ZUIVER / Chapter 5

zuiver

Tittle : ZUIVER
Cast : Kim Taeyeon , Oh Sehun , Xi Luhan
Other Cast : Lay , Tiffany , Jessica
Genre : Romance , Marriage Life
Rate : PG 17
Lenght : Chapter , [ 15 Page , 4+ K ]
Author : DorkySong

Preview ⇒ (Chapter 1)  (Chapter 2)  (Chapter 3)  (Chapter 4)

⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓

langsung saja di baca ya……. XD

WARNING..!! TYPO BERTEBARAN ALUR CERITA RUMIT

DON’T BASH DON’T PLAGIARISME
ff ini asli lahir dari otak saya , kritik dan saran sangat saya nantikan
^_^

.

.

∞∞∞∞∞∞ Ηα℘℘ϒ   ℜεαdιηg ∞∞∞∞∞∞

.

.

.

___________________________________________________
~ZUIVER~
____________________________________________________

Taeyeon masih sibuk dengan kegiatannya memeras handuk dan menempelkannya pada kening Luhan yang masih tidak sadarkan diri, semalam ia sempat mendengar Luhan memanggil namanya dan ketika ia berlari kedalam kamar untuk mengecek, taeyeon menemukan pria itu sudah tergeletak di belakang pintu kamar dengan keadaan mengenaskan.

 

 
Taeyeon melihat jam weker diatas meja nakas, jarum jam sudah menunjukan pukul 08.00 tepat namun Luhan belum ada tanda – tanda akan membuka mata. Sehun sudah pulang pada pukul 5 dini hari tadi setelah semalaman menemani Taeyeon untuk menjaga Luhan, pria itu mengatakan ada pertemuan mendadak dengan seorang desaigner dari china.

 

 
“euunghh….”

 

 
Taeyeon tersadar begitu suara Luhan tertangkap olehnya, mata rusa pria itu perlahan terbuka menampilkan bola mata bening khasnya.
“Luhan kau sudah sadar” tangan Taeyeon terulur dan mengambil handuk basah dari kening Luhan, menempelkan punggung tangannya pada kening serta leher pria itu secara berurutan. Mengecek apakah suhu tubuh Luhan masih tinggi atau tidak. Taeyeon menghela nafas lega ketika suhu tubuh Luhan terasa normal di kulitnya.

 

 
“Kepalamu bagaimana? Masih pusing?”

 

 
Luhan mengangguk lemah, pria itu menatap Taeyeon sayu “Semalam—-“ Luhan diam sebentar, mencoba mengingat – ingat segala kejadian tadi malam, ia sedikit mendengus begitu bayangan Sehun dan Taeyeon yang berpelukan di ruang tamu terputar oleh memori otaknya.

 

 
“Semalam kau mabuk” tukas Taeyeon, gadis itu hendak bangkit namun tangan Luhan tiba – tiba menariknya kuat.

 

 
“Kau butuh sesuatu?” Tanyanya, begitu ia kembali terduduk, mata hitamnya menatap manik mata Luhan dengan bingung.
Luhan diam, hanya diam tidak merespon pertanyaan Taeyeon yang jika di tela’ah terdapat nada khawatir disana. Pria itu menatap sebentar kemudian menarik tubuh Taeyeon hingga jatuh menimpanya, terdengar pekikan Taeyeon namun Luhan tidak perduli. Pria itu memilih membawa Tubuh hangat Taeyeon kedalam dekapannya.

 

 
“Apa yang kau laku—–“

 

 
“Ssstt…. sebentar saja” potong Luhan cepat, ia tersenyum ketika tubuh Taeyeon pasrah di pelukannya, tidak melawan.

 

 
“Lu—han” Taeyeon merasa sesak, pelukan Luhan terasa begitu erat pada tubuhnya. Gadis itu merasakan puncuk kepalanya di kecupi secara bertubi – tubi oleh Luhan, Taeyeon ingin memberontak namun lengan Luhan semakin mengerat di pinggangnya.

 

 
“Kenapa kau melakukannya?”

 

 
Taeyeon mengernyit didalam dekapan Luhan, gadis itu hendak mengeluarkan sebuah pertanyaan namun suaranya tercekat begitu saja begitu Luhan membalik tubuhnya hingga kini ia berada di bawah dengan tubuh Luhan berada diatasnya.

 

 
“Bukankah sudah ku katakan kau milikku”

 

 
Luhan terkikik ketika wajah Taeyeon memerah karena ucapannya, tangannya ia bawa untuk mengusap pipi halus milik Taeyeon. Meneliti hampir disetiap lekuk wajah gadis itu yang begitu mempesona.

 

 
“A-apa maksudmu Luhan, aku tidak mengerti” Taeyeon merasa ingin mati saja rasanya, jika mengingat posisinya dengan Luhan yang cukup err….menggoda?

 

 
“jangan percaya pada sepupuku” Luhan mengecup kening Taeyeon cukup lama “Kau belum mengenal sepupuku dengan baik” kali ini Luhan mengecup hidung bangir milik Taeyeon “dan—“ Luhan kembali mengecup kelopak mata Taeyeon “Jangan biarkan siapapun menyentuhmu selain aku” Luhan menatap sebentar kearah bibir pink milik Taeyeon, sebelum akhirnya mempersatukan bibir miliknya dengan bibir manis dan hangat milik Taeyeon.

 

 

 
Awalnya Luhan hanya menempelkan saja namun seiring waktu ia mulai berani bergerak serta melumatnya dengan lembut, Luhan terus mencecap rasa manis yang berasal dari bibir Taeyeon walau ia tahu bahwa sang empu tidak merespon.
Jantung Luhan rasanya akan melompat jika saja ia tidak segera menghentian cumbuannya pada bibir menggoda milik Taeyeon, mata rusanya mengunci iris hitam milik Taeyeon, mencoba mengatakan bahwa dirinya telah benar – benar terjerat pada sosok dibawah tubuhnya saat ini.

