[FREELANCE] You and I : This Is Real Love Not Contract (Chapter 1)


You and I: This Is Real Love Not Contract Part 1

Author : Pearly K.A

Main cast : Kim Taeyeon and Kim Jaejoong

Other cast :You can see

Genre : Romance

Length : Multichapter

Rating : 16 PG

Disclaimer : Terinspirasi dari berbagai lagu, drama dan ff lainnya. Story and poster

originally made by me. Keep reading and commenting. Don’t siders

“Jadi bagaimana, apa kau mau melakukannya?” pinta seorang gadis kepada gadis yang ada didepannya.

“…….”

“Kumohon…”

“……”

“Ayolah ini yang terakhir kalinya, eoh….”

“……”

“Ayolah tolong aku” aiggo yang dikeluarkannya tidak mempan untuk meluluhkan gadis didepannya itu.

“….”

” YA!!!” keduanya langsung menjadi pusat perhatian akibat nada gadis itu yang tinggi.

“Ya! Choi Sooyoung-sii, tidak bisakah kau tidak membuatku malu?” Sooyoung hanya mencibir kelakuan sahabatnya itu. ‘kenapa aku mempunyai teman seperti dia? Memang siapa yang membuatku begini? Dasar’ gerutunya dalam hati. Sementara gadis yang ada di depannya itu hanya menghela nafasnya.

“Kau bilang kau ingin aku membantumu?” Sooyoung menganguk cepat, ia tersenyum lebar merasa yakin kalau temannya itu mau membantunya.

“Dan ini yang terakhir kalinya?”

“Eoh, ini yang terakhir kalinya. Bagaimana?” gadis itu hanya memutar kedua bola matanya, merasa bosan dengan perkataan temannya itu.

“Baiklah….” Belum selesai gadis itu bicara Sooyoung langsung memotong perkataannya dan itu membuat temannya mendengus kesal.

“Benarkah?? Ah, gomawo Taeyeon-ah” matanya nampak berbinar, ia merasa senang karena Taeyeon mau membantunya. Akhirnya lusa nanti Sooyoung bisa pergi dengan Sunbae kesayangannya itu, hanya membayangkannya saja ia suadah sangat senang apalagi nanti saat mereka bertemu. Ah, gadis itu tidak sabar menuggu saat-saat itu.

“Aku menolak” seketika senyum Sooyoung memudar mendengar perkataan temannya itu. Khayalan yang dibangunnya tadi runtuh.

“Wae??? Bukankah tadi kau bilang mau, tetapi kenapa sekarang kau ini, eoh? Kau mau mempermainkanku ya?” kesal Soyoung merasa dipermainkan oleh jawaban sahabatnya.

“Siapa yang mempermainkan siapa?” Taeyeon sudah merasa jengah akan perilaku Sooyoung yang menuduhnya seenaknya tetapi dengan nada yang tenang.

“Kau!” jawabnya kesal “Kumohon, aku sudah janji dengan Kyuhyun sunbae. Kau tahukan Sunbae sangat sulit untuk diajak keluar karena pekerjaannya yang banyak? Aku sudah menunggu lama agar aku bisa pergi dengan Sunbae walau hanya makan siang. Ini yang terakhir kalinya aku janji.” Pinta Sooyoung dengan wajah yang dibuat sedih, ia tahu sahabatnya akan luluh jika sudah begini. Sementara Taeyeon hanya menghela nafasnya kasar.

‘Ini yang terakhir kalinya, aku janji’Sepertinya aku pernah mendengar ini sebelumnya, bahkan beberapa kali.” Kata Taeyeon meniru sepenggal kalimat yang diucapkan Sooyoung sambil meminum moca latte icenya yang sudah hampir mencair itu.

“Maksudmu?”

“Seminggu yang lalu, apa kau lupa?” Taeyeon menghela nafasnya saat melihat raut wajah Sooyoung yang sudah dipastikan lupa apa yang dilakukan terhadap dirinya.

Flashback on

“Taeyeon-ah bisakah kau membantuku?” Tanya Sooyoung dengan nada imut terhadap orang disamping meja kerjanya.

” Apa?” gadis itu masih terfokus di layar komputer menambahkan tulisan-tulisan pada artikelnya yang akan diterbitkan bulan ini.

“Bisakah kau mengedit artikel ini?”

“Bukankah kau pandai mengedit tulisan, bahkan dalam satu jam kau bisa mengedit dua artikel” pandangannya masih terfokus pada layar di depannya tanpa memperhatikan lawan bicaranya.

