[ONESHOOT] Sorry

sorry copy

| Title : Sorry | Author : Hyerin Choi |

| Main Cast : Byun Baekhyun, Kim Taeyeon. |

|Genre : Married Life, Sad.| Length : Oneshoot | Rate : G|

Note : Cerita ini asli dari pemikiran saya, Bukan hasil PLAGIAT mohon untuk menghargai nya. Jangan menjadi SILENT READER. Di mohon untuk memberikan RCL setelah membaca FF ini 🙂 WARNING! TYPO berkeliaran.

Thanks for The poster  Hyunleea @Artzone

Happy Reading!

.

“ Selamat Pagi, Baekhyun-ah.” Sapa seorang wanita pada pria yang baru saja menuruni anak tangga dan kemudian mengampiri meja makan dengan tampang dingin.

Wanita itu dengan telaten menata piring-piring yang berisikan lauk yang akan disantap oleh kedua nya. Sempat ia melirik ke arah pria berambut coklat caramel itu dan sebuah senyum kecil terpasang di wajah cantik nya itu.

“Hemm…” Jawab Baekhyun singkat sambil menarik sebuah kursi yang berhadapan dengan kursi sang wanita.

“Baekhyun-ah, aku sudah membuatkan nasi goreng kimchi kesukaan mu.”

“Hem…” lagi.  Baekyun hanya menjawab dengan deheman sekaligus dengan anggukan kecil.

“Apakah kau akan pulang malam hari ini?” Tanya gadis itu dengan ramah, sambil memasukkan sesendok nasi goreng kimchi buatan nya.

“Hemm…” Baekhyun langsung berdiri dari duduk nya meninggalkan gadis yang masih terdiam di meja makan dan kemudian ia beranjak pergi.

“Baekhyun tung….” Langkah gadis itu terhenti saat pria itu membalikan badan nya.

“Ya! KIM TAEYEON! Berhenti bersikap seakan-akan kau itu Istri ku!!” Bentak Baekhyun pada gadis bernama Kim Taeyeon yang notaben nya adalah istri nya, Ingat ISTRI nya!.

Taeyeon yang menerima bentakkan dari Pria yang juga ber-status sebagai Suaminya, hanya bisa terdiam dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Sedangkan suami nya sudah merenggang pergi dengan mobil itam nya itu.

Begitulah kegiatan kedua pasangan suami istri ini, sejak hampir 3 bulan mereka menikah. Kim Taeyeon gadis berumur 25 tahun yang di jodokan oleh anak dari seorang pengusaha sukses bernama Byun Baekyun. Pria yang sudah ia sukai sejak masih TK. Mungkin Baekyun tak mengetahui jika Taeyeon sudah menyukai nya sejak mereka masih berada di bangku TK.

Tes…

Tiba-tiba Benda cair keluar dari hidung Taeyeon berhasil mendarat di lantai dimana taeyeon tengah berdiri.

“Kumohon Tuhan, jangan bertamba parah.”

*****

Baekhyun yang tengah berkutat dengan setumpukkan berkas-berkas yang sedari tadi belum selesai.

Karna saking Frustasi dengan berkas-berkas yang tak ada ujung nya, Baekhyun pun mengacak-acak rambutnya

“ sial! Kenapa hari-hariku semakin tidak baik saja? Pekerjaan ini benar-benar menyiksaku!” Baekhyun menghempaskan tubuhnya dikursi manager, ya sejak ia menikah ialah yang mengurus segala sesuatu diperusahaan ayahnya

Drrdtt drttdr

전화가오네 (incoming call) Taeyeon

“Aisshh, sudah 9 kali ia menelfon ku,” gerutu Baekhyun kemudian ia mengambil Ponsel yang sedari tadi di atas meja kerja nya dengan kasar.

Flip.

“Akhirnya kau mengangkat mengangkat telfon ku.”

“Ada apa?”

“ini sudah jam 11 malam tapi kau be—“

“Bukan urusan mu aku mau pulang jam berapa.”

Pip

Tanpa mendengar satu kata pun dari Taeyeon, Baekhyun memutuskan sambungan telfon dengan taeyeon.

 

*****

Pukul 01.32 AM

Baekhyun sudah sampai di rumah dengan keadaan kacau, Jas yang sudah tak menggantung di tubuh gagah nya itu, dua kancing kemeja yang terlepas dan lengan kemeja yang ia gulung hingga sikut.

