[FREELANCE] Found Love (Chapter 3)


Title: Found Love Chapter 3

Author: Anke Putri a.k.a Park Ri Hyo

Cast : -Kim Taeyeon

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

-Kwon Yuri

-Jessica jung

-Xi Luhan

Other Cast    : You can find alone…

        Length: Chaptered

Genre: Romance, School life, Sad,Comedy

Author Note:

Word untuk ff itu tergantung sama mood aku..jika sedang bagus ya panjang jika gak ya gak terlalu panjang..okay deh readers ! Kali ini author kembali membawakkan episode lanjut dari found love…check this out !!! Dont be silent readers okay !

Poster By :Hospital Art Design Aqueera Artposter .. gomawo !!

Preview: Introduction, Chapter 1, Chapter 2

Chap 2…

    Saat sampai di depan gedung pemotretan,Baekhyun kembali menelepon Chanyeol untuk berterima kasih. Begitu Chanyeol mengangkat teleponnya,Baekhyun langsung mengucapkan rasa terima kasihnya, “Yeobeseyo? Gomawo Chanyeol karena sudah banyak membantuku kau benar-benar banyak membantuku.”

    “Begitukah ? Jika aku benar-benar membantu bisakah kau membantuku ? Sebagai balasan atas jasaku. Kau tahu ? Sulit berakting seperti tadi.”keluh Chanyeol.

    Baekhyun nampak berpikir sebentar karena tidak seperti biasanya Chanyeol akan menuntut balasan kepadanya,namun bagaimana Baekhyun harus menurutinya, “Baik…katakan apa yang kau inginkan.”

    “Ha…begini ! Kau tahu bukan..besok adalah hari ulang tahun Jessica..kau bisa membantuku menyiapkan segalanya kan ? Kita harus membuat kejutan untuknya. Kau harus membuatnya seheboh mungkin.”

    Baekhyun menghela nafas sebentar,karena membuat kejutan untuk seseorang tidak semudah membalik telapak tangan, “Baik..aku akan menuruti ucapannya Tuan Park.”

    Chanyeol terlihat bahagia,terlihat dari nada suaranya, “Ne..ne aku akan mencari cara agar kejutan itu semakin mewah..”

    “Arraseo…”

*********************

Malamnya,Jessica yang sudah kembali dari rumah sakit membelikkan beberapa makanan untuk Taeyeon. Taeyeon hanya melihat makanan yang dibelikkan Jessica dengan tatapan datar,ia terlihat tidak ingin memakan makanan itu. Karena Jessica membelikkan makanan yang sama sekali belum pernah ia rasakkan,bahkan melihatnya saja belum pernah,ia merasa aneh jika harus memakan makanan yang menurutnya sangat asing itu, “Kenapa tidak dimakan ?”tanya Jessica yang nampak santai memakan makanannya.

    “Aku belum pernah memakan semua ini.”jawab Taeyeon jujur.

    “Jinjja ?”Jessica nampak tidak percaya dengan ucapan Taeyeon,Taeyeon hanya menganggukkan kepalanya pelan, “Ini namanya es krim yoghurt,ini spaghetti dan ini pizza..semuanya enak. Makanlah !”ujar Jessica sambil menunjuk satu persatu makan yang ia sebutkan tadi.

    Taeyeon terus menatap makanan itu,jika ia memakannya,ia tidak bisa menjamin perutnya akan baik-baik saja. Disisi lain,jika ia tidak memakannya maka ia bisa menjamin dapat mengecewakkan Jessica yang sudah membelikkan banyak makanan untuknya. Dengan ragu,Taeyeon mulai mengambil makanan yang Jessica sebut bernama pizza. Jessica yang diam-diam melihat tingkah konyol Taeyeon hanya dapat mencoba menahan tawannya. Taeyeon yang sejak tadi terus memegangi pizza pun akhirnya memakan sedikit ujung pizza itu,mata Taeyeon langsung membulat lebar begitu merasakkan rasa pizza itu, “Eottae ?”tanya Jessica penasaran.

    “Jinjja ? Makanan ini enak sekali ! Baru kali ini aku memakan pizza selezat ini !”seru Taeyeon bahagia,Jessica pun ikut senang karena pada akhirnya Taeyeon menyukainya. Jujur saja,sangat sulit bagi Taeyeon untuk makan makanan yang mewah seperti yang saat ini berada di hadapannya,ia hanya dapat melihatnya sesekali di tayangan iklan tv rumahya atau hanya dapat melewati tokonya saja ketika berangkat ke sekolah. Sejak dulu Taeyeon ingin merasakkan makanan seperti itu,ekonomilah yang menghambatnya. Kuliah saja Taeyeon hanya mengandalkan beasiswa.

    “Taeyeon..”panggil Jessica.

    Taeyeon yang saat ini tengah memakan spaghettinya terpaksa harus menghentikkan aktivitasnya, “Ne ?”

    “Apakah kau menyukai Chanyeol Oppa ?”tanya Jessica.

    “Mwoya ?”tanya Taeyeon balik,karena aneh saja tiba-tiba Jessica menanyakkan tentang rasa sukanya terhadap Chanyeol. Jujur,Taeyeon sangat menyukai Chanyeol,namun bukan rasa suka antara yeoja dan namja namun rasa suka sebagai Oppa dan dongsaeng saja.

    “Anieya..hanya saja..ah lupakan saja.”

    “Kau aneh sekali..”

