[FREELANCE] Found Love (Chapter 5)


Title: Found Love Chapter 5

Author: Anke Putri a.k.a Park Ri Hyo

Cast : -Kim Taeyeon

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

-Kwon Yuri

    -Jessica jung

-Xi Luhan

Other Cast    : You can find alone…

Length: Chaptered

Genre: Romance, School life, Sad,Comedy

Author Note:

Semakin banyak comment semakin cepat juga saya ngepost chapter berikutnya..keep be good appear reader dont be silent reader..

Poster By :Hospital Art Design Aqueera Artposter .. gomawo !!

Preview: Introduction, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4

Chap 4..

    Soomi mencoba untuk menguatkan dirinya,sangat berat untuk memberitahukkan suatu hal yang sulit diterima. Soomi menghela nafas sebelum menjelaskan semuanya, “Mereka..mereka mengalami kecelakaan saat sampai di Jeonju..mayat kedua orang tuamu sedang ditangani sedangkan Erika..mayatnya belum ditemukkan.”

    “Anieya..ini tidak boleh terjadi..andawe !!!”seru Jessica frustasi. Tiba-tiba saja perutnya terasa sakit hingga membuatnya jatuh tersungkur. Soomi pun berusaha untuk membantunya, “Erika..Appa..Eomma andwae hiks…”

Flashback End…

    Jessica merasa sangat sedih dan terpukul ketika mengingat kembali peristiwa yang ia alami 15 tahun yang lalu, dimana ia harus kehilangan seluruh keluarganya, “Erika..apakah itu kau ?”

******************

Esok di hari minggu yang mendung,Taeyeon terbangun dari begitu jam wekernya berbunyi. Taeyeon memandangi langit pagi dari balkon kamarnya yang masih tertutup tirai. Senyumnya tiba-tiba saja merekah begitu mengingat peristiwa yang baru ia alami menarin bersama dengan Baekhyun. Hanya memikirkannya sebentar saja membuat pipi Taeyeon bersemu merah, “Omo..apa yang terjadi padaku ?!”ujar Taeyeon sambil mencubit kedua pipinya.

    Tokk…tok…

    Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar kamar Taeyeon,Taeyeon pun langsung membuka pintu kamarnya,nampak Jessica yang datang dengan penampilan rapinya, “Ada apa Unnie ? Pagi-pagi seperti ini Unnie mau kemana ?”tanya Taeyeon.

    “Unnie pergi sebentar..kau bisa membawakkan makanan untuk Baekhyun bukan ?”

    Taeyeon menyernyit heran,apa yang terjadi pada namja itu hingga Jessica mau mengirimkan makanan padanya, “Apa yang terjadi padanya ?”tanya Taeyeon cemas.

    “Mungkin karena kehujanan bersamamu kemarin ia jatuh sakit.”jawab Jessica,memang kemarin Baekhyun sempat memberitahunya tentang dirinya dan Taeyeon yang pergi ke Sungai Han hingga malam karena hujan deras.

    “Omo..kenapa bisa ?”

    “Sudahlah..kau harus pergi bersama Chanyeol Oppa. Nanti dia akan mengantarmu sekaligus menjenguk Baekhyun.”

    “Unnie pergi dengan siapa ? Aku kira bersama Chanyeol Oppa.”

    Jessica tersenyum penuh arti, “Sebenarnya aku ingin pergi ke rumah Bibi Soomi..aku ingin berbicara empat mata dengannya.”

    Taeyeon menganggukkan kepalanya, “Ah..ne arraseo.”

    Jessica menepuk pelan kepala Taeyeon, “Sebaiknya kau bersiap-siap sekarang.”pesan Jessica.

    Setelah Jessica pergi,Taeyeon mencoba menghubungi Baekhyun,namun Baekhyun tidak mengangkatnya sama sekali. Hal itu semakin membuat Taeyeon cemas akan keadaan namja itu, “Etteokhae ? Dimana kau Oppa…”Taeyeon terus mencoba menghubungi Baekhyun,namun tetap gagal. Akhirnya ia menyerah dan memilih untuk segera mandi,lalu bersiap-siap mengunjungi Baekhyun bersama Chanyeol.

    Taeyeon kembali bingung harus memakai baju apa untuk berkunjung ke rumah Baekhyun. Kali ini entah kenapa Taeyeon ingin sekali berpenampilan sangat menarik dihadapan Baekhyun nanti. Berulang kali ia mencoba baju miliknya sendiri dan baju yang diberikkan oleh Jessica,namun menurutnya tidak ada yang menarik baginya. Dengan memakai handuk kimono Taeyeon duduk di sisi ranjangnya menatap baju-bajunya yang berserakkan dengan pasrah, “Aish..bagaimana ini ?”Taeyeon memutusan untuk mencari artikel mengenai baju di internet,berulang kali Taeyeon memilih dari satu web ke web lain hingga akhirnya menemukkan tatanan baju yang pas untuk dirinya.

    Taeyeon berjalan menuju ke lemarinya untuk mengambil beberapa potong pakaian yang sesuai dengan yang ada di internet. Taeyeon akhirnya memilih perpaduan dari blouse berwarna putih tulang yang ditutupi dengan jaket berwarna cokelat serta celana jeans berwarna hitam,tak lupa juga ia membawa tas serta sepattu yang dirasa cocok untuk penampilannya, “Kurang apa lagi ?”Taeyeon mencoba untuk meneliti apa yang kurang. Saat sedang berkaca di depan cermin,tiba-tiba saja ia teringat jika ia belum menggunakan make up, “Aish..etteokhae ?!!”Taeyeon mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.

    Setelah beberapa menit kemudian,Taeyeon sudah selesai memake up dirinya,lalu ia memperhatikkan rambutnya yang digulung ke atas dengan tatapan puas, “Akhirnya sudah selesai..beruntung Jessica unnie membelikanku majalah cara make up hingga aku bisa memake up diriku sendiri tanpa bantuan orang lain.”

    Taeyeon pun turun ke bawah. Sampai di bawah ia melihat Chanyeol sudah duduk di sofa ruang tamu dengan malas. Melihat Taeyeon sudah turun membuat Chanyeol terkejut,apalagi melihat penampilan Taeyeon yang berbeda dari biasanya,Chanyeol menatap Taeyeon tanpa berkedip hingga Taeyeon menyapanya, “Oppa..sudah lama ?”tanya Taeyeon.