“Dimana gadis itu?”

Karna gelap nya ruangan Baekhyun kemudian mencari tombol lampu  dan saat ia menemukan Tombol lampu ia langsung menekan, lalu semua ruangan menjadi terang.

Saat matanya tertuju pada meja makan ia melihat beberapa piring berisi lauk pauk dan yang pasti itu sudah mendingin, tetapi Baekhyun menemukan selembar kertas yang di tindih oleh gelas.

To .Baekhyun.

Jika kau sudah pulang, kau makan lah ini. Ku yakin kau kelaparan karna seharian berada di kantor.^^ Kalau makanan nya mendingin kau bisa panas kan, aku sudah menyiapkan wajan untuk memanaskan nya~

Baekhyun tersenyum kecil kemudia kertas yang sebelum nya ia genggam kemudian ia remas dan dibuang ke tong sampah dekat meja makan. Lalu Baekhyun berjalan ke kamar nya dengan gontai.

Kamar Baekhyun dan Taeyeon memang sudah terpisah sejak mereka menikah. Mereka akan sekamar jika kedua orang tua mereka menginap di rumah mewah yang di beri dari ayah Baekhyun.

******

Pagi pun telah tiba, taeyeon yang sudah bangun dengan sigap ia membersihkan diri nya lalu pergi menuju ke dapur.

Saat ia menyalakan lampu dapur yang memang sempat dimatikan, ia melihat piring-piring berisi makanan itu masih tertata rapih dan pasti nya itu belum tersentuh tangan sedikit pun.

Taeyeon yang melihat nya hanya bisa terdiam, kemudian Taeyeon mengambil satu-persatu piring yang ada di meja makan lalu lauk yang ada di piring itu dia buang ke dalam tong sampah sempat Taeyeon melihat selembar kertas yang sudah dibuat menjadi bulatan.

“Aku harus tetap berusaha..”

Nyet..

Seketika rasa nyeri mendera dada Taeyeon.

“ akh…Jangan kumohon jangan…”

*****

Kring Kring Kring

Dering ponsel milik Taeyeon pun berbunyi dan nama yang tertera adalah ibu nya, ya ibunya menelfon. Segera taeyeon mengangkat telfon dari ibunya itu.

“Yeoboseyo eomma?”

Suara Taeyeon dari dapur membuat Baekhyun yang baru saja keluar kamar  terdiam, ia mendekat ke arah sela dinding dapur yang memisahkan dapur dan ruang makan.

“ nde, eungh….baekhyun-i? —“

Baekhyun terdiam ingin mendengar apa yang akan Taeyeon katakan ke ibunya.

“ Dia sangat baik juga perhatian, setiap pagi dia selalu sarapan dengan ku, mengajak ku berjalan-jalan—“

“Dia juga sering mencium kening ku disaat ia ingin berangkat kerja, tidur, juga saat bangun tidur tak lupa di selalu memelukku dan banyak lagi”

“Nde, eomma annyeong!”

Pip!

Baekhyun melangkahkan kakinya kearah meja makan, melihat bingkai foto pernikahannya dengan taeyeon yang memang di pajang dekat meja makan.

“ aku bukan suamimu, Taeyeon-ah” batin Baekhyun, tiba-tiba Taeyeon keluar dari dapur dengan wajah pucat baekhyun melihat kearah Taeyeon.

“eoh, Baekhyun-ah kau sudah bangun.” Tanya taeyeon dengan gugup.

“Hmm..” Balas Baekhyun singkat sambil memainkan ponsel nya.

“ apa kau lapar? Aku akan membuatkan mu sarapan?” Tanya Taeyeon kembali.

Diam, hanya itu suasana yang menggeluti kedua pasangan suami istri ini.

“Kenapa kau berbohong pada eommoni?” Tanya baekhyun yang masih focus mengotak-atik ponselnya.

Taeyeon diam, masih berdiri mematung di samping Baekhyun.

“Kim Tayeon!”

“ karena, jika aku mengatakan yang sebenarnya eomma akan memikirkanku setiap saat. Aku tidak ingin itu terjadi” Taeyeon mengeraskan nada bicaranya. Baekhyun terdiam tanpa bersuara melihat Taeyeon yang terus menundukkan wajah nya.

