriringan dengan Luhan,ia tak ingin orang yang berada disitu mengira dia dan Luhan memiliki hubungan. Luhan yang merasakkan keanehan Taeyeon pun menghentikkan langkahnya,Taeyeon pun ikut berhenti dan menatap Luhan dengan datar, “Wae ?”tanya Taeyeon.

    “Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepadamu. Ada apa dengamu ?”tanya Luhan balik.

    “Aku hanya tidak ingin semua orang mengira kita memiliki suatu hubungan khusus,hanya itu saja.”jawab Taeyeon seadanya.

    Luhan terkekeh, “Arraseo.”Luhan pun kembali berjalan mendahului Taeyeon.

    Sampai di sisi sungai,Luhan langsung duduk di bangku,Taeyeon pun ikut duduk di sampingnya, “Apa yang ingin kau bicarakan ?”tanya Taeyeon.

    “Aku ingin..kau menjadi pacarku.”ucap Luhan,Taeyeon pun menoleh ke araj Luhan dengan terkejut.

    “Luhan ak..aku..”

    “Kau bisa menjawabnya kapan saja.”

    “Aku akan menjawabnya sekarang. Sebelum itu,aku ingin bertanya suatu hal kepadamu.”

    “Mwo ?”

    “Jin…Eommamu. Apa kau menyayangi mereka ?”tanya Taeyeon hingga membuat Luhan terkejut.

    “Ba..bagaimana bisa kau tahu mengenai mereka ?”

    “Aku yakin kau tidak seburuk yang kukenal saat ini..tapi kumohon,berubahlah demi mereka.”

    Wajah Luhan pun memerah dan tangannya terkepal keras, “Kau tahu apa mengenai kehidupanku ? Jangan coba ikut campur dengan urusan keluargaku.”geram Luhan.

    Taeyeon mencoba untuk tetap bersikap biasa, “Aku tahu..aku tahu semuanya mengenai Jin. Mulai dari hubunganmu dengan Jin hingga ayahmu..aku tahu semuanya Xi Luhan.”ucap Taeyeon dengan lirih.

    Luhan pun menoleh ke Taeyeon, “Jika saja namja tua itu tidak bertingkah..mungkin saat ini aku,eomma dan Jin akan hidup bahagia. Namun karena dia..eommaku..meskipun dia bukan eomma kandungku,namun ia lebih menyayangiku daripada appa..bahkan ia rela mengorbankan dirinya hanya demi diriku. Dan sekarang,orang yang sangat kusayangi itu memiliki penyakit sialan yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawanya..penyakit itu hiks..”Luhan pun mulai menangis,matanya begitu memerah,Taeyeon yang melihatnya pun menjadi cemas.

    “Luhan..keinginan ibumu hanya ingin kau berubah menjadi Luhan yang dulu dan juga…ia meninginkanmu agar kembali ke Tiongkok bersama dengan Jin dan dirinya. Apa kau tidak bisa mewujudkan semua itu ? Tujuannya sangat bagus,ia ingin kau melupakkan semua yang terjadi disini..dan..”

    “Aku tidak bisa pergi. Sebelum balas dendamku terwujudkan..”

    “Balas dendam tidak akan menyelesaikkan semuanya. Aku juga mengalami hal yang tak jauh beda darimu. Setiap hari,appaku menyiksaku dan ibuku hingga beberapa kali eommaku mengalami cedera. Dan setiap hari juga appaku membuat kami kesulitan,bahkan ia hampir menjualku.”ucapan Taeyeon yang terakhir membuat Luhan terkejut,ia mengusap bulir-bulir air matanya dan menatap Taeyeon dengan pandangan tidak percaya.

    “Jinjja ? Bagaimana bisa ayahmu sendiri menjualmu ?”tanya Luhan.

    “Dia ingin melunasi hutang judinya..dia tidak berpikir panjang hingga ingin menjualku. Inilah tujuanku datang ke Seoul,hanya untuk lari dari ayahku. Aku begitu tersiksa hidup seperti ini,kau beruntung karena mungkin ayahmu tidak pernah menyiksamu. Bahkan aku..”Taeyeon menunjukkan bekas jahitan yang ada ditangannya, “Memiliki luka yang hingga kini belum sembuh. Bahkan hatiku…hatiku masih terasa sakit.”

    “Taeyeon..”Luhan mencoba untuk menenangkan Taeyeon,ternyata gadis itu memiliki masalah yang lebih serius dari dirinya.

    “Meskipun begitu..aku tetap menyayangi ayahku dan tidak berniat untuk membalaskan dendam. Aku hanya ingin ayah dan ibu kembali seperti dulu. Balas dendam adalah pilihan yang buruk,pilihan yang kejam dan tidak bermoral. Kau malah akan menjadi manusia yang lebih jahat dari orang yang akan kau balas dendamkan.”