    “Ne..kau cantik.”jawab Chanyeol tanpa sadar.

    “Ne ?”Taeyeon mencoba untuk menanyakan apa yangbaru saja Chanyeol katakan kepadanya.

    “A..anieya..cepat bersiap-siaplah. Aku sudah menunggumu disini hampir 1 jam yang lalu.”

    “Mianhae Oppa..aku mengambilkan makanan yang dipesan Jessica Unnie sebentar,ne ?”Taeyeon langsung berlari menuju ke dapur. Tak butuh waktu lama untuk Taeyeon kembali dari dapur dengan membawa wadah makan yang berisikan makanan, “Kajja Oppa.”

    Saat menyetir mobil Chanyeol terlihat tidak dapat berkonsentrasi,sesekali ia menoleh ke arah Taeyeon yang tengah sibuk menatap ke luar jendela dengan tidak tenang, “Ada apa denganku ?”keluh Chanyeol lirih.

    “Oppa..”panggil Taeyeon.

    “Ne..”jawab Chanyeol tanpa menoleh.

    “Bagaimana Oppa bisa bertemu dengan Jessica unnie ?”tanya Taeyeon yang memang sangat penasaran dengan pertemuan mereka.

    “Kami bertemu saat Jessica masih kuliah.”

    “Kenapa Unnie berhenti kuliah ?”

    Chanyeol yang memang tidak mengetahui alasan Jessica berhenti kuliah hanya menggelengkan kepalanya cepat, “Mollayo..”

    Setelah pembicaraan itu,mereka kembali terdiam. Suasana hening pun tercipta dan hanya suara mesin serta kendaraan lewat saja yang terdengar. Mereka terus seperti itu hingga sampai di rumah Baekhyun.

    Rumah Baekhyun sangat besar dan mewah. Meskipun tidak sebesar rumah Jessica,namun Taeyeon kagum dengan tatanan arsiteknya yang berkualitas tinggi, “Kajja turun.”ajak Chanyeol.

    Taeyeon pun turun dari mobil Chanyeol sambil membawa makanan yang di perintahkan oleh Jessica, “Dia dirumah tinggal bersama siapa ?”tanya Taeyeon.

    “Dia hanya bersama dengan kakak laki-lakinya. Kedua orang tuanya berada di Bucheon.”jelas Chanyeol.

    Taeyeon memelototkan matanya, “Mwo ?”Taeyeon tidak menyangka jika Baekhyun hanya tinggal bersama kakaknya tidak bersama dengan kedua orang tuanya,padahal ia berdandan seperti ini hanya untuk menunjukkanya kepada orang tua Baekhyun.

    “Wae ?”tanya Chanyeol yang tidak mengerti dengan ekspresi aneh Taeyeon.

    Taeyeon menggelengkan kepalanya dengan cepat, “Anieya…”

    Tepat saat Chanyeol dan Taeyeon akan menekan tombol bel rumah Baekhyun. Tiba-tiba saja ada seseorang yang hendak keluar dari rumah. Muncullah seorang namja yang wajahnya hampir mirip dengan Baekhyun,perbedaannya hanya pada tinggi dan mata mereka saja. Taeyeon mengerjapkan matanya berulang kali sambil menatap namja yang ada di depannya saat ini dengan penuh perhatian. Tak lama kemudian muncullah seorang yeoja yang sangat cantik sambil menggendongkan seorang bayi mungil yang berusia sekitar 6 bulan, “Hyung..”sapa Chanyeol.

    “Ah..Chanyeol kebetulan kau datang..kami sangat membutuhkanmu untuk menjaga Baekhyun.”ujar namja yang dipanggil Chanyeol dengan sebutan hyung itu.

    Chanyeol menyernyit keheranan, “Kalian akan pergi kemana ?”tanya Chanyeol.

    “Kami akan pergi ke Bucheon untuk menengok Appa dan Eommeonim..mereka sangat merindukkan Hyemi.”sahut yeoja yang sejak tadi terus menampakkan senyumnya.

    “Ow..ne ? Kami akan…siapa dia ?”tanya namja itu begitu melihat Taeyeon yang sebenarnya sudah berada di depan mereka sejak tadi.

    Chanyeol langsung memperkenalkan Taeyeon kepada mereka, “Dia Kim Taeyeon..dia temanku dan juga Baekhyun..”

    Taeyeon membungkukkan badannya sambil tersenyum ramah kepada mereka, “Annyeonghaseyo..jeonun Kim Taeyeon imnida.”

    “Ah..kau sangat cantik. Namaku Lee Yura..aku kakak ipar Baekhyun.”ujar yeoja itu.

    “Aku Byun Baekbeom..aku kakak Baekhyun.”sahut namja itu dengan ramah.

    Taeyeon menganggukkan kepalanya senang, “Ah…ne salam kenal !”

    “Kau sangat cantik..kau sangat cocok dengan adikku.”ucapan Baekbeom kali ini berhasil membuat blushing di kedua pipi Taeyeon,ia tak menyangka kakak kandung Baekhyun akan mengatakkan hal seperti itu kepadanya.

    “Benar..kau sangat cantik dan manis.”sahut Yura.

    “Baiklah..kami akan berangkat sekarang. Tolong jaga Baekhyun,ne ? Demamnya masih sangat tinggi..”pesan Baekbom.

    Taeyeon dan Chanyeol menganggukkan kepalanya, “Baik..kami akan menjaganya dengan baik.”

    Setelah Baekbeom dan Yura pergi. Taeyeon dan Chanyeol langsung masuk ke dalam rumah keluarga Byun. Kali ini Taeyeon nampak lebih gugup dari biasanya,ia berjalan pelan dibelakang Chanyeol. Sesekali mata Taeyeon menatap seisi rumah Baekhyun dengan penuh perhatian hingga matanya menemukkan foto keluarga Byun yang begitu besar terpajang di ruang tamu, “Apakah kau akan tetap berjalan pelan seperti itu ?”tanya Chanyeol yang berhasilkan menyadarkan Taeyeon.

    “Ne..”Taeyeon pun kembali mengikuti langkah Chanyeol hingga akhirnya sampai di depan pintu sebuah ruangan yang diyakini sebagai kamar Baekhyun.

