[FREELANCE] Found Love (Chapter 7)


Title: Found Love Chapter 7

Author: Anke Putri a.k.a Park Ri Hyo

Cast : -Kim Taeyeon

-Byun Baekhyun

     -Park Chanyeol

-Kwon Yuri

    -Jessica jung

    -Xi Luhan

Other Cast    : You can find alone…

Length: Chaptered

Genre: Romance, School life, Sad,Comedy

Author Note:

Yeyeyei..im comeback readers….udah nunggu bukan chaptered yang berikutnya..selamat membaca !

Poster By :Hospital Art Design Aqueera Artposter .. gomawo !!

Preview: Introduction, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6

Chap 6..

Sampai di dalam salon,Jessica langsung disambut baik oleh pelayan salon yang nampaknya sudah mengenal Jessica dengan sangat baik, “Nona Jessica..apa yang ingin anda lakukan ?”tanya pelayan itu dengan ramah.

    “Nona Seo..bisakah kau layani gadis ini seperti kau melayaniku ?”

    Pelayan itu menatap Taeyeon sebentar,lalu tersenyum, “Tentu saja…siapa gadis ini ?”

    “Annyeonghaseyo Kim Taeyeon imnida.”ucap Taeyeon sambil membungkukkan badannya.

    “Anggap dia adikku..”sahut Jessica yang langsung membuat Taeyeon terkejut.

    “Baiklah..kajja ikut saya.”pelayan itu pun membimbing Taeyeon duduk. Jessica yang juga ingin facial pun ikut duduk tak jauh dari Taeyeon.

    Taeyeon terlihat sangat menikmati pelayanan salon itu,perawatan yang Taeyeon lakukan hanya meliputi rambut dan wajah saja karena ia tidak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk merawat tubuhnya saja, “Anda ingin aroma apa untuk rambut anda ?”tanya pelayan itu.

    “Adakah aroma yang dapat membuat stresku hilang ?”

    Pelayan itu mengangguk, “Tentu saja ada. Saya akan ambilkan sebentar.”

    Taeyeon yang menyadari jika sejak tadi tidak mendengar suara Jessica langsung menoleh ke samping untuk memastikkan gadis itu baik-baik saja, “Unnie ka..”Taeyeon menghentikkan ucapannya,lidahnya terasa kelu melihat apa yang terjadi terhadap Jessica, “Unnie !!!”pekik Taeyeon sambil menghampiri Jessica.

*********************

    Taeyeon menghampiri Jessica yang tiba-tiba saja pingsan bahkan pelayan yang menangani Jessica tidak tahu hal ini, “Bagaimana mungkin kau tidak tahu ? Unnieku pingsan hingga terjatuh seperti ini kau tidak tahu ?!”bentak Taeyeon yang tidak percaya akan ketidak pekaan pelayan disitu.

    Pelayan itu nampak menundukkan kepalanya,tidak berani menatap Taeyeon yang nampak sangat marah, “Mianhae..saya tadi disuruh oleh Nona Jessica untuk membeli minuman jadi saya tidak tahu tentang hal ini.”

    Taeyeon menatap Jessica yang masih tidak sadarkan diri dengan air mata yang mengalir,lalu ia menggenggam erat tangan Jessica, “Unnie..sadarlah. Eotteokhae ? Apa aku harus menghubungi Chanyeol Oppa..aku harus menghubunginya..”saat Taeyeon akan mengambil ponselnya,tiba-tiba saja ada yang menahan tangannya,Taeyeon pun menoleh dan melihat siapa yang telah menahan tangannya, “Unnie !!”pekik Taeyeon terkejut melihat Jessica tengah menatapnya dengan tatapan datar,tak lama kemudian Jessica tertawa.

    “Haha kau lucu sekali..padahal aku hanya berpura-pura saja tapi kau malah terlampau cemas.”ujar Jessica sambil tetap tertawa.

    Taeyeon yang baru menyadari jika ia telah dibohongi hanya dapat menatap Jessica dengan kesal, “Aish..ini tidak lucu unnie.”ujar Taeyeon sambil berdiri meninggalkan Jessica,lalu duduk kembali di tempatnya membiarkan pelayan yang menanganinya tadi menuangkan sebuah cairan di rambut Taeyeon.

    “Apa kau masih marah ?”tanya Jessica.

    “Tentu saja..kau telah membuatku memarahi orang di depan umum. Aish kau benar-benar menyebalkan unnie.”ujar Taeyeon.

    “Mianhae..setelah ini kau mau es krim ?”tawar Jessica.

    Mendengar nama es krim seketika membuat kemarahan Taeyeon meluap begitu saja,ia sangat menyukai es krim. Semua hal yang sempat membuatnya kesal pun akan hilang begitu mendengar nama es krim, “Jinjja ? Aku mau..aku mau !”

    Jessica pun tersenyum karena ia berhasil membuju Taeyeon dan kini gadis itu tidak marah lagi terhadapnya, “Baiklah..asal kau tidak marah lagi. Arraseo ?”

    Taeyeon mengangguk cepat, “Arraseo !”

    Setelah selesai menjalani perawatan di salon,Jessica langsung membawa Taeyeon ke sebuah toko es krim yang berada di mall itu. Taeyeon nampak sangat senang melihat berbagai jenis es krim berjejer di konter toko es krim itu, “Huwaaa..aku ingin itu..itu dan itu..”Taeyeon menunjuk satu demi satu es krim yang ada di hadapannya dengan tidak sabar. Melihat Taeyeon yang begitu menyukai es krim kembali mengingatkan Jessica akan Erika yang dulunya juga sangat menyukai es krim,ia sering merengek ke Jessica agar membelikkan dia es krim.

    “Baiklah..kau bisa memesan sesuka hatimu. Tapi ingat,jangan banyak-banyak kau bisa sakit.”pesan Jessica.

    Taeyeon mengangguk, “Ne..arraseo unnie !”setelah memilih dengan cukup lama,akhirnya pilihan Taeyeon jatuh pada es krim rasa cokelat mint yang terlihat sangat menggiurkan, “Aku ingin itu !”tunjuk Taeyeon.

    Pelayan es krim itu langsung mengambilkan Taeyeon es krim yang di inginkan oleh Taeyeon, “Silahkan dimakan..”saat Taeyeon akan membayar es krim itu,tiba-tiba saja Jessica sudah terlebih dahulu mengulurkan uangnya ke pelayan es krim itu, “Unnie tidak perlu melakukan hal seperti ini.”

    “Gwaenchana..kajja kita harus pulang sekarang.”ajak Jessica.

    “Baiklah..”Taeyeon pun mengikuti langkah Jessica dari belakang.

    Sampai di depan mall,Taeyeon yang sudah menghabiskan seluruh es krimnya langsung membuang wadahnya ke tempat sampah,lalu ia menatap Jessica yang nampak tidak nyaman,tubuhnya nampak bergetar, “Unnie..apa kau sakit ?”tanya Taeyeon cemas.

    Jessica pun menoleh,wajahnya nampak sangat pucat hingga membuat Taeyeon semakin cemas, “Gwaenchana..”jawab Jessica lemas.