“Aku sarapan diluar” akhirnya baekhyun pun meninggalkan Taeyeon sendiri yang masih bergemetar sekaligus menahan air mata yang siap jatuh ke pipi mulus nya itu hanya bisa diam melihat suami nya itu pergi meninggalkan nya.

*****

“Argghh!” Geram baekhyun saat sedang sarapan di sebuah café.

“Sampai kapan aku harus berpura-pura menjadi Suami yang harmonis” Gumam Baekhyun pelan.

“Omo…Baekhyun Oppa?” tiba-tiba seorang gadis menghampiri baekhyun. Baekhyun yang menunduk mendengakkan kepala nya dan mendapati seorang gadis dengan rambut hitam pekat yang di gerai, membuat gadis itu tampak cantik.

“Nuguseyo?” Tanya baekhyun.

“Apa kau lupa dengan ku? Aku Lee Hanra, Hoobae mu saat di SMA Seoul. Apakah kau ingat?” ujar gadis itu dengan manja kemudian tanpa persetujuan baekhyun ia duduk berhadapan dengan baekhyun sambil menompangkan kedua tangan nya.

Baekhyun yang mendengar penjelasan dari gadis bernama Hanra ini kemudian mengingat-ingat yang tadi dibilang Hanra itu. “ ohhh, aku ingat. Iya , kau Lee hanra kelas 11-B teman nya Kim Taeyeon kan?” ucap baekyun.

“Eungh…Bagaimana kabar mu Oppa?” Tanya hanra kembali.

“Baik” jawab singkat baekhyun sambil menatap wajah hanra.

“apakah kau sudah menikah?” Tanya Hanra.

“s-sudah”

“Dengan siapa?”

“K-kim Taeyeon”

“jinjja?” Tanya Hanra, dan hanya dibalas dengan anggukan.

“Wahh…Semoga pernikahan kalian selalu bahagia dan akan dikaruniakan malaikat kecil ne?” Ujar Hanra dan hanya dibalas senyum kecut

******

“Sampai kapan kau akan menyembunyikan ini dari Suami mu Taeyeon-ah.”

“Sampai aku tidak lagi berada disisinya.”

“Tapi– cepat atau lambat dia harus mengetahuinya. Dan dia akan tahu semuanya.”

“Jangan. Bukankah Oppa sudah berjanji, tidak ada yang mengetahui semua ini selain kita berdua.”

“ Taeyeon-ah dengarkan aku, kanker itu sudah menggerogoti sebagian hatimu. Dan kau masih keras kepala tidak ingin di operasi dan tidak ingin siapapun mengetahuinya.”

“Kalau aku di operasi, apa aku akan sembuh ?” tanya Taeyeon setengah berharap.

Namja di hadapannya itu hanya diam, terlihat sedang berpikir.

“Heechul Oppa!! Tolong jawab aku, apa dengan operasi aku bisa sembuh ?”

“Kemungkinan kau sembuh total memang sangat kecil bahkan tidak ada, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin.”

Taeyeon menghela nafas berat. Ini adalah hal yang cukup ia takuti.

“Sudah tidak ada harapan bukan, operasi pun sia-sia.” ucap Taeyeon lemah dan dengan raut wajah yang ketakutan.

“Kau tidak boleh menyerah dengan keadaanmu Taeyeon-ah, waktumu semakin sedikit dan kau harus segera mengambil keputusan.”

“Apa tidak ada cara lain selain operasi ?” tanya Taeyeon lagi sedikit kehilangan harapannya.

“Mianhae. Tidak ada cara lain Taeyeon-ah, ini adalah cara terakhir untuk Kesembuhanmu. Dan sebaiknya operasi itu dilakukan dalam waktu yang dekat.”

“Arasseo~”

Taeyeon pergi meninggalkan ruangan Kakak nya itu, Kim Heechul. Seorang dokter muda yang cukup ternama di Seoul.

Taeyeon belum lama ini di vonis mengidap penyakit kanker hati, dan tidak ada yang mengetahuinya selain ia dan juga Heechul selaku dokter pribadi yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri. Taeyeon tak memberitahu orang tua nya, karna ia takut mereka akan ceman dengan kondisi Taeyeon saat ini.

*****
Taeyeon berjalan menyusuri kota Seoul dengan sedikit gontai sambil
memegangi bagian dadanya yang terasa nyeri, tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah toko aksesoris couple.