    Chanyeol langsung membuka pintunya tanpa izin terlebih dulu kepada pemiliknya. Taeyeon dapat memahami hal itu karena Chanyeol dan Baekhyun memang sudah mengenal sangat lama hingga Chanyeol sudah mengenal keluarganya juga, “Baekhyun..”sapa Chanyeol begitu melihat Baekhyun yang masih tertidur sambil diselimuti dengan selimut tebal. Mendengar Chanyeol memanggilnya,Baekhyun langsung berbalik, “Kau baik-baik saja ?”tanya Chanyeol sambil mendekati Baekhyun.

    Baekhyun mengangguk pelan,tatapan mata Baekhyun pun beralih ke Taeyeon yang berada di belakang Chanyeol, “Kau juga ikut ?”

    Taeyeon yang sedih melihat keadaan Baekhyun menganggukkan kepalanya,ia cukup sedih melihat Baekhyun yang pucat pasi dan terlihat sangat lemah,tidak seperti Baekhyun yang seperti biasanya, “Bagaimana keadaanmu ?”tanya Taeyeon pelan.

    “Jauh lebih baik.”jawab Baekhyun sambil tersenyum.

    Lalu Chanyeol memeriksa kening Baekhyun, “Aish..panas sekali !! Tanganku terasa akan terbakar..”canda Chanyeol sambil mengibas-ibaskan tangannya.

    Taeyeon meletakkan wadah makanan yang sejak tadi ia bawa ke meja yang berada di samping tempat tidur Baekhyun, “Makanlah..makanan ini dari Jessica Unnie.”

    “Gomawo.”

    “Sebaiknya kau makan sekarang agar keadaanmu tidak separah ini..”sahut Chanyeol sambil mulai membuka wadah makanan itu,namun Baekhyun menahannya, “Wae ?”tanya Chanyeol kebingungan.

    “Aku hanya ingin makan berdua dengan dia..”tunjuk Baekhyun ke Taeyeon. Taeyeon pun terperangah begitu menyadari jari telunjuk Baekhyun mengarah kepadanya, “Aku ingin Taeyeon yang menyuapiku.”ucap Baekhyun dengan manja. Chanyeol yang mulanya terkejut pun mulai tersenyum tipis.

    “Ak..aku ?”tunjuk Taeyeon kepada dirinya sendiri,Baekhyun mengangguk cepat.

    “Sebaiknya kau makan sendiri saja..”usul Chanyeol dengan wajah datar.

    “Anieya..Taeyeon ppali..kau mau aku mati kelaparan eoh ?”

    Taeyeon pun akhirnya menuruti ucapan Baekhyun,ia meminta Chanyeol untuk mengambilkan mangkuk serta gelas untuk Baekhyun karena ia belum tahu letak dapur Baekhyun. Dengan malas Chanyeol keluar dari kamar Baekhyun, “Taeyeon..”panggil Baekhyun lemah.

    “Ne ?”

    Tiba-tiba saja Baekhyun memegang pipi Taeyeon hingga membuat Taeyeon terkejut dan kini wajahnya pun mulai memerah, “Kau terlihat sangat cantik sekali hari ini.”puji Baekhyun.

    Taeyeon yang mendengar pujian Baekhyun itu langsung memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan mata Baekhyun, “Aigo…ada apa dengan kalian ?”tanya Chanyeol yang sudah datang dengan membawa mangkuk dan gelas yang di inginkan oleh Taeyeon. Sontak,Baekhyun langsung melepaskan tangannya dari pipi Taeyeon.

    “Go..gomawo.”ucap Taeyeon dengan gugup sambil mengambil mangkuk yang diberikkan oleh Chanyeol.

    Setelah menuangkan beberapa sendok sup ke dalam mangkuk,lalu Taeyeon mulai menyuapkan sup itu ke Baekhyun. Baekhyun pun langsung membuka mulutnya begitu Taeyeon menyuapkan sup itu. Chanyeol yang sejak tadi diam terus memperhatikkan mereka dengan tatapan yang aneh,entah apa yang ia pikirkan namun ia memilih untuk tidur di sofa kamar Baekhyun sambil memainkan gamenya.

    Sementara Jessica,ia terlihat berada di depan sebuah tempat les yang terlihat senggang. Wajar saja tempat itu cukup sepi karena hari ini adalah hari minggu,dimana semua orang ingin bersantai dan berlibur tanpa memikirkan hal lain yang biasa dilakukan di hari senin hingga sabtu. Jessica nampak ragu untuk masuk ke dalam tempat les itu hingga ada seorang yeoja yang terlihat lebih muda darinya menghampiri Jessica dengan heran, “Permisi..anda siapa ?”tanya yeoja itu.

    Jessica menatap sebentar yeoja itu,lalu tersenyum, “Aku..aku Jessica Jung. Bisakah aku menemui Bibi Soomi ?”pinta Jessica.

    “Eomma ?”

    Jessica menarik sebelah alisnya,ia terkejut karena yeoja itu memanggil Bibi Soomi dengan sebutan Eomma. Melihat Jessica yang nampak kebingungan,yeoja itu pun menjelaskan, “Perkenalkan..namaku Han Sunmi. Aku adalah putri pertama orang yang kau cari.”jelasnya sambil membungkukan badannya.

    Jessica akhirnya mengerti. Wajar saja ia tidak mengenal keluarga Bibi Soomi karena ia dan Bibi Soomi terakhir bertemu saat pemakaman kedua orang tua Jessica,setelah itu Jessica tidak pernah lagi bertemu dengannya bahkan untuk datang ke tempat lesnya, “Ah..ne ? Dapatkah aku bertemu dengannya ?”

    Sunmi menganggukkan kepalanya, “Tentu saja..kebetulan saja Eomma sedang tidak ada jadwal sama sekali. Kajja ikut aku !”

    Jessica mengikuti langkah Sunmi dari belakang sambil memperhatikkan isi tempat les itu dengan seksama,tidak ada yang berubah sama sekali hingga membuat Jessica begitu merindukkan tempat ini. Mata Jessica pun terpaku begitu melihat rak kaca yang berisikkan piala serta foto dirinya yang tengah bernyanyi bersama Bibi Soomi. Mata Jessica pun berkaca-kaca begitu mengingat kebersamaan dirinya dan Bibi Soomi dulu.

    Jessica terus berjalan hingga berhenti di sebuah ruangan yang nampak tidak asing baginya, “Kau bisa masuk dulu..aku punya keperluan penting di luar..Eomma ada di dalam.”

    “Gomawo Sunmi-ah..”