    Tak lama kemudian muncullah sebuah taksi yang sejak tadi mereka nantikkan. Taeyeon langsung menyetop taksi itu, “Unnie kaj..”Taeyeon menghentikkan ucapannya begitu melihat Jessica yang sudah tidak sadarkan diri, “Unnie !!”pekik Taeyeon sambil menghampiri Jessica,lalu ia memanggil semua orang yang ada disitu untuk membantunya membopong Jessica masuk ke dalam taksi.

    Di dalam taksi,Taeyeon meletakkan kepala Jessica di pangkuannya,lalu Taeyeon menatap Jessica dengan mata yang berkaca-kaca,ia sangat sedih melihat Jessica terbujur kaku tak berdaya. Sebenarnya sejak pagi tadi Taeyeon merasa ada yang tidak beres pada keadaan Jessica. Keadaannya nampak tidak cukup baik,namun hanya demi Taeyeon,Jessica rela mempertaruhkan kesehatannya, “Unnie..sadarlah hiks..”tangis Taeyeon.

    Perlahan Jessica menggerakkan tangannya hingga membuat Taeyeon senang, “Unnie kau sudah sadar ?”Taeyeon menyeka air matanya,ia tidak ingin Jessica sedih setelah melihatnya menangis.

    Jessica tersenyum tipis,namun tiba-tiba saja Jessica mengerang dengan keras sambil memegangi perutnya, “Arrggghh..sa..sakit arrrgghh !”wajah Jessica pun memerah,ia tidak berhenti menggigit bibir bawahnya hingga sedikit berdarah.

    Melihat Jessica yang nampak kesakitan membuat Taeyeon kembali menangis, “Ahjjusi bisakah kau menyetir dengan lebih cepat lagi ? Unnieku sakit..kumohon !!”pinta Taeyeon. Taeyeon terus menggenggam tangan Jessica yang dingin, “Unnie..kau harus kuat.”

    Tak beberapa lama kemudian,sampailah mereka di rumah sakit. Sampai di rumah sakit,Jessica langsung dibawa oleh beberapa perawat yang tengah bertugas menuju ke ruang gawat darurat. Taeyeon pun menunggunya di depan pintu ruang gawat darurat dengan ketakutan,lalu ia memutuskan untuk menelepon Chanyeol, “Yeo..yeobosse..yo Op..pa ?”suara Taeyeon tergagap hingga membuat Chanyeol yang saat ini sedang berada di rumahnya merasakkan ketakutan yang ada di dalam diri Taeyeon.

    “Ada apa ?”tanya Chanyeol yang mulai panik begitu mendengar isakan Taeyeon.

    “Un..nie..hiks Jessica Unnie..”

    “Ada apa dengannya ?!”tanya Chanyeol yang semakin meninggikkan suaranya.

    “Dia sakit..datanglah ke rumah sakit Seoul Nation University..”setelah menyebutkan nama rumah sakit tempat ia berada saat ini,Chanyeol langsung mematikkan sambungan teleponnya tanpa bertanya lebih banyak ke Taeyeon. Tanpa sadar Taeyeon menjatuhkan ponselnya,dadanya terasa sesak dan pandangannya semakin kabur. Bayangan Jessica yang tengah kesakitan membuatnya sangat terpukul,entah mengapa ia seperti dapat merasakkan apa yang saat ini Jessica rasakkan,sangat sakit dan menyiksa, “Un..nie..”

    Brukk..

    Taeyeon pun tak sadarkan diri,beberapa orang yang melihatnya pun langsung membantunya dan beberapa dari mereka ada yang memanggil seorang perawat yang kebetulan berada tak jauh dari tempat Taeyeon berada. Saat dibawa ke ruang gawat darurat yang sama dengan Jessica. Taeyeon masih dapat merasakkan dinginnya ruangan itu dan bau obat yang menyeruak ke rongga hidungnya. Matanya yang redup pun sempat melihat bayangan lampu yang menyinarinya hingga lampu itu gelap..sangat gelap.

    Chanyeol yang sudah sampai di rumah sakit berusaha mencari informasi mengenai Jessica, “Ada pasien bernama Jessica Jung disini ?”tanya Chanyeol kepada resepsionis rumah sakit dengan tergesa-gesa.

    Resepsionis itu nampak meneliti data pasien yang masuk ke rumah sakit dengan teliti, “Ah..ne. Baru saja ada seorang pasien bernama Jessica Jung datang bersama dengan seorang yeoja. Dia sekarang berada di ruang gawat darurat.”Chanyeol langsung berlari menuju ke ruang gawat darurat yang dimaksud oleh resepsionis tadi. Chanyeol tidak mempedulikkan peluh yang menetes di keningnya,yang ia pedulikkan saat ini hanyalah keselamatan Jessica. Sampai di depan ruang gawat darurat,Chanyeol memperhatikkan pasien yang ada di dalamnya memalui kaca kecil yang ada di pintu masuk. Chanyeol terlihat sangat gelisah begitu mengingat sakit yang sering Jessica derita,namun Jessica sama sekali belum pernah berterus terang kepadanya mengenai penyakit yang ia miliki.

    Dulu saat Jessica masih kuliah,ia sering mengalami nyeri perut yang hebat hingga membuat Chanyeol harus sangat ekstra menjaganya. Saat tengah memikirkan Jessica,tiba-tiba saja pikirannya melayang ke Taeyeon. Chanyeol bingung karena yeoja yang meneleponnya itu tidak nampak sama sekali. Ketika Chanyeol akan duduk di kursi,tiba-tiba saja matanya menangkap sebuah ponsel yang tergeletak begitu saja tak jauh darinya,dengan penuh penasaran Chanyeol menghampiri ponsel itu untuk memastikkan siapa pemilik ponsel itu. Lalu Chanyeol melihat isi ponsel itu,meskipun Chanyeol tahu itu hal yang tidak sopan,namun Chanyeol hanya ingin mengetahui siapa pemilik ponsel itu. Siapa tahu ia mengenal pemilik ponsel itu, “Ini kan..milik Taeyeon. Bagaimana bisa ada disini ?”batin Chanyeol begitu menelepon nomornya melalui ponsel itu.

    Saat tengah kebingungan mencari keberadaan Taeyeon,tiba-tiba saja ada seorang perawat datang menghampiri Chanyeol, “Ada yang perlu saya bantu ?”tanya perawat itu dengan ramah.

    “Ah..apakah anda melihat ada yeoja yang berada disini ? Pemilik ponsel ini ?”Chanyeol menunjukkan ponsel itu kepada perawat itu.

    Perawat itu langsung menggelengkan kepalanya, “Maaf saya tidak tahu.”jawab perawat itu.

    “Yeoja pemilik ponsel ini tadi mengantar seorang pasien datang kesini..baru saja.”perawat itu nampak mengingat-ingat sesuatu.

    Perawat itu pun langsung menatap Chanyeol begitu mengingatnya, “Tadi ada seorang yeoja yang sempat pingsan disini..ataukah dia ?’

    “Pingsan ? Bagaimana bisa ? Bisakah saya menemuinya ?”pinta Chanyeol.

    Perawat itu menganggukkan kepalanya, “Tentu saja..silahkan masuk.”perawat itu membuak pintu ruang gawat darurat yang sejak tadi tertutup dengan rapat,Chanyeol pun mengikutinya dari belakang, “Apakah dia ?”tanya perawat itu begitu menemukkan yeoja pingsan yang tadi ia maksud.

