[FREELANCE] You and I: This Is Real Love Not Contract (Chapter 2)

You and I: This Is Real Love Not Contract Part 2


Author : Pearly K.A

Main cast : Kim Taeyeon & Kim Jaejoong

Other cast : Jung Yunho, Kwon Yuri, Xi Luhan, Choi Sooyoung, etc.

Genre : Romance

Length : Multichapter

Rating : PG-16

Disclaimer : Terinspirasi dari berbagai lagu, drama dan ff lainnya. Story and poster originally made by me. Keep reading and commenting. Don’t be a siders.

Happy Reading

Preview: Chapter 1

Sebuah mobil tengah memasuki kawasan rumah yang mewah, seorang pria keluar dari kursi penumpang dengan terburu-buru. Ketika berada di ruang tengah, tiba-tiba seorang wanita paruh baya yang berpakaian seperti pelayan menghampiri pria tersebut.

Wanita itu menunduk hormat kepada pria di hadapannya. “Presdir Kim”

“Bagaimana dengan Sohyun?” Tanya Kim Jaejoong dengan wajah cemasnya.

Ya, orang tersebut adalah Kim Jaejoong. Presdir dari Glowry Hottel, sebuah hotel berkelas di Korea Selatan ini. Hotel yang merupakan saingan terberat bagi hotel-hotel lainnya.

“Nona Sohyun sudah tertidur, mungkin terlalu lelah menangis tadi” kata ahjuma Oh yang merupakan pelayan di rumah tersebut.

“Apa Taehyungg juga sudah tidur?”

“Saya rasa tuan muda belum tidur, tuan baru saja tiba dari les piano”

Kim Jaejoong menaiki anak tangga menuju lantai dua meninggalkan ahjuma tadi. Ia kemudian membuka salah satu dipintu dilantai dua tersebut. Diruangan yang hanya disinari lampu tidur, terlihat seorang gadis kecil berusai sekitar lima tahun tidur di ranjang kamar itu. Matanya sendu menatap anak perempuannya itu, ia duduk di samping ranjang anak itu. Sesekali tangannya membelai lembut rambut anaknya, seolah-olah menyalurkan rasa sayangnya pada gadis kecilnya itu. Muncul perasaan bersalah tiap kali ia memandang wajah Sohyun yang terlelap seperti ini, sebagai ayah bahkan ia jarang meluangkan waktu untuk dengan anak-anaknya. Ia bahkan tahu kenapa tadi Sohyun menangis. Disaat anak-anak seusia dia bermain dengan orang tuanya, ia hanya bermain dengan para pelayan di rumahnya.

Pernah suatu kali Sohyun mengatakan kalau ia ingin diantar-jemput sekolah oleh ayahnya. Ia bahkan merasa iri saat melihat teman-temannya menggandeng tangan ayah atau ibunya pulang. Selama ini gadis itu hanya diantar-jemput oleh Pak Kang, supir pribadinya. Pak Kang juga pernah memberi tahu kalau Sohyun menangis karena ingin ayahnya menjemputnya pulang.

Menjadi orang tua tunggal bukanlah perkara yang mudah bagi Kim Jaejoong, apalagi mengingat kalau kedua anaknya sudah memasuki bangku sekolah. Menghela nafasnya, Kim Jaejoong berusaha untuk tidak mengingat kejadian itu. Saat ini ia hanya ingin menanggung bebannya untuk keluarga dan perusahaannya. Tangannya masih mengelus kepala putrinya, kemudian beralih menyelimuti tubuh Sohyun. Sebelum meninggalkan kamar Jaejoong mencium kening putrinya.

“Good night dear” tangannya menutup pintu, lalu menuju ke kamarnya.

“Oh Dad” ucap seorang anak laki-laki dengan membawa segelas susu di tangan kanannya.

“Taehyung-ah, kau belum tidur?” Jaejoong menghentikan langkahnya dan menghampiri putra pertamanya. Taehyung menggelengkan kepalanya kemudian berkata “Aku akan tidur sekarang”

“Tidurlah, besok kau harus pergi ke sekolah!” perintah Jaejoong lembut, tangannya mengelus pundak anaknya.

“Ne”

Jaejoong masih menatap putranya hingga masuk ke kamarnya. Ia merasa bersyukur melihat putranya yang masih berusia lima belas tahun sudah bisa bersikap dewasa. Rasa bersalah selalu muncul saat melihat anak-anaknya, ia tidak bisa menjalankan peran ayah dengan baik. Pekerjaan yang menumpuk membuatnya tak bisa bersama kedua anaknya. Ia kemudian berbalik menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah itu.

****

Sebuah bangunan tinggi yang berada di pusat kota Seoul merupakan Hotel yang terkenal akan kemewahannya. Glowry Hottel. Arsitektur yang indah, fasilitas yang lengkap serta lingkungan yang nyaman membuat Hotel ini dikenal di Negara ini. Hotel ini telah memiliki beberapa cabang di Negara lain, bahkan saat ini Glowry sedang berencana membangun sebuah Resort di Shanghai.

“Kau bilang apa? Kenapa Ketua Zhou mambatalkan kamarnya?” Tanya Jaejoong saat mengetahui kabar ini.

“Katanya dia tidak ingin menyusahkan kita” jawab Xi Luhan yang merupakan sekretaris dari Kim Jaejoong.

“Kemana dia pergi?”

“Hotel Great”

“Kenapa harus Great?!”

“Mereka juga tidak tertarik untuk melangkah ke Shanghai,kan?” kata Luhan, ia juga bingung sebelumnya Great tidak tertarik dengan bisnis di Shanghai, melirikpun tidak.

