[FREELANCE] Found Love (Chapter 2)


Title: Found Love Chapter 2

Author: Anke Putri a.k.a Park Ri Hyo

Cast : -Kim Taeyeon

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

-Kwon Yuri

-Jessica jung

-Xi Luhan

Other Cast    : You can find alone…

Length: Chaptered

Genre: Romance, School life, Sad,Comedy

Author Note:

Maaf bila penulisan ff ku ini kurang memuaskan..mohon kerjasamanya para readers…! Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ff ini…dont be silent readers…okay ?

Poster By :Hospital Art Design Aqueera Artposter .. gomawo !!

Preview: Introduction, Chapter 1

Chap 01..

    Yeoja itu menggelengkan kepalanya, “Anieya..kajja ikut aku !”yeoja itu terus memaksa Taeyeon hingga akhirnya Taeyeon mau menurutinya. Tak lama kemudian ada sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan mereka, “Ayo masuk !”Taeyeon pun menuruti ucapannya dan ikut masuk ke dalam mobil.

    Di dalam mobil,Taeyeon mengusapkan sapu tangan yang diberikan yeoja itu, “Apa tidak apa-apa ?”tanya yeoja itu cemas.

    “Ne..aku tidak apa-apa.”jawab Taeyeon.

    “Oh iya…siapa namamu ?”tanya yeoja itu.

    “Namaku..Kim Taeyeon.”

    Yeoja itu tersenyum, “Senang berkenalan denganmu…namaku….


************************

    Yeoja itu mengulurkan tangannya ke Taeyeon sambil tersenyum dengan ramah, “Namaku Jessica Jung..kau bisa memanggilku Jessica..hanya Jessica tidak ada ssi ataupun semacamnya.”

    “Baiklah Jessica..”

    Jessica pun menatap Taeyeon dengan seksama, “Kau terluka dengan cukup dalam Taeyeon…sekali lagi terima kasih.”ucap Jessica.

    Taeyeon pun tersenyum, “Gwaenchana..yang penting kau tidak apa-apa.”

    “Darimana kau ? Kenapa membawa tas sebesar ini ?”tanya Jessica sambil menatap tas yang dibawa oleh Taeyeon dengan penuh keheranan.

    Taeyeon meraih tasnya, “Aku berasal dari Jeonju..aku datang kesini karena suatu hal. Dan juga untuk pindah ke universitas yang aku inginkan.”

    “Jinjja ? Dimana ?”tanya Jessica semakin penasaran.

    “Dongguk.”jawab Taeyeon penuh keyakinan.

    “Benarkah ? Aku juga bersekolah disitu..tapi…”tiba-tiba Jessica merasa sedih,wajahnya pun berubah muram. Entah apa yang dia pikirkan,tapi tiba-tiba saja matanya berkaca-kaca, “Aku berhenti…”

    “Waeyo ??”tanya Taeyeon heran. Karena Taeyeon merasa aneh,ia merasa Jessica orang yang cukup mampu mungkin dapat dikatakan milyader tapi kenapa ia tidak melanjutkan sekolahnya. Setelah lama berpikir,akhirnya Taeyeon memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi karena itu bukan urusannya.

    “Kau akan tahu nanti.”ujar Jessica penuh misteri.

    Lalu Jessica berpesan kepada sopirnya, “Bisakah kau berhenti di rumah sakit ?”pinta Jessica.

    Sopir Jessica pun mengangguk, “Tentu saja.”

    Perjalanan menuju ke rumah sakit cukup panjang hingga membuat Taeyeon dan Jessica berbicara dengan cukup banyak. Taeyeon merasa semakin nyaman dengan keberadaan Jessica. Gadis itu sangat cantik,baik bahkan kaya,namun ia tidak sombong seperti gadis kaya seperti umumnya,ia seseorang yang easy going sehingga membuat orang yang baru ia kenal seperti sudah mengenalnya dengan cukup lama,hal inilah yang dirasakkan Taeyeon. Hal yang dirasakkan Jessica tidak jauh beda dari Taeyeon,ia sudah menganggap Taeyeon sebagai saudaranya sendiri hingga ia merasa baru kali inilah ia menemukkan seseorang yang mampu membuatnya nyaman meskipun baru saja bertemu.

    Tak terasa sampailah mereka di rumah sakit. Dengan dibantu oleh Jessica,Taeyeon masuk ke dalam rumah sakit. Saat Taeyeon tengah ditangani oleh dokter,Jessica dengan sabar menunggunya di depan ruang penanganan. Tak lama kemudian Taeyeon keluar dengan perban yang menutupi lukanya, “Kau tidak apa-apa ?”tanya Jessica.

    “Aku tidak apa-apa.”Taeyeon pun mengambil tasnya yang sejak tadi ia bawa,namun Jessica mencegahnya.

    “Kau ingin pergi kemana ?”tanya Jessica.

    Taeyeon menggeleng, “Aku tidak tahu..tapi aku akan mencari kontrakan di sekitar universitas.”

    Jessica menghela nafas sebentar,lalu kembali menatap Taeyeon dengan intens, “Tinggalah bersamamu. Aku masih membutuhkanmu…bukan hanya sebagai teman ataupun sahabat. Namun sebagai saudara..”