    Chanyeol pun melihat yeoja yang dimaksud perawat itu. Matanya langsung membulat begitu melihat sosok yang masih tak sadarkan diri itu, “Taeyeon !”pekik Chanyeol sambil berlari menghampiri Taeyeon. Chanyeol memandangi wajah Taeyeon yang sangat pucat dan tubuhnya yang terbujur kaku, “Taeyeon..bagaimana bisa kau menjadi seperti ini ?”Chanyeol menggenggam tangan Taeyeon yang dingin dengan erat.

    Salah seorang dokter pun menghampiri Chanyeol, “Permisi..apakah anda keluarga nona ini ?”tanya dokter itu,Chanyeol mengangguk pelan, “Berarti anda juga mengenal Nona Jessica Jung.”

    “Itu benar..bagaimana keadaan mereka berdua ?”tanya Chanyeol cemas.

    “Nona Kim Taeyeon hanya mengalami syok…dan hal ini hanya bersifat sementara saja..mungkin dia akan segera sadar sebentar lagi. Nona Jessica…”Dokter itu menghentikkan ucapannya begitu akan menjelaskan mengenai Jessica.

    Chanyeol pun melepas genggaman tangannya pada Taeyeon,lalu berjalan menghampiri dokter itu, “Apa yang terjadi kepada Jessica ?”

    Dokter itu menghela nafas sebentar, “Mari ikut saya..”

    Saat ini Chanyeol berada di ruangan dokter yang menangani Jessica, “Sebelum saya menjelaskan sesuatu hal yang sangat penting kepada anda. Perkenalkan dulu..nama saya Song Jaebum..saya dokter yang menangani Nona Jessica.”

    “Ne..saya Park Chanyeol,saya pacar Jessica.”

    “Ah..Nona Jessica banyak bercerita tentang anda..sebenarnya saya tidak ingin menceritakkan mengenai privasi pasien tapi kali ini keadaan pasien sudah semakin parah hingga kami terpaksa memberitahukan penyakit yang di derita oleh pasien kami.”ujar Dokter Song yang membuat Chanyeol bingung,ia tidak mengerti apa yang dimaksud olehnya.

    “Maaf..tapi apa maksud anda apa ?”tanya Chanyeol.

    Dokter Song nampak sangat risau,lalu ia menatap Chanyeol dengan sendu, “Nona Jessica..sebenarnya ia mengidap kanker lambung.”ucapan Dokter Song sontak membuat Chanyeol terkejut,ia baru mengetahui rahasia Jessica yang jika tidak secepatnya diketahui akan membuat nyawanya terancam, “Mungkin anda terkejut dengan apa yang saya katakan,tapi saat ini kanker yang di idap oleh Nona Jessica sudah menginjak stadium akhir.”

    Lidah Chanyeol terasa kelu,kenyataan mengenai Jessica yang tengah menderita penyakit berbahaya membuatnya terguncang, “Dok..bisakah dia sembuh ?”tanya Chanyeol cemas.

    Dokter Song pun tersenyum tipis, “Saat ini kanker Nona Jessica menginjak stadium 4a dan kemungkinan untuk sembuh hanya sekitar 15 %..jika sudah menginjak stadium 4b…maka hanya mukjizat yang dapat menyembuhkannya.”

    Chanyeol menggenggam erat tangan Dokter Song,matanya nampak memerah, “Dok..lakukan yang terbaik untuk Jessica..lakukan sebaik mungkin..”pinta Chanyeol.

    Dokter Song mengangguk, “Tentu saja..saya akan melakukan yang terbaik untuk Nona Jessica.”

    Sementara Taeyeon,ia mulai membuka matanya secara perlahan,bau obat yang menyeruak di hidungnya begitu matanya terbuka dengan sempurna, “Unnie..”isak Taeyeon.

    Taeyeon pun berusaha untuk duduk,namun tubuhnya yang masih sedikit sakit sulit untuk digerakkan,Taeyeon terus memaksa tubuhnya untuk bangun,tapi Taeyeon malah terjatuh ke bawah hingga selang infus yang menancap di tangannya lepas,darah segar pun langsung mengucur dari tangannya,Taeyeon langsung panik begitu melihat banyak darah keluar dari tangannya, “Tolong..hiks ..tolong !!”jerit Taeyeon.

    Tak lama kemudian,beberapa perawat datang menghampiri Taeyeon. Salah satu dari mereka pun berlari untuk mengambil sesuatu, “Bagaimana bisa seperti ini ?”tanya seorang perawat kepada Taeyeon,Taeyeon yang terlalu lemas tidak menjawab pertanyaan perawat itu.

    Perawat yang tadi pergi pun datang kembali dengan membawa beberapa alat medis seperti betadine,kapas,perban dan kasa. Taeyeon yang terlihat masih belum stabil membiarkan perawat mengobati lukanya, “Anda menginginkan sesuatu ?”tanya perawat itu dengan ramah.

    Taeyeon menoleh ke arah perawat itu dengan mata memerah, “Unnie..aku ingin menemui dia.”

    “Baiklah..mari saya antar.”

    Perawat itu mencoba membimbing Taeyeon untuk berjalan menuju ke ruangan dimana saat ini Jessica dirawat. Beberapa jam yang lalu sebelum Taeyeon sadar,Jessica memang sudah dipindahkan ke ruang rawat. Pagi-pagi sekali Chanyeol meminta pihak rumah sakit untuk memindahkan Jessica agar perawatan yang dijalani Jessica lebih intensif. Di sepanjang jalan menuju ke ruang rawat Jessica,Taeyeon memandangi jalanan di depannya dengan pandangan kosong hingga tiba-tiba saja ada seseorang memeluk Taeyeon dari belakang. Perawat yang memegang Taeyeon pun melepas tangannya karena terkejut dengan kehadiran orang yang saat ini tengah memeluk Taeyeon. Taeyeon yang hafal dengan pelukan yang ia rasakkan saat ini dapat langsung menebak siapa pemilik tangan itu, “Baekhyun..”ucap Taeyeon lirih.

    Dan benar saja,orang itu adalah Baekhyun. Chanyeol memang memberitahu Baekhyun tentang keadaan Jessica dan Taeyeon. Kali ini Chanyeol berhubungan dengan Baekhyun karena ia membutuhkan bantuannya. Chanyeol meminta Baekhyun untuk menemani Taeyeon,sementara dirinya menemani Jessica, “Jangan memaksa diri.”pesan Baekhyun.

    “Aku ingin bertemu Jessica unnie..”ucap Taeyeon.

    “Dia baik-baik saja. Jangan terlalu mencemaskan Jessica,dia sudah bersama Chanyeol.”

    “Tapi…”

    “Jika kau seperti ini..akan semakin memperlambat penyembuhan Jessica.”

    “Baekhyun..ak..aku..”

    Baekhyun terlihat mencoba untuk memikirkan sebuah cara yang dapat membuat Taeyeon kembali tenang, “Apa kau mau pergi ke suatu tempat ?”tawar Baekhyun.

    “Aku tidak ingin kemana-mana..aku hanya ingin menemui Jessica unnie.”

    Baekhyun menghela nafas pelan, “Baik..setelah kau menemui Jessica. Kau harus berjanji suatu hal kepadaku.”