Segera ia berjalan mendekati toko itu, dan  membelikan sebuah gelang yang sama dengan taeyeon bertuliskan ‘forever with you’.
Senyum lebar terukir di wajahnya saat ia menggenggam sebuah kotak kecil berwarna merah marun yang berisi gelang dengan bertulisan ‘forever with you’ yang juga kini digunakan oleh taeyeon.

Ia bergegas pulang ke rumah dan sesegera mungkin menyerahkan kotak itu kepada Baekhyun.

“Aku harap kau menyukainya Baekhyun-ah.”

*****

“Huuufth..” ia menghembuskan nafasnya pelan saat melihat keadaan rumahnya yang kosong. Baekhyun  tidak ada di rumah.

Ia membuka pintu kamar Baekhyun, dan meletakkan kotak berwana merah marun itu di atas meja tepat di samping ranjang Baekhyun.

“Yakk..!! Sedang apa kau ?” Lagi. Suara Pria itu membuatnya kaget tiba-tiba, namun tetap saja suara itu bagaikan alunan merdu bagi telinganya. Untuk sesaat mereka terdiam, tanpa ada pembicaraan. Sampai Baekhyun menyadari sebuah benda persegi yang terletak di atas mejanya.

Taeyeon kembali mengambil benda yang tadi ia letakkan, dan berjalan menuju Pria itu.

“Ini. Aku membelikannya untukmu. Aku harap kau menyukainya.” Ucap Taeyeon sambil memamerkan senyuman khasnya.

“Bawa saja pergi, aku tidak membutuhkannya.” bentak Baekhyun. Namun itu tak membuat Taeyeon mengurungkan niatnya.

“Kau akan memakainya suatu saat nanti.”

“Aku tidak perlu hadiah darimu, aku tidak perlu semua itu.”

“Aku tahu kau begitu membenciku, tapi tidak bisakah kau menerima pemberianku sekali ini saja.”

“Percuma, aku tidak akan menghapus semua kebencianku padamu.”

“Aku tidak memintamu untuk tidak membenciku lagi, aku hanya ingin memberimu ini.”

“Pergilah sebelum aku semakin muak denganmu.”

“Aku letakkan disini, pakailah gelang ini nanti disaat kau benar-benar harus memakainya.” Taeyeon  meletakkan benda persegi itu tepat di atas ranjang milik Baekhyun, Pria itu mendengus kesal dengan apa yang telah di lakukan Taeyeon. Ia bingung, dengan semua yang telah ia lakukan tapi Taeyyeon tetap saja sangat baik terhadapnya.

” Gadis bodoh!!” rutuk Baekhyun saat memandangi punggung Taeyeon yang menghilang di balik pintu.

Baekhyun berjalan mendekati kotak persegi yang tergeletak di atas ranjangnya, insting penasarannya mulai menggelayuti pikirannya untuk mengetahui gelang seperti apa yang ada di dalam kotak berwarna merah marun itu.

Di raihnya kotak itu dengan penuh kehati-hatian, jemari halusnya sedang berusaha membuka ikatan pita di atasnya. Kini matanya menangkap sebuah gelang berwarna Hitam-Silver dengan hiasan manik-manik layaknya berlian, tanpa ia sadari sebuah senyum mengembang saat ia mengambil gelang tersebut dari tempatnya.

Seakan tak mau larut dalam senyumannya, ia kembali menghempaskan gelang tersebut di tempat asalnya saat ia mengingat siapa yang telah memberikan gaun itu untuknya. Taeyeon, Gadis yang ia benci.

******

“Aku akan ke supermarket. Jangan pernah masuk ke kamarku lagi, tanpa izin dariku.”

“Aku ikut.”

“Aku bisa sendiri, kau tak usah ikut. Istirahat lah.”

“Izinkan aku ikut bersamamu Baekhyun-ah, sekali ini saja.”

“Huh. Aku bilang tidak ya tidak, jangan memaksaku untuk semakin membencimu Kim Taeyeon.”

Taeyeon terdiam sejenak, mendamaikan firasat buruk yang sedang menggelayut di hatinya. Akhirnya ia mengangguk pasrah dan membiarkan Baekhyun pergi sendiri ke Rumah sahabat nya Chanyeol.

selang 25 menit kepergian baekhyun, taeyeon tiba-tiba mendapat kan panggilan dari kakak nya. Ia segera mengangkat telfon dari kakak nya itu.