    Setelah Sunmi pergi,Taeyeon langsung membuka pintu ruangan itu. Di dalam ruangan itu nampak seorang yeoja setengah baya tengah membersihkan beberapa alat musik yang di gunakannya untuk mengajar. Yeoja itu duduk membelakangi Jessica,Jessica mencoba untuk menahan air matanya yang sudah berada di pelupuk mata,ia mengingat betapa besarnya jasa Bibi Soomi kepadanya saat dia masih menjadi muridnya, “Bibi Soomi..”panggil Jessica.

    Bibi Soomi pun meletakkan harmonika yang ia bersihkan,lalu berbalik, “Nuguseyo ?”tanya Bibi Soomi sambil membuka kacamatanya.

    Jessica tersenyum sebentar,lalu menyanyikkan sebuah lagu berjudul Hope yang dinyanyikkan oleh Demi Moore,lagu itu adalah lagu yang sering Jessica nyanyikkan bersama Bibi Soomi. Bibi Soomi nampak terharu begitu menyadari gadis yang ada di hadapannya saat ini adalah Jessica,salah satu murid yang sangat ia sayangi, “Jessica..!!”Bibi Soomi langsung berlari menghampiri Jessica,lalu memeluknya dengan erat.

    “Bi..Bi..Hiks..”Jessica pun terisak,ia sangat merindukkan pelukan Bibi Soomi yang lama tidak bisa ia rasakkan.

    Bibi Soomi menatap wajah Jessica lekat-lekat, “Kau sangat berubah,kau sangat cantik sayang..Kau hiks..Bibi tidak bisa menahan rasa senang Bibi bertemu denganmu lagi.”

    “Bibi…maaf jika aku baru menemuimu.”

    “Gwaenchana..silahkan duduk.”Jessica pun duduk di sebuah kursi,Bibi Soomi pun duduk berahadapan dengan Jessica, “Bagaimana keadaanmu ?”tanya Bibi Soomi.

    Jessica terdiam,ia teringat tentang suatu hal yang kini menjalari pikirannya,namun ia belum siap untuk menceritakkannya kepada siapapun, “Aku baik-baik saja..”

    Bibi Soomi menerawang ke arah mata Jessica, “Aku yakin kau tengah bimbang..ada apa denganmu ?”

    Jessica menghela nafas sebentar sebelum mulai berbicara kembali, “Bi..aku yakin Erika masih hidup.”

    Mendengar nama Erika membuat Bibi Soomi teringat tentang keluarga Jung yang mengalami kecelakaan beberapa tahun yang lalu, “Kenapa kau bisa seyakin ini ? Kau harus menerimanya kalau…”

    Jessica langsung menyahut, “Aku yakin Bi..percaya padaku. Hanya Bibi yang tahu segalanya mengenai keluargaku. Bibi harus yakin sepertiku..Erika masih hidup.”

    Bibi Soomi memegang pundak Jessica, “Jessica…aku tahu kau masih terguncang dengan peristiwa menghilangnya adikmu,kau harus dapat menerimanya. Kini kau harus mendoakannya agar dapat hidup di surga dengan bahagia bersama dengan kedua orang tuamu.”

    Jessica terlihat sangat kecewa karena Bibi Soomi masih tidak percaya jika Erika masih hidup,orang yang sangat ia harapkan kepercayaannya malah tidak mempercayainya, “Bi..aku mohon bantu aku..”

    “Untuk mencari Erika ? Mustahil Jessica..”

    “Itu bukanlah hal yang mustahil itu hal yang mudah..”

    “Mudah maksudmu ?”

    Jessica mengeluarkan ponselnya dari dalam tas,lalu memberikannya ke Bibi Soomi setelah mencari sesuatu di dalamnya, “Bi…kau mengenal gadis kecil yang ada di dalam foto itu ?”tanya Jessica,Bibi Soomi mencoba meneliti siapa gadis kecil yang berdiri di antara dua orang yang ia yakini sebagai orang tua gadis kecil itu.

    Bibi Soomi pun langsung terkejut begitu menyadari gadis kecil itu memiliki wajah yang sama persis dengan Erika,bahkan tidak ada perbedaannya sama sekali, “Ini kan..Erika ? Darimana kau mendapatkan foto ini ?”

    “Bi..asal kau mau membantuku untuk meyakinkan dirinya bahwa ia adikku..aku akan mempertemukkan Bibi dengannya secara langsung. Bibi bisa datang ke rumahku bukan ?”

    “Tentu saja..jika kau membutuhkan aku. Kau bisa menghubungiku,namun jika Bibi boleh memberikkan saran kepadamu. Sebaiknya kau cari tahu dulu kebenaran ini..”

    Jessica mengangguk cepat, “Arraseo..aku akan mencoba mencari tahu mengenai gadis itu.”

    Taeyeon yang betah berada di rumah Baekhyun merasa tidak ingin beranjak dari rumah itu hingga menjelang petang. Chanyeol yang kini merasa bosan mencoba mengajak Taeyeon untuk pulang karena takut Jessica sudah berada di rumah dan akan memarahinya jika tidak membawa Taeyeon pulang hingga malam, “Taeyeon…kajja pulang !”ajak Chanyeol kepada Taeyeon yang asyik menonton film dengan Baekhyun.

    “Anieya..aku ingin disini..”rengek Taeyeon.

    Chanyeol yang tidak sabar langsung menarik Taeyeon menjauh dari Baekhyun hingga membuat Taeyeon sangat terkejut, “Wae ?! Kenapa kau melakukan hal ini kepadaku ?!!”bentak Taeyeon.

    Baekhyun yang tidak terima pun juga ikut menarik Taeyeon, “Biarkan dia disini..”

    “Anieya..kau bisa dirumah sendiri bukan ? Lagipula sebentar lagi Hyung dan Noonamu akan tiba.”

    “Biarkan dia di sini hingga mereka tiba.”

    Chanyeol menarik Taeyeon dengan sekuat tenaga hingga tangan Taeyeon berhasil terlepas dari Baekhyun,Chanyeol menajamkan matanya ke arah Baekhyun, “Jangan paksa aku untuk melakukan suatu hal yang buruk kepadamu.”ancam Chanyeol.

    Taeyeon cukup terkejut dengan pertengkaran yang terjadi di antara mereka berdua. Yang Taeyeon tahu,Chanyeol dan Baekhyun berteman dengan sangat baik serta jarang bertengkar seperti saat ini, “Oppa..”Taeyeon mencoba memanggil Chanyeol,namun Chanyeol tidak mempedulikkan panggilan Taeyeon,wajahnya nampak sangat merah sekarang begitu pula Baekhyun.