“Mungkin tidak. Great tidak memiliki potensi untuk melakukan itu” Yuri yang selama ini berada di ruangan itu mencoba menenangkan Jaejoong. Ia tahu bahwa Presdir mereka cemas akan kabar ini.

“Lalu apa alasannya dan kenapa dia menerima undangan kita?” Tanya Luhan masih belum mengerti situasi ini.

“Mungkin dia ingin melihat kita bersikeras sampai akhir” Jaejoong mendudukkan dirinya di Sofa ruang kerjanya di ikuti kedua pegawainya.

“Apa yang harus kita lakukan?”

“Apa yang bisa kita lakukan?” ucap Jaejoong mengulang perkataan Yuri.

“Manajer Kwon, besok pergilah ke bandara. Kawal dia ke Hotel Great dengan senyum di wajahmu!” lanjutnya memberi perintah kepada pegawainya.

“Tidak ke Hotel kita?” Luhan kaget mendengar perintah atasannya itu.

“Tidak ada alasan untuk cemas akan hal itu. Semuanya, kembali bekerja!” keduanya mengerti dan meninggalkan ruang Presdir. Sementara Jaejoong menuju ke meja kerjanya.

****

“Aku yakin sekarang Kim Jaejoong sangat cemas. Bukan begitu sekretaris Byun?”Tanya Pria yang duduk di kursi kerjanya sambil menandatangani berkas-berkas.

“Ne, Presdir Jung” sekretaris Byun membenarkannya. “Tapi apa yang membuat Ketua Zhou memilih untuk tinggal di Great? Bukankah dia akan bekerja sama dengan Glowry Hottel?” Tanya Sekretaris Byun.

“Aku tidak tahu, yang jelas kita manfaatkan kesempatan ini” senyuman misterius terlihat di bibirnya, entah apa maksud dari senyuman itu.

Setelah sekretarisnya keluar, ekspresi Jung Yunho menjadi datar. Ekspresi yang menunjukkan seperti marah, kesal dan juga sedih. “Kim Jaejoong-sii” bisiknya pelan tapi terlihat dingin dalam kalimatnya itu.

****

Seorang gadis berperawakan pendek, jika dilihat-lihat ia seperti anak SMU karena wajahnya yang baby face. Tapi umurnya sudah dua puluh tiga tahun wajahnya memang menipu, siapapun tak akan menyangka kalau gadis itu merupakan reporter di sebuah majalah. Menjadi seorang reporter bukanlah hal yang mudah, ia harus pandai-pandainya bicara bahkan cenderung cerewet. Tapi lihat wajah gadis itu, wajahnya terlihat polos tanpa dosa. Ia berjalan menuju kantornya dengan lesu mengingat pekerjaannya yang menumpuk. Tiba-tiba ia dikagetkan dengan tangan yang merangkul pundaknya.

“Taeyeon-ah apa kau tidak mendengarku tadi” Taeyeon memutar kedua bola matanya ketika tahu siapa orang yang merangkul pundaknya.

“Aku memanggilmu tadi. Ah aku seperti orang gila, teriak-teriak memanggil namamu” ucap Sooyoung, tangan yang tadinya di pundak Taeyeon sekarang beralih melingkar di lengannya.

‘Aku harap begitu’ batin Taeyeon seakan membenarkan perkataan sahabatnya itu.

Mereka berdua terus berjalan memasuki kantor mereka dengan Sooyoung yang masih terus bercerita mengenai Sunbaenya itu, sebenarnya ia sudah menceritakannya beberapa kali pada Taeyeon tapi dasar Sooyoungnya saja yang pelupa. Sementara Taeyeon, ia ingin sekali mengumpal mulut Sooyoung dengan apapun, ia bahkan sudah mendengar hal itu beberapa kali. Saat sudah berada di kantor, mereka dibuat bingung karena orang-orang di kantornya sedang membicarakan sesuatu.

“Apa yang mereka bicarakan?” ucap Taeyeon pelan.

‘Apa terjadi sesuatu?’

Sooyoung terlihat berfikir, ia sepertinya melupakan sesuatu yang penting, ‘tapi apa itu?’

” AH, aku ingat” pekik Sooyoung girang, ia ingat apa itu dan tahu apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang itu. Taeyeon mendelik kesal ke arah Sooyoung, karena ia berteriak tepat di sampingnya dan membuat orang-orang menoleh ke arah mereka berdua.

“Apa yang kau ingat!? Apa kau ingat kalau besok kau akan kencan dengan Kyuhyun Sunbae?” ucapnya sarkatis, mendengar ucapan Taeyeon yang mengandung kata ‘kencan’ membuat wajahnya memerah. Sebenarnya ia senang kalau hal itu benar-benar terjadi, tapi kenyataannya meraka hanya makan siang bersama.

“Aish,b-bukan itu” ucap Sooyoung dengan wajah yang masih memerah.

“Lalu apa?” kesal Taeyeon, sebenarnya ia merasa geli melihat Sooyoung yang terlihat salah tinggah tadi tapi ia menutupinya.

“Aku ingat kalau pengganti ketua Go akan mulai bekerja hari ini”

“Lalu apa yang membuat mereka heboh?” Tanya Taeyeon, matanya menatap sekumpulan pegawai wanita yang terlihat senang.

“Menurut gosip yang beredar, penggantinya Pak Go itu masih muda dan tampan. Kalau tak salah namanya Choi Siwon” Taeyeon mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dari Sooyoung.

“Choi Siwon? Marga kalian sama, apa dia saudaramu?” Tanya Taeyeon saat menyadari hal itu.