    Luhan pun kini tersadar dengan apa yang akan ia lakukan adalah sebuah kesalahan besar, “Aku tahu..tapi aku ingin eomma bahagia.”

    “Bahkan eommamu ingin kau berubah dan melupakan semuanya. Bahkan ia tidak menginginkanmu untuk balas dendam. Bayangkan jika kau balas dendam,bagaimana sedihnya ibumu. Yang ia inginkan hanya kembali ke Tiongkok dan merubah sifatmu.”

    Luhan menundukkan kepalanya, “Aku tahu..aku tahu apa yang akan kulakukan setelah ini.”

    “Oppa !”seru seseorang,Luhan pun menoleh.

    “Jin ! Eomma !!”seru Luhan begitu melihat Jin dan Nyonya Xi datang. Nyonya Xi terlihat duduk di kursi roda dengan keadaan yang begitu lemas,Jin pun mendorongnya dari belakang.

    Begitu Jin dan Nyonya Xi mendekat,Luhan langsung memeluk mereka secara bergantian, “Eomma..mianhae.”

    “Oppa..hiks…”Jin pun menangis.

    Taeyeon yang melihat itu semua hanya bisa tersenyum tipis,lalu ia pun mendekati mereka, “Eomma..jeongmal mianhae. Aku akan menuruti semua yang kau inginkan,merubah sifatku dan kembali ke Tiongkok.”

    “Luhan tidak apa-apa jika kau tidak menuruti eomma..”

    “Aku akan tetap menuruti ucapanmu eomma..kita harus segera ke Tiongkok besok.”

    Nyonya Xi pun tersenyum, “Ne..kita akan kembali besok.”lalu Nyonya Xi pun menatap Taeyeon yang sejak tadi diam, “Apapun yang kau lakukan,aku tidak tahu bagaimana cara berterima kasih kepadamu…Kim Taeyeon-ssi.”

    “Ne..ahjjuma. Melihat kalian bahagia sudah membuatku cukup senang.”

    Luhan pun berjalan menghampiri Taeyeon,lalu menggenggam tangannya, “Gomawo..lupakan segala apa yang aku katakan padamu tadi,aku sudah tahu jawaban apa yang akan kau berikan kepadaku. Aku harap kau menemukkan namja yang baik seperti dirimu.”

    “Gomawo Luhan.”

    “Unnie..gomawo !”seru Jin dengan mata berkaca-kaca,Taeyeon pun menganggukkan kepalanya.

    Taeyeon pun terpaksa pulang dengan taksi,karena Luhan dan keluarganya harus pergi untuk mengurus surat kepindahan mereka. Taeyeon sama sekali tidak keberatan untuk pulang sendiri,yang terpenting keluarga Luhan dapat hidup bahagia. Di sepanjang jalan pulang,Taeyeon tidak berhenti memasang senyum bahagianya.

    Beberapa menit kemudian,sampailah Taeyeon di rumahnya. Begitu turun dari taksi,tiba-tiba saja Baekhyun menghampirinya,ia terlihat sangat marah terhadap Taeyeon hingga wajahnya memerah. Taeyeon merasa sangat ketakutan melihat Baekhyun nampak semarah itu kepadanya, “Taeyeon..”geram Baekhyun sambil menarik tangan Taeyeon dengan paksa masuk ke dalam rumah,Baekhyun menekan tangan Taeyeon dengan kuat hingga membuat Taeyeon kesakitan.

    “Oppa..apa yang kau lakukan ?”

    Begitu sampai di dalam rumah,Baekhyun langsung menghempaskan tangan Taeyeon dengan keras,lalu menatap Taeyeon dengan tajam, “Baru darimana saja kau ?”tanya Baekhyun.

    Taeyeon pun sedikit gugup untuk menjawab pertanyaan Baekhyun, “Aku baru saja pulang dari…rumah Tiffany.”

    Baekhyun namppak tidak mempercayai ucapan Taeyeon, “Geotjimal…kau tidak pergi ke rumah Tiffany. Kau pergi ke mana ? Jangan berbohong padaku Kim Taeyeon..”

    “Oppa..aku benar-benar baru dari rumah Tiffany. Kau bisa bertanya kepadanya.”

    “Ck..kenapa kau berbohong padaku hanya demi Luhan !”bentak Baekhyun dengan begitu keras.

    Taeyeon pun terkejut karena ternyata Baekhyun sudah mengetahuinya,namun yang ia bingungkan darimana Baekhyun tahu semuanya, “Bohong ? Mengenai Luhan ? Jangan bercanda oppa.”Taeyeon masih tetap mengelak meskipun Baekhyun sudah mengetahuinya.

    “Taeyeon..apa tujuanmu sebenarnya ? Kenapa kau mau menemui namja itu ? Jelaskan !”Baekhyun berjalan mendekati Taeyeon,lalu kembali mencengkeram tangannya dengan keras.

    “Oppa..appo !!”erang Taeyeon.