    Taeyeon kembali menggelengkan kepalanya,ia merasa sungkan mendapatkan bantuan dari orang yang baru saja ia kenal, “Jessica..maafkan aku tapi…”

    “Tidak ada penolakan..kumohon..masih banyak suatu hal yang harus kuceritakan kepadamu. Aku membutuhkanmu,jebal ?”pinta Jessica sambil menggenggam erat tangan Taeyeon,ia terlihat sangat berharap Taeyeon mau tinggal di tempatnya bukan hanya karena Taeyeon telah menyelamatkannya tapi juga karena suatu hal yang lebih penting.

    Taeyeon berpikir sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya, “Baiklah..”Jessica terlihat senang dengan jawaban Taeyeon,lalu ia memeluk Taeyeon dengan sangat erat,

    Jessica membawa Taeyeon ke rumahnya. Taeyeon terlihat sangat terpukau dan tidak dapat menutup mulutnya begitu mobil Jessica memasuki kawasan perumahan yang cukup elite. Rumah Jessica memang berada di kawasan elite Seoul sehingga banyak sekali rumah-rumah mewah berjejer. Taeyeon yang jarang melihat rumah mewah seperti itu tidak bisa melepas senyumnya,Jessica yang melihat kebahagiaan Taeyeon hanya bisa mengulum senyumnya. Mobil Jessica terus berjalan hingga berbelok ke sebuah rumah yang cukup mewah. Mobil Jessica masuk ke dalam pekarangan yang cukup luas di rumah mewah itu,hingga mobil itu berhenti tepat di depan pintu masuk rumah, “Kajja turun !”sopir Jessica pun membukakan pintu untuk Jessica dan Taeyeon hingga membuat Taeyeon merasa menjadi seorang putri kerajaan yang hanya dapat ia lihat melalui acara televisi.

    Setelah turun,Jessica membawa Taeyeon masuk ke dalam rumah. Rumah Jessica cukup sepi hingga membuat Taeyeon kebingungan,tidak ada pelayang sama sekali bahkan tidak ada suara orang lain kecuali jam dinding yan berdentang, “Dimana semua orang ?”tanya Taeyeon bingung.

    “Meskipun aku memiliki sopir..bukan berarti aku memiliki pelayan. Kau berpikir meskipun aku memiliki rumah sebesar ini…berarti aku memiliki banyak pelayan bukan ? Kau salah.”tebak Jessica seperti sudah tahu isi dari pikiran Taeyeon.

    Taeyeon yang merasa malu pun hanya mengangguk, “Kau tinggal sendiri ?”

    Jessica mengangguk pelan, “Ne.”

    “Dimana seluruh keluargamu ?”tanya Taeyeon,ekspresi Jessica pun tiba-tiba saja berubah begitu Taeyeon menyingung tentang keluarganya. Taeyeon yang melihat perubahan di dalam diri Jessica pun merasa bersalah, “Mianhae..karena..”

    “Gwaenchana..di rumah ini aku tidak memiliki siapapun bahkan keluarga..aku tidak memilikinya. Kedua orang tuaku serta adik perempuanku meninggal dalam insiden kecelakaan yang mereka alami beberapa tahun yang lalu.”ucap Jessica.

    Taeyeon pun merasa sedih dengan kenyataan pahit yang di alami oleh Jessica, “Maafkan aku.”

    Jessica menggeleng, “Anieya..gwaenchana. Tidak perlu sungkan menanyakkan hal itu kepadaku..kajja ikut aku..aku akan menunjukkan kamar untukmu.”Taeyeon pun mengangguk,lalu ia mengikuti langkah Jessica menuju ke lantai dua.

    “Kau tahu…meskipun tidak memiliki pelayan. Aku masih sering memanggil jasa maid untuk membersihkan rumah ini..cukup 3 hari sekali atau seperlunya saja.”cerita Jessica sambil tetap berjalan,Taeyeon yang mendengarnya hanya bisa menganggukkan kepalanya.

    Sampai di depan sebuah pintu ruangan,Jessica membukanya dengan perlahan,lalu menengok ke dalam sebelu berbalik untuk memberitahukkan sesuatu ke Taeyeon, “Beruntung..hari ini aku sudah memanggil maid untuk membersihkan kamarmu. Kajja masuk !”Jessica menarik Taeyeon dengan paksa menuju ke kamar Taeyeon.

    Taeyeon tidak dapat menutupi kekagumannya begitu melihat ruangan yang akan menjadi kamarnya itu,luasnya mungkin 4 kali lipat dari kamar yang dimiliki Taeyeon sebelumnya. Di kamar itu ada sebuah ranjang berukuran king size yang terlihat sangat empuk. Tak lupa juga ada sebuah ruangan yang belum Taeyeon ketahui, “Itu ruang apa ?”tanya Taeyeon penasaran.

    “Itu kamar mandi pribadi untukmu.”sekali lagi mata Taeyeon membulat dengan begitu sempurna mendengar kata kamar mandi pribadi yang diperuntunkan khusus untuknya,karena kini ia tidak akan antri lagi hanya untuk mandi atau berendam.

    Mata Taeyeon terus menelusuri setiap isi kamar itu mulai dari barang-barang furniture serta elektronik yang lengkap seperti televisi dan ac. Kini Taeyeon membayangkan,Taeyeon mungkin akan membayar mahal fasilitas seperti ini jika ia mencari sebuah kontrakkan yang sama seperti kamarnya saat ini, “Berapa biaya yang dapat kukeluarkan setiap tahunnya ?”tanya Taeyeon kepada Jessica.

