[FREELANCE] Found Love (Chapter 1)


Title: Found Love Chapter 1

Author: Anke Putri a.k.a Park Ri Hyo

Cast : -Kim Taeyeon

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

-Kwon Yuri

-Jessica jung

-Xi Luhan

Other Cast    : You can find alone…

Length: Chaptered

Genre: Romance, School life, Sad,Comedy

Author Note:

Please tinggalin jejak ya ? Agar saya lebih semangat mengerjakan

FF ini lagi..mohon semangatnya para readers…gomawo !

Poster By :Hospital Art Design Aqueera Artposter .. gomawo !!

Preview: Introduction

Seorang gadis terlihat ketakutan,ia mendengar suara derap langkah seseorang dari luar kamarnya dengan memanggil-manggil namanya, “Kim Taeyeon..keluarlah !!!”seru suara dari luar dengan cukup keras. Gadis bernama Kim Taeyeon itu mencoba untuk tidak menjawab panggilan orang yang memanggilnya yang tak lain adalah ayahnya sendiri, “Jangan lakukan hal itu pada Taeyeon..kumohon !”pinta ibu Taeyeon dengan penuh memelas kepada suaminya.

    “Jangan halangi aku..kau ingin rumah kita disita karena hutang kita ?”tanya Tuan Kim kepada istrinya dengan tajam.

    “Tapi masih ada cara lain bukan selain ini ?”

    “Tidak hanya cara ini yang bisa kulakukan !”

    “Suamiku..jangan lakukan itu kumohon…”

    Taeyeon terus mendengarkan pertengkaran kedua orang tuanya dengan mata berkaca-kaca,ia tidak menyangka ayahnya tega melakukan hal ini kepadanya yaitu menjual Taeyeon hanya untuk menadapatkan uang. Ayah Taeyeon memang memiliki banyak hutang karena selain untuk kebutuhannya,Tuan Kim juga menggunakannya untuk berjudi dan minum-minuman keras sehingga kebutuhan pribadinya akan lebih banyak dibanding dengan kehidupan keluarganya. Sehingga Taeyeon berpikir hutang Tuan Kim bukan karena dirinya tapi kenapa dia yang dijadikkan jaminan untuk membayar hutang rentenir itu. Taeyeon tidak pernah menyangka Tuan Kim akan melakukan hal itu kepadanya.

    Plak….

    Taeyeon mendengar suara tamparan yang cukup keras dari luar, tangis Taeyeon pun langsung pecah karena ia yakin Tuan Kim saat ini tengah menampar Nyonya Kim yang terus mencoba menghalau suaminya untuk menjual putri semata wayangnya itu,Tuan Kim akan melakukan segalanya bahkan menyiksa istri dan putrinya sekalipun,ia seperti tidak memiliki hati nurani hingga mata hatinya tertutup, “Eomma..hiks..”tangis Taeyeon.

    “Rasakan..kau tahu bukan betapa beratnya hidup seperti ini ?”setelah mengatakkan itu,Tuan Kim langsung pergi. Tepat saat itu,Taeyeon pun keluar dari kamarnya dan mendekati ibunya yang masih berada di luar kamarnya sambil memegangi pipinya yang memerah.

    “Eomma..gwaenchana ?”tanya Taeyeon dengan cemas.

    “Taeyeon..eomma tidak apa-apa. Kau sudah makan ?”Taeyeon sangat terkejut karena Nyonya Kim masih sempat mempedulikannya padahal saat ini ia lebih terluka daripada Taeyeon. Luka Nyonya Kim tidak hanya pada pipinya saja,namun juga pada batinnya begitu mengingat suaminya yang berusaha untuk menjual putrinya hanya untuk membayar hutang,ia sangat tidak terima jika putri yang ia lahirkan dan besarkan harus menerima hal pahit seperti ini.

    Taeyeon terus menatap Nyona Kim dengan kagum,ia kagum akan kegigihan wanita yang sangat ia sayangi itu, “Eomma..apakah eomma juga sudah makan ?”tanya Taeyeon balik.

    Nyonya Kim menggeleng, “Belum..aku menunggumu. Seorang ibu tidak akan tenang jika putrinya belum makan sedangkan perutnya sudah terisi penuh..kajja makan !”Nyonya Kim mencoba menarik Taeyeon menuju ke ruang makan,namun Taeyeon menahannya, “Waeyo ?”tanya Nyonya Kim.

    “Eomma..aku takut Appa akan benar-benar menjualku.”ucap Taeyeon sedih.

    Nyonya Kim pun tersenyum, “Eomma akan mencari cara agar kau tidak di jual. Kau anak kesayangan Eomma..bagaimana pun juga sebagai ibu aku harus menjagamu.”

    Taeyeon mulai menangis begitu membayangkan jika dirinya akan dijual ke orang lain, “Apa yang harus kulakukan ?”tanya Taeyeon panik.

    “Tenanglah,nanti kita pikirkan. Sekarang kau hanya perlu makan dulu.”Taeyeon pun akhirnya menuruti ucapan ibunya untuk makan.