    “Jawablah..atau aku akan semakin menekan tanganmu !!”

    “Baik aku akan menjelaskannya setelah kau memberitahuku siapa yang memberitahumu mengenai diriku yang bertemu dengan Luhan.”setelah itu Baekhyun langsung melepas cengkeraman tangannya.

    “Mulanya aku percaya saat Tiffany mengatakkan kau akan pergi ke rumahnya. Namun…aku mulai tidak percaya saat melihat Tiffany pulang sendiri tanpamu,lalu aku memutuskan untuk mengikutinya hingga sampai ke rumah dan akhirnya ia mengaku jika kau pergi dengan Luhan.”

    “Oppa..mianhae.. namun aku hanya ingin membantu Luhan dan keluarganya.”

    “Mwo ? Membantu penjahat seperti dia ? Konyol sekali !”

    “Oppa percaya padaku. Dia juga tidak akan menggangguku lagi setelah ini..percaya padaku Oppa. Jebal..hiks..”Taeyeon pun mulai menangis,Baekhyun yang tidak tega melihat Taeyeon yang terus menangis langsung menghampirinya.

    “Ne..akan kumaafkan kali ini.”

    “Gomawo Oppa.”Taeyeon langsung memeluk Baekhyun dengan erat.

    “Kau mau mengunjungi Jessica ?”tawar Baekhyun.

    Taeyeon pun langsung mengangguk cepat, “Ne..oppa !!”

    “Mandilah dulu..aku akan menunggumu disini.”

    Setelah membersihkan dirinya,Taeyeon langsung turun untuk menemui Baekhyun kembali. Kali ini Taeyeon hanya menggunakan dress tipis yang ditutupi dengan jaket, “Oppa..kajja kita berangkat !”Taeyeon langsung menarik Baekhyun keluar. Tanpa Taeyeon sadari,Baekhyun terus memperhatikannya,lalu ia tersenyum samar menyadari tingkah Taeyeon yang sama sekali tidak berubah.

    Sampai di rumah sakit,Taeyeon langsung memeluk Jessica dengan erat,Jessica juga nampak senang dengan kehadiran Taeyeon, “Kenapa kau tidak mengunjungiku ?”tanya Jessica.

    “Aku memiliki banyak kegiatan Unnie..hari ini aku memiliki tes yang penting.”

    “Benarkah ? Tes apa ? Chanyeol..bukankah kau tadi masuk kenapa tidak menceritakannya padaku ?”protes Jessica.

    “Apakah harus ? Ini hanya sebuah tes untuk mewakili camp tahun ini.”

    “Ah..geuraesseo ? Semoga kalian dapat mengikuti camp tahun ini.”harap Jessica.

    Saat tengah asyi mengobrol,tiba-tiba saja Baekhyun masuk dengan membawa kue ulang tahun yang sangat indah, “Saengil chukkka hamnida Jessica !”seru Baekhyun.

    Taeyeon dan Baekhyun memang merencanakan semua ini sebelum berangkat ke rumah sakit. Meskipun ulang tahu Jessica masih besok,namun saat ini sudah hampir menginjak jam 10,jadi mereka datang ke rumah sakit sekaligus membuat kejutan untuk Jessica. Jessica nampak terharu dengan kejutan yang Baekhyun dan Taeyeon buat untuknya,Chanyeol juga nampak senang karena Baekhyun dan Taeyeoon tidak melupakkan hari ulang tahun Jessica. Jujur saja tadi ia hampir lupa dengan ulang tahun Jessica. Mereka semua menyanyikkan lagu lang tahun untuk Jessica dengan bersemangat hingga membuat Jessica menangis,Taeyeon yang melihat Jessica menangis langsung memeluknya, “Unnie..uljjima..ini hari bahagiamu bukan?”Jessica menatap lekat-lekat Taeyeon.

    “Aku bahagia sekali karena ulang tahunku kali ini dapat bersamamu.”ucap Jessica.

    “Unnie..aku menyayangimu.”ujar Taeyeon sambil mempererat pelukannya.

    “Silahkan ditiup lilinnya !”seru Baekhyun. Jessica melepas pelukannya dari Taeyeon,lalu berusaha untuk duduk dengan bantuan Taeyeon.

    “Sebelum meniup lilinnya..unnie harus mengucapkan permintaan.”pesan Taeyeon.

    “Arraseo..”Jessica mulai memejamkan matanya,lalu mulai mengucapkan permintaannya. Setelah itu ia mulai meniup lilinnya.

    “Chukkae Unnie !!”seru Taeyeon.

    Setelah memakan kue,Taeyeon merasa sangat mengantuk hingga ia tertidur tepat di samping Jessica yang masih belum dapat tertidur, “Baekhyun..bawa Taeyeon pulang,ne ?”

    “Baiklah..aku akan membangunkannya..”saat Baekhyun akan membangunkan Taeyeon,Jessica menahannya.