“Ne, oppa?”

“……………….”

“Apa!! Baiklah-baiklah aku akan segera kesana.” Taeyeon yang segera mengambil kunci mobil nya setelah ia menerima telfon ari Heechul tadi. Taeyeon sangat ingat apa yang tadi Heechul katakan.

“Taeyeon-ah cepat kau ke rumah sakit seoul, Suami mu…dia mengalami kecelakaan”

“Akh..!!” lagi, ia terpekik akibat nyeri hebat di bagian dadanya. Namun ia tak menghiraukan rasa sakit itu, yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Baekhyun. Ia terus berlari sambil memegangi dadanya untuk segera menemui Suaminya di rumah sakit.

Karna saking terburu-buru ia tak hati-hati saat ingin meng-gas mobil nya, tetapi ia malah meng-gas ke belakang dan alhasil bagian mobil milik nya hancur tapi itu ia hiraukan. Dengan kecepatan diatas rata-rata Taeyeon mengemudi dengan kecemasan yang sedang menghantui perasaan dan fikiran nya.

Sesampai nya ia di rumah sakit ia langsung bertemu dengan Heechul.

“Oppa,Oppa d-dimana dimana Baekhyun?” Tanya Taeyeon tergesa-gesa.

“Taeyeon-ah, coba tenangkan diri mu” Heechul mencoba menenangkan taeyeon dan akhirnya taeyeon bisa tenang. Lalu Heechul menjelaskna kejadian perkara.

“menurut saksi yang melihat nya, demi menghindari mobil yang ingin berbelok arah ia membanting setir dan akhirnya mobil yang ia kendarai menabrak pohon besar,”

“Aku ingin melihat nya Oppa, antar aku kesana palli!”

“Tenang taeyeon-ah dia sedang di tangani oleh dokter ahli, tapi—“

“Tapi apa oppa?” Tanya taeyeon dan wajah nya sudah berlinang air mata.

“Dokter tadi mengatakan karna benturan yang sangat keras pada saraf nya dan itu bisa membuat Baekhyun mengalami buta permanen”

“a-apa? B-buta?” ujar taeyeon, Pernyataan Heechul berhasil membuat dada Taeyeon menjadi semakin sesak dan kini ia tidak mampu lagi menahan genangan air matanya untuk tidak tumpah lagi.

Ia tidak mau mata indah Baekhyun hanya menjadi pajangan yang tak berfungsi di wajah pria itu, ia tidak mau mata itu hanya sebagai penghias wajah tampan Baekhyun itu.

Setelah berpikir dan sempat berdebat dengan Kakaknya, akhirnya ia mengambil sebuah keputusan.
.

.

.

‘demi Baekhyun, aku siap mendonorkan mata ku untuk nya’

.

.

“Aku bersedia di operasi. Berhasil atau tidak operasiku nanti, Oppa tahu kan apa yang harus Oppa lakukan ?”

“Ne. Aku akan berusaha membuat operasimu berhasil.”

“Tidak usah memberiku harapan palsu Oppa, dan Baekhyun—”

“Dia masih terbaring di ruangannya, kau ingin menemuinya bukan.”

“Untuk yang terakhir.” ucap Baekhyun lirih.

Taeyeon berjalan memasuki ruangan serba putih itu, menemui seorang pria yang sedang terbaring dengan mata yang terkatup dan selang infus yang menghiasi lengannya.

Wajahnya begitu damai dalam keadaannya sekarang, bahkan ia nampak begitu cantik. Sungguh seperti malaikat di mata Taeyeon, bagaimanapun sikap Namja itu terhadapnya ia tetap saja mencintainya.

“Aku tidak memintamu untuk membuka matamu sekarang, tapi yakinlah saat kau bangun nanti kau akan menemukan penglihatan yang baru.” ucap Taeyeon sambil terus menggenggam tangan putih yeoja itu.

“Argh..!!” ia kembali memegangi dadanya yang terasa sesak. Sesekali ia memukul dadanya pelan. Taeyeon tertunduk sejenak dan sedetik kemudian kembali menatap yeoja yang sedang tertidur itu.

“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, jika kita harus berpisah karena takdir. Maka aku tidak pernah menyalahkan takdir ini, karena takdir yang telah menjadikanmu suami ku Baekhyun-ah. Dan takdirlah yang membuat aku mengerti tentang cinta ini. Saranghae Byun Baekhyun.”

