[FREELANCE] Forbidden Love (Chapter 4)


Forbidden Love (Chapter 4)

Author: Han Sung Young

Rating: PG 17

Lenght: Multichapter

Genre: Romance, Family, School-life, Friendship, Sad

Main Cast: Oh Sehun, Oh [Kim] Taeyeon, Lu Han, Kim Yura

Other Cast: Find by yourself

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Poster by: Jungleelovely @ Poster Channel

Preview: Teaser, Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3

Happy reading^^

Luhan memasuki rumahnya dengan perasaan kesal. Wajah seorang Oh Sehun dalam persekian detik dapat membuat emosi Luhan memuncak. Entah apa yang ada dalam pikiran Sehun. Luhan benar-benar tak habis pikir, Sehun seperti pedopil yang menyukai adiknya sendiri. Dan lagi, hubungan incest bukanlah hubungan yang normal yang dapat setiap orang menerimanya. Hanya beberapa negara yang menghalalkan hubungan tersebut. Sebut saja Rumania. Tapi juga tidak semua orang Rumania menerimanya. Ada beberapa gelintir orang yang tak menerimanya. Jika bisa, Luhan sangat ingin menenggelamkan Sehun ke sungai Han, atau membuangnya ke hutan Amazon. Dengan begitu, bukankah lebih mudah bagi dirinya untuk memenangkan Taeyeon. Tapi Luhan bukanlah orang yang jahat dan suka bermain kotor untuk memenangkan apa yang diinginkannya. Luhan lebih suka bermain sehat, dengan begitu akan menunjukkan bahwa dirinya adalah pria yang gentle. Tapi Luhan sedikit pesimis jika harus bermain sehat. Prosentase kemenangannya atas diri Taeyeon hanya 25%, sisanya ada ditangan Sehun. Tentu saja, hubungannya dengan Taeyeon sedang dalam fase kritis. Andai saja Taeyeon tidak salah paham akan hubungannya dengan Hayoung, mungkin semua tak akan serumit ini. Luhan akan lebih mudah mendapatkan Taeyeon mengingat gadis itu memiliki perasaan padanya. Dan Luhan menyesali itu semua.

Dan keadaannya tidak bertambah baik saat mendapati kedua orang tuanya tengah bertengkar. Yeah, Luhan adalah salah satu korban broken home. Kedua orang tuanya selalu saja bertengkar, faktor utamanya adalah karena ayah Luhan yang seorang workaholic dan seolah tak memikirkan keluarganya lagi. Tak hanya itu, perselingkuhan ‘pun turut menghiasi rumah tangga Tn. dan Ny. Lu. Seperti saat ini, kedua orang tuanya kembali bertengkar. Tn. Lu berkali-kali melemparkan beberapa barang kearah Ny. Lu, membuat wanita paruh baya itu kesulitan menghindar. Luhan sudah terlalu biasa dengan pemandangan kekerasan seperti ini. Dan hal itulah yang membuatnya menjadi seorang manusia dingin yang tak ingin berdekatan dengan siapapun di sekolah kecuali Taeyeon. Dan Luhan mulai paham masalahnya. Tn. Lu ketahuan berselingkuh dengan sekertarisnya saat di kantor. Sungguh klasik, Luhan bahkan hampir muntah saat mengetahuinya. Ny. Lu terlalu bodoh karena mempertahankan rumah tangganya dengan ayah Luhan. Tapi bagaimana’pun, Luhan mengerti jika ibunya itu orang yang baik dan penuh kasih sayang.

Luhan lelah, pria itu melangkah menuju kamarnya tanpa memperdulikan kedua orang tuanya yang masih bertengkar. Akan lebih baik jika dirinya memikirkan cara untuk memenangkan Taeyeon.

Ini gila.

Sehun gila.

Taeyeon juga.

Masih seperti posisi awal. Dimana Taeyeon yang berada dipangkuan Sehun dengan tangan yang mengalung pada leher kakaknya. Sementara tangan Sehun memeluk pinggang Taeyeon sesekali meremasnya, membuat Taeyeon seperti ingin melayang. Ditambah tautan keduanya yang belum terlepas. Semua terlalu nikmat, bahkan Sehun yang biasanya selalu menjaga Taeyeon kini justru mulai menjurus untuk melecehkan adiknya sendiri. Semua terjadi begitu saja. Dan Sehun hampir menyerah. Menyalurkan seluruh hasratnya pada diri Taeyeon, melakukan hubungan intim dengan adik kandungnya sendiri. Tapi tidak, Sehun tak boleh melakukan hal itu. Sehun akan membunuh dirinya sendiri jika hal itu sampai terjadi, setidaknya hingga mereka memiliki hubungan yang jelas. Sehun perlahan menarik wajahnya dari Taeyeon, dan bersamaan dengan itu, Taeyeon menjatuhkan kepalanya pada bahu Sehun dan menghirup oksigen dengan rakus. Tangan Sehun mulai mengelus punggung Taeyeon.

“Kau baik-baik saja.?” Tanya Sehun dan dibalas anggukan oleh Taeyeon.

Gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap Sehun dengan sayu. Dan Sehun hampir meledak saat mendapati bibir pink Taeyeon berubah menjadi merah merekah dan juga volume yang bertambah akibat ciuman mereka baru saja.

“Aku baik-baik saja oppa.”

Sehun tersenyum, tangannya terangkat dan menyingkirkan poni Taeyeon yang menutupi kening gadis itu. “Makan dulu ya, setelah itu minum obat dan tidur.”

