[FREELANCE] Let’s Get Married (Chapter 4)


Let’s Get Married?! (Chapter 4)

Author : Kang Hyun In || Genre : Romance, AU, comedy(?) || Rating : PG-15 || Length : Multi-chaptered

Main Cast : KimTaeyeon(GG), OhSehun(EXO), Oh[Xi]Luhan || Support Cast : You can find it by yourself

Disclaimer : Terinspirasi dari komik jepang dengan judul yang sama ‘Let’s Get Married’ tapi tidak semua saya ambil, hanya beberapa kejadian yang saya ambil and of course, Storyline is mine so don’t you dare to copy without my permission!!

Author Note: Annyeong, ini part panjang dan sungguh membosankan. Saya harap, masih ada yang mau memberikan kritik dan sarannya. Kamsahamnida yeorobun, saranghaeyo~

Warning:Typo bertebaran!

HAPPYREADING

Preview: Prolog, Chapter 1, Chapter 2 , Chapter 3


***

“YA!!MWOYAAAAA??”Aku langsung berteriak histeris begitu Luhan selesai membacakan surat dari kedua orangtuanya yang kelewat gila itu, apa katanyaaaaa..

Sleep together..”jawab Luhan dengan pelan, ia langsung menatap kearahku. “Hey, aku tidak akan memaksamu, sungguh.”

Perlahan-lahan senyumku mengembang saat mendengar ucapan Luhan, yeaaaaaaay!! Tentu saja aku tidak mau melakukan hal seperti itu.Saat aku mengalihkan pandanganku dari Luhan, manik mataku langsung bertatapan dengan manik mata milik Sehun.Dan WHAT THE SH*T, dia menyeringai dan mengucapkan sesuatu tanpa suara kepadaku.

Aku akan berhasil menaklukanmu babe.”

ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!

***

Taeyeon POV

Aku bergumam pelan saat merasakan seseorang mengelus pipiku dengan lembut, chamkanman.. SESEORANG?!! Refleks, aku langsung membuka dan membulatkan kedua mataku ketika wajah ‘seseorang’ itu begitu dekat dengan wajahku. Luhan, ia langsung terkekeh melihat reaksiku yang terkesan *ekhem* berlebihan ini.

“Aigoo.. kau selalu menggemaskan. Kajja, kita sudah sampai di Honolulu,” ucapan namja cantik dihadapanku ini membuatku tersadar, karena tadi aku sempat terhanyut oleh bola matanya yang *uhuk* indah.

“Aku menyukai bola matamu oppa, mereka selalu bersinar saat menatapku.”

Aku mengernyit saat ada potongan kejadian yang melintas diotakku, terasa dejavu.. lagi. Apa benar aku pernah mengatakan hal seperti itu? Tapi, pada siapa aku mengatakannya?

Luhan menyentuh dan menyatukan jemari kami membuatku kembali tersadar, ia menoleh dan mengecup jemari-jemariku dengan lembut kemudian tersenyum kearahku bukan.. bukan senyuman tapi smirk…?? Ya! Sejak kapan ia bisa ber-smirk ria?

“Wajahmu memerah sayang.”

Dengan gerakan super cepat, aku langsung menarik jemariku lepas dari genggamannya dan memalingkan wajahku kearah lain. Sialan, berani sekali dia membuat pipiku *uhuk* blushing.

“Ya! Taeng,” ucapannya itu tidak membuatku berhenti dan menghentikan langkahku tapi.. tunggu dulu aku seperti melupakan sesuatu. Aigoo, aku melupakan apa?

Eoh? Ya, Oh Sehun.

Akupun berbalik dan melihat Luhan sedang membangunkan sang kerbau, ia terlihat begitu frustasi saat Sehun dengan tidak sengaja memukul kepala hyungnya itu. HAHA pemandangan yang begitu mengasyikan. Luhan melihatku yang sedang tertawa tanpa suara, ia mempoutkan bibirnya dan mulai merengek untuk membantunya membangunkan adik kesayangannya itu. Aku hanya memutar kedua bola mataku dan menghampiri sang kerbau yang tertidur dengan nyenyaknya.

Saat aku sudah berada dihadapan Oh Sehun, aku membungkukan tubuhku. Aigoo, ia terlihat lucu saat tertidur. Aish, apa yang sedang kau pikirkan Taeyeon? Aku menggeleng pelan, berusaha mengusir pikiran-pikiran yang cukup aneh bersarang dikepalaku ini.

GREP

Aish, namja bodoh ini. Ia dengan seenaknya menarikku kepangkuannya, jadi tadi ia hanya berpura-pura tertidur? Nappeun saram..

PLETAK

“YA! PALLI IREONA,” aku berteriak dengan lantang kearahnya namun karena teriakanku cukup keras hal itu membuat diriku dan namja yadong ini menjadi pusat perhatian.

“Babe, tolong bangunkan pangeran tertidur ini dengan sebuah ciuman,” bisiknya lirih tepat ditelingaku.

Mwo?! Apa katanya?