Taeyeon menyeka airmata di pipinya untuk menghilangkan sedikit air bening yang sudah meluncur dari matanya. Ia mengecup ringan bibir tipis pria itu sebelum beranjak pergi meninggalkannya.

Taeyeon, ia akan berjuang hari ini. Berjuang melawan penyakitnya, berjuang antara hidup dan mati. Dan berjuang untuk terus bisa melihat suaminya, hidupnya ada di tangan takdir. Ia tidak tau apa yang akan di lakukan takdir kepadanya.
.

.

.

4 days later…

“Baekhyun-ah. Sekarang bukalah matamu dengan perlahan.”

Ucap Heechul sambil melepas perban di mata Baekhyun dengan hati-hati.

“Ne.” Baekhyun mengangguk dan membuka matanya dengan sangat pelan dan hati-hati.

“Aku— mata ini. Berbeda.”

“Sebenarnya itu—”

“Wae Hyung? Kau ingin mengatakan apa ?”

Mianhae Taeyeon-ah, batin Heechul yang terpaksa harus mengingkari janjinya pada Taeyeon.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi kau jangan terkejut ataupun menyesalinya.”

Baekhyun hanya mengangguk dan membenarkan posisi duduknya yang tadi hendak berdiri.

“Waktu itu, waktu kau kecelakaan karena kondisimu sangat parah kami tim dokter terpaksa harus mengoperasimu malam itu juga, karena kalau tidak maka kau akan mengalami kebutaan permanen. Dan benar, kornea matamu sudah rusak. Beruntung ada seseorang yang bersedia memberikan matanya untukmu…Baekhyun-ah”

“Tunggu..” Ujar baekhyun.
“Taeyeon, jangan biarkan adikmu itu mengetahui ini apalagi sampai menemuiku disini. Aku tidak ingin melihatnya.”

Heechul menatap nanar ke arah Baekhyun, ia tidak tega melihat Sahabat nya sekaligus adik ipar nya itu ternyata sungguh membenci istrinya sendiri.

“Kenapa kau begitu membencinya ?”

“Karena dia aku harus berpisah dengan gadis impian ku, dan karena dia aku harus menikah disaat aku masih ingin menikmati hidupku. Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya lagi Hyung”

“……….”

“Dan siapa orang yang telah mendonorkan matanya untukku hyung?.”

“Dia seorang penderita kanker hati yang mungkin sudah tidak ada harapan lagi, dan kemarin setelah memberikan matanya dia bersedia di operasi untuk menentukan hidupnya.” Heechul menarik nafasnya panjang.

“Kau ingin melihat siapa yang memberikan matanya padamu.”

“Ne. Izinkan aku berterimakasih kepada orang itu Hyung.”

Heechul kemudian menggiring Baekhyun dengan sebuah kursi roda, karena Baekhyun masih terlalu lemah untuk berjalan sendiri.

“Aku tidak sabar ingin bertemu dengan orang baik itu Hyung.” ucap Baekhyun dengan raut wajah kesenangan.

“Ne.” sahut Heechul singkat.
.
.
.

.

Baekhyun terduduk kaku di depan tubuh seorang gadis yang tidak bergerak sama sekali, selang infuse yang berada di sekitar tubuh mungil nya itu, dan mat ayang masih terpejam sekakan ia sedang mimpi indah.

Baekhyun mengamati mesin yang awam bagi nya, yang Ia tahu mesin yang menunjukkan detak jantung gadis itu di monitor masih menampilkan garis tak beraturan, dia hidup, gadis itu masih hidup.

Pandangannya kembali ia arahkan ke wajah gadis yang terbujur kaku di hadapannya. Baekhyun  mengamati wajah gadis itu dengan intens. Tanpa sadar air matanya kini mengalir dengan indah menyusuri lekukan di wajahnya. Air mata yang sebenarnya sangat tidak ingin dia keluarkan saat melihat siapa gadis yang sedang berada di sampingnya.

“Ini untukmu.” Heechul menyerahkan sepucuk surat berwarna merah marun.

“Gomawo Hyung.” Baekhyun kemudian menerima surat itu, selepas Heechul keluar dari ruangan tersebut ia dengan perlahan membuka sebuah surat tersebut.

Dear Byun Baekhyun, Suami u.

Hai Baekhyun, suami ku. Apa kabar mu?