“Apa oppa ada acara setelah ini.?”

“Tentu saja.” Jawab Sehun dengan senyumnya.

Sontak saja Taeyeon mengerucutkan bibirnya. Jika Sehun ada acara, bukankah itu berarti kakak tampannya itu tak bisa menemani dirinya.? Oppa menyebalkan, rutuk Taeyeon dalam hati.

“Ada apa dengan bibirmu itu.? Ingin kucium lagi hm.?” Goda Sehun membuat Taeyeon merona.

“A..apa-apaan itu. Aish, oppa menyebalkan.” Jawab Taeyeon sambil memukul dada Sehun. Tak perduli jika dirinya bisa saja jatuh mengingat Sehun yang masih memangku dirinya.

“Aww.. sakit Prinscess.” Ujar Sehun sambil memegang dadanya kesakitan. Pura-pura kesakitan lebih tepatnya.

“Oppa.. apakah benar-benar sakit.” Taeyeon menghentikan pukulannya dan menatap khawatir pada Sehun.

Sehun mengangguk sekenanya, bibirnya menyunggingkan senyum jahil yang tak kentara. Sedikit menjahili adiknya tak masalah bukan.?

“Oppa.. maafkan aku, aku sungguh tak bermaksud.” Ungkap Taeyeon sedih.

“Hahahahaha… oppa hanya bercanda Princess.” Jujur Sehun dan tertawa lepas.

“Oppaa~” Rajuk Taeyeon.

“Hey, oppa hanya bercanda.” Ujar Sehun sambil menaik-turunkan pahanya membuat tubuh Taeyeon juga ikut naik turun.

“Ahh~ Oppa menyebalkan.”

“Baiklah-baiklah, maafkan oppa ne~” Pinta Sehun sambil menyelipkan rambut Taeyeon kebelakang telinganya.

“Ck, tidak mau.”

“Baiklah, apa yang kau inginkan.?” Tanya Sehun sambil menaik turunkan alisnya. Memang seperti ini caranya, jika Taeyeon mulai merajuk, Sehun tinggal menyogok dengan sesuatu yang adiknya inginkan. Mudahkan.?

“Emm, aku ingin es krim.”

“Tidak.” Jawab Sehun tegas. Ayolah, Taeyeon itu sedang sakit, kenapa justru menginginkan es krim.? Lagipula ini sudah malam, Taeyeon bisa semakin sakit jika makan es krim.

“Oppa~”

“Kau masih sakit Princess. Yang lain saja ya..”

“Ice moccachino.?”

“Tidak sesuatu yang berhubungan dengan es.”

“Lalu apa.?”

“Oppa belikan bubur saja ne, kau ‘kan sedang sakit.” Bujuk Sehun.

“Aku tidak mau. Oppa menyebalkan, aku mau tidur saja.” Ujar Taeyeon dan turun dari pangkuan Sehun membuat kakaknya merasa kehilangan. Kini Taeyeon menidurkan dirinya dengan membelakangi Sehun.

Sehun terkekeh dibuatnya. Pria itu ikut menidurkan dirinya dibelakang Taeyeon dan memeluk adiknya.

“Kalau mau tidur, minum obat dulu ne~”

Taeyeon diam.

“Kau harus minum obat dulu Princess, agar cepat sembuh.”

Taeyeon masih diam.

“Kau sudah tidur.? Kalau begitu oppa ke kamar saja ya..” Ujar Sehun dan mulai bangkit meninggalkan Taeyeon. Namun…

“Oppa, diam ditempatmu!!” Rengek Taeyeon manja.

“Eoh, bukankah kau sudah tidur.?” Tanya Sehun sok polos dan masih duduk dipinggir ranjang Taeyeon.

“Oppa~ cepat kembali ketempatmu atau aku akan benar-benar marah.”

“Baiklah.” Sehun mengalah, pria itu berteriak senang dalam hati dan mulai menidurkan dirinya dibelakang Taeyeon. Setidaknya adiknya itu tak jadi merajuk, dan melupakan permintaannya mengenai es.

“Temani aku~”

“Iya sayang.”

Taeyeon kembali merona saat mendengar jawaban Sehun. Astaga, ada apa denganmu Oh Taeyeon.?

Sementara Sehun.? Pria itu benar-benar senang hari ini. Hubungannya dengan Taeyeon semakin jauh, dan itu membuatnya senang bukan main. Setidaknya kissingnya dengan Taeyeon tadi tak mengakibatkan apapun, justru hubungannya semakin baik. Dan Sehun sangat bersyukur dengan hal itu.

Taeyeon baru saja keluar dari ruang guru untuk melakukan ulangan susulan yang pada hari terakhir ulangan beberapa hari yang lalu tak diikutinya. Sementara Tiffany, gadis cantik itu sudah selesai lebih dulu dan menunggu didalam kelas.

Taeyeon melangkah ringan menuju kelasnya. Kini gadis itu sudah tenang karena telah menyelesaikan ulangnannya. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat mendapati sosok Luhan didepannya.

“Lu…Luhan.” Panggil Taeyeon tak percaya. Gadis itu membalikkan tubuhnya bermaksud meninggalkan Luhan, namun langkahnya terhenti saat pria itu justru mencekal tangannya.

“Tunggu Taeyeon!!” Pinta Luhan dan menarik tubuh Taeyeon hingga kini keduanya saling berhadapan.