    “Mwo ?”tanya Taeyeon yang terlihat tidak sabar bertemu dengan Jessica.

    “Kau harus pulang bersamaku setelah menemi Jessica..arraseo ?”

    Taeyeon langsung mengangguk, “Baiklah.”

    Sampai di ruangan Jessica,Taeyeon mulai berjalan perlahan menghampiri Jessica yang sudah sadar. Jessica terlihat sangat senang dengan kedatangan Taeyeon,begitu pula Taeyeon yang nampak sangat senang melihat Jessica yang sudah sadar dan kini tengah tersenyum kepadanya, “Unnie..kau baik-baik saja ?”tanya Taeyeon.

    Baekhyun yang mengikuti Taeyeon dari belakang perlahan ikut mendekati Jessica, “Ne..aku baik-baik saja. Aku dengar kau sempat pingsan,kenapa ?”tanya Jessica.

    “Aku mencemaskanmu..aku berpikir Unnie sakit karena aku.”ungkap Taeyeon dengan sedih. Chanyeol yang berada tak jauh dari mereka terus menatap Taeyeon dan Jessica secara bergantian,Chanyeol merasakkan adanya ikatan di antara keduanya,entah darimana perasaan itu datang,namun tiba-tiba saja Chanyeol merasakkan ada sesuatu hal di antara mereka yang belum mereka sadari.

    “Anieya..aku sakit bukan karenamu. Tenanglah..”

    Taeyeon mengangguk lemah, “Ne Unnie.”

    Jessica menangkup wajah Taeyeon dengan tangannya, “Kau tidak boleh sakit..harus tetap sehat dan bersemangat. Jangan sedih dan teruslah tersenyum..demi unnie arraseo ?”

    “Ne Unnie..aku berjanji.”

    “Baiklah..Baekhyun kau bisa mengantar Taeyeon pulang ?”

    “Ne..kajja Taeyeon-ah.”

    Taeyeon berpikir untuk tetap tinggal menjaga Jessica,namun Jessica melarangnya, “Kau harus pulang.”

    “Tapi..aku bisa mengunjungi unnie kan ?”

    “Tentu saja..kapan saja kau bisa mengunjungiku. Sekarang kau harus pulang untuk istirahat.”

    “Baik unnie..sampai jumpa.”setelah Taeyeon dan Baekhyun pergi,Chanyeol pun mendekati Jessica.

    “Aku ingin bertanya suatu hal kepadamu..kau hanya perlu menjawabnya dengan jujur.”ucap Chanyeol dengan wajah yang serius. Jessica pun nampak heran melihat tatapan mata Chanyeol yang mengarah kepadanya,wajahnya pun tidak menunjukkan tanda-tanda ketidakseriusan hingga membuat Jessica sedikit merinding.

    “Ne..silahkan.”Jessica akhirnya mempersilahkan Chanyeol yang ingin menanyakan suatu hal kepadanya.

    Chanyeol menghela nafasnya secara perlahan,matanya menutup sebentar sebelum menatap Jessica, “Kau merasa menyembunyikkan sesuatu dariku ?”tanya Chanyeol.

    Jessica yang sebenarnya mengerti maksud dari sesuatu yang di sembunyikkan olehnya berpura-pura tidak mengerti, “A..anieya molla…wae ?”tanya Jessica sambil tetap tersenyum.

    Chanyeol merasa kesal karena Jessica tidak mau jujur kepadanya,padahal ia sudah mengetahui semua tapi Jessica masih menutup-nutupi rahasianya, “Bisakah kau jujur kepadaku ?”tanya Chanyeol dengan geram.

    Jessica pun mulai menitikkan air mata, “A..pa yang ha..rus ak..ku sem..bunyikan ?”tanya Jessica.

    Chanyeol pun ikut menangis seperti Jessica,padahal selama ini Jessica belum pernah melihat Chaneyol menangis, “Jess…jujurlah kumohon..”

    “Oppa..hiks apa yang harus kukatakkan ?”

    “Jessica…aku tahu semua…aku tahu kanker lambung yang kau idap..bahkan saat ini sudah memasuki stadium akhir..kenapa selama ini kau menyembunyikkan penyakitmu ? Apa yang kau perbuat ini dapat membuatmu meninggal ?!!!”geram Chanyeol.

    Jessica pun tersentak,ia merasa bersalah kepada Chanyeol,alsanya tidak memberitahu Chanyeol adalah ia takut jika nantinya Chanyeol malah akan meninggalkannya setelah tahu penyakit yang kini menggerogoti tubuhnya, “Mianhae..”ucap Jessica.

    “Hanya maaf..? Kau tahu ini sangat berbahaya untuk hidupmu !!”

    Tangis Jessica semakin keras hingga membuat Chanyeol yang semula marah kepadanya menjadi iba,lalu ia mendekati Jessica dan memeluknya dengan erat. Chanyeol membelai pelan puncak kepala Jessica,lalu mengecupnya, “Apa yang kau khawatirkan ? Apa kau takut aku akan meninggalkanmu ? Itu tidak mungkin…”

    “Hiks..Chanyeol..aku benar-benar minta maaf.”

    “Ne..aku akan memaafkanmu. Saranghae.”ucap Chanyeol tulus.

    “Ne..nado.”balas Jessica ditengah tangisnya.

    Sampai di rumah,Taeyeon langsung beristirahat di kamarnya. Baekhyun dengan setia menunggunya,ia duduk di sofa kamar Taeyeon sambil memandangi Taeyeon yang tengah larut dalam pikirannya,sejak tadi ia melamun entah memikirkan apa hingga membuat Baekhyun merasa kasihan, “Kau sudah makan ?”tanya Baekhyun ke Taeyeon.

    Taeyeon menggeleng, “Aku belum makan dan tidak ingin makan.”jawab Taeyeon lemas sambil menatap Baekhyun dengan tatapan datar.

    Baekhyun menghela nafas sebentar sambil menatap Taeyeon, “Apa yang kau inginkan sekarang ? Tadi aku ingin mengajakmu ke suatu tempat tapi kau menolaknya.”

    “Aku hanya ingin melihat Jessica Unnie sehat..”ungkap Taeyeon dengan penuh emosi,ia tidak tahan dengan ketidak pekaan Baekhyu terhadap isi hatinya.

    “Aku tahu..tapi kau ingin membuat Jessica sedih ? Jika kau sakit siapa yang akan merawat Jessica dan memberinya semangat nanti ?”tanya Baekhyun.

    Taeyeon menggelengkan kepala, “Mollayo..yang kupikirkan saat ini ingin melihat Jessica Unnie datang menghampiriku dengan senyum bahagianya dan tatapan sejuknya.”Taeyeon membayangkan bagaimana selama ini Jessica memperlakukannya dengan baik dan tatapan tulusnya membuat Taeyeon luluh.

    “Arraseo..aku mengerti apa yang kau inginkan sekarang. Namun…kau ingin membuat Jessica sedih karena kau tidak menuruti pesannya. Kau ingat bukan pesan yang di berikkan Jessica kepadamu ?”tanya Baekhyun,Taeyeon terdiam dan mencoba mencerna ucapan Baekhyun, “Biar aku ulang Jess..”