Aku tahu kau pasti baik-baik saja karena kau sudah menerima surat ini.

Eum.. aku bingung sebenarnya apa tujuanku menuliskan surat ini untukmu..

Baekhyun-ah.. Mianhae, kau selalu bilang padaku bahwa aku penyebab semua kehancuran di hidupmu. Tapi aku sungguh tidak berniat untuk menghancurkan hidupmu. Pernikahan ini, Pernikahan ini selalu yang aku impikan, menikah dengan orang yang aku cinta. Tetapi kelihatan nya kau tak sama dengan ku.

Tapi aku sangat bersyukur, karena kau aku mengerti tentang cinta. Diam-diam aku menyukaimu sejak pertama kali kita sama-sama baru masuk TK, dimana kau selalu membantuku disaat aku di jaili oleh anak laki-laki, membantu ku mewarnai, dan banyak lagi. Hingga waktu nya tiba saat kita lulus TK keluarga mu memutuskan Pindah ke London karna tuntutan pekerjaan ayah mu. Karna bertahun-tahun tak bertemu mungkin kau lupa dengan putri kecil mu ini. Dan akhirnya kita di pertemukan oleh perjodohan konyol itu dan berujung pernikahan.

Eoh. Aku hampir lupa, maafkan aku karena telah memberikan mata ini untukmu, aku tahu kau sangat membenciku. Tapi aku mohon terimalah mata itu.

Mata itu adalah kenangan terakhir dariku.

Biarkan sebagian tubuhku berada di tubuhmu, agar aku bisa terus mengawasimu dari atas sana.

Aku tidak tahu, apakah setelah operasi ini aku bisa
membuka mataku kembali atau tidak…

Jika iya, maka izinkan aku untuk melihat wajahmu pertama kali.

Tapi itu mustahil, karena jika nanti aku sadar… Aku
tidak akan bisa melihat lagi.

Jangan khawatir, aku memang sudah tidak mempunyai mata lagi tapi aku masih punya telinga yang berfungsi dengan jelas. Jadi, kau tidak keberatan kan jika aku ingin mendengar suaramu. Suara suami ku yang sangat aku cintai…

Dan matamu, mata indahmu. Izinkan aku membawa matamu bersamaku, aku terlalu lancang untuk memintamu tidak membenciku, bahkan mencintaiku. Aku hanya meminta matamu untuk menjadi temanku nanti.

Dan Baekhyun-ah, bisakah aku meminta sesuatu padamu.

Gelang itu, berjanjilah kau akan memakainya untukku. Aku yakin tangan mu akan menjadi lebih indah dengan gelang yang kuberikan itu. Aku juga memakai nya di lengan kiri, kau juga bisa menggunakan nya di lengan kiri.

Baiklah Baekhyun-ah kurasa sudah cukup, karna ku yakin kau pasti akan bosan membaca nya Annyeong~

Saranghae Byun Baekhyun..

Kim Taeyeon.

Surat tersebut cukup
membuat Baekhyun  kembali berderai airmata. Baekhyun menutup wajahnya dengan kedua lengannya. Sedangkan kertas yang di bacanya tadi jatuh berserakan.

“Maafkan aku, maafkan aku yang selalu membencimu. Maafkan aku yang selalu memakimu, maafkan aku yang selalu menyalahkanmu atas kehancuran hidupku. Maafkan aku , maaf kan aku Taeyeon-ah,” Airmata yang sedari tadi di tahannya kuat-kuat akhirnya luluh juga. airmatanya menetes membasahi pipinya lagi. dengan cepat Baekhyun menghapus airmatanya. Ia tidak mau menangis di hadapan Taeyeon, tapi tidak untuk kali ini. Matanya benar-benar perih, dan hatinya begitu sesak.

Bagaimana tidak, Taeyeon memberikan mata nya pada Baekhyun, suami yang selalu memaki-maki sekaligus membentak nya itu.

“Penyakitmu, kau terlalu kuat untuk menanggungnya sendiri. Terlambatkah untukku meminta maaf padamu sekarang, aku sungguh menyesali kebodohanku selama ini.”

“Dan mata ini, kenapa kau memberikannya padaku ? Padahal belum tentu kau akan mati. Kau tidak akan mati Taeyeon-ah, kenapa kau memberikan mata ini.” suara isakan jelas terdengar di sela-sela ucapannya.