Belum sempat aku melayangkan sebuah pukulan kearahnya, tiba-tiba Luhan menarik lenganku hingga aku terlepas dari pelukan namja bodoh bin yadong ini dan berjalan meninggalkannya. Sehun hanya terkekeh, ia segera menyusul serta mensejajarkan langkahnya disampingku dan merangkulku dengan… mesra. Well, aku hanya memutar kedua bola mataku saat Sehun mengecup pipi sebelah kiriku dan Luhan mengecup punggung tanganku yang sedang ia genggam, perjalanan dari bandara menuju penginapan membuatku muak karena terus ditatap iri yeoja-yeoja yang mungkin sudah terpesona wajah tampan kedua namja bermarga Oh ini.

Aish, hidupku benar-benar ramai saat bertemu mereka.

***

Author POV

Sesampainya dipenginapan, yeoja mungil itu tiada hentinya berlari dan mengitari pondok tempat dimana ia dan kedua tunangannya menginap. Ia terus mengumbar senyumannya dan mengoceh takjub apa yang baru yeoja cantik itu lihat, seperti sekarang ini ia terus saja mengucapkan kata ‘yeoppoda’, ‘daebak’, dan ‘jjang’.

“Omona.. ternyata di sini penginapannya langsung menghadap pantai. Kyaaaa, neomu yeoppoda,” ucap Taeyeon membuat Sehun mendengus geli dan Luhan terkekeh pelan.

Luhan yang merasa lelah mengistirahatkan dirinya disofa, sedangkan Sehun memilih mengambil minum karena merasa kehausan. “Wae? Kau ingin berenang?” tanya Luhan memecah keheningan.

Yeoja mungil itu lantas berbalik dari jendela dan menghadap Luhan, matanya berbinar dan senyumannya begitu memukau siapapun yang melihatnya.

“Jinjjayo? Bolehkah?” tanya Taeyeon dengan antusias, ia terlihat melompat-lompat kecil.

Luhan mengangguk kecil dan tersenyum ke arah Taeyeon, “Geureom, tapi tidak untuk hari ini. Hari ini, kita istirahat saja dulu.”

Mendengar hal itu, Taeyeon menganggukan kepalanya dengan semangat dan kembali berbalik menghadap jendela yang memperlihatkan begitu indahnya pantai di Hawaii. Perlahan, yeoja mungil itu membuka jendela yang ada dihadapannya dan disambut dengan suara debur ombak yang begitu menghanyutkan. Ia menghirup dalam-dalam udara yang begitu sejuk itu dan menghembuskannya secara perlahan.

Taeyeon tidak sadar bahwa kegiatannya dilihat secara intens oleh kedua namja bermarga Oh itu, Sehun yang baru saja dari dapur melihat ‘yeojanya’ terlihat begitu cantik dan sexy. Ia baru saja akan menghampiri Taeyeon namun Luhan mendahuluinya dengan memeluk sang yeoja dari belakang membuatnya terdiam ditempat, bisa dilihat bahwa tubuh Taeyeon menegang namun hanya beberapa detik dan digantikan dengan tawanya yang khas begitu Luhan menggelitik(?) yeoja mungil didekapannya itu.

Tanpa sadar, Sehun meringis dan memegang dadanya. Ia merasakan jantungnya berdetak dengan cepat, namun bukan karena terpesona atau ketakutan melainkan suatu perasaan asing muncul didadanya.

‘Aku tau, dimasa lalu Taeyeon adalah milik Luhan hyung namun dimasa sekarang dan yang akan datang, bolehkah aku memiliki Taeyeon seutuhnya? Hanya untuk diriku seorang?’ gumam namja dengan kulit seputih susu itu dengan getir.

Saat tersadar dengan apa yang ada dipikirannya, ia dengan cepat menggeleng dan merubah ekspresinya. ‘Aku tidak boleh egois.’

“Yaa! Hyung! Berhentilah menggoda Taeyeonku,” ucap Sehun dengan nada merajuk, ia menarik sang yeoja kepelukannya.

Luhan hanya mengernyitkan dahinya, “Bukankah ia adalah Taeyeon kita? Bukan Taeyeonku ataupun Taeyeon kau,” ucapnya pelan namun naas karena yeoja mungil dengan kekuatan popeye itu mendengarnya dan melotot sadis ke arah Luhan.

“Itu kalimatku hyung, aku pernah mengatakannya saat kalian berdua terkapar dengan suhu tubuh diatas rata-rata.” Ucapan polos Sehun, membuat Taeyeon yang mengarahkan kepalan tangannya untuk Luhan kini beralih pada namja yang sedang memeluknya.

Sehun yang menyadari tangan Taeyeon mengepal disisi tubuhnya langsung melepaskan pelukannya dan berlari menghindari sang yeoja.

“YA!! OH SEHUN!! KAU PIKIR AKU BARANG HAH?!”

Teriakan Taeyeon begitu nyaring membuat Sehun menampilkan smirk andalannya dan terus berlari bersama sang yeoja yang kini mengejarnya.

‘Gwaenchanna, seperti ini lebih baik.’ Gumamnya dengan senyuman.

***

Taeyeon POV

Riiiiiiiing.. Riiiiiiiiiing..

Aigoo~ kenapa aku harus membawaalarm sialan ini saat berlibur huh? Dengan cepat aku mematikan alarm dan menggeliat-menggeliat malas bergelung dengan selimut tebal ini, aku melihat jam di atas nakas dan mataku melotot sempurna saat jam masih menunjukkan pukul 04.30 GMT. Astaga, pantas saja keadaan kamar masih gelap gulita seperti ini.