    Taeyeon langsung menyahut, “Aku ingat..aku ingat apa yang Jessica Unnie pesan kepadaku. Aku akan berusaha untuk membuat diriku yang dulu kembali. Apa kau ingin membantuku ?”tanya Taeyeon ke Baekhyun. Baekhyun nampak sangat senang melihat keyakinan Taeyeon untuk kembali seperti sedia kala.

    “Tentu…dengan senang hati aku akan membantumu.”Taeyeon tersenyum manis ke Baekhyun.

    Esoknya,Taeyeon kembali kuliah seperti biasanya. Taeyeon sangat bersemangat mengikuti kuliahnya hari ini,Tiffany yang sering mencuri pandangan kepadanya pun sampai menggelengkan kepalanya. Semangat Taeyeon kini mulai kembali agar tidak mengecewakkan Jessica. Saat pelajaran hari ini akan berakhir,Dosen Lee mengumumkan sesuatu kepada semua mahasiswa yang ia ajar, “Perhatian..sebentar lagi adalah hari ulang tahun universitas kita..dan rencananya akan di adakan camping besar-besaran. Setiap jurusan akan diwakili 10 orang mahasiswa…penentuan mahasiswa yang akan ikut camping ditentukkan melalui tes yang akan di adakan besok. Jadi persiapkan diri kalian !”perintah Dosen Lee.

    “Baik..!”seru semua mahasiswa dengan kompak,mereka nampak bersemangat mengikuti kegiatan yang hanya dilakukan satu tahun sekali itu.

    “Dan tambahan. Setelah camping selesai akan diadakan pesta di halaman kampus..kalian semua bisa datang tanpa terkecuali. Baiklah..selamat bekerja keras untuk besok !”

    “Arraseo…”setelah Dosen Lee pergi. Tiffany yang sejak tadi penasaran dengan perbedaan Taeyeon pun mendekati Taeyeon dan menanyakkan sesuatu kepadanya.

    “Taeyeon..”panggil Tiffany,Taeyeon yang sedang memasukkan semua peralatan tulisnya ke dalam tas pun menoeh ke arah Tiffany, “Kau banyak berutang kepadaku.”bisik Tiffany ke telinga Taeyeon.

    Taeyeon pun terlihat bingung,ia merasa belum pernah meminjam uang kepada Tiffany,namun tiba-tiba saja Tiffany menagih hutang kepadanya, “Apa maksudmu ?”tanya Taeyeon bingung.

    Tiffany kembali membisikkan sesuatu ke telinga Taeyeon, “Kenapa kemarin kau tidak masuk ? Apa yang terjadi padamu dan…”

    Taeyeon menghentikkan pertanyaan Tiffany dengan menutup mulut Tiffany, “Tolong bicara langsung !”perintah Taeyeon.

    Tiffany menegapkan tubuhnya,lalu mulai berbicara dengan suara normal, “Begini..pertanyaan pertama,kenapa kemarin kau tidak masuk ?”

    Taeyeon menyipitkan matanya, “Kau bukan mata-mata Xi Luhan kan ?”tanya Taeyeon curiga.

    “Mwo ? Siapa Xi Luhan ? Baru kali ini aku mendengar namanya dan sebentar..tadi aku menanyakan suatu hal kepadamu,tapi kau malah balik bertanya kepadaku. Cepat jawab !”Tiffany mencoba memaksa Taeyeon untuk menceritakkan hal yang membuatnya penasaran.

    “Aku sakit..”jawab Taeyeon.

    “Mwo ? Sakit apa ? Kenapa tidak menghubungiku ?”

    Taeyeon langsung menjentik kening Tiffany,Tiffany pun mendengus kesal sambil memegangi keningnya, “Apa gunanya aku menghubungimu. Kau tidak berguna.”

    “Lalu…satu lagi ! Ada apa denganmu hari ini ? Kau terlihat sangat ceria ?”

    Taeyeon memegangi wajahnya, “Jeongmal ? Ah..bagus !”

    “Yak !! Jawab !”bentak Tiffany yang nampak kesal dengan tingkah berlebihan Taeyeon.

    “Aku berusaha untuk tetap bahagia…meskipun..”wajah Taeyeon mulai murung begitu wajah Jessica menghiasi pikirannya kembali, “Jessica Unnie sakit.”

    “Kakakmu ? Ah..aku turut mendoakannya agar segera sembuh.”Tiffany berusaha untuk menenangkan Taeyeon, “Oh iya..perihal Luhan. Siapa dia ?”tanya Tiffany yang teringat dengan ucapana Taeyeon mengenai Luhan.

    Taeyeon berpikir sejenak,ia tidak ingin menceritakkan mengenai Luhan yang sering mengganggunya kepada seseorang pun kecuali Chanyeol dan Baekhyun yang memang sudah mengetahui semuanya. Taeyeon menatap mata Tiffany lekat-lekat,ia ingin mencari kesungguhan dari mata gadis itu. Setelah berpikir lama dan yakin gadis itu dapat dipercaya, akhirnya Taeyeon memutuskan untuk mengatakkanya kepada Tiffany saja, “Luhan..Xi Luhan. Dia satu universitas dengan kita dan aku tidak tahu dia berada di prodi apa..namun yang pasti..namja itu sangat menakutkan.”

    Mendengar kata menakutkan membuat Tiffany merinding,ia tidak bisa membayangkan ada namja menakutkan seperti yang dimaksud oleh Taeyeon, “Seperti apa ? Apa seperti hantu ?”

    Taeyeon mengangguk cepat, “Bahkan melebihi hantu. Dia hantu di kehidupan nyata yang dapat berkeliaran dimana saja..kapan saja dan dalam suasana apapun. Jika kau mengalami hal sepertiku maka kau akan berpikiran sama sepertiku…dia hantu tampan dalam kehidupan nyata.”

    Tiffany menyengir ketakutan, “Aku tidak ingin menjadi sepertimu..memang apa yang dia lakukan kepadamu ? Dan kau bilang dia tampan ? Setampan apa dia ?”tanya Tiffany semakin penasaran.

    Taeyeon mencoba membayangkan wajah Luhan, “Dia kelihatannya keturunan china,tampan,atletis namun sedikit cantik. Namun dibalik itu semua,jangan sampai tertipu ! Dia hantu berwajah tampan yang tak kalah menakutkan dan kejam.”

    “Apa yang dia lakukan kepadamu ?”

    “Dia mencoba menculikku..”

    “Mwo ?! Bagaimana bisa ?”

    “Mollayo..dia mengaku sangat menyukaiku dan itulah yang ia lakukan kepadaku.”ungkap Taeyeon.

    Tiffany mendesah pelan, “Bagaimana bisa ada namja seperti dia dan kau beruntung.”

    “Jika kau merasa aku beruntung…kau saja yang menjadi diriku.”ucap Taeyeon sambil berdiri,bersiap untuk pergi meninggalkan Tiffany,namun dengan sigap Tiffany menahan tangannya, “Wae ?”

    “Bisakah aku ikut denganmu ?”pinta Tiffany.

    “Aku mau pulang bersama Baekhyun Oppa..”

    “Ya Tuhan…aku ingin mengunjungi rumahmu.”

    “Kau bisa datang nanti malam dan menginap di rumahku..”