    “Sebaiknya kau gendong dia..kasihan,dia terlalu lelah.”ucap Jessica sambil membelai pelan puncak kepala Taeyeon.

    Baekhyun pun mengangguk,lalu ia menghampiri Taeyeon,namun tiba-tiba saja Chanyeol menahannya, “Biar aku saja yang menggendong Taeyeon,lebih baik kau siapkan mobilmu dulu ke depan rumah sakit..biar lebih mudah.”

    Chanyeol langsung menggendong Taeyeon. Baekhyun yang sebenarnya tidak rela melihat Taeyeon digendong oleh namja lain selain dirinya hanya bisa menahan rasa cemburunya. Jessica yang diam-diam memperhatikkan Chanyeol yang begitu peduli terhadap Taeyeon hanya dapat tersenyum tipis.

    Begitu Baekhyun membawa mobilnya ke depan rumah sakit,Baekhyun langsung turun untuk membukakakan pintu untuk Chanyeol yang tengah menggendong Taeyeon. Begitu pintu mobil terbuka,Chanyeol langsung merebahkan Taeyeon ke jok belakang mobil Baekhyun, “Kenapa kau tidak menidurkannya di depan ?”tanya Baekhyun sinis.

    Chanyeol menatap Baekhyun dengan tidak suka, “Aku pikir..kau akan melakukan hal yang macam-macam terhadap Taeyeon nanti..jadi aku memilih untuk menidurkannya di belakang. Apa salah ?”

    Baekhyun yang tersinggung dengan ucapan Chanyeol pun mengepalkan tangannya, “Jangan mengatakkan hal yang tidak-tidak Park Chanyeol atau aku akan..”

    “Akan apa ?”tantang Chanyeol.

    Baekhyun yang tidak ingin berurusan lama dengan Chanyeol memilih untuk segera masuk ke dalam mobil dan mulai menghidupkan mobilnya,meninggalkan Chanyeol yang masih merasa benci terhadap Baekhyun. Entah mengapa meskipun ia sudah berjanji terhadap Jessica untuk tetap mencintainya,namun hatinya masih belum dapat melepaskan Taeyeon.

    Esoknya,begitu Taeyeon bangun dari tidurnya,ia melihat Baekhyun yang juga masih tertidur di sofa kamarnya. Taeyeon mencoba membenarkan apa yang ia lihat,apakah benar-benar Baekhyun dan ternyata memang Baekhyun lah yang ia lihat saat ini. Taeyeon pun turun dari ranjangnya untuk menghampiri Baekhyun karena hari ini ia dan Baekhyun memiliki jadwal kuliah, “Oppa..”Taeyeon mengguncang-guncang tubuh Baekhyun,Baekhyun pun langsung terbangun. Mata Baekhyun mengerjap beberapa kali sebelum tersenyum manis ke arah Taeyeon, “Oppa segera bangun,bukankah hari ini akan ada jam kuliah ?”

    Baekhyun mengangguk, “Ne..aku harus pulang lebih dulu. Aku tidak membawa baju.”

    “Baiklah..”

    “Lalu setelah itu aku akan menjemputmu.”

    “Tidak perlu Oppa..sebaiknya kau langsung ke kampus saja..aku akan berangkat sendiri dengan bus.”tolak Taeyeon.

    “Tidak bisa seperti itu,aku harus berangkat bersamamu..”

    Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Tidak..aku tidak mau menyusahkanmu Oppa.”

    “Kau sama sekali tidak menyusahkanmu. Baiklah..aku akan pulang segera dan sekarang kau harus mempersiapkan dirimu. Dandan secantik mungkin,arraseo ? Tunggu aku hingga sampai kesini.”

    Taeyeon pun tersenyum, “Baiklah Oppa..”setelah Baekhyun pergi,Taeyeon langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.

    Tak butuh waktu lama bagi Taeyeon untuk berpakaian dan berdandan. Setelah selesai,ia langsung turun ke bawah sambil menunggu Baekhyun. Saat turun kebawah,Taeyeon melihat Chanyeol tengah membawa baju milik Jessica, “Oppa..untuk apa baju Jessica Unnie ?”tanya Taeyeon sambil menghampiri Chanyeol.

    “Eoh..Jessica ingin sebagian bajunya dikembalikkan dirumah.”jawab Chanyeol.

    “Oppa..kapan Jessica Unnie pulang ?”tanya Taeyeon.

    “Mungkin secepatnya ia akan pulang,berdoalah untuk Unniemu,ne ?”Taeyeon mengangguk, “Kau mau berangkat kuliah ? Bersamaku,ne ?”

    “Anieya Oppa..aku akan berangkat bersama Baekhyun Oppa. Aku sudah berjanji kepadanya.”

    Chanyeol terlihat tidak suka ketika Taeyeon kembali menyinggung mengenai Baekhyun, “Baiklah aku pergi.”ujar Chanyeol datar sambil pergi.