 

 
Persetan dengan persepsi hidupnya yang begitu perfect, saat ini Luhan telah membenarkan sebuah kenyataan tentang perasaannya yang sangat kuat. Memang terlalu cepat jika mengatas namakan ‘cinta’ namun Luhan sudah tidak bisa lagi mengandaikan perasaannya seperti apa, Luhan tidak tahu kenapa dan bagaimana perasaan itu tumbuh hanya dalam beberapa minggu kebersamaannya dengan Taeyeon, yah.. hanya beberapa minggu saja, Gadis polos seperti Taeyeon sudah berhasil memporak – porandakan perasaannya. Yang jelas saat ini Luhan mengetahui bahwa perasaan cinta itu benar adanya! Hey.. Luhan sudah membekukan perasaannya semenjak ia putus dengan kekasih pertamanya.

 

 
Luhan memandang wajah Taeyeon yang memerah dibawahnya, tersenyum sesaat sebelum akhirnya menarik diri dan menidurkan tubuhnya disamping taeyeon.

 

 
“Apa yang sebenarnya kau lakukan padaku Taeyeon”

 

 
Taeyeon yang mendengar gumaman Luhan kini mengernyit heran, seharusnya yang bertanya seperti itu adalah dirinya, kenapa malah Luhan yang telah membuat ratusan tumpukan soal di kepalanya.

 

 
Taeyeon tidak pernah diperlakukan seperti tadi oleh Luhan, pria itu tidak pernah bersikap romantis bahkan sangat menggairahkan seperti tadi.. Wait! Menggairahkan? Taeyeon apa yang sedang kau pikirkan?

 

 
“seharusnya aku yang bertanya begitu” timpalnya tak terima, akhirnya setelah menenangkan jantungnya yang hampir copot Taeyeon bangkit dan mendudukkan diri di kursi samping ranjang.

 

 
Ia hampir memekik kaget begitu Luhan memutar tubuh dan menghadap kearahnya dengan senyuman yang terlihat bodoh dan konyol.
Oke..ingatkan Taeyeon bagaimana caranya bernafas!
Luhan tampak mengerikan sekali dengan senyuman seperti itu.

 

 
“Aku hanya bingung saja”

 

 
Taeyeon mendengus, merotasikan matanya dan memilih mengambil obat sakit kepala di atas meja nakas lantas menyerahkannya pada Luhan.
“Minum obat ini agar pusing di kepalamu berkurang” Setelah Luhan menerima obat itu, tangan Taeyeon kini meraih satu gelas air putih yang tak jauh dari posisinya, dan menyerahkannya juga pada Luhan.

 

 
“Istirahatlah aku akan memasakkan bubur untukmu”

 

 
Luhan tersenyum lebar begitu mendengar kata ‘memasak’, Luhanpun mengangguk antusias. Dirinya sudah sangat ingin makan masakan Taeyeon lagi, sangat!

 

 

 

________________________________________
~ZUIVER~
________________________________________

 

 

 
Taeyeon tidak banyak bicara, gadis itu hanya menatap malas Luhan, sesekali menarik nafas pelan sebagai tanda bahwa dirinya mulai bosan. Ini sudah mangkok bubur ke tiga yang menjadi korban kelaparan Xi Luhan, pria itu nampak tak terganggu dengan Taeyeon yang berdecak beberapa kali padanya, sibuk memenuhi mulutnya dengan bubur ayam yang jelas – jelas tidak ada spesial – spesialnya sama sekali, namun Luhan tadi bersikeras bahwa bubur buatannya sangat nikmat. Berlebihan!

 

 
“Sudah selesai?” Tanyanya malas begitu mangkok bubur itu sudah kosong dan bersih. Luhan terlihat mengangguk dengan mulut belepotan. Taeyeon lagi – lagi mendengus kesal ia bangkit mengambil ketiga mangkok kotor itu dan meletakkannya di tempat cucian piring, mengambil tisu dan menyerahkannya pada Luhan.

 

 
“mulutmu kotor”

 

 
Luhan tak merespon, pria itu langsung mengambil tisu yang diberikan Taeyeon, mengelap sisa – sisa bubur pada ujung bibir dan rahangnya.
Luhan selesai dan menatap Taeyeon yang memunggunginya. Gadis itu sibuk sekali dengan cucian piring yang terlihat menumpuk, tidak terlalu banyak memang namun berhasil membuat jiwa Luhan terenyak untuk menawarkan bantuan.

 

 
“Butuh bantuan?”

 

 
Luhan mendengar Taeyeon mengatakan ‘TIDAK’ dengan jelas, lelaki itu hanya menghela nafas dan memilih diam di tempatnya, mata rusa miliknya sibuk memperhatikan gerak gerik Taeyeon yang sibuk kesana kesini.

 

 
“Yakin tidak butuh bantuan?”

 

 
Taeyeon mendengus dan memandang Luhan malas “Tidak” jawabnya tegas

 

 
Luhan mengedikkan bahu, memilih bangkit dan mendekati Taeyeon, gadis itu sempat terkejut namun segera kembali tak menggubris keberadaan Luhan disampingnya.

 

 
“Biar ku bantu” tawarnya lagi, tangan Luhan langsung sigap merebut tumpukan mangkok ditangan Taeyeon, meletakkannya pada rak khusus kemudian kembali menaruh piring yang sudah bersih pada Rak yang sama juga.

 

 
“Ada apa denganmu hari ini Luhan? Apa kepalamu semalam terbentur?”

 

 
Luhan membeku ditempat dengan kedua tangannya yang masih memegang nampan serta beberapa sendok.
Dirinya hanya diam dengan pandangan kosong, pertanyaan Taeyeon sontak saja seakan membekukan hampir keseluruhan ototnya, Benar!

 

 

 

Ada apa dengan dirinya?

 

 
Luhan kau mulai lagi!