“Ani! Apa hanya karena marga orang lain sama denganku berarti dia saudaraku?”

“Lalu kenapa kau tidak seperti mereka? Biasanya kalau ada seseorang yang tampan kau juga heboh seperti mereka. Tapi kenapa sekarang ini kau hanya diam?” Taeyeon mengalihkan pandangannya ke arah Sooyoung.

“Apa seperti itu aku selama ini?” Sooyoung menekuk wajahnya.

“Eoh”

“Apa aku senyam-senyum tak jelas selama ini?” Tanya Sooyoung seraya mengangkat kepalanya meminta jawaban dari sahabatnya.

“Eoh”

“Apa aku berteriak tak jelas saat aku menyebutkan nama seseorang?” Sooyoung melangkah ke depan sehingga membuat Taeyeon harus mundur.

“Eoh”

“Lalu apa aku bercerita dengan tak jelas sambil berteriak tak jelas juga?” pekik Sooyoung sambil melangkahkan kakinya lagi meminta kepastian. Taeyeon sebenarnya sedikit ngeri melihat tatapan Sooyoung saat ini. Mereka berdua tak menyadari bahwa sudah menjadi pusat perhatian di kantor.

“Eoh”

“Benarkah seperti itu?” ucap Sooyoung melas

“Wae? Kau baru menyadarinya kalau kau orang yang seperti itu selama ini?” ucap Taeyeon menyindir, ia sedikit manjauh dari Sooyoung. Sooyoung masih menekuk wajahnya.

‘Apa aku salah bicara?’

“Tapi itu dulu, sekarang yang ada di mataku adalah Kyuhyun Sunbae dan aku hanya akan melihat Kyuhyun Sunbae seorang” ucap Sooyoung dengan penuh keyakinan.

Taeyeon tersenyum simpul mendengar ucapan sahabatnya itu. Ia tahu kalau Sooyoung hanya akan melihat Kyuhyun Sunbae, selama Sooyoung bisa menjaga perasaannya. Dan Taeyeon tahu Sooyoung bisa melakukannya, karena ia tahu Sooyoung.

“Ne, kajja” ajak Taeyeon meninggalkan Sooyoung yang masih berada di posisi tadi.

“Ya!!! Taeyeon-ah tunggu!!” pekik Sooyoung

****

Sebuah mobil hitam berhenti di depan sebuah Hotel. Seorang wanita keluar dengan pakaian mewahnya, semua yang menempel pada diri wanita itu adalah barang-barang yang branded dan mahal. Ia memasuki pintu utama dari Hotel tersebut, setiap pegawai yang dilewatinya membungkuk “Selamat siang Nyonya Presdir” ucap semua pegawai yang ia temui. Wanita itu memasuki lift menuju ke lantai dimana suaminya bekerja.

TING

Pintu lift terbuka, ia kembali melangkah ke suatu ruangan. Ketika sudah sampai di ruangan yang menghubungkan dengan ruang suaminya ia berhenti. Hanya ada beberapa pegawai di sini.

“Selamat siang Nyonya Presdir, ada yang bisa saya bantu?” Tanya sekretaris Byun yang kebetulan ada di ruangan tersebut.

“Apa dia ada di dalam?” wanita itu melanjutkan langkahnya menuju sebuah pintu yang diyakini ruangan suaminya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu wanita itu langsung membuka pintu. Yunho mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu ruanganya terbuka, dan melihat seorang wanita yang dikenalnya masuk diikuti oleh sekretarisnya. Han Eun Jung, istri yang ia nikahi empat belas tahun yang lalu karena sebuah keterpaksaan tersenyum manis kearahnya.

“Mianhaeyo presdir” ucap Sekretaris Byun, Yunho hanya menganggukkan kepalanya.

“Untuk apa kau kemari?” Tanya Yunho setelah sekretaris Byun keluar, matanya kembali membaca berkas-berkas dimejanya. Hal itu membuat Eunjung mengerucutkan bibirnya kesal ‘Selalu seperti ini’

“Yeobo, apa kau tahu hari apa ini?”

“Jangan bermain-main denganku, bukankah kau tahu hari apa ini? Kalau kau tak tahu kau bisa tanya pada sekretaris Byun” ucapnya datar tanpa mengalihkan pandangannya pada kertas-kertas di mejanya. Mendengar ucapkan suaminya tersebut membuat Eunjung kesal, dia tahu hari apa ini tapi yang dia tanyakan bukan harinya lebih tepatnya sesuatu yang special tentang hari ini.

“Apa kau lupa lagi? Apa kau tak ingat tanggal berapa sekarang? Apa setiap tahun aku harus selalu mengingatkanmu tentang ulang tahun EunSang?” ucapan Eunjung membuat Yunho menghentikan pekerjaannya tanpa mengalihkan tatapannya. Pandangan Eunjung mengarah pada suaminya memperhatikan setiap apa yang dilakukan oleh pria itu, ada sebuah kekecewaan pada matanya. Ia kecewa melihat suaminya yang seperti tidak peduli terhadap EunSang. Padahal EunSang sangat menanti ayahnya, Yunho mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ padanya. Selama ini Ia belum pernah mendengar ayahnya mengucapkan kata-kata yang sering diucapkan pada saat ulang tahun. Setiap EunSang ulang tahun Yunho selalu memberi hadiah, itupun ia berikan tidak secara langsung pada EunSang melainkan melalui perantara entah melalui sekretarisnya, maid, ataupun Eunjung. Hal itu membuat Eunjung merasa kasihan pada anaknya. Karena tak mendapat respon apapun dari suaminya Eunjung memustuskan pergi, saat ini ia sedang tak ingin berdebat denga Yunho. Setelah Eunjung keluar, Yunho menekan tombol pada telephone yang menghubungkan dengan telephone diluar ruangannya.