“Sebenarnya aku mau pulang” jari-jari yang tadinya menekan-nekan tombol keyboard seketika berhenti, pandangannya langsung mengarah tajam pada Sooyoung yang nyengir, mengerti maksud pandangan Taeyeon.

“YA!!!!!” teriak Taeyeon pada Sooyoung, ia kesal selalu saja meminta bantuan seenaknya.

“Besok Kyuhyun Sunbae ulang tahun dan aku lupa membeli kado untuknya” ucap Sooyoung cepat memberi penjelasan pada Taeyeon agar mau membantunya.

“Tidak bisa, aku harus mengejar deadlineku” ucap Taeyeon yang kembali fokus pada layar komputer. Sooyoung mengerucutkan bibirnya, ia tahu kalau Taeyeon pasti akan menolaknya.

“Kumohon ini yang terakhir kalinya, aku janji tidak akan meminta bantuanmu lagi” kedua tangan sooyoung mengenggam tangan kanan Taeyeon memohan agar ia mau membantunya.

“Ya! aku kan sud..”

“Aku janji ini yang terakhir kalinya” ucap Sooyoung dengan menyakinkan, bagaimanapun ia harus memberi hadiah special untuk Sunbaenya.

“Baiklah” Taeyeon menyerah, ia memutuskan untuk mengambil ahli tugas Sooyoung hari ini. Ia hanya perlu mengeditkan bukan menulis artikel.

“Aaaah, gomawo…gomawo… Taeyeon-ah. Kau memang sahabatku yang pengertian, aku janji tidak akan merepotkanmu lagi” ucap Sooyoung dengan senangnya, sementara Taeyeon hanya memutar bola matanya. Ia sudah hafal betul sifat Sooyoung apalagi kalau menyangkut tentang Kyuhyun Sunbae. Taeyeon kembali pada pekerjaannya tadi yang tertunda.

“Ingat janjimu” ucapnya pada Sooyoung yang tengah membereskan mejanya bersiap untuk pulang. Ah lebih tepatnya bersiap untuk membeli hadiah.

“Ne….” ucap Sooyoung berdiri di samping Taeyeon

” Kalau begitu aku pulang dulu, Annyeong…”

Setelah Sooyoung benar-benar sudah tidak ada di ruangan kerjanya, Taeyeon mendelik kesal ke arah meja Sooyoung “Terakhir kali!??huh!?”ucapnya kesal.

Flashback off

“Itu karena aku benar-benar lupa untuk membeli hadiah, kalau aku tidak lupa aku tidak akan minta bantuanmu” bela Sooyoung

“Dan karena Kau, aku sampai tidak pulang ke rumah dan Appa marah denganku” ucap Taeyeon kesal mendengar pembelaan Sooyoung tadi.

“Aku kan sudah minta maaf, kenapa kau sensitive sekali? Lagi pula Aku tidak memintamu hal macam-macam, hanya mengedit artikel kenapa kau marah padaku?”

” kau bilang ‘aku tidak memintamu hal macam-macam’ katamu? Ah sepertinya kau lupa dua minggu yang lalu”

“Huh?” Taeyeon meniup poninya kesal, Sooyoung benar-benar menyebalkan

Flashback on

Malam sudah mununjukan pukul 22.00 KST, saat ini Taeyeon sudah berada di rumahnya. Ia terlihat lelah setelah ke sana kemari mencari berita tentang public figure. Jadi ia memutuskan untuk membersihkan diri kemudian tidur. Pekerjaannya sebagai reporter di majalah ‘TIME NEWS’ membuatnya kewalahan, bahkan ia harus mengikuti ‘sasarannya’ kemanapun mereka pergi. Seperti seorang penguntit.

I got a boy meotjin!
I got a boy chakhan!
I got a boy handsome boy
nae mam da gajyeogan

I got a boy meotjin!
I got a boy chakhan!
I got a boy awesome boy
wanjeon banhaenna bwa

Tangannya meraba-raba di meja samping tempat tidurnya mencari handphonenya. Terlihat sekali ia sudah sangat lelah, matanya masih terpenjam.

“Yeoboseyo” suaranya sedikit kesal mungkin efek dari rasa kantuk yang sudah tidak bisa ditolerin lagi.

“Taeyeon-ah apakah besok jadwalmu padat?” Tanya seseorang diseberang sana.