 

 
Bukankah sudah jelas bahwa alasan di balik sikap aneh dan menggelikan dirimu adalah karena satu objek dihadapanmu saat ini. Luhan kenapa otakmu semakin tolol saja semenjak keberadaan Taeyeon mengusik hatimu? Sudah jelas kau menyukainya kenapa masih bingung mempertanyakan alasannya! Sudah sewajarnya jika seorang pria mencintai wanitanya melakukan hal – hal yang bahkan tidak masuk akal seperti yang kau lakukan saat ini.

 

 
“Tidak, kepalaku tidak terbentur” jawabnya santai sebelum kemudian meletakkan nampan dan sendok itu pada tempatnya.

 

 
“Apa kau baik – baik saja? Aku jadi khawatir kau hilang ingatan”

 

 
Luhan meggeram tertahan, ia berbalik dan menghadap Taeyeon langsung “Aku tidak amnesia”
Taeyeon diam sebelum akhirnya mendorong tubuh Luhan agar menjauh darinya, jika Luhan terlalu dekat dengannya itu akan mengingatkan Taeyeon akan kejadian tadi.

 

 
“jangan mendekat, kau terlalu menyeramkan” ujarnya kemudian berlalu pergi meninggalkan Luhan yang terdiam dengan wajah bodohnya.

 

 

 

___________________________________________
~ZUIVER~
___________________________________________

 

 
Taeyeon begitu senang sekali begitu Tiffany sahabatnya menghubunginya siang tadi, mengajak bertemu untuk melepas rindu. Taeyeon merapikan sebentar penampilannya sebelum memasuki cafe langganannya bersama tiffany dan jessica saat masih bersama di bangku sekolah menengah dulu. Baru saja tubuhnya masuk suara cempreng yang memang sudah Taeyeon hafal menyambutnya, Taeyeon tersenyum lebar ketika sosok Tiffany tertangkap oleh retinanya tengah mengayunkan tangan serta berteriak menyuruhnya segera mendekat.

 

 
“Menunggu lama?” sapanya begitu Taeyeon sudah sampai yang di jawab gelengan dari sahabatnya itu, Taeyeon terkikik sekilas kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi tepat di samping Tiffany.

 

 

 
“Aku merindukanmu noona mesum” Tiffany merangkul pundak Taeyeon begitu gadis itu duduk disebelahnya, Terdengar decakan Taeyeon yang membuat Tiffany tertawa.

 

 
“Aku tidak mesum” Taeyeon mengelak serta menghempaskan tangan Tiffany pelan hingga sang empu semakin tertawa keras melihat reaksi sahabatnya.

 

 
“Hey.. jangan marah, aku mempunyai kejutan untukmu”

 

 

 
Taeyeon menoleh “Kejutan?”

 

 

 
Gadis ber-eye smile itu mengangguk “Mau memesan dulu noona byun?”

 

 

 
“Yakk..berhenti memanggilku byun” sergahnya kesal

 

 

 
“Ha ha ha…Okey okey, sorry…” Tiffany berdiri dan memanggil salah satu pelayan, meminta buku menu serta satu buah note dan bulpoin untuk mencatat pesanan mereka.

 

 

 
“Mau pesan apa?” Tiffany bertanya dengan mata indahnya yang masih menatap puluhan jenis menu dengan fokus.

 

 
“Delicutesh Cream saja”

 

 
Tiffany mengangguk sebelum akhirnya mencatat pesanan Taeyeon, matanya melirik kembali pada menu setelahnya gadis itu juga sibuk mencatat pesanan miliknya sendiri. Memanggil pelayan tadi kemudian menyerahkan note serta buku menu itu kembali.

 

 
“Well… aku ingin mendengar banyak hal tentangmu, sepertinya banyak sekali yang kulewatkan”

 

 
Taeyeon mengangguk “Yah.. banyak sekali memang”

 

 
Tiffany mendesah kemudian memutar kursinya untuk menghadap langsung ke Taeyeon. “Baiklah, ceritakan”

 

 

 
Taeyeon mengangguk sebelum bibirnya berucap, kata demi kata terus mengalir tanpa henti darinya, terkadang sahabatnya Tiffany akan merespon dengan ekspresi berlebihan seperti memekik, berteriak heboh atau marah hingga menggebrak meja. Untung saja mereka memilih tempat yang tidak terlalu mencolok sehingga kegiatan keduanya tidak akan mengganggu pengunjung lain disana.

 

 
Cerita Taeyeon berhenti sebentar ketika pesanan keduanya datang, setelah pelayan itu membungkuk dan pergi Tiffany dengan wajah berbinar serta super duper penasaran akan kembali memaksa Taeyeon untuk melanjutkan ceritanya. Taeyeon dengan senang hati akan melanjutkan kisah hidupnya untuk dibagi pada Tiffany. Toh memang mereka sudah bersepakat untuk tidak menutup – nutupi apapun.

 

 
“Tak kusangka kisahmu begitu rumit” celotehnya begitu Taeyeon mengakhiri ceritanya, gadis itu mengangguk sebelum akhirnya memakan ice creamnya yang mulai sedikit mencair.

 

 
“Aku bingung harus bagaimana?”

 

 
Tiffany menepuk pelan punggung Taeyeon, gadis itu megeluarkan eye smilenya yang selalu berhasil membuat Taeyeon merasa lebih tenang “Kau harus memastikan dengan tepat, kiranya untuk siapa hatimu”

 

 
Taeyeon mendesah kemudian meletakkan kepalanya di atas meja “Seandainya aku bisa”

 

 
Tiffany tersenyum, gadis itu menggenggam erat tangan sahabatnya itu, mencoba memberikan dorongan serta kekuatan agar sahabat mungilnya itu semangat “Kau pasti bisa menentukan hatimu, yakinlah”

 

 
“Hm…. semoga” Sahutnya lesu, Tiffany tersenyum sebelum akhirnya memakan pesanannya sendiri

 

 
“Eum… Rasa Ice cream disini masih sama nikmatnya seperti 3 tahun lalu” Celotehnya lucu, Taeyeon terkekeh dan mengangkat wajahnya, ikut menikmati pesanannya yang memang menggiurkan.