“Kau ke ruanganku sekarang!” peritahnya pada seseorang diluar sana.

****

Di kediaman Kim Jaejoong, 16.00 KST

“Nona, ayo makanlah sedikit saja. Nona belum makan dari tadi siang, nanti kalau nona sakit bagaimana?” kata salah satu pelayan, dari tadi ia terus membujuk nona mudanya tapi apa yang di dapat? Nona mudanya tidak peduli dan asyik dengan buku dan pensil warnanya. Akan lebih mudah kalau ahjuma Oh ada di sini, tapi tadi ia ada urusan.

“Ayolah makan sedikit saja ya… Aaa…..” pelayan itu kembali menyuapi lagi, tapi sepertinya itu tak berhasil mengalihkan dunianya gadis kecil itu. Sementara pelayan sudah merasa putus asa, ia takut kalau pelayan Oh tahu jika nona muda belum makan maka ia yang akan kena marah dari pelayan senior itu, soalnya ia yang diberi tugas untuk menjaga gadis itu, termasuk urusan makan.

“Sedikiiit saja, ya…” pelayan itu masih mencoba membujuknya, siapa tahu dikesempatan ini gadis itu mau makan.

“Eonni, burung ini bagusnya warna apa?” Tanya Sohyun sambil menunjuk gambar burung kepada pelayan tadi. Pelayan itu lalu mengamati gambar yang ditunjukan, sebenarnya ia sedikit kesal karena sedari tadi ia diacuhkan, tapi mau bagaimana lagi gadis kecil yang ada disampingnya itu merupakan putri dari Presdir Kim, majikan mereka. Pelayan itu terlihat berpikir sejenak, tak lama ia tersenyum penuh arti. Seperti pelayan itu telah menemukan solusi agar nonanya mau melakukan perintahnya.

“Saya akan memberitahu warna apa yang cocok untuk burung itu, asal nona mau makan. Bagaimana?” Tanya pelayan itu sambil tersenyum, ternyata ia sedikit memberi penawaran terhadap gadis itu.

“….”

“Bagaimana pasti akan lebih bagus nanti hasilnya?”

“Jadi maksud eonni gambarku tidak bagus, begitu?” Tanya Sohyun sedikit kesal bahkan suaranya lebih keras dari yang sebelumnya. Melihat raut muka nonanya yang begitu kesal membuat Pelayan itu panik.

“Bu-bukan begitu maksud saya nona, saya hanya-…”

“Eonni jahat!!!!” karena suara Sohyun sedikit lantang mambuat beberapa pelayan menghampiri suara itu.

“Nona maafkan saya” ucap pelayan itu cemas pasalnya ia melihat Sohyun yang hampir menangis.

“Yak! Bora-shi apa yang kau lakukan pada nona?” Tanya pelayan lain ketika sudah berada di dekat pelayan yang dipanggilnya tadi.

“Aku tak melakukan apa-apa pada nona, Suzi-shi” Kata Bora sambil terus menenangkan nonanya itu.

“Lalu kenapa nona menangis?” Tanya Suzi lagi.

“Aku tak melakukan apapun pada nona, aku hanya-..”

“Eonni, eonni ini bilang kalau gambarku tidak bagus?” adu Sohyun kepada pelayan yang berada di dekat Bora. Suzi lalu mendekat ke sisi Sohyun dan menenangkannya, sementara pelayan lain hanya melihat, mereka tidak ingin berurusan dengan pelayan Oh nantinya apalagi ini menyangkut Sohyun.

“Ada apa ini?” sebuah suara mengintrupsikan kegiatan mereka ke asal suara tersebut, ke arah pintu halaman belakang. Ya, saat ini mereka tengah berada di taman belakang. Saat Taehyung akan menuju ke kamarnya, tiba-tiba ia mendengar suara yang ia kenali. Sebelum beranjak menuju taman tersebut Taehyung menghela nafasnya, sepertinya ia tahu apa yang terjadi.

“Tuan muda selamat datang” ucap mereka kompak setelah tahu siapa yang datang.

“Sohyun-ah kanapa kau menangis?” Taehyung tak menghiraukan mereka, saat ini ia telah mendekati adiknya yang berada di gazebo yang terletak di halaman ini.

“OPPA!!!” pekik Sohyun dan langsung memeluk Taehyung.

“Oppa kenapa baru pulang? Sohyun sendirian di rumah” ucap gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya, betapa lucunya ia kalau sedang seperti itu. Taehyung tersenyum geli sekaligus gemas melihat adiknya itu, bagaimana ia sendirian sementara di rumahnya banyak orang.

“Benarkah?” Tanya Taehyung, yang ditanya langsung mengangguk.

“Lalu kanapa kau marah-marah tadi, hemn?”

“Sohyun tidak marah, Sohyun hanya kesal. Oppa tahu, eonni itu bilang kalau gambar Sohyun jelek” gadis itu mengadu kepada kakaknya, sementara Taehyung melirik pelayan yang ada di depannya, matanya melihat pergerakan kepala dari pelayan tersebut seolah berkata ‘itu tidak benar’.

“Maafkan saya, tapi saya hanya ingin membujuk nona muda agar makan karena dari tadi siang nona belum makan” mendengar ucapan dari pelayan itu membuat Taehyung menghela nafasnya pelan. Ini hampir terjadi setiap hari.