“oh nuguya?” ucapnya pelan sambil melihat layar di handphonenya.

” Ya! Choi Sooyoung kenapa kau menelponku malam-malam? Aku sudah lelah kau tahu itu”

“Mianhae, tapi aku butuh bantuanmu”

….” karena tak ada jawaban Sooyoung melanjutkan perkataannya.

“Bisakah kau menggantikanku untuk mewawancari Aktris Kim Tae Hae besok?” ucapnya waswas, ia tahu kalau nanti Taeyeon akan marah padanya tapi mau bagaimana lagi.

“YA!!! Choi Sooyoung-sii apa kau bilang?” teriak Taeyeon

“Besok aku harus pergi ke Busan, Eomma memintaku untuk pulang sebentar. Eomma bilang kalau Jiwoon merindukanku. Ia menangis karena ia merindukan Noonanya ini.” Sela Sooyoung sebelum Taeyeon mengeluarkan rentetan kalimat panjangnya.

“Mianhae”

“Aish, kau selalu seperti ini”ucap Taeyeon frustasi

“Mianhae. Aku sudah bilang pada Manajer Lee kalau kau yang akan menggantikanku besok” Sooyoung masih menunggu jawaban dari Taeyeon.

“YA!!!!” serunya lalu langsunng menutup panggilannya karena kesal pada Sooyoung yang selalu seenaknya.

“Aahhhh, aku lelah” ucapnya frustasi kemudian menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, terlihat jelas kekesalan di wajahnya.

Flashback off

” he…he…he… itukan karena eomma memintaku pulang, tak ada alasan lain” ucapnya pelan sepertinya ia sudah mulai ingat kejadian itu. Wajah Sooyoung terlihat aneh, ia tahu Taeyeon akan marah padanya karena alasan yang sebenarnya.

“Tidak ada alasan lain?” Tanya Teayeon kesal, Sooyoung meringis melihat tatapannya ia tidak menjawab karena itu kesalahannya yang kelepasan bicara pada waktu itu.

“Saat kau tiba di kantor kau memberikanku gantungan kunci sebagai hadiah dan bilang kalau kau senang bisa bertemu dengan Kyuhyun Sunbae di Jeonju kemarin. Lalu aku tanya ‘bukankah kau berada di Busan kenapa bisa di Jeonju?’. Dan kau tahu kau bilang apa?” ucapan Taeyeon terhenti melihat Sooyoung yang hanya menunjukan deretan giginya. Taeyeon menghela nafasnya dan melanjutkan kembali.

“Kau bilang kalau kau tidak pergi ke Busan tetapi pergi ke Jeonju karena kau tahu kalau Sunbae berada di Jeonju. Aku yakin kau lupa apa yang kau katakana padaku sebelum kau berangkat ke ‘Busan’. Apa pembelaanmu sekarang?”

“Mianhae, aku hanya ingin lebih dekat dengan Sunbae. Kau tahu perasaanku pada Sunbaekan?” ucap Sooyoung kepalanya menunduk, kalau seperti ini Taeyeon merasa iba melihatnya.

“Sebenarnya apa yang membuatmu terobsesi untuk mendapatkan Kyuhyun Sunbae, eoh?” Tanya Taeyeon pelan, ia melunak melihat wajah Sooyoung yang menyedihkan itu.

“Aku tidak tahu, tapi saat pertama kali aku melihatnya jantungku berdegup sangat cepat, aku juga merasa tenang saat aku berada di dekatnya. Bahkan saat melihat senyumannya saja jantung berdegup dua kali lebih cepat dan hatiku sangat senang seakan-akan ada sesuatu yang ingin keluar. Aku bingung kenapa seperti itu, hingga aku tahu bahwa aku telah jatuh cinta pada Kyuhyun Sunbae” ucap Sooyoung dengan mata yang berbinar-binar.

Taeyeon hanya menatap datar, terlihat kesedihan di wajahnya ‘jatuh cinta? Huh‘ batin Taeyeon dalam hati. Ada sebuah kesedihan tersendiri mengingat kata-kata itu.

“Bagaimana, kau mau membantukukan?” Tanya Sooyoung masih mengharapkan Taeyeon membantunya.

“Aku salalu mandapat masalah setiap aku membantumu, kau tahu itu?”