    Jessica menatap Taeyeon sebentar,sebelum tertawa dengan cukup keras. Taeyeon mengangkat kedua alisnya,bingung dengan apa yang ditertawakkan oleh Jessica, “Kau bercanda ? Aku memberikkan semua fasilitas ini secara gratis..bahkan jika kau merusak salah satu atau mungkin semua barang yang ada di sini aku tak akan menuntut apapun padamu. Yan terpenting kau mau menjadi saudaraku,arraseo ? Cukup menjadi saudara yang selalu ada untukku.”ucap Jessica.

    Taeyeon langsung memeluk Jessica dengan erat, “Gomawo Jess..aku tidak tahu harus membalas jasamu ini seperti apa.”

    “Tidak perlu. Oh iya..kau bisa pergi ke balkon yang ada disana !”Jessica menunjuk ke sebuah balkon yang baru Taeyeon sadari keberadaannya,padahal sejak tadi ia mengedarkan seluruh pandangannya ke seluruh sudut ruangan,ia mengira balkon itu jendela karena pada saat itu balkon tengah ditutupi oleh tirai.

    “Bolehkah ?”tanya Taeyeon memastikkan.

    Jessica mengangguk, “Tentu saja..kau dapat memasukkan barang-barangmu ke dalam lemari. Aku pergi sebentar untuk membeli makanan..kau dapat beristirahat atau mandi.”

    Taeyeon langsung menggangguk cepat, “Okay..captain !!”

    Setelah Jessica pergi,Taeyeon berjalan menuju ke balkon, “Huwaa…indah sekali !!”pekik Taeyeon begitu melihat pemandangan dari balkon kamarnya. Terlihat Sungai Han serta jembatan banpo yang setiap malamnya mengeluarkan cahaya pelangi yang begitu indah dari air mancurnya. Kota Seoul pun terlihat sangat kecil jika di pandang dari atas. Taeyeon bersyukur karena saat ia baru menginjakkan kaki di Seoul dapat bertemu dengan orang sebaik Jessica. Andai saja Jessica saudara kandungnya,mungkin Taeyeon tidak akan menderita seperti saat tinggal bersama dengan ayahnya.

    Malamnya,Taeyeon yang sudah mandi langsung turun untuk menemui Jessica yang memintanya untuk makan malam. Sampai di ruang makan,Taeyeon melihat seorang namja tengah berbicara dengan Jessica,sesekali namja itu menggenggam tangan Jessica dengan erat. Taeyeon pun langsung berpikir jika namja itu adalah pacar Jessica, “Jess..”panggil Taeyeon,sontak Jessica dan namja itu langsung menoleh ke arah Taeyeon.

    Jessica pun tersenyum manis ke arah Taeyeon, “Ah..akhirnya kau datang. Sejak tadi kami menungumu..Oppa perkenalkan dia gadis yang aku ceritakan tadi,namanya Taeyeon.”

    Taeyeon pun mengulurkan tangannya ke namja itu, “Kim Taeyeon imnida.”

    “Park Chanyeol imnida.”setelah memperkenalkan dirinya,Chanyeol terlihat menatap Taeyeon dengan aneh hingga membuat Taeyeon salah tingkah.

    “Ayo makan…”mereka bertiga pun mulai memakan hidangan yang sudah disiapkan oleh Jessica.

    Setelah makan,mereka pun duduk di ruang keluarga untuk melihat acara televisi favorite Jessica yang juga disukai oleh Taeyeon. Mereka berdua nampak menikmati acara itu,berbeda dengan Chanyeol yang nampak tidak menyukainya dan ia lebih memilih untuk memainkan game di ponselnya. Perlahan Jessica tidur di bahu Chanyeol,Taeyeon yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum karena jarn sekali ia melihat orang yang tengah bermesraan secara langsung, “Sejak kapan kalian menjalin hubungan ?”tanya Taeyeon.

    “Sejak 2 tahun yang lalu.”jawab Jessica.

    Taeyeon mengangguk, “Ah..lama juga. Kalian juga sangat cocok.”

    “Jinjja ? Ah..banyak orang mengatakkan hal itu kepada kami.”

    “Semoga kalian dapat segera menikah.”ucapan Taeyeon kali ini tidak membuat Jessica bahagia,malah membuatnya sedih,wajahnya pun berubah muram,hal itu pun disadari baik oleh Chanyeol dan Taeyeon.

    “Aku dengar kau akan kuliah di Dongguk ?”tanya Chanyeol mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak semakin tegang.

    “Ne Oppa..”

    “Beruntung sekali..aku juga bersekolah disana.”

    Jessica yang mulanya sedih kini tersenyum kembali dan menyahut ucapan Chanyeol, “Oppa..bisakah besok kau menjemput Taeyeon. Dia baru masuk besok,kau bisa membimbingnya bukan ?”

    Tanpa berpikir banyak Taeyeon langsung mengangguk, “Tentu saja..besok aku akan menjemputnya.”

    Taeyeon yang merasa tidak enak pun mencoba menolaknya, “Tidak usah..aku bisa berangkat sendiri.”

    Jessica langsung menyahut, “No..no..no kau harus di dalam bimbingan orang yang mengetahui seluk beluk kampus. Tidak ada penolakkan.”Taeyeon memang harus mengakui kebaikan sahabatnya itu,ia tidak memiliki rasa cemburu sedikit pun.

    “Baiklah..”ujar Taeyeon akhirnya.