Aku kembali berbaring dan mengambil guling untukku peluk dan memejamkan mata mencoba untuk kembali tidur, namun sialnya mataku ini tidak bisa diajak berkompromi. Dasar kau mata sialan! Jika kuliah kedua mata ini terus saja terpejam dan takan pernah terbangun, lihat sekarang saat diberi waktu berlibur menutup mata pun serasa enggan. Dan dengan tololnya aku menyalahkan kedua mataku yang tak bisa terpejam ini, hhhhh~.

Baiklah, baiklah aku menyerah. Lebih baik aku mengambil minum dan mengisi kerongkonganku yang seperti berada di gurun ini, tentunya setelah melipat selimut dan membereskan tempat yang semalam aku tiduri(?).

Menuju ke dapur pun membutuhkan waktu yang cukup lama karena aku harus menyeimbangkan tubuhku. Hei, kalian tahu bahwa aku ceroboh bukan main kan? Aku takut kakiku terbelit kaki meja atau apapun itu makanya aku bersusah payah untuk sampai ke dapur. Ya! Jangan mentertawakanku!

Sesampainya di dapur, aku dibuat terpaku oleh pemandangan yang ada dihadapanku. Sehun, namja itu kini terduduk dikursi ditemani kegelapan, wajahnya menghadap jendela dan dari belakang sini aku bisa melihat punggung Sehun yang kokoh itu terlihat bergetar, aku memang pernah melihatnya menangis tapi hanya kali ini aku bisa merasakan kesedihan Sehun yang begitu dalam, ada apa sebenarnya? Kenapa ia menangis?

Dengan pelan aku menghampirinya dan memeluk bahu bergetar itu dari belakang, ia tersentak dan memegang lenganku yang kini memeluknya. Saat Sehun akan berbalik, dengan sekuat tenaga aku menahannya agar tetap seperti ini, “Wae? Kenapa kau menangis sendirian hmm?” tanyaku dengan lirih, melihatnya menangis tanpa suara membuatku sakit entah karena apa.

Sehun tidak menjawab pertanyaanku, ia hanya mengelus kedua lenganku dan menggenggam tanganku dengan lembut. Dan perlakuannya itu membuatku menangis entah karena apa, “Wae? Sehun-ah, waeyo? Jawab pertanyaanku, berani sekali kau mengacuhkanku.. hiks..” dan akhirnya isakan itu lolos dari mulutku ini, membuat Sehun berdiri menghadapku dan mengangkat daguku dengan pelan memaksa diriku untuk melihat bola matanya yang kini redup. Namun bodohnya ia, karena melihat matanya yang bengkak membuat air mataku mengalir lebih deras.

Aku meraba wajahnya, ia begitu pucat dan terlihat.. rapuh. Ada apa dengan Sehun sebenarnya? Mana Sehun si namja yadong itu? Aku mengusap kedua matanya dengan jempolku, ia tersenyum dan itu sebuah senyuman laknat yang tak mau aku lihat lagi. Ia memang tersenyum tapi matanya bahkan tidak memancarkan kebahagiaan, wae Sehun-ah?

“Hey, uljimayo~. Kau jelek jika menangis seperti ini,” ucap Sehun dengan suaranya yang parau.

Aku mendelik kearahnya dan memukul kepalanya sekencang yang aku bisa namun yang aku lakukan bukan seperti pukulan malah terlihat seperti usapan dikepala Sehun, “Dasar bodoh, kau tolol dan dungu. Berani sekali kau menangis sendirian hah? Kenapa kau tidak membaginya bersamaku atau Luhan?” tanyaku pelan disertai dengan pukulan-pukulan dikepalanya.

Sehun meringis dan ia membawa kedua lenganku melingkari lehernya, lengannya sudah melingkar dengan manis dipinggangku. “Gwaenchanna babe, aku hanya merindukan eomma dan appa,” bisik namja bodoh ini.

Aku tidak menjawab, namun aku mengeratkan pelukanku dilehernya dan ia menyusupkan kepalanya dilekukan leherku serta menghirup aromaku, mungkin? Ah ya, aku harus menghiburnya. Jangan sampai ia terus bersedih saat liburan ini berlangsung. Lagipula eommonim dan abeonim memang tidak jadi berlibur karena ada urusan mendadak, pantas saja ia begitu merindukan kedua orangtuanya melihat sudah berapa lama mereka tidak bertemu.

“Sehun-ah..” gumamku pelan.

“Hmm?”

“Kajja kita lihat sunrise, aku ingin melihatnya bersamamu.”

Ia mengendurkan pelukannya, menelitiku dengan kedua bola matanya itu dan tersenyum seraya mengangguk kearahku. “Kajja, bersiap-siaplah.”

***

Author POV

Seorang yeoja dengan tubuh mungil dan rambutnya yang tergerai indah itu kini terlihat tertawa bahagia bersama seorang namja disampingnya, ia memukul pelan lengan ‘namjachingu’nya itu saat sang namja melontarkan perkataan yang membuat sang yeoja kesal.

“Jagiya, bagaimana jika kita mampir terlebih dahulu dicafe ini? Kebetulan temanku lah yang membuat ice cream yang terkenal enak di sini,” ucap sang namja saat melihat cafe yang menurut teman-temannya cukup terkenal itu.