“Arra, arra aku tahu itu, tapi bantulah sahabatmu ini Taeyeon-ah” pinta Sooyoung, kedua tangannya memegang tangan Teayeon yang ada diatas meja. Ia tidak tahu harus minta bantuan dengan siapa lagi kalau bukan dengan Taeyeon. Pertemanan mereka memang belum lama, dua tahun yang lalu meraka bertamu di kantor ini sebagai junior baru di majalah ‘Hot News’. Karena mereka sering bertemu dan sering dipasangkan untuk mencari berita terbaru pada saat itu, membuat mereka akrab. Bahkan mereka juga sudah mengetahui tentang masa lalu keduanya. Meski sering mengalami pertengkaran hal itu biasa, karena mereka tahu bagaimana mereka.

“Kali ini apa, huh?” Tanya Taeyeon sepertinya ia memang harus menyerah apalagi kalau ini berhubungan dengan Sunbaenya itu.

“Kau mau membantuku? Ahh gomawo Taeyeon-ah” Sooyoung lantas langsung memeluk Taeyeon yang ada di depannya, dan hal itu membuat Taeyeon tidak nyaman karena melihat orang-orang di sekelilingnya memperhatikan mereka.

“Ya! Lepaskan sebelum aku berubah pikiran!”

****

Jalanan di kota Seoul sangat padat, orang-orang yang berlalu lalang di jalanan terlihat kelelahan. Ada yang terburu-buru agar tiba di rumah, ada juga yang santai seraya menikmati suasana sore di Seoul ini. Seorang pria tengah duduk di kursi taman yang ramai di kunjungi orang-orang saat ini. Tetapi ia lebih memilih di area taman yang sepi untuk menyegarkan pikirannya karena kesibukannya hari ini. Wajahnya yang tampan membuat perempuan yang melewatinya terpesona. Tapi pria itu tak acuh pada pandangan orang-orang yang memandangnya kagum, matanya terfokus pada buku yang digenggamnya saat ini. Namun kegiatannya terhenti karena ada panggilan masuk

KLIK

“Ada apa?”

“…..”

“Benarkah? Kau awasi apa saja yang dilakukan oleh Hottel Great, kita harus lebih hati-hati mulai sekarang. Bagaimana dengan Ketua Zhou?”

“…..”

“Bagaimanapun juga kita membutuhkan Ketua Zhou untuk proyek yang ada di Shanghai. Lakukan yang terbaik!”

“….”

KLIK

Ia kembali melanjutkan kegiatannya, namun mungkin pikirannya tidak terfokus pada buku itu lagi. Proyek yang ada di Shanghai bukan perkara yang mudah, perusahaanya membutuhkan dana yang lebih untuk memperlancar proyek itu. Satu-satunya hal yang dapat membantu adalah suntikan dana dari invertor China tersebut, tapi sepertinya ada orang lain yang mencoba menggagalkannya.

TUK

Sebuah kaleng menipuk kepalanya membuat lamunannya buyar, ia mengambil kaleng yang sudah tergeletak di samping kakinya dan melihat sekelilingnya.

****

Seorang gadis berjalan lunglai menuju sebuah taman yang ramai, terlihat jelas guratan-guratan lelah diwajahnya. Suasana sore seperti ini dimanfaatkan sebagian orang untuk bersantai dengan keluarga, teman, ataupun kekasihnya. Gadis itu masih berjalan menuju area yang sepi, ia terus berjalan sambil meruntuk kata-kata tak jelas sesekali juga ia menendangi kerikil-kerikil kecil di depannya.

“Dasar gadis menyebalkan, seenaknya saja meminta bantuan. Apa aku ini terlihat seperti seorang pengangguran? Hey, aku juga sibuk” runtuknya tak jelas, ia semakin kesal mengingat saat di café tadi siang.

“Choi Sooyoung!!! Oh Tuhan, aku bisa-bisa gila karena dia”

Flashback on

……

“Namanya Kim Jaejoong”

“Huh, maksudmu?” Tanya Taeyeon ia tak mengerti maksud Sooyoung yang menyebutkan nama laki-laki yang asing buatnya.

“Kim Jaejoong, seorang pengusaha sukses di korea. Presdir sekaligus pemilik dari Glowry Hottel, kau harus mewawancarinya” ucap Sooyoung memberi penjelasan tentang pria yang akan diwawancari oleh Taeyeon.

“Ahh, Kim Jaejoong”

“Seandainya kalau aku tidak ada janji dengan Kyuhyun Sunbae aku yang akan mewawancarinya. Kau tahu, dia itu sangat tampan mengalahkan ketampanan para boyband korea sekarang ini. Ini pertama kalinya aku menyesal tidak bisa mewawancarai seseorang” ungkap gadis itu dengan wajah sesalnya.