    Saat makan,Taeyeon makan dengan sangat banyak tidak seperti biasanya, “Pelan-pelan Taeyeon…kau bisa tersedak nanti.”

    Taeyeon menghentikkan makannya sebentar,sebelum mulai berbicara, “Aku takut tidak bisa merasakkan makanan eomma lagi..aku ingin terus makan makanan eomma dan bersama dengan eomma.”ucap Taeyeon dengan sedih.

    Nyonya Kim membelai pelan puncak kepala putrinya, “Tenang saja..eomma akan selalu ada untukmu..eomma juga tidak akan meninggalkanmu.”

    Taeyeon menatap ibunya dengan penuh haru,ia sangat tidak ingin berpisah sama sekali dengan wanita yang telah melahirkannya itu. Karena hanya dialah yang mengerti perasaan Taeyeon dan rela terluka hanya untuk membela Taeyeon, “Eomma..jika aku dapat terlahir kembali. Aku tidak ingin menjadi putri eomma.”ucap Taeyeon yang membuat Nyonya Kim jengah.

    “Wae ?”tanya Nyonya Kim sedih.

    “Seharusnya eomma memiliki seorang anak laki-laki agar dapat melindungi eomma. Terlalu sakit jika melihat eomma di sakiti oleh appa..”ucap Taeyeon sambil memegangi dadanya,memperlihatkan betapa sakit hatinya.

    Nyonya Kim langsung memeluk Taeyeon dengan erat, “Memiliki anak laki-laki pun jika ia tidak mengerti eomma sepertimu..apakah bisa ia melindungi eomma ? Cukup memilikimu adalah anugrah paling indah yang diberikkan oleh Tuhan.”

    Taeyeon semakin mempererat pelukan antara dirinya dan Nyonya Kim, “Arraseo eomma..gomawo.”

    Malamnya,Tuan Kim kembali pulang ke rumah dengan keadaan mabuk. Nyonya Kim yang cemas dengan keadaan suaminya itu berusaha membantunya,namun dengan keras ia malah menampar Nyonya Kim hingga jatuh tersungkur,Taeyeon yang kebetulan melihatnya langsung berusaha membantu ibunya untuk berdiri, “Kenapa eomma tetap bersikeras membantu laki-laki jahat itu !!”bentak Taeyeon dengan kesal.

    “Taeyeon..eomma..”

    “Eomma..biarkan saja dia..hidupnya begitu buruk ! Aku membencinya..sangat membencinya !!!”

    “Anak durhaka..kau benar-benar keterlaluan…”sahut Tuan Kim yang masih dibawah pengaruh alkohol.

    Taeyeon hanya menatapnya dengan tatapan tidak peduli,ia terus memperhatikkan Tuan Kim yang terus mengumpat. Karena kesal,Taeyeon masuk ke dalam rumah dan tak lama kemudian ia keluar dengan membawa satu ember air,lalu tanpa ragu ia menyiramkannya ke Tuan Kim, “Yak ! Apa yang kau lakukan !?”

    “Sampai kapan kau akan hidup seperti ini eoh ? Kau kepala keluarga di rumah ini..tapi kenapa kelakuanmu begitu buruk !”bentak Taeyeon.

    “Taeyeon…jangan lakukan itu.”pinta Nyonya Kim dengan sedih.

    “Tahu apa kau ? Kau hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Tidak salah jika aku berniat menjual anak kurang ajar sepertimu !!”marah Tuan Kim.

    “Kau saja yang dijual..karena kau tidak diperlukkan di rumah ini. Keberadaanmu disini..tidak kami butuhkan…sangat tidak kami butuhkan !!”tegas Taeyeon dengan mata memerah,lalu ia berjalan masuk menuju ke kamarnya.

    Nyonya Kim yang merasa kasihan terhadap suaminya pun mencoba membantu suaminya untuk berdiri, “Yeobo..sebaiknya kau istirahat.”

    Di dalam kamarnya,Taeyeon meringkuk di pojok ruangan kamarnya dengan air mata yang menetes dari ujung matanya. Pikirannya kembali melayang kepada kebahagiaan keluarganya dulu. Dulu keluarganya tidak seperti ini,sebelum Tuan Kim dipecat dari pekerjaannya,ia mulai melakukan hal yang tidak baik seperti berjudi dan minum-minuman keras. Tuan Kim pun sempat menjual tanah miliknya hanya untuk menebus hutangnya sendiri,hal itu membuat Taeyeon sangat sedih,berbeda dengan ibunya yang nampak masih kuat menghadapi sifat buruk ayahnya. Lalu tatapan Taeyeon beralih ke pigura foto yang terletak tak jauh darinya. Foto itu adalah foto dirinya dan kedua orang tuanya saat mereka masih rukun,tidak seperti saat ini, “Eomma..Appa..saranghaeyo.”ucap Taeyeon dengan pelan.

    Tok..tok…

    “Nuguseyo ?”tanya Taeyeon sambil menghapus bekas air matanya yang ada di pipinya.