“Baiklah kajja.”

Terdengar bunyi lonceng saat keduanya masuk, membuat waiter dan waitress menoleh ke arah pasangan itu dan menyambutnya dengan ramah. Kedua insan itu dilayani dengan baik saat keduanya memesan ice cream yang memang rekomendasi cafe itu.

“Oppa, kau benar-benar jjang. Omo ice creamnya begitu nikmat dilidah,” ucap sang yeoja saat ia memakan ice cream miliknya.

“Eiy~ tentu saja. Ah, lain kali jangan lupa ajak Taeyeon kecafe ini, arra? Bukankah ia sangat menyukai ice cream?” tanya sang namja membuat yeoja yang ada dihadapannya mengangguk dengan antusias.

“Ne oppa, tapi sebelumnya aku ingin bertemu dengan seseorang yang sudah membuat ice cream ini. Bolehkah?”

“Geureom, kebetulan aku mengenalnya karena ia sekampus denganku. Yaa.. meskipun ia mahasiswa baru dikampusku tapi prestasinya begitu membanggakan,” jawab namja bermata sipit itu.

“Jinjjayo? Kyaaa, oppa jjang,” pekikan tertahan sang yeoja membuat namja bernama Taeyang itu terkekeh geli. Ia mengacak rambut ‘yeojachingu’nya, “Chankamman, aku panggilkan dulu hm? Kau tunggu sebentar di sini.” Ucap Taeyang dan disambut anggukan sang yeoja.

Jieun memperhatikan namjanya yang sedang mengobrol dengan seorang waiter, mungkin meminta izin. Karena bosan, ia mengambil handphone ditasnya dan mengetik sebuah pesan pada temannya itu.

To: DanshinTae

Ya! Eoddie? Aku makan makanan favoritmu bersama Taeyang oppa, lain kali kita akan memakannya bersama-sama hmm?

Sent

Ia tersenyum saat pesannya terkirim, bersamaan dengan itu seseorang menepuk pelan bahunya membuat Jieun mendongak dan matanya membelalak lebar saat melihat seseorang yang sedang berhadapan dengannya saat ini.

“Jagiya, ini dia yang membuat ice cream enak itu. Kenalkan..” belum sempat Taeyang melanjutkan ucapannya, sang yeoja sudah berdiri dan menunjuk seseorang yang akan Taeyang kenalkan padanya.

“NEO?!” tunjuk Jieun dengan matanya yang membulat serta mulutnya yang menganga begitu lebar.

“Eoh? Annyeong Jieun-ah, aku tidak menyangka akan bertemu di sini. Kalian hanya berdua? Kau tidak membawa Taeyeonku, Jieun-ah?” tanya namja itu bertubi-tubi membuat kepala Jieun serasa ingin pecah.

“Ya! Aku tidak akan pernah membawa Taeng ke sini, ini bayarannya. Kajja oppa, kita harus cepat pergi dari sini.” Ucap Jieun dengan berapi-api, ia melangkah cepat bersama namjachingunya yang kebingungan dan meninggalkan seorang namja yang terdiam melihat pasangan itu.

“Wae? Salahkah jika aku ingin menemui yeojachinguku? Aigoo mungkin tadi Jieun terlalu kaget melihatku. Dan yaa.. nanti saja, aku ingin membuat kejutan untuk Taeyeonku tersayang.” bisiknya pelan, ia mengangkat bahu dan kembali bekerja.

***

Taeyeon POV

Aku terus mengayuh sepedaku dengan santai, menikmati semilir angin yang menerbangkan rambutku dan menghirup udara pagi yang begitu menyegarkan. Aku menoleh kesamping dan melihat Sehun memekik senang saat aku membawanya bersepeda, ya ampun lihatlah bocah satu ini begitu menggemaskan sehingga aku ingin memukulnya dengan batu bata. Ia terus mengayuh sepedanya, kita melihat pemandangan sekitar yang begitu indah. Jinjjayo.. neomu yeoppoda. Aku melihat kearahnya lagi dan bersyukur karena ia sudah menjadi Sehun si namja yadong, membuat kekhawatiranku perlahan menguap dan diganti dengan perasaan yang cukup melegakan melihatnya tersenyum.

Ia tiba-tiba berhenti di pondok dekat pantai dan langsung menyimpan sepeda disitu, Sehun menarikku mengikutinya dan aku terperangah saat melihat.. sunrise. Oh God, pemandangannya begitu menakjubkan. Ia tersenyum, senyuman yang entah mengapa menular padaku dan hatiku.. hatiku tiba-tiba hangat dengan sendirinya. Dan dengan perasaan bahagia yang mengelilingiku, aku tersenyum lebar kearahnya.

Sehun menarikku kedalam pelukannya, ia mengecup keningku lama dan kembali memelukku dengan erat. Perlahan, aku membalas pelukannya dan menyandarkan kepalaku didada bidangnya merasakan kehangatan seorang Oh Sehun, meskipun suhu pagi ini cukup membuatku menggigil namun pelukannya mampu membuat tubuhku menghangat dan.. detak jantungnya, membuatku nyaman. Perasaan ini.. perasaan apa?