“Kenapa kau tidak membatalkan janjimu dengan Kyuhyun Sunbae saja jika kau menyesal?”ucap Taeyeon, sahabatnya ini memang labil tidak bisa membuat keputusan dengan benar.

“Ani ani, jika itu aku lakukan kesempatanku untuk dekat dengan Sunbae akan hilang” tolak Sooyoung cepat, ia tidak mau usahanya selama ini sia-sia. “Tapi dia tetap tampan walaupun sudah menikah dan punya anak” ucap Sooyoung sambil membayangkan wajah dari seorang Kim Jaejoong, sementara Taeyeon hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.

“Tunggu, kau bilang dia sudah menikah dan punya anak? Lalu kenapa kau seperti seorang fangirl, mengidolakan seorang pria yang sudah menikah dan punya anak”

“Ish kau benar-benar, makannya jangan hanya artis-artis saja yang kau incar. Kau tahu, dia dijuluki sebagai ‘Pangeran Korea Selatan’ oleh orang-orang karena dia tampan, pintar dan kaya. Walaupun dia sudah menikah tapi….”

Hello hello moshi moshi ciao ciao busy busy
Every time ai ga beep beep beep beep
Hello hello moshi moshi ciao ciao baby baby
Everywhere ai ga beep beep beep beep

Beep beep beep beep beep beep beep beep
Senga ino kuimi totashi na ware ima
Beep beep beep beep beep beep beep beep
Kono gene nema nekoi nanu geta

ucapan Sooyoung terputus karena dering handphonenya berbunyi “Aish, chankaman”. Taeyeon mengangguk dan meminum moca latenya tadi.

“Yoeboseyo”

“…..”

“Ah ne, aku akan segera kesana”

“…..”

“Ne…”

“….”

“Ne…”

KLIK

” Kenapa dia cerewet sekali, apa dia tidak tahu kalau aku ini seniornya”

“Siapa?”

“Junior baru itu, Chorong. Park Chorong. Dari awal aku memang tidak menyukainya, sok kecantikan” ucap Sooyoung kesal mengingat gadis itu

“kalau begitu aku pergi dulu ya. Gomawo sudah mau membantuku. Annyeong”

Flashback off

Taeyeon masih mengumpat kata-kata untuk sahabatnya itu “Enak sekali hidupnya ‘Kumohon ini untuk yang terakhir kalinya’. Huh terakhir kali apanya? Terakhir kali untuk satu hari itu, kemudian besok mengucapkan kalimat yang sama.” Ia masih berjalan melewati jalan setapak yang ada di taman, kaleng yang ada di depannya tak luput dari tendangannya juga. Entah kemana kaleng itu melayang ia tak peduli, yang ada dipikirannya saat ini adalah kelakuan Sooyoung selama ini.

“Dia enak-enakan kencan dengan Kyuhyun Sunbae, sementara aku?”

“Aku harus mengantikannya bahkan saat jadwalku yang free” ucap Teayeon memelas, ia meratapi nasibnya yang tidak beruntung selama ini.

“Tapi kenapa aku tidak bisa menolak?”

“Ani, aku sudah menolak, tapi di ….”

‘PUK’

Monolog Taeyeon terhenti karena ada seseorang yang menepuk bahunya. Ia berbalik dan mendapati seorang pria tinggi yang ada dihadapanya saat ini.

“Permisi agashi, apa ini milik anda?” ucap pria itu sambil memperlihatkan kaleng kosong yang ada di tangannya. Taeyeon mengerutkan keningnya, ia tak mengerti apa yang dimaksud oleh pria itu.

“Kaleng?”

“Aku yakin ini milik anda karena tak ada orang lain di sini” ucap pria itu dengan nada tenangnya.

“Ani, sepertinya anda salah orang Tu….”

“Aku yakin aku tak salah orang” potong pria itu membuat Taeyeon merasa kesal, sudah cukup Sooyoung dan sekarang ditambah dengan pria yang tak ia kenal di hadapannya.

“Dan aku juga yakin kalau kaleng itu bukan milikku” bela Taeyeon dengan menekan setiap kata yang diucapkannya matanya memandang mata onyx pria itu. Taeyeon sedikit terpesona dengan mata pria itu, ia memiliki warna mata yang hitam pekat dan itu sungguh indah.