    Esoknya,Taeyeon kembali berangkat kuliah bersama dengan Chanyeol. Kali ini Taeyeon lebih banyak diam karena ia masih sangat mengantuk. Semalam,ia dan Jessica begadang untuk menonton film yang baru saja beli. Film yang mereka lihat bergenre romance sehingga membuat Taeyeon betah melihatnya hingga selesai. Chanyeol yang ingin tertawa melihat Taeyeon yang berulang kali menguap akhirnya tidak bisa menahan tawanya lagi,ia tertawa dengan begitu keras, “Ada apa ?”tanya Taeyeon yang kebingunan.

    Chanyeol menggeleng, “Anieya..kau lucu sekali !”serunya.

    “Wae ? Apa ada saus di wajahku..atau ada sesuatu yang konyol ?”tanya Taeyeon panik.

    Chanyeol menggeleng, “Anieya…sudahlah.”Chanyeol akhirnya menghentikkan tawanya,lalu ia menatap lekat-lekat Taeyeon yang kini tenga fokus dengan jalanan lurus dihadapannya dengan tatapan penuh arti.

    Sampai di kampus,Taeyeon langsung turun dan berjalan dulu menuju ke gedung kampus. Chanyeol yang berada di belakangnya langsung berjalan mendekati Taeyeon yang sudah berjalan meninggalkannya, “Kenapa kau meninggalkanku ?”tanya Chanyeol dengan kesal.

    “Mianhae Oppa..tapi aku takut jika semua orang mengira kita memiliki hubungan khusus,padahal kau sudah memiliki Jessica.”ujar Taeyeon polos.

    Chanyeol pun mengacak rambut Taeyeon karena gemas dengan tingkah Taeyeon, “Arraseo..”meskipun Chanyeol sedikit kecewa karena mendapat penolakan dari Taeyeon. Namun bagaimana lagi,alasan Taeyeon berhasil membuatnya mengerti.

    Sampai di pesimpangan,Taeyeon dan Chanyeol berpisah karena kelas mereka berada di gedung yang berbeda. Taeyeon berbelok ke kiri,sedangkan Chanyeol ke kanan. Taeyeon berjalan santai menuju kelasnya hingga ia melihat seorang gadis tengah di dorong dengan keras oleh seorang gadis yang memakai baju seksi dengan keras. Semua yang ada di sekitar situ hanya bisa melihatnya,mereka seperti ketakutan dengan gadis berbaju seksi itu,terbukti semua orang hanya bisa menatapnya tanpa berani melakukan suatu hal. Taeyeon yang merasa tidak suka dengan apa yang dilakukan gadis itu langsung berjalan mendekatinya, “Andwae.”bisik salah seorang mahasiswa kepada Taeyeon yang nekat mendekati gadis itu,namun Taeyeon tidak menghiraukkannya.

    Dengan keras Taeyeon mendorong gadis itu hingga hampir jatuh,beruntung gadis itu tertahan oleh tiang. Taeyeon langsung menolong gadis yang jatuh tadi, “Gomawo..”ucap gadis itu.

    “Sebaiknya kau pergi.”gadis itu pun menuruti ucapan Taeyeon dan segera berjalan pergi.

    “Neo !! Apa yang kau lakukan !!?”bentak gadis berbaju seksi itu kepada Taeyeon.

    Taeyeon hanya bisa menatapnya dengan datar, “Gadis baju seksi..sebaiknya jangan lakukan hal ini lagi.”pesan Taeyeon tanpa menghiraukkan wajah gadis itu yang sudah memerah.

    “Aku..memiliki nama..namaku Kwon Yuri.”geram gadis itu.

    Taeyeon memanggut-manggutkan kepalanya, “Ne..arraseo. Kwon Yuri-ssi.”

    “Gadis pendek..bisakah kau tidak mengganggu urusanku ? Padahal aku tidak mengenalmu dan kau tidak mengenalku.”ujar Yuri sambil menunjuk Taeyeon.

    Taeyeon langsung menepis jari telunjuk Yuri dengan keras, “Maaf..tapi aku juga memiliki nama. Namaku Kim Taeyeon..jika kau tidak ingin kusebut gadis berbaju seksi sebaiknya panggil namaku dengan baik. Dan untuk urusan saling mengenal,apakah menolong seseorang harus lebih dahulu mengenalnya. Itu membuang waktu…bayangkan jika kau jatuh di suatu tempat dan semua orang yang ada disitu tidak mengenalmu. Apa mungkin mereka semua harus berkenalan denganmu tanpa memikirkan rasa sakit yang kau rasa..konyol sekali.”ejek Taeyeon.

    Wajah Yuri pun semakin memerah, “Kau tidak tahu permasalahannya jadi bisakah kau diam Kim Taeyeon..”

    Taeyeon menggeleng, “Aku tidak bisa diam sebelum kau menjelaskannya.”

    Yuri mencoba bersabar,lalu ia menghela nafas pelan sebelum menjelasakan, “Dia..gadis itu menghalangi jalanku bahkan ia menabrakku.”

    “Hanya itu ? Masalah sepele seperti itu ? Itu tidak sebanding dengan betapa malunya dia jatuh di hadapan semua orang. Untuk urusan jalan…jalanan ini bukan milikmu. Bahkan semua siswa disini berhak untuk melewati seluruh pelosok kampus ini selama mereka sudah membayar uang gedung sekolah ini. Aish..alangkah baiknya kau rubah sifat burukmu Nona Kwon..”ujar Taeyeon pelan.

    Yuri mendengus kesal, “Arraseo..kau juga belum tahu siapa aku !”

    “Bahkan aku tidak peduli siapa kau..”

    “Aku model terkenal !”sahut Yuri dengan suara yang cukup keras.