***

Sesampainya dipenginapan, aku langsung masuk kamar mandi dan membersihkan bau-bau keringat yang menempel ditubuhku setelah menaiki sepeda bersama Sehun. Aku benar-benar bersyukur karena ia sudah kembali tersenyum, yaa.. setidaknya ia tak semuram tadi saat aku menemukannya menangis didapur.

Ahh, segarnya~. Setelah membilas tubuh dan rambutku dengan bersih, aku mengambil handuk dan melilitkannya ditubuh serta rambutku. Memakai sebuah kaos kebesaran dan jeans selutut dengan tergesa karena aku melihat di atas nakas, jam menunjukan pukul 10.00 GMT dan yang aku tahu kedua Oh bodoh itu belum sarapan. Aku mengeringkan rambutku sebentar dan langsung bergegas ke dapur.

Lagi, aku melihat keanehan didapur ini. Setelah melihat Sehun menangis, kini aku melihat seorang Luhan yang sedang memakai celemek dengan wajah frustasinya karena ia hampir membakar dapur. Aku membekap mulutku yang ingin tertawa saat melihat bagaimana ia mendesah lelah, ini pemandangan yang menyenangkan untukku.

“Eoh? Taeng, bantu aku jebaaaaaal~. Memasak adalah hal yang paling menyebalkan untukku,” tiba-tiba ia berbalik dan mengucapkan kalimat yang membuatku tertawa terbahak-bahak.

“Ya! Jangan tertawakan aku, palliwa bantu aku memasak untuk sarapan kesiangan kita.” Ia mempoutkan bibirnya, namun matanya masih betah melihat makanan gosong dihadapannya.

Aku menghampiri namja dengan paras cantik itu, aigoo~ suatu saat aku akan mendandaninya menjadi seorang wanita dan akan kunikahkan dengan Oh Sehun agar mereka hidup bahagia hahaha~. Luhan mendengus keras saat lengannya terkena minyak, ia meringis perih dan menatapku dengan puppy eyes andalannya. “Bantu aku jebaaaaal princess~”

Kini giliranku yang mendengus geli, ia menggunakan jurus aegyo mematikannya dihadapanku. Dan kalian tahu apa yang aku lakukan? Tentu saja memukul kepalanya yang bodoh itu dan yaa.. membantunya memasak cukup menyenangkan untukku. Luhan berdecak kagum saat aku bisa menghandle semua peralatan memasak dihadapanku, ia memeluk bahuku dan mengusap rambutku pelan tak lupa ucapan-ucapan takjubnya saat melihat masakanku yang menggugah selera.

“Taeng, dari dulu kau memang selalu membuatku terkagum-kagum,” ucapnya dengan senyum merekah. Namun kalimatnya itu terasa ambigu ditelingaku, dari dulu? Apa aku benar-benar pernah mengenal Luhan atau Sehun sebelumnya?

Lamunanku buyar saat merasa Luhan melepas pelukannya dan menata masakan-masakan yang sudah kubuat untuk ‘sarapan telat’ kita, ia terlihat begitu cekatan. Bertepatan dengan itu, Sehun keluar dari kamarnya dan langsung duduk dengan manis menanti makanan.

“Woaaaaaaaaah~ daebak,” decak kagum Sehun saat melihat makanan-makanan sudah tersaji dihadapannya, aku dan Luhan pun duduk bersebrangan. Kita memulai ‘sarapan telat’ kita dengan keheningan, tapi bukan hening yang bersifat awkward namun hening yang cukup nyaman untukku.

***

“Sehun-ah, kau benar-benar tidak akan ikut?”

“Aigoo~ sudah berapa kali aku bilang, aku tidak akan ikut. Tubuhku lelah, ingin tidur seharian ini.”

“Baiklah, aku dan Taeng pergi dulu ne?” tanya Luhan pada kembarannya yang sedang bergelung dengan selimut itu. Mata Sehun memang terlihat lelah saat melihat kearahku dan Luhan, tapi ia tetap memaksakan sebuah senyuman. “Ne hyung, hati-hati dan kau juga babe.”

Aku melihat Luhan tersenyum dan mengusap rambut Sehun dengan lembut, setelah itu ia memandangku dan oh kalian sudah bisa menebaknya. Namja cantik itu kini mengenggam tanganku sepanjang perjalanan.

Butuh waktu 5 menit bagiku dan Luhan sampai di pantai ini, astagaaaaaa kenapa pantai di Hawaii begitu indah. Aku tidak akan pernah bosan jika diajak ke Hawaii lagi, lihatlah airnya yang sebening langit selain itu pasir dan karangnya yang cantik membuat pemandangannya terlihat sempurna.

“Hey, kau benar-benar ingin berenang?” tanya Luhan saat ia melihatku hanya terdiam memandang pantai. Ah ya, kalian ingat bukan jika Luhan berjanji membawaku kemari untuk berenang? Dan pertanyaan seperti ini sudah hampir 5 kali ia tanyakan padaku, aishhh.

Aku tidak menjawab pertanyaannya, tersenyum misterius dan menyeret dirinya bersamaku ke arah pantai sudah cukup membuatnya berteriak karena ia tidak membawa baju ganti HAHA rasakan.