    “Ini eomma nak.”jawab suara dari luar.

    “Masuklah eomma !”

    Krek..

    Nyonya Kim masuk ke dalam kamar Taeyeon,lalu menutup kembali pintu kamarnya, “Ada apa eomma ? Apa laki-laki itu kembali menyakitimu ?”tanya Taeyeon frustasi.

    Nyonya Kim menggeleng, “Anieya..hanya saja…”Nyonya Kim mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya,sebuah amplop coklat yang cukup tebal, “Terima ini..”Nyonya Kim meletakkan amplop itu di tangan Taeyeon.

    “Apa ini eomma ?”tanya Taeyeon penasaran.

    “Itu uang yang telah kukumpulkan selama ini.”jawab Nyonya Kim sambil tersenyum.

    “U..uang ? Untuk apa ?”tanya Taeyeon.

    Nyonya Kim berpikir sebentar sebelum kembali berbicara, “Begini. Aku mendengar..besok orang yang akan membelimu datang kesini pagi-pagi sekali. Sebaiknya kau…”

    “Aku tahu maksud dari arah pembicaraan ini. Aku tegaskan..aku tidak akan pergi.”Taeyeon mengembalikkan uang yang diberikkan oleh Nyonya Kim.

    Nyonya Kim pun mencoba untuk mengerti Taeyeon,namun inilah jalan yang terbaik untuknya, “Taeyeon..ini demi keselamatanmu. Eomma tidak ingin kau dijual seperti ini..kau putri eomma yang paling berharga.”

    “Tapi eomma…aku tidak ingin berpisah dengan eomma.”rengek Taeyeon.

    “Taeyeon..ini demi kebaikanmu. Eomma juga berat membiarkanmu pergi..tapi ini usaha eomma agar menjauhkanmu dari appamu. Mengertilah..”

    Taeyeon berpikir sejenak,ia kembali memikirkan betapa beratnya hidup di luar rumah tanpa bayangan ibunya. Karena sudah sejak kecil hingga sekarang ia belum pernah berpisah sekalipun dari ibunya,kehidupannya memang lebih bergantung pada ibunya daripada ayahnya sejak ayahnya berubah seperti saat ini, “Eomma..aku akan mencoba memikirkannya tapi tidak sekarang. Bagaimana dengan kuliahku ? Aku..”

    “Tenang saja..di amplop itu sudah ada surat kepindahanmu dari universitasmu saat ini ke Dongguk.”ucap Nyonya Kim.

    “Omo..Dongguk ? Kenapa eomma memindahkanku ke universitas elite seperti itu.”protes Taeyeon.

    Nyonya Kim menggenggam erat tangan Taeyeon, “Kau bisa bekerja sambil kuliah bukan/ Maaf eomma menyiksamu seperti ini..tapi eomma sempat mengalami kesulitan dalam pemindahanmu.”

    “Eomma..gomawo.”Taeyeon memeluk Nyonya Kim dengan erat.

    “Ne..lebih baik sekarang kau harus bersiap-siap.”saat Nyonya Kim akan mengambil tas besar milik Taeyeon,Taeyeon menahannya, “Ada apa Taeyeon ?”

    “Eomma tidak ingin ikut bersamaku ? Aku takut jika eomma sendiri di rumah tanpa aku..eomma akan selalu disakiti oleh appa.”ungkap Taeyeon dengan penuh kekhawatiran.

    “Tidak apa-apa…jangan pikirkan itu dulu. Sekarang lebih baik kau raih cita-citamu dan yang terpenting..jangan kecewakan eomma,ne ?”pinta Nyonya Kim dengan bersungguh-sungguh.

    “Ne eomma..arraseo. Doakan aku,ne ?”

    “Tentu..doa eomma akan selalu menyertaimu.”

    Malamnya setelah membereskan pakaiannya,Taeyeon dan Nyonya Kim tidur bersama sebelum Taeyeon pergi ke Seoul besok. Taeyeon sengaja membuka jendela kamarnya untuk melihat bintang bersama ibunya,Taeyeon mengeratkan pelukannya ke Nyonya Kim seakan tidak ingin berpisah darinya. Nyonya Kim yang merasa terharu membalas pelukan Taeyeon dengan tak kalah eratnya. Taeyeon terlihat terisak begitu mengingat betapa kerasnya hidup ibunya dan juga dirinya, “Eomma…”panggil Taeyeon.

    “Ne ?”

    “Eomma masih mengingat kejadian saat aku tidak sengaja mencampurkan kimbab ke saus jajangmyun ?”tanya Taeyeon.

    Nyonya Kim mengangguk, “Tentu eomma masih mengingatnya..bagaimana tidak ? Saat itu ayahmu ingin sekali memarahimu tapi setelah merasakkannya..ia merasa ketagihan dan hingga sekarang ia masih menyukai makanan itu,aneh sekali.”kenang Nyonya Kim.