    “Baiklah..aku akan datang nanti malam,aku akan menginap meskipun besok masuk sekolah,bukankah kita juga bisa belajar bersama untuk tes besok ?”

    Taeyeon mengangguk, “Baiklah..sampai jumpa.”

    Saat Taeyeon berjalan menuju ke parkiran untuk menemui Baekhyun,tiba-tiba saja ada seseorang menggenggam tangannya dengan erat, “Taeyeon..”begitu mendengar suara orang itu,Taeyeon langsung menepis tangannya dengan erat. Taeyeon memelototkan matanya begitu melihat sosok Luhan yang sudah berada di belakangnya, “Apa kau baru saja membicarakanku dengan temanmu ?”

    “Ne..wae ?”

    “Apakah kau benar-benar menganggapku hantu ?”tanya Luhan.

    Taeyeon tersenyum, “Tentu saja Tuan Xi Luhan..bahkan kapan saja aku dapat mengubah julukan untukmu.”

    “Haha benarkah ? Jika kau terus begini..akan kucium..”saat wajah Luhan akan mendekati Taeyeon,Taeyeon langsung menghindar,Luhan terlihat kecewa karena sekali lagi Taeyeon telah menolaknya, “Kenapa ?”tanya Luhan.

    “Aku tidak menyukainya..”jawab Taeyeon dengan kesal,ia tidak menyukai seorang namja yang terlalu berlebihan seperti Luhan hingga dia terus mendekati Taeyeon meskipun ia sudah tahu Taeyeon tidak menyukainya.

    Luhan kembali mendekati Taeyeon,kali ini sambil menggenggam tangannya dengan erat,Taeyeon langsung menepisnya dan menajamkan matanya ke arah Luhan, “Bisakah kau dengarkan ucapanku sekali ini saja ? Aku tidak menyukaimu..arraseo !!”Taeyeon pun memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Luhan. Melihat Taeyeon pergi,tidak seperti biasanya Luhan hanya diam memandanginya dan tidak memilih untuk mengikutinya,entah kenapa ia merasa sakit ketika mendengar penolakkan Taeyeon kali ini,kali ini Taeyeon menolaknya dengan sangat keras.

    Setelah Taeyeon pergi,tak lama kemudian Yuri yang sejak tadi diam-diam memperhatikkan Luhan dan Taeyeon memilih untuk keluar dari persembunyiannya,lalu berjalan mendekati Luhan yang diam membeku di tempatnya, “Ehem..”Yuri pun berdehem agar Luhan menyadari keberadaannya.

    Luhan pun langsung menoleh dan menatap Yuri dengan kebingungan karena ia sama sekali belum mengenal Yuri meskipun sesekali ia sering mendengar nama Yuri dari teman-temannya,namun ia tidak mengetahui wajah Yuri secara langsung, “Siapa ?”tanya Luhan.

    Yuri tersenyum,lalu ia mengulurkan tangannya ke Luhan,dengan ragu Luhan membalas uluran tangan Yuri, “Namaku Kwon Yuri..aku seorang model dan juga kakak tingkatmu yang paling populer,tapi kenapa kau tidak mengenalku ?”tanya Yuri heran.

    “Maafkan aku tapi..aku benar-benar belum pernah melihatmu,namun aku sering mendengar namamu dari teman-temanku. Oh..iya namaku Xi Luhan.”

    Setelah melepas genggaman tangannya dengan Luhan,Yuri pun mencoba untuk membahas mengenai apa yang Taeyeon lakukan tadi terhadap Luhan, “Apa kau mengenal Kim Taeyeon ?”tanya Yuri.

    Luhan mengangguk, “Ne..bukan hanya mengenal bahkan aku sangat menyukainya. Wae ?”

    “Aku membencinya karena dia telah dekat dengan Baekhyun Oppa..orang yang sangat aku sukai.”

    Luhan pun mencoba mengingat-ingat siapa Baekhyun yang dimaksud oleh Yuri,begitu teringat ia langsunng menatap Yuri, “Apakah namja yang sering bersama Taeyeon menaiki sepeda motor ?”tanya Luhan memastikkan,Yuri langsung mengangguk, “Aku tidak menyukainya karena dia dekat dengan Taeyeon.”

    Yuri pun tersenyum mendengarnya, “Kalau begitu tujuan kita sama..”

    “Maksud Noona ?”Luhan sedikit tidak mengerti maksud ucapan Yuri.

    “Kita harus bekerja sama untuk mendapatkan orang yang kita sukai….bagaimana ? Kau bisa mendapatkan Taeyeon dan aku bisa mendapatkan Baekhyun Oppa.”

    “Anieya..aku tidak ingin melukai Taeyeon.”tolak Luhan.

    “Kita tidak akan melukai Taeyeon ataupun Baekhyun..kita kan menggunakan cara halus. Jika kau tidak melakukan usaha..bagaimana bisa kau mendapatkan Taeyeon..hanya mimpi saja.”Yuri terlihat gemas dengan Luhan yang memang benar-benar menyukai Taeyeon.

    Luhan menatap Yuri lekat-lekat, “Noona..apakah benar tidak akan melukai Taeyeon ?”tanya Luhan memastikkan begitu lama berpikir mengenai setuju atau tidaknya mengenai tawaran Yuri tadi.

    Yuri menganggukkan kepalanya, “Tentu saja Xi Luhan..tentu saja.”

    Luhan mengangguk cepat, “Baik..aku setuju. Kita harus bekerjasama mulai hari ini.”

    “Baik…kita harus melakukan yang terbaik agar bisa mendapatkan orang yang kita sukai.”

    Luhan tersenyum, “Ne..tentu saja aku akan berusaha. Aku akan berusaha mendapatkan Taeyeon..”Luhan pun membayangkan Taeyeon akan menjadi miliknya,membayangkannya saja membuatnya bahagia apalagi setelah benar-benar mendapatkannya.

    Taeyeon berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke parkiran,hingga membuat Baekhyun yang menatapnya dari kejauhan cemas. Begitu Taeyeon sudah berada di depannya,Baekhyun langsung menggenggam tangannya, “Ada apa denganmu ?”tanya Baekhyun cemas.

    Tayeon mencoba mengatur nafasnya sebelum mulai berbicara, “Lu..Luhan..”

    Begitu mendengar Luhan,tangan Baekhyun pun terkepal dan rahangnya menegang, “Ada apa dengannya ? Apa dia mengganggumu ?”

    Taeyeon mengangguk lemah, “Se..sebaiknya kita pulang sekarang. Aku tidak ingin dia terus mengikutiku.”

    “Baik..kajja.”Baekhyun pun menaiki motornya,tak lupa ia memberikkan helm yang sering Taeyeon gunakan kepada Taeyeon. Setelah Taeyeon naik ke boncengan,Baekhyun langsung menjalankan sepeda motornya.

    Di perjalanan pulang,Baekhyun mengajak Taeyeon ke sebuah toko buku untuk mencari sesuatu, “Oppa..kau ingin mencari apa ?”tanya Taeyeon penasaran.

    Baekhyun tersenyum penuh arti, “Aku ingin belajar lebih keras untuk tes besok. Aku ingin membeli sebuah buku yang dapat mengacu tes ku besok,kau ingin ikut ?”

    Taeyeon menganggukkan kepalanya, “Tentu saja..tapi aku hanya melihat-lihat saja ne ?”