 

 
“Seandainya Jessica ada disini pasti akan seru” Taeyeon mendengus lesu, yang direspon anggukan mantap Tiffany. Memang betul! Taeyeon juga merindukan sahabatnya yang satu itu, sahabat barbienya yang dingin sekaligus hangat, bagaimanakah kabarnya sekarang? Jika di fikir sudah lama sekali dirinya dan Jessica tidak berhubungan.

 

 
“Merindukanku noona byun”

 

 
Tiffany tersenyum ketika sosok wanita cantik berdiri di hadapannya, rambut pirangnya yang indah terlihat berkilau tertimpa cahaya, beberapa pengunjung yang berada disana bahkan banyak yang menatap pada gadis itu penuh ketertarikan.

 

 

 
“Kyaaaaaaa……………..”

 

 
Taeyeon memekik heboh begitu matanya bertemu langsung dengan mata biru gadis itu, Tiffany bahkan harus menutup kedua telinganya mendengar pekikan Taeyeon yang mencapai hampir 10 oktaf.

 

 
“JESSICA”

 

 
“Yeah…It’s me noona kim”

 

 

 
Taeyeon berdiri dan langsung menghambur pada pelukan gadis itu, keduanya meloncat – loncat kegirangan Oh salah lebih tepatnya Taeyeon lah yang meloncat – loncat kegirangan, sedang gadis yang di panggilnya Jessica itu hanya tertawa lebar.

 

 
“Yakk…Kau juga tidak mau memelukku Presdir Jung?” Tiffany berucap dingin yang disambut kekehan geli kedua wanita yang masih memeluk satu sama lain.

 

 

 
“Come on baby” Jessica merentangkan tangannya menyambut Tiffany yang langsung memeluknya tak kalah erat.

 

 
“Aku merindukan kalian” Jessica berucap disertai logat khas amerikanya, sedang kedua manusia di pelukannya itu hanya mengangguk.
Setelah acara peluk memeluk mereka yang sangat sakral dan luar biasa heboh, akhirnya ketiganya duduk dengan Tiffany di samping Taeyeon dan Jessica di kursi lain di Seberang mereka.

 

 

 
“Kapan kau tiba?” Taeyeon membuka percakapan

 

 
“Sebenarnya aku sudah 5 hari yang lalu tiba di seoul,namun aku tidak sempat memberi kabar karena banyak sekali yang harus kuurus, dan kemarin aku baru bisa menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Tiffany”

 

 
Taeyeon mendelik dan menatap Tiffany tajam seolah mengatakan ‘Kenapa tidak memberitahuku’ yang di balas Tiffany dengan cengiran bodoh serta tangan membentuk V-sigh.

 

 
“Sebenarnya aku sudah menghubungimu tapi nomor ponselmu tidak aktif”

 

 
Taeyeon kini beralih menatap Jessica, Ia merasa bodoh sendiri karena lupa memberitahu Jessica bahwa ponselnya hilang. “Maaf Jes, Ponselku hilang dan sepertinya aku lupa memberitahumu” Taeyeon menatap Jessica menyesal.
Mata biru Jessica nampak lenyap tertelan oleh senyum merekah “Tidak apa! Aku tahu kau sedang banyak masalah” Ucapnya penuh pengertian.

 

 
“Ku dengar kau kabur saat pernikahan?”

 

 
Taeyeon mendengus, dan kemudian ia mulai bercerita tentang hidupnya lagi. Yang terkadang di serobot oleh Tiffany dan berakhir dengan Tiffany yang menjelaskannya dengan dibumbuhi drama disana – sini. Yang jelas ketiga wanita cantik itu nampak larut dengan obrolan mereka.

 

 

 

_________________________________________
~ZUIVER~
_________________________________________

 

 
Sehun mendudukkan tubuhnya pada sofa di ruangan pribadinya, kedua mata elangnya menatap arloji di pergelangan tangannya, jarum pendek sudah menunjuk angka 10 dan jarum panjang menunjuk angka 8, ia mendengus pelan sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya. Hari ini ia begitu lelah sekali setelah rapat mendadak pagi tadi ia serta beberapa karyawannya harus menemani sang kolega bisnisnya berkeliling untuk menyurvei beberapa barang yang akan digunakan nanti pada acara peluncuran karya terbarunya dan baru kembali ke kantor beberapa menit yang lalu. Sehun memang sudah menyuruh karyawannya untuk pulang sedang dirinya sendiri masih ingin berlama – lama di sini.

 

 
Hening membuat perasaannya jadi tidak nyaman, maka ia mengingat – ingat celotehan Taeyeon yang selalu berhasil membuatnya tertawa, hingga Sehun tanpa sadar tertawa sendiri di keheningan. Dirinya merogoh ponsel besarnya dari saku jas, menyalakan benda persegi panjang itu hingga menampilkan wallpaper dirinya dan Taeyeon. Sehun tersenyum saat menatap foto Taeyeon di ponselnya, Gadis itu menggembungkan pipinya serta meletakkan tangannya yang membentuk V-sigh di atas kepala, sedang dirinya sendiri hanya tersenyum kecil di sampingnya. Sehun teringat bagaimana Taeyeon yang mengambil paksa ponselnya dan mengambil gambar itu tentunya dengan paksaan juga.

 

 
Tanpa sadar ia terkekeh mengingat sikap Taeyeon yang begitu menggemaskan.