    “Jangan paksa dia seperti itu ! Atau aku akan…”

    “Kau akan melakukan apa Baekhyun-ah ? Sebaiknya kau diam saja sekarang atau aku akan..”di ruangan itu seketika berubah menjadi suasana yang tegang. Taeyeon pun ketakutan melihat wajah Chanyeol dan Baekhyun yang nampak sangat menakutkan. Taeyeon menatap wajah keduanya secara bergantian hingga ia memilih untuk menundukkan kepalanya.

    “Terserah apa yang akan kau lakukan..”ujar Baekhyun akhirnya,lalu ia membalikkan badannya membelakangi Chanyeol dan Taeyeon.

    Chanyeol pun menatap Taeyeon dengan penuh amarah, “Kajja pulang !”Taeyeon pun menuruti ucapan Chanyeol,ia langsung berjalan pergi mengikuti Chanyeol yang sudah pergi lebih dulu.

    Setelah Chanyeol dan Taeyeon pergi,Baekhyun langsung mengobrak-abrik seluruh isi kamarnya dengan penuh kekesalan, “Kenapa dia begitu berubah ketika melihat Taeyeon bahagia bersamaku..aish !!”

    Di dalam mobil,Chanyeol dan Taeyeon tetap diam tak ada yang berani bicara terlebih dahulu di antara mereka berdua. Baik Chanyeol maupun Taeyeon,mereka menyibukkan diri mereka masing-masing. Chanyeol lebih fokus menyetir,sementara Taeyeon memainkan ponselnya. Diam-diam Chanyeol mencuri pandang ke arah Taeyeon yang nampak sangat sedih. Sebenarnya di dalam hatinya,Chanyeol merasa menyesal karena telah berbuat kasar kepada gadis itu. Entah kenapa tiba-tiba saja ia kesal melihat kebersamaan antara Baekhyun dan Taeyeon hingga mereka berdua tidak menganggap dirinya ada di ruangan itu, “Apa kau tidak tahu rasanya di biarkan begitu saja seperti tadi ?”tanya Chanyeol memecah keheningan yang sejak tercipta di antara dirinya dan Taeyeon. Taeyeon yang memainkan ponselnya pun menghentikkan aktivitasnya,lalu menoleh ke Chanyeol.

    Saat ditengah jalan,tiba-tiba saja Chanyeol menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Setelah itu ia menoleh ke arah Taeyeon yang masih tidak mengerti maksud semua ini, “Ada apa ?”

    “Kau masih menanyakkan ada apa ? Aku paling kesal melihat orang bahagia namun tidak peduli dengan orang yang ada di sekitarnya.”

    Taeyeon pun menyadari apa yang dimaksud Chanyeol kali ini. Memang sejak tadi ia asyik dengan kegiatannya bersama Baekhyun hingga tidak mempedulikkan namja itu, “Mian..”sesal Taeyeon.

    Chanyeol mendengus kesal, “Sebaiknya jangan ulangi hal ini.”setelah itu Chanyeol kembali menjalankan mobilnya.

    Taeyeon menatap Chanyeol sekilas dengan perasaan penuh bersalah. Padahal ia datang bersama Chanyeol dan kini ia pun pulang bersamanya,namun saat berada di rumah Baekhyun ia merasa sangat nyaman bersama dengan Baekhyun hingga tidak mempedulikkan Chanyeol karena kegiatannya bersama dengan Baekhyun tadi. Chanyeol marah karena dirinya dan Chanyeol bertengkar dengan Baekhyun hanya karena dia,ingin sekali Taeyeon memukul kepalanya sendiri karena ketidak pekaannya membuat masalah yang serius terhadap Baekhyun dan Chanyeol.

    Sampai di rumah,Taeyeon langsung masuk ke dalam kamarnya. Tadi Chanyeol tidak mampir terlebih dahulu,ia memilih untuk langsung pulang. Meskipun Taeyeon dan Chanyeol sudah tidak memiliki masalah lagi. Namun ia masih cemas dengan persahabatan antara Chanyeol dan Baekhyun yang tadi sempat bermasalah. Saat tengah memikirkan hal itu,Taeyeon menyadari jika sejak tadi ia tidak melihat Jessica bahkan untuk sekedar mendengar suaranya. Taeyeon langsung berjalan keluar dari kamarnya untuk mencari Jessica. Namun nihil,Jessica tidak terlihat berada di rumah, “Kemana Unnie ?”keluh Taeyeon sambil tetap mencari Jessica.

    Jessica yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang,tiba-tiba saja ia merasakkan nyeri di dalam perutnya. Keringat dingin pun mengucur di seluruh tubuhnya,pandangannya lama-kelamaan menjadi kabur, “Paman..bisakah anda berhenti di rumah sakit ?”pinta Jessica sambil terus memegangi perutnya, “Arggh..”erangnya. Supir taksi yang membawa Jessica pun juga ikut cemas melihat Jessica yang terlihat sangat kesakitan. Wajahnya nampak memucat dan tubuhnya begitu lemas.

Tak lama kemudian taksi yang membawa Jessica sudah sampai di rumah sakit Seoul Nation University. Setelah taksi benar-benar berhenti,Jessica langsung masuk ke dalam rumah sakit. Dengan langkah tergopoh-gopoh Jessica memaksa dirinya untuk tetap dapat berjalan meskipun keadaannya kini sangat mencemaskan. Beruntung saat Jessica akan terjatuh ada suster yang menyadarinya,lalu menghampirinya dan membimbingnya untuk duduk di kursi roda, “Sus..bantu sa..saya arrggh..”pinta Jessica sambil meremas tangan suster itu.

Jessica nampak tengah di periksa oleh dokter begitu suster yang membantunya tadi membawanya ke ruang gawat darurat tadi. Jessica mencoba untuk menahan dirinya yang sudah sangat kesakitan hingga Dokter itu menyuntikkan obat bius,obat bius itu berhasil membuat Jessica sedikit lebih tenang,lalu ia mulai memejamkan matanya dan membiarkan Dokter yang menangani dirinya.

Beberapa jam kemudian Jessica tersadar,sakit yang sempat ia rasakkan tadi kini telah menghilang, “Anda sudah sadar ? Sebentar saya panggilkan dokter dulu.”Jessica tidak menyadari jika sejak tadi ada seorang suster yang menemaninya,suster itu pun berjalan ke luar.