    “Andai saja appa tidak seperti ini,mungkin kehidupan kita akan lebih baik.”harap Taeyeon.

    “Tentu saja..namun takdir berkata lain…kita hanya perlu mendoakan ayahmu agar kembali seperti dulu lagi.”

    Taeyeon menatap kembali bintang dengan haru,ia kembali mengingat masa-masa kecilnya hingga sekarang. Sungguh ironis,karena perbedaan dari masa kemasa sangat jauh hingga membuatnya frustasi.

    Dulu,Taeyeon yang tidak kuat dengan perlakuan ayahnya pernah berpikir untuk bunuh diri. Setelah pulang dari kuliah,ia melihat ibunya dipukul dengan pemukul golf oleh ayahnya hingga berulang kali karena sebuah kesalahan kecil yaitu menumpahkan soju ke bajunya. Taeyeon yang tidak tahan mencoba untuk membantu ibunya,namun ayahnya malah menamparnya dengan begitu keras hingga bibirnya mengeluarkan darah. Setelah itu,Taeyeon keluar dari rumahnya menuju ke suatu tempat yang sunyi yaitu atap gedung bangunan yang sudah tidak terpakai,disitulah Taeyeon sering menghabiskan waktu jika memiliki masalah ataupun ingin menyendiri. Entah dorongan apa yang membuatnya berpikiran untuk bunuh diri,namun tiba-tiba saja ia berdiri dari duduknya dan berniat untuk memanjat tembok pembatas atap gedung. Saat sudah berada di tembok pembatas gedung itu,Taeyeon bisa merasakkan semilir angin sore yang dingin hingga menembus tengkuknya. Rasa takut terjatuh pun menghilang dari pikiran Taeyeon hingga tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, “Yeobeoseyo ? Ne..aku akan kembali.”ternyata yang menelepon Taeyeon adalah ibunya. Begitu teringat tentang orang yang ia sayangi itu,niat untuk bunuh diri pun ia urungkan. Mengingat betapa sulit ibunya untuk mempertahankan hidup demi dirinya meskipun ia lebih terluka daripada Taeyeon. Taeyeon pun sadar,tidak ada gunanya bunuh diri jika tidak menyelesaikkan masalah yang ia hadapi saat ini. Bunuh diri malah akan membuat orang-orang yang ia cintai bertambah sedih. Akhirnya Taeyeon memutuskan untuk kembali pulang.

    Sampai di rumah,rasa haru Taeyeon bertambah ketika melihat ibunya sudah duduk di meja makan sambil tersenyum lembut kepadanya. Senyum lembut itu membuat Taeyeon semakin bersalah,jika saja ia pergi dengan cara seperti yang akan ia lakukan tadi mungkin saja senyuman itu tak akan nampak lagi,malah akan menghilang hanya karena perbuatan bodoh yang akan ia lakukan tadi, “Eomma…”Taeyeon langsung memeluk ibunya dengan erat.

    “Ada apa denganmu ? Apa yang terjadi padamu ?”tanya Nyonya Kim cemas. Taeyeon merengek seperti itu saja sudah membuat ibunya cemas,apalagi jika ibunya mendengar Taeyeon melompat dari atap gedung bangunan tadi,hingga kini Taeyeon tak bisa membayangkannya sama sekali.

    Taeyeon kembali tersenyum menatap bintang sambil membayangkan kejadian bodoh yang hampir ia lakukan di masa lalu hanya karena pikiran buntunya, “Taeyeon..”panggil Nyonya Kim yang masih memeluknya dengan erat.

    Taeyeon menoleh ke wajah lelah Nyonya Kim dengan seksama, “Ne eomma ?”

    “Kau gadis cantik dan kuat..eomma yakin kau akan sukses suatu saat nanti.”yakin Nyonya Kim.

    Taeyeon mengangguk cepat, “Tentu saja..aku mengharapkan hal itu.”

    “Taeyeon kecil…kini telah tumbuh menjadi gadis cantik yang sangat berharga. Eomma menyayangimu.”ucap Nyonya Kim sambil mengecup singkat pipi Taeyeon.

    Taeyeon pun kembali menitikkan air mata, “Eom..ma ?”

    Nyonya Kim menghapus air mata Taeyeon, “Uljimayo..”

    Taeyeon semakin mempererat pelukannya,ia iri terhadap ibunya karena dapat setegar ini menghadapi masalah, “Saranghae eomma..”

    “Saranghae..lebih baik kau tidur sekarang. Perjalan dari Jeonju ke Seoul sangat jauh. Pagi-pagi sekali kau harus sudah berada di halte.”pesan Nyonya Kim.

    Taeyeon mengangguk cepat, “Ne..arraseo eomma.”semakin lama mata Taeyeon terpejam hingga akhirnya tertidur. Sementara Nyonya Kim,diam-diam ia melepas pelukannya dari Taeyeon,lalu pergi menghampiri tas Taeyeon, “Semoga ini bermanfaat untukmu.”Nyonya Kim memasukkan buku rekening ke dalam tas Taeyeon.