Taeyeon menundukkan kepalanya agar tak perlu saling tatap dengan mata Luhan yang kini entah mengapa menatapnya dengan tajam. Taeyeon jadi takut omong-omong. Gadis itu beringsut mundur, namun seolah melupakan bahwa tangannya masih dicengkeram oleh Luhan, hingga saat dirinya melangkah mundur akan sangat percuma.

“Aku ingin menjelaskannya. Tentang aku dan Hayoung. Saat itu-”

“Tidak Luhan. Aku tak ada waktu. Aku harus kembali kekelas dan menemui Tiffany, dia sudah menungguku lama.” Ujar Taeyeon cepat demi memotong penjelasan Luhan.

Luhan menggeram tertahan, membuat Taeyeon semakin takut akan dirinya. Namun Luhan seolah tak menperdulikan hal itu. Pria itu kini justru menyudutkan Taeyeon ke dinding, kemudian menggunakan kedua lengan kekarnya untuk mengungkung Taeyeon dengan kungkungan posesif-nya.

“Persetan dengan siapapun yang menunggumu. Kita harus bicara. Ini tentang aku dan Hayoung. Aku akan menjelaskannya dengan singkat dan kau tak boleh menyelanya. Apa kau paham.?” Tanya Luhan sambil sedikit mencengkeram lengan Taeyeon. Sementara Taeyeon, gadis itu kini hanya mengangguk dengan sedikit takut.

#Flashback

Luhan baru saja keluar dari toilet. Pria itu kini menyandarkan tubuhnya pada dinding depan toilet karena perutnya masih sakit. Sepertinya Luhan salah makan. Perutnya benar-benar terasa sakit sekaligus perih, dan itu membuat Luhan harus bolak-balik ke toilet sejak kemarin.

“Luhan sunbae.”

Luhan mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk saat mendengar suara seseorang memanggilnya untuk melihat siapa yang datang. Dan mata rusanya kini menangkap sosok Hayoung yang berjalan kearahnya. Setahu Luhan, Hayoung itu satu kelas dibawahnya. Luhan dapat menangkap raut gugup dari gestur Hayoung, gadis itu terlihat membawa sesuatu, seperti kotak hadiah. Dan entah apa yang dipikirkan Hayoung, gadis itu kini mulai berlari kecil menghampiri Luhan. Mungkin saking gugupnya, gadis itu jadi tersandung kakinya sendiri, membuat tubunya limbung dan jatuh diatas tubuh Luhan yang masih menyandar pada dinding. Luhan secara reflek kini memegangi pinggang Hayoung membuat gadis itu merona dengan jantung yang berdegup kencang. Walaupun Luhan orangnya sangat dingin, tapi pria itu masih perduli dengan makhluk rapuh bernama wanita.

Dengan perlahan, Luhan mendorong tubuh Hayoung agar tak menimpa tubuhnya lagi.

“Ada apa.?” Tanya Luhan dingin pada Hayoung yang kini sedang menundukkan kepalanya.

“A-aku ingin memberikan ini pada sun-sunbae.” Ujar Hayoung gugup sambil menyodorkan kotak hadiah yang tadi dibawanya.

“Apa itu.?”

“Hadiah u-untuk sunbae.”

“Aku tak meminta hadiah darimu, jadi sebaiknya bawa kembali hadiah itu.” Ujar Luhan masih dengan nada dingin tak berminat.

“Tapi aku sudah menyiapkan ini untuk sunbae.” Hayoung terlihat tak terima. Gadis itu mendongakkan kepalanya untuk menatap Luhan, namun baru satu detik gadis itu sudah menyesali keputusannya saat mendapati tatapan tajam dari Luhan.

“Bawa hadiahmu.” Desis Luhan.

Hayoung gelagapan, gadis itu dengan secepat kilat menunduk pada Luhan dan meninggalkan tempat itu. Semetara Luhan hanya memandang punggung Hayoung. Hingga saat gadis itu sudah tak terlihat lagi, Luhan membersihkan seragamnya yang sedikit kusut karena ulah Hayoung tadi. Hingga Luhan teringat bahwa Taeyeon tengah menunggunya di kantin. Dengan segera Luhan melangkah menuju kantin.

#Flashback End

Keduanya masih terdiam sejak Luhan menyelesaikan ceritanya.

Luhan hanya menatap Taeyeon dengan intens. Dalam hati, pria itu harap-harap cemas tentang apa yang akan Taeyeon katakan setelah penjelasannya. Luhan sungguh berharap hubungannya dengan Taeyeon bisa kembali seperti dulu, tapi hati kecil Luhan juga seolah menjerit mengatakan bahwa Taeyeon tak akan memaafkannya, gadis itu terlalu marah dengan dirinya. Tapi Luhan berusaha mengabaikan jeritan hati kecilnya. Pria itu berusaha berpikiran positif. Bukankah Taeyeon gadis yang baik.? Jadi Luhan yakin bahwa Taeyeon pasti bisa memaafkannya.