Byurr~

Aku melihat Luhan melotot kearahku, baju dan celananya basah kuyup. Ia berdiri dan langsung berlari kearahku, aku yang tidak siap buru-buru berbalik namun naas karena terlalu terburu-buru aku tersandung oleh kakiku sendiri. Kaki sialan, disaat seperti ini kau tidak bisa diandalkan. Kalian ingin tahu posisiku seperti apa sekarang? Menelungkup menyedihkan dengan wajah penuh pasir, hhhh~.

Aku mendengar suara kekehan dan dengan mudah tubuhku diangkat olehnya, ia menggendongku ala bridal style dan membawaku ke air. Aku menjerit-jerit minta diturunkan, namun hal itu membuatnya tertawa bahagia melihat wajahku yang memelas dan..

Byurr~

Luhan menceburkanku ke air dengan tidak elitnya, membuatku mendengus layaknya banteng mengamuk. Lihat kau Oh Luhan, akan ku balas perbuatanmu itu. Aku bangkit dan berlari ke arah Luhan, ia tersenyum sambil berlari dan hari itu kami habiskan untuk bermain air dipantai.

Setelah merasa matahari akan segera terbenam, Luhan bilang ia pergi terlebih dahulu ke sebuah toko baju dipinggir jalan karena ia tidak membawa baju ganti. Aku pun yang merasa bosan menunggu, akhirnya memeriksa ponselku ditas yang sejak kemarin malam tergeletak mengenaskan di bawah bantal, aku lupa menghidupkan mode dering pada ponselku.

Namun tiba-tiba ada seseorang mengirim pesan.

From: DanshinEun

Ya! Eoddie? Aku makan makanan favoritmu bersama Taeyang oppa, lain kali kita akan memakannya bersama-sama hmm?

OMO!! Dengan cepat aku mengetik balasan untuk teman seperjuanganku itu.

To: DanshinEun

YAA!! Berani sekali kau memakan ice cream tanpaku T.T

Aku ingat janjimu, Ji-ya. Awas jika aku sampai di Seoul dan saat itu aku masih belum merasakan nikmatnya ice creammu dan Taeyang oppa, akan ku buat Taeyang oppa menikahimu wkwk~

Sent

Setelah membalas pesan Jieun, aku menyimpan kembali ponselku ke dalam tas kecil yang tadi aku bawa. Tiba-tiba saja ada sebuah tangan terulur memberikan sesuatu untukku, siapa lagi kalau bukan Luhan.

Aku melompat-lompat saat Luhan membawa sesuatu untukku, ia terkekeh melihat tingkahku yang menyerupai seorang bocah. Tapi aku tidak peduli karena aku menginginkan sesuatu yang dibawa Luhan saat ini. I’m so curious, yeaah..

Dan tadaaaaaaaaaaaaaa~

Woaaaaah, ia membelikanku sebuah kalung dengan bandul kerang cantik. Luhan memasangkannya untukku dan aku tersenyum lagi untuk namja cantik ini.


“Luhan-ah, gomawoyo.”

Ia mengangguk dan tersenyum lembut padaku, namun hal yang mengejutkan ialah saat ia mengecup bibirku pelan dan hal yang tidak ku duga terjadi karena hatiku tiba-tiba.. bergetar.

Sunset..

Aku dan Luhan..

Berciuman..

Dan hatiku..

Perasaan ini.. hampir mirip dengan perasaanku saat Sehun tersenyum dan mengecup dahiku. Ini.. perasaan apa?

***

Aku kembali ke pondok penginapan dengan hati seringan kapas, hari ini benar-benar menyenangkan dan aku tidak akan pernah melupakannya. Sampai di penginapan, aku dikejutkan dengan suasana yang gelap gulita. Aigoo, apa Sehun lupa menyalakan lampu?

Luhan mendahuluiku masuk ke dalam penginapan, aku menyalakan semua lampu yang ada dipondok penginapan ini namun sesampainya aku di kamar Sehun, terlihatlah seonggok(?) manusia yang masih bergelung dengan selimut. Tch, ia masih tidur ternyata.

Aku memegang lengannya dan saat itu pula aku merasakan panas menyengat tubuhku, omo!Omo!Omo! Sehun sakit, eottokhae?!

Aku segera berlari ke arah dapur dan melihat Luhan sedang mempersiapkan air es serta handuk kecil untuk mengompres kembarannya, baiklah aku akan membuatkan bubur untuk Sehun kalau begitu. Namja cantik itu bahkan terlihat tergesa melewatiku dan langsung menghambur ke dalam kamar Sehun.

Butuh waktu 20 menit untukku membuat 3 mangkuk bubur dan teh herbal untuk Sehun, aku membawa mangkuk bubur dan teh herbal itu dengan nampan. Aku meletakannya di atas nakas dan tersenyum saat melihat Luhan tertidur dipinggir ranjang, dengan perlahan aku merebahkannya agar Luhan tidur dengan nyaman dikasur, aku tidak tega jika harus membangunkannya, ia sangat lelah setelah menemaniku bermain air hari ini. Namun entah ia sadar atau tidak, Luhan menarikku ke dalam pelukannya dan sialnya tubuhku dihimpit oleh kedua namja bodoh ini.