    Esoknya sesuai janji,Chanyeol menjemput Taeyeon. Taeyeon yang sudah siap langsung menghampiri Chanyeol yang nampak sudah menunggu di bawah bersama dengan Jessica. Tampilan Taeyeon kali ini berbeda dari biasanya karena tadi pagi Jessica yang kurang puas dengan make up yang Taeyeon gunakan mencoba untuk memake over kembali wajah Taeyeon dengan make up miliknya. Serta tak lupa juga ia menata rambut serta baju Taeyeon hingga membuat Taeyeon nampak sangat berbeda. Chanyeol yang melihat perubahan Taeyeon itu nampak tidak bisa mengedipkan matanya hingga Jessica menepuk pundaknya, “Cha..sekarang berangkatlah sebelum terlambat.”Jessica mendorong Taeyeon ke luar diikuti Chanyeol yang berada di belakang Taeyeon.

    Setelah Taeyeon dan Chanyeol masuk ke mobil,tiba-tiba saja Jessica merasakkan ada sesuatu yang hangat keluar dari hidungnya,Jessica yang menyadari hal itu malah tersenyum, “Kau datang lagi ? Apa kau berniat menjemputku sekarang ? Kumohon jangan sekarang.”ucap Jessica.

    Di dalam mobil,Taeyeon terus bertanya mengenai kehidupan di Seoul kepada Chanyeol karena baru kali ini ia datang ke Seoul,ia hanya bisa melihat keadaan Seoul melalui televisi sehingga membuatnya berniat untuk tinggal di Seoul, “Kenapa kau datang ke Seoul ?”tanya Chanyeol begitu Taeyeon selesai menanyakkan hal-hal yang tidak ia ketahui mengenai Seoul.

    Taeyeon nampak ragu menceritakkannya ke Chanyeol karena baru Jessica lah yang ia ceritakkan mengenai kehidupannya, “Apakah aku harus menceritakkannya ?”tanya Taeyeon.

    Chanyeol terkekeh melihat kepolosan Taeyeon, “Tentu saja..jika tidak kau ceritakkan juga tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksamu.”

    Taeyeon yang merasa tidak enak terhadap Chanyeol langsung menyahut, “Aku akan menceritakkannya.”

    “Baiklah..silahkan.”

    Taeyeon mulai menceritakkan tentang kehidupan keluarganya di Jeonju,mulai dari ayahnya yang belum berubah seperti saat ini hingga sekarang. Chanyeol mendengarkannya dengan penuh perhatian,diam-diam ia merasa kasihan terhadap Taeyeon karena sudah mengalami hal yang berat,sangat kontras sekali dengan kehidupannya yang penuh dengan kebahagiaan. Tak terasa air mata Taeyeon mulai mengalir saat mulai menceritakkan tentang ibunya yang rela terluka hanya demi membela Taeyeon, “Kau tahu..kenapa aku terpaksa pergi meninggalkan eomma ?”tanya Taeyeon,Chanyeol menggeleng pelan, “Karena appaku berniat untuk menjualku ke rentenir,ia memiliki banyak hutang ke rentenir itu hingga rela menjualku.”

    Chanyeol pun terkejut mendengar cerita Taeyeon kali ini, “Bagaimana bisa seorang ayah tega menjual putrinya sendiri. Benar-benar keterlaluan !”geram Chanyeol membayangkan betapa kejamnya Tuan Kim terhadap putrinya.

    “Maka dari itu..eomma rela memberikkanku uang simpanannya selama ini untuk kebutuhanku di Seoul..aku sangat menyayangi eomma.”ucap Taeyeon sambil membayangkan wajah ibunya.

    “Benar…ibumu memang yang terbaik.”puji Chanyeol.

    Tak terasa sampailah mereka di kampus. Setelah turun dari mobil,Chanyeol mencoba untuk mengantarkan Taeyeon ke kantor untuk mengkonfirmasi kepindahannya. Dengan sabar Chanyeol menunggunya,saat tengah menunggu Taeyeon tiba-tiba saja ada seseorang menepuk Chanyeol dengan cukup keras, “Yak ! Apa yang kau lakukan ?!”bentak Chanyeol ke namja yang menepuknya dengan keras itu.

    “Kau terlalu berlebihan sekali.”ucap namja itu sambil mencibir ke arah Chanyeol.

    “Aish..kau benar-benar tidak berubah Baekhyun-ah !”keluh Chanyeol kepada Baekhyun.

    “Mianhae Yeolli..apa yang kau lakukan disini ?”tanya Baekhyun heran.

    “Mengantar seseorang yan baru pindah ke kampus ini.”jawab Chanyeol.

    “Nuguseyo ?”Baekhyun terlihat sangat penasaran dengan orang yang di antar oleh Chanyeol.

    “Kau akan mengetahuinya nanti.”

    Saat Baekhyun asyik berbicara dengan Chanyeol,tiba-tiba saja ada seorang yeoja merangkul lengan Baekhyun dengan tiba-tiba. Baekhyun yang sudah hafal siapa orang itu langsung menepis keras tangannya hingga terlepas dari lengan Baekhyun, “Apa yang kau lakukan Yuri ?”Baekhyun terlihat bosan dengan kehadiran gadis bertubuh proposional yang selalu menggunakan pakaian seksi itu. Wajar saja penampilannya terbilang sangat berlebihan karena gadis bernama lengkap Kwon Yuri itu adalah seorang model.

    Chanyeol pun membisikkan sesuatu ke telinga Yuri, “Sebaiknya kau urus dia..aku tidak suka dengan gadis itu.”