“kau belum makan siang? Bagaimana kalau nanti kau sakit, hemn?” Tanya Taehyung, ia tahu kalau adiknya itu memang manja hingga membuatnya sedikit bersabar.

“…..” Sohyun hanya menundukkan kepalanya.

“Oppa akan temani Sohyun makan, eotte?” ucap Taehyung dengan senyum manisnya, Sohyun langsung menganggukan kepalanya.

“Baiklah, kajja masuk” setelah berkata seperti itu Taehyung langsung menggandeng tangan Sohyun untuk masuk ke dalam rumah di ikuti pelayannya.

****

“CEEERS”

Suara dentingan yang saling beradu terdengar di salah satu ruangan rumah makan. Semua orang yang berada di ruangan tersebut terlihat senang, kepenatan selama beberapa hari ini mereka rasakan seakan hilang. Gurauan dan candaan selalu mereka lontorkan, sehingga menambah keriuhan di malam yang dingin ini.

“Ketua Choi, terima kasih karena telah mentraktir kami semua. Kau yang terbaik” ucap Jowong salah yang merupakan karyawan di majalah ‘TIME NEWS’.

“Ya! Joo Jowong, apa kau sudah mabuk?” Tanya Sungjae yang duduk di hadapan Jowong.

“Nugu? Aku? Eeiii, Mana mungkin…. Inikan baru dimulai, tak mungkin a-aku mabuukk” elak Jowong dengan aksen seperti orang mabuk.

“Orang yang mabuk akan selalu mengelak kalau dia memang benar-benar sudah mabuk, bukan begitu Ketua Choi?” ucap Chorong dengan aeigo yang ditunjukan kepada Choi Siwon yang dibalas dengan senyuman tipis.

” Eeeii, aku benar-benar tidak mabuk. Waktu di desa, kalian tau orang-orang memberiku julukan apa? Mereka menjulukiku sebagai Dewa Arak, ha…ha…ha… itu berarti kalau aku hebat dalam minum, jadi mana mungkin aku mabuk, banarkan Kyungsoo-ah?” ucap Jowong sambil tangan kanannya menepuk-nepuk dadanya menunjukan betapa hebatnya dia kepada semua orang yang ada di situ.

“Mana aku tau”

“Ya!!Kau! Aku benar-benar tidak bohong, percaayalah…” setelah mengucapkan kalimat itu Jowong pingsan, orang-orang yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, ada juga yang tertawa mengejek.

“Cha, Ketua Choi mari kita minum kembali” ucap Chorong sambil menuangkan minuman ke dalam gelas pria itu.

Di saat semua orang tengah bersenang-senang, terlihat seorang yeoja sedang kesal. Pandangannya mengarah tajam ke arah objek yang membuatnya kesal dari tadi siang.

“Kau bisa melubangi tubuhnya, jika tatapanmu seperti itu” celetuk seseorang yang ada di sampingnya.

“Dia benar-benar menyebalkan. Lihat bahkan tingkahnya seperti seorang penggoda murahan”

“Apa kau cemburu dengan Chorong?” mendengar itu Sooyoung langsung mengalihkan pandangannya ke sampingnya.

“Kenapa aku harus cemburu dengan yeoja seperti itu? Aku mempunyai nilai lebih dari pada dia. Aku lebih tinggi, cantik, pandai, dan yang penting aku lebih berpengalaman dari pada yeoja itu. Jadi kenapa aku harus cemburu??” ujar Sooyoung kepada yeoja disampingnya itu.

“Tapi Chorong lebih manis darimu”

“YA!! TAENG!!!” Pekikan Sooyoung membuat suasana yang tadinya riuh menjadi sunyi, orang-orang yang tadinya tengah mengobrol mengalihkan pangdangannya ke arah mereka berdua. Bahkan Jowong yang tak sadarkan diri sampai terbangun mendengarnya.

“Ada apa Sooyoung sunbae?” Tanya salah satu dari mereka.

“Huh? Tak ada apa-apa” jawab Sooyoung dengan senyum kaku di wajahnya.

“Tak bisakah kau tak membuatku malu di hadapan orang?” ucap Taeyeon sarkatis.

“Kau membelanya? Ya Taeng! Kau ini sahabatku, kenapa kau malah membelanya? Kau kan tahu sendiri dia itu seperti apa?” bukannya menjawab gadis itu malah menerjang beberapa pertanyaan kepadanya.

” Arra, aku tahu itu”

“Jangan seperti itu lagi!”

“Arra” jawab Taeyeon malas, Sooyoung yang mendengarnya tersenyum manis dan melanjutkan manyantap hidangan di hadapannya saat ini.

“Tapi itu memang benar” ucap Taeyeon pelan, meskipun diucapkan dengan suara pelan tapi Sooyoung masih bisa mendengarnya, terbukti dengan pandangannya yang mengarah tajam ke Taeyeon.

Taeyeon yang melihat tatapan sahabatnya hanya tersenyum “Kau memiliki nilai lebih dari pada dia” mendengarnya Sooyoung kembali tersenyum dan melanjutkan makannya.

“Kau benar, dan kau juga memiliki nilai lebih”

Perkataan Sooyoung membuat Taeyeon bingung. “Maksudmu?”