Sementara Taeyeon kini tengah berpikir keras. Penjelasan dari Luhan adalah sesuatu yang diinginkan sekaligus dihindari olehnya. Taeyeon sangat menginginkan penjelasan dari Luhan karena ingin mengetahui yang sesungguhnya, bukan hanya dari sepengelihatannya saja. Tapi gadis itu juga menghindari penjelasan Luhan, takut menghadapi kenyataan bahwa bisa saja Luhan memang memiliki hubungan dengan Hayoung. Tapi kini semua sudah jelas. Luhan tak memiliki hubungan apapun dengan Hayoung. Seharusnya Taeyeon senang. Yeah, itu seharusnya. Tapi nyatanya Taeyeon tak merasakan emosi apapun dalam hatinya, hanya ada setitik rasa lega dalam diri Taeyeon. Itu aneh mengingat Taeyeon mencintai Luhan. Dan entah mengapa kini justru terbesit nama Sehun, kakaknya, dalam hatinya.

“Katakan sesuatu Taeyeon!!” Pinta Luhan sambil menyandarkan keningnya pada bahu Taeyeon.

“Apa yang harus kukatakan.?”

“Katakan apapun. Kumohon.”

“Aku tak tahu harus mengatakan apa Luhan. Karena sejujurnya kau tak harus menjelaskan ini semua.” Ujar Taeyeon.

“Tapi aku merasa bahwa aku harus menjelaskannya padamu Taeyeon. Aku tak bisa jika kau menjauh dan tak berbicara padaku. Itu membuatku gila.”

“…”

“Mungkin aku memang bodoh. Aku sama sekali tak menyadari perasaanmu selama ini. Aku terlalu terpaku pada status kita yang merupakan sahabat. Hingga saat aku mengetahuinya dari Tiffany, aku sungguh menyesal, aku tak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Jika saja aku peka terhadap perasaanmu dan perasaanku sendiri, mungkin semua tak akan seperti ini. Mungkin kita sekarang bahagia sebagai sepasang kekasih. Dan sekarang, aku ingin kita memperbaikinya. Memperbaiki hubungan kita.” Ujar Luhan panjang.

“Aku tidak mengerti Lu.” Jawab Taeyeon pada akhirnya.

Luhan menghela nafas, kemudian tangan pria itu beralih menggenggam tangan Taeyeon “Taeyeon, kumohon dengarkan aku, aku tau ini sangat terlambat, tapi biarkan aku mencintaimu dan menumbuhkan kembali rasa cintamu padaku.”

“Mian, tapi semua telah berakhir. Aku kini hanya menganggap mu sebagai sahabatku saja, tak lebih. Lagi pula kita bisa tetap terus bersama walau hanya sebagai sahabat. Cinta tak harus memiliki.” Jawab Taeyeon.

“Wae.? Aku tau ini salahku, tapi biarkan aku mencobanya Taeyeon, aku tau kau masih mencintaiku.” Luhan masih meminta dengan tatapan memohon.

“Mian Lu, kita hanya sahabat.” Tegas Taeyeon.

“Tidak bisa Taeyeon, aku sudah terlanjur menyadari perasaanku bahwa aku mencintaimu. Dan aku akan tetap memperjuangkanmu. Tak perduli siapapun yang akan menjadi sainganku dalam mendapatkanmu. Terutama Sehun!!”

Deg

Perkataan Luhan yang terakhir entah mengapa membuat kerja jantung Taeyeon bertambah dua kali lipat. Dan itu pula yang membuatnya cemas sekaligus khawatir. Entah mungkin sekarang Taeyeon benar-benar gila karena berharap bahwa Luhan tak bisa memenangkan dirinya dari Sehun.

“Aku tak mengerti Luhan. Ini masalah antara kau dan aku, jadi tak seharusnya membawa-bawa siapapun apalagi Sehun oppa. Sehun oppa tak tahu apapun tentang hubungan kita.”

“Kau salah Taeyeon. Justru aku dan Sehun oppa-mu itu telah membuat kesepakatan. Apa kau tak sadar jika Sehun mencintaimu. Apa kau masih berpikir bahwa Sehun itu masih sosok yang baik setelah tahu fakta bahwa dia mencintai adiknya sendiri.?”

Deg

Lagi-lagi perkataan Luhan membuat jantungnya bekerja ekstra. Ouh, mungkin terlalu lama bebicara dengan Luhan bisa membuatnya serangan jantung. Apa tadi katanya.? Sehun mencintainya.? Luhan yang salah bicara atau dirinya yang salah dengar. Sungguh, ini benar-benar mengejutkan untuknya. Semua diluar dugaan. Taeyeon tahu bahwa Sehun memang menyayanginya. Sangat malah. Tapi Taeyeon bahkan tak pernah terpikirkan bahwa Sehun mencintainya. Dan Taeyeon kini merasa perutnya bergejolak.

“A-apa.?” Suara Taeyeon terdengar bergetar.

Luhan tertawa sinis. “Dan aku telah mengajaknya bersaing untuk mendapatkanmu. Bersaing secara sehat. Bukankah itu cara terbaik.?”

“Cukup Luhan!! Hentikan!! Aku benar-benar tak mengerti apapun yang kau katakan. Aku audah memaafkanmu. Jadi biarkan aku pergi sekarang.” Ujar Taeyeon sambil melepaskan dirinya dari kungkungan Luhan.

“Tapi Taeyeon-”

“Kumohon Luhan.” Ujar Taryeon dengan tatapan memohon yang tak bisa Luhan tolak.

“Baiklah, tapi kuharap setelah ini kau tak lagi menghindariku.” Taeyeon mengangguk. Gadis itu melangkah meninggalkan Luhan, namun suara Luhan kembali menghentikannya. “Dan Taeyeon, tentang yang tadi aku sungguh-sungguh. Aku benar-benar mencintaimu.”

“AARRGGGHHHH….”