    Taeyeon pun masih merasakkan hubungan yang tidak baik antara Baekhyun dan Chanyeol, “Semoga mereka segera berbaikkan.”harap Taeyeon.

    Selang beberapa lama kemudian,Baekhyun sudah datang,kali ini ia membawa mobil. Baekhyun pun langsung melambaikkan tangannya,mengisyaratkan Taeyeon agar segera masuk ke dalam mobil. Taeyeon pun menuruti ucapannya dan langsung masuk ke dalam mobil Baekhyun setelah mengunci pintu rumah.

    Di dalam mobil,Taeyeon terlihat murung,pikirannya mengenai Baekhyun dan Chanyeol tiba-tiba saja membuat kepalanya pusing. Baekhyun yang merasakkan perubahan Taeyeon pun menoleh ke arah Taeyeon, “Ada apa denganmu ?”tanya Baekhyun.

    “Anieya Oppa..hanya saja..”Taeyeon ingin menanyakan tentang pertengkaran yang terjadi di antara Baekhyun dan Chanyeol,namun begitu melihat wajah Baekhyun yang terlihat tidak baik,Taeyeon pun mengurungkannya, “Anieya..jangan dipikirkan.”Taeyeon menyandarkan tubuhnya ke jok sambil memandangi jalan yang ada di depannya.

    Baekhyun nampak kecewa karena Taeyeon tidak ingin menyelesaikkan apa yang baru saja ia ucapkan, “Oppa..apa kau sakit ?”tanya Taeyeon tiba-tiba.

    “Anieya..wae ?”tanya Baekhyun balik.

    “Kenapa kau nampak tidak baik hari ini ?”

    Baekhyun menghela nafas sebentar. Sebenarnya ada sedikit masalah di rumahnya. Saat pulang tadi,tiba-tiba saja kedua orang tuanya yang datang dari Bucheon menginginkannya untuk datang ke pertemuan antar kedua keluarganya dan Yuri. Memang kedua orang tua Baekhyun dan Yuri berteman baik,Baekhyun tidak tahu rencana orang tuanya mempertemukkannya dengan keluarga Yuri,yang ia harapkan untuk pertemuan nanti bukanlah sebuah keputusan sepihak antara orang tua Yuri dan dirinya,yang ia inginkan hanyalah membahas hubungan kerja saja,tidak lebih, “Apakah benar tidak terlihat baik ? Aku pikir semua dalam keadaan baik.”

    “Oppa..pengumuman untuk tes akan diumumkan hari ini bukan ? Aku berharap dapat lolos dalam camp nanti.”

    “Aku juga berharap sepertimu..”

    “Oppa..saat pesta malam nanti,sepertinya aku tidak akan ikut.”

    “Wae ?”tanya Baekhyun yang cukup terkejut dengan niat ketidakhadiran Taeyeon dalam acara penting sekolah itu.

    “Aku ingin pulang ke Jeonju..bukankah setelah pesta malam itu,universitas kita akan meliburkan kita selama 1 minggu ? Aku ingin memanfaatkan hal itu.”

    Baekhyun menganggukkan kepalanya, “Aku tahu hal itu..aku memakluminya jika kau benar-benar merindukkan keluargamu. Tapi kenapa tidak mencoba untuk mengikuti pesta malam ini. Ini akan menjadi acara yang seru. Kau akan menyesal.”

    “Sama sekali tidak..kecuali kedua orang tuaku terutama ibuku datang sendiri ke Seoul. Mungkin aku akan bahagia sekali..”harap Taeyeon.

    Baekhyun pun menganggukkan kepalanya, “Aku berharap kau bisa ikut pesta malam itu.”

    Sampai di kampus,Taeyeon langsung berjalan menuju ke kelasnya. Saat akan berjalan menuju ke kelasnya,ia melihat Luhan yang sudah berdiri di depan pintu kelasnya, “Ada apa Luhan ?”tanya Taeyeon.

    Luhan pun tersenyum ke arah Taeyeon,lalu ia menyerahkan sesuatu yang ada di dalam kotak kecil, “Ibuku memberikkan ini untukmu.”

    Taeyeon pun menerima kotak itu dengan kebingungan, “Untuk apa ?”

    Luhan menggeleng, “Aku tidak tahu..hanya saja ia sangat berterima kasih kepadamu.”

    Taeyeon pun menganggukkan kepalanya, “Sampaikan rasa terima kasihku kepadanya.”

    “Tentu saja. Oh iya..hari ini rencananya setelah pulang dari kuliah,aku dan seluruh keluargaku akan berangkat ke Tiongkok. Kemarin kami berhasil mengurus surat kepindahan kami ke Tiongkok dan juga kuliahku..”