    Dengan sangat terpaksa,Baekhyun pun menuruti ajakkan Yuri yang entah mau pergi kemana,Chanyeol yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.

    Ckrek..

    Tepat saat itu,Taeyeon keluar dari kantor, “Bagaimana ?”tanya Chanyeol.

    “Dimana kelas musik ?”

    “Kajja aku tunjukkan kelasnya.”Taeyeon pun mengikuti langkah Taeyeon menuju ke lantai atas.

    Sampai di depan kelas yang di maksud Chanyeol,terdengar bunyi musik instrumental yang begitu lembut. Taeyeon merasa hatinya sangat damai mendengarkan alunan musik instrumental yang begitu lembut itu, “Masuklah..mungkin kelas akan segera dimulai.”

    Taeyeon pun mengangguk. Sebelum masuk ke kelas,Taeyeon melambaikkan tangannya ke Chanyeol,Chanyeol pun membalasnya sambil berkata lirih, “Fighting !”setelah Chanyeol pergi,Taeyeon langsung masuk ke dalam kelasnya.

    Begitu Taeyeon masuk ke dalam,Taeyeon terpukau melihat sebagian mahasiswa tengah memainkan alat musik, “Anyeong !”sapa seseorang,Taeyeon pun menoleh,lalu ia mendapati seorang yeoja dengan mata sipit menyapanya dengan ramah. Taeyeon membalas senyuman yeoja itu dengan lebar, “Kau mahasiswi baru di kelas ini ?”

    “Ne..baru hari ini aku mulai kuliah disini.”

    Yeoja itu nampak mengangguk-anggukkan kepalanya, “Namaku Hwang Mi Young..itu nama koreaku. Namaku yang sebenarnya adalah Stephanie Hwang tapi aku tidak terlalu menyukai nama itu jadi aku mengubahnya menjadi Tiffany Hwang.”

    “Ah..aku Kim Taeyeon. Senang berkenalan denganmu Miyoung.”ucap Taeyeon.

    Tiffany nampak tidak suka dengan panggilan Miyoung yang ditujukkan Taeyeon kepadanya,lalu ia mendekati Taeyeon dan membisikkan sesuatu di telinganya, “Meskipun Miyoung nama koreaku..bisakah kau tidak memanggilku dengan nama itu..aku membencinya. Cukup panggil aku Tiffany..arraseo ?”

    “Ne..arraseo.”

    Tiffany menghela nafas lega,lalu ia menarik Taeyeon masuk ke dalam kelas, “Perhatian semuanya !”seru Tiffany,sontak semua mahasiswa yang ada di kelas menghentikkan aktivitas mereka,kini mereka fokus kepada Taeyeon, “Di kelas kita akan ada mahasiswi baru..namanya Kim Taeyeon dan dia….”Tiffany menghentikkan ucapannya sebentar untuk menanyakan sesuatu hal kepada Taeyeon yang belum ia tahu, “Kau pindahan dari mana ?”

    Taeyeon pun ingin tertawa begitu menyadari tingkah lucu Tiffany, “Jeonju..aku pindahan dari Jeonju University di jurusan musik juga.”jawab Taeyeon sambil menahan tawanya,jika tawanya meledak sekarang mungkin Tiffany akan marah padanya karena Tiffany tipe orang yang tidak suka dipermalukkan. Seperti tadi..saat Taeyeon salah menyebut namanya,ia terlihat marah dan tidak menyukainya,meskipun Tiffany nampak seperti yeoja yang ceria dan tidak ada masalah,namun disisi lain Tiffany juga seorang yeoja yang sensitif.

    “Ah..ne ! Dia pindahan dari Jeonju University jurusan musik !”seru Tiffany,semua mahasiswa nampak mengangguk-anggukkan kepalanya.

    “Salam kenal !”ucap Taeyeon dengan bahagia.

    “Kembali mainkan alat musik kalian !!”semua mahasiswa kini kembali fokus dengan alat musik mereka, “Hari ini dosen membebaskan kami untuk memainkan alat musik. Selama kau kuliah di Jeonju,apa yang telah kau pelajari ?”tanya Tiffany.

    “Aku tidak terlalu mahir alat musik..namun aku bisa menyanyikkan trot dengan baik.”jawab Tiffany.

    Tiffany mengedipkan matanya berulang kali sebelum kembali berbicara, “Arraseo..tapi kau bisa memainkan biola bukan ?”

    Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Anieya..dulu aku pernah mematahkan berulang kali.”

    Tiffany menghembuskan nafasnya pelan, “Piano ? Harpa ? Seruling ?…”Tiffany menyebutkan semua jenis alat musik,namun Taeyeon selalu menggelengkan kepalanya hingga membuat Tiffany menyerah, “Apa yang kau bisa ?”

    “Hanya bernyanyi dan memainkan gitar..itu saja.”

    “Ya..gitar ! Kau bisa memainkannya ? Kenapa tidak mengatakkan iya saat aku…”Tiffany menghentikkan ucapannya begitu menyadari sesuatu hal.

    “Sejak kau berbicara tadi..kau sama sekali tidak menyebutkan gitar Nona Tiffany.”tegas Taeyeon.

    Tiffany pun menjadi salah tingkah,lalu ia memberikkan gitar yang tergeletak tak jauh darinya kepada Taeyeon, “Coba kau mainkan gitar ini sambil menyanyikkan sebuah lagu dihadapan kami.”pinta Tiffany,dengan ragu Taeyeon mengambil gitar yang diberikkan oleh Tiffany.