    Taeyeon menyernyitkan keningnya,lalu memegangi telinganya, “Kecilkan suaramu..bahkan aku sama sekali tidak kagum dengan profesimu itu. Sudahlah lupakan saja..aku harus pergi sekarang !”Taeyeon pun pergi,meninggalkan Yuri yang masih sangat kesal terhadapnya. Perlahan Yuri meninggalkan tempat itu juga sebelum ia merasakkan hal yang lebih memalukkan lagi. Semua orang yang ada di situ kagum dengan apa yang dilakukan Taeyeon,tak terkecuali seorang namja bermata rusa yang menatapnya dari kejauhan. Dan jangan lupakkan,Chanyeol yang masih berada tak jauh dari persimpangan juga ikut kagum dengan apa yang Taeyeon lakukan terhadap Yuri.

    Namja bermata rusa itu tersenyum begitu wajah Taeyeon kembali membayangi pikirannya, “Aku harus mendapatkan gadis itu..”tekad namja itu sebelum pergi.

    Saat memasuki kelas,Taeyeon langsung mendapatkan tepuk tangan yang keras dari seluruh teman-temannya, “Waeyo ?”tanya Taeyeon bingung.

    Tiffany yang duduk pun berdiri untuk menghampiri Taeyeon, “Kami sangat bangga kepadamu karena kau telah membuat nama jurusan musik ini melambung tinggi.”ujar Tiffany yang masih tidak dimengerti oleh Taeyeon.

    “Apa maksudmu ? Jangan berbelit-belit Fany ah..”Taeyeon pun duduk di tempat duduknya,Tiffany pun mengikutinya.

    “Begini..tadi kami semua melihatmu melawan gadis sombong itu.”

    Kini Taeyeon baru mengerti siapa yang dimaksud oleh Tiffany dengan sebutan gadis sombong itu, “Maksudmu Yuri ?”

    Tiffany mengacungkan jempolnya, “Geurae…dia gadis sombong yang harus diberi pelajaran.”

    Taeyeon menghela nafas nya pelan,lalu menatap Tiffany dengan intens, “Kenapa semua orang disini takut dengan gadis seperti dia ?”

    “Mollayo..tapi dia pernah membuat seorang mahasiswi bunuh diri karena ejekannya..entah kenapa ucapan Yuri begitu menyakiti gadis itu. Dia akan berbuat seperti itu kepada siapa saja yang ia kehendaki. Aku hanya berpesan kepadamu..kau harus lebih berhat-hati kepada gadis itu.”

    “Apa bahayanya ?”tanya Taeyeon penasaran.

    Tiffany pun membisikkan sesuatu ke telinga Taeyeon, “Dia akan selalu menghantuimu..apalagi tadi kau memiliki urusan dengannya.”bukannya takut,Taeyeon terlihat menanggapinya dengan santai tanpa beban.

    “Arraseo..akan kulayani dia.”

    “Aish jinjja ..beruntung sekali aku memiliki teman berani sepertimu.”

    “Aku yang berani atau kau yang penakut ?”tanya Taeyeon yang langsung membuat Tiffany terdiam.

    Sementara itu,Yuri yang masih kesal karena dipermalukkan oleh Taeyeon berjalan dengan cepat menuju ke kelas. Yuri mengacak-acak rambutnya dengan frustasi,semua mahasiswa yang ada di kelas itu menatap Yuri dengan kebingungan. Karena Yuri tidak mendatangi kelasnya,melainkan kelas Baekhyun. Semua mahasiswa yang ada disitu saling berbisik karena jarang sekali ada hoobae yang datang ke kelas sunbae mereka,hanya Yuri lah orang yang berani datang ke kelas kakak tingkatnya. Memang Yuri berada satu tingkat dibawah Chanyeol dan Baekhyun,sama seperti Taeyeon yang berada di tingkat yang sama dengan Yuri. Baekhyun yang sedang mendengarkan musik pun tidak menyadari kehadiran gadis itu hingga dengan kesal gadis itu mencabut earphone yang terpasang di telinga Baekhyun,Baekhyun menatapnya dengan datar. Chanyeol yang kebetulan berada di samping Baekhyun hanya menatap Yuri dengan penuh kekesalan,bagaimana bisa gadis itu berani masuk ke kelas, “Oppa..”rengek Yuri.

    “Mwo ? Kenapa kau datang kesini ?”tanya Baekhyun.

    “Aku perlu denganmu.”

    “Kita bisa bertemu nanti saat istirahat..kau tidak malu dengan mereka.”tunjuk Baekhyun ke teman-temannya yang terlihat tidak senang dengan kehadiran Yuri.

    “Oppa..dengarkan aku jebal ?”Yuri mencoba menarik Baekhyun pergi,namun Baekhyun menolak ajakannya, “Oppa.”

    “Yuri..bisakah kau berbicara disini saja ?”

    Akhirnya Yuri menyerah dan memilih untuk menceritakkan tentang kejadian yang baru menimpanya tadi, “Kau tahu..tadi aku dipermalukkan oleh seorang gadis pendek.”

    Chanyeol yang mengetahui siapa gadis yang dimaksud oleh Yuri langsung menyahut, “Dia memiliki nama Yuri-ah !”

    Yuri menatap Chanyeol dengan tajam, “Aku tidak memiliki urusan denganmu Tuan Park.”

    Kini ganti Baekhyun yang menatap Chanyeol karena ia belum mengetahui apapun,sedangkan Chanyeol sudah mengetahuinya dan tidak mau bercerita kepadanya, “Apa maksud semua ini ?”tanya Baekhyun.

    Chanyeol yang juga tidak menyukai kehadiran Yuri pun berniat untuk pergi, “Biarkan dia yang bercerita..aku pergi.”Chanyeol pun pergi.

    “Apa yang ingin kau katakan ?”

    “Aku membenci gadis itu..”