    Esoknya,Taeyeon bangun pagi-pagi sekali sekitar jam 5 pagi. Nyonya Kim yang sudah bangun lebih dulu mencoba membantu Taeyeon keluar dari rumah secara diam-diam tanpa membangunkan Tuan Kim yang masih tertidur. Setelah berjuang lama,akhirnya Nyonya Kim berhasil membantu Taeyeon keluar dari rumah, “Cepat pergi sekarang..sebelum bus yang akan mengantarmu ke terminal jeollabuk-do berangkat. Ppali ! ppali !!”Nyonya Kim mendorong Taeyeon pergi.

    Namun Taeyeon malah menahan dirinya, “Jamkamman eomma..”Nyonya Kim pun berhenti mendorong Taeyeon,lalu menatapnya dengan lembut, “Jaga diri eomma..aku berjanji pulang dengan membawa kebahagiaan untuk eomma.”

    Nyonya Kim mengangguk, “Aku percaya kepadamu putriku..pergilah.”

    Taeyeon pun mulai berjalan perlahan menuju ke halte bus yang berada tak jauh dari rumahnya. Sebelum berbelok menuju ke jalan raya,Taeyeon kembali menoleh ke arah ibunya yang masih melihatnya dari kejauhan, “Eomma..annyeong !!”seru Taeyeon sambil melambaikkan tangannya. Nyonya Kim pun membalas lambaian tangan Taeyeon, “Saranghae !!”

    Suasana pagi ini begitu dingin hingga membuat bibir Taeyeon bergetar. Meskipun saat ini ia menggunakan baju tebal,namun tetap saja tidak bisa mengalahkan angin musim dingin yang masih berlangsung. Saat berjalan menuju ke halte bus,tiba-tiba saja tangannya menyentuh sesuatu yang ada di dalam tasnya,karena penasaran Taeyeon melihatnya, “Buku rekening ?”Taeyeon yang merasa tidak pernah memiliki buku rekening pun membuka buku rekening itu. Taeyeon terkejut karena di buku itu tertulis namanya,padahal ia sama sekali belum pernah memilikinya dan yang lebih mengejutkan lagi,saldo yang ada di buku itu cukup besar. Saat tengah memperhatikkan saldonya,tiba-tiba saja ada kertas yang terjatuh dari buku itu. Ketika akan membacanya,bus yang akan mengangkut Taeyeon berjalan melewatinya,dengan cepat Taeyeon menyembunyikkan buku rekening serta surat itu ke dalam tas,lalu berlari mengejar bus itu. Beruntung bus itu berhenti di halte yang berada tak jauh darinya.

    Setelah masuk di dalam bus,Taeyeon memilih untuk menempati tempat duduk yang berada paling depan,agar ia bisa mengetahui kapan harus turun. Saat bus mulai berjalan kembali,Taeyeon kembali membuka buku rekening yang sempat ia pegang tadi,lalu membukanya dengan perlahan, “Surat apa ini ?”Taeyeon pun mulai membaca surat itu secara perlahan.

    Taeyeon…jaga buku rekening ini baik-baik. Eomma telah berusaha untuk mengumpulkan uang ini..meskipun tidak banyak,ini semua hasil jerih payah eomma selama ini.. gunakan sebaik mungkin..

    Eomma hanya berharap kau dapat mengembalikkan buku tabungan ini dengan kesuksesan yang akan kau bawa untuk Eomma..jaga dirimu..saranghae…

    Taeyeon pun kembali meneteskan air matanya begitu selesai membaca surat dari ibunya,ibunya terlalu banyak memberikkan uang padanya padahal ia ingin mengeluarkan uang dengan jerih payahnya sendiri tanpa ada bantuan orang lain. Taeyeon langsung mengeluarkan ponselnya begitu mendengar ponselnya berbunyi. Taeyeon terkejut karena yang meneleponnya adalah ayahnya, “Eotteokhae ??”cemas Taeyeon dengan tangan bergetar. Lama berpikir akhirnya Taeyeon memilih untuk mematikkan ponselnya dan membuang kartu yang ada di ponselnya, “Mianhae..”Taeyeon membuang kartunya ke luar jendela,ia berharap ayahnya tidak bisa menemukkan dirinya.

    Di sisi lain,Tuan Kim sedang marah besar begitu mengetahui putrinya telah kabur. Nyonya Kim yang sudah penuh luka akibat Tuan Kim yang sejak tadi terus memukulinya pun hanya menatap suaminya dengan penuh harap,ia berharap suaminya tidak akan bisa menemukkan Taeyeon, “Aish..kenapa anak itu tidak mengangkat teleponnya.”setelah memasukkan ponselnya ke dalam saku,Tuan Kim menatap istrinya dengan tajam, “Apa yang kau lakukan ? Kenapa bisa Taeyeon pergi dari rumah seperti ini..kau tidak becus menjaga putrimu !!”bentak Tuan Kim.