    Taeyeon nampak sangat sedih begitu mendengar kepergian Luhan yang nanti. Meskipun ia sempat benci terhadap namja itu,namu namja itu memiliki sisi baik yang belum pernah ia lihat. Ternyata ucapan Jin memang benar,Luhan adalah sosok yang hangat dan baik, “Luhan..kirimkan salamku juga kepada Jin. Aku berharap bisa bertemu dengannya suatu hari nanti.”

    Luhan menganggukkan kepalanya, “Tentu saja. Aku akan datang ke korea setelah mendapat undangan pernikahanmu.”goda Luhan.

    Pipi Taeyeon pun memerah dan wajahnya terasa panas begitu Luhan menyinggung tentang pernikahan, “Apa yang kau katakan eoh ? Masih sangat jauh sekali pemikiran seperti itu di otakku.”

    “Arraseo.”Luhan pun memandangi jam tangannya, “Aku harus pergi sekarang. Jin dan Eomma sudah menunggu di rumah.”

    “Sampai jumpa Luhan..maaf tidak bisa mengantarmu.”

    “Gwaencahana..sampai jumpa !!”Luhan pun berlari ke luar kampus.

    Setelah Luhan pergi,Tiffany yang sejak tadi memperhatikkan mereka pun menghampiri Taeyeon, “Ada apa dengan kalian ?”

    “Eobseo..Luhan akan pergi ke Tiongkok.”

    “Mwo ? Jinjja ? Wae ?”

    “Hanya mengikuti keinginan ibunya saja.”jawab Taeyeon.

    Tiffany pun menyipitkan matanya, “Kau banyak berhutang cerita kepadaku Kim Taeyeon.”tagih Tiffany.

    “Aku tidak akan membaginya denganmu.”ucap Taeyeon sambil meleletkan lidahnya.

    “Yak ! Awas kau Kim Taeyeon !!”

    Dari kejauhan,nampak Yuri menatap mereka berdua dengan tatapan marah. Kilat amarah pun terpancar dari sorotan matanya,ia marah begitu mendengar kabar kepindahan Luhan ke Tiongkok. Orang yang ia harap dapat membantunya untuk menjauhkan Baekhyun dari Taeyeon pun pergi begitu saja, “Tertawalah sepuasmu..aku akan memikirkan cara lain untuk menyingkirkanmu Kim Taeyeon.”

    Siangnya,saat jam mahasiswa seharusnya pulang,semua mahasiswa malah tetap diam di kelas mereka karena mereka masih harus menunggu pengumuman hasil tes yang baru mereka jalani kemarin. Hasil tes cepat keluar karena yang mengoreksi adalah dosen yang menangani jurusan mereka. Taeyeon yang nampak begitu bosan memilih untuk memainkan game anipang di ponselnya. Berbeda dengan Tiffany yang tengah sibuk mengecat kukunya, “Aish kenapa lama sekali..”keluh Tiffany.

    “Mollayo..aku juga merasa bosan.”

    “Dosen Lee datang..Dosen Lee datang !!”seru salah satu mahasiswa dengan cukup keras. Taeyeon pun langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku.

    “Omo..eotteokhae ? Cat kukuku masih basah..”kelu Tiffany sambil memandangi beberapa cat kukunya yang masih berada di mejanya.

    Taeyeon pun langsung membantu Tiffany membereskan semua cat kukunya,lalu memasukkan semuanya ke dalam tas Tiffany, “Gomawo..”ucap Tiffany.

    Dosen Lee pun memasuki kelas,lalu ia memandangi seluruh mahasiswanya yang ada di dalam kelas sebelum menyapa mereka, “Selamat siang..maaf hasil tesnya keluar terlalu lama karena ada sedikit masalah teknis tadi. Kalian penasaran bukan siapa yang lolos tes ini hingga dapat mewakili kelasnya mengikuti camp ?”

    “Ne !!”seru semua siswa dengan kompak.

    “Meskipun kalian tidak lolos dalam camp ini..kalian dapat kesempatan mengikutinya tahun depan,tapi jangan putus asa,kalian dapat mengadakkan camp sendiri di sekitar universitas. Baiklah..sebelum saya umukan siapa yang lolos mengikuti camp. Saya akan menunjukkan tempat dimana camp itu akan di adakan,tempat untuk camp kali ini adalah di Songnisan National Park di Chungcheongbuk-do.”semua mahasiswa langsung bersorak begitu mendengar nama Songnisan National Park,karena taman nasional itu begitu indah karena tempatnya masih bisa dikatakan alami dengan adanya gunung di sekitarnya serta sungai-sungai yang memiliki air sangat jernih. Udaranya pun begitu sejuk hingga membuat orang yang berkemah disana menjadi nyaman dan betah.