 

 
Sehun baru ingat seharian ini Taeyeon tidak menghubunginya setelah ia yang pamit dengan terburu – buru pagi tadi dari apartemen Luhan, Taeyeon tidak mengirim dirinya Pesan satupun sampai sekarang. Biasanya gadis itu akan mengiriminya setiap hari walau hanya mengirim satu emoticon berbentuk tangan yang mengepal. Apa Taeyeon sibuk? Pertanyaan itu terlintas di otaknya.
Sibuk?

 

 

 
Sibuk menemai Luhan kah?

 

 

 
Ouch… Sehun menggeram ketika nama Luhan terlintas di benaknya, kenapa setiap kali ia memikirkan Taeyeon nama Luhan akan selalu terseret. Menyebalkan sekali!

 

 

 
Ponsel ditangannya bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk, Sehun sempat berfikir itu adalah pesan dari Taeyeon namun ternyata dugaannya salah. Tertera nama Hyung dengan emotikon hati setelahnya.

 

 

 
‘Sehun kapan pulang?’

 

 
Sehun tersenyum melihat isi pesan dari Hyung kesayangannya itu, maka segera jari jemari panjangnya mengetikkan kata demi kata dengan cepat.

 

 
‘Aku akan pulang malam Hyung, Cepatlah tidur jangan lupa minum obatmu. Sehun menyayangimu ❤ <3’ – send

 

 

 
Tak lama ponsel sehun bergetar kembali dan sehun sudah tahu pasti bahwa itu balasan dari hyungnya

 

 

 
‘Hyung juga menyayangi sehun, selamat malam’

 

 

 

 
Sehun tersenyum senang, Hyungnya itu sudah banyak sekali kemajuan. Obat yang selalu diminum hyungnya itu sedikit demi sedikit telah memperbaiki sistem sarafnya, Sehun yakin jika hyungnya itu rajin meminum obat serta rutin melakukan pemeriksaan serta terapi pasti tak akan lama bisa sembuh total dan bisa menjalani kehidupannya dengan normal.

 

 
‘selamat malam juga Hyung ❤ mimpi indah’ – send

 

 
Ponselnya kembali bergetar ia fikir Hyungnya membalas pesannya lagi namun ternyata bukan, tertera nama ‘Baby Tae <3’ di ponselnya, Sehun tersenyum semakin lebar begitu pesan dari orang yang sangat ia tunggu muncul juga.

 

 

 
‘Sehun apa kau ada waktu luang besok? Aku ingin jalan – jalan’

 

 

 
Begitulah isi pesan dari Taeyeon, Sehun mengangguk tanpa sadar ‘Tentu, kita bertemu dulu di cafe biasa jam 9 pagi’ – send

 

 

 

Sehun melempar ponselnya asal, ia melepas 2 kancing kemeja atasnya, melipat lengan kemejanya hingga sebatas siku dan kembali menyelesaikan desain pakaian yang masih menganggur diatas meja kerjanya.
dalam sekejab Sehun sudah tenggelam dalam imajinasi yang tertumpah ruah pada kertas putih bersih, menghasilkan pola gambar indah di sana.

________________________________________
~ZUIVER~
________________________________________

Luhan bersiap untuk berangkat bekerja, namun niatannya itu ia urungkan ketika melihat Taeyeon yang hendak pergi. Pakaiannya casual namun tetap pas dan cocok ditubuh mungil gadis itu.

 

 
“Mau kemana?” Tanyanya penasaran

 

 
“Jalan – Jalan” Jawabnya Singkat, Taeyeon melewati tubuh Luhan begitu saja, mengambil sepatu di Rak khusus, memakainya sambil sesekali bersenandung kecil tak perduli dengan tatapan tajam manusia lain disana.

 

 

 
“Nanti kita harus melakukan fitting untuk baju pengantin”

 

 

 
Taeyeon berdehem, mengacuhkan Luhan yang sudah geram di perlakukan seperti itu, Luhan sangat teramat benci di acuhkan!
“Diam dirumah saja!” Luhan memerintah dengan nada tegas dan terkesan tak mau dibantah, namun Taeyeon tak perduli.

 

 

 
“Aku akan kesana tepat waktu” setelah memberi alasan, ia pun melesat pergi meninggalkan Luhan dengan wajah merah padam.
Luhan mengambil ponselnya, mencari kontak seseorang dan memanggilnya “Tuan Park, Tolong tunda rapat hari ini, aku ada acara mendadak”

 

 

 
Piip

Luhan menyeringai, pria itu akhirnya keluar dari apartemen dan menyusul Taeyeon yang mungkin sudah berada di lantai bawah.

 

 

 

____________________________________________
~ZUIVER~
____________________________________________

 

 
Taeyeon baru saja turun dari taksi, hendak menyeberang ke cafe tepat di seberang sana, sosok Sehun yang tinggi nampak menyembul di antara pejalan kaki disana, pria itu terlihat mengayunkan tangan memberitahukan keberadaannya. Taeyeon terkekeh melihat tingkah Sehun.

 

 
Namun ketika Taeyeon hendak melangkah ke jalan, tiba – tiba saja mobil sport putih yang Taeyeon hafal adalah milik Luhan berhenti tepat di depannya.

 

 

 
Dan benar saja begitu kaca mobil terbuka, Luhan nampak tersenyum bodoh dibalik kemudi, Pria itu memakai kaca mata hitam yang sangat cocok dengan pakaiannya. Membuat beberapa pejalan kaki yang lewat diantara mereka menoleh dua kali seolah tidak rela melewatkan mahluk ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.

 

 

 
“Luhan?” Taeyeon mengernyit dengan satu alis terangkat

 

 

 
“Masuklah”

 

 

 

 
Taeyeon mendecih dan memilih memutar tubuh, melewati mobil Luhan begitu saja tanpa perduli meski lelaki itu berteriak layaknya orang tak waras. Luhan yang sadar tingkahnya menjadi perhatian akhirnya memilih menyerah. Lelaki itu menatap tubuh mungil Taeyeon yang masih menyeberang.