    “Ta..tapi ak..”

    “Teman-teman..silahkan berhenti sekarang karena teman baru kita akan menyanyikkan sebuah lagu !!”seru Tiffany yang berhasil membuat seluruh mahasiswa menghentikkan aktivitasnya,lalu meletakkan alat musik mereka, “Duduklah..lalu pakai mic yang ada dihadapanmu. Silahkan bernyanyi !”

    Taeyeon pun duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh Tiffany,lalu Taeyeon mulai memetik gitar dengan perlahan,namun semakin lama semakin cepat seiring dengan semangat yang diberikkan oleh seluruh teman-temannya,mereka bertepuk tangan untuk Taeyeon yang di koordinasi oleh Tiffany. Setelah lama melakukan intro,Taeyeon pun mulai menyanyikkan sebuah lagu.

Wollyoiren ama bappeuji anheulkka
Hwayoildo seonggeuphae boiji an geurae
Suyoireun mwonga eojeongjjeonghan neukkim
Mogyoireun geunyang naega waenji sirheo

Oooh~ ibeon ju geumyoil
Oooh~ geumyoire sigan eottaeyo

Jumalkkaji gidarigin himdeureo
Sigana dallyeora sigyereul
Deo bochaego sipjiman (mind control)

Il bun il choga dalkomhae
I namja dodaeche mwoya
Sarange ppajiji ankon mot baegigesseo
On jongil nae mameun jeogi sigyebaneul wie ollata
Han kanssik geudaeege deo gakkai

U~ ibeon ju geumyoil
U~ geumyoire sigan eottaeyo
Ttakhi bogo sipeun yeonghwaneun eobtjiman
Ttakhi meokgo sipeun menyuneun eobtjiman

Jumalkkaji gidarigin himdeureo
Sigana dallyeora sigyereul
Deo bochaego sipjiman (mind control)

Ilbun ilchoga dalkomhae
I namja dodaeche mwoya
Sarange ppajiji ankon mot baegigesseo
On jongil nae mameun jeogi sigyebaneul wie ollata
Han kanssik geudaeege deo gakkai

Na mwongae hollin geot gata
I yeojan dodaeche mwoya
Saranghaejuji ankoneun mot baegigesseo
Doraoneun ibeon ju geumyoire mannayo
Geunal nae mameul deo gajyeogajwoyo

Deo gakkai deo gakkai wayo deo gakkai

    Setelah Taeyeon menyelesaikkan lagunya,semua orang yang ada di ruangan itu bertepuk tangan dengan meriah, “Tidak dapat diragukkan lagi..suaramu sungguh bagus. Bagaimana ? Semua setuju kan ?”tanya Tiffany kepada seluruh temannya,tanpa ragu mereka semua langsung menyetujuinya tanpa ragu.

    Pulang dari kuliah,Taeyeon menunggu Chanyeol yang masih sibuk dengan urusannya di depan gerbang kampus. Saat tengah menunggu,tiba-tiba saja ada sebuah mobil mewah yang pasti bukan milik Chanyeol berhenti tepat di depan Taeyeon,orang yang berada di mobil itu pun membuka kaca mobilnya, “Tiffany !”seru Taeyeon tidak percaya begitu melihat teman barunya itu duduk di belakang kursi kemudi.

    “Hai..kau sedang apa disini ?”tanya Tiffany sambil melepas kacamata hitamnya yang sejak tadi bertengger di hidungnya.

    “Menunggu seseorang.”jawab Taeyeon.

    “Nuguseyo ?”tanya Tiffany.

    “Chanyeol Oppa.”jawab Taeyeon.

    Tiffany nampak tidak suka ketika Taeyeon menyebut nama Chanyeol, “Si bodoh itu ? Kau kenal dengannya ?”tanya Tiffany.

    “Tentu saja..”

    “Aish..sebaiknya kau berhati-hati dengannya..dia benar-benar namja buruk yang pernah kukenal..apalagi jika sedang bersama dengan sahabatnya yang satu itu.”pesan Tiffany.

    “Siapa sahabat Chanyeol Oppa ?”

    “Kau akan mengetahuinya nanti..aku pergi dulu,ne ? Ada urusan penting yang harus segera kukerjakkan.”

    “Ne..hati-hati !”

    Tak lama setelah Tiffany pergi,mobil Chanyeol berhenti tepat di depan Taeyeon, “Masuk !”seru Chanyeol,Taeyeon pun langsung masuk ke dalam mobil Chanyeol.

    Saat Chanyeol mulai mengemudikkan mobilnya,Taeyeon pun bertanya suatu hal kepadanya, “Oppa..apa kau kenal dengan Tiffany ?”

    “Ne,wae ? Dia satu kelas denganmu bukan ? Dia gadis yang aneh..”

    “Tidak juga..dia baik.”sahut Taeyeon tidak terima dengan komentar Chanyeol mengenai Tiffany.

    “Bagiku tidak..dia gadis penggila warna pink yang gila. Kami sahabat saat SMA.”

    “Jinjja ?”Taeyeon terlihat tidak percaya dengan apa yang Chanyeol katakan.

    “Ne..jadi aku lebih lama mengenalnya. Sudah..jangan bahas gadis itu lagi.”Taeyeon pun menurut dan memilih untuk diam.

    Sampai di rumah Jessica,Taeyeon langsung turun dari mobil Chanyeol, “Kau tidak ikut turun Oppa ? Tidak ingin mengunjungi Jessica ?”tanya Taeyeon.