    “Seharusnya kau sadar dengan apa yang kau lakukan..dia putrimu,kenapa kau melakukan hal ini ? Kumohon sadarlah…”pinta Nyonya Kim.

    “Cih..kau tidak tahu apa-apa,tanpa aku mungkin saat ini kau dan putrimu yang gila itu tidak akan hidup hingga saat ini !”

    Nyonya Kim yang tidak menyangka dengan ucapan suaminya pun berdiri dari duduknya, “Mwo ? Apa yang kau katakan ? Kenapa kau seperti ini ?”tanya Nyonya Kim.

    Tuan Kim mendengus dengan kesal, “Lebih baik kau diam atau…”Tuan Kim mengangkat tangannya bersiap untuk menampar Nyonya Kim.

    “Atau apa ? Sadarlah..atau kau akan mendapatkan akibatkanya.”ucap Nyonya Kim sambil berjalan pergi meninggalkan suaminya yang masih dirundung kemarahan. Sampai di kamarnya,Nyonya Kim menatap foto keluarganya dengan nanar,ia sangat berharap putrinya dapat hidup lebih baik setelah ini.

    Taeyeon yang tertidur di bus tiba-tiba saja di bangunkan oleh sopir bus dengan pelan, “Permisi agashi…”Taeyeon pun perlahan membuka matanya, “Sudah sampai di pemberhentian terakhir..terminal jeonbuk.”

    Taeyeon yang baru menyadarinya pun segera turun, “Ah..terima kasih.”

    Setelah turun dari bus,Taeyeon langsung mencari tiket menuju ke Seoul, “Adakah tiket menuju ke Seoul ?”tanya Taeyeon kepada petugas tiket.

    “Anda ingin bus tipe apa ?”tanya petugas itu dengan ramah.

    “Paling cepat menuju ke Seoul ?”tanya Taeyeon balik tanpa ragu karena ia sangat ingin cepat sampai di Seoul sebelum Tuan Kim menemukannya,ia sangat tidak ingin Tuan Kim membawanya kembali hanya untuk di jual ke rentenir.

    Petugas tiket itu pun mencoba menjelaskan, “Ada tiket biasa yang harus melewati 3 line,memakan waktu sekitar lebih dari 5 jam. Dan ada bus jeonbuk express yang hanya memakan waktu 3 jam 8 menit.”jelas petugas tiket itu.

    “Tidak adakah yang lebih cepat ?”tanya Taeyeon tidak sabar.

    Petuas itu menyernyit sebentar sebelum kembali berucap, “Jika anda ingin lebih cepat sebaiknya anda menyetir mobil sendiri yang hanya memakan waktu 2 jam 12 menit. Bagaimana ?”tanya petugas itu yang mulai tidak sabar dengan Taeyeon yang merengek mendapatkan kendaraan yang dapat membawanya pergi ke Seoul dengan cepat.

    “Baiklah..saya memilih yang tercepat saja.”jawab Taeyeon akhirnya.

    “Beruntung anda datang cepat..tiket ke Seoul tinggal satu. Ini…”petugas itu memberikkan selembar tiket ke Taeyeon,Taeyeon menerimanya dengan senang hati, “Harga satu tiket untuk Jeonbuk express sekitar 18 won.”Taeyeon langsung memberikkan beberapa lembar uang kepada petugas tiket itu.

    “Gomawo !”Taeyeon langsung masuk ke bus yang di tunjuk oleh petugas itu,bus yang akan membawanya ke Seoul, “Seoul aku datang !!”seru Taeyeon sambil masuk ke dalam bus itu.

    Saat perjalanan menuju ke Seoul,Taeyeon duduk di samping seorang namja yang sejak tadi tertidur dengan lelapnya,wajahnya pun ia tutupi dengan maskernya sehingga Taeyeon tidak dapat melihat jelas wajah namja itu. Namun Taeyeon tidak terlalu memikirkannya hingga namja itu bangun dan menatap Taeyeon dengan kebingungan, “Apakah sudah sampai Seoul ? Aku sudah menunggu lama bus ini berjalan.”ujar namja itu.

    Taeyeon pun menyernyitkan keningnya,ia merasa sangat aneh dengan namja itu karena tanpa memberi salam ia langsung menyanyakkan hal terlebih dahulu, “Tidak sopan.”ujar Taeyeon yang masih dapat di dengar oleh namja itu.

    “Mwo ? Kau bilang apa nona ?”tanya namja itu.

    Taeyeon tersenyum penuh arti, “Tidak sopan. Apakah kurang jelas ?”tanya Taeyeon.

    “Kau..aish..andai kau bukan yeoja mungkin sudah kupukul !”ujar namja itu sambil mengepalkan tangannya.Taeyeon hanya memeletkan lidahnya ke arah namja itu.

    Mereka pun saling diam tanpa berbicara sedikit pun hingga namja itu memegangi perut dan mulutnya,Taeyeon yang melihatnya pun keheranan dengan apa yang dilakukan namja itu, “Apa yang terjadi ?”tanya Taeyeon bingung.