 

 
Luhan mengumpat begitu ia melihat ada sepupunya di mana Taeyeon menuju, tak perduli lagi dengan perhatian orang – orang, Luhan segera keluar dari mobil dan berlari cepat menyusul Taeyeon.

 

 
“Yakk.. bukankah sudah kukatakan masuk ke mobil”

 

 
Luhan langsung menarik tangan Taeyeon, mencoba menghentikan laju gadis itu yang memberontak di pegangannya. Luhan menatap tajam sepupunya yang masih diam di tempatnya.

 

 
“Lepas Luhan, kau ini apa – apaan sih” Taeyeon benar – benar tak habis fikir dengan sikap Luhan, kenapa pria ini jadi over protective pada dirinya, tak tahukah bahwa Taeyeon sangat tidak suka di kekang.

 

 
“ku bilang masuk” Luhan memasang wajah garang, namun sepertinya Taeyeon tak takut. Buktinya gadis itu masih tetap memberontak.

 

 
“Hei Hei santai saja, jangan memaksa kau tidak lihat semua orang menganggapmu penguntit” Sehun mengambil alih, mulai jengah dengan sikap keras kepala Luhan serta teriakan nyaring dari Taeyeon.

 

 
Tak sadarkah bahwa semua orang tengah menatap mereka berdua saat ini.

 

 

 
“Dia calon istriku jadi wajar jika aku bersikap seperti layaknya penguntit padanya”

 

 

 
Oke.. Sehun tidak bisa berdebat dengan kalimat itu, maka pada akhirnya Sehun menyeret kedua orang keras kepala itu hingga menyeberang jalan dan memasukkan keduanya ke dalam mobil milik Luhan. Memasukan paksa kedua orang itu ke kursi penumpang sedang Sehun sendiri mengambil alih kemudi.

 

 
“Yak brengsek, siapa yang menyuruhmu masuk ke dalam mobilku”

 

 
Sehun tak bergeming, dirinya memilih menyalakan mesin dan segera menancap gas secepat mungkin meninggalkan kerumunan manusia yang menatap mereka bertiga penuh keingin tahuan.

 

 

 
“Sehun.. aku mau pindah kedepan, kenapa kau menaruhku bersamanya” Taeyeon menunjuk wajah Luhan, membuat sang tujuan menggeram kesal.

 

 

 
“Aku ini calon suamimu.. seharusnya kau tidak protes di letakkan bersamaku disini”

 

 

 
“Pokoknya aku malas denganmu, Sehun ayo pindahkan aku disampingmu” Taeyeon menarik – narik Lengan Sehun membuat Sehun yang tengah memegang kendali menjadi gelimpungan.

 

 

 
“Yaakk..Jangan menyentuhnya” Luhan menarik paksa Tangan Taeyeon lalu menggenggamnya erat.

 

 

 
“Lepas”

 

 
“Tidak”

 

 
“Ku bilang lepas”

 

 
“Tidak akan”

 

 
“Yaakk.. Kau ini kenapa,Lepas kubilang”

 

 
“Dalam mimpimu”

 

 
“Xi Luhan”

 

 
“Xi Taeyeon”

 

 

 
Ckiit……

 

 

 

______________________________________
~ZUIVER~
______________________________________

 

 
Perdebatan Taeyeon serta Luhan berakhir dengan masing – masing pihak berdiam diri tanpa bicara sepatah katapun, Sehun yang menjadi pihak ketiga diantara keduanya perlahan menghela nafas.

 

 
Bosan, Tentu saja!

 

 
Sehun sempat terkejut tadi ketika Luhan dengan lantang menyebut Taeyeon dengan marganya, mengakibatkan dirinya menghentikan mobil dengan tidak elit. Hingga membuatnya menjadi tersangka pelampiasan kekesalan dua orang manusia di belakang kursi penumpang.
Sehun tentu tidak marah mengingat ini memang 100 % kesalahannya, maka dengan pasrah saja Sehun menerima omelan – omelan Taeyeon serta Bentakan kasar dari sepupunya.

 

 

 
Menurut saja ketika keduanya meminta Sehun melanjutkan perjalanan, dan berakhir dengan Sehun yang menyeret keduanya masuk ke taman hiburan. Ouh rumit sekali! Dan sekarang Sehun harus berada di tengah – tengah Taeyeon serta luhan yang sama – sama memasang wajah Flat.

 

 
“Mau permen kapas?” Tawarnya pada taeyeon

 

 
“Tidak” Jawabnya Singkat, Taeyeon sepertinya sedang dalam keadaan mood terburuk dalam hidupnya, bibir gadis itu mengerucut dengan tangan bersedekap didada serta memasang wajah dingin tak bersahabat. Yang pada dasarnya menurut Sehun wajah Taeyeon jauh lebih menggemaskan jika seperti itu.

 

 

 
Sehun mati – matian menahan tawa, berusaha mengalihkan perhatiannya dengan memandang keseluruh penjuru wahana disana. Dirinya tidak mau berakhir dengan punggung encok jika saja berani mencubit pipi yang tengah menggembung itu. Tak tahukah kalian bahwa Taeyeon yang tersulut emosi jauh lebih menyeramkan ketimbang singa si raja hutan yang kelaparan.

 

 

 
“Mau main salah satu wahana?” Tawarnya lagi, dan Taeyeon menatap Sehun lekat, Sehun tahu bahwa Taeyeon kali ini tertarik dengan ajakannya. Alis Sehun naik turun.

 

 

 
“Ayo..”

 

 

 
Luhan memekik kaget ketika kursi yang didudukinya hampir saja terguling, beban di ujung menghilang sehingga tidak seimbang. Sehun dan Taeyeon yang menjadi tersangka sepertinya tidak sadar terbukti dengan keduanya yang telah menghilang masuk kedalam antrian tiket salah satu wahana.