Luhan berteriak bak orang kesetanan saat ini. Sejak pertemuannya dengan Taeyeon tadi Luhan langsung saja berlari ke atap sekolah secepat yang ia bisa. Luhan benar-benar marah. Taeyeon bersikap acuh padanya, bahkan pernyataan cintanya’pun tak memberi efek apapun pada Taeyeon. Luhan marah. Tentu saja. Memang ini semua salahnya sendiri, tidak peka terhadap perasaan Taeyeon dan perasaannya sendiri. Tapi Luhan tetap ingin merasakan perasaan cinta Taeyeon terhadap dirinya.

“OH SEHUN SIALAN!!”

Dan akhirnya Sehun yang disalahkan dalam hal ini. Tentu saja menurut Luhan ini salah Sehun, andai saja Sehun tidak ikut-ikutan mencintai Taeyeon, pasti semua akan lebih mudah.

Hingga kekesalan Luhan terhenti sejenak saat ada seseorang yang membuka pintu atap. Dan hal buruknya orang itu adalah Krystal.

“Hy Lu.” Sapa Krystal dengan senyum sok manisnya.

“Apa yang kau lakukan disini.?” Tanya Luhan dingin.

“Menemuimu.” Jawab Krystal dan berjalan mendekati Luhan yang saat ini berada didekat pagar yang ada diatap tersebut.

“Darimana kau tahu aku disini.?”

“Aku mengikutimu.”

“Gadis gila.” Desis Luhan.

“Yeah, aku gila. Dan kau yang membuatku gila. Kau membuatku begitu mencintaimu. Tak masalah jika pada awalnya kau begitu dingin padaku, toh pada akhirnya kau akan tetap menjadi kekasihku.”

“Dalam mimpimu nona Jung Soojung.”

“Call me Krystal Jung.”

“Cukup, hentikan sandiwaramu. Aku tak akan menjadi kekasihmu Soojung.”

“Kau harusnya sadar Luhan aku mencintaimu. Apa ini karena Taeyeon.? Cih, gadis itu. Apa peringatanku dengan menyiramnya di toilet waktu itu masih kurang cukup.?” Krystal langsung saja membekap mulutnya sendiri saat menyadari bahwa dirinya kelepasan.

“Apa.?” Tanya Luhan dan dibalas gelengan oleh Krystal. “Cepat katakan!! Jadi kau yang menyiram Taeyeon waktu itu.?” Tanya Luhan lagi, kali ini sambil mencengkeram lengan Krystal.

Krystal benar-benar takut sekarang. Gadis itu baru ingat bahwa Luhan begitu posesif dan protektif pada Taeyeon, dan melakukan hal buruk pada Taeyeon adalah suatu hal yang tak termaafkan bagi Luhan. Krystal mulai berpikir, bisa saja Luhan membunuhnya saat ini juga.

“Gadis sialan!!” Luhan mencengkeram tengkuk Krystal dan mengarahkan gadis itu pada pagar atap seolah ingin menjatuhkan Krystal dari sana.

“Lu-Luhan, apa yang kau lakukan.?” Tanya Krystal ketakutan.

“Jika aku bukanlah orang yang baik hati, maka aku sudah menjatuhkanmu dari sini. Kau keterlaluan. Taeyeon tak pernah berbuat jahat padamu, seharusnya ku malu untuk melakukan hal itu pada Taeyeon. Kau benar-benar tak punya hati.”

Kryatal mulai tak tahan, gadis itu kini sudah meneteskan air matanya. Bermaksud menarik simpati Luhan. Tapi Krystal tentunya harus berpikir bahwa Luhan tak akan terpengaruh akan hal itu. Luhan sedang dalam mood buruk saat ini.

“Cukup Luhan, kau tak tau penderitaanku selama ini yang hanya mencintaimu dari jauh, kau harusnya sadar, yang mencintaimu itu aku, bukan Taeyeon. Taeyeon tak mencintaimu.” Ujar Krystal menggebu.

Luhan terdiam. Kata-kata ‘Taeyeon tak mencintaimu’ begitu menohok hatinya. Sangat sakit.

Luhan kembali menarik Krystal dan melepaskan cengkeramannya pada tengkuk Krystal dengan kasar hingga gadis itu menabrak dinding.

“Jangan pernah menyentuh Taeyeon lagi atau aku tak akan segan padamu.” Ancam Luhan sambil menunjuk wajah Krystal dan segera berlalu dari sana.

Sementara Krystal hanya terus menangis sambil menatap kepergian Luhan

“Aku tak akan menyerah Lu.”

Sehun menatap sebal pada Chanyeol yang saat ini duduk didepannya. Sungguh, jika saja Chanyeol tak memintanya untuk tetap tinggal di cafetaria kampus, pasti saat ini Sehun sudah berduaan dengan adik cantiknya di rumah mengingat jam-jam saat ini Taeyeon sudah pulang dari rumahnya. Saat ini keduanya tengah menunggu kelas terakhir Chanyeol yang akan dimulai 15 menit lagi, dan Sehun sudah menemaninya sejak 25 menit yang lalu. Maklum saja, hari ini Sehun hanya ada dua kelas, sementara Chanyeol 3 kelas. Sehun mengambil jurusan bisnis, sementara Chanyeol mengambil jurusan psikolog. Silahkan bayangkan seorang Park Chanyeol menjadi psikolog.

“Apa kau tak bisa berekspresi.?” Tanya Chanyeol sarkastis.