“Kau memiliki nilai lebih, lihat dirimu! Di usiamu yang ke 25 kau masih terlihat seperti anak sekolahan. Bahkan saat pertama kali aku bertemu denganmu aku kira kau sedang mancari kakakmu, tapi ternyata kau juga karyawan baru sama sepertiku. Terkadang aku iri dengan wajahmu itu, pasti akan sangat manis jika melakukan aeigo. Ah matta, aku belum pernah lihat kau melakukan itu, pasti kau akan sangaaat imut jika kau melakukannya” ujar Sooyoung tanpa memperhatikan suasana temannya itu, ketika menoleh ke samping, ia hanya bisa meringis menunjukan deretan gigi putihnya yang baru menyadari sesuatu.

“Jadi intinya aku seperti anak kecil begitu?” Tanya Taeyeon kesal

“Bu-bukan begitu, aku bilangkan wajahmu bukan bukan…” Sooyoung terlihat bingung akan lanjutanya, sepertinya Taeyeon salah menangkap kalimatnya.

“Bukan, bukan apa? Kau tak bisa melanjutkannya?”

“Bukan seperti itu. Aaah Taeng, kau salah mengerti kalimatku itu” Taeyeon tetap tak bergeming bahkan sekarang ia tak menatap temannya itu bahkan ketika Sooyoung menarik-narik ujung bajunya.

“Taeyeon jangan marah seperti itu”

Sementara itu, sepasang mata tengah mencuri-curi pandang ke arah mereka berdua. Pandangannya selalu mengarah ke seseorang yang barada di ujung meja. Semenjak pekikan Sooyoung tadi tatapannya selalu teralihkan pada orang itu. Bahkan ia selalu memperhatikan gerak-geriknya, ia tersenyum saat melihat perdebatan gadis itu dengan orang di sampingnya.

“Ketua Choi, makanlah ini. Salada ini sangat enak dan segar” pandangannya teralihkan karena suara yang sedari tadi ia dengar.

****

“Yeabo” Han Eunjung berjalan mendekati suaminya dengan senyum tak lepas dari bibirnya. Saat tiba di hadapan suaminya, ia langsung memeluk lengan suaminya. Melihat itu, Yunho sedikit aneh dan risih. Yunho berusaha melepaskan tangan Eunjung yang melingkar di lengannya, ia merasa lelah dan ingin segera beristirahat tapi wanita itu tak juga melepaskan tautannya di lengan suaminya. Lama-kelamaan pria itu kesal dengan kelakuan istrinya. “Han Eunjung, lepaskan” perintah singkat yang terkesan dingin itu tak membuat seorang Eunjung melepaskannya, namun wajahnya sedikit sedih, bukan karena perkataan suaminya yang dingin itu. Melainkan nama yang diucapkannya.

“Aku kan sudah menjadi istrimu, seharusnya kau memanggilku Jung Eunjung bukan Han Eunjung”.

Beberapa saat genggamannya meregang tapi enggan untuk melepaskannya dari lengan suaminya. Yunho yang mengetahui hal itu langsung melepaskan sepenuhnya tangan Eunjung dari lengannya. Sebelum Yunho melangkahkan kakinya, Eunjung lagi-lagi memeluk lengan suaminya kembali. Pria itu hanya bisa menghela nafas panjang “Kau, kenapa kau be-…”

Belum selesai Yunho mengucapkan kalimatnya, ia tiba-tiba dikejutkan sesuatu. Ia merasa ada susuatu yang lembut menyentuh pipi kirinya. Ketika menolehkan kepalanya ke kiri ia mendapati Eunjung tersenyum manis kepadanya “Gomawo, aku kira kau lupa dengan ulang tahun Eunsang”.

Pria itu tidak memperdulikan ucapan istrinya, ia kembali melepaskan tangan Eunjung dan kembali berjalan, namun baru beberapa langkah Eunjung kembali memeluk lengannya “Dan kau tahu Eunsang sangat senang, ia mengira kau melupakan hari ulang tahunnya”

“Eunjung-ssi aku sangat lelah sekarang, jadi bisakah kau melepaskan tanganmu?!” mendengarnya Eunjung langsung melepaskan tangannya.

Yunho langsung melangkahkan kakinya ke ruang kerjanya yang terletak disebelah kamarnya.

CKLEK

Pria itu menuju ke meja kerjanya, tangannya terangkat untuk melonggarkan dasinya. Punggungnya ia senderkan pada kursi, matanya terpejam, tapi pikirannya tak bisa tenang selalu saja ada hal-hal yang membuatnya harus berpikir keras.

Pikirannya saat ini terpecah menjadi dua, antara bisnisnya yang saat ini mengalami penurunan dan Kim Jaejoong. Yunho berencana menghancurkan bisnis Jaejoong tapi sepertinya rencananya harus ia tunda terlebih dulu, yang terpenting saat ini adalah membuat perusahaannya kembali stabil. Ya, mungkin itu lebih baik.

****

“Taeyeonieee aku rindu Kyuhyun sunbae, kenapa baru sehari tak melihatnya aku… aku sangat merindukannya…”

Saat ini Taeyeon tengah kesal apalagi sekarang ia harus meranggul tubuh Sooyoung ke pundaknya “Aish, sudah ku bilang jangan minum terlalu banyak”.

Sooyoung tengah mabuk, hal itu terjadi ia terlalu banyak minum dan hampir menghabiskan enam botol. Sejak perdebatan tadi, Taeyeon mengacuhkan Sooyoung hingga membuat ia minum banyak soju.

Taeyeon kewalahan menghadapi sikap Sooyoung saat ini, sebentar ke sana sebentar ke sini “Jangan banyak gerak! Kau tahu, kau itu berat”. Kadang ia juga harus menjauhkan kepalanyanya karena teriakan-teriakannya. Beruntung tidak banyak orang saat ini sehingga tak harus membuatnya menjadi perhatian orang.