Disamping kiriku, Sehun bergumam tidak jelas dan dengan tidak sopannya ia memelukku dengan erat, hembusan nafasnya yang panas menerpa pipiku. Tak berbeda jauh dengan Sehun, sang kakak memeluk tubuhku tak kalah eratnya, ia bahkan dengan seenaknya mengelus pinggangku. Aku terus mencoba melepas pelukan keduanya namun nihil, kekuatanku serasa tersedot entah oleh apa. Sehun kembali bergumam tidak jelas namun satu hal yang membuatku terdiam adalah saat ia menggumamkan namaku, aku melihat kearahnya dan mengelus pelan pipinya.

Setelah melihat Sehun kembali tenang, akupun melirik dengan ujung mataku ke arah Luhan dan.. omo! Aku hampir berteriak layaknya fangirl karena ia begitu menggemaskan saat tertidur, tanganku dengan refleks mengelus dan merapikan rambutnya yang sedikit mencuat kemana-kemana. Oke, kali ini aku tidak akan munafik, Oh Sehun dan Oh Luhan memang tampan ah ralat.. sangat tampan namun karena pertemuan awal kami yang terkesan buruk menurutku, jadi aku bersikap dingin ah ani.. bukan dingin tapi yaa kalian tahu sendiri kan? Menurut kalian bagaimana jika ada seseorang yang tidak dikenal dengan sok akrabnya ia mencium dan memelukmu? Kalian pasti akan melakukan hal yang sama sepertiku, bukan?

Hoaaaam.. aigoo sudah jam berapa ini? Melihat keduanya tertidur dengan nyenyak membuatku mengantuk, perlahan-lahan mataku terasa berat dan gelap menyelimuti alam sadarku serta dengan cepat membawaku ke alam mimpi.

***

Author POV

*CCTV*

“OMONA!! Mereka berpelukan, dan aku tahu keduanya pasti dengan mudah melewati tantangan seperti ini,” ucap seorang yeoja paruh baya pada namja paruh baya disampingnya.

“Ne, kau benar. Mereka sukses melewati tantangan ini, dan aku tidak sabar siapa yang akan Taeyeon pilih. Aku ragu, Taeyeon seperti mencintai keduanya,” jawab namja paruh baya yang sedang menyesap kopi pahitnya itu.

Yeoja paruh baya disampingnya terlihat berpikir dan keluarlah seringaian mirip Oh Sehun nampak diwajah cantiknya, “Arraseo, kita harus menyadarkan Taeyeon siapa yang ia cintai sebenarnya.”

TBC..

*Behind The Scene*

Author: Annyeong yeorobun*lambaikan tangan* :D, karna dikomentar chapter sbelumnya saya baca banyak yg penasaran siapa yg dipilih taeng. Nah, kita tanya langsung aja sbenernya siapa yg udh mendekati kriteria calon suami taeng yaa. Check it out~

Pertanyaan pertama

@Hunhanny exo taenggers: Sehun atau luhan ???
Pusing thor mau pilih yg mana…
Penasaran juga dgn masa lalu taeng eonni…
Ap dia ilang ingatan ??

Next chap.y mudah2an terjawab..
Kalo gitu fighting ya thor

Sehun: Ahh silahkan kepada primadona kita untuk menjawab pertanyaan tersebut*menarik lengan taeng dan membawanya kekamera*.

Taeyeon: Ya! Berani sekali kau menarikku..

Sehun: *Memegang wajah taeng* Focus Kim, Focus..

Taeyeon: *Berdeham* Baiklah, baiklah. Sebelumnya aku berterimakasih kepada @Hunhanny exo taenggers telah mengajukan pertanyaan yang tidak bisa aku jawab*menghela nafas dgn berlebihan* Sehun atau Luhan? Duaduanya memiliki kelebihan masing-masing, Luhan yang romantis serta gentle dan Sehun yang *ekhem* yadong serta manis, keduanya..

Luhan: *merebut naskah yg dibaca taeng* Ya! Taeng, jangan membaca naskah saat menjawab pertanyaan. *memegang wajah taeng* Focus Kim, Focus..

Taeyeon: *merebut naskah dan memukul luhan & sehun dgn gulungan kertas* Kalau begitu aku tidak akan pernah memilih kedua namja ini. Dan hilang ingatan? *melihat kembali naskah* ahh itu rahasia~*berlalu pergi begitu saja*

Sehun: Aish, Ya!!!! Aku bahkan tidak mengatakan apapun*mengusap kepala yg dipukul taeng*

Pertanyaan Kedua

@Erikaseyeon:Siapa kah yg akan d pilih tae eonni ???
Luhan or sehun ?
Keduanya ?
Mungkin kah org ke3 ?

Nexxxtttttttt yaaaaa

Luhan: *berlari menghampiri taeng sambil membawa kamera* Taeng, jawablah dengan jujur siapa yang kau sukai. Aku atau Sehun?

Taeyeon: Pertanyaan itu lagi? Tuhaaaaaan, bukankah aku sudah bilang tidak akan memilih keduanya?

Luhan: *menatap taeng intens* Jinjjayo?

Taeyeon: *salah tingkah* N-Ne..