“Apa kau tak bisa membiarkanku pulang.?” Tanya Sehun balik, masih tanpa ekspresi.

“Oh ayolah Sehun, tinggal 15 menit lagi okay.?”

“Tapi aku sudah harus pulang Park.” Geram Sehun.

“Yayaya~ Pasti kau sudah merindukan Little Princess-mu itu ‘kan.?” Sehun mengembangkan senyumnya saat mendengar tebakan Chanyeol yang 100% benar.

“Kau sudah mulai pintar.” Jawab Sehun sambil menyeringai.

Chanyeol memutar bola matanya yang besar itu. “Astaga!! Banyak wanita cantik Sehun, kenapa harus adikmu sendiri.?”

“Aku tak membutuhkan wanita cantik, yang kubutuhkan hanya Taeyeon cantik.”

“Ayolah, perlu kukenalkan temanku.? Jujur saja, aku sama sekali tak setuju jika kau menyukai Taeyeon. Aku hanya takut orang tuamu mengetahui hal itu dan mereka tak menyutujuinya.” Ujar Chanyeol.

Sehun terdiam beberapa saat ketika mendengar ujaran Chanyeol. Teman idiotnya itu ada benarnya juga, orang tuanya bisa saja tak setuju akan hal yang memang tak masuk akal itu, tapi apa perdulinya Sehun. Dirinya sudah terlanjur mencintai Taeyeon, dan itu sulit diubah.

“Kanapa kau diam.?” Sentak Chanyeol membuyarkan lamunan Sehun.

“Kau mengagetiku Yoda idiot.”

“Ya Tuhan cadel, aku bukan yoda idiot, tapi yoda tampan.” Balas Chanyeol mengejek.

“Aku tidak cadel.”

“Tidak lagi cadel.” Koreksi Chanyeol.

“Sialan!!”

“Kupikir Taeyeon tak menyukai pria yang mengumpat.” Sindir Chanyeol.

“Kau tahu apa.?”

Chanyeol hanya mengangkat bahunya sejenak. “Ngomong-ngomong, Taeyeon sakit apa.?”

“Tekanan darahnya rendah. Tapi sekarang keadaannya sudah membaik. Dan hari ini dia sudah masuk sekolah.” Jelas Sehun.

“Lalu hubungannya dengan Luhan.? Masih seperti dulu.?” Tanya Chanyeol polos tanpa perduli perubahan raut wajah Sehun.

“Jangan mengungkit apapun tentang Luhan saat kau didepanku.” Sinis Sehun.

“Wow~ Wow~ Wow~ Sepertinya ada sesuatu terjadi antara kalian berdua. Bolehku tahu.?” Tanya Chanyeol menaik-turunkan alisnya.

“Kau sungguh seperti wanita Chanyeol. Tidak semua harus kau ketahui.”

“Ayolah Sehun, ceritakan sedikit saja.” Pinta Chanyeol.

“Sudah 15 menit Park. Kupikir kelasmu akan segera dimulai.”

“Ya Tuhan Sehun, kau benar-benar membuatku kesal.” Sungut Chanyeol sambil berdiri.

Sehun menyeringai. “Belajarlah yang benar agar menjadi psikolog yang handal.”

“Sialan.”

Sehun baru saja keluar dari kamarnya saat mendengar suara televisi yang menyala dari ruang tengah. Sehun melangkahkan kaki panjangnya keruang tersebut, dan pada saat Sehun membuka pintunya, pria itu mendapati adik cantiknya tengah serius menonton televisi sambil memangku snack nya, saking seriusnya hingga tak menyadari kedatangan Sehun.

“Hey!” Tegur Sehun sambil duduk disamping Taeyeon.

Taeyeon tersentak sesaat, gadis itu kemudian mengalihkan perhatiannya pada Sehun yang saat ini menatapnya.

“Oppa mengejutkanku.” Sungut Taeyeon.

“Kau saja yang terlalu serius dengan acara talk show tak penting itu. Oppa cemburu Princess.” Ujar Sehun sambil mengerucutkan bibirnya.

“Astaga, pada acara talk show saja oppa sudah cemburu, bagaimana jika aku berdekatan dengan pria lain. Ambil contoh yang mudah saja, mungkin Luhan atau ChanIdiot oppa.?” Tanya Taeyeon tanpa sadar mengucapkan nama Luhan.

Wajah Sehun seketika mengeras. Pria itu tahu jika Taeyeon spontan saat menyebut nama Luhan, terlebih adiknya itu sama sekali tak tahu-menahu tentang masalahnya dengan Luhan, tapi entah mengapa Sehun sangat ingin berteriak pada Taeyeon agar adiknya itu jangan pernah menyebut nama Luhan didepannya, sama seperti kejadian Chanyeol tadi sore. Tapi Sehun kembali berpikir, Taeyeon bisa saja menangis jika disentak secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas. Sehun sangat tahu bahwa adiknya itu terlampau sensitif, dan selama ini Sehun selalu menjaga perasaan Taeyeon agar gadis itu tak terluka, jadi sangat tak mungkin jika Sehun ingin membentak Taeyeon.

“Oppa tahu kau tak akan berdekatan dengan pria lain.” Ujar Sehun lembut berusaha meredam emosinya. Tangan pria itu terangkat untuk mengusap puncak kepala Taeyeon.

“Oppa yakin sekali.” Ujar Taeyeon sambil mencebikkan bibir bawahnya.

“Oppa sangat mengenal dirimu sayang.”