    “Apa kau tidak butuh buku untuk tes besok ? Apa kau tidak berniat ikut camping sebagai perwakilan ?”tanya Baekhyun heran.

    “Kurasa aku tidak terlalu tertarik.”jawab Taeyeon tak peduli.

    Baekhyun mendesah pelan,lalu menatap Taeyeon lekat-lekat, “Padahal aku belajar keras seperti ini hanya untuk bisa mengikuti event bersamamu,tapi kau malah tidak tertarik.”

    Taeyeon tersenyum tipis, “Apakah aku harus ikut ?”tanya Taeyeon.

    “Tentu saja..kau harus ikut. Jebal !”pinta Baekhyun dengan sungguh-sungguh.

    “Baiklah..aku akan ikut.”

    “Yeii..kajja kita harus segera masuk !!”Baekhyun menarik pergelangan Taeyeon masuk ke dalam toko buku itu.

    Di dalam toko buku,Taeyeon nampak takjub dengan beberapa buku yang dijual di dalam toko itu,terlihat sangat bagus dan menarik perhatiannya. Di setiap rak terdapay banyak sekali jenis buku mulai dari khusus untuk sekolah,novel,komik,anak-anak dan lain-lain. Saat Taeyeon tengah asyik memperhatikkan setiap buku,matanya terpaku pada seseorang yang tengah asyik membaca buku tak jauh darinya. Dengan ragu Taeyeon mendekati orang itu, “Jogiyo..”sapa Taeyeon,orang itu pun menolehkan kepalanya ke Taeyeon,orang ituterlihat kebingungan dengan kehadiran Taeyeon.

    “Kau siapa ?”tanya yeoja itu.

    Pikiran Taeyeon pun kembali saat ia diculik oleh Luhan

Flashback…

    Tepat ketika Luhan hendak keluar dari mobil untuk membeli kue beras,ponsel Luhan yang kebetulan ia tinggal di mobil berbunyi dengan nyaring. Taeyeon yang mulanya tidak peduli dengan suara ponsel Luhan,namun ponsel Luhan berbunyi berulang kali bahkan setelah ponsel itu sengaja Taeyeon sembunyikkan dengan buku yang tak jauh darinya. Taeyeon pun akhirnya mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang menelepon ponsel Luhan. Mata Taeyeon membulat setelah melihat foto orang yang menelepon Luhan. Seorang yeoja yang sangat cantik dengan nama Jin Saeng, “Yeobesseyo ?”

    “Oppa..kau dimana ? Pulanglah !”rengek yeoja yang menelepon Luhan dengan terisak,Taeyeon hanya mendengarkannya dengan iba,isakan yeoja itu pun semakin keras, “Oppa..jebal..! Hiks..kau tidak kasihan terhadap Eomma..?”

    “Permisi..siapa anda ?”tanya Taeyeon pelan.

    Isakan gadis itu pun berhenti begitu mendengar suara Taeyeon,ia mengira yang akan mengangkat teleponnya adalah Luhan,namun ternyata malah suara yeoja yang terdengar di telinganya, “Kau..kau siapa ? Dimana Oppa ? Kenapa kau yang menjawab ?”

    “Mianhae..aku teman Luhan.”

    Terdengar helaan nafas dari yeoja bernama Jin itu,lalu ia mulai berbicara kembali, “Apa saat ini kau bersama dengan Oppa ?”tanya Jin.

    “Ah..anieya,dia sedang pergi.”jawab Taeyeon.

    “Pergi ? Kemana ? Apa kau dapat menyampaikkan suatu hal kepada Oppa ?”tanya Jin.

    Taeyeon pun tidak berniat untuk membantu Luhan,lalu ia memutuskan untuk mematikkan sambungan telepon tanpa menunggu ucapan Jin selanjutnya. Taeyeon yakin Jin sangat kecewa terhadapnya saat ini,namun yang terpenting kebenciannya terhadap Luhan tidak dapat mengalahkan segalanya. Saat melihat wallpaper Luhan,Taeyeon melihat seorang yeoja yang sangat mirip dengan foto yang digunakan Luhan untuk yeoja bernama Jin di kontaknya tadi. Taeyeon terenyuh melihat wajah yeoja itu yang nampak lembut dan penuh kasih. Terbersit rasa bersalah di hati Taeyeon ketika mengingat penolakannya tadi untuk membantu Jin.

Flashback End..

    “Kau Jin ?”tanya Taeyeon kepada yeoja itu.

    “Ne..saya Park Myungeun..tapi orang-orang lebih sering memanggil saya Jin. Ada apa ? Apa kita pernah bertemu sebelumnya ?”tanya Jin balik dengan penasaran.

    Taeyeon pun tersenyum, “Kau orang yang menelepon Luhan tempo hari ? Yeoja yang menangis ketika menelepon Luhan ?”

    Tanpa ragu Jin langsung menganggukkan kepalanya, “Sebenarnya siapa kau ?”tanya Jin.

    “Aku yeoja yang mengangkat telepon darimu kemarin..maaf karena tidak membantumu.”

    “Gwaenchana…sebenarnya siapa Unnie ? Kenapa Unnie dapat mengenaliku ?”

    “Luhan memasang fotomu di kontak milikmu,lalu ia juga memasanganya di layar depan ponselnya. Bagaimana aku tidak tahu jika itu kau. Kenapa kemarin kau menangis ?”tanya Taeyeon.

    Jin terlihat bingung harus menjawab apa, “Apa Unnie teman Luhan Oppa ?”tanya Jin ragu-ragu.

    Taeyeon menggelengkan kepalanya cepat,karena memang ia bukan teman Luhan dan ia tidak pernah menganggap Luhan lebih dari orang yang ia benci, “Anieya..ia namja yang begitu buruk hingga hampir menculikku kemarin.”

    “Mwo ?! Luhan Oppa melakukan itu semua ?”

    “Ne…aku benar-benar membencinya.”

    Jin langsung menggenggam erat tangan Taeyeon, “Unnie..bisakah kita berbicara..? Aku ingin mengatakkan hal yang penting padamu dan mungkin saja setelah ini kebencianmu terhadap Luhan Oppa dapat menghilang. Aku tidak ingin Luhan Oppa dibenci..sebenarnya ia tidak seburuk itu. Jebal Unnie..jebal..”pinta Jin.

    Taeyeon mencoba berpikir sebentar,sebelum akhirnya ia menoleh sebentar ke arah Baekhyun yang masih sibuk memilih buku, “Sebentar,ne ?”Jin menganggukkan kepalanya.

    Taeyeon menghampiri Baekhyun yang masih sibuk memilih buku, “Oppa..”panggil Taeyeon,Baekhyun langsung menoleh, “Bolehkah aku pergi ? Aku ada keperluan penting yang mendadak.”

    “Kepentingan apa ? Perlukah aku mengantarmu ?”tanya Baekhyun.

    Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Anieya..aku akan pulang naik taksi saja nanti.”

    “Kau yakin ? Aku harus mengantarmu.”saat Baekhyun akan meletakkan buku yang ia pegang,Taeyeon menahannya.

    “Oppa..aku akan baik-baik saja..tenanglah.”Taeyeon mencoba meyakinkan Baekhyun.