    “Siapa ?”tanya Baekhyun.

    “Aku tidak akan memberitahukan namanya kepadamu. Menyebut namanya saja sudah membuat emosiku meluap. Kau tahu ? Dia sudah mempermalukanku di depan umum.”ucapan Yuri berhasil membuat Baekhyun terkejut karena jarang sekali ada orang yang membuat Yuri semarah ini kecuali kepadanya,jika ia tidak mau menuruti keinginannya.

    “Jika kau tidak berulah..mungkin orang itu tak akan membuatmu semarah ini.”

    “Kau malah membelanya ? Aish..akan kuceritakkan. Saat aku berjalan tadi..tiba-tiba saja ada seorang gadis menghalangi jalanku dan menabrakku. aku sangat kesal dan mendorongnya. Wajar saja kan aku berbuat seperti itu..tapi gadis itu malah mempermalukanku dengan ganti mendorongku,menasihatiku agar tidak berbuat seperti itu serta…dia menyebutku dengan sebutan gadis berbaju seksi..itu sangat menyebalkan. Kau tahu betapa malunya aku saat itu ?”cerita Yuri.

    Baekhyun pun mengulum senyumnya begitu mendengar cerita Yuri,kini ia sangat ingin bertemu dengan gadis itu dan berterima kasih kepadanya karena sudah mau melawan Yuri, “Dia benar..kau yang salah.”

    “Oppa..”rengek Yuri yang tidak terima karena Baekhyun malah lebih membela Taeyeon dibanding dirinya.

    “Sebaiknya kau pergi..sebentar lagi dosen ku akan datang.”

    “Oppa..”

    “Ppaliwa..! Atau aku akan mendorongmu !”ancam Baekhyun.

    Dengan kesal,Yuri pun keluar dari kelas Baekhyun. Tak lama setelah Baekhyun pergi,Chanyeol pun masuk ke dalam kelas, “Apa gadis itu sudah pergi ?”Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya, “Kau sudah mendengar cerita darinya bukan ?”

    “Aku sangat salut dengan gadis itu.”

    “Aku juga..sejak pertama kali aku bertemu dengan gadis itu aku sudah kagum kepadanya.”

    “Mwo ? Sejak pertama kali ?”

    “Dia tinggal bersama Jessica..jadi aku mengenalnya.”

    “Bolehkah aku bertemu dengannya ?”pinta Baekhyun.

    “Tentu saja.”

    Saat jam pulang sudah tiba,Taeyeon berjalan sendiri menuju ke parkiran mobil karena Chanyeol menyuruhnya untuk pergi ke parkiran mobil. Saat tengah menunggu Chanyeol,tiba-tiba saja ada seorang mahasiswi menghampirinya, “Kau Taeyeon ?”

    “Ne..ada apa ?”tanya Taeyeon penasaran.

    Gadis itu memberikkan sebuah amplop kepada Taeyeon, “Ini untukmu..”Taeyeon menerimanya dengan ragu.

    “Dari siapa ?”

    “Aku tidak bisa memberitahumu. Aku pergi !”gadis itu pun pergi,Taeyeon mencoba untuk menghentikkannya tapi gadis itu sudah terlebih dahulu pergi.

    Saat akan membaca amplop itu,Chanyeol pun datang,Taeyeon langsung memasukkan amplop itu ke dalam tasnya, “Kajja pulang sekarang..Jessica ingin kau pulang sekarang.”

    “Baiklah.”

    Di dalam perjalan pulang,Taeyeon masih sangat penasaran dengan amplop yang belum sempat ia buka,jika ia membukanya sekarang,ia takut Chanyeol akan mengetahuinya, “Ada apa denganmu ?”tanya Chanyeol yang mengetahui kerisauan Taeyeon.

    Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Anieya..”

    “Taeyeon..”panggil Chanyeol.

    “Ne ?”

    “Besok ulang tahun Jessica.”

    “Mwo ? jinjja ? Aku tidak mengetahuinya..Eotteokhae ?”

    Chanyeol tersenyum, “Wajar saja kau tidak tahu..kau baru tinggal dengan Jessica. Apa rencanamu ?”tanya Chanyeol.

    Taeyeon nampak berpikir sebentar,lama berpikir akhirnya ia memiliki ide, “Aha..bisakah kau berhenti di toko kain ?”

    “Tentu saja.”

    “Lalu apa rencanamu ?”tanya Taeyeon kepada Chanyeol.

    “Rahasia..kau akan tahu nanti.”

    “Aish…kau benar-benar jahat.”

    Chanyeol mencoba memfokuskan dirinya untuk mencai toko kain yang berada di pinggir jalan,ia sengaja memelankan mobilnya karena jujur saja,ia belum pernah pergi ke toko kain. Lama mencari,akhirnya Chanyeol menemukkan sebuah toko kain,lalu ia langsung membelokkan mobilnya di depan toko itu, “Cha kau bisa turun sekarang !”

    Saat Taeyeon akan turun,Chanyeol berniat ingin ikut dengannya tapi Taeyeon menahannya, “Wae ?”tanya Chanyeol.

    “Kau tidak boleh ikut..aku ingin membeli sesuatu yang rahasia.”

    “Rahasia..sudah jelas-jelas kau berhenti di depan toko kain.”

    “Tapi kau tidak tahu aku akan membeli apa bukan ? Sudahlah diam disini..dan tunggu aku !”tanpa menunggu lama,Taeyeon langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke toko kain itu. Chanyeol terus memperhatikkan Taeyeon hingga masuk ke dalam toko,entah mengapa ia merasa bahagia setiap bersama dengan gadis itu. Begitu menyadari apa yang tengah ia pikirkan,Chanyeol langsung membuangnya jauh-jauh.