Sehun: *muncul tiba-tiba* Eiy~ hyung, lihatlah dari mimik mukanya. Ia seperti akan memangsa kita berdua, hiiiyyyy~ *berlari dari kejaran taeng*

Taeyeon: YAAAAA!!! *berlari sambil membawa stik golf*

Hening

Luhan: *mengarahkan kamera pada dirinya sendiri* Untuk @Erikaseyeondan semua readers yang sudah bersedia komentar dichapter sebelumnya, author dan aku berterimakasih yang sebanyak-banyaknya ah yaa aku juga mohon maaf karna jawabannya menggantung. Maka dari itu, jika ingin tahu siapa yang dipilih Taeng untuk menjadi suaminya. Ikuti terus yaaa cerita ff author yang jelek bin absurd ini, ah author-ssi ada yang ingin kau sampaikan? *mengarahkan kamera pada author*

Author: Saya hanya mau ngucapin makasih yg sebanyak-banyaknya bwt chingudeul yg udah mau read, like and comment dichapter sebelumnya*big hug**kisseu satusatu* 😀 dan ah mau minta maaf jg karna ffnya telat banget*hiks**nangis dipelukan luhan*.

Oh hampir lupa, bwt ff Soul Switch#kalau msih ada yg inget sama ff itu kayanya gabisa dilanjutin :c tapi saya udh siapin gantinya sama ff baru(?) entah itu oneshot atau twoshot. Mianhaeyo yeorobun*bow*

Komentarnya saya pilih secara acak hehe ayo silahkan jika ada kritik dan saran, feelingnya yg ga dapetatau chapter ini terlalu kepanjangan bisa langsung diketik dikolom komentar yaaa..

Gomawoyo chingudeul, saranghaeyo~ ❤ ❤ ❤ :*

Luhan: Author-ssi, lain kali aku tidak mengizinkanmu menangis dipelukanku. Bagaimana jika Taeng cemburu dan ia..

Taeyeon: YAAA!!

Luhan: *melambaikan tangan kekamera sambil terkekeh* Pai pai, annyeong~

Click

*End Of Behind the Scene*

©Kang Hyun In


Advertisements

66 comments on “[FREELANCE] Let’s Get Married (Chapter 4)

  1. hiyaaaa akhirnya updateeee. ditunggu banget ceritanyaaaaa hehe. tuhkan tuhkan makin bingung kan si tae mau sama siapa akhirnyaaaaa. aduuuh luhan apa sehun?? dua-duanya sama2 cocok siiiiih….
    terus maksud sehun sebelumnya luhan udah sama tae apa ya? apa ini reinkarnasi taeyeon kah di masa lalu? hem super penasaraaaaaaaaan ^^
    next yaaaaaaaa

  2. Wkwkwkkw bts nya lucu
    Itu taeng lupa ingatan dan sebelumnya pacar atau tunangan luhan?
    Wehehehe aku dukung taeng luhan thor
    Sama luhan aja ya ya ya 😉
    Ditunggu nextnya thor

  3. siapa cwo yg ketemu ama iu, yg mengaku pacarnya taeng ??
    hunhan memperlakukan taeng manis sekali
    jd bikin taeng bimbang milih siapa di antara mereka

  4. lucu ceritanya….
    aku suka sama alurnya

    cepet di lanjut ya thor…..
    dan ah… satu lagi, Luhan gege pertahankan sikap gentlemu saya suka dan kamu saya aku aja ya ya ya….*nampilin puppy eyes maut. dan untuk sehun oppa tolong jangan yadong – yadong banget ya aku kasian liat kamu dipukul terus kepalanya sama unnie taeng nanti bisa amnesia lho. untuk unnie taeng fighting… selamat memilih ya *sebenarnya aku gak rela karena maunya mereka buat aku – ah lupakan

  5. waaaaahhhh inginnya siih taeng unnie sama sehun oppa 😀
    lebih pas hhe sangat pas coba di dunia nyata mereka beneran pacaran kikiki ngehayal banget hehe.. gomawo .. pilih sehun oppa ne .. mianhe lu ge mian :*

  6. Huwwaaaaa mereka itu so sweet Nya ga ketulungan ..bikin baper ,,, kok si sehun nangis trs sih kasian Amat, Dan mksdnya taeng dulu udah jd Milik lujan apa?? Kok aku lebih nge ship ke setae soalnya lebih dramatics gitu hahahahahha,lebih Ada feel Nya

  7. Daebak, ceritanya makin asik thor, meskipun lama update…
    Tae eonni dan luge dulu punya hubungan ya?
    Tae eonni jadi bingung deh milih luge atau sehun oppa?
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  8. akhirnya posting jugaaa…. :3
    keren thorrr…
    behind the scene.a lucu wakss
    next thorrr…
    jadi bingung ntar si taeng pilih sapose…

  9. Akhirnyaa update juga thorr. Jiyaa taeng bakal milih sapa nihhh? Makim kesini makin bingung taeng nya wkwk. Taeng hilang ingatan kah? Roman”nya bakal ada orang ke3 ini mah ekek. Okaayy ditunggu untuk mext chapternya neeeeee sangat ditunggu.. Hwaitingg😘😘💕💕💕

  10. Iiiiiiiihhh taeng jangan maruuukkkkkkkk
    Pilih satu ajaaa wakakaaka
    AH tp ga kebayang jg kalo jd taeyeon pasti galau jg milih yg mana😓😓
    Great sekali authornimmmmmm
    Sukaaaa bangett
    Next yaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s