 

 

 
Sudah berjam – jam lamanya Taeyeon serta Sehun mencoba berbagai wahana, di mulai dari roler coaster hingga terakhir memasuki rumah hantu. Awalnya Sehun menolak masuk mengingat dirinya yang sebenarnya penakut namun berkat aegyo super milik Taeyeon mau tak mau sehun akhirnya setuju. Dan pada akhirnya berimbas dengan Sehun yang hampir pingsan dengan keringat dingin dihampir sekujur tubuhnya.

 

 

 
“Sehun, sebaiknya kita kerumah sakit wajahmu pucat sekali”

 

 

 
Sehun menggeleng, memilih mendudukkan tubuhnya pada kursi pengunjung dan meminum sebotol air hingga habis. Seharusnya Sehun sudah bisa mengantisipasi bahwa keadaannya akan berakhir seperti sekarang ini, yang namanya penakut maka tetap saja penakut! Sehun berjanji tidak akan lagi masuk kedalam rumah hantu. Tidak akan!

 

 

 
“Maafkan aku, seharusnya aku tidak memaksamu”

 

 

 
Oke Sehun mulai waspada, Taeyeon mulai masuk ke zona cengeng
maka di peluknya tubuh Taeyeon hingga membuat sang empu memekik tertahan.

 

 

 
“Aku tidak apa – apa jangan khawatir, ini kemauanku jadi jangan menyalahkan dirimu, biarkan aku memelukmu sebentar–sebentar saja”
Taeyeon mengangguk dan membalas pelukan Sehun, mengusap punggung pria itu yang masih bergetar ketakutan.
“Sudah selesai bermesraannya?”

 

 

 
Taeyeon melirik ke sumber suara, retinanya menangkap Luhan yang berdiri dengan tangan bersedekap angkuh. Serta masih mempertahankan wajah flatnya yang terlihat menyebalkan dimata Taeyeon.

 

 

 

 
“Senang sudah mengacuhkan calon suamimu demi pria lain yang hampir pingsan akibat masuk kedalam rumah hantu?”
Taeyeon memutar bola matanya malas, sekarang bukan saatnya berdebat tidak bisakah Luhan melihat situasi. Sehun sedang ketakutan bahkan hampir saja pingsan karena ulah Taeyeon sendiri.

 

 

 
“jangan mengajakku berdebat, kau tidak kasihan melihat sepupumu eoh”

 

 
Luhan tertawa mengejek “Untuk apa? Salah dia sendiri masuk kedalam rumah hantu, jelas – jelas dia itu phobia pada hantu”
DEG

 

 
Taeyeon menegang di posisinya ‘Sehun phobia pada hantu?’ kenapa lelaki ini tidak mengatakan yang sejujurnya? Sungguh jika Taeyeon tahu dari awal pasti ia tidak akan memaksa Sehun untuk masuk kesana. Sehun memang bilang takut namun Sehun tidak mengatakan soal phobia.
Pantas saja reaksi Sehun seperti ini

 

 

 
“Jangan dengarkan Luhan, dia berbohong” Bisik sehun pelan yang masih dapat didengar oleh Luhan.

 

 

 
“Sekali lemah ya lemah saja oh Sehun, jangan mencari – cari alasan”

Taeyeon bangkit berdiri serta mendekati Luhan.

 

 

 
Plakk

 

 

 
Luhan membeku, pipinya terasa perih serta panas di saat yang bersamaan tamparan Taeyeon jelas masih terasa membakar kulitnya.
“Kau tidak berperasaan Xi Luhan”

 

 
Bagai dihantam ribuan pedang rasanya, Sakit dan terluka disaat yang bersamaan. Tamparan Taeyeon pada pipinya memang sakit namun tidak sesakit hatinya saat ini, dadanya seakan sesak dan penuh oleh sebuah perasaan marah, cemburu sekaligus kecewa.
Harga dirinya seakan diinjak – injak layaknya keset bekas! Baru pertama kali seorang Xi Luhan di perlakukan seperti ini, Di tampar didepan umum! Dan di teriaki layaknya seorang penjahat!

 

 
Memalukan!

 

 
Dirinya hanya mengusap bekas tamparan Taeyeon diwajahnya, merasakan nyeri yang berkedut – kedut hingga membuatnya meringis.
“Kau menamparku Taeyeon” Ucapnya lirih

 

 

 
Taeyeon tertegun dengan Luhan, pasalnya pria itu menampilkan wajah kecewa serta terluka yang begitu jelas terbaca. Ada rasa penyesalan didalam relung hatinya namun jika mengingat perlakuan Luhan membuatnya urung menyesal.

 

 

 
“Silahkan lanjutkan kegiatanmu, aku pulang” pamitnya cepat yang membuat Taeyeon tambah merasa bersalah, ia hanya memandang kepergian Luhan dalam keterdiaman. Ingin sekali rasanya memanggil nama Luhan dan mengatakan ‘maaf’ namun apa daya suaranya tercekat hanya sampai pada kerongkongannya saja.

 

 

 
“Kejarlah Luhan, jangan perdulikan aku, aku tidak apa – apa” Sehun berucap lemah , pria itu mencoba bangkit dan mendekati Taeyeon yang mematung tak bergerak.

 

 

 
“Kejarlah dia, aku tahu kau mencintainya” Sehun mengecup kening Taeyeon singkat memberikan senyuman hangatnya seperti biasa dan perlahan pergi. Menyisakan Taeyeon disana seorang diri seperti orang bodoh.

 

 

 
Taeyeon ingin pula memanggil nama Sehun namun lagi – lagi suaranya tercekat, tanpa diketahuinya jika Sehun tengah menahan tangis sambil berjalan tertatih – tatih, Sehun sebenarnya masih sangat lemah namun ketika ia melihat kejadian tadi tentu membuat dia tak bisa hanya diam.

 

 

 
Sepeninggal Sehunpun Taeyeon tetap tak bergerak, gadis itu diam mematung dengan wajah yang tertunduk. Tidak memperdulikan tatapan kasihan para pengunjung yang menonton pertengkarannya barusan.