    Namja itu tidak menjawab,ia menunjuk mulutnya, “Apa yang kau lakukan ?”tanya Taeyeon cemas.

    Namja itu pun membuka masker yang sejak tadi menutupi mulutnya, “Ak..aku mual..”jawabnya.

    Dengan sigap Taeyeon mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yang tak lain adalah minyak angin, “Buka jaketmu !”perintah Taeyeon.

    “Mwo ?”tanya namja itu tak percaya.

    “Tolong menurutlah kepadaku..setelah ini boleh saja kau tidak mempercayaiku.”namja itu berpikir sebentar sebelum akhirnya menuruti ucapan Taeyeon,ia segera membuka jaketnya. Begitu jaketnya terbuka,Taeyeon mulai mengoleskan minyak angin yang ia bawa ke punggung namja itu dengan sedikit menyibakkan baju yang ia pakai. Dengan sabar Taeyeon mengoleskan minyak itu meskipun berulang kali namja itu mengeluh kesakitan karena sesekali Taeyeon sedikit menekan punggungnya.

    Setelah rata,Taeyeon kembali menutup baju namja itu,lalu memberikkan namja itu minuman yang ia bawa, “Minum ini !”Taeyeon memberikannya ke namja itu dan namja itu langsung meminumnya.

    Namja itu diam-diam terus menatap wajah Taeyeon dari samping dengan penuh perhatian,ia terus menatap Taeyeon tanpa berkedip hingga sesuatu yang aneh memasukki hatinya,ia tidak tahu apa yang terjadi kepadanya, “Sudah ?”tanya Taeyeon mengagetkan namja itu.

    “Sudah…ini.”namja itu memberikkan sisa air yang ia minum ke Taeyeon.

    “Tidak perlu..habiskan saja.”setelah itu Taeyeon pun memalingkan wajahnya,namja itu hanya bisa mendengus kesal karena tidak diperhatikkan oleh Taeyeon.

    Merasa bosan tidak diperhatikkan,namja itu pun berusaha mengajak Taeyeon berbicara, “Boleh aku bertanya ?”Taeyeon pun menoleh dan menganggukkan kepalanya, “Siapa namamu ? Sejak tadi aku belum menanyakkan hal itu kepadamu.”

    “Namaku Kim Taeyeon..”jawab Taeyeon singkat.

    Namja itu mengerjap-ngerjapkan matanya sebentar sebelum kembali berbicara, “Aku..Byun Baekhyun.”

    Taeyeon menoleh ke namja bernama Baekhyun itu,lalu menatap matanya lekat-lekat hingga membuat Baekhyun sedikit grogi, “Senang berkenalan denganmu.”ucap Taeyeon sambil tersenyum.

    “Eh…ne ? Ah..kau darimana dan mau kemana ?”tanya Baekhyun.

    “Aku dari Jeonju dan akan pergi ke Seoul.”jawab Taeyeon.

    Baekhyun pun tertawa, “Berbanding dengan aku…aku dari Seoul,aku datang ke Jeonju hanya karena ingin berlibur. Tapi teman-temanku mengacaukannya setelah mereka sengaja meninggalkanku sendiri di Jeonju. Dan akhirnya seperti ini..aku terpaksa pulang dengan menggunakan bus. Kau tahu…seumur hidup baru kali ini aku menaiki bus.”

    “Sehingga membuatmu mual seperti tadi ?”canda Taeyeon.

    Baekhyun yang malu menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal, “Ah..seperti itulah.”

    “Kau memang namja yang lemah.”

    Ucapan Taeyeon kali ini berhasil membuat Baekhyun kembali naik pitam, “Neo..apa yang…”

    “Sudah diamlah…aku ingin tidur. Aku lelah.”Taeyeon perlahan menutup matanya.

    Baekhyun yang masih kesal karena Taeyeon telah mengejeknya memilih untuk memalingkan wajahnya ke luar jendela. Saat tengah sibuk memandang ke luar jendela,Baekhyun merasakkan ada sesuatu meneyntuh bahunya secara perlahan,lalu Baekhyun pun menoleh ke sisi kirinya,ia terkejut melihat Taeyeon yang sudah tertidur bersandar di bahunya. Diam-diam Baekhyun tesenyum melihatnya,perlahan Baekhyun juga ikut memejamkan matanya.

    Di sepanjang perjalanan dari Seoul ke Jeonju,Baekhyun dan Taeyeon tetap berada pada posisi sepert itu hingga seseorang membangunkan Baekhyun yang masih tertidur. Baekhyun pun mulai membuka matany,ia terkejut karena saat ini ia tidur dalam posisi yang berbeda dari tadi dan Taeyeon,kini gadis itu sudah tidak ada di sampingnya. Baekhyun yang merasa cemas menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikkan dimana keberadaan gadis itu.Tapi nihil,gadis itu sudah tidak ada dan di bus kini hanya ada dirinya dan beberapa orang saja. Baekhyun yang frustasi pun mengacak-acak rambutnya, “Aish..kenapa bisa seperti ini. Aku belum mengucapkan terima kasih kepadanya dan kini..aish !!”