Taeyeon tiba-tiba merona, tangan gadis itu terangkat untuk memberikan sebuah pukulan ‘sayang’ pada dada Sehun.

“Jangan memanggilku sayang.” Cicit Taeyeon menyerukan protesannya.

Sehun tersenyum jahil, pria itu semakin merapatkan duduknya dengan Taeyeon. Tangan kanannya digunakan untuk merangkul bahu kecil Taeyeon, sementara tangan yang satunya diletakkan diatas paha gadis itu.

“Kenapa.? Bukankah oppa memang menyayangimu, sangat malah. Apa kau tak menyayangi oppa.?” Tanya Sehun pelan.

Taeyeon diam. Berusaha munafik dengan tak mengatakan kebenaran bahwa dirinya juga sangat menyayangi Sehun. Sikap Sehun yang seperti sekarang justru membuatnya canggung dan cenderung lebih pemalu. Berbeda dengan biasanya saat dirinya bisa begitu terbuka dan apa adanya pada Sehun, dan jangan lupakan sikap manjanya itu.

“Jawab Princess!!” Tuntut Sehun.

“Aish, oppa~”

“Kenapa hm.?”

“Kau membuatku malu.” Jawab Taeyeon jujur.

“Hey, kenapa harus malu.”

“Karena oppa memanggilku sayang.” Jawab Taeyeon lagi-lagi jujur.

Sehun tersenyum. Sungguh, pria itu bisa benar-benar mati hanya karena kepolosan adiknya. Taeyeon terlalu mengagumkan.

Mata Taeyeon membulat saat tiba-tiba Sehun dengan begitu mudah mengangkat tubuhnya hingga kini berada diatas pangkuan Sehun dengan posisi saling berhadapan, kedua kaki Taeyeon berada disamping kanan dan kiri pinggang Sehun, bukankah itu posisi yang sangat intim.? Baik Sehun maupun Taeyeon kini sudah sepenuhnya melupakan televisi yang sedari tadi masih menyala dan snack yang sudah berserakan dilantai.

Taeyeon begitu gugup saat ini, jantungnya berdegup dengan begitu kencang, hingga Taeyeon yakin Seyun bisa mendengarnya atau mungkin merasakannya mengingat posisi mereka sekarang. Taeyeon menunduk begitu dalam, tak memiliki nyali yang cukup untuk membalas tatapan mata Sehun saat dirinya sendiri meyakini bahwa pipinya pasti sudah semerah tomat. Astaga, Sehun benar-benar membuatnya jantungan.

“A-pa yang op-oppa laku..kan.?” Tanya Taeyeon gugup.

“Membuatmu tidak malu dan gugup lagi.” Jawab Sehun tanpa dosa.

‘Kau semakin membuatku malu dan gugup oppa~’ Rengek Taeyeon dalam hati.

“Oppa.”

“Kenapa sayang.?” Goda Sehun.

Taeyeon menjatuhkan kepalanya pada bahu kiri Sehun. Tak kuat menatap tatapan menggoda dari Sehun yang membuat otot-ototnya mendadak tak berfungsi.

Sehun tertawa begitu keras sambil menepuki punggung Taeyeon membuat tubuh keduanya ikut bergoyang. Entah apa yang sebenarnya lucu disini. Sehun hanya merasa harus tertawa keras saat Taeyeon dengan begitu tak berdayanya menyandarkan tubuhnya pada tubuh Sehun.

“Jangan tertawa!” Sungut Taeyeon sambil mencubit perut Sehun.

“Aw- Aw- Sakit sayang.”

“Panggil aku Princess saja.” Taeyeon semakin menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher Sehun.

“Princess sayang.”

“OPPA~~” Rengek Taeyeon keras.

“Baiklah, baiklah, maafkan oppa ne.?”

“Hm.” Jawab Taeyeon sambil mengangguk membuat Sehun merasa geli karena rambut Taeyeon yang menyapu lehernya.

“Hey, oppa memiliki hadiah untukmu.” Ujar Sehun sambil menegakkan tubuh Taeyeon. Dan Sehun hampir tertawa saat mendapati wajah Taeyeon yang begitu memerah.

“Apa.?”

“Ini.” Jawab Seyun sambil memberikan sebuah gantungan kunci yang tadi baru saja dikeluarkan dari saku celananya.

Taeyeon menatap gantungan berbentuk bulat tersebut. Taeyeon sedikit mengernyit saat melihat beberapa unsur yang terdapat pada gambar digantungan tersebut.

“Bulu merak, lotus, elang, apel, petir, mahkota, dan pohon… Oppa, ini pohon apa.?” Tanya Taeyeon saat tak mengetahui nama pohon yang ada dalam gambar tersebut.

“Pohon Ek.”

“O..oh.” Tanggap Taeyeon yang masih bingung.

Sehun tersenyum, sangat jelas bahwa Taeyeon sangat bingung tentang unsur-unsur yang terdapat dalam gambar tersebut. Tentu Sehun bukan asal dalam membeli gantungan kunci tersebut, ada makna tersendiri yang terdapat dalam gambat tersebut. Dan jika saja Taeyeon dapat mengerti arti gambar tersebut, adik cantiknya itu sudah pasti akan tahu tentang perasaannya.