    Tak lama kemudian,Taeyeon keluar dari toko kain dengan membawa kantung plastik. Setelah masuk ke dalam mobil,Taeyeon langsung meminta Chanyeol untuk menjalankan mobilnya,Chanyeol pun menurutinya dan mulai menjalankan mobilnya.

    Sampai di rumah,Taeyeon langsung mengerjakkan kain yang baru ia beli. Saat akan mengerjakkannya,Taeyeon terkejut dengan perubahan isi kamarnya,bukan hanya alat make up nya saja yang bertambah banyak,namun juga seluruh baju Taeyeon juga bertambah dengan baju yang lebih modis,Taeyeon yakin Jessica yang melakukan semua ini. Sebelum mengerjakkan hadiah untuk Jessica,Taeyeon keluar untuk menemui Jessica.

    Taeyeon tersenyum begitu mendapati Jessica tengah merawat bunganya di kebun belakang, “Jessica…”panggil Taeyeon.

    Jessica pun menoleh, “Ne ?”

    “Kau yang melakukan semuanya ?”tanya Taeyeon.

    Jessica yang sudah mengerti maksud Taeyeon langsung menganggukkan kepalanya, “Kupikir kau sangat pantas menggunakkan baju yang kupilih. Sebenarnya aku membelikanmu lebih banyak. Aku juga meletakkan beberapa sepatu yang baru saja aku belikkan untukmu di lemari bagian bawah,maaf karena..”

    Grep…

    Tanpa menunggu waktu lama,Taeyeon langsung memeluk Jessica dengan erat, “Gomawo Jessica..kenapa harus mengatakkan maaf ? Itu sudah lebih cukup bagiku.”Jessica pun turut senang dengan kebahagiaan Taeyeon,entah mengapa ia memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan Taeyeon.

    “Seharusnya kau memanggilku Unnie …”protes Jessica sambil melepas pelukan Taeyeon.

    “Bagaimana bisa ?”tanya Taeyeon heran.

    “Aku lebih tua darimu 1 tahun..arraseo ?”

    “Baiklah aku…”

    “Tidak perlu..aku hanya bercanda. Tetap panggil aku Jessica saja.”

    “Hahaha..ne arraseo !”

    Setelah berbicara cukup lama dengan Jessica,Taeyeon kembali ke kamarnya untuk mengerjakkan hadiah yang akan ia berikkan ke Jessica nanti malam. Taeyeon mengerjakkan dengan cukup keras hingga berulang kali tangannya terkena tusukkan jarum. Sebenarnya Taeyeon cukup mahir menyulam dari ibunya,namun sudah lama ia melakukannya hingga tangannya terasa kaku untuk menggerakkan jarum,namun Taeyeon tidak menyerah hanya demi Jessica yang sudah sangat baik terhadapnya.

    Malamnya,sekitar pukul 12. Saat Taeyeon dan Jessica tengah menonton film seperti biasanya,tiba-tiba saja ada seseorang mengetuk pintu Jessica, “Siapa malam-malam seperti ini datang bertamu ?”heran Jessica.

    Saat Jessica akan membukakan pintu,Taeyeon menahannya, “Aku saja.”

    “Tapi..”

    “Gwaenchana..aku memiliki banyak ilmu karate,jika ada yang menyakitimu,aku tidak akan tinggal diam.”tekad Taeyeon,Jessica nampak sangat mencemaskan Taeyeon begitu Taeyeon mulai berjalan ke arah pintu.

    Saat Taeyeon membuka pintu,tiba-tiba saja ada seseorang menyiramnya dengan seember air yang sangat dingin.

    Byur…

    Jessica yang melihatnya pun tidak dapat menutupi rasa terkejutnya. Jessica langsung berjalan menghampiri Taeyeon yang sudah basah kuyup,tubuhnya nampak bergetar karena kedinginan. Jessica pun mencari tahu siapa yang melakukan itu. Jessica langsung membulatkan matanya begitu melihat seorang namja tengah berdiri di depan Taeyeon sambil membawa ember, “Baekhyun !”seru Jessica dengan penuh kemarahan.

    Taeyeon terus menutupi wajahnya karena dinginnya malam membuatnya semakin kedinginan,Jessica yang kasihan dengan Taeyeon langsung memeluk Taeyeon dengan erat agar tidak terlalu kedinginan. Orang yang menyiram Taeyeon dengan ember,yang tak lain adalah Baekhyun terlihat merasa sangat bersalah,lalu ia mendekati Taeyeon,lalu memberikkan jaket yang ia kenakan ke Taeyeon, “Gwaenchana ?”tanya Baekhyun.

    Taeyeon pun mengangkat wajahnya,Baekhyun terkejut begitu melihat wajah Taeyeon begitu pula Taeyeon yang tak kalah terkejutnya dengan kehadiran Baekhyun, “Baekhyun ?”

    “Taeyeon kau…”sebelum Baekhyun melanjutkan ucapannya. Tiba-tiba saja bibir Taeyeon bergetar serta tubuhnya menggigil,pandangan Taeyeon pun menghitam.

    Bruk..

    Taeyeon pun pingsan,Chanyeol yang sejak tadi bersembunyi sambil membawa kue ulang tahun untuk Jessica,tanpa pikir panjang langsung membuan kue yang ia pegang dan berlari untuk menghampiri mereka bertiga, “Angkat Taeyeon ke dalam kamarnya !”perintah Jessica. Baekhyun pun langsung menggendong Taeyeon menuju ke kamarnya sesuai dengan intuksi Jessica.