Jessica memandangi selang infus yang berada di sampingnya dengan nanar,lalu ia mengambil ponselnya yang sejak tadi berada di saku celananya, “Jam 12 malam ?”Jessica cukup terkejut begitu tahu jika kini sudah jam 12 malam,ia pun teringat akan Taeyeon yang mungkin saat ini tengah kebingungan mencarinya,lalu ia mengirimkan sebuah pesan ke Taeyeon, “Maafkan Unnie jika Unnie tidak memberitahumu hal yang sebenarnya telah terjadi.”ucap Jessica lirih sambil meletakkan kembali ponselnya ke meja yang berada tak jauh darinya.

    Tak lama setelah Jessica meletakkan ponselnya,Dokter pun datang, “Bagaimana keadaan anda sekarang Jessica-ssi ?”tanyanya.

    “Sudah lebih baik Dokter Song.”jawab Jessica yang memang sudah sangat mengenal Dokter itu,Dokter Song lah yang selama ini telah menangani Jessica dengan baik, “Bagaimana dengan penyakit saya Dok ?”tanya Jessica was-was.

    Wajah Dokter Song yang semula cerah pun berubah menjadi muram,hal itu membuat Jessica semakin khawatir dengan apa yang akan terjadi kepadanya nanti, “Kanker anda sudah semakin parah dan sudah memasuki stadium akhir..”

    Jessica tidak sedih mendengarnya karena ia sudah menyadari hal itu. Kanker..ya, Jessica baru mengetahui kankernya beberapa bulan yang lalu,saat kanker itu mulai memasuki stadium 3. Kanker lambung itu juga yang membuat Jessica tidak melanjutkan kuliahnya. Tentang kanker yang ia derita,hanya dirinya lah yang tahu. Bahkan Chanyeol yang sudah menjadi kekasihnya selama 2 tahun tidak mengetahui hal itu,Jessica mencoba menyimpannya agar tidak membuat Chanyeol sedih. Namun Jessica tidak pernah patah semangat untuk melawan kanker itu, “Arraseo..”ucap Jessica yang terlihat tenang,selain karena sudah mengetahuinya sejak lama,namun juga ada alasan lain yang membuat Jessica setenang ini.

    “Anda terlihat sangat baik hari ini..apa yang membuat anda seperti ini ?”tanya Dokter Song penasaran.

    “Ada suatu hal yang sangat saya nantikkan akhirnya datang juga.”jawab Jessica.

    “Saya merasa bahagia jika anda bahagia.”ujar Dokter Song.

    Taeyeon yang tertidur di ruang tamu karena menunggu Jessica terbangun begitu mendengar bunyi ponselnya. Dengan mata yang masih setengah tertutup,Taeyeon mencoba untuk melihat siapa yang telah mengiriminya pesan larut malam seperti ini. Mata Taeyeon langsung terbuka lebar begitu tahu Jessica yang telah mengiriminya pesan.

    From : Jessica Unnie.

    Unnie akan pulang besok..ada keperluan penting yang unnie lakukan..kau tidak perlu cemas. Unnie baik-baik saja…

    Taeyeon tersenyum begitu membacanya, “Aku berharap Unnie benar-benar baik-baik saja.”

    Esoknya,Taeyeon terlihat malas berangkat kuliah. Namun ia tetap memaksakan diri untuk berangkat kuliah. Dengan hanya menggunakan sweater,celana jeans serta make up yang tipis,Taeyeon berangkat kuliah dengan menggunakan taksi,tanpa menunggu Chanyeol seperti biasanya.

    Saat Taeyeon akan menyetop sebuah taksi,tiba-tiba saja ada sebuah mobil mewah berhenti tepat di depannya. Taeyeon yakin jika mobil itu bukan milik Chanyeol. Saat tengah bingung dengan pemilik mobil itu,tiba-tiba pemilik mobil itu keluar. Mata Taeyeon membulat lebar begitu tahu siapa pemilik mobil itu, “Lu..Luhan ?”sontak Taeyeon langsung berlari menghindari namja menakutkan itu,ia langsung berlari menuju ke tempat yang lebih ramai. Beruntung saat itu ia menggunakan flat shoes,jadi ia dapat berlari lebih cepat.

    Setelah berhasil bersembunyi,Taeyeon dapat melihat Luhan tengah mencarinya dengan kebingungan, “Etteokhae ?”setelah berpikir lama akhirnya Taeyeon memutuskan untuk menelepon seseorang. Saat ia akan menekan nomor milik Chanyeol,ia takut namja itu malah akan memarahinya karena berniat untuk berangkat terlebih dahulu dan meninggalkan. Lalu sebersit nama Baekhyun pun muncul di pikirannya. Tanpa ragu Taeyeon langsung menelepon Baekhyun, “Oppa !”seru Taeyeon tanpa sadar begitu Baekhyun mengangkat telepon darinya.

    “Ada apa ?!”tanya Baekhyun yang menjadi cemas begitu mendengar suara Taeyeon yang terlihat sangat panik.

    Saat Taeyeon akan menjawab pertanyaan Baekhyun,tiba-tiba saja ada yang meraih ponselnya, “Omo..apa yang kau lakukan Luhan !!”bentak Taeyeon. Sambungan Taeyeon dan Baekhyun belum terputus hingga Baekhyun dapat mendengar seruan Taeyeon menyebutkan nama Luhan.

    “Apa yang kau lakukan disini ? Kenapa menghindariku eoh ?”tanya Luhan dengan tatapan menyelidik.

    “Bisakah kau tidak menggangguku..berikan ponselku !!!”rengek Taeyeon,matanya pun mulai berkaca-kaca. Mereka terus bertengkar hingga tidak menyadari dimana mereka saat ini berada,semua orang yang ada disitu menatap mereka dengan tatapan aneh.

    “Ikut aku !!”paksa Luhan.

    “Anieya…”

    Baekhyun yang mendengar semua isi pembicaraan antara Luhan dan Taeyeon menjadi geram,ia bahkan tidak mengenal namja bernama Luhan itu. Saat akan mendengar kembali perbincangan mereka,terdengar bunyi benda terjatuh hingga membuat sambungan antara dirinya dan Taeyeon terputus. Setelah itu Baekhyun langsung beranjak dari sofanya untuk mengambil kunci sepeda motornya, “Aku harus menemukanmu Taeyeon-ah..”tekad Baekhyun.