    “Arraseo..hati-hati,ne ?”pesan Baekhyun.

    Taeyeon pun tersenyum,ia senang karena akhirnya Baekhyun memperbolehkannya untuk pergi, “Ne..sampai jumpa !”Taeyeon langsung berjalan ke arah Jin yang masih setia menunggunya,Jin nampak bahagia melihat Taeyeon sudah kembali dengan waktu yang tidak terlalu lama.

    “Unnie..sekarang kita pergi kemana ?”tanya Jin.

    “Bagaimana kalau kita pergi ke cafe yang berada tidak jauh dari sini ?”tawar Taeyeon,Jin pun menyetujuinya.

    Taeyeon dan Jin pergi ke sebuah cafe yang berada tak jauh dari toko buku tadi. Mereka pergi kesana dengan berjalan kaki,di sepanjang jalan mereka tidak berbicara sama sekali. Jin nampak sedih dan dia terus menundukkan kepalanya,sesekali ia mengusap matanya seperti hendak menangis,Taeyeon yang menyadari hal itu hanya bisa diam dan membiarkannya.

    Sampai di cafe,mereka berdua langsung dihampiri oleh seorang pelayan dengan ramah, “Silahkan duduk..anda ingin memesan apa ?”tanya pelayan itu sambil memberikkan buku menu ke Taeyeon.

    Taeyeon langsung menerima buku menu itu dan mulai memilih makanan yang ada di menu itu, “Kau ingin makan apa Jin ?”tanya Taeyeon kepada Jin.

    Jin langsung mengangkat kepalanya, “Ah..aku tidak ingin makan.”

    “Jin..kau harus makan. Kau harus makan..”

    Jin menghela nafas sebentar, “Baiklah..aku ingin menu yang sama denganmu Unnie.”jawab Jin.

    Taeyeon pun tersenyum, “Baiklah..saya memesan 2 pancake cokelat pisang serta 2 milkshake blueberry.”pesan Taeyeon.

    Pelayan itu nampak mencatat pesanan yang di inginkan oleh Taeyeon, “Baiklah..tunggu sebentar.”

    Setelah pelayan itu pergi,Taeyeon kembali menatap Jin yang saat ini juga tengah menatapnya, “Apa yang ingin kau bicarakkan terhadapku ?”tanya Taeyeon penasaran.

    “Unnie..sebenarnya aku ingin membicarakkan mengenai Luhan Oppa. Kau tahu kenapa aku langsung mengajakmu bicara begitu menyinggung mengenai Luhan Oppa ?”tanya Jin,Taeyeon menggeleng, “Karena Unnie adalah yeoja pertama yang dekat dengan Luhan Oppa…”

    “Jinjja ?”tanya Taeyeon tidak percaya,karena selama ini ia berpikir Luhan adalah playboy yang sering mempermainkan hati seorang wanita,namun ternyata pemikirannya selama ini adalah salah.

    “Ne..Oppa memang akan menunjukkan ketertarikkan kepada yeoja jika yeoja itu benar-benar telah menyentuh hatinya.”ujar Jin.

    “Lalu ?”

    “Begini..aku adalah adik Luhan Oppa.”ucap Jin yang membuat Taeyeon terkejut,ia pikir Jin adalah kekasihnya.

    “Adik ? Tapi…aku pikir kau pacarnya karena marga kalian berbeda.”

    “Memang aku adalah adik tiri Luhan Oppa..Eommaku menikah dengan Appa Luhan Oppa yang berasal dari tiongkok.”

    Taeyeon menganggukkan kepalanya, “Ah..ne ? Aku mengerti sekarang.”

    “Unnie..bisakah kau membantuku ?”pinta Jin sambil menggenggam erat tangan Taeyeon dengan erat.

    “Jika itu menyangkut Luhan..maaf aku tidak bisa membantunya.”ucap Taeyeon dengan nada serius,Jin pun terlihat sedih.

    “Aku tahu kau sangat menbenci Oppa karena sikap buruknya..memang ia seperti itu sejak Appa menikah lagi tanpa izin dari Eomma ataupun anak-anaknya. Luhan Oppa sangat menyayangi Eomma lebih dari Appanya sendiri,bahkan ia akan merasa tersakiti jika Eomma tersakiti..aku juga merasa Luhan Oppa lah anak kandung Eomma,bukan aku.”Jin menyeka air matanya terlebih dahulu yang perlahan sudah membasahi pipinya,sebelum memulai berbicara kembali, “Appa..dia sangat jahat,dia pergi dari rumah setelah menikah,meninggalkanku dan Luhan Oppa. Dia pergi tanpa mengucapkan apa-apa..ia dan istri barunya pergi entah kemana. Sejak Appa pergi,Eomma pun sering sakit dan kau tahu unnie ? Sekarang Eomma sedang mengidap penyakit leukimia yang sangat parah..ak..aku tidak tahan melihat Eomma kesakitan dan aku tidak ingin melihatnya..sama sekali tidak…”

    Taeyeon mencoba menengangkan Jin dengan menggenggam erat tangannya, “Tenanglah Jin..aku tahu semua ini berat..”

    Jin pun langsung menyahut, “Luhan Oppa…ia begitu tersakiti hingga berubah menjadi kasar dan jarang pulang ke rumah..berbeda dengan Luhan Oppa yang dulu,dulu ia amat lembut dan penyayang. Aku ingin dia kembali seperti dulu lagi..dan aku juga ingin kembali ke Tiongok,karena Eomma ingin agar Luhan Oppa melupakkan semua hal buruk yang terjadi kepadanya. Eomma juga ingin memisahkan Luhan Oppa dengan Appa yang masih tinggal di sekitar Seoul bersama dengan istri barunya.”

    “Apakah kau pernah mengunjungi Appamu jika kau tahu rumahny ?”tanya Taeyeon.

    “Ne..pernah bahkan berulang kali aku,Eomma dan Luhan Oppa pergi ke rumah Appa. Namun..yang kami terima hanyalah caci maki,ia menuduh kami sebagai pemeras..padahal yang kami inginkan adalah Appa kembali kepada kami. Bahkan pernah ia mengusir kami dengan memanggil seorang security..kami dianggap sampah. Aku dan Eomma masih kuat menahannya,namun Luhan Oppa..dia sudah terbawa dengan emosi,ia terlanjur membenci Appa..hiks..Unnie bantu aku untuk merubah Luhan Oppa serta membujuknya untuk kembali ke China..kumohon..”pinta Jin sambil menggenggam erat tangan Taeyeon.

    Taeyeon pun berpikir sebentar,apa salahnya ia merubah seseorang menjadi lebih baik lagi. Lagipula Luhan tidak seburuk seperti yang ada di dalam pikirannya selama ini. Taeyeon menatap Jin yang masih terus memohon kepadanya. Taeyeon sangat ingin membantu Jin dan Eommanya, “Baiklah..”ucap Taeyeon,Jin terlihat sangat senang. Taeyeon pun berpikir untuk menghapus semua kebencian yang ada di dalam dirinya terhadap Luhan.


Advertisements

54 comments on “[FREELANCE] Found Love (Chapter 7)

  1. kira2 taeng bisa gx ya merubah luhan kaya dulu lg
    kasian sica sakitnya udh parah banget, klo taeng tau pasti shok banget dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s