    Sampai di kamar Taeyeon,Jessica menyuruh Baekhyun dan Chanyeol yang sejak tadi mengikutinya untuk keluar karena ia harus mengganti baju Taeyeon,Jessica pun memerintahkan Chanyeol untuk mengambil air hangat di dapur karena suhu tubuh Taeyeon tiba-tiba saja sangat tinggi.

    Jessica mencemaskan Taeyeon hingga meneteskan air mata,ia sangat tidak ingin kehilangan Taeyeon. Saat akan mengganti baju Taeyeon,tiba-tiba saja mata Jessica menangkap tanda lahir yang berada di punggun Taeyeon. Tanda lahir itu terlihat sangat tidak asing di pikiran Jessica.

Flashback…

    Dua orang gadis kecil terlihat berlari mencoba menghindari ibu mereka yang menginginkan mereka untuk mandi karena hari sudah menjelang sore, “Jessica..Erika !! Jangan berlari lebih jauh lagi..eomma lelah mengejar kalian !”seru ibu mereka dengan suara lantang.

    “Anieya…aku tidak ingin mandi !”seru salah satu gadis yang lebih besar dari gadis yang satunya lagi.

    “Jessica..jangan mengajari adikmu seperti itu !!”marah Nyonya Jung kepada Jessica yang memang lebih tua dari Erika.

    “Aku juga tidak mau eomma !!”sahut Erika sambil tetap berlari mencoba menghindari Nyonya Jung.

    “Aish..apakah kalian ingin eomma cepat meninggal ?”pertanyaan Nyonya Jung kali ini berhasil membuat kedua putrinya menghentikkan langkahnya,lalu berbalik dengan memasang wajah cemas.

    Jessica dan Erika saling berpandangan,sebelum akhirnya mereka berjalan menghampiri Nyonya Jung, “Aku tidak ingin eomma meninggal..huaaa !!”Jessica pun menangis dengan begitu keras,Erika yang mulanya tidak menangis akhirnya ikut menangis seperti kakaknya.

    Nyonya Jung yang merasa bersalah karena membuat kedua putrinya menangis langsung memeluk mereka berdua dengan erat, “Mianhae..eomma tidak bermaksud seperti itu. Sebaiknya kalian mandi sekarang..turuti ucapan eomma ne ?”

    “Ne eomma !!”seru mereka berdua.

    Setelah Nyonya Jung memandikan Jessica dan Erika,namun mereka berdua menolak untuk keluar dari bath ub karena masih ingin berendam. Apa daya,Nyonya Jung pun memutuskan untuk membiarkan kedua putrinya untuk berendam.

    “Unnie..gosok punggungku,ne ?”pinta Erika kepada Jessica.

    “Baiklah..berbaliklah !”perintah Jessia,Erika pun langsung menuruti perintah Jessica untuk duduk membelakangi Jessica.

    Jessica pun mulai menggosok tubuh Erika dengan menggunakan busa, “Kau memiliki tanda lahir yang unik di punggungmu.”

    “Jinjja ? Aku belum pernah melihatnya. Mana-mana ?”Erika pun penasaran dengan tanda lahir yang ada di punggungnya.

    “Jangan dipikirkan..yang kau pikirkan sekarang adalah bagaimana cara menjadi adik yang baik untuk kakakmu ini.”pinta Jessica.

    Erika tersenyum dengan manis, “Tentu saja..dan kau harus berjanji menjadi kakak yang terbaik untukku.”

Flashback end…

    Masih terpaut dengan jelas kenangan Jessica dengan adiknya yang meninggal bersama kedua orang tuanya sekitar 14 tahun yang lalu. Mungkin jika adiknya yang saat itu masih berumur 5 tahun masih hidup,ia akan seumuran dengan Taeyeon. Namun Jessica berpikir itu hanyalah kebetulan. Meskipun begitu hingga saat ini Jessica masih tidak percaya adiknya telah meninggal,ia yakin adiknya masih hidup karena hingga saat ini mayat adiknya belum ditemukkan karena mobil mereka jatuh ke laut. Erika yang saat itu di ketahui tidak menggunakan sabuk pengaman diyakini menghilang terbawa arus,suatu keajaiban yang besar jika hingga saat ini ia masih hidup.

    Tok..tok..

    Ketukan pintu pun membuat Jessica tersadar dari lamunan panjangnya, “Sudah selesai ?”tanya Chanyeol dari luar.

    “Sebentar !!”seru Jessica,lalu ia segera memakaikan baju hangat ke tubuh Taeyeon. Setelah selesai,Jessica menyuruh Chanyeol untuk masuk, “Selesai,masuklah !”Chanyeol pun masuk ke dalam kamar Taeyeon,di ikuti Baekhyun yang berada dibelakangnya.

    Chanyeol memberikkan air hangat yang telah ia ambil ke Jessica,Jessica yang sudah mempersiapkan handuk kecil segera memasukkan handuk itu ke dalam ember kecil berisi air hangat. Setelah itu meletakkannya ke kening Taeyeon, “Semoga dia tidak apa-apa. Apa yang kalian lakukan eoh ?!”bentak Jessica dengan penuh kemarahan.

    “Ma..afkan kami.”ucap Baekhyun sambil fokus ke Taeyeon.

    “Baekhyun yang merencancakkan ini semua.”sahut Chanyeol yang tidak terima disalahkan oleh Jessica.

    “Kalian bisa membayangkan tengah malam seperti ini tidak selayaknya kalian menyiramkan seseorang dengan air dingin !”Jessica menatap Taeyeon dengan cemas, “Seharusnya aku yang sakit..tapi kenapa malah Taeyeon ?”

    Chanyeol pun mendekati Jessica, “Mianhae.”ucap Chanyeol, “Aku hanya ingin membuat kejutan untuk ulang tahunmu,tapi malah seperti ini.”