“Bahkan saat kau mengenakan masker oksigen seperti ini, kau masih terlihat cantik” mata Baekhyun masih terasa perih, kali ini Baekhyun benar-benar ingin berhenti menangis. Setidaknya di hadapan Taeyeon, dia tidak ingin menangis.

“Tidak Taeyeon-ah, aku tidak akan membencimu, aku tidak akan pernah membencimu, karena aku mencintaimu. Kau dengar ? aku mencintaimu. Jadi kumohon bangunlah Taeyeon-ah. Jebal~”

Baekhyun mengangkat wajahnya dan menatap wajah Taeyeon lagi. kali ini mata Baekhyun langsung melebar melihat apa yang terjadi. Sebelah mata Taeyeon mengeluarkan cairan bening. Taeyeon  menangis. Dia mendengar setiap ucapan Baekhyun tadi. Gadis  itu tersenyum, sebuah senyum yang mungkin tidak pernah bisa di lihat lagi oleh Baekhyun. Sebuah senyum perpisahan.

Sedetik setelah itu, Baekhyun mendengar bunyi
Tit!!

Bunyi yang panjang dan datar yang membuat jantungnya seakan berhenti berdetak, Baekhyun mengangkat kepalanya dan menatap layar monitor penunjuk detak jantung. Hanya ada garis lurus yang terlihat disana. Bunyi panjang dan monoton itu…

Tubuhnya semakin membeku, matanya tidak bisa berkedip menatap wajah damai Taeyeon yang masih terlihat tenang seperti sebelumnya.

Mereka gagal, Taeyeon tidak berhasil
di selamatkan.

Ia segera memeluk tubuh kaku itu, sesosok tubuh yang sudah tak bernyawa milik Taeyeon— Istrinya.

Hiks Hiks

Suara tangisan terdengar begitu pecah, Baekhyun menangis, meronta-ronta agar miliknya di kembalikan. Namun itu hanya sia-sia, karena semua sudah terlambat. Taeyeon sudah pergi untuk selamanya.

Baekhyun terlalu bodoh untuk mengakui bahwa ia mencintai namja itu sekarang, setelah gadis itu pergi dari dunia ini. gadis yang sangat menyayanginya setulus hati namun disia-siakan oleh Baekhyun.
.

.

.

Disinilah ia, di samping makan baru. Seorang pria ber jas serba hitam dengan ikat kuning yang melekat di samping lengan kekar milik nya itu duduk di samping nya.

“Taeyeon ah aku disini, dengan menggunakan gelang pemberian mu kau juga memakai nya kan,? Bagus lah jika kau memakai nya juga” ujar baekhyun dengan makam milik taeyeon.

Tangis itu kembali terdengar saat ia mencium sebuah foto yang terletak di atas makam tersebut, foto seorang gadis dengan senyum penuh ketulusan.

Meskipun ia tahu Taeyeon tidak akan pernah kembali lagi meski ia memohon-mohon pada Tuhan. Taeyeon telah pergi untuk selamanya, ia mengerti. Baekhyun hanya ingin kenangannya bersama Gadis itu tidak hilang.Kenangan dan…pahit yang mungkin ia akan terus merasa bersalah pada dirinya.

Tanpa disadari Baekhyun, didekat sebuah pohon besar menampakkan sesosok gadis berbalutan serba putih sambil menatap sedih, kemudian sosok itu hilang dengan bertiup nya angin.

.

.

.

End.

PS : Terima kasih para readers yang sudah mau menyempatkan cerita author ini^^ jika masih ada kata-kata yang mungkin kurang boleh di beri kritik/saran. 🙂

Thank you,C U Soon~

Advertisements

64 comments on “[ONESHOOT] Sorry

  1. sedih banget gw sampe nangis bacanya
    baek keterlaluan banget ama taeng, tp taeng tetep tegar menghadapi baek yg kagitu
    setelah taeng pergi baru nyesel tu baek

  2. Sedih banget ceritanya kak. Kakak udah berhasil buat aku nangis gara2 cerita ini :””
    Taeyeon eonni sangat mencintai Baekhyun lbh dr apapun :’)

  3. Keren nih ceritanya feelsnya dapet banget sampe buat aku nangis bacanya, maknanya kita harus menghargai org yg mencintai kita huuufsss buat ff yg nyentuh kya gini lagi ya thor , ditunggu deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s