Sebenarnya acaranya belum selesai tapi karena ia sudah terlalu lelah dan melihat sahabatnya yang sudah mabuk membuatnya memutuskan pulang dengan membawa Sooyoung.

“Ya! Kau bisa diam tidak!” ucap Taeyeon kesal, ia bahkan sudah melepaskan rangkulannya. Sementara Sooyoung, ia mengumaman kata-kata tak jelas dan jalannya terseok-seok.

Melihatnya,Taeyeon menghela nafasnya kasar dan kembali merangkul sahabatnya. Mereka berjalan menuju trotoar berniat mencari taksi. “Kalau Kyuhyun sunbae tahu sifatmu yang seperti ini, mungkin ia harus berpikir berkali-kali” sindir Taeyeon.

“Aiggo… kau lucu sekali Taeyeonie..” tangannya saat ini sudah berada di ke dua pipi Taeyeon dan mencubit pipinya gemas.

“Ya…ya, lepaskan!”

Saat ini mereka sudah berada di tepi jalan. Taeyeon menolehkan kepalanya ke kiri, mata jelinya berusaha mencari taksi untuk mengantar Sooyoung ke rumahnya.

“Ehm..Kyuhyun Sunbae…” mendengar gumanan itu Taeyeon tersenyum sinis. Bukan karena apa, tapi melihat sahabatnya yang begitu menggilai seorang pria membuatnya mengingat masa saat ia duduk di bangku kuliah. Begitu menyakitkan.

Taeyeon tak sadar bahwa rangkulannya agak meregang sehingga membuat gadis yang ada di sampingnya oleng. Mengetahui hal itu Taeyeon terkejut, beruntung sebelum tubuh Sooyung jatuh ke tanah seseorang telah memegangi bahu Sooyoung dari belakang.

“Gwaenchanna?” ucap Siwon.

“Gwaenchannayo” jawab Taeyeon dengan senyum tipisnya.

Siwon terpaku melihat senyuman itu, walaupun tipis tapi senyuman itu sangatlah. Ia segera menyadarkan pikirannya dan membalas dengan senyuman pula “Sepertinya temanmu sangat mabuk.”

“Ne” sesekali ia memandang lawan bicaranya tapi sesekali juga ia menoleh untuk mencari taksi.

Melihat hal itu Siwon memutuskan untuk menawarkan bantuan “Kau sepertinya sudah sangat lelah, aku bisa mengantarkan kalian berdua”

Taeyeon kaget mendengar tawaran itu “Huh? Ah, gwenchana ketua. Apakah sudah selesai pestanya?”

“Ne, tak berapa lama setelah kalian memutuskan untuk pulang”

“Benarkah? Lalu kenapa Ketua masih di sini?”

Mendengar pertanyaan itu, Siwon sedikit bingung. Sebenarnya ketika Taeyeon memutuskan untuk pulang dengan Sooyoung ia sedikit kecewa. Entahlah, ia seakan ingin terus melihat wajahnya, saat ia tersenyum atau kesalnya. Hingga ia memutuskan untuk pulang juga dengan alasan ‘sudah larut malam’, alasan yang cukup aneh kerena saat ini baru pukul 10.24, kebanyakan orang akan menghabiskan malamnya sekitar lewat tengah malam.

“Ketua” ucapan Taeyeon membuat Siwon tersadar dari lamunannya, ia bahkan tidak sadar kalau gadis itu sudah memanggilnya berkali-kali.

“Aku hanya kebetulan lewat dan melihat kau sedang kesusahan” ucap Siwon diselingi cadaan, membuat Taeyeon tersenyum. Sementara Sooyoung menyerngit keningnya saat mendengar suara pria, ia menoleh ke samping saat itu juga senyumnya mengembang “Kyuhyun Sunbaee….”

Gadis itu langsung memeluk tubuh Siwon “Bogoshippoo, kenapa Sunbae tidak bilang kalau Sunbae sudah pulang? Apa…Sunbaeee merindukanku???”

“Ya, apa yang kau lakukan? Dia bukan Kyuhyun sunbae” Taeyeon berusaha menarik Sooyoung dari Siwon, “Ya! Choi Sooyoung cepat lepaskan.” Gadis itu masih tidak mau melepaskannya, ia bahkan semakin mengeratkannya “Kyuhyun sunbae..”

Taeyeon semakin kesal karena ulah Sooyoung, ia sudah berkali-kali menariknya tapi tetap saja tidak berhasil. Ia tidak sengaja melihat taksi dan langsung menghentikannya “Taksi”. Tubuh Sooyoung langsung ditarik paksa dan membawanya ke kursi penumpang.

Setelah memberi tahukan alamatnya ia menutup pintu. “Huh, menyusahkan” ucap Taeyeon pelan dan laki-laki di sampingnya tersenyum geli mendengar jelas gumaman Taeyeon.

“KYUHYUN SUNBAE SARANGHAE” mendengar teriakkan itu Taeyeon maupun Siwon menoleh ke asal suara tersebut dan melihat kepala Sooyoung yang keluar jendela, ia masih meneriakkan kalimat tadi.

“Jeoseonghamnida, aku tidak tahu kalau dia akan seperti ini. Apa Ketua tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa, dan kau jangan terlalu formal seperti itu!” jawab Siwon ,Taeyeon hanya mengangguk mematuhinya “Ne”.

“Apa temanmu menyukai Cho Kyuhyun? Tanya Siwon memastikan.