 

 

 
Entah kenapa hatinya sakit, sakit sekali . ia mengangkat tangannya dan menampar wajahnya sendiri.

 

 

 
Sakit

 

 

 
Taeyeon terisak, jadi seperti inikah rasa sakit yang dirasakan Luhan? Ia meremas dadanya mencoba mengurangi rasa sesak serta panas disana, namun pada nyatanya rasa sesak itu tak kunjung berkurang, yang Taeyeon rasakan malah semakin Sakit! Sakit sekali!

 

 
“Maafkan aku”

 

 

 

TO BE CONTINUED

– – – – – – – – – – – –  – –  – – – –  – – – – – – –  – – – –

Gak tahu deh ini udah panjang atau gak? kalo menurut pandangan saya sih udah panjang -_- gak tahu kalo menurut para reader panjang atau gak ! .. owh iya saya mau mengucapkan terimakasih banyak untuk para reader yang selalu setia menunggu kelanjutan FF ini 😀
dikarenakan saya tidak tahu harus melakukan atau memberi apa sebagai balasan atas kebaikan kalian semua *Ceileee.. jadi saya hanya bisa membalas kalian dengan menulis nama – nama para readers yang bersedia meluangkan waktu untuk comment. dari chapter 1 – 4 XD.
mohon maaf jika saya tidak bisa memberikan sesuatu yang berharga pada kalian semua XD .. #DramaModeON #abaikan

.

.

Kelupaan…. kemarin ada yang tanya kapan kira – kira nikahnya si taeyeon? terus jadi nikah sama siapa? inikan genrenya married life tapi kok belum ada acara nikahannya?
oke saya mulai pusing #abaikan.. jadi karena ini masih baru munculin konflik untuk acara nikah – nikahannya bakal saya  cipratkan (?) ke chapter 7 *eh chapter 8 *eh enggak ding ..Aduuhh tahu lah.. pokoknya tunggu dulu ya..
terus aja gitu sampek taeyeon setinggi kris #Plakkk  XD

BIG THANKS ^^ FOR ⇒ Chapter 1 : Nina Yuliani Puji rahayu monmonn NoviTaengsone mia novemia kryriru taexxrn Bubble Taengoo TaeNy mallati_yurisistable nukeyfa diahtyas MKim26 amirahnova twinklestar lala vinyeol always taeyeon My Deer Luhan KimA Hunhanny exo taenggers linda wulandari Ulfaaachan~ TAf Always Suga Nanda chelsea nabila eyelinerbae fanskka Mila Agustin rara amiati meidaarinadia88 hellowayo

 

Chapter 2fadillandri Nanda always taeyeon Rizky Ramadhanty VeroHwang Elmira exolaf exotaengu MKim26 My Deer Luhan farihatuz zahra Mila Agustin erahmaliati21 TAf Park Je Seok NoviTaengsone bunniestar hunhanni dhea Love_TY novemia Riesma Kim kimmers wiwin taeyeonniess megakimtaehyung fanskaa intan sekarsari Lutae95 christy997 Nina Yuliani

 

Chapter 3 : bunniestar valentinetakaendengan erahmaliati21 Mellya Yesa Putri Park Cherra jessiwca Lutae95 christy997 Nina Yuliani OreosBunnies Angela TaeNy Yeollipop exotaengu shanti dj Ulfaaachan~ Resita Putri ptricew

 

Chapter 4 : hana fumiki arishima midws intan sekarsari mimomi hunhanni jb valentinetakaendengan ty_Ss OreosBunnies sparklinglove VeroHwang always taeyeon Nina Yuliani TaengSONE overkkaeb Nia Kidsong lutfiyafina taeyeonrifahff Taeyeon Kim^^ rara amiati mellenyexotaeng3 the lusifers Indah BSW bubblemint dianayu meidaarinadia88 sherlyyana nabila22 edelweistnto Barcelonista Yeollipop~󾓮 Angela TaeNy.

 

 

 

 

 

Apa ada yang belum saya sebutkan? XD kalau ada mohon maaf jika terlewatkan T.T .. pokoknya terimakasih yang sebanyak – banyaknya untuk kalian yang mau dan menjadi reader dari FF absurd milik saya ini ^^ . *ketjubAtuAtu

Advertisements

167 comments on “ZUIVER / Chapter 5

  1. Pingback: ZUIVER / Chapter 7A | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: ZUIVER / Chapter 7 B | All The Stories Is Taeyeon's

  3. munculin konflik untuk acara nikah –
    nikahannya bakal saya cipratkan (?) ke chapter 7
    *eh chapter 8 *eh enggak ding ..Aduuhh tahu lah..
    pokoknya tunggu dulu ya..
    terus aja gitu sampek taeyeon setinggi kris
    #Plakkk wkwkwkkwk author lucu dehhhh aku usulin trus ajha gitu ampe tinggi kris setara dg pohon toge?? hmmmnn endnya ama siapa nih??jadi bingung…aku usulin ama luhan aja…nde nde??? yeee namaku ada di atas klo gk salah d chap 1…ehhh thor dah ngebut nihh baca ff mu yg daebak bikin galau,sedih,seneng,gila,otak byuntae konek?(abaikan) okehhh sekian terima kai.. aku next ya….kiss author…

  4. Pingback: Zuiver / Chapter 8 | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Pingback: Zuiver Chapter 9 | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Pingback: Zuiver / Chapter 10 | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Pingback: ZUIVER / Chapter 11 (Last) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Sumpah deh lama” makin kelihatan klo Luhan itu kasihan banget. Luhan ditikung sepupunya sendiri dr blkg. Aku suka momen waktu Luhan sakit♡♡ mereka so sweettt. Pas baca yg bawah” jdi tambah kasihan sm Luhan. Udh ditikung, ditampar lagi. Pasti sakit hati banget tuhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s