“Benarkah? Tapi aku merasa yakin kalau kaleng ini milikmu karena saat aku duduk di kursi taman ini ada sebuah kaleng yang ‘terlempar’ mengenai kepalaku. Dan tepat setelah itu kau melewatiku” ucap pria itu sengaja menekan kata ‘terlempar’ pada kalimatnya. Taeyeon yang mulai tersadar karena kalimat pria yang ada di hadapanya itu menjadi salah tingkah.

“A-aaku yakin itu bukan aku, p-pasti itu perbuatan orang lain” entah kenapa Taeyeon menjadi gagap seperti ini.

“….”

“Kalau begitu aku permisi dulu, annyeong” karena tidak ada balasannya Taeyeon memustuskan untuk pergi, tapi belum ada lima langkah tiba-tiba tangan ditarik sehingga membuat tubuhnya berada di hadapan pria itu dengan jarak yang sangat dekat. Hal itu membuat Taeyeon merasa risih karena posisi keduanya yang sangat dekat ini.

Bunyi ponsel mengalihkan mereka dari apa yang mereka lakukan

KLIK

“Yeoboseyo”

“….”

“Beritahu pada Sohyun kalau aku akan segera pulang”

“….”

KLIK

Pria itu menutup panggilan tapi posisnya masih sama seperti tadi, bahkan saat menerima panggilan ia masih belum merubah posisinya. Taeyeon menjadi gugup saat pria itu semakin mendekatkan wajahnya, ia memiringkan kepalanya dan membisikan sesuatu tepat di telinga kanan Taeyeon.

“Aku memaafkanmu karena aku rasa kau sedang putus cinta, wajarkan bagi gadis remaja sepertimu mengalami patah hati karena seorang pria” setelah mengucapkan kalimat itu, ia menjauh dan meletakan kaleng itu di tangan Taeyeon. Pria itu kemudian pergi dari hadapan Taeyeon, sementara gadis itu masih syok akan apa yang dialaminya tadi. Setelah beberapa detik akhirnya Taeyeon tersadar, dan seketika itu juga amarahnya membuncak.

“Apa itu tadi, Putus cinta? Gadis remaja? Dan patah hati? Dia pikir aku anak SMU apa?” ucapnya kesal mengingat kejadian barusan.

“Dia bahkan seperti ahjusi-ahjusi yang sering mempermainkan wanita. Aku yakin kalau Sohyun tadi adalah korban dari ahjusi itu.” Taeyeon sedikit mininggikan suaranya yang masih melihat jalan yang dilalui pria tadi. Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang ada di kursi tadi.

“Sebuah buku” gumamnya, melihat bahwa benda tersebut adalah sebuah novel.

“Apa ini milik Ahjusi tadi?” Tanya Taeyeon dalam hati, kemudian ia memutuskan untuk membawa buku itu dan melanjutkan perjalanannya.

“Kenapa hari ini benar-benar mengesalkan” teriaknya frustasi, ia terus berjalan menuju rumahnya.

Tanpa disadari oleh keduanya, ternyata sedari tadi ada seseorang yang ,mengamati mereka berdua dari balik pohon.

“Ini akan jadi berita besar” ucap orang misterius itu sambil menunjukan senyum devilnya. Ia mengamati gambar yang telah diambilnya beberapa saat lalu di kameranya.

TBC

Bagaimana? Maaf kalau ini absurb dan geje maklumlah baru percobaan. Untuk ceritanya mungkin masih bingung karena ini hanya awal pengenalan saja, nanti kalau sudah berjalan pasti bakalan tahu ceritanya, bagaimana atau malah makin bingung.

Author tidak tahu bagaimana nanti responnya. Tapi di sini, ff ini bakalan lanjut apabila readers pada mau komens. OK….

Author bakalan langsung kirim ff lanjutannya ke Admin jika comments nya mencapai minimal 30. Jadi ditunggu saja ya…….

See You Next Chap…

Don’t be siders

Advertisements

59 comments on “[FREELANCE] You and I : This Is Real Love Not Contract (Chapter 1)

  1. Namja itu Jaejong kahh ?? Kyaa seruuu !! Soalnya jarang bngt yg castnya Jaejong-Taeyeon . Sohyun itu istrinya nya Jaejong atau anak nyaa ?? ._. Penasaran bngt … Next ditunggu

  2. Pingback: [FREELANCE] You and I: This Is Real Love Not Contract (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s