    Sementara itu,Taeyeon yang kini sudah berada di sebuah halte bus,tengah menunggu bus yang dapat membawanya ke sekitar junggu,dimana universitas dongguk berada. Disana ia ingin mencari kontrakkan yang dekat dengan tempat kuliahnya. Saat tengah menunggu bus,pikiran Taeyeon kembali melayang ke Baekhyun,ia pun membayangkan apa yang dilakukan namja itu saat ini,membayangkannya saja hampir membuatnya tertawa. Bagaimana bingungnya namja itu mencarinya,namun Taeyeon tidak perlu cemas karena ia sudah meninggalkan sebuah catatan kecil di saku jaket milik Baekhyun.

    Baekhyun yang masih kesal karena ditinggal oleh Taeyeon berniat untuk menelepon temannya agar mereka mau menjemput Baekhyun di Terminal Seoul. Saat akan mengambil ponsel di saku jaketnya,tiba-tiba saja ada sesuatu terjatuh dari sakunya. Dengan rasa penasaran Baekhyun mengambil benda itu yang ternyata adalah sebuah catatan kecil berisikkan sebuah pesan,Baekhyun tersenyum begitu mengetahui catatan itu dari Taeyeon.

    Baekhyun..jaga dirimu baik-baik..maaf jika aku pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu kepadamu. Aku hanya berharap kau tidak tersesat setelah turun dari bus. Sebenarnya tadi aku ingin membangunkanmu..tapi aku mengurungkannya setelah melihat betapa lelapnya tidurmu. Semoga kita dapat bertemu lagi…. –Kim Taeyeon-

    Baekhyun yang merasa senang mendapat pesan dari Taeyeon langsung mengecup pesan dari Taeyeon, “Aku berharap kita dapat bertemu.”harap Baekhyun.

    Taeyeon yang masih menungu bus terlihat sudah bosan hingga matanya mengarah ke seorang yeoja yang tengah menyeberang di jalan. Tatapannya Taeyeon semakin menajam saat ada seseorang mulai mendekati yeoja itu dengan gelagat mencurigakan. Hingga orang itu mengambil tas yeoja yang Taeyeon perhatikan, “Pencuri ! Pencuri !!”seru yeoja itu dengan panik.

    Semua orang pun terlihat tidak peduli dengan teriakkan yeoja itu hingga orang yang mencuri tasnya berlari ke arah Taeyeon. Begitu orang itu mulai mendekati Taeyeon,Taeyeon langsung memukulnya dengan tas besar miliknya, “Apa yang kau lakukan ? Jangan ikut campur !”

    “Berikan tas itu !!”bentak Taeyeon.

    “Tidak akan.”ucap orang itu.

    Sret…

    Tiba-tiba saja orang itu mengeluarkan pisau dari sakunya dan menebaskannya tepat mengenai pipi Taeyeon hingga membuat pipi Taeyeon terluka dengan cukup parah. Taeyeon pun tidak menyerah,dengan keras Taeyeon memukul orang itu tepat di tengkuknya dengan menggunakan tasnya. Saat orang itu mengaduh kesakitan,Taeyeon mengambil kesempatan itu untuk mengambil tas yeoja tadi, “Tolong..tangkap namja ini !!”seru Taeyeon.

    Orang-orang yang sejak tadi hanya melihat Taeyeon tanpa melakukan apapun mulai mendekati pencuri itu,lalu menahannya. Yeoja yang di curi tasnya tadi pun mendekati Taeyeon,lalu Taeyeon memberikkan tas yang ia pegang ke pemiliknya, “Gomawo.”ucap yeoja itu.

    “Ne…”

    Yeoja itu memandangi wajah Taeyeon dengan cemas, “Wajahmu..”

    Taeyeon yang baru menyadari ada darah yang menetes dari pipinya pun hanya tersenyum, “Tidak apa-apa. Yang terpenting tas milikmu dapat kembali.”

    “Kajja ikut saya ke rumah sakit untuk perawatan !”ajak yeoja itu.

    “Tidak..saya bisa…”

    Yeoja itu menggelengkan kepalanya, “Anieya..kajja ikut aku !”yeoja itu terus memaksa Taeyeon hingga akhirnya Taeyeon mau menurutinya. Tak lama kemudian ada sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan mereka, “Ayo masuk !”Taeyeon pun menuruti ucapannya dan ikut masuk ke dalam mobil.

    Di dalam mobil,Taeyeon mengusapkan sapu tangan yang diberikan yeoja itu, “Apa tidak apa-apa ?”tanya yeoja itu cemas.

    “Ne..aku tidak apa-apa.”jawab Taeyeon.

    “Oh iya…siapa namamu ?”tanya yeoja itu.

    “Namaku..Kim Taeyeon.”

    Yeoja itu tersenyum, “Senang berkenalan denganmu…namaku….


    

Advertisements

103 comments on “[FREELANCE] Found Love (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s