    Taeyeon yang saat ini berada di mobil Luhan terus memasang wajah masamnya,Luhan yang terus berbicara pun tidak ia dengarkan sedikit pun,ia merasa kesal dengan namja itu yang memaksanya untuk ikut dengannya, “Taeyeon-ah..”panggil Luhan begitu menyadari Taeyeon yang sejak tadi hanya diam tak meresponnya sama sekali, “Taeyeon.”Luhan kembali memanggilnya,namun Taeyeon tidak menyahutnya,ia malah membuang mukanya. Luhan yang kesal langsung menghentikkan mobilnya di pinggir jalan,lalu ia meraih wajah Taeyeon.

    “Mwoya ?!”bentak Taeyeon kesal.

    “Kau masih bertanya apa kepadaku ? Sejak tadi kau hanya diam saja membiaranku berbicara..kau menganggap aku apa eoh ?”tanya Luhan geram.

    “Aku sama sekali tidak menganggapmu ada..”jawab Taeyeon dengan penuh penekanan.

    Luhan menjauhkan wajah Taeyeon dengan kasar hingga membuat Taeyeon sedikit tersentak, “Apa yang kau katakan ?! Aku mencoba untuk berbuat baik kepadamu tapi kau malah membalasnya seperti ini.”

    “Aku tidak menganggap semua yang kau lakukan itu baik..dan aku tak pernah mengharapkannya. Malah kau yang memberikannya tanpa kuminta..jadi jangan salahkan aku !”ujar Taeyeon tidak mau kalah.

    “Mwoya ?”lalu Luhan merengkuh tubuh Taeyeon dipelukannya, “Kau membebankan semuanya kepadaku ?”

    “Ne..wae ?”Luhan langsung mencium bibir Taeyeon singkat, “Yak !! Apa yang kau lakukan !!”Taeyeon mencoba untuk membersihkan bibirnya,namun Luhan menahannya.

    “Diam !!”bentak Luhan sambil melepaskan pelukannya dari Taeyeon,lalu ia mulai menyetir kembali mobilnya.

    Mobil Luhan pun berjalanke arah yang berbeda dengan arah menuju kampus. Hal itu membuat Taeyeon kebingungan, “Apa yang kau lakukan eoh ? Kemana kau akan membawaku ?!!”tanya Taeyeon dengan panik.

    “Tidak usah bertanya terlalu banyak atau aku akan melakukan hal yang lebih parah dari ini.”ancam Luhan yang berhasil membuat Taeyeon memilih untuk membungkam mulutnya.

    Saat tengah diam,tanpa sengaja Taeyeon melihat ponselnya tergeletak begitu saja di antara dirinya dan Luhan. Dengan berhati-hati Taeyeon mengambil ponselnya tanpa sepengetahuan Luhan yang sibuk menyetir. Taeyeon senang begitu ponselnya berhasil ia raih,dengan cepat ia mengambil ponselnya dan menyembunyikkannya di balik tasnya.

    Baekhyun yang masih berusaha mencari Taeyeon terlihat kebingungan,karena gps Taeyeon tidak terdeteksi. Namun mata Baekhyun langsung membulat begitu ponsel Taeyeon akhirnya terdeteksi dengan gpsnya, “Mwo ? Dia berada di perjalanan menuju Ilsan ? Siapa sebenarnya namja bernama Luhan itu ?”tanpa berpikir lebih lama lagi,Baekhyun langsung menekan gas motornya meninggalkan pelataran rumahnya.

    Chanyeol yang masih berada dirumah Jessica merasa kebingungan mencari keberadaan Taeyeon karena gadis itu tak nampak keluar dari rumahnya. Saat tegah menunggu Taeyeon,tiba-tiba saja ada sebuah taksi berhenti tepat di depan Chanyeol. Jessica pun muncul dari dalam taksi itu dengan wajah yang masih pucat.Chanyeol langsung membantu Jessica berjalan begitu melihat keadaan Jessica yang terlihat kurang sehat, “Kau baru darimana ?”tanya Chanyeol cemas.

    “Baru dari rumah Bibi Soomi.”jawab Jessica.

    “Siapa dia ? Aku baru mendengar namanya darimu ?”tanya Chanyeol heran.

    Setelah duduk di sofa ruang tamu,Jessica mencoba untuk menjelaskan mengenai Bibi Soomi, “Bibi Soomi adalah sahabat Eomma..dulu dia juga guru menyanyiku..dia seperti Eomma kedua bagiku.”

    Chanyeol mengangguk-anggukkan kepalanya, “Ah..ne. Bisakah aku bertemu dengannya suatu hari nanti ?”tanya Chanyeol.

    Jessica menganggukkan kepalanya, “Tentu saja..dia pasti senang melihatmu. Oh iya..dimana Taeyeon ?”tanya Jessica begitu menyadari adiknya belum juga terlihat,padahal jam kuliah akan dimulai 15 menit lagi.

    “Mollaseo..mungkin dia masih di kamarnya atau…dia sudah berangkat lebih dahulu.”Chanyeol mencoba menebak sema yang ada di dalam pikirannya.

    Jessica mencoba menghubungi Taeyeon,namun Taeyeon merejectnya dengan cepat dari sana, “Ada apa dengannya ? Apa dia memiliki masalah ?”

    “Mungkin dia masih marah denganku..”sahut Chanyeol menyesali perbuatannya kemarin.

    “Mwo ? Marah kepadamu ? Apa yang kau lakukan kepadanya ?”tanya Jessica was-was,ia kini menjadi sensitif jika ada suatu hal yang menyangkut Taeyeon.

    “Hanya masalah biasa saja..”jawab Chanyeol seadanya.

    “Sebaiknya kau berangkat ke kampus dan kau cari dia ke kelasnya.”Jessica mencoba mencari solusi untuk Chanyeol.

    Chanyeol pun beranjak dari duduknya, “Baiklah..aku pergi.”

    Baekhyun yang masih sibuk menelusuri jalanan untuk menemukkan Taeyeon terus menerus kehilangan arah,pasalnya Luhan sengaja mengganti-ganti jalurnya. Saat tengah sibuk menelisik gps,Baekhyun terlihat sangat senang begitu melihat titik gps milik Taeyeon berhenti di jalanan yang tak jauh dari tempat Baekhyun berada saat ini. Hal ini Baekhyun gunakan untuk memacu sepedanya dengan lebih cepat agar tidak kehilangan jejak Taeyeon lagi.