Taeyeon tersenyum mendengarnya, Siwon yang melihatnya hanya mengangguk paham, lalu ia tersenyum ke arahnya dan itu membuat Taeyeon menyerngit bingung “Kajja, aku antar pulang” tanpa mendengar jawaban gadis itu Siwon langsung menarik tangannya masuk ke mobil yang terpakir tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

****

Malam semakin larut dan hawa dingin semakin terasa menusuk kulit orang yang keluar malam ini. Tapi tak sedikit pun orang yang menghabiskan malam di mala mini sekedar menikmati udara di musim gugur ini. Apalagi akan lebih romantis jika cuaca cerah dan bisa melihat daun-daun berguguran.

Suara deru mobil terdengar berhenti di salah satu rumah, dari kursi depan terlihat seorang gadis keluar dan mengucapkan sesuatu pada orang yang berada di balik kemudi tersebut “Kamshahamnida, ketua.”

Dari balik kaca mobil yang sudah diturunkan, laki-laki itu menganggu seraya tersenyum “Taeyeon-ssi, jangan memanggilku ketua di luar kantor, arraseo!”

“Ne”

“Dan bukankah aku sudah bilang jangan bicara secara formal padaku?”

“Ne. Gomawo sudah mengantarkanku pulang, Siwon-ssi” mendengarnya Siwon tersenyum dan menyalakan mesinnya.

Setelah tidak terlihat lagi mobil hitam itu, Taeyeon memutar tubuhnya segera memasuki rumahnya. Ia ingin segera ke kamar dan bergemul dengan selimut hangatnya.

Sebelum ke kamarnya, Taeyeon menuju ke dapar terlebih dulu untuk mengambil minum. Berurusan dengan Sooyoung saat mabuk membuatnya sedikit haus.

“Kau baru pulang?” Tanya seorang pria paruh baya.

“Appa, eoh. Ada sedikit masalah” jawab Taeyeon lalu menaruh gelas ke wastafel.

“Besok kau liburkan? Appa mau ke Jeonju, bibimu sedang sakit. Apa kau mau ikut?” Tanya Ayah.

“Bibi sakit?! Ne, aku akan ik-…” Taeyeon menghentikan ucapannya ketika ia mengingat sesuatu ‘Huh menyebalkan’.

“Mianhae appa, besok aku harus masuk” sesal Taeyeon.

“Benarkah? Kalau begitu cepat tidur, jangan sampai kau terlambat besok!” perintah Ayah sambil berlalu meninggalkan dapur.

Sementara di dapur, Taeyeon tertunduk lesu “Hari liburku..” Ia kemudian masuk ke dalam kamarnya. Dia ingat kalau besok Taeyeon yang menggantikan Sooyoung. Merelakan waktu liburnya hanya untuk sahabatnya yang entah kesekian kalinya mengejar sunbaenya.

TBC

Mianhae karena sedikit terlambat atau memang sangat terlambat? Tapi yang jelas author memenuhi janji untuk melanjutakan ff ini. Maklum selama seminggu ini author tidak pegang NB. Jadi terlambat deh. Author juga mau minta maaf karena di Chap ini Taeyeon sama Jaejoongnya belum ketemuan, mungkin di chap 3 eh…atau chap 4 eh tapi tunggu aja deh….

Untuk Readers yang sudah nyempetin untuk coment Jongmal Kamshahamnida….. meskipun ada banyak kesalahan dalam penulisan dan bahasanya yang kurang enak dibaca *Heh??* tapi author akan terus belajar untuk memperbaiki kekurangannya. Dan untuk lanjutan FF ini, masih seperti kemarin, author bakal langsung buat jika Readers pada mau coment, minimal 30. Lebih banyak juga tidak apa-apa. Soalnya semakin banyak akan semakin cepat. *Evil Laugh*

Sekedar informasi, mungkin author bakal minta ke admin untuk memprotek FF ini entah di Chapter berapa. Ini untuk membedakan mana Good Readers dan mana yang SIDERS.

See You Next Chap…

Don’t be siders

Advertisements

65 comments on “[FREELANCE] You and I: This Is Real Love Not Contract (Chapter 2)

  1. kereennnnnn thor. pengen cepet cepet deg taeyeon sama jaejoong nya dipertemukam kira gmana yah?? penasarannnnnn…
    thor mau ngasih saran kalo bisa di panjangun lagi yahh hehe 😁😁

    fighthing thorr 😄😄

  2. Yey, menarik thor, ceritanya,..
    Yunho ama jaejong musuhan yaaaa
    Sepertinya siwon jatuh cinta pada pandangan pertama deh ama taeyeon.
    Sooyoung keliatanya benci amat ama chorong, tapi bagus deh thor, soal nya aq jga rada gimana gitu ama member apink.
    Penasaran gimana ntar klu taeyeon ketemu jaejong.
    Update soon yaaaa author…

  3. Daebak thor,
    Siwon oppa love in the first sight ya sama tae eonni?
    Yunho oppa sama jaejoong oppa musuhan ya thor?
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  4. Yaaah jae amaa taeng beluum ketemu sii jae udah dapet saingan sii siwon pulaa kekekek
    kebanyakan moment sii soo menurutku sii mungkin karna awal2 yaahh sii taeng kasiann setia kawan bgt tapi sii soo’yaa jaill bener dippikiranyya cuman sii kyu and kyu haduhh,,,
    anaak’y jae udah gede2 ama yaa,,,
    mudah2an next part banyakan moment taeng’yaaa dan ketemu ma jae dtunggu selalu semangat

  5. Min, kok ff yg castnya gtae sma jaejoong jarang di update? Bagus2 min, tpi lama bgt di update. Cepetan yaa min diupdatenya, udah gasabar🙏🙏🙏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s