    Chanyeol menggeleng cepat, “Anieya..aku memiliki urusan yang harus segera kukerjakkan.”

    “Baiklah..hati-hati di jalan !”setelah Chanyeol pergi,Taeyeon langsung masuk ke dalam rumah.

    Di dalam rumah,Taeyeon merasa aneh karena rumah begitu sepi,yang ada hanya maid yang kebetulan memiliki jadwal membersihkan rumah Jessica. Maid itu belum cukup tua,Taeyeon pun mendekati maid itu, “Jogiyo…dimana Jessica ?”tanya Taeyeon.

    Maid itu nampak menatap Taeyeon dengan heran karena baru kali ini ia melihat Taeyeon berada di rumah itu. Menyadari maid itu begitu bingung dengan kehadirannya,Taeyeon langsung memperkenalkan dirinya, “Naneun Kim Taeyeon imnida. Saya teman Jessica,dan baru kemarin saya mulai tinggal disini.”ujar Taeyeon.

    Maid itu pun akhirnya tersenyum mengerti, “Ah…ne. Mianhae karena saya pikir…”

    “Gwaencahana.”sahut Taeyeon, “Dimana Jessica bibi…”

    “Nama saya Jang Daebin.”ucap maid itu dengan lembut.

    “Ah..ne Bibi Jang. Kemana Jessica ?”Taeyeon mengulangi pertanyaan yang belum dijawab oleh Bibi Jang.

    “Nona Jessica tengah pergi ke rumah sakit.”

    Taeyeon nampak cemas begitu mendengar Jessica pergi ke rumah sakit,ia takut jika ada sesuatu yang terjadi kepada Jessica, “Apa yang dia lakukan ? Apa dia sakit ?”tanya Taeyeon.

    Bibi Jang menggeleng, “Saya kurang tahu. Anda bisa menanyakkannya nanti.”

    “Baiklah..saya pergi dulu.”Taeyeon langsung berlari menuju ke kamarnya untuk mencari ponselnya yang sengaja tidak ia bawa. Dengan panik Taeyeon mencari nama Jessica di kontak ponselnya,Taeyeon sudah memiliki kartu sim baru untuk ponselnya,kemarin Jessica lah yang membelikannya kartu sim, “Yeobeosseyo ? Jessica !”seru Taeyeon begitu Jessica mengangkat teleponnya. Diujung sana nampak Jessica yang mencoba menahan tawanya begitu mendengar suara Taeyeon yang penuh dengan kekhawatiran.

    “Ada apa ?”tanya Jessica sambil masuk ke dalam mobilnya karena ia sudah menyelesaikkan urusan penting yang harus ia selesaikkan di rumah sakit,entah apa yang dilakukan Jessica di rumah sakit,hanya Jessica,dokter yang menangani Jessica serta Tuhan lah yang tahu.

    “Dimana kau ? Apa benar kau ke rumah sakit ? Apa yang terjadi ? Kau…”Taeyeon menghentikkan ucapannya begitu mendengar suara tawa Jessica yang begitu keras.

    “Haha..aku tidak apa-apa hanya mengecek kesehatanku saja. Kau sudah makan ? Kau harus makan agar tidak sakit.”ujar Jessica.

    Taeyeon berdecak kesal,karena orang yang ia cemaskan malah ganti mencemaskan dirinya, “Aish..aku mempedulikanmu Nona Jung…tapi kenapa kau malah balik mencemaskanku ?”kesal Taeyeon.

    “Kim Taeyeon..jawab pertanyaanku. Arraseo ?”

    Taeyeon menghela nafas sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Jessica, “Aku belum makan karena baru saja aku pulang dari kuliah.”

    “Jinjja ? Kau belum makan ? Akan kubelikkan makanan sekarang,ne ?”

    “Jess ak..”

    Klik..

    Jessica mematikan sambungan ponselnya secara sepihak hingga membuat Taeyeon merasa tidak enak karena membuat Jessica harus membelikkan makanan untuknya,padahal bisa saja ia membeli bahkan membuat makanan sendiri tanpa harus menyusahkan Jessica,namun bagaimana lagi Jessica sudah memastikkan dirinyalah yang membeli makanan, “Jessica..kau memang memang gadis menyebalkan.”gerutu Taeyeon.

    Di sisi lain,di sebuah gedung terlihat beberapa orang tengah mempersiapkan sebuah pemotretan yang sebentar lagi akan dilakukan. Di antara mereka terdapat seorang yeoja dengan penampilan anggun yang tak lain adalah model dari pemotretan itu, “Yuri..kau harus bersiap sekarang !”

    “Ne.”sebelum Yuri melakukan pemotretan,ia menghampiri Baekhyun yang tengah menungguinya dengan bosan, “Aku pergi dulu. Tunggu aku !!”Yuri pun segera pergi ketempat pemotretan.