    “Baiklah..saya akan umukan 10 nama mahasiswa yang lolos. Pertama..”suasana tegang pun kembali tercipta, “Lee Kwangsoo..Park Jiyeon…Ahn Sohee..Han Sarang…Do Haesung..Park Soyeon…Ryu Saebyuk..Hwang Mi Young..Joo dan….”semua siswa yang dipanggil namanya pun nampak bahagia,kecuali Taeyeon yang nampak kehilangan harapan untuk ikut camp kali ini,lalu ia menatap Tiffany yang juga menatapnya dengan sedih, “Kim Taeyeon.”sontak,Taeyeon yang mulanya sedih pun bersorak bahagia sambil memeluk Tiffany.

    Setelah Dosen Lee keluar dari ruang kelas,Taeyeon dan Tiffany pun mengikutinya dari belakang dengan perasaan bahagia. Taeyeon sangat bahagia karena dapat mengikuti camp universitasnya untuk pertama kali. Namun tiba-tiba saja wajah Taeyeon menjadi cemas,hingga membuat Tiffany yang melihatnya kebingungan, “Ada apa denganmu ?”tanya Tiffany.

    “Apakah Baekhyun Oppa lolos ?”

    “Kau bisa tanyakkan kepadanya..itu dia orangnya.”Tiffany mengarahkan dagunya ke suatu sisi yang berada di belakang Taeyeon,Taeyeon pun membalikkan badannya.

    “Oppa..!”seru Taeyeon,”Bagaimana tesmu ?”

    Wajah Baekhyun menunjukkan kesedihan,ia terlihat tidak bersemangat, “Kau pasti lolos.”ucap Baekhyun dengan lemas, “Sebaiknya kita pergi.”

    “Sebenarnya apa yang terjadi Oppa ? Jangan membuatku cemas seperti ini.”Taeyeon pun berjalan mendekati Baekhyun.

    “Mianhae..aku telah berusaha namun…”

    “Oppa..ada apa ? Apa yang terjadi ?”tanya Taeyeon,Tiffany yang melihat Taeyeon dan Baekhyun pun juga ikut cemas.

    “Ayo pergi merayakkan keberhasilan kita.”ucap Baekhyun pelan,yang masih dapat di dengar oleh Taeyeon.

    “Ne ?”Taeyeon berpura-pura tidak mengerti.

    Baekhyun langsung menjentikkan jarinya ke dahi Taeyeon, “Babo..aku lolos !”sontak Taeyeon langsung memeluk Baekhyun dengan erat.

    “Oppa..kajja kita rayakkan !!”seru Taeyeon kegirangan,Baekhyun seperti merasakkan jantungnya berpacu lebih cepat begitu Taeyeon memeluknya,ia hanya bisa terdiam karena terlalu bahagia.

    Berbeda dengan keadaan yang terjadi kepada Yuri,begitu dinyatakkan lolos dalam tes camp,ia langsung mendatangi Dosen Jang yang berada di ruangannya. Beruntung saat itu keadaan tengah sepi, “Terima kasih.”ucap Yuri.

    “Sama-sama sayang..kemarilah..”Dosen bernama Jang Hyungseung itu menepuk pahanya,berharap Yuri mau duduk di pangkuannya.

    Tanpa berpikir panjang,Yuri langsung duduk di pangkuan Dosen Jang. Sebenarnya umur Dosen Jang dan Yuri tidak terlampau banyak. Dosen Jang adalah lulusan termuda di universitasnya dulu,ia dapat meraih gelar masternya pada saat ia berumur 24 tahun,dan saat ini ia berumur 25 tahun. Memang dia belum terlalu lama menjadi seorang dosen di Universitas Dongguk,karena baru 4 bulan yang lalu ia resmi mengajar di universitas dan ia juga termasuk dosen termuda di universitas, “Oppa..”panggil Yuri tanpa menaruh nama dosen ataupun ssi kepada Dosen Jang.

    Dosen Jang pun tersenyum, “Ne ?”

    “Kau benar-benar tampan.”puji Yuri.

    “Kau juga sangat cantik dan..seksi.”

    “Benarkah ?”

    “Nee..kapan kau akan membayar hutangmu ?”

    “Mungkin setelah camp aku akan menemuimu di motel yang biasa kita gunakan.”

    “Baiklah..setelah camp,ne ?”Yuri mengangguk pelan.

    Tanpa mereka sadari,Yoona dan salah satu temannya yang bernama Suzy tengah mengintai Yuri dan Dosen Jang melalu kaca jendela ruangan dosen sambil memasang alat penyadap yang sengaja Yoona pasang jauh sebelum kedatangan Dosen Jang yang baru selesai mengajar, “Aish..menjijikkan sekali dia.”ucap Suzy.

    “Benar..dia sangat menjijikkan..bahkan lebih menjijikkan dari cacing yang berada di lumpur. Dia pikir,dia bisa mengalahkanku ? Tidak akan..dia bisa mengalahkanku saat ini,tapi tidak untuk besok. Karir modelku akan lebih bersinar.”harap Yoona.

    “Kapan kau akan menyebarkan hal ini ?”tanya Suzy penasaran.