    Taeyeon yang cemas jika Baekhyun tidak dapat mengikutinya mencoba mencari cara agar Luhan dapat menghentikkan mobilnya dengan cukup lama. Lama memikirkan hal yang tepat untuk mengakali Luhan,akhirnya Taeyeon menemukkan solusinya, “Luhan..”panggil Taeyeon.

    Luhan pun hanya menanggapinya dengan deheman kecil, “Hm..”

    “Aku lapar.”keluh Taeyeon sambil memegangi perutnya.

    “Jangan banyak alasan..kau mau kabur bukan ?”tanya Luhan seperti sudah dapat membaca apa yang ada di dalam pikiran Taeyeon.

    Taeyeon mencoba untuk menormalkan ekspresinya agar Luhan tidak curiga kepadanya, “A..anieya.”

    “Lalu ?”

    “Aku lapar Luhan..jangan banyak bicara. Kau mau aku mati kelaparan eoh ?”tanya Taeyeon dengan serius.

    Luhan menggeleng cepat, “Tentu tidak..aku ingin kau tetap hidup hingga dapat menjadi istriku.”

    Taeyeon yang sebenarnya jijik dengan ucapan Luhan yang terkesan berlebihan itu hanya dapat memeletkan lidahnya. Setelah itu ia mencoba untuk tersenyum semanis mungkin di hadapan Luhan, “Tentu saja..jika kau mau aku menjadi istrimu. Seharusnya kau dapat merawat istrimu dengan baik.”ucap Taeyeon. Setelah mengucapkan hal yang paling tidak ia inginkan itu,Taeyeon langsung memalingkan wajahnya serta berpura-pura akan muntah.

    “Baik..kau ingin apa ?”tanya Luhan.

    Taeyeon nampak sangat senang,akhirnya Luhan menuruti ucapannya, “Aku ingin…”Taeyeon mencoba memikirkan makanan apa yang paling lama pembuatannya, “Aku ingin kue beras hangat yang baru dibuat.”

    Luhan menyernyit, “Apa kau gila ? Itu sangat lama..”

    Taeyeon berpura-pura menangis, “Hua….jinjja ? Lebih baik aku mati saja. Hiks…”Taeyeon menutupi wajahnya.

    “Aish..”Luhan mengacak –acak rambutnya dengan penuh frustasi. Diam-diam Taeyeon tertawa karena telah berhasil membuat Luhan stres.

    Luhan terus memperhatikkan jalan sambil melihat-lihat jika ada toko kue beras di jalanan yang ia lewati. Saat sudah menemukkan toko beras yang ia tuju,Luhan langsung membangunkan Taeyeon yang duduk membelakanginya “Taeyeon-ah sudah sampai.”Luhan mencoba memanggil Taeyeon,namun Taeyeon tidak menyahut sama sekali, “Ada apa dengannya ? Kenapa dia diam ?”Luhan mencoba untuk melihat apa yang Taeyeon lakukan,ia tersenyum ketika mendapati gadis itu tertidur. Sebelum Luhan pergi,Luhan membuka jendela mobilnya terlebih dahulu. Setelah Luhan benar-benar pergi dan menutup pintu. Taeyeon yang sebenarnya tadi hanya berpura-pura tidur langsung bangun dan meraih ponselnya berusaha untuk menghubungi Baekhyun.

    “Oppa..kau dimana ?”tanya Taeyeon begitu Baekhyun mengangkat teleponnya.

    “Aku ada di jalan,kau dengar sendiri kan ?”Taeyeon memang mendengar suara deru motor yang begitu keras, “Kau dimana sekarang ?”

    “Aku berada di depan sebuah toko beras yang ada di Ilsan..kau hanya perlu mengikuti arah titik gps milikku saja,maka kau akan menemukanku. Ppali sebelum Luhan datang..”

    “Dia ada dimana sekarang ?”tanya Baekhyun geram.

    “Sudah jangan bertanya lebih banyak..yang terpenting cepat sampailah kesini !”

    Klik..

    Taeyeon langsung mematikkan ponselnya,ia takut Luhan akan mengetahui jika ia tadi sedang berpura-pura tidur. Taeyeon terus meremas kedua tangannya hingga memerah,ia cemas jika Luhan lebih cepat dibandingkan Baekhyun, “Ya Tuhan..kumohon tolong aku !”harap Taeyeon.

    Sementara Chanyeol,ia nampak pergi ke kelas Taeyeon untuk mencari Taeyeon setelah selesai mengikuti pelajaran Dosen Hong. Namun gadis itu nampak tidak ada di dalam kelasnya,lalu ia mencoba bertanya ke salah satu teman Taeyeon, “Annyeong..”sapa Chanyeol.

    “Ne ?”

    “Apakah Taeyeon sudah datang ?”tanya Chanyeol.

    “Ah..Taeyeon ? Taenggo ? Perkenalkan dulu..aku Hwang Miyoung…tapi jangan panggil aku dengan sebutan nama itu. Namaku yang asli di korea itu,tapi aku lama tinggal di San Fransisco jadi nama asli San Fransisco ku adalah Stephanie Hwang. Namun intinya disini..jangan memanggilku dengan kedua nama itu,aku sangat membencinya dan sangat sangat muak dengan nama itu. Jadi bisakah kau memanggilku dengan Tiffany ?”

    Chanyeol yang merasa aneh terhadap sikap gadis bernama Tiffany yang ada di hadapannya itu hanya dapat terdiam, “Aku Park Chanyeol.”ucap Chanyeol singkat tanpa harus berkata banyak seperti yang dilakukan Tiffany tadi.

    Tiffany pun tersenyum, “Aku teman dekat Taeyeon di kelas ini..”

    “Ah..ne ? Kau tahu dimana Taeyeon ?”tanya Chanyeol.

    “Ah..dia tidak datang hari ini. Apa yang terjadi padanya ?”tanya Tiffany.

    “Jinjja ? Dia tidak datang ? Sejak pagi tadi ? Dimana dia ?”Chanyeol mencoba untuk menghubungi ponsel Taeyeon,dan akhirnya Taeyeon mengangkatnya, “Kau ada dimana sekarang ?!!”

Advertisements

55 comments on “[FREELANCE] Found Love (Chapter 5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s