    Baekhyun yang hari ini terpaksa mengikuti ajakan Yuri terlihat malas-malasan menatap Yuri yang meskipun tengah dipotret tapi masih sering mencuri pandang ke arah namja yang sudah ia anggap seperti pacarnya,padahal ia dan Baekhyun tidak memiliki hubungan apa-apa,bahkan Baekhyun tidak menyukai gadis itu. Meksipun Yuri gadis yang cantik dan terkenal karena profesi modelnya,namun gadis itu memiliki sifat yang sangat tidak di sukai Baekhyun seperti sombong dan manja. Sifat sombong Yuri terbukti karena ia tidak suka bergaul dengan orang yang berada di bawahnya dan di anggap tidak sejajar dengannya. Sedangkan sifat manja Yuri sudah banyak bukti yang Baekhyun dapati darinya,seperti saat ini,Baekhyun dipaksa untuk mengantarnya ke pemotretan,jika tidak Yuri akan mengancamnya dengan melempar sepatu hak tingginya yang memiliki hal yang sangat tajam ke mobil Baekhyun. Tentu saja Baekhyun tidak ingin mobil kesayangannya yang terkenal itu rusak ataupun lecet hanya karena ia tidak menuruti sifat kekanakan yeoja itu.

    Saat tengah menunggu Yuri,tiba-tiba saja Baekhyun mendapatkan telepon dari Chanyeol,Baekhyun sanat bersyukur disaat genting seperti ini sahabatnya itu dapat datang membantunya, “Yeobeseyo ?”

    “Kau dimana ?”tanya Chanyeol.

    “Biasa..aku menungu tuan putri yang tengah menekuni pekerjaanya.”jawab Baekhyun kesal.

    Chanyeol nampak tertawa di seberang sana, “Kau mau ? Coba tolaklah dia sekali saja..”

    “Kau mau mobilku rusak hanya karena sepatu hak tingginya ? Aish…tolonglah aku.”pinta Baekhyun.

    “Perlukah ?”tanya Chanyeol yang semakin membuat emosi Baekhyun meluap-luap.

    “Perlu sekali,ppali datang kemari !!”seru Baekhyun.

    “Kau hanya perlu memberikkan ponselmu ini ke Yuri dengan wajah sedih..aku akan mencoba berbicara dengannya.”

    “Kau yakin ?”tanya Baekhyun mencoba memastikkan.

    “Tentu saja..ppali !!”Baekhyun pun langsung memberikkan ponselnya kepada Yuri yang sudah menyelesaikkan sesi pemotretannya yang pertama.

    “Chanyeol ingin berbicara suatu hal kepadamu.”Yuri yang heran pun langsung menerima ponsel Baekhyun dan mencoba untuk berbicara dengan Chanyeol.

    Baekhyun terus memperhatikkan ekspresi wajah Yuri selama Yuri berbicara dengan Chanyeol. Baekhyun hampir tertawa begitu melihat ekspresi Yuri yang begitu menyedihkan. Baekhyun memang dapat mengandalkan Chanyeol dalam urusan berakting,ia yakin kali ini Yuri berhasil terbujuk dengan kebohongan Chanyeol, “Oppa..”Yuri memberikkan ponsel Baekhyun kembali.

    “Ne ?”Baekhyun pun kini berakting seolah olah ia sedih,mengikuti skenario yang dibuat oleh Chanyeol.

    “Mianhae memaksamu ikut denganku. Sebaiknya kau pulang dulu karena aku masih harus menjalani beberapa proses pemotretan.”

    “Kau tidak apa-apa ?”tanya Baekhyun berpura-pura cemas.

    “Jika kau merasa baik kau bisa…”

    Baekhyun langsung menyahut dan mengumpat di dalam hati karena kebodohannya, “Anieya..aku dalam keadaan yang tidak baik. Aku pulang saja,ne ?”

    “Ne..hati-hati ya ?”pesan Yuri.

    “Tentu aku akan berhati-hati.”Baekhyun pun langsung berjalan keluar meningalkan Yuri dengan senang.

    Saat sampai di depan gedung pemotretan,Baekhyun kembali menelepon Chanyeol untuk berterima kasih. Begitu Chanyeol mengangkat teleponnya,Baekhyun langsung mengucapkan rasa terima kasihnya, “Yeobeseyo? Gomawo Chanyeol karena sudah banyak membantuku kau benar-benar banyak membantuku.”

    “Begitukah ? Jika aku benar-benar membantu bisakah kau membantuku ? Sebagai balasan atas jasaku. Kau tahu ? Sulit berakting seperti tadi.”keluh Chanyeol.

    Baekhyun nampak berpikir sebentar karena tidak seperti biasanya Chanyeol akan menuntut balasan kepadanya,namun bagaimana Baekhyun harus menurutinya, “Baik…katakan apa yang kau inginkan.”

    “Ha…begini ! Kau tahu bukan..besok adalah hari ulang tahun Jessica..kau bisa membantuku menyiapkan segalanya kan ? Kita harus membuat kejutan untuknya. Kau harus membuatnya seheboh mungkin.”

    Baekhyun menghela nafas sebentar,karena membuat kejutan untuk seseorang tidak semudah membalik telapak tangan, “Baik..aku akan menuruti ucapannya Tuan Park.”

    Chanyeol terlihat bahagia,terlihat dari nada suaranya, “Ne..ne aku akan mencari cara agar kejutan itu semakin mewah..”

    “Arraseo…”

Advertisements

73 comments on “[FREELANCE] Found Love (Chapter 2)

  1. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. sica baek banget sampe ngajak taeyeon tinggal di rumahx….
    terus di kampus berteman am tiffany lg… hehe happy locksmith

  3. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  4. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Pingback: [FREELANCE] Found Love (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

  11. masih banyak typo yg harus di perbaiki, terlalu banyak nama2 yg salah di ketik. yg harusnya chanyeol jadi taeyeon..
    maaf ya, ini kritik dr aku. semoga membantuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s