    “Suatu saat nanti..namun akan kulakukan secepatnya. Aku tidak ingin yeoja itu terus bahagia dan sombong seperti sekarang.”

    Saat ini Taeyeon dan Baekhyun tengah berada di kedai pingir Sungai Han untuk merayakkan keberhasilan tes mereka. Sampai di kedai,mereka langsung disambut pemilik kedai dengan hangat, “Pasangan yang serasi..sungguh serasi.”komentar pemilik kedai begitu Taeyeon dan Baekhyun duduk di bangku mereka. Mendengar pujian dari pemilik kedai membuat wajah Taeyeon dan Baekhyun memerah, “Kalian ingin memesan apa ?”tanyanya.

    “Aku ingin 2 botol soju dan tteokbokki yang sangat pedas 2 porsi. Oh iya jangan lupa sup tulang 2 mangkuk,ne ?”pesan Baekhyun.

    “Baik..tunggu sebentar.”pemilik kedai pun pergi untuk mengambilkan pesana Baekhyun dan Taeyeon.

    “Oppa..besok kita akan berangkat camping. Dengan apa ?”tanya Taeyeon penasaran.

    “Dengan menggunakan bus..”jawab Baekhyun.

    “Jinjjayo ? Dengan bus ? Terlihat sangat seru.”komentar Taeyeon.

    “Tentu saja..aku akan berusaha untuk satu bus denganmu meskipun kita berbeda angkatan.”

    “Mana mungkin bisa Oppa..”ujar Taeyeon meremehkan Baekhyun.

    “Tentu saja bisa..kau bisa buktikkan besok.”

    Tak lama kemudian pemilik kedai datang dengan membawa makanan dan minuman yang sudah dipesan oleh Baekhyun. Makanan itu terlihat sangat hangat dan menggugah selera Taeyeon. Begitu pemilik kedai meletakkan semua dan mempersilahkan mereka untuk makan,Taeyeon langsung meraih sumpit yang ada di hadapannya,lalu mencoba untuk merasakkan tteokbeokki, “Huwaa..jeongmal massita-ieyo..kajja makan Oppa !!”

    Baekhyun pun tersenyum melihat Taeyeon yang nampak senang, “Ne..mari makan !!”seru Baekhyun.

    Hari ini Jessica sudah diperbolehkan pulang,Chanyeol pun membantunya untuk berkemas-kemas dan mengantarnya pulang, “Oppa..”panggil Jessica.

    “Ne ?”jawab Chanyeol tanpa menoleh ke arah Jessica.

    “Aku butuh bantuanmu..”

    “Untuk apa ?”tanya Chanyeol penasaran,Jessica hanya tersenyum penuh arti sambil menunjukkan plastik klip berisi rambut.

Advertisements

37 comments on “[FREELANCE] Found Love (Chapter 8)

  1. Apa tes dna?? Hmm inisial kalung itu pasti Erika Jung
    No comment deh buat yuri dia terlalu err….
    Aduh chan gimana sih masa punya dua hati pilihlah salah satunya
    FFnya seperti biasa kereeennn jempolan deh
    Aku tunggu yah thor next chapnya, semangattt!!!^^

  2. Omegat omegat (?)
    Duh, itu jessica mau ngapain :”
    Trus trus, itu si baekhyun ama taeyeon, makin lama makin ngegemesin ><
    Ok. Next thor & fighting!! ^__^

  3. EJ erika jung kah? rambut? kayanya jessica bakal lakuin tes DNA deh hahaha baekyeon makin gemesin bikin greget hihi duh yuri kalakuan bener bener -_- okay next chap ditunggu 🙂

  4. Wahh semakin keren ceritanya..
    Duh itu baekhyun mau dijodohin sama yuri kah??
    Dan hei chanyeol, tetapkan hati dong. Jangan suka sama tae, kasian jessi..huhu
    lanjut ya thor. Fighting

  5. Yaahh,knpa luhan pergi sih. Hhhuuuuuu:-(
    Pdahal brharap bgt sma couple LuTae. Baek sma chaenyeol baikan dong. Yuri sadis bangeeettttt!!! Next chap ditunggu

  6. Daebak thor!! ^^

    Alur critanya bgus bnget thor;)
    Luhan trnyata bakal pergi:””
    Yuri trnyata bgitu… Dan Yoona klewat dendam sma Yuri??:’g
    Jessica?? Dia udh tau kan Chanyeol smpai suka sma Taeyeon?? Tpi dia cuma diam??:””
    Taeyeonnya klewat bhagia sma Baekhyun:3

    Dtnggu momentnya dan chap slanjutnya… Fighting!!? ^^

  7. Daebak thor,
    disini aku benci deh sama yuri eonni. jadi yoona eonni dendam sama yuri eonni.
    Jessica eonni baik deh, meskipun tahu yeolli oppa suka sama tae eonni dia tetap diam aja. (y)
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  8. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s