Elang, petir dan pohon Ek, adalah benda yang melambangkan Zeus. Sementara apel, bulu merak, lotus dan mahkota adalah benda yang melambangkan Hera. Zeus adalah adik laki-laki dari Hera, dan Zeus juga mencintai Hera. Walau pada awalnya Hera menolak, namun pada akhirnya mereka tetap bersama. Point pentingnya adalah, Zeus dan Hera adalah saudara sedarah yang pada akhirnya menikah.

Awalnya Sehun tak tahu tentang cerita tersebut, namun pada saat dirinya berada di perpustakaan beberapa hari lalu, pria itu menemukan sebuah buku tentang tokoh-tokoh Yunani kuno yang menarik perhatiannya. Dan saat mengetahui cerita cinta terlarang antara Zeus dan Hera, Sehun langsung teringat akan Taeyeon. Kisah mereka hampir sama, hanya saja Hera mengetahui perasaan Zeus, sementara Taeyeon tak tahu tentang perasaan Sehun. Dan melalui gantungan kunci tersebut, Sehun ingin menyampaikan perasaannya pada Taeyeon. Namun sayang, adiknya itu sama sekali tidak tahu tentang hal-hal yang berbau mitologi seperti itu.

“Apa kau tak menyukainya.?” Tanya Sehun setelah keduanya terdiam cukup lama. “Kenapa memandanginya seperti itu.?”

“Ini indah oppa, aku sangat menyukainya. Hanya saja… kenapa gambar disini sangat aneh.? Maksudku, unsur-unsur yang ada didalamnya sama sekali tidak cocok untuk dijadikan satu.” Ungkap Taeyeon.

“Gambar itu ada artinya Princess. Dan tugasmu adalah mencari tahu artinya.!”

“Ada artinya.? Apa.?”

“Hey, itu tugasmu sayang.”

Taeyeon kembali merona saat mendengar ujaran Sehun. Sungguh, dirinya bisa diabetes jika ada Sehun disampingnya.

“Apa kau sanggup.?”

“Aku akan mencoba.” Jawab Taeyeon sambil tersenyum. “Gomawo oppa.”

Taeyeon memeluk Sehun sambil menumpukan kepalanya di bahu Sehun, dan seperti biasa, Sehun akan balas memeluk pinggang Taeyeon. Memeluknya dengan begitu erat sambil menggoyangkan tubuhnya kekanan dan kekiri membuat tubuh Taeyeon yang ada dalan pelukannya juga ikut bergoyang.

Mungkin meraka tak sadar bahwa cinta yang seharusnya tak boleh ada kini mulai tumbuh diantara mereka. Lalu sampai kapan cinta terlarang itu akan berlanjut.?

To be continued..

Annyeong readers^^
Lama ya updatenya.? Maaf ya, aku lagi sibuk banget soalnya. Waktu buat nulis mungkin cuma setengah jam, kadang malah gak ada sama sekali. Aku jadi merasa terbebani gitu, soalnya ide dalam otak aku muncul terus, sementara aku gak ada waktu buat nuanginnya ke tulisan. Sedih wee~~

Disini moment SeYeon nya sweet kan.? Hehe,, tapi mungkin untuk chap kedepannya mereka bakal susah buat lovey dovey an. Soalnya aku mau mulai kasih konflik. Hehe…

Dan untuk Your Lips juga belum aku kerjain sama sekali. Jadi maaf buat reader yang nunggu ff itu. Tapi bagaimana pun aku tetep minta kritik dan saran dari readers ya. Silahkan ungkapin di kolom komentar.

See you^^

Advertisements

126 comments on “[FREELANCE] Forbidden Love (Chapter 4)

  1. Pingback: [FREELANCE] Forbodden Love (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Lupaa udah baca atau belum part ini..
    Nampaknya udah lama bgt ga berkunjung ke blog atsit kkk~
    ahhh mrka so sweet sekali..
    apa mgkn Taeyeon bener2 adik Sehun?
    Ahh semoga gga. . pleaseee.. hhe
    Ngakak parah pas bagian Sehun-ChanIdiot oppa hhahahaha 😂😂

  3. Huntaeeeeee! Yatuhan oh sehun. Tapi taeyeon emg bukan adik kandung sehun kan? Aku baca prolognya eh kalo ga salah -_- taeyeon yaampun!:3 semangst ya nulisnya!!!><

  4. kokkk feeling aku taeyeon bkn adek kandung sehun :/ tp gpp deh jd lebih bagus karna mereka berdua bisa ada kemungkinan jd suami istri xD aaaa gantungan kuncinya mau jg *ehh /.\
    lanjutttt

  5. kapan nihhh moment LuTae??? wahhhh cinta terlarang…HunTae soswetttt
    haahaha andaikan d setiap chapter ada adegan nc,bahagia guahhh(plakkk abaikan)
    thor persatukan LuTae jangan biarkan Sehun ama Taeng karna itu terlarang…..sebenarnya aku lebih suka pairing HunTae tapi untuk ff ini lebih baik Taeng ama luhan… 😉
    hmmmmmm sekian aku next ya thor k part 5

  6. Annyeong thor maaf baru bisa komen sekarang soalnya aku udah klas 3 disibukin ama les trus uas.. ffnya daebbak thor

  7. Annyeong thor maaf baru bisa komen sekarang soalnya aku udah klas 3 disibukin ama les trus uas,
    ini akun yg sering pake name nina yuliani karena yg ‘ nina yuliani ‘ gk bisa dipake jdi aku pke yg ‘ ninakyutae ‘.. ffnya daebbak thor

  8. Pingback: [FREELANCE] Forbidden Love (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s