    Jessica yang masih marah menepis tangan Chanyeol dengan keras, “Lupakan ulang tahun ini…”Jessica pun pergi.

    “Kau jaga Taeyeon..ini semua salahmu !”desis Chanyeol kepada Baekhyun sebelum pergi mengikuti Jessica.

    Setelah mereka berdua pergi,Baekhyun kembali menatap Taeyeon yang masih belum sadar,ia sangat menyesal karena telah membuat gadis itu sakit. Padahal saat ia sakit,Taeyeon dengan penuh kesabaran merawatnya hingga sembuh. Namun sekarang,ia malah membuat Taeyeon sakit dengan ide konyolnya. Baekhyun pun mendekati Taeyeon,lalu menggenggam erat tangannya yang masih dingin, “Taeyeon-ah…mianhae.”ucap Baekhyun.

    Perlahan Taeyeon mulai membuka matanya,Baekhyun pun sangat senang melihatnya sudah sadar, “Taeyeon..gwaenchana ?”Taeyeon yang membuka matanya langsung tersenyum begitu melihat ada Baekhyun di hadapannya.

    “Apa kabar ??”tanya Taeyeon dengan suara pelan. Meskipun ia masih sakit,ia memaksa diri untuk tetap tersenyum,hal itu membuat Baekhyun semakin mengagumi gadis itu.

    “Aku baik-baik saja..”lalu Baekhyun memeluk Taeyeon dengan erat,hal itu membuat Taeyeon merasa lebih hangat. Sedangkan Baekhyun,darahnya kini berdesir dengan hebat,setelah kulitnya bersentuhan langsung dengan gadis itu entah mengapa seperti sengatan listrik yang dapat membuatnya malah tidak ingin lepas dari gadis itu.

    “Baekhyun-ah..lepaskan.”pinta Taeyeon,Baekhyun langsung melepas pelukannya. Wajah Taeyeon nampak memerah setelah itu,ia langsung membelakangi Baekhyun agar Baekhyun tidak menyadari perubahan yang ada di wajahnya.

    “Taeyeon..aku tidak menyangka akan bertemu kembali dengamu disini.”ucap Baekhyun.

    Taeyeon yang masih membelakangi Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya, “Ne.”

    “Apa kau gadis yang melawan Yuri ?”tanya Baekhyun.

    Taeyeon langsung membalikkan tubuhnya lagi hingga kembali berhadapan dengan Baekhyun yang berada di sisi kanannya, “Kau..kau mengenalnya ?”tanya Taeyeon.

    Baekhyun mengangguk, “Tentu saja aku mengenalnya. Dia gadis yang manja..terutama padaku karena kami sudah berteman sejak kecil.”

    “Jinjja ?!”Taeyeon membulatkan matanya begitu mengetahui fakta lain mengenai gadis itu.

    “Ne..ak..”

    “Taeyeon !!”pekik Jessica yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar dengan senang karena mendapati Taeyeon sudah tersadar. Baekhyun hanya dapat memasang wajah masam karena Jessica telah menghancurkan momentnya dengan Taeyeon.

    “Jessica…”panggil Taeyeon lemah.

    Jessica langsung memeluk Taeyeon dengan erat, “Aku mencemaskanmu Taeyeon-ah..”isak Jessica.

    “Uljima..aku tidak apa-apa.”

    Chanyeol yang sejak tadi berada di belakan Jessica pun mengajak Baekhyun untuk pulang, “Apa sudah selesai urusanmu dengan Jessica ?”tanya Baekhyun.

    Chanyeol menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar, “Tentu saja. Kajja pulang..ini sudah malam.”ajak Chanyeol.

    Baekhyun kembali menatap Chanyeol yang kini tengah tersenyum bersama dengan Jessica,sebenarnya ia belum ingin pergi jauh dari gadis itu setelah pertemuan mereka waktu itu, “Baiklah..”ujar Baekhyun akhirnya,ia berpikir masih banyak waktu untuk menemui Taeyeon di kemudian hari. Lagipula kini ia sudah mengetahui dimana keberadaan gadis itu.

    Setelah Chanyeol dan Baekhyun pulang,Jessica dengan sabar menunggu Taeyeon yang masih merasa sangat kedinginan,lalu Jessica menyelimuti tubuh Taeyeon dengan selimut tebal yang baru ia ambil dari kamarnya, “Sudah lebih baik ?”tanya Jessica.

    “Ne..jauh lebih baik. Terima kasih.”ucap Taeyeon senang, “Andai aku memiliki kakak sepertimu..mungkin aku adalah adik paling bahagia di dunia ini.”ucapan Taeyeon kali ini berhasil membuat dada Jessica sesak,bayangan wajah Erika pun langsung terngiang dipikirannya, “Waeyo ?”tanya Taeyeon yang menyadari perubahan Jessica.

    Jessica pun menangis,hal itu semakin membuat Taeyeon bingung, “Saat melihatmu..aku teringat adikku yang sudah meninggal,mungkin jika ia masih hidup akan seumuran denganmu.”

    “Jinjja ? Bagaimana adikmu itu ?”tanya Taeyeon penasaran.

    “Dia satu tahun lebih muda daripada aku..dia adik yang sangat manis sama sepertimu.”Jessica menatap lekat-lekat Taeyeon, “Setiap melihat wajahmu..aku menjadi teringat adikku kembali. Erika..dia adik yang tak akan bisa kulupakkan. Aku telah mengingkari janjiku untuk menjaga Erika dengan baik. Jika ada keajaiban Erika kembali..aku berjanji akan membahagiakan dia meskipun dalam waktu yang tidak lama..”

    “Maksud tidak lama ?”

    “Anieya..lupakan. Sebaiknya kau tidur dulu,ne ?”Taeyeon mengangguk,lalu mulai menutup matanya pelan.

    Esoknya,Taeyeon berangkat ke kampus. Kali ini tidak hanya Chanyeol saja yang ikut,tapi juga Baekhyun yang entah kenapa tiba-tiba saja ingin berangkat bersama Chanyeol. Di sepanjang jalan,Baekhyun terus menceritakkan mengenai sikap Yuri yang terlalu berlebihan hingga membuat Taeyeon dan Chanyeol tertawa dengan begitu keras. Saat Taeyeon akan mengambil tisue yang ada di tasnya,tiba-tiba saja Taeyeon menemukkan amplop. Lama berpikir,akhirnya Taeyeon teringat jika kemarin ia mendapatkan sebuah amplop dari seorang mahasiswi. Taeyeon belum sempat membacanya bahkan hampir melupakkannya.

    Saat Baekhyun dan Chanyeol asyik berbicara,hal ini digunakkan Taeyeon untuk membaca surat itu.

    Annyeong Taeyeon…aku adalah penggemar beratmu sejak pertama kali kau masu ke dongguk. Kesanku terhadapmu..kau yeoja yang sangat baik dan aku suka dengan semua yang kau lakukan..aku mengagumimu sangat mengagumimu…Jika ingin tahu siapa aku..temui aku setelah sepulang sekolah besok di belakang halaman kampus. Aku menunggumu…

    Taeyeon menghela nafas pelan setelah membaca surat itu,konyol sekali jika ada seseorang yang mengaguminya dan ia langsung mengirimkan surat seperti ini. Butuh waktu lama bagi Taeyeon untuk memutuskan apakah ia akan menemuinya atau tidak. Jika ia menemui orang itu,ia takut jika orang itu bukan orang yang baik dan ingin berbuat jahat kepada Taeyeon. Namun disisi lain,ia tidak ingin di anggap tidak menghargai orang lain padahal selama ini ibunya mengajarkan kepadanya agar menghargai orang lain dan tidak boleh menyakiti hati orang lain.

    “Taeyeon..ada apa ?”tanya Baekhyun,Taeyeon langsung menyimpan amplop tadi ke dalam tasnya,lalu menatap Baekhyun seolah tidak terjadi apa-apa kepadanya.

    “Anieya..wae ?”tanya Taeyeon balik.

    Baekhyun menatap lekat-lekat Taeyeon,setiap tatapan mata Taeyeon membuat darahnya berdesir. Baekhyun langsung tersadar begitu Chanyeol menepuk punggungnya dengan pelan, “Yak ! Apa yang kau lakukan ?!”bentak Baekhyun.

    Chanyeol pun tertawa, “Ada apa dengan kalian ? Kenapa saling menatap seperti itu ?”

    Wajah Taeyeon pun memerah,ia langsung memalingkan wajahnya agar kedua namja itu tidak melihatnya, “Aish neo ! Aku tidak melakukan hal itu.”elak Taeyeon.

    “Panggil aku Oppa..kau memnggil Chanyeol yang seumuran denganku Oppa..panggil aku Oppa..arraseo ?”

    Taeyeon mendengus kesal sebelum menganggukkan kepalanya, “Ne..arrseo !”

    Sampai di kampus,Taeyeon langsung turun begitu pula Baekhyun, “Hati-hati..jika ada Yuri lebih baik kau menghindar. Aku tidak ingin trerjadi sesuatu yang buruk kepadamu.”ucap Baekhyun dengan wajah serius,hal itu membuat Taeyeon terenyuh karena baru kali ini ia melihat wajah Baekhyun yang tidak menunjukkan kebohongan,lalu Baekhyun membelai pelan puncak kepala Taeyeon, “Pergilah..”Chanyeol yang melihatnya hanya bisa terdiam dengan pikirannya sendiri. Entah apa yang ia pikirkan,lalu dengan cepat ia menarik Baekhyun agar segera sampai ke kelas sebelum dosen killer mereka masuk ke dalam kelas.

    Di sepanjang jalan menuju ke kelasnya,Taeyeon tidak berhenti memikirkan apa yang baru saja Baekhyun lakukan kepadanya. Berulang kali Taeyeon menyentuh puncak kepalanya sendiri,dimana tadi Baekhyun membelainya dengan sangat lembut, “Aish..apa yang kau pikirkan !”geram Taeyeon terhadap dirinya sendiri.

    Ketika akan sampai di kelasnya,Taeyeon langsung dihampiri oleh Tiffany yang selalu datang sebelum dia, “Ada apa ?”tanya Taeyeon,Tiffany langsung memberikkan setangkai bunga mawar serta selembar kertas kepada Taeyeon, “Dari siapa ?”tanya Taeyeon penasaran.

    “Kau bisa membacanya sendiri..mungkin penggemar rahasiamu.”Taeyeon pun langsun membaca isi kertas itu.

    Taeyeon..aku pengagum rahasiamu yang akan selalu mengawasimu dimana pun kau berada…

    Setelah membacanya,rasa ingin tahu Taeyeon terhadap orang itu semakin tinggi, “Aku harus menemuinya !”


    

Advertisements

79 comments on “[FREELANCE] Found Love (Chapter 3)

  1. mata rusa ?? gue ngerasa keknya ini psti luhan :3 ahh penasaran >.< chap slanjutnya jangan lama2 thor! fighting 😀

  2. kira2 itu surat dr siapa ya ?
    jangan2 itu dari yuri hanya untuk menjebak taeng
    kebetulan banget ya klo taeng adik kandungnya sica

  3. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s